← Daftar Surah
7. Al-A’raf
الأعراف · Tempat Tertinggi · 206 ayat · Makkah
الٓمٓصٓ
1
Alif
Lām
Mīm
Ṣād
Alif
Lām
Mīm
Ṣād[527].
كِتَـٰبٌ
أُنزِلَ
إِلَيْكَ
فَلَا
يَكُن
فِى
صَدْرِكَ
حَرَجٌ
مِّنْهُ
لِتُنذِرَ
بِهِۦ
وَذِكْرَىٰ
لِلْمُؤْمِنِينَ
2
kitaābun
aunzila
iilayka
falaā
yakun
fiā
ṣadrika
ḥarajun
mminhu
litundzira
bihiī
wadzikraāā
lilmuu'miniyna
Ini
adalah
sebuah
kitab
yang
diturunkan
kepadamu,
maka
janganlah
ada
kesempitan
di
dalam
dadamu
karenanya,
supaya
kamu
memberi
peringatan
dengan
kitab
itu
(kepada
orang
kafir),
dan
menjadi
pelajaran
bagi
orang-orang
yang
beriman.
ٱتَّبِعُوا۟
مَآ
أُنزِلَ
إِلَيْكُم
مِّن
رَّبِّكُمْ
وَلَا
تَتَّبِعُوا۟
مِن
دُونِهِۦٓ
أَوْلِيَآءَ
ۗ
قَلِيلًا
مَّا
تَذَكَّرُونَ
3
attabi‘uwā
maā
aunzila
iilaykum
mmin
rrabbikum
walaā
tattabi‘uwā
min
duwnihiī
aawliyaā'a
qaliylanā
mmaā
tadzakkaruwna
Ikutilah
apa
yang
diturunkan
kepadamu
dari
Tuhan-mu
dan
janganlah
kamu
mengikuti
pemimpin-pemimpin
selain-Nya[528].
Amat
sedikitlah
kamu
mengambil
pelajaran
(darinya).
وَكَم
مِّن
قَرْيَةٍ
أَهْلَكْنَـٰهَا
فَجَآءَهَا
بَأْسُنَا
بَيَـٰتًا
أَوْ
هُمْ
قَآئِلُونَ
4
wakam
mmin
qaryahin
aahlaknaāhaā
fajaā'ahaā
baasunaā
bayaātanā
aaw
hum
qaāi'iluwna
Betapa
banyaknya
negeri
yang
telah
Kami
binasakan,
maka
datanglah
siksaan
Kami
(menimpa
penduduk)nya
di
waktu
mereka
berada
di
malam
hari,
atau
di
waktu
mereka
beristirahat
di
tengah
hari.
فَمَا
كَانَ
دَعْوَىٰهُمْ
إِذْ
جَآءَهُم
بَأْسُنَآ
إِلَّآ
أَن
قَالُوٓا۟
إِنَّا
كُنَّا
ظَـٰلِمِينَ
5
famaā
kaāna
da‘waāāhum
iidz
jaā'ahum
baasunaā
iillaā
aan
qaāluwā
iinnaā
kunnaā
ẓaālimiyna
Maka
tidak
adalah
keluhan
mereka
di
waktu
datang
kepada
mereka
siksaan
Kami,
kecuali
mengatakan,
"Sesungguhnya
kami
adalah
orang-orang
yang
zalim".
فَلَنَسْـَٔلَنَّ
ٱلَّذِينَ
أُرْسِلَ
إِلَيْهِمْ
وَلَنَسْـَٔلَنَّ
ٱلْمُرْسَلِينَ
6
falanasalanna
alladziyna
aursila
iilayhim
walanasalanna
almursaliyna
Maka
sesungguhnya
Kami
akan
menanyai
umat-umat
yang
telah
diutus
rasul-rasul
kepada
mereka
dan
sesungguhnya
Kami
akan
menanyai
(pula)
rasul-rasul
(Kami),
فَلَنَقُصَّنَّ
عَلَيْهِم
بِعِلْمٍ
ۖ
وَمَا
كُنَّا
غَآئِبِينَ
7
falanaquṣṣanna
‘alayhim
bi‘ilmin
wamaā
kunnaā
ghaāi'ibiyna
maka
sesungguhnya
akan
Kami
kabarkan
kepada
mereka
(apa-apa
yang
telah
mereka
perbuat),
sedang
(Kami)
mengetahui
(keadaan
mereka),
dan
Kami
sekali-kali
tidak
jauh
(dari
mereka).
وَٱلْوَزْنُ
يَوْمَئِذٍ
ٱلْحَقُّ
ۚ
فَمَن
ثَقُلَتْ
مَوَٰزِينُهُۥ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْمُفْلِحُونَ
8
waalwaznu
yawmai'idzin
alḥaqqu
faman
tsaqulat
mawaāziynuhuū
faauwlaāi'ika
humu
almufliḥuwna
Timbangan
pada
hari
itu
ialah
kebenaran
(keadilan),
maka
barang
siapa
berat
timbangan
kebaikannya,
maka
mereka
itulah
orang-orang
yang
beruntung.
وَمَنْ
خَفَّتْ
مَوَٰزِينُهُۥ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
ٱلَّذِينَ
خَسِرُوٓا۟
أَنفُسَهُم
بِمَا
كَانُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
يَظْلِمُونَ
9
waman
khaffat
mawaāziynuhuū
faauwlaāi'ika
alladziyna
khasiruwā
aanfusahum
bimaā
kaānuwā
biaāyaātinaā
yaẓlimuwna
Dan
siapa
yang
ringan
timbangan
kebaikannya,
maka
itulah
orang-orang
yang
merugikan
dirinya
sendiri,
disebabkan
mereka
selalu
mengingkari
ayat-ayat
Kami.
وَلَقَدْ
مَكَّنَّـٰكُمْ
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَجَعَلْنَا
لَكُمْ
فِيهَا
مَعَـٰيِشَ
ۗ
قَلِيلًا
مَّا
تَشْكُرُونَ
10
walaqad
makkannaākum
fiā
alaarḍi
waja‘alnaā
lakum
fiyhaā
ma‘aāyisya
qaliylanā
mmaā
tasykuruwna
Sesungguhnya
Kami
telah
menempatkan
kamu
sekalian
di
muka
bumi
dan
Kami
adakan
bagimu
di
muka
bumi
itu
(sumber)
penghidupan.
Amat
sedikitlah
kamu
bersyukur.
وَلَقَدْ
خَلَقْنَـٰكُمْ
ثُمَّ
صَوَّرْنَـٰكُمْ
ثُمَّ
قُلْنَا
لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ
ٱسْجُدُوا۟
لِـَٔادَمَ
فَسَجَدُوٓا۟
إِلَّآ
إِبْلِيسَ
لَمْ
يَكُن
مِّنَ
ٱلسَّـٰجِدِينَ
11
walaqad
khalaqnaākum
tsumma
ṣawwarnaākum
tsumma
qulnaā
lilmalaāi'ikahi
asjuduwā
liaādama
fasajaduwā
iillaā
iibliysa
lam
yakun
mmina
alssaājidiyna
Sesungguhnya
Kami
telah
menciptakan
kamu
(Adam),
lalu
Kami
bentuk
tubuhmu,
kemudian
Kami
katakan
kepada
para
malaikat,
"Bersujudlah
kamu
kepada
Adam";
maka
mereka
pun
bersujud
kecuali
iblis.
Dia
tidak
termasuk
mereka
yang
bersujud.
قَالَ
مَا
مَنَعَكَ
أَلَّا
تَسْجُدَ
إِذْ
أَمَرْتُكَ
ۖ
قَالَ
أَنَا۠
خَيْرٌ
مِّنْهُ
خَلَقْتَنِى
مِن
نَّارٍ
وَخَلَقْتَهُۥ
مِن
طِينٍ
12
qaāla
maā
mana‘aka
aallaā
tasjuda
iidz
aamartuka
qaāla
aanaā
khayrun
mminhu
khalaqtaniā
min
nnaārin
wakhalaqtahuū
min
ṭiynin
Allah
berfirman,
"Apakah
yang
menghalangimu
untuk
bersujud
(kepada
Adam)
di
waktu
Aku
menyuruhmu?"
Menjawab
iblis,
"Saya
lebih
baik
daripadanya;
Engkau
ciptakan
saya
dari
api
sedang
dia
Engkau
ciptakan
dari
tanah".
قَالَ
فَٱهْبِطْ
مِنْهَا
فَمَا
يَكُونُ
لَكَ
أَن
تَتَكَبَّرَ
فِيهَا
فَٱخْرُجْ
إِنَّكَ
مِنَ
ٱلصَّـٰغِرِينَ
13
qaāla
faahbiṭ
minhaā
famaā
yakuwnu
laka
aan
tatakabbara
fiyhaā
faakhruj
iinnaka
mina
alṣṣaāghiriyna
Allah
berfirman,
"Turunlah
kamu
dari
surga
itu;
karena
kamu
tidak
sepatutnya
menyombongkan
diri
di
dalamnya,
maka
keluarlah,
sesungguhnya
kamu
termasuk
orang-orang
yang
hina".
قَالَ
أَنظِرْنِىٓ
إِلَىٰ
يَوْمِ
يُبْعَثُونَ
14
qaāla
aanẓirniā
iilaāā
yawmi
yub‘atsuwna
Iblis
menjawab,
"Beri
tangguhlah
saya[529]
sampai
waktu
mereka
dibangkitkan".
قَالَ
إِنَّكَ
مِنَ
ٱلْمُنظَرِينَ
15
qaāla
iinnaka
mina
almunẓariyna
Allah
berfirman,
"Sesungguhnya
kamu
termasuk
mereka
yang
diberi
tangguh".
قَالَ
فَبِمَآ
أَغْوَيْتَنِى
لَأَقْعُدَنَّ
لَهُمْ
صِرَٰطَكَ
ٱلْمُسْتَقِيمَ
16
qaāla
fabimaā
aaghwaytaniā
laaaq‘udanna
lahum
ṣiraāṭaka
almustaqiyma
Iblis
menjawab,
"Karena
Engkau
telah
menghukum
saya
tersesat,
saya
benar-benar
akan
(menghalang-halangi)
mereka
dari
jalan
Engkau
yang
lurus,
ثُمَّ
لَـَٔاتِيَنَّهُم
مِّنۢ
بَيْنِ
أَيْدِيهِمْ
وَمِنْ
خَلْفِهِمْ
وَعَنْ
أَيْمَـٰنِهِمْ
وَعَن
شَمَآئِلِهِمْ
ۖ
وَلَا
تَجِدُ
أَكْثَرَهُمْ
شَـٰكِرِينَ
17
tsumma
laaātiyannahum
mmin
bayni
aaydiyhim
wamin
khalfihim
wa‘an
aaymaānihim
wa‘an
syamaāi'ilihim
walaā
tajidu
aaktsarahum
syaākiriyna
kemudian
saya
akan
mendatangi
mereka
dari
muka
dan
dari
belakang
mereka,
dari
kanan
dan
dari
kiri
mereka.
Dan
Engkau
tidak
akan
mendapati
kebanyakan
mereka
bersyukur
(taat).
قَالَ
ٱخْرُجْ
مِنْهَا
مَذْءُومًا
مَّدْحُورًا
ۖ
لَّمَن
تَبِعَكَ
مِنْهُمْ
لَأَمْلَأَنَّ
جَهَنَّمَ
مِنكُمْ
أَجْمَعِينَ
18
qaāla
akhruj
minhaā
madz'uwmanā
mmadḥuwranā
llaman
tabi‘aka
minhum
laaamlaaanna
jahannama
minkum
aajma‘iyna
Allah
berfirman,
"Keluarlah
kamu
dari
surga
itu
sebagai
orang
terhina
lagi
terusir.
Sesungguhnya
barang
siapa
di
antara
mereka
mengikuti
kamu,
benar-benar
Aku
akan
mengisi
neraka
Jahanam
dengan
kamu
semuanya".
وَيَـٰٓـَٔادَمُ
ٱسْكُنْ
أَنتَ
وَزَوْجُكَ
ٱلْجَنَّةَ
فَكُلَا
مِنْ
حَيْثُ
شِئْتُمَا
وَلَا
تَقْرَبَا
هَـٰذِهِ
ٱلشَّجَرَةَ
فَتَكُونَا
مِنَ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
19
wayaāaādamu
askun
aanta
wazawjuka
aljannaha
fakulaā
min
ḥaytsu
syii'tumaā
walaā
taqrabaā
haādzihi
alsysyajaraha
fatakuwnaā
mina
alẓẓaālimiyna
(Dan
Allah
berfirman),
"Hai
Adam
bertempat
tinggallah
kamu
dan
istrimu
di
surga
serta
makanlah
olehmu
berdua
(buah-buahan)
di
mana
saja
yang
kamu
sukai,
dan
janganlah
kamu
berdua
mendekati
pohon
ini,
lalu
menjadilah
kamu
berdua
termasuk
orang-orang
yang
zalim".
فَوَسْوَسَ
لَهُمَا
ٱلشَّيْطَـٰنُ
لِيُبْدِىَ
لَهُمَا
مَا
وُۥرِىَ
عَنْهُمَا
مِن
سَوْءَٰتِهِمَا
وَقَالَ
مَا
نَهَىٰكُمَا
رَبُّكُمَا
عَنْ
هَـٰذِهِ
ٱلشَّجَرَةِ
إِلَّآ
أَن
تَكُونَا
مَلَكَيْنِ
أَوْ
تَكُونَا
مِنَ
ٱلْخَـٰلِدِينَ
20
fawaswasa
lahumaā
alsysyayṭaānu
liyubdiāa
lahumaā
maā
wuūriāa
‘anhumaā
min
saw'aātihimaā
waqaāla
maā
nahaāākumaā
rabbukumaā
‘an
haādzihi
alsysyajarahi
iillaā
aan
takuwnaā
malakayni
aaw
takuwnaā
mina
alkhaālidiyna
Maka
setan
membisikkan
pikiran
jahat
kepada
keduanya
untuk
menampakkan
kepada
keduanya
apa
yang
tertutup
dari
mereka,
yaitu
auratnya,
dan
setan
berkata,
"Tuhan
kamu
tidak
melarangmu
dan
mendekati
pohon
ini,
melainkan
supaya
kamu
berdua
tidak
menjadi
malaikat
atau
tidak
menjadi
orang-orang
yang
kekal
(dalam
surga)".
وَقَاسَمَهُمَآ
إِنِّى
لَكُمَا
لَمِنَ
ٱلنَّـٰصِحِينَ
21
waqaāsamahumaā
iinniā
lakumaā
lamina
alnnaāṣiḥiyna
Dan
dia
(setan)
bersumpah
kepada
keduanya,
"Sesungguhnya
saya
adalah
termasuk
orang
yang
memberi
nasihat
kepada
kamu
berdua",
فَدَلَّىٰهُمَا
بِغُرُورٍ
ۚ
فَلَمَّا
ذَاقَا
ٱلشَّجَرَةَ
بَدَتْ
لَهُمَا
سَوْءَٰتُهُمَا
وَطَفِقَا
يَخْصِفَانِ
عَلَيْهِمَا
مِن
وَرَقِ
ٱلْجَنَّةِ
ۖ
وَنَادَىٰهُمَا
رَبُّهُمَآ
أَلَمْ
أَنْهَكُمَا
عَن
تِلْكُمَا
ٱلشَّجَرَةِ
وَأَقُل
لَّكُمَآ
إِنَّ
ٱلشَّيْطَـٰنَ
لَكُمَا
عَدُوٌّ
مُّبِينٌ
22
fadallaāāhumaā
bighuruwrin
falammaā
dzaāqaā
alsysyajaraha
badat
lahumaā
saw'aātuhumaā
waṭafiqaā
yakhṣifaāni
‘alayhimaā
min
waraqi
aljannahi
wanaādaāāhumaā
rabbuhumaā
aalam
aanhakumaā
‘an
tilkumaā
alsysyajarahi
waaaqul
llakumaā
iinna
alsysyayṭaāna
lakumaā
‘aduwwun
mmubiynun
maka
setan
membujuk
keduanya
(untuk
memakan
buah
itu)
dengan
tipu
daya.
Tatkala
keduanya
telah
merasai
buah
kayu
itu,
nampaklah
bagi
keduanya
aurat-auratnya,
dan
mulailah
keduanya
menutupinya
dengan
daun-daun
surga.
Kemudian
Tuhan
mereka
menyeru
mereka,
"Bukankah
Aku
telah
melarang
kamu
berdua
dari
pohon
kayu
itu
dan
Aku
katakan
kepadamu,
"Sesungguhnya
setan
itu
adalah
musuh
yang
nyata
bagi
kamu
berdua?"
قَالَا
رَبَّنَا
ظَلَمْنَآ
أَنفُسَنَا
وَإِن
لَّمْ
تَغْفِرْ
لَنَا
وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
ٱلْخَـٰسِرِينَ
23
qaālaā
rabbanaā
ẓalamnaā
aanfusanaā
waiin
llam
taghfir
lanaā
watarḥamnaā
lanakuwnanna
mina
alkhaāsiriyna
Keduanya
berkata,
"Ya
Tuhan
kami,
kami
telah
menganiaya
diri
kami
sendiri,
dan
jika
Engkau
tidak
mengampuni
kami
dan
memberi
rahmat
kepada
kami,
niscaya
pastilah
kami
termasuk
orang-orang
yang
merugi.
قَالَ
ٱهْبِطُوا۟
بَعْضُكُمْ
لِبَعْضٍ
عَدُوٌّ
ۖ
وَلَكُمْ
فِى
ٱلْأَرْضِ
مُسْتَقَرٌّ
وَمَتَـٰعٌ
إِلَىٰ
حِينٍ
24
qaāla
ahbiṭuwā
ba‘ḍukum
liba‘ḍin
‘aduwwun
walakum
fiā
alaarḍi
mustaqarrun
wamataā‘un
iilaāā
ḥiynin
Allah
berfirman,
"Turunlah
kamu
sekalian,
sebagian
kamu
menjadi
musuh
bagi
sebagian
yang
lain.
Dan
kamu
mempunyai
tempat
kediaman
dan
kesenangan
(tempat
mencari
kehidupan)
di
muka
bumi
sampai
waktu
yang
telah
ditentukan".
قَالَ
فِيهَا
تَحْيَوْنَ
وَفِيهَا
تَمُوتُونَ
وَمِنْهَا
تُخْرَجُونَ
25
qaāla
fiyhaā
taḥyawna
wafiyhaā
tamuwtuwna
waminhaā
tukhrajuwna
Allah
berfirman,
"Di
bumi
itu
kamu
hidup
dan
di
bumi
itu
kamu
mati,
dan
dari
bumi
itu
(pula)
kamu
akan
dibangkitkan.
يَـٰبَنِىٓ
ءَادَمَ
قَدْ
أَنزَلْنَا
عَلَيْكُمْ
لِبَاسًا
يُوَٰرِى
سَوْءَٰتِكُمْ
وَرِيشًا
ۖ
وَلِبَاسُ
ٱلتَّقْوَىٰ
ذَٰلِكَ
خَيْرٌ
ۚ
ذَٰلِكَ
مِنْ
ءَايَـٰتِ
ٱللَّهِ
لَعَلَّهُمْ
يَذَّكَّرُونَ
26
yaābaniā
'aādama
qad
aanzalnaā
‘alaykum
libaāsanā
yuwaāriā
saw'aātikum
wariysyanā
walibaāsu
alttaqwaāā
dzaālika
khayrun
dzaālika
min
'aāyaāti
alllahi
la‘allahum
yadzdzakkaruwna
Hai
anak
Adam[530],
sesungguhnya
Kami
telah
menurunkan
kepadamu
pakaian
untuk
menutup
auratmu
dan
pakaian
indah
untuk
perhiasan
.
Dan
pakaian
takwa[531]
itulah
yang
paling
baik.
Yang
demikian
itu
adalah
sebagian
dari
tanda-tanda
kekuasaan
Allah,
mudah-mudahan
mereka
selalu
ingat.
يَـٰبَنِىٓ
ءَادَمَ
لَا
يَفْتِنَنَّكُمُ
ٱلشَّيْطَـٰنُ
كَمَآ
أَخْرَجَ
أَبَوَيْكُم
مِّنَ
ٱلْجَنَّةِ
يَنزِعُ
عَنْهُمَا
لِبَاسَهُمَا
لِيُرِيَهُمَا
سَوْءَٰتِهِمَآ
ۗ
إِنَّهُۥ
يَرَىٰكُمْ
هُوَ
وَقَبِيلُهُۥ
مِنْ
حَيْثُ
لَا
تَرَوْنَهُمْ
ۗ
إِنَّا
جَعَلْنَا
ٱلشَّيَـٰطِينَ
أَوْلِيَآءَ
لِلَّذِينَ
لَا
يُؤْمِنُونَ
27
yaābaniā
'aādama
laā
yaftinannakumu
alsysyayṭaānu
kamaā
aakhraja
aabawaykum
mmina
aljannahi
yanzi‘u
‘anhumaā
libaāsahumaā
liyuriyahumaā
saw'aātihimaā
iinnahuū
yaraāākum
huwa
waqabiyluhuū
min
ḥaytsu
laā
tarawnahum
iinnaā
ja‘alnaā
alsysyayaāṭiyna
aawliyaā'a
lilladziyna
laā
yuu'minuwna
Hai
anak
Adam,
janganlah
sekali-kali
kamu
dapat
ditipu
oleh
setan
sebagaimana
ia
telah
mengeluarkan
kedua
ibu
bapkamu
dari
surga,
ia
menanggalkan
dari
keduanya
pakaiannya
untuk
memperlihatkan
kepada
keduanya
auratnya.
Sesungguhnya
ia
dan
pengikut-pengikutnya
melihat
kamu
dan
suatu
tempat
yang
kamu
tidak
bisa
melihat
mereka.
Sesungguhnya
Kami
telah
menjadikan
setan-setan
itu
pemimpin-pemimpin
bagi
orang-orang
yang
tidak
beriman.
وَإِذَا
فَعَلُوا۟
فَـٰحِشَةً
قَالُوا۟
وَجَدْنَا
عَلَيْهَآ
ءَابَآءَنَا
وَٱللَّهُ
أَمَرَنَا
بِهَا
ۗ
قُلْ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يَأْمُرُ
بِٱلْفَحْشَآءِ
ۖ
أَتَقُولُونَ
عَلَى
ٱللَّهِ
مَا
لَا
تَعْلَمُونَ
28
waiidzaā
fa‘aluwā
faāḥisyahan
qaāluwā
wajadnaā
‘alayhaā
'aābaā'anaā
waalllahu
aamaranaā
bihaā
qul
iinna
alllaha
laā
yaamuru
bialfaḥsyaā'i
aataquwluwna
‘alaā
alllahi
maā
laā
ta‘lamuwna
Dan
apabila
mereka
melakukan
perbuatan
keji,
mereka
berkata,
"Kami
mendapati
nenek
moyang
kami
mengerjakan
yang
demikian
itu,
dan
Allah
menyuruh
kami
mengerjakannya.
Katakanlah,
"Sesungguhnya
Allah
tidak
menyuruh
(mengerjakan)
perbuatan
yang
keji"[532].
Mengapa
kamu
mengada-adakan
terhadap
Allah
apa
yang
tidak
kamu
ketahui?
قُلْ
أَمَرَ
رَبِّى
بِٱلْقِسْطِ
ۖ
وَأَقِيمُوا۟
وُجُوهَكُمْ
عِندَ
كُلِّ
مَسْجِدٍ
وَٱدْعُوهُ
مُخْلِصِينَ
لَهُ
ٱلدِّينَ
ۚ
كَمَا
بَدَأَكُمْ
تَعُودُونَ
29
qul
aamara
rabbiā
bialqisṭi
waaaqiymuwā
wujuwhakum
‘inda
kulli
masjidin
waad‘uwhu
mukhliṣiyna
lahu
alddiyna
kamaā
badaaakum
ta‘uwduwna
Katakanlah,
"Tuhan-ku
menyuruh
menjalankan
keadilan".
Dan
(katakanlah),
"Luruskanlah
muka
(diri)mu[533]
di
setiap
salat
dan
sembahlah
Allah
dengan
mengikhlaskan
ketaatanmu
kepada-Nya.
Sebagaimana
Dia
telah
menciptakan
kamu
pada
permulaan
(demikian
pulalah
kamu
akan
kembali
kepada-Nya)".
فَرِيقًا
هَدَىٰ
وَفَرِيقًا
حَقَّ
عَلَيْهِمُ
ٱلضَّلَـٰلَةُ
ۗ
إِنَّهُمُ
ٱتَّخَذُوا۟
ٱلشَّيَـٰطِينَ
أَوْلِيَآءَ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
وَيَحْسَبُونَ
أَنَّهُم
مُّهْتَدُونَ
30
fariyqanā
hadaāā
wafariyqanā
ḥaqqa
‘alayhimu
alḍḍalaālahu
iinnahumu
attakhadzuwā
alsysyayaāṭiyna
aawliyaā'a
min
duwni
alllahi
wayaḥsabuwna
aannahum
mmuhtaduwna
Sebagian
diberi-Nya
petunjuk
dan
sebagian
lagi
telah
pasti
kesesatan
bagi
mereka.
Sesungguhnya
mereka
menjadikan
setan-setan
pelindung
(mereka)
selain
Allah,
dan
mereka
mengira
bahwa
mereka
mendapat
petunjuk.
۞
يَـٰبَنِىٓ
ءَادَمَ
خُذُوا۟
زِينَتَكُمْ
عِندَ
كُلِّ
مَسْجِدٍ
وَكُلُوا۟
وَٱشْرَبُوا۟
وَلَا
تُسْرِفُوٓا۟
ۚ
إِنَّهُۥ
لَا
يُحِبُّ
ٱلْمُسْرِفِينَ
31
yaābaniā
'aādama
khudzuwā
ziynatakum
‘inda
kulli
masjidin
wakuluwā
waasyrabuwā
walaā
tusrifuwā
iinnahuū
laā
yuḥibbu
almusrifiyna
Hai
anak
Adam,
pakailah
pakaianmu
yang
indah
di
setiap
(memasuki)
masjid[534],
makan
dan
minumlah,
dan
janganlah
berlebih-lebihan[535].
Sesungguhnya
Allah
tidak
menyukai
orang-orang
yang
berlebih-lebihan.
