← Daftar Surah
33. Al-Ahzab
الأحزاب · Golongan Bersekutu · 73 ayat · Madinah
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّبِىُّ
ٱتَّقِ
ٱللَّهَ
وَلَا
تُطِعِ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
كَانَ
عَلِيمًا
حَكِيمًا
1
yaāaayyuhaā
alnnabiāāu
attaqi
alllaha
walaā
tuṭi‘i
alkaāfiriyna
waalmunaāfiqiyna
iinna
alllaha
kaāna
‘aliymanā
ḥakiymanā
Hai
Nabi,
bertakwalah
kepada
Allah
dan
janganlah
kamu
menuruti
(keinginan)
orang-orang
kafir
dan
orang-orang
munafik.
Sesungguhnya
Allah
adalah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Bijaksana,
وَٱتَّبِعْ
مَا
يُوحَىٰٓ
إِلَيْكَ
مِن
رَّبِّكَ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
كَانَ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
خَبِيرًا
2
waattabi‘
maā
yuwḥaāā
iilayka
min
rrabbika
iinna
alllaha
kaāna
bimaā
ta‘maluwna
khabiyranā
dan
ikutilah
apa
yang
diwahyukan
Tuhan
kepadamu.
Sesungguhnya
Allah
adalah
Maha
Mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
وَتَوَكَّلْ
عَلَى
ٱللَّهِ
ۚ
وَكَفَىٰ
بِٱللَّهِ
وَكِيلًا
3
watawakkal
‘alaā
alllahi
wakafaāā
bialllahi
wakiylanā
dan
bertawakallah
kepada
Allah.
Dan
cukuplah
Allah
sebagai
Pemelihara.
مَّا
جَعَلَ
ٱللَّهُ
لِرَجُلٍ
مِّن
قَلْبَيْنِ
فِى
جَوْفِهِۦ
ۚ
وَمَا
جَعَلَ
أَزْوَٰجَكُمُ
ٱلَّـٰٓـِٔى
تُظَـٰهِرُونَ
مِنْهُنَّ
أُمَّهَـٰتِكُمْ
ۚ
وَمَا
جَعَلَ
أَدْعِيَآءَكُمْ
أَبْنَآءَكُمْ
ۚ
ذَٰلِكُمْ
قَوْلُكُم
بِأَفْوَٰهِكُمْ
ۖ
وَٱللَّهُ
يَقُولُ
ٱلْحَقَّ
وَهُوَ
يَهْدِى
ٱلسَّبِيلَ
4
mmaā
ja‘ala
alllahu
lirajulin
mmin
qalbayni
fiā
jawfihiī
wamaā
ja‘ala
aazwaājakumu
allaāiā
tuẓaāhiruwna
minhunna
aummahaātikum
wamaā
ja‘ala
aad‘iyaā'akum
aabnaā'akum
dzaālikum
qawlukum
biaafwaāhikum
waalllahu
yaquwlu
alḥaqqa
wahuwa
yahdiā
alssabiyla
Allah
sekali-kali
tidak
menjadikan
bagi
seseorang
dua
buah
hati
dalam
rongganya
dan
Dia
tidak
menjadikan
istri-istrimu
yang
kamu
ẓihār
[1199]
itu
sebagai
ibumu
dan
Dia
tidak
menjadikan
anak-anak
angkatmu
sebagai
anak
kandungmu
(sendiri).
Yang
demikian
itu,
hanyalah
perkataanmu
di
mulutmu
saja.
Dan
Allah
mengatakan
yang
sebenarnya
dan
Dia
menunjukkan
jalan
(yang
benar).
ٱدْعُوهُمْ
لِـَٔابَآئِهِمْ
هُوَ
أَقْسَطُ
عِندَ
ٱللَّهِ
ۚ
فَإِن
لَّمْ
تَعْلَمُوٓا۟
ءَابَآءَهُمْ
فَإِخْوَٰنُكُمْ
فِى
ٱلدِّينِ
وَمَوَٰلِيكُمْ
ۚ
وَلَيْسَ
عَلَيْكُمْ
جُنَاحٌ
فِيمَآ
أَخْطَأْتُم
بِهِۦ
وَلَـٰكِن
مَّا
تَعَمَّدَتْ
قُلُوبُكُمْ
ۚ
وَكَانَ
ٱللَّهُ
غَفُورًا
رَّحِيمًا
5
ad‘uwhum
liaābaāi'ihim
huwa
aaqsaṭu
‘inda
alllahi
faiin
llam
ta‘lamuwā
'aābaā'ahum
faiikhwaānukum
fiā
alddiyni
wamawaāliykum
walaysa
‘alaykum
junaāḥun
fiymaā
aakhṭaatum
bihiī
walaākin
mmaā
ta‘ammadat
quluwbukum
wakaāna
alllahu
ghafuwranā
rraḥiymanā
Panggilah
mereka
(anak-anak
angkat
itu)
dengan
(memakai)
nama
bapak-bapak
mereka;
itulah
yang
lebih
adil
pada
sisi
Allah
dan
jika
kamu
tidak
mengetahui
bapak-bapak
mereka,
maka
(panggilah
mereka
sebagai)
saudara-saudaramu
seagama
dan
maula-maulamu
[1200].
Dan
tidak
ada
dosa
atasmu
terhadap
apa
yang
kamu
khilaf
padanya,
tetapi
(yang
ada
dosanya)
apa
yang
disengaja
oleh
hatimu.
Dan
adalah
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
ٱلنَّبِىُّ
أَوْلَىٰ
بِٱلْمُؤْمِنِينَ
مِنْ
أَنفُسِهِمْ
ۖ
وَأَزْوَٰجُهُۥٓ
أُمَّهَـٰتُهُمْ
ۗ
وَأُو۟لُوا۟
ٱلْأَرْحَامِ
بَعْضُهُمْ
أَوْلَىٰ
بِبَعْضٍ
فِى
كِتَـٰبِ
ٱللَّهِ
مِنَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ
إِلَّآ
أَن
تَفْعَلُوٓا۟
إِلَىٰٓ
أَوْلِيَآئِكُم
مَّعْرُوفًا
ۚ
كَانَ
ذَٰلِكَ
فِى
ٱلْكِتَـٰبِ
مَسْطُورًا
6
alnnabiāāu
aawlaāā
bialmuu'miniyna
min
aanfusihim
waaazwaājuhuū
aummahaātuhum
waauwluwā
alaarḥaāmi
ba‘ḍuhum
aawlaāā
biba‘ḍin
fiā
kitaābi
alllahi
mina
almuu'miniyna
waalmuhaājiriyna
iillaā
aan
taf‘aluwā
iilaāā
aawliyaāi'ikum
mma‘ruwfanā
kaāna
dzaālika
fiā
alkitaābi
masṭuwranā
Nabi
itu
(hendaknya)
lebih
utama
bagi
orang-orang
mukmin
dari
diri
mereka
sendiri
[1201]
dan
istri-istrinya
adalah
ibu-ibu
mereka.
Dan
orang-orang
yang
mempunyai
hubungan
darah
satu
sama
lain
lebih
berhak
(waris-mewarisi)
di
dalam
Kitab
Allah
daripada
orang-orang
mukmim
dan
orang-orang
Muhajirin,
kecuali
kalau
kamu
mau
berbuat
baik
[1202]
kepada
saudara-saudaramu
(seagama).
Adalah
yang
demikian
itu
telah
tertulis
di
dalam
Kitab
(Allah).
وَإِذْ
أَخَذْنَا
مِنَ
ٱلنَّبِيِّـۧنَ
مِيثَـٰقَهُمْ
وَمِنكَ
وَمِن
نُّوحٍ
وَإِبْرَٰهِيمَ
وَمُوسَىٰ
وَعِيسَى
ٱبْنِ
مَرْيَمَ
ۖ
وَأَخَذْنَا
مِنْهُم
مِّيثَـٰقًا
غَلِيظًا
7
waiidz
aakhadznaā
mina
alnnabiyyina
miytsaāqahum
waminka
wamin
nnuwḥin
waiibraāhiyma
wamuwsaāā
wa‘iysaā
abni
maryama
waaakhadznaā
minhum
mmiytsaāqanā
ghaliyẓanā
Dan
(ingatlah)
ketika
Kami
mengambil
perjanjian
dari
nabi-nabi
dan
dari
kamu
(sendiri)
dari
Nūḥ,
Ibrāhīm,
Musa,
dan
ʻIsa
putra
Maryam,
dan
Kami
telah
mengambil
dari
mereka
perjanjian
yang
teguh
[1203],
لِّيَسْـَٔلَ
ٱلصَّـٰدِقِينَ
عَن
صِدْقِهِمْ
ۚ
وَأَعَدَّ
لِلْكَـٰفِرِينَ
عَذَابًا
أَلِيمًا
8
lliyasala
alṣṣaādiqiyna
‘an
ṣidqihim
waaa‘adda
lilkaāfiriyna
‘adzaābanā
aaliymanā
agar
Dia
menanyakan
kepada
orang-orang
yang
benar
tentang
kebenaran
mereka
[1204]
dan
Dia
menyediakan
bagi
orang-orang
kafir
siksa
yang
pedih.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ٱذْكُرُوا۟
نِعْمَةَ
ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ
إِذْ
جَآءَتْكُمْ
جُنُودٌ
فَأَرْسَلْنَا
عَلَيْهِمْ
رِيحًا
وَجُنُودًا
لَّمْ
تَرَوْهَا
ۚ
وَكَانَ
ٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
بَصِيرًا
9
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
adzkuruwā
ni‘maha
alllahi
‘alaykum
iidz
jaā'atkum
junuwdun
faaarsalnaā
‘alayhim
riyḥanā
wajunuwdanā
llam
tarawhaā
wakaāna
alllahu
bimaā
ta‘maluwna
baṣiyranā
Hai
orang-orang
yang
beriman,
ingatlah
akan
nikmat
Allah
(yang
telah
dikaruniakan)
kepadamu
ketika
datang
kepadamu
tentara-tentara,
lalu
Kami
kirimkan
kepada
mereka
angin
topan
dan
tentara
yang
tidak
dapat
kamu
melihatnya
[1205].
