حمٓ
1
Ḥā
Mīm
Ḥā
Mīm
[1382].
تَنزِيلُ
ٱلْكِتَـٰبِ
مِنَ
ٱللَّهِ
ٱلْعَزِيزِ
ٱلْحَكِيمِ
2
tanziylu
alkitaābi
mina
alllahi
al‘aziyzi
alḥakiymi
Kitab
(ini)
diturunkan
dari
Allah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
إِنَّ
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّلْمُؤْمِنِينَ
3
iinna
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
laaāyaātin
llilmuu'miniyna
Sesungguhnya
pada
langit
dan
bumi
benar-benar
terdapat
tanda-tanda
(kekuasaan
Allah)
untuk
orang-orang
yang
beriman.
وَفِى
خَلْقِكُمْ
وَمَا
يَبُثُّ
مِن
دَآبَّةٍ
ءَايَـٰتٌ
لِّقَوْمٍ
يُوقِنُونَ
4
wafiā
khalqikum
wamaā
yabutstsu
min
daābbahin
'aāyaātun
lliqawmin
yuwqinuwna
Dan
pada
penciptakan
kamu
dan
pada
binatang-binatang
yang
melata
yang
bertebaran
(di
muka
bumi)
terdapat
tanda-tanda
(kekuasaan
Allah)
untuk
kaum
yang
meyakini,
وَٱخْتِلَـٰفِ
ٱلَّيْلِ
وَٱلنَّهَارِ
وَمَآ
أَنزَلَ
ٱللَّهُ
مِنَ
ٱلسَّمَآءِ
مِن
رِّزْقٍ
فَأَحْيَا
بِهِ
ٱلْأَرْضَ
بَعْدَ
مَوْتِهَا
وَتَصْرِيفِ
ٱلرِّيَـٰحِ
ءَايَـٰتٌ
لِّقَوْمٍ
يَعْقِلُونَ
5
waakhtilaāfi
allayli
waalnnahaāri
wamaā
aanzala
alllahu
mina
alssamaā'i
min
rrizqin
faaaḥyaā
bihi
alaarḍa
ba‘da
mawtihaā
wataṣriyfi
alrriyaāḥi
'aāyaātun
lliqawmin
ya‘qiluwna
dan
pada
pergantian
malam
dan
siang
dan
hujan
yang
diturunkan
Allah
dari
langit,
lalu
dihidupkanNya
dengan
air
hujan
itu
bumi
sesudah
matinya,
dan
pada
perkisaran
angin
terdapat
pula
tanda-tanda
(kekuasaan
Allah)
bagi
kaum
yang
berakal.
تِلْكَ
ءَايَـٰتُ
ٱللَّهِ
نَتْلُوهَا
عَلَيْكَ
بِٱلْحَقِّ
ۖ
فَبِأَىِّ
حَدِيثٍۭ
بَعْدَ
ٱللَّهِ
وَءَايَـٰتِهِۦ
يُؤْمِنُونَ
6
tilka
'aāyaātu
alllahi
natluwhaā
‘alayka
bialḥaqqi
fabiaaāāi
ḥadiytsin
ba‘da
alllahi
wa'aāyaātihiī
yuu'minuwna
Itulah
ayat-ayat
Allah
yang
Kami
membacakannya
kepadamu
dengan
sebenarnya,
maka
dengan
perkataan
manakah
lagi
mereka
akan
beriman
sesudah
(kalam)
Allah
dan
keterangan-keterangan-Nya.
وَيْلٌ
لِّكُلِّ
أَفَّاكٍ
أَثِيمٍ
7
waylun
llikulli
aaffaākin
aatsiymin
Kecelakaan
besarlah
bagi
tiap-tiap
orang
yang
banyak
berdusta
lagi
banyak
berdosa,
يَسْمَعُ
ءَايَـٰتِ
ٱللَّهِ
تُتْلَىٰ
عَلَيْهِ
ثُمَّ
يُصِرُّ
مُسْتَكْبِرًا
كَأَن
لَّمْ
يَسْمَعْهَا
ۖ
فَبَشِّرْهُ
بِعَذَابٍ
أَلِيمٍ
8
yasma‘u
'aāyaāti
alllahi
tutlaāā
‘alayhi
tsumma
yuṣirru
mustakbiranā
kaaan
llam
yasma‘haā
fabasysyirhu
bi‘adzaābin
aaliymin
dia
mendengar
ayat-ayat
Allah
dibacakan
kepadanya,
kemudian
dia
tetap
menyombongkan
diri
seakan-akan
dia
tidak
mendengarnya.
