حمٓ
1
Ḥā
Mīm
Ḥā
Mīm
[1338].
عٓسٓقٓ
2
‘Ain
Sīn
Qāf
ʻAin
Sīn
Qāf
[1339].
كَذَٰلِكَ
يُوحِىٓ
إِلَيْكَ
وَإِلَى
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِكَ
ٱللَّهُ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
3
kadzaālika
yuwḥiā
iilayka
waiilaā
alladziyna
min
qablika
alllahu
al‘aziyzu
alḥakiymu
Demikianlah,
Allah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana
mewahyukan
kepada
kamu
dan
kepada
orang-orang
sebelum
kamu.
لَهُۥ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۖ
وَهُوَ
ٱلْعَلِىُّ
ٱلْعَظِيمُ
4
lahuū
maā
fiā
alssamaāwaāti
wamaā
fiā
alaarḍi
wahuwa
al‘aliāāu
al‘aẓiymu
Kepunyaan-Nya-lah
apa
yang
ada
di
langit
dan
apa
yang
ada
di
bumi.
Dan
Dialah
yang
Maha
Tinggi
lagi
Maha
Besar.
تَكَادُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتُ
يَتَفَطَّرْنَ
مِن
فَوْقِهِنَّ
ۚ
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
يُسَبِّحُونَ
بِحَمْدِ
رَبِّهِمْ
وَيَسْتَغْفِرُونَ
لِمَن
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۗ
أَلَآ
إِنَّ
ٱللَّهَ
هُوَ
ٱلْغَفُورُ
ٱلرَّحِيمُ
5
takaādu
alssamaāwaātu
yatafaṭṭarna
min
fawqihinna
waalmalaāi'ikahu
yusabbiḥuwna
biḥamdi
rabbihim
wayastaghfiruwna
liman
fiā
alaarḍi
aalaā
iinna
alllaha
huwa
alghafuwru
alrraḥiymu
Hampir
saja
langit
itu
pecah
dari
sebelah
atasnya
(karena
kebesaran
Tuhan)
dan
malaikat-malaikat
bertasbih
serta
memuji
Tuhan-nya
dan
memohonkan
ampun
bagi
orang-orang
yang
ada
di
bumi.
Ingatlah
bahwa
sesungguhnya
Allah
Dia-lah
Yang
Maha
Pengampun
lagi
Penyayang.
وَٱلَّذِينَ
ٱتَّخَذُوا۟
مِن
دُونِهِۦٓ
أَوْلِيَآءَ
ٱللَّهُ
حَفِيظٌ
عَلَيْهِمْ
وَمَآ
أَنتَ
عَلَيْهِم
بِوَكِيلٍ
6
waalladziyna
attakhadzuwā
min
duwnihiī
aawliyaā'a
alllahu
ḥafiyẓun
‘alayhim
wamaā
aanta
‘alayhim
biwakiylin
Dan
orang-orang
yang
mengambil
pelindung-pelindung
selain
Allah,
Allah
mengawasi
(perbuatan)
mereka;
dan
kamu
(ya
Muhammad)
bukanlah
orang
yang
diserahi
mengawasi
mereka.
وَكَذَٰلِكَ
أَوْحَيْنَآ
إِلَيْكَ
قُرْءَانًا
عَرَبِيًّا
لِّتُنذِرَ
أُمَّ
ٱلْقُرَىٰ
وَمَنْ
حَوْلَهَا
وَتُنذِرَ
يَوْمَ
ٱلْجَمْعِ
لَا
رَيْبَ
فِيهِ
ۚ
فَرِيقٌ
فِى
ٱلْجَنَّةِ
وَفَرِيقٌ
فِى
ٱلسَّعِيرِ
7
wakadzaālika
aawḥaynaā
iilayka
qur'aānanā
‘arabiyyanā
llitundzira
aumma
alquraāā
waman
ḥawlahaā
watundzira
yawma
aljam‘i
laā
rayba
fiyhi
fariyqun
fiā
aljannahi
wafariyqun
fiā
alssa‘iyri
Demikianlah
Kami
wahyukan
kepadamu
Al-Qur`ān
dalam
bahasa
Arab
supaya
kamu
memberi
peringatan
kepada
ummul
Qurā
(penduduk
Mekah)
dan
penduduk
(negeri-negeri)
sekelilingnya
[1340]
serta
memberi
peringatan
(pula)
tentang
hari
berkumpul
(kiamat)
yang
tidak
ada
keraguan
padanya.
Segolongan
masuk
surga
dan
segolongan
masuk
neraka.
وَلَوْ
شَآءَ
ٱللَّهُ
لَجَعَلَهُمْ
أُمَّةً
وَٰحِدَةً
وَلَـٰكِن
يُدْخِلُ
مَن
يَشَآءُ
فِى
رَحْمَتِهِۦ
ۚ
وَٱلظَّـٰلِمُونَ
مَا
لَهُم
مِّن
وَلِىٍّ
وَلَا
نَصِيرٍ
8
walaw
syaā'a
alllahu
laja‘alahum
aummahan
waāḥidahan
walaākin
yudkhilu
man
yasyaā'u
fiā
raḥmatihiī
waalẓẓaālimuwna
maā
lahum
mmin
waliāāin
walaā
naṣiyrin
Dan
kalau
Allah
menghendaki,
niscaya
Allah
menjadikan
mereka
satu
umat
(saja),
tetapi
Dia
memasukkan
orang-orang
yang
dikehendaki-Nya
ke
dalam
rahmat-Nya.
Dan
orang-orang
yang
zalim,
tidak
ada
bagi
mereka
seorang
pelindungpun
dan
tidak
pula
seorang
penolong.
أَمِ
ٱتَّخَذُوا۟
مِن
دُونِهِۦٓ
أَوْلِيَآءَ
ۖ
فَٱللَّهُ
هُوَ
ٱلْوَلِىُّ
وَهُوَ
يُحْىِ
ٱلْمَوْتَىٰ
وَهُوَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
9
aami
attakhadzuwā
min
duwnihiī
aawliyaā'a
faalllahu
huwa
alwaliāāu
wahuwa
yuḥāi
almawtaāā
wahuwa
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Atau
patutkah
mereka
mengambil
pelindung-pelindung
selain
Allah?
