الٓمٓ
1
Alif
Lām
Mīm
Alif
Lām
Mīm
[1161]
غُلِبَتِ
ٱلرُّومُ
2
ghulibati
alrruwmu
Telah
dikalahkan
bangsa
Romawi
[1162],
فِىٓ
أَدْنَى
ٱلْأَرْضِ
وَهُم
مِّنۢ
بَعْدِ
غَلَبِهِمْ
سَيَغْلِبُونَ
3
fiā
aadnaā
alaarḍi
wahum
mmin
ba‘di
ghalabihim
sayaghlibuwna
di
negeri
yang
terdekat
[1163]
dan
mereka
sesudah
dikalahkan
itu
akan
menang
,[1164]
فِى
بِضْعِ
سِنِينَ
ۗ
لِلَّهِ
ٱلْأَمْرُ
مِن
قَبْلُ
وَمِنۢ
بَعْدُ
ۚ
وَيَوْمَئِذٍ
يَفْرَحُ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
4
fiā
biḍ‘i
siniyna
lillahi
alaamru
min
qablu
wamin
ba‘du
wayawmai'idzin
yafraḥu
almuu'minuwna
dalam
beberapa
tahun
lagi
[1165].
Bagi
Allah-lah
urusan
sebelum
dan
sesudah
(mereka
menang).
Dan
pada
hari
(kemenangan
bangsa
Romawi)
itu,
bergembiralah
orang-orang
yang
beriman,
بِنَصْرِ
ٱللَّهِ
ۚ
يَنصُرُ
مَن
يَشَآءُ
ۖ
وَهُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلرَّحِيمُ
5
binaṣri
alllahi
yanṣuru
man
yasyaā'u
wahuwa
al‘aziyzu
alrraḥiymu
Karena
pertolongan
Allah.
Dia
menolong
siapa
yang
dikehendaki-Nya.
Dan
Dialah
Maha
Perkasa
lagi
Penyayang.
وَعْدَ
ٱللَّهِ
ۖ
لَا
يُخْلِفُ
ٱللَّهُ
وَعْدَهُۥ
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَ
ٱلنَّاسِ
لَا
يَعْلَمُونَ
6
wa‘da
alllahi
laā
yukhlifu
alllahu
wa‘dahuū
walaākinna
aaktsara
alnnaāsi
laā
ya‘lamuwna
(Sebagai)
janji
yang
sebenar-benarnya
dari
Allah.
Allah
tidak
akan
menyalahi
janji-Nya,
tetapi
kebanyakan
manusia
tidak
mengetahui.
يَعْلَمُونَ
ظَـٰهِرًا
مِّنَ
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
وَهُمْ
عَنِ
ٱلْـَٔاخِرَةِ
هُمْ
غَـٰفِلُونَ
7
ya‘lamuwna
ẓaāhiranā
mmina
alḥayawāhi
alddunyaā
wahum
‘ani
alaākhirahi
hum
ghaāfiluwna
Mereka
hanya
mengetahui
yang
lahir
(saja)
dari
kehidupan
dunia,
sedang
mereka
tentang
(kehidupan)
akhirat
adalah
lalai.
أَوَلَمْ
يَتَفَكَّرُوا۟
فِىٓ
أَنفُسِهِم
ۗ
مَّا
خَلَقَ
ٱللَّهُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
وَمَا
بَيْنَهُمَآ
إِلَّا
بِٱلْحَقِّ
وَأَجَلٍ
مُّسَمًّى
ۗ
وَإِنَّ
كَثِيرًا
مِّنَ
ٱلنَّاسِ
بِلِقَآئِ
رَبِّهِمْ
لَكَـٰفِرُونَ
8
aawalam
yatafakkaruwā
fiā
aanfusihim
mmaā
khalaqa
alllahu
alssamaāwaāti
waalaarḍa
wamaā
baynahumaā
iillaā
bialḥaqqi
waaajalin
mmusammanā
waiinna
katsiyranā
mmina
alnnaāsi
biliqaāi'i
rabbihim
lakaāfiruwna
Dan
mengapa
mereka
tidak
memikirkan
tentang
(kejadian)
diri
mereka?