قُلْ
مَنْ
حَرَّمَ
زِينَةَ
ٱللَّهِ
ٱلَّتِىٓ
أَخْرَجَ
لِعِبَادِهِۦ
وَٱلطَّيِّبَـٰتِ
مِنَ
ٱلرِّزْقِ
ۚ
قُلْ
هِىَ
لِلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
فِى
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
خَالِصَةً
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۗ
كَذَٰلِكَ
نُفَصِّلُ
ٱلْـَٔايَـٰتِ
لِقَوْمٍ
يَعْلَمُونَ
32
qul
man
ḥarrama
ziynaha
alllahi
allatiā
aakhraja
li‘ibaādihiī
waalṭṭayyibaāti
mina
alrrizqi
qul
hiāa
lilladziyna
'aāmanuwā
fiā
alḥayawāhi
alddunyaā
khaāliṣahan
yawma
alqiyaāmahi
kadzaālika
nufaṣṣilu
alaāyaāti
liqawmin
ya‘lamuwna
Katakanlah,
"Siapakah
yang
mengharamkan
perhiasan
dari
Allah
yang
telah
dikeluarkan-Nya
untuk
hamba-hamba-Nya
dan
(siapa
pulakah
yang
mengharamkan)
rezeki
yang
baik?"
Katakanlah,
"Semuanya
itu
(disediakan)
bagi
orang-orang
yang
beriman
dalam
kehidupan
dunia,
khusus
(untuk
mereka
saja)
di
hari
kiamat"[536].
Demikianlah
Kami
menjelaskan
ayat-ayat
itu
bagi
orang-orang
yang
mengetahui.
قُلْ
إِنَّمَا
حَرَّمَ
رَبِّىَ
ٱلْفَوَٰحِشَ
مَا
ظَهَرَ
مِنْهَا
وَمَا
بَطَنَ
وَٱلْإِثْمَ
وَٱلْبَغْىَ
بِغَيْرِ
ٱلْحَقِّ
وَأَن
تُشْرِكُوا۟
بِٱللَّهِ
مَا
لَمْ
يُنَزِّلْ
بِهِۦ
سُلْطَـٰنًا
وَأَن
تَقُولُوا۟
عَلَى
ٱللَّهِ
مَا
لَا
تَعْلَمُونَ
33
qul
iinnamaā
ḥarrama
rabbiāa
alfawaāḥisya
maā
ẓahara
minhaā
wamaā
baṭana
waaliitsma
waalbaghāa
bighayri
alḥaqqi
waaan
tusyrikuwā
bialllahi
maā
lam
yunazzil
bihiī
sulṭaānanā
waaan
taquwluwā
‘alaā
alllahi
maā
laā
ta‘lamuwna
Katakanlah,
"Tuhan-ku
hanya
mengharamkan
perbuatan
yang
keji,
baik
yang
tampak
ataupun
yang
tersembunyi,
dan
perbuatan
dosa,
melanggar
hak
manusia
tanpa
alasan
yang
benar,
(mengharamkan)
mempersekutukan
Allah
dengan
sesuatu
yang
Allah
tidak
menurunkan
hujah
untuk
itu
dan
(mengharamkan)
mengada-adakan
terhadap
Allah
apa
yang
tidak
kamu
ketahui".
وَلِكُلِّ
أُمَّةٍ
أَجَلٌ
ۖ
فَإِذَا
جَآءَ
أَجَلُهُمْ
لَا
يَسْتَأْخِرُونَ
سَاعَةً
ۖ
وَلَا
يَسْتَقْدِمُونَ
34
walikulli
aummahin
aajalun
faiidzaā
jaā'a
aajaluhum
laā
yastaakhiruwna
saā‘ahan
walaā
yastaqdimuwna
Tiap-tiap
umat
mempunyai
batas
waktu[537];
maka
apabila
telah
datang
waktunya
mereka
tidak
dapat
mengundurkannya
barang
sesaat
pun
dan
tidak
dapat
(pula)
memajukannya.
يَـٰبَنِىٓ
ءَادَمَ
إِمَّا
يَأْتِيَنَّكُمْ
رُسُلٌ
مِّنكُمْ
يَقُصُّونَ
عَلَيْكُمْ
ءَايَـٰتِى
ۙ
فَمَنِ
ٱتَّقَىٰ
وَأَصْلَحَ
فَلَا
خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ
وَلَا
هُمْ
يَحْزَنُونَ
35
yaābaniā
'aādama
iimmaā
yaatiyannakum
rusulun
mminkum
yaquṣṣuwna
‘alaykum
'aāyaātiā
famani
attaqaāā
waaaṣlaḥa
falaā
khawfun
‘alayhim
walaā
hum
yaḥzanuwna
Hai
anak-anak
Adam,
jika
datang
kepadamu
rasul-rasul
dari
kamu
yang
menceritakan
kepadamu
ayat-ayat-Ku,
maka
barang
siapa
yang
bertakwa
dan
mengadakan
perbaikan,
tidaklah
ada
kekhawatiran
terhadap
mereka
dan
tidak
(pula)
mereka
bersedih
hati.
وَٱلَّذِينَ
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
وَٱسْتَكْبَرُوا۟
عَنْهَآ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
أَصْحَـٰبُ
ٱلنَّارِ
ۖ
هُمْ
فِيهَا
خَـٰلِدُونَ
36
waalladziyna
kadzdzabuwā
biaāyaātinaā
waastakbaruwā
‘anhaā
auwlaāi'ika
aaṣḥaābu
alnnaāri
hum
fiyhaā
khaāliduwna
Dan
orang-orang
yang
mendustakan
ayat-ayat
Kami
dan
menyombongkan
diri
terhadapnya,
mereka
itu
penghuni-penghuni
neraka;
mereka
kekal
di
dalamnya.
فَمَنْ
أَظْلَمُ
مِمَّنِ
ٱفْتَرَىٰ
عَلَى
ٱللَّهِ
كَذِبًا
أَوْ
كَذَّبَ
بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
يَنَالُهُمْ
نَصِيبُهُم
مِّنَ
ٱلْكِتَـٰبِ
ۖ
حَتَّىٰٓ
إِذَا
جَآءَتْهُمْ
رُسُلُنَا
يَتَوَفَّوْنَهُمْ
قَالُوٓا۟
أَيْنَ
مَا
كُنتُمْ
تَدْعُونَ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
ۖ
قَالُوا۟
ضَلُّوا۟
عَنَّا
وَشَهِدُوا۟
عَلَىٰٓ
أَنفُسِهِمْ
أَنَّهُمْ
كَانُوا۟
كَـٰفِرِينَ
37
faman
aaẓlamu
mimmani
aftaraāā
‘alaā
alllahi
kadzibanā
aaw
kadzdzaba
biaāyaātihiī
auwlaāi'ika
yanaāluhum
naṣiybuhum
mmina
alkitaābi
ḥattaāā
iidzaā
jaā'athum
rusulunaā
yatawaffawnahum
qaāluwā
aayna
maā
kuntum
tad‘uwna
min
duwni
alllahi
qaāluwā
ḍalluwā
‘annaā
wasyahiduwā
‘alaāā
aanfusihim
aannahum
kaānuwā
kaāfiriyna
Maka
siapakah
yang
lebih
zalim
daripada
orang
yang
membuat-buat
dusta
terhadap
Allah
atau
mendustakan
ayat-ayat-Nya?
Orang-orang
itu
akan
memperoleh
bagian
yang
telah
ditentukan
untuknya
dalam
Kitab
(Lawḥ
Maḥfūẓ);
hingga
bila
datang
kepada
mereka
utusan-utusan
Kami
(malaikat)
untuk
mengambil
nyawanya,
(di
waktu
itu)
utusan
Kami
bertanya,
"Di
mana
(berhala-berhala)
yang
biasa
kamu
sembah
selain
Allah?"
Orang-orang
musyrik
itu
menjawab,
"Berhala-berhala
itu
semuanya
telah
lenyap
dari
kami,"
dan
mereka
mengakui
terhadap
diri
mereka
bahwa
mereka
adalah
orang-orang
yang
kafir.
قَالَ
ٱدْخُلُوا۟
فِىٓ
أُمَمٍ
قَدْ
خَلَتْ
مِن
قَبْلِكُم
مِّنَ
ٱلْجِنِّ
وَٱلْإِنسِ
فِى
ٱلنَّارِ
ۖ
كُلَّمَا
دَخَلَتْ
أُمَّةٌ
لَّعَنَتْ
أُخْتَهَا
ۖ
حَتَّىٰٓ
إِذَا
ٱدَّارَكُوا۟
فِيهَا
جَمِيعًا
قَالَتْ
أُخْرَىٰهُمْ
لِأُولَىٰهُمْ
رَبَّنَا
هَـٰٓؤُلَآءِ
أَضَلُّونَا
فَـَٔاتِهِمْ
عَذَابًا
ضِعْفًا
مِّنَ
ٱلنَّارِ
ۖ
قَالَ
لِكُلٍّ
ضِعْفٌ
وَلَـٰكِن
لَّا
تَعْلَمُونَ
38
qaāla
adkhuluwā
fiā
aumamin
qad
khalat
min
qablikum
mmina
aljinni
waaliinsi
fiā
alnnaāri
kullamaā
dakhalat
aummahun
lla‘anat
aukhtahaā
ḥattaāā
iidzaā
addaārakuwā
fiyhaā
jamiy‘anā
qaālat
aukhraāāhum
liauwlaāāhum
rabbanaā
haāu'ulaā'i
aaḍalluwnaā
faaātihim
‘adzaābanā
ḍi‘fanā
mmina
alnnaāri
qaāla
likullin
ḍi‘fun
walaākin
llaā
ta‘lamuwna
Allah
berfirman,
"Masuklah
kamu
sekalian
ke
dalam
neraka
bersama
umat-umat
jin
dan
manusia
yang
telah
terdahulu
sebelum
kamu.
Setiap
suatu
umat
masuk
(ke
dalam
neraka),
dia
mengutuk
kawannya
(menyesatkannya);
sehingga
apabila
mereka
masuk
semuanya,
berkatalah
orang-orang
yang
masuk
kemudian[538]
di
antara
mereka
kepada
orang-orang
yang
masuk
terdahulu[539],
"Ya
Tuhan
kami,
mereka
telah
menyesatkan
kami,
sebab
itu
datangkanlah
kepada
mereka
siksaan
yang
berlipat
ganda
dari
neraka".
Allah
berfirman,
"Masing-masing
mendapat
(siksaan)
yang
berlipat
ganda,
akan
tetapi
kamu
tidak
mengetahui".
وَقَالَتْ
أُولَىٰهُمْ
لِأُخْرَىٰهُمْ
فَمَا
كَانَ
لَكُمْ
عَلَيْنَا
مِن
فَضْلٍ
فَذُوقُوا۟
ٱلْعَذَابَ
بِمَا
كُنتُمْ
تَكْسِبُونَ
39
waqaālat
auwlaāāhum
liaukhraāāhum
famaā
kaāna
lakum
‘alaynaā
min
faḍlin
fadzuwquwā
al‘adzaāba
bimaā
kuntum
taksibuwna
Dan
berkata
orang-orang
yang
masuk
terdahulu
di
antara
mereka
kepada
orang-orang
yang
masuk
kemudian,
"Kamu
tidak
mempunyai
kelebihan
sedikit
pun
atas
kami,
maka
rasakanlah
siksaan
karena
perbuatan
yang
telah
kamu
lakukan".
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
وَٱسْتَكْبَرُوا۟
عَنْهَا
لَا
تُفَتَّحُ
لَهُمْ
أَبْوَٰبُ
ٱلسَّمَآءِ
وَلَا
يَدْخُلُونَ
ٱلْجَنَّةَ
حَتَّىٰ
يَلِجَ
ٱلْجَمَلُ
فِى
سَمِّ
ٱلْخِيَاطِ
ۚ
وَكَذَٰلِكَ
نَجْزِى
ٱلْمُجْرِمِينَ
40
iinna
alladziyna
kadzdzabuwā
biaāyaātinaā
waastakbaruwā
‘anhaā
laā
tufattaḥu
lahum
aabwaābu
alssamaā'i
walaā
yadkhuluwna
aljannaha
ḥattaāā
yalija
aljamalu
fiā
sammi
alkhiyaāṭi
wakadzaālika
najziā
almujrimiyna
Sesungguhnya
orang-orang
yang
mendustakan
ayat-ayat
Kami
dan
menyombongkan
diri
terhadapnya,
sekali-kali
tidak
akan
dibukakan
bagi
mereka
pintu-pintu
langit[540]
dan
tidak
(pula)
mereka
masuk
surga,
hingga
unta
masuk
ke
lubang
jarum[541].
Demikianlah
Kami
memberi
pembalasan
kepada
orang-orang
yang
berbuat
kejahatan.
لَهُم
مِّن
جَهَنَّمَ
مِهَادٌ
وَمِن
فَوْقِهِمْ
غَوَاشٍ
ۚ
وَكَذَٰلِكَ
نَجْزِى
ٱلظَّـٰلِمِينَ
41
lahum
mmin
jahannama
mihaādun
wamin
fawqihim
ghawaāsyin
wakadzaālika
najziā
alẓẓaālimiyna
Mereka
mempunyai
tikar
tidur
dari
api
neraka
dan
di
atas
mereka
ada
selimut
(api
neraka)[542].
Demikianlah
Kami
memberi
balasan
kepada
orang-orang
yang
zalim,
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
لَا
نُكَلِّفُ
نَفْسًا
إِلَّا
وُسْعَهَآ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
أَصْحَـٰبُ
ٱلْجَنَّةِ
ۖ
هُمْ
فِيهَا
خَـٰلِدُونَ
42
waalladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
laā
nukallifu
nafsanā
iillaā
wus‘ahaā
auwlaāi'ika
aaṣḥaābu
aljannahi
hum
fiyhaā
khaāliduwna
dan
orang-orang
yang
beriman
dan
mengerjakan
amal-amal
yang
saleh,
Kami
tidak
memikulkan
kewajiban
kepada
diri
seseorang
melainkan
sekedar
kesanggupannya,
mereka
itulah
penghuni-penghuni
surga;
mereka
kekal
di
dalamnya.
وَنَزَعْنَا
مَا
فِى
صُدُورِهِم
مِّنْ
غِلٍّ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهِمُ
ٱلْأَنْهَـٰرُ
ۖ
وَقَالُوا۟
ٱلْحَمْدُ
لِلَّهِ
ٱلَّذِى
هَدَىٰنَا
لِهَـٰذَا
وَمَا
كُنَّا
لِنَهْتَدِىَ
لَوْلَآ
أَنْ
هَدَىٰنَا
ٱللَّهُ
ۖ
لَقَدْ
جَآءَتْ
رُسُلُ
رَبِّنَا
بِٱلْحَقِّ
ۖ
وَنُودُوٓا۟
أَن
تِلْكُمُ
ٱلْجَنَّةُ
أُورِثْتُمُوهَا
بِمَا
كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
43
wanaza‘naā
maā
fiā
ṣuduwrihim
mmin
ghillin
tajriā
min
taḥtihimu
alaanhaāru
waqaāluwā
alḥamdu
lillahi
alladziā
hadaāānaā
lihaādzaā
wamaā
kunnaā
linahtadiāa
lawlaā
aan
hadaāānaā
alllahu
laqad
jaā'at
rusulu
rabbinaā
bialḥaqqi
wanuwduwā
aan
tilkumu
aljannahu
auwritstumuwhaā
bimaā
kuntum
ta‘maluwna
Dan
Kami
cabut
segala
macam
dendam
yang
berada
di
dalam
dada
mereka;
mengalir
di
bawah
mereka
sungai-sungai
dan
mereka
berkata,
"Segala
puji
bagi
Allah
yang
telah
menunjuki
kami
kepada
(surga)
ini.
Dan
kami
sekali-kali
tidak
akan
mendapat
petunjuk
kalau
Allah
tidak
memberi
kami
petunjuk.
Sesungguhnya
telah
datang
rasul-rasul
Tuhan
kami,
membawa
kebenaran".
Dan
diserukan
kepada
mereka,
"ltulah
surga
yang
diwariskan
kepadamu,
disebabkan
apa
yang
dahulu
kamu
kerjakan".
وَنَادَىٰٓ
أَصْحَـٰبُ
ٱلْجَنَّةِ
أَصْحَـٰبَ
ٱلنَّارِ
أَن
قَدْ
وَجَدْنَا
مَا
وَعَدَنَا
رَبُّنَا
حَقًّا
فَهَلْ
وَجَدتُّم
مَّا
وَعَدَ
رَبُّكُمْ
حَقًّا
ۖ
قَالُوا۟
نَعَمْ
ۚ
فَأَذَّنَ
مُؤَذِّنٌۢ
بَيْنَهُمْ
أَن
لَّعْنَةُ
ٱللَّهِ
عَلَى
ٱلظَّـٰلِمِينَ
44
wanaādaāā
aaṣḥaābu
aljannahi
aaṣḥaāba
alnnaāri
aan
qad
wajadnaā
maā
wa‘adanaā
rabbunaā
ḥaqqanā
fahal
wajadttum
mmaā
wa‘ada
rabbukum
ḥaqqanā
qaāluwā
na‘am
faaadzdzana
muu'adzdzinun
baynahum
aan
lla‘nahu
alllahi
‘alaā
alẓẓaālimiyna
Dan
penghuni-penghuni
surga
berseru
kepada
penghuni-penghuni
neraka
(dengan
mengatakan),
"Sesungguhnya
kami
dengan
sebenarnya
telah
memperoleh
apa
yang
Tuhan
kami
menjanjikannya
kepada
kami.
Maka
apakah
kamu
telah
memperoleh
dengan
sebenarnya
apa
(azab)
yang
Tuhan
kamu
menjanjikannya
(kepadamu)?"
Mereka
(penduduk
neraka)
menjawab,
"Betul".
Kemudian
seorang
penyeru
(malaikat)
mengumumkan
di
antara
kedua
golongan
itu,
"Kutukan
Allah
ditimpakan
kepada
orang-orang
yang
zalim,
ٱلَّذِينَ
يَصُدُّونَ
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَيَبْغُونَهَا
عِوَجًا
وَهُم
بِٱلْـَٔاخِرَةِ
كَـٰفِرُونَ
45
alladziyna
yaṣudduwna
‘an
sabiyli
alllahi
wayabghuwnahaā
‘iwajanā
wahum
bialaākhirahi
kaāfiruwna
(yaitu)
orang-orang
yang
menghalang-halangi
(manusia)
dari
jalan
Allah
dan
menginginkan
agar
jalan
itu
menjadi
bengkok,
dan
mereka
kafir
kepada
kehidupan
akhirat".
وَبَيْنَهُمَا
حِجَابٌ
ۚ
وَعَلَى
ٱلْأَعْرَافِ
رِجَالٌ
يَعْرِفُونَ
كُلًّۢا
بِسِيمَىٰهُمْ
ۚ
وَنَادَوْا۟
أَصْحَـٰبَ
ٱلْجَنَّةِ
أَن
سَلَـٰمٌ
عَلَيْكُمْ
ۚ
لَمْ
يَدْخُلُوهَا
وَهُمْ
يَطْمَعُونَ
46
wabaynahumaā
ḥijaābun
wa‘alaā
alaa‘raāfi
rijaālun
ya‘rifuwna
kullanā
bisiymaāāhum
wanaādawā
aaṣḥaāba
aljannahi
aan
salaāmun
‘alaykum
lam
yadkhuluwhaā
wahum
yaṭma‘uwna
Dan
di
antara
keduanya
(penghuni
surga
dan
neraka)
ada
batas;
dan
di
atas
Al-Aʻrāf
[543]
itu
ada
orang-orang
yang
mengenal
masing-masing
dari
dua
golongan
itu
dengan
tanda-tanda
mereka.
Dan
mereka
menyeru
penduduk
surga,
"Salāmun
ʻalaikum"[544].
Mereka
belum
lagi
memasukinya,
sedang
mereka
ingin
segera
(memasukinya).
۞
وَإِذَا
صُرِفَتْ
أَبْصَـٰرُهُمْ
تِلْقَآءَ
أَصْحَـٰبِ
ٱلنَّارِ
قَالُوا۟
رَبَّنَا
لَا
تَجْعَلْنَا
مَعَ
ٱلْقَوْمِ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
47
waiidzaā
ṣurifat
aabṣaāruhum
tilqaā'a
aaṣḥaābi
alnnaāri
qaāluwā
rabbanaā
laā
taj‘alnaā
ma‘a
alqawmi
alẓẓaālimiyna
Dan
apabila
pandangan
mereka
dialihkan
ke
arah
penghuni
neraka,
mereka
berkata,
"Ya
Tuhan
kami,
janganlah
Engkau
tempatkan
kami
bersama-sama
orang-orang
yang
zalim
itu".
وَنَادَىٰٓ
أَصْحَـٰبُ
ٱلْأَعْرَافِ
رِجَالًا
يَعْرِفُونَهُم
بِسِيمَىٰهُمْ
قَالُوا۟
مَآ
أَغْنَىٰ
عَنكُمْ
جَمْعُكُمْ
وَمَا
كُنتُمْ
تَسْتَكْبِرُونَ
48
wanaādaāā
aaṣḥaābu
alaa‘raāfi
rijaālanā
ya‘rifuwnahum
bisiymaāāhum
qaāluwā
maā
aaghnaāā
‘ankum
jam‘ukum
wamaā
kuntum
tastakbiruwna
Dan
orang-orang
yang
di
atas
Al-Aʻrāf
memanggil
beberapa
orang
(pemuka-pemuka
orang
kafir)
yang
mereka
mengenalnya
dengan
tanda-tandanya
dengan
mengatakan,
"Harta
yang
kamu
kumpulkan
dan
apa
yang
selalu
kamu
sombongkan
itu,
tidaklah
memberi
manfaat
kepadamu".
أَهَـٰٓؤُلَآءِ
ٱلَّذِينَ
أَقْسَمْتُمْ
لَا
يَنَالُهُمُ
ٱللَّهُ
بِرَحْمَةٍ
ۚ
ٱدْخُلُوا۟
ٱلْجَنَّةَ
لَا
خَوْفٌ
عَلَيْكُمْ
وَلَآ
أَنتُمْ
تَحْزَنُونَ
49
aahaāu'ulaā'i
alladziyna
aaqsamtum
laā
yanaāluhumu
alllahu
biraḥmahin
adkhuluwā
aljannaha
laā
khawfun
‘alaykum
walaā
aantum
taḥzanuwna
(Orang-orang
di
atas
Al-Aʻrāf
bertanya
kepada
penghuni
neraka),
"Itukah
orang-orang[545]
yang
kamu
telah
bersumpah
bahwa
mereka
tidak
akan
mendapat
rahmat
Allah?"
(Kepada
orang
mukmin
itu
dikatakan),
"Masuklah
ke
dalam
surga,
tidak
ada
kekhawatiran
terhadapmu
dan
tidak
(pula)
kamu
bersedih
hati".
وَنَادَىٰٓ
أَصْحَـٰبُ
ٱلنَّارِ
أَصْحَـٰبَ
ٱلْجَنَّةِ
أَنْ
أَفِيضُوا۟
عَلَيْنَا
مِنَ
ٱلْمَآءِ
أَوْ
مِمَّا
رَزَقَكُمُ
ٱللَّهُ
ۚ
قَالُوٓا۟
إِنَّ
ٱللَّهَ
حَرَّمَهُمَا
عَلَى
ٱلْكَـٰفِرِينَ
50
wanaādaāā
aaṣḥaābu
alnnaāri
aaṣḥaāba
aljannahi
aan
aafiyḍuwā
‘alaynaā
mina
almaā'i
aaw
mimmaā
razaqakumu
alllahu
qaāluwā
iinna
alllaha
ḥarramahumaā
‘alaā
alkaāfiriyna
Dan
penghuni
neraka
menyeru
penghuni
surga,
"Limpahkanlah
kepada
kami
sedikit
air
atau
makanan
yang
telah
direzekikan
Allah
kepadamu".
Mereka
(penghuni
surga)
menjawab,
"Sesungguhnya
Allah
telah
mengharamkan
keduanya
itu
atas
orang-orang
kafir,
ٱلَّذِينَ
ٱتَّخَذُوا۟
دِينَهُمْ
لَهْوًا
وَلَعِبًا
وَغَرَّتْهُمُ
ٱلْحَيَوٰةُ
ٱلدُّنْيَا
ۚ
فَٱلْيَوْمَ
نَنسَىٰهُمْ
كَمَا
نَسُوا۟
لِقَآءَ
يَوْمِهِمْ
هَـٰذَا
وَمَا
كَانُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
يَجْحَدُونَ
51
alladziyna
attakhadzuwā
diynahum
lahwanā
wala‘ibanā
wagharrathumu
alḥayawāhu
alddunyaā
faalyawma
nansaāāhum
kamaā
nasuwā
liqaā'a
yawmihim
haādzaā
wamaā
kaānuwā
biaāyaātinaā
yajḥaduwna
(yaitu)
orang-orang
yang
menjadikan
agama
mereka
sebagai
main-main
dan
senda
gurau,
dan
kehidupan
dunia
telah
menipu
mereka".
Maka
pada
hari
(kiamat)
ini,
Kami
melupakan
mereka
sebagaimana
mereka
melupakan
pertemuan
mereka
dengan
hari
ini,
dan
(sebagaimana)
mereka
selalu
mengingkari
ayat-ayat
Kami.
وَلَقَدْ
جِئْنَـٰهُم
بِكِتَـٰبٍ
فَصَّلْنَـٰهُ
عَلَىٰ
عِلْمٍ
هُدًى
وَرَحْمَةً
لِّقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
52
walaqad
jii'naāhum
bikitaābin
faṣṣalnaāhu
‘alaāā
‘ilmin
hudanā
waraḥmahan
lliqawmin
yuu'minuwna
Dan
sesungguhnya
Kami
telah
mendatangkan
sebuah
Kitab
(Al-Qur`ān)
kepada
mereka
yang
Kami
telah
menjelaskannya
atas
dasar
pengetahuan
Kami[546];
menjadi
petunjuk
dan
rahmat
bagi
orang-orang
yang
beriman.
