حمٓ
1
Ḥā
Mīm
Ḥā
Mīm
[1318].
تَنزِيلُ
ٱلْكِتَـٰبِ
مِنَ
ٱللَّهِ
ٱلْعَزِيزِ
ٱلْعَلِيمِ
2
tanziylu
alkitaābi
mina
alllahi
al‘aziyzi
al‘aliymi
Diturunkan
Kitab
ini
(Al-Qur`ān)
dari
Allah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Mengetahui,
غَافِرِ
ٱلذَّنۢبِ
وَقَابِلِ
ٱلتَّوْبِ
شَدِيدِ
ٱلْعِقَابِ
ذِى
ٱلطَّوْلِ
ۖ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ۖ
إِلَيْهِ
ٱلْمَصِيرُ
3
ghaāfiri
aldzdzanbi
waqaābili
alttawbi
syadiydi
al‘iqaābi
dziā
alṭṭawli
laā
iilaāha
iillaā
huwa
iilayhi
almaṣiyru
Yang
Mengampuni
dosa
dan
Menerima
tobat
lagi
keras
hukuman-Nya.
Yang
mempunyai
karunia.
Tiada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
selain
Dia.
Hanya
kepada-Nya-lah
kembali
(semua
makhluk).
مَا
يُجَـٰدِلُ
فِىٓ
ءَايَـٰتِ
ٱللَّهِ
إِلَّا
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
فَلَا
يَغْرُرْكَ
تَقَلُّبُهُمْ
فِى
ٱلْبِلَـٰدِ
4
maā
yujaādilu
fiā
'aāyaāti
alllahi
iillaā
alladziyna
kafaruwā
falaā
yaghrurka
taqallubuhum
fiā
albilaādi
Tidak
ada
yang
memperdebatkan
tentang
ayat-ayat
Allah,
kecuali
orang-orang
yang
kafir.
Karena
itu,
janganlah
pulang
balik
mereka
dengan
bebas
dari
suatu
kota
ke
kota
yang
lain
memperdayakan
kamu.
كَذَّبَتْ
قَبْلَهُمْ
قَوْمُ
نُوحٍ
وَٱلْأَحْزَابُ
مِنۢ
بَعْدِهِمْ
ۖ
وَهَمَّتْ
كُلُّ
أُمَّةٍۭ
بِرَسُولِهِمْ
لِيَأْخُذُوهُ
ۖ
وَجَـٰدَلُوا۟
بِٱلْبَـٰطِلِ
لِيُدْحِضُوا۟
بِهِ
ٱلْحَقَّ
فَأَخَذْتُهُمْ
ۖ
فَكَيْفَ
كَانَ
عِقَابِ
5
kadzdzabat
qablahum
qawmu
nuwḥin
waalaaḥzaābu
min
ba‘dihim
wahammat
kullu
aummahin
birasuwlihim
liyaakhudzuwhu
wajaādaluwā
bialbaāṭili
liyudḥiḍuwā
bihi
alḥaqqa
faaakhadztuhum
fakayfa
kaāna
‘iqaābi
Sebelum
mereka,
kaum
Nūḥ
dan
golongan-golongan
yang
bersekutu
sesudah
mereka
telah
mendustakan
(rasul)
dan
tiap-tiap
umat
telah
merencanakan
makar
terhadap
rasul
mereka
untuk
menawannya
dan
mereka
membantah
dengan
(alasan)
yang
batil
untuk
melenyapkan
kebenaran
dengan
yang
batil
itu,
karena
itu
Aku
azab
mereka.
Maka
betapa
(pedihnya)
azab-Ku?
وَكَذَٰلِكَ
حَقَّتْ
كَلِمَتُ
رَبِّكَ
عَلَى
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوٓا۟
أَنَّهُمْ
أَصْحَـٰبُ
ٱلنَّارِ
6
wakadzaālika
ḥaqqat
kalimatu
rabbika
‘alaā
alladziyna
kafaruwā
aannahum
aaṣḥaābu
alnnaāri
Dan
demikianlah,
telah
pasti
berlaku
ketetapan
azab
Tuhan-mu
terhadap
orang-orang
kafir
karena
sesungguhnya
mereka
adalah
penghuni
neraka.
ٱلَّذِينَ
يَحْمِلُونَ
ٱلْعَرْشَ
وَمَنْ
حَوْلَهُۥ
يُسَبِّحُونَ
بِحَمْدِ
رَبِّهِمْ
وَيُؤْمِنُونَ
بِهِۦ
وَيَسْتَغْفِرُونَ
لِلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
رَبَّنَا
وَسِعْتَ
كُلَّ
شَىْءٍ
رَّحْمَةً
وَعِلْمًا
فَٱغْفِرْ
لِلَّذِينَ
تَابُوا۟
وَٱتَّبَعُوا۟
سَبِيلَكَ
وَقِهِمْ
عَذَابَ
ٱلْجَحِيمِ
7
alladziyna
yaḥmiluwna
al‘arsya
waman
ḥawlahuū
yusabbiḥuwna
biḥamdi
rabbihim
wayuu'minuwna
bihiī
wayastaghfiruwna
lilladziyna
'aāmanuwā
rabbanaā
wasi‘ta
kulla
syaā'in
rraḥmahan
wa‘ilmanā
faaghfir
lilladziyna
taābuwā
waattaba‘uwā
sabiylaka
waqihim
‘adzaāba
aljaḥiymi
(Malaikat-malaikat)
yang
memikul
arasy
dan
malaikat
yang
berada
di
sekelilingnya
bertasbih
memuji
Tuhan-nya
dan
mereka
beriman
kepada-Nya
serta
memintakan
ampun
bagi
orang-orang
yang
beriman
(seraya
mengucapkan),
"Ya
Tuhan
kami,
rahmat
dan
ilmu
Engkau
meliputi
segala
sesuatu,
maka
berilah
ampunan
kepada
orang-orang
yang
bertobat
dan
mengikuti
jalan
Engkau
dan
peliharalah
mereka
dari
siksaan
neraka
yang
menyala-nyala,
رَبَّنَا
وَأَدْخِلْهُمْ
جَنَّـٰتِ
عَدْنٍ
ٱلَّتِى
وَعَدتَّهُمْ
وَمَن
صَلَحَ
مِنْ
ءَابَآئِهِمْ
وَأَزْوَٰجِهِمْ
وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ
ۚ
إِنَّكَ
أَنتَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
8
rabbanaā
waaadkhilhum
jannaāti
‘adnin
allatiā
wa‘adttahum
waman
ṣalaḥa
min
'aābaāi'ihim
waaazwaājihim
wadzurriyyaātihim
iinnaka
aanta
al‘aziyzu
alḥakiymu
ya
Tuhan
kami
dan
masukkanlah
mereka
ke
dalam
surga
ʻAdn
yang
telah
Engkau
janjikan
kepada
mereka
dan
orang-orang
yang
saleh
di
antara
bapak-bapak
mereka
dan
istri-istri
mereka
dan
keturunan
mereka
semua.
Sesungguhnya
Engkaulah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana,
وَقِهِمُ
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
ۚ
وَمَن
تَقِ
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
يَوْمَئِذٍ
فَقَدْ
رَحِمْتَهُۥ
ۚ
وَذَٰلِكَ
هُوَ
ٱلْفَوْزُ
ٱلْعَظِيمُ
9
waqihimu
alssayyiaāti
waman
taqi
alssayyiaāti
yawmai'idzin
faqad
raḥimtahuū
wadzaālika
huwa
alfawzu
al‘aẓiymu
dan
peliharalah
mereka
dari
(balasan)
kejahatan.
Dan
orang-orang
yang
Engkau
pelihara
dari
(pembalasan)
kejahatan
pada
hari
itu,
maka
sesungguhnya
telah
Engkau
anugerahkan
rahmat
kepadanya
dan
itulah
kemenangan
yang
besar".
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
يُنَادَوْنَ
لَمَقْتُ
ٱللَّهِ
أَكْبَرُ
مِن
مَّقْتِكُمْ
أَنفُسَكُمْ
إِذْ
تُدْعَوْنَ
إِلَى
ٱلْإِيمَـٰنِ
فَتَكْفُرُونَ
10
iinna
alladziyna
kafaruwā
yunaādawna
lamaqtu
alllahi
aakbaru
min
mmaqtikum
aanfusakum
iidz
tud‘awna
iilaā
aliiymaāni
fatakfuruwna
Sesungguhnya
orang-orang
yang
kafir
diserukan
kepada
mereka
(pada
hari
kiamat),
"Sesungguhnya
kebencian
Allah
(kepadamu)
lebih
besar
daripada
kebencianmu
kepada
dirimu
sendiri
karena
kamu
diseru
untuk
beriman,
lalu
kamu
kafir".
قَالُوا۟
رَبَّنَآ
أَمَتَّنَا
ٱثْنَتَيْنِ
وَأَحْيَيْتَنَا
ٱثْنَتَيْنِ
فَٱعْتَرَفْنَا
بِذُنُوبِنَا
فَهَلْ
إِلَىٰ
خُرُوجٍ
مِّن
سَبِيلٍ
11
qaāluwā
rabbanaā
aamattanaā
atsnatayni
waaaḥyaytanaā
atsnatayni
faa‘tarafnaā
bidzunuwbinaā
fahal
iilaāā
khuruwjin
mmin
sabiylin
Mereka
menjawab,
"Ya
Tuhan
kami,
Engkau
telah
mematikan
kami
dua
kali
dan
telah
menghidupkan
kami
dua
kali
(pula),
lalu
kami
mengakui
dosa-dosa
kami.
