← Daftar Surah
8. Al-Anfal
الأنفال · Rampasan Perang · 75 ayat · Madinah
يَسْـَٔلُونَكَ
عَنِ
ٱلْأَنفَالِ
ۖ
قُلِ
ٱلْأَنفَالُ
لِلَّهِ
وَٱلرَّسُولِ
ۖ
فَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
وَأَصْلِحُوا۟
ذَاتَ
بَيْنِكُمْ
ۖ
وَأَطِيعُوا۟
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥٓ
إِن
كُنتُم
مُّؤْمِنِينَ
1
yasaluwnaka
‘ani
alaanfaāli
quli
alaanfaālu
lillahi
waalrrasuwli
faattaquwā
alllaha
waaaṣliḥuwā
dzaāta
baynikum
waaaṭiy‘uwā
alllaha
warasuwlahuū
iin
kuntum
mmuu'miniyna
Mereka
menanyakan
kepadamu
tentang
(pembagian)
harta
rampasan
perang.
Katakanlah,
"Harta
rampasan
perang
itu
kepunyaan
Allah
dan
rasul[593],
sebab
itu
bertakwalah
kepada
Allah
dan
perbaikilah
perhubungan
di
antara
sesamamu,
dan
taatlah
kepada
Allah
dan
rasul-Nya
jika
kamu
adalah
orang-orang
yang
beriman".
إِنَّمَا
ٱلْمُؤْمِنُونَ
ٱلَّذِينَ
إِذَا
ذُكِرَ
ٱللَّهُ
وَجِلَتْ
قُلُوبُهُمْ
وَإِذَا
تُلِيَتْ
عَلَيْهِمْ
ءَايَـٰتُهُۥ
زَادَتْهُمْ
إِيمَـٰنًا
وَعَلَىٰ
رَبِّهِمْ
يَتَوَكَّلُونَ
2
iinnamaā
almuu'minuwna
alladziyna
iidzaā
dzukira
alllahu
wajilat
quluwbuhum
waiidzaā
tuliyat
‘alayhim
'aāyaātuhuū
zaādathum
iiymaānanā
wa‘alaāā
rabbihim
yatawakkaluwna
Sesungguhnya
orang-orang
yang
beriman[594]
itu
adalah
mereka
yang
apabila
disebut
nama
Allah[595]
gemetarlah
hati
mereka,
dan
apabila
dibacakan
ayat-ayat-Nya,
bertambahlah
iman
mereka
(karenanya),
dan
hanya
kepada
Tuhan-lah
mereka
bertawakal,
ٱلَّذِينَ
يُقِيمُونَ
ٱلصَّلَوٰةَ
وَمِمَّا
رَزَقْنَـٰهُمْ
يُنفِقُونَ
3
alladziyna
yuqiymuwna
alṣṣalawāha
wamimmaā
razaqnaāhum
yunfiquwna
(yaitu)
orang-orang
yang
mendirikan
salat
dan
yang
menafkahkan
sebagian
dari
rezeki
yang
Kami
berikan
kepada
mereka.
أُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
حَقًّا
ۚ
لَّهُمْ
دَرَجَـٰتٌ
عِندَ
رَبِّهِمْ
وَمَغْفِرَةٌ
وَرِزْقٌ
كَرِيمٌ
4
auwlaāi'ika
humu
almuu'minuwna
ḥaqqanā
llahum
darajaātun
‘inda
rabbihim
wamaghfirahun
warizqun
kariymun
Itulah
orang-orang
yang
beriman
dengan
sebenar-benarnya.
Mereka
akan
memperoleh
beberapa
derajat
ketinggian
di
sisi
Tuhan-nya
dan
ampunan
serta
rezeki
(nikmat)
yang
mulia.
كَمَآ
أَخْرَجَكَ
رَبُّكَ
مِنۢ
بَيْتِكَ
بِٱلْحَقِّ
وَإِنَّ
فَرِيقًا
مِّنَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
لَكَـٰرِهُونَ
5
kamaā
aakhrajaka
rabbuka
min
baytika
bialḥaqqi
waiinna
fariyqanā
mmina
almuu'miniyna
lakaārihuwna
Sebagaimana
Tuhan-mu
menyuruhmu
pergi
dan
rumahmu
dengan
kebenaran[596],
padahal
sesungguhnya
sebagian
dari
orang-orang
yang
beriman
itu
tidak
menyukainya,
يُجَـٰدِلُونَكَ
فِى
ٱلْحَقِّ
بَعْدَ
مَا
تَبَيَّنَ
كَأَنَّمَا
يُسَاقُونَ
إِلَى
ٱلْمَوْتِ
وَهُمْ
يَنظُرُونَ
6
yujaādiluwnaka
fiā
alḥaqqi
ba‘da
maā
tabayyana
kaaannamaā
yusaāquwna
iilaā
almawti
wahum
yanẓuruwna
mereka
membantahmu
tentang
kebenaran
sesudah
nyata
(bahwa
mereka
pasti
menang),
seolah-olah
mereka
dihalau
kepada
kematian,
sedang
mereka
melihat
(sebab-sebab
kematian
itu).
وَإِذْ
يَعِدُكُمُ
ٱللَّهُ
إِحْدَى
ٱلطَّآئِفَتَيْنِ
أَنَّهَا
لَكُمْ
وَتَوَدُّونَ
أَنَّ
غَيْرَ
ذَاتِ
ٱلشَّوْكَةِ
تَكُونُ
لَكُمْ
وَيُرِيدُ
ٱللَّهُ
أَن
يُحِقَّ
ٱلْحَقَّ
بِكَلِمَـٰتِهِۦ
وَيَقْطَعَ
دَابِرَ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
7
waiidz
ya‘idukumu
alllahu
iiḥdaā
alṭṭaāi'ifatayni
aannahaā
lakum
watawadduwna
aanna
ghayra
dzaāti
alsysyawkahi
takuwnu
lakum
wayuriydu
alllahu
aan
yuḥiqqa
alḥaqqa
bikalimaātihiī
wayaqṭa‘a
daābira
alkaāfiriyna
Dan
(ingatlah),
ketika
Allah
menjanjikan
kepadamu
bahwa
salah
satu
dari
dua
golongan
(yang
kamu
hadapi)
adalah
untukmu,
sedang
kamu
menginginkan
bahwa
yang
tidak
mempunyai
kekekuatan
senjatalah[597]
yang
untukmu,
dan
Allah
menghendaki
untuk
membenarkan
yang
benar
dengan
ayat-ayat-Nya
dan
memusnahkan
orang-orang
kafir,
لِيُحِقَّ
ٱلْحَقَّ
وَيُبْطِلَ
ٱلْبَـٰطِلَ
وَلَوْ
كَرِهَ
ٱلْمُجْرِمُونَ
8
liyuḥiqqa
alḥaqqa
wayubṭila
albaāṭila
walaw
kariha
almujrimuwna
agar
Allah
menetapkan
yang
hak
(Islam)
dan
membatalkan
yang
batil
(syirik)
walaupun
orang-orang
yang
berdosa
(musyrik)
itu
tidak
menyukainya.
إِذْ
تَسْتَغِيثُونَ
رَبَّكُمْ
فَٱسْتَجَابَ
لَكُمْ
أَنِّى
مُمِدُّكُم
بِأَلْفٍ
مِّنَ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ
مُرْدِفِينَ
9
iidz
tastaghiytsuwna
rabbakum
faastajaāba
lakum
aanniā
mumiddukum
biaalfin
mmina
almalaāi'ikahi
murdifiyna
(Ingatlah)
ketika
kamu
memohon
pertolongan
kepada
Tuhan-mu,
lalu
diperkenankan-Nya
bagimu,
"Sesungguhnya
Aku
akan
mendatangkan
bala
bantuan
kepadamu
dengan
seribu
malaikat
yang
datang
berturut-turut".
وَمَا
جَعَلَهُ
ٱللَّهُ
إِلَّا
بُشْرَىٰ
وَلِتَطْمَئِنَّ
بِهِۦ
قُلُوبُكُمْ
ۚ
وَمَا
ٱلنَّصْرُ
إِلَّا
مِنْ
عِندِ
ٱللَّهِ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌ
10
wamaā
ja‘alahu
alllahu
iillaā
busyraāā
walitaṭmai'inna
bihiī
quluwbukum
wamaā
alnnaṣru
iillaā
min
‘indi
alllahi
iinna
alllaha
‘aziyzun
ḥakiymun
Dan
Allah
tidak
menjadikannya
(mengirim
bala
bantuan
itu),
melainkan
sebagai
kabar
gembira
dan
agar
hatimu
menjadi
tenteram
karenanya.
Dan
kemenangan
itu
hanyalah
dari
sisi
Allah.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
إِذْ
يُغَشِّيكُمُ
ٱلنُّعَاسَ
أَمَنَةً
مِّنْهُ
وَيُنَزِّلُ
عَلَيْكُم
مِّنَ
ٱلسَّمَآءِ
مَآءً
لِّيُطَهِّرَكُم
بِهِۦ
وَيُذْهِبَ
عَنكُمْ
رِجْزَ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
وَلِيَرْبِطَ
عَلَىٰ
قُلُوبِكُمْ
وَيُثَبِّتَ
بِهِ
ٱلْأَقْدَامَ
11
iidz
yughasysyiykumu
alnnu‘aāsa
aamanahan
mminhu
wayunazzilu
‘alaykum
mmina
alssamaā'i
maā'an
lliyuṭahhirakum
bihiī
wayudzhiba
‘ankum
rijza
alsysyayṭaāni
waliyarbiṭa
‘alaāā
quluwbikum
wayutsabbita
bihi
alaaqdaāma
(Ingatlah)
ketika
Allah
menjadikan
kamu
mengantuk
sebagai
suatu
penenteraman
dari-Nya,
dan
Allah
menurunkan
kepadamu
hujan
dari
langit
untuk
menyucikan
kamu
dengan
hujan
itu
dan
menghilangkan
dari
kamu
gangguan-gangguan
setan
dan
untuk
menguatkan
hatimu
dan
memperteguh
dengannya
telapak
kaki(mu)[598].