Maka
Allah,
Dia-lah
pelindung
(yang
sebenarnya)
dan
Dia
menghidupkan
orang-orang
yang
mati
dan
Dia
adalah
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
وَمَا
ٱخْتَلَفْتُمْ
فِيهِ
مِن
شَىْءٍ
فَحُكْمُهُۥٓ
إِلَى
ٱللَّهِ
ۚ
ذَٰلِكُمُ
ٱللَّهُ
رَبِّى
عَلَيْهِ
تَوَكَّلْتُ
وَإِلَيْهِ
أُنِيبُ
10
wamaā
akhtalaftum
fiyhi
min
syaā'in
faḥukmuhuū
iilaā
alllahi
dzaālikumu
alllahu
rabbiā
‘alayhi
tawakkaltu
waiilayhi
auniybu
Tentang
sesuatu
apa
pun
kamu
berselisih,
maka
putusannya
(terserah)
kepada
Allah.
(Yang
mempunyai
sifat-sifat
demikian)
itulah
Allah
Tuhan-ku.
Kepada-Nya
lah
aku
bertawakal
dan
kepada-Nya-lah
aku
kembali.
فَاطِرُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۚ
جَعَلَ
لَكُم
مِّنْ
أَنفُسِكُمْ
أَزْوَٰجًا
وَمِنَ
ٱلْأَنْعَـٰمِ
أَزْوَٰجًا
ۖ
يَذْرَؤُكُمْ
فِيهِ
ۚ
لَيْسَ
كَمِثْلِهِۦ
شَىْءٌ
ۖ
وَهُوَ
ٱلسَّمِيعُ
ٱلْبَصِيرُ
11
faāṭiru
alssamaāwaāti
waalaarḍi
ja‘ala
lakum
mmin
aanfusikum
aazwaājanā
wamina
alaan‘aāmi
aazwaājanā
yadzrau'ukum
fiyhi
laysa
kamitslihiī
syaā'un
wahuwa
alssamiy‘u
albaṣiyru
(Dia)
Pencipta
langit
dan
bumi.
Dia
menjadikan
bagi
kamu
dari
jenis
kamu
sendiri
pasangan-pasangan
dan
dari
jenis
binatang
ternak
pasangan-pasangan
(pula);
dijadikan-Nya
kamu
berkembang
biak
dengan
jalan
itu.
Tidak
ada
sesuatu
pun
yang
serupa
dengan
Dia,
dan
Dia-lah
yang
Maha
Mendengar
dan
Melihat.
لَهُۥ
مَقَالِيدُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۖ
يَبْسُطُ
ٱلرِّزْقَ
لِمَن
يَشَآءُ
وَيَقْدِرُ
ۚ
إِنَّهُۥ
بِكُلِّ
شَىْءٍ
عَلِيمٌ
12
lahuū
maqaāliydu
alssamaāwaāti
waalaarḍi
yabsuṭu
alrrizqa
liman
yasyaā'u
wayaqdiru
iinnahuū
bikulli
syaā'in
‘aliymun
Kepunyaan-Nya-lah
perbendaharaan
langit
dan
bumi;
Dia
melapangkan
rezeki
bagi
siapa
yang
dikehendaki-Nya
dan
menyempitkan(nya).
Sesungguhnya
Dia
Maha
Mengetahui
segala
sesuatu.
۞
شَرَعَ
لَكُم
مِّنَ
ٱلدِّينِ
مَا
وَصَّىٰ
بِهِۦ
نُوحًا
وَٱلَّذِىٓ
أَوْحَيْنَآ
إِلَيْكَ
وَمَا
وَصَّيْنَا
بِهِۦٓ
إِبْرَٰهِيمَ
وَمُوسَىٰ
وَعِيسَىٰٓ
ۖ
أَنْ
أَقِيمُوا۟
ٱلدِّينَ
وَلَا
تَتَفَرَّقُوا۟
فِيهِ
ۚ
كَبُرَ
عَلَى
ٱلْمُشْرِكِينَ
مَا
تَدْعُوهُمْ
إِلَيْهِ
ۚ
ٱللَّهُ
يَجْتَبِىٓ
إِلَيْهِ
مَن
يَشَآءُ
وَيَهْدِىٓ
إِلَيْهِ
مَن
يُنِيبُ
13
syara‘a
lakum
mmina
alddiyni
maā
waṣṣaāā
bihiī
nuwḥanā
waalladziā
aawḥaynaā
iilayka
wamaā
waṣṣaynaā
bihiī
iibraāhiyma
wamuwsaāā
wa‘iysaāā
aan
aaqiymuwā
alddiyna
walaā
tatafarraquwā
fiyhi
kabura
‘alaā
almusyrikiyna
maā
tad‘uwhum
iilayhi
alllahu
yajtabiā
iilayhi
man
yasyaā'u
wayahdiā
iilayhi
man
yuniybu
Dia
telah
mensyariatkan
bagi
kamu
tentang
agama
apa
yang
telah
diwasiatkan-Nya
kepada
Nūḥ
dan
apa
yang
telah
Kami
wahyukan
kepadamu
dan
apa
yang
telah
Kami
wasiatkan
kepada
Ibrāhīm,
Musa,
dan
`Isa,
yaitu,
Tegakkanlah
agama[1341]
dan
janganlah
kamu
berpecah
belah
tentangnya.
Amat
berat
bagi
orang-orang
musyrik
agama
yang
kamu
seru
mereka
kepadanya.
Allah
menarik
kepada
agama
itu
orang
yang
dikehendaki-Nya
dan
memberi
petunjuk
kepada
(agama)-Nya
orang
yang
kembali
(kepada-Nya).
وَمَا
تَفَرَّقُوٓا۟
إِلَّا
مِنۢ
بَعْدِ
مَا
جَآءَهُمُ
ٱلْعِلْمُ
بَغْيًۢا
بَيْنَهُمْ
ۚ
وَلَوْلَا
كَلِمَةٌ
سَبَقَتْ
مِن
رَّبِّكَ
إِلَىٰٓ
أَجَلٍ
مُّسَمًّى
لَّقُضِىَ
بَيْنَهُمْ
ۚ
وَإِنَّ
ٱلَّذِينَ
أُورِثُوا۟
ٱلْكِتَـٰبَ
مِنۢ
بَعْدِهِمْ
لَفِى
شَكٍّ
مِّنْهُ
مُرِيبٍ
14
wamaā
tafarraquwā
iillaā
min
ba‘di
maā
jaā'ahumu
al‘ilmu
baghyanā
baynahum
walawlaā
kalimahun
sabaqat
min
rrabbika
iilaāā
aajalin
mmusammanā
llaquḍiāa
baynahum
waiinna
alladziyna
auwritsuwā
alkitaāba
min
ba‘dihim
lafiā
syakkin
mminhu
muriybin
Dan
mereka
(ahli
kitab)
tidak
berpecah
belah,
melainkan
sesudah
datangnya
pengetahuan
kepada
mereka
karena
kedengkian
di
antara
mereka[1342].
