ٱلْحَمْدُ
لِلَّهِ
فَاطِرِ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
جَاعِلِ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ
رُسُلًا
أُو۟لِىٓ
أَجْنِحَةٍ
مَّثْنَىٰ
وَثُلَـٰثَ
وَرُبَـٰعَ
ۚ
يَزِيدُ
فِى
ٱلْخَلْقِ
مَا
يَشَآءُ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
1
alḥamdu
lillahi
faāṭiri
alssamaāwaāti
waalaarḍi
jaā‘ili
almalaāi'ikahi
rusulanā
auwliā
aajniḥahin
mmatsnaāā
watsulaātsa
warubaā‘a
yaziydu
fiā
alkhalqi
maā
yasyaā'u
iinna
alllaha
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Segala
puji
bagi
Allah
Pencipta
langit
dan
bumi,
Yang
menjadikan
malaikat
sebagai
utusan-utusan
(untuk
mengurus
berbagai
macam
urusan)
yang
mempunyai
sayap,
masing-masing
(ada
yang)
dua,
tiga,
dan
empat.
Allah
menambahkan
pada
ciptaan-Nya
apa
yang
dikehendaki-Nya.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
مَّا
يَفْتَحِ
ٱللَّهُ
لِلنَّاسِ
مِن
رَّحْمَةٍ
فَلَا
مُمْسِكَ
لَهَا
ۖ
وَمَا
يُمْسِكْ
فَلَا
مُرْسِلَ
لَهُۥ
مِنۢ
بَعْدِهِۦ
ۚ
وَهُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
2
mmaā
yaftaḥi
alllahu
lilnnaāsi
min
rraḥmahin
falaā
mumsika
lahaā
wamaā
yumsik
falaā
mursila
lahuū
min
ba‘dihiī
wahuwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Apa
saja
yang
Allah
anugerahkan
kepada
manusia
berupa
rahmat,
maka
tidak
ada
seorang
pun
yang
dapat
menahannya
dan
apa
saja
yang
ditahan
oleh
Allah,
maka
tidak
seorang
pun
yang
sanggup
untuk
melepaskannya
sesudah
itu.
Dan
Dia-lah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّاسُ
ٱذْكُرُوا۟
نِعْمَتَ
ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ
ۚ
هَلْ
مِنْ
خَـٰلِقٍ
غَيْرُ
ٱللَّهِ
يَرْزُقُكُم
مِّنَ
ٱلسَّمَآءِ
وَٱلْأَرْضِ
ۚ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ۖ
فَأَنَّىٰ
تُؤْفَكُونَ
3
yaāaayyuhaā
alnnaāsu
adzkuruwā
ni‘mata
alllahi
‘alaykum
hal
min
khaāliqin
ghayru
alllahi
yarzuqukum
mmina
alssamaā'i
waalaarḍi
laā
iilaāha
iillaā
huwa
faaannaāā
tuu'fakuwna
Hai
manusia,
ingatlah
akan
nikmat
Allah
kepadamu.
Adakah
pencipta
selain
Allah
yang
dapat
memberikan
rezeki
kepada
kamu
dari
langit
dan
bumi?
Tidak
ada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
selain
Dia,
maka
mengapakah
kamu
berpaling
(dari
ketauhidan)?
وَإِن
يُكَذِّبُوكَ
فَقَدْ
كُذِّبَتْ
رُسُلٌ
مِّن
قَبْلِكَ
ۚ
وَإِلَى
ٱللَّهِ
تُرْجَعُ
ٱلْأُمُورُ
4
waiin
yukadzdzibuwka
faqad
kudzdzibat
rusulun
mmin
qablika
waiilaā
alllahi
turja‘u
alaumuwru
Dan
jika
mereka
mendustakan
kamu
(sesudah
kamu
beri
peringatan),
maka
sungguh
telah
didustakan
pula
rasul-rasul
sebelum
kamu.
Dan
hanya
kepada
Allahlah
dikembalikan
segala
urusan.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّاسُ
إِنَّ
وَعْدَ
ٱللَّهِ
حَقٌّ
ۖ
فَلَا
تَغُرَّنَّكُمُ
ٱلْحَيَوٰةُ
ٱلدُّنْيَا
ۖ
وَلَا
يَغُرَّنَّكُم
بِٱللَّهِ
ٱلْغَرُورُ
5
yaāaayyuhaā
alnnaāsu
iinna
wa‘da
alllahi
ḥaqqun
falaā
taghurrannakumu
alḥayawāhu
alddunyaā
walaā
yaghurrannakum
bialllahi
algharuwru
Hai
manusia,
sesungguhnya
janji
Allah
adalah
benar,
maka
sekali-kali
janganlah
kehidupan
dunia
memperdayakan
kamu
dan
sekali-kali
janganlah
setan
yang
pandai
menipu
memperdayakan
kamu
tentang
Allah.
إِنَّ
ٱلشَّيْطَـٰنَ
لَكُمْ
عَدُوٌّ
فَٱتَّخِذُوهُ
عَدُوًّا
ۚ
إِنَّمَا
يَدْعُوا۟
حِزْبَهُۥ
لِيَكُونُوا۟
مِنْ
أَصْحَـٰبِ
ٱلسَّعِيرِ
6
iinna
alsysyayṭaāna
lakum
‘aduwwun
faattakhidzuwhu
‘aduwwanā
iinnamaā
yad‘uwā
ḥizbahuū
liyakuwnuwā
min
aaṣḥaābi
alssa‘iyri
Sesungguhnya
setan
itu
adalah
musuh
bagimu,
maka
anggaplah
ia
musuh(mu)
karena
sesungguhnya
setan-setan
itu
hanya
mengajak
golongannya
supaya
mereka
menjadi
penghuni
neraka
yang
menyala-nyala.
