بَرَآءَةٌ
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَرَسُولِهِۦٓ
إِلَى
ٱلَّذِينَ
عَـٰهَدتُّم
مِّنَ
ٱلْمُشْرِكِينَ
1
baraā'ahun
mmina
alllahi
warasuwlihiī
iilaā
alladziyna
‘aāhadttum
mmina
almusyrikiyna
(Inilah
pernyataan)
pemutusan
hubungan
dari
Allah
dan
rasul-Nya
(yang
dihadapkan)
kepada
orang-orang
musyrikin
yang
kamu
(kaum
muslimin)
telah
mengadakan
perjanjian
(dengan
mereka).
فَسِيحُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
أَرْبَعَةَ
أَشْهُرٍ
وَٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّكُمْ
غَيْرُ
مُعْجِزِى
ٱللَّهِ
ۙ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
مُخْزِى
ٱلْكَـٰفِرِينَ
2
fasiyḥuwā
fiā
alaarḍi
aarba‘aha
aasyhurin
waa‘lamuwā
aannakum
ghayru
mu‘jiziā
alllahi
waaanna
alllaha
mukhziā
alkaāfiriyna
Maka
berjalanlah
kamu
(kaum
musyrikin)
di
muka
bumi
selama
empat
bulan,
dan
ketahuilah
bahwa
sesungguhnya
kamu
tidak
akan
dapat
melemahkan
Allah,
dan
sesungguhnya
Allah
menghinakan
orang-orang
kafir[627].
وَأَذَٰنٌ
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَرَسُولِهِۦٓ
إِلَى
ٱلنَّاسِ
يَوْمَ
ٱلْحَجِّ
ٱلْأَكْبَرِ
أَنَّ
ٱللَّهَ
بَرِىٓءٌ
مِّنَ
ٱلْمُشْرِكِينَ
ۙ
وَرَسُولُهُۥ
ۚ
فَإِن
تُبْتُمْ
فَهُوَ
خَيْرٌ
لَّكُمْ
ۖ
وَإِن
تَوَلَّيْتُمْ
فَٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّكُمْ
غَيْرُ
مُعْجِزِى
ٱللَّهِ
ۗ
وَبَشِّرِ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
بِعَذَابٍ
أَلِيمٍ
3
waaadzaānun
mmina
alllahi
warasuwlihiī
iilaā
alnnaāsi
yawma
alḥajji
alaakbari
aanna
alllaha
bariā'un
mmina
almusyrikiyna
warasuwluhuū
faiin
tubtum
fahuwa
khayrun
llakum
waiin
tawallaytum
faa‘lamuwā
aannakum
ghayru
mu‘jiziā
alllahi
wabasysyiri
alladziyna
kafaruwā
bi‘adzaābin
aaliymin
Dan
(inilah)
suatu
permakluman
dari
Allah
dan
rasul-Nya
kepada
umat
manusia
pada
hari
haji
akbar[628],
bahwa
sesungguhnya
Allah
dan
rasul-Nya
berlepas
diri
dari
orang-orang
musyrikin.
Kemudian
jika
kamu
(kaum
musyrikin)
bertobat,
maka
bertobat
itu
lebih
baik
bagimu;
dan
jika
kamu
berpaling,
maka
ketahuilah
bahwa
sesungguhnya
kamu
tidak
dapat
melemahkan
Allah.
Dan
beritakanlah
kepada
orang-orang
kafir
(bahwa
mereka
akan
mendapat)
siksa
yang
pedih.
إِلَّا
ٱلَّذِينَ
عَـٰهَدتُّم
مِّنَ
ٱلْمُشْرِكِينَ
ثُمَّ
لَمْ
يَنقُصُوكُمْ
شَيْـًٔا
وَلَمْ
يُظَـٰهِرُوا۟
عَلَيْكُمْ
أَحَدًا
فَأَتِمُّوٓا۟
إِلَيْهِمْ
عَهْدَهُمْ
إِلَىٰ
مُدَّتِهِمْ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
يُحِبُّ
ٱلْمُتَّقِينَ
4
iillaā
alladziyna
‘aāhadttum
mmina
almusyrikiyna
tsumma
lam
yanquṣuwkum
syayanā
walam
yuẓaāhiruwā
‘alaykum
aaḥadanā
faaatimmuwā
iilayhim
‘ahdahum
iilaāā
muddatihim
iinna
alllaha
yuḥibbu
almuttaqiyna
kecuali
orang-orang
musyrikin
yang
kamu
telah
mengadakan
perjanjian
(dengan
mereka)
dan
mereka
tidak
mengurangi
sesuatu
pun
(dari
isi
perjanjian)mu
dan
tidak
(pula)
mereka
membantu
seseorang
yang
memusuhi
kamu,
maka
terhadap
mereka
itu
penuhilah
janjinya
sampai
batas
waktunya[629].
Sesungguhnya
Allah
menyukai
orang-orang
yang
bertakwa.
فَإِذَا
ٱنسَلَخَ
ٱلْأَشْهُرُ
ٱلْحُرُمُ
فَٱقْتُلُوا۟
ٱلْمُشْرِكِينَ
حَيْثُ
وَجَدتُّمُوهُمْ
وَخُذُوهُمْ
وَٱحْصُرُوهُمْ
وَٱقْعُدُوا۟
لَهُمْ
كُلَّ
مَرْصَدٍ
ۚ
فَإِن
تَابُوا۟
وَأَقَامُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
وَءَاتَوُا۟
ٱلزَّكَوٰةَ
فَخَلُّوا۟
سَبِيلَهُمْ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
5
faiidzaā
ansalakha
alaasyhuru
alḥurumu
faaqtuluwā
almusyrikiyna
ḥaytsu
wajadttumuwhum
wakhudzuwhum
waaḥṣuruwhum
waaq‘uduwā
lahum
kulla
marṣadin
faiin
taābuwā
waaaqaāmuwā
alṣṣalawāha
wa'aātawuā
alzzakawāha
fakhalluwā
sabiylahum
iinna
alllaha
ghafuwrun
rraḥiymun
Apabila
sudah
habis
bulan-bulan
Haram
itu[630],
maka
bunuhlah
orang-orang
musyrikin
itu
di
mana
saja
kamu
jumpai
mereka,
dan
tangkaplah
mereka.
Kepunglah
mereka
dan
intailah
ditempat
pengintaian.
Jika
mereka
bertobat,
dan
mendirikan
salat,
dan
menunaikan
zakat,
maka
berilah
kebebasan
kepada
mereka
untuk
berjalan[631].
Sesungguhnya
Allah
Maha
Pengampun
lagi
maha
Penyayang.
وَإِنْ
أَحَدٌ
مِّنَ
ٱلْمُشْرِكِينَ
ٱسْتَجَارَكَ
فَأَجِرْهُ
حَتَّىٰ
يَسْمَعَ
كَلَـٰمَ
ٱللَّهِ
ثُمَّ
أَبْلِغْهُ
مَأْمَنَهُۥ
ۚ
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
قَوْمٌ
لَّا
يَعْلَمُونَ
6
waiin
aaḥadun
mmina
almusyrikiyna
astajaāraka
faaajirhu
ḥattaāā
yasma‘a
kalaāma
alllahi
tsumma
aablighhu
maamanahuū
dzaālika
biaannahum
qawmun
llaā
ya‘lamuwna
Dan
jika
seorang
diantara
orang-orang
musyrikin
itu
meminta
perlindungan
kepadamu,
maka
lindungilah
ia
supaya
ia
sempat
mendengar
firman
Allah,
kemudian
antarkanlah
ia
ketempat
yang
aman
baginya.
Demikian
itu
disebabkan
mereka
kaum
yang
tidak
mengetahui.
كَيْفَ
يَكُونُ
لِلْمُشْرِكِينَ
عَهْدٌ
عِندَ
ٱللَّهِ
وَعِندَ
رَسُولِهِۦٓ
إِلَّا
ٱلَّذِينَ
عَـٰهَدتُّمْ
عِندَ
ٱلْمَسْجِدِ
ٱلْحَرَامِ
ۖ
فَمَا
ٱسْتَقَـٰمُوا۟
لَكُمْ
فَٱسْتَقِيمُوا۟
لَهُمْ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
يُحِبُّ
ٱلْمُتَّقِينَ
7
kayfa
yakuwnu
lilmusyrikiyna
‘ahdun
‘inda
alllahi
wa‘inda
rasuwlihiī
iillaā
alladziyna
‘aāhadttum
‘inda
almasjidi
alḥaraāmi
famaā
astaqaāmuwā
lakum
faastaqiymuwā
lahum
iinna
alllaha
yuḥibbu
almuttaqiyna
Bagaimana
bisa
ada
perjanjian
(aman)
dari
sisi
Allah
dan
rasul-Nya
dengan
orang-orang
musyrikin?
kecuali
orang-orang
yang
kamu
telah
mengadakan
perjanjian
(dengan
mereka)
di
dekat
Masjidil
Haram?[632]
Maka
selama
mereka
berlaku
lurus
terhadapmu,
hendaklah
kamu
berlaku
lurus
(pula)
terhadap
mereka.
Sesungguhnya
Allah
menyukai
orang-orang
yang
bertakwa.
كَيْفَ
وَإِن
يَظْهَرُوا۟
عَلَيْكُمْ
لَا
يَرْقُبُوا۟
فِيكُمْ
إِلًّا
وَلَا
ذِمَّةً
ۚ
يُرْضُونَكُم
بِأَفْوَٰهِهِمْ
وَتَأْبَىٰ
قُلُوبُهُمْ
وَأَكْثَرُهُمْ
فَـٰسِقُونَ
8
kayfa
waiin
yaẓharuwā
‘alaykum
laā
yarqubuwā
fiykum
iillanā
walaā
dzimmahan
yurḍuwnakum
biaafwaāhihim
wataabaāā
quluwbuhum
waaaktsaruhum
faāsiquwna
Bagaimana
bisa
(ada
perjanjian
dari
sisi
Allah
dan
rasul-Nya
dengan
orang-orang
musyrikin),
padahal
jika
mereka
memperoleh
kemenangan
terhadap
kamu,
mereka
tidak
memelihara
hubungan
kekerabatan
terhadap
kamu
dan
tidak
(pula
mengindahkan)
perjanjian.
Mereka
menyenangkan
hatimu
dengan
mulutnya,
sedang
hatinya
menolak.
Dan
kebanyakan
mereka
adalah
orang-orang
yang
fasik
(tidak
menepati
perjanjian).
ٱشْتَرَوْا۟
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
ثَمَنًا
قَلِيلًا
فَصَدُّوا۟
عَن
سَبِيلِهِۦٓ
ۚ
إِنَّهُمْ
سَآءَ
مَا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
9
asytarawā
biaāyaāti
alllahi
tsamananā
qaliylanā
faṣadduwā
‘an
sabiylihiī
iinnahum
saā'a
maā
kaānuwā
ya‘maluwna
Mereka
menukarkan
ayat-ayat
Allah
dengan
harga
yang
sedikit,
lalu
mereka
menghalangi
(manusia)
dari
jalan
Allah.
Sesungguhnya
amat
buruklah
apa
yang
mereka
kerjakan
itu.
لَا
يَرْقُبُونَ
فِى
مُؤْمِنٍ
إِلًّا
وَلَا
ذِمَّةً
ۚ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْمُعْتَدُونَ
10
laā
yarqubuwna
fiā
muu'minin
iillanā
walaā
dzimmahan
waauwlaāi'ika
humu
almu‘taduwna
Mereka
tidak
memelihara
(hubungan)
kerabat
terhadap
orang-orang
mukmin
dan
tidak
(pula
mengindahkan)
perjanjian.
Dan
mereka
itulah
orang-orang
yang
melampaui
batas.
فَإِن
تَابُوا۟
وَأَقَامُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
وَءَاتَوُا۟
ٱلزَّكَوٰةَ
فَإِخْوَٰنُكُمْ
فِى
ٱلدِّينِ
ۗ
وَنُفَصِّلُ
ٱلْـَٔايَـٰتِ
لِقَوْمٍ
يَعْلَمُونَ
11
faiin
taābuwā
waaaqaāmuwā
alṣṣalawāha
wa'aātawuā
alzzakawāha
faiikhwaānukum
fiā
alddiyni
wanufaṣṣilu
alaāyaāti
liqawmin
ya‘lamuwna
Jika
mereka
bertobat,
mendirikan
salat,
dan
menunaikan
zakat,
maka
(mereka
itu)
adalah
saudara-saudaramu
seagama.
Dan
Kami
menjelaskan
ayat-ayat
itu
bagi
kaum
yang
mengetahui.
وَإِن
نَّكَثُوٓا۟
أَيْمَـٰنَهُم
مِّنۢ
بَعْدِ
عَهْدِهِمْ
وَطَعَنُوا۟
فِى
دِينِكُمْ
فَقَـٰتِلُوٓا۟
أَئِمَّةَ
ٱلْكُفْرِ
ۙ
إِنَّهُمْ
لَآ
أَيْمَـٰنَ
لَهُمْ
لَعَلَّهُمْ
يَنتَهُونَ
12
waiin
nnakatsuwā
aaymaānahum
mmin
ba‘di
‘ahdihim
waṭa‘anuwā
fiā
diynikum
faqaātiluwā
aai'immaha
alkufri
iinnahum
laā
aaymaāna
lahum
la‘allahum
yantahuwna
Jika
mereka
merusak
sumpah
(janji)nya
sesudah
mereka
berjanji,
dan
mereka
mencerca
agamamu,
maka
perangilah
pemimpin-pemimpin
orang-orang
kafir
itu,
karena
sesungguhnya
mereka
itu
adalah
orang-orang
(yang
tidak
dapat
dipegang)
janjinya,
agar
supaya
mereka
berhenti.
أَلَا
تُقَـٰتِلُونَ
قَوْمًا
نَّكَثُوٓا۟
أَيْمَـٰنَهُمْ
وَهَمُّوا۟
بِإِخْرَاجِ
ٱلرَّسُولِ
وَهُم
بَدَءُوكُمْ
أَوَّلَ
مَرَّةٍ
ۚ
أَتَخْشَوْنَهُمْ
ۚ
فَٱللَّهُ
أَحَقُّ
أَن
تَخْشَوْهُ
إِن
كُنتُم
مُّؤْمِنِينَ
13
aalaā
tuqaātiluwna
qawmanā
nnakatsuwā
aaymaānahum
wahammuwā
biiikhraāji
alrrasuwli
wahum
bada'uwkum
aawwala
marrahin
aatakhsyawnahum
faalllahu
aaḥaqqu
aan
takhsyawhu
iin
kuntum
mmuu'miniyna
Mengapakah
kamu
tidak
memerangi
orang-orang
yang
merusak
sumpah
(janjinya)?
Padahal
mereka
telah
keras
kemauannya
untuk
mengusir
rasul
dan
merekalah
yang
pertama
kali
memulai
memerangi
kamu.
Mengapakah
kamu
takut
kepada
mereka?
Padahal
Allah-lah
yang
berhak
untuk
kamu
takuti,
jika
kamu
benar-benar
orang
yang
beriman.
قَـٰتِلُوهُمْ
يُعَذِّبْهُمُ
ٱللَّهُ
بِأَيْدِيكُمْ
وَيُخْزِهِمْ
وَيَنصُرْكُمْ
عَلَيْهِمْ
وَيَشْفِ
صُدُورَ
قَوْمٍ
مُّؤْمِنِينَ
14
qaātiluwhum
yu‘adzdzibhumu
alllahu
biaaydiykum
wayukhzihim
wayanṣurkum
‘alayhim
wayasyfi
ṣuduwra
qawmin
mmuu'miniyna
Perangilah
mereka,
niscaya
Allah
akan
menyiksa
mereka
dengan
(perantaraan)
tangan-tanganmu,
dan
Allah
akan
menghinakan
mereka
dan
menolong
kamu
terhadap
mereka,
serta
melegakan
hati
orang-orang
yang
beriman,
وَيُذْهِبْ
غَيْظَ
قُلُوبِهِمْ
ۗ
وَيَتُوبُ
ٱللَّهُ
عَلَىٰ
مَن
يَشَآءُ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌ
حَكِيمٌ
15
wayudzhib
ghayẓa
quluwbihim
wayatuwbu
alllahu
‘alaāā
man
yasyaā'u
waalllahu
‘aliymun
ḥakiymun
dan
menghilangkan
panas
hati
orang-orang
mukmin.
Dan
Allah
menerima
tobat
orang
yang
dikehendaki-Nya.
Allah
maha
Mengetahui
lagi
Maha
Bijaksana.
أَمْ
حَسِبْتُمْ
أَن
تُتْرَكُوا۟
وَلَمَّا
يَعْلَمِ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ
جَـٰهَدُوا۟
مِنكُمْ
وَلَمْ
يَتَّخِذُوا۟
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
وَلَا
رَسُولِهِۦ
وَلَا
ٱلْمُؤْمِنِينَ
وَلِيجَةً
ۚ
وَٱللَّهُ
خَبِيرٌۢ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
16
aam
ḥasibtum
aan
tutrakuwā
walammaā
ya‘lami
alllahu
alladziyna
jaāhaduwā
minkum
walam
yattakhidzuwā
min
duwni
alllahi
walaā
rasuwlihiī
walaā
almuu'miniyna
waliyjahan
waalllahu
khabiyrun
bimaā
ta‘maluwna
Apakah
kamu
mengira
bahwa
kamu
akan
dibiarkan
(begitu
saja),
sedang
Allah
belum
mengetahui
(dalam
kenyataan)
orang-orang
yang
berjihad
di
antara
kamu
dan
tidak
mengambil
menjadi
teman
yang
setia
selain
Allah,
rasul-Nya
dan
orang-orang
yang
beriman.
Dan
Allah
Maha
Mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
مَا
كَانَ
لِلْمُشْرِكِينَ
أَن
يَعْمُرُوا۟
مَسَـٰجِدَ
ٱللَّهِ
شَـٰهِدِينَ
عَلَىٰٓ
أَنفُسِهِم
بِٱلْكُفْرِ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
حَبِطَتْ
أَعْمَـٰلُهُمْ
وَفِى
ٱلنَّارِ
هُمْ
خَـٰلِدُونَ
17
maā
kaāna
lilmusyrikiyna
aan
ya‘muruwā
masaājida
alllahi
syaāhidiyna
‘alaāā
aanfusihim
bialkufri
auwlaāi'ika
ḥabiṭat
aa‘maāluhum
wafiā
alnnaāri
hum
khaāliduwna
Tidaklah
pantas
orang-orang
musyrik
itu
memakmurkan
masjid-masjid
Allah,
sedang
mereka
mengakui
bahwa
mereka
sendiri
kafir.
Itulah
orang-orang
yang
sia-sia
pekerjaannya,
dan
mereka
kekal
di
dalam
neraka.
