نٓ
ۚ
وَٱلْقَلَمِ
وَمَا
يَسْطُرُونَ
1
Nūn
Nūn[1490],
demi
pena
dan
apa
yang
mereka
tulis,
مَآ
أَنتَ
بِنِعْمَةِ
رَبِّكَ
بِمَجْنُونٍ
2
maā
aanta
bini‘mahi
rabbika
bimajnuwnin
berkat
nikmat
Tuhan-mu
kamu
(Muhammad)
sekali-kali
bukan
orang
gila.
وَإِنَّ
لَكَ
لَأَجْرًا
غَيْرَ
مَمْنُونٍ
3
waiinna
laka
laaajranā
ghayra
mamnuwnin
Dan
sesungguhnya
bagi
kamu
benar-benar
pahala
yang
besar
yang
tidak
putus-putusnya.
وَإِنَّكَ
لَعَلَىٰ
خُلُقٍ
عَظِيمٍ
4
waiinnaka
la‘alaāā
khuluqin
‘aẓiymin
Dan
sesungguhnya
kamu
benar-benar
berbudi
pekerti
yang
agung.
فَسَتُبْصِرُ
وَيُبْصِرُونَ
5
fasatubṣiru
wayubṣiruwna
Maka
kelak
kamu
akan
melihat
dan
mereka
(orang-orang
kafir)
pun
akan
melihat,
بِأَييِّكُمُ
ٱلْمَفْتُونُ
6
biaayyyikumu
almaftuwnu
siapa
di
antara
kamu
yang
gila.
إِنَّ
رَبَّكَ
هُوَ
أَعْلَمُ
بِمَن
ضَلَّ
عَن
سَبِيلِهِۦ
وَهُوَ
أَعْلَمُ
بِٱلْمُهْتَدِينَ
7
iinna
rabbaka
huwa
aa‘lamu
biman
ḍalla
‘an
sabiylihiī
wahuwa
aa‘lamu
bialmuhtadiyna
Sesungguhnya
Tuhan-mu,
Dia-lah
yang
paling
mengetahui
siapa
yang
sesat
dari
jalan-Nya;
dan
Dia-lah
yang
paling
mengetahui
orang-orang
yang
mendapat
petunjuk.
فَلَا
تُطِعِ
ٱلْمُكَذِّبِينَ
8
falaā
tuṭi‘i
almukadzdzibiyna
Maka
janganlah
kamu
ikuti
orang-orang
yang
mendustakan
(ayat-ayat
Allah).
وَدُّوا۟
لَوْ
تُدْهِنُ
فَيُدْهِنُونَ
9
wadduwā
law
tudhinu
fayudhinuwna
Maka
mereka
menginginkan
supaya
kamu
bersikap
lunak
lalu
mereka
bersikap
lunak
(pula
kepadamu).
وَلَا
تُطِعْ
كُلَّ
حَلَّافٍ
مَّهِينٍ
10
walaā
tuṭi‘
kulla
ḥallaāfin
mmahiynin
Dan
janganlah
kamu
ikuti
setiap
orang
yang
banyak
bersumpah
lagi
hina,
هَمَّازٍ
مَّشَّآءٍۭ
بِنَمِيمٍ
11
hammaāzin
mmasysyaā'in
binamiymin
yang
banyak
mencela,
yang
kian
kemari
menghambur
fitnah,
مَّنَّاعٍ
لِّلْخَيْرِ
مُعْتَدٍ
أَثِيمٍ
12
mmannaā‘in
llilkhayri
mu‘tadin
aatsiymin
yang
sangat
enggan
berbuat
baik,
yang
melampaui
batas
lagi
banyak
dosa,
عُتُلٍّۭ
بَعْدَ
ذَٰلِكَ
زَنِيمٍ
13
‘utullin
ba‘da
dzaālika
zaniymin
yang
kaku
kasar,
selain
dari
itu,
yang
terkenal
kejahatannya,
أَن
كَانَ
ذَا
مَالٍ
وَبَنِينَ
14
aan
kaāna
dzaā
maālin
wabaniyna
karena
dia
mempunyai
(banyak)
harta
dan
anak[1491].