إِذْ
يُوحِى
رَبُّكَ
إِلَى
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ
أَنِّى
مَعَكُمْ
فَثَبِّتُوا۟
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ۚ
سَأُلْقِى
فِى
قُلُوبِ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
ٱلرُّعْبَ
فَٱضْرِبُوا۟
فَوْقَ
ٱلْأَعْنَاقِ
وَٱضْرِبُوا۟
مِنْهُمْ
كُلَّ
بَنَانٍ
12
iidz
yuwḥiā
rabbuka
iilaā
almalaāi'ikahi
aanniā
ma‘akum
fatsabbituwā
alladziyna
'aāmanuwā
saaulqiā
fiā
quluwbi
alladziyna
kafaruwā
alrru‘ba
faaḍribuwā
fawqa
alaa‘naāqi
waaḍribuwā
minhum
kulla
banaānin
(Ingatlah)
ketika
Tuhan-mu
mewahyukan
kepada
para
malaikat,
"Sesungguhnya
Aku
bersama
kamu,
maka
teguhkan
(pendirian)
orang-orang
yang
telah
beriman".
Kelak
akan
Aku
jatuhkan
rasa
ketakutan
ke
dalam
hati
orang-orang
kafir,
maka
penggallah
kepala
mereka
dan
pancunglah
tiap-tiap
ujung
jari
mereka[599].
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
شَآقُّوا۟
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
ۚ
وَمَن
يُشَاقِقِ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
شَدِيدُ
ٱلْعِقَابِ
13
dzaālika
biaannahum
syaāqquwā
alllaha
warasuwlahuū
waman
yusyaāqiqi
alllaha
warasuwlahuū
faiinna
alllaha
syadiydu
al‘iqaābi
(Ketentuan)
yang
demikian
itu
adalah
karena
sesungguhnya
mereka
menentang
Allah
dan
rasul-Nya;
dan
barang
siapa
menentang
Allah
dan
rasul-Nya,
maka
sesungguhnya
Allah
amat
keras
siksaan-Nya.
ذَٰلِكُمْ
فَذُوقُوهُ
وَأَنَّ
لِلْكَـٰفِرِينَ
عَذَابَ
ٱلنَّارِ
14
dzaālikum
fadzuwquwhu
waaanna
lilkaāfiriyna
‘adzaāba
alnnaāri
Itulah
(hukum
dunia
yang
ditimpakan
atasmu),
maka
rasakanlah
hukuman
itu.
Sesungguhnya
bagi
orang-orang
yang
kafir
itu
ada
(lagi)
azab
neraka.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِذَا
لَقِيتُمُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
زَحْفًا
فَلَا
تُوَلُّوهُمُ
ٱلْأَدْبَارَ
15
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
iidzaā
laqiytumu
alladziyna
kafaruwā
zaḥfanā
falaā
tuwalluwhumu
alaadbaāra
Hai
orang-orang
yang
beriman,
apabila
kamu
bertemu
dengan
orang-orang
yang
kafir
yang
sedang
menyerangmu,
maka
janganlah
kamu
membelakangi
mereka
(mundur).
وَمَن
يُوَلِّهِمْ
يَوْمَئِذٍ
دُبُرَهُۥٓ
إِلَّا
مُتَحَرِّفًا
لِّقِتَالٍ
أَوْ
مُتَحَيِّزًا
إِلَىٰ
فِئَةٍ
فَقَدْ
بَآءَ
بِغَضَبٍ
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَمَأْوَىٰهُ
جَهَنَّمُ
ۖ
وَبِئْسَ
ٱلْمَصِيرُ
16
waman
yuwallihim
yawmai'idzin
duburahuū
iillaā
mutaḥarrifanā
lliqitaālin
aaw
mutaḥayyizanā
iilaāā
fii'ahin
faqad
baā'a
bighaḍabin
mmina
alllahi
wamaawaāāhu
jahannamu
wabii'sa
almaṣiyru
Barang
siapa
yang
membelakangi
mereka
(mundur)
di
waktu
itu,
kecuali
berbelok
untuk
(siasat)
perang
atau
hendak
menggabungkan
diri
dengan
pasukan
yang
lain,
maka
sesungguhnya
orang
itu
kembali
dengan
membawa
kemurkaan
dari
Allah,
dan
tempatnya
ialah
neraka
Jahanam.
Dan
amat
buruklah
tempat
kembalinya.
فَلَمْ
تَقْتُلُوهُمْ
وَلَـٰكِنَّ
ٱللَّهَ
قَتَلَهُمْ
ۚ
وَمَا
رَمَيْتَ
إِذْ
رَمَيْتَ
وَلَـٰكِنَّ
ٱللَّهَ
رَمَىٰ
ۚ
وَلِيُبْلِىَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
مِنْهُ
بَلَآءً
حَسَنًا
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
سَمِيعٌ
عَلِيمٌ
17
falam
taqtuluwhum
walaākinna
alllaha
qatalahum
wamaā
ramayta
iidz
ramayta
walaākinna
alllaha
ramaāā
waliyubliāa
almuu'miniyna
minhu
balaā'an
ḥasananā
iinna
alllaha
samiy‘un
‘aliymun
Maka
(yang
sebenarnya)
bukan
kamu
yang
membunuh
mereka,
akan
tetapi
Allah-lah
yang
membunuh
mereka,
dan
bukan
kamu
yang
melempar
ketika
kamu
melempar,
tetapi
Allah-lah
yang
melempar.
(Allah
berbuat
demikian
untuk
membinasakan
mereka)
dan
untuk
memberi
kemenangan
kepada
orang-orang
mukmin
dengan
kemenangan
yang
baik.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Mengetahui.
ذَٰلِكُمْ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
مُوهِنُ
كَيْدِ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
18
dzaālikum
waaanna
alllaha
muwhinu
kaydi
alkaāfiriyna
Itulah
(karunia
Allah
yang
dilimpahkan
kepadamu),
dan
sesungguhnya
Allah
melemahkan
tipu
daya
orang-orang
yang
kafir.
إِن
تَسْتَفْتِحُوا۟
فَقَدْ
جَآءَكُمُ
ٱلْفَتْحُ
ۖ
وَإِن
تَنتَهُوا۟
فَهُوَ
خَيْرٌ
لَّكُمْ
ۖ
وَإِن
تَعُودُوا۟
نَعُدْ
وَلَن
تُغْنِىَ
عَنكُمْ
فِئَتُكُمْ
شَيْـًٔا
وَلَوْ
كَثُرَتْ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
مَعَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
19
iin
tastaftiḥuwā
faqad
jaā'akumu
alfatḥu
waiin
tantahuwā
fahuwa
khayrun
llakum
waiin
ta‘uwduwā
na‘ud
walan
tughniāa
‘ankum
fii'atukum
syayanā
walaw
katsurat
waaanna
alllaha
ma‘a
almuu'miniyna
Jika
kamu
(orang-orang
musyrikin)
mencari
keputusan,
maka
telah
datang
keputusan
kepadamu;
dan
jika
kamu
berhenti[600];
maka
itulah
yang
lebih
baik
bagimu;
dan
jika
kamu
kembali[601],
niscaya
Kami
kembali
(pula)[602];
dan
angkatan
perangmu
sekali-kali
tidak
akan
dapat
menolak
dari
kamu
sesuatu
bahaya
pun,
biarpun
dia
banyak
dan
sesungguhnya
Allah
beserta
orang-orang
yang
beriman.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
أَطِيعُوا۟
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
وَلَا
تَوَلَّوْا۟
عَنْهُ
وَأَنتُمْ
تَسْمَعُونَ
20
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
aaṭiy‘uwā
alllaha
warasuwlahuū
walaā
tawallawā
‘anhu
waaantum
tasma‘uwna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
taatlah
kepada
Allah
dan
rasul-Nya,
dan
janganlah
kamu
berpaling
dari-Nya,
sedang
kamu
mendengar
(perintah-perintah-Nya),
وَلَا
تَكُونُوا۟
كَٱلَّذِينَ
قَالُوا۟
سَمِعْنَا
وَهُمْ
لَا
يَسْمَعُونَ
21
walaā
takuwnuwā
kaalladziyna
qaāluwā
sami‘naā
wahum
laā
yasma‘uwna
dan
janganlah
kamu
menjadi
sebagai
orang-orang
(munafik)
yang
berkata,
"Kami
mendengarkan[603],
padahal
mereka
tidak
mendengarkan.