Maka
adakah
sesuatu
jalan
(bagi
kami)
untuk
keluar
(dari
neraka)?"
ذَٰلِكُم
بِأَنَّهُۥٓ
إِذَا
دُعِىَ
ٱللَّهُ
وَحْدَهُۥ
كَفَرْتُمْ
ۖ
وَإِن
يُشْرَكْ
بِهِۦ
تُؤْمِنُوا۟
ۚ
فَٱلْحُكْمُ
لِلَّهِ
ٱلْعَلِىِّ
ٱلْكَبِيرِ
12
dzaālikum
biaannahuū
iidzaā
du‘iāa
alllahu
waḥdahuū
kafartum
waiin
yusyrak
bihiī
tuu'minuwā
faalḥukmu
lillahi
al‘aliāāi
alkabiyri
Yang
demikian
itu
adalah
karena
kamu
kafir
apabila
Allah
saja
disembah.
Dan
kamu
percaya
apabila
Allah
dipersekutukan.
Maka
putusan
(sekarang
ini)
adalah
pada
Allah
Yang
Maha
Tinggi
lagi
Maha
Besar.
هُوَ
ٱلَّذِى
يُرِيكُمْ
ءَايَـٰتِهِۦ
وَيُنَزِّلُ
لَكُم
مِّنَ
ٱلسَّمَآءِ
رِزْقًا
ۚ
وَمَا
يَتَذَكَّرُ
إِلَّا
مَن
يُنِيبُ
13
huwa
alladziā
yuriykum
'aāyaātihiī
wayunazzilu
lakum
mmina
alssamaā'i
rizqanā
wamaā
yatadzakkaru
iillaā
man
yuniybu
Dia-lah
yang
memperlihatkan
kepadamu
tanda-tanda
(kekuasaan)-Nya
dan
menurunkan
untukmu
rezeki
dari
langit.
Dan
tiadalah
mendapat
pelajaran,
kecuali
orang-orang
yang
kembali
(kepada
Allah).
فَٱدْعُوا۟
ٱللَّهَ
مُخْلِصِينَ
لَهُ
ٱلدِّينَ
وَلَوْ
كَرِهَ
ٱلْكَـٰفِرُونَ
14
faad‘uwā
alllaha
mukhliṣiyna
lahu
alddiyna
walaw
kariha
alkaāfiruwna
Maka
sembahlah
Allah
dengan
memurnikan
ibadat
kepada-Nya,
meskipun
orang-orang
kafir
tidak
menyukai(nya).
رَفِيعُ
ٱلدَّرَجَـٰتِ
ذُو
ٱلْعَرْشِ
يُلْقِى
ٱلرُّوحَ
مِنْ
أَمْرِهِۦ
عَلَىٰ
مَن
يَشَآءُ
مِنْ
عِبَادِهِۦ
لِيُنذِرَ
يَوْمَ
ٱلتَّلَاقِ
15
rafiy‘u
alddarajaāti
dzuw
al‘arsyi
yulqiā
alrruwḥa
min
aamrihiī
‘alaāā
man
yasyaā'u
min
‘ibaādihiī
liyundzira
yawma
alttalaāqi
(Dia-lah)
Yang
Maha
Tinggi
derajat-Nya,
Yang
mempunyai
arasy,
Yang
mengutus
Jibril
dengan
(membawa)
perintah-Nya
kepada
siapa
yang
dikehendaki-Nya
di
antara
hamba-hamba-Nya
supaya
dia
memperingatkan
(manusia)
tentang
hari
pertemuan
(hari
kiamat),
يَوْمَ
هُم
بَـٰرِزُونَ
ۖ
لَا
يَخْفَىٰ
عَلَى
ٱللَّهِ
مِنْهُمْ
شَىْءٌ
ۚ
لِّمَنِ
ٱلْمُلْكُ
ٱلْيَوْمَ
ۖ
لِلَّهِ
ٱلْوَٰحِدِ
ٱلْقَهَّارِ
16
yawma
hum
baārizuwna
laā
yakhfaāā
‘alaā
alllahi
minhum
syaā'un
llimani
almulku
alyawma
lillahi
alwaāḥidi
alqahhaāri
(Yaitu)
hari
(ketika)
mereka
keluar
(dari
kubur);
tiada
suatu
pun
dari
keadaan
mereka
yang
tersembunyi
bagi
Allah.
(Lalu,
Allah
berfirman),
"Kepunyaan
siapakah
kerajaan
pada
hari
ini?"
Kepunyaan
Allah
Yang
Maha
Esa
lagi
Maha
Mengalahkan.
ٱلْيَوْمَ
تُجْزَىٰ
كُلُّ
نَفْسٍۭ
بِمَا
كَسَبَتْ
ۚ
لَا
ظُلْمَ
ٱلْيَوْمَ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
سَرِيعُ
ٱلْحِسَابِ
17
alyawma
tujzaāā
kullu
nafsin
bimaā
kasabat
laā
ẓulma
alyawma
iinna
alllaha
sariy‘u
alḥisaābi
Pada
hari
ini,
tiap-tiap
jiwa
diberi
balasan
dengan
apa
yang
diusahakannya.
Tidak
ada
yang
dirugikan
pada
hari
ini.
Sesungguhnya
Allah
amat
cepat
hisabnya.
وَأَنذِرْهُمْ
يَوْمَ
ٱلْـَٔازِفَةِ
إِذِ
ٱلْقُلُوبُ
لَدَى
ٱلْحَنَاجِرِ
كَـٰظِمِينَ
ۚ
مَا
لِلظَّـٰلِمِينَ
مِنْ
حَمِيمٍ
وَلَا
شَفِيعٍ
يُطَاعُ
18
waaandzirhum
yawma
alaāzifahi
iidzi
alquluwbu
ladaā
alḥanaājiri
kaāẓimiyna
maā
lilẓẓaālimiyna
min
ḥamiymin
walaā
syafiy‘in
yuṭaā‘u
Berilah
mereka
peringatan
dengan
hari
yang
dekat
(hari
kiamat,
yaitu)
ketika
hati
(menyesak)
sampai
di
kerongkongan
dengan
menahan
kesedihan.
Orang-orang
yang
zalim
tidak
mempunyai
teman
setia
seorang
pun
dan
tidak
(pula)
mempunyai
seorang
pemberi
syafaat
yang
diterima
syafaatnya.
يَعْلَمُ
خَآئِنَةَ
ٱلْأَعْيُنِ
وَمَا
تُخْفِى
ٱلصُّدُورُ
19
ya‘lamu
khaāi'inaha
alaa‘yuni
wamaā
tukhfiā
alṣṣuduwru
Dia
mengetahui
(pandangan)
mata
yang
khianat
[1319]
dan
apa
yang
disembunyikan
oleh
hati.
وَٱللَّهُ
يَقْضِى
بِٱلْحَقِّ
ۖ
وَٱلَّذِينَ
يَدْعُونَ
مِن
دُونِهِۦ
لَا
يَقْضُونَ
بِشَىْءٍ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
هُوَ
ٱلسَّمِيعُ
ٱلْبَصِيرُ
20
waalllahu
yaqḍiā
bialḥaqqi
waalladziyna
yad‘uwna
min
duwnihiī
laā
yaqḍuwna
bisyaā'in
iinna
alllaha
huwa
alssamiy‘u
albaṣiyru
Dan
Allah
menghukum
dengan
keadilan.
Dan
sembahan-sembahan
yang
mereka
sembah
selain
Allah
tiada
dapat
menghukum
dengan
sesuatu
apa
pun.
Sesungguhnya
Allah
Dia-lah
Yang
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Melihat.
۞
أَوَلَمْ
يَسِيرُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَيَنظُرُوا۟
كَيْفَ
كَانَ
عَـٰقِبَةُ
ٱلَّذِينَ
كَانُوا۟
مِن
قَبْلِهِمْ
ۚ
كَانُوا۟
هُمْ
أَشَدَّ
مِنْهُمْ
قُوَّةً
وَءَاثَارًا
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَأَخَذَهُمُ
ٱللَّهُ
بِذُنُوبِهِمْ
وَمَا
كَانَ
لَهُم
مِّنَ
ٱللَّهِ
مِن
وَاقٍ
21
aawalam
yasiyruwā
fiā
alaarḍi
fayanẓuruwā
kayfa
kaāna
‘aāqibahu
alladziyna
kaānuwā
min
qablihim
kaānuwā
hum
aasyadda
minhum
quwwahan
wa'aātsaāranā
fiā
alaarḍi
faaakhadzahumu
alllahu
bidzunuwbihim
wamaā
kaāna
lahum
mmina
alllahi
min
waāqin
Dan
apakah
mereka
tidak
mengadakan
perjalanan
di
muka
bumi,
lalu
memperhatikan
betapa
kesudahan
orang-orang
yang
sebelum
mereka.
Mereka
itu
adalah
lebih
hebat
kekuatannya
daripada
mereka
dan
(lebih
banyak)
bekas-bekas
mereka
di
muka
bumi
[1320],
maka
Allah
mengazab
mereka
disebabkan
dosa-dosa
mereka.