Allah
tidak
menjadikan
langit
dan
bumi
dan
apa
yang
ada
di
antara
keduanya,
melainkan
dengan
(tujuan)
yang
benar
dan
waktu
yang
ditentukan.
Dan
sesungguhnya,
kebanyakan
di
antara
manusia
benar-benar
ingkar
akan
pertemuan
dengan
Tuhan-nya.
أَوَلَمْ
يَسِيرُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَيَنظُرُوا۟
كَيْفَ
كَانَ
عَـٰقِبَةُ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
ۚ
كَانُوٓا۟
أَشَدَّ
مِنْهُمْ
قُوَّةً
وَأَثَارُوا۟
ٱلْأَرْضَ
وَعَمَرُوهَآ
أَكْثَرَ
مِمَّا
عَمَرُوهَا
وَجَآءَتْهُمْ
رُسُلُهُم
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
ۖ
فَمَا
كَانَ
ٱللَّهُ
لِيَظْلِمَهُمْ
وَلَـٰكِن
كَانُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
يَظْلِمُونَ
9
aawalam
yasiyruwā
fiā
alaarḍi
fayanẓuruwā
kayfa
kaāna
‘aāqibahu
alladziyna
min
qablihim
kaānuwā
aasyadda
minhum
quwwahan
waaatsaāruwā
alaarḍa
wa‘amaruwhaā
aaktsara
mimmaā
‘amaruwhaā
wajaā'athum
rusuluhum
bialbayyinaāti
famaā
kaāna
alllahu
liyaẓlimahum
walaākin
kaānuwā
aanfusahum
yaẓlimuwna
Dan
apakah
mereka
tidak
mengadakan
perjalanan
di
muka
bumi
dan
memperhatikan
bagaimana
akibat
(yang
diderita)
oleh
orang-orang
sebelum
mereka?
Orang-orang
itu
adalah
lebih
kuat
dari
mereka
(sendiri)
dan
telah
mengolah
bumi
(tanah)
serta
memakmurkannya
lebih
banyak
dari
apa
yang
telah
mereka
makmurkan.
Dan
telah
datang
kepada
mereka,
rasul-rasul
mereka
dengan
membawa
bukti-bukti
yang
nyata.
Maka
Allah
sekali-kali
tidak
berlaku
zalim
kepada
mereka,
akan
tetapi
merekalah
yang
berlaku
zalim
kepada
diri
sendiri.
ثُمَّ
كَانَ
عَـٰقِبَةَ
ٱلَّذِينَ
أَسَـٰٓـُٔوا۟
ٱلسُّوٓأَىٰٓ
أَن
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
وَكَانُوا۟
بِهَا
يَسْتَهْزِءُونَ
10
tsumma
kaāna
‘aāqibaha
alladziyna
aasaāuwā
alssuwaaāā
aan
kadzdzabuwā
biaāyaāti
alllahi
wakaānuwā
bihaā
yastahzi'uwna
Kemudian,
akibat
orang-orang
yang
mengerjakan
kejahatan
adalah
(azab)
yang
lebih
buruk
karena
mereka
mendustakan
ayat-ayat
Allah
dan
mereka
selalu
memperolok-oloknya.
ٱللَّهُ
يَبْدَؤُا۟
ٱلْخَلْقَ
ثُمَّ
يُعِيدُهُۥ
ثُمَّ
إِلَيْهِ
تُرْجَعُونَ
11
alllahu
yabdau'uā
alkhalqa
tsumma
yu‘iyduhuū
tsumma
iilayhi
turja‘uwna
Allah
menciptakan
(manusia)
dari
permulaan,
kemudian
mengembalikan
(menghidupkan)nya
kembali,
kemudian
kepada-Nya-lah
kamu
dikembalikan
وَيَوْمَ
تَقُومُ
ٱلسَّاعَةُ
يُبْلِسُ
ٱلْمُجْرِمُونَ
12
wayawma
taquwmu
alssaā‘ahu
yublisu
almujrimuwna
Dan
pada
hari
terjadinya
kiamat,
orang-orang
yang
berdosa
terdiam
berputus
asa.