هَلْ
يَنظُرُونَ
إِلَّا
تَأْوِيلَهُۥ
ۚ
يَوْمَ
يَأْتِى
تَأْوِيلُهُۥ
يَقُولُ
ٱلَّذِينَ
نَسُوهُ
مِن
قَبْلُ
قَدْ
جَآءَتْ
رُسُلُ
رَبِّنَا
بِٱلْحَقِّ
فَهَل
لَّنَا
مِن
شُفَعَآءَ
فَيَشْفَعُوا۟
لَنَآ
أَوْ
نُرَدُّ
فَنَعْمَلَ
غَيْرَ
ٱلَّذِى
كُنَّا
نَعْمَلُ
ۚ
قَدْ
خَسِرُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
وَضَلَّ
عَنْهُم
مَّا
كَانُوا۟
يَفْتَرُونَ
53
hal
yanẓuruwna
iillaā
taawiylahuū
yawma
yaatiā
taawiyluhuū
yaquwlu
alladziyna
nasuwhu
min
qablu
qad
jaā'at
rusulu
rabbinaā
bialḥaqqi
fahal
llanaā
min
syufa‘aā'a
fayasyfa‘uwā
lanaā
aaw
nuraddu
fana‘mala
ghayra
alladziā
kunnaā
na‘malu
qad
khasiruwā
aanfusahum
waḍalla
‘anhum
mmaā
kaānuwā
yaftaruwna
Tiadalah
mereka
menunggu-nunggu
kecuali
(terlaksananya
kebenaran)
Al-Qur`ān
itu.
Pada
hari
datangnya
kebenaran
pemberitaan
Al-Qur`ān
itu,
berkatalah
orang-orang
yang
melupakannya[547]
sebelum
itu,
"Sesungguhnya
telah
datang
rasul-rasul
Tuhan
kami
membawa
yang
hak,
maka
adakah
bagi
kami
pemberi
syafaat
yang
akan
memberi
syafaat
bagi
kami,
atau
dapatkah
kami
dikembalikan
(ke
dunia)
sehingga
kami
dapat
beramal
yang
lain
dari
yang
pernah
kami
amalkan?"
Sungguh
mereka
telah
merugikan
diri
mereka
sendiri
dan
telah
lenyaplah
dari
mereka
tuhan-tuhan
yang
mereka
ada-adakan.
إِنَّ
رَبَّكُمُ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
خَلَقَ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
فِى
سِتَّةِ
أَيَّامٍ
ثُمَّ
ٱسْتَوَىٰ
عَلَى
ٱلْعَرْشِ
يُغْشِى
ٱلَّيْلَ
ٱلنَّهَارَ
يَطْلُبُهُۥ
حَثِيثًا
وَٱلشَّمْسَ
وَٱلْقَمَرَ
وَٱلنُّجُومَ
مُسَخَّرَٰتٍۭ
بِأَمْرِهِۦٓ
ۗ
أَلَا
لَهُ
ٱلْخَلْقُ
وَٱلْأَمْرُ
ۗ
تَبَارَكَ
ٱللَّهُ
رَبُّ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
54
iinna
rabbakumu
alllahu
alladziā
khalaqa
alssamaāwaāti
waalaarḍa
fiā
sittahi
aayyaāmin
tsumma
astawaāā
‘alaā
al‘arsyi
yughsyiā
allayla
alnnahaāra
yaṭlubuhuū
ḥatsiytsanā
waalsysyamsa
waalqamara
waalnnujuwma
musakhkharaātin
biaamrihiī
aalaā
lahu
alkhalqu
waalaamru
tabaāraka
alllahu
rabbu
al‘aālamiyna
Sesungguhnya
Tuhan
kamu
ialah
Allah
yang
telah
menciptakan
langit
dan
bumi
dalam
enam
hari,
lalu
Dia
bersemayam
di
atas
arasy[548].
Dia
menutupkan
malam
kepada
siang
yang
mengikutinya
dengan
cepat,
dan
(diciptakan-Nya
pula)
matahari,
bulan,
dan
bintang-bintang
(masing-masing)
tunduk
kepada
perintah-Nya.
Ingatlah,
menciptakan
dan
memerintah
hanyalah
hak
Allah.
Maha
Suci
Allah,
Tuhan
semesta
alam.
ٱدْعُوا۟
رَبَّكُمْ
تَضَرُّعًا
وَخُفْيَةً
ۚ
إِنَّهُۥ
لَا
يُحِبُّ
ٱلْمُعْتَدِينَ
55
ad‘uwā
rabbakum
taḍarru‘anā
wakhufyahan
iinnahuū
laā
yuḥibbu
almu‘tadiyna
Berdoalah
kepada
Tuhan-mu
dengan
berendah
diri
dan
suara
yang
lembut.
Sesungguhnya
Allah
tidak
menyukai
orang-orang
yang
melampaui
batas[549].
وَلَا
تُفْسِدُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
بَعْدَ
إِصْلَـٰحِهَا
وَٱدْعُوهُ
خَوْفًا
وَطَمَعًا
ۚ
إِنَّ
رَحْمَتَ
ٱللَّهِ
قَرِيبٌ
مِّنَ
ٱلْمُحْسِنِينَ
56
walaā
tufsiduwā
fiā
alaarḍi
ba‘da
iiṣlaāḥihaā
waad‘uwhu
khawfanā
waṭama‘anā
iinna
raḥmata
alllahi
qariybun
mmina
almuḥsiniyna
Dan
janganlah
kamu
membuat
kerusakan
di
muka
bumi,
sesudah
(Allah)
memperbaikinya
dan
berdoalah
kepada-Nya
dengan
rasa
takut
(tidak
akan
diterima)
dan
harapan
(akan
dikabulkan).
Sesungguhnya
rahmat
Allah
amat
dekat
kepada
orang-orang
yang
berbuat
baik.
وَهُوَ
ٱلَّذِى
يُرْسِلُ
ٱلرِّيَـٰحَ
بُشْرًۢا
بَيْنَ
يَدَىْ
رَحْمَتِهِۦ
ۖ
حَتَّىٰٓ
إِذَآ
أَقَلَّتْ
سَحَابًا
ثِقَالًا
سُقْنَـٰهُ
لِبَلَدٍ
مَّيِّتٍ
فَأَنزَلْنَا
بِهِ
ٱلْمَآءَ
فَأَخْرَجْنَا
بِهِۦ
مِن
كُلِّ
ٱلثَّمَرَٰتِ
ۚ
كَذَٰلِكَ
نُخْرِجُ
ٱلْمَوْتَىٰ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُونَ
57
wahuwa
alladziā
yursilu
alrriyaāḥa
busyranā
bayna
yadaā
raḥmatihiī
ḥattaāā
iidzaā
aaqallat
saḥaābanā
tsiqaālanā
suqnaāhu
libaladin
mmayyitin
faaanzalnaā
bihi
almaā'a
faaakhrajnaā
bihiī
min
kulli
altstsamaraāti
kadzaālika
nukhriju
almawtaāā
la‘allakum
tadzakkaruwna
Dan
Dia-lah
yang
meniupkan
angin
sebagai
pembawa
berita
gembira
sebelum
kedatangan
rahmat-Nya
(hujan);
hingga
apabila
angin
itu
telah
membawa
awan
mendung,
Kami
halau
ke
suatu
daerah
yang
tandus,
lalu
Kami
turunkan
hujan
di
daerah
itu,
maka
Kami
keluarkan
dengan
sebab
hujan
itu
pelbagai
macam
buah-buahan.
Seperti
itulah
Kami
membangkitkan
orang-orang
yang
telah
mati,
mudah-mudahan
kamu
mengambil
pelajaran.
وَٱلْبَلَدُ
ٱلطَّيِّبُ
يَخْرُجُ
نَبَاتُهُۥ
بِإِذْنِ
رَبِّهِۦ
ۖ
وَٱلَّذِى
خَبُثَ
لَا
يَخْرُجُ
إِلَّا
نَكِدًا
ۚ
كَذَٰلِكَ
نُصَرِّفُ
ٱلْـَٔايَـٰتِ
لِقَوْمٍ
يَشْكُرُونَ
58
waalbaladu
alṭṭayyibu
yakhruju
nabaātuhuū
biiidzni
rabbihiī
waalladziā
khabutsa
laā
yakhruju
iillaā
nakidanā
kadzaālika
nuṣarrifu
alaāyaāti
liqawmin
yasykuruwna
Dan
tanah
yang
baik,
tanaman-tanamannya
tumbuh
subur
dengan
seizin
Allah;
dan
tanah
yang
tidak
subur,
tanaman-tanamannya
hanya
tumbuh
merana.
Demikianlah
Kami
mengulangi
tanda-tanda
kebesaran
(Kami)
bagi
orang-orang
yang
bersyukur.
لَقَدْ
أَرْسَلْنَا
نُوحًا
إِلَىٰ
قَوْمِهِۦ
فَقَالَ
يَـٰقَوْمِ
ٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
مَا
لَكُم
مِّنْ
إِلَـٰهٍ
غَيْرُهُۥٓ
إِنِّىٓ
أَخَافُ
عَلَيْكُمْ
عَذَابَ
يَوْمٍ
عَظِيمٍ
59
laqad
aarsalnaā
nuwḥanā
iilaāā
qawmihiī
faqaāla
yaāqawmi
a‘buduwā
alllaha
maā
lakum
mmin
iilaāhin
ghayruhuū
iinniā
aakhaāfu
‘alaykum
‘adzaāba
yawmin
‘aẓiymin
Sesungguhnya
Kami
telah
mengutus
Nūḥ
kepada
kaumnya,
lalu
ia
berkata,
"Wahai
kaumku
sembahlah
Allah,
sekali-kali
tak
ada
Tuhan
bagimu
selain-Nya".
Sesungguhnya
(kalau
kamu
tidak
menyembah
Allah),
aku
takut
kamu
akan
ditimpa
azab
hari
yang
besar
(kiamat).
قَالَ
ٱلْمَلَأُ
مِن
قَوْمِهِۦٓ
إِنَّا
لَنَرَىٰكَ
فِى
ضَلَـٰلٍ
مُّبِينٍ
60
qaāla
almalaau
min
qawmihiī
iinnaā
lanaraāāka
fiā
ḍalaālin
mmubiynin
Pemuka-pemuka
dari
kaumnya
berkata,
"Sesungguhnya
kami
memandang
kamu
berada
dalam
kesesatan
yang
nyata".
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
لَيْسَ
بِى
ضَلَـٰلَةٌ
وَلَـٰكِنِّى
رَسُولٌ
مِّن
رَّبِّ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
61
qaāla
yaāqawmi
laysa
biā
ḍalaālahun
walaākinniā
rasuwlun
mmin
rrabbi
al‘aālamiyna
Nūḥ
menjawab,
"Hai
kaumku,
tak
ada
padaku
kesesatan
sedikit
pun
tetapi
aku
adalah
utusan
dari
Tuhan
semesta
alam".
أُبَلِّغُكُمْ
رِسَـٰلَـٰتِ
رَبِّى
وَأَنصَحُ
لَكُمْ
وَأَعْلَمُ
مِنَ
ٱللَّهِ
مَا
لَا
تَعْلَمُونَ
62
auballighukum
risaālaāti
rabbiā
waaanṣaḥu
lakum
waaa‘lamu
mina
alllahi
maā
laā
ta‘lamuwna
"Aku
sampaikan
kepadamu
amanat-amanat
Tuhan-ku
dan
aku
memberi
nasihat
kepadamu,
dan
aku
mengetahui
dari
Allah
apa
yang
tidak
kamu
ketahui"[550].
أَوَعَجِبْتُمْ
أَن
جَآءَكُمْ
ذِكْرٌ
مِّن
رَّبِّكُمْ
عَلَىٰ
رَجُلٍ
مِّنكُمْ
لِيُنذِرَكُمْ
وَلِتَتَّقُوا۟
وَلَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُونَ
63
aawa‘ajibtum
aan
jaā'akum
dzikrun
mmin
rrabbikum
‘alaāā
rajulin
mminkum
liyundzirakum
walitattaquwā
wala‘allakum
turḥamuwna
"Dan
apakah
kamu
(tidak
percaya)
dan
heran
bahwa
datang
kepada
kamu
peringatan
dari
Tuhan-mu
dengan
perantaraan
seorang
laki-laki
dari
golonganmu
agar
dia
memberi
peringatan
kepadamu
dan
mudah-mudahan
kamu
bertakwa
dan
supaya
kamu
mendapat
rahmat?"
فَكَذَّبُوهُ
فَأَنجَيْنَـٰهُ
وَٱلَّذِينَ
مَعَهُۥ
فِى
ٱلْفُلْكِ
وَأَغْرَقْنَا
ٱلَّذِينَ
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَآ
ۚ
إِنَّهُمْ
كَانُوا۟
قَوْمًا
عَمِينَ
64
fakadzdzabuwhu
faaanjaynaāhu
waalladziyna
ma‘ahuū
fiā
alfulki
waaaghraqnaā
alladziyna
kadzdzabuwā
biaāyaātinaā
iinnahum
kaānuwā
qawmanā
‘amiyna
Maka
mereka
mendustakan
Nūḥ,
kemudian
Kami
selamatkan
dia
dan
orang-orang
yang
bersamanya
di
dalam
bahtera,
dan
Kami
tenggelamkan
orang-orang
yang
mendustakan
ayat-ayat
Kami.
Sesungguhnya
mereka
adalah
kaum
yang
buta
(mata
hatinya).
۞
وَإِلَىٰ
عَادٍ
أَخَاهُمْ
هُودًا
ۗ
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
ٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
مَا
لَكُم
مِّنْ
إِلَـٰهٍ
غَيْرُهُۥٓ
ۚ
أَفَلَا
تَتَّقُونَ
65
waiilaāā
‘aādin
aakhaāhum
huwdanā
qaāla
yaāqawmi
a‘buduwā
alllaha
maā
lakum
mmin
iilaāhin
ghayruhuū
aafalaā
tattaquwna
Dan
(Kami
telah
mengutus)
kepada
kaum
ʻĀd
saudara
mereka,
Hūd.
Ia
berkata,
"Hai
kaumku,
sembahlah
Allah,
sekali-kali
tidak
ada
Tuhan
bagimu
selain
dari-Nya.
Maka
mengapa
kamu
tidak
bertakwa
kepada-Nya?"
قَالَ
ٱلْمَلَأُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
مِن
قَوْمِهِۦٓ
إِنَّا
لَنَرَىٰكَ
فِى
سَفَاهَةٍ
وَإِنَّا
لَنَظُنُّكَ
مِنَ
ٱلْكَـٰذِبِينَ
66
qaāla
almalaau
alladziyna
kafaruwā
min
qawmihiī
iinnaā
lanaraāāka
fiā
safaāhahin
waiinnaā
lanaẓunnuka
mina
alkaādzibiyna
Pemuka-pemuka
yang
kafir
dari
kaumnya
berkata,
"Sesungguhnya
kami
benar
benar
memandang
kamu
dalam
keadaan
kurang
akal
dan
sesungguhnya
kami
menganggap
kamu
termasuk
orang
orang
yang
berdusta".
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
لَيْسَ
بِى
سَفَاهَةٌ
وَلَـٰكِنِّى
رَسُولٌ
مِّن
رَّبِّ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
67
qaāla
yaāqawmi
laysa
biā
safaāhahun
walaākinniā
rasuwlun
mmin
rrabbi
al‘aālamiyna
Hūd
berkata
"Hai
kaumku,
tidak
ada
padaku
kekurangan
akal
sedikit
pun,
tetapi
aku
ini
adalah
utusan
dari
Tuhan
semesta
alam.
أُبَلِّغُكُمْ
رِسَـٰلَـٰتِ
رَبِّى
وَأَنَا۠
لَكُمْ
نَاصِحٌ
أَمِينٌ
68
auballighukum
risaālaāti
rabbiā
waaanaā
lakum
naāṣiḥun
aamiynun
"Aku
menyampaikan
amanat-amanat
Tuhan-ku
kepadamu
dan
aku
hanyalah
pemberi
nasihat
yang
terpercaya
bagimu".
أَوَعَجِبْتُمْ
أَن
جَآءَكُمْ
ذِكْرٌ
مِّن
رَّبِّكُمْ
عَلَىٰ
رَجُلٍ
مِّنكُمْ
لِيُنذِرَكُمْ
ۚ
وَٱذْكُرُوٓا۟
إِذْ
جَعَلَكُمْ
خُلَفَآءَ
مِنۢ
بَعْدِ
قَوْمِ
نُوحٍ
وَزَادَكُمْ
فِى
ٱلْخَلْقِ
بَصْۜطَةً
ۖ
فَٱذْكُرُوٓا۟
ءَالَآءَ
ٱللَّهِ
لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ
69
aawa‘ajibtum
aan
jaā'akum
dzikrun
mmin
rrabbikum
‘alaāā
rajulin
mminkum
liyundzirakum
waadzkuruwā
iidz
ja‘alakum
khulafaā'a
min
ba‘di
qawmi
nuwḥin
wazaādakum
fiā
alkhalqi
baṣṭahan
faadzkuruwā
'aālaā'a
alllahi
la‘allakum
tufliḥuwna
"Apakah
kamu
(tidak
percaya)
dan
heran
bahwa
datang
kepadamu
peringatan
dari
Tuhan-mu
yang
dibawa
oleh
seorang
laki-laki
di
antaramu
untuk
memberi
peringatan
kepadamu?
Dan
ingatlah
oleh
kamu
sekalian
di
waktu
Allah
menjadikan
kamu
sebagai
pengganti-pengganti
(yang
berkuasa)
sesudah
lenyapnya
kaum
Nūḥ,
dan
Tuhan
telah
melebihkan
kekuatan
tubuh
dan
perawakanmu
(dari
kaum
Nūḥ
itu).
Maka
ingatlah
nikmat-nikmat
Allah
supaya
kamu
mendapat
keberuntungan".
قَالُوٓا۟
أَجِئْتَنَا
لِنَعْبُدَ
ٱللَّهَ
وَحْدَهُۥ
وَنَذَرَ
مَا
كَانَ
يَعْبُدُ
ءَابَآؤُنَا
ۖ
فَأْتِنَا
بِمَا
تَعِدُنَآ
إِن
كُنتَ
مِنَ
ٱلصَّـٰدِقِينَ
70
qaāluwā
aajii'tanaā
lina‘buda
alllaha
waḥdahuū
wanadzara
maā
kaāna
ya‘budu
'aābaāu'unaā
faatinaā
bimaā
ta‘idunaā
iin
kunta
mina
alṣṣaādiqiyna
Mereka
berkata,
"Apakah
kamu
datang
kepada
kami
agar
kami
hanya
menyembah
Allah
saja
dan
meninggalkan
apa
yang
biasa
disembah
oleh
bapak-bapak
kami?
maka
datangkanlah
azab
yang
kamu
ancamkan
kepada
kami
jika
kamu
termasuk
orang-orang
yang
benar".
قَالَ
قَدْ
وَقَعَ
عَلَيْكُم
مِّن
رَّبِّكُمْ
رِجْسٌ
وَغَضَبٌ
ۖ
أَتُجَـٰدِلُونَنِى
فِىٓ
أَسْمَآءٍ
سَمَّيْتُمُوهَآ
أَنتُمْ
وَءَابَآؤُكُم
مَّا
نَزَّلَ
ٱللَّهُ
بِهَا
مِن
سُلْطَـٰنٍ
ۚ
فَٱنتَظِرُوٓا۟
إِنِّى
مَعَكُم
مِّنَ
ٱلْمُنتَظِرِينَ
71
qaāla
qad
waqa‘a
‘alaykum
mmin
rrabbikum
rijsun
waghaḍabun
aatujaādiluwnaniā
fiā
aasmaā'in
sammaytumuwhaā
aantum
wa'aābaāu'ukum
mmaā
nazzala
alllahu
bihaā
min
sulṭaānin
faantaẓiruwā
iinniā
ma‘akum
mmina
almuntaẓiriyna
Ia
berkata,
"Sungguh
sudah
pasti
kamu
akan
ditimpa
azab
dan
kemarahan
dari
Tuhan-mu.
Apakah
kamu
sekalian
hendak
berbantah
dengan
aku
tentang
nama-nama
(berhala)
yang
kamu
beserta
nenek
moyangmu
menamakannya,
padahal
Allah
sekali-kali
tidak
menurunkan
hujah
untuk
itu?
Maka
tunggulah
(azab
itu),
sesungguhnya
aku
juga
termasuk
orang
yamg
menunggu
bersama
kamu".
فَأَنجَيْنَـٰهُ
وَٱلَّذِينَ
مَعَهُۥ
بِرَحْمَةٍ
مِّنَّا
وَقَطَعْنَا
دَابِرَ
ٱلَّذِينَ
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
ۖ
وَمَا
كَانُوا۟
مُؤْمِنِينَ
72
faaanjaynaāhu
waalladziyna
ma‘ahuū
biraḥmahin
mminnaā
waqaṭa‘naā
daābira
alladziyna
kadzdzabuwā
biaāyaātinaā
wamaā
kaānuwā
muu'miniyna
Maka
kami
selamatkan
Hūd
beserta
orang-orang
yang
bersamanya
dengan
rahmat
yang
besar
dari
Kami
dan
Kami
tumpas
orang-orang
yang
mendustakan
ayat-ayat
Kami,
dan
tiadalah
mereka
orang-orang
yang
beriman.
وَإِلَىٰ
ثَمُودَ
أَخَاهُمْ
صَـٰلِحًا
ۗ
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
ٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
مَا
لَكُم
مِّنْ
إِلَـٰهٍ
غَيْرُهُۥ
ۖ
قَدْ
جَآءَتْكُم
بَيِّنَةٌ
مِّن
رَّبِّكُمْ
ۖ
هَـٰذِهِۦ
نَاقَةُ
ٱللَّهِ
لَكُمْ
ءَايَةً
ۖ
فَذَرُوهَا
تَأْكُلْ
فِىٓ
أَرْضِ
ٱللَّهِ
ۖ
وَلَا
تَمَسُّوهَا
بِسُوٓءٍ
فَيَأْخُذَكُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
73
waiilaāā
tsamuwda
aakhaāhum
ṣaāliḥanā
qaāla
yaāqawmi
a‘buduwā
alllaha
maā
lakum
mmin
iilaāhin
ghayruhuū
qad
jaā'atkum
bayyinahun
mmin
rrabbikum
haādzihiī
naāqahu
alllahi
lakum
'aāyahan
fadzaruwhaā
taakul
fiā
aarḍi
alllahi
walaā
tamassuwhaā
bisuw'in
fayaakhudzakum
‘adzaābun
aaliymun
Dan
(Kami
telah
mengutus)
kepada
kaum
Ṡamūd
saudara
mereka,
Ṣālīḥ.
Ia
berkata,
"Hai
kaumku,
sembahlah
Allah,
sekali-kali
tidak
ada
Tuhan
bagimu
selain-Nya.
Sesungguhnya
telah
datang
bukti
yang
nyata
kepadamu
dari
Tuhan-mu.
Unta
betina
Allah
ini
menjadi
tanda
bagimu,
maka
biarkanlah
dia
makan
di
bumi
Allah,
dan
janganlah
kamu
mengganggunya
dengan
gangguan
apa
pun,
(yang
karenanya)
kamu
akan
ditimpa
siksaan
yang
pedih".
وَٱذْكُرُوٓا۟
إِذْ
جَعَلَكُمْ
خُلَفَآءَ
مِنۢ
بَعْدِ
عَادٍ
وَبَوَّأَكُمْ
فِى
ٱلْأَرْضِ
تَتَّخِذُونَ
مِن
سُهُولِهَا
قُصُورًا
وَتَنْحِتُونَ
ٱلْجِبَالَ
بُيُوتًا
ۖ
فَٱذْكُرُوٓا۟
ءَالَآءَ
ٱللَّهِ
وَلَا
تَعْثَوْا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
مُفْسِدِينَ
74
waadzkuruwā
iidz
ja‘alakum
khulafaā'a
min
ba‘di
‘aādin
wabawwaaakum
fiā
alaarḍi
tattakhidzuwna
min
suhuwlihaā
quṣuwranā
watanḥituwna
aljibaāla
buyuwtanā
faadzkuruwā
'aālaā'a
alllahi
walaā
ta‘tsawā
fiā
alaarḍi
mufsidiyna
Dan
ingatlah
olehmu
di
waktu
Tuhan
menjadikan
kamu
pengganti-pengganti
(yang
berkuasa)
sesudah
kaum
ʻĀd
dan
memberikan
tempat
bagimu
di
bumi.
Kamu
dirikan
istana-istana
di
tanah-tanahnya
yang
datar
dan
kamu
pahat
gunung-gunungnya
untuk
dijadikan
rumah;
maka
ingatlah
nikmat-nikmat
Allah
dan
janganlah
kamu
merajalela
di
muka
bumi
membuat
kerusakan.
قَالَ
ٱلْمَلَأُ
ٱلَّذِينَ
ٱسْتَكْبَرُوا۟
مِن
قَوْمِهِۦ
لِلَّذِينَ
ٱسْتُضْعِفُوا۟
لِمَنْ
ءَامَنَ
مِنْهُمْ
أَتَعْلَمُونَ
أَنَّ
صَـٰلِحًا
مُّرْسَلٌ
مِّن
رَّبِّهِۦ
ۚ
قَالُوٓا۟
إِنَّا
بِمَآ
أُرْسِلَ
بِهِۦ
مُؤْمِنُونَ
75
qaāla
almalaau
alladziyna
astakbaruwā
min
qawmihiī
lilladziyna
astuḍ‘ifuwā
liman
'aāmana
minhum
aata‘lamuwna
aanna
ṣaāliḥanā
mmursalun
mmin
rrabbihiī
qaāluwā
iinnaā
bimaā
aursila
bihiī
muu'minuwna
Pemuka-pemuka
yang
menyombongkan
diri
di
antara
kaumnya
berkata
kepada
orang-orang
yang
dianggap
lemah
yang
telah
beriman
di
antara
mereka,
"Tahukah
kamu
bahwa
Ṣālīḥ
di
utus
(menjadi
rasul)
oleh
Tuhan-nya?"
Mereka
menjawab,
"Sesungguhnya
kami
beriman
kepada
wahyu,
yang
Ṣālīḥ
diutus
untuk
menyampaikannya".
قَالَ
ٱلَّذِينَ
ٱسْتَكْبَرُوٓا۟
إِنَّا
بِٱلَّذِىٓ
ءَامَنتُم
بِهِۦ
كَـٰفِرُونَ
76
qaāla
alladziyna
astakbaruwā
iinnaā
bialladziā
'aāmantum
bihiī
kaāfiruwna
Orang-orang
yang
menyombongkan
diri
berkata,
"Sesungguhnya
kami
adalah
orang
yang
tidak
percaya
kepada
apa
yang
kamu
imani
itu".