إِذَا
تُتْلَىٰ
عَلَيْهِ
ءَايَـٰتُنَا
قَالَ
أَسَـٰطِيرُ
ٱلْأَوَّلِينَ
15
iidzaā
tutlaāā
‘alayhi
'aāyaātunaā
qaāla
aasaāṭiyru
alaawwaliyna
Apabila
dibacakan
kepadanya
ayat-ayat
Kami,
ia
berkata,
"(Ini
adalah)
dongeng-dongengan
orang-orang
dahulu
kala."
سَنَسِمُهُۥ
عَلَى
ٱلْخُرْطُومِ
16
sanasimuhuū
‘alaā
alkhurṭuwmi
Kelak
akan
Kami
beri
tanda
dia
di
belalai(nya)[1492].
إِنَّا
بَلَوْنَـٰهُمْ
كَمَا
بَلَوْنَآ
أَصْحَـٰبَ
ٱلْجَنَّةِ
إِذْ
أَقْسَمُوا۟
لَيَصْرِمُنَّهَا
مُصْبِحِينَ
17
iinnaā
balawnaāhum
kamaā
balawnaā
aaṣḥaāba
aljannahi
iidz
aaqsamuwā
layaṣrimunnahaā
muṣbiḥiyna
Sesungguhnya
Kami
telah
menguji
mereka
(musyrikin
Mekah)
sebagaimana
Kami
telah
menguji
pemilik-pemilik
kebun,
ketika
mereka
bersumpah
bahwa
mereka
sungguh-sungguh
akan
memetik
(hasil)nya
di
pagi
hari,
وَلَا
يَسْتَثْنُونَ
18
walaā
yastatsnuwna
dan
mereka
tidak
mengucapkan,
"Insyaallah
",
فَطَافَ
عَلَيْهَا
طَآئِفٌ
مِّن
رَّبِّكَ
وَهُمْ
نَآئِمُونَ
19
faṭaāfa
‘alayhaā
ṭaāi'ifun
mmin
rrabbika
wahum
naāi'imuwna
lalu
kebun
itu
diliputi
malapetaka
(yang
datang)
dari
Tuhan-mu
ketika
mereka
sedang
tidur,
فَأَصْبَحَتْ
كَٱلصَّرِيمِ
20
faaaṣbaḥat
kaalṣṣariymi
maka
jadilah
kebun
itu
hitam
seperti
malam
yang
gelap
gulita[1493],
فَتَنَادَوْا۟
مُصْبِحِينَ
21
fatanaādawā
muṣbiḥiyna
lalu
mereka
panggil
memanggil
di
pagi
hari,
أَنِ
ٱغْدُوا۟
عَلَىٰ
حَرْثِكُمْ
إِن
كُنتُمْ
صَـٰرِمِينَ
22
aani
aghduwā
‘alaāā
ḥartsikum
iin
kuntum
ṣaārimiyna
"Pergilah
diwaktu
pagi
(ini)
ke
kebunmu
jika
kamu
hendak
memetik
buahnya".
فَٱنطَلَقُوا۟
وَهُمْ
يَتَخَـٰفَتُونَ
23
faanṭalaquwā
wahum
yatakhaāfatuwna
Maka
pergilah
mereka
saling
berbisik-bisikan.
أَن
لَّا
يَدْخُلَنَّهَا
ٱلْيَوْمَ
عَلَيْكُم
مِّسْكِينٌ
24
aan
llaā
yadkhulannahaā
alyawma
‘alaykum
mmiskiynun
"Pada
hari
ini
janganlah
ada
seorang
miskin
pun
masuk
ke
dalam
kebunmu".
وَغَدَوْا۟
عَلَىٰ
حَرْدٍ
قَـٰدِرِينَ
25
waghadawā
‘alaāā
ḥardin
qaādiriyna
Dan
berangkatlah
mereka
di
pagi
hari
dengan
niat
menghalangi
(orang-orang
miskin)
padahal
mereka
mampu
(menolongnya).
فَلَمَّا
رَأَوْهَا
قَالُوٓا۟
إِنَّا
لَضَآلُّونَ
26
falammaā
raaawhaā
qaāluwā
iinnaā
laḍaālluwna
Tatkala
mereka
melihat
kebun
itu,
mereka
berkata,
"Sesungguhnya
kita
benar-benar
orang-orang
yang
sesat
(jalan),
بَلْ
نَحْنُ
مَحْرُومُونَ
27
bal
naḥnu
maḥruwmuwna
bahkan
kita
dihalangi
(dari
memperoleh
hasilnya)"[1494].
