يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّبِىُّ
إِذَا
طَلَّقْتُمُ
ٱلنِّسَآءَ
فَطَلِّقُوهُنَّ
لِعِدَّتِهِنَّ
وَأَحْصُوا۟
ٱلْعِدَّةَ
ۖ
وَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
رَبَّكُمْ
ۖ
لَا
تُخْرِجُوهُنَّ
مِنۢ
بُيُوتِهِنَّ
وَلَا
يَخْرُجْنَ
إِلَّآ
أَن
يَأْتِينَ
بِفَـٰحِشَةٍ
مُّبَيِّنَةٍ
ۚ
وَتِلْكَ
حُدُودُ
ٱللَّهِ
ۚ
وَمَن
يَتَعَدَّ
حُدُودَ
ٱللَّهِ
فَقَدْ
ظَلَمَ
نَفْسَهُۥ
ۚ
لَا
تَدْرِى
لَعَلَّ
ٱللَّهَ
يُحْدِثُ
بَعْدَ
ذَٰلِكَ
أَمْرًا
1
yaāaayyuhaā
alnnabiāāu
iidzaā
ṭallaqtumu
alnnisaā'a
faṭalliquwhunna
li‘iddatihinna
waaaḥṣuwā
al‘iddaha
waattaquwā
alllaha
rabbakum
laā
tukhrijuwhunna
min
buyuwtihinna
walaā
yakhrujna
iillaā
aan
yaatiyna
bifaāḥisyahin
mmubayyinahin
watilka
ḥuduwdu
alllahi
waman
yata‘adda
ḥuduwda
alllahi
faqad
ẓalama
nafsahuū
laā
tadriā
la‘alla
alllaha
yuḥditsu
ba‘da
dzaālika
aamranā
Hai
Nabi,
apabila
kamu
menceraikan
istri-istrimu
maka
hendaklah
kamu
ceraikan
mereka
pada
waktu
mereka
dapat
(menghadapi)
idahnya
(yang
wajar)[1482]
dan
hitunglah
waktu
idah
itu
serta
bertakwalah
kepada
Allah
Tuhan-mu.
Janganlah
kamu
keluarkan
mereka
dari
rumah
mereka
dan
janganlah
mereka
(diizinkan)
ke
luar
kecuali
kalau
mereka
mengerjakan
perbuatan
keji[1483]
yang
terang.
Itulah
hukum-hukum
Allah
dan
barang
siapa
yang
melanggar
hukum-hukum
Allah,
maka
sesungguhnya
dia
telah
berbuat
zalim
terhadap
dirinya
sendiri.
Kamu
tidak
mengetahui
barangkali
Allah
mengadakan
sesudah
itu
sesuatu
hal
yang
baru[1484].
فَإِذَا
بَلَغْنَ
أَجَلَهُنَّ
فَأَمْسِكُوهُنَّ
بِمَعْرُوفٍ
أَوْ
فَارِقُوهُنَّ
بِمَعْرُوفٍ
وَأَشْهِدُوا۟
ذَوَىْ
عَدْلٍ
مِّنكُمْ
وَأَقِيمُوا۟
ٱلشَّهَـٰدَةَ
لِلَّهِ
ۚ
ذَٰلِكُمْ
يُوعَظُ
بِهِۦ
مَن
كَانَ
يُؤْمِنُ
بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ
ۚ
وَمَن
يَتَّقِ
ٱللَّهَ
يَجْعَل
لَّهُۥ
مَخْرَجًا
2
faiidzaā
balaghna
aajalahunna
faaamsikuwhunna
bima‘ruwfin
aaw
faāriquwhunna
bima‘ruwfin
waaasyhiduwā
dzawaā
‘adlin
mminkum
waaaqiymuwā
alsysyahaādaha
lillahi
dzaālikum
yuw‘aẓu
bihiī
man
kaāna
yuu'minu
bialllahi
waalyawmi
alaākhiri
waman
yattaqi
alllaha
yaj‘al
llahuū
makhrajanā
Apabila
mereka
telah
mendekati
akhir
idahnya,
maka
rujukilah
mereka
dengan
baik
atau
lepaskanlah
mereka
dengan
baik
dan
persaksikanlah
dengan
dua
orang
saksi
yang
adil
di
antara
kamu
dan
hendaklah
kamu
tegakkan
kesaksian
itu
karena
Allah.
Demikianlah
diberi
pengajaran
dengan
itu
orang
yang
beriman
kepada
Allah
dan
hari
akhirat.