فَعَقَرُوا۟
ٱلنَّاقَةَ
وَعَتَوْا۟
عَنْ
أَمْرِ
رَبِّهِمْ
وَقَالُوا۟
يَـٰصَـٰلِحُ
ٱئْتِنَا
بِمَا
تَعِدُنَآ
إِن
كُنتَ
مِنَ
ٱلْمُرْسَلِينَ
77
fa‘aqaruwā
alnnaāqaha
wa‘atawā
‘an
aamri
rabbihim
waqaāluwā
yaāṣaāliḥu
ai'tinaā
bimaā
ta‘idunaā
iin
kunta
mina
almursaliyna
Kemudian
mereka
sembelih
unta
betina
itu,
dan
mereka
berlaku
angkuh
terhadap
perintah
Tuhan.
Dan
mereka
berkata,
"Hai
Ṣālīḥ,
datangkanlah
apa
yang
kamu
ancamkan
itu
kepada
kami,
jika
(betul)
kamu
termasuk
orang-orang
yang
diutus
(Allah)".
فَأَخَذَتْهُمُ
ٱلرَّجْفَةُ
فَأَصْبَحُوا۟
فِى
دَارِهِمْ
جَـٰثِمِينَ
78
faaakhadzathumu
alrrajfahu
faaaṣbaḥuwā
fiā
daārihim
jaātsimiyna
Karena
itu,
mereka
ditimpa
gempa,
maka
jadilah
mereka
mayat-mayat
yang
bergelimpangan
di
tempat
tinggal
mereka.
فَتَوَلَّىٰ
عَنْهُمْ
وَقَالَ
يَـٰقَوْمِ
لَقَدْ
أَبْلَغْتُكُمْ
رِسَالَةَ
رَبِّى
وَنَصَحْتُ
لَكُمْ
وَلَـٰكِن
لَّا
تُحِبُّونَ
ٱلنَّـٰصِحِينَ
79
fatawallaāā
‘anhum
waqaāla
yaāqawmi
laqad
aablaghtukum
risaālaha
rabbiā
wanaṣaḥtu
lakum
walaākin
llaā
tuḥibbuwna
alnnaāṣiḥiyna
Maka
Ṣālīḥ
meninggalkan
mereka
seraya
berkata,
"Hai
kaumku
sesungguhnya
aku
telah
menyampaikan
kepadamu
amanat
Tuhan-ku,
dan
aku
telah
memberi
nasihat
kepadamu,
tetapi
kamu
tidak
menyukai
orang-orang
yang
memberi
nasihat".
وَلُوطًا
إِذْ
قَالَ
لِقَوْمِهِۦٓ
أَتَأْتُونَ
ٱلْفَـٰحِشَةَ
مَا
سَبَقَكُم
بِهَا
مِنْ
أَحَدٍ
مِّنَ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
80
waluwṭanā
iidz
qaāla
liqawmihiī
aataatuwna
alfaāḥisyaha
maā
sabaqakum
bihaā
min
aaḥadin
mmina
al‘aālamiyna
Dan
(Kami
juga
telah
mengutus)
Lūṭ
(kepada
kaumnya).
(Ingatlah)
tatkala
dia
berkata
kepada
mereka,
"Mengapa
kamu
mengerjakan
perbuatan
fāḥisyah
itu[551],
yang
belum
pernah
dikerjakan
oleh
seorang
pun
(di
dunia
ini)
sebelummu?"
إِنَّكُمْ
لَتَأْتُونَ
ٱلرِّجَالَ
شَهْوَةً
مِّن
دُونِ
ٱلنِّسَآءِ
ۚ
بَلْ
أَنتُمْ
قَوْمٌ
مُّسْرِفُونَ
81
iinnakum
lataatuwna
alrrijaāla
syahwahan
mmin
duwni
alnnisaā'i
bal
aantum
qawmun
mmusrifuwna
Sesungguhnya
kamu
mendatangi
lelaki
untuk
melepaskan
nafsumu
(kepada
mereka),
bukan
kepada
wanita,
malah
kamu
ini
adalah
kaum
yang
melampaui
batas.
وَمَا
كَانَ
جَوَابَ
قَوْمِهِۦٓ
إِلَّآ
أَن
قَالُوٓا۟
أَخْرِجُوهُم
مِّن
قَرْيَتِكُمْ
ۖ
إِنَّهُمْ
أُنَاسٌ
يَتَطَهَّرُونَ
82
wamaā
kaāna
jawaāba
qawmihiī
iillaā
aan
qaāluwā
aakhrijuwhum
mmin
qaryatikum
iinnahum
aunaāsun
yataṭahharuwna
Jawab
kaumnya
tidak
lain
hanya
mengatakan,
"Usirlah
mereka
(Lūṭ
dan
pengikut-pengikutnya)
dari
kotamu
ini;
sesungguhnya
mereka
adalah
orang-orang
yang
berpura-pura
menyucikan
diri".
فَأَنجَيْنَـٰهُ
وَأَهْلَهُۥٓ
إِلَّا
ٱمْرَأَتَهُۥ
كَانَتْ
مِنَ
ٱلْغَـٰبِرِينَ
83
faaanjaynaāhu
waaahlahuū
iillaā
amraaatahuū
kaānat
mina
alghaābiriyna
Kemudian
Kami
selamatkan
dia
dan
pengikut-pengikutnya
kecuali
istrinya;
dia
termasuk
orang-orang
yang
tertinggal
(dibinasakan).
وَأَمْطَرْنَا
عَلَيْهِم
مَّطَرًا
ۖ
فَٱنظُرْ
كَيْفَ
كَانَ
عَـٰقِبَةُ
ٱلْمُجْرِمِينَ
84
waaamṭarnaā
‘alayhim
mmaṭaranā
faanẓur
kayfa
kaāna
‘aāqibahu
almujrimiyna
Dan
Kami
turunkan
kepada
mereka
hujan
(batu);
maka
perhatikanlah
bagaimana
kesudahan
orang-orang
yang
berdosa
itu.
وَإِلَىٰ
مَدْيَنَ
أَخَاهُمْ
شُعَيْبًا
ۗ
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
ٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
مَا
لَكُم
مِّنْ
إِلَـٰهٍ
غَيْرُهُۥ
ۖ
قَدْ
جَآءَتْكُم
بَيِّنَةٌ
مِّن
رَّبِّكُمْ
ۖ
فَأَوْفُوا۟
ٱلْكَيْلَ
وَٱلْمِيزَانَ
وَلَا
تَبْخَسُوا۟
ٱلنَّاسَ
أَشْيَآءَهُمْ
وَلَا
تُفْسِدُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
بَعْدَ
إِصْلَـٰحِهَا
ۚ
ذَٰلِكُمْ
خَيْرٌ
لَّكُمْ
إِن
كُنتُم
مُّؤْمِنِينَ
85
waiilaāā
madyana
aakhaāhum
syu‘aybanā
qaāla
yaāqawmi
a‘buduwā
alllaha
maā
lakum
mmin
iilaāhin
ghayruhuū
qad
jaā'atkum
bayyinahun
mmin
rrabbikum
faaawfuwā
alkayla
waalmiyzaāna
walaā
tabkhasuwā
alnnaāsa
aasyyaā'ahum
walaā
tufsiduwā
fiā
alaarḍi
ba‘da
iiṣlaāḥihaā
dzaālikum
khayrun
llakum
iin
kuntum
mmuu'miniyna
Dan
(Kami
telah
mengutus)
kepada
penduduk
Madyan[552]
saudara
mereka,
Syuʻayb.
Ia
berkata,
"Hai
kaumku,
sembahlah
Allah,
sekali-kali
tidak
ada
Tuhan
bagimu
selain-Nya.
Sesungguhnya
telah
datang
kepadamu
bukti
yang
nyata
dari
Tuhan-mu.
Maka
sempurnakanlah
takaran
dan
timbangan,
dan
janganlah
kamu
kurangkan
bagi
manusia
barang-barang
takaran
dan
timbangannya,
dan
janganlah
kamu
membuat
kerusakan
di
muka
bumi
sesudah
Tuhan
memperbaikinya.
Yang
demikian
itu
lebih
baik
bagimu
jika
betul-betul
kamu
orang-orang
yang
beriman".
وَلَا
تَقْعُدُوا۟
بِكُلِّ
صِرَٰطٍ
تُوعِدُونَ
وَتَصُدُّونَ
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
مَنْ
ءَامَنَ
بِهِۦ
وَتَبْغُونَهَا
عِوَجًا
ۚ
وَٱذْكُرُوٓا۟
إِذْ
كُنتُمْ
قَلِيلًا
فَكَثَّرَكُمْ
ۖ
وَٱنظُرُوا۟
كَيْفَ
كَانَ
عَـٰقِبَةُ
ٱلْمُفْسِدِينَ
86
walaā
taq‘uduwā
bikulli
ṣiraāṭin
tuw‘iduwna
wataṣudduwna
‘an
sabiyli
alllahi
man
'aāmana
bihiī
watabghuwnahaā
‘iwajanā
waadzkuruwā
iidz
kuntum
qaliylanā
fakatstsarakum
waanẓuruwā
kayfa
kaāna
‘aāqibahu
almufsidiyna
Dan
janganlah
kamu
duduk
di
tiap-tiap
jalan
dengan
menakut-nakuti
dan
menghalang-halangi
orang
yang
beriman
dari
jalan
Allah,
dan
menginginkan
agar
jalan
Allah
itu
menjadi
bengkok.
Dan
ingatlah
di
waktu
dahulunya
kamu
berjumlah
sedikit,
lalu
Allah
memperbanyak
jumlah
kamu.
Dan
perhatikanlah
bagaimana
kesudahan
orang-orang
yang
berbuat
kerusakan.
وَإِن
كَانَ
طَآئِفَةٌ
مِّنكُمْ
ءَامَنُوا۟
بِٱلَّذِىٓ
أُرْسِلْتُ
بِهِۦ
وَطَآئِفَةٌ
لَّمْ
يُؤْمِنُوا۟
فَٱصْبِرُوا۟
حَتَّىٰ
يَحْكُمَ
ٱللَّهُ
بَيْنَنَا
ۚ
وَهُوَ
خَيْرُ
ٱلْحَـٰكِمِينَ
87
waiin
kaāna
ṭaāi'ifahun
mminkum
'aāmanuwā
bialladziā
aursiltu
bihiī
waṭaāi'ifahun
llam
yuu'minuwā
faaṣbiruwā
ḥattaāā
yaḥkuma
alllahu
baynanaā
wahuwa
khayru
alḥaākimiyna
Jika
ada
segolongan
dari
kamu
beriman
kepada
apa
yang
aku
diutus
untuk
menyampaikannya
dan
ada
(pula)
segolongan
yang
tidak
beriman,
maka
bersabarlah,
hingga
Allah
menetapkan
hukumnya
di
antara
kita;
dan
Dia
adalah
Hakim
yang
sebaik-baiknya.
۞
قَالَ
ٱلْمَلَأُ
ٱلَّذِينَ
ٱسْتَكْبَرُوا۟
مِن
قَوْمِهِۦ
لَنُخْرِجَنَّكَ
يَـٰشُعَيْبُ
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مَعَكَ
مِن
قَرْيَتِنَآ
أَوْ
لَتَعُودُنَّ
فِى
مِلَّتِنَا
ۚ
قَالَ
أَوَلَوْ
كُنَّا
كَـٰرِهِينَ
88
qaāla
almalaau
alladziyna
astakbaruwā
min
qawmihiī
lanukhrijannaka
yaāsyu‘aybu
waalladziyna
'aāmanuwā
ma‘aka
min
qaryatinaā
aaw
lata‘uwdunna
fiā
millatinaā
qaāla
aawalaw
kunnaā
kaārihiyna
Pemuka-pemuka
dari
kaum
Syuʻayb
yang
menyombongkan
diri
berkata,
"Sesungguhnya
kami
akan
mengusir
kamu,
hai
Syuʻayb,
dan
orang-orang
yang
beriman
bersamamu
dari
kota
kami,
kecuali
kamu
kembali
kepada
agama
kami".
Berkata
Syuʻayb,
"Dan
apakah
(kamu
akan
mengusir
kami),
kendatipun
kami
tidak
menyukainya?"
قَدِ
ٱفْتَرَيْنَا
عَلَى
ٱللَّهِ
كَذِبًا
إِنْ
عُدْنَا
فِى
مِلَّتِكُم
بَعْدَ
إِذْ
نَجَّىٰنَا
ٱللَّهُ
مِنْهَا
ۚ
وَمَا
يَكُونُ
لَنَآ
أَن
نَّعُودَ
فِيهَآ
إِلَّآ
أَن
يَشَآءَ
ٱللَّهُ
رَبُّنَا
ۚ
وَسِعَ
رَبُّنَا
كُلَّ
شَىْءٍ
عِلْمًا
ۚ
عَلَى
ٱللَّهِ
تَوَكَّلْنَا
ۚ
رَبَّنَا
ٱفْتَحْ
بَيْنَنَا
وَبَيْنَ
قَوْمِنَا
بِٱلْحَقِّ
وَأَنتَ
خَيْرُ
ٱلْفَـٰتِحِينَ
89
qadi
aftaraynaā
‘alaā
alllahi
kadzibanā
iin
‘udnaā
fiā
millatikum
ba‘da
iidz
najjaāānaā
alllahu
minhaā
wamaā
yakuwnu
lanaā
aan
nna‘uwda
fiyhaā
iillaā
aan
yasyaā'a
alllahu
rabbunaā
wasi‘a
rabbunaā
kulla
syaā'in
‘ilmanā
‘alaā
alllahi
tawakkalnaā
rabbanaā
aftaḥ
baynanaā
wabayna
qawminaā
bialḥaqqi
waaanta
khayru
alfaātiḥiyna
Sungguh
kami
mengada-adakan
kebohongan
yang
benar
terhadap
Allah,
jika
kami
kembali
kepada
agamamu,
sesudah
Allah
melepaskan
kami
dari
padanya.
Dan
tidaklah
patut
kami
kembali
kepadanya,
kecuali
jika
Allah,
Tuhan
kami
menghendaki(nya).
Pengetahuan
Tuhan
kami
meliputi
segala
sesuatu.
Kepada
Allah
sajalah
kami
bertawakkal.
Ya
Tuhan
kami,
berilah
keputusan
antara
kami
dan
kaum
kami
dengan
hak
(adil)
dan
Engkau-lah
Pemberi
keputusan
yang
sebaik-baiknya.
وَقَالَ
ٱلْمَلَأُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
مِن
قَوْمِهِۦ
لَئِنِ
ٱتَّبَعْتُمْ
شُعَيْبًا
إِنَّكُمْ
إِذًا
لَّخَـٰسِرُونَ
90
waqaāla
almalaau
alladziyna
kafaruwā
min
qawmihiī
lai'ini
attaba‘tum
syu‘aybanā
iinnakum
iidzanā
llakhaāsiruwna
Pemuka-pemuka
kaum
Syuʻayb
yang
kafir
berkata
(kepada
sesamanya),
"Sesungguhnya
jika
kamu
mengikuti
Syuʻayb,
tentu
kamu
jika
berbuat
demikian
(menjadi)
orang-orang
yang
merugi".
فَأَخَذَتْهُمُ
ٱلرَّجْفَةُ
فَأَصْبَحُوا۟
فِى
دَارِهِمْ
جَـٰثِمِينَ
91
faaakhadzathumu
alrrajfahu
faaaṣbaḥuwā
fiā
daārihim
jaātsimiyna
Kemudian
mereka
ditimpa
gempa,
maka
jadilah
mereka
mayat-mayat
yang
bergelimpangan
di
dalam
rumah-rumah
mereka.
ٱلَّذِينَ
كَذَّبُوا۟
شُعَيْبًا
كَأَن
لَّمْ
يَغْنَوْا۟
فِيهَا
ۚ
ٱلَّذِينَ
كَذَّبُوا۟
شُعَيْبًا
كَانُوا۟
هُمُ
ٱلْخَـٰسِرِينَ
92
alladziyna
kadzdzabuwā
syu‘aybanā
kaaan
llam
yaghnawā
fiyhaā
alladziyna
kadzdzabuwā
syu‘aybanā
kaānuwā
humu
alkhaāsiriyna
(yaitu)
orang-orang
yang
mendustakan
Syuʻayb
seolah-olah
mereka
belum
pernah
berdiam
di
kota
itu;
orang-orang
yang
mendustakan
Syuʻayb
mereka
itulah
orang-orang
yang
merugi.
فَتَوَلَّىٰ
عَنْهُمْ
وَقَالَ
يَـٰقَوْمِ
لَقَدْ
أَبْلَغْتُكُمْ
رِسَـٰلَـٰتِ
رَبِّى
وَنَصَحْتُ
لَكُمْ
ۖ
فَكَيْفَ
ءَاسَىٰ
عَلَىٰ
قَوْمٍ
كَـٰفِرِينَ
93
fatawallaāā
‘anhum
waqaāla
yaāqawmi
laqad
aablaghtukum
risaālaāti
rabbiā
wanaṣaḥtu
lakum
fakayfa
'aāsaāā
‘alaāā
qawmin
kaāfiriyna
Maka
Syuʻayb
meninggalkan
mereka
seraya
berkata,
"Hai
kaumku,
sesungguhnya
aku
telah
menyampaikan
kepadamu
amanat-amanat
Tuhan-ku
dan
aku
telah
memberi
nasihat
kepadamu.
Maka
bagaimana
aku
akan
bersedih
hati
terhadap
orang-orang
yang
kafir?"
وَمَآ
أَرْسَلْنَا
فِى
قَرْيَةٍ
مِّن
نَّبِىٍّ
إِلَّآ
أَخَذْنَآ
أَهْلَهَا
بِٱلْبَأْسَآءِ
وَٱلضَّرَّآءِ
لَعَلَّهُمْ
يَضَّرَّعُونَ
94
wamaā
aarsalnaā
fiā
qaryahin
mmin
nnabiāāin
iillaā
aakhadznaā
aahlahaā
bialbaasaā'i
waalḍḍarraā'i
la‘allahum
yaḍḍarra‘uwna
Kami
tidaklah
mengutus
seseorang
nabi
pun
kepada
sesuatu
negeri,
(lalu
penduduknya
mendustakan
nabi
itu),
melainkan
Kami
timpakan
kepada
penduduknya
kesempitan
dan
penderitaan
supaya
mereka
tunduk
dengan
merendahkan
diri.
ثُمَّ
بَدَّلْنَا
مَكَانَ
ٱلسَّيِّئَةِ
ٱلْحَسَنَةَ
حَتَّىٰ
عَفَوا۟
وَّقَالُوا۟
قَدْ
مَسَّ
ءَابَآءَنَا
ٱلضَّرَّآءُ
وَٱلسَّرَّآءُ
فَأَخَذْنَـٰهُم
بَغْتَةً
وَهُمْ
لَا
يَشْعُرُونَ
95
tsumma
baddalnaā
makaāna
alssayyii'ahi
alḥasanaha
ḥattaāā
‘afawā
wwaqaāluwā
qad
massa
'aābaā'anaā
alḍḍarraā'u
waalssarraā'u
faaakhadznaāhum
baghtahan
wahum
laā
yasy‘uruwna
Kemudian
Kami
ganti
kesusahan
itu
dengan
kesenangan
hingga
keturunan
dan
harta
mereka
bertambah
banyak,
dan
mereka
berkata,
"Sesungguhnya
nenek
moyang
kami
pun
telah
merasai
penderitaan
dan
kesenangan",
maka
Kami
timpakan
siksaan
atas
mereka
dengan
sekonyong-konyong,
sedang
mereka
tidak
menyadarinya.
وَلَوْ
أَنَّ
أَهْلَ
ٱلْقُرَىٰٓ
ءَامَنُوا۟
وَٱتَّقَوْا۟
لَفَتَحْنَا
عَلَيْهِم
بَرَكَـٰتٍ
مِّنَ
ٱلسَّمَآءِ
وَٱلْأَرْضِ
وَلَـٰكِن
كَذَّبُوا۟
فَأَخَذْنَـٰهُم
بِمَا
كَانُوا۟
يَكْسِبُونَ
96
walaw
aanna
aahla
alquraāā
'aāmanuwā
waattaqawā
lafataḥnaā
‘alayhim
barakaātin
mmina
alssamaā'i
waalaarḍi
walaākin
kadzdzabuwā
faaakhadznaāhum
bimaā
kaānuwā
yaksibuwna
Jikalau
sekiranya
penduduk
negeri-negeri
beriman
dan
bertakwa,
pastilah
Kami
akan
melimpahkan
kepada
mereka
berkah
dari
langit
dan
bumi,
tetapi
mereka
mendustakan
(ayat-ayat
Kami)
itu,
maka
Kami
siksa
mereka
disebabkan
perbuatannya.
أَفَأَمِنَ
أَهْلُ
ٱلْقُرَىٰٓ
أَن
يَأْتِيَهُم
بَأْسُنَا
بَيَـٰتًا
وَهُمْ
نَآئِمُونَ
97
aafaaamina
aahlu
alquraāā
aan
yaatiyahum
baasunaā
bayaātanā
wahum
naāi'imuwna
Maka
apakah
penduduk
negeri-negeri
itu
merasa
aman
dari
kedatangan
siksaan
Kami
kepada
mereka
di
malam
hari
di
waktu
mereka
sedang
tidur?
أَوَأَمِنَ
أَهْلُ
ٱلْقُرَىٰٓ
أَن
يَأْتِيَهُم
بَأْسُنَا
ضُحًى
وَهُمْ
يَلْعَبُونَ
98
aawaaamina
aahlu
alquraāā
aan
yaatiyahum
baasunaā
ḍuḥanā
wahum
yal‘abuwna
Atau
apakah
penduduk
negeri-negeri
itu
merasa
aman
dari
kedatangan
siksaan
Kami
kepada
mereka
di
waktu
matahari
sepenggalahan
naik
ketika
mereka
sedang
bermain?
أَفَأَمِنُوا۟
مَكْرَ
ٱللَّهِ
ۚ
فَلَا
يَأْمَنُ
مَكْرَ
ٱللَّهِ
إِلَّا
ٱلْقَوْمُ
ٱلْخَـٰسِرُونَ
99
aafaaaminuwā
makra
alllahi
falaā
yaamanu
makra
alllahi
iillaā
alqawmu
alkhaāsiruwna
Maka
apakah
mereka
merasa
aman
dari
azab
Allah
(yang
tidak
terduga-duga)?
Tiadalah
yang
merasa
aman
dari
azab
Allah
kecuali
orang-orang
yang
merugi.
أَوَلَمْ
يَهْدِ
لِلَّذِينَ
يَرِثُونَ
ٱلْأَرْضَ
مِنۢ
بَعْدِ
أَهْلِهَآ
أَن
لَّوْ
نَشَآءُ
أَصَبْنَـٰهُم
بِذُنُوبِهِمْ
ۚ
وَنَطْبَعُ
عَلَىٰ
قُلُوبِهِمْ
فَهُمْ
لَا
يَسْمَعُونَ
100
aawalam
yahdi
lilladziyna
yaritsuwna
alaarḍa
min
ba‘di
aahlihaā
aan
llaw
nasyaā'u
aaṣabnaāhum
bidzunuwbihim
wanaṭba‘u
‘alaāā
quluwbihim
fahum
laā
yasma‘uwna
Dan
apakah
belum
jelas
bagi
orang-orang
yang
mempusakai
suatu
negeri
sesudah
(lenyap)
penduduknya
bahwa
kalau
Kami
menghendaki,
tentu
Kami
azab
mereka
karena
dosa-dosanya;
dan
Kami
kunci
mati
hati
mereka
sehingga
mereka
tidak
dapat
mendengar
(pelajaran
lagi)?
تِلْكَ
ٱلْقُرَىٰ
نَقُصُّ
عَلَيْكَ
مِنْ
أَنۢبَآئِهَا
ۚ
وَلَقَدْ
جَآءَتْهُمْ
رُسُلُهُم
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
فَمَا
كَانُوا۟
لِيُؤْمِنُوا۟
بِمَا
كَذَّبُوا۟
مِن
قَبْلُ
ۚ
كَذَٰلِكَ
يَطْبَعُ
ٱللَّهُ
عَلَىٰ
قُلُوبِ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
101
tilka
alquraāā
naquṣṣu
‘alayka
min
aanbaāi'ihaā
walaqad
jaā'athum
rusuluhum
bialbayyinaāti
famaā
kaānuwā
liyuu'minuwā
bimaā
kadzdzabuwā
min
qablu
kadzaālika
yaṭba‘u
alllahu
‘alaāā
quluwbi
alkaāfiriyna
Negeri-negeri
(yang
telah
Kami
binasakan)
itu,
Kami
ceritakan
sebagian
dari
berita-beritanya
kepadamu.
Dan
sungguh
telah
datang
kepada
mereka
rasul-rasul
mereka
dengan
membawa
bukti-bukti
yang
nyata,
maka
mereka
(juga)
tidak
beriman
kepada
apa
yang
dahulunya
mereka
telah
mendustakannya.
Demikianlah
Allah
mengunci
mati
hati
orang-orang
kafir.
وَمَا
وَجَدْنَا
لِأَكْثَرِهِم
مِّنْ
عَهْدٍ
ۖ
وَإِن
وَجَدْنَآ
أَكْثَرَهُمْ
لَفَـٰسِقِينَ
102
wamaā
wajadnaā
liaaktsarihim
mmin
‘ahdin
waiin
wajadnaā
aaktsarahum
lafaāsiqiyna
Dan
Kami
tidak
mendapati
kebanyakan
mereka
memenuhi
janji.
Sesungguhnya
Kami
mendapati
kebanyakan
mereka
orang-orang
yang
fasik.
ثُمَّ
بَعَثْنَا
مِنۢ
بَعْدِهِم
مُّوسَىٰ
بِـَٔايَـٰتِنَآ
إِلَىٰ
فِرْعَوْنَ
وَمَلَإِي۟هِۦ
فَظَلَمُوا۟
بِهَا
ۖ
فَٱنظُرْ
كَيْفَ
كَانَ
عَـٰقِبَةُ
ٱلْمُفْسِدِينَ
103
tsumma
ba‘atsnaā
min
ba‘dihim
mmuwsaāā
biaāyaātinaā
iilaāā
fir‘awna
wamalaiiyhiī
faẓalamuwā
bihaā
faanẓur
kayfa
kaāna
‘aāqibahu
almufsidiyna
Kemudian
Kami
utus
Musa
sesudah
rasul-rasul
itu
dengan
membawa
ayat-ayat
Kami
kepada
Firʻawn[553]
dan
pemuka-pemuka
kaumnya,
lalu
mereka
mengingkari
ayat-ayat
itu.
Maka
perhatikanlah
bagaimana
akibat
orang-orang
yang
membuat
kerusakan.