قَالَ
أَوْسَطُهُمْ
أَلَمْ
أَقُل
لَّكُمْ
لَوْلَا
تُسَبِّحُونَ
28
qaāla
aawsaṭuhum
aalam
aaqul
llakum
lawlaā
tusabbiḥuwna
Berkatalah
seorang
yang
paling
baik
pikirannya
di
antara
mereka,
"Bukankah
aku
telah
mengatakan
kepadamu,
hendaklah
kamu
bertasbih
(kepada
Tuhan-mu)?[1495]"
قَالُوا۟
سُبْحَـٰنَ
رَبِّنَآ
إِنَّا
كُنَّا
ظَـٰلِمِينَ
29
qaāluwā
subḥaāna
rabbinaā
iinnaā
kunnaā
ẓaālimiyna
Mereka
mengucapkan,
"Maha
Suci
Tuhan
kami,
sesungguhnya
kami
adalah
orang-orang
yang
zalim".
فَأَقْبَلَ
بَعْضُهُمْ
عَلَىٰ
بَعْضٍ
يَتَلَـٰوَمُونَ
30
faaaqbala
ba‘ḍuhum
‘alaāā
ba‘ḍin
yatalaāwamuwna
Lalu
sebagian
mereka
menghadapi
sebagian
yang
lain
seraya
cela
mencela.
قَالُوا۟
يَـٰوَيْلَنَآ
إِنَّا
كُنَّا
طَـٰغِينَ
31
qaāluwā
yaāwaylanaā
iinnaā
kunnaā
ṭaāghiyna
Mereka
berkata,
"Aduhai
celakalah
kita;
sesungguhnya
kita
ini
adalah
orang-orang
yang
melampaui
batas".
عَسَىٰ
رَبُّنَآ
أَن
يُبْدِلَنَا
خَيْرًا
مِّنْهَآ
إِنَّآ
إِلَىٰ
رَبِّنَا
رَٰغِبُونَ
32
‘asaāā
rabbunaā
aan
yubdilanaā
khayranā
mminhaā
iinnaā
iilaāā
rabbinaā
raāghibuwna
Mudah-mudahan
Tuhan
kita
memberikan
ganti
kepada
kita
dengan
(kebun)
yang
lebih
baik
daripada
itu;
sesungguhnya
kita
mengharapkan
ampunan
dari
Tuhan
kita.
كَذَٰلِكَ
ٱلْعَذَابُ
ۖ
وَلَعَذَابُ
ٱلْـَٔاخِرَةِ
أَكْبَرُ
ۚ
لَوْ
كَانُوا۟
يَعْلَمُونَ
33
kadzaālika
al‘adzaābu
wala‘adzaābu
alaākhirahi
aakbaru
law
kaānuwā
ya‘lamuwna
Seperti
itulah
azab
(dunia).
Dan
sesungguhnya
azab
akhirat
lebih
besar
jika
mereka
mengetahui[1496].
إِنَّ
لِلْمُتَّقِينَ
عِندَ
رَبِّهِمْ
جَنَّـٰتِ
ٱلنَّعِيمِ
34
iinna
lilmuttaqiyna
‘inda
rabbihim
jannaāti
alnna‘iymi
Sesungguhnya
bagi
orang-orang
yang
bertakwa
(disediakan)
surga-surga
yang
penuh
kenikmatan
di
sisi
Tuhan-nya.
أَفَنَجْعَلُ
ٱلْمُسْلِمِينَ
كَٱلْمُجْرِمِينَ
35
aafanaj‘alu
almuslimiyna
kaalmujrimiyna
Maka
apakah
patut
Kami
menjadikan
orang-orang
Islam
itu
sama
dengan
orang-orang
yang
berdosa
(orang
kafir)?[1497]
مَا
لَكُمْ
كَيْفَ
تَحْكُمُونَ
36
maā
lakum
kayfa
taḥkumuwna
Mengapa
kamu
(berbuat
demikian),
bagaimanakah
kamu
mengambil
keputusan?