إِنَّمَا
يَعْمُرُ
مَسَـٰجِدَ
ٱللَّهِ
مَنْ
ءَامَنَ
بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ
وَأَقَامَ
ٱلصَّلَوٰةَ
وَءَاتَى
ٱلزَّكَوٰةَ
وَلَمْ
يَخْشَ
إِلَّا
ٱللَّهَ
ۖ
فَعَسَىٰٓ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
أَن
يَكُونُوا۟
مِنَ
ٱلْمُهْتَدِينَ
18
iinnamaā
ya‘muru
masaājida
alllahi
man
'aāmana
bialllahi
waalyawmi
alaākhiri
waaaqaāma
alṣṣalawāha
wa'aātaā
alzzakawāha
walam
yakhsya
iillaā
alllaha
fa‘asaāā
auwlaāi'ika
aan
yakuwnuwā
mina
almuhtadiyna
Hanyalah
yang
memakmurkan
masjid-masjid
Allah
ialah
orang-orang
yang
beriman
kepada
Allah
dan
Hari
kemudian,
serta
tetap
mendirikan
salat,
menunaikan
zakat,
dan
tidak
takut
(kepada
siapa
pun)
selain
kepada
Allah,
maka
merekalah
orang-orang
yang
diharapkan
termasuk
golongan
orang-orang
yang
mendapat
petunjuk.
۞
أَجَعَلْتُمْ
سِقَايَةَ
ٱلْحَآجِّ
وَعِمَارَةَ
ٱلْمَسْجِدِ
ٱلْحَرَامِ
كَمَنْ
ءَامَنَ
بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ
وَجَـٰهَدَ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
ۚ
لَا
يَسْتَوُۥنَ
عِندَ
ٱللَّهِ
ۗ
وَٱللَّهُ
لَا
يَهْدِى
ٱلْقَوْمَ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
19
aaja‘altum
siqaāyaha
alḥaājji
wa‘imaāraha
almasjidi
alḥaraāmi
kaman
'aāmana
bialllahi
waalyawmi
alaākhiri
wajaāhada
fiā
sabiyli
alllahi
laā
yastawuūna
‘inda
alllahi
waalllahu
laā
yahdiā
alqawma
alẓẓaālimiyna
Apakah
(orang-orang)
yang
memberi
minuman
orang-orang
yang
mengerjakan
haji
dan
mengurus
Masjidil
Haram
kamu
samakan
dengan
orang-orang
yang
beriman
kepada
Allah
dan
hari
kemudian
serta
berjihad
di
jalan
Allah?
Mereka
tidak
sama
di
sisi
Allah;
dan
Allah
tidak
memberi
petunjuk
kepada
kaum
yang
zalim[633].
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَهَاجَرُوا۟
وَجَـٰهَدُوا۟
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
بِأَمْوَٰلِهِمْ
وَأَنفُسِهِمْ
أَعْظَمُ
دَرَجَةً
عِندَ
ٱللَّهِ
ۚ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْفَآئِزُونَ
20
alladziyna
'aāmanuwā
wahaājaruwā
wajaāhaduwā
fiā
sabiyli
alllahi
biaamwaālihim
waaanfusihim
aa‘ẓamu
darajahan
‘inda
alllahi
waauwlaāi'ika
humu
alfaāi'izuwna
Orang-orang
yang
beriman
dan
berhijrah,
serta
berjihad
di
jalan
Allah
dengan
harta
benda
dan
diri
mereka
adalah
lebih
tinggi
derajatnya
di
sisi
Allah;
dan
itulah
orang-orang
yang
mendapat
kemenangan.
يُبَشِّرُهُمْ
رَبُّهُم
بِرَحْمَةٍ
مِّنْهُ
وَرِضْوَٰنٍ
وَجَنَّـٰتٍ
لَّهُمْ
فِيهَا
نَعِيمٌ
مُّقِيمٌ
21
yubasysyiruhum
rabbuhum
biraḥmahin
mminhu
wariḍwaānin
wajannaātin
llahum
fiyhaā
na‘iymun
mmuqiymun
Tuhan
mereka
menggembirakan
mereka
dengan
memberikan
rahmat
dari-Nya,
keridaan
dan
surga,
mereka
memperoleh
di
dalamnya
kesenangan
yang
kekal,
خَـٰلِدِينَ
فِيهَآ
أَبَدًا
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عِندَهُۥٓ
أَجْرٌ
عَظِيمٌ
22
khaālidiyna
fiyhaā
aabadanā
iinna
alllaha
‘indahuū
aajrun
‘aẓiymun
mereka
kekal
di
dalamnya
selama-lamanya.
Sesungguhnya
di
sisi
Allah-lah
pahala
yang
besar.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَا
تَتَّخِذُوٓا۟
ءَابَآءَكُمْ
وَإِخْوَٰنَكُمْ
أَوْلِيَآءَ
إِنِ
ٱسْتَحَبُّوا۟
ٱلْكُفْرَ
عَلَى
ٱلْإِيمَـٰنِ
ۚ
وَمَن
يَتَوَلَّهُم
مِّنكُمْ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلظَّـٰلِمُونَ
23
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
laā
tattakhidzuwā
'aābaā'akum
waiikhwaānakum
aawliyaā'a
iini
astaḥabbuwā
alkufra
‘alaā
aliiymaāni
waman
yatawallahum
mminkum
faauwlaāi'ika
humu
alẓẓaālimuwna
Hai
orang-orang
beriman,
janganlah
kamu
jadikan
bapak-bapak
dan
saudara-saudaramu,
pemimpin-pemimpinmu,
jika
mereka
lebih
mengutamakan
kekafiran
atas
keimanan
dan
siapa
di
antara
kamu
yang
menjadikan
mereka
pemimpin-pemimpinmu,
maka
mereka
itulah
orang-orang
yang
zalim.
قُلْ
إِن
كَانَ
ءَابَآؤُكُمْ
وَأَبْنَآؤُكُمْ
وَإِخْوَٰنُكُمْ
وَأَزْوَٰجُكُمْ
وَعَشِيرَتُكُمْ
وَأَمْوَٰلٌ
ٱقْتَرَفْتُمُوهَا
وَتِجَـٰرَةٌ
تَخْشَوْنَ
كَسَادَهَا
وَمَسَـٰكِنُ
تَرْضَوْنَهَآ
أَحَبَّ
إِلَيْكُم
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَرَسُولِهِۦ
وَجِهَادٍ
فِى
سَبِيلِهِۦ
فَتَرَبَّصُوا۟
حَتَّىٰ
يَأْتِىَ
ٱللَّهُ
بِأَمْرِهِۦ
ۗ
وَٱللَّهُ
لَا
يَهْدِى
ٱلْقَوْمَ
ٱلْفَـٰسِقِينَ
24
qul
iin
kaāna
'aābaāu'ukum
waaabnaāu'ukum
waiikhwaānukum
waaazwaājukum
wa‘asyiyratukum
waaamwaālun
aqtaraftumuwhaā
watijaārahun
takhsyawna
kasaādahaā
wamasaākinu
tarḍawnahaā
aaḥabba
iilaykum
mmina
alllahi
warasuwlihiī
wajihaādin
fiā
sabiylihiī
fatarabbaṣuwā
ḥattaāā
yaatiāa
alllahu
biaamrihiī
waalllahu
laā
yahdiā
alqawma
alfaāsiqiyna
Katakanlah,
"jika
bapak-bapak,
anak-anak,
saudara-saudara,
istri-istri,
kaum
keluargamu,
harta
kekayaan
yang
kamu
usahakan,
perniagaan
yang
kamu
khawatirkan
kerugiannya,
dan
rumah-rumah
tempat
tinggal
yang
kamu
sukai,
adalah
lebih
kamu
cintai
dari
pada
Allah
dan
rasul-Nya
dan
dari
berjihad
di
jalan-Nya,
maka
tunggulah
sampai
Allah
mendatangkan
keputusan-Nya".
Dan
Allah
tidak
memberi
petunjuk
kepada
orang-orang
yang
fasik.
لَقَدْ
نَصَرَكُمُ
ٱللَّهُ
فِى
مَوَاطِنَ
كَثِيرَةٍ
ۙ
وَيَوْمَ
حُنَيْنٍ
ۙ
إِذْ
أَعْجَبَتْكُمْ
كَثْرَتُكُمْ
فَلَمْ
تُغْنِ
عَنكُمْ
شَيْـًٔا
وَضَاقَتْ
عَلَيْكُمُ
ٱلْأَرْضُ
بِمَا
رَحُبَتْ
ثُمَّ
وَلَّيْتُم
مُّدْبِرِينَ
25
laqad
naṣarakumu
alllahu
fiā
mawaāṭina
katsiyrahin
wayawma
ḥunaynin
iidz
aa‘jabatkum
katsratukum
falam
tughni
‘ankum
syayanā
waḍaāqat
‘alaykumu
alaarḍu
bimaā
raḥubat
tsumma
wallaytum
mmudbiriyna
Sesungguhnya
Allah
telah
menolong
kamu
(hai
para
mukminin)
di
medan
peperangan
yang
banyak,
dan
(ingatlah)
peperangan
ῌunayn,
yaitu
diwaktu
kamu
menjadi
congkak
karena
banyaknya
jumlah(mu),
maka
jumlah
yang
banyak
itu
tidak
memberi
manfaat
kepadamu
sedikit
pun,
dan
bumi
yang
luas
itu
telah
terasa
sempit
olehmu,
kemudian
kamu
lari
kebelakang
dengan
bercerai-berai.
ثُمَّ
أَنزَلَ
ٱللَّهُ
سَكِينَتَهُۥ
عَلَىٰ
رَسُولِهِۦ
وَعَلَى
ٱلْمُؤْمِنِينَ
وَأَنزَلَ
جُنُودًا
لَّمْ
تَرَوْهَا
وَعَذَّبَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
ۚ
وَذَٰلِكَ
جَزَآءُ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
26
tsumma
aanzala
alllahu
sakiynatahuū
‘alaāā
rasuwlihiī
wa‘alaā
almuu'miniyna
waaanzala
junuwdanā
llam
tarawhaā
wa‘adzdzaba
alladziyna
kafaruwā
wadzaālika
jazaā'u
alkaāfiriyna
Kemudian
Allah
menurunkan
ketenangan
kepada
rasul-Nya
dan
kepada
orang-orang
yang
beriman,
dan
Allah
menurunkan
bala
tentara
yang
kamu
tiada
melihatnya,
dan
Allah
menimpakan
bencana
kepada
orang-orang
yang
kafir,
dan
demikianlah
pembalasan
kepada
orang-orang
yang
kafir.
ثُمَّ
يَتُوبُ
ٱللَّهُ
مِنۢ
بَعْدِ
ذَٰلِكَ
عَلَىٰ
مَن
يَشَآءُ
ۗ
وَٱللَّهُ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
27
tsumma
yatuwbu
alllahu
min
ba‘di
dzaālika
‘alaāā
man
yasyaā'u
waalllahu
ghafuwrun
rraḥiymun
Sesudah
itu,
Allah
menerima
tobat
dari
orang-orang
yang
dikehendaki-Nya.
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِنَّمَا
ٱلْمُشْرِكُونَ
نَجَسٌ
فَلَا
يَقْرَبُوا۟
ٱلْمَسْجِدَ
ٱلْحَرَامَ
بَعْدَ
عَامِهِمْ
هَـٰذَا
ۚ
وَإِنْ
خِفْتُمْ
عَيْلَةً
فَسَوْفَ
يُغْنِيكُمُ
ٱللَّهُ
مِن
فَضْلِهِۦٓ
إِن
شَآءَ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَلِيمٌ
حَكِيمٌ
28
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
iinnamaā
almusyrikuwna
najasun
falaā
yaqrabuwā
almasjida
alḥaraāma
ba‘da
‘aāmihim
haādzaā
waiin
khiftum
‘aylahan
fasawfa
yughniykumu
alllahu
min
faḍlihiī
iin
syaā'a
iinna
alllaha
‘aliymun
ḥakiymun
Hai
orang-orang
yang
beriman,
sesungguhnya
orang-orang
yang
musyrik
itu
najis[634],
maka
janganlah
mereka
mendekati
Masjidil
Haram[635]
sesudah
tahun
ini[636].
Dan
jika
kamu
khawatir
menjadi
miskin[637],
maka
Allah
nanti
akan
memberikan
kekayaan
kepadamu
dari
karunia-Nya,
jika
Dia
menghendaki.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Bijaksana.
قَـٰتِلُوا۟
ٱلَّذِينَ
لَا
يُؤْمِنُونَ
بِٱللَّهِ
وَلَا
بِٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ
وَلَا
يُحَرِّمُونَ
مَا
حَرَّمَ
ٱللَّهُ
وَرَسُولُهُۥ
وَلَا
يَدِينُونَ
دِينَ
ٱلْحَقِّ
مِنَ
ٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْكِتَـٰبَ
حَتَّىٰ
يُعْطُوا۟
ٱلْجِزْيَةَ
عَن
يَدٍ
وَهُمْ
صَـٰغِرُونَ
29
qaātiluwā
alladziyna
laā
yuu'minuwna
bialllahi
walaā
bialyawmi
alaākhiri
walaā
yuḥarrimuwna
maā
ḥarrama
alllahu
warasuwluhuū
walaā
yadiynuwna
diyna
alḥaqqi
mina
alladziyna
auwtuwā
alkitaāba
ḥattaāā
yu‘ṭuwā
aljizyaha
‘an
yadin
wahum
ṣaāghiruwna
Perangilah
orang-orang
yang
tidak
beriman
kepada
Allah
dan
tidak
(pula)
kepada
hari
kemudian,
dan
mereka
tidak
mengharamkan
apa
yang
telah
diharamkan
oleh
Allah
dan
rasul-Nya
dan
tidak
beragama
dengan
agama
yang
benar
(agama
Allah),
(yaitu
orang-orang)
yang
diberikan
Alkitab
kepada
mereka,
sampai
mereka
membayar
jizyah[638]
dengan
patuh
sedang
mereka
dalam
keadaan
tunduk.
وَقَالَتِ
ٱلْيَهُودُ
عُزَيْرٌ
ٱبْنُ
ٱللَّهِ
وَقَالَتِ
ٱلنَّصَـٰرَى
ٱلْمَسِيحُ
ٱبْنُ
ٱللَّهِ
ۖ
ذَٰلِكَ
قَوْلُهُم
بِأَفْوَٰهِهِمْ
ۖ
يُضَـٰهِـُٔونَ
قَوْلَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
مِن
قَبْلُ
ۚ
قَـٰتَلَهُمُ
ٱللَّهُ
ۚ
أَنَّىٰ
يُؤْفَكُونَ
30
waqaālati
alyahuwdu
‘uzayrun
abnu
alllahi
waqaālati
alnnaṣaāraā
almasiyḥu
abnu
alllahi
dzaālika
qawluhum
biaafwaāhihim
yuḍaāhiuwna
qawla
alladziyna
kafaruwā
min
qablu
qaātalahumu
alllahu
aannaāā
yuu'fakuwna
Orang-orang
Yahudi
berkata,
"Uzayr
itu
putra
Allah"
dan
orang-orang
Nasrani
berkata,
"Al-Masih
itu
putra
Allah".
Demikian
itulah
ucapan
mereka
dengan
mulut
mereka,
mereka
meniru
perkataan
orang-orang
kafir
yang
terdahulu.
Dilaknati
Allah-lah
mereka;
bagaimana
mereka
sampai
berpaling?
ٱتَّخَذُوٓا۟
أَحْبَارَهُمْ
وَرُهْبَـٰنَهُمْ
أَرْبَابًا
مِّن
دُونِ
ٱللَّهِ
وَٱلْمَسِيحَ
ٱبْنَ
مَرْيَمَ
وَمَآ
أُمِرُوٓا۟
إِلَّا
لِيَعْبُدُوٓا۟
إِلَـٰهًا
وَٰحِدًا
ۖ
لَّآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ۚ
سُبْحَـٰنَهُۥ
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
31
attakhadzuwā
aaḥbaārahum
waruhbaānahum
aarbaābanā
mmin
duwni
alllahi
waalmasiyḥa
abna
maryama
wamaā
aumiruwā
iillaā
liya‘buduwā
iilaāhanā
waāḥidanā
llaā
iilaāha
iillaā
huwa
subḥaānahuū
‘ammaā
yusyrikuwna
Mereka
menjadikan
orang-orang
alimnya,
dan
rahib-rahib
mereka
sebagai
tuhan
selain
Allah[639]
dan
(juga
mereka
mempertuhankan)
Al
Masih
putra
Maryam;
padahal
mereka
hanya
disuruh
menyembah
Tuhan
Yang
Maha
Esa;
tidak
ada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
selain
Dia
Maha
suci
Allah
dari
apa
yang
mereka
persekutukan.
يُرِيدُونَ
أَن
يُطْفِـُٔوا۟
نُورَ
ٱللَّهِ
بِأَفْوَٰهِهِمْ
وَيَأْبَى
ٱللَّهُ
إِلَّآ
أَن
يُتِمَّ
نُورَهُۥ
وَلَوْ
كَرِهَ
ٱلْكَـٰفِرُونَ
32
yuriyduwna
aan
yuṭfiuwā
nuwra
alllahi
biaafwaāhihim
wayaabaā
alllahu
iillaā
aan
yutimma
nuwrahuū
walaw
kariha
alkaāfiruwna
Mereka
berkehendak
memadamkan
cahaya
(agama)
Allah
dengan
mulut
(ucapan-ucapan)
mereka,
dan
Allah
tidak
menghendaki
selain
menyempurnakan
cahaya-Nya,
walaupun
orang-orang
yang
kafir
tidak
menyukai.
هُوَ
ٱلَّذِىٓ
أَرْسَلَ
رَسُولَهُۥ
بِٱلْهُدَىٰ
وَدِينِ
ٱلْحَقِّ
لِيُظْهِرَهُۥ
عَلَى
ٱلدِّينِ
كُلِّهِۦ
وَلَوْ
كَرِهَ
ٱلْمُشْرِكُونَ
33
huwa
alladziā
aarsala
rasuwlahuū
bialhudaāā
wadiyni
alḥaqqi
liyuẓhirahuū
‘alaā
alddiyni
kullihiī
walaw
kariha
almusyrikuwna
Dialah
yang
telah
mengutus
rasul-Nya
(dengan
membawa)
petunjuk
(Al-Qur`ān)
dan
agama
yang
benar
untuk
dimenangkan-Nya
atas
segala
agama,
walaupun
orang-orang
musyrik
tidak
menyukai.
۞
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِنَّ
كَثِيرًا
مِّنَ
ٱلْأَحْبَارِ
وَٱلرُّهْبَانِ
لَيَأْكُلُونَ
أَمْوَٰلَ
ٱلنَّاسِ
بِٱلْبَـٰطِلِ
وَيَصُدُّونَ
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
ۗ
وَٱلَّذِينَ
يَكْنِزُونَ
ٱلذَّهَبَ
وَٱلْفِضَّةَ
وَلَا
يُنفِقُونَهَا
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
فَبَشِّرْهُم
بِعَذَابٍ
أَلِيمٍ
34
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
iinna
katsiyranā
mmina
alaaḥbaāri
waalrruhbaāni
layaakuluwna
aamwaāla
alnnaāsi
bialbaāṭili
wayaṣudduwna
‘an
sabiyli
alllahi
waalladziyna
yaknizuwna
aldzdzahaba
waalfiḍḍaha
walaā
yunfiquwnahaā
fiā
sabiyli
alllahi
fabasysyirhum
bi‘adzaābin
aaliymin
Hai
orang-orang
yang
beriman,
sesungguhnya
sebagian
besar
dari
orang-orang
alim
Yahudi
dan
rahib-rahib
Nasrani
benar-benar
memakan
harta
orang
dengan
jalan
batil
dan
mereka
menghalang-halangi
(manusia)
dari
jalan
Allah.