۞
إِنَّ
شَرَّ
ٱلدَّوَآبِّ
عِندَ
ٱللَّهِ
ٱلصُّمُّ
ٱلْبُكْمُ
ٱلَّذِينَ
لَا
يَعْقِلُونَ
22
iinna
syarra
alddawaābbi
‘inda
alllahi
alṣṣummu
albukmu
alladziyna
laā
ya‘qiluwna
Sesungguhnya
binatang
(makhluk)
yang
seburuk-buruknya
pada
sisi
Allah
ialah
orang-orang
yang
pekak
dan
bisu[604]
yang
tidak
mengerti
apa-apa
pun.
وَلَوْ
عَلِمَ
ٱللَّهُ
فِيهِمْ
خَيْرًا
لَّأَسْمَعَهُمْ
ۖ
وَلَوْ
أَسْمَعَهُمْ
لَتَوَلَّوا۟
وَّهُم
مُّعْرِضُونَ
23
walaw
‘alima
alllahu
fiyhim
khayranā
llaaasma‘ahum
walaw
aasma‘ahum
latawallawā
wwahum
mmu‘riḍuwna
Kalau
kiranya
Allah
mengetahui
kebaikan
ada
pada
mereka,
tentulah
Allah
menjadikan
mereka
dapat
mendengar.
Dan
jikalau
Allah
menjadikan
mereka
dapat
mendengar,
niscaya
mereka
pasti
berpaling
juga,
sedang
mereka
memalingkan
diri
(dari
apa
yang
mereka
dengar
itu).
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ٱسْتَجِيبُوا۟
لِلَّهِ
وَلِلرَّسُولِ
إِذَا
دَعَاكُمْ
لِمَا
يُحْيِيكُمْ
ۖ
وَٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّ
ٱللَّهَ
يَحُولُ
بَيْنَ
ٱلْمَرْءِ
وَقَلْبِهِۦ
وَأَنَّهُۥٓ
إِلَيْهِ
تُحْشَرُونَ
24
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
astajiybuwā
lillahi
walilrrasuwli
iidzaā
da‘aākum
limaā
yuḥyiykum
waa‘lamuwā
aanna
alllaha
yaḥuwlu
bayna
almar'i
waqalbihiī
waaannahuū
iilayhi
tuḥsyaruwna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
penuhilah
seruan
Allah
dan
seruan
rasul
apabilacrasul
menyeru
kamu
kepada
suatu
yang
memberi
kehidupan
kepada
kamu[605],
dan
ketahuilah
bahwa
sesungguhnya
Allah
membatasi
antara
manusia
dan
hatinya[606]
dan
sesungguhnya
kepada-Nya-lah
kamu
akan
dikumpulkan.
وَٱتَّقُوا۟
فِتْنَةً
لَّا
تُصِيبَنَّ
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟
مِنكُمْ
خَآصَّةً
ۖ
وَٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّ
ٱللَّهَ
شَدِيدُ
ٱلْعِقَابِ
25
waattaquwā
fitnahan
llaā
tuṣiybanna
alladziyna
ẓalamuwā
minkum
khaāṣṣahan
waa‘lamuwā
aanna
alllaha
syadiydu
al‘iqaābi
Dan
peliharalah
dirimu
dari
siksaan
yang
tidak
khusus
menimpa
orang-orang
yang
zalim
saja
di
antara
kamu.
Dan
ketahuilah
bahwa
Allah
amat
keras
siksaan-Nya.
وَٱذْكُرُوٓا۟
إِذْ
أَنتُمْ
قَلِيلٌ
مُّسْتَضْعَفُونَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
تَخَافُونَ
أَن
يَتَخَطَّفَكُمُ
ٱلنَّاسُ
فَـَٔاوَىٰكُمْ
وَأَيَّدَكُم
بِنَصْرِهِۦ
وَرَزَقَكُم
مِّنَ
ٱلطَّيِّبَـٰتِ
لَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
26
waadzkuruwā
iidz
aantum
qaliylun
mmustaḍ‘afuwna
fiā
alaarḍi
takhaāfuwna
aan
yatakhaṭṭafakumu
alnnaāsu
faaāwaāākum
waaayyadakum
binaṣrihiī
warazaqakum
mmina
alṭṭayyibaāti
la‘allakum
tasykuruwna
Dan
ingatlah
(hai
para
muhajirin)
ketika
kamu
masih
berjumlah
sedikit
lagi
tertindas
di
muka
bumi
(Mekah),
kamu
takut
orang-orang
(Mekah)
akan
menculik
kamu,
maka
Allah
memberi
kamu
tempat
menetap
(Madinah)
dan
dijadikan-Nya
kamu
kuat
dengan
pertolongan-Nya
dan
diberi-Nya
kamu
rezeki
dari
yang
baik-baik
agar
kamu
bersyukur.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَا
تَخُونُوا۟
ٱللَّهَ
وَٱلرَّسُولَ
وَتَخُونُوٓا۟
أَمَـٰنَـٰتِكُمْ
وَأَنتُمْ
تَعْلَمُونَ
27
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
laā
takhuwnuwā
alllaha
waalrrasuwla
watakhuwnuwā
aamaānaātikum
waaantum
ta‘lamuwna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
janganlah
kamu
mengkhianati
Allah
dan
Rasul
(Muhammad),
dan
(juga)
janganlah
kamu
mengkhianati
amanat-amanat
yang
dipercayakan
kepadamu,
sedang
kamu
mengetahui.
وَٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّمَآ
أَمْوَٰلُكُمْ
وَأَوْلَـٰدُكُمْ
فِتْنَةٌ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
عِندَهُۥٓ
أَجْرٌ
عَظِيمٌ
28
waa‘lamuwā
aannamaā
aamwaālukum
waaawlaādukum
fitnahun
waaanna
alllaha
‘indahuū
aajrun
‘aẓiymun
Dan
ketahuilah
bahwa
hartamu
dan
anak-anakmu
itu
hanyalah
sebagai
cobaan
dan
sesungguhnya
di
sisi
Allah-lah
pahala
yang
besar.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِن
تَتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
يَجْعَل
لَّكُمْ
فُرْقَانًا
وَيُكَفِّرْ
عَنكُمْ
سَيِّـَٔاتِكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
ذُو
ٱلْفَضْلِ
ٱلْعَظِيمِ
29
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
iin
tattaquwā
alllaha
yaj‘al
llakum
furqaānanā
wayukaffir
‘ankum
sayyiaātikum
wayaghfir
lakum
waalllahu
dzuw
alfaḍli
al‘aẓiymi
Hai
orang-orang
beriman,
jika
kamu
bertakwa
kepada
Allah,
niscaya
Dia
akan
memberikan
kepadamu
Furqān[607].
Dan
menghapuskan
segala
kesalahan-kesalahanmu,
dan
mengampuni
(dosa-dosa)mu.
Dan
Allah
mempunyai
karunia
yang
besar.
وَإِذْ
يَمْكُرُ
بِكَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
لِيُثْبِتُوكَ
أَوْ
يَقْتُلُوكَ
أَوْ
يُخْرِجُوكَ
ۚ
وَيَمْكُرُونَ
وَيَمْكُرُ
ٱللَّهُ
ۖ
وَٱللَّهُ
خَيْرُ
ٱلْمَـٰكِرِينَ
30
waiidz
yamkuru
bika
alladziyna
kafaruwā
liyutsbituwka
aaw
yaqtuluwka
aaw
yukhrijuwka
wayamkuruwna
wayamkuru
alllahu
waalllahu
khayru
almaākiriyna
Dan
(ingatlah),
ketika
orang-orang
kafir
(Quraisy)
memikirkan
daya
upaya
terhadapmu
untuk
menangkap
dan
memenjarakanmu,
atau
membunuhmu,
atau
mengusirmu.
Mereka
memikirkan
tipu
daya
dan
Allah
menggagalkan
tipu
daya
itu.
Dan
Allah
sebaik-baik
Pembalas
tipu
daya.
وَإِذَا
تُتْلَىٰ
عَلَيْهِمْ
ءَايَـٰتُنَا
قَالُوا۟
قَدْ
سَمِعْنَا
لَوْ
نَشَآءُ
لَقُلْنَا
مِثْلَ
هَـٰذَآ
ۙ
إِنْ
هَـٰذَآ
إِلَّآ
أَسَـٰطِيرُ
ٱلْأَوَّلِينَ
31
waiidzaā
tutlaāā
‘alayhim
'aāyaātunaā
qaāluwā
qad
sami‘naā
law
nasyaā'u
laqulnaā
mitsla
haādzaā
iin
haādzaā
iillaā
aasaāṭiyru
alaawwaliyna
Dan
apabila
dibacakan
kepada
mereka
ayat-ayat
Kami,
mereka
berkata,
"Sesungguhnya
kami
telah
mendengar
(ayat-ayat
yang
seperti
ini),
kalau
kami
menhendaki
niscaya
kami
dapat
membacakan
yang
seperti
ini,
(Al-Qur`ān)
ini
tidak
lain
hanyalah
dongengan-dongengan
orang-orang
purbakala".
وَإِذْ
قَالُوا۟
ٱللَّهُمَّ
إِن
كَانَ
هَـٰذَا
هُوَ
ٱلْحَقَّ
مِنْ
عِندِكَ
فَأَمْطِرْ
عَلَيْنَا
حِجَارَةً
مِّنَ
ٱلسَّمَآءِ
أَوِ
ٱئْتِنَا
بِعَذَابٍ
أَلِيمٍ
32
waiidz
qaāluwā
alllahumma
iin
kaāna
haādzaā
huwa
alḥaqqa
min
‘indika
faaamṭir
‘alaynaā
ḥijaārahan
mmina
alssamaā'i
aawi
ai'tinaā
bi‘adzaābin
aaliymin
Dan
(ingatlah),
ketika
mereka
(orang-orang
musyrik)
berkata,
"Ya
Allah,
jika
betul
(Al-Qur`ān)
ini,
dialah
yang
benar
dari
sisi
Engkau,
maka
hujanilah
kami
dengan
batu
dari
langit,
atau
datangkanlah
kepada
kami
azab
yang
pedih".
