يسٓ
1
Yā
Sīn
Yā
sīn
[1264]
وَٱلْقُرْءَانِ
ٱلْحَكِيمِ
2
waalqur'aāni
alḥakiymi
Demi
Al-Qur`ān
yang
penuh
hikmah,
إِنَّكَ
لَمِنَ
ٱلْمُرْسَلِينَ
3
iinnaka
lamina
almursaliyna
Sesungguhnya
kamu
salah
seorang
dari
rasul-rasul,
عَلَىٰ
صِرَٰطٍ
مُّسْتَقِيمٍ
4
‘alaāā
ṣiraāṭin
mmustaqiymin
(yang
berada)
di
atas
jalan
yang
lurus,
تَنزِيلَ
ٱلْعَزِيزِ
ٱلرَّحِيمِ
5
tanziyla
al‘aziyzi
alrraḥiymi
(sebagai
wahyu)
yang
diturunkan
oleh
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Penyayang.
لِتُنذِرَ
قَوْمًا
مَّآ
أُنذِرَ
ءَابَآؤُهُمْ
فَهُمْ
غَـٰفِلُونَ
6
litundzira
qawmanā
mmaā
aundzira
'aābaāu'uhum
fahum
ghaāfiluwna
Agar
kamu
memberi
peringatan
kepada
kaum
yang
bapak-bapak
mereka
belum
pernah
diberi
peringatan
karena
itu
mereka
lalai.
لَقَدْ
حَقَّ
ٱلْقَوْلُ
عَلَىٰٓ
أَكْثَرِهِمْ
فَهُمْ
لَا
يُؤْمِنُونَ
7
laqad
ḥaqqa
alqawlu
‘alaāā
aaktsarihim
fahum
laā
yuu'minuwna
Sesungguhnya
telah
pasti
berlaku
perkataan
(ketentuan
Allah)
terhadap
kebanyakan
mereka
kerena
mereka
tidak
beriman.
إِنَّا
جَعَلْنَا
فِىٓ
أَعْنَـٰقِهِمْ
أَغْلَـٰلًا
فَهِىَ
إِلَى
ٱلْأَذْقَانِ
فَهُم
مُّقْمَحُونَ
8
iinnaā
ja‘alnaā
fiā
aa‘naāqihim
aaghlaālanā
fahiāa
iilaā
alaadzqaāni
fahum
mmuqmaḥuwna
Sesungguhnya
Kami
telah
memasang
belenggu
di
leher
mereka,
lalu
tangan
mereka
(diangkat)
ke
dagu,
maka
karena
itu
mereka
tertengadah.
وَجَعَلْنَا
مِنۢ
بَيْنِ
أَيْدِيهِمْ
سَدًّا
وَمِنْ
خَلْفِهِمْ
سَدًّا
فَأَغْشَيْنَـٰهُمْ
فَهُمْ
لَا
يُبْصِرُونَ
9
waja‘alnaā
min
bayni
aaydiyhim
saddanā
wamin
khalfihim
saddanā
faaaghsyaynaāhum
fahum
laā
yubṣiruwna
Dan
Kami
adakan
di
hadapan
mereka
dinding
dan
di
belakang
mereka
dinding
(pula)
dan
Kami
tutup
(mata)
mereka
sehingga
mereka
tidak
dapat
melihat.
وَسَوَآءٌ
عَلَيْهِمْ
ءَأَنذَرْتَهُمْ
أَمْ
لَمْ
تُنذِرْهُمْ
لَا
يُؤْمِنُونَ
10
wasawaā'un
‘alayhim
'aaandzartahum
aam
lam
tundzirhum
laā
yuu'minuwna
Sama
saja
bagi
mereka,
apakah
kamu
memberi
peringatan
kepada
mereka
ataukah
kamu
tidak
memberi
peringatan
kepada
mereka;
mereka
tidak
akan
beriman.
إِنَّمَا
تُنذِرُ
مَنِ
ٱتَّبَعَ
ٱلذِّكْرَ
وَخَشِىَ
ٱلرَّحْمَـٰنَ
بِٱلْغَيْبِ
ۖ
فَبَشِّرْهُ
بِمَغْفِرَةٍ
وَأَجْرٍ
كَرِيمٍ
11
iinnamaā
tundziru
mani
attaba‘a
aldzdzikra
wakhasyiāa
alrraḥmaāna
bialghaybi
fabasysyirhu
bimaghfirahin
waaajrin
kariymin
Sesungguhnya
kamu
hanya
memberi
peringatan
kepada
orang-orang
yang
mau
mengikuti
peringatan
[1265]
dan
yang
takut
kepada
Tuhan
Yang
Maha
Pemurah,
walaupun
dia
tidak
melihatnya.
Maka
berilah
mereka
kabar
gembira
dengan
ampunan
dan
pahala
yang
mulia.
إِنَّا
نَحْنُ
نُحْىِ
ٱلْمَوْتَىٰ
وَنَكْتُبُ
مَا
قَدَّمُوا۟
وَءَاثَـٰرَهُمْ
ۚ
وَكُلَّ
شَىْءٍ
أَحْصَيْنَـٰهُ
فِىٓ
إِمَامٍ
مُّبِينٍ
12
iinnaā
naḥnu
nuḥāi
almawtaāā
wanaktubu
maā
qaddamuwā
wa'aātsaārahum
wakulla
syaā'in
aaḥṣaynaāhu
fiā
iimaāmin
mmubiynin
Sesungguhnya
Kami
menghidupkan
orang-orang
mati
dan
Kami
menuliskan
apa
yang
telah
mereka
kerjakan
dan
bekas-bekas
yang
mereka
tinggalkan.
Dan
segala
sesuatu
Kami
kumpulkan
dalam
Kitab
Induk
yang
nyata
(Lawḥ
Maḥfūẓ).