Maka
beri
kabar
gembiralah
dia
dengan
azab
yang
pedih.
وَإِذَا
عَلِمَ
مِنْ
ءَايَـٰتِنَا
شَيْـًٔا
ٱتَّخَذَهَا
هُزُوًا
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
لَهُمْ
عَذَابٌ
مُّهِينٌ
9
waiidzaā
‘alima
min
'aāyaātinaā
syayanā
attakhadzahaā
huzuwanā
auwlaāi'ika
lahum
‘adzaābun
mmuhiynun
Dan
apabila
dia
mengetahui
barang
sedikit
tentang
ayat-ayat
Kami,
maka
ayat-ayat
itu
dijadikan
olok-olok.
Merekalah
[1383]
yang
memperoleh
azab
yang
menghinakan.
مِّن
وَرَآئِهِمْ
جَهَنَّمُ
ۖ
وَلَا
يُغْنِى
عَنْهُم
مَّا
كَسَبُوا۟
شَيْـًٔا
وَلَا
مَا
ٱتَّخَذُوا۟
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
أَوْلِيَآءَ
ۖ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
عَظِيمٌ
10
mmin
waraāi'ihim
jahannamu
walaā
yughniā
‘anhum
mmaā
kasabuwā
syayanā
walaā
maā
attakhadzuwā
min
duwni
alllahi
aawliyaā'a
walahum
‘adzaābun
‘aẓiymun
Di
hadapan
mereka
neraka
Jahanam
dan
tidak
akan
berguna
bagi
mereka
sedikit
pun
apa
yang
telah
mereka
kerjakan
dan
tidak
pula
berguna
apa
yang
mereka
jadikan
sebagai
sembahan-sembahan
(mereka)
dari
selain
Allah.
Dan
bagi
mereka
azab
yang
besar.
هَـٰذَا
هُدًى
ۖ
وَٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
بِـَٔايَـٰتِ
رَبِّهِمْ
لَهُمْ
عَذَابٌ
مِّن
رِّجْزٍ
أَلِيمٌ
11
haādzaā
hudanā
waalladziyna
kafaruwā
biaāyaāti
rabbihim
lahum
‘adzaābun
mmin
rrijzin
aaliymun
Ini
(Al-Qur`ān)
adalah
petunjuk.
Dan
orang-orang
yang
kafir
kepada
ayat-ayat
Tuhan-nya
bagi
mereka
azab,
yaitu
siksaan
yang
sangat
pedih.
۞
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
سَخَّرَ
لَكُمُ
ٱلْبَحْرَ
لِتَجْرِىَ
ٱلْفُلْكُ
فِيهِ
بِأَمْرِهِۦ
وَلِتَبْتَغُوا۟
مِن
فَضْلِهِۦ
وَلَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
12
alllahu
alladziā
sakhkhara
lakumu
albaḥra
litajriāa
alfulku
fiyhi
biaamrihiī
walitabtaghuwā
min
faḍlihiī
wala‘allakum
tasykuruwna
Allahlah
yang
menundukkan
lautan
untukmu
supaya
kapal-kapal
dapat
berlayar
padanya
dengan
seizin-Nya
dan
supaya
kamu
dapat
mencari
karunia-Nya
dan
mudah-mudahan
kamu
bersyukur.
وَسَخَّرَ
لَكُم
مَّا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
جَمِيعًا
مِّنْهُ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّقَوْمٍ
يَتَفَكَّرُونَ
13
wasakhkhara
lakum
mmaā
fiā
alssamaāwaāti
wamaā
fiā
alaarḍi
jamiy‘anā
mminhu
iinna
fiā
dzaālika
laaāyaātin
lliqawmin
yatafakkaruwna
Dan
Dia
menundukkan
untukmu
apa
yang
ada
di
langit
dan
apa
yang
ada
di
bumi
semuanya
(sebagai
rahmat)
daripada-Nya.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
benar-benar
terdapat
tanda-tanda
(kekuasaan
Allah)
bagi
kaum
yang
berpikir.