Dan
orang-orang
yang
menyimpan
emas
dan
perak
dan
tidak
menafkahkannya
pada
jalan
Allah,
maka
beritahukanlah
kepada
mereka,
(bahwa
mereka
akan
mendapat)
siksa
yang
pedih,
يَوْمَ
يُحْمَىٰ
عَلَيْهَا
فِى
نَارِ
جَهَنَّمَ
فَتُكْوَىٰ
بِهَا
جِبَاهُهُمْ
وَجُنُوبُهُمْ
وَظُهُورُهُمْ
ۖ
هَـٰذَا
مَا
كَنَزْتُمْ
لِأَنفُسِكُمْ
فَذُوقُوا۟
مَا
كُنتُمْ
تَكْنِزُونَ
35
yawma
yuḥmaāā
‘alayhaā
fiā
naāri
jahannama
fatukwaāā
bihaā
jibaāhuhum
wajunuwbuhum
waẓuhuwruhum
haādzaā
maā
kanaztum
liaanfusikum
fadzuwquwā
maā
kuntum
taknizuwna
pada
hari
dipanaskan
emas
perak
itu
dalam
neraka
jahanam,
lalu
dibakar
dengannya
dahi
mereka,
lambung
dan
punggung
mereka;
(lalu
dikatakan)
kepada
mereka,
"Inilah
harta
bendamu
yang
kamu
simpan
untuk
dirimu
sendiri,
maka
rasakanlah
sekarang
(akibat
dari)
apa
yang
kamu
simpan
itu".
إِنَّ
عِدَّةَ
ٱلشُّهُورِ
عِندَ
ٱللَّهِ
ٱثْنَا
عَشَرَ
شَهْرًا
فِى
كِتَـٰبِ
ٱللَّهِ
يَوْمَ
خَلَقَ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
مِنْهَآ
أَرْبَعَةٌ
حُرُمٌ
ۚ
ذَٰلِكَ
ٱلدِّينُ
ٱلْقَيِّمُ
ۚ
فَلَا
تَظْلِمُوا۟
فِيهِنَّ
أَنفُسَكُمْ
ۚ
وَقَـٰتِلُوا۟
ٱلْمُشْرِكِينَ
كَآفَّةً
كَمَا
يُقَـٰتِلُونَكُمْ
كَآفَّةً
ۚ
وَٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّ
ٱللَّهَ
مَعَ
ٱلْمُتَّقِينَ
36
iinna
‘iddaha
alsysyuhuwri
‘inda
alllahi
atsnaā
‘asyara
syahranā
fiā
kitaābi
alllahi
yawma
khalaqa
alssamaāwaāti
waalaarḍa
minhaā
aarba‘ahun
ḥurumun
dzaālika
alddiynu
alqayyimu
falaā
taẓlimuwā
fiyhinna
aanfusakum
waqaātiluwā
almusyrikiyna
kaāffahan
kamaā
yuqaātiluwnakum
kaāffahan
waa‘lamuwā
aanna
alllaha
ma‘a
almuttaqiyna
Sesungguhnya
bilangan
bulan
pada
sisi
Allah
ialah
dua
belas
bulan,
dalam
ketetapan
Allah
di
waktu
Dia
menciptakan
langit
dan
bumi,
di
antaranya
empat
bulan
haram[640].
Itulah
(ketetapan)
agama
yang
lurus,
maka
janganlah
kamu
menganiaya
diri[641]
kamu
dalam
bulan
yang
empat
itu,
dan
perangilah
kaum
musyrikin
itu
semuanya
sebagaimana
mereka
pun
memerangi
kamu
semuanya;
dan
ketahuilah
bahwasanya
Allah
beserta
orang-orang
yang
bertakwa.
إِنَّمَا
ٱلنَّسِىٓءُ
زِيَادَةٌ
فِى
ٱلْكُفْرِ
ۖ
يُضَلُّ
بِهِ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
يُحِلُّونَهُۥ
عَامًا
وَيُحَرِّمُونَهُۥ
عَامًا
لِّيُوَاطِـُٔوا۟
عِدَّةَ
مَا
حَرَّمَ
ٱللَّهُ
فَيُحِلُّوا۟
مَا
حَرَّمَ
ٱللَّهُ
ۚ
زُيِّنَ
لَهُمْ
سُوٓءُ
أَعْمَـٰلِهِمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
لَا
يَهْدِى
ٱلْقَوْمَ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
37
iinnamaā
alnnasiā'u
ziyaādahun
fiā
alkufri
yuḍallu
bihi
alladziyna
kafaruwā
yuḥilluwnahuū
‘aāmanā
wayuḥarrimuwnahuū
‘aāmanā
lliyuwaāṭiuwā
‘iddaha
maā
ḥarrama
alllahu
fayuḥilluwā
maā
ḥarrama
alllahu
zuyyina
lahum
suw'u
aa‘maālihim
waalllahu
laā
yahdiā
alqawma
alkaāfiriyna
Sesungguhnya
mengundur-undurkan
bulan
haram
itu[642]
adalah
menambah
kekafiran,
disesatkan
orang-orang
yang
kafir
dengan
mengundur-undurkan
itu,
mereka
menghalalkannya
pada
suatu
tahun
dan
mengharamkannya
pada
tahun
yang
lain,
agar
mereka
dapat
mensesuaikan
dengan
bilangan
yang
Allah
mengharamkannya,
maka
mereka
menghalalkan
apa
yang
diharamkan
Allah.
(Setan)
menjadikan
mereka
memandang
baik
perbuatan
mereka
yang
buruk
itu.
Dan
Allah
tidak
memberi
petunjuk
kepada
orang-orang
yang
kafir.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مَا
لَكُمْ
إِذَا
قِيلَ
لَكُمُ
ٱنفِرُوا۟
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
ٱثَّاقَلْتُمْ
إِلَى
ٱلْأَرْضِ
ۚ
أَرَضِيتُم
بِٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
مِنَ
ٱلْـَٔاخِرَةِ
ۚ
فَمَا
مَتَـٰعُ
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
فِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
إِلَّا
قَلِيلٌ
38
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
maā
lakum
iidzaā
qiyla
lakumu
anfiruwā
fiā
sabiyli
alllahi
atstsaāqaltum
iilaā
alaarḍi
aaraḍiytum
bialḥayawāhi
alddunyaā
mina
alaākhirahi
famaā
mataā‘u
alḥayawāhi
alddunyaā
fiā
alaākhirahi
iillaā
qaliylun
Hai
orang-orang
yang
beriman,
apakah
sebabnya
apabila
dikatakan
kepada
kamu,
"Berangkatlah
(untuk
berperang)
pada
jalan
Allah",
kamu
merasa
berat
dan
ingin
tinggal
di
tempatmu?
Apakah
kamu
puas
dengan
kehidupan
di
dunia
sebagai
ganti
kehidupan
di
akhirat?
Padahal
kenikmatan
hidup
di
dunia
ini
(dibandingkan
dengan
kehidupan)
diakhirat
hanyalah
sedikit.
إِلَّا
تَنفِرُوا۟
يُعَذِّبْكُمْ
عَذَابًا
أَلِيمًا
وَيَسْتَبْدِلْ
قَوْمًا
غَيْرَكُمْ
وَلَا
تَضُرُّوهُ
شَيْـًٔا
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
39
iillaā
tanfiruwā
yu‘adzdzibkum
‘adzaābanā
aaliymanā
wayastabdil
qawmanā
ghayrakum
walaā
taḍurruwhu
syayanā
waalllahu
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Jika
kamu
tidak
berangkat
untuk
berperang,
niscaya
Allah
menyiksa
kamu
dengan
siksa
yang
pedih
dan
digantinya
(kamu)
dengan
kaum
yang
lain,
dan
kamu
tidak
akan
dapat
memberi
kemudaratan
kepada-Nya
sedikit
pun.
Allah
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
إِلَّا
تَنصُرُوهُ
فَقَدْ
نَصَرَهُ
ٱللَّهُ
إِذْ
أَخْرَجَهُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
ثَانِىَ
ٱثْنَيْنِ
إِذْ
هُمَا
فِى
ٱلْغَارِ
إِذْ
يَقُولُ
لِصَـٰحِبِهِۦ
لَا
تَحْزَنْ
إِنَّ
ٱللَّهَ
مَعَنَا
ۖ
فَأَنزَلَ
ٱللَّهُ
سَكِينَتَهُۥ
عَلَيْهِ
وَأَيَّدَهُۥ
بِجُنُودٍ
لَّمْ
تَرَوْهَا
وَجَعَلَ
كَلِمَةَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
ٱلسُّفْلَىٰ
ۗ
وَكَلِمَةُ
ٱللَّهِ
هِىَ
ٱلْعُلْيَا
ۗ
وَٱللَّهُ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌ
40
iillaā
tanṣuruwhu
faqad
naṣarahu
alllahu
iidz
aakhrajahu
alladziyna
kafaruwā
tsaāniāa
atsnayni
iidz
humaā
fiā
alghaāri
iidz
yaquwlu
liṣaāḥibihiī
laā
taḥzan
iinna
alllaha
ma‘anaā
faaanzala
alllahu
sakiynatahuū
‘alayhi
waaayyadahuū
bijunuwdin
llam
tarawhaā
waja‘ala
kalimaha
alladziyna
kafaruwā
alssuflaāā
wakalimahu
alllahi
hiāa
al‘ulyaā
waalllahu
‘aziyzun
ḥakiymun
Jikalau
kamu
tidak
menolongnya
(Muhammad),
maka
sesungguhnya
Allah
telah
menolongnya,
(yaitu)
ketika
orang-orang
kafir
(musyrikin
Mekah)
mengeluarkannya
(dari
Mekah)
sedang
dia
salah
seorang
dari
dua
orang
ketika
keduanya
berada
dalam
gua,
di
waktu
dia
berkata
kepada
temannya,
"Janganlah
kamu
berduka
cita,
sesungguhnya
Allah
beserta
kita".
Maka
Allah
menurunkan
ketenangan-Nya
kepada
(Muhammad)
dan
membantunya
dengan
tentara
yang
kamu
tidak
melihatnya,
dan
Allah
menjadikan
seruan
orang-orang
kafir
itulah
yang
rendah.
Dan
kalimat
Allah
itulah
yang
tinggi.
Allah
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana[643].
ٱنفِرُوا۟
خِفَافًا
وَثِقَالًا
وَجَـٰهِدُوا۟
بِأَمْوَٰلِكُمْ
وَأَنفُسِكُمْ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
ۚ
ذَٰلِكُمْ
خَيْرٌ
لَّكُمْ
إِن
كُنتُمْ
تَعْلَمُونَ
41
anfiruwā
khifaāfanā
watsiqaālanā
wajaāhiduwā
biaamwaālikum
waaanfusikum
fiā
sabiyli
alllahi
dzaālikum
khayrun
llakum
iin
kuntum
ta‘lamuwna
Berangkatlah
kamu
baik
dalam
keadaan
merasa
ringan
atau
pun
berat,
dan
berjihadlah
dengan
harta
dan
dirimu
di
jalan
Allah.
Yang
demikian
itu
adalah
lebih
baik
bagimu,
jika
kamu
mengetahui.
لَوْ
كَانَ
عَرَضًا
قَرِيبًا
وَسَفَرًا
قَاصِدًا
لَّٱتَّبَعُوكَ
وَلَـٰكِنۢ
بَعُدَتْ
عَلَيْهِمُ
ٱلشُّقَّةُ
ۚ
وَسَيَحْلِفُونَ
بِٱللَّهِ
لَوِ
ٱسْتَطَعْنَا
لَخَرَجْنَا
مَعَكُمْ
يُهْلِكُونَ
أَنفُسَهُمْ
وَٱللَّهُ
يَعْلَمُ
إِنَّهُمْ
لَكَـٰذِبُونَ
42
law
kaāna
‘araḍanā
qariybanā
wasafaranā
qaāṣidanā
llaattaba‘uwka
walaākin
ba‘udat
‘alayhimu
alsysyuqqahu
wasayaḥlifuwna
bialllahi
lawi
astaṭa‘naā
lakharajnaā
ma‘akum
yuhlikuwna
aanfusahum
waalllahu
ya‘lamu
iinnahum
lakaādzibuwna
Kalau
yang
kamu
serukan
kepada
mereka
itu
keuntungan
yang
mudah
diperoleh
dan
perjalanan
yang
tidak
berapa
jauh,
pastilah
mereka
mengikutimu,
tetapi
tempat
yang
dituju
itu
amat
jauh
terasa
oleh
mereka.
Mereka
akan
bersumpah
dengan
(nama)
Allah,
"Jikalau
kami
sanggup
tentulah
kami
berangkat
bersama-samamu".
Mereka
membinasakan
diri
mereka
sendiri[644]
dan
Allah
mengetahui
bahwa
sesungguhnya
mereka
benar-benar
orang-orang
yang
berdusta.
عَفَا
ٱللَّهُ
عَنكَ
لِمَ
أَذِنتَ
لَهُمْ
حَتَّىٰ
يَتَبَيَّنَ
لَكَ
ٱلَّذِينَ
صَدَقُوا۟
وَتَعْلَمَ
ٱلْكَـٰذِبِينَ
43
‘afaā
alllahu
‘anka
lima
aadzinta
lahum
ḥattaāā
yatabayyana
laka
alladziyna
ṣadaquwā
wata‘lama
alkaādzibiyna
Semoga
Allah
memaafkanmu.
Mengapa
kamu
memberi
izin
kepada
mereka
(untuk
tidak
pergi
berperang),
sebelum
jelas
bagimu
orang-orang
yang
benar
(dalam
keuzurannya)
dan
sebelum
kamu
ketahui
orang-orang
yang
berdusta?
لَا
يَسْتَـْٔذِنُكَ
ٱلَّذِينَ
يُؤْمِنُونَ
بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ
أَن
يُجَـٰهِدُوا۟
بِأَمْوَٰلِهِمْ
وَأَنفُسِهِمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌۢ
بِٱلْمُتَّقِينَ
44
laā
yastadzinuka
alladziyna
yuu'minuwna
bialllahi
waalyawmi
alaākhiri
aan
yujaāhiduwā
biaamwaālihim
waaanfusihim
waalllahu
‘aliymun
bialmuttaqiyna
Orang-orang
yang
beriman
kepada
Allah
dan
hari
kemudian,
tidak
akan
meminta
izin
kepadamu
untuk
tidak
ikut
berjihad
dengan
harta
dan
diri
mereka.
Dan
Allah
mengetahui
orang-orang
yang
bertakwa.
إِنَّمَا
يَسْتَـْٔذِنُكَ
ٱلَّذِينَ
لَا
يُؤْمِنُونَ
بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ
وَٱرْتَابَتْ
قُلُوبُهُمْ
فَهُمْ
فِى
رَيْبِهِمْ
يَتَرَدَّدُونَ
45
iinnamaā
yastadzinuka
alladziyna
laā
yuu'minuwna
bialllahi
waalyawmi
alaākhiri
waartaābat
quluwbuhum
fahum
fiā
raybihim
yataraddaduwna
Sesungguhnya
yang
akan
meminta
izin
kepadamu,
hanyalah
orang-orang
yang
tidak
beriman
kepada
Allah
dan
hari
kemudian,
dan
hati
mereka
ragu-ragu,
karena
itu
mereka
selalu
bimbang
dalam
keraguannya.
۞
وَلَوْ
أَرَادُوا۟
ٱلْخُرُوجَ
لَأَعَدُّوا۟
لَهُۥ
عُدَّةً
وَلَـٰكِن
كَرِهَ
ٱللَّهُ
ٱنۢبِعَاثَهُمْ
فَثَبَّطَهُمْ
وَقِيلَ
ٱقْعُدُوا۟
مَعَ
ٱلْقَـٰعِدِينَ
46
walaw
aaraāduwā
alkhuruwja
laaa‘adduwā
lahuū
‘uddahan
walaākin
kariha
alllahu
anbi‘aātsahum
fatsabbaṭahum
waqiyla
aq‘uduwā
ma‘a
alqaā‘idiyna
Dan
jika
mereka
mau
berangkat,
tentulah
mereka
menyiapkan
persiapan
untuk
keberangkatan
itu,
tetapi
Allah
tidak
menyukai
keberangkatan
mereka,
maka
Allah
melemahkan
keinginan
mereka
dan
dikatakan
kepada
mereka,
"Tinggallah
kamu
bersama
orang-orang
yang
tinggal
itu".
لَوْ
خَرَجُوا۟
فِيكُم
مَّا
زَادُوكُمْ
إِلَّا
خَبَالًا
وَلَأَوْضَعُوا۟
خِلَـٰلَكُمْ
يَبْغُونَكُمُ
ٱلْفِتْنَةَ
وَفِيكُمْ
سَمَّـٰعُونَ
لَهُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌۢ
بِٱلظَّـٰلِمِينَ
47
law
kharajuwā
fiykum
mmaā
zaāduwkum
iillaā
khabaālanā
walaaawḍa‘uwā
khilaālakum
yabghuwnakumu
alfitnaha
wafiykum
sammaā‘uwna
lahum
waalllahu
‘aliymun
bialẓẓaālimiyna
Jika
mereka
berangkat
bersama-sama
kamu,
niscaya
mereka
tidak
menambah
kamu
selain
dari
kerusakan
belaka,
dan
tentu
mereka
akan
bergegas-gegas
maju
ke
muka
di
celah-celah
barisanmu,
untuk
mengadakan
kekacauan
di
antaramu;
sedang
di
antara
kamu
ada
orang-orang
yang
amat
suka
mendengarkan
perkataan
mereka.
Dan
Allah
mengetahui
orang-orang
yang
zalim.
لَقَدِ
ٱبْتَغَوُا۟
ٱلْفِتْنَةَ
مِن
قَبْلُ
وَقَلَّبُوا۟
لَكَ
ٱلْأُمُورَ
حَتَّىٰ
جَآءَ
ٱلْحَقُّ
وَظَهَرَ
أَمْرُ
ٱللَّهِ
وَهُمْ
كَـٰرِهُونَ
48
laqadi
abtaghawuā
alfitnaha
min
qablu
waqallabuwā
laka
alaumuwra
ḥattaāā
jaā'a
alḥaqqu
waẓahara
aamru
alllahi
wahum
kaārihuwna
Sesungguhnya
dari
dahulu
pun
mereka
telah
mencari-cari
kekacauan
dan
mereka
mengatur
pelbagai
macam
tipu
daya
untuk
(merusakkan)mu,
hingga
datanglah
kebenaran
(pertolongan
Allah)
dan
menanglah
agama
Allah,
padahal
mereka
tidak
menyukainya.