وَلَمْ
يَكُن
لَّهُم
مِّن
شُرَكَآئِهِمْ
شُفَعَـٰٓؤُا۟
وَكَانُوا۟
بِشُرَكَآئِهِمْ
كَـٰفِرِينَ
13
walam
yakun
llahum
mmin
syurakaāi'ihim
syufa‘aāu'uā
wakaānuwā
bisyurakaāi'ihim
kaāfiriyna
Dan
sekali-kali,
tidak
ada
pemberi
syafaat
[1166]
bagi
mereka
dari
berhala-berhala
mereka
dan
adalah
mereka
mengingkari
berhala
mereka
itu
[1167].
وَيَوْمَ
تَقُومُ
ٱلسَّاعَةُ
يَوْمَئِذٍ
يَتَفَرَّقُونَ
14
wayawma
taquwmu
alssaā‘ahu
yawmai'idzin
yatafarraquwna
Dan
pada
hari
terjadinya
kiamat,
pada
hari
itu
mereka
(manusia)
bergolong-golongan.
فَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
فَهُمْ
فِى
رَوْضَةٍ
يُحْبَرُونَ
15
faaammaā
alladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
fahum
fiā
rawḍahin
yuḥbaruwna
Adapun
orang-orang
yang
beriman
dan
mengerjakan
amal
saleh,
maka
mereka
di
dalam
taman
(surga)
bergembira.
وَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
وَكَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
وَلِقَآئِ
ٱلْـَٔاخِرَةِ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
فِى
ٱلْعَذَابِ
مُحْضَرُونَ
16
waaammaā
alladziyna
kafaruwā
wakadzdzabuwā
biaāyaātinaā
waliqaāi'i
alaākhirahi
faauwlaāi'ika
fiā
al‘adzaābi
muḥḍaruwna
Adapun
orang-orang
yang
kafir
dan
mendustakan
ayat-ayat
Kami
(Al-Qur`ān)
serta
(mendustakan)
menemui
hari
akhirat,
maka
mereka
tetap
berada
di
dalam
siksaan
(neraka).
فَسُبْحَـٰنَ
ٱللَّهِ
حِينَ
تُمْسُونَ
وَحِينَ
تُصْبِحُونَ
17
fasubḥaāna
alllahi
ḥiyna
tumsuwna
waḥiyna
tuṣbiḥuwna
Maka
bertasbihlah
kepada
Allah
pada
waktu
kamu
berada
pada
petang
hari
dan
waktu
kamu
berada
pada
waktu
subuh,
وَلَهُ
ٱلْحَمْدُ
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
وَعَشِيًّا
وَحِينَ
تُظْهِرُونَ
18
walahu
alḥamdu
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
wa‘asyiyyanā
waḥiyna
tuẓhiruwna
dan
bagi-Nya-lah
segala
puji
di
langit
dan
di
bumi
dan
pada
waktu
kamu
berada
pada
petang
hari
dan
pada
waktu
kamu
berada
pada
waktu
Zuhur
[1168].
يُخْرِجُ
ٱلْحَىَّ
مِنَ
ٱلْمَيِّتِ
وَيُخْرِجُ
ٱلْمَيِّتَ
مِنَ
ٱلْحَىِّ
وَيُحْىِ
ٱلْأَرْضَ
بَعْدَ
مَوْتِهَا
ۚ
وَكَذَٰلِكَ
تُخْرَجُونَ
19
yukhriju
alḥaāāa
mina
almayyiti
wayukhriju
almayyita
mina
alḥaāāi
wayuḥāi
alaarḍa
ba‘da
mawtihaā
wakadzaālika
tukhrajuwna
Dia
mengeluarkan
yang
hidup
dari
yang
mati
dan
mengeluarkan
yang
mati
dari
yang
hidup
dan
menghidupkan
bumi
sesudah
matinya.
Dan
seperti
itulah
kamu
akan
dikeluarkan
(dari
kubur).