وَٱضْرِبْ
لَهُم
مَّثَلًا
أَصْحَـٰبَ
ٱلْقَرْيَةِ
إِذْ
جَآءَهَا
ٱلْمُرْسَلُونَ
13
waaḍrib
lahum
mmatsalanā
aaṣḥaāba
alqaryahi
iidz
jaā'ahaā
almursaluwna
Dan
buatlah
bagi
mereka
suatu
perumpamaan,
yaitu
penduduk
suatu
negeri
ketika
utusan-utusan
datang
kepada
mereka.
إِذْ
أَرْسَلْنَآ
إِلَيْهِمُ
ٱثْنَيْنِ
فَكَذَّبُوهُمَا
فَعَزَّزْنَا
بِثَالِثٍ
فَقَالُوٓا۟
إِنَّآ
إِلَيْكُم
مُّرْسَلُونَ
14
iidz
aarsalnaā
iilayhimu
atsnayni
fakadzdzabuwhumaā
fa‘azzaznaā
bitsaālitsin
faqaāluwā
iinnaā
iilaykum
mmursaluwna
(yaitu)
ketika
Kami
mengutus
kepada
mereka
dua
orang
utusan,
lalu
mereka
mendustakan
keduanya,
kemudian
Kami
kuatkan
dengan
(utusan)
yang
ketiga,
maka
ketiga
utusan
itu
berkata,
"Sesungguhnya
kami
adalah
orang-orang
diutus
kepadamu".
قَالُوا۟
مَآ
أَنتُمْ
إِلَّا
بَشَرٌ
مِّثْلُنَا
وَمَآ
أَنزَلَ
ٱلرَّحْمَـٰنُ
مِن
شَىْءٍ
إِنْ
أَنتُمْ
إِلَّا
تَكْذِبُونَ
15
qaāluwā
maā
aantum
iillaā
basyarun
mmitslunaā
wamaā
aanzala
alrraḥmaānu
min
syaā'in
iin
aantum
iillaā
takdzibuwna
Mereka
menjawab,
"Kamu
tidak
lain
hanyalah
manusia
seperti
kami
dan
Allah
Yang
Maha
Pemurah
tidak
menurunkan
sesuatu
pun;
kamu
tidak
lain
hanyalah
pendusta
belaka".
قَالُوا۟
رَبُّنَا
يَعْلَمُ
إِنَّآ
إِلَيْكُمْ
لَمُرْسَلُونَ
16
qaāluwā
rabbunaā
ya‘lamu
iinnaā
iilaykum
lamursaluwna
Mereka
berkata,
"Tuhan
kami
mengetahui
bahwa
sesungguhnya
kami
adalah
orang
yang
diutus
kepada
kamu".
وَمَا
عَلَيْنَآ
إِلَّا
ٱلْبَلَـٰغُ
ٱلْمُبِينُ
17
wamaā
‘alaynaā
iillaā
albalaāghu
almubiynu
Dan
kewajiban
kami
tidak
lain
hanyalah
menyampaikan
(perintah
Allah)
dengan
jelas".
قَالُوٓا۟
إِنَّا
تَطَيَّرْنَا
بِكُمْ
ۖ
لَئِن
لَّمْ
تَنتَهُوا۟
لَنَرْجُمَنَّكُمْ
وَلَيَمَسَّنَّكُم
مِّنَّا
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
18
qaāluwā
iinnaā
taṭayyarnaā
bikum
lai'in
llam
tantahuwā
lanarjumannakum
walayamassannakum
mminnaā
‘adzaābun
aaliymun
Mereka
menjawab,
"Sesungguhnya
kami
bernasib
malang
karena
kamu;
sesungguhnya
jika
kamu
tidak
berhenti
(menyeru
kami),
niscaya
kami
akan
merajam
kamu
dan
kamu
pasti
akan
mendapat
siksa
yang
pedih
dari
kami".
قَالُوا۟
طَـٰٓئِرُكُم
مَّعَكُمْ
ۚ
أَئِن
ذُكِّرْتُم
ۚ
بَلْ
أَنتُمْ
قَوْمٌ
مُّسْرِفُونَ
19
qaāluwā
ṭaāi'irukum
mma‘akum
aai'in
dzukkirtum
bal
aantum
qawmun
mmusrifuwna
Utusan-utusan
itu
berkata,
"Kemalangan
kamu
itu
adalah
karena
kamu
sendiri.
Apakah
jika
kamu
diberi
peringatan
(kamu
mengancam
kami)?
Sebenarnya,
kamu
adalah
kaum
yang
melampui
batas".
وَجَآءَ
مِنْ
أَقْصَا
ٱلْمَدِينَةِ
رَجُلٌ
يَسْعَىٰ
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
ٱتَّبِعُوا۟
ٱلْمُرْسَلِينَ
20
wajaā'a
min
aaqṣaā
almadiynahi
rajulun
yas‘aāā
qaāla
yaāqawmi
attabi‘uwā
almursaliyna
Dan
datanglah
dari
ujung
kota,
seorang
laki-laki
(Habib
AnNajjar)
dengan
bergegas-gegas
ia
berkata,
"Hai
kaumku,
ikutilah
utusan-utusan
itu".
ٱتَّبِعُوا۟
مَن
لَّا
يَسْـَٔلُكُمْ
أَجْرًا
وَهُم
مُّهْتَدُونَ
21
attabi‘uwā
man
llaā
yasalukum
aajranā
wahum
mmuhtaduwna
Ikutilah
orang
yang
tiada
minta
balasan
kepadamu
dan
mereka
adalah
orang-orang
yang
mendapat
petunjuk.
وَمَا
لِىَ
لَآ
أَعْبُدُ
ٱلَّذِى
فَطَرَنِى
وَإِلَيْهِ
تُرْجَعُونَ
22
wamaā
liāa
laā
aa‘budu
alladziā
faṭaraniā
waiilayhi
turja‘uwna
Mengapa
aku
tidak
menyembah
(Tuhan)
yang
telah
menciptakanku
dan
yang
hanya
kepada-Nya-lah
kamu
(semua)
akan
dikembalikan?