Kalau
tidaklah
karena
sesuatu
ketetapan
yang
telah
ada
dari
Tuhan-mu
dahulunya
(untuk
menangguhkan
azab)
sampai
kepada
waktu
yang
ditentukan,
pastilah
mereka
telah
dibinasakan.
Dan
sesungguhnya,
orang-orang
yang
diwariskan
kepada
mereka
Alkitab
(Taurat
dan
Injil)[1343]
sesudah
mereka,
benar-benar
berada
dalam
keraguan
yang
menggoncangkan
tentang
kitab
itu.
فَلِذَٰلِكَ
فَٱدْعُ
ۖ
وَٱسْتَقِمْ
كَمَآ
أُمِرْتَ
ۖ
وَلَا
تَتَّبِعْ
أَهْوَآءَهُمْ
ۖ
وَقُلْ
ءَامَنتُ
بِمَآ
أَنزَلَ
ٱللَّهُ
مِن
كِتَـٰبٍ
ۖ
وَأُمِرْتُ
لِأَعْدِلَ
بَيْنَكُمُ
ۖ
ٱللَّهُ
رَبُّنَا
وَرَبُّكُمْ
ۖ
لَنَآ
أَعْمَـٰلُنَا
وَلَكُمْ
أَعْمَـٰلُكُمْ
ۖ
لَا
حُجَّةَ
بَيْنَنَا
وَبَيْنَكُمُ
ۖ
ٱللَّهُ
يَجْمَعُ
بَيْنَنَا
ۖ
وَإِلَيْهِ
ٱلْمَصِيرُ
15
falidzaālika
faad‘u
waastaqim
kamaā
aumirta
walaā
tattabi‘
aahwaā'ahum
waqul
'aāmantu
bimaā
aanzala
alllahu
min
kitaābin
waaumirtu
liaa‘dila
baynakumu
alllahu
rabbunaā
warabbukum
lanaā
aa‘maālunaā
walakum
aa‘maālukum
laā
ḥujjaha
baynanaā
wabaynakumu
alllahu
yajma‘u
baynanaā
waiilayhi
almaṣiyru
Maka
karena
itu,
serulah
(mereka
kepada
agama
itu)
dan
tetaplah
[1344]
sebagaimana
diperintahkan
kepadamu
dan
janganlah
mengikuti
hawa
nafsu
mereka
dan
katakanlah,
"Aku
beriman
kepada
semua
kitab
yang
diturunkan
Allah
dan
aku
diperintahkan
supaya
berlaku
adil
di
antara
kamu.
Allah-lah
Tuhan
kami
dan
Tuhan
kamu.
Bagi
kami,
amal-amal
kami
dan
bagi
kamu,
amal-amal
kamu.
Tidak
ada
pertengkaran
antara
kami
dan
kamu;
Allah
mengumpulkan
antara
kita
dan
kepada-Nyalah
kembali
(kita)".
وَٱلَّذِينَ
يُحَآجُّونَ
فِى
ٱللَّهِ
مِنۢ
بَعْدِ
مَا
ٱسْتُجِيبَ
لَهُۥ
حُجَّتُهُمْ
دَاحِضَةٌ
عِندَ
رَبِّهِمْ
وَعَلَيْهِمْ
غَضَبٌ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
شَدِيدٌ
16
waalladziyna
yuḥaājjuwna
fiā
alllahi
min
ba‘di
maā
astujiyba
lahuū
ḥujjatuhum
daāḥiḍahun
‘inda
rabbihim
wa‘alayhim
ghaḍabun
walahum
‘adzaābun
syadiydun
Dan
orang-orang
yang
membantah
(agama)
Allah
sesudah
agama
itu
diterima,
maka
bantahan
mereka
itu
sia-sia
saja
di
sisi
Tuhan
mereka.
Mereka
mendapat
kemurkaan
(Allah)
dan
bagi
mereka
azab
yang
sangat
keras.
ٱللَّهُ
ٱلَّذِىٓ
أَنزَلَ
ٱلْكِتَـٰبَ
بِٱلْحَقِّ
وَٱلْمِيزَانَ
ۗ
وَمَا
يُدْرِيكَ
لَعَلَّ
ٱلسَّاعَةَ
قَرِيبٌ
17
alllahu
alladziā
aanzala
alkitaāba
bialḥaqqi
waalmiyzaāna
wamaā
yudriyka
la‘alla
alssaā‘aha
qariybun
Allah-lah
yang
menurunkan
kitab
dengan
(membawa)
kebenaran
dan
(menurunkan)
neraca
(keadilan).
Dan
tahukah
kamu,
boleh
jadi
hari
kiamat
itu
(sudah)
dekat?
يَسْتَعْجِلُ
بِهَا
ٱلَّذِينَ
لَا
يُؤْمِنُونَ
بِهَا
ۖ
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مُشْفِقُونَ
مِنْهَا
وَيَعْلَمُونَ
أَنَّهَا
ٱلْحَقُّ
ۗ
أَلَآ
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يُمَارُونَ
فِى
ٱلسَّاعَةِ
لَفِى
ضَلَـٰلٍۭ
بَعِيدٍ
18
yasta‘jilu
bihaā
alladziyna
laā
yuu'minuwna
bihaā
waalladziyna
'aāmanuwā
musyfiquwna
minhaā
waya‘lamuwna
aannahaā
alḥaqqu
aalaā
iinna
alladziyna
yumaāruwna
fiā
alssaā‘ahi
lafiā
ḍalaālin
ba‘iydin
Orang-orang
yang
tidak
beriman
kepada
hari
kiamat
meminta
supaya
hari
itu
segera
didatangkan
dan
orang-orang
yang
beriman
merasa
takut
kepadanya
dan
mereka
yakin
bahwa
kiamat
itu
adalah
benar
(akan
terjadi).
Ketahuilah
bahwa
sesungguhnya
orang-orang
yang
membantah
tentang
terjadinya
kiamat
itu
benar-benar
dalam
kesesatan
yang
jauh.
