← Daftar Surah
58. Al-Mujadilah
المجادلة · Gugatan · 22 ayat · Madinah
قَدْ
سَمِعَ
ٱللَّهُ
قَوْلَ
ٱلَّتِى
تُجَـٰدِلُكَ
فِى
زَوْجِهَا
وَتَشْتَكِىٓ
إِلَى
ٱللَّهِ
وَٱللَّهُ
يَسْمَعُ
تَحَاوُرَكُمَآ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
سَمِيعٌۢ
بَصِيرٌ
1
qad
sami‘a
alllahu
qawla
allatiā
tujaādiluka
fiā
zawjihaā
watasytakiā
iilaā
alllahi
waalllahu
yasma‘u
taḥaāwurakumaā
iinna
alllaha
samiy‘un
baṣiyrun
Sesungguhnya
Allah
telah
mendengar
perkataan
wanita
yang
memajukan
gugatan
kepada
kamu
tentang
suaminya,
dan
mengadukan
(halnya)
kepada
Allah.
Dan
Allah
mendengar
soal
jawab
antara
kamu
berdua.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Melihat[1462].
ٱلَّذِينَ
يُظَـٰهِرُونَ
مِنكُم
مِّن
نِّسَآئِهِم
مَّا
هُنَّ
أُمَّهَـٰتِهِمْ
ۖ
إِنْ
أُمَّهَـٰتُهُمْ
إِلَّا
ٱلَّـٰٓـِٔى
وَلَدْنَهُمْ
ۚ
وَإِنَّهُمْ
لَيَقُولُونَ
مُنكَرًا
مِّنَ
ٱلْقَوْلِ
وَزُورًا
ۚ
وَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَعَفُوٌّ
غَفُورٌ
2
alladziyna
yuẓaāhiruwna
minkum
mmin
nnisaāi'ihim
mmaā
hunna
aummahaātihim
iin
aummahaātuhum
iillaā
allaāiā
waladnahum
waiinnahum
layaquwluwna
munkaranā
mmina
alqawli
wazuwranā
waiinna
alllaha
la‘afuwwun
ghafuwrun
Orang-orang
yang
men-ẓihār
istrinya
di
antara
kamu,
(menganggap
istrinya
sebagai
ibunya,
padahal)
tiadalah
istri
mereka
itu
ibu
mereka.
Ibu-ibu
mereka
tidak
lain
hanyalah
wanita
yang
melahirkan
mereka.
Dan
sesungguhnya
mereka
sungguh-sungguh
mengucapkan
suatu
perkataan
yang
mungkar
dan
dusta.
Dan
sesungguhnya
Allah
Maha
Pemaaf
lagi
Maha
Pengampun.
وَٱلَّذِينَ
يُظَـٰهِرُونَ
مِن
نِّسَآئِهِمْ
ثُمَّ
يَعُودُونَ
لِمَا
قَالُوا۟
فَتَحْرِيرُ
رَقَبَةٍ
مِّن
قَبْلِ
أَن
يَتَمَآسَّا
ۚ
ذَٰلِكُمْ
تُوعَظُونَ
بِهِۦ
ۚ
وَٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
خَبِيرٌ
3
waalladziyna
yuẓaāhiruwna
min
nnisaāi'ihim
tsumma
ya‘uwduwna
limaā
qaāluwā
fataḥriyru
raqabahin
mmin
qabli
aan
yatamaāssaā
dzaālikum
tuw‘aẓuwna
bihiī
waalllahu
bimaā
ta‘maluwna
khabiyrun
Orang-orang
yang
men-ẓihār
istri
mereka,
kemudian
mereka
hendak
menarik
kembali
apa
yang
mereka
ucapkan,
maka
(wajib
atasnya)
memerdekakan
seorang
budak
sebelum
kedua
suami
istri
itu
bercampur.