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
لَهُمْ
عَذَابٌ
شَدِيدٌ
ۖ
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
لَهُم
مَّغْفِرَةٌ
وَأَجْرٌ
كَبِيرٌ
7
alladziyna
kafaruwā
lahum
‘adzaābun
syadiydun
waalladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
lahum
mmaghfirahun
waaajrun
kabiyrun
Orang-orang
yang
kafir
bagi
mereka
azab
yang
keras.
Dan
orang-orang
yang
beriman
dan
mengerjakan
amal
saleh
bagi
mereka
ampunan
dan
pahala
yang
besar.
أَفَمَن
زُيِّنَ
لَهُۥ
سُوٓءُ
عَمَلِهِۦ
فَرَءَاهُ
حَسَنًا
ۖ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
يُضِلُّ
مَن
يَشَآءُ
وَيَهْدِى
مَن
يَشَآءُ
ۖ
فَلَا
تَذْهَبْ
نَفْسُكَ
عَلَيْهِمْ
حَسَرَٰتٍ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَلِيمٌۢ
بِمَا
يَصْنَعُونَ
8
aafaman
zuyyina
lahuū
suw'u
‘amalihiī
fara'aāhu
ḥasananā
faiinna
alllaha
yuḍillu
man
yasyaā'u
wayahdiā
man
yasyaā'u
falaā
tadzhab
nafsuka
‘alayhim
ḥasaraātin
iinna
alllaha
‘aliymun
bimaā
yaṣna‘uwna
Maka
apakah
orang
yang
dijadikan
(setan)
menganggap
baik
pekerjaannya
yang
buruk,
lalu
dia
meyakini
pekerjaan
itu
baik,
(sama
dengan
orang
yang
tidak
ditipu
oleh
setan)?
Maka
sesungguhnya
Allah
menyesatkan
siapa
yang
dikehendaki-Nya
dan
menunjuki
siapa
yang
dikehendaki-Nya;
maka
janganlah
dirimu
binasa
karena
kesedihan
terhadap
mereka.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
apa
yang
mereka
perbuat.
وَٱللَّهُ
ٱلَّذِىٓ
أَرْسَلَ
ٱلرِّيَـٰحَ
فَتُثِيرُ
سَحَابًا
فَسُقْنَـٰهُ
إِلَىٰ
بَلَدٍ
مَّيِّتٍ
فَأَحْيَيْنَا
بِهِ
ٱلْأَرْضَ
بَعْدَ
مَوْتِهَا
ۚ
كَذَٰلِكَ
ٱلنُّشُورُ
9
waalllahu
alladziā
aarsala
alrriyaāḥa
fatutsiyru
saḥaābanā
fasuqnaāhu
iilaāā
baladin
mmayyitin
faaaḥyaynaā
bihi
alaarḍa
ba‘da
mawtihaā
kadzaālika
alnnusyuwru
Dan
Allah,
Dia-lah
Yang
mengirimkan
angin,
lalu
angin
itu
menggerakkan
awan,
maka
Kami
halau
awan
itu
ke
suatu
negeri
yang
mati,
lalu
Kami
hidupkan
bumi
setelah
matinya
dengan
hujan
itu.
Demikianlah,
kebangkitan
itu.
مَن
كَانَ
يُرِيدُ
ٱلْعِزَّةَ
فَلِلَّهِ
ٱلْعِزَّةُ
جَمِيعًا
ۚ
إِلَيْهِ
يَصْعَدُ
ٱلْكَلِمُ
ٱلطَّيِّبُ
وَٱلْعَمَلُ
ٱلصَّـٰلِحُ
يَرْفَعُهُۥ
ۚ
وَٱلَّذِينَ
يَمْكُرُونَ
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
لَهُمْ
عَذَابٌ
شَدِيدٌ
ۖ
وَمَكْرُ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
هُوَ
يَبُورُ
10
man
kaāna
yuriydu
al‘izzaha
falillahi
al‘izzahu
jamiy‘anā
iilayhi
yaṣ‘adu
alkalimu
alṭṭayyibu
waal‘amalu
alṣṣaāliḥu
yarfa‘uhuū
waalladziyna
yamkuruwna
alssayyiaāti
lahum
‘adzaābun
syadiydun
wamakru
auwlaāi'ika
huwa
yabuwru
Barang
siapa
yang
menghendaki
kemuliaan,
maka
bagi
Allah-lah
kemuliaan
itu
semuanya.
Kepada-Nya-lah
naik
perkataan-perkataan
yang
baik
[1250]
dan
amal
yang
saleh
dinaikkan-Nya
[1251].
Dan
orang-orang
yang
merencanakan
kejahatan
bagi
mereka
azab
yang
keras.
Dan
rencana
jahat
mereka
akan
hancur.
وَٱللَّهُ
خَلَقَكُم
مِّن
تُرَابٍ
ثُمَّ
مِن
نُّطْفَةٍ
ثُمَّ
جَعَلَكُمْ
أَزْوَٰجًا
ۚ
وَمَا
تَحْمِلُ
مِنْ
أُنثَىٰ
وَلَا
تَضَعُ
إِلَّا
بِعِلْمِهِۦ
ۚ
وَمَا
يُعَمَّرُ
مِن
مُّعَمَّرٍ
وَلَا
يُنقَصُ
مِنْ
عُمُرِهِۦٓ
إِلَّا
فِى
كِتَـٰبٍ
ۚ
إِنَّ
ذَٰلِكَ
عَلَى
ٱللَّهِ
يَسِيرٌ
11
waalllahu
khalaqakum
mmin
turaābin
tsumma
min
nnuṭfahin
tsumma
ja‘alakum
aazwaājanā
wamaā
taḥmilu
min
auntsaāā
walaā
taḍa‘u
iillaā
bi‘ilmihiī
wamaā
yu‘ammaru
min
mmu‘ammarin
walaā
yunqaṣu
min
‘umurihiī
iillaā
fiā
kitaābin
iinna
dzaālika
‘alaā
alllahi
yasiyrun
Dan
Allah
menciptakan
kamu
dari
tanah,
kemudian
dari
air
mani,
kemudian
Dia
menjadikan
kamu
berpasangan
(laki-laki
dan
perempuan).