قُل
لِّلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
يَغْفِرُوا۟
لِلَّذِينَ
لَا
يَرْجُونَ
أَيَّامَ
ٱللَّهِ
لِيَجْزِىَ
قَوْمًۢا
بِمَا
كَانُوا۟
يَكْسِبُونَ
14
qul
llilladziyna
'aāmanuwā
yaghfiruwā
lilladziyna
laā
yarjuwna
aayyaāma
alllahi
liyajziāa
qawmanā
bimaā
kaānuwā
yaksibuwna
Katakanlah
kepada
orang-orang
yang
beriman
hendaklah
mereka
memaafkan
orang-orang
yang
tiada
takut
akan
hari-hari
Allah
[1384]
karena
Dia
akan
membalas
sesuatu
kaum
terhadap
apa
yang
telah
mereka
kerjakan.
مَنْ
عَمِلَ
صَـٰلِحًا
فَلِنَفْسِهِۦ
ۖ
وَمَنْ
أَسَآءَ
فَعَلَيْهَا
ۖ
ثُمَّ
إِلَىٰ
رَبِّكُمْ
تُرْجَعُونَ
15
man
‘amila
ṣaāliḥanā
falinafsihiī
waman
aasaā'a
fa‘alayhaā
tsumma
iilaāā
rabbikum
turja‘uwna
Barang
siapa
yang
mengerjakan
amal
saleh,
maka
itu
adalah
untuk
dirinya
sendiri
dan
barang
siapa
yang
mengerjakan
kejahatan,
maka
itu
akan
menimpa
dirinya
sendiri,
kemudian
kepada
Tuhan-mulah
kamu
dikembalikan.
وَلَقَدْ
ءَاتَيْنَا
بَنِىٓ
إِسْرَٰٓءِيلَ
ٱلْكِتَـٰبَ
وَٱلْحُكْمَ
وَٱلنُّبُوَّةَ
وَرَزَقْنَـٰهُم
مِّنَ
ٱلطَّيِّبَـٰتِ
وَفَضَّلْنَـٰهُمْ
عَلَى
ٱلْعَـٰلَمِينَ
16
walaqad
'aātaynaā
baniā
iisraā'iyla
alkitaāba
waalḥukma
waalnnubuwwaha
warazaqnaāhum
mmina
alṭṭayyibaāti
wafaḍḍalnaāhum
‘alaā
al‘aālamiyna
Dan
sesungguhnya
telah
Kami
berikan
kepada
Bani
Isrā`īl
Alkitab
(Taurat),
kekuasaan
dan
kenabian,
dan
Kami
berikan
kepada
mereka
rezeki-rezeki
yang
baik,
dan
Kami
lebihkan
mereka
atas
bangsa-bangsa
(pada
masanya).
وَءَاتَيْنَـٰهُم
بَيِّنَـٰتٍ
مِّنَ
ٱلْأَمْرِ
ۖ
فَمَا
ٱخْتَلَفُوٓا۟
إِلَّا
مِنۢ
بَعْدِ
مَا
جَآءَهُمُ
ٱلْعِلْمُ
بَغْيًۢا
بَيْنَهُمْ
ۚ
إِنَّ
رَبَّكَ
يَقْضِى
بَيْنَهُمْ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
فِيمَا
كَانُوا۟
فِيهِ
يَخْتَلِفُونَ
17
wa'aātaynaāhum
bayyinaātin
mmina
alaamri
famaā
akhtalafuwā
iillaā
min
ba‘di
maā
jaā'ahumu
al‘ilmu
baghyanā
baynahum
iinna
rabbaka
yaqḍiā
baynahum
yawma
alqiyaāmahi
fiymaā
kaānuwā
fiyhi
yakhtalifuwna
Dan
Kami
berikan
kepada
mereka
keterangan-keterangan
yang
nyata
tentang
urusan
(agama),
maka
mereka
tidak
berselisih,
melainkan
sesudah
datang
kepada
mereka
pengetahuan
karena
kedengkian
yang
ada
di
antara
mereka.
Sesungguhnya
Tuhan-mu
akan
memutuskan
antara
mereka
pada
hari
kiamat
terhadap
apa
yang
mereka
selalu
berselisih
padanya.