Demikianlah
yang
diajarkan
kepada
kamu,
dan
Allah
Maha
Mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
فَمَن
لَّمْ
يَجِدْ
فَصِيَامُ
شَهْرَيْنِ
مُتَتَابِعَيْنِ
مِن
قَبْلِ
أَن
يَتَمَآسَّا
ۖ
فَمَن
لَّمْ
يَسْتَطِعْ
فَإِطْعَامُ
سِتِّينَ
مِسْكِينًا
ۚ
ذَٰلِكَ
لِتُؤْمِنُوا۟
بِٱللَّهِ
وَرَسُولِهِۦ
ۚ
وَتِلْكَ
حُدُودُ
ٱللَّهِ
ۗ
وَلِلْكَـٰفِرِينَ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
4
faman
llam
yajid
faṣiyaāmu
syahrayni
mutataābi‘ayni
min
qabli
aan
yatamaāssaā
faman
llam
yastaṭi‘
faiiṭ‘aāmu
sittiyna
miskiynanā
dzaālika
lituu'minuwā
bialllahi
warasuwlihiī
watilka
ḥuduwdu
alllahi
walilkaāfiriyna
‘adzaābun
aaliymun
Barang
siapa
yang
tidak
mendapatkan
(budak),
maka
(wajib
atasnya)
berpuasa
dua
bulan
berturut-turut
sebelum
keduanya
bercampur.
Maka
siapa
yang
tidak
kuasa
(wajiblah
atasnya)
memberi
makan
enam
puluh
orang
miskin.
Demikianlah
supaya
kamu
beriman
kepada
Allah
dan
rasul-Nya.
Dan
itulah
hukum-hukum
Allah,
dan
bagi
orang-orang
kafir
ada
siksaan
yang
sangat
pedih.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يُحَآدُّونَ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
كُبِتُوا۟
كَمَا
كُبِتَ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
ۚ
وَقَدْ
أَنزَلْنَآ
ءَايَـٰتٍۭ
بَيِّنَـٰتٍ
ۚ
وَلِلْكَـٰفِرِينَ
عَذَابٌ
مُّهِينٌ
5
iinna
alladziyna
yuḥaādduwna
alllaha
warasuwlahuū
kubituwā
kamaā
kubita
alladziyna
min
qablihim
waqad
aanzalnaā
'aāyaātin
bayyinaātin
walilkaāfiriyna
‘adzaābun
mmuhiynun
Sesungguhnya
orang-orang
yang
yang
menentang
Allah
dan
rasul-Nya
pasti
mendapat
kehinaan
sebagaimana
orang-orang
yang
sebelum
mereka
telah
mendapat
kehinaan.
Sesungguhnya
Kami
telah
menurunkan
bukti-bukti
nyata.
Dan
bagi
orang-orang
kafir
ada
siksa
yang
menghinakan.
يَوْمَ
يَبْعَثُهُمُ
ٱللَّهُ
جَمِيعًا
فَيُنَبِّئُهُم
بِمَا
عَمِلُوٓا۟
ۚ
أَحْصَىٰهُ
ٱللَّهُ
وَنَسُوهُ
ۚ
وَٱللَّهُ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
شَهِيدٌ
6
yawma
yab‘atsuhumu
alllahu
jamiy‘anā
fayunabbii'uhum
bimaā
‘amiluwā
aaḥṣaāāhu
alllahu
wanasuwhu
waalllahu
‘alaāā
kulli
syaā'in
syahiydun
Pada
hari
ketika
mereka
dibangkitkan
Allah
semuanya,
lalu
diberitakan-Nya
kepada
mereka
apa
yang
telah
mereka
kerjakan.
Allah
mengumpulkan
(mencatat)
amal
perbuatan
itu,
padahal
mereka
telah
melupakannya.
Dan
Allah
Maha
Menyaksikan
segala
sesuatu.