Dan
tidak
ada
seorang
perempuan
pun
mengandung
dan
tidak
(pula)
melahirkan,
melainkan
dengan
sepengetahuan-Nya.
Dan
sekali-kali
tidak
dipanjangkan
umur
seorang
yang
berumur
panjang
dan
tidak
pula
dikurangi
umurnya,
melainkan
(sudah
ditetapkan)
dalam
Kitab
(Lawḥ
Maḥfūẓ).
Sesungguhnya
yang
demikian
itu
bagi
Allah
adalah
mudah.
وَمَا
يَسْتَوِى
ٱلْبَحْرَانِ
هَـٰذَا
عَذْبٌ
فُرَاتٌ
سَآئِغٌ
شَرَابُهُۥ
وَهَـٰذَا
مِلْحٌ
أُجَاجٌ
ۖ
وَمِن
كُلٍّ
تَأْكُلُونَ
لَحْمًا
طَرِيًّا
وَتَسْتَخْرِجُونَ
حِلْيَةً
تَلْبَسُونَهَا
ۖ
وَتَرَى
ٱلْفُلْكَ
فِيهِ
مَوَاخِرَ
لِتَبْتَغُوا۟
مِن
فَضْلِهِۦ
وَلَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
12
wamaā
yastawiā
albaḥraāni
haādzaā
‘adzbun
furaātun
saāi'ighun
syaraābuhuū
wahaādzaā
milḥun
aujaājun
wamin
kullin
taakuluwna
laḥmanā
ṭariyyanā
watastakhrijuwna
ḥilyahan
talbasuwnahaā
wataraā
alfulka
fiyhi
mawaākhira
litabtaghuwā
min
faḍlihiī
wala‘allakum
tasykuruwna
Dan
tiada
sama
(antara)
dua
laut;
yang
ini
tawar,
segar,
sedap
diminum,
dan
yang
lain
asin
lagi
pahit.
Dan
dari
masing-masing
laut
itu,
kamu
dapat
memakan
daging
yang
segar
dan
kamu
dapat
mengeluarkan
perhiasan
yang
dapat
kamu
memakainy,a
dan
pada
masing-masingnya
kamu
lihat
kapal-kapal
berlayar
membelah
laut
supaya
kamu
dapat
mencari
karunia-Nya
dan
supaya
kamu
bersyukur.
يُولِجُ
ٱلَّيْلَ
فِى
ٱلنَّهَارِ
وَيُولِجُ
ٱلنَّهَارَ
فِى
ٱلَّيْلِ
وَسَخَّرَ
ٱلشَّمْسَ
وَٱلْقَمَرَ
كُلٌّ
يَجْرِى
لِأَجَلٍ
مُّسَمًّى
ۚ
ذَٰلِكُمُ
ٱللَّهُ
رَبُّكُمْ
لَهُ
ٱلْمُلْكُ
ۚ
وَٱلَّذِينَ
تَدْعُونَ
مِن
دُونِهِۦ
مَا
يَمْلِكُونَ
مِن
قِطْمِيرٍ
13
yuwliju
allayla
fiā
alnnahaāri
wayuwliju
alnnahaāra
fiā
allayli
wasakhkhara
alsysyamsa
waalqamara
kullun
yajriā
liaajalin
mmusammanā
dzaālikumu
alllahu
rabbukum
lahu
almulku
waalladziyna
tad‘uwna
min
duwnihiī
maā
yamlikuwna
min
qiṭmiyrin
Dia
memasukkan
malam
ke
dalam
siang
dan
memasukkan
siang
ke
dalam
malam
dan
menundukkan
matahari
dan
bulan,
masing-masing
berjalan
menurut
waktu
yang
ditentukan.
Yang
(berbuat)
demikian
itulah
Allah
Tuhan-mu;
kepunyaan-Nya-lah
kerajaan.
Dan
orang-orang
yang
kamu
seru
(sembah)
selain
Allah
tiada
mempunyai
apa-apa
walaupun
setipis
kulit
ari.
إِن
تَدْعُوهُمْ
لَا
يَسْمَعُوا۟
دُعَآءَكُمْ
وَلَوْ
سَمِعُوا۟
مَا
ٱسْتَجَابُوا۟
لَكُمْ
ۖ
وَيَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
يَكْفُرُونَ
بِشِرْكِكُمْ
ۚ
وَلَا
يُنَبِّئُكَ
مِثْلُ
خَبِيرٍ
14
iin
tad‘uwhum
laā
yasma‘uwā
du‘aā'akum
walaw
sami‘uwā
maā
astajaābuwā
lakum
wayawma
alqiyaāmahi
yakfuruwna
bisyirkikum
walaā
yunabbii'uka
mitslu
khabiyrin
Jika
kamu
menyeru
mereka,
mereka
tiada
mendengar
seruanmu
dan
kalau
mereka
mendengar,
mereka
tidak
dapat
memperkenankan
permintaanmu.
Dan
pada
hari
kiamat,
mereka
akan
mengingkari
kemusyirikanmu
dan
tidak
ada
yang
dapat
memberi
keterangan
kepadamu
sebagai
yang
diberikan
oleh
Yang
Maha
Mengetahui
[1252].
۞
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّاسُ
أَنتُمُ
ٱلْفُقَرَآءُ
إِلَى
ٱللَّهِ
ۖ
وَٱللَّهُ
هُوَ
ٱلْغَنِىُّ
ٱلْحَمِيدُ
15
yaāaayyuhaā
alnnaāsu
aantumu
alfuqaraā'u
iilaā
alllahi
waalllahu
huwa
alghaniāāu
alḥamiydu
Hai
manusia,
kamulah
yang
berkehendak
kepada
Allah;
dan
Allah
Dia-lah
Yang
Maha
Kaya
(tidak
memerlukan
sesuatu)
lagi
Maha
Terpuji.