ءَأَتَّخِذُ
مِن
دُونِهِۦٓ
ءَالِهَةً
إِن
يُرِدْنِ
ٱلرَّحْمَـٰنُ
بِضُرٍّ
لَّا
تُغْنِ
عَنِّى
شَفَـٰعَتُهُمْ
شَيْـًٔا
وَلَا
يُنقِذُونِ
23
'aaattakhidzu
min
duwnihiī
'aālihahan
iin
yuridni
alrraḥmaānu
biḍurrin
llaā
tughni
‘anniā
syafaā‘atuhum
syayanā
walaā
yunqidzuwni
Mengapa
aku
akan
menyembah
tuhan-tuhan
selain-Nya,
jika
(Allah)
Yang
Maha
Pemurah
menghendaki
kemudaratan
terhadapku,
niscaya
syafaat
mereka
tidak
memberi
manfaat
sedikit
pun
bagi
diriku
dan
mereka
tidak
(pula)
dapat
menyelamatkanku?
إِنِّىٓ
إِذًا
لَّفِى
ضَلَـٰلٍ
مُّبِينٍ
24
iinniā
iidzanā
llafiā
ḍalaālin
mmubiynin
Sesungguhnya,
aku
kalau
begitu
pasti
berada
dalam
kesesatan
yang
nyata.
إِنِّىٓ
ءَامَنتُ
بِرَبِّكُمْ
فَٱسْمَعُونِ
25
iinniā
'aāmantu
birabbikum
faasma‘uwni
Sesungguhnya,
aku
telah
beriman
kepada
Tuhan-mu,
maka
dengarkanlah
(pengakuan
keimanan)ku.
قِيلَ
ٱدْخُلِ
ٱلْجَنَّةَ
ۖ
قَالَ
يَـٰلَيْتَ
قَوْمِى
يَعْلَمُونَ
26
qiyla
adkhuli
aljannaha
qaāla
yaālayta
qawmiā
ya‘lamuwna
Dikatakan
(kepadanya),
"Masuklah
ke
surga
[1266]".
Ia
berkata,
"Alangkah
baiknya
sekiranya
kaumku
mengetahui.
بِمَا
غَفَرَ
لِى
رَبِّى
وَجَعَلَنِى
مِنَ
ٱلْمُكْرَمِينَ
27
bimaā
ghafara
liā
rabbiā
waja‘alaniā
mina
almukramiyna
Apa
yang
menyebabkan
Tuhanku
memberi
ampun
kepadaku
dan
menjadikan
aku
termasuk
orang-orang
yang
dimuliakan".
۞
وَمَآ
أَنزَلْنَا
عَلَىٰ
قَوْمِهِۦ
مِنۢ
بَعْدِهِۦ
مِن
جُندٍ
مِّنَ
ٱلسَّمَآءِ
وَمَا
كُنَّا
مُنزِلِينَ
28
wamaā
aanzalnaā
‘alaāā
qawmihiī
min
ba‘dihiī
min
jundin
mmina
alssamaā'i
wamaā
kunnaā
munziliyna
Dan
kami
tidak
menurunkan
kepada
kaumnya
sesudah
dia
(meninggal)
suatu
pasukan
pun
dari
langit
dan
tidak
layak
Kami
menurunkannya.
إِن
كَانَتْ
إِلَّا
صَيْحَةً
وَٰحِدَةً
فَإِذَا
هُمْ
خَـٰمِدُونَ
29
iin
kaānat
iillaā
ṣayḥahan
waāḥidahan
faiidzaā
hum
khaāmiduwna
Tidak
ada
siksaan
atas
mereka,
melainkan
satu
teriakan
suara
saja,
maka
tiba-tiba
mereka
semuanya
mati.
يَـٰحَسْرَةً
عَلَى
ٱلْعِبَادِ
ۚ
مَا
يَأْتِيهِم
مِّن
رَّسُولٍ
إِلَّا
كَانُوا۟
بِهِۦ
يَسْتَهْزِءُونَ
30
yaāḥasrahan
‘alaā
al‘ibaādi
maā
yaatiyhim
mmin
rrasuwlin
iillaā
kaānuwā
bihiī
yastahzi'uwna
Alangkah
besarnya
penyesalan
terhadap
hamba-hamba
itu,
tiada
datang
seorang
rasul
pun
kepada
mereka,
melainkan
mereka
selalu
memperolok-olokkannya.
أَلَمْ
يَرَوْا۟
كَمْ
أَهْلَكْنَا
قَبْلَهُم
مِّنَ
ٱلْقُرُونِ
أَنَّهُمْ
إِلَيْهِمْ
لَا
يَرْجِعُونَ
31
aalam
yarawā
kam
aahlaknaā
qablahum
mmina
alquruwni
aannahum
iilayhim
laā
yarji‘uwna
Tidakkah
mereka
mengetahui
berapa
banyaknya
umat-umat
sebelum
mereka
yang
telah
Kami
binasakan;
bahwasanya
orang-orang
(yang
telah
Kami
binasakan)
itu
tiada
kembali
kepada
mereka
[1267].
وَإِن
كُلٌّ
لَّمَّا
جَمِيعٌ
لَّدَيْنَا
مُحْضَرُونَ
32
waiin
kullun
llammaā
jamiy‘un
lladaynaā
muḥḍaruwna
Dan
setiap
mereka
semuanya
akan
dikumpulkan
lagi
kepada
Kami.
وَءَايَةٌ
لَّهُمُ
ٱلْأَرْضُ
ٱلْمَيْتَةُ
أَحْيَيْنَـٰهَا
وَأَخْرَجْنَا
مِنْهَا
حَبًّا
فَمِنْهُ
يَأْكُلُونَ
33
wa'aāyahun
llahumu
alaarḍu
almaytahu
aaḥyaynaāhaā
waaakhrajnaā
minhaā
ḥabbanā
faminhu
yaakuluwna
Dan
suatu
tanda
(kekuasaan
Allah
yang
besar)
bagi
mereka
adalah
bumi
yang
mati.