أَلَمْ
تَرَ
أَنَّ
ٱللَّهَ
يَعْلَمُ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۖ
مَا
يَكُونُ
مِن
نَّجْوَىٰ
ثَلَـٰثَةٍ
إِلَّا
هُوَ
رَابِعُهُمْ
وَلَا
خَمْسَةٍ
إِلَّا
هُوَ
سَادِسُهُمْ
وَلَآ
أَدْنَىٰ
مِن
ذَٰلِكَ
وَلَآ
أَكْثَرَ
إِلَّا
هُوَ
مَعَهُمْ
أَيْنَ
مَا
كَانُوا۟
ۖ
ثُمَّ
يُنَبِّئُهُم
بِمَا
عَمِلُوا۟
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
بِكُلِّ
شَىْءٍ
عَلِيمٌ
7
aalam
tara
aanna
alllaha
ya‘lamu
maā
fiā
alssamaāwaāti
wamaā
fiā
alaarḍi
maā
yakuwnu
min
nnajwaāā
tsalaātsahin
iillaā
huwa
raābi‘uhum
walaā
khamsahin
iillaā
huwa
saādisuhum
walaā
aadnaāā
min
dzaālika
walaā
aaktsara
iillaā
huwa
ma‘ahum
aayna
maā
kaānuwā
tsumma
yunabbii'uhum
bimaā
‘amiluwā
yawma
alqiyaāmahi
iinna
alllaha
bikulli
syaā'in
‘aliymun
Tidakkah
kamu
perhatikan,
bahwa
sesungguhnya
Allah
mengetahui
apa
yang
ada
di
langit
dan
apa
yang
ada
di
bumi?
Tiada
pembicaraan
rahasia
antara
tiga
orang,
melainkan
Dia-lah
yang
keempatnya.
Dan
tiada
(pembicaraan
antara)
lima
orang,
melainkan
Dia-lah
yang
keenamnya.
Dan
tiada
(pula)
pembicaraan
antara
(jumlah)
yang
kurang
dari
itu
atau
lebih
banyak,
melainkan
Dia
berada
bersama
mereka
di
mana
pun
mereka
berada.
Kemudian
Dia
akan
memberitakan
kepada
mereka
pada
hari
kiamat
apa
yang
telah
mereka
kerjakan.
Sesungguhnya
Allah
Maha
mengetahui
segala
sesuatu.
أَلَمْ
تَرَ
إِلَى
ٱلَّذِينَ
نُهُوا۟
عَنِ
ٱلنَّجْوَىٰ
ثُمَّ
يَعُودُونَ
لِمَا
نُهُوا۟
عَنْهُ
وَيَتَنَـٰجَوْنَ
بِٱلْإِثْمِ
وَٱلْعُدْوَٰنِ
وَمَعْصِيَتِ
ٱلرَّسُولِ
وَإِذَا
جَآءُوكَ
حَيَّوْكَ
بِمَا
لَمْ
يُحَيِّكَ
بِهِ
ٱللَّهُ
وَيَقُولُونَ
فِىٓ
أَنفُسِهِمْ
لَوْلَا
يُعَذِّبُنَا
ٱللَّهُ
بِمَا
نَقُولُ
ۚ
حَسْبُهُمْ
جَهَنَّمُ
يَصْلَوْنَهَا
ۖ
فَبِئْسَ
ٱلْمَصِيرُ
8
aalam
tara
iilaā
alladziyna
nuhuwā
‘ani
alnnajwaāā
tsumma
ya‘uwduwna
limaā
nuhuwā
‘anhu
wayatanaājawna
bialiitsmi
waal‘udwaāni
wama‘ṣiyati
alrrasuwli
waiidzaā
jaā'uwka
ḥayyawka
bimaā
lam
yuḥayyika
bihi
alllahu
wayaquwluwna
fiā
aanfusihim
lawlaā
yu‘adzdzibunaā
alllahu
bimaā
naquwlu
ḥasbuhum
jahannamu
yaṣlawnahaā
fabii'sa
almaṣiyru
Apakah
tiada
kamu
perhatikan,
orang-orang
yang
telah
dilarang
mengadakan
pembicaraan
rahasia,
kemudian
mereka
kembali
(mengerjakan)
larangan
itu
dan
mereka
mengadakan
pembicaraan
rahasia
untuk
berbuat
dosa,
permusuhan,
dan
durhaka
kepada
rasul.