وَمَا
كَانَ
ٱللَّهُ
لِيُعَذِّبَهُمْ
وَأَنتَ
فِيهِمْ
ۚ
وَمَا
كَانَ
ٱللَّهُ
مُعَذِّبَهُمْ
وَهُمْ
يَسْتَغْفِرُونَ
33
wamaā
kaāna
alllahu
liyu‘adzdzibahum
waaanta
fiyhim
wamaā
kaāna
alllahu
mu‘adzdzibahum
wahum
yastaghfiruwna
Dan
Allah
sekali-kali
tidak
akan
mengazab
mereka,
sedang
kamu
berada
di
antara
mereka.
Dan
tidaklah
(pula)
Allah
akan
mengazab
mereka,
sedang
mereka
meminta
ampun[608].
وَمَا
لَهُمْ
أَلَّا
يُعَذِّبَهُمُ
ٱللَّهُ
وَهُمْ
يَصُدُّونَ
عَنِ
ٱلْمَسْجِدِ
ٱلْحَرَامِ
وَمَا
كَانُوٓا۟
أَوْلِيَآءَهُۥٓ
ۚ
إِنْ
أَوْلِيَآؤُهُۥٓ
إِلَّا
ٱلْمُتَّقُونَ
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَهُمْ
لَا
يَعْلَمُونَ
34
wamaā
lahum
aallaā
yu‘adzdzibahumu
alllahu
wahum
yaṣudduwna
‘ani
almasjidi
alḥaraāmi
wamaā
kaānuwā
aawliyaā'ahuū
iin
aawliyaāu'uhuū
iillaā
almuttaquwna
walaākinna
aaktsarahum
laā
ya‘lamuwna
Kenapa
Allah
tidak
mengazab
mereka
padahal
mereka
menghalangi
orang
untuk
(mendatangi)
Masjidil
Haram,
dan
mereka
bukanlah
orang-orang
yang
berhak
menguasainya?
Orang-orang
yang
berhak
menguasai(nya)
hanyalah
orang-orang
yang
bertakwa,
tetapi
kebanyakan
mereka
tidak
mengetahui.
وَمَا
كَانَ
صَلَاتُهُمْ
عِندَ
ٱلْبَيْتِ
إِلَّا
مُكَآءً
وَتَصْدِيَةً
ۚ
فَذُوقُوا۟
ٱلْعَذَابَ
بِمَا
كُنتُمْ
تَكْفُرُونَ
35
wamaā
kaāna
ṣalaātuhum
‘inda
albayti
iillaā
mukaā'an
wataṣdiyahan
fadzuwquwā
al‘adzaāba
bimaā
kuntum
takfuruwna
Salat
mereka
di
sekitar
Baitullah
itu,
lain
tidak
hanyalah
siulan
dan
tepukan
tangan.
Maka
rasakanlah
azab
disebabkan
kekafiranmu
itu.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
يُنفِقُونَ
أَمْوَٰلَهُمْ
لِيَصُدُّوا۟
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
ۚ
فَسَيُنفِقُونَهَا
ثُمَّ
تَكُونُ
عَلَيْهِمْ
حَسْرَةً
ثُمَّ
يُغْلَبُونَ
ۗ
وَٱلَّذِينَ
كَفَرُوٓا۟
إِلَىٰ
جَهَنَّمَ
يُحْشَرُونَ
36
iinna
alladziyna
kafaruwā
yunfiquwna
aamwaālahum
liyaṣudduwā
‘an
sabiyli
alllahi
fasayunfiquwnahaā
tsumma
takuwnu
‘alayhim
ḥasrahan
tsumma
yughlabuwna
waalladziyna
kafaruwā
iilaāā
jahannama
yuḥsyaruwna
Sesungguhnya
orang-orang
yang
kafir
itu
menafkahkan
harta
mereka
untuk
menghalangi
(orang)
dari
jalan
Allah.
Mereka
akan
menafkahkan
harta
itu,
kemudian
menjadi
sesalan
bagi
mereka,
dan
mereka
akan
dikalahkan.
Dan
ke
dalam
neraka
Jahanamlah
orang-orang
yang
kafir
itu
dikumpulkan,
لِيَمِيزَ
ٱللَّهُ
ٱلْخَبِيثَ
مِنَ
ٱلطَّيِّبِ
وَيَجْعَلَ
ٱلْخَبِيثَ
بَعْضَهُۥ
عَلَىٰ
بَعْضٍ
فَيَرْكُمَهُۥ
جَمِيعًا
فَيَجْعَلَهُۥ
فِى
جَهَنَّمَ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْخَـٰسِرُونَ
37
liyamiyza
alllahu
alkhabiytsa
mina
alṭṭayyibi
wayaj‘ala
alkhabiytsa
ba‘ḍahuū
‘alaāā
ba‘ḍin
fayarkumahuū
jamiy‘anā
fayaj‘alahuū
fiā
jahannama
auwlaāi'ika
humu
alkhaāsiruwna
supaya
Allah
memisahkan
(golongan)
yang
buruk
dari
yang
baik
dan
menjadikan
(golongan)
yang
buruk
itu
sebagiannya
di
atas
sebagian
yang
lain,
lalu
kesemuanya
ditumpukkan-Nya,
dan
dimasukkan-Nya
ke
dalam
neraka
Jahanam.
Mereka
itulah
orang-orang
yang
merugi.
قُل
لِّلَّذِينَ
كَفَرُوٓا۟
إِن
يَنتَهُوا۟
يُغْفَرْ
لَهُم
مَّا
قَدْ
سَلَفَ
وَإِن
يَعُودُوا۟
فَقَدْ
مَضَتْ
سُنَّتُ
ٱلْأَوَّلِينَ
38
qul
llilladziyna
kafaruwā
iin
yantahuwā
yughfar
lahum
mmaā
qad
salafa
waiin
ya‘uwduwā
faqad
maḍat
sunnatu
alaawwaliyna
Katakanlah
kepada
orang-orang
yang
kafir
itu[609],
"Jika
mereka
berhenti
(dari
kekafirannya),
niscaya
Allah
akan
mengampuni
mereka
tentang
dosa-dosa
mereka
yang
sudah
lalu;
dan
jika
mereka
kembali
lagi[610],
sesungguhnya
akan
berlaku
(kepada
mereka)
sunah
(Allah
terhadap)
orang-orang
dahulu".
وَقَـٰتِلُوهُمْ
حَتَّىٰ
لَا
تَكُونَ
فِتْنَةٌ
وَيَكُونَ
ٱلدِّينُ
كُلُّهُۥ
لِلَّهِ
ۚ
فَإِنِ
ٱنتَهَوْا۟
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
بِمَا
يَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
39
waqaātiluwhum
ḥattaāā
laā
takuwna
fitnahun
wayakuwna
alddiynu
kulluhuū
lillahi
faiini
antahawā
faiinna
alllaha
bimaā
ya‘maluwna
baṣiyrun
Dan
perangilah
mereka
supaya
jangan
ada
fitnah[611]
dan
supaya
agama
itu
semata-mata
untuk
Allah[612].
Jika
mereka
berhenti
(dari
kekafiran),
maka
sesungguhnya
Allah
Maha
Melihat
apa
yang
mereka
kerjakan.
وَإِن
تَوَلَّوْا۟
فَٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّ
ٱللَّهَ
مَوْلَىٰكُمْ
ۚ
نِعْمَ
ٱلْمَوْلَىٰ
وَنِعْمَ
ٱلنَّصِيرُ
40
waiin
tawallawā
faa‘lamuwā
aanna
alllaha
mawlaāākum
ni‘ma
almawlaāā
wani‘ma
alnnaṣiyru
Dan
jika
mereka
berpaling,
maka
ketahuilah
bahwasanya
Allah
Pelindungmu.
Dia
adalah
sebaik-baik
Pelindung
dan
sebaik-baik
penolong.
۞
وَٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّمَا
غَنِمْتُم
مِّن
شَىْءٍ
فَأَنَّ
لِلَّهِ
خُمُسَهُۥ
وَلِلرَّسُولِ
وَلِذِى
ٱلْقُرْبَىٰ
وَٱلْيَتَـٰمَىٰ
وَٱلْمَسَـٰكِينِ
وَٱبْنِ
ٱلسَّبِيلِ
إِن
كُنتُمْ
ءَامَنتُم
بِٱللَّهِ
وَمَآ
أَنزَلْنَا
عَلَىٰ
عَبْدِنَا
يَوْمَ
ٱلْفُرْقَانِ
يَوْمَ
ٱلْتَقَى
ٱلْجَمْعَانِ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
41
waa‘lamuwā
aannamaā
ghanimtum
mmin
syaā'in
faaanna
lillahi
khumusahuū
walilrrasuwli
walidziā
alqurbaāā
waalyataāmaāā
waalmasaākiyni
waabni
alssabiyli
iin
kuntum
'aāmantum
bialllahi
wamaā
aanzalnaā
‘alaāā
‘abdinaā
yawma
alfurqaāni
yawma
altaqaā
aljam‘aāni
waalllahu
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Ketahuilah,
sesungguhnya
apa
saja
yang
dapat
kamu
peroleh
sebagai
rampasan
perang[613],
maka
sesungguhnya
seperlima
untuk
Allah,
rasul,
kerabat
rasul,
anak-anak
yatim,
orang-orang
miskin
dan
ibnus
sabīl[614],
jika
kamu
beriman
kepada
Allah
dan
kepada
apa[615]
yang
kami
turunkan
kepada
hamba
Kami
(Muhammad)
di
hari
Furqān[616],
yaitu
di
hari
bertemunya
dua
pasukan.