Kami
hidupkan
bumi
itu
dan
Kami
keluarkan
darinya
biji-bijian,
maka
darinya
mereka
makan.
وَجَعَلْنَا
فِيهَا
جَنَّـٰتٍ
مِّن
نَّخِيلٍ
وَأَعْنَـٰبٍ
وَفَجَّرْنَا
فِيهَا
مِنَ
ٱلْعُيُونِ
34
waja‘alnaā
fiyhaā
jannaātin
mmin
nnakhiylin
waaa‘naābin
wafajjarnaā
fiyhaā
mina
al‘uyuwni
Dan
Kami
jadikan
padanya
kebun-kebun
kurma
dan
anggur
dan
Kami
pancarkan
padanya
beberapa
mata
air,
لِيَأْكُلُوا۟
مِن
ثَمَرِهِۦ
وَمَا
عَمِلَتْهُ
أَيْدِيهِمْ
ۖ
أَفَلَا
يَشْكُرُونَ
35
liyaakuluwā
min
tsamarihiī
wamaā
‘amilathu
aaydiyhim
aafalaā
yasykuruwna
supaya
mereka
dapat
makan
dari
buahnya
dan
dari
apa
yang
diusahakan
oleh
tangan
mereka.
Maka,
mengapakah
mereka
tidak
bersyukur?
سُبْحَـٰنَ
ٱلَّذِى
خَلَقَ
ٱلْأَزْوَٰجَ
كُلَّهَا
مِمَّا
تُنۢبِتُ
ٱلْأَرْضُ
وَمِنْ
أَنفُسِهِمْ
وَمِمَّا
لَا
يَعْلَمُونَ
36
subḥaāna
alladziā
khalaqa
alaazwaāja
kullahaā
mimmaā
tunbitu
alaarḍu
wamin
aanfusihim
wamimmaā
laā
ya‘lamuwna
Maha
Suci
Tuhan
yang
telah
menciptakan
pasangan-pasangan
semuanya,
baik
dari
apa
yang
ditumbuhkan
oleh
bumi
dan
dari
diri
mereka
maupun
dari
apa
yang
tidak
mereka
ketahui.
وَءَايَةٌ
لَّهُمُ
ٱلَّيْلُ
نَسْلَخُ
مِنْهُ
ٱلنَّهَارَ
فَإِذَا
هُم
مُّظْلِمُونَ
37
wa'aāyahun
llahumu
allaylu
naslakhu
minhu
alnnahaāra
faiidzaā
hum
mmuẓlimuwna
Dan
suatu
tanda
(kekuasaan
Allah
yang
besar)
bagi
mereka
adalah
malam;
Kami
tanggalkan
siang
dari
malam
itu,
maka
dengan
serta
merta
mereka
berada
dalam
kegelapan,
وَٱلشَّمْسُ
تَجْرِى
لِمُسْتَقَرٍّ
لَّهَا
ۚ
ذَٰلِكَ
تَقْدِيرُ
ٱلْعَزِيزِ
ٱلْعَلِيمِ
38
waalsysyamsu
tajriā
limustaqarrin
llahaā
dzaālika
taqdiyru
al‘aziyzi
al‘aliymi
dan
matahari
berjalan
di
tempat
peredarannya.
Demikianlah,
ketetapan
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Mengetahui.
وَٱلْقَمَرَ
قَدَّرْنَـٰهُ
مَنَازِلَ
حَتَّىٰ
عَادَ
كَٱلْعُرْجُونِ
ٱلْقَدِيمِ
39
waalqamara
qaddarnaāhu
manaāzila
ḥattaāā
‘aāda
kaal‘urjuwni
alqadiymi
Dan
telah
Kami
tetapkan
bagi
bulan
manzilah-manzilah
sehingga
(setelah
dia
sampai
ke
manzilah
yang
terakhir)
kembalilah
dia
sebagai
bentuk
tandan
yang
tua
[1268].
لَا
ٱلشَّمْسُ
يَنۢبَغِى
لَهَآ
أَن
تُدْرِكَ
ٱلْقَمَرَ
وَلَا
ٱلَّيْلُ
سَابِقُ
ٱلنَّهَارِ
ۚ
وَكُلٌّ
فِى
فَلَكٍ
يَسْبَحُونَ
40
laā
alsysyamsu
yanbaghiā
lahaā
aan
tudrika
alqamara
walaā
allaylu
saābiqu
alnnahaāri
wakullun
fiā
falakin
yasbaḥuwna
Tidaklah
mungkin
bagi
matahari
mendapatkan
bulan
dan
malam
pun
tidak
dapat
mendahului
siang.
Dan
masing-masing
beredar
pada
garis
edarnya.
وَءَايَةٌ
لَّهُمْ
أَنَّا
حَمَلْنَا
ذُرِّيَّتَهُمْ
فِى
ٱلْفُلْكِ
ٱلْمَشْحُونِ
41
wa'aāyahun
llahum
aannaā
ḥamalnaā
dzurriyyatahum
fiā
alfulki
almasyḥuwni
Dan
suatu
tanda
(kebesaran
Allah
yang
besar)
bagi
mereka
adalah
bahwa
Kami
angkut
keturunan
mereka
dalam
bahtera
yang
penuh
muatan,
وَخَلَقْنَا
لَهُم
مِّن
مِّثْلِهِۦ
مَا
يَرْكَبُونَ
42
wakhalaqnaā
lahum
mmin
mmitslihiī
maā
yarkabuwna
dan
Kami
ciptakan
untuk
mereka
yang
akan
mereka
kendarai
seperti
bahtera
itu
[1269].