وَمِنْهُم
مَّن
يَقُولُ
ٱئْذَن
لِّى
وَلَا
تَفْتِنِّىٓ
ۚ
أَلَا
فِى
ٱلْفِتْنَةِ
سَقَطُوا۟
ۗ
وَإِنَّ
جَهَنَّمَ
لَمُحِيطَةٌۢ
بِٱلْكَـٰفِرِينَ
49
waminhum
mman
yaquwlu
ai'dzan
lliā
walaā
taftinniā
aalaā
fiā
alfitnahi
saqaṭuwā
waiinna
jahannama
lamuḥiyṭahun
bialkaāfiriyna
Di
antara
mereka
ada
orang
yang
berkata,
"Berilah
saya
izin
(tidak
pergi
berperang)
dan
janganlah
kamu
menjadikan
saya
terjerumus
dalam
fitnah[645]".
Ketahuilah,
bahwa
mereka
telah
terjerumus
ke
dalam
fitnah.
Dan
sesungguhnya
Jahanam
itu
benar-benar
meliputi
orang-orang
yang
kafir.
إِن
تُصِبْكَ
حَسَنَةٌ
تَسُؤْهُمْ
ۖ
وَإِن
تُصِبْكَ
مُصِيبَةٌ
يَقُولُوا۟
قَدْ
أَخَذْنَآ
أَمْرَنَا
مِن
قَبْلُ
وَيَتَوَلَّوا۟
وَّهُمْ
فَرِحُونَ
50
iin
tuṣibka
ḥasanahun
tasuu'hum
waiin
tuṣibka
muṣiybahun
yaquwluwā
qad
aakhadznaā
aamranaā
min
qablu
wayatawallawā
wwahum
fariḥuwna
Jika
kamu
mendapat
suatu
kebaikan,
mereka
menjadi
tidak
senang
karenanya;
dan
jika
kamu
ditimpa
oleh
sesuatu
bencana,
mereka
berkata,
"Sesungguhnya
kami
sebelumnya
telah
memperhatikan
urusan
kami
(tidak
pergi
perang)",
dan
mereka
berpaling
dengan
rasa
gembira.
قُل
لَّن
يُصِيبَنَآ
إِلَّا
مَا
كَتَبَ
ٱللَّهُ
لَنَا
هُوَ
مَوْلَىٰنَا
ۚ
وَعَلَى
ٱللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
51
qul
llan
yuṣiybanaā
iillaā
maā
kataba
alllahu
lanaā
huwa
mawlaāānaā
wa‘alaā
alllahi
falyatawakkali
almuu'minuwna
Katakanlah,
"Sekali-kali
tidak
akan
menimpa
kami
melainkan
apa
yang
telah
ditetapkan
oleh
Allah
bagi
kami.
Dia-lah
pelindung
kami,
dan
hanyalah
kepada
Allah
orang-orang
yang
beriman
harus
bertawakal".
قُلْ
هَلْ
تَرَبَّصُونَ
بِنَآ
إِلَّآ
إِحْدَى
ٱلْحُسْنَيَيْنِ
ۖ
وَنَحْنُ
نَتَرَبَّصُ
بِكُمْ
أَن
يُصِيبَكُمُ
ٱللَّهُ
بِعَذَابٍ
مِّنْ
عِندِهِۦٓ
أَوْ
بِأَيْدِينَا
ۖ
فَتَرَبَّصُوٓا۟
إِنَّا
مَعَكُم
مُّتَرَبِّصُونَ
52
qul
hal
tarabbaṣuwna
binaā
iillaā
iiḥdaā
alḥusnayayni
wanaḥnu
natarabbaṣu
bikum
aan
yuṣiybakumu
alllahu
bi‘adzaābin
mmin
‘indihiī
aaw
biaaydiynaā
fatarabbaṣuwā
iinnaā
ma‘akum
mmutarabbiṣuwna
Katakanlah,
"tidak
ada
yang
kamu
tunggu-tunggu
bagi
kami,
kecuali
salah
satu
dari
dua
kebaikan[646].
Dan
Kami
menunggu-nunggu
bagi
kamu
bahwa
Allah
akan
menimpakan
kepadamu
azab
(yang
besar)
dari
sisi-Nya,
atau
(azab)
dengan
tangan
kami.
Sebab
itu
tunggulah,
sesungguhnya
kami
menunggu-nunggu
bersamamu".
قُلْ
أَنفِقُوا۟
طَوْعًا
أَوْ
كَرْهًا
لَّن
يُتَقَبَّلَ
مِنكُمْ
ۖ
إِنَّكُمْ
كُنتُمْ
قَوْمًا
فَـٰسِقِينَ
53
qul
aanfiquwā
ṭaw‘anā
aaw
karhanā
llan
yutaqabbala
minkum
iinnakum
kuntum
qawmanā
faāsiqiyna
Katakanlah,
"Nafkahkanlah
hartamu,
baik
dengan
sukarela
ataupun
dengan
terpaksa,
namun
nafkah
itu
sekali-kali
tidak
akan
diterima
dari
kamu.
Sesungguhnya
kamu
adalah
orang-orang
yang
fasik".
وَمَا
مَنَعَهُمْ
أَن
تُقْبَلَ
مِنْهُمْ
نَفَقَـٰتُهُمْ
إِلَّآ
أَنَّهُمْ
كَفَرُوا۟
بِٱللَّهِ
وَبِرَسُولِهِۦ
وَلَا
يَأْتُونَ
ٱلصَّلَوٰةَ
إِلَّا
وَهُمْ
كُسَالَىٰ
وَلَا
يُنفِقُونَ
إِلَّا
وَهُمْ
كَـٰرِهُونَ
54
wamaā
mana‘ahum
aan
tuqbala
minhum
nafaqaātuhum
iillaā
aannahum
kafaruwā
bialllahi
wabirasuwlihiī
walaā
yaatuwna
alṣṣalawāha
iillaā
wahum
kusaālaāā
walaā
yunfiquwna
iillaā
wahum
kaārihuwna
Dan
tidak
ada
yang
menghalangi
mereka
untuk
diterima
dari
mereka
nafkah-nafkahnya
melainkan
karena
mereka
kafir
kepada
Allah
dan
rasul-Nya;
dan
mereka
tidak
mengerjakan
salat,
melainkan
dengan
malas,
dan
tidak
(pula)
menafkahkan
(harta)
mereka,
melainkan
dengan
rasa
enggan.
فَلَا
تُعْجِبْكَ
أَمْوَٰلُهُمْ
وَلَآ
أَوْلَـٰدُهُمْ
ۚ
إِنَّمَا
يُرِيدُ
ٱللَّهُ
لِيُعَذِّبَهُم
بِهَا
فِى
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
وَتَزْهَقَ
أَنفُسُهُمْ
وَهُمْ
كَـٰفِرُونَ
55
falaā
tu‘jibka
aamwaāluhum
walaā
aawlaāduhum
iinnamaā
yuriydu
alllahu
liyu‘adzdzibahum
bihaā
fiā
alḥayawāhi
alddunyaā
watazhaqa
aanfusuhum
wahum
kaāfiruwna
Maka
janganlah
harta
benda
dan
anak-anak
mereka
menarik
hatimu.
Sesungguhnya
Allah
menghendaki
dengan
(memberi)
harta
benda
dan
anak-anak
itu
untuk
menyiksa
mereka
dalam
kehidupan
di
dunia
dan
kelak
akan
melayang
nyawa
mereka,
sedang
mereka
dalam
keadaan
kafir.
وَيَحْلِفُونَ
بِٱللَّهِ
إِنَّهُمْ
لَمِنكُمْ
وَمَا
هُم
مِّنكُمْ
وَلَـٰكِنَّهُمْ
قَوْمٌ
يَفْرَقُونَ
56
wayaḥlifuwna
bialllahi
iinnahum
laminkum
wamaā
hum
mminkum
walaākinnahum
qawmun
yafraquwna
Dan
mereka
(orang-orang
munafik)
bersumpah
dengan
(nama)
Allah
bahwa
sesungguhnya
mereka
termasuk
golonganmu;
padahal
mereka
bukanlah
dari
golonganmu,
akan
tetapi
mereka
adalah
orang-orang
yang
sangat
takut
(kepadamu).
لَوْ
يَجِدُونَ
مَلْجَـًٔا
أَوْ
مَغَـٰرَٰتٍ
أَوْ
مُدَّخَلًا
لَّوَلَّوْا۟
إِلَيْهِ
وَهُمْ
يَجْمَحُونَ
57
law
yajiduwna
maljaanā
aaw
maghaāraātin
aaw
muddakhalanā
llawallawā
iilayhi
wahum
yajmaḥuwna
Jikalau
mereka
memperoleh
tempat
perlindungan
atau
gua-gua
atau
lubang-lubang
(dalam
tanah),
niscaya
mereka
pergi
kepadanya
dengan
secepat-cepatnya.
وَمِنْهُم
مَّن
يَلْمِزُكَ
فِى
ٱلصَّدَقَـٰتِ
فَإِنْ
أُعْطُوا۟
مِنْهَا
رَضُوا۟
وَإِن
لَّمْ
يُعْطَوْا۟
مِنْهَآ
إِذَا
هُمْ
يَسْخَطُونَ
58
waminhum
mman
yalmizuka
fiā
alṣṣadaqaāti
faiin
au‘ṭuwā
minhaā
raḍuwā
waiin
llam
yu‘ṭawā
minhaā
iidzaā
hum
yaskhaṭuwna
Dan
di
antara
mereka,
ada
orang
yang
mencelamu
tentang
(pembagian)
zakat;
jika
mereka
diberi
sebagian
darinya,
mereka
bersenang
hati,
dan
jika
mereka
tidak
diberi
sebagian
darinya,
dengan
serta
merta
mereka
menjadi
marah.
وَلَوْ
أَنَّهُمْ
رَضُوا۟
مَآ
ءَاتَىٰهُمُ
ٱللَّهُ
وَرَسُولُهُۥ
وَقَالُوا۟
حَسْبُنَا
ٱللَّهُ
سَيُؤْتِينَا
ٱللَّهُ
مِن
فَضْلِهِۦ
وَرَسُولُهُۥٓ
إِنَّآ
إِلَى
ٱللَّهِ
رَٰغِبُونَ
59
walaw
aannahum
raḍuwā
maā
'aātaāāhumu
alllahu
warasuwluhuū
waqaāluwā
ḥasbunaā
alllahu
sayuu'tiynaā
alllahu
min
faḍlihiī
warasuwluhuū
iinnaā
iilaā
alllahi
raāghibuwna
Jikalau
mereka
sungguh-sungguh
rida
dengan
apa
yang
diberikan
Allah
dan
rasul-Nya
kepada
mereka,
dan
berkata,
"Cukuplah
Allah
bagi
kami,
Allah
akan
memberikan
kepada
kami
sebagian
dari
karunia-Nya
dan
demikian
(pula)
rasul-Nya,
sesungguhnya
kami
adalah
orang-orang
yang
berharap
kepada
Allah,"
(tentulah
yang
demikian
itu
lebih
baik
bagi
mereka).
۞
إِنَّمَا
ٱلصَّدَقَـٰتُ
لِلْفُقَرَآءِ
وَٱلْمَسَـٰكِينِ
وَٱلْعَـٰمِلِينَ
عَلَيْهَا
وَٱلْمُؤَلَّفَةِ
قُلُوبُهُمْ
وَفِى
ٱلرِّقَابِ
وَٱلْغَـٰرِمِينَ
وَفِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَٱبْنِ
ٱلسَّبِيلِ
ۖ
فَرِيضَةً
مِّنَ
ٱللَّهِ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌ
حَكِيمٌ
60
iinnamaā
alṣṣadaqaātu
lilfuqaraā'i
waalmasaākiyni
waal‘aāmiliyna
‘alayhaā
waalmuu'allafahi
quluwbuhum
wafiā
alrriqaābi
waalghaārimiyna
wafiā
sabiyli
alllahi
waabni
alssabiyli
fariyḍahan
mmina
alllahi
waalllahu
‘aliymun
ḥakiymun
Sesungguhnya
zakat-zakat
itu,
hanyalah
untuk
orang-orang
fakir,
orang-orang
miskin,
pengurus-pengurus
zakat,
para
mualaf
yang
dibujuk
hatinya,
untuk
(memerdekakan)
budak,
orang-orang
yang
berutang,
untuk
jalan
Allah,
dan
orang-orang
yang
sedang
dalam
perjalanan,
sebagai
suatu
ketetapan
yang
diwajibkan
Allah;
dan
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Bijaksana[647].
وَمِنْهُمُ
ٱلَّذِينَ
يُؤْذُونَ
ٱلنَّبِىَّ
وَيَقُولُونَ
هُوَ
أُذُنٌ
ۚ
قُلْ
أُذُنُ
خَيْرٍ
لَّكُمْ
يُؤْمِنُ
بِٱللَّهِ
وَيُؤْمِنُ
لِلْمُؤْمِنِينَ
وَرَحْمَةٌ
لِّلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مِنكُمْ
ۚ
وَٱلَّذِينَ
يُؤْذُونَ
رَسُولَ
ٱللَّهِ
لَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
61
waminhumu
alladziyna
yuu'dzuwna
alnnabiāāa
wayaquwluwna
huwa
audzunun
qul
audzunu
khayrin
llakum
yuu'minu
bialllahi
wayuu'minu
lilmuu'miniyna
waraḥmahun
llilladziyna
'aāmanuwā
minkum
waalladziyna
yuu'dzuwna
rasuwla
alllahi
lahum
‘adzaābun
aaliymun
Di
antara
mereka
(orang-orang
munafik)
ada
yang
menyakiti
nabi
dan
mengatakan,
"Nabi
mempercayai
semua
apa
yang
didengarnya".
Katakanlah,
"Ia
mempercayai
semua
yang
baik
bagi
kamu,
ia
beriman
kepada
Allah,
mempercayai
orang-orang
mukmin,
dan
menjadi
rahmat
bagi
orang-orang
yang
beriman
di
antara
kamu".
Dan
orang-orang
yang
menyakiti
Rasulullah
itu,
bagi
mereka
azab
yang
pedih.
يَحْلِفُونَ
بِٱللَّهِ
لَكُمْ
لِيُرْضُوكُمْ
وَٱللَّهُ
وَرَسُولُهُۥٓ
أَحَقُّ
أَن
يُرْضُوهُ
إِن
كَانُوا۟
مُؤْمِنِينَ
62
yaḥlifuwna
bialllahi
lakum
liyurḍuwkum
waalllahu
warasuwluhuū
aaḥaqqu
aan
yurḍuwhu
iin
kaānuwā
muu'miniyna
Mereka
bersumpah
kepada
kamu
dengan
(nama)
Allah
untuk
mencari
keridaanmu,
padahal
Allah
dan
rasul-Nya
itulah
yang
lebih
patut
mereka
cari
keridaannya
jika
mereka
adalah
orang-orang
yang
mukmin.
أَلَمْ
يَعْلَمُوٓا۟
أَنَّهُۥ
مَن
يُحَادِدِ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
فَأَنَّ
لَهُۥ
نَارَ
جَهَنَّمَ
خَـٰلِدًا
فِيهَا
ۚ
ذَٰلِكَ
ٱلْخِزْىُ
ٱلْعَظِيمُ
63
aalam
ya‘lamuwā
aannahuū
man
yuḥaādidi
alllaha
warasuwlahuū
faaanna
lahuū
naāra
jahannama
khaālidanā
fiyhaā
dzaālika
alkhizāu
al‘aẓiymu
Tidaklah
mereka
(orang-orang
munafik
itu)
mengetahui
bahwasanya
barang
siapa
menentang
Allah
dan
rasul-Nya,
maka
sesungguhnya
neraka
jahanamlah
baginya,
dia
kekal
di
dalamnya.
Itu
adalah
kehinaan
yang
besar.
يَحْذَرُ
ٱلْمُنَـٰفِقُونَ
أَن
تُنَزَّلَ
عَلَيْهِمْ
سُورَةٌ
تُنَبِّئُهُم
بِمَا
فِى
قُلُوبِهِمْ
ۚ
قُلِ
ٱسْتَهْزِءُوٓا۟
إِنَّ
ٱللَّهَ
مُخْرِجٌ
مَّا
تَحْذَرُونَ
64
yaḥdzaru
almunaāfiquwna
aan
tunazzala
‘alayhim
suwrahun
tunabbii'uhum
bimaā
fiā
quluwbihim
quli
astahzi'uwā
iinna
alllaha
mukhrijun
mmaā
taḥdzaruwna
Orang-orang
yang
munafik
itu
takut
akan
diturunkan
terhadap
mereka
sesuatu
surah
yang
menerangkan
apa
yang
tersembunyi
dalam
hati
mereka.
Katakanlah
kepada
mereka,
"Teruskanlah
ejekan-ejekanmu
(terhadap
Allah
dan
rasul-Nya)".
Sesungguhnya
Allah
akan
menyatakan
apa
yang
kamu
takuti
itu.
وَلَئِن
سَأَلْتَهُمْ
لَيَقُولُنَّ
إِنَّمَا
كُنَّا
نَخُوضُ
وَنَلْعَبُ
ۚ
قُلْ
أَبِٱللَّهِ
وَءَايَـٰتِهِۦ
وَرَسُولِهِۦ
كُنتُمْ
تَسْتَهْزِءُونَ
65
walai'in
saaaltahum
layaquwlunna
iinnamaā
kunnaā
nakhuwḍu
wanal‘abu
qul
aabialllahi
wa'aāyaātihiī
warasuwlihiī
kuntum
tastahzi'uwna
Dan
jika
kamu
tanyakan
kepada
mereka
(tentang
apa
yang
mereka
lakukan
itu),
tentulah
mereka
akan
manjawab,
"Sesungguhnya
kami
hanyalah
bersenda
gurau
dan
bermain-main
saja".
Katakanlah,
"Apakah
dengan
Allah,
ayat-ayat-Nya
dan
rasul-Nya
kamu
selalu
berolok-olok?"
لَا
تَعْتَذِرُوا۟
قَدْ
كَفَرْتُم
بَعْدَ
إِيمَـٰنِكُمْ
ۚ
إِن
نَّعْفُ
عَن
طَآئِفَةٍ
مِّنكُمْ
نُعَذِّبْ
طَآئِفَةًۢ
بِأَنَّهُمْ
كَانُوا۟
مُجْرِمِينَ
66
laā
ta‘tadziruwā
qad
kafartum
ba‘da
iiymaānikum
iin
nna‘fu
‘an
ṭaāi'ifahin
mminkum
nu‘adzdzib
ṭaāi'ifahan
biaannahum
kaānuwā
mujrimiyna
Tidak
usah
kamu
meminta
maaf,
karena
kamu
kafir
sesudah
beriman.
Jika
Kami
memaafkan
segolongan
dari
kamu
(lantaran
mereka
bertobat),
niscaya
Kami
akan
mengazab
golongan
(yang
lain)
disebabkan
mereka
adalah
orang-orang
yang
selalu
berbuat
dosa.
