سَبَّحَ
لِلَّهِ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۖ
وَهُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
1
sabbaḥa
lillahi
maā
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
wahuwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Semua
yang
berada
di
langit
dan
yang
berada
di
bumi
bertasbih
kepada
Allah
(menyatakan
kebesaran
Allah).
Dan
Dia-lah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
لَهُۥ
مُلْكُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۖ
يُحْىِۦ
وَيُمِيتُ
ۖ
وَهُوَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
2
lahuū
mulku
alssamaāwaāti
waalaarḍi
yuḥāiī
wayumiytu
wahuwa
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Kepunyaan-Nya-lah
kerajaan
langit
dan
bumi,
Dia
menghidupkan
dan
mematikan,
dan
Dia
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
هُوَ
ٱلْأَوَّلُ
وَٱلْـَٔاخِرُ
وَٱلظَّـٰهِرُ
وَٱلْبَاطِنُ
ۖ
وَهُوَ
بِكُلِّ
شَىْءٍ
عَلِيمٌ
3
huwa
alaawwalu
waalaākhiru
waalẓẓaāhiru
waalbaāṭinu
wahuwa
bikulli
syaā'in
‘aliymun
Dia-lah
Yang
Awal
dan
Yang
Akhir;
Yang
Zahir
dan
Yang
Batin[1453];
dan
Dia
Maha
Mengetahui
segala
sesuatu.
هُوَ
ٱلَّذِى
خَلَقَ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
فِى
سِتَّةِ
أَيَّامٍ
ثُمَّ
ٱسْتَوَىٰ
عَلَى
ٱلْعَرْشِ
ۚ
يَعْلَمُ
مَا
يَلِجُ
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَمَا
يَخْرُجُ
مِنْهَا
وَمَا
يَنزِلُ
مِنَ
ٱلسَّمَآءِ
وَمَا
يَعْرُجُ
فِيهَا
ۖ
وَهُوَ
مَعَكُمْ
أَيْنَ
مَا
كُنتُمْ
ۚ
وَٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
4
huwa
alladziā
khalaqa
alssamaāwaāti
waalaarḍa
fiā
sittahi
aayyaāmin
tsumma
astawaāā
‘alaā
al‘arsyi
ya‘lamu
maā
yaliju
fiā
alaarḍi
wamaā
yakhruju
minhaā
wamaā
yanzilu
mina
alssamaā'i
wamaā
ya‘ruju
fiyhaā
wahuwa
ma‘akum
aayna
maā
kuntum
waalllahu
bimaā
ta‘maluwna
baṣiyrun
Dia-lah
yang
menciptakan
langit
dan
bumi
dalam
enam
hari;
Kemudian
Dia
bersemayam
di
atas
arasy[1454].
Dia
mengetahui
apa
yang
masuk
ke
dalam
bumi
dan
apa
yang
keluar
darinya
dan
apa
yang
turun
dari
langit
dan
apa
yang
naik
kepada-Nya[1455].
Dan
Dia
bersama
kamu
di
mana
saja
kamu
berada.
Dan
Allah
Maha
Melihat
apa
yang
kamu
kerjakan.
لَّهُۥ
مُلْكُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۚ
وَإِلَى
ٱللَّهِ
تُرْجَعُ
ٱلْأُمُورُ
5
llahuū
mulku
alssamaāwaāti
waalaarḍi
waiilaā
alllahi
turja‘u
alaumuwru
Kepunyaan-Nya-lah
kerajaan
langit
dan
bumi.
Dan
kepada
Allah-lah
dikembalikan
segala
urusan.
يُولِجُ
ٱلَّيْلَ
فِى
ٱلنَّهَارِ
وَيُولِجُ
ٱلنَّهَارَ
فِى
ٱلَّيْلِ
ۚ
وَهُوَ
عَلِيمٌۢ
بِذَاتِ
ٱلصُّدُورِ
6
yuwliju
allayla
fiā
alnnahaāri
wayuwliju
alnnahaāra
fiā
allayli
wahuwa
‘aliymun
bidzaāti
alṣṣuduwri
Dia-lah
yang
memasukkan
malam
ke
dalam
siang
dan
memasukkan
siang
ke
dalam
malam[1456].
Dan
Dia
Maha
Mengetahui
segala
isi
hati.