وَإِن
نَّشَأْ
نُغْرِقْهُمْ
فَلَا
صَرِيخَ
لَهُمْ
وَلَا
هُمْ
يُنقَذُونَ
43
waiin
nnasyaa
nughriqhum
falaā
ṣariykha
lahum
walaā
hum
yunqadzuwna
Dan
jika
Kami
menghendaki,
niscaya
Kami
tenggelamkan
mereka,
maka
tiadalah
bagi
mereka
penolong
dan
tidak
pula
mereka
diselamatkan.
إِلَّا
رَحْمَةً
مِّنَّا
وَمَتَـٰعًا
إِلَىٰ
حِينٍ
44
iillaā
raḥmahan
mminnaā
wamataā‘anā
iilaāā
ḥiynin
Tetapi
(Kami
selamatkan
mereka)
karena
rahmat
yang
besar
dari
Kami
dan
untuk
memberikan
kesenangan
hidup
sampai
kepada
suatu
ketika.
وَإِذَا
قِيلَ
لَهُمُ
ٱتَّقُوا۟
مَا
بَيْنَ
أَيْدِيكُمْ
وَمَا
خَلْفَكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُونَ
45
waiidzaā
qiyla
lahumu
attaquwā
maā
bayna
aaydiykum
wamaā
khalfakum
la‘allakum
turḥamuwna
Dan
apabila
dikatakan
kepada
mereka,
"Takutlah
kamu
akan
siksa
yang
di
hadapanmu
dan
siksa
yang
akan
datang
supaya
kamu
mendapat
rahmat",
(niscaya
mereka
berpaling).
وَمَا
تَأْتِيهِم
مِّنْ
ءَايَةٍ
مِّنْ
ءَايَـٰتِ
رَبِّهِمْ
إِلَّا
كَانُوا۟
عَنْهَا
مُعْرِضِينَ
46
wamaā
taatiyhim
mmin
'aāyahin
mmin
'aāyaāti
rabbihim
iillaā
kaānuwā
‘anhaā
mu‘riḍiyna
Dan
sekali-kali,
tiada
datang
kepada
mereka
suatu
tanda
dari
tanda-tanda
kekuasaan
Tuhan
mereka,
melainkan
mereka
selalu
berpaling
darinya.
وَإِذَا
قِيلَ
لَهُمْ
أَنفِقُوا۟
مِمَّا
رَزَقَكُمُ
ٱللَّهُ
قَالَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
لِلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
أَنُطْعِمُ
مَن
لَّوْ
يَشَآءُ
ٱللَّهُ
أَطْعَمَهُۥٓ
إِنْ
أَنتُمْ
إِلَّا
فِى
ضَلَـٰلٍ
مُّبِينٍ
47
waiidzaā
qiyla
lahum
aanfiquwā
mimmaā
razaqakumu
alllahu
qaāla
alladziyna
kafaruwā
lilladziyna
'aāmanuwā
aanuṭ‘imu
man
llaw
yasyaā'u
alllahu
aaṭ‘amahuū
iin
aantum
iillaā
fiā
ḍalaālin
mmubiynin
Dan
apabila
dikatakakan
kepada
mereka,
"Nafkahkanlah
sebagian
dari
rezeki
yang
diberikan
Allah
kepadamu",
maka
orang-orang
yang
kafir
itu
berkata
kepada
orang-orang
yang
beriman,
"Apakah
kami
akan
memberi
makan
kepada
orang-orang
yang
jika
Allah
menghendaki
tentulah
Dia
akan
memberinya
makan;
tiadalah
kamu,
melainkan
dalam
kesesatan
yang
nyata".
وَيَقُولُونَ
مَتَىٰ
هَـٰذَا
ٱلْوَعْدُ
إِن
كُنتُمْ
صَـٰدِقِينَ
48
wayaquwluwna
mataāā
haādzaā
alwa‘du
iin
kuntum
ṣaādiqiyna
Dan
mereka
berkata,
"Bilakah
(terjadinya)
janji
ini
(hari
berbangkit)
jika
kamu
adalah
orang-orang
yang
benar?"
مَا
يَنظُرُونَ
إِلَّا
صَيْحَةً
وَٰحِدَةً
تَأْخُذُهُمْ
وَهُمْ
يَخِصِّمُونَ
49
maā
yanẓuruwna
iillaā
ṣayḥahan
waāḥidahan
taakhudzuhum
wahum
yakhiṣṣimuwna
Mereka
tidak
menunggu,
melainkan
satu
teriakan
saja
[1270]
yang
akan
membinasakan
mereka
ketika
mereka
sedang
bertengkar.
فَلَا
يَسْتَطِيعُونَ
تَوْصِيَةً
وَلَآ
إِلَىٰٓ
أَهْلِهِمْ
يَرْجِعُونَ
50
falaā
yastaṭiy‘uwna
tawṣiyahan
walaā
iilaāā
aahlihim
yarji‘uwna
lalu
mereka
tidak
kuasa
membuat
suatu
wasiat
pun
dan
tidak
(pula)
dapat
kembali
kepada
keluarganya.
وَنُفِخَ
فِى
ٱلصُّورِ
فَإِذَا
هُم
مِّنَ
ٱلْأَجْدَاثِ
إِلَىٰ
رَبِّهِمْ
يَنسِلُونَ
51
wanufikha
fiā
alṣṣuwri
faiidzaā
hum
mmina
alaajdaātsi
iilaāā
rabbihim
yansiluwna
Dan
ditiuplah
sangkalala
[1271],
maka
tiba-tiba
mereka
keluar
dengan
segera
dari
kuburnya
(menuju)
kepada
Tuhan
mereka.
قَالُوا۟
يَـٰوَيْلَنَا
مَنۢ
بَعَثَنَا
مِن
مَّرْقَدِنَا
ۜ
ۗ
هَـٰذَا
مَا
وَعَدَ
ٱلرَّحْمَـٰنُ
وَصَدَقَ
ٱلْمُرْسَلُونَ
52
qaāluwā
yaāwaylanaā
man
ba‘atsanaā
min
mmarqadinaā
haādzaā
maā
wa‘ada
alrraḥmaānu
waṣadaqa
almursaluwna
Mereka
berkata,
"Aduh
celakalah
kami!
