سَبَّحَ
لِلَّهِ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۖ
وَهُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
1
sabbaḥa
lillahi
maā
fiā
alssamaāwaāti
wamaā
fiā
alaarḍi
wahuwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Bertasbih
kepada
Allah
apa
yang
ada
di
langit
dan
apa
yang
ada
di
bumi;
dan
Dia-lah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
هُوَ
ٱلَّذِىٓ
أَخْرَجَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
مِنْ
أَهْلِ
ٱلْكِتَـٰبِ
مِن
دِيَـٰرِهِمْ
لِأَوَّلِ
ٱلْحَشْرِ
ۚ
مَا
ظَنَنتُمْ
أَن
يَخْرُجُوا۟
ۖ
وَظَنُّوٓا۟
أَنَّهُم
مَّانِعَتُهُمْ
حُصُونُهُم
مِّنَ
ٱللَّهِ
فَأَتَىٰهُمُ
ٱللَّهُ
مِنْ
حَيْثُ
لَمْ
يَحْتَسِبُوا۟
ۖ
وَقَذَفَ
فِى
قُلُوبِهِمُ
ٱلرُّعْبَ
ۚ
يُخْرِبُونَ
بُيُوتَهُم
بِأَيْدِيهِمْ
وَأَيْدِى
ٱلْمُؤْمِنِينَ
فَٱعْتَبِرُوا۟
يَـٰٓأُو۟لِى
ٱلْأَبْصَـٰرِ
2
huwa
alladziā
aakhraja
alladziyna
kafaruwā
min
aahli
alkitaābi
min
diyaārihim
liaawwali
alḥasyri
maā
ẓanantum
aan
yakhrujuwā
waẓannuwā
aannahum
mmaāni‘atuhum
ḥuṣuwnuhum
mmina
alllahi
faaataāāhumu
alllahu
min
ḥaytsu
lam
yaḥtasibuwā
waqadzafa
fiā
quluwbihimu
alrru‘ba
yukhribuwna
buyuwtahum
biaaydiyhim
waaaydiā
almuu'miniyna
faa‘tabiruwā
yaāauwliā
alaabṣaāri
Dia-lah
yang
mengeluarkan
orang-orang
kafir
di
antara
ahli
kitab[1464]
dari
kampung-kampung
mereka
pada
saat
pengusiran
kali
yang
pertama.
Kamu
tiada
menyangka
bahwa
mereka
akan
keluar
dan
mereka
pun
yakin
bahwa
benteng-benteng
mereka
akan
dapat
mempertahankan
mereka
dari
(siksaan)
Allah;
maka
Allah
mendatangkan
kepada
mereka
(hukuman)
dari
arah
yang
tidak
mereka
sangka-sangka.
Dan
Allah
mencampakkan
ketakutan
ke
dalam
hati
mereka;
mereka
memusnahkan
rumah-rumah
mereka
dengan
tangan
mereka
sendiri
dan
tangan
orang-orang
yang
beriman.
Maka
ambillah
(kejadian
itu)
untuk
menjadi
pelajaran,
hai
orang-orang
yang
mempunyai
pandangan.
وَلَوْلَآ
أَن
كَتَبَ
ٱللَّهُ
عَلَيْهِمُ
ٱلْجَلَآءَ
لَعَذَّبَهُمْ
فِى
ٱلدُّنْيَا
ۖ
وَلَهُمْ
فِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
عَذَابُ
ٱلنَّارِ
3
walawlaā
aan
kataba
alllahu
‘alayhimu
aljalaā'a
la‘adzdzabahum
fiā
alddunyaā
walahum
fiā
alaākhirahi
‘adzaābu
alnnaāri
Dan
jikalau
tidaklah
karena
Allah
telah
menetapkan
pengusiran
terhadap
mereka,
benar-benar
Allah
mengazab
mereka
di
dunia.
Dan
bagi
mereka
di
akhirat
azab
neraka.