أَمْ
لَكُمْ
كِتَـٰبٌ
فِيهِ
تَدْرُسُونَ
37
aam
lakum
kitaābun
fiyhi
tadrusuwna
Atau
adakah
kamu
mempunyai
sebuah
kitab
(yang
diturunkan
Allah)
yang
kamu
membacanya?
إِنَّ
لَكُمْ
فِيهِ
لَمَا
تَخَيَّرُونَ
38
iinna
lakum
fiyhi
lamaā
takhayyaruwna
Bahwa
di
dalamnya
kamu
benar-benar
boleh
memilih
apa
yang
kamu
sukai
untukmu.
أَمْ
لَكُمْ
أَيْمَـٰنٌ
عَلَيْنَا
بَـٰلِغَةٌ
إِلَىٰ
يَوْمِ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۙ
إِنَّ
لَكُمْ
لَمَا
تَحْكُمُونَ
39
aam
lakum
aaymaānun
‘alaynaā
baālighahun
iilaāā
yawmi
alqiyaāmahi
iinna
lakum
lamaā
taḥkumuwna
Atau
apakah
kamu
memperoleh
janji-janji
yang
diperkuat
dengan
sumpah
dari
Kami,
yang
tetap
berlaku
sampai
hari
kiamat;
sesungguhnya
kamu
benar-benar
dapat
mengambil
keputusan
(sekehendakmu)?
سَلْهُمْ
أَيُّهُم
بِذَٰلِكَ
زَعِيمٌ
40
salhum
aayyuhum
bidzaālika
za‘iymun
Tanyakanlah
kepada
mereka,
"Siapakah
di
antara
mereka
yang
bertanggung
jawab
terhadap
keputusan
yang
diambil
itu?"
أَمْ
لَهُمْ
شُرَكَآءُ
فَلْيَأْتُوا۟
بِشُرَكَآئِهِمْ
إِن
كَانُوا۟
صَـٰدِقِينَ
41
aam
lahum
syurakaā'u
falyaatuwā
bisyurakaāi'ihim
iin
kaānuwā
ṣaādiqiyna
Atau
apakah
mereka
mempunyai
sekutu-sekutu?
Maka
hendaklah
mereka
mendatangkan
sekutu-sekutunya
jika
mereka
adalah
orang-orang
yang
benar.
يَوْمَ
يُكْشَفُ
عَن
سَاقٍ
وَيُدْعَوْنَ
إِلَى
ٱلسُّجُودِ
فَلَا
يَسْتَطِيعُونَ
42
yawma
yuksyafu
‘an
saāqin
wayud‘awna
iilaā
alssujuwdi
falaā
yastaṭiy‘uwna
Pada
hari
betis
disingkapkan[1498]
dan
mereka
dipanggil
untuk
bersujud;
maka
mereka
tidak
kuasa[1499],
خَـٰشِعَةً
أَبْصَـٰرُهُمْ
تَرْهَقُهُمْ
ذِلَّةٌ
ۖ
وَقَدْ
كَانُوا۟
يُدْعَوْنَ
إِلَى
ٱلسُّجُودِ
وَهُمْ
سَـٰلِمُونَ
43
khaāsyi‘ahan
aabṣaāruhum
tarhaquhum
dzillahun
waqad
kaānuwā
yud‘awna
iilaā
alssujuwdi
wahum
saālimuwna
(dalam
keadaan)
pandangan
mereka
tunduk
ke
bawah,
lagi
mereka
diliputi
kehinaan.
Dan
sesungguhnya
mereka
dahulu
(di
dunia)
diseru
untuk
bersujud,
dan
mereka
dalam
keadaan
sejahtera[1500].
فَذَرْنِى
وَمَن
يُكَذِّبُ
بِهَـٰذَا
ٱلْحَدِيثِ
ۖ
سَنَسْتَدْرِجُهُم
مِّنْ
حَيْثُ
لَا
يَعْلَمُونَ
44
fadzarniā
waman
yukadzdzibu
bihaādzaā
alḥadiytsi
sanastadrijuhum
mmin
ḥaytsu
laā
ya‘lamuwna
Maka
serahkanlah
(ya
Muhammad)
kepada-Ku
(urusan)
orang-orang
yang
mendustakan
perkataan
ini
(Al-Qur`ān).