ءَامِنُوا۟
بِٱللَّهِ
وَرَسُولِهِۦ
وَأَنفِقُوا۟
مِمَّا
جَعَلَكُم
مُّسْتَخْلَفِينَ
فِيهِ
ۖ
فَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مِنكُمْ
وَأَنفَقُوا۟
لَهُمْ
أَجْرٌ
كَبِيرٌ
7
'aāminuwā
bialllahi
warasuwlihiī
waaanfiquwā
mimmaā
ja‘alakum
mmustakhlafiyna
fiyhi
faalladziyna
'aāmanuwā
minkum
waaanfaquwā
lahum
aajrun
kabiyrun
Berimanlah
kamu
kepada
Allah
dan
Rasul-Nya
dan
nafkahkanlah
sebagian
dari
hartamu
yang
Allah
telah
menjadikan
kamu
menguasainya[1457].
Maka
orang-orang
yang
beriman
di
antara
kamu
dan
menafkahkan
(sebagian)
dari
hartanya
memperoleh
pahala
yang
besar.
وَمَا
لَكُمْ
لَا
تُؤْمِنُونَ
بِٱللَّهِ
ۙ
وَٱلرَّسُولُ
يَدْعُوكُمْ
لِتُؤْمِنُوا۟
بِرَبِّكُمْ
وَقَدْ
أَخَذَ
مِيثَـٰقَكُمْ
إِن
كُنتُم
مُّؤْمِنِينَ
8
wamaā
lakum
laā
tuu'minuwna
bialllahi
waalrrasuwlu
yad‘uwkum
lituu'minuwā
birabbikum
waqad
aakhadza
miytsaāqakum
iin
kuntum
mmuu'miniyna
Dan
mengapa
kamu
tidak
beriman
kepada
Allah
padahal
rasul
menyeru
kamu
supaya
kamu
beriman
kepada
Tuhan-mu.
Dan
sesungguhnya
Dia
telah
mengambil
perjanjianmu[1458]
jika
kamu
adalah
orang-orang
yang
beriman.
هُوَ
ٱلَّذِى
يُنَزِّلُ
عَلَىٰ
عَبْدِهِۦٓ
ءَايَـٰتٍۭ
بَيِّنَـٰتٍ
لِّيُخْرِجَكُم
مِّنَ
ٱلظُّلُمَـٰتِ
إِلَى
ٱلنُّورِ
ۚ
وَإِنَّ
ٱللَّهَ
بِكُمْ
لَرَءُوفٌ
رَّحِيمٌ
9
huwa
alladziā
yunazzilu
‘alaāā
‘abdihiī
'aāyaātin
bayyinaātin
lliyukhrijakum
mmina
alẓẓulumaāti
iilaā
alnnuwri
waiinna
alllaha
bikum
lara'uwfun
rraḥiymun
Dia-lah
yang
menurunkan
kepada
hamba-Nya
ayat-ayat
yang
terang
(Al-Qur`ān)
supaya
Dia
mengeluarkan
kamu
dari
kegelapan
kepada
cahaya.
Dan
sesungguhnya
Allah
benar-benar
Maha
Penyantun
lagi
Maha
Penyayang
terhadapmu.
وَمَا
لَكُمْ
أَلَّا
تُنفِقُوا۟
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَلِلَّهِ
مِيرَٰثُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۚ
لَا
يَسْتَوِى
مِنكُم
مَّنْ
أَنفَقَ
مِن
قَبْلِ
ٱلْفَتْحِ
وَقَـٰتَلَ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
أَعْظَمُ
دَرَجَةً
مِّنَ
ٱلَّذِينَ
أَنفَقُوا۟
مِنۢ
بَعْدُ
وَقَـٰتَلُوا۟
ۚ
وَكُلًّا
وَعَدَ
ٱللَّهُ
ٱلْحُسْنَىٰ
ۚ
وَٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
خَبِيرٌ
10
wamaā
lakum
aallaā
tunfiquwā
fiā
sabiyli
alllahi
walillahi
miyraātsu
alssamaāwaāti
waalaarḍi
laā
yastawiā
minkum
mman
aanfaqa
min
qabli
alfatḥi
waqaātala
auwlaāi'ika
aa‘ẓamu
darajahan
mmina
alladziyna
aanfaquwā
min
ba‘du
waqaātaluwā
wakullanā
wa‘ada
alllahu
alḥusnaāā
waalllahu
bimaā
ta‘maluwna
khabiyrun
Dan
mengapa
kamu
tidak
menafkahkan
(sebagian
hartamu)
pada
jalan
Allah,
padahal
Allah-lah
yang
mempusakai
(mempunyai)
langit
dan
bumi?