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
شَآقُّوا۟
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
ۖ
وَمَن
يُشَآقِّ
ٱللَّهَ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
شَدِيدُ
ٱلْعِقَابِ
4
dzaālika
biaannahum
syaāqquwā
alllaha
warasuwlahuū
waman
yusyaāqqi
alllaha
faiinna
alllaha
syadiydu
al‘iqaābi
Yang
demikian
itu
adalah
karena
sesungguhnya
mereka
menentang
Allah
dan
rasul-Nya.
Barang
siapa
menentang
Allah,
maka
sesungguhnya
Allah
sangat
keras
hukuman-Nya.
مَا
قَطَعْتُم
مِّن
لِّينَةٍ
أَوْ
تَرَكْتُمُوهَا
قَآئِمَةً
عَلَىٰٓ
أُصُولِهَا
فَبِإِذْنِ
ٱللَّهِ
وَلِيُخْزِىَ
ٱلْفَـٰسِقِينَ
5
maā
qaṭa‘tum
mmin
lliynahin
aaw
taraktumuwhaā
qaāi'imahan
‘alaāā
auṣuwlihaā
fabiiidzni
alllahi
waliyukhziāa
alfaāsiqiyna
Apa
saja
yang
kamu
tebang
dari
pohon
kurma
(milik
orang-orang
kafir)
atau
yang
kamu
biarkan
(tumbuh)
berdiri
di
atas
pokoknya[1465],
maka
(semua
itu)
adalah
dengan
izin
Allah;
dan
karena
Dia
hendak
memberikan
kehinaan
kepada
orang-orang
fasik.
وَمَآ
أَفَآءَ
ٱللَّهُ
عَلَىٰ
رَسُولِهِۦ
مِنْهُمْ
فَمَآ
أَوْجَفْتُمْ
عَلَيْهِ
مِنْ
خَيْلٍ
وَلَا
رِكَابٍ
وَلَـٰكِنَّ
ٱللَّهَ
يُسَلِّطُ
رُسُلَهُۥ
عَلَىٰ
مَن
يَشَآءُ
ۚ
وَٱللَّهُ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
6
wamaā
aafaā'a
alllahu
‘alaāā
rasuwlihiī
minhum
famaā
aawjaftum
‘alayhi
min
khaylin
walaā
rikaābin
walaākinna
alllaha
yusalliṭu
rusulahuū
‘alaāā
man
yasyaā'u
waalllahu
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Dan
apa
saja
harta
rampasan
(fay`)[1466]
yang
diberikan
Allah
kepada
rasul-Nya
(dari
harta
benda)
mereka,
maka
untuk
mendapatkan
itu
kamu
tidak
mengerahkan
seekor
kuda
pun
dan
(tidak
pula)
seekor
unta
pun,
tetapi
Allah
yang
memberikan
kekuasaan
kepada
rasul-Nya
terhadap
siapa
yang
dikehendaki-Nya.