Dan
apabila
mereka
datang
kepadamu,
mereka
mengucapkan
salam
kepadamu
dengan
memberi
salam
yang
bukan
sebagai
yang
ditentukan
Allah
untukmu.
Dan
mereka
mengatakan
kepada
diri
mereka
sendiri,
"Mengapa
Allah
tidak
menyiksa
kita
disebabkan
apa
yang
kita
katakan
itu?"
Cukuplah
bagi
mereka
Jahanam
yang
akan
mereka
masuki.
Dan
neraka
itu
adalah
seburuk-buruk
tempat
kembali.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِذَا
تَنَـٰجَيْتُمْ
فَلَا
تَتَنَـٰجَوْا۟
بِٱلْإِثْمِ
وَٱلْعُدْوَٰنِ
وَمَعْصِيَتِ
ٱلرَّسُولِ
وَتَنَـٰجَوْا۟
بِٱلْبِرِّ
وَٱلتَّقْوَىٰ
ۖ
وَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
ٱلَّذِىٓ
إِلَيْهِ
تُحْشَرُونَ
9
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
iidzaā
tanaājaytum
falaā
tatanaājawā
bialiitsmi
waal‘udwaāni
wama‘ṣiyati
alrrasuwli
watanaājawā
bialbirri
waalttaqwaāā
waattaquwā
alllaha
alladziā
iilayhi
tuḥsyaruwna
Hai
orang-orang
beriman,
apabila
kamu
mengadakan
pembicaraan
rahasia,
janganlah
kamu
membicarakan
tentang
membuat
dosa,
permusuhan,
dan
durhaka
kepada
rasul.
Dan
bicarakanlah
tentang
membuat
kebajikan
dan
takwa.
Dan
bertakwalah
kepada
Allah
yang
kepada-Nya
kamu
akan
dikembalikan.
إِنَّمَا
ٱلنَّجْوَىٰ
مِنَ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
لِيَحْزُنَ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَلَيْسَ
بِضَآرِّهِمْ
شَيْـًٔا
إِلَّا
بِإِذْنِ
ٱللَّهِ
ۚ
وَعَلَى
ٱللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
10
iinnamaā
alnnajwaāā
mina
alsysyayṭaāni
liyaḥzuna
alladziyna
'aāmanuwā
walaysa
biḍaārrihim
syayanā
iillaā
biiidzni
alllahi
wa‘alaā
alllahi
falyatawakkali
almuu'minuwna
Sesungguhnya
pembicaraan
rahasia
itu
adalah
dari
setan,
supaya
orang-orang
yang
beriman
itu
berduka
cita,
sedang
pembicaraan
itu
tiadalah
memberi
mudarat
sedikit
pun
kepada
mereka,
kecuali
dengan
izin
Allah
dan
kepada
Allah-lah
hendaknya
orang-orang
yang
beriman
bertawakal.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِذَا
قِيلَ
لَكُمْ
تَفَسَّحُوا۟
فِى
ٱلْمَجَـٰلِسِ
فَٱفْسَحُوا۟
يَفْسَحِ
ٱللَّهُ
لَكُمْ
ۖ
وَإِذَا
قِيلَ
ٱنشُزُوا۟
فَٱنشُزُوا۟
يَرْفَعِ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مِنكُمْ
وَٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْعِلْمَ
دَرَجَـٰتٍ
ۚ
وَٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
خَبِيرٌ
11
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
iidzaā
qiyla
lakum
tafassaḥuwā
fiā
almajaālisi
faafsaḥuwā
yafsaḥi
alllahu
lakum
waiidzaā
qiyla
ansyuzuwā
faansyuzuwā
yarfa‘i
alllahu
alladziyna
'aāmanuwā
minkum
waalladziyna
auwtuwā
al‘ilma
darajaātin
waalllahu
bimaā
ta‘maluwna
khabiyrun
Hai
orang-orang
beriman,
apabila
dikatakan
kepadamu,
"Berlapang-lapanglah
dalam
majelis",
maka
lapangkanlah,
niscaya
Allah
akan
memberi
kelapangan
untukmu.