Barang
siapa
bertakwa
kepada
Allah,
niscaya
Dia
akan
mengadakan
baginya
jalan
keluar.
وَيَرْزُقْهُ
مِنْ
حَيْثُ
لَا
يَحْتَسِبُ
ۚ
وَمَن
يَتَوَكَّلْ
عَلَى
ٱللَّهِ
فَهُوَ
حَسْبُهُۥٓ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
بَـٰلِغُ
أَمْرِهِۦ
ۚ
قَدْ
جَعَلَ
ٱللَّهُ
لِكُلِّ
شَىْءٍ
قَدْرًا
3
wayarzuqhu
min
ḥaytsu
laā
yaḥtasibu
waman
yatawakkal
‘alaā
alllahi
fahuwa
ḥasbuhuū
iinna
alllaha
baālighu
aamrihiī
qad
ja‘ala
alllahu
likulli
syaā'in
qadranā
Dan
memberinya
rezeki
dari
arah
yang
tiada
disangka-sangkanya.
Dan
barang
siapa
yang
bertawakal
kepada
Allah,
niscaya
Allah
akan
mencukupkan
(keperluan)nya.
Sesungguhnya
Allah
melaksanakan
urusan
yang
(dikehendaki)-Nya.
Sesungguhnya
Allah
telah
mengadakan
ketentuan
bagi
tiap-tiap
sesuatu.
وَٱلَّـٰٓـِٔى
يَئِسْنَ
مِنَ
ٱلْمَحِيضِ
مِن
نِّسَآئِكُمْ
إِنِ
ٱرْتَبْتُمْ
فَعِدَّتُهُنَّ
ثَلَـٰثَةُ
أَشْهُرٍ
وَٱلَّـٰٓـِٔى
لَمْ
يَحِضْنَ
ۚ
وَأُو۟لَـٰتُ
ٱلْأَحْمَالِ
أَجَلُهُنَّ
أَن
يَضَعْنَ
حَمْلَهُنَّ
ۚ
وَمَن
يَتَّقِ
ٱللَّهَ
يَجْعَل
لَّهُۥ
مِنْ
أَمْرِهِۦ
يُسْرًا
4
waallaāiā
yai'isna
mina
almaḥiyḍi
min
nnisaāi'ikum
iini
artabtum
fa‘iddatuhunna
tsalaātsahu
aasyhurin
waallaāiā
lam
yaḥiḍna
waauwlaātu
alaaḥmaāli
aajaluhunna
aan
yaḍa‘na
ḥamlahunna
waman
yattaqi
alllaha
yaj‘al
llahuū
min
aamrihiī
yusranā
Dan
perempuan-perempuan
yang
tidak
haid
lagi
(menopause)
di
antara
perempuan-perempuanmu
jika
kamu
ragu-ragu
(tentang
masa
idahnya),
maka
masa
idah
mereka
adalah
tiga
bulan;
dan
begitu
(pula)
perempuan-perempuan
yang
tidak
haid.
Dan
perempuan-perempuan
yang
hamil,
waktu
idah
mereka
itu
ialah
sampai
mereka
melahirkan
kandungannya.
Dan
barang
siapa
yang
bertakwa
kepada
Allah,
niscaya
Allah
menjadikan
baginya
kemudahan
dalam
urusannya.
ذَٰلِكَ
أَمْرُ
ٱللَّهِ
أَنزَلَهُۥٓ
إِلَيْكُمْ
ۚ
وَمَن
يَتَّقِ
ٱللَّهَ
يُكَفِّرْ
عَنْهُ
سَيِّـَٔاتِهِۦ
وَيُعْظِمْ
لَهُۥٓ
أَجْرًا
5
dzaālika
aamru
alllahi
aanzalahuū
iilaykum
waman
yattaqi
alllaha
yukaffir
‘anhu
sayyiaātihiī
wayu‘ẓim
lahuū
aajranā
Itulah
perintah
Allah
yang
diturunkan-Nya
kepada
kamu,
dan
barang
siapa
yang
bertakwa
kepada
Allah,
niscaya
Dia
akan
menghapus
kesalahan-kesalahannya
dan
akan
melipatgandakan
pahala
baginya.