Dan
Allah
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
مَّآ
أَفَآءَ
ٱللَّهُ
عَلَىٰ
رَسُولِهِۦ
مِنْ
أَهْلِ
ٱلْقُرَىٰ
فَلِلَّهِ
وَلِلرَّسُولِ
وَلِذِى
ٱلْقُرْبَىٰ
وَٱلْيَتَـٰمَىٰ
وَٱلْمَسَـٰكِينِ
وَٱبْنِ
ٱلسَّبِيلِ
كَىْ
لَا
يَكُونَ
دُولَةًۢ
بَيْنَ
ٱلْأَغْنِيَآءِ
مِنكُمْ
ۚ
وَمَآ
ءَاتَىٰكُمُ
ٱلرَّسُولُ
فَخُذُوهُ
وَمَا
نَهَىٰكُمْ
عَنْهُ
فَٱنتَهُوا۟
ۚ
وَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
ۖ
إِنَّ
ٱللَّهَ
شَدِيدُ
ٱلْعِقَابِ
7
mmaā
aafaā'a
alllahu
‘alaāā
rasuwlihiī
min
aahli
alquraāā
falillahi
walilrrasuwli
walidziā
alqurbaāā
waalyataāmaāā
waalmasaākiyni
waabni
alssabiyli
kaā
laā
yakuwna
duwlahan
bayna
alaaghniyaā'i
minkum
wamaā
'aātaāākumu
alrrasuwlu
fakhudzuwhu
wamaā
nahaāākum
‘anhu
faantahuwā
waattaquwā
alllaha
iinna
alllaha
syadiydu
al‘iqaābi
Apa
saja
harta
rampasan
(fay`)
yang
diberikan
Allah
kepada
rasul-Nya
(dari
harta
benda)
yang
berasal
dari
penduduk
kota-kota
maka
adalah
untuk
Allah,
rasul,
kerabat
rasul,
anak-anak
yatim,
orang-orang
miskin,
dan
orang-orang
yang
dalam
perjalanan,
supaya
harta
itu
jangan
hanya
beredar
di
antara
orang-orang
kaya
saja
di
antara
kamu.
Apa
yang
diberikan
rasul
kepadamu
maka
terimalah
dia.
Dan
apa
yang
dilarangnya
bagimu,
maka
tinggalkanlah;
dan
bertakwalah
kepada
Allah.
Sesungguhnya
Allah
sangat
keras
hukuman-Nya.
لِلْفُقَرَآءِ
ٱلْمُهَـٰجِرِينَ
ٱلَّذِينَ
أُخْرِجُوا۟
مِن
دِيَـٰرِهِمْ
وَأَمْوَٰلِهِمْ
يَبْتَغُونَ
فَضْلًا
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَرِضْوَٰنًا
وَيَنصُرُونَ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥٓ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلصَّـٰدِقُونَ
8
lilfuqaraā'i
almuhaājiriyna
alladziyna
aukhrijuwā
min
diyaārihim
waaamwaālihim
yabtaghuwna
faḍlanā
mmina
alllahi
wariḍwaānanā
wayanṣuruwna
alllaha
warasuwlahuū
auwlaāi'ika
humu
alṣṣaādiquwna
(Juga)
bagi
para
fukara
yang
berhijrah[1467]
yang
diusir
dari
kampung
halaman
dan
dari
harta
benda
mereka
(karena)
mencari
karunia
dari
Allah
dan
keridaan-Nya
dan
mereka
menolong
Allah
dan
rasul-Nya.
Mereka
itulah
orang-orang
yang
benar.
وَٱلَّذِينَ
تَبَوَّءُو
ٱلدَّارَ
وَٱلْإِيمَـٰنَ
مِن
قَبْلِهِمْ
يُحِبُّونَ
مَنْ
هَاجَرَ
إِلَيْهِمْ
وَلَا
يَجِدُونَ
فِى
صُدُورِهِمْ
حَاجَةً
مِّمَّآ
أُوتُوا۟
وَيُؤْثِرُونَ
عَلَىٰٓ
أَنفُسِهِمْ
وَلَوْ
كَانَ
بِهِمْ
خَصَاصَةٌ
ۚ
وَمَن
يُوقَ
شُحَّ
نَفْسِهِۦ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْمُفْلِحُونَ
9
waalladziyna
tabawwa'uw
alddaāra
waaliiymaāna
min
qablihim
yuḥibbuwna
man
haājara
iilayhim
walaā
yajiduwna
fiā
ṣuduwrihim
ḥaājahan
mmimmaā
auwtuwā
wayuu'tsiruwna
‘alaāā
aanfusihim
walaw
kaāna
bihim
khaṣaāṣahun
waman
yuwqa
syuḥḥa
nafsihiī
faauwlaāi'ika
humu
almufliḥuwna
Dan
orang-orang
yang
telah
menempati
kota
Madinah
dan
telah
beriman
(Ansar)
sebelum
(kedatangan)
mereka
(Muhajirin),
mereka
mencintai
orang
yang
berhijrah
kepada
mereka.