ٱللَّهُ
لَطِيفٌۢ
بِعِبَادِهِۦ
يَرْزُقُ
مَن
يَشَآءُ
ۖ
وَهُوَ
ٱلْقَوِىُّ
ٱلْعَزِيزُ
19
alllahu
laṭiyfun
bi‘ibaādihiī
yarzuqu
man
yasyaā'u
wahuwa
alqawiāāu
al‘aziyzu
Allah
Maha
lembut
terhadap
hamba-hamba-Nya;
Dia
memberi
rezeki
kepada
yang
dikehendaki-Nya
dan
Dia-lah
Yang
Maha
Kuat
lagi
Maha
Perkasa.
مَن
كَانَ
يُرِيدُ
حَرْثَ
ٱلْـَٔاخِرَةِ
نَزِدْ
لَهُۥ
فِى
حَرْثِهِۦ
ۖ
وَمَن
كَانَ
يُرِيدُ
حَرْثَ
ٱلدُّنْيَا
نُؤْتِهِۦ
مِنْهَا
وَمَا
لَهُۥ
فِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
مِن
نَّصِيبٍ
20
man
kaāna
yuriydu
ḥartsa
alaākhirahi
nazid
lahuū
fiā
ḥartsihiī
waman
kaāna
yuriydu
ḥartsa
alddunyaā
nuu'tihiī
minhaā
wamaā
lahuū
fiā
alaākhirahi
min
nnaṣiybin
Barang
siapa
yang
menghendaki
keuntungan
di
akhirat
akan
Kami
tambah
keuntungan
itu
baginya
dan
barang
siapa
yang
menghendaki
keuntungan
di
dunia,
Kami
berikan
kepadanya
sebagian
dari
keuntungan
dunia
dan
tidak
ada
baginya
suatu
bagian
pun
di
akhirat.
أَمْ
لَهُمْ
شُرَكَـٰٓؤُا۟
شَرَعُوا۟
لَهُم
مِّنَ
ٱلدِّينِ
مَا
لَمْ
يَأْذَنۢ
بِهِ
ٱللَّهُ
ۚ
وَلَوْلَا
كَلِمَةُ
ٱلْفَصْلِ
لَقُضِىَ
بَيْنَهُمْ
ۗ
وَإِنَّ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
لَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
21
aam
lahum
syurakaāu'uā
syara‘uwā
lahum
mmina
alddiyni
maā
lam
yaadzan
bihi
alllahu
walawlaā
kalimahu
alfaṣli
laquḍiāa
baynahum
waiinna
alẓẓaālimiyna
lahum
‘adzaābun
aaliymun
Apakah
mereka
mempunyai
sembahan-sembahan
selain
Allah
yang
mensyariatkan
untuk
mereka
agama
yang
tidak
diizinkan
Allah?
Sekiranya
tak
ada
ketetapan
yang
menentukan
(dari
Allah),
tentulah
mereka
telah
dibinasakan.
Dan
sesungguhnya,
orang-orang
yang
zalim
itu
akan
memperoleh
azab
yang
amat
pedih.
تَرَى
ٱلظَّـٰلِمِينَ
مُشْفِقِينَ
مِمَّا
كَسَبُوا۟
وَهُوَ
وَاقِعٌۢ
بِهِمْ
ۗ
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
فِى
رَوْضَاتِ
ٱلْجَنَّاتِ
ۖ
لَهُم
مَّا
يَشَآءُونَ
عِندَ
رَبِّهِمْ
ۚ
ذَٰلِكَ
هُوَ
ٱلْفَضْلُ
ٱلْكَبِيرُ
22
taraā
alẓẓaālimiyna
musyfiqiyna
mimmaā
kasabuwā
wahuwa
waāqi‘un
bihim
waalladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
fiā
rawḍaāti
aljannaāti
lahum
mmaā
yasyaā'uwna
‘inda
rabbihim
dzaālika
huwa
alfaḍlu
alkabiyru
Kamu
lihat
orang-orang
yang
zalim
sangat
ketakutan
karena
kejahatan-kejahatan
yang
telah
mereka
kerjakan,
sedang
siksaan
menimpa
mereka.
Dan
orang-orang
yang
beriman
serta
mengerjakan
amal
saleh
(berada)
di
dalam
taman-taman
surga,
mereka
memperoleh
apa
yang
mereka
kehendaki
di
sisi
Tuhan
mereka.
Yang
demikian
itu
adalah
karunia
yang
besar.
ذَٰلِكَ
ٱلَّذِى
يُبَشِّرُ
ٱللَّهُ
عِبَادَهُ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
ۗ
قُل
لَّآ
أَسْـَٔلُكُمْ
عَلَيْهِ
أَجْرًا
إِلَّا
ٱلْمَوَدَّةَ
فِى
ٱلْقُرْبَىٰ
ۗ
وَمَن
يَقْتَرِفْ
حَسَنَةً
نَّزِدْ
لَهُۥ
فِيهَا
حُسْنًا
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
غَفُورٌ
شَكُورٌ
23
dzaālika
alladziā
yubasysyiru
alllahu
‘ibaādahu
alladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
qul
llaā
aasalukum
‘alayhi
aajranā
iillaā
almawaddaha
fiā
alqurbaāā
waman
yaqtarif
ḥasanahan
nnazid
lahuū
fiyhaā
ḥusnanā
iinna
alllaha
ghafuwrun
syakuwrun
Itulah
(karunia)
yang
(dengan
itu)
Allah
menggembirakan
hamba-hamba-Nya
yang
beriman
dan
mengerjakan
amal
yang
saleh.
Katakanlah,
"Aku
tidak
meminta
kepadamu
sesuatu
upah
pun
atas
seruanku,
kecuali
kasih
sayang
dalam
kekeluargaan".
Dan
siapa
yang
mengerjakan
kebaikan
akan
Kami
tambahkan
baginya
kebaikan
pada
kebaikannya
itu.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Mensyukuri
[1345].
أَمْ
يَقُولُونَ
ٱفْتَرَىٰ
عَلَى
ٱللَّهِ
كَذِبًا
ۖ
فَإِن
يَشَإِ
ٱللَّهُ
يَخْتِمْ
عَلَىٰ
قَلْبِكَ
ۗ
وَيَمْحُ
ٱللَّهُ
ٱلْبَـٰطِلَ
وَيُحِقُّ
ٱلْحَقَّ
بِكَلِمَـٰتِهِۦٓ
ۚ
إِنَّهُۥ
عَلِيمٌۢ
بِذَاتِ
ٱلصُّدُورِ
24
aam
yaquwluwna
aftaraāā
‘alaā
alllahi
kadzibanā
faiin
yasyaii
alllahu
yakhtim
‘alaāā
qalbika
wayamḥu
alllahu
albaāṭila
wayuḥiqqu
alḥaqqa
bikalimaātihiī
iinnahuū
‘aliymun
bidzaāti
alṣṣuduwri
Bahkan,
mereka
mengatakan,
"Dia
(Muhammad)
telah
mengada-adakan
dusta
terhadap
Allah".