Siapakah
yang
membangkitkan
kami
dari
tempat-tidur
kami
(kubur)?"
Inilah
yang
dijanjikan
(Tuhan)
Yang
Maha
Pemurah
dan
benarlah
rasul-rasul-(Nya).
إِن
كَانَتْ
إِلَّا
صَيْحَةً
وَٰحِدَةً
فَإِذَا
هُمْ
جَمِيعٌ
لَّدَيْنَا
مُحْضَرُونَ
53
iin
kaānat
iillaā
ṣayḥahan
waāḥidahan
faiidzaā
hum
jamiy‘un
lladaynaā
muḥḍaruwna
Tidak
adalah
teriakan
itu
selain
sekali
teriakan
saja,
maka
tiba-tiba
mereka
semua
dikumpulkan
kepada
Kami.
فَٱلْيَوْمَ
لَا
تُظْلَمُ
نَفْسٌ
شَيْـًٔا
وَلَا
تُجْزَوْنَ
إِلَّا
مَا
كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
54
faalyawma
laā
tuẓlamu
nafsun
syayanā
walaā
tujzawna
iillaā
maā
kuntum
ta‘maluwna
Maka
pada
hari
itu,
seseorang
tidak
akan
dirugikan
sedikit
pun
dan
kamu
tidak
dibalasi,
kecuali
dengan
apa
yang
telah
kamu
kerjakan.
إِنَّ
أَصْحَـٰبَ
ٱلْجَنَّةِ
ٱلْيَوْمَ
فِى
شُغُلٍ
فَـٰكِهُونَ
55
iinna
aaṣḥaāba
aljannahi
alyawma
fiā
syughulin
faākihuwna
Sesungguhnya
penghuni
surga
pada
hari
itu
bersenang-senang
dalam
kesibukan
(mereka).
هُمْ
وَأَزْوَٰجُهُمْ
فِى
ظِلَـٰلٍ
عَلَى
ٱلْأَرَآئِكِ
مُتَّكِـُٔونَ
56
hum
waaazwaājuhum
fiā
ẓilaālin
‘alaā
alaaraāi'iki
muttakiuwna
Mereka
dan
istri-istri
mereka
berada
dalam
tempat
yang
teduh;
bertelekan
di
atas
dipan-dipan.
لَهُمْ
فِيهَا
فَـٰكِهَةٌ
وَلَهُم
مَّا
يَدَّعُونَ
57
lahum
fiyhaā
faākihahun
walahum
mmaā
yadda‘uwna
Di
surga
itu,
mereka
memperoleh
buah-buahan
dan
memperoleh
apa
yang
mereka
minta.
سَلَـٰمٌ
قَوْلًا
مِّن
رَّبٍّ
رَّحِيمٍ
58
salaāmun
qawlanā
mmin
rrabbin
rraḥiymin
(Kepada
mereka
dikatakan),
"Salām",
sebagai
ucapan
selamat
dari
Tuhan
Yang
Maha
Penyayang.
وَٱمْتَـٰزُوا۟
ٱلْيَوْمَ
أَيُّهَا
ٱلْمُجْرِمُونَ
59
waamtaāzuwā
alyawma
aayyuhaā
almujrimuwna
Dan
(dikatakan
kepada
orang-orang
kafir),
"Berpisahlah
kamu
(dari
orang-orang
mukmin)
pada
hari
ini,
hai
orang-orang
yang
berbuat
jahat.
۞
أَلَمْ
أَعْهَدْ
إِلَيْكُمْ
يَـٰبَنِىٓ
ءَادَمَ
أَن
لَّا
تَعْبُدُوا۟
ٱلشَّيْطَـٰنَ
ۖ
إِنَّهُۥ
لَكُمْ
عَدُوٌّ
مُّبِينٌ
60
aalam
aa‘had
iilaykum
yaābaniā
'aādama
aan
llaā
ta‘buduwā
alsysyayṭaāna
iinnahuū
lakum
‘aduwwun
mmubiynun
Bukankah
Aku
telah
memerintahkan
kepadamu
hai
Bani
Adam
supaya
kamu
tidak
menyembah
setan?
Sesungguhnya
setan
itu
adalah
musuh
yang
nyata
bagi
kamu",
وَأَنِ
ٱعْبُدُونِى
ۚ
هَـٰذَا
صِرَٰطٌ
مُّسْتَقِيمٌ
61
waaani
a‘buduwniā
haādzaā
ṣiraāṭun
mmustaqiymun
dan
hendaklah
kamu
menyembah-Ku.
Inilah
jalan
yang
lurus.
وَلَقَدْ
أَضَلَّ
مِنكُمْ
جِبِلًّا
كَثِيرًا
ۖ
أَفَلَمْ
تَكُونُوا۟
تَعْقِلُونَ
62
walaqad
aaḍalla
minkum
jibillanā
katsiyranā
aafalam
takuwnuwā
ta‘qiluwna
Sesungguhnya
setan
itu
telah
menyesatkan
sebagian
besar
di
antaramu,
maka
apakah
kamu
tidak
memikirkan?
هَـٰذِهِۦ
جَهَنَّمُ
ٱلَّتِى
كُنتُمْ
تُوعَدُونَ
63
haādzihiī
jahannamu
allatiā
kuntum
tuw‘aduwna
Inilah
Jahanam
yang
dahulu
kamu
diancam
(dengannya).
ٱصْلَوْهَا
ٱلْيَوْمَ
بِمَا
كُنتُمْ
تَكْفُرُونَ
64
aṣlawhaā
alyawma
bimaā
kuntum
takfuruwna
Masuklah
ke
dalamnya
pada
hari
ini
disebabkan
kamu
dahulu
mengingkarinya.