Dan
mereka
tidak
mempunyai
seorang
pelindung
dari
azab
Allah.
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
كَانَت
تَّأْتِيهِمْ
رُسُلُهُم
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
فَكَفَرُوا۟
فَأَخَذَهُمُ
ٱللَّهُ
ۚ
إِنَّهُۥ
قَوِىٌّ
شَدِيدُ
ٱلْعِقَابِ
22
dzaālika
biaannahum
kaānat
ttaatiyhim
rusuluhum
bialbayyinaāti
fakafaruwā
faaakhadzahumu
alllahu
iinnahuū
qawiāāun
syadiydu
al‘iqaābi
Yang
demiklan
itu
adalah
karena
telah
datang
kepada
mereka
rasul-rasul
mereka
dengan
membawa
bukti-bukti
yang
nyata
[1321],
lalu
mereka
kafir;
maka
Allah
mengazab
mereka.
Sesungguhnya
Dia
Maha
Kuat
lagi
Maha
Keras
hukuman-Nya.
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
مُوسَىٰ
بِـَٔايَـٰتِنَا
وَسُلْطَـٰنٍ
مُّبِينٍ
23
walaqad
aarsalnaā
muwsaāā
biaāyaātinaā
wasulṭaānin
mmubiynin
Dan
sesungguhnya
telah
Kami
utus
Musa
dengan
membawa
ayat-ayat
Kami
dan
keterangan
yang
nyata,
إِلَىٰ
فِرْعَوْنَ
وَهَـٰمَـٰنَ
وَقَـٰرُونَ
فَقَالُوا۟
سَـٰحِرٌ
كَذَّابٌ
24
iilaāā
fir‘awna
wahaāmaāna
waqaāruwna
faqaāluwā
saāḥirun
kadzdzaābun
kepada
Firʻawn
,
Hāmān,
dan
Qārūn;
maka
mereka
berkata,
"(Ia)
adalah
seorang
ahli
sihir
yang
pendusta".
فَلَمَّا
جَآءَهُم
بِٱلْحَقِّ
مِنْ
عِندِنَا
قَالُوا۟
ٱقْتُلُوٓا۟
أَبْنَآءَ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مَعَهُۥ
وَٱسْتَحْيُوا۟
نِسَآءَهُمْ
ۚ
وَمَا
كَيْدُ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
إِلَّا
فِى
ضَلَـٰلٍ
25
falammaā
jaā'ahum
bialḥaqqi
min
‘indinaā
qaāluwā
aqtuluwā
aabnaā'a
alladziyna
'aāmanuwā
ma‘ahuū
waastaḥyuwā
nisaā'ahum
wamaā
kaydu
alkaāfiriyna
iillaā
fiā
ḍalaālin
Maka
tatkala
Musa
datang
kepada
mereka
membawa
kebenaran
dari
sisi
Kami,
mereka
berkata,
"Bunuhlah
anak-anak
orang-orang
yang
beriman
bersama
dengan
dia
dan
biarkanlah
hidup
wanita-wanita
mereka".
Dan
tipu
daya
orang-orang
kafir
itu
tak
lain
hanyalah
sia-sia
(belaka).
وَقَالَ
فِرْعَوْنُ
ذَرُونِىٓ
أَقْتُلْ
مُوسَىٰ
وَلْيَدْعُ
رَبَّهُۥٓ
ۖ
إِنِّىٓ
أَخَافُ
أَن
يُبَدِّلَ
دِينَكُمْ
أَوْ
أَن
يُظْهِرَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
ٱلْفَسَادَ
26
waqaāla
fir‘awnu
dzaruwniā
aaqtul
muwsaāā
walyad‘u
rabbahuū
iinniā
aakhaāfu
aan
yubaddila
diynakum
aaw
aan
yuẓhira
fiā
alaarḍi
alfasaāda
Dan
berkata
Firʻawn
(kepada
pembesar-pembesarnya),
"Biarkanlah
aku
membunuh
Musa
dan
hendaklah
ia
memohon
kepada
Tuhan-nya
karena
sesungguhnya
aku
khawatir
dia
akan
menukar
agamamu
atau
menimbulkan
kerusakan
di
muka
bumi".
وَقَالَ
مُوسَىٰٓ
إِنِّى
عُذْتُ
بِرَبِّى
وَرَبِّكُم
مِّن
كُلِّ
مُتَكَبِّرٍ
لَّا
يُؤْمِنُ
بِيَوْمِ
ٱلْحِسَابِ
27
waqaāla
muwsaāā
iinniā
‘udztu
birabbiā
warabbikum
mmin
kulli
mutakabbirin
llaā
yuu'minu
biyawmi
alḥisaābi
Dan
Musa
berkata,
"Sesungguhnya
aku
berlindung
kepada
Tuhan-ku
dan
Tuhan-mu
dari
setiap
orang
yang
menyombongkan
diri
yang
tidak
beriman
kepada
hari
berhisab".
وَقَالَ
رَجُلٌ
مُّؤْمِنٌ
مِّنْ
ءَالِ
فِرْعَوْنَ
يَكْتُمُ
إِيمَـٰنَهُۥٓ
أَتَقْتُلُونَ
رَجُلًا
أَن
يَقُولَ
رَبِّىَ
ٱللَّهُ
وَقَدْ
جَآءَكُم
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
مِن
رَّبِّكُمْ
ۖ
وَإِن
يَكُ
كَـٰذِبًا
فَعَلَيْهِ
كَذِبُهُۥ
ۖ
وَإِن
يَكُ
صَادِقًا
يُصِبْكُم
بَعْضُ
ٱلَّذِى
يَعِدُكُمْ
ۖ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يَهْدِى
مَنْ
هُوَ
مُسْرِفٌ
كَذَّابٌ
28
waqaāla
rajulun
mmuu'minun
mmin
'aāli
fir‘awna
yaktumu
iiymaānahuū
aataqtuluwna
rajulanā
aan
yaquwla
rabbiāa
alllahu
waqad
jaā'akum
bialbayyinaāti
min
rrabbikum
waiin
yaku
kaādzibanā
fa‘alayhi
kadzibuhuū
waiin
yaku
ṣaādiqanā
yuṣibkum
ba‘ḍu
alladziā
ya‘idukum
iinna
alllaha
laā
yahdiā
man
huwa
musrifun
kadzdzaābun
Dan
seorang
laki-laki
yang
beriman
di
antara
pengikut-pengikut
Firʻawn
yang
menyembunyikan
imannya
berkata,
"Apakah
kamu
akan
membunuh
seorang
laki-laki
karena
dia
menyatakan,
'Tuhan-ku
ialah
Allah'
padahal
dia
telah
datang
kepadamu
dengan
membawa
keterangan-keterangan
dari
Tuhan-mu.
Dan
jika
ia
seorang
pendusta,
maka
dialah
yang
menanggung
(dosa)
dustanya
itu
dan
jika
ia
seorang
yang
benar
niscaya
sebagian
(bencana)
yang
diancamkannya
kepadamu
akan
menimpamu".
Sesungguhnya
Allah
tidak
menunjuki
orang-orang
yang
melampaui
batas
lagi
pendusta.
يَـٰقَوْمِ
لَكُمُ
ٱلْمُلْكُ
ٱلْيَوْمَ
ظَـٰهِرِينَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَمَن
يَنصُرُنَا
مِنۢ
بَأْسِ
ٱللَّهِ
إِن
جَآءَنَا
ۚ
قَالَ
فِرْعَوْنُ
مَآ
أُرِيكُمْ
إِلَّا
مَآ
أَرَىٰ
وَمَآ
أَهْدِيكُمْ
إِلَّا
سَبِيلَ
ٱلرَّشَادِ
29
yaāqawmi
lakumu
almulku
alyawma
ẓaāhiriyna
fiā
alaarḍi
faman
yanṣurunaā
min
baasi
alllahi
iin
jaā'anaā
qaāla
fir‘awnu
maā
auriykum
iillaā
maā
aaraāā
wamaā
aahdiykum
iillaā
sabiyla
alrrasyaādi
(Musa
berkata),
"Hai
kaumku,
untukmulah
kerajaan
pada
hari
ini
dengan
berkuasa
di
muka
bumi.
Siapakah
yang
akan
menolong
kita
dari
azab
Allah
jika
azab
itu
menimpa
kita!"
Firʻawn
berkata,
"Aku
tidak
mengemukakan
kepadamu,
melainkan
apa
yang
aku
pandang
baik
dan
aku
tiada
menunjukkan
kepadamu
selain
jalan
yang
benar".
وَقَالَ
ٱلَّذِىٓ
ءَامَنَ
يَـٰقَوْمِ
إِنِّىٓ
أَخَافُ
عَلَيْكُم
مِّثْلَ
يَوْمِ
ٱلْأَحْزَابِ
30
waqaāla
alladziā
'aāmana
yaāqawmi
iinniā
aakhaāfu
‘alaykum
mmitsla
yawmi
alaaḥzaābi
Dan
orang
yang
beriman
itu
berkata,
"Hai
kaumku,
sesungguhnya
aku
khawatir
kamu
akan
ditimpa
(bencana)
seperti
peristiwa
kehancuran
golongan
yang
bersekutu.