Tidak
sama
di
antara
kamu
orang
yang
menafkahkan
(hartanya)
dan
berperang
sebelum
penaklukan
(Mekah).
Mereka
lebih
tinggi
derajatnya
daripada
orang-orang
yang
menafkahkan
(hartanya)
dan
berperang
sesudah
itu.
Allah
menjanjikan
kepada
masing-masing
mereka
(balasan)
yang
lebih
baik.
Dan
Allah
mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
مَّن
ذَا
ٱلَّذِى
يُقْرِضُ
ٱللَّهَ
قَرْضًا
حَسَنًا
فَيُضَـٰعِفَهُۥ
لَهُۥ
وَلَهُۥٓ
أَجْرٌ
كَرِيمٌ
11
mman
dzaā
alladziā
yuqriḍu
alllaha
qarḍanā
ḥasananā
fayuḍaā‘ifahuū
lahuū
walahuū
aajrun
kariymun
Siapakah
yang
mau
meminjamkan
kepada
Allah
pinjaman
yang
baik,
maka
Allah
akan
melipat-gandakan
(balasan)
pinjaman
itu
untuknya,
dan
dia
akan
memperoleh
pahala
yang
banyak,
يَوْمَ
تَرَى
ٱلْمُؤْمِنِينَ
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ
يَسْعَىٰ
نُورُهُم
بَيْنَ
أَيْدِيهِمْ
وَبِأَيْمَـٰنِهِم
بُشْرَىٰكُمُ
ٱلْيَوْمَ
جَنَّـٰتٌ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
ۚ
ذَٰلِكَ
هُوَ
ٱلْفَوْزُ
ٱلْعَظِيمُ
12
yawma
taraā
almuu'miniyna
waalmuu'minaāti
yas‘aāā
nuwruhum
bayna
aaydiyhim
wabiaaymaānihim
busyraāākumu
alyawma
jannaātun
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
khaālidiyna
fiyhaā
dzaālika
huwa
alfawzu
al‘aẓiymu
(yaitu)
pada
hari
ketika
kamu
melihat
orang
mukmin
laki-laki
dan
perempuan,
sedang
cahaya
mereka
bersinar
di
hadapan
dan
di
sebelah
kanan
mereka,
(dikatakan
kepada
mereka),
"Pada
hari
ini
ada
berita
gembira
untukmu,
(yaitu)
surga
yang
mengalir
di
bawahnya
sungai-sungai,
yang
kamu
kekal
di
dalamnya.
Itulah
keberuntungan
yang
banyak".
يَوْمَ
يَقُولُ
ٱلْمُنَـٰفِقُونَ
وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتُ
لِلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ٱنظُرُونَا
نَقْتَبِسْ
مِن
نُّورِكُمْ
قِيلَ
ٱرْجِعُوا۟
وَرَآءَكُمْ
فَٱلْتَمِسُوا۟
نُورًا
فَضُرِبَ
بَيْنَهُم
بِسُورٍ
لَّهُۥ
بَابٌۢ
بَاطِنُهُۥ
فِيهِ
ٱلرَّحْمَةُ
وَظَـٰهِرُهُۥ
مِن
قِبَلِهِ
ٱلْعَذَابُ
13
yawma
yaquwlu
almunaāfiquwna
waalmunaāfiqaātu
lilladziyna
'aāmanuwā
anẓuruwnaā
naqtabis
min
nnuwrikum
qiyla
arji‘uwā
waraā'akum
faaltamisuwā
nuwranā
faḍuriba
baynahum
bisuwrin
llahuū
baābun
baāṭinuhuū
fiyhi
alrraḥmahu
waẓaāhiruhuū
min
qibalihi
al‘adzaābu
Pada
hari
ketika
orang-orang
munafik
laki-laki
dan
perempuan
berkata
kepada
orang-orang
yang
beriman,
"Tunggulah
kami
supaya
kami
dapat
mengambil
sebagian
dari
cahayamu".
Dikatakan
(kepada
mereka),
"Kembalilah
kamu
ke
belakang
dan
carilah
sendiri
cahaya
(untukmu)".
Lalu
diadakan
di
antara
mereka
dinding
yang
mempunyai
pintu.
Di
sebelah
dalamnya
ada
rahmat
dan
di
sebelah
luarnya
dari
situ
ada
siksa.
