Quran by Tau
← Daftar Surah

7. Al-A’raf

الأعراف · Tempat Tertinggi · 206 ayat · Makkah

الٓمٓصٓ 1
Alif Lām Mīm Ṣād
Alif Lām Mīm Ṣād[527].
كِتَـٰبٌ أُنزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُن فِى صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ 2
kitaābun aunzila iilayka falaā yakun fiā ṣadrika ḥarajun mminhu litundzira bihiī wadzikraāā lilmuu'miniyna
Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
ٱتَّبِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ 3
attabi‘uwā maā aunzila iilaykum mmin rrabbikum walaā tattabi‘uwā min duwnihiī aawliyaā'a qaliylanā mmaā tadzakkaruwna
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya[528]. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (darinya).
وَكَم مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَا فَجَآءَهَا بَأْسُنَا بَيَـٰتًا أَوْ هُمْ قَآئِلُونَ 4
wakam mmin qaryahin aahlaknaāhaā fajaā'ahaā baasunaā bayaātanā aaw hum qaāi'iluwna
Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.
فَمَا كَانَ دَعْوَىٰهُمْ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَآ إِلَّآ أَن قَالُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ 5
famaā kaāna da‘waāāhum iidz jaā'ahum baasunaā iillaā aan qaāluwā iinnaā kunnaā ẓaālimiyna
Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim".
فَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلْمُرْسَلِينَ 6
falanasalanna alladziyna aursila iilayhim walanasalanna almursaliyna
Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami),
فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِم بِعِلْمٍ ۖ وَمَا كُنَّا غَآئِبِينَ 7
falanaquṣṣanna ‘alayhim bi‘ilmin wamaā kunnaā ghaāi'ibiyna
maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).
وَٱلْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ 8
waalwaznu yawmai'idzin alḥaqqu faman tsaqulat mawaāziynuhuū faauwlaāi'ika humu almufliḥuwna
Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يَظْلِمُونَ 9
waman khaffat mawaāziynuhuū faauwlaāi'ika alladziyna khasiruwā aanfusahum bimaā kaānuwā biaāyaātinaā yaẓlimuwna
Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
وَلَقَدْ مَكَّنَّـٰكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَـٰيِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ 10
walaqad makkannaākum fiā alaarḍi waja‘alnaā lakum fiyhaā ma‘aāyisya qaliylanā mmaā tasykuruwna
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
وَلَقَدْ خَلَقْنَـٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَـٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ ٱلسَّـٰجِدِينَ 11
walaqad khalaqnaākum tsumma ṣawwarnaākum tsumma qulnaā lilmalaāi'ikahi asjuduwā liaādama fasajaduwā iillaā iibliysa lam yakun mmina alssaājidiyna
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ 12
qaāla maā mana‘aka aallaā tasjuda iidz aamartuka qaāla aanaā khayrun mminhu khalaqtaniā min nnaārin wakhalaqtahuū min ṭiynin
Allah berfirman, "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis, "Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".
قَالَ فَٱهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَٱخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّـٰغِرِينَ 13
qaāla faahbiṭ minhaā famaā yakuwnu laka aan tatakabbara fiyhaā faakhruj iinnaka mina alṣṣaāghiriyna
Allah berfirman, "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".
قَالَ أَنظِرْنِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ 14
qaāla aanẓirniā iilaāā yawmi yub‘atsuwna
Iblis menjawab, "Beri tangguhlah saya[529] sampai waktu mereka dibangkitkan".
قَالَ إِنَّكَ مِنَ ٱلْمُنظَرِينَ 15
qaāla iinnaka mina almunẓariyna
Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh".
قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَٰطَكَ ٱلْمُسْتَقِيمَ 16
qaāla fabimaā aaghwaytaniā laaaq‘udanna lahum ṣiraāṭaka almustaqiyma
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
ثُمَّ لَـَٔاتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَـٰنِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَـٰكِرِينَ 17
tsumma laaātiyannahum mmin bayni aaydiyhim wamin khalfihim wa‘an aaymaānihim wa‘an syamaāi'ilihim walaā tajidu aaktsarahum syaākiriyna
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
قَالَ ٱخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورًا ۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ 18
qaāla akhruj minhaā madz'uwmanā mmadḥuwranā llaman tabi‘aka minhum laaamlaaanna jahannama minkum aajma‘iyna
Allah berfirman, "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya".
وَيَـٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَـٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ 19
wayaāaādamu askun aanta wazawjuka aljannaha fakulaā min ḥaytsu syii'tumaā walaā taqrabaā haādzihi alsysyajaraha fatakuwnaā mina alẓẓaālimiyna
(Dan Allah berfirman), "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim".
فَوَسْوَسَ لَهُمَا ٱلشَّيْطَـٰنُ لِيُبْدِىَ لَهُمَا مَا وُۥرِىَ عَنْهُمَا مِن سَوْءَٰتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَـٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ ٱلْخَـٰلِدِينَ 20
fawaswasa lahumaā alsysyayṭaānu liyubdiāa lahumaā maā wuūriāa ‘anhumaā min saw'aātihimaā waqaāla maā nahaāākumaā rabbukumaā ‘an haādzihi alsysyajarahi iillaā aan takuwnaā malakayni aaw takuwnaā mina alkhaālidiyna
Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya, dan setan berkata, "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".
وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّـٰصِحِينَ 21
waqaāsamahumaā iinniā lakumaā lamina alnnaāṣiḥiyna
Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua",
فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ 22
fadallaāāhumaā bighuruwrin falammaā dzaāqaā alsysyajaraha badat lahumaā saw'aātuhumaā waṭafiqaā yakhṣifaāni ‘alayhimaā min waraqi aljannahi wanaādaāāhumaā rabbuhumaā aalam aanhakumaā ‘an tilkumaā alsysyajarahi waaaqul llakumaā iinna alsysyayṭaāna lakumaā ‘aduwwun mmubiynun
maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka, "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu, "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ 23
qaālaā rabbanaā ẓalamnaā aanfusanaā waiin llam taghfir lanaā watarḥamnaā lanakuwnanna mina alkhaāsiriyna
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
قَالَ ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَـٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ 24
qaāla ahbiṭuwā ba‘ḍukum liba‘ḍin ‘aduwwun walakum fiā alaarḍi mustaqarrun wamataā‘un iilaāā ḥiynin
Allah berfirman, "Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".
قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ 25
qaāla fiyhaā taḥyawna wafiyhaā tamuwtuwna waminhaā tukhrajuwna
Allah berfirman, "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.
يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ 26
yaābaniā 'aādama qad aanzalnaā ‘alaykum libaāsanā yuwaāriā saw'aātikum wariysyanā walibaāsu alttaqwaāā dzaālika khayrun dzaālika min 'aāyaāti alllahi la‘allahum yadzdzakkaruwna
Hai anak Adam[530], sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan . Dan pakaian takwa[531] itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا ٱلشَّيَـٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ 27
yaābaniā 'aādama laā yaftinannakumu alsysyayṭaānu kamaā aakhraja aabawaykum mmina aljannahi yanzi‘u ‘anhumaā libaāsahumaā liyuriyahumaā saw'aātihimaā iinnahuū yaraāākum huwa waqabiyluhuū min ḥaytsu laā tarawnahum iinnaā ja‘alnaā alsysyayaāṭiyna aawliyaā'a lilladziyna laā yuu'minuwna
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapkamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.
وَإِذَا فَعَلُوا۟ فَـٰحِشَةً قَالُوا۟ وَجَدْنَا عَلَيْهَآ ءَابَآءَنَا وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ 28
waiidzaā fa‘aluwā faāḥisyahan qaāluwā wajadnaā ‘alayhaā 'aābaā'anaā waalllahu aamaranaā bihaā qul iinna alllaha laā yaamuru bialfaḥsyaā'i aataquwluwna ‘alaā alllahi maā laā ta‘lamuwna
Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah, "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji"[532]. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?
قُلْ أَمَرَ رَبِّى بِٱلْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا۟ وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَٱدْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ 29
qul aamara rabbiā bialqisṭi waaaqiymuwā wujuwhakum ‘inda kulli masjidin waad‘uwhu mukhliṣiyna lahu alddiyna kamaā badaaakum ta‘uwduwna
Katakanlah, "Tuhan-ku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah), "Luruskanlah muka (diri)mu[533] di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)".
فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلضَّلَـٰلَةُ ۗ إِنَّهُمُ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلشَّيَـٰطِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ 30
fariyqanā hadaāā wafariyqanā ḥaqqa ‘alayhimu alḍḍalaālahu iinnahumu attakhadzuwā alsysyayaāṭiyna aawliyaā'a min duwni alllahi wayaḥsabuwna aannahum mmuhtaduwna
Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.
۞ يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ 31
yaābaniā 'aādama khudzuwā ziynatakum ‘inda kulli masjidin wakuluwā waasyrabuwā walaā tusrifuwā iinnahuū laā yuḥibbu almusrifiyna
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid[534], makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِىٓ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَٱلطَّيِّبَـٰتِ مِنَ ٱلرِّزْقِ ۚ قُلْ هِىَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ 32
qul man ḥarrama ziynaha alllahi allatiā aakhraja li‘ibaādihiī waalṭṭayyibaāti mina alrrizqi qul hiāa lilladziyna 'aāmanuwā fiā alḥayawāhi alddunyaā khaāliṣahan yawma alqiyaāmahi kadzaālika nufaṣṣilu alaāyaāti liqawmin ya‘lamuwna
Katakanlah, "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah, "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat"[536]. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.
قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّىَ ٱلْفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَٱلْإِثْمَ وَٱلْبَغْىَ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا۟ بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَـٰنًا وَأَن تَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ 33
qul iinnamaā ḥarrama rabbiāa alfawaāḥisya maā ẓahara minhaā wamaā baṭana waaliitsma waalbaghāa bighayri alḥaqqi waaan tusyrikuwā bialllahi maā lam yunazzil bihiī sulṭaānanā waaan taquwluwā ‘alaā alllahi maā laā ta‘lamuwna
Katakanlah, "Tuhan-ku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ 34
walikulli aummahin aajalun faiidzaā jaā'a aajaluhum laā yastaakhiruwna saā‘ahan walaā yastaqdimuwna
Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu[537]; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.
يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِى ۙ فَمَنِ ٱتَّقَىٰ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ 35
yaābaniā 'aādama iimmaā yaatiyannakum rusulun mminkum yaquṣṣuwna ‘alaykum 'aāyaātiā famani attaqaāā waaaṣlaḥa falaā khawfun ‘alayhim walaā hum yaḥzanuwna
Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱسْتَكْبَرُوا۟ عَنْهَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ 36
waalladziyna kadzdzabuwā biaāyaātinaā waastakbaruwā ‘anhaā auwlaāi'ika aaṣḥaābu alnnaāri hum fiyhaā khaāliduwna
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُم مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوٓا۟ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالُوا۟ ضَلُّوا۟ عَنَّا وَشَهِدُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا۟ كَـٰفِرِينَ 37
faman aaẓlamu mimmani aftaraāā ‘alaā alllahi kadzibanā aaw kadzdzaba biaāyaātihiī auwlaāi'ika yanaāluhum naṣiybuhum mmina alkitaābi ḥattaāā iidzaā jaā'athum rusulunaā yatawaffawnahum qaāluwā aayna maā kuntum tad‘uwna min duwni alllahi qaāluwā ḍalluwā ‘annaā wasyahiduwā ‘alaāā aanfusihim aannahum kaānuwā kaāfiriyna
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lawḥ Maḥfūẓ); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya, "Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?" Orang-orang musyrik itu menjawab, "Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami," dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.
قَالَ ٱدْخُلُوا۟ فِىٓ أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُم مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ فِى ٱلنَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَّعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا ٱدَّارَكُوا۟ فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَىٰهُمْ لِأُولَىٰهُمْ رَبَّنَا هَـٰٓؤُلَآءِ أَضَلُّونَا فَـَٔاتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِّنَ ٱلنَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَـٰكِن لَّا تَعْلَمُونَ 38
qaāla adkhuluwā fiā aumamin qad khalat min qablikum mmina aljinni waaliinsi fiā alnnaāri kullamaā dakhalat aummahun lla‘anat aukhtahaā ḥattaāā iidzaā addaārakuwā fiyhaā jamiy‘anā qaālat aukhraāāhum liauwlaāāhum rabbanaā haāu'ulaā'i aaḍalluwnaā faaātihim ‘adzaābanā ḍi‘fanā mmina alnnaāri qaāla likullin ḍi‘fun walaākin llaā ta‘lamuwna
Allah berfirman, "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya, berkatalah orang-orang yang masuk kemudian[538] di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu[539], "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka". Allah berfirman, "Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui".
وَقَالَتْ أُولَىٰهُمْ لِأُخْرَىٰهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ 39
waqaālat auwlaāāhum liaukhraāāhum famaā kaāna lakum ‘alaynaā min faḍlin fadzuwquwā al‘adzaāba bimaā kuntum taksibuwna
Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian, "Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan".
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱسْتَكْبَرُوا۟ عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَٰبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلْجَمَلُ فِى سَمِّ ٱلْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُجْرِمِينَ 40
iinna alladziyna kadzdzabuwā biaāyaātinaā waastakbaruwā ‘anhaā laā tufattaḥu lahum aabwaābu alssamaā'i walaā yadkhuluwna aljannaha ḥattaāā yalija aljamalu fiā sammi alkhiyaāṭi wakadzaālika najziā almujrimiyna
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit[540] dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum[541]. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِن فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّـٰلِمِينَ 41
lahum mmin jahannama mihaādun wamin fawqihim ghawaāsyin wakadzaālika najziā alẓẓaālimiyna
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka)[542]. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ 42
waalladziyna 'aāmanuwā wa‘amiluwā alṣṣaāliḥaāti laā nukallifu nafsanā iillaā wus‘ahaā auwlaāi'ika aaṣḥaābu aljannahi hum fiyhaā khaāliduwna
dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى هَدَىٰنَا لِهَـٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلَآ أَنْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ ۖ لَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ ۖ وَنُودُوٓا۟ أَن تِلْكُمُ ٱلْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ 43
wanaza‘naā maā fiā ṣuduwrihim mmin ghillin tajriā min taḥtihimu alaanhaāru waqaāluwā alḥamdu lillahi alladziā hadaāānaā lihaādzaā wamaā kunnaā linahtadiāa lawlaā aan hadaāānaā alllahu laqad jaā'at rusulu rabbinaā bialḥaqqi wanuwduwā aan tilkumu aljannahu auwritstumuwhaā bimaā kuntum ta‘maluwna
Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka, "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan".
وَنَادَىٰٓ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ أَصْحَـٰبَ ٱلنَّارِ أَن قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۖ قَالُوا۟ نَعَمْ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌۢ بَيْنَهُمْ أَن لَّعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّـٰلِمِينَ 44
wanaādaāā aaṣḥaābu aljannahi aaṣḥaāba alnnaāri aan qad wajadnaā maā wa‘adanaā rabbunaā ḥaqqanā fahal wajadttum mmaā wa‘ada rabbukum ḥaqqanā qaāluwā na‘am faaadzdzana muu'adzdzinun baynahum aan lla‘nahu alllahi ‘alaā alẓẓaālimiyna
Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan), "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab, "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu, "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,
ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُم بِٱلْـَٔاخِرَةِ كَـٰفِرُونَ 45
alladziyna yaṣudduwna ‘an sabiyli alllahi wayabghuwnahaā ‘iwajanā wahum bialaākhirahi kaāfiruwna
(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat".
وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ وَعَلَى ٱلْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّۢا بِسِيمَىٰهُمْ ۚ وَنَادَوْا۟ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَن سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ 46
wabaynahumaā ḥijaābun wa‘alaā alaa‘raāfi rijaālun ya‘rifuwna kullanā bisiymaāāhum wanaādawā aaṣḥaāba aljannahi aan salaāmun ‘alaykum lam yadkhuluwhaā wahum yaṭma‘uwna
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas Al-Aʻrāf [543] itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga, "Salāmun ʻalaikum"[544]. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).
۞ وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَـٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَـٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ 47
waiidzaā ṣurifat aabṣaāruhum tilqaā'a aaṣḥaābi alnnaāri qaāluwā rabbanaā laā taj‘alnaā ma‘a alqawmi alẓẓaālimiyna
Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu".
وَنَادَىٰٓ أَصْحَـٰبُ ٱلْأَعْرَافِ رِجَالًا يَعْرِفُونَهُم بِسِيمَىٰهُمْ قَالُوا۟ مَآ أَغْنَىٰ عَنكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ 48
wanaādaāā aaṣḥaābu alaa‘raāfi rijaālanā ya‘rifuwnahum bisiymaāāhum qaāluwā maā aaghnaāā ‘ankum jam‘ukum wamaā kuntum tastakbiruwna
Dan orang-orang yang di atas Al-Aʻrāf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan, "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu".
أَهَـٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ 49
aahaāu'ulaā'i alladziyna aaqsamtum laā yanaāluhumu alllahu biraḥmahin adkhuluwā aljannaha laā khawfun ‘alaykum walaā aantum taḥzanuwna
(Orang-orang di atas Al-Aʻrāf bertanya kepada penghuni neraka), "Itukah orang-orang[545] yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang mukmin itu dikatakan), "Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati".
وَنَادَىٰٓ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا۟ عَلَيْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ ۚ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ 50
wanaādaāā aaṣḥaābu alnnaāri aaṣḥaāba aljannahi aan aafiyḍuwā ‘alaynaā mina almaā'i aaw mimmaā razaqakumu alllahu qaāluwā iinna alllaha ḥarramahumaā ‘alaā alkaāfiriyna
Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab, "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,
ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۚ فَٱلْيَوْمَ نَنسَىٰهُمْ كَمَا نَسُوا۟ لِقَآءَ يَوْمِهِمْ هَـٰذَا وَمَا كَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يَجْحَدُونَ 51
alladziyna attakhadzuwā diynahum lahwanā wala‘ibanā wagharrathumu alḥayawāhu alddunyaā faalyawma nansaāāhum kamaā nasuwā liqaā'a yawmihim haādzaā wamaā kaānuwā biaāyaātinaā yajḥaduwna
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka". Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
وَلَقَدْ جِئْنَـٰهُم بِكِتَـٰبٍ فَصَّلْنَـٰهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ 52
walaqad jii'naāhum bikitaābin faṣṣalnaāhu ‘alaāā ‘ilmin hudanā waraḥmahan lliqawmin yuu'minuwna
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Qur`ān) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami[546]; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُۥ ۚ يَوْمَ يَأْتِى تَأْوِيلُهُۥ يَقُولُ ٱلَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبْلُ قَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَآءَ فَيَشْفَعُوا۟ لَنَآ أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ قَدْ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ 53
hal yanẓuruwna iillaā taawiylahuū yawma yaatiā taawiyluhuū yaquwlu alladziyna nasuwhu min qablu qad jaā'at rusulu rabbinaā bialḥaqqi fahal llanaā min syufa‘aā'a fayasyfa‘uwā lanaā aaw nuraddu fana‘mala ghayra alladziā kunnaā na‘malu qad khasiruwā aanfusahum waḍalla ‘anhum mmaā kaānuwā yaftaruwna
Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al-Qur`ān itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur`ān itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya[547] sebelum itu, "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?" Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.
إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتٍۭ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ 54
iinna rabbakumu alllahu alladziā khalaqa alssamaāwaāti waalaarḍa fiā sittahi aayyaāmin tsumma astawaāā ‘alaā al‘arsyi yughsyiā allayla alnnahaāra yaṭlubuhuū ḥatsiytsanā waalsysyamsa waalqamara waalnnujuwma musakhkharaātin biaamrihiī aalaā lahu alkhalqu waalaamru tabaāraka alllahu rabbu al‘aālamiyna
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam di atas arasy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ 55
ad‘uwā rabbakum taḍarru‘anā wakhufyahan iinnahuū laā yuḥibbu almu‘tadiyna
Berdoalah kepada Tuhan-mu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[549].
وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَـٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ 56
walaā tufsiduwā fiā alaarḍi ba‘da iiṣlaāḥihaā waad‘uwhu khawfanā waṭama‘anā iinna raḥmata alllahi qariybun mmina almuḥsiniyna
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
وَهُوَ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَـٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ ٱلْمَآءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ ٱلْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ 57
wahuwa alladziā yursilu alrriyaāḥa busyranā bayna yadaā raḥmatihiī ḥattaāā iidzaā aaqallat saḥaābanā tsiqaālanā suqnaāhu libaladin mmayyitin faaanzalnaā bihi almaā'a faaakhrajnaā bihiī min kulli altstsamaraāti kadzaālika nukhriju almawtaāā la‘allakum tadzakkaruwna
Dan Dia-lah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
وَٱلْبَلَدُ ٱلطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُۥ بِإِذْنِ رَبِّهِۦ ۖ وَٱلَّذِى خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ 58
waalbaladu alṭṭayyibu yakhruju nabaātuhuū biiidzni rabbihiī waalladziā khabutsa laā yakhruju iillaā nakidanā kadzaālika nuṣarrifu alaāyaāti liqawmin yasykuruwna
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَقَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ 59
laqad aarsalnaā nuwḥanā iilaāā qawmihiī faqaāla yaāqawmi a‘buduwā alllaha maā lakum mmin iilaāhin ghayruhuū iinniā aakhaāfu ‘alaykum ‘adzaāba yawmin ‘aẓiymin
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, lalu ia berkata, "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya". Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).
قَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ 60
qaāla almalaau min qawmihiī iinnaā lanaraāāka fiā ḍalaālin mmubiynin
Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata, "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata".
قَالَ يَـٰقَوْمِ لَيْسَ بِى ضَلَـٰلَةٌ وَلَـٰكِنِّى رَسُولٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ 61
qaāla yaāqawmi laysa biā ḍalaālahun walaākinniā rasuwlun mmin rrabbi al‘aālamiyna
Nūḥ menjawab, "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam".
أُبَلِّغُكُمْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّى وَأَنصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ 62
auballighukum risaālaāti rabbiā waaanṣaḥu lakum waaa‘lamu mina alllahi maā laā ta‘lamuwna
"Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhan-ku dan aku memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui"[550].
أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُوا۟ وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ 63
aawa‘ajibtum aan jaā'akum dzikrun mmin rrabbikum ‘alaāā rajulin mminkum liyundzirakum walitattaquwā wala‘allakum turḥamuwna
"Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhan-mu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat?"
فَكَذَّبُوهُ فَأَنجَيْنَـٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ وَأَغْرَقْنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًا عَمِينَ 64
fakadzdzabuwhu faaanjaynaāhu waalladziyna ma‘ahuū fiā alfulki waaaghraqnaā alladziyna kadzdzabuwā biaāyaātinaā iinnahum kaānuwā qawmanā ‘amiyna
Maka mereka mendustakan Nūḥ, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).
۞ وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۗ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ 65
waiilaāā ‘aādin aakhaāhum huwdanā qaāla yaāqawmi a‘buduwā alllaha maā lakum mmin iilaāhin ghayruhuū aafalaā tattaquwna
Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ʻĀd saudara mereka, Hūd. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"
قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِى سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ 66
qaāla almalaau alladziyna kafaruwā min qawmihiī iinnaā lanaraāāka fiā safaāhahin waiinnaā lanaẓunnuka mina alkaādzibiyna
Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata, "Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta".
قَالَ يَـٰقَوْمِ لَيْسَ بِى سَفَاهَةٌ وَلَـٰكِنِّى رَسُولٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ 67
qaāla yaāqawmi laysa biā safaāhahun walaākinniā rasuwlun mmin rrabbi al‘aālamiyna
Hūd berkata "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam.
أُبَلِّغُكُمْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّى وَأَنَا۠ لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ 68
auballighukum risaālaāti rabbiā waaanaā lakum naāṣiḥun aamiynun
"Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhan-ku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu".
أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ ۚ وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِى ٱلْخَلْقِ بَصْۜطَةً ۖ فَٱذْكُرُوٓا۟ ءَالَآءَ ٱللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ 69
aawa‘ajibtum aan jaā'akum dzikrun mmin rrabbikum ‘alaāā rajulin mminkum liyundzirakum waadzkuruwā iidz ja‘alakum khulafaā'a min ba‘di qawmi nuwḥin wazaādakum fiā alkhalqi baṣṭahan faadzkuruwā 'aālaā'a alllahi la‘allakum tufliḥuwna
"Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhan-mu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nūḥ, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (dari kaum Nūḥ itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan".
قَالُوٓا۟ أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ ٱللَّهَ وَحْدَهُۥ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَا ۖ فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ 70
qaāluwā aajii'tanaā lina‘buda alllaha waḥdahuū wanadzara maā kaāna ya‘budu 'aābaāu'unaā faatinaā bimaā ta‘idunaā iin kunta mina alṣṣaādiqiyna
Mereka berkata, "Apakah kamu datang kepada kami agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar".
قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ ۖ أَتُجَـٰدِلُونَنِى فِىٓ أَسْمَآءٍ سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّا نَزَّلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَـٰنٍ ۚ فَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُنتَظِرِينَ 71
qaāla qad waqa‘a ‘alaykum mmin rrabbikum rijsun waghaḍabun aatujaādiluwnaniā fiā aasmaā'in sammaytumuwhaā aantum wa'aābaāu'ukum mmaā nazzala alllahu bihaā min sulṭaānin faantaẓiruwā iinniā ma‘akum mmina almuntaẓiriyna
Ia berkata, "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhan-mu. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang yamg menunggu bersama kamu".
فَأَنجَيْنَـٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا ۖ وَمَا كَانُوا۟ مُؤْمِنِينَ 72
faaanjaynaāhu waalladziyna ma‘ahuū biraḥmahin mminnaā waqaṭa‘naā daābira alladziyna kadzdzabuwā biaāyaātinaā wamaā kaānuwā muu'miniyna
Maka kami selamatkan Hūd beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman.
وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَـٰلِحًا ۗ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ هَـٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 73
waiilaāā tsamuwda aakhaāhum ṣaāliḥanā qaāla yaāqawmi a‘buduwā alllaha maā lakum mmin iilaāhin ghayruhuū qad jaā'atkum bayyinahun mmin rrabbikum haādzihiī naāqahu alllahi lakum 'aāyahan fadzaruwhaā taakul fiā aarḍi alllahi walaā tamassuwhaā bisuw'in fayaakhudzakum ‘adzaābun aaliymun
Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Ṡamūd saudara mereka, Ṣālīḥ. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhan-mu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih".
وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ ٱلْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَٱذْكُرُوٓا۟ ءَالَآءَ ٱللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ 74
waadzkuruwā iidz ja‘alakum khulafaā'a min ba‘di ‘aādin wabawwaaakum fiā alaarḍi tattakhidzuwna min suhuwlihaā quṣuwranā watanḥituwna aljibaāla buyuwtanā faadzkuruwā 'aālaā'a alllahi walaā ta‘tsawā fiā alaarḍi mufsidiyna
Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ʻĀd dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.
قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لِلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوا۟ لِمَنْ ءَامَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَـٰلِحًا مُّرْسَلٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ قَالُوٓا۟ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلَ بِهِۦ مُؤْمِنُونَ 75
qaāla almalaau alladziyna astakbaruwā min qawmihiī lilladziyna astuḍ‘ifuwā liman 'aāmana minhum aata‘lamuwna aanna ṣaāliḥanā mmursalun mmin rrabbihiī qaāluwā iinnaā bimaā aursila bihiī muu'minuwna
Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, "Tahukah kamu bahwa Ṣālīḥ di utus (menjadi rasul) oleh Tuhan-nya?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Ṣālīḥ diutus untuk menyampaikannya".
قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ إِنَّا بِٱلَّذِىٓ ءَامَنتُم بِهِۦ كَـٰفِرُونَ 76
qaāla alladziyna astakbaruwā iinnaā bialladziā 'aāmantum bihiī kaāfiruwna
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu".
فَعَقَرُوا۟ ٱلنَّاقَةَ وَعَتَوْا۟ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا۟ يَـٰصَـٰلِحُ ٱئْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ 77
fa‘aqaruwā alnnaāqaha wa‘atawā ‘an aamri rabbihim waqaāluwā yaāṣaāliḥu ai'tinaā bimaā ta‘idunaā iin kunta mina almursaliyna
Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata, "Hai Ṣālīḥ, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)".
فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَـٰثِمِينَ 78
faaakhadzathumu alrrajfahu faaaṣbaḥuwā fiā daārihim jaātsimiyna
Karena itu, mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَـٰقَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّى وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَـٰكِن لَّا تُحِبُّونَ ٱلنَّـٰصِحِينَ 79
fatawallaāā ‘anhum waqaāla yaāqawmi laqad aablaghtukum risaālaha rabbiā wanaṣaḥtu lakum walaākin llaā tuḥibbuwna alnnaāṣiḥiyna
Maka Ṣālīḥ meninggalkan mereka seraya berkata, "Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhan-ku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat".
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَـٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ 80
waluwṭanā iidz qaāla liqawmihiī aataatuwna alfaāḥisyaha maā sabaqakum bihaā min aaḥadin mmina al‘aālamiyna
Dan (Kami juga telah mengutus) Lūṭ (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah itu[551], yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?"
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ 81
iinnakum lataatuwna alrrijaāla syahwahan mmin duwni alnnisaā'i bal aantum qawmun mmusrifuwna
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.
وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓا۟ أَخْرِجُوهُم مِّن قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ 82
wamaā kaāna jawaāba qawmihiī iillaā aan qaāluwā aakhrijuwhum mmin qaryatikum iinnahum aunaāsun yataṭahharuwna
Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, "Usirlah mereka (Lūṭ dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri".
فَأَنجَيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ إِلَّا ٱمْرَأَتَهُۥ كَانَتْ مِنَ ٱلْغَـٰبِرِينَ 83
faaanjaynaāhu waaahlahuū iillaā amraaatahuū kaānat mina alghaābiriyna
Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًا ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُجْرِمِينَ 84
waaamṭarnaā ‘alayhim mmaṭaranā faanẓur kayfa kaāna ‘aāqibahu almujrimiyna
Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.
وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَـٰحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ 85
waiilaāā madyana aakhaāhum syu‘aybanā qaāla yaāqawmi a‘buduwā alllaha maā lakum mmin iilaāhin ghayruhuū qad jaā'atkum bayyinahun mmin rrabbikum faaawfuwā alkayla waalmiyzaāna walaā tabkhasuwā alnnaāsa aasyyaā'ahum walaā tufsiduwā fiā alaarḍi ba‘da iiṣlaāḥihaā dzaālikum khayrun llakum iin kuntum mmuu'miniyna
Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan[552] saudara mereka, Syuʻayb. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhan-mu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".