Maka
jika
Allah
menghendaki,
niscaya
Dia
mengunci
mati
hatimu
dan
Allah
menghapuskan
yang
batil
dan
membenarkan
yang
hak
dengan
kalimat-kalimat-Nya
(Al-Qur`ān).
Sesungguhnya
Dia
Maha
Mengetahui
segala
isi
hati.
وَهُوَ
ٱلَّذِى
يَقْبَلُ
ٱلتَّوْبَةَ
عَنْ
عِبَادِهِۦ
وَيَعْفُوا۟
عَنِ
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
وَيَعْلَمُ
مَا
تَفْعَلُونَ
25
wahuwa
alladziā
yaqbalu
alttawbaha
‘an
‘ibaādihiī
waya‘fuwā
‘ani
alssayyiaāti
waya‘lamu
maā
taf‘aluwna
Dan
Dia-lah
yang
menerima
tobat
dari
hamba-hamba-Nya
dan
memaafkan
kesalahan-kesalahan
dan
mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan,
وَيَسْتَجِيبُ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
وَيَزِيدُهُم
مِّن
فَضْلِهِۦ
ۚ
وَٱلْكَـٰفِرُونَ
لَهُمْ
عَذَابٌ
شَدِيدٌ
26
wayastajiybu
alladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
wayaziyduhum
mmin
faḍlihiī
waalkaāfiruwna
lahum
‘adzaābun
syadiydun
dan
Dia
memperkenankan
(doa)
orang-orang
yang
beriman
serta
mengerjakan
amal
yang
saleh
dan
menambah
(pahala)
kepada
mereka
dari
karunia-Nya.
Dan
orang-orang
yang
kafir
bagi
mereka
azab
yang
sangat
keras.
۞
وَلَوْ
بَسَطَ
ٱللَّهُ
ٱلرِّزْقَ
لِعِبَادِهِۦ
لَبَغَوْا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَلَـٰكِن
يُنَزِّلُ
بِقَدَرٍ
مَّا
يَشَآءُ
ۚ
إِنَّهُۥ
بِعِبَادِهِۦ
خَبِيرٌۢ
بَصِيرٌ
27
walaw
basaṭa
alllahu
alrrizqa
li‘ibaādihiī
labaghawā
fiā
alaarḍi
walaākin
yunazzilu
biqadarin
mmaā
yasyaā'u
iinnahuū
bi‘ibaādihiī
khabiyrun
baṣiyrun
Dan
jikalau
Allah
melapangkan
rezeki
kepada
hamba-hamba-Nya,
tentulah
mereka
akan
melampaui
batas
di
muka
bumi,
tetapi
Allah
menurunkan
apa
yang
dikehendaki-Nya
dengan
ukuran.
Sesungguhnya
Dia
Maha
Mengetahui
(keadaan)
hamba-hamba-Nya
lagi
Maha
Melihat.
وَهُوَ
ٱلَّذِى
يُنَزِّلُ
ٱلْغَيْثَ
مِنۢ
بَعْدِ
مَا
قَنَطُوا۟
وَيَنشُرُ
رَحْمَتَهُۥ
ۚ
وَهُوَ
ٱلْوَلِىُّ
ٱلْحَمِيدُ
28
wahuwa
alladziā
yunazzilu
alghaytsa
min
ba‘di
maā
qanaṭuwā
wayansyuru
raḥmatahuū
wahuwa
alwaliāāu
alḥamiydu
Dan
Dia-lah
Yang
menurunkan
hujan
sesudah
mereka
berputus
asa
dan
menyebarkan
rahmat-Nya.
Dan
Dia-lah
Yang
Maha
Pelindung
lagi
Maha
Terpuji.
وَمِنْ
ءَايَـٰتِهِۦ
خَلْقُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
وَمَا
بَثَّ
فِيهِمَا
مِن
دَآبَّةٍ
ۚ
وَهُوَ
عَلَىٰ
جَمْعِهِمْ
إِذَا
يَشَآءُ
قَدِيرٌ
29
wamin
'aāyaātihiī
khalqu
alssamaāwaāti
waalaarḍi
wamaā
batstsa
fiyhimaā
min
daābbahin
wahuwa
‘alaāā
jam‘ihim
iidzaā
yasyaā'u
qadiyrun
Di
antara
ayat-ayat
(tanda-tanda
kekuasaan)-Nya
ialah
menciptakan
langit
dan
bumi
dan
makhluk-makhluk
yang
melata
yang
Dia
sebarkan
pada
keduanya.
Dan
Dia
Maha
Kuasa
mengumpulkan
semuanya
apabila
dikehendaki-Nya.
وَمَآ
أَصَـٰبَكُم
مِّن
مُّصِيبَةٍ
فَبِمَا
كَسَبَتْ
أَيْدِيكُمْ
وَيَعْفُوا۟
عَن
كَثِيرٍ
30
wamaā
aaṣaābakum
mmin
mmuṣiybahin
fabimaā
kasabat
aaydiykum
waya‘fuwā
‘an
katsiyrin
Dan
apa
saja
musibah
yang
menimpa
kamu,
maka
adalah
disebabkan
oleh
perbuatan
tanganmu
sendiri
dan
Allah
memaafkan
sebagian
besar
(dari
kesalahan-kesalahanmu).
وَمَآ
أَنتُم
بِمُعْجِزِينَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۖ
وَمَا
لَكُم
مِّن
دُونِ
ٱللَّهِ
مِن
وَلِىٍّ
وَلَا
نَصِيرٍ
31
wamaā
aantum
bimu‘jiziyna
fiā
alaarḍi
wamaā
lakum
mmin
duwni
alllahi
min
waliāāin
walaā
naṣiyrin
Dan
kamu
tidak
dapat
melepaskan
diri
(dari
azab
Allah)
di
muka
bumi
dan
kamu
tidak
memperoleh
seorang
pelindung
dan
tidak
pula
penolong
selain
Allah.
وَمِنْ
ءَايَـٰتِهِ
ٱلْجَوَارِ
فِى
ٱلْبَحْرِ
كَٱلْأَعْلَـٰمِ
32
wamin
'aāyaātihi
aljawaāri
fiā
albaḥri
kaalaa‘laāmi
Dan
di
antara
tanda-tanda
kekuasaan-Nya
ialah
kapal-kapal
(yang
berlayar)
di
laut
seperti
gunung-gunung.