مِثْلَ
دَأْبِ
قَوْمِ
نُوحٍ
وَعَادٍ
وَثَمُودَ
وَٱلَّذِينَ
مِنۢ
بَعْدِهِمْ
ۚ
وَمَا
ٱللَّهُ
يُرِيدُ
ظُلْمًا
لِّلْعِبَادِ
31
mitsla
daabi
qawmi
nuwḥin
wa‘aādin
watsamuwda
waalladziyna
min
ba‘dihim
wamaā
alllahu
yuriydu
ẓulmanā
llil‘ibaādi
(Yakni)
seperti
keadaan
kaum
Nūḥ,
‘Ād,
Ṡamūd,
dan
orang-orang
yang
datang
sesudah
mereka.
Dan
Allah
tidak
menghendaki
berbuat
kezaliman
terhadap
hamba-hamba-Nya.
وَيَـٰقَوْمِ
إِنِّىٓ
أَخَافُ
عَلَيْكُمْ
يَوْمَ
ٱلتَّنَادِ
32
wayaāqawmi
iinniā
aakhaāfu
‘alaykum
yawma
alttanaādi
Hai
kaumku,
sesungguhnya
aku
khawatir
terhadapmu
akan
siksaan
hari
panggil-memanggil
[1322],
يَوْمَ
تُوَلُّونَ
مُدْبِرِينَ
مَا
لَكُم
مِّنَ
ٱللَّهِ
مِنْ
عَاصِمٍ
ۗ
وَمَن
يُضْلِلِ
ٱللَّهُ
فَمَا
لَهُۥ
مِنْ
هَادٍ
33
yawma
tuwalluwna
mudbiriyna
maā
lakum
mmina
alllahi
min
‘aāṣimin
waman
yuḍlili
alllahu
famaā
lahuū
min
haādin
(yaitu)
hari
(ketika)
kamu
(lari)
berpaling
ke
belakang,
tidak
ada
bagimu
seorang
pun
yang
menyelamatkan
kamu
dari
(azab)
Allah
dan
siapa
yang
disesatkan
Allah,
niscaya
tidak
ada
baginya
seorang
pun
yang
akan
memberi
petunjuk.
وَلَقَدْ
جَآءَكُمْ
يُوسُفُ
مِن
قَبْلُ
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
فَمَا
زِلْتُمْ
فِى
شَكٍّ
مِّمَّا
جَآءَكُم
بِهِۦ
ۖ
حَتَّىٰٓ
إِذَا
هَلَكَ
قُلْتُمْ
لَن
يَبْعَثَ
ٱللَّهُ
مِنۢ
بَعْدِهِۦ
رَسُولًا
ۚ
كَذَٰلِكَ
يُضِلُّ
ٱللَّهُ
مَنْ
هُوَ
مُسْرِفٌ
مُّرْتَابٌ
34
walaqad
jaā'akum
yuwsufu
min
qablu
bialbayyinaāti
famaā
ziltum
fiā
syakkin
mmimmaā
jaā'akum
bihiī
ḥattaāā
iidzaā
halaka
qultum
lan
yab‘atsa
alllahu
min
ba‘dihiī
rasuwlanā
kadzaālika
yuḍillu
alllahu
man
huwa
musrifun
mmurtaābun
Dan
sesungguhnya
telah
datang
Yūsuf
kepadamu
dengan
membawa
keterangan-keterangan,
tetapi
kamu
senantiasa
dalam
keraguan
tentang
apa
yang
dibawanya
kepadamu,
hingga
ketika
dia
meninggal,
kamu
berkata,
"Allah
tidak
akan
mengirim
seorang
(rasul
pun)
sesudahnya.
Demikianlah,
Allah
menyesatkan
orang-orang
yang
melampaui
batas
dan
ragu-ragu.
ٱلَّذِينَ
يُجَـٰدِلُونَ
فِىٓ
ءَايَـٰتِ
ٱللَّهِ
بِغَيْرِ
سُلْطَـٰنٍ
أَتَىٰهُمْ
ۖ
كَبُرَ
مَقْتًا
عِندَ
ٱللَّهِ
وَعِندَ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ۚ
كَذَٰلِكَ
يَطْبَعُ
ٱللَّهُ
عَلَىٰ
كُلِّ
قَلْبِ
مُتَكَبِّرٍ
جَبَّارٍ
35
alladziyna
yujaādiluwna
fiā
'aāyaāti
alllahi
bighayri
sulṭaānin
aataāāhum
kabura
maqtanā
‘inda
alllahi
wa‘inda
alladziyna
'aāmanuwā
kadzaālika
yaṭba‘u
alllahu
‘alaāā
kulli
qalbi
mutakabbirin
jabbaārin
(Yaitu)
orang-orang
yang
memperdebatkan
ayat-ayat
Allah
tanpa
alasan
yang
sampai
kepada
mereka
[1323].
Amat
besar
kemurkaan
(bagi
mereka)
di
sisi
Allah
dan
di
sisi
orang-orang
yang
beriman.
Demikianlah
Allah
mengunci
mati
hati
orang
yang
sombong
dan
sewenang-wenang.
وَقَالَ
فِرْعَوْنُ
يَـٰهَـٰمَـٰنُ
ٱبْنِ
لِى
صَرْحًا
لَّعَلِّىٓ
أَبْلُغُ
ٱلْأَسْبَـٰبَ
36
waqaāla
fir‘awnu
yaāhaāmaānu
abni
liā
ṣarḥanā
lla‘alliā
aablughu
alaasbaāba
Dan
berkatalah
Firʻawn
,
"Hai
Hāmān,
buatkanlah
bagiku
sebuah
bangunan
yang
tinggi
supaya
aku
sampai
ke
pintu-pintu,
أَسْبَـٰبَ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
فَأَطَّلِعَ
إِلَىٰٓ
إِلَـٰهِ
مُوسَىٰ
وَإِنِّى
لَأَظُنُّهُۥ
كَـٰذِبًا
ۚ
وَكَذَٰلِكَ
زُيِّنَ
لِفِرْعَوْنَ
سُوٓءُ
عَمَلِهِۦ
وَصُدَّ
عَنِ
ٱلسَّبِيلِ
ۚ
وَمَا
كَيْدُ
فِرْعَوْنَ
إِلَّا
فِى
تَبَابٍ
37
aasbaāba
alssamaāwaāti
faaaṭṭali‘a
iilaāā
iilaāhi
muwsaāā
waiinniā
laaaẓunnuhuū
kaādzibanā
wakadzaālika
zuyyina
lifir‘awna
suw'u
‘amalihiī
waṣudda
‘ani
alssabiyli
wamaā
kaydu
fir‘awna
iillaā
fiā
tabaābin
(yaitu)
pintu-pintu
langit
supaya
aku
dapat
melihat
Tuhan
Musa
dan
sesungguhnya
aku
memandangnya
seorang
pendusta".
Demikianlah
dijadikan
Firʻawn
memandang
baik
perbuatan
yang
buruk
itu
dan
dia
dihalangi
dari
jalan
(yang
benar)
dan
tipu
daya
Firʻawn
itu
tidak
lain
hanyalah
membawa
kerugian.
وَقَالَ
ٱلَّذِىٓ
ءَامَنَ
يَـٰقَوْمِ
ٱتَّبِعُونِ
أَهْدِكُمْ
سَبِيلَ
ٱلرَّشَادِ
38
waqaāla
alladziā
'aāmana
yaāqawmi
attabi‘uwni
aahdikum
sabiyla
alrrasyaādi
Orang
yang
beriman
itu
berkata,
"Hai
kaumku,
ikutilah
aku,
aku
akan
menunjukkan
kepadamu
jalan
yang
benar.
يَـٰقَوْمِ
إِنَّمَا
هَـٰذِهِ
ٱلْحَيَوٰةُ
ٱلدُّنْيَا
مَتَـٰعٌ
وَإِنَّ
ٱلْـَٔاخِرَةَ
هِىَ
دَارُ
ٱلْقَرَارِ
39
yaāqawmi
iinnamaā
haādzihi
alḥayawāhu
alddunyaā
mataā‘un
waiinna
alaākhiraha
hiāa
daāru
alqaraāri
Hai
kaumku,
sesungguhnya
kehidupan
dunia
ini
hanyalah
kesenangan
(sementara)
dan
sesungguhnya
akhirat
itulah
negeri
yang
kekal.
مَنْ
عَمِلَ
سَيِّئَةً
فَلَا
يُجْزَىٰٓ
إِلَّا
مِثْلَهَا
ۖ
وَمَنْ
عَمِلَ
صَـٰلِحًا
مِّن
ذَكَرٍ
أَوْ
أُنثَىٰ
وَهُوَ
مُؤْمِنٌ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
يَدْخُلُونَ
ٱلْجَنَّةَ
يُرْزَقُونَ
فِيهَا
بِغَيْرِ
حِسَابٍ
40
man
‘amila
sayyii'ahan
falaā
yujzaāā
iillaā
mitslahaā
waman
‘amila
ṣaāliḥanā
mmin
dzakarin
aaw
auntsaāā
wahuwa
muu'minun
faauwlaāi'ika
yadkhuluwna
aljannaha
yurzaquwna
fiyhaā
bighayri
ḥisaābin
Barang
siapa
mengerjakan
perbuatan
jahat,
maka
dia
tidak
akan
dibalasi,
melainkan
sebanding
dengan
kejahatan
itu.