يُنَادُونَهُمْ
أَلَمْ
نَكُن
مَّعَكُمْ
ۖ
قَالُوا۟
بَلَىٰ
وَلَـٰكِنَّكُمْ
فَتَنتُمْ
أَنفُسَكُمْ
وَتَرَبَّصْتُمْ
وَٱرْتَبْتُمْ
وَغَرَّتْكُمُ
ٱلْأَمَانِىُّ
حَتَّىٰ
جَآءَ
أَمْرُ
ٱللَّهِ
وَغَرَّكُم
بِٱللَّهِ
ٱلْغَرُورُ
14
yunaāduwnahum
aalam
nakun
mma‘akum
qaāluwā
balaāā
walaākinnakum
fatantum
aanfusakum
watarabbaṣtum
waartabtum
wagharratkumu
alaamaāniāāu
ḥattaāā
jaā'a
aamru
alllahi
wagharrakum
bialllahi
algharuwru
Orang-orang
munafik
itu
memanggil
mereka
(orang-orang
mukmin)
seraya
berkata,
"Bukankah
kami
dahulu
bersama-sama
dengan
kamu?"
Mereka
menjawab,
"Benar,
tetapi
kamu
mencelakakan
dirimu
sendiri
dan
menunggu
(kehancuran
kami),
dan
kamu
ragu-ragu
serta
ditipu
oleh
angan-angan
kosong
sehingga
datanglah
ketetapan
Allah;
dan
kamu
telah
ditipu
terhadap
Allah
oleh
(setan)
yang
amat
penipu.
فَٱلْيَوْمَ
لَا
يُؤْخَذُ
مِنكُمْ
فِدْيَةٌ
وَلَا
مِنَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
ۚ
مَأْوَىٰكُمُ
ٱلنَّارُ
ۖ
هِىَ
مَوْلَىٰكُمْ
ۖ
وَبِئْسَ
ٱلْمَصِيرُ
15
faalyawma
laā
yuu'khadzu
minkum
fidyahun
walaā
mina
alladziyna
kafaruwā
maawaāākumu
alnnaāru
hiāa
mawlaāākum
wabii'sa
almaṣiyru
Maka
pada
hari
ini
tidak
diterima
tebusan
dari
kamu
dan
tidak
pula
dari
orang-orang
kafir.
Tempat
kamu
ialah
neraka.
Dialah
tempat
berlindungmu.
Dan
dia
adalah
sejahat-jahat
tempat
kembali".
۞
أَلَمْ
يَأْنِ
لِلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
أَن
تَخْشَعَ
قُلُوبُهُمْ
لِذِكْرِ
ٱللَّهِ
وَمَا
نَزَلَ
مِنَ
ٱلْحَقِّ
وَلَا
يَكُونُوا۟
كَٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْكِتَـٰبَ
مِن
قَبْلُ
فَطَالَ
عَلَيْهِمُ
ٱلْأَمَدُ
فَقَسَتْ
قُلُوبُهُمْ
ۖ
وَكَثِيرٌ
مِّنْهُمْ
فَـٰسِقُونَ
16
aalam
yaani
lilladziyna
'aāmanuwā
aan
takhsya‘a
quluwbuhum
lidzikri
alllahi
wamaā
nazala
mina
alḥaqqi
walaā
yakuwnuwā
kaalladziyna
auwtuwā
alkitaāba
min
qablu
faṭaāla
‘alayhimu
alaamadu
faqasat
quluwbuhum
wakatsiyrun
mminhum
faāsiquwna
Belumkah
datang
waktunya
bagi
orang-orang
yang
beriman
untuk
tunduk
hati
mereka
mengingat
Allah
dan
kepada
kebenaran
yang
telah
turun
(kepada
mereka),
dan
janganlah
mereka
seperti
orang-orang
yang
sebelumnya
telah
diturunkan
Alkitab
kepadanya,
kemudian
berlalulah
masa
yang
panjang
atas
mereka,
lalu
hati
mereka
menjadi
keras.
Dan
kebanyakan
di
antara
mereka
adalah
orang-orang
yang
fasik.
ٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّ
ٱللَّهَ
يُحْىِ
ٱلْأَرْضَ
بَعْدَ
مَوْتِهَا
ۚ
قَدْ
بَيَّنَّا
لَكُمُ
ٱلْـَٔايَـٰتِ
لَعَلَّكُمْ
تَعْقِلُونَ
17
a‘lamuwā
aanna
alllaha
yuḥāi
alaarḍa
ba‘da
mawtihaā
qad
bayyannaā
lakumu
alaāyaāti
la‘allakum
ta‘qiluwna
Ketahuilah
olehmu
bahwa
sesungguhnya
Allah
menghidupkan
bumi
sesudah
matinya.