وَلَا تَقْعُدُوا۟ بِكُلِّ صِرَٰطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِهِۦ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ 86
walaā taq‘uduwā bikulli ṣiraāṭin tuw‘iduwna wataṣudduwna ‘an sabiyli alllahi man 'aāmana bihiī watabghuwnahaā ‘iwajanā waadzkuruwā iidz kuntum qaliylanā fakatstsarakum waanẓuruwā kayfa kaāna ‘aāqibahu almufsidiyna
Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَإِن كَانَ طَآئِفَةٌ مِّنكُمْ ءَامَنُوا۟ بِٱلَّذِىٓ أُرْسِلْتُ بِهِۦ وَطَآئِفَةٌ لَّمْ يُؤْمِنُوا۟ فَٱصْبِرُوا۟ حَتَّىٰ يَحْكُمَ ٱللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَـٰكِمِينَ 87
waiin kaāna ṭaāi'ifahun mminkum 'aāmanuwā bialladziā aursiltu bihiī waṭaāi'ifahun llam yuu'minuwā faaṣbiruwā ḥattaāā yaḥkuma alllahu baynanaā wahuwa khayru alḥaākimiyna
Jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
۞ قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لَنُخْرِجَنَّكَ يَـٰشُعَيْبُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَكَ مِن قَرْيَتِنَآ أَوْ لَتَعُودُنَّ فِى مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَـٰرِهِينَ 88
qaāla almalaau alladziyna astakbaruwā min qawmihiī lanukhrijannaka yaāsyu‘aybu waalladziyna 'aāmanuwā ma‘aka min qaryatinaā aaw lata‘uwdunna fiā millatinaā qaāla aawalaw kunnaā kaārihiyna
Pemuka-pemuka dari kaum Syuʻayb yang menyombongkan diri berkata, "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu, hai Syuʻayb, dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syuʻayb, "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?"
قَدِ ٱفْتَرَيْنَا عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِى مِلَّتِكُم بَعْدَ إِذْ نَجَّىٰنَا ٱللَّهُ مِنْهَا ۚ وَمَا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّعُودَ فِيهَآ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا ٱفْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِٱلْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْفَـٰتِحِينَ 89
qadi aftaraynaā ‘alaā alllahi kadzibanā iin ‘udnaā fiā millatikum ba‘da iidz najjaāānaā alllahu minhaā wamaā yakuwnu lanaā aan nna‘uwda fiyhaā iillaā aan yasyaā'a alllahu rabbunaā wasi‘a rabbunaā kulla syaā'in ‘ilmanā ‘alaā alllahi tawakkalnaā rabbanaā aftaḥ baynanaā wabayna qawminaā bialḥaqqi waaanta khayru alfaātiḥiyna
Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang benar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki(nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkau-lah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.
وَقَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لَئِنِ ٱتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَّخَـٰسِرُونَ 90
waqaāla almalaau alladziyna kafaruwā min qawmihiī lai'ini attaba‘tum syu‘aybanā iinnakum iidzanā llakhaāsiruwna
Pemuka-pemuka kaum Syuʻayb yang kafir berkata (kepada sesamanya), "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuʻayb, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi".
فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَـٰثِمِينَ 91
faaakhadzathumu alrrajfahu faaaṣbaḥuwā fiā daārihim jaātsimiyna
Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.
ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ شُعَيْبًا كَأَن لَّمْ يَغْنَوْا۟ فِيهَا ۚ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ شُعَيْبًا كَانُوا۟ هُمُ ٱلْخَـٰسِرِينَ 92
alladziyna kadzdzabuwā syu‘aybanā kaaan llam yaghnawā fiyhaā alladziyna kadzdzabuwā syu‘aybanā kaānuwā humu alkhaāsiriyna
(yaitu) orang-orang yang mendustakan Syuʻayb seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syuʻayb mereka itulah orang-orang yang merugi.
فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَـٰقَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّى وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ ءَاسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَـٰفِرِينَ 93
fatawallaāā ‘anhum waqaāla yaāqawmi laqad aablaghtukum risaālaāti rabbiā wanaṣaḥtu lakum fakayfa 'aāsaāā ‘alaāā qawmin kaāfiriyna
Maka Syuʻayb meninggalkan mereka seraya berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhan-ku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?"
وَمَآ أَرْسَلْنَا فِى قَرْيَةٍ مِّن نَّبِىٍّ إِلَّآ أَخَذْنَآ أَهْلَهَا بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ 94
wamaā aarsalnaā fiā qaryahin mmin nnabiāāin iillaā aakhadznaā aahlahaā bialbaasaā'i waalḍḍarraā'i la‘allahum yaḍḍarra‘uwna
Kami tidaklah mengutus seseorang nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.
ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ ٱلسَّيِّئَةِ ٱلْحَسَنَةَ حَتَّىٰ عَفَوا۟ وَّقَالُوا۟ قَدْ مَسَّ ءَابَآءَنَا ٱلضَّرَّآءُ وَٱلسَّرَّآءُ فَأَخَذْنَـٰهُم بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ 95
tsumma baddalnaā makaāna alssayyii'ahi alḥasanaha ḥattaāā ‘afawā wwaqaāluwā qad massa 'aābaā'anaā alḍḍarraā'u waalssarraā'u faaakhadznaāhum baghtahan wahum laā yasy‘uruwna
Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata, "Sesungguhnya nenek moyang kami pun telah merasai penderitaan dan kesenangan", maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong, sedang mereka tidak menyadarinya.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَـٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَـٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ 96
walaw aanna aahla alquraāā 'aāmanuwā waattaqawā lafataḥnaā ‘alayhim barakaātin mmina alssamaā'i waalaarḍi walaākin kadzdzabuwā faaakhadznaāhum bimaā kaānuwā yaksibuwna
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
أَفَأَمِنَ أَهْلُ ٱلْقُرَىٰٓ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَـٰتًا وَهُمْ نَآئِمُونَ 97
aafaaamina aahlu alquraāā aan yaatiyahum baasunaā bayaātanā wahum naāi'imuwna
Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
أَوَأَمِنَ أَهْلُ ٱلْقُرَىٰٓ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ 98
aawaaamina aahlu alquraāā aan yaatiyahum baasunaā ḍuḥanā wahum yal‘abuwna
Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
أَفَأَمِنُوا۟ مَكْرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ 99
aafaaaminuwā makra alllahi falaā yaamanu makra alllahi iillaā alqawmu alkhaāsiruwna
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.
أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْأَرْضَ مِنۢ بَعْدِ أَهْلِهَآ أَن لَّوْ نَشَآءُ أَصَبْنَـٰهُم بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ 100
aawalam yahdi lilladziyna yaritsuwna alaarḍa min ba‘di aahlihaā aan llaw nasyaā'u aaṣabnaāhum bidzunuwbihim wanaṭba‘u ‘alaāā quluwbihim fahum laā yasma‘uwna
Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya bahwa kalau Kami menghendaki, tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?
تِلْكَ ٱلْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآئِهَا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَمَا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوا۟ بِمَا كَذَّبُوا۟ مِن قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلْكَـٰفِرِينَ 101
tilka alquraāā naquṣṣu ‘alayka min aanbaāi'ihaā walaqad jaā'athum rusuluhum bialbayyinaāti famaā kaānuwā liyuu'minuwā bimaā kadzdzabuwā min qablu kadzaālika yaṭba‘u alllahu ‘alaāā quluwbi alkaāfiriyna
Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu. Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir.
وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِم مِّنْ عَهْدٍ ۖ وَإِن وَجَدْنَآ أَكْثَرَهُمْ لَفَـٰسِقِينَ 102
wamaā wajadnaā liaaktsarihim mmin ‘ahdin waiin wajadnaā aaktsarahum lafaāsiqiyna
Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik.
ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِم مُّوسَىٰ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَظَلَمُوا۟ بِهَا ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ 103
tsumma ba‘atsnaā min ba‘dihim mmuwsaāā biaāyaātinaā iilaāā fir‘awna wamalaiiyhiī faẓalamuwā bihaā faanẓur kayfa kaāna ‘aāqibahu almufsidiyna
Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Firʻawn[553] dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan.
وَقَالَ مُوسَىٰ يَـٰفِرْعَوْنُ إِنِّى رَسُولٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ 104
waqaāla muwsaāā yaāfir‘awnu iinniā rasuwlun mmin rrabbi al‘aālamiyna
Dan Musa berkata, "Firʻawn , sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam,
حَقِيقٌ عَلَىٰٓ أَن لَّآ أَقُولَ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ ۚ قَدْ جِئْتُكُم بِبَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِىَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ 105
ḥaqiyqun ‘alaāā aan llaā aaquwla ‘alaā alllahi iillaā alḥaqqa qad jii'tukum bibayyinahin mmin rrabbikum faaarsil ma‘iāa baniā iisraā'iyla
wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhan-mu, maka lepaskanlah Bani Isrā`īl(pergi) bersama aku".
قَالَ إِن كُنتَ جِئْتَ بِـَٔايَةٍ فَأْتِ بِهَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ 106
qaāla iin kunta jii'ta biaāyahin faati bihaā iin kunta mina alṣṣaādiqiyna
Firʻawn menjawab, "Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar".
فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ 107
faaalqaāā ‘aṣaāhu faiidzaā hiāa tsu‘baānun mmubiynun
Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.
وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّـٰظِرِينَ 108
wanaza‘a yadahuū faiidzaā hiāa bayḍaā'u lilnnaāẓiriyna
Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya.
قَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَـٰذَا لَسَـٰحِرٌ عَلِيمٌ 109
qaāla almalaau min qawmi fir‘awna iinna haādzaā lasaāḥirun ‘aliymun
Pemuka-pemuka kaum Firʻawn berkata, "Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai,
يُرِيدُ أَن يُخْرِجَكُم مِّنْ أَرْضِكُمْ ۖ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ 110
yuriydu aan yukhrijakum mmin aarḍikum famaādzaā taamuruwna
yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negerimu". (Firʻawn berkata), "Maka apakah yang kamu anjurkan?"
قَالُوٓا۟ أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَأَرْسِلْ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَـٰشِرِينَ 111
qaāluwā aarjih waaakhaāhu waaarsil fiā almadaāi'ini ḥaāsyiriyna
Pemuka-pemuka itu menjawab, "Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir),
يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَـٰحِرٍ عَلِيمٍ 112
yaatuwka bikulli saāḥirin ‘aliymin
supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai".