Nanti
Kami
akan
menarik
mereka
dengan
berangsur-angsur
(ke
arah
kebinasaan)
dari
arah
yang
tidak
mereka
ketahui,
وَأُمْلِى
لَهُمْ
ۚ
إِنَّ
كَيْدِى
مَتِينٌ
45
waaumliā
lahum
iinna
kaydiā
matiynun
dan
Aku
memberi
tangguh
kepada
mereka.
Sesungguhnya
rencana-Ku
amat
teguh.
أَمْ
تَسْـَٔلُهُمْ
أَجْرًا
فَهُم
مِّن
مَّغْرَمٍ
مُّثْقَلُونَ
46
aam
tasaluhum
aajranā
fahum
mmin
mmaghramin
mmutsqaluwna
Apakah
kamu
meminta
upah
kepada
mereka,
lalu
mereka
diberati
dengan
utang?
أَمْ
عِندَهُمُ
ٱلْغَيْبُ
فَهُمْ
يَكْتُبُونَ
47
aam
‘indahumu
alghaybu
fahum
yaktubuwna
Ataukah
ada
pada
mereka
ilmu
tentang
yang
gaib
lalu
mereka
menulis
(padanya
apa
yang
mereka
tetapkan)?
فَٱصْبِرْ
لِحُكْمِ
رَبِّكَ
وَلَا
تَكُن
كَصَاحِبِ
ٱلْحُوتِ
إِذْ
نَادَىٰ
وَهُوَ
مَكْظُومٌ
48
faaṣbir
liḥukmi
rabbika
walaā
takun
kaṣaāḥibi
alḥuwti
iidz
naādaāā
wahuwa
makẓuwmun
Maka
bersabarlah
kamu
(hai
Muhammad)
terhadap
ketetapan
Tuhan-mu,
dan
janganlah
kamu
seperti
orang
yang
(Yūnus)
berada
dalam
(perut)
ikan
ketika
ia
berdoa
sedang
ia
dalam
keadaan
marah
(kepada
kaumnya).
لَّوْلَآ
أَن
تَدَٰرَكَهُۥ
نِعْمَةٌ
مِّن
رَّبِّهِۦ
لَنُبِذَ
بِٱلْعَرَآءِ
وَهُوَ
مَذْمُومٌ
49
llawlaā
aan
tadaārakahuū
ni‘mahun
mmin
rrabbihiī
lanubidza
bial‘araā'i
wahuwa
madzmuwmun
Kalau
sekiranya
ia
tidak
segera
mendapat
nikmat
dari
Tuhan-nya,
benar-benar
ia
dicampakkan
ke
tanah
tandus
dalam
keadaan
tercela.
فَٱجْتَبَـٰهُ
رَبُّهُۥ
فَجَعَلَهُۥ
مِنَ
ٱلصَّـٰلِحِينَ
50
faajtabaāhu
rabbuhuū
faja‘alahuū
mina
alṣṣaāliḥiyna
Lalu
Tuhan-nya
memilihnya
dan
menjadikannya
termasuk
orang-orang
yang
saleh.
وَإِن
يَكَادُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
لَيُزْلِقُونَكَ
بِأَبْصَـٰرِهِمْ
لَمَّا
سَمِعُوا۟
ٱلذِّكْرَ
وَيَقُولُونَ
إِنَّهُۥ
لَمَجْنُونٌ
51
waiin
yakaādu
alladziyna
kafaruwā
layuzliquwnaka
biaabṣaārihim
lammaā
sami‘uwā
aldzdzikra
wayaquwluwna
iinnahuū
lamajnuwnun
Dan
sesungguhnya
orang-orang
kafir
itu
benar-benar
hampir
menggelincirkan
kamu
dengan
pandangan
mereka[1501],
tatkala
mereka
mendengar
Al-Qur`ān
dan
mereka
berkata,
"Sesungguhnya
ia
(Muhammad)
benar-benar
orang
yang
gila".
وَمَا
هُوَ
إِلَّا
ذِكْرٌ
لِّلْعَـٰلَمِينَ
52
wamaā
huwa
iillaā
dzikrun
llil‘aālamiyna
Dan
Al-Qur`ān
itu
tidak
lain
hanyalah
peringatan
bagi
seluruh
umat.