Dan
mereka
tiada
menaruh
keinginan
dalam
hati
mereka
terhadap
apa-apa
yang
diberikan
kepada
mereka
(orang
Muhajirin);
dan
mereka
mengutamakan
(orang-orang
Muhajirin),
atas
diri
mereka
sendiri,
sekalipun
mereka
memerlukan
(apa
yang
mereka
berikan
ini).
Dan
siapa
yang
dipelihara
dari
kekikiran
dirinya,
mereka
itulah
orang
orang
yang
beruntung
وَٱلَّذِينَ
جَآءُو
مِنۢ
بَعْدِهِمْ
يَقُولُونَ
رَبَّنَا
ٱغْفِرْ
لَنَا
وَلِإِخْوَٰنِنَا
ٱلَّذِينَ
سَبَقُونَا
بِٱلْإِيمَـٰنِ
وَلَا
تَجْعَلْ
فِى
قُلُوبِنَا
غِلًّا
لِّلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
رَبَّنَآ
إِنَّكَ
رَءُوفٌ
رَّحِيمٌ
10
waalladziyna
jaā'uw
min
ba‘dihim
yaquwluwna
rabbanaā
aghfir
lanaā
waliiikhwaāninaā
alladziyna
sabaquwnaā
bialiiymaāni
walaā
taj‘al
fiā
quluwbinaā
ghillanā
llilladziyna
'aāmanuwā
rabbanaā
iinnaka
ra'uwfun
rraḥiymun
Dan
orang-orang
yang
datang
sesudah
mereka
(Muhajirin
dan
Ansar),
mereka
berdoa,
"Ya
Tuhan
kami,
beri
ampunlah
kami
dan
saudara-saudara
kami
yang
telah
beriman
lebih
dulu
dari
kami,
dan
janganlah
Engkau
membiarkan
kedengkian
dalam
hati
kami
terhadap
orang-orang
yang
beriman;
Ya
Tuhan
kami,
sesungguhnya
Engkau
Maha
Penyantun
lagi
Maha
Penyayang".
۞
أَلَمْ
تَرَ
إِلَى
ٱلَّذِينَ
نَافَقُوا۟
يَقُولُونَ
لِإِخْوَٰنِهِمُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
مِنْ
أَهْلِ
ٱلْكِتَـٰبِ
لَئِنْ
أُخْرِجْتُمْ
لَنَخْرُجَنَّ
مَعَكُمْ
وَلَا
نُطِيعُ
فِيكُمْ
أَحَدًا
أَبَدًا
وَإِن
قُوتِلْتُمْ
لَنَنصُرَنَّكُمْ
وَٱللَّهُ
يَشْهَدُ
إِنَّهُمْ
لَكَـٰذِبُونَ
11
aalam
tara
iilaā
alladziyna
naāfaquwā
yaquwluwna
liiikhwaānihimu
alladziyna
kafaruwā
min
aahli
alkitaābi
lai'in
aukhrijtum
lanakhrujanna
ma‘akum
walaā
nuṭiy‘u
fiykum
aaḥadanā
aabadanā
waiin
quwtiltum
lananṣurannakum
waalllahu
yasyhadu
iinnahum
lakaādzibuwna
Apakah
kamu
tidak
memperhatikan
orang-orang
yang
munafik
yang
berkata
kepada
saudara-saudara
mereka
yang
kafir[1468]
di
antara
ahli
kitab,
"Sesungguhnya
jika
kamu
diusir,
niscaya
kami
pun
akan
keluar
bersamamu;
dan
kami
selama-lamanya
tidak
akan
patuh
kepada
siapa
pun
untuk
(menyusahkan)
kamu,
dan
jika
kamu
diperangi
pasti
kami
akan
membantu
kamu".