وَمِنْ
ءَايَـٰتِهِۦٓ
أَنْ
خَلَقَكُم
مِّن
تُرَابٍ
ثُمَّ
إِذَآ
أَنتُم
بَشَرٌ
تَنتَشِرُونَ
20
wamin
'aāyaātihiī
aan
khalaqakum
mmin
turaābin
tsumma
iidzaā
aantum
basyarun
tantasyiruwna
Dan
di
antara
tanda-tanda
kekuasaan-Nya
ialah
Dia
menciptakan
kamu
dari
tanah,
kemudian
tiba-tiba
kamu
(menjadi)
manusia
yang
berkembang
biak.
وَمِنْ
ءَايَـٰتِهِۦٓ
أَنْ
خَلَقَ
لَكُم
مِّنْ
أَنفُسِكُمْ
أَزْوَٰجًا
لِّتَسْكُنُوٓا۟
إِلَيْهَا
وَجَعَلَ
بَيْنَكُم
مَّوَدَّةً
وَرَحْمَةً
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّقَوْمٍ
يَتَفَكَّرُونَ
21
wamin
'aāyaātihiī
aan
khalaqa
lakum
mmin
aanfusikum
aazwaājanā
llitaskunuwā
iilayhaā
waja‘ala
baynakum
mmawaddahan
waraḥmahan
iinna
fiā
dzaālika
laaāyaātin
lliqawmin
yatafakkaruwna
Dan
di
antara
tanda-tanda
kekuasaan-Nya
ialah
Dia
menciptakan
untukmu
istri-istri
dari
jenismu
sendiri
supaya
kamu
cenderung
dan
merasa
tenteram
kepadanya
dan
dijadikan-Nya
di
antaramu
rasa
kasih
dan
sayang.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
benar-benar
terdapat
tanda-tanda
bagi
kaum
yang
berpikir.
وَمِنْ
ءَايَـٰتِهِۦ
خَلْقُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
وَٱخْتِلَـٰفُ
أَلْسِنَتِكُمْ
وَأَلْوَٰنِكُمْ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّلْعَـٰلِمِينَ
22
wamin
'aāyaātihiī
khalqu
alssamaāwaāti
waalaarḍi
waakhtilaāfu
aalsinatikum
waaalwaānikum
iinna
fiā
dzaālika
laaāyaātin
llil‘aālimiyna
Dan
di
antara
tanda-tanda
kekuasaan-Nya
ialah
menciptakan
langit
dan
bumi
dan
berlain-lainan
bahasamu
dan
warna
kulitmu.
Sesungguhnya
pada
yang
demikan
itu
benar-benar
terdapat
tanda-tanda
bagi
orang-orang
yang
mengetahui.
وَمِنْ
ءَايَـٰتِهِۦ
مَنَامُكُم
بِٱلَّيْلِ
وَٱلنَّهَارِ
وَٱبْتِغَآؤُكُم
مِّن
فَضْلِهِۦٓ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّقَوْمٍ
يَسْمَعُونَ
23
wamin
'aāyaātihiī
manaāmukum
biallayli
waalnnahaāri
waabtighaāu'ukum
mmin
faḍlihiī
iinna
fiā
dzaālika
laaāyaātin
lliqawmin
yasma‘uwna
Dan
di
antara
tanda-tanda
kekuasaan-Nya
ialah
tidurmu
pada
waktu
malam
dan
siang
hari
dan
usahamu
mencari
sebagian
dari
karunia-Nya.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu,
benar-benar
terdapat
tanda-tanda
bagi
kaum
yang
mendengarkan.
وَمِنْ
ءَايَـٰتِهِۦ
يُرِيكُمُ
ٱلْبَرْقَ
خَوْفًا
وَطَمَعًا
وَيُنَزِّلُ
مِنَ
ٱلسَّمَآءِ
مَآءً
فَيُحْىِۦ
بِهِ
ٱلْأَرْضَ
بَعْدَ
مَوْتِهَآ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّقَوْمٍ
يَعْقِلُونَ
24
wamin
'aāyaātihiī
yuriykumu
albarqa
khawfanā
waṭama‘anā
wayunazzilu
mina
alssamaā'i
maā'an
fayuḥāiī
bihi
alaarḍa
ba‘da
mawtihaā
iinna
fiā
dzaālika
laaāyaātin
lliqawmin
ya‘qiluwna
Dan
di
antara
tanda-tanda
kekuasaan-Nya,
Dia
memperlihatkan
kepadamu
kilat
untuk
(menimbulkan)
ketakutan
dan
harapan
dan
Dia
menurunkan
hujan
dari
langit,
lalu
menghidupkan
bumi
dengan
air
itu
sesudah
matinya.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu,
benar-benar
terdapat
tanda-tanda
bagi
kaum
yang
mempergunakan
akalnya.