Dan
adalah
Allah
Maha
Melihat
akan
apa
yang
kamu
kerjakan.
إِذْ
جَآءُوكُم
مِّن
فَوْقِكُمْ
وَمِنْ
أَسْفَلَ
مِنكُمْ
وَإِذْ
زَاغَتِ
ٱلْأَبْصَـٰرُ
وَبَلَغَتِ
ٱلْقُلُوبُ
ٱلْحَنَاجِرَ
وَتَظُنُّونَ
بِٱللَّهِ
ٱلظُّنُونَا۠
10
iidz
jaā'uwkum
mmin
fawqikum
wamin
aasfala
minkum
waiidz
zaāghati
alaabṣaāru
wabalaghati
alquluwbu
alḥanaājira
wataẓunnuwna
bialllahi
alẓẓunuwnaā
(Yaitu)
ketika
mereka
datang
kepadamu
dari
atas
dan
dari
bawahmu
dan
ketika
tidak
tetap
lagi
penglihatan(mu)
dan
hatimu
naik
menyesak
sampai
ke
tenggorokan
[1206]
,
dan
kamu
menyangka
terhadap
Allah
dengan
bermacam-macam
purbasangka.
هُنَالِكَ
ٱبْتُلِىَ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
وَزُلْزِلُوا۟
زِلْزَالًا
شَدِيدًا
11
hunaālika
abtuliāa
almuu'minuwna
wazulziluwā
zilzaālanā
syadiydanā
Di
situlah
diuji
orang-orang
mukmin
dan
digoncangkan
(hatinya)
dengan
goncangan
yang
sangat.
وَإِذْ
يَقُولُ
ٱلْمُنَـٰفِقُونَ
وَٱلَّذِينَ
فِى
قُلُوبِهِم
مَّرَضٌ
مَّا
وَعَدَنَا
ٱللَّهُ
وَرَسُولُهُۥٓ
إِلَّا
غُرُورًا
12
waiidz
yaquwlu
almunaāfiquwna
waalladziyna
fiā
quluwbihim
mmaraḍun
mmaā
wa‘adanaā
alllahu
warasuwluhuū
iillaā
ghuruwranā
Dan
(ingatlah)
ketika
orang-orang
munafik
dan
orang-orang
yang
berpenyakit
dalam
hatinya
berkata,
"Allah
dan
rasul-Nya
tidak
menjanjikan
kepada
kami,
melainkan
tipu
daya".
وَإِذْ
قَالَت
طَّآئِفَةٌ
مِّنْهُمْ
يَـٰٓأَهْلَ
يَثْرِبَ
لَا
مُقَامَ
لَكُمْ
فَٱرْجِعُوا۟
ۚ
وَيَسْتَـْٔذِنُ
فَرِيقٌ
مِّنْهُمُ
ٱلنَّبِىَّ
يَقُولُونَ
إِنَّ
بُيُوتَنَا
عَوْرَةٌ
وَمَا
هِىَ
بِعَوْرَةٍ
ۖ
إِن
يُرِيدُونَ
إِلَّا
فِرَارًا
13
waiidz
qaālat
ṭṭaāi'ifahun
mminhum
yaāaahla
yatsriba
laā
muqaāma
lakum
faarji‘uwā
wayastadzinu
fariyqun
mminhumu
alnnabiāāa
yaquwluwna
iinna
buyuwtanaā
‘awrahun
wamaā
hiāa
bi‘awrahin
iin
yuriyduwna
iillaā
firaāranā
Dan
(ingatlah)
ketika
segolongan
di
antara
mereka
berkata,
"Hai
penduduk
Yaṡrib
(Madinah),
tidak
ada
tempat
bagimu,
maka
kembalilah
kamu".
Dan
sebagian
dari
mereka
minta
izin
kepada
nabi
(untuk
kembali
pulang)
dengan
berkata,
"Sesungguhnya
rumah-rumah
kami
terbuka
(tidak
ada
penjaga)".
Dan
rumah-rumah
itu
sekali-kali
tidak
terbuka,
mereka
tidak
lain
hanya
hendak
lari.
وَلَوْ
دُخِلَتْ
عَلَيْهِم
مِّنْ
أَقْطَارِهَا
ثُمَّ
سُئِلُوا۟
ٱلْفِتْنَةَ
لَـَٔاتَوْهَا
وَمَا
تَلَبَّثُوا۟
بِهَآ
إِلَّا
يَسِيرًا
14
walaw
dukhilat
‘alayhim
mmin
aaqṭaārihaā
tsumma
sui'iluwā
alfitnaha
laaātawhaā
wamaā
talabbatsuwā
bihaā
iillaā
yasiyranā
Kalau
(Yaṡrib)
diserang
dari
segala
penjuru,
kemudian
diminta
kepada
mereka
supaya
murtad
[1207],
niscaya
mereka
mengerjakannya
dan
mereka
tiada
akan
menunda
untuk
murtad
itu,
melainkan
dalam
waktu
yang
singkat.
وَلَقَدْ
كَانُوا۟
عَـٰهَدُوا۟
ٱللَّهَ
مِن
قَبْلُ
لَا
يُوَلُّونَ
ٱلْأَدْبَـٰرَ
ۚ
وَكَانَ
عَهْدُ
ٱللَّهِ
مَسْـُٔولًا
15
walaqad
kaānuwā
‘aāhaduwā
alllaha
min
qablu
laā
yuwalluwna
alaadbaāra
wakaāna
‘ahdu
alllahi
masuwlanā
Dan
sesungguhnya
mereka
sebelum
itu
telah
berjanji
kepada
Allah,
"Mereka
tidak
akan
berbalik
ke
belakang
(mundur)".
Dan
adalah
perjanjian
dengan
Allah
akan
diminta
pertanggunganjawabnya.
قُل
لَّن
يَنفَعَكُمُ
ٱلْفِرَارُ
إِن
فَرَرْتُم
مِّنَ
ٱلْمَوْتِ
أَوِ
ٱلْقَتْلِ
وَإِذًا
لَّا
تُمَتَّعُونَ
إِلَّا
قَلِيلًا
16
qul
llan
yanfa‘akumu
alfiraāru
iin
farartum
mmina
almawti
aawi
alqatli
waiidzanā
llaā
tumatta‘uwna
iillaā
qaliylanā
Katakanlah,
"Lari
itu
sekali-kali
tidaklah
berguna
bagimu,
jika
kamu
melarikan
diri
dari
kematian
atau
pembunuhan
dan
jika
(kamu
terhindar
dari
kematian)
kamu
tidak
juga
akan
mengecap
kesenangan,
kecuali
sebentar
saja".
قُلْ
مَن
ذَا
ٱلَّذِى
يَعْصِمُكُم
مِّنَ
ٱللَّهِ
إِنْ
أَرَادَ
بِكُمْ
سُوٓءًا
أَوْ
أَرَادَ
بِكُمْ
رَحْمَةً
ۚ
وَلَا
يَجِدُونَ
لَهُم
مِّن
دُونِ
ٱللَّهِ
وَلِيًّا
وَلَا
نَصِيرًا
17
qul
man
dzaā
alladziā
ya‘ṣimukum
mmina
alllahi
iin
aaraāda
bikum
suw'anā
aaw
aaraāda
bikum
raḥmahan
walaā
yajiduwna
lahum
mmin
duwni
alllahi
waliyyanā
walaā
naṣiyranā
Katakanlah,
"Siapakah
yang
dapat
melindungi
kamu
dari
(takdir)
Allah
jika
Dia
menghendaki
bencana
atasmu
atau
menghendaki
rahmat
untuk
dirimu?"
Dan
orang-orang
munafik
itu
tidak
memperoleh
bagi
mereka
pelindung
dan
penolong
selain
Allah.
۞
قَدْ
يَعْلَمُ
ٱللَّهُ
ٱلْمُعَوِّقِينَ
مِنكُمْ
وَٱلْقَآئِلِينَ
لِإِخْوَٰنِهِمْ
هَلُمَّ
إِلَيْنَا
ۖ
وَلَا
يَأْتُونَ
ٱلْبَأْسَ
إِلَّا
قَلِيلًا
18
qad
ya‘lamu
alllahu
almu‘awwiqiyna
minkum
waalqaāi'iliyna
liiikhwaānihim
halumma
iilaynaā
walaā
yaatuwna
albaasa
iillaā
qaliylanā
Sesungguhnya
Allah
mengetahui
orang-orang
yang
menghalang-halangi
di
antara
kamu
dan
orang-orang
yang
berkata
kepada
saudara-saudaranya,
"Marilah
kepada
kami".
Dan
mereka
tidak
mendatangi
peperangan,
melainkan
sebentar.
أَشِحَّةً
عَلَيْكُمْ
ۖ
فَإِذَا
جَآءَ
ٱلْخَوْفُ
رَأَيْتَهُمْ
يَنظُرُونَ
إِلَيْكَ
تَدُورُ
أَعْيُنُهُمْ
كَٱلَّذِى
يُغْشَىٰ
عَلَيْهِ
مِنَ
ٱلْمَوْتِ
ۖ
فَإِذَا
ذَهَبَ
ٱلْخَوْفُ
سَلَقُوكُم
بِأَلْسِنَةٍ
حِدَادٍ
أَشِحَّةً
عَلَى
ٱلْخَيْرِ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
لَمْ
يُؤْمِنُوا۟
فَأَحْبَطَ
ٱللَّهُ
أَعْمَـٰلَهُمْ
ۚ
وَكَانَ
ذَٰلِكَ
عَلَى
ٱللَّهِ
يَسِيرًا
19
aasyiḥḥahan
‘alaykum
faiidzaā
jaā'a
alkhawfu
raaaytahum
yanẓuruwna
iilayka
taduwru
aa‘yunuhum
kaalladziā
yughsyaāā
‘alayhi
mina
almawti
faiidzaā
dzahaba
alkhawfu
salaquwkum
biaalsinahin
ḥidaādin
aasyiḥḥahan
‘alaā
alkhayri
auwlaāi'ika
lam
yuu'minuwā
faaaḥbaṭa
alllahu
aa‘maālahum
wakaāna
dzaālika
‘alaā
alllahi
yasiyranā
Mereka
bakhil
terhadapmu,
apabila
datang
ketakutan
(bahaya),
kamu
lihat
mereka
itu
memandang
kepadamu
dengan
mata
yang
terbalik-balik
seperti
orang
yang
pingsan
karena
akan
mati,
dan
apabila
ketakutan
telah
hilang,
mereka
mencaci
kamu
dengan
lidah
yang
tajam,
sedang
mereka
bakhil
untuk
berbuat
kebaikan.