Sesungguhnya
Kami
telah
menjelaskan
kepadamu
tanda-tanda
kebesaran
(Kami)
supaya
kamu
memikirkannya.
إِنَّ
ٱلْمُصَّدِّقِينَ
وَٱلْمُصَّدِّقَـٰتِ
وَأَقْرَضُوا۟
ٱللَّهَ
قَرْضًا
حَسَنًا
يُضَـٰعَفُ
لَهُمْ
وَلَهُمْ
أَجْرٌ
كَرِيمٌ
18
iinna
almuṣṣaddiqiyna
waalmuṣṣaddiqaāti
waaaqraḍuwā
alllaha
qarḍanā
ḥasananā
yuḍaā‘afu
lahum
walahum
aajrun
kariymun
Sesungguhnya
orang-orang
yang
bersedekah,
baik
laki-laki
maupun
perempuan
dan
meminjamkan
kepada
Allah
pinjaman
yang
baik,
niscaya
akan
dilipatgandakan
(pembayarannya)
kepada
mereka;
dan
bagi
mereka
pahala
yang
banyak.
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
بِٱللَّهِ
وَرُسُلِهِۦٓ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلصِّدِّيقُونَ
ۖ
وَٱلشُّهَدَآءُ
عِندَ
رَبِّهِمْ
لَهُمْ
أَجْرُهُمْ
وَنُورُهُمْ
ۖ
وَٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
وَكَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَآ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
أَصْحَـٰبُ
ٱلْجَحِيمِ
19
waalladziyna
'aāmanuwā
bialllahi
warusulihiī
auwlaāi'ika
humu
alṣṣiddiyquwna
waalsysyuhadaā'u
‘inda
rabbihim
lahum
aajruhum
wanuwruhum
waalladziyna
kafaruwā
wakadzdzabuwā
biaāyaātinaā
auwlaāi'ika
aaṣḥaābu
aljaḥiymi
Dan
orang-orang
yang
beriman
kepada
Allah
dan
rasul-Nya,
mereka
itu
orang-orang
Ṣiddīqīn[1459]
dan
orang-orang
yang
menjadi
saksi
di
sisi
Tuhan
mereka.
Bagi
mereka
pahala
dan
cahaya
mereka.
Dan
orang-orang
yang
kafir
dan
mendustakan
ayat-ayat
Kami,
mereka
itulah
penghuni-penghuni
neraka.
ٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّمَا
ٱلْحَيَوٰةُ
ٱلدُّنْيَا
لَعِبٌ
وَلَهْوٌ
وَزِينَةٌ
وَتَفَاخُرٌۢ
بَيْنَكُمْ
وَتَكَاثُرٌ
فِى
ٱلْأَمْوَٰلِ
وَٱلْأَوْلَـٰدِ
ۖ
كَمَثَلِ
غَيْثٍ
أَعْجَبَ
ٱلْكُفَّارَ
نَبَاتُهُۥ
ثُمَّ
يَهِيجُ
فَتَرَىٰهُ
مُصْفَرًّا
ثُمَّ
يَكُونُ
حُطَـٰمًا
ۖ
وَفِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
عَذَابٌ
شَدِيدٌ
وَمَغْفِرَةٌ
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَرِضْوَٰنٌ
ۚ
وَمَا
ٱلْحَيَوٰةُ
ٱلدُّنْيَآ
إِلَّا
مَتَـٰعُ
ٱلْغُرُورِ
20
a‘lamuwā
aannamaā
alḥayawāhu
alddunyaā
la‘ibun
walahwun
waziynahun
watafaākhurun
baynakum
watakaātsurun
fiā
alaamwaāli
waalaawlaādi
kamatsali
ghaytsin
aa‘jaba
alkuffaāra
nabaātuhuū
tsumma
yahiyju
fataraāāhu
muṣfarranā
tsumma
yakuwnu
ḥuṭaāmanā
wafiā
alaākhirahi
‘adzaābun
syadiydun
wamaghfirahun
mmina
alllahi
wariḍwaānun
wamaā
alḥayawāhu
alddunyaā
iillaā
mataā‘u
alghuruwri
Ketahuilah,
bahwa
sesungguhnya
kehidupan
dunia
itu
hanyalah
permainan
dan
suatu
yang
melalaikan,
perhiasan,
dan
bermegah-megah
antara
kamu
serta
berbangga-banggaan
tentang
banyaknya
harta
dan
anak,
seperti
hujan
yang
tanam-tanamannya
mengagumkan
para
petani;
kemudian
tanaman
itu
menjadi
kering
dan
kamu
lihat
warnanya
kuning
kemudian
menjadi
hancur.