Dan
apabila
dikatakan,
"Berdirilah
kamu",
maka
berdirilah,
niscaya
Allah
akan
meninggikan
orang-orang
yang
beriman
di
antaramu
dan
orang-orang
yang
diberi
ilmu
pengetahuan
beberapa
derajat.
Dan
Allah
Maha
Mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِذَا
نَـٰجَيْتُمُ
ٱلرَّسُولَ
فَقَدِّمُوا۟
بَيْنَ
يَدَىْ
نَجْوَىٰكُمْ
صَدَقَةً
ۚ
ذَٰلِكَ
خَيْرٌ
لَّكُمْ
وَأَطْهَرُ
ۚ
فَإِن
لَّمْ
تَجِدُوا۟
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
12
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
iidzaā
naājaytumu
alrrasuwla
faqaddimuwā
bayna
yadaā
najwaāākum
ṣadaqahan
dzaālika
khayrun
llakum
waaaṭharu
faiin
llam
tajiduwā
faiinna
alllaha
ghafuwrun
rraḥiymun
Hai
orang-orang
beriman,
apabila
kamu
mengadakan
pembicaraan
khusus
dengan
rasul
hendaklah
kamu
mengeluarkan
sedekah
(kepada
orang
miskin)
sebelum
pembicaraan
itu.
Yang
demikian
itu
adalah
lebih
baik
bagimu
dan
lebih
bersih;
jika
kamu
tiada
memperoleh
(yang
akan
disedekahkan),
maka
sesungguhnya
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
ءَأَشْفَقْتُمْ
أَن
تُقَدِّمُوا۟
بَيْنَ
يَدَىْ
نَجْوَىٰكُمْ
صَدَقَـٰتٍ
ۚ
فَإِذْ
لَمْ
تَفْعَلُوا۟
وَتَابَ
ٱللَّهُ
عَلَيْكُمْ
فَأَقِيمُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
وَءَاتُوا۟
ٱلزَّكَوٰةَ
وَأَطِيعُوا۟
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
ۚ
وَٱللَّهُ
خَبِيرٌۢ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
13
'aaasyfaqtum
aan
tuqaddimuwā
bayna
yadaā
najwaāākum
ṣadaqaātin
faiidz
lam
taf‘aluwā
wataāba
alllahu
‘alaykum
faaaqiymuwā
alṣṣalawāha
wa'aātuwā
alzzakawāha
waaaṭiy‘uwā
alllaha
warasuwlahuū
waalllahu
khabiyrun
bimaā
ta‘maluwna
Apakah
kamu
takut
akan
(menjadi
miskin)
karena
kamu
memberikan
sedekah
sebelum
pembicaraan
dengan
rasul?
Maka
jika
kamu
tiada
memperbuatnya
dan
Allah
telah
memberi
tobat
kepadamu
maka
dirikanlah
salat,
tunaikanlah
zakat,
taatlah
kepada
Allah
dan
rasul-Nya;
dan
Allah
Maha
Mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
۞
أَلَمْ
تَرَ
إِلَى
ٱلَّذِينَ
تَوَلَّوْا۟
قَوْمًا
غَضِبَ
ٱللَّهُ
عَلَيْهِم
مَّا
هُم
مِّنكُمْ
وَلَا
مِنْهُمْ
وَيَحْلِفُونَ
عَلَى
ٱلْكَذِبِ
وَهُمْ
يَعْلَمُونَ
14
aalam
tara
iilaā
alladziyna
tawallawā
qawmanā
ghaḍiba
alllahu
‘alayhim
mmaā
hum
mminkum
walaā
minhum
wayaḥlifuwna
‘alaā
alkadzibi
wahum
ya‘lamuwna
Tidakkah
kamu
perhatikan
orang-orang
yang
menjadikan
suatu
kaum
yang
dimurkai
Allah
sebagai
teman?
Orang-orang
itu
bukan
dari
golongan
kamu
dan
bukan
(pula)
dari
golongan
mereka.