ثُمَّ
جَعَلْنَـٰكَ
عَلَىٰ
شَرِيعَةٍ
مِّنَ
ٱلْأَمْرِ
فَٱتَّبِعْهَا
وَلَا
تَتَّبِعْ
أَهْوَآءَ
ٱلَّذِينَ
لَا
يَعْلَمُونَ
18
tsumma
ja‘alnaāka
‘alaāā
syariy‘ahin
mmina
alaamri
faattabi‘haā
walaā
tattabi‘
aahwaā'a
alladziyna
laā
ya‘lamuwna
Kemudian,
Kami
jadikan
kamu
berada
di
atas
suatu
syariat
(peraturan)
dari
urusan
(agama
itu),
maka
ikutilah
syariat
itu
dan
janganlah
kamu
ikuti
hawa
nafsu
orang-orang
yang
tidak
mengetahui.
إِنَّهُمْ
لَن
يُغْنُوا۟
عَنكَ
مِنَ
ٱللَّهِ
شَيْـًٔا
ۚ
وَإِنَّ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
بَعْضُهُمْ
أَوْلِيَآءُ
بَعْضٍ
ۖ
وَٱللَّهُ
وَلِىُّ
ٱلْمُتَّقِينَ
19
iinnahum
lan
yughnuwā
‘anka
mina
alllahi
syayanā
waiinna
alẓẓaālimiyna
ba‘ḍuhum
aawliyaā'u
ba‘ḍin
waalllahu
waliāāu
almuttaqiyna
Sesungguhnya
mereka
sekali-kali
tidak
akan
dapat
menolak
dari
kamu
sedikit
pun
dari
(siksaan)
Allah.
Dan
Sesungguhnya
orang-orang
yang
zalim
itu
sebagian
mereka
menjadi
penolong
bagi
sebagian
yang
lain,
dan
Allah
adalah
pelindung
orang-orang
yang
bertakwa.
هَـٰذَا
بَصَـٰٓئِرُ
لِلنَّاسِ
وَهُدًى
وَرَحْمَةٌ
لِّقَوْمٍ
يُوقِنُونَ
20
haādzaā
baṣaāi'iru
lilnnaāsi
wahudanā
waraḥmahun
lliqawmin
yuwqinuwna
Al-Qur`ān
ini
adalah
pedoman
bagi
manusia;
petunjuk
dan
rahmat
bagi
kaum
yang
meyakini.
أَمْ
حَسِبَ
ٱلَّذِينَ
ٱجْتَرَحُوا۟
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
أَن
نَّجْعَلَهُمْ
كَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
سَوَآءً
مَّحْيَاهُمْ
وَمَمَاتُهُمْ
ۚ
سَآءَ
مَا
يَحْكُمُونَ
21
aam
ḥasiba
alladziyna
ajtaraḥuwā
alssayyiaāti
aan
nnaj‘alahum
kaalladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
sawaā'an
mmaḥyaāhum
wamamaātuhum
saā'a
maā
yaḥkumuwna
Apakah
orang-orang
yang
membuat
kejahatan
itu
menyangka
bahwa
Kami
akan
menjadikan
mereka
seperti
orang-orang
yang
beriman
dan
mengerjakan
amal
saleh,
yaitu
sama
antara
kehidupan
dan
kematian
mereka?
Amat
buruklah
apa
yang
mereka
sangka
itu.
وَخَلَقَ
ٱللَّهُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
بِٱلْحَقِّ
وَلِتُجْزَىٰ
كُلُّ
نَفْسٍۭ
بِمَا
كَسَبَتْ
وَهُمْ
لَا
يُظْلَمُونَ
22
wakhalaqa
alllahu
alssamaāwaāti
waalaarḍa
bialḥaqqi
walitujzaāā
kullu
nafsin
bimaā
kasabat
wahum
laā
yuẓlamuwna
Dan
Allah
menciptakan
langit
dan
bumi
dengan
tujuan
yang
benar
dan
agar
dibalasi
tiap-tiap
diri
terhadap
apa
yang
dikerjakannya
dan
mereka
tidak
akan
dirugikan.