Dan
di
akhirat
(nanti)
ada
azab
yang
keras
dan
ampunan
dari
Allah
serta
keridaan-Nya.
Dan
kehidupan
dunia
ini
tidak
lain
hanyalah
kesenangan
yang
menipu.
سَابِقُوٓا۟
إِلَىٰ
مَغْفِرَةٍ
مِّن
رَّبِّكُمْ
وَجَنَّةٍ
عَرْضُهَا
كَعَرْضِ
ٱلسَّمَآءِ
وَٱلْأَرْضِ
أُعِدَّتْ
لِلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
بِٱللَّهِ
وَرُسُلِهِۦ
ۚ
ذَٰلِكَ
فَضْلُ
ٱللَّهِ
يُؤْتِيهِ
مَن
يَشَآءُ
ۚ
وَٱللَّهُ
ذُو
ٱلْفَضْلِ
ٱلْعَظِيمِ
21
saābiquwā
iilaāā
maghfirahin
mmin
rrabbikum
wajannahin
‘arḍuhaā
ka‘arḍi
alssamaā'i
waalaarḍi
au‘iddat
lilladziyna
'aāmanuwā
bialllahi
warusulihiī
dzaālika
faḍlu
alllahi
yuu'tiyhi
man
yasyaā'u
waalllahu
dzuw
alfaḍli
al‘aẓiymi
Berlomba-lombalah
kamu
kepada
(mendapatkan)
ampunan
dari
Tuhan-mu
dan
surga
yang
luasnya
seluas
langit
dan
bumi,
yang
disediakan
bagi
orang-orang
yang
beriman
kepada
Allah
dan
rasul-rasul-Nya.
Itulah
karunia
Allah,
diberikan-Nya
kepada
siapa
yang
dikehendaki-Nya.
Dan
Allah
mempunyai
karunia
yang
besar.
مَآ
أَصَابَ
مِن
مُّصِيبَةٍ
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَلَا
فِىٓ
أَنفُسِكُمْ
إِلَّا
فِى
كِتَـٰبٍ
مِّن
قَبْلِ
أَن
نَّبْرَأَهَآ
ۚ
إِنَّ
ذَٰلِكَ
عَلَى
ٱللَّهِ
يَسِيرٌ
22
maā
aaṣaāba
min
mmuṣiybahin
fiā
alaarḍi
walaā
fiā
aanfusikum
iillaā
fiā
kitaābin
mmin
qabli
aan
nnabraaahaā
iinna
dzaālika
‘alaā
alllahi
yasiyrun
Tiada
suatu
bencana
pun
yang
menimpa
di
bumi
dan
(tidak
pula)
pada
dirimu
sendiri
melainkan
telah
tertulis
dalam
kitab
(Lawḥ
Maḥfūẓ)
sebelum
Kami
menciptakannya.
Sesungguhnya
yang
demikian
itu
adalah
mudah
bagi
Allah.
لِّكَيْلَا
تَأْسَوْا۟
عَلَىٰ
مَا
فَاتَكُمْ
وَلَا
تَفْرَحُوا۟
بِمَآ
ءَاتَىٰكُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
لَا
يُحِبُّ
كُلَّ
مُخْتَالٍ
فَخُورٍ
23
llikaylaā
taasawā
‘alaāā
maā
faātakum
walaā
tafraḥuwā
bimaā
'aātaāākum
waalllahu
laā
yuḥibbu
kulla
mukhtaālin
fakhuwrin
(Kami
jelaskan
yang
demikian
itu)
supaya
kamu
jangan
berduka
cita
terhadap
apa
yang
luput
dari
kamu,
dan
supaya
kamu
jangan
terlalu
gembira[1460]
terhadap
apa
yang
diberikan-Nya
kepadamu.