إِن
يَشَأْ
يُذْهِبْكُمْ
وَيَأْتِ
بِخَلْقٍ
جَدِيدٍ
16
iin
yasyaa
yudzhibkum
wayaati
bikhalqin
jadiydin
Jika
Dia
menghendaki,
niscaya
Dia
memusnahkan
kamu
dan
mendatangkan
makhluk
yang
baru
(untuk
menggantikan
kamu).
وَمَا
ذَٰلِكَ
عَلَى
ٱللَّهِ
بِعَزِيزٍ
17
wamaā
dzaālika
‘alaā
alllahi
bi‘aziyzin
Dan
yang
demikian
itu
sekali-kali
tidak
sulit
bagi
Allah.
وَلَا
تَزِرُ
وَازِرَةٌ
وِزْرَ
أُخْرَىٰ
ۚ
وَإِن
تَدْعُ
مُثْقَلَةٌ
إِلَىٰ
حِمْلِهَا
لَا
يُحْمَلْ
مِنْهُ
شَىْءٌ
وَلَوْ
كَانَ
ذَا
قُرْبَىٰٓ
ۗ
إِنَّمَا
تُنذِرُ
ٱلَّذِينَ
يَخْشَوْنَ
رَبَّهُم
بِٱلْغَيْبِ
وَأَقَامُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
ۚ
وَمَن
تَزَكَّىٰ
فَإِنَّمَا
يَتَزَكَّىٰ
لِنَفْسِهِۦ
ۚ
وَإِلَى
ٱللَّهِ
ٱلْمَصِيرُ
18
walaā
taziru
waāzirahun
wizra
aukhraāā
waiin
tad‘u
mutsqalahun
iilaāā
ḥimlihaā
laā
yuḥmal
minhu
syaā'un
walaw
kaāna
dzaā
qurbaāā
iinnamaā
tundziru
alladziyna
yakhsyawna
rabbahum
bialghaybi
waaaqaāmuwā
alṣṣalawāha
waman
tazakkaāā
faiinnamaā
yatazakkaāā
linafsihiī
waiilaā
alllahi
almaṣiyru
Dan
orang
yang
berdosa
tidak
akan
memikul
dosa
orang
lain[1253].
Dan
jika
seseorang
yang
berat
dosanya
memanggil
(orang
lain)
untuk
memikul
dosanya
itu
tiadalah
akan
dipikulkan
untuknya
sedikit
pun
meskipun
(yang
dipanggilnya
itu)
kaum
kerabatnya.
Sesungguhnya
yang
dapat
kamu
beri
peringatan
hanya
orang-orang
yang
takut
kepada
azab
Tuhan-nya
(sekali
pun)
mereka
tidak
melihat-Nya[1254]
dan
mereka
mendirikan
salat.
Dan
barang
siapa
yang
mensucikan
dirinya,
sesungguhnya
ia
mensucikan
diri
untuk
kebaikan
dirinya
sendiri.
Dan
kepada
Allahlah
kembali(mu)
وَمَا
يَسْتَوِى
ٱلْأَعْمَىٰ
وَٱلْبَصِيرُ
19
wamaā
yastawiā
alaa‘maāā
waalbaṣiyru
Dan
tidaklah
sama
orang
yang
buta
dengan
orang
yang
melihat.
وَلَا
ٱلظُّلُمَـٰتُ
وَلَا
ٱلنُّورُ
20
walaā
alẓẓulumaātu
walaā
alnnuwru
dan
tidak
(pula)
sama
gelap
gulita
dengan
cahaya.
وَلَا
ٱلظِّلُّ
وَلَا
ٱلْحَرُورُ
21
walaā
alẓẓillu
walaā
alḥaruwru
dan
tidak
(pula)
sama
yang
teduh
dengan
yang
panas.
وَمَا
يَسْتَوِى
ٱلْأَحْيَآءُ
وَلَا
ٱلْأَمْوَٰتُ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
يُسْمِعُ
مَن
يَشَآءُ
ۖ
وَمَآ
أَنتَ
بِمُسْمِعٍ
مَّن
فِى
ٱلْقُبُورِ
22
wamaā
yastawiā
alaaḥyaā'u
walaā
alaamwaātu
iinna
alllaha
yusmi‘u
man
yasyaā'u
wamaā
aanta
bimusmi‘in
mman
fiā
alqubuwri
dan
tidak
(pula)
sama
orang-orang
yang
hidup
dan
orang-orang
yang
mati.
Sesungguhnya
Allah
memberi
pendengaran
kepada
siapa
yang
dikehendaki-Nya
dan
kamu
sekali-kali
tiada
sanggup
menjadikan
orang
yang
di
dalam
kubur
dapat
mendengar
[1255].
إِنْ
أَنتَ
إِلَّا
نَذِيرٌ
23
iin
aanta
iillaā
nadziyrun
Kamu
tidak
lain
hanyalah
seorang
pemberi
peringatan.
إِنَّآ
أَرْسَلْنَـٰكَ
بِٱلْحَقِّ
بَشِيرًا
وَنَذِيرًا
ۚ
وَإِن
مِّنْ
أُمَّةٍ
إِلَّا
خَلَا
فِيهَا
نَذِيرٌ
24
iinnaā
aarsalnaāka
bialḥaqqi
basyiyranā
wanadziyranā
waiin
mmin
aummahin
iillaā
khalaā
fiyhaā
nadziyrun
Sesungguhnya
Kami
mengutus
kamu
dengan
membawa
kebenaran
[1256]
sebagai
pembawa
berita
gembira
dan
sebagai
pemberi
peringatan.
Dan
tidak
ada
suatu
umat
pun,
melainkan
telah
ada
padanya
seorang
pemberi
peringatan.