إِن
يَشَأْ
يُسْكِنِ
ٱلرِّيحَ
فَيَظْلَلْنَ
رَوَاكِدَ
عَلَىٰ
ظَهْرِهِۦٓ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّكُلِّ
صَبَّارٍ
شَكُورٍ
33
iin
yasyaa
yuskini
alrriyḥa
fayaẓlalna
rawaākida
‘alaāā
ẓahrihiī
iinna
fiā
dzaālika
laaāyaātin
llikulli
ṣabbaārin
syakuwrin
Jika
Dia
menghendaki,
Dia
akan
menenangkan
angin,
maka
jadilah
kapal-kapal
itu
terhenti
di
permukaan
laut.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu,
terdapat
tanda-tanda
(kekuasaan)-Nya
bagi
setiap
orang
yang
banyak
bersabar
dan
banyak
bersyukur,
أَوْ
يُوبِقْهُنَّ
بِمَا
كَسَبُوا۟
وَيَعْفُ
عَن
كَثِيرٍ
34
aaw
yuwbiqhunna
bimaā
kasabuwā
waya‘fu
‘an
katsiyrin
atau
kapal-kapal
itu
dibinasakan-Nya
karena
perbuatan
mereka
atau
Dia
memberi
maaf
sebagian
besar
(dari
mereka).
وَيَعْلَمَ
ٱلَّذِينَ
يُجَـٰدِلُونَ
فِىٓ
ءَايَـٰتِنَا
مَا
لَهُم
مِّن
مَّحِيصٍ
35
waya‘lama
alladziyna
yujaādiluwna
fiā
'aāyaātinaā
maā
lahum
mmin
mmaḥiyṣin
Dan
supaya
orang-orang
yang
membantah
ayat-ayat
(kekuasaan)
Kami
mengetahui
bahwa
mereka
sekali-kali
tidak
akan
memperoleh
jalan
ke
luar
(dari
siksaan).
فَمَآ
أُوتِيتُم
مِّن
شَىْءٍ
فَمَتَـٰعُ
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
ۖ
وَمَا
عِندَ
ٱللَّهِ
خَيْرٌ
وَأَبْقَىٰ
لِلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَلَىٰ
رَبِّهِمْ
يَتَوَكَّلُونَ
36
famaā
auwtiytum
mmin
syaā'in
famataā‘u
alḥayawāhi
alddunyaā
wamaā
‘inda
alllahi
khayrun
waaabqaāā
lilladziyna
'aāmanuwā
wa‘alaāā
rabbihim
yatawakkaluwna
Maka
sesuatu
yang
diberikan
kepadamu,
itu
adalah
kenikmatan
hidup
di
dunia
dan
yang
ada
pada
sisi
Allah
lebih
baik
dan
lebih
kekal
bagi
orang-orang
yang
beriman
dan
hanya
kepada
Tuhan
mereka,
mereka
bertawakal.
وَٱلَّذِينَ
يَجْتَنِبُونَ
كَبَـٰٓئِرَ
ٱلْإِثْمِ
وَٱلْفَوَٰحِشَ
وَإِذَا
مَا
غَضِبُوا۟
هُمْ
يَغْفِرُونَ
37
waalladziyna
yajtanibuwna
kabaāi'ira
aliitsmi
waalfawaāḥisya
waiidzaā
maā
ghaḍibuwā
hum
yaghfiruwna
Dan
(bagi)
orang-orang
yang
menjauhi
dosa-dosa
besar
dan
perbuatan-perbuatan
keji
dan
apabila
mereka
marah,
mereka
memberi
maaf.
وَٱلَّذِينَ
ٱسْتَجَابُوا۟
لِرَبِّهِمْ
وَأَقَامُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
وَأَمْرُهُمْ
شُورَىٰ
بَيْنَهُمْ
وَمِمَّا
رَزَقْنَـٰهُمْ
يُنفِقُونَ
38
waalladziyna
astajaābuwā
lirabbihim
waaaqaāmuwā
alṣṣalawāha
waaamruhum
syuwraāā
baynahum
wamimmaā
razaqnaāhum
yunfiquwna
Dan
(bagi)
orang-orang
yang
menerima
(mematuhi)
seruan
Tuhan-nya
dan
mendirikan
salat,
sedang
urusan
mereka
(diputuskan)
dengan
musyawarah
antara
mereka,
dan
mereka
menafkahkan
sebagian
dari
rezeki
yang
Kami
berikan
kepada
mereka.
وَٱلَّذِينَ
إِذَآ
أَصَابَهُمُ
ٱلْبَغْىُ
هُمْ
يَنتَصِرُونَ
39
waalladziyna
iidzaā
aaṣaābahumu
albaghāu
hum
yantaṣiruwna
Dan
(
bagi)
orang-orang
yang
apabila
mereka
diperlakukan
dengan
zalim
mereka
membela
diri.
وَجَزَٰٓؤُا۟
سَيِّئَةٍ
سَيِّئَةٌ
مِّثْلُهَا
ۖ
فَمَنْ
عَفَا
وَأَصْلَحَ
فَأَجْرُهُۥ
عَلَى
ٱللَّهِ
ۚ
إِنَّهُۥ
لَا
يُحِبُّ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
40
wajazaāu'uā
sayyii'ahin
sayyii'ahun
mmitsluhaā
faman
‘afaā
waaaṣlaḥa
faaajruhuū
‘alaā
alllahi
iinnahuū
laā
yuḥibbu
alẓẓaālimiyna
Dan
balasan
suatu
kejahatan
adalah
kejahatan
yang
serupa,
maka
barang
siapa
memaafkan
dan
berbuat
baik
[1346],
maka
pahalanya
atas
(tanggungan)
Allah.
Sesungguhnya
Dia
tidak
menyukai
orang-orang
yang
zalim.
وَلَمَنِ
ٱنتَصَرَ
بَعْدَ
ظُلْمِهِۦ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
مَا
عَلَيْهِم
مِّن
سَبِيلٍ
41
walamani
antaṣara
ba‘da
ẓulmihiī
faauwlaāi'ika
maā
‘alayhim
mmin
sabiylin
Dan
sesungguhnya
orang-orang
yang
membela
diri
sesudah
teraniaya,
tidak
ada
suatu
dosa
pun
terhadap
mereka.