Mereka
itu
tidak
beriman,
maka
Allah
menghapuskan
(pahala)
amalnya.
Dan
yang
demikian
itu
adalah
mudah
bagi
Allah.
يَحْسَبُونَ
ٱلْأَحْزَابَ
لَمْ
يَذْهَبُوا۟
ۖ
وَإِن
يَأْتِ
ٱلْأَحْزَابُ
يَوَدُّوا۟
لَوْ
أَنَّهُم
بَادُونَ
فِى
ٱلْأَعْرَابِ
يَسْـَٔلُونَ
عَنْ
أَنۢبَآئِكُمْ
ۖ
وَلَوْ
كَانُوا۟
فِيكُم
مَّا
قَـٰتَلُوٓا۟
إِلَّا
قَلِيلًا
20
yaḥsabuwna
alaaḥzaāba
lam
yadzhabuwā
waiin
yaati
alaaḥzaābu
yawadduwā
law
aannahum
baāduwna
fiā
alaa‘raābi
yasaluwna
‘an
aanbaāi'ikum
walaw
kaānuwā
fiykum
mmaā
qaātaluwā
iillaā
qaliylanā
Mereka
mengira
(bahwa)
golongan-golongan
yang
bersekutu
itu
belum
pergi
dan
jika
golongan-golongan
yang
bersekutu
itu
datang
kembali,
niscaya
mereka
ingin
berada
di
dusun-dusun
bersama-sama
orang
Arab
Badui,
sambil
menanya-nanyakan
tentang
berita-beritamu.
Dan
sekiranya
mereka
berada
bersama
kamu,
mereka
tidak
akan
berperang,
melainkan
sebentar
saja.
لَّقَدْ
كَانَ
لَكُمْ
فِى
رَسُولِ
ٱللَّهِ
أُسْوَةٌ
حَسَنَةٌ
لِّمَن
كَانَ
يَرْجُوا۟
ٱللَّهَ
وَٱلْيَوْمَ
ٱلْـَٔاخِرَ
وَذَكَرَ
ٱللَّهَ
كَثِيرًا
21
llaqad
kaāna
lakum
fiā
rasuwli
alllahi
auswahun
ḥasanahun
lliman
kaāna
yarjuwā
alllaha
waalyawma
alaākhira
wadzakara
alllaha
katsiyranā
Sesungguhnya
telah
ada
pada
(diri)
Rasulullah
itu
suri
teladan
yang
baik
bagimu
(yaitu)
bagi
orang
yang
mengharap
(rahmat)
Allah
dan
(kedatangan)
hari
kiamat
dan
dia
banyak
menyebut
Allah.
وَلَمَّا
رَءَا
ٱلْمُؤْمِنُونَ
ٱلْأَحْزَابَ
قَالُوا۟
هَـٰذَا
مَا
وَعَدَنَا
ٱللَّهُ
وَرَسُولُهُۥ
وَصَدَقَ
ٱللَّهُ
وَرَسُولُهُۥ
ۚ
وَمَا
زَادَهُمْ
إِلَّآ
إِيمَـٰنًا
وَتَسْلِيمًا
22
walammaā
ra'aā
almuu'minuwna
alaaḥzaāba
qaāluwā
haādzaā
maā
wa‘adanaā
alllahu
warasuwluhuū
waṣadaqa
alllahu
warasuwluhuū
wamaā
zaādahum
iillaā
iiymaānanā
watasliymanā
Dan
tatkala
orang-orang
mukmin
melihat
golongan-golongan
yang
bersekutu
itu,
mereka
berkata,
"Inilah
yang
dijanjikan
Allah
dan
rasul-Nya
[1208]
kepada
kita".
Dan
benarlah
Allah
dan
rasul-Nya.
Dan
yang
demikian
itu,
tidaklah
menambah
kepada
mereka,
kecuali
iman
dan
ketundukan.
مِّنَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
رِجَالٌ
صَدَقُوا۟
مَا
عَـٰهَدُوا۟
ٱللَّهَ
عَلَيْهِ
ۖ
فَمِنْهُم
مَّن
قَضَىٰ
نَحْبَهُۥ
وَمِنْهُم
مَّن
يَنتَظِرُ
ۖ
وَمَا
بَدَّلُوا۟
تَبْدِيلًا
23
mmina
almuu'miniyna
rijaālun
ṣadaquwā
maā
‘aāhaduwā
alllaha
‘alayhi
faminhum
mman
qaḍaāā
naḥbahuū
waminhum
mman
yantaẓiru
wamaā
baddaluwā
tabdiylanā
Di
antara
orang-orang
mukmin
itu,
ada
orang-orang
yang
menepati
apa
yang
telah
mereka
janjikan
kepada
Allah,
maka
di
antara
mereka
ada
yang
gugur.
Dan
di
antara
mereka,
ada
(pula)
yang
menunggu-nunggu[1209]
dan
mereka
tidak
mengubah
(janjinya),
لِّيَجْزِىَ
ٱللَّهُ
ٱلصَّـٰدِقِينَ
بِصِدْقِهِمْ
وَيُعَذِّبَ
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ
إِن
شَآءَ
أَوْ
يَتُوبَ
عَلَيْهِمْ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
كَانَ
غَفُورًا
رَّحِيمًا
24
lliyajziāa
alllahu
alṣṣaādiqiyna
biṣidqihim
wayu‘adzdziba
almunaāfiqiyna
iin
syaā'a
aaw
yatuwba
‘alayhim
iinna
alllaha
kaāna
ghafuwranā
rraḥiymanā
supaya
Allah
memberikan
balasan
kepada
orang-orang
yang
benar
itu
karena
kebenarannya
dan
menyiksa
orang
munafik,
jika
dikehendaki-Nya
atau
menerima
tobat
mereka.
Sesungguhnya
Allah
adalah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
وَرَدَّ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
بِغَيْظِهِمْ
لَمْ
يَنَالُوا۟
خَيْرًا
ۚ
وَكَفَى
ٱللَّهُ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
ٱلْقِتَالَ
ۚ
وَكَانَ
ٱللَّهُ
قَوِيًّا
عَزِيزًا
25
waradda
alllahu
alladziyna
kafaruwā
bighayẓihim
lam
yanaāluwā
khayranā
wakafaā
alllahu
almuu'miniyna
alqitaāla
wakaāna
alllahu
qawiyyanā
‘aziyzanā
Dan
Allah
menghalau
orang-orang
yang
kafir
itu
yang
keadaan
mereka
penuh
kejengkelan,
(lagi)
mereka
tidak
memperoleh
keuntungan
apa
pun.
Dan
Allah
menghindarkan
orang-orang
mukmin
dari
peperangan
[1210].
Dan
adalah
Allah
Maha
Kuat
lagi
Maha
Perkasa.
وَأَنزَلَ
ٱلَّذِينَ
ظَـٰهَرُوهُم
مِّنْ
أَهْلِ
ٱلْكِتَـٰبِ
مِن
صَيَاصِيهِمْ
وَقَذَفَ
فِى
قُلُوبِهِمُ
ٱلرُّعْبَ
فَرِيقًا
تَقْتُلُونَ
وَتَأْسِرُونَ
فَرِيقًا
26
waaanzala
alladziyna
ẓaāharuwhum
mmin
aahli
alkitaābi
min
ṣayaāṣiyhim
waqadzafa
fiā
quluwbihimu
alrru‘ba
fariyqanā
taqtuluwna
wataasiruwna
fariyqanā
Dan
Dia
menurunkan
orang-orang
ahli
kitab
(Bani
Qurayẓah)
yang
membantu
golongan-golongan
yang
bersekutu
dari
benteng-benteng
mereka
dan
Dia
memasukkan
rasa
takut
ke
dalam
hati
mereka.
Sebagian
mereka
kamu
bunuh
dan
sebagian
yang
lain
kamu
tawan
[1211].
وَأَوْرَثَكُمْ
أَرْضَهُمْ
وَدِيَـٰرَهُمْ
وَأَمْوَٰلَهُمْ
وَأَرْضًا
لَّمْ
تَطَـُٔوهَا
ۚ
وَكَانَ
ٱللَّهُ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرًا
27
waaawratsakum
aarḍahum
wadiyaārahum
waaamwaālahum
waaarḍanā
llam
taṭauwhaā
wakaāna
alllahu
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyranā
Dan
Dia
mewariskan
kepada
kamu
tanah-tanah,
rumah-rumah,
dan
harta
benda
mereka,
dan
(begitu
pula)
tanah
yang
belum
kamu
injak
[1212].
Dan
adalah
Allah
Maha
Kuasa
terhadap
segala
sesuatu.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّبِىُّ
قُل
لِّأَزْوَٰجِكَ
إِن
كُنتُنَّ
تُرِدْنَ
ٱلْحَيَوٰةَ
ٱلدُّنْيَا
وَزِينَتَهَا
فَتَعَالَيْنَ
أُمَتِّعْكُنَّ
وَأُسَرِّحْكُنَّ
سَرَاحًا
جَمِيلًا
28
yaāaayyuhaā
alnnabiāāu
qul
lliaazwaājika
iin
kuntunna
turidna
alḥayawāha
alddunyaā
waziynatahaā
fata‘aālayna
aumatti‘kunna
waausarriḥkunna
saraāḥanā
jamiylanā
Hai
Nabi,
katakanlah
kepada
istri-istrimu,
"Jika
kamu
sekalian
mengingini
kehidupan
dunia
dan
perhiasannya,
maka
marilah
supaya
kuberikan
kepadamu
mutah[1213]
dan
aku
ceraikan
kamu
dengan
cara
yang
baik.