وَإِن
يُكَذِّبُوكَ
فَقَدْ
كَذَّبَ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
جَآءَتْهُمْ
رُسُلُهُم
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
وَبِٱلزُّبُرِ
وَبِٱلْكِتَـٰبِ
ٱلْمُنِيرِ
25
waiin
yukadzdzibuwka
faqad
kadzdzaba
alladziyna
min
qablihim
jaā'athum
rusuluhum
bialbayyinaāti
wabialzzuburi
wabialkitaābi
almuniyri
Dan
jika
mereka
mendustakan
kamu,
maka
sesungguhnya
orang-orang
yang
sebelum
mereka
telah
mendustakan
(rasul-rasulnya);
kepada
mereka
telah
datang
rasul-rasulnya
dengan
membawa
mukjizat
yang
nyata,
zabur
[1257],
dan
kitab
yang
memberi
penjelasan
yang
sempurna
[1258].
ثُمَّ
أَخَذْتُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
ۖ
فَكَيْفَ
كَانَ
نَكِيرِ
26
tsumma
aakhadztu
alladziyna
kafaruwā
fakayfa
kaāna
nakiyri
Kemudian,
Aku
azab
orang-orang
yang
kafir,
maka
(lihatlah)
bagaimana
(hebatnya)
akibat
kemurkaan-Ku.
أَلَمْ
تَرَ
أَنَّ
ٱللَّهَ
أَنزَلَ
مِنَ
ٱلسَّمَآءِ
مَآءً
فَأَخْرَجْنَا
بِهِۦ
ثَمَرَٰتٍ
مُّخْتَلِفًا
أَلْوَٰنُهَا
ۚ
وَمِنَ
ٱلْجِبَالِ
جُدَدٌۢ
بِيضٌ
وَحُمْرٌ
مُّخْتَلِفٌ
أَلْوَٰنُهَا
وَغَرَابِيبُ
سُودٌ
27
aalam
tara
aanna
alllaha
aanzala
mina
alssamaā'i
maā'an
faaakhrajnaā
bihiī
tsamaraātin
mmukhtalifanā
aalwaānuhaā
wamina
aljibaāli
judadun
biyḍun
waḥumrun
mmukhtalifun
aalwaānuhaā
wagharaābiybu
suwdun
Tidakkah
kamu
melihat
bahwasanya
Allah
menurunkan
hujan
dari
langit,
lalu
Kami
hasilkan
dengan
hujan
itu
buah-buahan
yang
beraneka
macam
jenisnya.
Dan
di
antara
gunung-gunung
itu,
ada
garis-garis
putih
dan
merah
yang
beraneka
macam
warnanya
dan
ada
(pula)
yang
hitam
pekat.
وَمِنَ
ٱلنَّاسِ
وَٱلدَّوَآبِّ
وَٱلْأَنْعَـٰمِ
مُخْتَلِفٌ
أَلْوَٰنُهُۥ
كَذَٰلِكَ
ۗ
إِنَّمَا
يَخْشَى
ٱللَّهَ
مِنْ
عِبَادِهِ
ٱلْعُلَمَـٰٓؤُا۟
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَزِيزٌ
غَفُورٌ
28
wamina
alnnaāsi
waalddawaābbi
waalaan‘aāmi
mukhtalifun
aalwaānuhuū
kadzaālika
iinnamaā
yakhsyaā
alllaha
min
‘ibaādihi
al‘ulamaāu'uā
iinna
alllaha
‘aziyzun
ghafuwrun
Dan
demikian
(pula)
di
antara
manusia,
binatang-binatang
melata
dan
binatang-binatang
ternak
ada
yang
bermacam-macam
warnanya
(dan
jenisnya).
Sesungguhnya
yang
takut
kepada
Allah
di
antara
hamba-hamba-Nya
hanyalah
ulama
[1259].
Sesungguhnya
Allah
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Pengampun.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يَتْلُونَ
كِتَـٰبَ
ٱللَّهِ
وَأَقَامُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
وَأَنفَقُوا۟
مِمَّا
رَزَقْنَـٰهُمْ
سِرًّا
وَعَلَانِيَةً
يَرْجُونَ
تِجَـٰرَةً
لَّن
تَبُورَ
29
iinna
alladziyna
yatluwna
kitaāba
alllahi
waaaqaāmuwā
alṣṣalawāha
waaanfaquwā
mimmaā
razaqnaāhum
sirranā
wa‘alaāniyahan
yarjuwna
tijaārahan
llan
tabuwra
Sesungguhnya
orang-orang
yang
selalu
membaca
kitab
Allah
dan
mendirikan
salat
dan
menafkahkan
sebagian
dari
rezeki
yang
Kami
anugerahkan
kepada
mereka
dengan
diam-diam
dan
terang-terangan,
mereka
itu
mengharapkan
perniagaan
yang
tidak
akan
merugi,
لِيُوَفِّيَهُمْ
أُجُورَهُمْ
وَيَزِيدَهُم
مِّن
فَضْلِهِۦٓ
ۚ
إِنَّهُۥ
غَفُورٌ
شَكُورٌ
30
liyuwaffiyahum
aujuwrahum
wayaziydahum
mmin
faḍlihiī
iinnahuū
ghafuwrun
syakuwrun
agar
Allah
menyempurnakan
kepada
mereka
pahala
mereka
dan
menambah
kepada
mereka
dari
karunia-Nya.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Mensyukuri
[1260].
وَٱلَّذِىٓ
أَوْحَيْنَآ
إِلَيْكَ
مِنَ
ٱلْكِتَـٰبِ
هُوَ
ٱلْحَقُّ
مُصَدِّقًا
لِّمَا
بَيْنَ
يَدَيْهِ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
بِعِبَادِهِۦ
لَخَبِيرٌۢ
بَصِيرٌ
31
waalladziā
aawḥaynaā
iilayka
mina
alkitaābi
huwa
alḥaqqu
muṣaddiqanā
llimaā
bayna
yadayhi
iinna
alllaha
bi‘ibaādihiī
lakhabiyrun
baṣiyrun
Dan
apa
yang
telah
Kami
wahyukan
kepadamu,
yaitu
Alkitab
(Al-Qur`ān)
itulah
yang
benar
dengan
membenarkan
kitab-kitab
yang
sebelumnya.