وَجَآءَ ٱلسَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوٓا۟ إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِن كُنَّا نَحْنُ ٱلْغَـٰلِبِينَ 113
wajaā'a alssaḥarahu fir‘awna qaāluwā iinna lanaā laaajranā iin kunnaā naḥnu alghaālibiyna
Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Firʻawn mengatakan, "(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?"
قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ 114
qaāla na‘am waiinnakum lamina almuqarrabiyna
Firʻawn menjawab, "Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)".
قَالُوا۟ يَـٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلْقِىَ وَإِمَّآ أَن نَّكُونَ نَحْنُ ٱلْمُلْقِينَ 115
qaāluwā yaāmuwsaāā iimmaā aan tulqiāa waiimmaā aan nnakuwna naḥnu almulqiyna
Ahli-ahli sihir berkata, "Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?"
قَالَ أَلْقُوا۟ ۖ فَلَمَّآ أَلْقَوْا۟ سَحَرُوٓا۟ أَعْيُنَ ٱلنَّاسِ وَٱسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَآءُو بِسِحْرٍ عَظِيمٍ 116
qaāla aalquwā falammaā aalqawā saḥaruwā aa‘yuna alnnaāsi waastarhabuwhum wajaā'uw bisiḥrin ‘aẓiymin
Musa menjawab, "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan).
۞ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ 117
waaawḥaynaā iilaāā muwsaāā aan aalqi ‘aṣaāka faiidzaā hiāa talqafu maā yaafikuwna
Dan Kami wahyukan kepada Musa, "Lemparkanlah tongkatmu!" Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan.
فَوَقَعَ ٱلْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ 118
fawaqa‘a alḥaqqu wabaṭala maā kaānuwā ya‘maluwna
Karena itu, nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan.
فَغُلِبُوا۟ هُنَالِكَ وَٱنقَلَبُوا۟ صَـٰغِرِينَ 119
faghulibuwā hunaālika waanqalabuwā ṣaāghiriyna
Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.
وَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَـٰجِدِينَ 120
waaulqiāa alssaḥarahu saājidiyna
Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud[554].
قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ 121
qaāluwā 'aāmannaā birabbi al‘aālamiyna
Mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,
رَبِّ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ 122
rabbi muwsaāā wahaāruwna
"(yaitu) Tuhan Musa dan Hārūn".
قَالَ فِرْعَوْنُ ءَامَنتُم بِهِۦ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَمَكْرٌ مَّكَرْتُمُوهُ فِى ٱلْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا۟ مِنْهَآ أَهْلَهَا ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ 123
qaāla fir‘awnu 'aāmantum bihiī qabla aan 'aādzana lakum iinna haādzaā lamakrun mmakartumuwhu fiā almadiynahi litukhrijuwā minhaā aahlahaā fasawfa ta‘lamuwna
Firʻawn berkata, "Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya (perbuatan ini) adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini untuk mengeluarkan penduduknya darinya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini);
لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَـٰفٍ ثُمَّ لَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ 124
laauqaṭṭi‘anna aaydiyakum waaarjulakum mmin khilaāfin tsumma laauṣallibannakum aajma‘iyna
demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik[555], kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya".
قَالُوٓا۟ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ 125
qaāluwā iinnaā iilaāā rabbinaā munqalibuwna
Ahli-ahli sihir itu menjawab, "Sesungguhnya kepada Tuhan-lah kami kembali.
وَمَا تَنقِمُ مِنَّآ إِلَّآ أَنْ ءَامَنَّا بِـَٔايَـٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتْنَا ۚ رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ 126
wamaā tanqimu minnaā iillaā aan 'aāmannaā biaāyaāti rabbinaā lammaā jaā'atnaā rabbanaā aafrigh ‘alaynaā ṣabranā watawaffanaā muslimiyna
Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami". (Mereka berdo`a), "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".
وَقَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُۥ لِيُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَءَالِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَآءَهُمْ وَنَسْتَحْىِۦ نِسَآءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَـٰهِرُونَ 127
waqaāla almalaau min qawmi fir‘awna aatadzaru muwsaāā waqawmahuū liyufsiduwā fiā alaarḍi wayadzaraka wa'aālihataka qaāla sanuqattilu aabnaā'ahum wanastaḥāiī nisaā'ahum waiinnaā fawqahum qaāhiruwna
Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Firʻawn (kepada Firʻawn ), "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?" Firʻawn menjawab, "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka".
قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱللَّهِ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۖ إِنَّ ٱلْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ وَٱلْعَـٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ 128
qaāla muwsaāā liqawmihi asta‘iynuwā bialllahi waaṣbiruwā iinna alaarḍa lillahi yuwritsuhaā man yasyaā'u min ‘ibaādihiī waal‘aāqibahu lilmuttaqiyna
Musa berkata kepada kaumnya, "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa".
قَالُوٓا۟ أُوذِينَا مِن قَبْلِ أَن تَأْتِيَنَا وَمِنۢ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ 129
qaāluwā auwdziynaā min qabli aan taatiyanaā wamin ba‘di maā jii'tanaā qaāla ‘asaāā rabbukum aan yuhlika ‘aduwwakum wayastakhlifakum fiā alaarḍi fayanẓura kayfa ta‘maluwna
Kaum Musa berkata, "Kami telah ditindas (oleh Firʻawn ) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang"[556]. Musa menjawab, "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi-(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu[557].
وَلَقَدْ أَخَذْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ بِٱلسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ 130
walaqad aakhadznaā 'aāla fir‘awna bialssiniyna wanaqṣin mmina altstsamaraāti la‘allahum yadzdzakkaruwna
Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Firʻawn dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.
فَإِذَا جَآءَتْهُمُ ٱلْحَسَنَةُ قَالُوا۟ لَنَا هَـٰذِهِۦ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا۟ بِمُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ ۗ أَلَآ إِنَّمَا طَـٰٓئِرُهُمْ عِندَ ٱللَّهِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ 131
faiidzaā jaā'athumu alḥasanahu qaāluwā lanaā haādzihiī waiin tuṣibhum sayyii'ahun yaṭṭayyaruwā bimuwsaāā waman mma‘ahuū aalaā iinnamaā ṭaāi'iruhum ‘inda alllahi walaākinna aaktsarahum laā ya‘lamuwna
Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata, "Itu adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَقَالُوا۟ مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِۦ مِنْ ءَايَةٍ لِّتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ 132
waqaāluwā mahmaā taatinaā bihiī min 'aāyahin llitasḥaranaā bihaā famaā naḥnu laka bimuu'miniyna
Mereka berkata, "Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu".
فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلطُّوفَانَ وَٱلْجَرَادَ وَٱلْقُمَّلَ وَٱلضَّفَادِعَ وَٱلدَّمَ ءَايَـٰتٍ مُّفَصَّلَـٰتٍ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًا مُّجْرِمِينَ 133
faaarsalnaā ‘alayhimu alṭṭuwfaāna waaljaraāda waalqummala waalḍḍafaādi‘a waalddama 'aāyaātin mmufaṣṣalaātin faastakbaruwā wakaānuwā qawmanā mmujrimiyna
Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak, dan darah sebagai bukti yang jelas[558], tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.
وَلَمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ ٱلرِّجْزُ قَالُوا۟ يَـٰمُوسَى ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ ۖ لَئِن كَشَفْتَ عَنَّا ٱلرِّجْزَ لَنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ 134
walammaā waqa‘a ‘alayhimu alrrijzu qaāluwā yaāmuwsaā ad‘u lanaā rabbaka bimaā ‘ahida ‘indaka lai'in kasyafta ‘annaā alrrijza lanuu'minanna laka walanursilanna ma‘aka baniā iisraā'iyla
Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, "Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan-mu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu[559]. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Isrā`īl pergi bersamamu".
فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ ٱلرِّجْزَ إِلَىٰٓ أَجَلٍ هُم بَـٰلِغُوهُ إِذَا هُمْ يَنكُثُونَ 135
falammaā kasyafnaā ‘anhumu alrrijza iilaāā aajalin hum baālighuwhu iidzaā hum yankutsuwna
Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.
فَٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ فِى ٱلْيَمِّ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَكَانُوا۟ عَنْهَا غَـٰفِلِينَ 136
faantaqamnaā minhum faaaghraqnaāhum fiā alyammi biaannahum kadzdzabuwā biaāyaātinaā wakaānuwā ‘anhaā ghaāfiliyna
Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.
وَأَوْرَثْنَا ٱلْقَوْمَ ٱلَّذِينَ كَانُوا۟ يُسْتَضْعَفُونَ مَشَـٰرِقَ ٱلْأَرْضِ وَمَغَـٰرِبَهَا ٱلَّتِى بَـٰرَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ بِمَا صَبَرُوا۟ ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُۥ وَمَا كَانُوا۟ يَعْرِشُونَ 137
waaawratsnaā alqawma alladziyna kaānuwā yustaḍ‘afuwna masyaāriqa alaarḍi wamaghaāribahaā allatiā baāraknaā fiyhaā watammat kalimatu rabbika alḥusnaāā ‘alaāā baniā iisraā'iyla bimaā ṣabaruwā wadammarnaā maā kaāna yaṣna‘u fir‘awnu waqawmuhuū wamaā kaānuwā ya‘risyuwna
Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya[560] yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhan-mu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Isrā`īl disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firʻawn dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka[561].
وَجَـٰوَزْنَا بِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱلْبَحْرَ فَأَتَوْا۟ عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰٓ أَصْنَامٍ لَّهُمْ ۚ قَالُوا۟ يَـٰمُوسَى ٱجْعَل لَّنَآ إِلَـٰهًا كَمَا لَهُمْ ءَالِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ 138
wajaāwaznaā bibaniā iisraā'iyla albaḥra faaatawā ‘alaāā qawmin ya‘kufuwna ‘alaāā aaṣnaāmin llahum qaāluwā yaāmuwsaā aj‘al llanaā iilaāhanā kamaā lahum 'aālihahun qaāla iinnakum qawmun tajhaluwna
Dan Kami seberangkan Bani Isrā`īl ke seberang lautan itu[562], maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani Isrā`īl berkata, "Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)". Musa menjawab, "Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)".
إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ مُتَبَّرٌ مَّا هُمْ فِيهِ وَبَـٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ 139
iinna haāu'ulaā'i mutabbarun mmaā hum fiyhi wabaāṭilun mmaā kaānuwā ya‘maluwna
Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang seIalu mereka kerjakan.