Dan
Allah
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
إِذْ
أَنتُم
بِٱلْعُدْوَةِ
ٱلدُّنْيَا
وَهُم
بِٱلْعُدْوَةِ
ٱلْقُصْوَىٰ
وَٱلرَّكْبُ
أَسْفَلَ
مِنكُمْ
ۚ
وَلَوْ
تَوَاعَدتُّمْ
لَٱخْتَلَفْتُمْ
فِى
ٱلْمِيعَـٰدِ
ۙ
وَلَـٰكِن
لِّيَقْضِىَ
ٱللَّهُ
أَمْرًا
كَانَ
مَفْعُولًا
لِّيَهْلِكَ
مَنْ
هَلَكَ
عَنۢ
بَيِّنَةٍ
وَيَحْيَىٰ
مَنْ
حَىَّ
عَنۢ
بَيِّنَةٍ
ۗ
وَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَسَمِيعٌ
عَلِيمٌ
42
iidz
aantum
bial‘udwahi
alddunyaā
wahum
bial‘udwahi
alquṣwaāā
waalrrakbu
aasfala
minkum
walaw
tawaā‘adttum
laakhtalaftum
fiā
almiy‘aādi
walaākin
lliyaqḍiāa
alllahu
aamranā
kaāna
maf‘uwlanā
lliyahlika
man
halaka
‘an
bayyinahin
wayaḥyaāā
man
ḥaāāa
‘an
bayyinahin
waiinna
alllaha
lasamiy‘un
‘aliymun
(Yaitu
di
hari)
ketika
kamu
berada
di
pinggir
lembah
yang
dekat
dan
mereka
berada
di
pinggir
lembah
yang
jauh,
sedang
kafilah
itu
berada
di
bawah
kamu[617].
Sekiranya
kamu
mengadakan
persetujuan
(untuk
menentukan
hari
pertempuran),
pastilah
kamu
tidak
sependapat
dalam
menentukan
hari
pertempuran
itu,
akan
tetapi
(Allah
mempertemukan
dua
pasukan
itu)
agar
Dia
melakukan
suatu
urusan
yang
mesti
dilaksanakan[618],
yaitu
agar
orang
yang
binasa
itu
binasanya
dengan
keterangan
yang
nyata
dan
agar
orang
yang
hidup
itu
hidupnya
dengan
keterangan
yang
nyata
(pula)[619].
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Mengetahui,
إِذْ
يُرِيكَهُمُ
ٱللَّهُ
فِى
مَنَامِكَ
قَلِيلًا
ۖ
وَلَوْ
أَرَىٰكَهُمْ
كَثِيرًا
لَّفَشِلْتُمْ
وَلَتَنَـٰزَعْتُمْ
فِى
ٱلْأَمْرِ
وَلَـٰكِنَّ
ٱللَّهَ
سَلَّمَ
ۗ
إِنَّهُۥ
عَلِيمٌۢ
بِذَاتِ
ٱلصُّدُورِ
43
iidz
yuriykahumu
alllahu
fiā
manaāmika
qaliylanā
walaw
aaraāākahum
katsiyranā
llafasyiltum
walatanaāza‘tum
fiā
alaamri
walaākinna
alllaha
sallama
iinnahuū
‘aliymun
bidzaāti
alṣṣuduwri
(yaitu)
ketika
Allah
menampakkan
mereka
kepadamu
di
dalam
mimpimu
(berjumlah)
sedikit.
Dan
sekiranya
Allah
memperlihatkan
mereka
kepada
kamu
(berjumlah)
banyak
tentu
saja
kamu
menjadi
gentar
dan
tentu
saja
kamu
akan
berbantah-bantahan
dalam
urusan
itu,
akan
tetapi
Allah
telah
menyelamatkan
kamu.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
segala
isi
hati.
وَإِذْ
يُرِيكُمُوهُمْ
إِذِ
ٱلْتَقَيْتُمْ
فِىٓ
أَعْيُنِكُمْ
قَلِيلًا
وَيُقَلِّلُكُمْ
فِىٓ
أَعْيُنِهِمْ
لِيَقْضِىَ
ٱللَّهُ
أَمْرًا
كَانَ
مَفْعُولًا
ۗ
وَإِلَى
ٱللَّهِ
تُرْجَعُ
ٱلْأُمُورُ
44
waiidz
yuriykumuwhum
iidzi
altaqaytum
fiā
aa‘yunikum
qaliylanā
wayuqallilukum
fiā
aa‘yunihim
liyaqḍiāa
alllahu
aamranā
kaāna
maf‘uwlanā
waiilaā
alllahi
turja‘u
alaumuwru
Dan
ketika
Allah
menampakkan
mereka
kepada
kamu
sekalian,
ketika
kamu
berjumpa
dengan
mereka
berjumlah
sedikit
pada
penglihatan
matamu
dan
kamu
ditampakkan-Nya
berjumlah
sedikit
pada
penglihatan
mata
mereka,
karena
Allah
hendak
melakukan
suatu
urusan
yang
mesti
dilaksanakan.
Dan
hanyalah
kepada
Allah-lah
dikembalikan
segala
urusan.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِذَا
لَقِيتُمْ
فِئَةً
فَٱثْبُتُوا۟
وَٱذْكُرُوا۟
ٱللَّهَ
كَثِيرًا
لَّعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ
45
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
iidzaā
laqiytum
fii'ahan
faatsbutuwā
waadzkuruwā
alllaha
katsiyranā
lla‘allakum
tufliḥuwna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
apabila
kamu
memerangi
pasukan
(musuh),
maka
berteguh
hatilah
kamu
dan
sebutlah
(nama)
Allah
sebanyak-banyaknya[620]
agar
kamu
beruntung.
وَأَطِيعُوا۟
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
وَلَا
تَنَـٰزَعُوا۟
فَتَفْشَلُوا۟
وَتَذْهَبَ
رِيحُكُمْ
ۖ
وَٱصْبِرُوٓا۟
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
مَعَ
ٱلصَّـٰبِرِينَ
46
waaaṭiy‘uwā
alllaha
warasuwlahuū
walaā
tanaāza‘uwā
fatafsyaluwā
watadzhaba
riyḥukum
waaṣbiruwā
iinna
alllaha
ma‘a
alṣṣaābiriyna
Dan
taatlah
kepada
Allah
dan
rasul-Nya
dan
janganlah
kamu
berbantah-bantahan,
yang
menyebabkan
kamu
menjadi
gentar
dan
hilang
kekuatanmu
dan
bersabarlah.
Sesungguhnya
Allah
beserta
orang-orang
yang
sabar.
وَلَا
تَكُونُوا۟
كَٱلَّذِينَ
خَرَجُوا۟
مِن
دِيَـٰرِهِم
بَطَرًا
وَرِئَآءَ
ٱلنَّاسِ
وَيَصُدُّونَ
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
ۚ
وَٱللَّهُ
بِمَا
يَعْمَلُونَ
مُحِيطٌ
47
walaā
takuwnuwā
kaalladziyna
kharajuwā
min
diyaārihim
baṭaranā
warii'aā'a
alnnaāsi
wayaṣudduwna
‘an
sabiyli
alllahi
waalllahu
bimaā
ya‘maluwna
muḥiyṭun
Dan
janganlah
kamu
menjadi
seperti
orang-orang
yang
keluar
dari
kampungnya
dengan
rasa
angkuh
dan
dengan
maksud
ria
kepada
manusia
serta
menghalangi
(orang)
dari
jalan
Allah.
Dan
(ilmu)
Allah
meliputi
apa
yang
mereka
kerjakan.
وَإِذْ
زَيَّنَ
لَهُمُ
ٱلشَّيْطَـٰنُ
أَعْمَـٰلَهُمْ
وَقَالَ
لَا
غَالِبَ
لَكُمُ
ٱلْيَوْمَ
مِنَ
ٱلنَّاسِ
وَإِنِّى
جَارٌ
لَّكُمْ
ۖ
فَلَمَّا
تَرَآءَتِ
ٱلْفِئَتَانِ
نَكَصَ
عَلَىٰ
عَقِبَيْهِ
وَقَالَ
إِنِّى
بَرِىٓءٌ
مِّنكُمْ
إِنِّىٓ
أَرَىٰ
مَا
لَا
تَرَوْنَ
إِنِّىٓ
أَخَافُ
ٱللَّهَ
ۚ
وَٱللَّهُ
شَدِيدُ
ٱلْعِقَابِ
48
waiidz
zayyana
lahumu
alsysyayṭaānu
aa‘maālahum
waqaāla
laā
ghaāliba
lakumu
alyawma
mina
alnnaāsi
waiinniā
jaārun
llakum
falammaā
taraā'ati
alfii'ataāni
nakaṣa
‘alaāā
‘aqibayhi
waqaāla
iinniā
bariā'un
mminkum
iinniā
aaraāā
maā
laā
tarawna
iinniā
aakhaāfu
alllaha
waalllahu
syadiydu
al‘iqaābi
Dan
ketika
setan
menjadikan
mereka
memandang
baik
pekerjaan
mereka
dan
mengatakan,
"Tidak
ada
seorang
manusia
pun
yang
dapat
menang
terhadap
kamu
pada
hari
ini,
dan
sesungguhnya
saya
ini
adalah
pelindungmu".