وَإِن
كُنتُنَّ
تُرِدْنَ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
وَٱلدَّارَ
ٱلْـَٔاخِرَةَ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
أَعَدَّ
لِلْمُحْسِنَـٰتِ
مِنكُنَّ
أَجْرًا
عَظِيمًا
29
waiin
kuntunna
turidna
alllaha
warasuwlahuū
waalddaāra
alaākhiraha
faiinna
alllaha
aa‘adda
lilmuḥsinaāti
minkunna
aajranā
‘aẓiymanā
Dan
jika
kamu
sekalian
menghendaki
(keridaan)
Allah
dan
rasulnya-Nya
serta
(kesenangan)
di
negeri
akhirat,
maka
sesungguhnya
Allah
menyediakan
bagi
siapa
yang
berbuat
baik
di
antaramu
pahala
yang
besar.
يَـٰنِسَآءَ
ٱلنَّبِىِّ
مَن
يَأْتِ
مِنكُنَّ
بِفَـٰحِشَةٍ
مُّبَيِّنَةٍ
يُضَـٰعَفْ
لَهَا
ٱلْعَذَابُ
ضِعْفَيْنِ
ۚ
وَكَانَ
ذَٰلِكَ
عَلَى
ٱللَّهِ
يَسِيرًا
30
yaānisaā'a
alnnabiāāi
man
yaati
minkunna
bifaāḥisyahin
mmubayyinahin
yuḍaā‘af
lahaā
al‘adzaābu
ḍi‘fayni
wakaāna
dzaālika
‘alaā
alllahi
yasiyranā
Hai
istri-istri
nabi,
siapa-siapa
di
antaramu
yang
mengerjakan
perbuatan
keji
yang
nyata,
niscaya
akan
dilipatgandakan
siksaan
kepada
mereka
dua
kali
lipat.
Dan
adalah
yang
demikian
itu
mudah
bagi
Allah.
۞
وَمَن
يَقْنُتْ
مِنكُنَّ
لِلَّهِ
وَرَسُولِهِۦ
وَتَعْمَلْ
صَـٰلِحًا
نُّؤْتِهَآ
أَجْرَهَا
مَرَّتَيْنِ
وَأَعْتَدْنَا
لَهَا
رِزْقًا
كَرِيمًا
31
waman
yaqnut
minkunna
lillahi
warasuwlihiī
wata‘mal
ṣaāliḥanā
nnuu'tihaā
aajrahaā
marratayni
waaa‘tadnaā
lahaā
rizqanā
kariymanā
Dan
barang
siapa
di
antara
kamu
sekalian
(istri-istri
nabi)
tetap
taat
kepada
Allah
dan
rasul-Nya
dan
mengerjakan
amal
yang
saleh,
niscaya
Kami
memberikan
kepadanya
pahala
dua
kali
lipat
dan
Kami
sediakan
baginya
rezeki
yang
mulia.
يَـٰنِسَآءَ
ٱلنَّبِىِّ
لَسْتُنَّ
كَأَحَدٍ
مِّنَ
ٱلنِّسَآءِ
ۚ
إِنِ
ٱتَّقَيْتُنَّ
فَلَا
تَخْضَعْنَ
بِٱلْقَوْلِ
فَيَطْمَعَ
ٱلَّذِى
فِى
قَلْبِهِۦ
مَرَضٌ
وَقُلْنَ
قَوْلًا
مَّعْرُوفًا
32
yaānisaā'a
alnnabiāāi
lastunna
kaaaḥadin
mmina
alnnisaā'i
iini
attaqaytunna
falaā
takhḍa‘na
bialqawli
fayaṭma‘a
alladziā
fiā
qalbihiī
maraḍun
waqulna
qawlanā
mma‘ruwfanā
Hai
istri-istri
nabi,
kamu
sekalian
tidaklah
seperti
wanita
yang
lain,
jika
kamu
bertakwa.
Maka
janganlah
kamu
tunduk
[1214]
dalam
berbicara
sehingga
berkeinginanlah
orang
yang
ada
penyakit
dalam
hatinya
[1215]
,
dan
ucapkanlah
perkataan
yang
baik,
وَقَرْنَ
فِى
بُيُوتِكُنَّ
وَلَا
تَبَرَّجْنَ
تَبَرُّجَ
ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ
ٱلْأُولَىٰ
ۖ
وَأَقِمْنَ
ٱلصَّلَوٰةَ
وَءَاتِينَ
ٱلزَّكَوٰةَ
وَأَطِعْنَ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥٓ
ۚ
إِنَّمَا
يُرِيدُ
ٱللَّهُ
لِيُذْهِبَ
عَنكُمُ
ٱلرِّجْسَ
أَهْلَ
ٱلْبَيْتِ
وَيُطَهِّرَكُمْ
تَطْهِيرًا
33
waqarna
fiā
buyuwtikunna
walaā
tabarrajna
tabarruja
aljaāhiliyyahi
alauwlaāā
waaaqimna
alṣṣalawāha
wa'aātiyna
alzzakawāha
waaaṭi‘na
alllaha
warasuwlahuū
iinnamaā
yuriydu
alllahu
liyudzhiba
‘ankumu
alrrijsa
aahla
albayti
wayuṭahhirakum
taṭhiyranā
dan
hendaklah
kamu
tetap
di
rumahmu
[1216],
dan
janganlah
kamu
berhias
dan
bertingkah
laku
seperti
orang-orang
Jahiliah
yang
dahulu
[1217],
dan
dirikanlah
salat,
tunaikanlah
zakat,
dan
taatilah
Allah
dan
rasul-Nya.
Sesungguhnya
Allah
bermaksud
hendak
menghilangkan
dosa
dari
kamu,
Hai
Ahlulbait
[1218]
dan
membersihkan
kamu
sebersih-bersihnya.
وَٱذْكُرْنَ
مَا
يُتْلَىٰ
فِى
بُيُوتِكُنَّ
مِنْ
ءَايَـٰتِ
ٱللَّهِ
وَٱلْحِكْمَةِ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
كَانَ
لَطِيفًا
خَبِيرًا
34
waadzkurna
maā
yutlaāā
fiā
buyuwtikunna
min
'aāyaāti
alllahi
waalḥikmahi
iinna
alllaha
kaāna
laṭiyfanā
khabiyranā
Dan
ingatlah
apa
yang
dibacakan
di
rumahmu
dari
ayat-ayat
Allah
dan
hikmah
(sunah
nabimu).
Sesungguhnya
Allah
adalah
Maha
Lembut
lagi
Maha
Mengetahui.
إِنَّ
ٱلْمُسْلِمِينَ
وَٱلْمُسْلِمَـٰتِ
وَٱلْمُؤْمِنِينَ
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ
وَٱلْقَـٰنِتِينَ
وَٱلْقَـٰنِتَـٰتِ
وَٱلصَّـٰدِقِينَ
وَٱلصَّـٰدِقَـٰتِ
وَٱلصَّـٰبِرِينَ
وَٱلصَّـٰبِرَٰتِ
وَٱلْخَـٰشِعِينَ
وَٱلْخَـٰشِعَـٰتِ
وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ
وَٱلْمُتَصَدِّقَـٰتِ
وَٱلصَّـٰٓئِمِينَ
وَٱلصَّـٰٓئِمَـٰتِ
وَٱلْحَـٰفِظِينَ
فُرُوجَهُمْ
وَٱلْحَـٰفِظَـٰتِ
وَٱلذَّٰكِرِينَ
ٱللَّهَ
كَثِيرًا
وَٱلذَّٰكِرَٰتِ
أَعَدَّ
ٱللَّهُ
لَهُم
مَّغْفِرَةً
وَأَجْرًا
عَظِيمًا
35
iinna
almuslimiyna
waalmuslimaāti
waalmuu'miniyna
waalmuu'minaāti
waalqaānitiyna
waalqaānitaāti
waalṣṣaādiqiyna
waalṣṣaādiqaāti
waalṣṣaābiriyna
waalṣṣaābiraāti
waalkhaāsyi‘iyna
waalkhaāsyi‘aāti
waalmutaṣaddiqiyna
waalmutaṣaddiqaāti
waalṣṣaāi'imiyna
waalṣṣaāi'imaāti
waalḥaāfiẓiyna
furuwjahum
waalḥaāfiẓaāti
waaldzdzaākiriyna
alllaha
katsiyranā
waaldzdzaākiraāti
aa‘adda
alllahu
lahum
mmaghfirahan
waaajranā
‘aẓiymanā
Sesungguhnya
laki-laki
dan
perempuan
yang
muslim,
laki-laki
dan
perempuan
yang
mukmin
[1219],
laki-laki
dan
perempuan
yang
tetap
dalam
ketaatannya,
laki-laki
dan
perempuan
yang
benar,
laki-laki
dan
perempuan
yang
sabar,
laki-laki
dan
perempuan
yang
khusyuk,
laki-laki
dan
perempuan
yang
bersedekah,
laki-laki
dan
perempuan
yang
berpuasa,
laki-laki
dan
perempuan
yang
memelihara
kehormatannya,
laki-laki
dan
perempuan
yang
banyak
menyebut
(nama)
Allah,
Allah
telah
menyediakan
untuk
mereka
ampunan
dan
pahala
yang
besar.