وَقَالَ
مُوسَىٰ
يَـٰفِرْعَوْنُ
إِنِّى
رَسُولٌ
مِّن
رَّبِّ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
104
waqaāla
muwsaāā
yaāfir‘awnu
iinniā
rasuwlun
mmin
rrabbi
al‘aālamiyna
Dan
Musa
berkata,
"Firʻawn
,
sesungguhnya
aku
ini
adalah
seorang
utusan
dari
Tuhan
semesta
alam,
حَقِيقٌ
عَلَىٰٓ
أَن
لَّآ
أَقُولَ
عَلَى
ٱللَّهِ
إِلَّا
ٱلْحَقَّ
ۚ
قَدْ
جِئْتُكُم
بِبَيِّنَةٍ
مِّن
رَّبِّكُمْ
فَأَرْسِلْ
مَعِىَ
بَنِىٓ
إِسْرَٰٓءِيلَ
105
ḥaqiyqun
‘alaāā
aan
llaā
aaquwla
‘alaā
alllahi
iillaā
alḥaqqa
qad
jii'tukum
bibayyinahin
mmin
rrabbikum
faaarsil
ma‘iāa
baniā
iisraā'iyla
wajib
atasku
tidak
mengatakan
sesuatu
terhadap
Allah,
kecuali
yang
hak.
Sesungguhnya
aku
datang
kepadamu
dengan
membawa
bukti
yang
nyata
dari
Tuhan-mu,
maka
lepaskanlah
Bani
Isrā`īl(pergi)
bersama
aku".
قَالَ
إِن
كُنتَ
جِئْتَ
بِـَٔايَةٍ
فَأْتِ
بِهَآ
إِن
كُنتَ
مِنَ
ٱلصَّـٰدِقِينَ
106
qaāla
iin
kunta
jii'ta
biaāyahin
faati
bihaā
iin
kunta
mina
alṣṣaādiqiyna
Firʻawn
menjawab,
"Jika
benar
kamu
membawa
sesuatu
bukti,
maka
datangkanlah
bukti
itu
jika
(betul)
kamu
termasuk
orang-orang
yang
benar".
فَأَلْقَىٰ
عَصَاهُ
فَإِذَا
هِىَ
ثُعْبَانٌ
مُّبِينٌ
107
faaalqaāā
‘aṣaāhu
faiidzaā
hiāa
tsu‘baānun
mmubiynun
Maka
Musa
menjatuhkan
tongkat-nya,
lalu
seketika
itu
juga
tongkat
itu
menjadi
ular
yang
sebenarnya.
وَنَزَعَ
يَدَهُۥ
فَإِذَا
هِىَ
بَيْضَآءُ
لِلنَّـٰظِرِينَ
108
wanaza‘a
yadahuū
faiidzaā
hiāa
bayḍaā'u
lilnnaāẓiriyna
Dan
ia
mengeluarkan
tangannya,
maka
ketika
itu
juga
tangan
itu
menjadi
putih
bercahaya
(kelihatan)
oleh
orang-orang
yang
melihatnya.
قَالَ
ٱلْمَلَأُ
مِن
قَوْمِ
فِرْعَوْنَ
إِنَّ
هَـٰذَا
لَسَـٰحِرٌ
عَلِيمٌ
109
qaāla
almalaau
min
qawmi
fir‘awna
iinna
haādzaā
lasaāḥirun
‘aliymun
Pemuka-pemuka
kaum
Firʻawn
berkata,
"Sesungguhnya
Musa
ini
adalah
ahli
sihir
yang
pandai,
يُرِيدُ
أَن
يُخْرِجَكُم
مِّنْ
أَرْضِكُمْ
ۖ
فَمَاذَا
تَأْمُرُونَ
110
yuriydu
aan
yukhrijakum
mmin
aarḍikum
famaādzaā
taamuruwna
yang
bermaksud
hendak
mengeluarkan
kamu
dari
negerimu".
(Firʻawn
berkata),
"Maka
apakah
yang
kamu
anjurkan?"
قَالُوٓا۟
أَرْجِهْ
وَأَخَاهُ
وَأَرْسِلْ
فِى
ٱلْمَدَآئِنِ
حَـٰشِرِينَ
111
qaāluwā
aarjih
waaakhaāhu
waaarsil
fiā
almadaāi'ini
ḥaāsyiriyna
Pemuka-pemuka
itu
menjawab,
"Beri
tangguhlah
dia
dan
saudaranya
serta
kirimlah
ke
kota-kota
beberapa
orang
yang
akan
mengumpulkan
(ahli-ahli
sihir),
يَأْتُوكَ
بِكُلِّ
سَـٰحِرٍ
عَلِيمٍ
112
yaatuwka
bikulli
saāḥirin
‘aliymin
supaya
mereka
membawa
kepadamu
semua
ahli
sihir
yang
pandai".
وَجَآءَ
ٱلسَّحَرَةُ
فِرْعَوْنَ
قَالُوٓا۟
إِنَّ
لَنَا
لَأَجْرًا
إِن
كُنَّا
نَحْنُ
ٱلْغَـٰلِبِينَ
113
wajaā'a
alssaḥarahu
fir‘awna
qaāluwā
iinna
lanaā
laaajranā
iin
kunnaā
naḥnu
alghaālibiyna
Dan
beberapa
ahli
sihir
itu
datang
kepada
Firʻawn
mengatakan,
"(Apakah)
sesungguhnya
kami
akan
mendapat
upah,
jika
kamilah
yang
menang?"
قَالَ
نَعَمْ
وَإِنَّكُمْ
لَمِنَ
ٱلْمُقَرَّبِينَ
114
qaāla
na‘am
waiinnakum
lamina
almuqarrabiyna
Firʻawn
menjawab,
"Ya,
dan
sesungguhnya
kamu
benar-benar
akan
termasuk
orang-orang
yang
dekat
(kepadaku)".
قَالُوا۟
يَـٰمُوسَىٰٓ
إِمَّآ
أَن
تُلْقِىَ
وَإِمَّآ
أَن
نَّكُونَ
نَحْنُ
ٱلْمُلْقِينَ
115
qaāluwā
yaāmuwsaāā
iimmaā
aan
tulqiāa
waiimmaā
aan
nnakuwna
naḥnu
almulqiyna
Ahli-ahli
sihir
berkata,
"Hai
Musa,
kamukah
yang
akan
melemparkan
lebih
dahulu,
ataukah
kami
yang
akan
melemparkan?"
قَالَ
أَلْقُوا۟
ۖ
فَلَمَّآ
أَلْقَوْا۟
سَحَرُوٓا۟
أَعْيُنَ
ٱلنَّاسِ
وَٱسْتَرْهَبُوهُمْ
وَجَآءُو
بِسِحْرٍ
عَظِيمٍ
116
qaāla
aalquwā
falammaā
aalqawā
saḥaruwā
aa‘yuna
alnnaāsi
waastarhabuwhum
wajaā'uw
bisiḥrin
‘aẓiymin
Musa
menjawab,
"Lemparkanlah
(lebih
dahulu)!"
Maka
tatkala
mereka
melemparkan,
mereka
menyulap
mata
orang
dan
menjadikan
orang
banyak
itu
takut,
serta
mereka
mendatangkan
sihir
yang
besar
(menakjubkan).
۞
وَأَوْحَيْنَآ
إِلَىٰ
مُوسَىٰٓ
أَنْ
أَلْقِ
عَصَاكَ
ۖ
فَإِذَا
هِىَ
تَلْقَفُ
مَا
يَأْفِكُونَ
117
waaawḥaynaā
iilaāā
muwsaāā
aan
aalqi
‘aṣaāka
faiidzaā
hiāa
talqafu
maā
yaafikuwna
Dan
Kami
wahyukan
kepada
Musa,
"Lemparkanlah
tongkatmu!"
Maka
sekonyong-konyong
tongkat
itu
menelan
apa
yang
mereka
sulapkan.
فَوَقَعَ
ٱلْحَقُّ
وَبَطَلَ
مَا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
118
fawaqa‘a
alḥaqqu
wabaṭala
maā
kaānuwā
ya‘maluwna
Karena
itu,
nyatalah
yang
benar
dan
batallah
yang
selalu
mereka
kerjakan.
فَغُلِبُوا۟
هُنَالِكَ
وَٱنقَلَبُوا۟
صَـٰغِرِينَ
119
faghulibuwā
hunaālika
waanqalabuwā
ṣaāghiriyna
Maka
mereka
kalah
di
tempat
itu
dan
jadilah
mereka
orang-orang
yang
hina.
وَأُلْقِىَ
ٱلسَّحَرَةُ
سَـٰجِدِينَ
120
waaulqiāa
alssaḥarahu
saājidiyna
Dan
ahli-ahli
sihir
itu
serta
merta
meniarapkan
diri
dengan
bersujud[554].
قَالُوٓا۟
ءَامَنَّا
بِرَبِّ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
121
qaāluwā
'aāmannaā
birabbi
al‘aālamiyna
Mereka
berkata,
"Kami
beriman
kepada
Tuhan
semesta
alam,
رَبِّ
مُوسَىٰ
وَهَـٰرُونَ
122
rabbi
muwsaāā
wahaāruwna
"(yaitu)
Tuhan
Musa
dan
Hārūn".
قَالَ
فِرْعَوْنُ
ءَامَنتُم
بِهِۦ
قَبْلَ
أَنْ
ءَاذَنَ
لَكُمْ
ۖ
إِنَّ
هَـٰذَا
لَمَكْرٌ
مَّكَرْتُمُوهُ
فِى
ٱلْمَدِينَةِ
لِتُخْرِجُوا۟
مِنْهَآ
أَهْلَهَا
ۖ
فَسَوْفَ
تَعْلَمُونَ
123
qaāla
fir‘awnu
'aāmantum
bihiī
qabla
aan
'aādzana
lakum
iinna
haādzaā
lamakrun
mmakartumuwhu
fiā
almadiynahi
litukhrijuwā
minhaā
aahlahaā
fasawfa
ta‘lamuwna
Firʻawn
berkata,
"Apakah
kamu
beriman
kepadanya
sebelum
aku
memberi
izin
kepadamu?
Sesungguhnya
(perbuatan
ini)
adalah
suatu
muslihat
yang
telah
kamu
rencanakan
di
dalam
kota
ini
untuk
mengeluarkan
penduduknya
darinya;
maka
kelak
kamu
akan
mengetahui
(akibat
perbuatanmu
ini);
لَأُقَطِّعَنَّ
أَيْدِيَكُمْ
وَأَرْجُلَكُم
مِّنْ
خِلَـٰفٍ
ثُمَّ
لَأُصَلِّبَنَّكُمْ
أَجْمَعِينَ
124
laauqaṭṭi‘anna
aaydiyakum
waaarjulakum
mmin
khilaāfin
tsumma
laauṣallibannakum
aajma‘iyna
demi,
sesungguhnya
aku
akan
memotong
tangan
dan
kakimu
dengan
bersilang
secara
bertimbal
balik[555],
kemudian
sungguh-sungguh
aku
akan
menyalib
kamu
semuanya".
قَالُوٓا۟
إِنَّآ
إِلَىٰ
رَبِّنَا
مُنقَلِبُونَ
125
qaāluwā
iinnaā
iilaāā
rabbinaā
munqalibuwna
Ahli-ahli
sihir
itu
menjawab,
"Sesungguhnya
kepada
Tuhan-lah
kami
kembali.
وَمَا
تَنقِمُ
مِنَّآ
إِلَّآ
أَنْ
ءَامَنَّا
بِـَٔايَـٰتِ
رَبِّنَا
لَمَّا
جَآءَتْنَا
ۚ
رَبَّنَآ
أَفْرِغْ
عَلَيْنَا
صَبْرًا
وَتَوَفَّنَا
مُسْلِمِينَ
126
wamaā
tanqimu
minnaā
iillaā
aan
'aāmannaā
biaāyaāti
rabbinaā
lammaā
jaā'atnaā
rabbanaā
aafrigh
‘alaynaā
ṣabranā
watawaffanaā
muslimiyna
Dan
kamu
tidak
menyalahkan
kami,
melainkan
karena
kami
telah
beriman
kepada
ayat-ayat
Tuhan
kami
ketika
ayat-ayat
itu
datang
kepada
kami".
(Mereka
berdo`a),
"Ya
Tuhan
kami,
limpahkanlah
kesabaran
kepada
kami
dan
wafatkanlah
kami
dalam
keadaan
berserah
diri
(kepada-Mu)".
وَقَالَ
ٱلْمَلَأُ
مِن
قَوْمِ
فِرْعَوْنَ
أَتَذَرُ
مُوسَىٰ
وَقَوْمَهُۥ
لِيُفْسِدُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَيَذَرَكَ
وَءَالِهَتَكَ
ۚ
قَالَ
سَنُقَتِّلُ
أَبْنَآءَهُمْ
وَنَسْتَحْىِۦ
نِسَآءَهُمْ
وَإِنَّا
فَوْقَهُمْ
قَـٰهِرُونَ
127
waqaāla
almalaau
min
qawmi
fir‘awna
aatadzaru
muwsaāā
waqawmahuū
liyufsiduwā
fiā
alaarḍi
wayadzaraka
wa'aālihataka
qaāla
sanuqattilu
aabnaā'ahum
wanastaḥāiī
nisaā'ahum
waiinnaā
fawqahum
qaāhiruwna
Berkatalah
pembesar-pembesar
dari
kaum
Firʻawn
(kepada
Firʻawn
),
"Apakah
kamu
membiarkan
Musa
dan
kaumnya
untuk
membuat
kerusakan
di
negeri
ini
(Mesir)
dan
meninggalkan
kamu
serta
tuhan-tuhanmu?"
Firʻawn
menjawab,
"Akan
kita
bunuh
anak-anak
lelaki
mereka
dan
kita
biarkan
hidup
perempuan-perempuan
mereka
dan
sesungguhnya
kita
berkuasa
penuh
di
atas
mereka".
قَالَ
مُوسَىٰ
لِقَوْمِهِ
ٱسْتَعِينُوا۟
بِٱللَّهِ
وَٱصْبِرُوٓا۟
ۖ
إِنَّ
ٱلْأَرْضَ
لِلَّهِ
يُورِثُهَا
مَن
يَشَآءُ
مِنْ
عِبَادِهِۦ
ۖ
وَٱلْعَـٰقِبَةُ
لِلْمُتَّقِينَ
128
qaāla
muwsaāā
liqawmihi
asta‘iynuwā
bialllahi
waaṣbiruwā
iinna
alaarḍa
lillahi
yuwritsuhaā
man
yasyaā'u
min
‘ibaādihiī
waal‘aāqibahu
lilmuttaqiyna
Musa
berkata
kepada
kaumnya,
"Mohonlah
pertolongan
kepada
Allah
dan
bersabarlah;
sesungguhnya
bumi
(ini)
kepunyaan
Allah;
dipusakakan-Nya
kepada
siapa
yang
dihendaki-Nya
dari
hamba-hamba-Nya.
Dan
kesudahan
yang
baik
adalah
bagi
orang-orang
yang
bertakwa".
قَالُوٓا۟
أُوذِينَا
مِن
قَبْلِ
أَن
تَأْتِيَنَا
وَمِنۢ
بَعْدِ
مَا
جِئْتَنَا
ۚ
قَالَ
عَسَىٰ
رَبُّكُمْ
أَن
يُهْلِكَ
عَدُوَّكُمْ
وَيَسْتَخْلِفَكُمْ
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَيَنظُرَ
كَيْفَ
تَعْمَلُونَ
129
qaāluwā
auwdziynaā
min
qabli
aan
taatiyanaā
wamin
ba‘di
maā
jii'tanaā
qaāla
‘asaāā
rabbukum
aan
yuhlika
‘aduwwakum
wayastakhlifakum
fiā
alaarḍi
fayanẓura
kayfa
ta‘maluwna
Kaum
Musa
berkata,
"Kami
telah
ditindas
(oleh
Firʻawn
)
sebelum
kamu
datang
kepada
kami
dan
sesudah
kamu
datang"[556].
Musa
menjawab,
"Mudah-mudahan
Allah
membinasakan
musuhmu
dan
menjadikan
kamu
khalifah
di
bumi-(Nya),
maka
Allah
akan
melihat
bagaimana
perbuatanmu[557].
وَلَقَدْ
أَخَذْنَآ
ءَالَ
فِرْعَوْنَ
بِٱلسِّنِينَ
وَنَقْصٍ
مِّنَ
ٱلثَّمَرَٰتِ
لَعَلَّهُمْ
يَذَّكَّرُونَ
130
walaqad
aakhadznaā
'aāla
fir‘awna
bialssiniyna
wanaqṣin
mmina
altstsamaraāti
la‘allahum
yadzdzakkaruwna
Dan
sesungguhnya
Kami
telah
menghukum
(Firʻawn
dan)
kaumnya
dengan
(mendatangkan)
musim
kemarau
yang
panjang
dan
kekurangan
buah-buahan,
supaya
mereka
mengambil
pelajaran.
فَإِذَا
جَآءَتْهُمُ
ٱلْحَسَنَةُ
قَالُوا۟
لَنَا
هَـٰذِهِۦ
ۖ
وَإِن
تُصِبْهُمْ
سَيِّئَةٌ
يَطَّيَّرُوا۟
بِمُوسَىٰ
وَمَن
مَّعَهُۥٓ
ۗ
أَلَآ
إِنَّمَا
طَـٰٓئِرُهُمْ
عِندَ
ٱللَّهِ
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَهُمْ
لَا
يَعْلَمُونَ
131
faiidzaā
jaā'athumu
alḥasanahu
qaāluwā
lanaā
haādzihiī
waiin
tuṣibhum
sayyii'ahun
yaṭṭayyaruwā
bimuwsaāā
waman
mma‘ahuū
aalaā
iinnamaā
ṭaāi'iruhum
‘inda
alllahi
walaākinna
aaktsarahum
laā
ya‘lamuwna
Kemudian
apabila
datang
kepada
mereka
kemakmuran,
mereka
berkata,
"Itu
adalah
karena
(usaha)
kami".
Dan
jika
mereka
ditimpa
kesusahan,
mereka
lemparkan
sebab
kesialan
itu
kepada
Musa
dan
orang-orang
yang
besertanya.
Ketahuilah,
sesungguhnya
kesialan
mereka
itu
adalah
ketetapan
dari
Allah,
akan
tetapi
kebanyakan
mereka
tidak
mengetahui.
وَقَالُوا۟
مَهْمَا
تَأْتِنَا
بِهِۦ
مِنْ
ءَايَةٍ
لِّتَسْحَرَنَا
بِهَا
فَمَا
نَحْنُ
لَكَ
بِمُؤْمِنِينَ
132
waqaāluwā
mahmaā
taatinaā
bihiī
min
'aāyahin
llitasḥaranaā
bihaā
famaā
naḥnu
laka
bimuu'miniyna
Mereka
berkata,
"Bagaimanapun
kamu
mendatangkan
keterangan
kepada
kami
untuk
menyihir
kami
dengan
keterangan
itu,
maka
kami
sekali-kali
tidak
akan
beriman
kepadamu".
فَأَرْسَلْنَا
عَلَيْهِمُ
ٱلطُّوفَانَ
وَٱلْجَرَادَ
وَٱلْقُمَّلَ
وَٱلضَّفَادِعَ
وَٱلدَّمَ
ءَايَـٰتٍ
مُّفَصَّلَـٰتٍ
فَٱسْتَكْبَرُوا۟
وَكَانُوا۟
قَوْمًا
مُّجْرِمِينَ
133
faaarsalnaā
‘alayhimu
alṭṭuwfaāna
waaljaraāda
waalqummala
waalḍḍafaādi‘a
waalddama
'aāyaātin
mmufaṣṣalaātin
faastakbaruwā
wakaānuwā
qawmanā
mmujrimiyna
Maka
Kami
kirimkan
kepada
mereka
topan,
belalang,
kutu,
katak,
dan
darah
sebagai
bukti
yang
jelas[558],
tetapi
mereka
tetap
menyombongkan
diri
dan
mereka
adalah
kaum
yang
berdosa.
وَلَمَّا
وَقَعَ
عَلَيْهِمُ
ٱلرِّجْزُ
قَالُوا۟
يَـٰمُوسَى
ٱدْعُ
لَنَا
رَبَّكَ
بِمَا
عَهِدَ
عِندَكَ
ۖ
لَئِن
كَشَفْتَ
عَنَّا
ٱلرِّجْزَ
لَنُؤْمِنَنَّ
لَكَ
وَلَنُرْسِلَنَّ
مَعَكَ
بَنِىٓ
إِسْرَٰٓءِيلَ
134
walammaā
waqa‘a
‘alayhimu
alrrijzu
qaāluwā
yaāmuwsaā
ad‘u
lanaā
rabbaka
bimaā
‘ahida
‘indaka
lai'in
kasyafta
‘annaā
alrrijza
lanuu'minanna
laka
walanursilanna
ma‘aka
baniā
iisraā'iyla
Dan
ketika
mereka
ditimpa
azab
(yang
telah
diterangkan
itu)
mereka
pun
berkata,
"Hai
Musa,
mohonkanlah
untuk
kami
kepada
Tuhan-mu
dengan
(perantaraan)
kenabian
yang
diketahui
Allah
ada
pada
sisimu[559].
Sesungguhnya
jika
kamu
dapat
menghilangkan
azab
itu
dan
pada
kami,
pasti
kami
akan
beriman
kepadamu
dan
akan
kami
biarkan
Bani
Isrā`īl
pergi
bersamamu".
فَلَمَّا
كَشَفْنَا
عَنْهُمُ
ٱلرِّجْزَ
إِلَىٰٓ
أَجَلٍ
هُم
بَـٰلِغُوهُ
إِذَا
هُمْ
يَنكُثُونَ
135
falammaā
kasyafnaā
‘anhumu
alrrijza
iilaāā
aajalin
hum
baālighuwhu
iidzaā
hum
yankutsuwna
Maka
setelah
Kami
hilangkan
azab
itu
dari
mereka
hingga
batas
waktu
yang
mereka
sampai
kepadanya,
tiba-tiba
mereka
mengingkarinya.
فَٱنتَقَمْنَا
مِنْهُمْ
فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ
فِى
ٱلْيَمِّ
بِأَنَّهُمْ
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
وَكَانُوا۟
عَنْهَا
غَـٰفِلِينَ
136
faantaqamnaā
minhum
faaaghraqnaāhum
fiā
alyammi
biaannahum
kadzdzabuwā
biaāyaātinaā
wakaānuwā
‘anhaā
ghaāfiliyna
Kemudian
Kami
menghukum
mereka,
maka
Kami
tenggelamkan
mereka
di
laut
disebabkan
mereka
mendustakan
ayat-ayat
Kami
dan
mereka
adalah
orang-orang
yang
melalaikan
ayat-ayat
Kami
itu.
وَأَوْرَثْنَا
ٱلْقَوْمَ
ٱلَّذِينَ
كَانُوا۟
يُسْتَضْعَفُونَ
مَشَـٰرِقَ
ٱلْأَرْضِ
وَمَغَـٰرِبَهَا
ٱلَّتِى
بَـٰرَكْنَا
فِيهَا
ۖ
وَتَمَّتْ
كَلِمَتُ
رَبِّكَ
ٱلْحُسْنَىٰ
عَلَىٰ
بَنِىٓ
إِسْرَٰٓءِيلَ
بِمَا
صَبَرُوا۟
ۖ
وَدَمَّرْنَا
مَا
كَانَ
يَصْنَعُ
فِرْعَوْنُ
وَقَوْمُهُۥ
وَمَا
كَانُوا۟
يَعْرِشُونَ
137
waaawratsnaā
alqawma
alladziyna
kaānuwā
yustaḍ‘afuwna
masyaāriqa
alaarḍi
wamaghaāribahaā
allatiā
baāraknaā
fiyhaā
watammat
kalimatu
rabbika
alḥusnaāā
‘alaāā
baniā
iisraā'iyla
bimaā
ṣabaruwā
wadammarnaā
maā
kaāna
yaṣna‘u
fir‘awnu
waqawmuhuū
wamaā
kaānuwā
ya‘risyuwna
Dan
Kami
pusakakan
kepada
kaum
yang
telah
ditindas
itu
negeri-negeri
bagian
timur
bumi
dan
bagian
baratnya[560]
yang
telah
Kami
beri
berkah
padanya.
Dan
telah
sempurnalah
perkataan
Tuhan-mu
yang
baik
(sebagai
janji)
untuk
Bani
Isrā`īl
disebabkan
kesabaran
mereka.
Dan
Kami
hancurkan
apa
yang
telah
dibuat
Firʻawn
dan
kaumnya
dan
apa
yang
telah
dibangun
mereka[561].
وَجَـٰوَزْنَا
بِبَنِىٓ
إِسْرَٰٓءِيلَ
ٱلْبَحْرَ
فَأَتَوْا۟
عَلَىٰ
قَوْمٍ
يَعْكُفُونَ
عَلَىٰٓ
أَصْنَامٍ
لَّهُمْ
ۚ
قَالُوا۟
يَـٰمُوسَى
ٱجْعَل
لَّنَآ
إِلَـٰهًا
كَمَا
لَهُمْ
ءَالِهَةٌ
ۚ
قَالَ
إِنَّكُمْ
قَوْمٌ
تَجْهَلُونَ
138
wajaāwaznaā
bibaniā
iisraā'iyla
albaḥra
faaatawā
‘alaāā
qawmin
ya‘kufuwna
‘alaāā
aaṣnaāmin
llahum
qaāluwā
yaāmuwsaā
aj‘al
llanaā
iilaāhanā
kamaā
lahum
'aālihahun
qaāla
iinnakum
qawmun
tajhaluwna
Dan
Kami
seberangkan
Bani
Isrā`īl
ke
seberang
lautan
itu[562],
maka
setelah
mereka
sampai
kepada
suatu
kaum
yang
tetap
menyembah
berhala
mereka,
Bani
Isrā`īl
berkata,
"Hai
Musa,
buatlah
untuk
kami
sebuah
tuhan
(berhala)
sebagaimana
mereka
mempunyai
beberapa
tuhan
(berhala)".
Musa
menjawab,
"Sesungguhnya
kamu
ini
adalah
kaum
yang
tidak
mengetahui
(sifat-sifat
Tuhan)".
إِنَّ
هَـٰٓؤُلَآءِ
مُتَبَّرٌ
مَّا
هُمْ
فِيهِ
وَبَـٰطِلٌ
مَّا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
139
iinna
haāu'ulaā'i
mutabbarun
mmaā
hum
fiyhi
wabaāṭilun
mmaā
kaānuwā
ya‘maluwna
Sesungguhnya
mereka
itu
akan
dihancurkan
kepercayaan
yang
dianutnya
dan
akan
batal
apa
yang
seIalu
mereka
kerjakan.