Maka
tatkala
kedua
pasukan
itu
telah
dapat
saling
lihat
melihat
(berhadapan),
setan
itu
balik
ke
belakang
seraya
berkata,
"Sesungguhnya
saya
berlepas
diri
dari
kamu;
sesungguhnya
saya
dapat
melihat
apa
yang
kamu
sekalian
tidak
dapat
melihat;
sesungguhnya
saya
takut
kepada
Allah".
Dan
Allah
sangat
keras
siksa-Nya.
إِذْ
يَقُولُ
ٱلْمُنَـٰفِقُونَ
وَٱلَّذِينَ
فِى
قُلُوبِهِم
مَّرَضٌ
غَرَّ
هَـٰٓؤُلَآءِ
دِينُهُمْ
ۗ
وَمَن
يَتَوَكَّلْ
عَلَى
ٱللَّهِ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌ
49
iidz
yaquwlu
almunaāfiquwna
waalladziyna
fiā
quluwbihim
mmaraḍun
gharra
haāu'ulaā'i
diynuhum
waman
yatawakkal
‘alaā
alllahi
faiinna
alllaha
‘aziyzun
ḥakiymun
(Ingatlah),
ketika
orang-orang
munafik
dan
orang-orang
yang
ada
penyakit
di
dalam
hatinya
berkata,
"Mereka
itu
(orang-orang
mukmin)
ditipu
oleh
agamanya".
(Allah
berfirman),
"Barang
siapa
yang
bertawakal
kepada
Allah,
maka
sesungguhnya
Allah
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana".
وَلَوْ
تَرَىٰٓ
إِذْ
يَتَوَفَّى
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
ۙ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
يَضْرِبُونَ
وُجُوهَهُمْ
وَأَدْبَـٰرَهُمْ
وَذُوقُوا۟
عَذَابَ
ٱلْحَرِيقِ
50
walaw
taraāā
iidz
yatawaffaā
alladziyna
kafaruwā
almalaāi'ikahu
yaḍribuwna
wujuwhahum
waaadbaārahum
wadzuwquwā
‘adzaāba
alḥariyqi
Kalau
kamu
melihat
ketika
para
malaikat
mencabut
jiwa
orang-orang
yang
kafir
seraya
memukul
muka
dan
belakang
mereka
(dan
berkata),
"Rasakanlah
olehmu
siksa
neraka
yang
membakar",
(tentulah
kamu
akan
merasa
ngeri).
ذَٰلِكَ
بِمَا
قَدَّمَتْ
أَيْدِيكُمْ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
لَيْسَ
بِظَلَّـٰمٍ
لِّلْعَبِيدِ
51
dzaālika
bimaā
qaddamat
aaydiykum
waaanna
alllaha
laysa
biẓallaāmin
llil‘abiydi
Demikian
itu
disebabkan
oleh
perbuatan
tanganmu
sendiri.
Sesungguhnya
Allah
sekali-kali
tidak
menganiaya
hamba-Nya,
كَدَأْبِ
ءَالِ
فِرْعَوْنَ
ۙ
وَٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
ۚ
كَفَرُوا۟
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
فَأَخَذَهُمُ
ٱللَّهُ
بِذُنُوبِهِمْ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
قَوِىٌّ
شَدِيدُ
ٱلْعِقَابِ
52
kadaabi
'aāli
fir‘awna
waalladziyna
min
qablihim
kafaruwā
biaāyaāti
alllahi
faaakhadzahumu
alllahu
bidzunuwbihim
iinna
alllaha
qawiāāun
syadiydu
al‘iqaābi
(keadaan
mereka)
serupa
dengan
keadaan
Firʻawn
dan
pengikut-pengikutnya
serta
orang-orang
yang
sebelumnya.
Mereka
mengingkari
ayat-ayat
Allah,
maka
Allah
menyiksa
mereka
disebabkan
dosa-dosanya.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Kuat
lagi
amat
keras
siksaan-Nya.
ذَٰلِكَ
بِأَنَّ
ٱللَّهَ
لَمْ
يَكُ
مُغَيِّرًا
نِّعْمَةً
أَنْعَمَهَا
عَلَىٰ
قَوْمٍ
حَتَّىٰ
يُغَيِّرُوا۟
مَا
بِأَنفُسِهِمْ
ۙ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
سَمِيعٌ
عَلِيمٌ
53
dzaālika
biaanna
alllaha
lam
yaku
mughayyiranā
nni‘mahan
aan‘amahaā
‘alaāā
qawmin
ḥattaāā
yughayyiruwā
maā
biaanfusihim
waaanna
alllaha
samiy‘un
‘aliymun
Yang
demikian
(siksaan)
itu
adalah
karena
sesungguhnya
Allah
sekali-kali
tidak
akan
merubah
sesuatu
nikmat
yang
telah
dianugerahkan-Nya
kepada
suatu
kaum[621],
hingga
kaum
itu
merubah
apa-apa
yang
ada
pada
diri
mereka
sendiri,
dan
sesungguhnya
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Mengetahui,
كَدَأْبِ
ءَالِ
فِرْعَوْنَ
ۙ
وَٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
ۚ
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِ
رَبِّهِمْ
فَأَهْلَكْنَـٰهُم
بِذُنُوبِهِمْ
وَأَغْرَقْنَآ
ءَالَ
فِرْعَوْنَ
ۚ
وَكُلٌّ
كَانُوا۟
ظَـٰلِمِينَ
54
kadaabi
'aāli
fir‘awna
waalladziyna
min
qablihim
kadzdzabuwā
biaāyaāti
rabbihim
faaahlaknaāhum
bidzunuwbihim
waaaghraqnaā
'aāla
fir‘awna
wakullun
kaānuwā
ẓaālimiyna
(keadaan
mereka)
serupa
dengan
keadaan
Firʻawn
dan
pengikut-pengikutnya
serta
orang-orang
yang
sebelumnya.
Mereka
mendustakan
ayat-ayat
Tuhan-nya
maka
Kami
membinasakan
mereka
disebabkan
dosa-dosanya
dan
Kami
tenggelamkan
Firʻawn
dan
pengikut-pengikutnya;
dan
kesemuanya
adalah
orang-orang
yang
zalim.
إِنَّ
شَرَّ
ٱلدَّوَآبِّ
عِندَ
ٱللَّهِ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
فَهُمْ
لَا
يُؤْمِنُونَ
55
iinna
syarra
alddawaābbi
‘inda
alllahi
alladziyna
kafaruwā
fahum
laā
yuu'minuwna
Sesungguhnya
binatang
(makhluk)
yang
paling
buruk
di
sisi
Allah
ialah
orang-orang
yang
kafir,
karena
mereka
itu
tidak
beriman.
ٱلَّذِينَ
عَـٰهَدتَّ
مِنْهُمْ
ثُمَّ
يَنقُضُونَ
عَهْدَهُمْ
فِى
كُلِّ
مَرَّةٍ
وَهُمْ
لَا
يَتَّقُونَ
56
alladziyna
‘aāhadtta
minhum
tsumma
yanquḍuwna
‘ahdahum
fiā
kulli
marrahin
wahum
laā
yattaquwna
(Yaitu)
orang-orang
yang
kamu
telah
mengambil
perjanjian
dari
mereka,
sesudah
itu
mereka
mengkhianati
janjinya
pada
setiap
kalinya,
dan
mereka
tidak
takut
(akibat-akibatnya).
فَإِمَّا
تَثْقَفَنَّهُمْ
فِى
ٱلْحَرْبِ
فَشَرِّدْ
بِهِم
مَّنْ
خَلْفَهُمْ
لَعَلَّهُمْ
يَذَّكَّرُونَ
57
faiimmaā
tatsqafannahum
fiā
alḥarbi
fasyarrid
bihim
mman
khalfahum
la‘allahum
yadzdzakkaruwna
Jika
kamu
menemui
mereka
dalam
peperangan,
maka
cerai-beraikanlah
orang-orang
yang
di
belakang
mereka
dengan
(menumpas)
mereka,
supaya
mereka
mengambil
pelajaran.
وَإِمَّا
تَخَافَنَّ
مِن
قَوْمٍ
خِيَانَةً
فَٱنۢبِذْ
إِلَيْهِمْ
عَلَىٰ
سَوَآءٍ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يُحِبُّ
ٱلْخَآئِنِينَ
58
waiimmaā
takhaāfanna
min
qawmin
khiyaānahan
faanbidz
iilayhim
‘alaāā
sawaā'in
iinna
alllaha
laā
yuḥibbu
alkhaāi'iniyna
Dan
jika
kamu
khawatir
akan
(terjadinya)
pengkhianatan
dari
suatu
golongan,
maka
kembalikanlah
perjanjian
itu
kepada
mereka
dengan
cara
yang
jujur.
Sesungguhnya
Allah
tidak
menyukai
orang-orang
yang
berkhianat.