Dan
barang
siapa
mengerjakan
amal
yang
saleh,
baik
laki-laki
maupun
perempuan
sedang
ia
dalam
keadaan
beriman,
maka
mereka
akan
masuk
surga;
mereka
diberi
rezeki
di
dalamnya
tanpa
hisab.
۞
وَيَـٰقَوْمِ
مَا
لِىٓ
أَدْعُوكُمْ
إِلَى
ٱلنَّجَوٰةِ
وَتَدْعُونَنِىٓ
إِلَى
ٱلنَّارِ
41
wayaāqawmi
maā
liā
aad‘uwkum
iilaā
alnnajawāhi
watad‘uwnaniā
iilaā
alnnaāri
Hai
kaumku,
bagaimanakah
kamu,
aku
menyeru
kamu
kepada
keselamatan,
tetapi
kamu
menyeru
aku
ke
neraka?
تَدْعُونَنِى
لِأَكْفُرَ
بِٱللَّهِ
وَأُشْرِكَ
بِهِۦ
مَا
لَيْسَ
لِى
بِهِۦ
عِلْمٌ
وَأَنَا۠
أَدْعُوكُمْ
إِلَى
ٱلْعَزِيزِ
ٱلْغَفَّـٰرِ
42
tad‘uwnaniā
liaakfura
bialllahi
waausyrika
bihiī
maā
laysa
liā
bihiī
‘ilmun
waaanaā
aad‘uwkum
iilaā
al‘aziyzi
alghaffaāri
(Mengapa)
kamu
menyeruku
supaya
kafir
kepada
Allah
dan
mempersekutukan-Nya
dengan
apa
yang
tidak
kuketahui,
padahal
aku
menyeru
kamu
(beriman)
kepada
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Pengampun?
لَا
جَرَمَ
أَنَّمَا
تَدْعُونَنِىٓ
إِلَيْهِ
لَيْسَ
لَهُۥ
دَعْوَةٌ
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَلَا
فِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
وَأَنَّ
مَرَدَّنَآ
إِلَى
ٱللَّهِ
وَأَنَّ
ٱلْمُسْرِفِينَ
هُمْ
أَصْحَـٰبُ
ٱلنَّارِ
43
laā
jarama
aannamaā
tad‘uwnaniā
iilayhi
laysa
lahuū
da‘wahun
fiā
alddunyaā
walaā
fiā
alaākhirahi
waaanna
maraddanaā
iilaā
alllahi
waaanna
almusrifiyna
hum
aaṣḥaābu
alnnaāri
Sudah
pasti
bahwa
apa
yang
kamu
seru
supaya
aku
(beriman)
kepadanya
tidak
dapat
memperkenankan
seruan
apa
pun,
baik
di
dunia
maupun
di
akhirat
[1324].
Dan
sesungguhnya,
kita
kembali
kepada
Allah
dan
sesungguhnya
orang-orang
yang
melampaui
batas,
mereka
itulah
penghuni
neraka.
فَسَتَذْكُرُونَ
مَآ
أَقُولُ
لَكُمْ
ۚ
وَأُفَوِّضُ
أَمْرِىٓ
إِلَى
ٱللَّهِ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
بَصِيرٌۢ
بِٱلْعِبَادِ
44
fasatadzkuruwna
maā
aaquwlu
lakum
waaufawwiḍu
aamriā
iilaā
alllahi
iinna
alllaha
baṣiyrun
bial‘ibaādi
Kelak
kamu
akan
ingat
kepada
apa
yang
kukatakan
kepada
kamu.
Dan
aku
menyerahkan
urusanku
kepada
Allah.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Melihat
akan
hamba-hamba-Nya".
فَوَقَىٰهُ
ٱللَّهُ
سَيِّـَٔاتِ
مَا
مَكَرُوا۟
ۖ
وَحَاقَ
بِـَٔالِ
فِرْعَوْنَ
سُوٓءُ
ٱلْعَذَابِ
45
fawaqaāāhu
alllahu
sayyiaāti
maā
makaruwā
waḥaāqa
biaāli
fir‘awna
suw'u
al‘adzaābi
Maka
Allah
memeliharanya
dari
kejahatan
tipu
daya
mereka
dan
Firʻawn
beserta
kaumnya
dikepung
oleh
azab
yang
amat
buruk.
ٱلنَّارُ
يُعْرَضُونَ
عَلَيْهَا
غُدُوًّا
وَعَشِيًّا
ۖ
وَيَوْمَ
تَقُومُ
ٱلسَّاعَةُ
أَدْخِلُوٓا۟
ءَالَ
فِرْعَوْنَ
أَشَدَّ
ٱلْعَذَابِ
46
alnnaāru
yu‘raḍuwna
‘alayhaā
ghuduwwanā
wa‘asyiyyanā
wayawma
taquwmu
alssaā‘ahu
aadkhiluwā
'aāla
fir‘awna
aasyadda
al‘adzaābi
Kepada
mereka
dinampakkan
neraka
pada
pagi
dan
petang[1325]
dan
pada
hari
terjadinya
kiamat.
(Dikatakan
kepada
malaikat),
"Masukkanlah
Firʻawn
dan
kaumnya
ke
dalam
azab
yang
sangat
keras".
وَإِذْ
يَتَحَآجُّونَ
فِى
ٱلنَّارِ
فَيَقُولُ
ٱلضُّعَفَـٰٓؤُا۟
لِلَّذِينَ
ٱسْتَكْبَرُوٓا۟
إِنَّا
كُنَّا
لَكُمْ
تَبَعًا
فَهَلْ
أَنتُم
مُّغْنُونَ
عَنَّا
نَصِيبًا
مِّنَ
ٱلنَّارِ
47
waiidz
yataḥaājjuwna
fiā
alnnaāri
fayaquwlu
alḍḍu‘afaāu'uā
lilladziyna
astakbaruwā
iinnaā
kunnaā
lakum
taba‘anā
fahal
aantum
mmughnuwna
‘annaā
naṣiybanā
mmina
alnnaāri
Dan
(ingatlah)
ketika
mereka
berbantah-bantah
dalam
neraka,
maka
orang-orang
yang
lemah
berkata
kepada
orang-orang
yang
menyombongkan
diri,
"Sesungguhnya
kami
adalah
pengikut-pengikutmu,
maka
dapatkah
kamu
menghindarkan
dari
kami
sebagian
azab
api
neraka?"
قَالَ
ٱلَّذِينَ
ٱسْتَكْبَرُوٓا۟
إِنَّا
كُلٌّ
فِيهَآ
إِنَّ
ٱللَّهَ
قَدْ
حَكَمَ
بَيْنَ
ٱلْعِبَادِ
48
qaāla
alladziyna
astakbaruwā
iinnaā
kullun
fiyhaā
iinna
alllaha
qad
ḥakama
bayna
al‘ibaādi
Orang-orang
yang
menyombongkan
diri
menjawab,
"Sesungguhnya
kita
semua
sama-sama
dalam
neraka
karena
sesungguhnya
Allah
telah
menetapkan
keputusan
antara
hamba-hamba-(Nya)".
وَقَالَ
ٱلَّذِينَ
فِى
ٱلنَّارِ
لِخَزَنَةِ
جَهَنَّمَ
ٱدْعُوا۟
رَبَّكُمْ
يُخَفِّفْ
عَنَّا
يَوْمًا
مِّنَ
ٱلْعَذَابِ
49
waqaāla
alladziyna
fiā
alnnaāri
likhazanahi
jahannama
ad‘uwā
rabbakum
yukhaffif
‘annaā
yawmanā
mmina
al‘adzaābi
Dan
orang-orang
yang
berada
dalam
neraka
berkata
kepada
penjaga-penjaga
neraka
Jahanam,
"Mohonkanlah
kepada
Tuhan-mu
supaya
Dia
meringankan
azab
dari
kami
barang
sehari".
قَالُوٓا۟
أَوَلَمْ
تَكُ
تَأْتِيكُمْ
رُسُلُكُم
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
ۖ
قَالُوا۟
بَلَىٰ
ۚ
قَالُوا۟
فَٱدْعُوا۟
ۗ
وَمَا
دُعَـٰٓؤُا۟
ٱلْكَـٰفِرِينَ
إِلَّا
فِى
ضَلَـٰلٍ
50
qaāluwā
aawalam
taku
taatiykum
rusulukum
bialbayyinaāti
qaāluwā
balaāā
qaāluwā
faad‘uwā
wamaā
du‘aāu'uā
alkaāfiriyna
iillaā
fiā
ḍalaālin
Penjaga
Jahanam
berkata,
"Dan
apakah
belum
datang
kepada
kamu
rasul-rasulmu
dengan
membawa
keterangan-keterangan?"
Mereka
menjawab,
"Benar,
sudah
datang".
Penjaga-penjaga
Jahanam
berkata,
"Berdoalah
kamu".
Dan
doa
orang-orang
kafir
itu
hanyalah
sia-sia
belaka.