قَالَ
أَغَيْرَ
ٱللَّهِ
أَبْغِيكُمْ
إِلَـٰهًا
وَهُوَ
فَضَّلَكُمْ
عَلَى
ٱلْعَـٰلَمِينَ
140
qaāla
aaghayra
alllahi
aabghiykum
iilaāhanā
wahuwa
faḍḍalakum
‘alaā
al‘aālamiyna
Musa
menjawab,
"Patutkah
aku
mencari
Tuhan
untuk
kamu
yang
selain
dari
Allah,
padahal
Dia-lah
yang
telah
melebihkan
kamu
atas
segala
umat[563].
وَإِذْ
أَنجَيْنَـٰكُم
مِّنْ
ءَالِ
فِرْعَوْنَ
يَسُومُونَكُمْ
سُوٓءَ
ٱلْعَذَابِ
ۖ
يُقَتِّلُونَ
أَبْنَآءَكُمْ
وَيَسْتَحْيُونَ
نِسَآءَكُمْ
ۚ
وَفِى
ذَٰلِكُم
بَلَآءٌ
مِّن
رَّبِّكُمْ
عَظِيمٌ
141
waiidz
aanjaynaākum
mmin
'aāli
fir‘awna
yasuwmuwnakum
suw'a
al‘adzaābi
yuqattiluwna
aabnaā'akum
wayastaḥyuwna
nisaā'akum
wafiā
dzaālikum
balaā'un
mmin
rrabbikum
‘aẓiymun
Dan
(ingatlah
hai
Bani
Isrā`īl),
ketika
Kami
menyelamatkan
kamu
dari
(Firʻawn
)
dan
kaumnya,
yang
mengazab
kamu
dengan
azab
yang
sangat
jahat,
yaitu
mereka
membunuh
anak-anak
lelakimu
dan
membiarkan
hidup
wanita-wanitamu.
Dan
pada
yang
demikian
itu
cobaan
yang
besar
dari
Tuhan-mu".
۞
وَوَٰعَدْنَا
مُوسَىٰ
ثَلَـٰثِينَ
لَيْلَةً
وَأَتْمَمْنَـٰهَا
بِعَشْرٍ
فَتَمَّ
مِيقَـٰتُ
رَبِّهِۦٓ
أَرْبَعِينَ
لَيْلَةً
ۚ
وَقَالَ
مُوسَىٰ
لِأَخِيهِ
هَـٰرُونَ
ٱخْلُفْنِى
فِى
قَوْمِى
وَأَصْلِحْ
وَلَا
تَتَّبِعْ
سَبِيلَ
ٱلْمُفْسِدِينَ
142
wawaā‘adnaā
muwsaāā
tsalaātsiyna
laylahan
waaatmamnaāhaā
bi‘asyrin
fatamma
miyqaātu
rabbihiī
aarba‘iyna
laylahan
waqaāla
muwsaāā
liaakhiyhi
haāruwna
akhlufniā
fiā
qawmiā
waaaṣliḥ
walaā
tattabi‘
sabiyla
almufsidiyna
Dan
telah
Kami
janjikan
kepada
Musa
(memberikan
Taurat)
sesudah
berlalu
waktu
tiga
puluh
malam,
dan
Kami
sempurnakan
jumlah
malam
itu
dengan
sepuluh
(malam
lagi),
maka
sempurnalah
waktu
yang
telah
ditentukan
Tuhan-nya
empat
puluh
malam.
Dan
berkata
Musa
kepada
saudaranya,
yaitu
Hārūn,
"Gantikanlah
aku
dalam
(memimpin)
kaumku,
dan
perbaikilah[564],
dan
janganlah
kamu
mengikuti
jalan
orang-orang
yang
membuat
kerusakan".
وَلَمَّا
جَآءَ
مُوسَىٰ
لِمِيقَـٰتِنَا
وَكَلَّمَهُۥ
رَبُّهُۥ
قَالَ
رَبِّ
أَرِنِىٓ
أَنظُرْ
إِلَيْكَ
ۚ
قَالَ
لَن
تَرَىٰنِى
وَلَـٰكِنِ
ٱنظُرْ
إِلَى
ٱلْجَبَلِ
فَإِنِ
ٱسْتَقَرَّ
مَكَانَهُۥ
فَسَوْفَ
تَرَىٰنِى
ۚ
فَلَمَّا
تَجَلَّىٰ
رَبُّهُۥ
لِلْجَبَلِ
جَعَلَهُۥ
دَكًّا
وَخَرَّ
مُوسَىٰ
صَعِقًا
ۚ
فَلَمَّآ
أَفَاقَ
قَالَ
سُبْحَـٰنَكَ
تُبْتُ
إِلَيْكَ
وَأَنَا۠
أَوَّلُ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
143
walammaā
jaā'a
muwsaāā
limiyqaātinaā
wakallamahuū
rabbuhuū
qaāla
rabbi
aariniā
aanẓur
iilayka
qaāla
lan
taraāāniā
walaākini
anẓur
iilaā
aljabali
faiini
astaqarra
makaānahuū
fasawfa
taraāāniā
falammaā
tajallaāā
rabbuhuū
liljabali
ja‘alahuū
dakkanā
wakharra
muwsaāā
ṣa‘iqanā
falammaā
aafaāqa
qaāla
subḥaānaka
tubtu
iilayka
waaanaā
aawwalu
almuu'miniyna
Dan
tatkala
Musa
datang
untuk
(munajat
dengan
Kami)
pada
waktu
yang
telah
Kami
tentukan
dan
Tuhan
telah
berfirman
(langsung)
kepadanya,
berkatalah
Musa,
"Ya
Tuhan-ku,
tampakkanlah
(diri
Engkau)
kepadaku
agar
aku
dapat
melihat
kepada
Engkau".
Tuhan
berfirman,
"Kamu
sekali-kali
tidak
sanggup
melihat-Ku,
tapi
lihatlah
ke
bukit
itu,
maka
jika
ia
tetap
di
tempatnya
(sebagai
sediakala)
niscaya
kamu
dapat
melihat-Ku".
Tatkala
Tuhan-nya
menampakkan
diri
kepada
gunung
itu,[565]
dijadikannya
gunung
itu
hancur
luluh
dan
Musa
pun
jatuh
pingsan.
Maka
setelah
Musa
sadar
kembali,
dia
berkata,
"Maha
Suci
Engkau,
aku
bertobat
kepada
Engkau
dan
aku
orang
yang
pertama-tama
beriman".
قَالَ
يَـٰمُوسَىٰٓ
إِنِّى
ٱصْطَفَيْتُكَ
عَلَى
ٱلنَّاسِ
بِرِسَـٰلَـٰتِى
وَبِكَلَـٰمِى
فَخُذْ
مَآ
ءَاتَيْتُكَ
وَكُن
مِّنَ
ٱلشَّـٰكِرِينَ
144
qaāla
yaāmuwsaāā
iinniā
aṣṭafaytuka
‘alaā
alnnaāsi
birisaālaātiā
wabikalaāmiā
fakhudz
maā
'aātaytuka
wakun
mmina
alsysyaākiriyna
Allah
berfirman,
"Hai
Musa,
sesungguhnya
Aku
memilih
(melebihkan)
kamu
dari
manusia
yang
lain
(di
masamu)
untuk
membawa
risalah-Ku
dan
untuk
berbicara
langsung
dengan-Ku,
sebab
itu
berpegang
teguhlah
kepada
apa
yang
Aku
berikan
kepadamu
dan
hendaklah
kamu
termasuk
orang-orang
yang
bersyukur".
وَكَتَبْنَا
لَهُۥ
فِى
ٱلْأَلْوَاحِ
مِن
كُلِّ
شَىْءٍ
مَّوْعِظَةً
وَتَفْصِيلًا
لِّكُلِّ
شَىْءٍ
فَخُذْهَا
بِقُوَّةٍ
وَأْمُرْ
قَوْمَكَ
يَأْخُذُوا۟
بِأَحْسَنِهَا
ۚ
سَأُو۟رِيكُمْ
دَارَ
ٱلْفَـٰسِقِينَ
145
wakatabnaā
lahuū
fiā
alaalwaāḥi
min
kulli
syaā'in
mmaw‘iẓahan
watafṣiylanā
llikulli
syaā'in
fakhudzhaā
biquwwahin
waamur
qawmaka
yaakhudzuwā
biaaḥsanihaā
saauwriykum
daāra
alfaāsiqiyna
Dan
telah
Kami
tuliskan
untuk
Musa
pada
alwāḥ
[566](Taurat)
segala
sesuatu
sebagai
pelajaran
dan
penjelasan
bagi
segala
sesuatu;
maka
(Kami
berfirman),
"Berpeganglah
kepadanya
dengan
teguh
dan
suruhlah
kaummu
berpegang
kepada
(perintah-perintahnya)
dengan
sebaik-baiknya[567],
nanti
Aku
akan
memperlihatkan
kepadamu
negeri
orang-orang
yang
fasik[568].
سَأَصْرِفُ
عَنْ
ءَايَـٰتِىَ
ٱلَّذِينَ
يَتَكَبَّرُونَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
بِغَيْرِ
ٱلْحَقِّ
وَإِن
يَرَوْا۟
كُلَّ
ءَايَةٍ
لَّا
يُؤْمِنُوا۟
بِهَا
وَإِن
يَرَوْا۟
سَبِيلَ
ٱلرُّشْدِ
لَا
يَتَّخِذُوهُ
سَبِيلًا
وَإِن
يَرَوْا۟
سَبِيلَ
ٱلْغَىِّ
يَتَّخِذُوهُ
سَبِيلًا
ۚ
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
وَكَانُوا۟
عَنْهَا
غَـٰفِلِينَ
146
saaaṣrifu
‘an
'aāyaātiāa
alladziyna
yatakabbaruwna
fiā
alaarḍi
bighayri
alḥaqqi
waiin
yarawā
kulla
'aāyahin
llaā
yuu'minuwā
bihaā
waiin
yarawā
sabiyla
alrrusydi
laā
yattakhidzuwhu
sabiylanā
waiin
yarawā
sabiyla
alghaāāi
yattakhidzuwhu
sabiylanā
dzaālika
biaannahum
kadzdzabuwā
biaāyaātinaā
wakaānuwā
‘anhaā
ghaāfiliyna
Aku
akan
memalingkan
orang-orang
yang
menyombongkan
dirinya
di
muka
bumi,
tanpa
alasan
yang
benar
dari
tanda-tanda
kekuasaan-Ku.
Mereka
jika
melihat
tiap-tiap
ayat-(Ku)[569],
mereka
tidak
beriman
kepadanya.
Dan
jika
mereka
melihat
jalan
yang
membawa
kepada
petunjuk,
mereka
tidak
mau
menempuhnya,
tetapi
jika
mereka
melihat
jalan
kesesatan,
mereka
terus
memenempuhnya.
Yang
demikian
itu
adalah
karena
mereka
mendustakan
ayat-ayat
Kami
dan
mereka
selalu
lalai
darinya.
وَٱلَّذِينَ
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
وَلِقَآءِ
ٱلْـَٔاخِرَةِ
حَبِطَتْ
أَعْمَـٰلُهُمْ
ۚ
هَلْ
يُجْزَوْنَ
إِلَّا
مَا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
147
waalladziyna
kadzdzabuwā
biaāyaātinaā
waliqaā'i
alaākhirahi
ḥabiṭat
aa‘maāluhum
hal
yujzawna
iillaā
maā
kaānuwā
ya‘maluwna
Dan
orang-orang
yang
mendustakan
ayat-ayat
Kami
dan
mendustakan
akan
menemui
akhirat,
sia-sialah
perbuatan
mereka.
Mereka
tidak
diberi
balasan
selain
dari
apa
yang
telah
mereka
kerjakan.
وَٱتَّخَذَ
قَوْمُ
مُوسَىٰ
مِنۢ
بَعْدِهِۦ
مِنْ
حُلِيِّهِمْ
عِجْلًا
جَسَدًا
لَّهُۥ
خُوَارٌ
ۚ
أَلَمْ
يَرَوْا۟
أَنَّهُۥ
لَا
يُكَلِّمُهُمْ
وَلَا
يَهْدِيهِمْ
سَبِيلًا
ۘ
ٱتَّخَذُوهُ
وَكَانُوا۟
ظَـٰلِمِينَ
148
waattakhadza
qawmu
muwsaāā
min
ba‘dihiī
min
ḥuliyyihim
‘ijlanā
jasadanā
llahuū
khuwaārun
aalam
yarawā
aannahuū
laā
yukallimuhum
walaā
yahdiyhim
sabiylanā
attakhadzuwhu
wakaānuwā
ẓaālimiyna
Dan
kaum
Musa,
setelah
kepergian
Musa
ke
(gunung
Ṭūrsīnā`)
membuat
dari
perhiasan-perhiasan
(emas)
mereka
anak
lembu
yang
bertubuh
dan
bersuara.
Apakah
mereka
tidak
mengetahui
bahwa
anak
lembu
itu
tidak
dapat
berbicara
dengan
mereka
dan
tidak
dapat
(pula)
menunjukkan
jalan
kepada
mereka?
Mereka
menjadikannya
(sebagai
sembahan)
dan
mereka
adalah
orang-orang
yang
zalim.[570]
وَلَمَّا
سُقِطَ
فِىٓ
أَيْدِيهِمْ
وَرَأَوْا۟
أَنَّهُمْ
قَدْ
ضَلُّوا۟
قَالُوا۟
لَئِن
لَّمْ
يَرْحَمْنَا
رَبُّنَا
وَيَغْفِرْ
لَنَا
لَنَكُونَنَّ
مِنَ
ٱلْخَـٰسِرِينَ
149
walammaā
suqiṭa
fiā
aaydiyhim
waraaawā
aannahum
qad
ḍalluwā
qaāluwā
lai'in
llam
yarḥamnaā
rabbunaā
wayaghfir
lanaā
lanakuwnanna
mina
alkhaāsiriyna
Dan
setelah
mereka
sangat
menyesali
perbuatannya
dan
mengetahui
bahwa
mereka
telah
sesat,
mereka
pun
berkata,
"Sungguh
jika
Tuhan
kami
tidak
memberi
rahmat
kepada
kami
dan
tidak
mengampuni
kami,
pastilah
kami
menjadi
orang-orang
yang
merugi".
وَلَمَّا
رَجَعَ
مُوسَىٰٓ
إِلَىٰ
قَوْمِهِۦ
غَضْبَـٰنَ
أَسِفًا
قَالَ
بِئْسَمَا
خَلَفْتُمُونِى
مِنۢ
بَعْدِىٓ
ۖ
أَعَجِلْتُمْ
أَمْرَ
رَبِّكُمْ
ۖ
وَأَلْقَى
ٱلْأَلْوَاحَ
وَأَخَذَ
بِرَأْسِ
أَخِيهِ
يَجُرُّهُۥٓ
إِلَيْهِ
ۚ
قَالَ
ٱبْنَ
أُمَّ
إِنَّ
ٱلْقَوْمَ
ٱسْتَضْعَفُونِى
وَكَادُوا۟
يَقْتُلُونَنِى
فَلَا
تُشْمِتْ
بِىَ
ٱلْأَعْدَآءَ
وَلَا
تَجْعَلْنِى
مَعَ
ٱلْقَوْمِ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
150
walammaā
raja‘a
muwsaāā
iilaāā
qawmihiī
ghaḍbaāna
aasifanā
qaāla
bii'samaā
khalaftumuwniā
min
ba‘diā
aa‘ajiltum
aamra
rabbikum
waaalqaā
alaalwaāḥa
waaakhadza
biraasi
aakhiyhi
yajurruhuū
iilayhi
qaāla
abna
aumma
iinna
alqawma
astaḍ‘afuwniā
wakaāduwā
yaqtuluwnaniā
falaā
tusymit
biāa
alaa‘daā'a
walaā
taj‘alniā
ma‘a
alqawmi
alẓẓaālimiyna
Dan
tatkala
Musa
telah
kembali
kepada
kaumnya
dengan
marah
dan
sedih
hati
berkatalah
dia,
"Alangkah
buruknya
perbuatan
yang
kamu
kerjakan
sesudah
kepergianku!
Apakah
kamu
hendak
mendahului
janji
Tuhan-mu[571]?
Dan
Musa
pun
melemparkan
alwāḥ
[572]
(Taurat)
itu
dan
memegang
(rambut)
kepala
saudaranya
(Hārūn)
sambil
menariknya
ke
arahnya.
Hārūn
berkata,
"Hai
anak
ibuku,
sesungguhnya
kaum
ini
telah
menganggapku
lemah
dan
hampir-hampir
mereka
membunuhku,
sebab
itu
janganlah
kamu
menjadikan
musuh-musuh
gembira
melihatku,
dan
janganlah
kamu
masukkan
aku
ke
dalam
golongan
orang-orang
yang
zalim"
قَالَ
رَبِّ
ٱغْفِرْ
لِى
وَلِأَخِى
وَأَدْخِلْنَا
فِى
رَحْمَتِكَ
ۖ
وَأَنتَ
أَرْحَمُ
ٱلرَّٰحِمِينَ
151
qaāla
rabbi
aghfir
liā
waliaakhiā
waaadkhilnaā
fiā
raḥmatika
waaanta
aarḥamu
alrraāḥimiyna
Musa
berdoa,
"Ya
Tuhan-ku,
ampunilah
aku
dan
saudaraku
dan
masukkanlah
kami
ke
dalam
rahmat
Engkau,
dan
Engkau
adalah
Maha
Penyayang
di
antara
para
penyayang".
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
ٱتَّخَذُوا۟
ٱلْعِجْلَ
سَيَنَالُهُمْ
غَضَبٌ
مِّن
رَّبِّهِمْ
وَذِلَّةٌ
فِى
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
ۚ
وَكَذَٰلِكَ
نَجْزِى
ٱلْمُفْتَرِينَ
152
iinna
alladziyna
attakhadzuwā
al‘ijla
sayanaāluhum
ghaḍabun
mmin
rrabbihim
wadzillahun
fiā
alḥayawāhi
alddunyaā
wakadzaālika
najziā
almuftariyna
Sesungguhnya
orang-orang
yang
menjadikan
anak
lembu
(sebagai
sembahannya),
kelak
akan
menimpa
mereka
kemurkaan
dari
Tuhan
mereka
dan
kehinaan
dalam
kehidupan
di
dunia.
Demikianlah
Kami
memberi
balasan
kepada
orang-orang
yang
membuat-buat
kebohongan.
وَٱلَّذِينَ
عَمِلُوا۟
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
ثُمَّ
تَابُوا۟
مِنۢ
بَعْدِهَا
وَءَامَنُوٓا۟
إِنَّ
رَبَّكَ
مِنۢ
بَعْدِهَا
لَغَفُورٌ
رَّحِيمٌ
153
waalladziyna
‘amiluwā
alssayyiaāti
tsumma
taābuwā
min
ba‘dihaā
wa'aāmanuwā
iinna
rabbaka
min
ba‘dihaā
laghafuwrun
rraḥiymun
Orang-orang
yang
mengerjakan
kejahatan,
kemudian
bertobat
sesudah
itu
dan
beriman;
sesungguhnya
Tuhan
kamu
sesudah
tobat
yang
disertai
dengan
iman
itu
adalah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
وَلَمَّا
سَكَتَ
عَن
مُّوسَى
ٱلْغَضَبُ
أَخَذَ
ٱلْأَلْوَاحَ
ۖ
وَفِى
نُسْخَتِهَا
هُدًى
وَرَحْمَةٌ
لِّلَّذِينَ
هُمْ
لِرَبِّهِمْ
يَرْهَبُونَ
154
walammaā
sakata
‘an
mmuwsaā
alghaḍabu
aakhadza
alaalwaāḥa
wafiā
nuskhatihaā
hudanā
waraḥmahun
llilladziyna
hum
lirabbihim
yarhabuwna
Sesudah
amarah
Musa
menjadi
reda,
lalu
diambilnya
(kembali)
alwāḥ
(Taurat)
itu;
dan
dalam
tulisannya
terdapat
petunjuk
dan
rahmat
untuk
orang-orang
yang
takut
kepada
Tuhan-nya.
وَٱخْتَارَ
مُوسَىٰ
قَوْمَهُۥ
سَبْعِينَ
رَجُلًا
لِّمِيقَـٰتِنَا
ۖ
فَلَمَّآ
أَخَذَتْهُمُ
ٱلرَّجْفَةُ
قَالَ
رَبِّ
لَوْ
شِئْتَ
أَهْلَكْتَهُم
مِّن
قَبْلُ
وَإِيَّـٰىَ
ۖ
أَتُهْلِكُنَا
بِمَا
فَعَلَ
ٱلسُّفَهَآءُ
مِنَّآ
ۖ
إِنْ
هِىَ
إِلَّا
فِتْنَتُكَ
تُضِلُّ
بِهَا
مَن
تَشَآءُ
وَتَهْدِى
مَن
تَشَآءُ
ۖ
أَنتَ
وَلِيُّنَا
فَٱغْفِرْ
لَنَا
وَٱرْحَمْنَا
ۖ
وَأَنتَ
خَيْرُ
ٱلْغَـٰفِرِينَ
155
waakhtaāra
muwsaāā
qawmahuū
sab‘iyna
rajulanā
llimiyqaātinaā
falammaā
aakhadzathumu
alrrajfahu
qaāla
rabbi
law
syii'ta
aahlaktahum
mmin
qablu
waiiyyaāāa
aatuhlikunaā
bimaā
fa‘ala
alssufahaā'u
minnaā
iin
hiāa
iillaā
fitnatuka
tuḍillu
bihaā
man
tasyaā'u
watahdiā
man
tasyaā'u
aanta
waliyyunaā
faaghfir
lanaā
waarḥamnaā
waaanta
khayru
alghaāfiriyna
Dan
Musa
memilih
tujuh
puluh
orang
dari
kaumnya
untuk
(memohonkan
tobat
kepada
Kami)
pada
waktu
yang
telah
Kami
tentukan.
Maka
ketika
mereka
digoncang
gempa
bumi,
Musa
berkata,
"Ya
Tuhan-ku,
kalau
Engkau
kehendaki,
tentulah
Engkau
membinasakan
mereka
dan
aku
sebelum
ini.
Apakah
Engkau
membinasakan
kami
karena
perbuatan
orang-orang
yang
kurang
akal
di
antara
kami?
Itu
hanyalah
cobaan
dari
Engkau,
Engkau
sesatkan
dengan
cobaan
itu
siapa
yang
Engkau
kehendaki,
dan
Engkau
beri
petunjuk
kepada
siapa
yang
Engkau
kehendaki[573].
Engkau-lah
Yang
memimpin
kami,
maka
ampunilah
kami
dan
berilah
kami
rahmat
dan
Engkau-lah
pemberi
ampun
yang
sebaik-baiknya".
۞
وَٱكْتُبْ
لَنَا
فِى
هَـٰذِهِ
ٱلدُّنْيَا
حَسَنَةً
وَفِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
إِنَّا
هُدْنَآ
إِلَيْكَ
ۚ
قَالَ
عَذَابِىٓ
أُصِيبُ
بِهِۦ
مَنْ
أَشَآءُ
ۖ
وَرَحْمَتِى
وَسِعَتْ
كُلَّ
شَىْءٍ
ۚ
فَسَأَكْتُبُهَا
لِلَّذِينَ
يَتَّقُونَ
وَيُؤْتُونَ
ٱلزَّكَوٰةَ
وَٱلَّذِينَ
هُم
بِـَٔايَـٰتِنَا
يُؤْمِنُونَ
156
waaktub
lanaā
fiā
haādzihi
alddunyaā
ḥasanahan
wafiā
alaākhirahi
iinnaā
hudnaā
iilayka
qaāla
‘adzaābiā
auṣiybu
bihiī
man
aasyaā'u
waraḥmatiā
wasi‘at
kulla
syaā'in
fasaaaktubuhaā
lilladziyna
yattaquwna
wayuu'tuwna
alzzakawāha
waalladziyna
hum
biaāyaātinaā
yuu'minuwna
Dan
tetapkanlah
untuk
kami
kebajikan
di
dunia
ini
dan
di
akhirat;
sesungguhnya
kami
kembali
(bertobat)
kepada
Engkau.
Allah
berfirman,
"Siksa-Ku
akan
Kutimpakan
kepada
siapa
yang
Aku
kehendaki
dan
rahmat-Ku
meliputi
segala
sesuatu.
Maka
akan
Aku
tetapkan
rahmat-Ku
untuk
orang-orang
yang
bertakwa,
yang
menunaikan
zakat
dan
orang-orang
yang
beriman
kepada
ayat-ayat
Kami".
ٱلَّذِينَ
يَتَّبِعُونَ
ٱلرَّسُولَ
ٱلنَّبِىَّ
ٱلْأُمِّىَّ
ٱلَّذِى
يَجِدُونَهُۥ
مَكْتُوبًا
عِندَهُمْ
فِى
ٱلتَّوْرَىٰةِ
وَٱلْإِنجِيلِ
يَأْمُرُهُم
بِٱلْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَىٰهُمْ
عَنِ
ٱلْمُنكَرِ
وَيُحِلُّ
لَهُمُ
ٱلطَّيِّبَـٰتِ
وَيُحَرِّمُ
عَلَيْهِمُ
ٱلْخَبَـٰٓئِثَ
وَيَضَعُ
عَنْهُمْ
إِصْرَهُمْ
وَٱلْأَغْلَـٰلَ
ٱلَّتِى
كَانَتْ
عَلَيْهِمْ
ۚ
فَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
بِهِۦ
وَعَزَّرُوهُ
وَنَصَرُوهُ
وَٱتَّبَعُوا۟
ٱلنُّورَ
ٱلَّذِىٓ
أُنزِلَ
مَعَهُۥٓ
ۙ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْمُفْلِحُونَ
157
alladziyna
yattabi‘uwna
alrrasuwla
alnnabiāāa
alaummiāāa
alladziā
yajiduwnahuū
maktuwbanā
‘indahum
fiā
alttawraāāhi
waaliinjiyli
yaamuruhum
bialma‘ruwfi
wayanhaāāhum
‘ani
almunkari
wayuḥillu
lahumu
alṭṭayyibaāti
wayuḥarrimu
‘alayhimu
alkhabaāi'itsa
wayaḍa‘u
‘anhum
iiṣrahum
waalaaghlaāla
allatiā
kaānat
‘alayhim
faalladziyna
'aāmanuwā
bihiī
wa‘azzaruwhu
wanaṣaruwhu
waattaba‘uwā
alnnuwra
alladziā
aunzila
ma‘ahuū
auwlaāi'ika
humu
almufliḥuwna
(Yaitu)
orang-orang
yang
mengikut
rasul,
nabi
yang
umi
yang
(namanya)
mereka
dapati
tertulis
di
dalam
Taurat
dan
Injil
yang
ada
di
sisi
mereka,
yang
menyuruh
mereka
mengerjakan
yang
makruf
dan
melarang
mereka
dari
mengerjakan
yang
mungkar,
dan
menghalalkan
bagi
mereka
segala
yang
baik
dan
mengharamkan
bagi
mereka
segala
yang
buruk,
dan
membuang
dari
mereka
beban-beban
dan
belenggu-belenggu
yang
ada
pada
mereka[574].