وَلَا
يَحْسَبَنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
سَبَقُوٓا۟
ۚ
إِنَّهُمْ
لَا
يُعْجِزُونَ
59
walaā
yaḥsabanna
alladziyna
kafaruwā
sabaquwā
iinnahum
laā
yu‘jizuwna
Dan
janganlah
orang-orang
yang
kafir
itu
mengira
bahwa
mereka
akan
dapat
lolos
(dari
kekuasaan
Allah).
Sesungguhnya
mereka
tidak
dapat
melemahkan
(Allah).
وَأَعِدُّوا۟
لَهُم
مَّا
ٱسْتَطَعْتُم
مِّن
قُوَّةٍ
وَمِن
رِّبَاطِ
ٱلْخَيْلِ
تُرْهِبُونَ
بِهِۦ
عَدُوَّ
ٱللَّهِ
وَعَدُوَّكُمْ
وَءَاخَرِينَ
مِن
دُونِهِمْ
لَا
تَعْلَمُونَهُمُ
ٱللَّهُ
يَعْلَمُهُمْ
ۚ
وَمَا
تُنفِقُوا۟
مِن
شَىْءٍ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
يُوَفَّ
إِلَيْكُمْ
وَأَنتُمْ
لَا
تُظْلَمُونَ
60
waaa‘idduwā
lahum
mmaā
astaṭa‘tum
mmin
quwwahin
wamin
rribaāṭi
alkhayli
turhibuwna
bihiī
‘aduwwa
alllahi
wa‘aduwwakum
wa'aākhariyna
min
duwnihim
laā
ta‘lamuwnahumu
alllahu
ya‘lamuhum
wamaā
tunfiquwā
min
syaā'in
fiā
sabiyli
alllahi
yuwaffa
iilaykum
waaantum
laā
tuẓlamuwna
Dan
siapkanlah
untuk
menghadapi
mereka
kekuatan
apa
saja
yang
kamu
sanggupi
dan
dari
kuda-kuda
yang
ditambat
untuk
berperang
(yang
dengan
persiapan
itu)
kamu
menggentarkan
musuh
Allah,
musuhmu,
dan
orang
orang
selain
mereka
yang
kamu
tidak
mengetahuinya;
sedang
Allah
mengetahuinya.
Apa
saja
yang
kamu
nafkahkan
pada
jalan
Allah,
niscaya
akan
dibalas
dengan
cukup
kepadamu
dan
kamu
tidak
akan
dianiaya
(dirugikan).
۞
وَإِن
جَنَحُوا۟
لِلسَّلْمِ
فَٱجْنَحْ
لَهَا
وَتَوَكَّلْ
عَلَى
ٱللَّهِ
ۚ
إِنَّهُۥ
هُوَ
ٱلسَّمِيعُ
ٱلْعَلِيمُ
61
waiin
janaḥuwā
lilssalmi
faajnaḥ
lahaā
watawakkal
‘alaā
alllahi
iinnahuū
huwa
alssamiy‘u
al‘aliymu
Dan
jika
mereka
condong
kepada
perdamaian,
maka
condonglah
kepadanya
dan
bertawakallah
kepada
Allah.
Sesungguhnya
Dia-lah
Yang
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Mengetahui.
وَإِن
يُرِيدُوٓا۟
أَن
يَخْدَعُوكَ
فَإِنَّ
حَسْبَكَ
ٱللَّهُ
ۚ
هُوَ
ٱلَّذِىٓ
أَيَّدَكَ
بِنَصْرِهِۦ
وَبِٱلْمُؤْمِنِينَ
62
waiin
yuriyduwā
aan
yakhda‘uwka
faiinna
ḥasbaka
alllahu
huwa
alladziā
aayyadaka
binaṣrihiī
wabialmuu'miniyna
Dan
jika
mereka
bermaksud
hendak
menipumu,
maka
sesungguhnya
cukuplah
Allah
(menjadi
pelindungmu).
Dia-lah
yang
memperkuatmu
dengan
pertolongan-Nya
dan
dengan
para
mukmin,
وَأَلَّفَ
بَيْنَ
قُلُوبِهِمْ
ۚ
لَوْ
أَنفَقْتَ
مَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
جَمِيعًا
مَّآ
أَلَّفْتَ
بَيْنَ
قُلُوبِهِمْ
وَلَـٰكِنَّ
ٱللَّهَ
أَلَّفَ
بَيْنَهُمْ
ۚ
إِنَّهُۥ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌ
63
waaallafa
bayna
quluwbihim
law
aanfaqta
maā
fiā
alaarḍi
jamiy‘anā
mmaā
aallafta
bayna
quluwbihim
walaākinna
alllaha
aallafa
baynahum
iinnahuū
‘aziyzun
ḥakiymun
dan
yang
mempersatukan
hati
mereka
(orang-orang
yang
beriman)[622].
Walaupun
kamu
membelanjakan
semua
(kekayaan)
yang
berada
di
bumi,
niscaya
kamu
tidak
dapat
mempersatukan
hati
mereka,
akan
tetapi
Allah
telah
mempersatukan
hati
mereka.
Sesungguhnya
Dia
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّبِىُّ
حَسْبُكَ
ٱللَّهُ
وَمَنِ
ٱتَّبَعَكَ
مِنَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
64
yaāaayyuhaā
alnnabiāāu
ḥasbuka
alllahu
wamani
attaba‘aka
mina
almuu'miniyna
Hai
Nabi,
cukuplah
Allah
(menjadi
pelindung)
bagimu
dan
bagi
orang-orang
mukmin
yang
mengikutimu.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّبِىُّ
حَرِّضِ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
عَلَى
ٱلْقِتَالِ
ۚ
إِن
يَكُن
مِّنكُمْ
عِشْرُونَ
صَـٰبِرُونَ
يَغْلِبُوا۟
مِا۟ئَتَيْنِ
ۚ
وَإِن
يَكُن
مِّنكُم
مِّا۟ئَةٌ
يَغْلِبُوٓا۟
أَلْفًا
مِّنَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
بِأَنَّهُمْ
قَوْمٌ
لَّا
يَفْقَهُونَ
65
yaāaayyuhaā
alnnabiāāu
ḥarriḍi
almuu'miniyna
‘alaā
alqitaāli
iin
yakun
mminkum
‘isyruwna
ṣaābiruwna
yaghlibuwā
miāi'atayni
waiin
yakun
mminkum
mmiāi'ahun
yaghlibuwā
aalfanā
mmina
alladziyna
kafaruwā
biaannahum
qawmun
llaā
yafqahuwna
Hai
Nabi,
kobarkanlah
semangat
para
mukmin
untuk
berperang.
Jika
ada
dua
puluh
orang
yang
sabar
diantara
kamu,
niscaya
mereka
dapat
mengalahkan
dua
ratus
orang
musuh.
Dan
jika
ada
seratus
orang
(yang
sabar)
di
antaramu,
mereka
dapat
mengalahkan
seribu
dari
pada
orang-orang
kafir,
disebabkan
orang-orang
kafir
itu
kaum
yang
tidak
mengerti[623].
ٱلْـَٔـٰنَ
خَفَّفَ
ٱللَّهُ
عَنكُمْ
وَعَلِمَ
أَنَّ
فِيكُمْ
ضَعْفًا
ۚ
فَإِن
يَكُن
مِّنكُم
مِّا۟ئَةٌ
صَابِرَةٌ
يَغْلِبُوا۟
مِا۟ئَتَيْنِ
ۚ
وَإِن
يَكُن
مِّنكُمْ
أَلْفٌ
يَغْلِبُوٓا۟
أَلْفَيْنِ
بِإِذْنِ
ٱللَّهِ
ۗ
وَٱللَّهُ
مَعَ
ٱلصَّـٰبِرِينَ
66
alaāna
khaffafa
alllahu
‘ankum
wa‘alima
aanna
fiykum
ḍa‘fanā
faiin
yakun
mminkum
mmiāi'ahun
ṣaābirahun
yaghlibuwā
miāi'atayni
waiin
yakun
mminkum
aalfun
yaghlibuwā
aalfayni
biiidzni
alllahi
waalllahu
ma‘a
alṣṣaābiriyna
Sekarang
Allah
telah
meringankan
kepadamu
dan
dia
telah
mengetahui
bahwa
padamu
ada
kelemahan.
Maka
jika
ada
diantaramu
seratus
orang
yang
sabar,
niscaya
mereka
dapat
mengalahkan
dua
ratus
orang;
dan
jika
diantaramu
ada
seribu
orang
(yang
sabar),
niscaya
mereka
dapat
mengalahkan
dua
ribu
orang
dengan
seizin
Allah.
Dan
Allah
beserta
orang-orang
yang
sabar.
مَا
كَانَ
لِنَبِىٍّ
أَن
يَكُونَ
لَهُۥٓ
أَسْرَىٰ
حَتَّىٰ
يُثْخِنَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۚ
تُرِيدُونَ
عَرَضَ
ٱلدُّنْيَا
وَٱللَّهُ
يُرِيدُ
ٱلْـَٔاخِرَةَ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌ
67
maā
kaāna
linabiāāin
aan
yakuwna
lahuū
aasraāā
ḥattaāā
yutskhina
fiā
alaarḍi
turiyduwna
‘araḍa
alddunyaā
waalllahu
yuriydu
alaākhiraha
waalllahu
‘aziyzun
ḥakiymun
Tidak
patut
bagi
seorang
nabi
mempunyai
tawanan
sebelum
ia
dapat
melumpuhkan
musuhnya
di
muka
bumi.