Dan
Allah
tidak
menyukai
setiap
orang
yang
sombong
lagi
membanggakan
diri,
ٱلَّذِينَ
يَبْخَلُونَ
وَيَأْمُرُونَ
ٱلنَّاسَ
بِٱلْبُخْلِ
ۗ
وَمَن
يَتَوَلَّ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
هُوَ
ٱلْغَنِىُّ
ٱلْحَمِيدُ
24
alladziyna
yabkhaluwna
wayaamuruwna
alnnaāsa
bialbukhli
waman
yatawalla
faiinna
alllaha
huwa
alghaniāāu
alḥamiydu
(yaitu)
orang-orang
yang
kikir
dan
menyuruh
manusia
berbuat
kikir.
Dan
barang
siapa
yang
berpaling
(dari
perintah-perintah
Allah),
maka
sesungguhnya
Allah
Dia-lah
Yang
Maha
Kaya
lagi
Maha
Terpuji.
لَقَدْ
أَرْسَلْنَا
رُسُلَنَا
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
وَأَنزَلْنَا
مَعَهُمُ
ٱلْكِتَـٰبَ
وَٱلْمِيزَانَ
لِيَقُومَ
ٱلنَّاسُ
بِٱلْقِسْطِ
ۖ
وَأَنزَلْنَا
ٱلْحَدِيدَ
فِيهِ
بَأْسٌ
شَدِيدٌ
وَمَنَـٰفِعُ
لِلنَّاسِ
وَلِيَعْلَمَ
ٱللَّهُ
مَن
يَنصُرُهُۥ
وَرُسُلَهُۥ
بِٱلْغَيْبِ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
قَوِىٌّ
عَزِيزٌ
25
laqad
aarsalnaā
rusulanaā
bialbayyinaāti
waaanzalnaā
ma‘ahumu
alkitaāba
waalmiyzaāna
liyaquwma
alnnaāsu
bialqisṭi
waaanzalnaā
alḥadiyda
fiyhi
baasun
syadiydun
wamanaāfi‘u
lilnnaāsi
waliya‘lama
alllahu
man
yanṣuruhuū
warusulahuū
bialghaybi
iinna
alllaha
qawiāāun
‘aziyzun
Sesungguhnya
Kami
telah
mengutus
rasul-rasul
Kami
dengan
membawa
bukti-bukti
yang
nyata
dan
telah
Kami
turunkan
bersama
mereka
Alkitab
dan
neraca
(keadilan)
supaya
manusia
dapat
melaksanakan
keadilan.
Dan
Kami
ciptakan
besi
yang
padanya
terdapat
kekuatan
yang
hebat
dan
berbagai
manfaat
bagi
manusia,
(supaya
mereka
mempergunakan
besi
itu)
dan
supaya
Allah
mengetahui
siapa
yang
menolong
(agama)-Nya
dan
rasul-rasul-Nya
padahal
Allah
tidak
dilihatnya.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Kuat
lagi
Maha
Perkasa.
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
نُوحًا
وَإِبْرَٰهِيمَ
وَجَعَلْنَا
فِى
ذُرِّيَّتِهِمَا
ٱلنُّبُوَّةَ
وَٱلْكِتَـٰبَ
ۖ
فَمِنْهُم
مُّهْتَدٍ
ۖ
وَكَثِيرٌ
مِّنْهُمْ
فَـٰسِقُونَ
26
walaqad
aarsalnaā
nuwḥanā
waiibraāhiyma
waja‘alnaā
fiā
dzurriyyatihimaā
alnnubuwwaha
waalkitaāba
faminhum
mmuhtadin
wakatsiyrun
mminhum
faāsiquwna
Dan
sesungguhnya
Kami
telah
mengutus
Nūḥ
dan
Ibrāhīm
dan
Kami
jadikan
kepada
keturunan
keduanya
kenabian
dan
Alkitab,
maka
di
antara
mereka
ada
yang
menerima
petunjuk
dan
banyak
di
antara
mereka
fasik.