ٱلْيَوْمَ
نَخْتِمُ
عَلَىٰٓ
أَفْوَٰهِهِمْ
وَتُكَلِّمُنَآ
أَيْدِيهِمْ
وَتَشْهَدُ
أَرْجُلُهُم
بِمَا
كَانُوا۟
يَكْسِبُونَ
65
alyawma
nakhtimu
‘alaāā
aafwaāhihim
watukallimunaā
aaydiyhim
watasyhadu
aarjuluhum
bimaā
kaānuwā
yaksibuwna
Pada
hari
ini,
Kami
tutup
mulut
mereka
dan
berkatalah
kepada
Kami
tangan
mereka
dan
memberi
kesaksianlah
kaki
mereka
terhadap
apa
yang
dahulu
mereka
usahakan.
وَلَوْ
نَشَآءُ
لَطَمَسْنَا
عَلَىٰٓ
أَعْيُنِهِمْ
فَٱسْتَبَقُوا۟
ٱلصِّرَٰطَ
فَأَنَّىٰ
يُبْصِرُونَ
66
walaw
nasyaā'u
laṭamasnaā
‘alaāā
aa‘yunihim
faastabaquwā
alṣṣiraāṭa
faaannaāā
yubṣiruwna
Dan
jikalau
Kami
menghendaki,
pastilah
Kami
hapuskan
penglihatan
mata
mereka,
lalu
mereka
berlomba-lomba
(mencari)
jalan.
Maka,
betapakah
mereka
dapat
melihat(nya).
وَلَوْ
نَشَآءُ
لَمَسَخْنَـٰهُمْ
عَلَىٰ
مَكَانَتِهِمْ
فَمَا
ٱسْتَطَـٰعُوا۟
مُضِيًّا
وَلَا
يَرْجِعُونَ
67
walaw
nasyaā'u
lamasakhnaāhum
‘alaāā
makaānatihim
famaā
astaṭaā‘uwā
muḍiyyanā
walaā
yarji‘uwna
Dan
jikalau
Kami
menghendaki,
pastilah
Kami
ubah
mereka
di
tempat
mereka
berada,
maka
mereka
tidak
sanggup
berjalan
lagi
dan
tidak
(pula)
sanggup
kembali.
وَمَن
نُّعَمِّرْهُ
نُنَكِّسْهُ
فِى
ٱلْخَلْقِ
ۖ
أَفَلَا
يَعْقِلُونَ
68
waman
nnu‘ammirhu
nunakkishu
fiā
alkhalqi
aafalaā
ya‘qiluwna
Dan
barang
siapa
yang
Kami
panjangkan
umurnya,
niscaya
Kami
kembalikan
dia
kepada
kejadian(nya)
[1272].
Maka
apakah
mereka
tidak
memikirkan?
وَمَا
عَلَّمْنَـٰهُ
ٱلشِّعْرَ
وَمَا
يَنۢبَغِى
لَهُۥٓ
ۚ
إِنْ
هُوَ
إِلَّا
ذِكْرٌ
وَقُرْءَانٌ
مُّبِينٌ
69
wamaā
‘allamnaāhu
alsysyi‘ra
wamaā
yanbaghiā
lahuū
iin
huwa
iillaā
dzikrun
waqur'aānun
mmubiynun
Dan
Kami
tidak
mengajarkan
syair
kepadanya
(Muhammad)
dan
bersyair
itu
tidaklah
layak
baginya.
Al-Qur`ān
itu
tidak
lain
hanyalah
pelajaran
dan
kitab
yang
memberi
penerangan,
لِّيُنذِرَ
مَن
كَانَ
حَيًّا
وَيَحِقَّ
ٱلْقَوْلُ
عَلَى
ٱلْكَـٰفِرِينَ
70
lliyundzira
man
kaāna
ḥayyanā
wayaḥiqqa
alqawlu
‘alaā
alkaāfiriyna
supaya
dia
(Muhammad)
memberi
peringatan
kepada
orang-orang
yang
hidup
(hatinya)
dan
supaya
pastilah
(ketetapan
azab)
terhadap
orang-orang
kafir.
أَوَلَمْ
يَرَوْا۟
أَنَّا
خَلَقْنَا
لَهُم
مِّمَّا
عَمِلَتْ
أَيْدِينَآ
أَنْعَـٰمًا
فَهُمْ
لَهَا
مَـٰلِكُونَ
71
aawalam
yarawā
aannaā
khalaqnaā
lahum
mmimmaā
‘amilat
aaydiynaā
aan‘aāmanā
fahum
lahaā
maālikuwna
Dan
apakah
mereka
tidak
melihat
bahwa
sesungguhnya
Kami
telah
menciptakan
binatang
ternak
untuk
mereka
yaitu
sebagian
dari
apa
yang
telah
Kami
ciptakan
dengan
kekuasaan
Kami
sendiri,
lalu
mereka
menguasainya?
وَذَلَّلْنَـٰهَا
لَهُمْ
فَمِنْهَا
رَكُوبُهُمْ
وَمِنْهَا
يَأْكُلُونَ
72
wadzallalnaāhaā
lahum
faminhaā
rakuwbuhum
waminhaā
yaakuluwna
Dan
Kami
tundukkan
binatang-binatang
itu
untuk
mereka,
maka
sebagiannya
menjadi
tunggangan
mereka
dan
sebagiannya
mereka
makan.
وَلَهُمْ
فِيهَا
مَنَـٰفِعُ
وَمَشَارِبُ
ۖ
أَفَلَا
يَشْكُرُونَ
73
walahum
fiyhaā
manaāfi‘u
wamasyaāribu
aafalaā
yasykuruwna
Dan
mereka
memperoleh
padanya
manfaat-manfaat
dan
minuman.
Maka
mengapakah
mereka
tidak
bersyukur?