Sesungguhnya
Allah
benar-benar
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Melihat
(keadaan)
hamba-hamba-Nya.
ثُمَّ
أَوْرَثْنَا
ٱلْكِتَـٰبَ
ٱلَّذِينَ
ٱصْطَفَيْنَا
مِنْ
عِبَادِنَا
ۖ
فَمِنْهُمْ
ظَالِمٌ
لِّنَفْسِهِۦ
وَمِنْهُم
مُّقْتَصِدٌ
وَمِنْهُمْ
سَابِقٌۢ
بِٱلْخَيْرَٰتِ
بِإِذْنِ
ٱللَّهِ
ۚ
ذَٰلِكَ
هُوَ
ٱلْفَضْلُ
ٱلْكَبِيرُ
32
tsumma
aawratsnaā
alkitaāba
alladziyna
aṣṭafaynaā
min
‘ibaādinaā
faminhum
ẓaālimun
llinafsihiī
waminhum
mmuqtaṣidun
waminhum
saābiqun
bialkhayraāti
biiidzni
alllahi
dzaālika
huwa
alfaḍlu
alkabiyru
Kemudian
Kitab
itu,
Kami
wariskan
kepada
orang-orang
yang
Kami
pilih
di
antara
hamba-hamba
Kami,
lalu
di
antara
mereka
ada
yang
menganiaya
diri
mereka
sendiri
dan
di
antara
mereka
ada
yang
pertengahan
dan
di
antara
mereka
ada
(pula)
yang
lebih
dahulu
berbuat
kebaikan
[1261]
dengan
izin
Allah.
Yang
demikian
itu
adalah
karunia
yang
amat
besar.
جَنَّـٰتُ
عَدْنٍ
يَدْخُلُونَهَا
يُحَلَّوْنَ
فِيهَا
مِنْ
أَسَاوِرَ
مِن
ذَهَبٍ
وَلُؤْلُؤًا
ۖ
وَلِبَاسُهُمْ
فِيهَا
حَرِيرٌ
33
jannaātu
‘adnin
yadkhuluwnahaā
yuḥallawna
fiyhaā
min
aasaāwira
min
dzahabin
waluu'luu'anā
walibaāsuhum
fiyhaā
ḥariyrun
(Bagi
mereka)
surga
ʻAdn
mereka
masuk
ke
dalamnya;
di
dalamnya
mereka
diberi
perhiasan
dengan
gelang-gelang
dari
emas,
dan
dengan
mutiara,
dan
pakaian
mereka
di
dalamnya
adalah
sutra.
وَقَالُوا۟
ٱلْحَمْدُ
لِلَّهِ
ٱلَّذِىٓ
أَذْهَبَ
عَنَّا
ٱلْحَزَنَ
ۖ
إِنَّ
رَبَّنَا
لَغَفُورٌ
شَكُورٌ
34
waqaāluwā
alḥamdu
lillahi
alladziā
aadzhaba
‘annaā
alḥazana
iinna
rabbanaā
laghafuwrun
syakuwrun
Dan
mereka
berkata,
"Segala
puji
bagi
Allah
yang
telah
menghilangkan
duka
cita
dari
kami.
Sesungguhnya
Tuhan
kami
benar-benar
Maha
Pengampum
lagi
Maha
Mensyukuri.
ٱلَّذِىٓ
أَحَلَّنَا
دَارَ
ٱلْمُقَامَةِ
مِن
فَضْلِهِۦ
لَا
يَمَسُّنَا
فِيهَا
نَصَبٌ
وَلَا
يَمَسُّنَا
فِيهَا
لُغُوبٌ
35
alladziā
aaḥallanaā
daāra
almuqaāmahi
min
faḍlihiī
laā
yamassunaā
fiyhaā
naṣabun
walaā
yamassunaā
fiyhaā
lughuwbun
Yang
menempatkan
kami
dalam
tempat
yang
kekal
(surga)
dari
karunia-Nya;
di
dalamnya
kami
tiada
merasa
lelah
dan
tiada
pula
merasa
lesu".
وَٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
لَهُمْ
نَارُ
جَهَنَّمَ
لَا
يُقْضَىٰ
عَلَيْهِمْ
فَيَمُوتُوا۟
وَلَا
يُخَفَّفُ
عَنْهُم
مِّنْ
عَذَابِهَا
ۚ
كَذَٰلِكَ
نَجْزِى
كُلَّ
كَفُورٍ
36
waalladziyna
kafaruwā
lahum
naāru
jahannama
laā
yuqḍaāā
‘alayhim
fayamuwtuwā
walaā
yukhaffafu
‘anhum
mmin
‘adzaābihaā
kadzaālika
najziā
kulla
kafuwrin
Dan
orang-orang
kafir
bagi
mereka
neraka
Jahanam.
Mereka
tidak
dibinasakan
sehingga
mereka
mati
dan
tidak
(pula)
diringankan
dari
mereka
azabnya.
Demikianlah,
Kami
membalas
setiap
orang
yang
sangat
kafir.
وَهُمْ
يَصْطَرِخُونَ
فِيهَا
رَبَّنَآ
أَخْرِجْنَا
نَعْمَلْ
صَـٰلِحًا
غَيْرَ
ٱلَّذِى
كُنَّا
نَعْمَلُ
ۚ
أَوَلَمْ
نُعَمِّرْكُم
مَّا
يَتَذَكَّرُ
فِيهِ
مَن
تَذَكَّرَ
وَجَآءَكُمُ
ٱلنَّذِيرُ
ۖ
فَذُوقُوا۟
فَمَا
لِلظَّـٰلِمِينَ
مِن
نَّصِيرٍ
37
wahum
yaṣṭarikhuwna
fiyhaā
rabbanaā
aakhrijnaā
na‘mal
ṣaāliḥanā
ghayra
alladziā
kunnaā
na‘malu
aawalam
nu‘ammirkum
mmaā
yatadzakkaru
fiyhi
man
tadzakkara
wajaā'akumu
alnnadziyru
fadzuwquwā
famaā
lilẓẓaālimiyna
min
nnaṣiyrin
Dan
mereka
berteriak
di
dalam
neraka
itu,
"Ya
Tuhan
kami,
keluarkanlah
kami,
niscaya
kami
akan
mengerjakan
amal
yang
saleh
berlainan
dengan
yang
telah
kami
kerjakan".