إِنَّمَا
ٱلسَّبِيلُ
عَلَى
ٱلَّذِينَ
يَظْلِمُونَ
ٱلنَّاسَ
وَيَبْغُونَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
بِغَيْرِ
ٱلْحَقِّ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
لَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
42
iinnamaā
alssabiylu
‘alaā
alladziyna
yaẓlimuwna
alnnaāsa
wayabghuwna
fiā
alaarḍi
bighayri
alḥaqqi
auwlaāi'ika
lahum
‘adzaābun
aaliymun
Sesungguhnya
dosa
itu
atas
orang-orang
yang
berbuat
zalim
kepada
manusia
dan
melampaui
batas
di
muka
bumi
tanpa
hak.
Mereka
itu
mendapat
azab
yang
pedih.
وَلَمَن
صَبَرَ
وَغَفَرَ
إِنَّ
ذَٰلِكَ
لَمِنْ
عَزْمِ
ٱلْأُمُورِ
43
walaman
ṣabara
waghafara
iinna
dzaālika
lamin
‘azmi
alaumuwri
Tetapi,
orang
yang
bersabar
dan
memaafkan,
sesungguhnya
(perbuatan)
yang
demikian
itu
termasuk
hal-hal
yang
diutamakan.
وَمَن
يُضْلِلِ
ٱللَّهُ
فَمَا
لَهُۥ
مِن
وَلِىٍّ
مِّنۢ
بَعْدِهِۦ
ۗ
وَتَرَى
ٱلظَّـٰلِمِينَ
لَمَّا
رَأَوُا۟
ٱلْعَذَابَ
يَقُولُونَ
هَلْ
إِلَىٰ
مَرَدٍّ
مِّن
سَبِيلٍ
44
waman
yuḍlili
alllahu
famaā
lahuū
min
waliāāin
mmin
ba‘dihiī
wataraā
alẓẓaālimiyna
lammaā
raaawuā
al‘adzaāba
yaquwluwna
hal
iilaāā
maraddin
mmin
sabiylin
Dan
siapa
yang
disesatkan
Allah,
maka
tidak
ada
baginya
seorang
pemimpin
pun
sesudah
itu.
Dan
kamu
akan
melihat
orang-orang
yang
zalim
ketika
mereka
melihat
azab
berkata,
"Adakah
kiranya
jalan
untuk
kembali
(ke
dunia)?"
وَتَرَىٰهُمْ
يُعْرَضُونَ
عَلَيْهَا
خَـٰشِعِينَ
مِنَ
ٱلذُّلِّ
يَنظُرُونَ
مِن
طَرْفٍ
خَفِىٍّ
ۗ
وَقَالَ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِنَّ
ٱلْخَـٰسِرِينَ
ٱلَّذِينَ
خَسِرُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
وَأَهْلِيهِمْ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۗ
أَلَآ
إِنَّ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
فِى
عَذَابٍ
مُّقِيمٍ
45
wataraāāhum
yu‘raḍuwna
‘alayhaā
khaāsyi‘iyna
mina
aldzdzulli
yanẓuruwna
min
ṭarfin
khafiāāin
waqaāla
alladziyna
'aāmanuwā
iinna
alkhaāsiriyna
alladziyna
khasiruwā
aanfusahum
waaahliyhim
yawma
alqiyaāmahi
aalaā
iinna
alẓẓaālimiyna
fiā
‘adzaābin
mmuqiymin
Dan
kamu
akan
melihat
mereka
dihadapkan
ke
neraka
dalam
keadaan
tunduk
karena
(merasa)
hina,
mereka
melihat
dengan
pandangan
yang
lesu.
Dan
orang-orang
yang
beriman
berkata,
"Sesungguhnya
orang-orang
yang
merugi
ialah
orang-orang
yang
kehilangan
diri
mereka
sendiri
dan
(kehilangan)
keluarga
mereka
pada
hari
kiamat
[1347].
Ingatlah,
sesungguhnya
orang-orang
yang
zalim
itu
berada
dalam
azab
yang
kekal.
وَمَا
كَانَ
لَهُم
مِّنْ
أَوْلِيَآءَ
يَنصُرُونَهُم
مِّن
دُونِ
ٱللَّهِ
ۗ
وَمَن
يُضْلِلِ
ٱللَّهُ
فَمَا
لَهُۥ
مِن
سَبِيلٍ
46
wamaā
kaāna
lahum
mmin
aawliyaā'a
yanṣuruwnahum
mmin
duwni
alllahi
waman
yuḍlili
alllahu
famaā
lahuū
min
sabiylin
Dan
mereka
sekali-kali
tidak
mempunyai
pelindung-pelindung
yang
dapat
menolong
mereka
selain
Allah.
Dan
siapa
yang
disesatkan
Allah,
maka
tidaklah
ada
baginya
sesuatu
jalan
pun
(untuk
mendapat
petunjuk).
ٱسْتَجِيبُوا۟
لِرَبِّكُم
مِّن
قَبْلِ
أَن
يَأْتِىَ
يَوْمٌ
لَّا
مَرَدَّ
لَهُۥ
مِنَ
ٱللَّهِ
ۚ
مَا
لَكُم
مِّن
مَّلْجَإٍ
يَوْمَئِذٍ
وَمَا
لَكُم
مِّن
نَّكِيرٍ
47
astajiybuwā
lirabbikum
mmin
qabli
aan
yaatiāa
yawmun
llaā
maradda
lahuū
mina
alllahi
maā
lakum
mmin
mmaljaiin
yawmai'idzin
wamaā
lakum
mmin
nnakiyrin
Patuhilah
seruan
Tuhan-mu
sebelum
datang
dari
Allah
suatu
hari
yang
tidak
dapat
ditolak
kedatangannya.
Kamu
tidak
memperoleh
tempat
berlindung
pada
hari
itu
dan
tidak
(pula)
dapat
mengingkari
(dosa-dosamu).
فَإِنْ
أَعْرَضُوا۟
فَمَآ
أَرْسَلْنَـٰكَ
عَلَيْهِمْ
حَفِيظًا
ۖ
إِنْ
عَلَيْكَ
إِلَّا
ٱلْبَلَـٰغُ
ۗ
وَإِنَّآ
إِذَآ
أَذَقْنَا
ٱلْإِنسَـٰنَ
مِنَّا
رَحْمَةً
فَرِحَ
بِهَا
ۖ
وَإِن
تُصِبْهُمْ
سَيِّئَةٌۢ
بِمَا
قَدَّمَتْ
أَيْدِيهِمْ
فَإِنَّ
ٱلْإِنسَـٰنَ
كَفُورٌ
48
faiin
aa‘raḍuwā
famaā
aarsalnaāka
‘alayhim
ḥafiyẓanā
iin
‘alayka
iillaā
albalaāghu
waiinnaā
iidzaā
aadzaqnaā
aliinsaāna
minnaā
raḥmahan
fariḥa
bihaā
waiin
tuṣibhum
sayyii'ahun
bimaā
qaddamat
aaydiyhim
faiinna
aliinsaāna
kafuwrun
Jika
mereka
berpaling,
maka
Kami
tidak
mengutus
kamu
sebagai
pengawas
bagi
mereka.