Maka
orang-orang
yang
beriman
kepadanya,
memuliakannya,
menolongnya,
dan
mengikuti
cahaya
yang
terang
yang
diturunkan
kepadanya
(Al-Qur`ān);
mereka
itulah
orang-orang
yang
beruntung.
قُلْ
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّاسُ
إِنِّى
رَسُولُ
ٱللَّهِ
إِلَيْكُمْ
جَمِيعًا
ٱلَّذِى
لَهُۥ
مُلْكُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۖ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
يُحْىِۦ
وَيُمِيتُ
ۖ
فَـَٔامِنُوا۟
بِٱللَّهِ
وَرَسُولِهِ
ٱلنَّبِىِّ
ٱلْأُمِّىِّ
ٱلَّذِى
يُؤْمِنُ
بِٱللَّهِ
وَكَلِمَـٰتِهِۦ
وَٱتَّبِعُوهُ
لَعَلَّكُمْ
تَهْتَدُونَ
158
qul
yaāaayyuhaā
alnnaāsu
iinniā
rasuwlu
alllahi
iilaykum
jamiy‘anā
alladziā
lahuū
mulku
alssamaāwaāti
waalaarḍi
laā
iilaāha
iillaā
huwa
yuḥāiī
wayumiytu
faaāminuwā
bialllahi
warasuwlihi
alnnabiāāi
alaummiāāi
alladziā
yuu'minu
bialllahi
wakalimaātihiī
waattabi‘uwhu
la‘allakum
tahtaduwna
Katakanlah,
"Hai
manusia
sesungguhnya
aku
adalah
utusan
Allah
kepadamu
semua,
yaitu
Allah
Yang
mempunyai
kerajaan
langit
dan
bumi;
tidak
ada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
selain
Dia,
Yang
menghidupkan
dan
mematikan,
maka
berimanlah
kamu
kepada
Allah
dan
rasul-Nya,
nabi
yang
umi
yang
beriman
kepada
Allah
dan
kepada
kalimat-kalimat-Nya
(kitab-kitab-Nya)
dan
ikutilah
dia,
supaya
kamu
mendapat
petunjuk".
وَمِن
قَوْمِ
مُوسَىٰٓ
أُمَّةٌ
يَهْدُونَ
بِٱلْحَقِّ
وَبِهِۦ
يَعْدِلُونَ
159
wamin
qawmi
muwsaāā
aummahun
yahduwna
bialḥaqqi
wabihiī
ya‘diluwna
Dan
di
antara
kaum
Musa
itu
terdapat
suatu
umat
yang
memberi
petunjuk
(kepada
manusia)
dengan
hak
dan
dengan
yang
hak
itulah
mereka
menjalankan
keadilan[575].
وَقَطَّعْنَـٰهُمُ
ٱثْنَتَىْ
عَشْرَةَ
أَسْبَاطًا
أُمَمًا
ۚ
وَأَوْحَيْنَآ
إِلَىٰ
مُوسَىٰٓ
إِذِ
ٱسْتَسْقَىٰهُ
قَوْمُهُۥٓ
أَنِ
ٱضْرِب
بِّعَصَاكَ
ٱلْحَجَرَ
ۖ
فَٱنۢبَجَسَتْ
مِنْهُ
ٱثْنَتَا
عَشْرَةَ
عَيْنًا
ۖ
قَدْ
عَلِمَ
كُلُّ
أُنَاسٍ
مَّشْرَبَهُمْ
ۚ
وَظَلَّلْنَا
عَلَيْهِمُ
ٱلْغَمَـٰمَ
وَأَنزَلْنَا
عَلَيْهِمُ
ٱلْمَنَّ
وَٱلسَّلْوَىٰ
ۖ
كُلُوا۟
مِن
طَيِّبَـٰتِ
مَا
رَزَقْنَـٰكُمْ
ۚ
وَمَا
ظَلَمُونَا
وَلَـٰكِن
كَانُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
يَظْلِمُونَ
160
waqaṭṭa‘naāhumu
atsnataā
‘asyraha
aasbaāṭanā
aumamanā
waaawḥaynaā
iilaāā
muwsaāā
iidzi
astasqaāāhu
qawmuhuū
aani
aḍrib
bbi‘aṣaāka
alḥajara
faanbajasat
minhu
atsnataā
‘asyraha
‘aynanā
qad
‘alima
kullu
aunaāsin
mmasyrabahum
waẓallalnaā
‘alayhimu
alghamaāma
waaanzalnaā
‘alayhimu
almanna
waalssalwaāā
kuluwā
min
ṭayyibaāti
maā
razaqnaākum
wamaā
ẓalamuwnaā
walaākin
kaānuwā
aanfusahum
yaẓlimuwna
Dan
mereka
Kami
bagi
menjadi
dua
belas
suku
yang
masing-masingnya
berjumlah
besar
dan
Kami
wahyukan
kepada
Musa
ketika
kaumnya
meminta
air
kepadanya,
"Pukullah
batu
itu
dengan
tongkatmu!"
Maka
memancarlah
darinya
dua
belas
mata
air.
Sesungguhnya
tiap-tiap
suku
mengetahui
tempat
minum
masing-masing.
Dan
Kami
naungkan
awan
di
atas
mereka
dan
Kami
turunkan
kepada
mereka
manna
dan
salwā[576].
(Kami
berfirman),
"Makanlah
yang
baik-baik
dari
apa
yang
telah
Kami
rezekikan
kepadamu".
Mereka
tidak
menganiaya
Kami,
tetapi
merekalah
yang
selalu
menganiaya
dirinya
sendiri.
وَإِذْ
قِيلَ
لَهُمُ
ٱسْكُنُوا۟
هَـٰذِهِ
ٱلْقَرْيَةَ
وَكُلُوا۟
مِنْهَا
حَيْثُ
شِئْتُمْ
وَقُولُوا۟
حِطَّةٌ
وَٱدْخُلُوا۟
ٱلْبَابَ
سُجَّدًا
نَّغْفِرْ
لَكُمْ
خَطِيٓـَٔـٰتِكُمْ
ۚ
سَنَزِيدُ
ٱلْمُحْسِنِينَ
161
waiidz
qiyla
lahumu
askunuwā
haādzihi
alqaryaha
wakuluwā
minhaā
ḥaytsu
syii'tum
waquwluwā
ḥiṭṭahun
waadkhuluwā
albaāba
sujjadanā
nnaghfir
lakum
khaṭiyaātikum
sanaziydu
almuḥsiniyna
Dan
(ingatlah),
ketika
dikatakan
kepada
mereka
(Bani
Isrā`īl),
"Diamlah
di
negeri
ini
saja
(Baitul
Maqdis)
dan
makanlah
dari
(hasil
bumi)nya
di
mana
saja
kamu
kehendaki".
Dan
katakanlah,
"Bebaskanlah
kami
dari
dosa
kami
dan
masukilah
pintu
gerbangnya
sambil
membungkuk,
niscaya
Kami
ampuni
kesalahan-kesalahanmu".
Kelak
akan
Kami
tambah
(pahala)
kepada
orang-orang
yang
berbuat
baik.
فَبَدَّلَ
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟
مِنْهُمْ
قَوْلًا
غَيْرَ
ٱلَّذِى
قِيلَ
لَهُمْ
فَأَرْسَلْنَا
عَلَيْهِمْ
رِجْزًا
مِّنَ
ٱلسَّمَآءِ
بِمَا
كَانُوا۟
يَظْلِمُونَ
162
fabaddala
alladziyna
ẓalamuwā
minhum
qawlanā
ghayra
alladziā
qiyla
lahum
faaarsalnaā
‘alayhim
rijzanā
mmina
alssamaā'i
bimaā
kaānuwā
yaẓlimuwna
Maka
orang-orang
yang
zalim
di
antara
mereka
itu
mengganti
(perkataan
itu)
dengan
perkataan
yang
tidak
dikatakan
kepada
mereka[577],
maka
Kami
timpakan
kepada
mereka
azab
dari
langit
disebabkan
kezaliman
mereka.
وَسْـَٔلْهُمْ
عَنِ
ٱلْقَرْيَةِ
ٱلَّتِى
كَانَتْ
حَاضِرَةَ
ٱلْبَحْرِ
إِذْ
يَعْدُونَ
فِى
ٱلسَّبْتِ
إِذْ
تَأْتِيهِمْ
حِيتَانُهُمْ
يَوْمَ
سَبْتِهِمْ
شُرَّعًا
وَيَوْمَ
لَا
يَسْبِتُونَ
ۙ
لَا
تَأْتِيهِمْ
ۚ
كَذَٰلِكَ
نَبْلُوهُم
بِمَا
كَانُوا۟
يَفْسُقُونَ
163
wasalhum
‘ani
alqaryahi
allatiā
kaānat
ḥaāḍiraha
albaḥri
iidz
ya‘duwna
fiā
alssabti
iidz
taatiyhim
ḥiytaānuhum
yawma
sabtihim
syurra‘anā
wayawma
laā
yasbituwna
laā
taatiyhim
kadzaālika
nabluwhum
bimaā
kaānuwā
yafsuquwna
Dan
tanyakanlah
kepada
Bani
Isrā`īl
tentang
negeri[578]
yang
terletak
di
dekat
laut
ketika
mereka
melanggar
aturan
pada
hari
Sabtu[579],
di
waktu
datang
kepada
mereka
ikan-ikan
(yang
berada
di
sekitar)
mereka
terapung-apung
di
permukaan
air,
dan
di
hari-hari
yang
bukan
Sabtu,
ikan-ikan
itu
tidak
datang
kepada
mereka.
Demikianlah
Kami
mencoba
mereka
disebabkan
mereka
berlaku
fasik.
وَإِذْ
قَالَتْ
أُمَّةٌ
مِّنْهُمْ
لِمَ
تَعِظُونَ
قَوْمًا
ۙ
ٱللَّهُ
مُهْلِكُهُمْ
أَوْ
مُعَذِّبُهُمْ
عَذَابًا
شَدِيدًا
ۖ
قَالُوا۟
مَعْذِرَةً
إِلَىٰ
رَبِّكُمْ
وَلَعَلَّهُمْ
يَتَّقُونَ
164
waiidz
qaālat
aummahun
mminhum
lima
ta‘iẓuwna
qawmanā
alllahu
muhlikuhum
aaw
mu‘adzdzibuhum
‘adzaābanā
syadiydanā
qaāluwā
ma‘dzirahan
iilaāā
rabbikum
wala‘allahum
yattaquwna
Dan
(ingatlah)
ketika
suatu
umat
di
antara
mereka
berkata,
"Mengapa
kamu
menasihati
kaum
yang
Allah
akan
membinasakan
mereka
atau
mengazab
mereka
dengan
azab
yang
amat
keras?"
Mereka
menjawab,
"Agar
kami
mempunyai
alasan
(pelepas
tanggung
jawab)[580]
kepada
Tuhan-mu,
dan
supaya
mereka
bertakwa.
فَلَمَّا
نَسُوا۟
مَا
ذُكِّرُوا۟
بِهِۦٓ
أَنجَيْنَا
ٱلَّذِينَ
يَنْهَوْنَ
عَنِ
ٱلسُّوٓءِ
وَأَخَذْنَا
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟
بِعَذَابٍۭ
بَـِٔيسٍۭ
بِمَا
كَانُوا۟
يَفْسُقُونَ
165
falammaā
nasuwā
maā
dzukkiruwā
bihiī
aanjaynaā
alladziyna
yanhawna
‘ani
alssuw'i
waaakhadznaā
alladziyna
ẓalamuwā
bi‘adzaābin
baiysin
bimaā
kaānuwā
yafsuquwna
Maka
tatkala
mereka
melupakan
apa
yang
diperingatkan
kepada
mereka,
Kami
selamatkan
orang-orang
yang
melarang
dari
perbuatan
jahat
dan
Kami
timpakan
kepada
orang-orang
yang
zalim
siksaan
yang
keras,
disebabkan
mereka
selalu
berbuat
fasik.
فَلَمَّا
عَتَوْا۟
عَن
مَّا
نُهُوا۟
عَنْهُ
قُلْنَا
لَهُمْ
كُونُوا۟
قِرَدَةً
خَـٰسِـِٔينَ
166
falammaā
‘atawā
‘an
mmaā
nuhuwā
‘anhu
qulnaā
lahum
kuwnuwā
qiradahan
khaāsiiyna
Maka
tatkala
mereka
bersikap
sombong
terhadap
apa
yang
mereka
dilarang
mengerjakannya,
Kami
katakan
kepadanya,
"Jadilah
kamu
kera
yang
hina"[581].
وَإِذْ
تَأَذَّنَ
رَبُّكَ
لَيَبْعَثَنَّ
عَلَيْهِمْ
إِلَىٰ
يَوْمِ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
مَن
يَسُومُهُمْ
سُوٓءَ
ٱلْعَذَابِ
ۗ
إِنَّ
رَبَّكَ
لَسَرِيعُ
ٱلْعِقَابِ
ۖ
وَإِنَّهُۥ
لَغَفُورٌ
رَّحِيمٌ
167
waiidz
taaadzdzana
rabbuka
layab‘atsanna
‘alayhim
iilaāā
yawmi
alqiyaāmahi
man
yasuwmuhum
suw'a
al‘adzaābi
iinna
rabbaka
lasariy‘u
al‘iqaābi
waiinnahuū
laghafuwrun
rraḥiymun
Dan
(ingatlah),
ketika
Tuhan-mu
memberitahukan,
bahwa
sesungguhnya
Dia
akan
mengirim
kepada
mereka
(orang-orang
Yahudi)
sampai
hari
kiamat
orang-orang
yang
akan
menimpakan
kepada
mereka
azab
yang
seburuk-buruknya.
Sesungguhnya
Tuhan-mu
amat
cepat
siksa-Nya,
dan
sesungguhnya
Dia
adalah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
وَقَطَّعْنَـٰهُمْ
فِى
ٱلْأَرْضِ
أُمَمًا
ۖ
مِّنْهُمُ
ٱلصَّـٰلِحُونَ
وَمِنْهُمْ
دُونَ
ذَٰلِكَ
ۖ
وَبَلَوْنَـٰهُم
بِٱلْحَسَنَـٰتِ
وَٱلسَّيِّـَٔاتِ
لَعَلَّهُمْ
يَرْجِعُونَ
168
waqaṭṭa‘naāhum
fiā
alaarḍi
aumamanā
mminhumu
alṣṣaāliḥuwna
waminhum
duwna
dzaālika
wabalawnaāhum
bialḥasanaāti
waalssayyiaāti
la‘allahum
yarji‘uwna
Dan
Kami
bagi-bagi
mereka
di
dunia
ini
menjadi
beberapa
golongan;
di
antaranya
ada
orang-orang
yang
saleh
dan
di
antaranya
ada
yang
tidak
demikian.
Dan
Kami
coba
mereka
dengan
(nikmat)
yang
baik-baik
dan
(bencana)
yang
buruk-buruk,
agar
mereka
kembali
(kepada
kebenaran).
فَخَلَفَ
مِنۢ
بَعْدِهِمْ
خَلْفٌ
وَرِثُوا۟
ٱلْكِتَـٰبَ
يَأْخُذُونَ
عَرَضَ
هَـٰذَا
ٱلْأَدْنَىٰ
وَيَقُولُونَ
سَيُغْفَرُ
لَنَا
وَإِن
يَأْتِهِمْ
عَرَضٌ
مِّثْلُهُۥ
يَأْخُذُوهُ
ۚ
أَلَمْ
يُؤْخَذْ
عَلَيْهِم
مِّيثَـٰقُ
ٱلْكِتَـٰبِ
أَن
لَّا
يَقُولُوا۟
عَلَى
ٱللَّهِ
إِلَّا
ٱلْحَقَّ
وَدَرَسُوا۟
مَا
فِيهِ
ۗ
وَٱلدَّارُ
ٱلْـَٔاخِرَةُ
خَيْرٌ
لِّلَّذِينَ
يَتَّقُونَ
ۗ
أَفَلَا
تَعْقِلُونَ
169
fakhalafa
min
ba‘dihim
khalfun
waritsuwā
alkitaāba
yaakhudzuwna
‘araḍa
haādzaā
alaadnaāā
wayaquwluwna
sayughfaru
lanaā
waiin
yaatihim
‘araḍun
mmitsluhuū
yaakhudzuwhu
aalam
yuu'khadz
‘alayhim
mmiytsaāqu
alkitaābi
aan
llaā
yaquwluwā
‘alaā
alllahi
iillaā
alḥaqqa
wadarasuwā
maā
fiyhi
waalddaāru
alaākhirahu
khayrun
llilladziyna
yattaquwna
aafalaā
ta‘qiluwna
Maka
datanglah
sesudah
mereka
generasi
(yang
jahat)
yang
mewarisi
Taurat,
yang
mengambil
harta
benda
dunia
yang
rendah
ini,
dan
berkata,
"Kami
akan
diberi
ampun".
Dan
kelak
jika
datang
kepada
mereka
harta
benda
dunia
sebanyak
itu
(pula),
niscaya
mereka
akan
mengambilnya
(juga).
Bukankah
perjanjian
Taurat
sudah
diambil
dari
mereka,
yaitu
bahwa
mereka
tidak
akan
mengatakan
terhadap
Allah
kecuali
yang
benar,
padahal
mereka
telah
mempelajari
apa
yang
tersebut
di
dalamnya?
Dan
kampung
akhirat
itu
lebih
baik
bagi
mereka
yang
bertakwa.
Maka
apakah
kamu
sekalian
tidak
mengerti?
وَٱلَّذِينَ
يُمَسِّكُونَ
بِٱلْكِتَـٰبِ
وَأَقَامُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
إِنَّا
لَا
نُضِيعُ
أَجْرَ
ٱلْمُصْلِحِينَ
170
waalladziyna
yumassikuwna
bialkitaābi
waaaqaāmuwā
alṣṣalawāha
iinnaā
laā
nuḍiy‘u
aajra
almuṣliḥiyna
Dan
orang-orang
yang
berpegang
teguh
dengan
Alkitab
(Taurat)
serta
mendirikan
salat,
(akan
diberi
pahala)
karena
sesungguhnya
Kami
tidak
menyia-nyiakan
pahala
orang-orang
yang
mengadakan
perbaikan.
۞
وَإِذْ
نَتَقْنَا
ٱلْجَبَلَ
فَوْقَهُمْ
كَأَنَّهُۥ
ظُلَّةٌ
وَظَنُّوٓا۟
أَنَّهُۥ
وَاقِعٌۢ
بِهِمْ
خُذُوا۟
مَآ
ءَاتَيْنَـٰكُم
بِقُوَّةٍ
وَٱذْكُرُوا۟
مَا
فِيهِ
لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
171
waiidz
nataqnaā
aljabala
fawqahum
kaaannahuū
ẓullahun
waẓannuwā
aannahuū
waāqi‘un
bihim
khudzuwā
maā
'aātaynaākum
biquwwahin
waadzkuruwā
maā
fiyhi
la‘allakum
tattaquwna
Dan
(ingatlah),
ketika
Kami
mengangkat
bukit
ke
atas
mereka
seakan-akan
bukit
itu
naungan
awan
dan
mereka
yakin
bahwa
bukit
itu
akan
jatuh
menimpa
mereka.
(Dan
Kami
katakan
kepada
mereka),
"Peganglah
dengan
teguh
apa
yang
telah
Kami
berikan
kepadamu,
serta
ingatlah
selalu
(amalkanlah)
apa
yang
tersebut
di
dalamnya
supaya
kamu
menjadi
orang-orang
yang
bertakwa".
وَإِذْ
أَخَذَ
رَبُّكَ
مِنۢ
بَنِىٓ
ءَادَمَ
مِن
ظُهُورِهِمْ
ذُرِّيَّتَهُمْ
وَأَشْهَدَهُمْ
عَلَىٰٓ
أَنفُسِهِمْ
أَلَسْتُ
بِرَبِّكُمْ
ۖ
قَالُوا۟
بَلَىٰ
ۛ
شَهِدْنَآ
ۛ
أَن
تَقُولُوا۟
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
إِنَّا
كُنَّا
عَنْ
هَـٰذَا
غَـٰفِلِينَ
172
waiidz
aakhadza
rabbuka
min
baniā
'aādama
min
ẓuhuwrihim
dzurriyyatahum
waaasyhadahum
‘alaāā
aanfusihim
aalastu
birabbikum
qaāluwā
balaāā
syahidnaā
aan
taquwluwā
yawma
alqiyaāmahi
iinnaā
kunnaā
‘an
haādzaā
ghaāfiliyna
Dan
(ingatlah),
ketika
Tuhan-mu
mengeluarkan
keturunan
anak-anak
Adam
dari
sulbi
mereka,
dan
Allah
mengambil
kesaksian
terhadap
jiwa
mereka
(seraya
berfirman),
"Bukankah
Aku
ini
Tuhan-mu?"
Mereka
menjawab,
"Betul
(Engkau
Tuhan
kami),
kami
menjadi
saksi".
(Kami
lakukan
yang
demikian
itu)
agar
di
hari
kiamat
kamu
tidak
mengatakan,
"Sesungguhnya
kami
(Bani
Adam)
adalah
orang-orang
yang
lengah
terhadap
ini
(keesaan
Tuhan)",
أَوْ
تَقُولُوٓا۟
إِنَّمَآ
أَشْرَكَ
ءَابَآؤُنَا
مِن
قَبْلُ
وَكُنَّا
ذُرِّيَّةً
مِّنۢ
بَعْدِهِمْ
ۖ
أَفَتُهْلِكُنَا
بِمَا
فَعَلَ
ٱلْمُبْطِلُونَ
173
aaw
taquwluwā
iinnamaā
aasyraka
'aābaāu'unaā
min
qablu
wakunnaā
dzurriyyahan
mmin
ba‘dihim
aafatuhlikunaā
bimaā
fa‘ala
almubṭiluwna
atau
agar
kamu
tidak
mengatakan,
"Sesungguhnya
orang-orang
tua
kami
telah
mempersekutukan
Tuhan
sejak
dahulu,
sedang
kami
ini
adalah
anak-anak
keturunan
yang
(datang)
sesudah
mereka.
Maka
apakah
Engkau
akan
membinasakan
kami
karena
perbuatan
orang-orang
yang
sesat
dahulu?"[582]
وَكَذَٰلِكَ
نُفَصِّلُ
ٱلْـَٔايَـٰتِ
وَلَعَلَّهُمْ
يَرْجِعُونَ
174
wakadzaālika
nufaṣṣilu
alaāyaāti
wala‘allahum
yarji‘uwna
Dan
demikianlah
Kami
menjelaskan
ayat-ayat
itu
agar
mereka
kembali
(kepada
kebenaran).
وَٱتْلُ
عَلَيْهِمْ
نَبَأَ
ٱلَّذِىٓ
ءَاتَيْنَـٰهُ
ءَايَـٰتِنَا
فَٱنسَلَخَ
مِنْهَا
فَأَتْبَعَهُ
ٱلشَّيْطَـٰنُ
فَكَانَ
مِنَ
ٱلْغَاوِينَ
175
waatlu
‘alayhim
nabaaa
alladziā
'aātaynaāhu
'aāyaātinaā
faansalakha
minhaā
faaatba‘ahu
alsysyayṭaānu
fakaāna
mina
alghaāwiyna
Dan
bacakanlah
kepada
mereka
berita
orang
yang
telah
Kami
berikan
kepadanya
ayat-ayat
Kami
(pengetahuan
tentang
isi
Alkitab),
kemudian
dia
melepaskan
diri
dari
pada
ayat-ayat
itu,
lalu
dia
diikuti
oleh
setan
(sampai
dia
tergoda),
maka
jadilah
dia
termasuk
orang-orang
yang
sesat.
وَلَوْ
شِئْنَا
لَرَفَعْنَـٰهُ
بِهَا
وَلَـٰكِنَّهُۥٓ
أَخْلَدَ
إِلَى
ٱلْأَرْضِ
وَٱتَّبَعَ
هَوَىٰهُ
ۚ
فَمَثَلُهُۥ
كَمَثَلِ
ٱلْكَلْبِ
إِن
تَحْمِلْ
عَلَيْهِ
يَلْهَثْ
أَوْ
تَتْرُكْهُ
يَلْهَث
ۚ
ذَّٰلِكَ
مَثَلُ
ٱلْقَوْمِ
ٱلَّذِينَ
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
ۚ
فَٱقْصُصِ
ٱلْقَصَصَ
لَعَلَّهُمْ
يَتَفَكَّرُونَ
176
walaw
syii'naā
larafa‘naāhu
bihaā
walaākinnahuū
aakhlada
iilaā
alaarḍi
waattaba‘a
hawaāāhu
famatsaluhuū
kamatsali
alkalbi
iin
taḥmil
‘alayhi
yalhats
aaw
tatrukhu
yalhats
dzdzaālika
matsalu
alqawmi
alladziyna
kadzdzabuwā
biaāyaātinaā
faaqṣuṣi
alqaṣaṣa
la‘allahum
yatafakkaruwna
Dan
kalau
Kami
menghendaki,
sesungguhnya
Kami
tinggikan
(derajat)nya
dengan
ayat-ayat
itu,
tetapi
dia
cenderung
kepada
dunia
dan
menurutkan
hawa
nafsunya
yang
rendah;
maka
perumpamaannya
seperti
anjing
jika
kamu
menghalaunya
diulurkannya
lidahnya,
dan
jika
kamu
membiarkannya
dia
mengulurkan
lidahnya
(juga).
Demikian
itulah
perumpamaan
orang-orang
yang
mendustakan
ayat-ayat
Kami.
Maka
ceritakanlah
(kepada
mereka)
kisah-kisah
itu
agar
mereka
berfikir.