Dan
Allah
menyaksikan
bahwa
sesungguhnya
mereka
benar-benar
pendusta.
لَئِنْ
أُخْرِجُوا۟
لَا
يَخْرُجُونَ
مَعَهُمْ
وَلَئِن
قُوتِلُوا۟
لَا
يَنصُرُونَهُمْ
وَلَئِن
نَّصَرُوهُمْ
لَيُوَلُّنَّ
ٱلْأَدْبَـٰرَ
ثُمَّ
لَا
يُنصَرُونَ
12
lai'in
aukhrijuwā
laā
yakhrujuwna
ma‘ahum
walai'in
quwtiluwā
laā
yanṣuruwnahum
walai'in
nnaṣaruwhum
layuwallunna
alaadbaāra
tsumma
laā
yunṣaruwna
Sesungguhnya
jika
mereka
diusir,
orang-orang
munafik
itu
tiada
akan
keluar
bersama
mereka;
dan
sesungguhnya
jika
mereka
diperangi,
niscaya
mereka
tiada
akan
menolongnya;
sesungguhnya
jika
mereka
menolongnya,
niscaya
mereka
akan
berpaling
lari
ke
belakang,
kemudian
mereka
tidak
akan
mendapat
pertolongan.
لَأَنتُمْ
أَشَدُّ
رَهْبَةً
فِى
صُدُورِهِم
مِّنَ
ٱللَّهِ
ۚ
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
قَوْمٌ
لَّا
يَفْقَهُونَ
13
laaantum
aasyaddu
rahbahan
fiā
ṣuduwrihim
mmina
alllahi
dzaālika
biaannahum
qawmun
llaā
yafqahuwna
Sesungguhnya
kamu,
dalam
hati
mereka
lebih
ditakuti
daripada
Allah.
Yang
demikian
itu
karena
mereka
adalah
kaum
yang
tiada
mengerti.
لَا
يُقَـٰتِلُونَكُمْ
جَمِيعًا
إِلَّا
فِى
قُرًى
مُّحَصَّنَةٍ
أَوْ
مِن
وَرَآءِ
جُدُرٍۭ
ۚ
بَأْسُهُم
بَيْنَهُمْ
شَدِيدٌ
ۚ
تَحْسَبُهُمْ
جَمِيعًا
وَقُلُوبُهُمْ
شَتَّىٰ
ۚ
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
قَوْمٌ
لَّا
يَعْقِلُونَ
14
laā
yuqaātiluwnakum
jamiy‘anā
iillaā
fiā
quranā
mmuḥaṣṣanahin
aaw
min
waraā'i
judurin
baasuhum
baynahum
syadiydun
taḥsabuhum
jamiy‘anā
waquluwbuhum
syattaāā
dzaālika
biaannahum
qawmun
llaā
ya‘qiluwna
Mereka
tiada
akan
memerangi
kamu
dalam
keadaan
bersatu
padu,
kecuali
dalam
kampung-kampung
yang
berbenteng
atau
di
balik
tembok.
Permusuhan
antara
sesama
mereka
adalah
sangat
hebat.
Kamu
kira
mereka
itu
bersatu
sedang
hati
mereka
berpecah
belah.
Yang
demikian
itu
karena
sesungguhnya
mereka
adalah
kaum
yang
tiada
mengerti.
كَمَثَلِ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
قَرِيبًا
ۖ
ذَاقُوا۟
وَبَالَ
أَمْرِهِمْ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
15
kamatsali
alladziyna
min
qablihim
qariybanā
dzaāquwā
wabaāla
aamrihim
walahum
‘adzaābun
aaliymun
(Mereka
adalah)
seperti
orang-orang
Yahudi
yang
belum
lama
sebelum
mereka[1469]
telah
merasai
akibat
buruk
dari
perbuatan
mereka[1470]
dan
bagi
mereka
azab
yang
pedih.