Dan
apakah
Kami
tidak
memanjangkan
umurmu
dalam
masa
yang
cukup
untuk
berpikir
bagi
orang
yang
mau
berpikir
dan
(apakah
tidak)
datang
kepada
kamu
pemberi
peringatan?
Maka
rasakanlah
(azab
Kami)
dan
tidak
ada
bagi
orang-orang
yang
zalim
seorang
penolong
pun.
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَـٰلِمُ
غَيْبِ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۚ
إِنَّهُۥ
عَلِيمٌۢ
بِذَاتِ
ٱلصُّدُورِ
38
iinna
alllaha
‘aālimu
ghaybi
alssamaāwaāti
waalaarḍi
iinnahuū
‘aliymun
bidzaāti
alṣṣuduwri
Sesungguhnya
Allah
mengetahui
yang
tersembunyi
di
langit
dan
di
bumi.
Sesungguhnya
Dia
Maha
Mengetahui
segala
isi
hati.
هُوَ
ٱلَّذِى
جَعَلَكُمْ
خَلَـٰٓئِفَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۚ
فَمَن
كَفَرَ
فَعَلَيْهِ
كُفْرُهُۥ
ۖ
وَلَا
يَزِيدُ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
كُفْرُهُمْ
عِندَ
رَبِّهِمْ
إِلَّا
مَقْتًا
ۖ
وَلَا
يَزِيدُ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
كُفْرُهُمْ
إِلَّا
خَسَارًا
39
huwa
alladziā
ja‘alakum
khalaāi'ifa
fiā
alaarḍi
faman
kafara
fa‘alayhi
kufruhuū
walaā
yaziydu
alkaāfiriyna
kufruhum
‘inda
rabbihim
iillaā
maqtanā
walaā
yaziydu
alkaāfiriyna
kufruhum
iillaā
khasaāranā
Dia-lah
yang
menjadikan
kamu
khalifah-khalifah
di
muka
bumi.
Barang
siapa
yang
kafir,
maka
(akibat)
kekafirannya
menimpa
dirinya
sendiri.
Dan
kekafiran
orang-orang
yang
kafir
itu
tidak
lain
hanyalah
akan
menambah
kemurkaan
pada
sisi
Tuhan-nya
dan
kekafiran
orang-orang
yang
kafir
itu
tidak
lain
hanyalah
akan
menambah
kerugian
mereka
belaka.
قُلْ
أَرَءَيْتُمْ
شُرَكَآءَكُمُ
ٱلَّذِينَ
تَدْعُونَ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
أَرُونِى
مَاذَا
خَلَقُوا۟
مِنَ
ٱلْأَرْضِ
أَمْ
لَهُمْ
شِرْكٌ
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
أَمْ
ءَاتَيْنَـٰهُمْ
كِتَـٰبًا
فَهُمْ
عَلَىٰ
بَيِّنَتٍ
مِّنْهُ
ۚ
بَلْ
إِن
يَعِدُ
ٱلظَّـٰلِمُونَ
بَعْضُهُم
بَعْضًا
إِلَّا
غُرُورًا
40
qul
aara'aytum
syurakaā'akumu
alladziyna
tad‘uwna
min
duwni
alllahi
aaruwniā
maādzaā
khalaquwā
mina
alaarḍi
aam
lahum
syirkun
fiā
alssamaāwaāti
aam
'aātaynaāhum
kitaābanā
fahum
‘alaāā
bayyinatin
mminhu
bal
iin
ya‘idu
alẓẓaālimuwna
ba‘ḍuhum
ba‘ḍanā
iillaā
ghuruwranā
Katakanlah,
"Terangkanlah
kepada-Ku
tentang
sekutu-sekutumu
yang
kamu
seru
selain
Allah.
Perlihatkanlah
kepada-Ku
(bagian),
manakah
dari
bumi
ini
yang
telah
mereka
ciptakan
ataukah
mereka
mempunyai
saham
dalam
(penciptaan)
langit,
atau
adakah
Kami
memberi
kepada
mereka
sebuah
kitab
sehingga
mereka
mendapat
keterangan-keterangan
yang
jelas
darinya?
Sebenarnya,
orang-orang
yang
zalim
itu
sebagian
dari
mereka
tidak
menjanjikan
kepada
sebagian
yang
lain,
melainkan
tipuan
belaka".
۞
إِنَّ
ٱللَّهَ
يُمْسِكُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
أَن
تَزُولَا
ۚ
وَلَئِن
زَالَتَآ
إِنْ
أَمْسَكَهُمَا
مِنْ
أَحَدٍ
مِّنۢ
بَعْدِهِۦٓ
ۚ
إِنَّهُۥ
كَانَ
حَلِيمًا
غَفُورًا
41
iinna
alllaha
yumsiku
alssamaāwaāti
waalaarḍa
aan
tazuwlaā
walai'in
zaālataā
iin
aamsakahumaā
min
aaḥadin
mmin
ba‘dihiī
iinnahuū
kaāna
ḥaliymanā
ghafuwranā
Sesungguhnya
Allah
menahan
langit
dan
bumi
supaya
jangan
lenyap
dan
sungguh
jika
keduanya
akan
lenyap
tidak
ada
seorang
pun
yang
dapat
menahan
keduanya
selain
Allah.
Sesungguhnya
Dia
adalah
Maha
Penyantun
lagi
Maha
Pengampun.