Kamu
menghendaki
harta
benda
duniawi,
sedangkan
Allah
menghendaki
(pahala)
akhirat
(untukmu).
Dan
Allah
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
لَّوْلَا
كِتَـٰبٌ
مِّنَ
ٱللَّهِ
سَبَقَ
لَمَسَّكُمْ
فِيمَآ
أَخَذْتُمْ
عَذَابٌ
عَظِيمٌ
68
llawlaā
kitaābun
mmina
alllahi
sabaqa
lamassakum
fiymaā
aakhadztum
‘adzaābun
‘aẓiymun
Kalau
sekiranya
tidak
ada
ketetapan
yang
telah
terdahulu
dari
Allah,
niscaya
kamu
ditimpa
siksaan
yang
besar
karena
tebusan
yang
kamu
ambil.
فَكُلُوا۟
مِمَّا
غَنِمْتُمْ
حَلَـٰلًا
طَيِّبًا
ۚ
وَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
69
fakuluwā
mimmaā
ghanimtum
ḥalaālanā
ṭayyibanā
waattaquwā
alllaha
iinna
alllaha
ghafuwrun
rraḥiymun
Maka
makanlah
dari
sebagian
rampasan
perang
yang
telah
kamu
ambil
itu,
sebagai
makanan
yang
halal
lagi
baik,
dan
bertakwalah
kepada
Allah;
sesungguhnya
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّبِىُّ
قُل
لِّمَن
فِىٓ
أَيْدِيكُم
مِّنَ
ٱلْأَسْرَىٰٓ
إِن
يَعْلَمِ
ٱللَّهُ
فِى
قُلُوبِكُمْ
خَيْرًا
يُؤْتِكُمْ
خَيْرًا
مِّمَّآ
أُخِذَ
مِنكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
70
yaāaayyuhaā
alnnabiāāu
qul
lliman
fiā
aaydiykum
mmina
alaasraāā
iin
ya‘lami
alllahu
fiā
quluwbikum
khayranā
yuu'tikum
khayranā
mmimmaā
aukhidza
minkum
wayaghfir
lakum
waalllahu
ghafuwrun
rraḥiymun
Hai
Nabi,
katakanlah
kepada
tawanan-tawanan
yang
ada
di
tanganmu,
"Jika
Allah
mengetahui
ada
kebaikan
dalam
hatimu,
niscaya
Dia
akan
memberikan
kepadamu
yang
lebih
baik
dari
apa
yang
telah
diambil
darimu,
dan
Dia
akan
mengampuni
kamu".
Dan
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
وَإِن
يُرِيدُوا۟
خِيَانَتَكَ
فَقَدْ
خَانُوا۟
ٱللَّهَ
مِن
قَبْلُ
فَأَمْكَنَ
مِنْهُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌ
حَكِيمٌ
71
waiin
yuriyduwā
khiyaānataka
faqad
khaānuwā
alllaha
min
qablu
faaamkana
minhum
waalllahu
‘aliymun
ḥakiymun
Akan
tetapi,
jika
mereka
(tawanan-tawanan
itu)
bermaksud
hendak
berkhianat
kepadamu,
maka
sesungguhnya
mereka
telah
berkhianat
kepada
Allah
sebelum
ini,
lalu
Allah
menjadikan(mu)
berkuasa
terhadap
mereka.
Dan
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Bijaksana.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَهَاجَرُوا۟
وَجَـٰهَدُوا۟
بِأَمْوَٰلِهِمْ
وَأَنفُسِهِمْ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَٱلَّذِينَ
ءَاوَوا۟
وَّنَصَرُوٓا۟
أُو۟لَـٰٓئِكَ
بَعْضُهُمْ
أَوْلِيَآءُ
بَعْضٍ
ۚ
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَلَمْ
يُهَاجِرُوا۟
مَا
لَكُم
مِّن
وَلَـٰيَتِهِم
مِّن
شَىْءٍ
حَتَّىٰ
يُهَاجِرُوا۟
ۚ
وَإِنِ
ٱسْتَنصَرُوكُمْ
فِى
ٱلدِّينِ
فَعَلَيْكُمُ
ٱلنَّصْرُ
إِلَّا
عَلَىٰ
قَوْمٍۭ
بَيْنَكُمْ
وَبَيْنَهُم
مِّيثَـٰقٌ
ۗ
وَٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
72
iinna
alladziyna
'aāmanuwā
wahaājaruwā
wajaāhaduwā
biaamwaālihim
waaanfusihim
fiā
sabiyli
alllahi
waalladziyna
'aāwawā
wwanaṣaruwā
auwlaāi'ika
ba‘ḍuhum
aawliyaā'u
ba‘ḍin
waalladziyna
'aāmanuwā
walam
yuhaājiruwā
maā
lakum
mmin
walaāyatihim
mmin
syaā'in
ḥattaāā
yuhaājiruwā
waiini
astanṣaruwkum
fiā
alddiyni
fa‘alaykumu
alnnaṣru
iillaā
‘alaāā
qawmin
baynakum
wabaynahum
mmiytsaāqun
waalllahu
bimaā
ta‘maluwna
baṣiyrun
Sesungguhnya
orang-orang
yang
beriman
dan
berhijrah
serta
berjihad
dengan
harta
dan
jiwanya
pada
jalan
Allah
dan
orang-orang
yang
memberikan
tempat
kediaman
dan
pertoIongan
(kepada
orang-orang
muhajirin),
mereka
itu
satu
sama
lain
lindung-melindungi[624].
Dan
(terhadap)
orang-orang
yang
beriman,
tetapi
belum
berhijrah,
maka
tidak
ada
kewajiban
sedikit
pun
atasmu
melindungi
mereka,
sebelum
mereka
berhijrah.
(Akan
tetapi)
jika
mereka
meminta
pertolongan
kepadamu
dalam
(urusan
pembelaan)
agama,
maka
kamu
wajib
memberikan
pertolongan
kecuali
terhadap
kaum
yang
telah
ada
perjanjian
antara
kamu
dengan
mereka.
Dan
Allah
Maha
Melihat
apa
yang
kamu
kerjakan.
وَٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
بَعْضُهُمْ
أَوْلِيَآءُ
بَعْضٍ
ۚ
إِلَّا
تَفْعَلُوهُ
تَكُن
فِتْنَةٌ
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَفَسَادٌ
كَبِيرٌ
73
waalladziyna
kafaruwā
ba‘ḍuhum
aawliyaā'u
ba‘ḍin
iillaā
taf‘aluwhu
takun
fitnahun
fiā
alaarḍi
wafasaādun
kabiyrun
Adapun
orang-orang
yang
kafir,
sebagian
mereka
menjadi
pelindung
bagi
sebagian
yang
lain.
Jika
kamu
(hai
para
muslimin)
tidak
melaksanakan
apa
yang
telah
diperintahkan
Allah
itu[625],
niscaya
akan
terjadi
kekacauan
di
muka
bumi
dan
kerusakan
yang
besar.
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَهَاجَرُوا۟
وَجَـٰهَدُوا۟
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَٱلَّذِينَ
ءَاوَوا۟
وَّنَصَرُوٓا۟
أُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
حَقًّا
ۚ
لَّهُم
مَّغْفِرَةٌ
وَرِزْقٌ
كَرِيمٌ
74
waalladziyna
'aāmanuwā
wahaājaruwā
wajaāhaduwā
fiā
sabiyli
alllahi
waalladziyna
'aāwawā
wwanaṣaruwā
auwlaāi'ika
humu
almuu'minuwna
ḥaqqanā
llahum
mmaghfirahun
warizqun
kariymun
Dan
orang-orang
yang
beriman
dan
berhijrah
serta
berjihad
pada
jalan
Allah,
dan
orang-orang
yang
memberi
tempat
kediaman
dan
memberi
pertolongan
(kepada
orang-orang
muhajirin),
mereka
itulah
orang-orang
yang
benar-benar
beriman.
Mereka
memperoleh
ampunan
dan
rezeki
(nikmat)
yang
mulia.
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مِنۢ
بَعْدُ
وَهَاجَرُوا۟
وَجَـٰهَدُوا۟
مَعَكُمْ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
مِنكُمْ
ۚ
وَأُو۟لُوا۟
ٱلْأَرْحَامِ
بَعْضُهُمْ
أَوْلَىٰ
بِبَعْضٍ
فِى
كِتَـٰبِ
ٱللَّهِ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
بِكُلِّ
شَىْءٍ
عَلِيمٌۢ
75
waalladziyna
'aāmanuwā
min
ba‘du
wahaājaruwā
wajaāhaduwā
ma‘akum
faauwlaāi'ika
minkum
waauwluwā
alaarḥaāmi
ba‘ḍuhum
aawlaāā
biba‘ḍin
fiā
kitaābi
alllahi
iinna
alllaha
bikulli
syaā'in
‘aliymun
Dan
orang-orang
yang
beriman
sesudah
itu,
kemudian
berhijrah
serta
berjihad
bersamamu
maka
orang-orang
itu
termasuk
golonganmu
(juga).
Orang-orang
yang
mempunyai
hubungan
kerabat
itu
sebagiannya
lebih
berhak
terhadap
sesamanya
(daripada
yang
bukan
kerabat)[626]
di
dalam
kitab
Allah.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
segala
sesuatu.