أَسْكِنُوهُنَّ
مِنْ
حَيْثُ
سَكَنتُم
مِّن
وُجْدِكُمْ
وَلَا
تُضَآرُّوهُنَّ
لِتُضَيِّقُوا۟
عَلَيْهِنَّ
ۚ
وَإِن
كُنَّ
أُو۟لَـٰتِ
حَمْلٍ
فَأَنفِقُوا۟
عَلَيْهِنَّ
حَتَّىٰ
يَضَعْنَ
حَمْلَهُنَّ
ۚ
فَإِنْ
أَرْضَعْنَ
لَكُمْ
فَـَٔاتُوهُنَّ
أُجُورَهُنَّ
ۖ
وَأْتَمِرُوا۟
بَيْنَكُم
بِمَعْرُوفٍ
ۖ
وَإِن
تَعَاسَرْتُمْ
فَسَتُرْضِعُ
لَهُۥٓ
أُخْرَىٰ
6
aaskinuwhunna
min
ḥaytsu
sakantum
mmin
wujdikum
walaā
tuḍaārruwhunna
lituḍayyiquwā
‘alayhinna
waiin
kunna
auwlaāti
ḥamlin
faaanfiquwā
‘alayhinna
ḥattaāā
yaḍa‘na
ḥamlahunna
faiin
aarḍa‘na
lakum
faaātuwhunna
aujuwrahunna
waatamiruwā
baynakum
bima‘ruwfin
waiin
ta‘aāsartum
fasaturḍi‘u
lahuū
aukhraāā
Tempatkanlah
mereka
(para
istri)
di
mana
kamu
bertempat
tinggal
menurut
kemampuanmu
dan
janganlah
kamu
menyusahkan
mereka
untuk
menyempitkan
(hati)
mereka.
Dan
jika
mereka
(istri-istri
yang
sudah
ditalak)
itu
sedang
hamil,
maka
berikanlah
kepada
mereka
nafkahnya
hingga
mereka
bersalin,
kemudian
jika
mereka
menyusukan
(anak-anak)mu
untukmu,
maka
berikanlah
kepada
mereka
upahnya,
dan
musyawarahkanlah
di
antara
kamu
(segala
sesuatu)
dengan
baik;
dan
jika
kamu
menemui
kesulitan,
maka
perempuan
lain
boleh
menyusukan
(anak
itu)
untuknya.
لِيُنفِقْ
ذُو
سَعَةٍ
مِّن
سَعَتِهِۦ
ۖ
وَمَن
قُدِرَ
عَلَيْهِ
رِزْقُهُۥ
فَلْيُنفِقْ
مِمَّآ
ءَاتَىٰهُ
ٱللَّهُ
ۚ
لَا
يُكَلِّفُ
ٱللَّهُ
نَفْسًا
إِلَّا
مَآ
ءَاتَىٰهَا
ۚ
سَيَجْعَلُ
ٱللَّهُ
بَعْدَ
عُسْرٍ
يُسْرًا
7
liyunfiq
dzuw
sa‘ahin
mmin
sa‘atihiī
waman
qudira
‘alayhi
rizquhuū
falyunfiq
mimmaā
'aātaāāhu
alllahu
laā
yukallifu
alllahu
nafsanā
iillaā
maā
'aātaāāhaā
sayaj‘alu
alllahu
ba‘da
‘usrin
yusranā
Hendaklah
orang
yang
mampu
memberi
nafkah
menurut
kemampuannya.
Dan
orang
yang
disempitkan
rezekinya
hendaklah
memberi
nafkah
dari
harta
yang
diberikan
Allah
kepadanya.
Allah
tidak
memikulkan
beban
kepada
seseorang
melainkan
sekedar
apa
yang
Allah
berikan
kepadanya.
Allah
kelak
akan
memberikan
kelapangan
sesudah
kesempitan.
وَكَأَيِّن
مِّن
قَرْيَةٍ
عَتَتْ
عَنْ
أَمْرِ
رَبِّهَا
وَرُسُلِهِۦ
فَحَاسَبْنَـٰهَا
حِسَابًا
شَدِيدًا
وَعَذَّبْنَـٰهَا
عَذَابًا
نُّكْرًا
8
wakaaayyin
mmin
qaryahin
‘atat
‘an
aamri
rabbihaā
warusulihiī
faḥaāsabnaāhaā
ḥisaābanā
syadiydanā
wa‘adzdzabnaāhaā
‘adzaābanā
nnukranā
Dan
berapalah
banyaknya
(penduduk)
negeri
yang
mendurhakai
perintah
Tuhan
mereka
dan
rasul-rasul-Nya,
maka
Kami
hisab
penduduk
negeri
itu
dengan
hisab
yang
keras,
dan
Kami
azab[1485]
mereka
dengan
azab
yang
mengerikan.