إِنَّا
لَنَنصُرُ
رُسُلَنَا
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
فِى
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
وَيَوْمَ
يَقُومُ
ٱلْأَشْهَـٰدُ
51
iinnaā
lananṣuru
rusulanaā
waalladziyna
'aāmanuwā
fiā
alḥayawāhi
alddunyaā
wayawma
yaquwmu
alaasyhaādu
Sesungguhnya
Kami
menolong
rasul-rasul
Kami
dan
orang-orang
yang
beriman
dalam
kehidupan
dunia
dan
pada
hari
berdirinya
saksi-saksi
(hari
kiamat),
يَوْمَ
لَا
يَنفَعُ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
مَعْذِرَتُهُمْ
ۖ
وَلَهُمُ
ٱللَّعْنَةُ
وَلَهُمْ
سُوٓءُ
ٱلدَّارِ
52
yawma
laā
yanfa‘u
alẓẓaālimiyna
ma‘dziratuhum
walahumu
allla‘nahu
walahum
suw'u
alddaāri
(yaitu)
hari
yang
tidak
berguna
bagi
orang-orang
zalim
permintaan
maafnya
dan
bagi
merekalah
laknat
dan
bagi
merekalah
tempat
tinggal
yang
buruk.
وَلَقَدْ
ءَاتَيْنَا
مُوسَى
ٱلْهُدَىٰ
وَأَوْرَثْنَا
بَنِىٓ
إِسْرَٰٓءِيلَ
ٱلْكِتَـٰبَ
53
walaqad
'aātaynaā
muwsaā
alhudaāā
waaawratsnaā
baniā
iisraā'iyla
alkitaāba
Dan
sesungguhnya
telah
Kami
berikan
petunjuk
kepada
Musa
dan
Kami
wariskan
Taurat
kepada
Bani
Isrā`īl,
هُدًى
وَذِكْرَىٰ
لِأُو۟لِى
ٱلْأَلْبَـٰبِ
54
hudanā
wadzikraāā
liauwliā
alaalbaābi
untuk
menjadi
petunjuk
dan
peringatan
bagi
orang-orang
yang
berpikir.
فَٱصْبِرْ
إِنَّ
وَعْدَ
ٱللَّهِ
حَقٌّ
وَٱسْتَغْفِرْ
لِذَنۢبِكَ
وَسَبِّحْ
بِحَمْدِ
رَبِّكَ
بِٱلْعَشِىِّ
وَٱلْإِبْكَـٰرِ
55
faaṣbir
iinna
wa‘da
alllahi
ḥaqqun
waastaghfir
lidzanbika
wasabbiḥ
biḥamdi
rabbika
bial‘asyiāāi
waaliibkaāri
Maka
bersabarlah
kamu
karena
sesungguhnya
janji
Allah
itu
benar
dan
mohonlah
ampunan
untuk
dosamu
dan
bertasbihlah
seraya
memuji
Tuhan-mu
pada
waktu
petang
dan
pagi.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يُجَـٰدِلُونَ
فِىٓ
ءَايَـٰتِ
ٱللَّهِ
بِغَيْرِ
سُلْطَـٰنٍ
أَتَىٰهُمْ
ۙ
إِن
فِى
صُدُورِهِمْ
إِلَّا
كِبْرٌ
مَّا
هُم
بِبَـٰلِغِيهِ
ۚ
فَٱسْتَعِذْ
بِٱللَّهِ
ۖ
إِنَّهُۥ
هُوَ
ٱلسَّمِيعُ
ٱلْبَصِيرُ
56
iinna
alladziyna
yujaādiluwna
fiā
'aāyaāti
alllahi
bighayri
sulṭaānin
aataāāhum
iin
fiā
ṣuduwrihim
iillaā
kibrun
mmaā
hum
bibaālighiyhi
faasta‘idz
bialllahi
iinnahuū
huwa
alssamiy‘u
albaṣiyru
Sesungguhhnya
orang-orang
yang
memperdebatkan
tentang
ayat-ayat
Allah
tanpa
alasan
yang
sampai
kepada
mereka
[1326]
tidak
ada
dalam
dada
mereka
melainkan
hanyalah
(keinginan
akan)
kebesaran
yang
mereka
sekali-kali
tiada
akan
mencapainya,
maka
mintalah
perlindungan
kepada
Allah.
Sesungguhnya
Dia
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Melihat.
لَخَلْقُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
أَكْبَرُ
مِنْ
خَلْقِ
ٱلنَّاسِ
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَ
ٱلنَّاسِ
لَا
يَعْلَمُونَ
57
lakhalqu
alssamaāwaāti
waalaarḍi
aakbaru
min
khalqi
alnnaāsi
walaākinna
aaktsara
alnnaāsi
laā
ya‘lamuwna
Sesungguhnya
penciptaan
langit
dan
bumi
lebih
besar
daripada
penciptaan
manusia,
akan
tetapi
kebanyakan
manusia
tidak
mengetahui.
وَمَا
يَسْتَوِى
ٱلْأَعْمَىٰ
وَٱلْبَصِيرُ
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
وَلَا
ٱلْمُسِىٓءُ
ۚ
قَلِيلًا
مَّا
تَتَذَكَّرُونَ
58
wamaā
yastawiā
alaa‘maāā
waalbaṣiyru
waalladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
walaā
almusiā'u
qaliylanā
mmaā
tatadzakkaruwna
Dan
tidaklah
sama
orang
yang
buta
dengan
orang
yang
melihat
dan
tidaklah
(pula
sama)
orang-orang
yang
beriman
serta
mengerjakan
amal
saleh
dengan
orang-orang
yang
durhaka.
Sedikit
sekali
kamu
mengambil
pelajaran.
إِنَّ
ٱلسَّاعَةَ
لَـَٔاتِيَةٌ
لَّا
رَيْبَ
فِيهَا
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَ
ٱلنَّاسِ
لَا
يُؤْمِنُونَ
59
iinna
alssaā‘aha
laaātiyahun
llaā
rayba
fiyhaā
walaākinna
aaktsara
alnnaāsi
laā
yuu'minuwna
Sesungguhnya
hari
kiamat
pasti
akan
datang,
tidak
ada
keraguan
tentangnya,
akan
tetapi
kebanyakan
manusia
tiada
beriman.
وَقَالَ
رَبُّكُمُ
ٱدْعُونِىٓ
أَسْتَجِبْ
لَكُمْ
ۚ
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يَسْتَكْبِرُونَ
عَنْ
عِبَادَتِى
سَيَدْخُلُونَ
جَهَنَّمَ
دَاخِرِينَ
60
waqaāla
rabbukumu
ad‘uwniā
aastajib
lakum
iinna
alladziyna
yastakbiruwna
‘an
‘ibaādatiā
sayadkhuluwna
jahannama
daākhiriyna
Dan
Tuhan-mu
berfirman,
"Berdoalah
kepada-Ku,
niscaya
akan
Kuperkenankan
bagimu.
Sesungguhnya
orang-orang
yang
menyombongkan
diri
dari
menyembah-Ku[1327]
akan
masuk
neraka
Jahanam
dalam
keadaan
hina
dina".
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
جَعَلَ
لَكُمُ
ٱلَّيْلَ
لِتَسْكُنُوا۟
فِيهِ
وَٱلنَّهَارَ
مُبْصِرًا
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَذُو
فَضْلٍ
عَلَى
ٱلنَّاسِ
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَ
ٱلنَّاسِ
لَا
يَشْكُرُونَ
61
alllahu
alladziā
ja‘ala
lakumu
allayla
litaskunuwā
fiyhi
waalnnahaāra
mubṣiranā
iinna
alllaha
ladzuw
faḍlin
‘alaā
alnnaāsi
walaākinna
aaktsara
alnnaāsi
laā
yasykuruwna
Allah-lah
yang
menjadikan
malam
untuk
kamu
supaya
kamu
beristirahat
padanya;
dan
menjadikan
siang
terang
benderang.
Sesungguhnya
Allah
benar-benar
mempunyal
karunia
yang
dilimpahkan
atas
manusia,
akan
tetapi
kebanyakan
manusia
tidak
bersyukur.
ذَٰلِكُمُ
ٱللَّهُ
رَبُّكُمْ
خَـٰلِقُ
كُلِّ
شَىْءٍ
لَّآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ۖ
فَأَنَّىٰ
تُؤْفَكُونَ
62
dzaālikumu
alllahu
rabbukum
khaāliqu
kulli
syaā'in
llaā
iilaāha
iillaā
huwa
faaannaāā
tuu'fakuwna
Yang
demikian
itu
adalah
Allah,
Tuhan-mu,
Pencipta
segala
sesuatu,
tiada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
melainkan
Dia;
maka
bagaimanakah
kamu
dapat
dipalingkan?
كَذَٰلِكَ
يُؤْفَكُ
ٱلَّذِينَ
كَانُوا۟
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
يَجْحَدُونَ
63
kadzaālika
yuu'faku
alladziyna
kaānuwā
biaāyaāti
alllahi
yajḥaduwna
Seperti
demikianlah
dipalingkan
orang-orang
yang
selalu
mengingkari
ayat-ayat
Allah.