ٱلْمُنَـٰفِقُونَ
وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتُ
بَعْضُهُم
مِّنۢ
بَعْضٍ
ۚ
يَأْمُرُونَ
بِٱلْمُنكَرِ
وَيَنْهَوْنَ
عَنِ
ٱلْمَعْرُوفِ
وَيَقْبِضُونَ
أَيْدِيَهُمْ
ۚ
نَسُوا۟
ٱللَّهَ
فَنَسِيَهُمْ
ۗ
إِنَّ
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ
هُمُ
ٱلْفَـٰسِقُونَ
67
almunaāfiquwna
waalmunaāfiqaātu
ba‘ḍuhum
mmin
ba‘ḍin
yaamuruwna
bialmunkari
wayanhawna
‘ani
alma‘ruwfi
wayaqbiḍuwna
aaydiyahum
nasuwā
alllaha
fanasiyahum
iinna
almunaāfiqiyna
humu
alfaāsiquwna
Orang-orang
munafik
laki-laki
dan
perempuan,
sebagian
dengan
sebagian
yang
lain
adalah
sama,
mereka
menyuruh
membuat
yang
mungkar
dan
melarang
berbuat
yang
makruf
dan
mereka
menggenggamkan
tangannya[648].
Mereka
telah
lupa
kepada
Allah,
maka
Allah
melupakan
mereka.
Sesungguhnya
orang-orang
munafik
itulah
orang-orang
yang
fasik.
وَعَدَ
ٱللَّهُ
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ
وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ
وَٱلْكُفَّارَ
نَارَ
جَهَنَّمَ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
ۚ
هِىَ
حَسْبُهُمْ
ۚ
وَلَعَنَهُمُ
ٱللَّهُ
ۖ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
مُّقِيمٌ
68
wa‘ada
alllahu
almunaāfiqiyna
waalmunaāfiqaāti
waalkuffaāra
naāra
jahannama
khaālidiyna
fiyhaā
hiāa
ḥasbuhum
wala‘anahumu
alllahu
walahum
‘adzaābun
mmuqiymun
Allah
mengancam
orang-orang
munafik
laki-laki
dan
perempuan
dan
orang-orang
kafir
dengan
Neraka
Jahanam,
mereka
kekal
di
dalamnya.
Cukuplah
neraka
itu
bagi
mereka;
dan
Allah
melaknati
mereka;
dan
bagi
mereka
azab
yang
kekal,
كَٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِكُمْ
كَانُوٓا۟
أَشَدَّ
مِنكُمْ
قُوَّةً
وَأَكْثَرَ
أَمْوَٰلًا
وَأَوْلَـٰدًا
فَٱسْتَمْتَعُوا۟
بِخَلَـٰقِهِمْ
فَٱسْتَمْتَعْتُم
بِخَلَـٰقِكُمْ
كَمَا
ٱسْتَمْتَعَ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِكُم
بِخَلَـٰقِهِمْ
وَخُضْتُمْ
كَٱلَّذِى
خَاضُوٓا۟
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
حَبِطَتْ
أَعْمَـٰلُهُمْ
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةِ
ۖ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْخَـٰسِرُونَ
69
kaalladziyna
min
qablikum
kaānuwā
aasyadda
minkum
quwwahan
waaaktsara
aamwaālanā
waaawlaādanā
faastamta‘uwā
bikhalaāqihim
faastamta‘tum
bikhalaāqikum
kamaā
astamta‘a
alladziyna
min
qablikum
bikhalaāqihim
wakhuḍtum
kaalladziā
khaāḍuwā
auwlaāi'ika
ḥabiṭat
aa‘maāluhum
fiā
alddunyaā
waalaākhirahi
waauwlaāi'ika
humu
alkhaāsiruwna
(keadaan
kamu,
hai
orang-orang
munafik
dan
musyrikin)
adalah
seperti
keadaan
orang-orang
sebelum
kamu,
mereka
lebih
kuat
daripada
kamu,
dan
lebih
banyak
harta
benda
dan
anak-anaknya
daripada
kamu.
Maka
mereka
telah
menikmati
bagian
mereka,
dan
kamu
telah
menikmati
bagianmu
sebagaimana
orang-orang
yang
sebelummu
menikmati
bagiannya,
dan
kamu
mempercakapkan
(hal
yang
batil)
sebagaimana
mereka
mempercakapkannya.
Mereka
itu,
amalannya
menjadi
sia-sia
di
dunia
dan
di
akhirat;
dan
mereka
itulah
orang-orang
yang
merugi.
أَلَمْ
يَأْتِهِمْ
نَبَأُ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
قَوْمِ
نُوحٍ
وَعَادٍ
وَثَمُودَ
وَقَوْمِ
إِبْرَٰهِيمَ
وَأَصْحَـٰبِ
مَدْيَنَ
وَٱلْمُؤْتَفِكَـٰتِ
ۚ
أَتَتْهُمْ
رُسُلُهُم
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
ۖ
فَمَا
كَانَ
ٱللَّهُ
لِيَظْلِمَهُمْ
وَلَـٰكِن
كَانُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
يَظْلِمُونَ
70
aalam
yaatihim
nabaau
alladziyna
min
qablihim
qawmi
nuwḥin
wa‘aādin
watsamuwda
waqawmi
iibraāhiyma
waaaṣḥaābi
madyana
waalmuu'tafikaāti
aatathum
rusuluhum
bialbayyinaāti
famaā
kaāna
alllahu
liyaẓlimahum
walaākin
kaānuwā
aanfusahum
yaẓlimuwna
Belumkah
datang
kepada
mereka
berita
penting
tentang
orang-orang
yang
sebelum
mereka,
(yaitu)
kaum
Nūḥ,
ʻĀd,
Ṡamūd,
kaum
Ibrāhīm,
penduduk
Madyan
dan
(penduduk)
negeri-negeri
yang
telah
musnah[649]?
Telah
datang
kepada
mereka
rasul-rasul
dengan
membawa
keterangan
yang
nyata;
maka
Allah
tidaklah
sekali-kali
menganiaya
mereka,
akan
tetapi
merekalah
yang
menganiaya
diri
mereka
sendiri.
وَٱلْمُؤْمِنُونَ
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ
بَعْضُهُمْ
أَوْلِيَآءُ
بَعْضٍ
ۚ
يَأْمُرُونَ
بِٱلْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَوْنَ
عَنِ
ٱلْمُنكَرِ
وَيُقِيمُونَ
ٱلصَّلَوٰةَ
وَيُؤْتُونَ
ٱلزَّكَوٰةَ
وَيُطِيعُونَ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥٓ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
سَيَرْحَمُهُمُ
ٱللَّهُ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌ
71
waalmuu'minuwna
waalmuu'minaātu
ba‘ḍuhum
aawliyaā'u
ba‘ḍin
yaamuruwna
bialma‘ruwfi
wayanhawna
‘ani
almunkari
wayuqiymuwna
alṣṣalawāha
wayuu'tuwna
alzzakawāha
wayuṭiy‘uwna
alllaha
warasuwlahuū
auwlaāi'ika
sayarḥamuhumu
alllahu
iinna
alllaha
‘aziyzun
ḥakiymun
Dan
orang-orang
yang
beriman,
lelaki
dan
perempuan,
sebagian
mereka
(adalah)
menjadi
penolong
bagi
sebagian
yang
lain.
Mereka
menyuruh
(mengerjakan)
yang
makruf,
mencegah
dari
yang
mungkar,
mendirikan
salat,
menunaikan
zakat,
dan
mereka
taat
pada
Allah
dan
rasul-Nya.
Mereka
itu
akan
diberi
rahmat
oleh
Allah;
sesungguhnya
Allah
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
وَعَدَ
ٱللَّهُ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ
جَنَّـٰتٍ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
وَمَسَـٰكِنَ
طَيِّبَةً
فِى
جَنَّـٰتِ
عَدْنٍ
ۚ
وَرِضْوَٰنٌ
مِّنَ
ٱللَّهِ
أَكْبَرُ
ۚ
ذَٰلِكَ
هُوَ
ٱلْفَوْزُ
ٱلْعَظِيمُ
72
wa‘ada
alllahu
almuu'miniyna
waalmuu'minaāti
jannaātin
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
khaālidiyna
fiyhaā
wamasaākina
ṭayyibahan
fiā
jannaāti
‘adnin
wariḍwaānun
mmina
alllahi
aakbaru
dzaālika
huwa
alfawzu
al‘aẓiymu
Allah
menjanjikan
kepada
orang-orang
mukmin
lelaki
dan
perempuan,
(akan
mendapat)
surga
yang
di
bawahnya
mengalir
sungai-sungai,
kekal
mereka
di
dalamnya,
dan
(mendapat)
tempat-tempat
yang
bagus
di
surga
ʻAdn.
Dan
keridaan
Allah
adalah
lebih
besar;
itu
adalah
keberuntungan
yang
besar.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّبِىُّ
جَـٰهِدِ
ٱلْكُفَّارَ
وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ
وَٱغْلُظْ
عَلَيْهِمْ
ۚ
وَمَأْوَىٰهُمْ
جَهَنَّمُ
ۖ
وَبِئْسَ
ٱلْمَصِيرُ
73
yaāaayyuhaā
alnnabiāāu
jaāhidi
alkuffaāra
waalmunaāfiqiyna
waaghluẓ
‘alayhim
wamaawaāāhum
jahannamu
wabii'sa
almaṣiyru
Hai
Nabi,
berjihadlah
(melawan)
orang-orang
kafir
dan
orang-orang
munafik
itu,
dan
bersikap
keraslah
terhadap
mereka.
Tempat
mereka
ialah
jahanam.
Dan
itu
adalah
tempat
kembali
yang
seburuk-buruknya.
يَحْلِفُونَ
بِٱللَّهِ
مَا
قَالُوا۟
وَلَقَدْ
قَالُوا۟
كَلِمَةَ
ٱلْكُفْرِ
وَكَفَرُوا۟
بَعْدَ
إِسْلَـٰمِهِمْ
وَهَمُّوا۟
بِمَا
لَمْ
يَنَالُوا۟
ۚ
وَمَا
نَقَمُوٓا۟
إِلَّآ
أَنْ
أَغْنَىٰهُمُ
ٱللَّهُ
وَرَسُولُهُۥ
مِن
فَضْلِهِۦ
ۚ
فَإِن
يَتُوبُوا۟
يَكُ
خَيْرًا
لَّهُمْ
ۖ
وَإِن
يَتَوَلَّوْا۟
يُعَذِّبْهُمُ
ٱللَّهُ
عَذَابًا
أَلِيمًا
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةِ
ۚ
وَمَا
لَهُمْ
فِى
ٱلْأَرْضِ
مِن
وَلِىٍّ
وَلَا
نَصِيرٍ
74
yaḥlifuwna
bialllahi
maā
qaāluwā
walaqad
qaāluwā
kalimaha
alkufri
wakafaruwā
ba‘da
iislaāmihim
wahammuwā
bimaā
lam
yanaāluwā
wamaā
naqamuwā
iillaā
aan
aaghnaāāhumu
alllahu
warasuwluhuū
min
faḍlihiī
faiin
yatuwbuwā
yaku
khayranā
llahum
waiin
yatawallawā
yu‘adzdzibhumu
alllahu
‘adzaābanā
aaliymanā
fiā
alddunyaā
waalaākhirahi
wamaā
lahum
fiā
alaarḍi
min
waliāāin
walaā
naṣiyrin
Mereka
(orang-orang
munafik
itu)
bersumpah
dengan
(nama)
Allah
bahwa
mereka
tidak
mengatakan
(sesuatu
yang
menyakitimu).
Sesungguhnya
mereka
telah
mengucapkan
perkataan
kekafiran,
dan
telah
menjadi
kafir
sesudah
Islam,
dan
mengingini
apa
yang
mereka
tidak
dapat
mencapainya[650],
dan
mereka
tidak
mencela
(Allah
dan
rasul-Nya),
kecuali
karena
Allah
dan
rasul-Nya
telah
melimpahkan
karunia-Nya
kepada
mereka.
Maka
jika
mereka
bertobat,
itu
adalah
lebih
baik
bagi
mereka,
dan
jika
mereka
berpaling,
niscaya
Allah
akan
mengazab
mereka
dengan
azab
yang
pedih
di
dunia
dan
akhirat;
dan
mereka
sekali-kali
tidak
mempunyai
pelindung
dan
tidak
(pula)
penolong
di
muka
bumi.
۞
وَمِنْهُم
مَّنْ
عَـٰهَدَ
ٱللَّهَ
لَئِنْ
ءَاتَىٰنَا
مِن
فَضْلِهِۦ
لَنَصَّدَّقَنَّ
وَلَنَكُونَنَّ
مِنَ
ٱلصَّـٰلِحِينَ
75
waminhum
mman
‘aāhada
alllaha
lai'in
'aātaāānaā
min
faḍlihiī
lanaṣṣaddaqanna
walanakuwnanna
mina
alṣṣaāliḥiyna
Dan
diantara
mereka
ada
orang
yang
telah
berikrar
kepada
Allah,
"Sesungguhnya
jika
Allah
memberikan
sebagian
karunia-Nya
kepada
kami,
pastilah
kami
akan
bersedekah
dan
pastilah
kami
termasuk
orang-orang
yang
saleh".
فَلَمَّآ
ءَاتَىٰهُم
مِّن
فَضْلِهِۦ
بَخِلُوا۟
بِهِۦ
وَتَوَلَّوا۟
وَّهُم
مُّعْرِضُونَ
76
falammaā
'aātaāāhum
mmin
faḍlihiī
bakhiluwā
bihiī
watawallawā
wwahum
mmu‘riḍuwna
Maka
setelah
Allah
memberikan
kepada
mereka
sebagian
dari
karunia-Nya,
mereka
kikir
dengan
karunia
itu,
dan
berpaling,
dan
mereka
memanglah
orang-orang
yang
selalu
membelakangi
(kebenaran).
فَأَعْقَبَهُمْ
نِفَاقًا
فِى
قُلُوبِهِمْ
إِلَىٰ
يَوْمِ
يَلْقَوْنَهُۥ
بِمَآ
أَخْلَفُوا۟
ٱللَّهَ
مَا
وَعَدُوهُ
وَبِمَا
كَانُوا۟
يَكْذِبُونَ
77
faaa‘qabahum
nifaāqanā
fiā
quluwbihim
iilaāā
yawmi
yalqawnahuū
bimaā
aakhlafuwā
alllaha
maā
wa‘aduwhu
wabimaā
kaānuwā
yakdzibuwna
Maka
Allah
menimbulkan
kemunafikan
pada
hati
mereka
sampai
kepada
waktu
mereka
menemui
Allah,
karena
mereka
telah
memungkiri
terhadap
Allah
apa
yang
telah
mereka
ikrarkan
kepada-Nya
dan
juga
karena
mereka
selalu
berdusta.
أَلَمْ
يَعْلَمُوٓا۟
أَنَّ
ٱللَّهَ
يَعْلَمُ
سِرَّهُمْ
وَنَجْوَىٰهُمْ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
عَلَّـٰمُ
ٱلْغُيُوبِ
78
aalam
ya‘lamuwā
aanna
alllaha
ya‘lamu
sirrahum
wanajwaāāhum
waaanna
alllaha
‘allaāmu
alghuyuwbi
Tidakkah
mereka
tahu
bahwasanya
Allah
mengetahui
rahasia
dan
bisikan
mereka,
dan
bahwasanya
Allah
amat
mengetahui
segala
yang
gaib?
ٱلَّذِينَ
يَلْمِزُونَ
ٱلْمُطَّوِّعِينَ
مِنَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
فِى
ٱلصَّدَقَـٰتِ
وَٱلَّذِينَ
لَا
يَجِدُونَ
إِلَّا
جُهْدَهُمْ
فَيَسْخَرُونَ
مِنْهُمْ
ۙ
سَخِرَ
ٱللَّهُ
مِنْهُمْ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
79
alladziyna
yalmizuwna
almuṭṭawwi‘iyna
mina
almuu'miniyna
fiā
alṣṣadaqaāti
waalladziyna
laā
yajiduwna
iillaā
juhdahum
fayaskharuwna
minhum
sakhira
alllahu
minhum
walahum
‘adzaābun
aaliymun
(Orang-orang
munafik
itu),
yaitu
orang-orang
yang
mencela
orang-orang
mukmin
yang
memberi
sedekah
dengan
sukarela
dan
(mencela)
orang-orang
yang
tidak
memperoleh
(untuk
disedekahkan)
selain
sekadar
kesanggupannya,
maka
orang-orang
munafik
itu
menghina
mereka.
Allah
akan
membalas
penghinaan
mereka
itu,
dan
untuk
mereka
azab
yang
pedih.
ٱسْتَغْفِرْ
لَهُمْ
أَوْ
لَا
تَسْتَغْفِرْ
لَهُمْ
إِن
تَسْتَغْفِرْ
لَهُمْ
سَبْعِينَ
مَرَّةً
فَلَن
يَغْفِرَ
ٱللَّهُ
لَهُمْ
ۚ
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
كَفَرُوا۟
بِٱللَّهِ
وَرَسُولِهِۦ
ۗ
وَٱللَّهُ
لَا
يَهْدِى
ٱلْقَوْمَ
ٱلْفَـٰسِقِينَ
80
astaghfir
lahum
aaw
laā
tastaghfir
lahum
iin
tastaghfir
lahum
sab‘iyna
marrahan
falan
yaghfira
alllahu
lahum
dzaālika
biaannahum
kafaruwā
bialllahi
warasuwlihiī
waalllahu
laā
yahdiā
alqawma
alfaāsiqiyna
Kamu
memohonkan
ampun
bagi
mereka
atau
tidak
kamu
mohonkan
ampun
bagi
mereka
(adalah
sama
saja).
Kendatipun
kamu
memohonkan
ampun
bagi
mereka
tujuh
puluh
kali,
namun
Allah
sekali-kali
tidak
akan
memberi
ampun
kepada
mereka.
Yang
demikian
itu
adalah
karena
mereka
kafir
kepada
Allah
dan
rasul-Nya.
Dan
Allah
tidak
memberi
petunjuk
kepada
kaum
yang
fasik.
فَرِحَ
ٱلْمُخَلَّفُونَ
بِمَقْعَدِهِمْ
خِلَـٰفَ
رَسُولِ
ٱللَّهِ
وَكَرِهُوٓا۟
أَن
يُجَـٰهِدُوا۟
بِأَمْوَٰلِهِمْ
وَأَنفُسِهِمْ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَقَالُوا۟
لَا
تَنفِرُوا۟
فِى
ٱلْحَرِّ
ۗ
قُلْ
نَارُ
جَهَنَّمَ
أَشَدُّ
حَرًّا
ۚ
لَّوْ
كَانُوا۟
يَفْقَهُونَ
81
fariḥa
almukhallafuwna
bimaq‘adihim
khilaāfa
rasuwli
alllahi
wakarihuwā
aan
yujaāhiduwā
biaamwaālihim
waaanfusihim
fiā
sabiyli
alllahi
waqaāluwā
laā
tanfiruwā
fiā
alḥarri
qul
naāru
jahannama
aasyaddu
ḥarranā
llaw
kaānuwā
yafqahuwna
Orang-orang
yang
ditinggalkan
(tidak
ikut
perang)
itu,
merasa
gembira
dengan
tinggalnya
mereka
di
belakang
Rasulullah,
dan
mereka
tidak
suka
berjihad
dengan
harta
dan
jiwa
mereka
pada
jalan
Allah
dan
mereka
berkata,
"Janganlah
kamu
berangkat
(pergi
berperang)
dalam
panas
terik
ini".