وَمَا
كَانَ
لِمُؤْمِنٍ
وَلَا
مُؤْمِنَةٍ
إِذَا
قَضَى
ٱللَّهُ
وَرَسُولُهُۥٓ
أَمْرًا
أَن
يَكُونَ
لَهُمُ
ٱلْخِيَرَةُ
مِنْ
أَمْرِهِمْ
ۗ
وَمَن
يَعْصِ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
فَقَدْ
ضَلَّ
ضَلَـٰلًا
مُّبِينًا
36
wamaā
kaāna
limuu'minin
walaā
muu'minahin
iidzaā
qaḍaā
alllahu
warasuwluhuū
aamranā
aan
yakuwna
lahumu
alkhiyarahu
min
aamrihim
waman
ya‘ṣi
alllaha
warasuwlahuū
faqad
ḍalla
ḍalaālanā
mmubiynanā
Dan
tidaklah
patut
bagi
laki-laki
yang
mukmin
dan
tidak
(pula)
bagi
perempuan
yang
mukmin,
apabila
Allah
dan
rasul-Nya
telah
menetapkan
suatu
ketetapan
akan
ada
bagi
mereka
pilihan
(yang
lain)
tentang
urusan
mereka.
Dan
barang
siapa
mendurhakai
Allah
dan
rasul-Nya,
maka
sungguhlah
dia
telah
sesat,
sesat
yang
nyata.
وَإِذْ
تَقُولُ
لِلَّذِىٓ
أَنْعَمَ
ٱللَّهُ
عَلَيْهِ
وَأَنْعَمْتَ
عَلَيْهِ
أَمْسِكْ
عَلَيْكَ
زَوْجَكَ
وَٱتَّقِ
ٱللَّهَ
وَتُخْفِى
فِى
نَفْسِكَ
مَا
ٱللَّهُ
مُبْدِيهِ
وَتَخْشَى
ٱلنَّاسَ
وَٱللَّهُ
أَحَقُّ
أَن
تَخْشَىٰهُ
ۖ
فَلَمَّا
قَضَىٰ
زَيْدٌ
مِّنْهَا
وَطَرًا
زَوَّجْنَـٰكَهَا
لِكَىْ
لَا
يَكُونَ
عَلَى
ٱلْمُؤْمِنِينَ
حَرَجٌ
فِىٓ
أَزْوَٰجِ
أَدْعِيَآئِهِمْ
إِذَا
قَضَوْا۟
مِنْهُنَّ
وَطَرًا
ۚ
وَكَانَ
أَمْرُ
ٱللَّهِ
مَفْعُولًا
37
waiidz
taquwlu
lilladziā
aan‘ama
alllahu
‘alayhi
waaan‘amta
‘alayhi
aamsik
‘alayka
zawjaka
waattaqi
alllaha
watukhfiā
fiā
nafsika
maā
alllahu
mubdiyhi
watakhsyaā
alnnaāsa
waalllahu
aaḥaqqu
aan
takhsyaāāhu
falammaā
qaḍaāā
zaydun
mminhaā
waṭaranā
zawwajnaākahaā
likaā
laā
yakuwna
‘alaā
almuu'miniyna
ḥarajun
fiā
aazwaāji
aad‘iyaāi'ihim
iidzaā
qaḍawā
minhunna
waṭaranā
wakaāna
aamru
alllahi
maf‘uwlanā
Dan
(ingatlah),
ketika
kamu
berkata
kepada
orang
yang
Allah
telah
melimpahkan
nikmat
kepadanya
dan
kamu
(juga)
telah
memberi
nikmat
kepadanya,
"Tahanlah
terus
istrimu
dan
bertakwalah
kepada
Allah",
sedang
kamu
menyembunyikan
di
dalam
hatimu
apa
yang
Allah
akan
menyatakannya
dan
kamu
takut
kepada
manusia,
sedang
Allah-lah
yang
lebih
berhak
untuk
kamu
takuti.
Maka
tatkala
Zaid
telah
mengakhiri
keperluan
terhadap
istrinya
(menceraikannya),
Kami
kawinkan
kamu
dengan
dia
[1220]
supaya
tidak
ada
keberatan
bagi
orang
mukmin
untuk
(mengawini)
istri-istri
anak-anak
angkat
mereka,
apabila
anak-anak
angkat
itu
telah
menyelesaikan
keperluannya
daripada
istrinya
[1221].
Dan
adalah
ketetapan
Allah
itu
pasti
terjadi.
مَّا
كَانَ
عَلَى
ٱلنَّبِىِّ
مِنْ
حَرَجٍ
فِيمَا
فَرَضَ
ٱللَّهُ
لَهُۥ
ۖ
سُنَّةَ
ٱللَّهِ
فِى
ٱلَّذِينَ
خَلَوْا۟
مِن
قَبْلُ
ۚ
وَكَانَ
أَمْرُ
ٱللَّهِ
قَدَرًا
مَّقْدُورًا
38
mmaā
kaāna
‘alaā
alnnabiāāi
min
ḥarajin
fiymaā
faraḍa
alllahu
lahuū
sunnaha
alllahi
fiā
alladziyna
khalawā
min
qablu
wakaāna
aamru
alllahi
qadaranā
mmaqduwranā
Tidak
ada
suatu
keberatanpun
atas
nabi
tentang
apa
yang
telah
ditetapkan
Allah
baginya.
(Allah
telah
menetapkan
yang
demikian)
sebagai
sunah-Nya
pada
nabi-nabi
yang
telah
berlalu
dahulu
[1222].
Dan
adalah
ketetapan
Allah
itu
suatu
ketetapan
yang
pasti
berlaku,
ٱلَّذِينَ
يُبَلِّغُونَ
رِسَـٰلَـٰتِ
ٱللَّهِ
وَيَخْشَوْنَهُۥ
وَلَا
يَخْشَوْنَ
أَحَدًا
إِلَّا
ٱللَّهَ
ۗ
وَكَفَىٰ
بِٱللَّهِ
حَسِيبًا
39
alladziyna
yuballighuwna
risaālaāti
alllahi
wayakhsyawnahuū
walaā
yakhsyawna
aaḥadanā
iillaā
alllaha
wakafaāā
bialllahi
ḥasiybanā
(yaitu)
orang-orang
yang
menyampaikan
risalah-risalah
Allah
[1223];
mereka
takut
kepada-Nya
dan
mereka
tiada
merasa
takut
kepada
seorang(pun)
selain
kepada
Allah.
Dan
cukuplah
Allah
sebagai
Pembuat
Perhitungan.
مَّا
كَانَ
مُحَمَّدٌ
أَبَآ
أَحَدٍ
مِّن
رِّجَالِكُمْ
وَلَـٰكِن
رَّسُولَ
ٱللَّهِ
وَخَاتَمَ
ٱلنَّبِيِّـۧنَ
ۗ
وَكَانَ
ٱللَّهُ
بِكُلِّ
شَىْءٍ
عَلِيمًا
40
mmaā
kaāna
muḥammadun
aabaā
aaḥadin
mmin
rrijaālikum
walaākin
rrasuwla
alllahi
wakhaātama
alnnabiyyina
wakaāna
alllahu
bikulli
syaā'in
‘aliymanā
Muhammad
itu
sekali-kali
bukanlah
bapak
dari
seorang
laki-laki
di
antara
kamu
[1224],
tetapi
dia
adalah
Rasulullah
dan
penutup
nabi-nabi.
Dan
adalah
Allah
Maha
Mengetahui
segala
sesuatu.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ٱذْكُرُوا۟
ٱللَّهَ
ذِكْرًا
كَثِيرًا
41
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
adzkuruwā
alllaha
dzikranā
katsiyranā
Hai
orang-orang
yang
beriman,
berzikirlah
(dengan
menyebut
nama)
Allah;
zikir
yang
sebanyak-banyaknya.
وَسَبِّحُوهُ
بُكْرَةً
وَأَصِيلًا
42
wasabbiḥuwhu
bukrahan
waaaṣiylanā
Dan
bertasbihlah
kepada-Nya
pada
waktu
pagi
dan
petang.
هُوَ
ٱلَّذِى
يُصَلِّى
عَلَيْكُمْ
وَمَلَـٰٓئِكَتُهُۥ
لِيُخْرِجَكُم
مِّنَ
ٱلظُّلُمَـٰتِ
إِلَى
ٱلنُّورِ
ۚ
وَكَانَ
بِٱلْمُؤْمِنِينَ
رَحِيمًا
43
huwa
alladziā
yuṣalliā
‘alaykum
wamalaāi'ikatuhuū
liyukhrijakum
mmina
alẓẓulumaāti
iilaā
alnnuwri
wakaāna
bialmuu'miniyna
raḥiymanā
Dia-lah
yang
memberi
rahmat
kepadamu
dan
malaikat-Nya
(memohonkan
ampunan
untukmu),
supaya
Dia
mengeluarkan
kamu
dari
kegelapan
kepada
cahaya
(yang
terang).
Dan
adalah
Dia
Maha
Penyayang
kepada
orang-orang
yang
beriman.
تَحِيَّتُهُمْ
يَوْمَ
يَلْقَوْنَهُۥ
سَلَـٰمٌ
ۚ
وَأَعَدَّ
لَهُمْ
أَجْرًا
كَرِيمًا
44
taḥiyyatuhum
yawma
yalqawnahuū
salaāmun
waaa‘adda
lahum
aajranā
kariymanā
Salam
penghormatan
kepada
mereka
(orang-orang
mukmin
itu)
pada
hari
mereka
menemui-Nya
ialah,
"Salām"
[1225]
dan
Dia
menyediakan
pahala
yang
mulia
bagi
mereka.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّبِىُّ
إِنَّآ
أَرْسَلْنَـٰكَ
شَـٰهِدًا
وَمُبَشِّرًا
وَنَذِيرًا
45
yaāaayyuhaā
alnnabiāāu
iinnaā
aarsalnaāka
syaāhidanā
wamubasysyiranā
wanadziyranā
Hai
Nabi,
sesungguhnya
Kami
mengutusmu
untuk
jadi
saksi
dan
pembawa
kabar
gembira
dan
pemberi
peringatan,
وَدَاعِيًا
إِلَى
ٱللَّهِ
بِإِذْنِهِۦ
وَسِرَاجًا
مُّنِيرًا
46
wadaā‘iyanā
iilaā
alllahi
biiidznihiī
wasiraājanā
mmuniyranā
dan
untuk
menjadi
penyeru
kepada
agama
Allah
dengan
izin-Nya
dan
untuk
menjadi
cahaya
yang
menerangi.