أَفَرَءَيْتَ
مَنِ
ٱتَّخَذَ
إِلَـٰهَهُۥ
هَوَىٰهُ
وَأَضَلَّهُ
ٱللَّهُ
عَلَىٰ
عِلْمٍ
وَخَتَمَ
عَلَىٰ
سَمْعِهِۦ
وَقَلْبِهِۦ
وَجَعَلَ
عَلَىٰ
بَصَرِهِۦ
غِشَـٰوَةً
فَمَن
يَهْدِيهِ
مِنۢ
بَعْدِ
ٱللَّهِ
ۚ
أَفَلَا
تَذَكَّرُونَ
23
aafara'ayta
mani
attakhadza
iilaāhahuū
hawaāāhu
waaaḍallahu
alllahu
‘alaāā
‘ilmin
wakhatama
‘alaāā
sam‘ihiī
waqalbihiī
waja‘ala
‘alaāā
baṣarihiī
ghisyaāwahan
faman
yahdiyhi
min
ba‘di
alllahi
aafalaā
tadzakkaruwna
Maka
pernahkah
kamu
melihat
orang
yang
menjadikan
hawa
nafsunya
sebagai
tuhannya
dan
Allah
membiarkannya
sesat
berdasarkan
ilmu-Nya
[1385]
dan
Allah
telah
mengunci
mati
pendengaran
dan
hatinya
dan
meletakkan
tutupan
atas
penglihatannya?
Maka
siapakah
yang
akan
memberinya
petunjuk
sesudah
Allah
(membiarkannya
sesat).
Maka
mengapa
kamu
tidak
mengambil
pelajaran?
وَقَالُوا۟
مَا
هِىَ
إِلَّا
حَيَاتُنَا
ٱلدُّنْيَا
نَمُوتُ
وَنَحْيَا
وَمَا
يُهْلِكُنَآ
إِلَّا
ٱلدَّهْرُ
ۚ
وَمَا
لَهُم
بِذَٰلِكَ
مِنْ
عِلْمٍ
ۖ
إِنْ
هُمْ
إِلَّا
يَظُنُّونَ
24
waqaāluwā
maā
hiāa
iillaā
ḥayaātunaā
alddunyaā
namuwtu
wanaḥyaā
wamaā
yuhlikunaā
iillaā
alddahru
wamaā
lahum
bidzaālika
min
‘ilmin
iin
hum
iillaā
yaẓunnuwna
Dan
mereka
berkata,
"Kehidupan
ini
tidak
lain
hanyalah
kehidupan
di
dunia
saja;
kita
mati
dan
kita
hidup
dan
tidak
ada
yang
membinasakan
kita
selain
masa";
dan
mereka
sekali-kali
tidak
mempunyai
pengetahuan
tentang
itu;
mereka
tidak
lain
hanyalah
menduga-duga
saja.
وَإِذَا
تُتْلَىٰ
عَلَيْهِمْ
ءَايَـٰتُنَا
بَيِّنَـٰتٍ
مَّا
كَانَ
حُجَّتَهُمْ
إِلَّآ
أَن
قَالُوا۟
ٱئْتُوا۟
بِـَٔابَآئِنَآ
إِن
كُنتُمْ
صَـٰدِقِينَ
25
waiidzaā
tutlaāā
‘alayhim
'aāyaātunaā
bayyinaātin
mmaā
kaāna
ḥujjatahum
iillaā
aan
qaāluwā
ai'tuwā
biaābaāi'inaā
iin
kuntum
ṣaādiqiyna
Dan
apabila
dibacakan
kepada
mereka
ayat-ayat
Kami
yang
jelas,
tidak
ada
bantahan
mereka
selain
dari
mengatakan,
"Datangkanlah
nenek
moyang
kami,
jika
kamu
adalah
orang-orang
yang
benar.
قُلِ
ٱللَّهُ
يُحْيِيكُمْ
ثُمَّ
يُمِيتُكُمْ
ثُمَّ
يَجْمَعُكُمْ
إِلَىٰ
يَوْمِ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
لَا
رَيْبَ
فِيهِ
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَ
ٱلنَّاسِ
لَا
يَعْلَمُونَ
26
quli
alllahu
yuḥyiykum
tsumma
yumiytukum
tsumma
yajma‘ukum
iilaāā
yawmi
alqiyaāmahi
laā
rayba
fiyhi
walaākinna
aaktsara
alnnaāsi
laā
ya‘lamuwna
Katakanlah,
"Allah-lah
yang
menghidupkan
kamu,
kemudian
mematikan
kamu;
setelah
itu,
mengumpulkan
kamu
pada
hari
kiamat
yang
tidak
ada
keraguan
padanya,
akan
tetapi
kebanyakan
manusia
tidak
mengetahui.