Katakanlah,
"Api
neraka
jahanam
itu
lebih
sangat
panas(nya)",
jika
mereka
mengetahui.
فَلْيَضْحَكُوا۟
قَلِيلًا
وَلْيَبْكُوا۟
كَثِيرًا
جَزَآءًۢ
بِمَا
كَانُوا۟
يَكْسِبُونَ
82
falyaḍḥakuwā
qaliylanā
walyabkuwā
katsiyranā
jazaā'an
bimaā
kaānuwā
yaksibuwna
Maka
hendaklah
mereka
tertawa
sedikit
dan
menangis
banyak,
sebagai
pembalasan
dari
apa
yang
selalu
mereka
kerjakan.
فَإِن
رَّجَعَكَ
ٱللَّهُ
إِلَىٰ
طَآئِفَةٍ
مِّنْهُمْ
فَٱسْتَـْٔذَنُوكَ
لِلْخُرُوجِ
فَقُل
لَّن
تَخْرُجُوا۟
مَعِىَ
أَبَدًا
وَلَن
تُقَـٰتِلُوا۟
مَعِىَ
عَدُوًّا
ۖ
إِنَّكُمْ
رَضِيتُم
بِٱلْقُعُودِ
أَوَّلَ
مَرَّةٍ
فَٱقْعُدُوا۟
مَعَ
ٱلْخَـٰلِفِينَ
83
faiin
rraja‘aka
alllahu
iilaāā
ṭaāi'ifahin
mminhum
faastadzanuwka
lilkhuruwji
faqul
llan
takhrujuwā
ma‘iāa
aabadanā
walan
tuqaātiluwā
ma‘iāa
‘aduwwanā
iinnakum
raḍiytum
bialqu‘uwdi
aawwala
marrahin
faaq‘uduwā
ma‘a
alkhaālifiyna
Maka
jika
Allah
mengembalikanmu
kepada
suatu
golongan
dari
mereka,
kemudian
mereka
minta
izin
kepadamu
untuk
keluar
(pergi
berperang),
maka
Katakanlah,
"Kamu
tidak
boleh
keluar
bersamaku
selama-lamanya
dan
tidak
boleh
memerangi
musuh
bersamaku.
Sesungguhnya
kamu
telah
rela
tidak
pergi
berperang
kali
yang
pertama.
Karena
itu,
duduklah
(tinggallah)
bersama
orang-orang
yang
tidak
ikut
berperang"[651].
وَلَا
تُصَلِّ
عَلَىٰٓ
أَحَدٍ
مِّنْهُم
مَّاتَ
أَبَدًا
وَلَا
تَقُمْ
عَلَىٰ
قَبْرِهِۦٓ
ۖ
إِنَّهُمْ
كَفَرُوا۟
بِٱللَّهِ
وَرَسُولِهِۦ
وَمَاتُوا۟
وَهُمْ
فَـٰسِقُونَ
84
walaā
tuṣalli
‘alaāā
aaḥadin
mminhum
mmaāta
aabadanā
walaā
taqum
‘alaāā
qabrihiī
iinnahum
kafaruwā
bialllahi
warasuwlihiī
wamaātuwā
wahum
faāsiquwna
Dan
janganlah
kamu
sekali-kali
menyalatkan
(jenazah)
seorang
yang
mati
di
antara
mereka,
dan
janganlah
kamu
berdiri
(mendoakan)
di
kuburnya.
Sesungguhnya
mereka
telah
kafir
kepada
Allah
dan
rasul-Nya
dan
mereka
mati
dalam
keadaan
fasik.
وَلَا
تُعْجِبْكَ
أَمْوَٰلُهُمْ
وَأَوْلَـٰدُهُمْ
ۚ
إِنَّمَا
يُرِيدُ
ٱللَّهُ
أَن
يُعَذِّبَهُم
بِهَا
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَتَزْهَقَ
أَنفُسُهُمْ
وَهُمْ
كَـٰفِرُونَ
85
walaā
tu‘jibka
aamwaāluhum
waaawlaāduhum
iinnamaā
yuriydu
alllahu
aan
yu‘adzdzibahum
bihaā
fiā
alddunyaā
watazhaqa
aanfusuhum
wahum
kaāfiruwna
Dan
janganlah
harta
benda
dan
anak-anak
mereka
menarik
hatimu.
Sesungguhnya
Allah
menghendaki
akan
mengazab
mereka
di
dunia
dengan
harta
dan
anak-anak
itu
dan
agar
melayang
nyawa
mereka
dalam
keadaan
kafir.
وَإِذَآ
أُنزِلَتْ
سُورَةٌ
أَنْ
ءَامِنُوا۟
بِٱللَّهِ
وَجَـٰهِدُوا۟
مَعَ
رَسُولِهِ
ٱسْتَـْٔذَنَكَ
أُو۟لُوا۟
ٱلطَّوْلِ
مِنْهُمْ
وَقَالُوا۟
ذَرْنَا
نَكُن
مَّعَ
ٱلْقَـٰعِدِينَ
86
waiidzaā
aunzilat
suwrahun
aan
'aāminuwā
bialllahi
wajaāhiduwā
ma‘a
rasuwlihi
astadzanaka
auwluwā
alṭṭawli
minhum
waqaāluwā
dzarnaā
nakun
mma‘a
alqaā‘idiyna
Dan
apabila
diturunkan
suatu
surah
(yang
memerintahkan
kepada
orang
munafik
itu),
"Berimanlah
kamu
kepada
Allah
dan
berjihadlah
beserta
rasul-Nya",
niscaya
orang-orang
yang
sanggup
di
antara
mereka
meminta
izin
kepadamu
(untuk
tidak
berjihad)
dan
mereka
berkata,
"Biarkanlah
kami
berada
bersama
orang-orang
yang
duduk".[652]
رَضُوا۟
بِأَن
يَكُونُوا۟
مَعَ
ٱلْخَوَالِفِ
وَطُبِعَ
عَلَىٰ
قُلُوبِهِمْ
فَهُمْ
لَا
يَفْقَهُونَ
87
raḍuwā
biaan
yakuwnuwā
ma‘a
alkhawaālifi
waṭubi‘a
‘alaāā
quluwbihim
fahum
laā
yafqahuwna
Mereka
rela
berada
bersama
orang-orang
yang
tidak
pergi
berperang[653],
dan
hati
mereka
telah
dikunci
mati
maka
mereka
tidak
mengetahui
(kebahagiaan
beriman
dan
berjihad).
لَـٰكِنِ
ٱلرَّسُولُ
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مَعَهُۥ
جَـٰهَدُوا۟
بِأَمْوَٰلِهِمْ
وَأَنفُسِهِمْ
ۚ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
لَهُمُ
ٱلْخَيْرَٰتُ
ۖ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْمُفْلِحُونَ
88
laākini
alrrasuwlu
waalladziyna
'aāmanuwā
ma‘ahuū
jaāhaduwā
biaamwaālihim
waaanfusihim
waauwlaāi'ika
lahumu
alkhayraātu
waauwlaāi'ika
humu
almufliḥuwna
Tetapi
rasul
dan
orang-orang
yang
beriman
bersama
dia,
mereka
berjihad
dengan
harta
dan
diri
mereka.
Dan
mereka
itulah
orang-orang
yang
memperoleh
kebaikan;
dan
mereka
itulah
(pula)
orang-orang
yang
beruntung.
أَعَدَّ
ٱللَّهُ
لَهُمْ
جَنَّـٰتٍ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
ۚ
ذَٰلِكَ
ٱلْفَوْزُ
ٱلْعَظِيمُ
89
aa‘adda
alllahu
lahum
jannaātin
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
khaālidiyna
fiyhaā
dzaālika
alfawzu
al‘aẓiymu
Allah
telah
menyediakan
bagi
mereka
surga
yang
mengalir
di
bawahnya
sungai-sungai,
mereka
kekal
di
dalamnya.
Itulah
kemenangan
yang
besar.
وَجَآءَ
ٱلْمُعَذِّرُونَ
مِنَ
ٱلْأَعْرَابِ
لِيُؤْذَنَ
لَهُمْ
وَقَعَدَ
ٱلَّذِينَ
كَذَبُوا۟
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
ۚ
سَيُصِيبُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
مِنْهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
90
wajaā'a
almu‘adzdziruwna
mina
alaa‘raābi
liyuu'dzana
lahum
waqa‘ada
alladziyna
kadzabuwā
alllaha
warasuwlahuū
sayuṣiybu
alladziyna
kafaruwā
minhum
‘adzaābun
aaliymun
Dan
datang
(kepada
nabi)
orang-orang
yang
mengemukakan
uzur,
yaitu
orang-orang
Arab
Badui
agar
diberi
izin
bagi
mereka
(untuk
tidak
berjihad),
sedang
orang-orang
yang
mendustakan
Allah
dan
rasul-Nya,
duduk
berdiam
diri
saja.
Kelak
orang-orang
yang
kafir
di
antara
mereka
itu
akan
ditimpa
azab
yang
pedih.
لَّيْسَ
عَلَى
ٱلضُّعَفَآءِ
وَلَا
عَلَى
ٱلْمَرْضَىٰ
وَلَا
عَلَى
ٱلَّذِينَ
لَا
يَجِدُونَ
مَا
يُنفِقُونَ
حَرَجٌ
إِذَا
نَصَحُوا۟
لِلَّهِ
وَرَسُولِهِۦ
ۚ
مَا
عَلَى
ٱلْمُحْسِنِينَ
مِن
سَبِيلٍ
ۚ
وَٱللَّهُ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
91
llaysa
‘alaā
alḍḍu‘afaā'i
walaā
‘alaā
almarḍaāā
walaā
‘alaā
alladziyna
laā
yajiduwna
maā
yunfiquwna
ḥarajun
iidzaā
naṣaḥuwā
lillahi
warasuwlihiī
maā
‘alaā
almuḥsiniyna
min
sabiylin
waalllahu
ghafuwrun
rraḥiymun
Tiada
dosa
(lantaran
tidak
pergi
berjihad)
atas
orang-orang
yang
lemah,
orang-orang
yang
sakit,
dan
atas
orang-orang
yang
tidak
memperoleh
apa
yang
akan
mereka
nafkahkan,
apabila
mereka
berlaku
ikhlas
kepada
Allah
dan
rasul-Nya.
Tidak
ada
jalan
sedikit
pun
untuk
menyalahkan
orang-orang
yang
berbuat
baik.
Dan
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang,
وَلَا
عَلَى
ٱلَّذِينَ
إِذَا
مَآ
أَتَوْكَ
لِتَحْمِلَهُمْ
قُلْتَ
لَآ
أَجِدُ
مَآ
أَحْمِلُكُمْ
عَلَيْهِ
تَوَلَّوا۟
وَّأَعْيُنُهُمْ
تَفِيضُ
مِنَ
ٱلدَّمْعِ
حَزَنًا
أَلَّا
يَجِدُوا۟
مَا
يُنفِقُونَ
92
walaā
‘alaā
alladziyna
iidzaā
maā
aatawka
litaḥmilahum
qulta
laā
aajidu
maā
aaḥmilukum
‘alayhi
tawallawā
wwaaa‘yunuhum
tafiyḍu
mina
alddam‘i
ḥazananā
aallaā
yajiduwā
maā
yunfiquwna
dan
tiada
(pula
dosa)
atas
orang-orang
yang
apabila
mereka
datang
kepadamu,
supaya
kamu
memberi
mereka
kendaraan,
lalu
kamu
berkata,
"Aku
tidak
memperoleh
kendaraan
untuk
membawamu",
lalu
mereka
kembali,
sedang
mata
mereka
bercucuran
air
mata
karena
kesedihan,
lantaran
mereka
tidak
memperoleh
apa
yang
akan
mereka
nafkahkan[654].
۞
إِنَّمَا
ٱلسَّبِيلُ
عَلَى
ٱلَّذِينَ
يَسْتَـْٔذِنُونَكَ
وَهُمْ
أَغْنِيَآءُ
ۚ
رَضُوا۟
بِأَن
يَكُونُوا۟
مَعَ
ٱلْخَوَالِفِ
وَطَبَعَ
ٱللَّهُ
عَلَىٰ
قُلُوبِهِمْ
فَهُمْ
لَا
يَعْلَمُونَ
93
iinnamaā
alssabiylu
‘alaā
alladziyna
yastadzinuwnaka
wahum
aaghniyaā'u
raḍuwā
biaan
yakuwnuwā
ma‘a
alkhawaālifi
waṭaba‘a
alllahu
‘alaāā
quluwbihim
fahum
laā
ya‘lamuwna
Sesungguhnya
jalan
(untuk
menyalahkan)
hanyalah
terhadap
orang-orang
yang
meminta
izin
kepadamu,
padahal
mereka
itu
orang-orang
kaya.
Mereka
rela
berada
bersama
orang-orang
yang
tidak
ikut
berperang
dan
Allah
telah
mengunci
mati
hati
mereka,
maka
mereka
tidak
mengetahui
(akibat
perbuatan
mereka).
يَعْتَذِرُونَ
إِلَيْكُمْ
إِذَا
رَجَعْتُمْ
إِلَيْهِمْ
ۚ
قُل
لَّا
تَعْتَذِرُوا۟
لَن
نُّؤْمِنَ
لَكُمْ
قَدْ
نَبَّأَنَا
ٱللَّهُ
مِنْ
أَخْبَارِكُمْ
ۚ
وَسَيَرَى
ٱللَّهُ
عَمَلَكُمْ
وَرَسُولُهُۥ
ثُمَّ
تُرَدُّونَ
إِلَىٰ
عَـٰلِمِ
ٱلْغَيْبِ
وَٱلشَّهَـٰدَةِ
فَيُنَبِّئُكُم
بِمَا
كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
94
ya‘tadziruwna
iilaykum
iidzaā
raja‘tum
iilayhim
qul
llaā
ta‘tadziruwā
lan
nnuu'mina
lakum
qad
nabbaaanaā
alllahu
min
aakhbaārikum
wasayaraā
alllahu
‘amalakum
warasuwluhuū
tsumma
turadduwna
iilaāā
‘aālimi
alghaybi
waalsysyahaādahi
fayunabbii'ukum
bimaā
kuntum
ta‘maluwna
Mereka
(orang-orang
munafik)
mengemukakan
uzurnya
kepadamu,
apabila
kamu
telah
kembali
kepada
mereka
(dari
medan
perang).
Katakanlah,
"Janganlah
kamu
mengemukakan
uzur;
kami
tidak
percaya
lagi
kepadamu
(karena)
sesungguhnya
Allah
telah
memberitahukan
kepada
kami
beritamu
yang
sebenarnya.
Dan
Allah
serta
rasul-Nya
akan
melihat
pekerjaanmu,
kemudian
kamu
dikembalikan
kepada
yang
mengetahui
yang
gaib
dan
yang
nyata,
lalu
Dia
memberitakan
kepadamu
apa
yang
telah
kamu
kerjakan".
سَيَحْلِفُونَ
بِٱللَّهِ
لَكُمْ
إِذَا
ٱنقَلَبْتُمْ
إِلَيْهِمْ
لِتُعْرِضُوا۟
عَنْهُمْ
ۖ
فَأَعْرِضُوا۟
عَنْهُمْ
ۖ
إِنَّهُمْ
رِجْسٌ
ۖ
وَمَأْوَىٰهُمْ
جَهَنَّمُ
جَزَآءًۢ
بِمَا
كَانُوا۟
يَكْسِبُونَ
95
sayaḥlifuwna
bialllahi
lakum
iidzaā
anqalabtum
iilayhim
litu‘riḍuwā
‘anhum
faaa‘riḍuwā
‘anhum
iinnahum
rijsun
wamaawaāāhum
jahannamu
jazaā'an
bimaā
kaānuwā
yaksibuwna
Kelak
mereka
akan
bersumpah
kepadamu
dengan
nama
Allah,
apabila
kamu
kembali
kepada
mereka
[655]
supaya
kamu
berpaling
dari
mereka.
Maka
berpalinglah
dari
mereka
karena
sesungguhnya
mereka
itu
adalah
najis
dan
tempat
mereka
Jahanam
sebagai
balasan
atas
apa
yang
telah
mereka
kerjakan.
يَحْلِفُونَ
لَكُمْ
لِتَرْضَوْا۟
عَنْهُمْ
ۖ
فَإِن
تَرْضَوْا۟
عَنْهُمْ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يَرْضَىٰ
عَنِ
ٱلْقَوْمِ
ٱلْفَـٰسِقِينَ
96
yaḥlifuwna
lakum
litarḍawā
‘anhum
faiin
tarḍawā
‘anhum
faiinna
alllaha
laā
yarḍaāā
‘ani
alqawmi
alfaāsiqiyna
Mereka
akan
bersumpah
kepadamu
agar
kamu
rida
kepada
mereka.
Tetapi
jika
sekiranya
kamu
rida
kepada
mereka,
maka
sesungguhnya
Allah
tidak
rida
kepada
orang-orang
yang
fasik
itu.
ٱلْأَعْرَابُ
أَشَدُّ
كُفْرًا
وَنِفَاقًا
وَأَجْدَرُ
أَلَّا
يَعْلَمُوا۟
حُدُودَ
مَآ
أَنزَلَ
ٱللَّهُ
عَلَىٰ
رَسُولِهِۦ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌ
حَكِيمٌ
97
alaa‘raābu
aasyaddu
kufranā
wanifaāqanā
waaajdaru
aallaā
ya‘lamuwā
ḥuduwda
maā
aanzala
alllahu
‘alaāā
rasuwlihiī
waalllahu
‘aliymun
ḥakiymun
Orang-orang
Arab
Badui
itu
[656]
lebih
sangat
kekafiran
dan
kemunafikannya
dan
lebih
wajar
tidak
mengetahui
hukum-hukum
yang
diturunkan
Allah
kepada
rasul-Nya.
Dan
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Bijaksana.
وَمِنَ
ٱلْأَعْرَابِ
مَن
يَتَّخِذُ
مَا
يُنفِقُ
مَغْرَمًا
وَيَتَرَبَّصُ
بِكُمُ
ٱلدَّوَآئِرَ
ۚ
عَلَيْهِمْ
دَآئِرَةُ
ٱلسَّوْءِ
ۗ
وَٱللَّهُ
سَمِيعٌ
عَلِيمٌ
98
wamina
alaa‘raābi
man
yattakhidzu
maā
yunfiqu
maghramanā
wayatarabbaṣu
bikumu
alddawaāi'ira
‘alayhim
daāi'irahu
alssaw'i
waalllahu
samiy‘un
‘aliymun
Di
antara
orang-orang
Arab
Badui
itu,
ada
orang
yang
memandang
apa
yang
dinafkahkannya
(di
jalan
Allah)
sebagai
suatu
kerugian
dan
dia
menanti-nanti
marabahaya
menimpamu,
merekalah
yang
akan
ditimpa
marabahaya.