وَبَشِّرِ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
بِأَنَّ
لَهُم
مِّنَ
ٱللَّهِ
فَضْلًا
كَبِيرًا
47
wabasysyiri
almuu'miniyna
biaanna
lahum
mmina
alllahi
faḍlanā
kabiyranā
Dan
sampaikanlah
berita
gembira
kepada
orang-orang
mukmin
bahwa
sesungguhnya
bagi
mereka
karunia
yang
besar
dari
Allah.
وَلَا
تُطِعِ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ
وَدَعْ
أَذَىٰهُمْ
وَتَوَكَّلْ
عَلَى
ٱللَّهِ
ۚ
وَكَفَىٰ
بِٱللَّهِ
وَكِيلًا
48
walaā
tuṭi‘i
alkaāfiriyna
waalmunaāfiqiyna
wada‘
aadzaāāhum
watawakkal
‘alaā
alllahi
wakafaāā
bialllahi
wakiylanā
Dan
janganlah
kamu
menuruti
orang-orang
yang
kafir
dan
orang-orang
munafik
itu;
janganlah
kamu
hiraukan
gangguan
mereka
dan
bertawakallah
kepada
Allah.
Dan
cukuplah
Allah
sebagai
Pelindung.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِذَا
نَكَحْتُمُ
ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ
ثُمَّ
طَلَّقْتُمُوهُنَّ
مِن
قَبْلِ
أَن
تَمَسُّوهُنَّ
فَمَا
لَكُمْ
عَلَيْهِنَّ
مِنْ
عِدَّةٍ
تَعْتَدُّونَهَا
ۖ
فَمَتِّعُوهُنَّ
وَسَرِّحُوهُنَّ
سَرَاحًا
جَمِيلًا
49
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
iidzaā
nakaḥtumu
almuu'minaāti
tsumma
ṭallaqtumuwhunna
min
qabli
aan
tamassuwhunna
famaā
lakum
‘alayhinna
min
‘iddahin
ta‘tadduwnahaā
famatti‘uwhunna
wasarriḥuwhunna
saraāḥanā
jamiylanā
Hai
orang-orang
yang
beriman,
apabila
kamu
menikahi
perempuan-perempuan
yang
beriman,
kemudian
kamu
ceraikan
mereka
sebelum
kamu
mencampurinya,
maka
sekali-sekali
tidak
wajib
atas
mereka
idah
bagimu
yang
kamu
minta
menyempurnakannya.
Maka
berilah
mereka
mutah
[1226]
dan
lepaskanlah
mereka
itu
dengan
cara
yang
sebaik-baiknya.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّبِىُّ
إِنَّآ
أَحْلَلْنَا
لَكَ
أَزْوَٰجَكَ
ٱلَّـٰتِىٓ
ءَاتَيْتَ
أُجُورَهُنَّ
وَمَا
مَلَكَتْ
يَمِينُكَ
مِمَّآ
أَفَآءَ
ٱللَّهُ
عَلَيْكَ
وَبَنَاتِ
عَمِّكَ
وَبَنَاتِ
عَمَّـٰتِكَ
وَبَنَاتِ
خَالِكَ
وَبَنَاتِ
خَـٰلَـٰتِكَ
ٱلَّـٰتِى
هَاجَرْنَ
مَعَكَ
وَٱمْرَأَةً
مُّؤْمِنَةً
إِن
وَهَبَتْ
نَفْسَهَا
لِلنَّبِىِّ
إِنْ
أَرَادَ
ٱلنَّبِىُّ
أَن
يَسْتَنكِحَهَا
خَالِصَةً
لَّكَ
مِن
دُونِ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
ۗ
قَدْ
عَلِمْنَا
مَا
فَرَضْنَا
عَلَيْهِمْ
فِىٓ
أَزْوَٰجِهِمْ
وَمَا
مَلَكَتْ
أَيْمَـٰنُهُمْ
لِكَيْلَا
يَكُونَ
عَلَيْكَ
حَرَجٌ
ۗ
وَكَانَ
ٱللَّهُ
غَفُورًا
رَّحِيمًا
50
yaāaayyuhaā
alnnabiāāu
iinnaā
aaḥlalnaā
laka
aazwaājaka
allaātiā
'aātayta
aujuwrahunna
wamaā
malakat
yamiynuka
mimmaā
aafaā'a
alllahu
‘alayka
wabanaāti
‘ammika
wabanaāti
‘ammaātika
wabanaāti
khaālika
wabanaāti
khaālaātika
allaātiā
haājarna
ma‘aka
waamraaahan
mmuu'minahan
iin
wahabat
nafsahaā
lilnnabiāāi
iin
aaraāda
alnnabiāāu
aan
yastankiḥahaā
khaāliṣahan
llaka
min
duwni
almuu'miniyna
qad
‘alimnaā
maā
faraḍnaā
‘alayhim
fiā
aazwaājihim
wamaā
malakat
aaymaānuhum
likaylaā
yakuwna
‘alayka
ḥarajun
wakaāna
alllahu
ghafuwranā
rraḥiymanā
Hai
Nabi,
sesungguhnya
Kami
telah
menghalalkan
bagimu
istri-istrimu
yang
telah
kamu
berikan
mas
kawinnya,
dan
hamba
sahaya
yang
kamu
miliki
yang
termasuk
apa
yang
kamu
peroleh
dalam
peperangan
yang
dikaruniakan
Allah
untukmu,
dan
(demikian
pula)
anak-anak
perempuan
dari
saudara
laki-laki
bapakmu,
anak-anak
perempuan
dari
saudara
perempuan
bapakmu,
anak-anak
perempuan
dari
saudara
laki-laki
ibumu,
dan
anak-anak
perempuan
dari
saudara
perempuan
ibumu
yang
turut
hijrah
bersama
kamu,
dan
perempuan
mukmin
yang
menyerahkan
dirinya
kepada
nabi
kalau
nabi
mau
mengawininya
sebagai
pengkhususan
bagimu,
bukan
untuk
semua
orang
mukmin.
Sesungguhnya
Kami
telah
mengetahui
apa
yang
Kami
wajibkan
kepada
mereka
tentang
istri-istri
mereka
dan
hamba
sahaya
yang
mereka
miliki
supaya
tidak
menjadi
kesempitan
bagimu.
Dan
adalah
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
۞
تُرْجِى
مَن
تَشَآءُ
مِنْهُنَّ
وَتُـْٔوِىٓ
إِلَيْكَ
مَن
تَشَآءُ
ۖ
وَمَنِ
ٱبْتَغَيْتَ
مِمَّنْ
عَزَلْتَ
فَلَا
جُنَاحَ
عَلَيْكَ
ۚ
ذَٰلِكَ
أَدْنَىٰٓ
أَن
تَقَرَّ
أَعْيُنُهُنَّ
وَلَا
يَحْزَنَّ
وَيَرْضَيْنَ
بِمَآ
ءَاتَيْتَهُنَّ
كُلُّهُنَّ
ۚ
وَٱللَّهُ
يَعْلَمُ
مَا
فِى
قُلُوبِكُمْ
ۚ
وَكَانَ
ٱللَّهُ
عَلِيمًا
حَلِيمًا
51
turjiā
man
tasyaā'u
minhunna
watuwiā
iilayka
man
tasyaā'u
wamani
abtaghayta
mimman
‘azalta
falaā
junaāḥa
‘alayka
dzaālika
aadnaāā
aan
taqarra
aa‘yunuhunna
walaā
yaḥzanna
wayarḍayna
bimaā
'aātaytahunna
kulluhunna
waalllahu
ya‘lamu
maā
fiā
quluwbikum
wakaāna
alllahu
‘aliymanā
ḥaliymanā
Kamu
boleh
menangguhkan
menggauli
siapa
yang
kamu
kehendaki
di
antara
mereka
(istri-istrimu)
dan
(boleh
pula)
menggauli
siapa
yang
kamu
kehendaki.
Dan
siapa-siapa
yang
kamu
ingini
untuk
menggaulinya
kembali
dari
perempuan
yang
telah
kamu
cerai,
maka
tidak
ada
dosa
bagimu.
Yang
demikian
itu
adalah
lebih
dekat
untuk
ketenangan
hati
mereka,
dan
mereka
tidak
merasa
sedih,
dan
semuanya
rela
dengan
apa
yang
telah
kamu
berikan
kepada
mereka.
Dan
Allah
mengetahui
apa
yang
(tersimpan)
dalam
hatimu.
Dan
adalah
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Penyantun
[1227].
لَّا
يَحِلُّ
لَكَ
ٱلنِّسَآءُ
مِنۢ
بَعْدُ
وَلَآ
أَن
تَبَدَّلَ
بِهِنَّ
مِنْ
أَزْوَٰجٍ
وَلَوْ
أَعْجَبَكَ
حُسْنُهُنَّ
إِلَّا
مَا
مَلَكَتْ
يَمِينُكَ
ۗ
وَكَانَ
ٱللَّهُ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
رَّقِيبًا
52
llaā
yaḥillu
laka
alnnisaā'u
min
ba‘du
walaā
aan
tabaddala
bihinna
min
aazwaājin
walaw
aa‘jabaka
ḥusnuhunna
iillaā
maā
malakat
yamiynuka
wakaāna
alllahu
‘alaāā
kulli
syaā'in
rraqiybanā
Tidak
halal
bagimu
mengawini
perempuan-perempuan
sesudah
itu
dan
tidak
boleh
(pula)
mengganti
mereka
dengan
istri-istri
(yang
lain),
meskipun
kecantikannya
menarik
hatimu,
kecuali
perempuan-perempuan
(hamba
sahaya)
yang
kamu
miliki.
Dan
adalah
Allah
Maha
Mengawasi
segala
sesuatu
[1228].