كَمَثَلِ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
إِذْ
قَالَ
لِلْإِنسَـٰنِ
ٱكْفُرْ
فَلَمَّا
كَفَرَ
قَالَ
إِنِّى
بَرِىٓءٌ
مِّنكَ
إِنِّىٓ
أَخَافُ
ٱللَّهَ
رَبَّ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
16
kamatsali
alsysyayṭaāni
iidz
qaāla
liliinsaāni
akfur
falammaā
kafara
qaāla
iinniā
bariā'un
mminka
iinniā
aakhaāfu
alllaha
rabba
al‘aālamiyna
(Bujukan
orang-orang
munafik
itu
adalah)
seperti
(bujukan)
setan
ketika
dia
berkata
kepada
manusia,
"Kafirlah
kamu",
maka
tatkala
manusia
itu
telah
kafir,
ia
berkata,
"Sesungguhnya
aku
berlepas
diri
dari
kamu
karena
sesungguhnya
aku
takut
kepada
Allah,
Tuhan
semesta
Alam".
فَكَانَ
عَـٰقِبَتَهُمَآ
أَنَّهُمَا
فِى
ٱلنَّارِ
خَـٰلِدَيْنِ
فِيهَا
ۚ
وَذَٰلِكَ
جَزَٰٓؤُا۟
ٱلظَّـٰلِمِينَ
17
fakaāna
‘aāqibatahumaā
aannahumaā
fiā
alnnaāri
khaālidayni
fiyhaā
wadzaālika
jazaāu'uā
alẓẓaālimiyna
Maka
adalah
kesudahan
keduanya
bahwa
sesungguhnya
keduanya
(masuk)
ke
dalam
neraka,
mereka
kekal
di
dalamnya.
Demikianlah
balasan
orang-orang
yang
zalim.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
وَلْتَنظُرْ
نَفْسٌ
مَّا
قَدَّمَتْ
لِغَدٍ
ۖ
وَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
خَبِيرٌۢ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
18
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
attaquwā
alllaha
waltanẓur
nafsun
mmaā
qaddamat
lighadin
waattaquwā
alllaha
iinna
alllaha
khabiyrun
bimaā
ta‘maluwna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
bertakwalah
kepada
Allah
dan
hendaklah
setiap
diri
memperhatikan
apa
yang
telah
diperbuatnya
untuk
hari
esok
(akhirat),
dan
bertakwalah
kepada
Allah,
sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
وَلَا
تَكُونُوا۟
كَٱلَّذِينَ
نَسُوا۟
ٱللَّهَ
فَأَنسَىٰهُمْ
أَنفُسَهُمْ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْفَـٰسِقُونَ
19
walaā
takuwnuwā
kaalladziyna
nasuwā
alllaha
faaansaāāhum
aanfusahum
auwlaāi'ika
humu
alfaāsiquwna
Dan
janganlah
kamu
seperti
orang-orang
yang
lupa
kepada
Allah,
lalu
Allah
menjadikan
mereka
lupa
kepada
mereka
sendiri.
Mereka
itulah
orang-orang
yang
fasik.
لَا
يَسْتَوِىٓ
أَصْحَـٰبُ
ٱلنَّارِ
وَأَصْحَـٰبُ
ٱلْجَنَّةِ
ۚ
أَصْحَـٰبُ
ٱلْجَنَّةِ
هُمُ
ٱلْفَآئِزُونَ
20
laā
yastawiā
aaṣḥaābu
alnnaāri
waaaṣḥaābu
aljannahi
aaṣḥaābu
aljannahi
humu
alfaāi'izuwna
Tidaklah
sama
penghuni-penghuni
neraka
dengan
penghuni-penghuni
surga;
penghuni-penghuni
surga
itulah
orang-orang
yang
beruntung.