Dan
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Mengetahui.
وَمِنَ
ٱلْأَعْرَابِ
مَن
يُؤْمِنُ
بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ
وَيَتَّخِذُ
مَا
يُنفِقُ
قُرُبَـٰتٍ
عِندَ
ٱللَّهِ
وَصَلَوَٰتِ
ٱلرَّسُولِ
ۚ
أَلَآ
إِنَّهَا
قُرْبَةٌ
لَّهُمْ
ۚ
سَيُدْخِلُهُمُ
ٱللَّهُ
فِى
رَحْمَتِهِۦٓ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
99
wamina
alaa‘raābi
man
yuu'minu
bialllahi
waalyawmi
alaākhiri
wayattakhidzu
maā
yunfiqu
qurubaātin
‘inda
alllahi
waṣalawaāti
alrrasuwli
aalaā
iinnahaā
qurbahun
llahum
sayudkhiluhumu
alllahu
fiā
raḥmatihiī
iinna
alllaha
ghafuwrun
rraḥiymun
Di
antara
orang-orang
Arab
Badui
itu,
ada
orang
yang
beriman
kepada
Allah
dan
hari
kemudian
dan
memandang
apa
yang
dinafkahkannya
(di
jalan
Allah)
itu,
sebagai
jalan
untuk
mendekatkannya
kepada
Allah
dan
sebagai
jalan
untuk
memperoleh
doa
rasul.
Ketahuilah,
sesungguhnya
nafkah
itu
adalah
suatu
jalan
bagi
mereka
untuk
mendekatkan
diri
(kepada
Allah).
Kelak
Allah
akan
memasukkan
mereka
ke
dalam
rahmat
(surga)Nya;
Sesungguhnya
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
وَٱلسَّـٰبِقُونَ
ٱلْأَوَّلُونَ
مِنَ
ٱلْمُهَـٰجِرِينَ
وَٱلْأَنصَارِ
وَٱلَّذِينَ
ٱتَّبَعُوهُم
بِإِحْسَـٰنٍ
رَّضِىَ
ٱللَّهُ
عَنْهُمْ
وَرَضُوا۟
عَنْهُ
وَأَعَدَّ
لَهُمْ
جَنَّـٰتٍ
تَجْرِى
تَحْتَهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَآ
أَبَدًا
ۚ
ذَٰلِكَ
ٱلْفَوْزُ
ٱلْعَظِيمُ
100
waalssaābiquwna
alaawwaluwna
mina
almuhaājiriyna
waalaanṣaāri
waalladziyna
attaba‘uwhum
biiiḥsaānin
rraḍiāa
alllahu
‘anhum
waraḍuwā
‘anhu
waaa‘adda
lahum
jannaātin
tajriā
taḥtahaā
alaanhaāru
khaālidiyna
fiyhaā
aabadanā
dzaālika
alfawzu
al‘aẓiymu
Orang-orang
yang
terdahulu
lagi
yang
pertama-tama
(masuk
Islam)
di
antara
orang-orang
muhajirin
dan
ansar
dan
orang-orang
yang
mengikuti
mereka
dengan
baik,
Allah
rida
kepada
mereka
dan
mereka
pun
rida
kepada
Allah
dan
Allah
menyediakan
bagi
mereka
surga-surga
yang
mengalir
sungai-sungai
di
dalamnya;
mereka
kekal
di
dalamnya
selama-lamanya.
Itulah
kemenangan
yang
besar.
وَمِمَّنْ
حَوْلَكُم
مِّنَ
ٱلْأَعْرَابِ
مُنَـٰفِقُونَ
ۖ
وَمِنْ
أَهْلِ
ٱلْمَدِينَةِ
ۖ
مَرَدُوا۟
عَلَى
ٱلنِّفَاقِ
لَا
تَعْلَمُهُمْ
ۖ
نَحْنُ
نَعْلَمُهُمْ
ۚ
سَنُعَذِّبُهُم
مَّرَّتَيْنِ
ثُمَّ
يُرَدُّونَ
إِلَىٰ
عَذَابٍ
عَظِيمٍ
101
wamimman
ḥawlakum
mmina
alaa‘raābi
munaāfiquwna
wamin
aahli
almadiynahi
maraduwā
‘alaā
alnnifaāqi
laā
ta‘lamuhum
naḥnu
na‘lamuhum
sanu‘adzdzibuhum
mmarratayni
tsumma
yuradduwna
iilaāā
‘adzaābin
‘aẓiymin
Di
antara
orang-orang
Arab
Badui
yang
di
sekelilingmu
[657]
itu,
ada
orang-orang
munafik
dan
(juga)
di
antara
penduduk
Madinah.
Mereka
keterlaluan
dalam
kemunafikannya.
Kamu
(Muhammad)
tidak
mengetahui
mereka,
(tetapi)
Kami-lah
yang
mengetahui
mereka.
Nanti,
mereka
akan
Kami
siksa
dua
kali,
kemudian
mereka
akan
dikembalikan
kepada
azab
yang
besar.
وَءَاخَرُونَ
ٱعْتَرَفُوا۟
بِذُنُوبِهِمْ
خَلَطُوا۟
عَمَلًا
صَـٰلِحًا
وَءَاخَرَ
سَيِّئًا
عَسَى
ٱللَّهُ
أَن
يَتُوبَ
عَلَيْهِمْ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
102
wa'aākharuwna
a‘tarafuwā
bidzunuwbihim
khalaṭuwā
‘amalanā
ṣaāliḥanā
wa'aākhara
sayyii'anā
‘asaā
alllahu
aan
yatuwba
‘alayhim
iinna
alllaha
ghafuwrun
rraḥiymun
Dan
(ada
pula)
orang-orang
lain
yang
mengakui
dosa-dosa
mereka,
mereka
mencampurbaurkan
pekerjaan
yang
baik
dengan
pekerjaan
lain
yang
buruk.
Mudah-mudahan,
Allah
menerima
tobat
mereka.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
خُذْ
مِنْ
أَمْوَٰلِهِمْ
صَدَقَةً
تُطَهِّرُهُمْ
وَتُزَكِّيهِم
بِهَا
وَصَلِّ
عَلَيْهِمْ
ۖ
إِنَّ
صَلَوٰتَكَ
سَكَنٌ
لَّهُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
سَمِيعٌ
عَلِيمٌ
103
khudz
min
aamwaālihim
ṣadaqahan
tuṭahhiruhum
watuzakkiyhim
bihaā
waṣalli
‘alayhim
iinna
ṣalawātaka
sakanun
llahum
waalllahu
samiy‘un
‘aliymun
Ambillah
zakat
dari
sebagian
harta
mereka,
dengan
zakat
itu
kamu
membersihkan
[658]
dan
mensucikan
[659]
mereka,
dan
mendoalah
untuk
mereka.
Sesungguhnya
doa
kamu
itu
(menjadi)
ketenteraman
jiwa
bagi
mereka.
Dan
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Mengetahui.
أَلَمْ
يَعْلَمُوٓا۟
أَنَّ
ٱللَّهَ
هُوَ
يَقْبَلُ
ٱلتَّوْبَةَ
عَنْ
عِبَادِهِۦ
وَيَأْخُذُ
ٱلصَّدَقَـٰتِ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
هُوَ
ٱلتَّوَّابُ
ٱلرَّحِيمُ
104
aalam
ya‘lamuwā
aanna
alllaha
huwa
yaqbalu
alttawbaha
‘an
‘ibaādihiī
wayaakhudzu
alṣṣadaqaāti
waaanna
alllaha
huwa
alttawwaābu
alrraḥiymu
Tidakkah
mereka
mengetahui
bahwasanya
Allah
menerima
tobat
dari
hamba-hamba-Nya
dan
menerima
zakat
dan
bahwasanya
Allah
Maha
Penerima
tobat
lagi
Maha
Penyayang?
وَقُلِ
ٱعْمَلُوا۟
فَسَيَرَى
ٱللَّهُ
عَمَلَكُمْ
وَرَسُولُهُۥ
وَٱلْمُؤْمِنُونَ
ۖ
وَسَتُرَدُّونَ
إِلَىٰ
عَـٰلِمِ
ٱلْغَيْبِ
وَٱلشَّهَـٰدَةِ
فَيُنَبِّئُكُم
بِمَا
كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
105
waquli
a‘maluwā
fasayaraā
alllahu
‘amalakum
warasuwluhuū
waalmuu'minuwna
wasaturadduwna
iilaāā
‘aālimi
alghaybi
waalsysyahaādahi
fayunabbii'ukum
bimaā
kuntum
ta‘maluwna
Dan
Katakanlah,
"Bekerjalah
kamu,
maka
Allah
dan
rasul-Nya
serta
orang-orang
mukmin
akan
melihat
pekerjaanmu
itu
dan
kamu
akan
dikembalikan
kepada
(Allah)
Yang
Mengetahui
akan
yang
gaib
dan
yang
nyata,
lalu
diberitakan-Nya
kepada
kamu
apa
yang
telah
kamu
kerjakan".
وَءَاخَرُونَ
مُرْجَوْنَ
لِأَمْرِ
ٱللَّهِ
إِمَّا
يُعَذِّبُهُمْ
وَإِمَّا
يَتُوبُ
عَلَيْهِمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌ
حَكِيمٌ
106
wa'aākharuwna
murjawna
liaamri
alllahi
iimmaā
yu‘adzdzibuhum
waiimmaā
yatuwbu
‘alayhim
waalllahu
‘aliymun
ḥakiymun
Dan
ada
(pula)
orang-orang
lain
yang
ditangguhkan
sampai
ada
keputusan
Allah;
adakalanya
Allah
akan
mengazab
mereka
dan
adakalanya
Allah
akan
menerima
tobat
mereka.
Dan
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Bijaksana.
وَٱلَّذِينَ
ٱتَّخَذُوا۟
مَسْجِدًا
ضِرَارًا
وَكُفْرًا
وَتَفْرِيقًۢا
بَيْنَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
وَإِرْصَادًا
لِّمَنْ
حَارَبَ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
مِن
قَبْلُ
ۚ
وَلَيَحْلِفُنَّ
إِنْ
أَرَدْنَآ
إِلَّا
ٱلْحُسْنَىٰ
ۖ
وَٱللَّهُ
يَشْهَدُ
إِنَّهُمْ
لَكَـٰذِبُونَ
107
waalladziyna
attakhadzuwā
masjidanā
ḍiraāranā
wakufranā
watafriyqanā
bayna
almuu'miniyna
waiirṣaādanā
lliman
ḥaāraba
alllaha
warasuwlahuū
min
qablu
walayaḥlifunna
iin
aaradnaā
iillaā
alḥusnaāā
waalllahu
yasyhadu
iinnahum
lakaādzibuwna
Dan
(di
antara
orang-orang
munafik
itu)
ada
orang-orang
yang
mendirikan
masjid
untuk
menimbulkan
kemudaratan
(pada
orang-orang
mukmin),
untuk
kekafiran,
dan
untuk
memecah
belah
antara
orang-orang
mukmin,
serta
menunggu
kedatangan
orang-orang
yang
telah
memerangi
Allah
dan
rasul-Nya
sejak
dahulu
[660].
Mereka
sesungguhnya
bersumpah,
"Kami
tidak
menghendaki,
selain
kebaikan".
Dan
Allah
menjadi
saksi
bahwa
sesungguhnya
mereka
itu
adalah
pendusta
(dalam
sumpahnya).
لَا
تَقُمْ
فِيهِ
أَبَدًا
ۚ
لَّمَسْجِدٌ
أُسِّسَ
عَلَى
ٱلتَّقْوَىٰ
مِنْ
أَوَّلِ
يَوْمٍ
أَحَقُّ
أَن
تَقُومَ
فِيهِ
ۚ
فِيهِ
رِجَالٌ
يُحِبُّونَ
أَن
يَتَطَهَّرُوا۟
ۚ
وَٱللَّهُ
يُحِبُّ
ٱلْمُطَّهِّرِينَ
108
laā
taqum
fiyhi
aabadanā
llamasjidun
aussisa
‘alaā
alttaqwaāā
min
aawwali
yawmin
aaḥaqqu
aan
taquwma
fiyhi
fiyhi
rijaālun
yuḥibbuwna
aan
yataṭahharuwā
waalllahu
yuḥibbu
almuṭṭahhiriyna
Janganlah
kamu
salat
dalam
masjid
itu
selama-lamanya.
Sesungguhnya
masjid
yang
didirikan
atas
dasar
takwa
(masjid
Qubā`)
sejak
hari
pertama
adalah
lebih
patut
kamu
bersembahyang
di
dalamnya.
Di
dalamnya,
ada
orang-orang
yang
ingin
membersihkan
diri.
Dan
Allah
menyukai
orang-orang
yang
bersih.
أَفَمَنْ
أَسَّسَ
بُنْيَـٰنَهُۥ
عَلَىٰ
تَقْوَىٰ
مِنَ
ٱللَّهِ
وَرِضْوَٰنٍ
خَيْرٌ
أَم
مَّنْ
أَسَّسَ
بُنْيَـٰنَهُۥ
عَلَىٰ
شَفَا
جُرُفٍ
هَارٍ
فَٱنْهَارَ
بِهِۦ
فِى
نَارِ
جَهَنَّمَ
ۗ
وَٱللَّهُ
لَا
يَهْدِى
ٱلْقَوْمَ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
109
aafaman
aassasa
bunyaānahuū
‘alaāā
taqwaāā
mina
alllahi
wariḍwaānin
khayrun
aam
mman
aassasa
bunyaānahuū
‘alaāā
syafaā
jurufin
haārin
faanhaāra
bihiī
fiā
naāri
jahannama
waalllahu
laā
yahdiā
alqawma
alẓẓaālimiyna
Maka
apakah
orang-orang
yang
mendirikan
masjidnya
di
atas
dasar
takwa
kepada
Allah
dan
keridaan-(Nya)
itu
yang
baik
ataukah
orang-orang
yang
mendirikan
bangunannya
di
tepi
jurang
yang
runtuh,
lalu
bangunannya
itu
jatuh
bersama-sama
dengan
dia
ke
dalam
neraka
Jahanam?
Dan
Allah
tidak
memberikan
petunjuk
kepada
orang-orang
yang
zalim.
لَا
يَزَالُ
بُنْيَـٰنُهُمُ
ٱلَّذِى
بَنَوْا۟
رِيبَةً
فِى
قُلُوبِهِمْ
إِلَّآ
أَن
تَقَطَّعَ
قُلُوبُهُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌ
حَكِيمٌ
110
laā
yazaālu
bunyaānuhumu
alladziā
banawā
riybahan
fiā
quluwbihim
iillaā
aan
taqaṭṭa‘a
quluwbuhum
waalllahu
‘aliymun
ḥakiymun
Bangunan-bangunan
yang
mereka
dirikan
itu
senantiasa
menjadi
pangkal
keraguan
dalam
hati
mereka,
kecuali
bila
hati
mereka
itu
telah
hancur
[661].
Dan
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Bijaksana.
۞
إِنَّ
ٱللَّهَ
ٱشْتَرَىٰ
مِنَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
أَنفُسَهُمْ
وَأَمْوَٰلَهُم
بِأَنَّ
لَهُمُ
ٱلْجَنَّةَ
ۚ
يُقَـٰتِلُونَ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
فَيَقْتُلُونَ
وَيُقْتَلُونَ
ۖ
وَعْدًا
عَلَيْهِ
حَقًّا
فِى
ٱلتَّوْرَىٰةِ
وَٱلْإِنجِيلِ
وَٱلْقُرْءَانِ
ۚ
وَمَنْ
أَوْفَىٰ
بِعَهْدِهِۦ
مِنَ
ٱللَّهِ
ۚ
فَٱسْتَبْشِرُوا۟
بِبَيْعِكُمُ
ٱلَّذِى
بَايَعْتُم
بِهِۦ
ۚ
وَذَٰلِكَ
هُوَ
ٱلْفَوْزُ
ٱلْعَظِيمُ
111
iinna
alllaha
asytaraāā
mina
almuu'miniyna
aanfusahum
waaamwaālahum
biaanna
lahumu
aljannaha
yuqaātiluwna
fiā
sabiyli
alllahi
fayaqtuluwna
wayuqtaluwna
wa‘danā
‘alayhi
ḥaqqanā
fiā
alttawraāāhi
waaliinjiyli
waalqur'aāni
waman
aawfaāā
bi‘ahdihiī
mina
alllahi
faastabsyiruwā
bibay‘ikumu
alladziā
baāya‘tum
bihiī
wadzaālika
huwa
alfawzu
al‘aẓiymu
Sesungguhnya
Allah
telah
membeli
dari
orang-orang
mukmin
diri
dan
harta
mereka
dengan
memberikan
surga
untuk
mereka.
Mereka
berperang
pada
jalan
Allah,
lalu
mereka
membunuh
atau
terbunuh.
(Itu
telah
menjadi)
janji
yang
benar
dari
Allah
di
dalam
Taurat,
Injil,
dan
Al-Qur`ān.
Dan
siapakah
yang
lebih
menepati
janjinya
(selain)
daripada
Allah?
Maka
bergembiralah
dengan
jual
beli
yang
telah
kamu
lakukan
itu
dan
itulah
kemenangan
yang
besar.
ٱلتَّـٰٓئِبُونَ
ٱلْعَـٰبِدُونَ
ٱلْحَـٰمِدُونَ
ٱلسَّـٰٓئِحُونَ
ٱلرَّٰكِعُونَ
ٱلسَّـٰجِدُونَ
ٱلْـَٔامِرُونَ
بِٱلْمَعْرُوفِ
وَٱلنَّاهُونَ
عَنِ
ٱلْمُنكَرِ
وَٱلْحَـٰفِظُونَ
لِحُدُودِ
ٱللَّهِ
ۗ
وَبَشِّرِ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
112
alttaāi'ibuwna
al‘aābiduwna
alḥaāmiduwna
alssaāi'iḥuwna
alrraāki‘uwna
alssaājiduwna
alaāmiruwna
bialma‘ruwfi
waalnnaāhuwna
‘ani
almunkari
waalḥaāfiẓuwna
liḥuduwdi
alllahi
wabasysyiri
almuu'miniyna
Mereka
itu
adalah
orang-orang
yang
bertobat,
yang
beribadat,
yang
memuji
(Allah),
yang
melawat
[662],
yang
rukuk,
yang
sujud,
yang
menyuruh
berbuat
makruf
dan
mencegah
berbuat
mungkar,
dan
yang
memelihara
hukum-hukum
Allah.
Dan
gembirakanlah
orang-orang
mukmin
itu.