Kewajibanmu
tidak
lain
hanyalah
menyampaikan
(risalah).
Sesungguhnya
apabila
Kami
merasakan
kepada
manusia
sesuatu
rahmat
dari
Kami,
dia
bergembira
ria
karena
rahmat
itu.
Dan
jika
mereka
ditimpa
kesusahan
disebabkan
perbuatan
tangan
mereka
sendiri,
(niscaya
mereka
ingkar)
karena
sesungguhnya
manusia
itu
amat
ingkar
(kepada
nikmat).
لِّلَّهِ
مُلْكُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۚ
يَخْلُقُ
مَا
يَشَآءُ
ۚ
يَهَبُ
لِمَن
يَشَآءُ
إِنَـٰثًا
وَيَهَبُ
لِمَن
يَشَآءُ
ٱلذُّكُورَ
49
llillahi
mulku
alssamaāwaāti
waalaarḍi
yakhluqu
maā
yasyaā'u
yahabu
liman
yasyaā'u
iinaātsanā
wayahabu
liman
yasyaā'u
aldzdzukuwra
Kepunyaan
Allah-lah
kerajaan
langit
dan
bumi,
Dia
menciptakan
apa
yang
Dia
kehendaki,
Dia
memberikan
anak-anak
perempuan
kepada
siapa
yang
Dia
kehendaki
dan
memberikan
anak-anak
lelaki
kepada
siapa
yang
Dia
kehendaki,
أَوْ
يُزَوِّجُهُمْ
ذُكْرَانًا
وَإِنَـٰثًا
ۖ
وَيَجْعَلُ
مَن
يَشَآءُ
عَقِيمًا
ۚ
إِنَّهُۥ
عَلِيمٌ
قَدِيرٌ
50
aaw
yuzawwijuhum
dzukraānanā
waiinaātsanā
wayaj‘alu
man
yasyaā'u
‘aqiymanā
iinnahuū
‘aliymun
qadiyrun
atau
Dia
menganugerahkan
kedua
jenis
laki-laki
dan
perempuan
(kepada
siapa
yang
dikehendaki-Nya)
dan
Dia
menjadikan
mandul
siapa
yang
Dia
kehendaki.
Sesungguhnya
Dia
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Kuasa.
۞
وَمَا
كَانَ
لِبَشَرٍ
أَن
يُكَلِّمَهُ
ٱللَّهُ
إِلَّا
وَحْيًا
أَوْ
مِن
وَرَآئِ
حِجَابٍ
أَوْ
يُرْسِلَ
رَسُولًا
فَيُوحِىَ
بِإِذْنِهِۦ
مَا
يَشَآءُ
ۚ
إِنَّهُۥ
عَلِىٌّ
حَكِيمٌ
51
wamaā
kaāna
libasyarin
aan
yukallimahu
alllahu
iillaā
waḥyanā
aaw
min
waraāi'i
ḥijaābin
aaw
yursila
rasuwlanā
fayuwḥiāa
biiidznihiī
maā
yasyaā'u
iinnahuū
‘aliāāun
ḥakiymun
Dan
tidak
ada
bagi
seorang
manusia
pun
bahwa
Allah
berkata-kata
dengan
dia,
kecuali
dengan
perantaraan
wahyu
atau
di
belakang
tabir
[1348]
atau
dengan
mengutus
seorang
utusan
(malaikat),
lalu
diwahyukan
kepadanya
dengan
seizin-Nya
apa
yang
Dia
kehendaki.
Sesungguhnya
Dia
Maha
Tinggi
lagi
Maha
Bijaksana.
وَكَذَٰلِكَ
أَوْحَيْنَآ
إِلَيْكَ
رُوحًا
مِّنْ
أَمْرِنَا
ۚ
مَا
كُنتَ
تَدْرِى
مَا
ٱلْكِتَـٰبُ
وَلَا
ٱلْإِيمَـٰنُ
وَلَـٰكِن
جَعَلْنَـٰهُ
نُورًا
نَّهْدِى
بِهِۦ
مَن
نَّشَآءُ
مِنْ
عِبَادِنَا
ۚ
وَإِنَّكَ
لَتَهْدِىٓ
إِلَىٰ
صِرَٰطٍ
مُّسْتَقِيمٍ
52
wakadzaālika
aawḥaynaā
iilayka
ruwḥanā
mmin
aamrinaā
maā
kunta
tadriā
maā
alkitaābu
walaā
aliiymaānu
walaākin
ja‘alnaāhu
nuwranā
nnahdiā
bihiī
man
nnasyaā'u
min
‘ibaādinaā
waiinnaka
latahdiā
iilaāā
ṣiraāṭin
mmustaqiymin
Dan
demikianlah,
Kami
wahyukan
kepadamu
wahyu
(Al-Qur`ān)
dengan
perintah
Kami.
Sebelumnya,
kamu
tidaklah
mengetahui
apakah
Alkitab
(Al-Qur`ān)
dan
tidak
pula
mengetahui
apakah
iman
itu,
tetapi
Kami
menjadikan
Al-Qur`ān
itu
cahaya
yang
Kami
tunjuki
dengan
dia
siapa
yang
kami
kehendaki
di
antara
hamba-hamba
Kami.
Dan
sesungguhnya,
kamu
benar-benar
memberi
petunjuk
kepada
jalan
yang
lurus.
صِرَٰطِ
ٱللَّهِ
ٱلَّذِى
لَهُۥ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۗ
أَلَآ
إِلَى
ٱللَّهِ
تَصِيرُ
ٱلْأُمُورُ
53
ṣiraāṭi
alllahi
alladziā
lahuū
maā
fiā
alssamaāwaāti
wamaā
fiā
alaarḍi
aalaā
iilaā
alllahi
taṣiyru
alaumuwru
(Yaitu)
jalan
Allah
yang
kepunyaan-Nya
segala
apa
yang
ada
di
langit
dan
apa
yang
ada
di
bumi.
Ingatlah
bahwa
kepada
Allah-lah
kembali
semua
urusan.