ثُمَّ
قَفَّيْنَا
عَلَىٰٓ
ءَاثَـٰرِهِم
بِرُسُلِنَا
وَقَفَّيْنَا
بِعِيسَى
ٱبْنِ
مَرْيَمَ
وَءَاتَيْنَـٰهُ
ٱلْإِنجِيلَ
وَجَعَلْنَا
فِى
قُلُوبِ
ٱلَّذِينَ
ٱتَّبَعُوهُ
رَأْفَةً
وَرَحْمَةً
وَرَهْبَانِيَّةً
ٱبْتَدَعُوهَا
مَا
كَتَبْنَـٰهَا
عَلَيْهِمْ
إِلَّا
ٱبْتِغَآءَ
رِضْوَٰنِ
ٱللَّهِ
فَمَا
رَعَوْهَا
حَقَّ
رِعَايَتِهَا
ۖ
فَـَٔاتَيْنَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مِنْهُمْ
أَجْرَهُمْ
ۖ
وَكَثِيرٌ
مِّنْهُمْ
فَـٰسِقُونَ
27
tsumma
qaffaynaā
‘alaāā
'aātsaārihim
birusulinaā
waqaffaynaā
bi‘iysaā
abni
maryama
wa'aātaynaāhu
aliinjiyla
waja‘alnaā
fiā
quluwbi
alladziyna
attaba‘uwhu
raafahan
waraḥmahan
warahbaāniyyahan
abtada‘uwhaā
maā
katabnaāhaā
‘alayhim
iillaā
abtighaā'a
riḍwaāni
alllahi
famaā
ra‘awhaā
ḥaqqa
ri‘aāyatihaā
faaātaynaā
alladziyna
'aāmanuwā
minhum
aajrahum
wakatsiyrun
mminhum
faāsiquwna
Kemudian
Kami
iringkan
di
belakang
mereka
rasul-rasul
Kami
dan
Kami
iringkan
(pula)
ʻIsa
putra
Maryam;
dan
Kami
berikan
kepadanya
Injil
dan
Kami
jadikan
dalam
hati
orang-orang
yang
mengikutinya
rasa
santun
dan
kasih
sayang.
Dan
mereka
mengada-adakan
rahbāniyyah[1461]
padahal
kami
tidak
mewajibkannya
kepada
mereka,
tetapi
(mereka
sendirilah
yang
mengada-adakannya)
untuk
mencari
keridaan
Allah,
lalu
mereka
tidak
memeliharanya
dengan
pemeliharaan
yang
semestinya.
Maka
Kami
berikan
kepada
orang-orang
yang
beriman
di
antara
mereka
pahalanya
dan
banyak
di
antara
mereka
orang-orang
fasik.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
وَءَامِنُوا۟
بِرَسُولِهِۦ
يُؤْتِكُمْ
كِفْلَيْنِ
مِن
رَّحْمَتِهِۦ
وَيَجْعَل
لَّكُمْ
نُورًا
تَمْشُونَ
بِهِۦ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ۚ
وَٱللَّهُ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
28
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
attaquwā
alllaha
wa'aāminuwā
birasuwlihiī
yuu'tikum
kiflayni
min
rraḥmatihiī
wayaj‘al
llakum
nuwranā
tamsyuwna
bihiī
wayaghfir
lakum
waalllahu
ghafuwrun
rraḥiymun
Hai
orang-orang
yang
beriman
(kepada
para
rasul),
bertakwalah
kepada
Allah
dan
berimanlah
kepada
rasul-Nya,
niscaya
Allah
memberikan
rahmat-Nya
kepadamu
dua
bagian,
dan
menjadikan
untukmu
cahaya
yang
dengan
cahaya
itu
kamu
dapat
berjalan
dan
Dia
mengampuni
kamu.
Dan
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
لِّئَلَّا
يَعْلَمَ
أَهْلُ
ٱلْكِتَـٰبِ
أَلَّا
يَقْدِرُونَ
عَلَىٰ
شَىْءٍ
مِّن
فَضْلِ
ٱللَّهِ
ۙ
وَأَنَّ
ٱلْفَضْلَ
بِيَدِ
ٱللَّهِ
يُؤْتِيهِ
مَن
يَشَآءُ
ۚ
وَٱللَّهُ
ذُو
ٱلْفَضْلِ
ٱلْعَظِيمِ
29
llii'allaā
ya‘lama
aahlu
alkitaābi
aallaā
yaqdiruwna
‘alaāā
syaā'in
mmin
faḍli
alllahi
waaanna
alfaḍla
biyadi
alllahi
yuu'tiyhi
man
yasyaā'u
waalllahu
dzuw
alfaḍli
al‘aẓiymi
(Kami
terangkan
yang
demikian
itu)
supaya
ahli
kitab
mengetahui
bahwa
mereka
tiada
mendapat
sedikit
pun
akan
karunia
Allah
(jika
mereka
tidak
beriman
kepada
Muhammad),
dan
bahwasanya
karunia
itu
adalah
di
tangan
Allah.
Dia
berikan
karunia
itu
kepada
siapa
yang
dikehendaki-Nya.
Dan
Allah
mempunyai
karunia
yang
besar.