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَا
تَدْخُلُوا۟
بُيُوتَ
ٱلنَّبِىِّ
إِلَّآ
أَن
يُؤْذَنَ
لَكُمْ
إِلَىٰ
طَعَامٍ
غَيْرَ
نَـٰظِرِينَ
إِنَىٰهُ
وَلَـٰكِنْ
إِذَا
دُعِيتُمْ
فَٱدْخُلُوا۟
فَإِذَا
طَعِمْتُمْ
فَٱنتَشِرُوا۟
وَلَا
مُسْتَـْٔنِسِينَ
لِحَدِيثٍ
ۚ
إِنَّ
ذَٰلِكُمْ
كَانَ
يُؤْذِى
ٱلنَّبِىَّ
فَيَسْتَحْىِۦ
مِنكُمْ
ۖ
وَٱللَّهُ
لَا
يَسْتَحْىِۦ
مِنَ
ٱلْحَقِّ
ۚ
وَإِذَا
سَأَلْتُمُوهُنَّ
مَتَـٰعًا
فَسْـَٔلُوهُنَّ
مِن
وَرَآءِ
حِجَابٍ
ۚ
ذَٰلِكُمْ
أَطْهَرُ
لِقُلُوبِكُمْ
وَقُلُوبِهِنَّ
ۚ
وَمَا
كَانَ
لَكُمْ
أَن
تُؤْذُوا۟
رَسُولَ
ٱللَّهِ
وَلَآ
أَن
تَنكِحُوٓا۟
أَزْوَٰجَهُۥ
مِنۢ
بَعْدِهِۦٓ
أَبَدًا
ۚ
إِنَّ
ذَٰلِكُمْ
كَانَ
عِندَ
ٱللَّهِ
عَظِيمًا
53
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
laā
tadkhuluwā
buyuwta
alnnabiāāi
iillaā
aan
yuu'dzana
lakum
iilaāā
ṭa‘aāmin
ghayra
naāẓiriyna
iinaāāhu
walaākin
iidzaā
du‘iytum
faadkhuluwā
faiidzaā
ṭa‘imtum
faantasyiruwā
walaā
mustanisiyna
liḥadiytsin
iinna
dzaālikum
kaāna
yuu'dziā
alnnabiāāa
fayastaḥāiī
minkum
waalllahu
laā
yastaḥāiī
mina
alḥaqqi
waiidzaā
saaaltumuwhunna
mataā‘anā
fasaluwhunna
min
waraā'i
ḥijaābin
dzaālikum
aaṭharu
liquluwbikum
waquluwbihinna
wamaā
kaāna
lakum
aan
tuu'dzuwā
rasuwla
alllahi
walaā
aan
tankiḥuwā
aazwaājahuū
min
ba‘dihiī
aabadanā
iinna
dzaālikum
kaāna
‘inda
alllahi
‘aẓiymanā
Hai
orang-orang
yang
beriman,
janganlah
kamu
memasuki
rumah-rumah
nabi,
kecuali
bila
kamu
diizinkan
untuk
makan
dengan
tidak
menunggu-nunggu
waktu
masak
(makanannya)
[1229],
tetapi
jika
kamu
diundang,
maka
masuklah
dan
bila
kamu
selesai
makan,
keluarlah
kamu
tanpa
asyik
memperpanjang
percakapan.
Sesungguhnya
yang
demikian
itu
akan
mengganggu
nabi,
lalu
nabi
malu
kepadamu
(untuk
menyuruh
kamu
keluar)
dan
Allah
tidak
malu
(menerangkan)
yang
benar.
Apabila
kamu
meminta
sesuatu
(keperluan)
kepada
mereka
(istri-istri
nabi),
maka
mintalah
dari
belakang
tabir.
Cara
yang
demikian
itu
lebih
suci
bagi
hatimu
dan
hati
mereka.
Dan
tidak
boleh
kamu
menyakiti
(hati)
Rasulullah
dan
tidak
(pula)
mengawini
istri-istrinya
selama-lamanya
sesudah
ia
wafat.
Sesungguhnya
perbuatan
itu
adalah
amat
besar
(dosanya)
di
sisi
Allah.
إِن
تُبْدُوا۟
شَيْـًٔا
أَوْ
تُخْفُوهُ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
كَانَ
بِكُلِّ
شَىْءٍ
عَلِيمًا
54
iin
tubduwā
syayanā
aaw
tukhfuwhu
faiinna
alllaha
kaāna
bikulli
syaā'in
‘aliymanā
Jika
kamu
melahirkan
sesuatu
atau
menyembunyikannya,
maka
sesungguhnya
Allah
adalah
Maha
Mengetahui
segala
sesuatu.
لَّا
جُنَاحَ
عَلَيْهِنَّ
فِىٓ
ءَابَآئِهِنَّ
وَلَآ
أَبْنَآئِهِنَّ
وَلَآ
إِخْوَٰنِهِنَّ
وَلَآ
أَبْنَآءِ
إِخْوَٰنِهِنَّ
وَلَآ
أَبْنَآءِ
أَخَوَٰتِهِنَّ
وَلَا
نِسَآئِهِنَّ
وَلَا
مَا
مَلَكَتْ
أَيْمَـٰنُهُنَّ
ۗ
وَٱتَّقِينَ
ٱللَّهَ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
كَانَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
شَهِيدًا
55
llaā
junaāḥa
‘alayhinna
fiā
'aābaāi'ihinna
walaā
aabnaāi'ihinna
walaā
iikhwaānihinna
walaā
aabnaā'i
iikhwaānihinna
walaā
aabnaā'i
aakhawaātihinna
walaā
nisaāi'ihinna
walaā
maā
malakat
aaymaānuhunna
waattaqiyna
alllaha
iinna
alllaha
kaāna
‘alaāā
kulli
syaā'in
syahiydanā
Tidak
ada
dosa
atas
istri-istri
nabi
(untuk
berjumpa
tanpa
tabir)
dengan
bapak-bapak
mereka,
anak-anak
laki-laki
mereka,
saudara
laki-laki
mereka,
anak
laki-laki
dari
saudara
laki-laki
mereka,
anak
laki-laki
dari
saudara
mereka
yang
perempuan,
perempuan-perempuan
yang
beriman,
dan
hamba
sahaya
yang
mereka
miliki,
dan
bertakwalah
kamu
(hai
istri-istri
nabi)
kepada
Allah.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Menyaksikan
segala
sesuatu.
إِنَّ
ٱللَّهَ
وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ
يُصَلُّونَ
عَلَى
ٱلنَّبِىِّ
ۚ
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
صَلُّوا۟
عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا۟
تَسْلِيمًا
56
iinna
alllaha
wamalaāi'ikatahuū
yuṣalluwna
‘alaā
alnnabiāāi
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
ṣalluwā
‘alayhi
wasallimuwā
tasliymanā
Sesungguhnya
Allah
dan
malaikat-malaikat-Nya
berselawat
untuk
nabi
[1230].
Hai
orang-orang
yang
beriman,
berselawatlah
kamu
untuk
nabi
dan
ucapkanlah
salam
penghormatan
kepadanya
[1231].
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يُؤْذُونَ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
لَعَنَهُمُ
ٱللَّهُ
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةِ
وَأَعَدَّ
لَهُمْ
عَذَابًا
مُّهِينًا
57
iinna
alladziyna
yuu'dzuwna
alllaha
warasuwlahuū
la‘anahumu
alllahu
fiā
alddunyaā
waalaākhirahi
waaa‘adda
lahum
‘adzaābanā
mmuhiynanā
Sesungguhnya
orang-orang
yang
menyakiti
Allah
dan
rasul-Nya
[1232],
Allah
akan
melaknatinya
di
dunia
dan
di
akhirat
dan
menyediakan
baginya
siksa
yang
menghinakan.
وَٱلَّذِينَ
يُؤْذُونَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ
بِغَيْرِ
مَا
ٱكْتَسَبُوا۟
فَقَدِ
ٱحْتَمَلُوا۟
بُهْتَـٰنًا
وَإِثْمًا
مُّبِينًا
58
waalladziyna
yuu'dzuwna
almuu'miniyna
waalmuu'minaāti
bighayri
maā
aktasabuwā
faqadi
aḥtamaluwā
buhtaānanā
waiitsmanā
mmubiynanā
Dan
orang-orang
yang
menyakiti
orang-orang
yang
mukmin
dan
mukminat
tanpa
kesalahan
yang
mereka
perbuat,
maka
sesungguhnya
mereka
telah
memikul
kebohongan
dan
dosa
yang
nyata.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّبِىُّ
قُل
لِّأَزْوَٰجِكَ
وَبَنَاتِكَ
وَنِسَآءِ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
يُدْنِينَ
عَلَيْهِنَّ
مِن
جَلَـٰبِيبِهِنَّ
ۚ
ذَٰلِكَ
أَدْنَىٰٓ
أَن
يُعْرَفْنَ
فَلَا
يُؤْذَيْنَ
ۗ
وَكَانَ
ٱللَّهُ
غَفُورًا
رَّحِيمًا
59
yaāaayyuhaā
alnnabiāāu
qul
lliaazwaājika
wabanaātika
wanisaā'i
almuu'miniyna
yudniyna
‘alayhinna
min
jalaābiybihinna
dzaālika
aadnaāā
aan
yu‘rafna
falaā
yuu'dzayna
wakaāna
alllahu
ghafuwranā
rraḥiymanā
Hai
Nabi,
katakanlah
kepada
istri-istrimu,
anak-anak
perempuanmu,
dan
istri-istri
orang
mukmin,
"Hendaklah
mereka
mengulurkan
jilbabnya
[1233]
ke
seluruh
tubuh
mereka".
Yang
demikian
itu
supaya
mereka
lebih
mudah
untuk
dikenal
karena
itu
mereka
tidak
diganggu.