وَمِنْ
ءَايَـٰتِهِۦٓ
أَن
تَقُومَ
ٱلسَّمَآءُ
وَٱلْأَرْضُ
بِأَمْرِهِۦ
ۚ
ثُمَّ
إِذَا
دَعَاكُمْ
دَعْوَةً
مِّنَ
ٱلْأَرْضِ
إِذَآ
أَنتُمْ
تَخْرُجُونَ
25
wamin
'aāyaātihiī
aan
taquwma
alssamaā'u
waalaarḍu
biaamrihiī
tsumma
iidzaā
da‘aākum
da‘wahan
mmina
alaarḍi
iidzaā
aantum
takhrujuwna
Dan
di
antara
tanda-tanda
kekuasaan-Nya
ialah
berdirinya
langit
dan
bumi
dengan
iradat-Nya.
Kemudian
apabila
Dia
memanggil
kamu
sekali
panggil
dari
bumi,
seketika
itu
(juga)
kamu
keluar
(dari
kubur).
وَلَهُۥ
مَن
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۖ
كُلٌّ
لَّهُۥ
قَـٰنِتُونَ
26
walahuū
man
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
kullun
llahuū
qaānituwna
Dan
kepunyaan-Nya-lah
siapa
saja
yang
ada
di
langit
dan
di
bumi.
Semuanya
hanya
kepada-Nya
tunduk.
وَهُوَ
ٱلَّذِى
يَبْدَؤُا۟
ٱلْخَلْقَ
ثُمَّ
يُعِيدُهُۥ
وَهُوَ
أَهْوَنُ
عَلَيْهِ
ۚ
وَلَهُ
ٱلْمَثَلُ
ٱلْأَعْلَىٰ
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۚ
وَهُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
27
wahuwa
alladziā
yabdau'uā
alkhalqa
tsumma
yu‘iyduhuū
wahuwa
aahwanu
‘alayhi
walahu
almatsalu
alaa‘laāā
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
wahuwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Dan
Dia-lah
yang
menciptakan
(manusia)
dari
permulaan,
kemudian
mengembalikan
(menghidupkan)nya
kembali
dan
menghidupkan
kembali
itu
adalah
lebih
mudah
bagi-Nya.
Dan
bagi-Nya-lah
sifat
yang
Maha
Tinggi
di
langit
dan
di
bumi,
dan
Dia-lah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
ضَرَبَ
لَكُم
مَّثَلًا
مِّنْ
أَنفُسِكُمْ
ۖ
هَل
لَّكُم
مِّن
مَّا
مَلَكَتْ
أَيْمَـٰنُكُم
مِّن
شُرَكَآءَ
فِى
مَا
رَزَقْنَـٰكُمْ
فَأَنتُمْ
فِيهِ
سَوَآءٌ
تَخَافُونَهُمْ
كَخِيفَتِكُمْ
أَنفُسَكُمْ
ۚ
كَذَٰلِكَ
نُفَصِّلُ
ٱلْـَٔايَـٰتِ
لِقَوْمٍ
يَعْقِلُونَ
28
ḍaraba
lakum
mmatsalanā
mmin
aanfusikum
hal
llakum
mmin
mmaā
malakat
aaymaānukum
mmin
syurakaā'a
fiā
maā
razaqnaākum
faaantum
fiyhi
sawaā'un
takhaāfuwnahum
kakhiyfatikum
aanfusakum
kadzaālika
nufaṣṣilu
alaāyaāti
liqawmin
ya‘qiluwna
Dia
membuat
perumpamaan
untuk
kamu
dari
dirimu
sendiri.