وَٱتَّخَذُوا۟
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
ءَالِهَةً
لَّعَلَّهُمْ
يُنصَرُونَ
74
waattakhadzuwā
min
duwni
alllahi
'aālihahan
lla‘allahum
yunṣaruwna
Mereka
mengambil
sembahan-sembahan
selain
Allah
agar
mereka
mendapat
pertolongan.
لَا
يَسْتَطِيعُونَ
نَصْرَهُمْ
وَهُمْ
لَهُمْ
جُندٌ
مُّحْضَرُونَ
75
laā
yastaṭiy‘uwna
naṣrahum
wahum
lahum
jundun
mmuḥḍaruwna
Berhala-berhala
itu
tiada
dapat
menolong
mereka;
padahal
berhala-berhala
itu
menjadi
tentara
yang
disiapkan
untuk
menjaga
mereka.
فَلَا
يَحْزُنكَ
قَوْلُهُمْ
ۘ
إِنَّا
نَعْلَمُ
مَا
يُسِرُّونَ
وَمَا
يُعْلِنُونَ
76
falaā
yaḥzunka
qawluhum
iinnaā
na‘lamu
maā
yusirruwna
wamaā
yu‘linuwna
Maka
janganlah
ucapan
mereka
menyedihkan
kamu.
Sesungguhnya
Kami
mengetahui
apa
yang
mereka
rahasiakan
dan
apa
yang
mereka
nyatakan.
أَوَلَمْ
يَرَ
ٱلْإِنسَـٰنُ
أَنَّا
خَلَقْنَـٰهُ
مِن
نُّطْفَةٍ
فَإِذَا
هُوَ
خَصِيمٌ
مُّبِينٌ
77
aawalam
yara
aliinsaānu
aannaā
khalaqnaāhu
min
nnuṭfahin
faiidzaā
huwa
khaṣiymun
mmubiynun
Dan
apakah
manusia
tidak
memperhatikan
bahwa
Kami
menciptakannya
dari
setitik
air
(mani),
maka
tiba-tiba
ia
menjadi
penantang
yang
nyata!
وَضَرَبَ
لَنَا
مَثَلًا
وَنَسِىَ
خَلْقَهُۥ
ۖ
قَالَ
مَن
يُحْىِ
ٱلْعِظَـٰمَ
وَهِىَ
رَمِيمٌ
78
waḍaraba
lanaā
matsalanā
wanasiāa
khalqahuū
qaāla
man
yuḥāi
al‘iẓaāma
wahiāa
ramiymun
Dan
ia
membuat
perumpamaan
bagi
Kami
dan
dia
lupa
kepada
kejadiannya;
ia
berkata,
"Siapakah
yang
dapat
menghidupkan
tulang
belulang
yang
telah
hancur
luluh?"
قُلْ
يُحْيِيهَا
ٱلَّذِىٓ
أَنشَأَهَآ
أَوَّلَ
مَرَّةٍ
ۖ
وَهُوَ
بِكُلِّ
خَلْقٍ
عَلِيمٌ
79
qul
yuḥyiyhaā
alladziā
aansyaaahaā
aawwala
marrahin
wahuwa
bikulli
khalqin
‘aliymun
Katakanlah,
"Ia
akan
dihidupkan
oleh
Tuhan
yang
menciptakannya
kali
yang
pertama.
Dan
Dia
Maha
Mengetahui
tentang
segala
makhluk,
ٱلَّذِى
جَعَلَ
لَكُم
مِّنَ
ٱلشَّجَرِ
ٱلْأَخْضَرِ
نَارًا
فَإِذَآ
أَنتُم
مِّنْهُ
تُوقِدُونَ
80
alladziā
ja‘ala
lakum
mmina
alsysyajari
alaakhḍari
naāranā
faiidzaā
aantum
mminhu
tuwqiduwna
yaitu
Tuhan
yang
menjadikan
untukmu
api
dari
kayu
yang
hijau,
maka
tiba-tiba
kamu
nyalakan
(api)
dari
kayu
itu."
أَوَلَيْسَ
ٱلَّذِى
خَلَقَ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
بِقَـٰدِرٍ
عَلَىٰٓ
أَن
يَخْلُقَ
مِثْلَهُم
ۚ
بَلَىٰ
وَهُوَ
ٱلْخَلَّـٰقُ
ٱلْعَلِيمُ
81
aawalaysa
alladziā
khalaqa
alssamaāwaāti
waalaarḍa
biqaādirin
‘alaāā
aan
yakhluqa
mitslahum
balaāā
wahuwa
alkhallaāqu
al‘aliymu
Dan
tidaklah
Tuhan
yang
menciptakan
langit
dan
bumi
itu
berkuasa
menciptakan
kembali
jasad-jasad
mereka
yang
telah
hancur?
Benar,
Dia
berkuasa.
Dan
Dia-lah
Maha
Pencipta
lagi
Maha
Mengetahui.
إِنَّمَآ
أَمْرُهُۥٓ
إِذَآ
أَرَادَ
شَيْـًٔا
أَن
يَقُولَ
لَهُۥ
كُن
فَيَكُونُ
82
iinnamaā
aamruhuū
iidzaā
aaraāda
syayanā
aan
yaquwla
lahuū
kun
fayakuwnu
Sesungguhnya
perintah-Nya
apabila
Dia
menghendaki
sesuatu
hanyalah
berkata
kepadanya,
"Jadilah!"
Maka
terjadilah
ia.
فَسُبْحَـٰنَ
ٱلَّذِى
بِيَدِهِۦ
مَلَكُوتُ
كُلِّ
شَىْءٍ
وَإِلَيْهِ
تُرْجَعُونَ
83
fasubḥaāna
alladziā
biyadihiī
malakuwtu
kulli
syaā'in
waiilayhi
turja‘uwna
Maka
Maha
Suci
(Allah)
yang
di
tangan-Nya
kekuasaan
atas
segala
sesuatu
dan
kepada-Nya-lah
kamu
dikembalikan.