Dan
Allah
adalah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
۞
لَّئِن
لَّمْ
يَنتَهِ
ٱلْمُنَـٰفِقُونَ
وَٱلَّذِينَ
فِى
قُلُوبِهِم
مَّرَضٌ
وَٱلْمُرْجِفُونَ
فِى
ٱلْمَدِينَةِ
لَنُغْرِيَنَّكَ
بِهِمْ
ثُمَّ
لَا
يُجَاوِرُونَكَ
فِيهَآ
إِلَّا
قَلِيلًا
60
llai'in
llam
yantahi
almunaāfiquwna
waalladziyna
fiā
quluwbihim
mmaraḍun
waalmurjifuwna
fiā
almadiynahi
lanughriyannaka
bihim
tsumma
laā
yujaāwiruwnaka
fiyhaā
iillaā
qaliylanā
Sesungguhnya
jika
tidak
berhenti
orang-orang
munafik,
orang-orang
yang
berpenyakit
dalam
hatinya,
dan
orang-orang
yang
menyebarkan
kabar
bohong
di
Madinah
(dari
menyakitimu),
niscaya
Kami
perintahkan
kamu
(untuk
memerangi)
mereka,
kemudian
mereka
tidak
menjadi
tetanggamu
(di
Madinah),
melainkan
dalam
waktu
yang
sebentar,
مَّلْعُونِينَ
ۖ
أَيْنَمَا
ثُقِفُوٓا۟
أُخِذُوا۟
وَقُتِّلُوا۟
تَقْتِيلًا
61
mmal‘uwniyna
aaynamaā
tsuqifuwā
aukhidzuwā
waquttiluwā
taqtiylanā
dalam
keadaan
terlaknat.
Di
mana
saja
mereka
dijumpai,
mereka
ditangkap
dan
dibunuh
dengan
sehebat-hebatnya.
سُنَّةَ
ٱللَّهِ
فِى
ٱلَّذِينَ
خَلَوْا۟
مِن
قَبْلُ
ۖ
وَلَن
تَجِدَ
لِسُنَّةِ
ٱللَّهِ
تَبْدِيلًا
62
sunnaha
alllahi
fiā
alladziyna
khalawā
min
qablu
walan
tajida
lisunnahi
alllahi
tabdiylanā
Sebagai
sunah
Allah
yang
berlaku
atas
orang-orang
yang
telah
terdahulu
sebelum(mu)
dan
kamu
sekali-kali
tiada
akan
mendapati
perubahan
pada
sunah
Allah.
يَسْـَٔلُكَ
ٱلنَّاسُ
عَنِ
ٱلسَّاعَةِ
ۖ
قُلْ
إِنَّمَا
عِلْمُهَا
عِندَ
ٱللَّهِ
ۚ
وَمَا
يُدْرِيكَ
لَعَلَّ
ٱلسَّاعَةَ
تَكُونُ
قَرِيبًا
63
yasaluka
alnnaāsu
‘ani
alssaā‘ahi
qul
iinnamaā
‘ilmuhaā
‘inda
alllahi
wamaā
yudriyka
la‘alla
alssaā‘aha
takuwnu
qariybanā
Manusia
bertanya
kepadamu
tentang
hari
berbangkit.
Katakanlah,
"Sesungguhnya
pengetahuan
tentang
hari
berbangkit
itu
hanya
di
sisi
Allah".
Dan
tahukah
kamu
(hai
Muhammad),
boleh
jadi
hari
berbangkit
itu
sudah
dekat
waktunya.
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَعَنَ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
وَأَعَدَّ
لَهُمْ
سَعِيرًا
64
iinna
alllaha
la‘ana
alkaāfiriyna
waaa‘adda
lahum
sa‘iyranā
Sesungguhnya
Allah
melaknati
orang-orang
kafir
dan
menyediakan
bagi
mereka
api
yang
menyala-nyala
(neraka),
خَـٰلِدِينَ
فِيهَآ
أَبَدًا
ۖ
لَّا
يَجِدُونَ
وَلِيًّا
وَلَا
نَصِيرًا
65
khaālidiyna
fiyhaā
aabadanā
llaā
yajiduwna
waliyyanā
walaā
naṣiyranā
mereka
kekal
di
dalamnya
selama-lamanya;
mereka
tidak
memperoleh
seorang
pelindung
pun
dan
tidak
(pula)
seorang
penolong.
يَوْمَ
تُقَلَّبُ
وُجُوهُهُمْ
فِى
ٱلنَّارِ
يَقُولُونَ
يَـٰلَيْتَنَآ
أَطَعْنَا
ٱللَّهَ
وَأَطَعْنَا
ٱلرَّسُولَا۠
66
yawma
tuqallabu
wujuwhuhum
fiā
alnnaāri
yaquwluwna
yaālaytanaā
aaṭa‘naā
alllaha
waaaṭa‘naā
alrrasuwlaā
Pada
hari
ketika
muka
mereka
dibolak-balikan
dalam
neraka,
mereka
berkata,
"Alangkah
baiknya,
andaikata
kami
taat
kepada
Allah
dan
taat
(pula)
kepada
rasul".
وَقَالُوا۟
رَبَّنَآ
إِنَّآ
أَطَعْنَا
سَادَتَنَا
وَكُبَرَآءَنَا
فَأَضَلُّونَا
ٱلسَّبِيلَا۠
67
waqaāluwā
rabbanaā
iinnaā
aaṭa‘naā
saādatanaā
wakubaraā'anaā
faaaḍalluwnaā
alssabiylaā
Dan
mereka
berkata,
"Ya
Tuhan
kami,
sesungguhnya
kami
telah
menaati
pemimpin-pemimpin
dan
pembesar-pembesar
kami,
lalu
mereka
menyesatkan
kami
dari
jalan
(yang
benar).
رَبَّنَآ
ءَاتِهِمْ
ضِعْفَيْنِ
مِنَ
ٱلْعَذَابِ
وَٱلْعَنْهُمْ
لَعْنًا
كَبِيرًا
68
rabbanaā
'aātihim
ḍi‘fayni
mina
al‘adzaābi
waal‘anhum
la‘nanā
kabiyranā
Ya
Tuhan
kami,
timpakanlah
kepada
mereka
azab
dua
kali
lipat
dan
kutuklah
mereka
dengan
kutukan
yang
besar".
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَا
تَكُونُوا۟
كَٱلَّذِينَ
ءَاذَوْا۟
مُوسَىٰ
فَبَرَّأَهُ
ٱللَّهُ
مِمَّا
قَالُوا۟
ۚ
وَكَانَ
عِندَ
ٱللَّهِ
وَجِيهًا
69
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
laā
takuwnuwā
kaalladziyna
'aādzawā
muwsaāā
fabarraaahu
alllahu
mimmaā
qaāluwā
wakaāna
‘inda
alllahi
wajiyhanā
Hai
orang-orang
yang
beriman,
janganlah
kamu
menjadi
seperti
orang-orang
yang
menyakiti
Musa;
maka
Allah
membersihkannya
dari
tuduhan-tuduhan
yang
mereka
katakan.
Dan
adalah
dia
seorang
yang
mempunyai
kedudukan
terhormat
di
sisi
Allah.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
وَقُولُوا۟
قَوْلًا
سَدِيدًا
70
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
attaquwā
alllaha
waquwluwā
qawlanā
sadiydanā
Hai
orang-orang
yang
beriman,
bertakwalah
kamu
kepada
Allah
dan
katakanlah
perkataan
yang
benar,
يُصْلِحْ
لَكُمْ
أَعْمَـٰلَكُمْ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
ۗ
وَمَن
يُطِعِ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
فَقَدْ
فَازَ
فَوْزًا
عَظِيمًا
71
yuṣliḥ
lakum
aa‘maālakum
wayaghfir
lakum
dzunuwbakum
waman
yuṭi‘i
alllaha
warasuwlahuū
faqad
faāza
fawzanā
‘aẓiymanā
niscaya
Allah
memperbaiki
bagimu
amalan-amalanmu
dan
mengampuni
bagimu
dosa-dosamu.
Dan
barang
siapa
menaati
Allah
dan
rasul-Nya,
maka
sesungguhnya
ia
telah
mendapat
kemenangan
yang
besar.
إِنَّا
عَرَضْنَا
ٱلْأَمَانَةَ
عَلَى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
وَٱلْجِبَالِ
فَأَبَيْنَ
أَن
يَحْمِلْنَهَا
وَأَشْفَقْنَ
مِنْهَا
وَحَمَلَهَا
ٱلْإِنسَـٰنُ
ۖ
إِنَّهُۥ
كَانَ
ظَلُومًا
جَهُولًا
72
iinnaā
‘araḍnaā
alaamaānaha
‘alaā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
waaljibaāli
faaabayna
aan
yaḥmilnahaā
waaasyfaqna
minhaā
waḥamalahaā
aliinsaānu
iinnahuū
kaāna
ẓaluwmanā
jahuwlanā
Sesungguhnya
Kami
telah
mengemukakan
amanat
[1234]
kepada
langit,
bumi,
dan
gunung-gunung,
maka
semuanya
enggan
untuk
memikul
amanat
itu
dan
mereka
khawatir
akan
mengkhianatinya
dan
dipikullah
amanat
itu
oleh
manusia.
Sesungguhnya
manusia
itu
amat
zalim
dan
amat
bodoh,
لِّيُعَذِّبَ
ٱللَّهُ
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ
وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ
وَٱلْمُشْرِكِينَ
وَٱلْمُشْرِكَـٰتِ
وَيَتُوبَ
ٱللَّهُ
عَلَى
ٱلْمُؤْمِنِينَ
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ
ۗ
وَكَانَ
ٱللَّهُ
غَفُورًا
رَّحِيمًۢا
73
lliyu‘adzdziba
alllahu
almunaāfiqiyna
waalmunaāfiqaāti
waalmusyrikiyna
waalmusyrikaāti
wayatuwba
alllahu
‘alaā
almuu'miniyna
waalmuu'minaāti
wakaāna
alllahu
ghafuwranā
rraḥiymanā
sehingga
Allah
mengazab
orang-orang
munafik
laki-laki
dan
perempuan
dan
orang-orang
musyrikin
laki-laki
dan
perempuan
dan
sehingga
Allah
menerima
tobat
orang-orang
mukmin
laki-laki
dan
perempuan.
Dan
adalah
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.