وَلِلَّهِ
مُلْكُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۚ
وَيَوْمَ
تَقُومُ
ٱلسَّاعَةُ
يَوْمَئِذٍ
يَخْسَرُ
ٱلْمُبْطِلُونَ
27
walillahi
mulku
alssamaāwaāti
waalaarḍi
wayawma
taquwmu
alssaā‘ahu
yawmai'idzin
yakhsaru
almubṭiluwna
Dan
hanya
kepunyaan
Allah
kerajaan
langit
dan
bumi.
Dan
pada
hari
terjadinya
kebangkitan,
akan
rugilah
pada
hari
itu
orang-orang
yang
mengerjakan
kebatilan.
وَتَرَىٰ
كُلَّ
أُمَّةٍ
جَاثِيَةً
ۚ
كُلُّ
أُمَّةٍ
تُدْعَىٰٓ
إِلَىٰ
كِتَـٰبِهَا
ٱلْيَوْمَ
تُجْزَوْنَ
مَا
كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
28
wataraāā
kulla
aummahin
jaātsiyahan
kullu
aummahin
tud‘aāā
iilaāā
kitaābihaā
alyawma
tujzawna
maā
kuntum
ta‘maluwna
Dan
(pada
hari
itu),
kamu
lihat
tiap-tiap
umat
berlutut.
Tiap-tiap
umat
dipanggil
untuk
(melihat)
buku
catatan
amalnya.
Pada
hari
itu,
kamu
diberi
balasan
terhadap
apa
yang
telah
kamu
kerjakan.
هَـٰذَا
كِتَـٰبُنَا
يَنطِقُ
عَلَيْكُم
بِٱلْحَقِّ
ۚ
إِنَّا
كُنَّا
نَسْتَنسِخُ
مَا
كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
29
haādzaā
kitaābunaā
yanṭiqu
‘alaykum
bialḥaqqi
iinnaā
kunnaā
nastansikhu
maā
kuntum
ta‘maluwna
(Allah
berfirman),
"Inilah
kitab
(catatan)
Kami
yang
menuturkan
terhadapmu
dengan
benar.
Sesungguhnya
Kami
telah
menyuruh
mencatat
apa
yang
telah
kamu
kerjakan."
فَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
فَيُدْخِلُهُمْ
رَبُّهُمْ
فِى
رَحْمَتِهِۦ
ۚ
ذَٰلِكَ
هُوَ
ٱلْفَوْزُ
ٱلْمُبِينُ
30
faaammaā
alladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
fayudkhiluhum
rabbuhum
fiā
raḥmatihiī
dzaālika
huwa
alfawzu
almubiynu
Adapun
orang-orang
yang
beriman
dan
mengerjakan
amal
saleh,
maka
Tuhan
mereka
memasukkan
mereka
ke
dalam
rahmat-Nya
(surga).
Itulah
keberuntungan
yang
nyata.
وَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوٓا۟
أَفَلَمْ
تَكُنْ
ءَايَـٰتِى
تُتْلَىٰ
عَلَيْكُمْ
فَٱسْتَكْبَرْتُمْ
وَكُنتُمْ
قَوْمًا
مُّجْرِمِينَ
31
waaammaā
alladziyna
kafaruwā
aafalam
takun
'aāyaātiā
tutlaāā
‘alaykum
faastakbartum
wakuntum
qawmanā
mmujrimiyna
Dan
adapun
orang-orang
yang
kafir
(kepada
mereka
dikatakan),
"Maka
apakah
belum
ada
ayat-ayat-Ku
yang
dibacakan
kepadamu,
lalu
kamu
menyombongkan
diri
dan
kamu
jadi
kaum
yang
berbuat
dosa?"