فَذَاقَتْ
وَبَالَ
أَمْرِهَا
وَكَانَ
عَـٰقِبَةُ
أَمْرِهَا
خُسْرًا
9
fadzaāqat
wabaāla
aamrihaā
wakaāna
‘aāqibahu
aamrihaā
khusranā
Maka
mereka
merasakan
akibat
yang
buruk
dari
perbuatannya,
dan
adalah
akibat
perbuatan
mereka
kerugian
yang
besar.
أَعَدَّ
ٱللَّهُ
لَهُمْ
عَذَابًا
شَدِيدًا
ۖ
فَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
يَـٰٓأُو۟لِى
ٱلْأَلْبَـٰبِ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ۚ
قَدْ
أَنزَلَ
ٱللَّهُ
إِلَيْكُمْ
ذِكْرًا
10
aa‘adda
alllahu
lahum
‘adzaābanā
syadiydanā
faattaquwā
alllaha
yaāauwliā
alaalbaābi
alladziyna
'aāmanuwā
qad
aanzala
alllahu
iilaykum
dzikranā
Allah
menyediakan
bagi
mereka
azab
yang
keras,
maka
bertakwalah
kepada
Allah
hai
orang-orang
yang
mempunyai
akal,
(yaitu)
orang-orang
yang
beriman.
Sesungguhnya
Allah
telah
menurunkan
peringatan
kepadamu,
رَّسُولًا
يَتْلُوا۟
عَلَيْكُمْ
ءَايَـٰتِ
ٱللَّهِ
مُبَيِّنَـٰتٍ
لِّيُخْرِجَ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
مِنَ
ٱلظُّلُمَـٰتِ
إِلَى
ٱلنُّورِ
ۚ
وَمَن
يُؤْمِنۢ
بِٱللَّهِ
وَيَعْمَلْ
صَـٰلِحًا
يُدْخِلْهُ
جَنَّـٰتٍ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَآ
أَبَدًا
ۖ
قَدْ
أَحْسَنَ
ٱللَّهُ
لَهُۥ
رِزْقًا
11
rrasuwlanā
yatluwā
‘alaykum
'aāyaāti
alllahi
mubayyinaātin
lliyukhrija
alladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
mina
alẓẓulumaāti
iilaā
alnnuwri
waman
yuu'min
bialllahi
waya‘mal
ṣaāliḥanā
yudkhilhu
jannaātin
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
khaālidiyna
fiyhaā
aabadanā
qad
aaḥsana
alllahu
lahuū
rizqanā
(Dan
mengutus)
seorang
rasul
yang
membacakan
kepadamu
ayat-ayat
Allah
yang
menerangkan
(bermacam-macam
hukum)
supaya
Dia
mengeluarkan
orang-orang
yang
beriman
dan
mengerjakan
amal
yang
saleh
dari
kegelapan
kepada
cahaya.
Dan
barang
siapa
beriman
kepada
Allah
dan
mengerjakan
amal
yang
saleh,
niscaya
Allah
akan
memasukkannya
ke
dalam
surga-surga
yang
mengalir
di
bawahnya
sungai-sungai;
mereka
kekal
di
dalamnya
selama-lamanya.
Sesungguhnya
Allah
memberikan
rezeki
yang
baik
kepadanya.
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
خَلَقَ
سَبْعَ
سَمَـٰوَٰتٍ
وَمِنَ
ٱلْأَرْضِ
مِثْلَهُنَّ
يَتَنَزَّلُ
ٱلْأَمْرُ
بَيْنَهُنَّ
لِتَعْلَمُوٓا۟
أَنَّ
ٱللَّهَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
قَدْ
أَحَاطَ
بِكُلِّ
شَىْءٍ
عِلْمًۢا
12
alllahu
alladziā
khalaqa
sab‘a
samaāwaātin
wamina
alaarḍi
mitslahunna
yatanazzalu
alaamru
baynahunna
lita‘lamuwā
aanna
alllaha
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
waaanna
alllaha
qad
aaḥaāṭa
bikulli
syaā'in
‘ilmanā
Allah-lah
yang
menciptakan
tujuh
langit
dan
seperti
itu
pula
bumi.
Perintah
Allah
berlaku
padanya,
agar
kamu
mengetahui
bahwasanya
Allah
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu,
dan
sesungguhnya
Allah,
ilmu-Nya,
benar-benar
meliputi
segala
sesuatu.