قَالَ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَـٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ 140
qaāla aaghayra alllahi aabghiykum iilaāhanā wahuwa faḍḍalakum ‘alaā al‘aālamiyna
Musa menjawab, "Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain dari Allah, padahal Dia-lah yang telah melebihkan kamu atas segala umat[563].
وَإِذْ أَنجَيْنَـٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ ۖ يُقَتِّلُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ 141
waiidz aanjaynaākum mmin 'aāli fir‘awna yasuwmuwnakum suw'a al‘adzaābi yuqattiluwna aabnaā'akum wayastaḥyuwna nisaā'akum wafiā dzaālikum balaā'un mmin rrabbikum ‘aẓiymun
Dan (ingatlah hai Bani Isrā`īl), ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Firʻawn ) dan kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat jahat, yaitu mereka membunuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup wanita-wanitamu. Dan pada yang demikian itu cobaan yang besar dari Tuhan-mu".
۞ وَوَٰعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَـٰثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَـٰهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَـٰتُ رَبِّهِۦٓ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَـٰرُونَ ٱخْلُفْنِى فِى قَوْمِى وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ ٱلْمُفْسِدِينَ 142
wawaā‘adnaā muwsaāā tsalaātsiyna laylahan waaatmamnaāhaā bi‘asyrin fatamma miyqaātu rabbihiī aarba‘iyna laylahan waqaāla muwsaāā liaakhiyhi haāruwna akhlufniā fiā qawmiā waaaṣliḥ walaā tattabi‘ sabiyla almufsidiyna
Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhan-nya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya, yaitu Hārūn, "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah[564], dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan".
وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَـٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِىٓ أَنظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِى وَلَـٰكِنِ ٱنظُرْ إِلَى ٱلْجَبَلِ فَإِنِ ٱسْتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوْفَ تَرَىٰنِى ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبْحَـٰنَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُؤْمِنِينَ 143
walammaā jaā'a muwsaāā limiyqaātinaā wakallamahuū rabbuhuū qaāla rabbi aariniā aanẓur iilayka qaāla lan taraāāniā walaākini anẓur iilaā aljabali faiini astaqarra makaānahuū fasawfa taraāāniā falammaā tajallaāā rabbuhuū liljabali ja‘alahuū dakkanā wakharra muwsaāā ṣa‘iqanā falammaā aafaāqa qaāla subḥaānaka tubtu iilayka waaanaā aawwalu almuu'miniyna
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, "Ya Tuhan-ku, tampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhan-nya menampakkan diri kepada gunung itu,[565] dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman".
قَالَ يَـٰمُوسَىٰٓ إِنِّى ٱصْطَفَيْتُكَ عَلَى ٱلنَّاسِ بِرِسَـٰلَـٰتِى وَبِكَلَـٰمِى فَخُذْ مَآ ءَاتَيْتُكَ وَكُن مِّنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ 144
qaāla yaāmuwsaāā iinniā aṣṭafaytuka ‘alaā alnnaāsi birisaālaātiā wabikalaāmiā fakhudz maā 'aātaytuka wakun mmina alsysyaākiriyna
Allah berfirman, "Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".
وَكَتَبْنَا لَهُۥ فِى ٱلْأَلْوَاحِ مِن كُلِّ شَىْءٍ مَّوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِّكُلِّ شَىْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا۟ بِأَحْسَنِهَا ۚ سَأُو۟رِيكُمْ دَارَ ٱلْفَـٰسِقِينَ 145
wakatabnaā lahuū fiā alaalwaāḥi min kulli syaā'in mmaw‘iẓahan watafṣiylanā llikulli syaā'in fakhudzhaā biquwwahin waamur qawmaka yaakhudzuwā biaaḥsanihaā saauwriykum daāra alfaāsiqiyna
Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada alwāḥ [566](Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman), "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya[567], nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik[568].
سَأَصْرِفُ عَنْ ءَايَـٰتِىَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَإِن يَرَوْا۟ كُلَّ ءَايَةٍ لَّا يُؤْمِنُوا۟ بِهَا وَإِن يَرَوْا۟ سَبِيلَ ٱلرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِن يَرَوْا۟ سَبِيلَ ٱلْغَىِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَكَانُوا۟ عَنْهَا غَـٰفِلِينَ 146
saaaṣrifu ‘an 'aāyaātiāa alladziyna yatakabbaruwna fiā alaarḍi bighayri alḥaqqi waiin yarawā kulla 'aāyahin llaā yuu'minuwā bihaā waiin yarawā sabiyla alrrusydi laā yattakhidzuwhu sabiylanā waiin yarawā sabiyla alghaāāi yattakhidzuwhu sabiylanā dzaālika biaannahum kadzdzabuwā biaāyaātinaā wakaānuwā ‘anhaā ghaāfiliyna
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi, tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat-(Ku)[569], mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai darinya.
وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَلِقَآءِ ٱلْـَٔاخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ 147
waalladziyna kadzdzabuwā biaāyaātinaā waliqaā'i alaākhirahi ḥabiṭat aa‘maāluhum hal yujzawna iillaā maā kaānuwā ya‘maluwna
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan.
وَٱتَّخَذَ قَوْمُ مُوسَىٰ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَّهُۥ خُوَارٌ ۚ أَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّهُۥ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيهِمْ سَبِيلًا ۘ ٱتَّخَذُوهُ وَكَانُوا۟ ظَـٰلِمِينَ 148
waattakhadza qawmu muwsaāā min ba‘dihiī min ḥuliyyihim ‘ijlanā jasadanā llahuū khuwaārun aalam yarawā aannahuū laā yukallimuhum walaā yahdiyhim sabiylanā attakhadzuwhu wakaānuwā ẓaālimiyna
Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa ke (gunung Ṭūrsīnā`) membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan) dan mereka adalah orang-orang yang zalim.[570]
وَلَمَّا سُقِطَ فِىٓ أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْا۟ أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوا۟ قَالُوا۟ لَئِن لَّمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ 149
walammaā suqiṭa fiā aaydiyhim waraaawā aannahum qad ḍalluwā qaāluwā lai'in llam yarḥamnaā rabbunaā wayaghfir lanaā lanakuwnanna mina alkhaāsiriyna
Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, mereka pun berkata, "Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi".
وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰٓ إِلَىٰ قَوْمِهِۦ غَضْبَـٰنَ أَسِفًا قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِى مِنۢ بَعْدِىٓ ۖ أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ ۖ وَأَلْقَى ٱلْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُۥٓ إِلَيْهِ ۚ قَالَ ٱبْنَ أُمَّ إِنَّ ٱلْقَوْمَ ٱسْتَضْعَفُونِى وَكَادُوا۟ يَقْتُلُونَنِى فَلَا تُشْمِتْ بِىَ ٱلْأَعْدَآءَ وَلَا تَجْعَلْنِى مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ 150
walammaā raja‘a muwsaāā iilaāā qawmihiī ghaḍbaāna aasifanā qaāla bii'samaā khalaftumuwniā min ba‘diā aa‘ajiltum aamra rabbikum waaalqaā alaalwaāḥa waaakhadza biraasi aakhiyhi yajurruhuū iilayhi qaāla abna aumma iinna alqawma astaḍ‘afuwniā wakaāduwā yaqtuluwnaniā falaā tusymit biāa alaa‘daā'a walaā taj‘alniā ma‘a alqawmi alẓẓaālimiyna
Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia, "Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhan-mu[571]? Dan Musa pun melemparkan alwāḥ [572] (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Hārūn) sambil menariknya ke arahnya. Hārūn berkata, "Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim"
قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِأَخِى وَأَدْخِلْنَا فِى رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ 151
qaāla rabbi aghfir liā waliaakhiā waaadkhilnaā fiā raḥmatika waaanta aarḥamu alrraāḥimiyna
Musa berdoa, "Ya Tuhan-ku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang".
إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُفْتَرِينَ 152
iinna alladziyna attakhadzuwā al‘ijla sayanaāluhum ghaḍabun mmin rrabbihim wadzillahun fiā alḥayawāhi alddunyaā wakadzaālika najziā almuftariyna
Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya), kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan.
وَٱلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ثُمَّ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِهَا وَءَامَنُوٓا۟ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ 153
waalladziyna ‘amiluwā alssayyiaāti tsumma taābuwā min ba‘dihaā wa'aāmanuwā iinna rabbaka min ba‘dihaā laghafuwrun rraḥiymun
Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah tobat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَلَمَّا سَكَتَ عَن مُّوسَى ٱلْغَضَبُ أَخَذَ ٱلْأَلْوَاحَ ۖ وَفِى نُسْخَتِهَا هُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَ 154
walammaā sakata ‘an mmuwsaā alghaḍabu aakhadza alaalwaāḥa wafiā nuskhatihaā hudanā waraḥmahun llilladziyna hum lirabbihim yarhabuwna
Sesudah amarah Musa menjadi reda, lalu diambilnya (kembali) alwāḥ (Taurat) itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhan-nya.
وَٱخْتَارَ مُوسَىٰ قَوْمَهُۥ سَبْعِينَ رَجُلًا لِّمِيقَـٰتِنَا ۖ فَلَمَّآ أَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُم مِّن قَبْلُ وَإِيَّـٰىَ ۖ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلسُّفَهَآءُ مِنَّآ ۖ إِنْ هِىَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَن تَشَآءُ وَتَهْدِى مَن تَشَآءُ ۖ أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَـٰفِرِينَ 155
waakhtaāra muwsaāā qawmahuū sab‘iyna rajulanā llimiyqaātinaā falammaā aakhadzathumu alrrajfahu qaāla rabbi law syii'ta aahlaktahum mmin qablu waiiyyaāāa aatuhlikunaā bimaā fa‘ala alssufahaā'u minnaā iin hiāa iillaā fitnatuka tuḍillu bihaā man tasyaā'u watahdiā man tasyaā'u aanta waliyyunaā faaghfir lanaā waarḥamnaā waaanta khayru alghaāfiriyna
Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata, "Ya Tuhan-ku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki[573]. Engkau-lah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau-lah pemberi ampun yang sebaik-baiknya".
۞ وَٱكْتُبْ لَنَا فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِنَّا هُدْنَآ إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِىٓ أُصِيبُ بِهِۦ مَنْ أَشَآءُ ۖ وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِنَا يُؤْمِنُونَ 156
waaktub lanaā fiā haādzihi alddunyaā ḥasanahan wafiā alaākhirahi iinnaā hudnaā iilayka qaāla ‘adzaābiā auṣiybu bihiī man aasyaā'u waraḥmatiā wasi‘at kulla syaā'in fasaaaktubuhaā lilladziyna yattaquwna wayuu'tuwna alzzakawāha waalladziyna hum biaāyaātinaā yuu'minuwna
Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. Allah berfirman, "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami".
ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَـٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَـٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ 157
alladziyna yattabi‘uwna alrrasuwla alnnabiāāa alaummiāāa alladziā yajiduwnahuū maktuwbanā ‘indahum fiā alttawraāāhi waaliinjiyli yaamuruhum bialma‘ruwfi wayanhaāāhum ‘ani almunkari wayuḥillu lahumu alṭṭayyibaāti wayuḥarrimu ‘alayhimu alkhabaāi'itsa wayaḍa‘u ‘anhum iiṣrahum waalaaghlaāla allatiā kaānat ‘alayhim faalladziyna 'aāmanuwā bihiī wa‘azzaruwhu wanaṣaruwhu waattaba‘uwā alnnuwra alladziā aunzila ma‘ahuū auwlaāi'ika humu almufliḥuwna
(Yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka[574]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur`ān); mereka itulah orang-orang yang beruntung.
قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِ ٱلنَّبِىِّ ٱلْأُمِّىِّ ٱلَّذِى يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَكَلِمَـٰتِهِۦ وَٱتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ 158
qul yaāaayyuhaā alnnaāsu iinniā rasuwlu alllahi iilaykum jamiy‘anā alladziā lahuū mulku alssamaāwaāti waalaarḍi laā iilaāha iillaā huwa yuḥāiī wayumiytu faaāminuwā bialllahi warasuwlihi alnnabiāāi alaummiāāi alladziā yuu'minu bialllahi wakalimaātihiī waattabi‘uwhu la‘allakum tahtaduwna
Katakanlah, "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya, nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk".
وَمِن قَوْمِ مُوسَىٰٓ أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِٱلْحَقِّ وَبِهِۦ يَعْدِلُونَ 159
wamin qawmi muwsaāā aummahun yahduwna bialḥaqqi wabihiī ya‘diluwna
Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak itulah mereka menjalankan keadilan[575].
وَقَطَّعْنَـٰهُمُ ٱثْنَتَىْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ إِذِ ٱسْتَسْقَىٰهُ قَوْمُهُۥٓ أَنِ ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْحَجَرَ ۖ فَٱنۢبَجَسَتْ مِنْهُ ٱثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ ۚ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلْغَمَـٰمَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَـٰتِ مَا رَزَقْنَـٰكُمْ ۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ 160
waqaṭṭa‘naāhumu atsnataā ‘asyraha aasbaāṭanā aumamanā waaawḥaynaā iilaāā muwsaāā iidzi astasqaāāhu qawmuhuū aani aḍrib bbi‘aṣaāka alḥajara faanbajasat minhu atsnataā ‘asyraha ‘aynanā qad ‘alima kullu aunaāsin mmasyrabahum waẓallalnaā ‘alayhimu alghamaāma waaanzalnaā ‘alayhimu almanna waalssalwaāā kuluwā min ṭayyibaāti maā razaqnaākum wamaā ẓalamuwnaā walaākin kaānuwā aanfusahum yaẓlimuwna
Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka memancarlah darinya dua belas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwā[576]. (Kami berfirman), "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu". Mereka tidak menganiaya Kami, tetapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.
وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ ٱسْكُنُوا۟ هَـٰذِهِ ٱلْقَرْيَةَ وَكُلُوا۟ مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا۟ حِطَّةٌ وَٱدْخُلُوا۟ ٱلْبَابَ سُجَّدًا نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطِيٓـَٔـٰتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ ٱلْمُحْسِنِينَ 161
waiidz qiyla lahumu askunuwā haādzihi alqaryaha wakuluwā minhaā ḥaytsu syii'tum waquwluwā ḥiṭṭahun waadkhuluwā albaāba sujjadanā nnaghfir lakum khaṭiyaātikum sanaziydu almuḥsiniyna
Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Isrā`īl), "Diamlah di negeri ini saja (Baitul Maqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki". Dan katakanlah, "Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu". Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.
فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ ٱلَّذِى قِيلَ لَهُمْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُوا۟ يَظْلِمُونَ 162
fabaddala alladziyna ẓalamuwā minhum qawlanā ghayra alladziā qiyla lahum faaarsalnaā ‘alayhim rijzanā mmina alssamaā'i bimaā kaānuwā yaẓlimuwna
Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka[577], maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.
وَسْـَٔلْهُمْ عَنِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِى كَانَتْ حَاضِرَةَ ٱلْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِى ٱلسَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُم بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ 163
wasalhum ‘ani alqaryahi allatiā kaānat ḥaāḍiraha albaḥri iidz ya‘duwna fiā alssabti iidz taatiyhim ḥiytaānuhum yawma sabtihim syurra‘anā wayawma laā yasbituwna laā taatiyhim kadzaālika nabluwhum bimaā kaānuwā yafsuquwna
Dan tanyakanlah kepada Bani Isrā`īl tentang negeri[578] yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu[579], di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.
وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ ٱللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا۟ مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ 164
waiidz qaālat aummahun mminhum lima ta‘iẓuwna qawmanā alllahu muhlikuhum aaw mu‘adzdzibuhum ‘adzaābanā syadiydanā qaāluwā ma‘dzirahan iilaāā rabbikum wala‘allahum yattaquwna
Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab)[580] kepada Tuhan-mu, dan supaya mereka bertakwa.
فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦٓ أَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلسُّوٓءِ وَأَخَذْنَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ بِعَذَابٍۭ بَـِٔيسٍۭ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ 165
falammaā nasuwā maā dzukkiruwā bihiī aanjaynaā alladziyna yanhawna ‘ani alssuw'i waaakhadznaā alladziyna ẓalamuwā bi‘adzaābin baiysin bimaā kaānuwā yafsuquwna
Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
فَلَمَّا عَتَوْا۟ عَن مَّا نُهُوا۟ عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَـٰسِـِٔينَ 166
falammaā ‘atawā ‘an mmaā nuhuwā ‘anhu qulnaā lahum kuwnuwā qiradahan khaāsiiyna
Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, "Jadilah kamu kera yang hina"[581].
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ مَن يَسُومُهُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ ٱلْعِقَابِ ۖ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ 167
waiidz taaadzdzana rabbuka layab‘atsanna ‘alayhim iilaāā yawmi alqiyaāmahi man yasuwmuhum suw'a al‘adzaābi iinna rabbaka lasariy‘u al‘iqaābi waiinnahuū laghafuwrun rraḥiymun
Dan (ingatlah), ketika Tuhan-mu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhan-mu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَقَطَّعْنَـٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِّنْهُمُ ٱلصَّـٰلِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَـٰهُم بِٱلْحَسَنَـٰتِ وَٱلسَّيِّـَٔاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ 168
waqaṭṭa‘naāhum fiā alaarḍi aumamanā mminhumu alṣṣaāliḥuwna waminhum duwna dzaālika wabalawnaāhum bialḥasanaāti waalssayyiaāti la‘allahum yarji‘uwna
Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَـٰذَا ٱلْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِن يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِّثْلُهُۥ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِم مِّيثَـٰقُ ٱلْكِتَـٰبِ أَن لَّا يَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ وَدَرَسُوا۟ مَا فِيهِ ۗ وَٱلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ 169
fakhalafa min ba‘dihim khalfun waritsuwā alkitaāba yaakhudzuwna ‘araḍa haādzaā alaadnaāā wayaquwluwna sayughfaru lanaā waiin yaatihim ‘araḍun mmitsluhuū yaakhudzuwhu aalam yuu'khadz ‘alayhim mmiytsaāqu alkitaābi aan llaā yaquwluwā ‘alaā alllahi iillaā alḥaqqa wadarasuwā maā fiyhi waalddaāru alaākhirahu khayrun llilladziyna yattaquwna aafalaā ta‘qiluwna
Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata, "Kami akan diberi ampun". Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?
وَٱلَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِٱلْكِتَـٰبِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُصْلِحِينَ 170
waalladziyna yumassikuwna bialkitaābi waaaqaāmuwā alṣṣalawāha iinnaā laā nuḍiy‘u aajra almuṣliḥiyna
Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Alkitab (Taurat) serta mendirikan salat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.
۞ وَإِذْ نَتَقْنَا ٱلْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٌ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُۥ وَاقِعٌۢ بِهِمْ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَـٰكُم بِقُوَّةٍ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 171
waiidz nataqnaā aljabala fawqahum kaaannahuū ẓullahun waẓannuwā aannahuū waāqi‘un bihim khudzuwā maā 'aātaynaākum biquwwahin waadzkuruwā maā fiyhi la‘allakum tattaquwna
Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka), "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa".
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَـٰذَا غَـٰفِلِينَ 172
waiidz aakhadza rabbuka min baniā 'aādama min ẓuhuwrihim dzurriyyatahum waaasyhadahum ‘alaāā aanfusihim aalastu birabbikum qaāluwā balaāā syahidnaā aan taquwluwā yawma alqiyaāmahi iinnaā kunnaā ‘an haādzaā ghaāfiliyna
Dan (ingatlah), ketika Tuhan-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhan-mu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
أَوْ تَقُولُوٓا۟ إِنَّمَآ أَشْرَكَ ءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِّنۢ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلْمُبْطِلُونَ 173
aaw taquwluwā iinnamaā aasyraka 'aābaāu'unaā min qablu wakunnaā dzurriyyahan mmin ba‘dihim aafatuhlikunaā bimaā fa‘ala almubṭiluwna
atau agar kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?"[582]
وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ 174
wakadzaālika nufaṣṣilu alaāyaāti wala‘allahum yarji‘uwna
Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu agar mereka kembali (kepada kebenaran).
وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱلَّذِىٓ ءَاتَيْنَـٰهُ ءَايَـٰتِنَا فَٱنسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ ٱلشَّيْطَـٰنُ فَكَانَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ 175
waatlu ‘alayhim nabaaa alladziā 'aātaynaāhu 'aāyaātinaā faansalakha minhaā faaatba‘ahu alsysyayṭaānu fakaāna mina alghaāwiyna
Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Alkitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَـٰهُ بِهَا وَلَـٰكِنَّهُۥٓ أَخْلَدَ إِلَى ٱلْأَرْضِ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ ۚ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا ۚ فَٱقْصُصِ ٱلْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ 176
walaw syii'naā larafa‘naāhu bihaā walaākinnahuū aakhlada iilaā alaarḍi waattaba‘a hawaāāhu famatsaluhuū kamatsali alkalbi iin taḥmil ‘alayhi yalhats aaw tatrukhu yalhats dzdzaālika matsalu alqawmi alladziyna kadzdzabuwā biaāyaātinaā faaqṣuṣi alqaṣaṣa la‘allahum yatafakkaruwna
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah; maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya, dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
سَآءَ مَثَلًا ٱلْقَوْمُ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَأَنفُسَهُمْ كَانُوا۟ يَظْلِمُونَ 177
saā'a matsalanā alqawmu alladziyna kadzdzabuwā biaāyaātinaā waaanfusahum kaānuwā yaẓlimuwna
Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.
مَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِى ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ 178
man yahdi alllahu fahuwa almuhtadiā waman yuḍlil faauwlaāi'ika humu alkhaāsiruwna
Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah[583], maka merekalah orang-orang yang merugi.
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَـٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَـٰفِلُونَ 179
walaqad dzaraanaā lijahannama katsiyranā mmina aljinni waaliinsi lahum quluwbun llaā yafqahuwna bihaā walahum aa‘yunun llaā yubṣiruwna bihaā walahum 'aādzaānun llaā yasma‘uwna bihaā auwlaāi'ika kaalaan‘aāmi bal hum aaḍallu auwlaāi'ika humu alghaāfiluwna
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.[584]
وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَـٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ 180
walillahi alaasmaā'u alḥusnaāā faad‘uwhu bihaā wadzaruwā alladziyna yulḥiduwna fiā aasmaāi'ihiī sayujzawna maā kaānuwā ya‘maluwna
Hanya milik Allah Asmā`ul ῌusnā[585], maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmā`ul ῌusnā itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya[586]. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
وَمِمَّنْ خَلَقْنَآ أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِٱلْحَقِّ وَبِهِۦ يَعْدِلُونَ 181
wamimman khalaqnaā aummahun yahduwna bialḥaqqi wabihiī ya‘diluwna
Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan, ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.
وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ 182
waalladziyna kadzdzabuwā biaāyaātinaā sanastadrijuhum mmin ḥaytsu laā ya‘lamuwna
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.
وَأُمْلِى لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِى مَتِينٌ 183
waaumliā lahum iinna kaydiā matiynun
Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.
أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا۟ ۗ مَا بِصَاحِبِهِم مِّن جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ مُّبِينٌ 184
aawalam yatafakkaruwā maā biṣaāḥibihim mmin jinnahin iin huwa iillaā nadziyrun mmubiynun
Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.
أَوَلَمْ يَنظُرُوا۟ فِى مَلَكُوتِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ وَأَنْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَدِ ٱقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَىِّ حَدِيثٍۭ بَعْدَهُۥ يُؤْمِنُونَ 185
aawalam yanẓuruwā fiā malakuwti alssamaāwaāti waalaarḍi wamaā khalaqa alllahu min syaā'in waaan ‘asaāā aan yakuwna qadi aqtaraba aajaluhum fabiaaāāi ḥadiytsin ba‘dahuū yuu'minuwna
Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al-Qur`ān itu?
مَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَا هَادِىَ لَهُۥ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ 186
man yuḍlili alllahu falaā haādiāa lahuū wayadzaruhum fiā ṭughyaānihim ya‘mahuwna
Barang siapa yang Allah sesatkan[587], maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ 187
yasaluwnaka ‘ani alssaā‘ahi aayyaāna mursaāāhaā qul iinnamaā ‘ilmuhaā ‘inda rabbiā laā yujalliyhaā liwaqtihaā iillaā huwa tsaqulat fiā alssamaāwaāti waalaarḍi laā taatiykum iillaā baghtahan yasaluwnaka kaaannaka ḥafiāāun ‘anhaā qul iinnamaā ‘ilmuhaā ‘inda alllahi walaākinna aaktsara alnnaāsi laā ya‘lamuwna
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, "Bilakah terjadinya?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhan-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".
قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ لَٱسْتَكْثَرْتُ مِنَ ٱلْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِىَ ٱلسُّوٓءُ ۚ إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ 188
qul llaā aamliku linafsiā naf‘anā walaā ḍarranā iillaā maā syaā'a alllahu walaw kuntu aa‘lamu alghayba laastaktsartu mina alkhayri wamaā massaniāa alssuw'u iin aanaā iillaā nadziyrun wabasyiyrun lliqawmin yuu'minuwna
Katakanlah, "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya, dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman".
۞ هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِۦ ۖ فَلَمَّآ أَثْقَلَت دَّعَوَا ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ ءَاتَيْتَنَا صَـٰلِحًا لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِينَ 189
huwa alladziā khalaqakum mmin nnafsin waāḥidahin waja‘ala minhaā zawjahaā liyaskuna iilayhaā falammaā taghasysyaāāhaā ḥamalat ḥamlanā khafiyfanā famarrat bihiī falammaā aatsqalat dda‘awaā alllaha rabbahumaā lai'in 'aātaytanaā ṣaāliḥanā llanakuwnanna mina alsysyaākiriyna
Dia-lah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan-nya seraya berkata, "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur".
فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَـٰلِحًا جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَا ۚ فَتَعَـٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ 190
falammaā 'aātaāāhumaā ṣaāliḥanā ja‘alaā lahuū syurakaā'a fiymaā 'aātaāāhumaā fata‘aālaā alllahu ‘ammaā yusyrikuwna
Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya[588] menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْـًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ 191
aayusyrikuwna maā laā yakhluqu syayanā wahum yukhlaquwna
Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.
وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَآ أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ 192
walaā yastaṭiy‘uwna lahum naṣranā walaā aanfusahum yanṣuruwna
Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.
وَإِن تَدْعُوهُمْ إِلَى ٱلْهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمْ ۚ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنتُمْ صَـٰمِتُونَ 193
waiin tad‘uwhum iilaā alhudaāā laā yattabi‘uwkum sawaā'un ‘alaykum aada‘awtumuwhum aam aantum ṣaāmituwna
Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri.
إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ۖ فَٱدْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لَكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ 194
iinna alladziyna tad‘uwna min duwni alllahi ‘ibaādun aamtsaālukum faad‘uwhum falyastajiybuwā lakum iin kuntum ṣaādiqiyna
Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.
أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ٱدْعُوا۟ شُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنظِرُونِ 195
aalahum aarjulun yamsyuwna bihaā aam lahum aaydin yabṭisyuwna bihaā aam lahum aa‘yunun yubṣiruwna bihaā aam lahum 'aādzaānun yasma‘uwna bihaā quli ad‘uwā syurakaā'akum tsumma kiyduwni falaā tunẓiruwni
Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras[589], atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah, "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku. tanpa memberi tangguh (kepada-ku)".
إِنَّ وَلِـِّۧىَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْكِتَـٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّـٰلِحِينَ 196
iinna waliliāa alllahu alladziā nazzala alkitaāba wahuwa yatawallaā alṣṣaāliḥiyna
"Sesungguhnya pelindungku ialah Allah Yang telah menurunkan Alkitab (Al-Qur`ān) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh".
وَٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَآ أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ 197
waalladziyna tad‘uwna min duwnihiī laā yastaṭiy‘uwna naṣrakum walaā aanfusahum yanṣuruwna
"Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri".
وَإِن تَدْعُوهُمْ إِلَى ٱلْهُدَىٰ لَا يَسْمَعُوا۟ ۖ وَتَرَىٰهُمْ يَنظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ 198
waiin tad‘uwhum iilaā alhudaāā laā yasma‘uwā wataraāāhum yanẓuruwna iilayka wahum laā yubṣiruwna
"Dan jika kamu sekalian menyeru (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, niscaya berhala-berhala itu tidak dapat mendengarnya. Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat.
خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَـٰهِلِينَ 199
khudzi al‘afwa waamur bial‘urfi waaa‘riḍ ‘ani aljaāhiliyna
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ نَزْغٌ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 200
waiimmaā yanzaghannaka mina alsysyayṭaāni nazghun faasta‘idz bialllahi iinnahuū samiy‘un ‘aliymun
Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan maka berlindunglah kepada Allah[590]. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ إِذَا مَسَّهُمْ طَـٰٓئِفٌ مِّنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ 201
iinna alladziyna attaqawā iidzaā massahum ṭaāi'ifun mmina alsysyayṭaāni tadzakkaruwā faiidzaā hum mmubṣiruwna
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
وَإِخْوَٰنُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِى ٱلْغَىِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُونَ 202
waiikhwaānuhum yamudduwnahum fiā alghaāāi tsumma laā yuqṣiruwna
Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).
وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِم بِـَٔايَةٍ قَالُوا۟ لَوْلَا ٱجْتَبَيْتَهَا ۚ قُلْ إِنَّمَآ أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ مِن رَّبِّى ۚ هَـٰذَا بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ 203
waiidzaā lam taatihim biaāyahin qaāluwā lawlaā ajtabaytahaā qul iinnamaā aattabi‘u maā yuwḥaāā iilaāāa min rrabbiā haādzaā baṣaāi'iru min rrabbikum wahudanā waraḥmahun lliqawmin yuu'minuwna
Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al-Qur`ān kepada mereka, mereka berkata, "Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?" Katakanlah, "Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhan-ku kepadaku. Al-Qur`ān ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhan-mu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman".
وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ 204
waiidzaā qurii'a alqur'aānu faastami‘uwā lahuū waaanṣituwā la‘allakum turḥamuwna
Dan apabila dibacakan Al-Qur`ān, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat[591].
وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْـَٔاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَـٰفِلِينَ 205
waadzkur rrabbaka fiā nafsika taḍarru‘anā wakhiyfahan waduwna aljahri mina alqawli bialghuduwwi waalaāṣaāli walaā takun mmina alghaāfiliyna
Dan sebutlah (nama) Tuhan-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.
إِنَّ ٱلَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَيُسَبِّحُونَهُۥ وَلَهُۥ يَسْجُدُونَ ۩ 206
iinna alladziyna ‘inda rabbika laā yastakbiruwna ‘an ‘ibaādatihiī wayusabbiḥuwnahuū walahuū yasjuduwna
Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhan-mu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud[592].
← Surah sebelumnya
Surah berikutnya →