Apakah
ada
di
antara
hamba
sahaya
yang
dimiliki
oleh
tangan
kananmu,
sekutu
bagimu
dalam
(memiliki)
rezeki
yang
telah
Kami
berikan
kepadamu,
maka
kamu
sama
dengan
mereka
dalam
(hak
mempergunakan)
rezeki
itu,
kamu
takut
kepada
mereka
sebagaimana
kamu
takut
kepada
dirimu
sendiri?
Demikianlah,
Kami
jelaskan
ayat-ayat
bagi
kaum
yang
berakal.
بَلِ
ٱتَّبَعَ
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوٓا۟
أَهْوَآءَهُم
بِغَيْرِ
عِلْمٍ
ۖ
فَمَن
يَهْدِى
مَنْ
أَضَلَّ
ٱللَّهُ
ۖ
وَمَا
لَهُم
مِّن
نَّـٰصِرِينَ
29
bali
attaba‘a
alladziyna
ẓalamuwā
aahwaā'ahum
bighayri
‘ilmin
faman
yahdiā
man
aaḍalla
alllahu
wamaā
lahum
mmin
nnaāṣiriyna
Tetapi
orang-orang
yang
zalim,
mengikuti
hawa
nafsunya
tanpa
ilmu
pengetahuan,
maka
siapakah
yang
akan
menunjuki
orang
yang
telah
disesatkan
Allah?
Dan
tiadalah
bagi
mereka
seorang
penolong
pun.
فَأَقِمْ
وَجْهَكَ
لِلدِّينِ
حَنِيفًا
ۚ
فِطْرَتَ
ٱللَّهِ
ٱلَّتِى
فَطَرَ
ٱلنَّاسَ
عَلَيْهَا
ۚ
لَا
تَبْدِيلَ
لِخَلْقِ
ٱللَّهِ
ۚ
ذَٰلِكَ
ٱلدِّينُ
ٱلْقَيِّمُ
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَ
ٱلنَّاسِ
لَا
يَعْلَمُونَ
30
faaaqim
wajhaka
lilddiyni
ḥaniyfanā
fiṭrata
alllahi
allatiā
faṭara
alnnaāsa
‘alayhaā
laā
tabdiyla
likhalqi
alllahi
dzaālika
alddiynu
alqayyimu
walaākinna
aaktsara
alnnaāsi
laā
ya‘lamuwna
Maka
hadapkanlah
wajahmu
dengan
lurus
kepada
agama
Allah;
(tetaplah
atas)
fitrah
Allah
yang
telah
menciptakan
manusia
menurut
fitrah
itu.
Tidak
ada
perubahan
pada
fitrah
Allah.
(Itulah)
agama
yang
lurus,
tetapi
kebanyakan
manusia
tidak
mengetahui
[1169],
۞
مُنِيبِينَ
إِلَيْهِ
وَٱتَّقُوهُ
وَأَقِيمُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
وَلَا
تَكُونُوا۟
مِنَ
ٱلْمُشْرِكِينَ
31
muniybiyna
iilayhi
waattaquwhu
waaaqiymuwā
alṣṣalawāha
walaā
takuwnuwā
mina
almusyrikiyna
dengan
kembali
bertobat
kepada-Nya
dan
bertakwalah
kepada-Nya
serta
dirikanlah
salat
dan
janganlah
kamu
termasuk
orang-orang
yang
mempersekutukan
Allah,
مِنَ
ٱلَّذِينَ
فَرَّقُوا۟
دِينَهُمْ
وَكَانُوا۟
شِيَعًا
ۖ
كُلُّ
حِزْبٍۭ
بِمَا
لَدَيْهِمْ
فَرِحُونَ
32
mina
alladziyna
farraquwā
diynahum
wakaānuwā
syiya‘anā
kullu
ḥizbin
bimaā
ladayhim
fariḥuwna
yaitu
orang-orang
yang
memecah-belah
agama
mereka
[1170]
dan
mereka
menjadi
beberapa
golongan.
Tiap-tiap
golongan
merasa
bangga
dengan
apa
yang
ada
pada
golongan
mereka.