Dan
mereka
bersumpah
untuk
menguatkan
kebohongan,
sedang
mereka
mengetahui.
أَعَدَّ
ٱللَّهُ
لَهُمْ
عَذَابًا
شَدِيدًا
ۖ
إِنَّهُمْ
سَآءَ
مَا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
15
aa‘adda
alllahu
lahum
‘adzaābanā
syadiydanā
iinnahum
saā'a
maā
kaānuwā
ya‘maluwna
Allah
telah
menyediakan
bagi
mereka
azab
yang
sangat
keras,
sesungguhnya
amat
buruklah
apa
yang
telah
mereka
kerjakan.
ٱتَّخَذُوٓا۟
أَيْمَـٰنَهُمْ
جُنَّةً
فَصَدُّوا۟
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
فَلَهُمْ
عَذَابٌ
مُّهِينٌ
16
attakhadzuwā
aaymaānahum
junnahan
faṣadduwā
‘an
sabiyli
alllahi
falahum
‘adzaābun
mmuhiynun
Mereka
menjadikan
sumpah-sumpah
mereka
sebagai
perisai,
lalu
mereka
halangi
(manusia)
dari
jalan
Allah;
karena
itu
mereka
mendapat
azab
yang
menghinakan.
لَّن
تُغْنِىَ
عَنْهُمْ
أَمْوَٰلُهُمْ
وَلَآ
أَوْلَـٰدُهُم
مِّنَ
ٱللَّهِ
شَيْـًٔا
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
أَصْحَـٰبُ
ٱلنَّارِ
ۖ
هُمْ
فِيهَا
خَـٰلِدُونَ
17
llan
tughniāa
‘anhum
aamwaāluhum
walaā
aawlaāduhum
mmina
alllahi
syayanā
auwlaāi'ika
aaṣḥaābu
alnnaāri
hum
fiyhaā
khaāliduwna
Harta
benda
dan
anak-anak
mereka
tiada
berguna
sedikit
pun
(untuk
menolong)
mereka
dari
azab
Allah.
Mereka
itulah
penghuni
neraka,
mereka
kekal
di
dalamnya.
يَوْمَ
يَبْعَثُهُمُ
ٱللَّهُ
جَمِيعًا
فَيَحْلِفُونَ
لَهُۥ
كَمَا
يَحْلِفُونَ
لَكُمْ
ۖ
وَيَحْسَبُونَ
أَنَّهُمْ
عَلَىٰ
شَىْءٍ
ۚ
أَلَآ
إِنَّهُمْ
هُمُ
ٱلْكَـٰذِبُونَ
18
yawma
yab‘atsuhumu
alllahu
jamiy‘anā
fayaḥlifuwna
lahuū
kamaā
yaḥlifuwna
lakum
wayaḥsabuwna
aannahum
‘alaāā
syaā'in
aalaā
iinnahum
humu
alkaādzibuwna
(Ingatlah)
hari
(ketika)
mereka
semua
dibangkitkan
Allah,
lalu
mereka
bersumpah
kepada-Nya
(bahwa
mereka
bukan
musyrikin)
sebagaimana
mereka
bersumpah
kepadamu;
dan
mereka
menyangka
bahwa
sesungguhnya
mereka
akan
memperoleh
suatu
(manfaat).
Ketahuilah
bahwa
sesungguhnya
merekalah
orang-orang
pendusta.
ٱسْتَحْوَذَ
عَلَيْهِمُ
ٱلشَّيْطَـٰنُ
فَأَنسَىٰهُمْ
ذِكْرَ
ٱللَّهِ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
حِزْبُ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
ۚ
أَلَآ
إِنَّ
حِزْبَ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
هُمُ
ٱلْخَـٰسِرُونَ
19
astaḥwadza
‘alayhimu
alsysyayṭaānu
faaansaāāhum
dzikra
alllahi
auwlaāi'ika
ḥizbu
alsysyayṭaāni
aalaā
iinna
ḥizba
alsysyayṭaāni
humu
alkhaāsiruwna
Setan
telah
menguasai
mereka
lalu
menjadikan
mereka
lupa
mengingat
Allah;
mereka
itulah
golongan
setan.