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
جَعَلَ
لَكُمُ
ٱلْأَرْضَ
قَرَارًا
وَٱلسَّمَآءَ
بِنَآءً
وَصَوَّرَكُمْ
فَأَحْسَنَ
صُوَرَكُمْ
وَرَزَقَكُم
مِّنَ
ٱلطَّيِّبَـٰتِ
ۚ
ذَٰلِكُمُ
ٱللَّهُ
رَبُّكُمْ
ۖ
فَتَبَارَكَ
ٱللَّهُ
رَبُّ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
64
alllahu
alladziā
ja‘ala
lakumu
alaarḍa
qaraāranā
waalssamaā'a
binaā'an
waṣawwarakum
faaaḥsana
ṣuwarakum
warazaqakum
mmina
alṭṭayyibaāti
dzaālikumu
alllahu
rabbukum
fatabaāraka
alllahu
rabbu
al‘aālamiyna
Allah-lah
yang
menjadikan
bumi
bagi
kamu
tempat
menetap
dan
langit
sebagai
atap
dan
membentuk
kamu,
lalu
membaguskan
rupamu
serta
memberi
kamu
rezeki
dengan
sebagian
yang
baik-baik.
Yang
demikian
itu
adalah
Allah
Tuhan-mu,
Maha
Agung
Allah,
Tuhan
semesta
alam.
هُوَ
ٱلْحَىُّ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
فَٱدْعُوهُ
مُخْلِصِينَ
لَهُ
ٱلدِّينَ
ۗ
ٱلْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
65
huwa
alḥaāāu
laā
iilaāha
iillaā
huwa
faad‘uwhu
mukhliṣiyna
lahu
alddiyna
alḥamdu
lillahi
rabbi
al‘aālamiyna
Dialah
Yang
hidup
kekal,
tiada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
melainkan
Dia;
maka
sembahlah
Dia
dengan
memurnikan
ibadat
kepada-Nya.
Segala
puji
bagi
Allah
Tuhan
semesta
alam.
۞
قُلْ
إِنِّى
نُهِيتُ
أَنْ
أَعْبُدَ
ٱلَّذِينَ
تَدْعُونَ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
لَمَّا
جَآءَنِىَ
ٱلْبَيِّنَـٰتُ
مِن
رَّبِّى
وَأُمِرْتُ
أَنْ
أُسْلِمَ
لِرَبِّ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
66
qul
iinniā
nuhiytu
aan
aa‘buda
alladziyna
tad‘uwna
min
duwni
alllahi
lammaā
jaā'aniāa
albayyinaātu
min
rrabbiā
waaumirtu
aan
auslima
lirabbi
al‘aālamiyna
Katakanlah
(ya
Muhammad),
"Sesungguhnya
aku
dilarang
menyembah
sembahan
yang
kamu
sembah
selain
Allah
setelah
datang
kepadaku
keterangan-keterangan
dari
Tuhan-ku
dan
aku
diperintahkan
supaya
tunduk
patuh
kepada
Tuhan
semesta
alam.
هُوَ
ٱلَّذِى
خَلَقَكُم
مِّن
تُرَابٍ
ثُمَّ
مِن
نُّطْفَةٍ
ثُمَّ
مِنْ
عَلَقَةٍ
ثُمَّ
يُخْرِجُكُمْ
طِفْلًا
ثُمَّ
لِتَبْلُغُوٓا۟
أَشُدَّكُمْ
ثُمَّ
لِتَكُونُوا۟
شُيُوخًا
ۚ
وَمِنكُم
مَّن
يُتَوَفَّىٰ
مِن
قَبْلُ
ۖ
وَلِتَبْلُغُوٓا۟
أَجَلًا
مُّسَمًّى
وَلَعَلَّكُمْ
تَعْقِلُونَ
67
huwa
alladziā
khalaqakum
mmin
turaābin
tsumma
min
nnuṭfahin
tsumma
min
‘alaqahin
tsumma
yukhrijukum
ṭiflanā
tsumma
litablughuwā
aasyuddakum
tsumma
litakuwnuwā
syuyuwkhanā
waminkum
mman
yutawaffaāā
min
qablu
walitablughuwā
aajalanā
mmusammanā
wala‘allakum
ta‘qiluwna
Dia-lah
yang
menciptakan
kamu
dari
tanah,
kemudian
dari
setetes
air
mani,
sesudah
itu
dari
segumpal
darah,
kemudian
dilahirkannya
kamu
sebagai
seorang
anak,
kemudian
(kamu
dibiarkan
hidup)
supaya
kamu
sampai
kepada
masa
(dewasa),
kemudian
(dibiarkan
kamu
hidup
lagi)
sampai
tua,
di
antara
kamu
ada
yang
diwafatkan
sebelum
itu.
(Kami
perbuat
demikian)
supaya
kamu
sampai
kepada
ajal
yang
ditentukan
dan
supaya
kamu
memahami(nya).
هُوَ
ٱلَّذِى
يُحْىِۦ
وَيُمِيتُ
ۖ
فَإِذَا
قَضَىٰٓ
أَمْرًا
فَإِنَّمَا
يَقُولُ
لَهُۥ
كُن
فَيَكُونُ
68
huwa
alladziā
yuḥāiī
wayumiytu
faiidzaā
qaḍaāā
aamranā
faiinnamaā
yaquwlu
lahuū
kun
fayakuwnu
Dia-lah
yang
menghidupkan
dan
mematikan,
maka
apabila
Dia
menetapkan
sesuatu
urusan,
Dia
hanya
bekata
kepadanya,
"Jadilah",
maka
jadilah
ia.
أَلَمْ
تَرَ
إِلَى
ٱلَّذِينَ
يُجَـٰدِلُونَ
فِىٓ
ءَايَـٰتِ
ٱللَّهِ
أَنَّىٰ
يُصْرَفُونَ
69
aalam
tara
iilaā
alladziyna
yujaādiluwna
fiā
'aāyaāti
alllahi
aannaāā
yuṣrafuwna
Apakah
kamu
tidak
melihat
kepada
orang-orang
yang
membantah
ayat-ayat
Allah?
Bagaimanakah
mereka
dapat
dipalingkan?
ٱلَّذِينَ
كَذَّبُوا۟
بِٱلْكِتَـٰبِ
وَبِمَآ
أَرْسَلْنَا
بِهِۦ
رُسُلَنَا
ۖ
فَسَوْفَ
يَعْلَمُونَ
70
alladziyna
kadzdzabuwā
bialkitaābi
wabimaā
aarsalnaā
bihiī
rusulanaā
fasawfa
ya‘lamuwna
(Yaitu)
orang-orang
yang
mendustakan
Alkitab
(Al-Qur`ān)
dan
wahyu
yang
dibawa
oleh
rasul-rasul
Kami
yang
telah
Kami
utus.
Kelak
mereka
akan
mengetahui,
إِذِ
ٱلْأَغْلَـٰلُ
فِىٓ
أَعْنَـٰقِهِمْ
وَٱلسَّلَـٰسِلُ
يُسْحَبُونَ
71
iidzi
alaaghlaālu
fiā
aa‘naāqihim
waalssalaāsilu
yusḥabuwna
ketika
belenggu
dan
rantai
dipasang
di
leher
mereka,
seraya
mereka
diseret,
فِى
ٱلْحَمِيمِ
ثُمَّ
فِى
ٱلنَّارِ
يُسْجَرُونَ
72
fiā
alḥamiymi
tsumma
fiā
alnnaāri
yusjaruwna
ke
dalam
air
yang
sangat
panas,
kemudian
mereka
dibakar
dalam
api,
ثُمَّ
قِيلَ
لَهُمْ
أَيْنَ
مَا
كُنتُمْ
تُشْرِكُونَ
73
tsumma
qiyla
lahum
aayna
maā
kuntum
tusyrikuwna
kemudian
dikatakan
kepada
mereka,
"Manakah
berhala-berhala
yang
selalu
kamu
persekutukan,
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
ۖ
قَالُوا۟
ضَلُّوا۟
عَنَّا
بَل
لَّمْ
نَكُن
نَّدْعُوا۟
مِن
قَبْلُ
شَيْـًٔا
ۚ
كَذَٰلِكَ
يُضِلُّ
ٱللَّهُ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
74
min
duwni
alllahi
qaāluwā
ḍalluwā
‘annaā
bal
llam
nakun
nnad‘uwā
min
qablu
syayanā
kadzaālika
yuḍillu
alllahu
alkaāfiriyna
(yang
kamu
sembah)
selain
Allah?"
Mereka
menjawab,
"Mereka
telah
hilang
lenyap
dari
kami,
bahkan
kami
dahulu
tiada
pernah
menyembah
sesuatu".
Seperti
demikianlah
Allah
menyesatkan
orang-orang
kafir.
ذَٰلِكُم
بِمَا
كُنتُمْ
تَفْرَحُونَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
بِغَيْرِ
ٱلْحَقِّ
وَبِمَا
كُنتُمْ
تَمْرَحُونَ
75
dzaālikum
bimaā
kuntum
tafraḥuwna
fiā
alaarḍi
bighayri
alḥaqqi
wabimaā
kuntum
tamraḥuwna
Yang
demikian
itu
disebabkan
karena
kamu
bersuka
ria
di
muka
bumi
dengan
tidak
benar
dan
karena
kamu
selalu
bersuka
ria
(dalam
kemaksiatan).