مَا
كَانَ
لِلنَّبِىِّ
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
أَن
يَسْتَغْفِرُوا۟
لِلْمُشْرِكِينَ
وَلَوْ
كَانُوٓا۟
أُو۟لِى
قُرْبَىٰ
مِنۢ
بَعْدِ
مَا
تَبَيَّنَ
لَهُمْ
أَنَّهُمْ
أَصْحَـٰبُ
ٱلْجَحِيمِ
113
maā
kaāna
lilnnabiāāi
waalladziyna
'aāmanuwā
aan
yastaghfiruwā
lilmusyrikiyna
walaw
kaānuwā
auwliā
qurbaāā
min
ba‘di
maā
tabayyana
lahum
aannahum
aaṣḥaābu
aljaḥiymi
Tiadalah
sepatutnya
bagi
nabi
dan
orang-orang
yang
beriman
memintakan
ampun
(kepada
Allah)
bagi
orang-orang
musyrik,
walaupun
orang-orang
musyrik
itu
adalah
kaum
kerabat(nya)
sesudah
jelas
bagi
mereka
bahwasanya
orang-orang
musyrik
itu
adalah
penghuni
neraka
Jahanam.
وَمَا
كَانَ
ٱسْتِغْفَارُ
إِبْرَٰهِيمَ
لِأَبِيهِ
إِلَّا
عَن
مَّوْعِدَةٍ
وَعَدَهَآ
إِيَّاهُ
فَلَمَّا
تَبَيَّنَ
لَهُۥٓ
أَنَّهُۥ
عَدُوٌّ
لِّلَّهِ
تَبَرَّأَ
مِنْهُ
ۚ
إِنَّ
إِبْرَٰهِيمَ
لَأَوَّٰهٌ
حَلِيمٌ
114
wamaā
kaāna
astighfaāru
iibraāhiyma
liaabiyhi
iillaā
‘an
mmaw‘idahin
wa‘adahaā
iiyyaāhu
falammaā
tabayyana
lahuū
aannahuū
‘aduwwun
llillahi
tabarraaa
minhu
iinna
iibraāhiyma
laaawwaāhun
ḥaliymun
Dan
permintaan
ampun
dari
Ibrāhīm
(kepada
Allah)
untuk
bapaknya
tidak
lain
hanyalah
karena
suatu
janji
yang
telah
diikrarkannya
kepada
bapaknya
itu.
Maka
tatkala
jelas
bagi
Ibrāhīm
bahwa
bapaknya
itu
adalah
musuh
Allah,
maka
Ibrāhīm
berlepas
diri
darinya.
Sesungguhnya
Ibrāhīm
adalah
seorang
yang
sangat
lembut
hatinya
lagi
penyantun.
وَمَا
كَانَ
ٱللَّهُ
لِيُضِلَّ
قَوْمًۢا
بَعْدَ
إِذْ
هَدَىٰهُمْ
حَتَّىٰ
يُبَيِّنَ
لَهُم
مَّا
يَتَّقُونَ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
بِكُلِّ
شَىْءٍ
عَلِيمٌ
115
wamaā
kaāna
alllahu
liyuḍilla
qawmanā
ba‘da
iidz
hadaāāhum
ḥattaāā
yubayyina
lahum
mmaā
yattaquwna
iinna
alllaha
bikulli
syaā'in
‘aliymun
Dan
Allah
sekali-kali
tidak
akan
menyesatkan
[663]
suatu
kaum,
sesudah
Allah
memberi
petunjuk
kepada
mereka
sehingga
dijelaskan-Nya
kepada
mereka
apa
yang
harus
mereka
jauhi
[664].
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
segala
sesuatu.
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَهُۥ
مُلْكُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۖ
يُحْىِۦ
وَيُمِيتُ
ۚ
وَمَا
لَكُم
مِّن
دُونِ
ٱللَّهِ
مِن
وَلِىٍّ
وَلَا
نَصِيرٍ
116
iinna
alllaha
lahuū
mulku
alssamaāwaāti
waalaarḍi
yuḥāiī
wayumiytu
wamaā
lakum
mmin
duwni
alllahi
min
waliāāin
walaā
naṣiyrin
Sesungguhnya
kepunyaan
Allah-lah
kerajaan
langit
dan
bumi.
Dia
menghidupkan
dan
mematikan.
Dan
sekali-kali
tidak
ada
pelindung
dan
penolong
bagimu
selain
Allah.
لَّقَد
تَّابَ
ٱللَّهُ
عَلَى
ٱلنَّبِىِّ
وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ
وَٱلْأَنصَارِ
ٱلَّذِينَ
ٱتَّبَعُوهُ
فِى
سَاعَةِ
ٱلْعُسْرَةِ
مِنۢ
بَعْدِ
مَا
كَادَ
يَزِيغُ
قُلُوبُ
فَرِيقٍ
مِّنْهُمْ
ثُمَّ
تَابَ
عَلَيْهِمْ
ۚ
إِنَّهُۥ
بِهِمْ
رَءُوفٌ
رَّحِيمٌ
117
llaqad
ttaāba
alllahu
‘alaā
alnnabiāāi
waalmuhaājiriyna
waalaanṣaāri
alladziyna
attaba‘uwhu
fiā
saā‘ahi
al‘usrahi
min
ba‘di
maā
kaāda
yaziyghu
quluwbu
fariyqin
mminhum
tsumma
taāba
‘alayhim
iinnahuū
bihim
ra'uwfun
rraḥiymun
Sesungguhnya
Allah
telah
menerima
tobat
nabi,
orang-orang
muhajirin,
dan
orang-orang
ansar
yang
mengikuti
nabi
dalam
masa
kesulitan
setelah
hati
segolongan
dari
mereka
hampir
berpaling,
kemudian
Allah
menerima
tobat
mereka
itu.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Pengasih
lagi
Maha
Penyayang
kepada
mereka,
وَعَلَى
ٱلثَّلَـٰثَةِ
ٱلَّذِينَ
خُلِّفُوا۟
حَتَّىٰٓ
إِذَا
ضَاقَتْ
عَلَيْهِمُ
ٱلْأَرْضُ
بِمَا
رَحُبَتْ
وَضَاقَتْ
عَلَيْهِمْ
أَنفُسُهُمْ
وَظَنُّوٓا۟
أَن
لَّا
مَلْجَأَ
مِنَ
ٱللَّهِ
إِلَّآ
إِلَيْهِ
ثُمَّ
تَابَ
عَلَيْهِمْ
لِيَتُوبُوٓا۟
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
هُوَ
ٱلتَّوَّابُ
ٱلرَّحِيمُ
118
wa‘alaā
altstsalaātsahi
alladziyna
khullifuwā
ḥattaāā
iidzaā
ḍaāqat
‘alayhimu
alaarḍu
bimaā
raḥubat
waḍaāqat
‘alayhim
aanfusuhum
waẓannuwā
aan
llaā
maljaaa
mina
alllahi
iillaā
iilayhi
tsumma
taāba
‘alayhim
liyatuwbuwā
iinna
alllaha
huwa
alttawwaābu
alrraḥiymu
dan
terhadap
tiga
orang
[665]
yang
ditangguhkan
(penerimaan
tobat)
mereka
hingga
apabila
bumi
telah
menjadi
sempit
bagi
mereka,
padahal
bumi
itu
luas
dan
jiwa
mereka
pun
telah
sempit
(pula
terasa)
oleh
mereka,
serta
mereka
telah
mengetahui
bahwa
tidak
ada
tempat
lari
dari
(siksa)
Allah,
melainkan
kepada-Nya
saja.
Kemudian,
Allah
menerima
tobat
mereka
agar
mereka
tetap
dalam
tobatnya.
Sesungguhnya
Allah-lah
Yang
Maha
Penerima
tobat
lagi
Maha
Penyayang.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
وَكُونُوا۟
مَعَ
ٱلصَّـٰدِقِينَ
119
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
attaquwā
alllaha
wakuwnuwā
ma‘a
alṣṣaādiqiyna
Hai
orang-orang
yang
beriman
bertakwalah
kepada
Allah
dan
hendaklah
kamu
bersama
orang-orang
yang
benar.
مَا
كَانَ
لِأَهْلِ
ٱلْمَدِينَةِ
وَمَنْ
حَوْلَهُم
مِّنَ
ٱلْأَعْرَابِ
أَن
يَتَخَلَّفُوا۟
عَن
رَّسُولِ
ٱللَّهِ
وَلَا
يَرْغَبُوا۟
بِأَنفُسِهِمْ
عَن
نَّفْسِهِۦ
ۚ
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
لَا
يُصِيبُهُمْ
ظَمَأٌ
وَلَا
نَصَبٌ
وَلَا
مَخْمَصَةٌ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَلَا
يَطَـُٔونَ
مَوْطِئًا
يَغِيظُ
ٱلْكُفَّارَ
وَلَا
يَنَالُونَ
مِنْ
عَدُوٍّ
نَّيْلًا
إِلَّا
كُتِبَ
لَهُم
بِهِۦ
عَمَلٌ
صَـٰلِحٌ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يُضِيعُ
أَجْرَ
ٱلْمُحْسِنِينَ
120
maā
kaāna
liaahli
almadiynahi
waman
ḥawlahum
mmina
alaa‘raābi
aan
yatakhallafuwā
‘an
rrasuwli
alllahi
walaā
yarghabuwā
biaanfusihim
‘an
nnafsihiī
dzaālika
biaannahum
laā
yuṣiybuhum
ẓamaaun
walaā
naṣabun
walaā
makhmaṣahun
fiā
sabiyli
alllahi
walaā
yaṭauwna
mawṭii'anā
yaghiyẓu
alkuffaāra
walaā
yanaāluwna
min
‘aduwwin
nnaylanā
iillaā
kutiba
lahum
bihiī
‘amalun
ṣaāliḥun
iinna
alllaha
laā
yuḍiy‘u
aajra
almuḥsiniyna
Tidaklah
sepatutnya
bagi
penduduk
Madinah
dan
orang-orang
Arab
Badui
yang
berdiam
di
sekitar
mereka
tidak
turut
menyertai
Rasulullah
(pergi
berperang)
dan
tidak
patut
(pula)
bagi
mereka
lebih
mencintai
diri
mereka
daripada
mencintai
diri
Rasul.
Yang
demikian
itu
ialah
karena
mereka
tidak
ditimpa
kehausan,
kepayahan,
dan
kelaparan
pada
jalan
Allah,
dan
tidak
(pula)
menginjak
suatu
tempat
yang
membangkitkan
amarah
orang-orang
kafir
dan
tidak
menimpakan
sesuatu
bencana
kepada
musuh,
melainkan
dituliskanlah
bagi
mereka
dengan
yang
demikian
itu
suatu
amal
saleh.
Sesungguhnya
Allah
tidak
menyia-nyiakan
pahala
orang-orang
yang
berbuat
baik,
وَلَا
يُنفِقُونَ
نَفَقَةً
صَغِيرَةً
وَلَا
كَبِيرَةً
وَلَا
يَقْطَعُونَ
وَادِيًا
إِلَّا
كُتِبَ
لَهُمْ
لِيَجْزِيَهُمُ
ٱللَّهُ
أَحْسَنَ
مَا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
121
walaā
yunfiquwna
nafaqahan
ṣaghiyrahan
walaā
kabiyrahan
walaā
yaqṭa‘uwna
waādiyanā
iillaā
kutiba
lahum
liyajziyahumu
alllahu
aaḥsana
maā
kaānuwā
ya‘maluwna
dan
mereka
tiada
menafkahkan
suatu
nafkah
yang
kecil
dan
tidak
(pula)
yang
besar
dan
tidak
melintasi
suatu
lembah,
melainkan
dituliskan
bagi
mereka
(amal
saleh
pula)
karena
Allah
akan
memberi
balasan
kepada
mereka
(dengan
balasan)
yang
lebih
baik
dari
apa
yang
telah
mereka
kerjakan.
۞
وَمَا
كَانَ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
لِيَنفِرُوا۟
كَآفَّةً
ۚ
فَلَوْلَا
نَفَرَ
مِن
كُلِّ
فِرْقَةٍ
مِّنْهُمْ
طَآئِفَةٌ
لِّيَتَفَقَّهُوا۟
فِى
ٱلدِّينِ
وَلِيُنذِرُوا۟
قَوْمَهُمْ
إِذَا
رَجَعُوٓا۟
إِلَيْهِمْ
لَعَلَّهُمْ
يَحْذَرُونَ
122
wamaā
kaāna
almuu'minuwna
liyanfiruwā
kaāffahan
falawlaā
nafara
min
kulli
firqahin
mminhum
ṭaāi'ifahun
lliyatafaqqahuwā
fiā
alddiyni
waliyundziruwā
qawmahum
iidzaā
raja‘uwā
iilayhim
la‘allahum
yaḥdzaruwna
Tidak
sepatutnya
bagi
orang-orang
mukmin
itu
pergi
semuanya
(ke
medan
perang).
Mengapa
tidak
pergi
dari
tiap-tiap
golongan
di
antara
mereka
beberapa
orang
untuk
memperdalam
pengetahuan
mereka
tentang
agama
dan
untuk
memberi
peringatan
kepada
kaumnya
apabila
mereka
telah
kembali
kepadanya
supaya
mereka
itu
dapat
menjaga
dirinya.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
قَـٰتِلُوا۟
ٱلَّذِينَ
يَلُونَكُم
مِّنَ
ٱلْكُفَّارِ
وَلْيَجِدُوا۟
فِيكُمْ
غِلْظَةً
ۚ
وَٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّ
ٱللَّهَ
مَعَ
ٱلْمُتَّقِينَ
123
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
qaātiluwā
alladziyna
yaluwnakum
mmina
alkuffaāri
walyajiduwā
fiykum
ghilẓahan
waa‘lamuwā
aanna
alllaha
ma‘a
almuttaqiyna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
perangilah
orang-orang
kafir
yang
di
sekitar
kamu
itu
dan
hendaklah
mereka
menemui
kekerasan
daripadamu
dan
ketahuilah
bahwasanya
Allah
beserta
orang-orang
yang
bertakwa.
وَإِذَا
مَآ
أُنزِلَتْ
سُورَةٌ
فَمِنْهُم
مَّن
يَقُولُ
أَيُّكُمْ
زَادَتْهُ
هَـٰذِهِۦٓ
إِيمَـٰنًا
ۚ
فَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
فَزَادَتْهُمْ
إِيمَـٰنًا
وَهُمْ
يَسْتَبْشِرُونَ
124
waiidzaā
maā
aunzilat
suwrahun
faminhum
mman
yaquwlu
aayyukum
zaādathu
haādzihiī
iiymaānanā
faaammaā
alladziyna
'aāmanuwā
fazaādathum
iiymaānanā
wahum
yastabsyiruwna
Dan
apabila
diturunkan
suatu
surah,
maka
di
antara
mereka
(orang-orang
munafik)
ada
yang
berkata,
"Siapakah
di
antara
kamu
yang
bertambah
imannya
dengan
(turunnya)
surah
ini?"
Adapun
orang-orang
yang
beriman,
maka
surah
ini
menambah
imannya,
sedang
mereka
merasa
gembira.
وَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
فِى
قُلُوبِهِم
مَّرَضٌ
فَزَادَتْهُمْ
رِجْسًا
إِلَىٰ
رِجْسِهِمْ
وَمَاتُوا۟
وَهُمْ
كَـٰفِرُونَ
125
waaammaā
alladziyna
fiā
quluwbihim
mmaraḍun
fazaādathum
rijsanā
iilaāā
rijsihim
wamaātuwā
wahum
kaāfiruwna
Dan
adapun
orang-orang
yang
di
dalam
hati
mereka
ada
penyakit[666],
maka
dengan
surah
itu
bertambah
kekafiran
mereka
di
samping
kekafirannya
(yang
telah
ada)
dan
mereka
mati
dalam
keadaan
kafir.
أَوَلَا
يَرَوْنَ
أَنَّهُمْ
يُفْتَنُونَ
فِى
كُلِّ
عَامٍ
مَّرَّةً
أَوْ
مَرَّتَيْنِ
ثُمَّ
لَا
يَتُوبُونَ
وَلَا
هُمْ
يَذَّكَّرُونَ
126
aawalaā
yarawna
aannahum
yuftanuwna
fiā
kulli
‘aāmin
mmarrahan
aaw
marratayni
tsumma
laā
yatuwbuwna
walaā
hum
yadzdzakkaruwna
Dan
tidaklah
mereka
(orang-orang
munafik)
memperhatikan
bahwa
mereka
diuji
[667]
sekali
atau
dua
kali
setiap
tahun,
kemudian
mereka
tidak
(juga)
bertobat
dan
tidak
(pula)
mengambil
pelajaran?
وَإِذَا
مَآ
أُنزِلَتْ
سُورَةٌ
نَّظَرَ
بَعْضُهُمْ
إِلَىٰ
بَعْضٍ
هَلْ
يَرَىٰكُم
مِّنْ
أَحَدٍ
ثُمَّ
ٱنصَرَفُوا۟
ۚ
صَرَفَ
ٱللَّهُ
قُلُوبَهُم
بِأَنَّهُمْ
قَوْمٌ
لَّا
يَفْقَهُونَ
127
waiidzaā
maā
aunzilat
suwrahun
nnaẓara
ba‘ḍuhum
iilaāā
ba‘ḍin
hal
yaraāākum
mmin
aaḥadin
tsumma
anṣarafuwā
ṣarafa
alllahu
quluwbahum
biaannahum
qawmun
llaā
yafqahuwna
Dan
apabila
diturunkan
satu
surah,
sebagian
mereka
memandang
kepada
yang
lain
(sambil
berkata),
"Adakah
seorang
dari
(orang-orang
muslimin)
yang
melihat
kamu?"
Sesudah
itu,
mereka
pun
pergi.
Allah
telah
memalingkan
hati
mereka
disebabkan
mereka
adalah
kaum
yang
tidak
mengerti.
لَقَدْ
جَآءَكُمْ
رَسُولٌ
مِّنْ
أَنفُسِكُمْ
عَزِيزٌ
عَلَيْهِ
مَا
عَنِتُّمْ
حَرِيصٌ
عَلَيْكُم
بِٱلْمُؤْمِنِينَ
رَءُوفٌ
رَّحِيمٌ
128
laqad
jaā'akum
rasuwlun
mmin
aanfusikum
‘aziyzun
‘alayhi
maā
‘anittum
ḥariyṣun
‘alaykum
bialmuu'miniyna
ra'uwfun
rraḥiymun
Sesungguhnya
telah
datang
kepadamu
seorang
rasul
dari
kaummu
sendiri,
berat
terasa
olehnya
penderitaanmu
sangat
menginginkan
(keimanan
dan
keselamatan)
bagimu,
amat
belas
kasihan
lagi
penyayang
terhadap
orang-orang
mukmin.
فَإِن
تَوَلَّوْا۟
فَقُلْ
حَسْبِىَ
ٱللَّهُ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ۖ
عَلَيْهِ
تَوَكَّلْتُ
ۖ
وَهُوَ
رَبُّ
ٱلْعَرْشِ
ٱلْعَظِيمِ
129
faiin
tawallawā
faqul
ḥasbiāa
alllahu
laā
iilaāha
iillaā
huwa
‘alayhi
tawakkaltu
wahuwa
rabbu
al‘arsyi
al‘aẓiymi
Jika
mereka
berpaling
(dari
keimanan),
maka
katakanlah,
"Cukuplah
Allah
bagiku;
tidak
ada
Tuhan
selain
Dia.
Hanya
kepada-Nya
aku
bertawakkal
dan
Dia
adalah
Tuhan
yang
memiliki
arasy
yang
agung".