وَأَقْسَمُوا۟
بِٱللَّهِ
جَهْدَ
أَيْمَـٰنِهِمْ
لَئِن
جَآءَهُمْ
نَذِيرٌ
لَّيَكُونُنَّ
أَهْدَىٰ
مِنْ
إِحْدَى
ٱلْأُمَمِ
ۖ
فَلَمَّا
جَآءَهُمْ
نَذِيرٌ
مَّا
زَادَهُمْ
إِلَّا
نُفُورًا
42
waaaqsamuwā
bialllahi
jahda
aaymaānihim
lai'in
jaā'ahum
nadziyrun
llayakuwnunna
aahdaāā
min
iiḥdaā
alaumami
falammaā
jaā'ahum
nadziyrun
mmaā
zaādahum
iillaā
nufuwranā
Dan
mereka
bersumpah
dengan
nama
Allah
dengan
sekuat-kuat
sumpah;
sesungguhnya
jika
datang
kepada
mereka
seorang
pemberi
peringatan,
niscaya
mereka
akan
lebih
mendapat
petunjuk
dari
salah
satu
umat-umat
(yang
lain).
Tatkala
datang
kepada
mereka
pemberi
peringatan,
maka
kedatangannya
itu
tidak
menambah
kepada
mereka,
kecuali
jauhnya
mereka
dari
(kebenaran),
ٱسْتِكْبَارًا
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَمَكْرَ
ٱلسَّيِّئِ
ۚ
وَلَا
يَحِيقُ
ٱلْمَكْرُ
ٱلسَّيِّئُ
إِلَّا
بِأَهْلِهِۦ
ۚ
فَهَلْ
يَنظُرُونَ
إِلَّا
سُنَّتَ
ٱلْأَوَّلِينَ
ۚ
فَلَن
تَجِدَ
لِسُنَّتِ
ٱللَّهِ
تَبْدِيلًا
ۖ
وَلَن
تَجِدَ
لِسُنَّتِ
ٱللَّهِ
تَحْوِيلًا
43
astikbaāranā
fiā
alaarḍi
wamakra
alssayyii'i
walaā
yaḥiyqu
almakru
alssayyii'u
iillaā
biaahlihiī
fahal
yanẓuruwna
iillaā
sunnata
alaawwaliyna
falan
tajida
lisunnati
alllahi
tabdiylanā
walan
tajida
lisunnati
alllahi
taḥwiylanā
karena
kesombongan
(mereka)
di
muka
bumi
dan
karena
rencana
(mereka)
yang
jahat.
Rencana
yang
jahat
itu
tidak
akan
menimpa,
selain
orang
yang
merencanakannya
sendiri.
Tiadalah
yang
mereka
nanti-nantikan,
melainkan
(berlakunya)
sunah
(Allah
yang
telah
berlaku)
kepada
orang-orang
yang
terdahulu
[1262].
Maka
sekali-kali,
kamu
tidak
akan
mendapat
penggantian
bagi
sunah
Allah
dan
sekali-kali
tidak
(pula)
akan
menemui
penyimpangan
bagi
sunah
Allah
itu.
أَوَلَمْ
يَسِيرُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَيَنظُرُوا۟
كَيْفَ
كَانَ
عَـٰقِبَةُ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
وَكَانُوٓا۟
أَشَدَّ
مِنْهُمْ
قُوَّةً
ۚ
وَمَا
كَانَ
ٱللَّهُ
لِيُعْجِزَهُۥ
مِن
شَىْءٍ
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَلَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۚ
إِنَّهُۥ
كَانَ
عَلِيمًا
قَدِيرًا
44
aawalam
yasiyruwā
fiā
alaarḍi
fayanẓuruwā
kayfa
kaāna
‘aāqibahu
alladziyna
min
qablihim
wakaānuwā
aasyadda
minhum
quwwahan
wamaā
kaāna
alllahu
liyu‘jizahuū
min
syaā'in
fiā
alssamaāwaāti
walaā
fiā
alaarḍi
iinnahuū
kaāna
‘aliymanā
qadiyranā
Dan
apakah
mereka
tidak
berjalan
di
muka
bumi,
lalu
melihat
bagaimana
kesudahan
orang-orang
yang
sebelum
mereka,
sedangkan
orang-orang
itu
adalah
lebih
besar
kekuatannya
dari
mereka?
Dan
tiada
sesuatu
pun
yang
dapat
melemahkan
Allah,
baik
di
langit
maupun
di
bumi.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Kuasa.
وَلَوْ
يُؤَاخِذُ
ٱللَّهُ
ٱلنَّاسَ
بِمَا
كَسَبُوا۟
مَا
تَرَكَ
عَلَىٰ
ظَهْرِهَا
مِن
دَآبَّةٍ
وَلَـٰكِن
يُؤَخِّرُهُمْ
إِلَىٰٓ
أَجَلٍ
مُّسَمًّى
ۖ
فَإِذَا
جَآءَ
أَجَلُهُمْ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
كَانَ
بِعِبَادِهِۦ
بَصِيرًۢا
45
walaw
yuu'aākhidzu
alllahu
alnnaāsa
bimaā
kasabuwā
maā
taraka
‘alaāā
ẓahrihaā
min
daābbahin
walaākin
yuu'akhkhiruhum
iilaāā
aajalin
mmusammanā
faiidzaā
jaā'a
aajaluhum
faiinna
alllaha
kaāna
bi‘ibaādihiī
baṣiyranā
Dan
kalau
sekiranya
Allah
menyiksa
manusia
disebabkan
usahanya,
niscaya
Dia
tidak
akan
meninggalkan
di
atas
permukaan
bumi
suatu
makhluk
yang
melata
pun
[1263],
akan
tetapi
Allah
menangguhkan
(penyiksaan)
mereka
sampai
waktu
yang
tertentu;
maka
apabila
datang
ajal
mereka,
maka
sesungguhnya
Allah
adalah
Maha
Melihat
(keadaan)
hamba-hamba-Nya.