ٱدْخُلُوٓا۟
أَبْوَٰبَ
جَهَنَّمَ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
ۖ
فَبِئْسَ
مَثْوَى
ٱلْمُتَكَبِّرِينَ
76
adkhuluwā
aabwaāba
jahannama
khaālidiyna
fiyhaā
fabii'sa
matswaā
almutakabbiriyna
(Dikatakan
kepada
mereka),
"Masuklah
kamu
ke
pintu-pintu
neraka
Jahanam,
sedang
kamu
kekal
di
dalamnya.
Maka
itulah
seburuk-buruk
tempat
bagi
orang-orang
yang
sombong".
فَٱصْبِرْ
إِنَّ
وَعْدَ
ٱللَّهِ
حَقٌّ
ۚ
فَإِمَّا
نُرِيَنَّكَ
بَعْضَ
ٱلَّذِى
نَعِدُهُمْ
أَوْ
نَتَوَفَّيَنَّكَ
فَإِلَيْنَا
يُرْجَعُونَ
77
faaṣbir
iinna
wa‘da
alllahi
ḥaqqun
faiimmaā
nuriyannaka
ba‘ḍa
alladziā
na‘iduhum
aaw
natawaffayannaka
faiilaynaā
yurja‘uwna
Maka
bersabarlah
kamu,
sesungguhnya
janji
Allah
adalah
benar;
maka
meskipun
Kami
perlihatkan
kepadamu
sebagian
siksa
yang
Kami
ancamkan
kepada
mereka
ataupun
Kami
wafatkan
kamu
(sebelum
ajal
menimpa
mereka),
namun
kepada
Kami
sajalah
mereka
dikembalikan.
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
رُسُلًا
مِّن
قَبْلِكَ
مِنْهُم
مَّن
قَصَصْنَا
عَلَيْكَ
وَمِنْهُم
مَّن
لَّمْ
نَقْصُصْ
عَلَيْكَ
ۗ
وَمَا
كَانَ
لِرَسُولٍ
أَن
يَأْتِىَ
بِـَٔايَةٍ
إِلَّا
بِإِذْنِ
ٱللَّهِ
ۚ
فَإِذَا
جَآءَ
أَمْرُ
ٱللَّهِ
قُضِىَ
بِٱلْحَقِّ
وَخَسِرَ
هُنَالِكَ
ٱلْمُبْطِلُونَ
78
walaqad
aarsalnaā
rusulanā
mmin
qablika
minhum
mman
qaṣaṣnaā
‘alayka
waminhum
mman
llam
naqṣuṣ
‘alayka
wamaā
kaāna
lirasuwlin
aan
yaatiāa
biaāyahin
iillaā
biiidzni
alllahi
faiidzaā
jaā'a
aamru
alllahi
quḍiāa
bialḥaqqi
wakhasira
hunaālika
almubṭiluwna
Dan
sesungguhnya
telah
Kami
utus
beberapa
orang
rasul
sebelum
kamu,
di
antara
mereka
ada
yang
Kami
ceritakan
kepadamu
dan
di
antara
mereka
ada
(pula)
yang
tidak
Kami
ceritakan
kepadamu.
Tidak
dapat
bagi
seorang
rasul
membawa
suatu
mukjizat,
melainkan
dengan
seizin
Allah;
maka
apabila
telah
datang
perintah
Allah
diputuskan
(semua
perkara)
dengan
adil.
Dan
ketika
itu,
rugilah
orang-orang
yang
berpegang
kepada
yang
batil.
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
جَعَلَ
لَكُمُ
ٱلْأَنْعَـٰمَ
لِتَرْكَبُوا۟
مِنْهَا
وَمِنْهَا
تَأْكُلُونَ
79
alllahu
alladziā
ja‘ala
lakumu
alaan‘aāma
litarkabuwā
minhaā
waminhaā
taakuluwna
Allah-lah
yang
menjadikan
binatang
ternak
untuk
kamu,
sebagiannya
untuk
kamu
kendarai
dan
sebagiannya
untuk
kamu
makan.
وَلَكُمْ
فِيهَا
مَنَـٰفِعُ
وَلِتَبْلُغُوا۟
عَلَيْهَا
حَاجَةً
فِى
صُدُورِكُمْ
وَعَلَيْهَا
وَعَلَى
ٱلْفُلْكِ
تُحْمَلُونَ
80
walakum
fiyhaā
manaāfi‘u
walitablughuwā
‘alayhaā
ḥaājahan
fiā
ṣuduwrikum
wa‘alayhaā
wa‘alaā
alfulki
tuḥmaluwna
Dan
(ada
lagi)
manfaat-manfaat
yang
lain
pada
binatang
ternak
itu
untuk
kamu
[1328]
dan
supaya
kamu
mencapai
suatu
keperluan
yang
tersimpan
dalam
hati
dengan
mengendarainya.
Dan
kamu
dapat
diangkut
dengan
mengendarai
binatang-binatang
itu
dan
dengan
mengendarai
bahtera.
وَيُرِيكُمْ
ءَايَـٰتِهِۦ
فَأَىَّ
ءَايَـٰتِ
ٱللَّهِ
تُنكِرُونَ
81
wayuriykum
'aāyaātihiī
faaaāāa
'aāyaāti
alllahi
tunkiruwna
Dan
Dia
memperlihatkan
kepada
kamu
tanda-tanda
(kekuasaan-Nya);
maka
tanda-tanda
(kekuasaan)
Allah
yang
manakah
yang
kamu
ingkari?
أَفَلَمْ
يَسِيرُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَيَنظُرُوا۟
كَيْفَ
كَانَ
عَـٰقِبَةُ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
ۚ
كَانُوٓا۟
أَكْثَرَ
مِنْهُمْ
وَأَشَدَّ
قُوَّةً
وَءَاثَارًا
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَمَآ
أَغْنَىٰ
عَنْهُم
مَّا
كَانُوا۟
يَكْسِبُونَ
82
aafalam
yasiyruwā
fiā
alaarḍi
fayanẓuruwā
kayfa
kaāna
‘aāqibahu
alladziyna
min
qablihim
kaānuwā
aaktsara
minhum
waaasyadda
quwwahan
wa'aātsaāranā
fiā
alaarḍi
famaā
aaghnaāā
‘anhum
mmaā
kaānuwā
yaksibuwna
Maka
apakah
mereka
tiada
mengadakan
perjalanan
di
muka
bumi,
lalu
memperhatikan
betapa
kesudahan
orang-orang
yang
sebelum
mereka.
Adalah
orang-orang
yang
sebelum
mereka
itu
lebih
hebat
kekuatannya
dan
(lebih
banyak)
bekas-bekas
mereka
di
muka
bumi
[1329],
maka
apa
yang
mereka
usahakan
itu
tidak
dapat
menolong
mereka.
فَلَمَّا
جَآءَتْهُمْ
رُسُلُهُم
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
فَرِحُوا۟
بِمَا
عِندَهُم
مِّنَ
ٱلْعِلْمِ
وَحَاقَ
بِهِم
مَّا
كَانُوا۟
بِهِۦ
يَسْتَهْزِءُونَ
83
falammaā
jaā'athum
rusuluhum
bialbayyinaāti
fariḥuwā
bimaā
‘indahum
mmina
al‘ilmi
waḥaāqa
bihim
mmaā
kaānuwā
bihiī
yastahzi'uwna
Maka
tatkala
datang
kepada
mereka
rasul-rasul
(yang
diutus
kepada)
mereka
dengan
membawa
ketarangan-keterangan,
mereka
merasa
senang
dengan
pengetahuan
yang
ada
pada
mereka
[1330]
dan
mereka
dikepung
oleh
azab
Allah
yang
selalu
mereka
perolok-olokkan
itu.
فَلَمَّا
رَأَوْا۟
بَأْسَنَا
قَالُوٓا۟
ءَامَنَّا
بِٱللَّهِ
وَحْدَهُۥ
وَكَفَرْنَا
بِمَا
كُنَّا
بِهِۦ
مُشْرِكِينَ
84
falammaā
raaawā
baasanaā
qaāluwā
'aāmannaā
bialllahi
waḥdahuū
wakafarnaā
bimaā
kunnaā
bihiī
musyrikiyna
Maka
tatkala
mereka
melihat
azab
Kami,
mereka
berkata,
"Kami
beriman
hanya
kepada
Allah
saja
dan
kami
kafir
kepada
sembahan-sembahan
yang
telah
kami
persekutukan
dengan
Allah".
فَلَمْ
يَكُ
يَنفَعُهُمْ
إِيمَـٰنُهُمْ
لَمَّا
رَأَوْا۟
بَأْسَنَا
ۖ
سُنَّتَ
ٱللَّهِ
ٱلَّتِى
قَدْ
خَلَتْ
فِى
عِبَادِهِۦ
ۖ
وَخَسِرَ
هُنَالِكَ
ٱلْكَـٰفِرُونَ
85
falam
yaku
yanfa‘uhum
iiymaānuhum
lammaā
raaawā
baasanaā
sunnata
alllahi
allatiā
qad
khalat
fiā
‘ibaādihiī
wakhasira
hunaālika
alkaāfiruwna
Maka
iman
mereka
tiada
berguna
bagi
mereka
tatkala
mereka
telah
melihat
siksa
Kami.
Itulah
sunah
Allah
yang
telah
berlaku
terhadap
hamba-hamba-Nya.
Dan
pada
waktu
itu,
binasalah
orang-orang
kafir.