وَإِذَا
مَسَّ
ٱلنَّاسَ
ضُرٌّ
دَعَوْا۟
رَبَّهُم
مُّنِيبِينَ
إِلَيْهِ
ثُمَّ
إِذَآ
أَذَاقَهُم
مِّنْهُ
رَحْمَةً
إِذَا
فَرِيقٌ
مِّنْهُم
بِرَبِّهِمْ
يُشْرِكُونَ
33
waiidzaā
massa
alnnaāsa
ḍurrun
da‘awā
rabbahum
mmuniybiyna
iilayhi
tsumma
iidzaā
aadzaāqahum
mminhu
raḥmahan
iidzaā
fariyqun
mminhum
birabbihim
yusyrikuwna
Dan
apabila
manusia
disentuh
oleh
suatu
bahaya,
mereka
menyeru
Tuhan-nya
dengan
kembali
bertobat
kepada-Nya,
kemudian
apabila
Tuhan
merasakan
kepada
mereka
barang
sedikit
rahmat
[1171]
daripada-Nya,
tiba-tiba
sebagian
daripada
mereka
mempersekutukan
Tuhan-nya,
لِيَكْفُرُوا۟
بِمَآ
ءَاتَيْنَـٰهُمْ
ۚ
فَتَمَتَّعُوا۟
فَسَوْفَ
تَعْلَمُونَ
34
liyakfuruwā
bimaā
'aātaynaāhum
fatamatta‘uwā
fasawfa
ta‘lamuwna
sehingga
mereka
mengingkari
akan
rahmat
yang
telah
Kami
berikan
kepada
mereka.
Maka
bersenang-senanglah
kamu
sekalian,
kelak
kamu
akan
mengetahui
(akibat
perbuatanmu).
أَمْ
أَنزَلْنَا
عَلَيْهِمْ
سُلْطَـٰنًا
فَهُوَ
يَتَكَلَّمُ
بِمَا
كَانُوا۟
بِهِۦ
يُشْرِكُونَ
35
aam
aanzalnaā
‘alayhim
sulṭaānanā
fahuwa
yatakallamu
bimaā
kaānuwā
bihiī
yusyrikuwna
Atau
pernahkah
Kami
menurunkan
kepada
mereka
keterangan,
lalu
keterangan
itu
menunjukkan
(kebenaran)
apa
yang
mereka
selalu
mempersekutukan
dengan
Tuhan?
وَإِذَآ
أَذَقْنَا
ٱلنَّاسَ
رَحْمَةً
فَرِحُوا۟
بِهَا
ۖ
وَإِن
تُصِبْهُمْ
سَيِّئَةٌۢ
بِمَا
قَدَّمَتْ
أَيْدِيهِمْ
إِذَا
هُمْ
يَقْنَطُونَ
36
waiidzaā
aadzaqnaā
alnnaāsa
raḥmahan
fariḥuwā
bihaā
waiin
tuṣibhum
sayyii'ahun
bimaā
qaddamat
aaydiyhim
iidzaā
hum
yaqnaṭuwna
Dan
apabila
Kami
rasakan
sesuatu
rahmat
kepada
manusia,
niscaya
mereka
gembira
dengan
rahmat
itu.
Dan
apabila
mereka
ditimpa
suatu
musibah
(bahaya)
disebabkan
kesalahan
yang
telah
dikerjakan
oleh
tangan
mereka
sendiri,
tiba-tiba
mereka
itu
berputus
asa.
أَوَلَمْ
يَرَوْا۟
أَنَّ
ٱللَّهَ
يَبْسُطُ
ٱلرِّزْقَ
لِمَن
يَشَآءُ
وَيَقْدِرُ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
37
aawalam
yarawā
aanna
alllaha
yabsuṭu
alrrizqa
liman
yasyaā'u
wayaqdiru
iinna
fiā
dzaālika
laaāyaātin
lliqawmin
yuu'minuwna
Dan
apakah
mereka
tidak
memperhatikan
bahwa
sesungguhnya
Allah
melapangkan
rezeki
bagi
siapa
yang
dikehendaki-Nya
dan
Dia
(pula)
yang
menyempitkan
(rezeki
itu).