لَوْ
أَنزَلْنَا
هَـٰذَا
ٱلْقُرْءَانَ
عَلَىٰ
جَبَلٍ
لَّرَأَيْتَهُۥ
خَـٰشِعًا
مُّتَصَدِّعًا
مِّنْ
خَشْيَةِ
ٱللَّهِ
ۚ
وَتِلْكَ
ٱلْأَمْثَـٰلُ
نَضْرِبُهَا
لِلنَّاسِ
لَعَلَّهُمْ
يَتَفَكَّرُونَ
21
law
aanzalnaā
haādzaā
alqur'aāna
‘alaāā
jabalin
llaraaaytahuū
khaāsyi‘anā
mmutaṣaddi‘anā
mmin
khasyyahi
alllahi
watilka
alaamtsaālu
naḍribuhaā
lilnnaāsi
la‘allahum
yatafakkaruwna
Kalau
sekiranya
Kami
menurunkan
Al-Qur`ān
ini
kepada
sebuah
gunung,
pasti
kamu
akan
melihatnya
tunduk
terpecah
belah
disebabkan
ketakutannya
kepada
Allah.
Dan
perumpamaan-perumpamaan
itu
Kami
buat
untuk
manusia
supaya
mereka
berpikir.
هُوَ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ۖ
عَـٰلِمُ
ٱلْغَيْبِ
وَٱلشَّهَـٰدَةِ
ۖ
هُوَ
ٱلرَّحْمَـٰنُ
ٱلرَّحِيمُ
22
huwa
alllahu
alladziā
laā
iilaāha
iillaā
huwa
‘aālimu
alghaybi
waalsysyahaādahi
huwa
alrraḥmaānu
alrraḥiymu
Dia-lah
Allah
Yang
tiada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
selain
Dia,
Yang
Mengetahui
yang
gaib
dan
yang
nyata,
Dia-lah
Yang
Maha
Pemurah
lagi
Maha
Penyayang.
هُوَ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ٱلْمَلِكُ
ٱلْقُدُّوسُ
ٱلسَّلَـٰمُ
ٱلْمُؤْمِنُ
ٱلْمُهَيْمِنُ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْجَبَّارُ
ٱلْمُتَكَبِّرُ
ۚ
سُبْحَـٰنَ
ٱللَّهِ
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
23
huwa
alllahu
alladziā
laā
iilaāha
iillaā
huwa
almaliku
alqudduwsu
alssalaāmu
almuu'minu
almuhayminu
al‘aziyzu
aljabbaāru
almutakabbiru
subḥaāna
alllahi
‘ammaā
yusyrikuwna
Dia-lah
Allah
Yang
tiada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
selain
Dia,
Raja,
Yang
Maha
Suci,
Yang
Maha
Sejahtera,
Yang
Mengaruniakan
Keamanan,
Yang
Maha
Memelihara,
Yang
Maha
Perkasa,
Yang
Maha
Kuasa,
Yang
Memiliki
Segala
Keagungan,
Maha
Suci
Allah
dari
apa
yang
mereka
persekutukan.
هُوَ
ٱللَّهُ
ٱلْخَـٰلِقُ
ٱلْبَارِئُ
ٱلْمُصَوِّرُ
ۖ
لَهُ
ٱلْأَسْمَآءُ
ٱلْحُسْنَىٰ
ۚ
يُسَبِّحُ
لَهُۥ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۖ
وَهُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
24
huwa
alllahu
alkhaāliqu
albaārii'u
almuṣawwiru
lahu
alaasmaā'u
alḥusnaāā
yusabbiḥu
lahuū
maā
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
wahuwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Dia-lah
Allah
Yang
Menciptakan,
Yang
Mengadakan,
Yang
Membentuk
Rupa,
Yang
Mempunyai
nama-nama
yang
paling
baik.
Bertasbih
kepada-Nya
apa
yang
di
langit
dan
di
bumi.
Dan
Dia-lah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.