سَآءَ
مَثَلًا
ٱلْقَوْمُ
ٱلَّذِينَ
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
وَأَنفُسَهُمْ
كَانُوا۟
يَظْلِمُونَ
177
saā'a
matsalanā
alqawmu
alladziyna
kadzdzabuwā
biaāyaātinaā
waaanfusahum
kaānuwā
yaẓlimuwna
Amat
buruklah
perumpamaan
orang-orang
yang
mendustakan
ayat-ayat
Kami
dan
kepada
diri
mereka
sendirilah
mereka
berbuat
zalim.
مَن
يَهْدِ
ٱللَّهُ
فَهُوَ
ٱلْمُهْتَدِى
ۖ
وَمَن
يُضْلِلْ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْخَـٰسِرُونَ
178
man
yahdi
alllahu
fahuwa
almuhtadiā
waman
yuḍlil
faauwlaāi'ika
humu
alkhaāsiruwna
Barang
siapa
yang
diberi
petunjuk
oleh
Allah,
maka
dialah
yang
mendapat
petunjuk;
dan
barang
siapa
yang
disesatkan
Allah[583],
maka
merekalah
orang-orang
yang
merugi.
وَلَقَدْ
ذَرَأْنَا
لِجَهَنَّمَ
كَثِيرًا
مِّنَ
ٱلْجِنِّ
وَٱلْإِنسِ
ۖ
لَهُمْ
قُلُوبٌ
لَّا
يَفْقَهُونَ
بِهَا
وَلَهُمْ
أَعْيُنٌ
لَّا
يُبْصِرُونَ
بِهَا
وَلَهُمْ
ءَاذَانٌ
لَّا
يَسْمَعُونَ
بِهَآ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
كَٱلْأَنْعَـٰمِ
بَلْ
هُمْ
أَضَلُّ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْغَـٰفِلُونَ
179
walaqad
dzaraanaā
lijahannama
katsiyranā
mmina
aljinni
waaliinsi
lahum
quluwbun
llaā
yafqahuwna
bihaā
walahum
aa‘yunun
llaā
yubṣiruwna
bihaā
walahum
'aādzaānun
llaā
yasma‘uwna
bihaā
auwlaāi'ika
kaalaan‘aāmi
bal
hum
aaḍallu
auwlaāi'ika
humu
alghaāfiluwna
Dan
sesungguhnya
Kami
jadikan
untuk
(isi
neraka
Jahanam)
kebanyakan
dari
jin
dan
manusia,
mereka
mempunyai
hati,
tetapi
tidak
dipergunakannya
untuk
memahami
(ayat-ayat
Allah),
dan
mereka
mempunyai
mata
(tetapi)
tidak
dipergunakannya
untuk
melihat
(tanda-tanda
kekuasaan
Allah),
dan
mereka
mempunyai
telinga
(tetapi)
tidak
dipergunakannya
untuk
mendengar
(ayat-ayat
Allah).
Mereka
itu
seperti
binatang
ternak,
bahkan
mereka
lebih
sesat
lagi.
Mereka
itulah
orang-orang
yang
lalai.[584]
وَلِلَّهِ
ٱلْأَسْمَآءُ
ٱلْحُسْنَىٰ
فَٱدْعُوهُ
بِهَا
ۖ
وَذَرُوا۟
ٱلَّذِينَ
يُلْحِدُونَ
فِىٓ
أَسْمَـٰٓئِهِۦ
ۚ
سَيُجْزَوْنَ
مَا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
180
walillahi
alaasmaā'u
alḥusnaāā
faad‘uwhu
bihaā
wadzaruwā
alladziyna
yulḥiduwna
fiā
aasmaāi'ihiī
sayujzawna
maā
kaānuwā
ya‘maluwna
Hanya
milik
Allah
Asmā`ul
ῌusnā[585],
maka
bermohonlah
kepada-Nya
dengan
menyebut
Asmā`ul
ῌusnā
itu
dan
tinggalkanlah
orang-orang
yang
menyimpang
dari
kebenaran
dalam
(menyebut)
nama-nama-Nya[586].
Nanti
mereka
akan
mendapat
balasan
terhadap
apa
yang
telah
mereka
kerjakan.
وَمِمَّنْ
خَلَقْنَآ
أُمَّةٌ
يَهْدُونَ
بِٱلْحَقِّ
وَبِهِۦ
يَعْدِلُونَ
181
wamimman
khalaqnaā
aummahun
yahduwna
bialḥaqqi
wabihiī
ya‘diluwna
Dan
di
antara
orang-orang
yang
Kami
ciptakan,
ada
umat
yang
memberi
petunjuk
dengan
hak,
dan
dengan
yang
hak
itu
(pula)
mereka
menjalankan
keadilan.
وَٱلَّذِينَ
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
سَنَسْتَدْرِجُهُم
مِّنْ
حَيْثُ
لَا
يَعْلَمُونَ
182
waalladziyna
kadzdzabuwā
biaāyaātinaā
sanastadrijuhum
mmin
ḥaytsu
laā
ya‘lamuwna
Dan
orang-orang
yang
mendustakan
ayat-ayat
Kami,
nanti
Kami
akan
menarik
mereka
dengan
berangsur-angsur
(ke
arah
kebinasaan),
dengan
cara
yang
tidak
mereka
ketahui.
وَأُمْلِى
لَهُمْ
ۚ
إِنَّ
كَيْدِى
مَتِينٌ
183
waaumliā
lahum
iinna
kaydiā
matiynun
Dan
Aku
memberi
tangguh
kepada
mereka.
Sesungguhnya
rencana-Ku
amat
teguh.
أَوَلَمْ
يَتَفَكَّرُوا۟
ۗ
مَا
بِصَاحِبِهِم
مِّن
جِنَّةٍ
ۚ
إِنْ
هُوَ
إِلَّا
نَذِيرٌ
مُّبِينٌ
184
aawalam
yatafakkaruwā
maā
biṣaāḥibihim
mmin
jinnahin
iin
huwa
iillaā
nadziyrun
mmubiynun
Apakah
(mereka
lalai)
dan
tidak
memikirkan
bahwa
teman
mereka
(Muhammad)
tidak
berpenyakit
gila.
Dia
(Muhammad
itu)
tidak
lain
hanyalah
seorang
pemberi
peringatan
lagi
pemberi
penjelasan.
أَوَلَمْ
يَنظُرُوا۟
فِى
مَلَكُوتِ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
وَمَا
خَلَقَ
ٱللَّهُ
مِن
شَىْءٍ
وَأَنْ
عَسَىٰٓ
أَن
يَكُونَ
قَدِ
ٱقْتَرَبَ
أَجَلُهُمْ
ۖ
فَبِأَىِّ
حَدِيثٍۭ
بَعْدَهُۥ
يُؤْمِنُونَ
185
aawalam
yanẓuruwā
fiā
malakuwti
alssamaāwaāti
waalaarḍi
wamaā
khalaqa
alllahu
min
syaā'in
waaan
‘asaāā
aan
yakuwna
qadi
aqtaraba
aajaluhum
fabiaaāāi
ḥadiytsin
ba‘dahuū
yuu'minuwna
Dan
apakah
mereka
tidak
memperhatikan
kerajaan
langit
dan
bumi
dan
segala
sesuatu
yang
diciptakan
Allah,
dan
kemungkinan
telah
dekatnya
kebinasaan
mereka?
Maka
kepada
berita
manakah
lagi
mereka
akan
beriman
sesudah
Al-Qur`ān
itu?
مَن
يُضْلِلِ
ٱللَّهُ
فَلَا
هَادِىَ
لَهُۥ
ۚ
وَيَذَرُهُمْ
فِى
طُغْيَـٰنِهِمْ
يَعْمَهُونَ
186
man
yuḍlili
alllahu
falaā
haādiāa
lahuū
wayadzaruhum
fiā
ṭughyaānihim
ya‘mahuwna
Barang
siapa
yang
Allah
sesatkan[587],
maka
baginya
tak
ada
orang
yang
akan
memberi
petunjuk.
Dan
Allah
membiarkan
mereka
terombang-ambing
dalam
kesesatan.
يَسْـَٔلُونَكَ
عَنِ
ٱلسَّاعَةِ
أَيَّانَ
مُرْسَىٰهَا
ۖ
قُلْ
إِنَّمَا
عِلْمُهَا
عِندَ
رَبِّى
ۖ
لَا
يُجَلِّيهَا
لِوَقْتِهَآ
إِلَّا
هُوَ
ۚ
ثَقُلَتْ
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۚ
لَا
تَأْتِيكُمْ
إِلَّا
بَغْتَةً
ۗ
يَسْـَٔلُونَكَ
كَأَنَّكَ
حَفِىٌّ
عَنْهَا
ۖ
قُلْ
إِنَّمَا
عِلْمُهَا
عِندَ
ٱللَّهِ
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَ
ٱلنَّاسِ
لَا
يَعْلَمُونَ
187
yasaluwnaka
‘ani
alssaā‘ahi
aayyaāna
mursaāāhaā
qul
iinnamaā
‘ilmuhaā
‘inda
rabbiā
laā
yujalliyhaā
liwaqtihaā
iillaā
huwa
tsaqulat
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
laā
taatiykum
iillaā
baghtahan
yasaluwnaka
kaaannaka
ḥafiāāun
‘anhaā
qul
iinnamaā
‘ilmuhaā
‘inda
alllahi
walaākinna
aaktsara
alnnaāsi
laā
ya‘lamuwna
Mereka
menanyakan
kepadamu
tentang
kiamat,
"Bilakah
terjadinya?"
Katakanlah,
"Sesungguhnya
pengetahuan
tentang
kiamat
itu
adalah
pada
sisi
Tuhan-ku;
tidak
seorang
pun
yang
dapat
menjelaskan
waktu
kedatangannya
selain
Dia.
Kiamat
itu
amat
berat
(huru-haranya
bagi
makhluk)
yang
di
langit
dan
di
bumi.
Kiamat
itu
tidak
akan
datang
kepadamu
melainkan
dengan
tiba-tiba".
Mereka
bertanya
kepadamu
seakan-akan
kamu
benar-benar
mengetahuinya.
Katakanlah,
"Sesungguhnya
pengetahuan
tentang
bari
kiamat
itu
adalah
di
sisi
Allah,
tetapi
kebanyakan
manusia
tidak
mengetahui".
قُل
لَّآ
أَمْلِكُ
لِنَفْسِى
نَفْعًا
وَلَا
ضَرًّا
إِلَّا
مَا
شَآءَ
ٱللَّهُ
ۚ
وَلَوْ
كُنتُ
أَعْلَمُ
ٱلْغَيْبَ
لَٱسْتَكْثَرْتُ
مِنَ
ٱلْخَيْرِ
وَمَا
مَسَّنِىَ
ٱلسُّوٓءُ
ۚ
إِنْ
أَنَا۠
إِلَّا
نَذِيرٌ
وَبَشِيرٌ
لِّقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
188
qul
llaā
aamliku
linafsiā
naf‘anā
walaā
ḍarranā
iillaā
maā
syaā'a
alllahu
walaw
kuntu
aa‘lamu
alghayba
laastaktsartu
mina
alkhayri
wamaā
massaniāa
alssuw'u
iin
aanaā
iillaā
nadziyrun
wabasyiyrun
lliqawmin
yuu'minuwna
Katakanlah,
"Aku
tidak
berkuasa
menarik
kemanfaatan
bagi
diriku
dan
tidak
(pula)
menolak
kemudaratan
kecuali
yang
dikehendaki
Allah.
Dan
sekiranya
aku
mengetahui
yang
gaib,
tentulah
aku
membuat
kebajikan
sebanyak-banyaknya,
dan
aku
tidak
akan
ditimpa
kemudaratan.
Aku
tidak
lain
hanyalah
pemberi
peringatan,
dan
pembawa
berita
gembira
bagi
orang-orang
yang
beriman".
۞
هُوَ
ٱلَّذِى
خَلَقَكُم
مِّن
نَّفْسٍ
وَٰحِدَةٍ
وَجَعَلَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
لِيَسْكُنَ
إِلَيْهَا
ۖ
فَلَمَّا
تَغَشَّىٰهَا
حَمَلَتْ
حَمْلًا
خَفِيفًا
فَمَرَّتْ
بِهِۦ
ۖ
فَلَمَّآ
أَثْقَلَت
دَّعَوَا
ٱللَّهَ
رَبَّهُمَا
لَئِنْ
ءَاتَيْتَنَا
صَـٰلِحًا
لَّنَكُونَنَّ
مِنَ
ٱلشَّـٰكِرِينَ
189
huwa
alladziā
khalaqakum
mmin
nnafsin
waāḥidahin
waja‘ala
minhaā
zawjahaā
liyaskuna
iilayhaā
falammaā
taghasysyaāāhaā
ḥamalat
ḥamlanā
khafiyfanā
famarrat
bihiī
falammaā
aatsqalat
dda‘awaā
alllaha
rabbahumaā
lai'in
'aātaytanaā
ṣaāliḥanā
llanakuwnanna
mina
alsysyaākiriyna
Dia-lah
Yang
menciptakan
kamu
dari
diri
yang
satu
dan
dari
padanya
Dia
menciptakan
istrinya
agar
dia
merasa
senang
kepadanya.
Maka
setelah
dicampurinya,
istrinya
itu
mengandung
kandungan
yang
ringan,
dan
teruslah
dia
merasa
ringan
(beberapa
waktu).
Kemudian
tatkala
dia
merasa
berat,
keduanya
(suami-istri)
bermohon
kepada
Allah,
Tuhan-nya
seraya
berkata,
"Sesungguhnya
jika
Engkau
memberi
kami
anak
yang
sempurna,
tentulah
kami
termasuk
orang-orang
yang
bersyukur".
فَلَمَّآ
ءَاتَىٰهُمَا
صَـٰلِحًا
جَعَلَا
لَهُۥ
شُرَكَآءَ
فِيمَآ
ءَاتَىٰهُمَا
ۚ
فَتَعَـٰلَى
ٱللَّهُ
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
190
falammaā
'aātaāāhumaā
ṣaāliḥanā
ja‘alaā
lahuū
syurakaā'a
fiymaā
'aātaāāhumaā
fata‘aālaā
alllahu
‘ammaā
yusyrikuwna
Tatkala
Allah
memberi
kepada
keduanya
seorang
anak
yang
sempurna,
maka
keduanya[588]
menjadikan
sekutu
bagi
Allah
terhadap
anak
yang
telah
dianugerahkan-Nya
kepada
keduanya
itu.
Maka
Maha
Tinggi
Allah
dari
apa
yang
mereka
persekutukan.
أَيُشْرِكُونَ
مَا
لَا
يَخْلُقُ
شَيْـًٔا
وَهُمْ
يُخْلَقُونَ
191
aayusyrikuwna
maā
laā
yakhluqu
syayanā
wahum
yukhlaquwna
Apakah
mereka
mempersekutukan
(Allah
dengan)
berhala-berhala
yang
tak
dapat
menciptakan
sesuatu
pun?
Sedangkan
berhala-berhala
itu
sendiri
buatan
orang.
وَلَا
يَسْتَطِيعُونَ
لَهُمْ
نَصْرًا
وَلَآ
أَنفُسَهُمْ
يَنصُرُونَ
192
walaā
yastaṭiy‘uwna
lahum
naṣranā
walaā
aanfusahum
yanṣuruwna
Dan
berhala-berhala
itu
tidak
mampu
memberi
pertolongan
kepada
penyembah-penyembahnya,
dan
kepada
dirinya
sendiri
pun
berhala-berhala
itu
tidak
dapat
memberi
pertolongan.
وَإِن
تَدْعُوهُمْ
إِلَى
ٱلْهُدَىٰ
لَا
يَتَّبِعُوكُمْ
ۚ
سَوَآءٌ
عَلَيْكُمْ
أَدَعَوْتُمُوهُمْ
أَمْ
أَنتُمْ
صَـٰمِتُونَ
193
waiin
tad‘uwhum
iilaā
alhudaāā
laā
yattabi‘uwkum
sawaā'un
‘alaykum
aada‘awtumuwhum
aam
aantum
ṣaāmituwna
Dan
jika
kamu
(hai
orang-orang
musyrik)
menyerunya
(berhala)
untuk
memberi
petunjuk
kepadamu,
tidaklah
berhala-berhala
itu
dapat
memperkenankan
seruanmu;
sama
saja
(hasilnya)
buat
kamu
menyeru
mereka
ataupun
kamu
berdiam
diri.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
تَدْعُونَ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
عِبَادٌ
أَمْثَالُكُمْ
ۖ
فَٱدْعُوهُمْ
فَلْيَسْتَجِيبُوا۟
لَكُمْ
إِن
كُنتُمْ
صَـٰدِقِينَ
194
iinna
alladziyna
tad‘uwna
min
duwni
alllahi
‘ibaādun
aamtsaālukum
faad‘uwhum
falyastajiybuwā
lakum
iin
kuntum
ṣaādiqiyna
Sesungguhnya
berhala-berhala
yang
kamu
seru
selain
Allah
itu
adalah
makhluk
(yang
lemah)
yang
serupa
juga
dengan
kamu.
Maka
serulah
berhala-berhala
itu
lalu
biarkanlah
mereka
memperkenankan
permintaanmu,
jika
kamu
memang
orang-orang
yang
benar.
أَلَهُمْ
أَرْجُلٌ
يَمْشُونَ
بِهَآ
ۖ
أَمْ
لَهُمْ
أَيْدٍ
يَبْطِشُونَ
بِهَآ
ۖ
أَمْ
لَهُمْ
أَعْيُنٌ
يُبْصِرُونَ
بِهَآ
ۖ
أَمْ
لَهُمْ
ءَاذَانٌ
يَسْمَعُونَ
بِهَا
ۗ
قُلِ
ٱدْعُوا۟
شُرَكَآءَكُمْ
ثُمَّ
كِيدُونِ
فَلَا
تُنظِرُونِ
195
aalahum
aarjulun
yamsyuwna
bihaā
aam
lahum
aaydin
yabṭisyuwna
bihaā
aam
lahum
aa‘yunun
yubṣiruwna
bihaā
aam
lahum
'aādzaānun
yasma‘uwna
bihaā
quli
ad‘uwā
syurakaā'akum
tsumma
kiyduwni
falaā
tunẓiruwni
Apakah
berhala-berhala
mempunyai
kaki
yang
dengan
itu
ia
dapat
berjalan,
atau
mempunyai
tangan
yang
dengan
itu
ia
dapat
memegang
dengan
keras[589],
atau
mempunyai
mata
yang
dengan
itu
ia
dapat
melihat,
atau
mempunyai
telinga
yang
dengan
itu
ia
dapat
mendengar?
Katakanlah,
"Panggillah
berhala-berhalamu
yang
kamu
jadikan
sekutu
Allah,
kemudian
lakukanlah
tipu
daya
(untuk
mencelakakan)-ku.
tanpa
memberi
tangguh
(kepada-ku)".
إِنَّ
وَلِـِّۧىَ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
نَزَّلَ
ٱلْكِتَـٰبَ
ۖ
وَهُوَ
يَتَوَلَّى
ٱلصَّـٰلِحِينَ
196
iinna
waliliāa
alllahu
alladziā
nazzala
alkitaāba
wahuwa
yatawallaā
alṣṣaāliḥiyna
"Sesungguhnya
pelindungku
ialah
Allah
Yang
telah
menurunkan
Alkitab
(Al-Qur`ān)
dan
Dia
melindungi
orang-orang
yang
saleh".
وَٱلَّذِينَ
تَدْعُونَ
مِن
دُونِهِۦ
لَا
يَسْتَطِيعُونَ
نَصْرَكُمْ
وَلَآ
أَنفُسَهُمْ
يَنصُرُونَ
197
waalladziyna
tad‘uwna
min
duwnihiī
laā
yastaṭiy‘uwna
naṣrakum
walaā
aanfusahum
yanṣuruwna
"Dan
berhala-berhala
yang
kamu
seru
selain
Allah
tidaklah
sanggup
menolongmu,
bahkan
tidak
dapat
menolong
dirinya
sendiri".
وَإِن
تَدْعُوهُمْ
إِلَى
ٱلْهُدَىٰ
لَا
يَسْمَعُوا۟
ۖ
وَتَرَىٰهُمْ
يَنظُرُونَ
إِلَيْكَ
وَهُمْ
لَا
يُبْصِرُونَ
198
waiin
tad‘uwhum
iilaā
alhudaāā
laā
yasma‘uwā
wataraāāhum
yanẓuruwna
iilayka
wahum
laā
yubṣiruwna
"Dan
jika
kamu
sekalian
menyeru
(berhala-berhala)
untuk
memberi
petunjuk,
niscaya
berhala-berhala
itu
tidak
dapat
mendengarnya.
Dan
kamu
melihat
berhala-berhala
itu
memandang
kepadamu
padahal
ia
tidak
melihat.
خُذِ
ٱلْعَفْوَ
وَأْمُرْ
بِٱلْعُرْفِ
وَأَعْرِضْ
عَنِ
ٱلْجَـٰهِلِينَ
199
khudzi
al‘afwa
waamur
bial‘urfi
waaa‘riḍ
‘ani
aljaāhiliyna
Jadilah
engkau
pemaaf
dan
suruhlah
orang
mengerjakan
yang
makruf,
serta
berpalinglah
dari
orang-orang
yang
bodoh.
وَإِمَّا
يَنزَغَنَّكَ
مِنَ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
نَزْغٌ
فَٱسْتَعِذْ
بِٱللَّهِ
ۚ
إِنَّهُۥ
سَمِيعٌ
عَلِيمٌ
200
waiimmaā
yanzaghannaka
mina
alsysyayṭaāni
nazghun
faasta‘idz
bialllahi
iinnahuū
samiy‘un
‘aliymun
Dan
jika
kamu
ditimpa
sesuatu
godaan
setan
maka
berlindunglah
kepada
Allah[590].
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Mengetahui.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
ٱتَّقَوْا۟
إِذَا
مَسَّهُمْ
طَـٰٓئِفٌ
مِّنَ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
تَذَكَّرُوا۟
فَإِذَا
هُم
مُّبْصِرُونَ
201
iinna
alladziyna
attaqawā
iidzaā
massahum
ṭaāi'ifun
mmina
alsysyayṭaāni
tadzakkaruwā
faiidzaā
hum
mmubṣiruwna
Sesungguhnya
orang-orang
yang
bertakwa
bila
mereka
ditimpa
was-was
dari
setan,
mereka
ingat
kepada
Allah,
maka
ketika
itu
juga
mereka
melihat
kesalahan-kesalahannya.
وَإِخْوَٰنُهُمْ
يَمُدُّونَهُمْ
فِى
ٱلْغَىِّ
ثُمَّ
لَا
يُقْصِرُونَ
202
waiikhwaānuhum
yamudduwnahum
fiā
alghaāāi
tsumma
laā
yuqṣiruwna
Dan
teman-teman
mereka
(orang-orang
kafir
dan
fasik)
membantu
setan-setan
dalam
menyesatkan
dan
mereka
tidak
henti-hentinya
(menyesatkan).
وَإِذَا
لَمْ
تَأْتِهِم
بِـَٔايَةٍ
قَالُوا۟
لَوْلَا
ٱجْتَبَيْتَهَا
ۚ
قُلْ
إِنَّمَآ
أَتَّبِعُ
مَا
يُوحَىٰٓ
إِلَىَّ
مِن
رَّبِّى
ۚ
هَـٰذَا
بَصَآئِرُ
مِن
رَّبِّكُمْ
وَهُدًى
وَرَحْمَةٌ
لِّقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
203
waiidzaā
lam
taatihim
biaāyahin
qaāluwā
lawlaā
ajtabaytahaā
qul
iinnamaā
aattabi‘u
maā
yuwḥaāā
iilaāāa
min
rrabbiā
haādzaā
baṣaāi'iru
min
rrabbikum
wahudanā
waraḥmahun
lliqawmin
yuu'minuwna
Dan
apabila
kamu
tidak
membawa
suatu
ayat
Al-Qur`ān
kepada
mereka,
mereka
berkata,
"Mengapa
tidak
kamu
buat
sendiri
ayat
itu?"
Katakanlah,
"Sesungguhnya
aku
hanya
mengikut
apa
yang
diwahyukan
dari
Tuhan-ku
kepadaku.
Al-Qur`ān
ini
adalah
bukti-bukti
yang
nyata
dari
Tuhan-mu,
petunjuk
dan
rahmat
bagi
orang-orang
yang
beriman".
وَإِذَا
قُرِئَ
ٱلْقُرْءَانُ
فَٱسْتَمِعُوا۟
لَهُۥ
وَأَنصِتُوا۟
لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُونَ
204
waiidzaā
qurii'a
alqur'aānu
faastami‘uwā
lahuū
waaanṣituwā
la‘allakum
turḥamuwna
Dan
apabila
dibacakan
Al-Qur`ān,
maka
dengarkanlah
baik-baik,
dan
perhatikanlah
dengan
tenang
agar
kamu
mendapat
rahmat[591].
وَٱذْكُر
رَّبَّكَ
فِى
نَفْسِكَ
تَضَرُّعًا
وَخِيفَةً
وَدُونَ
ٱلْجَهْرِ
مِنَ
ٱلْقَوْلِ
بِٱلْغُدُوِّ
وَٱلْـَٔاصَالِ
وَلَا
تَكُن
مِّنَ
ٱلْغَـٰفِلِينَ
205
waadzkur
rrabbaka
fiā
nafsika
taḍarru‘anā
wakhiyfahan
waduwna
aljahri
mina
alqawli
bialghuduwwi
waalaāṣaāli
walaā
takun
mmina
alghaāfiliyna
Dan
sebutlah
(nama)
Tuhan-mu
dalam
hatimu
dengan
merendahkan
diri
dan
rasa
takut,
dan
dengan
tidak
mengeraskan
suara
di
waktu
pagi
dan
petang,
dan
janganlah
kamu
termasuk
orang-orang
yang
lalai.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
عِندَ
رَبِّكَ
لَا
يَسْتَكْبِرُونَ
عَنْ
عِبَادَتِهِۦ
وَيُسَبِّحُونَهُۥ
وَلَهُۥ
يَسْجُدُونَ
۩
206
iinna
alladziyna
‘inda
rabbika
laā
yastakbiruwna
‘an
‘ibaādatihiī
wayusabbiḥuwnahuū
walahuū
yasjuduwna
Sesungguhnya
malaikat-malaikat
yang
ada
di
sisi
Tuhan-mu
tidaklah
merasa
enggan
menyembah
Allah
dan
mereka
mentasbihkan-Nya
dan
hanya
kepada-Nya-lah
mereka
bersujud[592].