وَإِذَا
قِيلَ
إِنَّ
وَعْدَ
ٱللَّهِ
حَقٌّ
وَٱلسَّاعَةُ
لَا
رَيْبَ
فِيهَا
قُلْتُم
مَّا
نَدْرِى
مَا
ٱلسَّاعَةُ
إِن
نَّظُنُّ
إِلَّا
ظَنًّا
وَمَا
نَحْنُ
بِمُسْتَيْقِنِينَ
32
waiidzaā
qiyla
iinna
wa‘da
alllahi
ḥaqqun
waalssaā‘ahu
laā
rayba
fiyhaā
qultum
mmaā
nadriā
maā
alssaā‘ahu
iin
nnaẓunnu
iillaā
ẓannanā
wamaā
naḥnu
bimustayqiniyna
Dan
apabila
dikatakan
(kepadamu),
"Sesungguhnya
janji
Allah
itu
adalah
benar
dan
hari
berbangkit
itu
tidak
ada
keraguan
padanya",
niscaya
kamu
menjawab,
"Kami
tidak
tahu
apakah
hari
kiamat
itu;
kami
sekali-kali
tidak
lain
hanyalah
menduga-duga
saja
dan
kami
sekali-kali
tidak
meyakini(nya)".
وَبَدَا
لَهُمْ
سَيِّـَٔاتُ
مَا
عَمِلُوا۟
وَحَاقَ
بِهِم
مَّا
كَانُوا۟
بِهِۦ
يَسْتَهْزِءُونَ
33
wabadaā
lahum
sayyiaātu
maā
‘amiluwā
waḥaāqa
bihim
mmaā
kaānuwā
bihiī
yastahzi'uwna
Dan
nyatalah
bagi
mereka
keburukan-keburukan
dari
apa
yang
mereka
kerjakan
dan
mereka
diliputi
oleh
(azab)
yang
mereka
selalu
memperolok-olokkannya.
وَقِيلَ
ٱلْيَوْمَ
نَنسَىٰكُمْ
كَمَا
نَسِيتُمْ
لِقَآءَ
يَوْمِكُمْ
هَـٰذَا
وَمَأْوَىٰكُمُ
ٱلنَّارُ
وَمَا
لَكُم
مِّن
نَّـٰصِرِينَ
34
waqiyla
alyawma
nansaāākum
kamaā
nasiytum
liqaā'a
yawmikum
haādzaā
wamaawaāākumu
alnnaāru
wamaā
lakum
mmin
nnaāṣiriyna
Dan
dikatakan
(kepada
mereka),
"Pada
hari
ini
Kami
melupakan
kamu
sebagaimana
kamu
telah
melupakan
pertemuan
(dengan)
harimu
ini
dan
tempat
kembalimu
ialah
neraka
dan
kamu
sekali-kali
tidak
memperoleh
penolong.
ذَٰلِكُم
بِأَنَّكُمُ
ٱتَّخَذْتُمْ
ءَايَـٰتِ
ٱللَّهِ
هُزُوًا
وَغَرَّتْكُمُ
ٱلْحَيَوٰةُ
ٱلدُّنْيَا
ۚ
فَٱلْيَوْمَ
لَا
يُخْرَجُونَ
مِنْهَا
وَلَا
هُمْ
يُسْتَعْتَبُونَ
35
dzaālikum
biaannakumu
attakhadztum
'aāyaāti
alllahi
huzuwanā
wagharratkumu
alḥayawāhu
alddunyaā
faalyawma
laā
yukhrajuwna
minhaā
walaā
hum
yusta‘tabuwna
Yang
demikian
itu,
karena
sesungguhnya
kamu
menjadikan
ayat-ayat
Allah
sebagai
olok-olokan
dan
kamu
telah
ditipu
oleh
kehidupan
dunia.
Maka
pada
hari
ini,
mereka
tidak
dikeluarkan
dari
neraka
dan
tidak
pula
mereka
diberi
kesempatan
untuk
bertobat.
فَلِلَّهِ
ٱلْحَمْدُ
رَبِّ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَرَبِّ
ٱلْأَرْضِ
رَبِّ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
36
falillahi
alḥamdu
rabbi
alssamaāwaāti
warabbi
alaarḍi
rabbi
al‘aālamiyna
Maka
bagi
Allah-lah
segala
puji,
Tuhan
langit
dan
Tuhan
bumi,
Tuhan
semesta
alam.
وَلَهُ
ٱلْكِبْرِيَآءُ
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۖ
وَهُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
37
walahu
alkibriyaā'u
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
wahuwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Dan
bagi-Nya-lah
keagungan
di
langit
dan
bumi,
Dia-lah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.