Ketahuilah
bahwa
sesungguhnya
golongan
setan
itulah
golongan
yang
merugi.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يُحَآدُّونَ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥٓ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
فِى
ٱلْأَذَلِّينَ
20
iinna
alladziyna
yuḥaādduwna
alllaha
warasuwlahuū
auwlaāi'ika
fiā
alaadzalliyna
Sesungguhnya
orang-orang
yang
menentang
Allah
dan
rasul-Nya,
mereka
termasuk
orang-orang
yang
sangat
hina.
كَتَبَ
ٱللَّهُ
لَأَغْلِبَنَّ
أَنَا۠
وَرُسُلِىٓ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
قَوِىٌّ
عَزِيزٌ
21
kataba
alllahu
laaaghlibanna
aanaā
warusuliā
iinna
alllaha
qawiāāun
‘aziyzun
Allah
telah
menetapkan,
"Aku
dan
rasul-rasul-Ku
pasti
menang".
Sesungguhnya
Allah
Maha
Kuat
lagi
Maha
Perkasa.
لَّا
تَجِدُ
قَوْمًا
يُؤْمِنُونَ
بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ
يُوَآدُّونَ
مَنْ
حَآدَّ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
وَلَوْ
كَانُوٓا۟
ءَابَآءَهُمْ
أَوْ
أَبْنَآءَهُمْ
أَوْ
إِخْوَٰنَهُمْ
أَوْ
عَشِيرَتَهُمْ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
كَتَبَ
فِى
قُلُوبِهِمُ
ٱلْإِيمَـٰنَ
وَأَيَّدَهُم
بِرُوحٍ
مِّنْهُ
ۖ
وَيُدْخِلُهُمْ
جَنَّـٰتٍ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
ۚ
رَضِىَ
ٱللَّهُ
عَنْهُمْ
وَرَضُوا۟
عَنْهُ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
حِزْبُ
ٱللَّهِ
ۚ
أَلَآ
إِنَّ
حِزْبَ
ٱللَّهِ
هُمُ
ٱلْمُفْلِحُونَ
22
llaā
tajidu
qawmanā
yuu'minuwna
bialllahi
waalyawmi
alaākhiri
yuwaādduwna
man
ḥaādda
alllaha
warasuwlahuū
walaw
kaānuwā
'aābaā'ahum
aaw
aabnaā'ahum
aaw
iikhwaānahum
aaw
‘asyiyratahum
auwlaāi'ika
kataba
fiā
quluwbihimu
aliiymaāna
waaayyadahum
biruwḥin
mminhu
wayudkhiluhum
jannaātin
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
khaālidiyna
fiyhaā
raḍiāa
alllahu
‘anhum
waraḍuwā
‘anhu
auwlaāi'ika
ḥizbu
alllahi
aalaā
iinna
ḥizba
alllahi
humu
almufliḥuwna
Kamu
tak
akan
mendapati
kaum
yang
beriman
pada
Allah
dan
hari
akhirat,
saling
berkasih-sayang
dengan
orang-orang
yang
menentang
Allah
dan
rasul-Nya,
sekalipun
orang-orang
itu
bapak-bapak,
atau
anak-anak,
atau
saudara-saudara,
ataupun
keluarga
mereka.
Mereka
itulah
orang-orang
yang
telah
menanamkan
keimanan
dalam
hati
mereka
dan
menguatkan
mereka
dengan
pertolongan[1463]
yang
datang
daripada-Nya.
Dan
dimasukan-Nya
mereka
ke
dalam
surga
yang
mengalir
di
bawahnya
sungai-sungai,
mereka
kekal
di
dalamnya.
Allah
rida
terhadap
mereka
dan
mereka
pun
merasa
puas
terhadap
(limpahan
rahmat)-Nya.
Mereka
itulah
golongan
Allah.
Ketahuilah
bahwa
sesungguhnya
golongan
Allah
itulah
golongan
yang
beruntung.