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu,
benar-benar
terdapat
tanda-tanda
(kekuasaan
Allah)
bagi
kaum
yang
beriman.
فَـَٔاتِ
ذَا
ٱلْقُرْبَىٰ
حَقَّهُۥ
وَٱلْمِسْكِينَ
وَٱبْنَ
ٱلسَّبِيلِ
ۚ
ذَٰلِكَ
خَيْرٌ
لِّلَّذِينَ
يُرِيدُونَ
وَجْهَ
ٱللَّهِ
ۖ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْمُفْلِحُونَ
38
faaāti
dzaā
alqurbaāā
ḥaqqahuū
waalmiskiyna
waabna
alssabiyli
dzaālika
khayrun
llilladziyna
yuriyduwna
wajha
alllahi
waauwlaāi'ika
humu
almufliḥuwna
Maka
berikanlah
kepada
kerabat
yang
terdekat
akan
haknya,
demikian
(pula)
kepada
fakir
miskin
dan
orang-orang
yang
dalam
perjalanan
[1172].
Itulah
yang
lebih
baik
bagi
orang-orang
yang
mencari
keridaan
Allah
dan
mereka
itulah
orang-orang
beruntung.
وَمَآ
ءَاتَيْتُم
مِّن
رِّبًا
لِّيَرْبُوَا۟
فِىٓ
أَمْوَٰلِ
ٱلنَّاسِ
فَلَا
يَرْبُوا۟
عِندَ
ٱللَّهِ
ۖ
وَمَآ
ءَاتَيْتُم
مِّن
زَكَوٰةٍ
تُرِيدُونَ
وَجْهَ
ٱللَّهِ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْمُضْعِفُونَ
39
wamaā
'aātaytum
mmin
rribanā
lliyarbuwaā
fiā
aamwaāli
alnnaāsi
falaā
yarbuwā
‘inda
alllahi
wamaā
'aātaytum
mmin
zakawāhin
turiyduwna
wajha
alllahi
faauwlaāi'ika
humu
almuḍ‘ifuwna
Dan
sesuatu
riba
(tambahan)
yang
kamu
berikan
agar
dia
bertambah
pada
harta
manusia,
maka
riba
itu
tidak
menambah
pada
sisi
Allah.
Dan
apa
yang
kamu
berikan
berupa
zakat
yang
kamu
maksudkan
untuk
mencapai
keridaan
Allah,
maka
(yang
berbuat
demikian)
itulah
orang-orang
yang
melipatgandakan
(pahalanya).
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
خَلَقَكُمْ
ثُمَّ
رَزَقَكُمْ
ثُمَّ
يُمِيتُكُمْ
ثُمَّ
يُحْيِيكُمْ
ۖ
هَلْ
مِن
شُرَكَآئِكُم
مَّن
يَفْعَلُ
مِن
ذَٰلِكُم
مِّن
شَىْءٍ
ۚ
سُبْحَـٰنَهُۥ
وَتَعَـٰلَىٰ
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
40
alllahu
alladziā
khalaqakum
tsumma
razaqakum
tsumma
yumiytukum
tsumma
yuḥyiykum
hal
min
syurakaāi'ikum
mman
yaf‘alu
min
dzaālikum
mmin
syaā'in
subḥaānahuū
wata‘aālaāā
‘ammaā
yusyrikuwna
Allah-lah
yang
menciptakan
kamu,
kemudian
memberimu
rezeki,
kemudian
mematikanmu,
kemudian
menghidupkanmu
(kembali).
Adakah
di
antara
yang
kamu
sekutukan
dengan
Allah
itu
yang
dapat
berbuat
sesuatu
dari
yang
demikian
itu?
Maha
Sucilah
Dia
dan
Maha
Tinggi
dari
apa
yang
mereka
persekutukan.
ظَهَرَ
ٱلْفَسَادُ
فِى
ٱلْبَرِّ
وَٱلْبَحْرِ
بِمَا
كَسَبَتْ
أَيْدِى
ٱلنَّاسِ
لِيُذِيقَهُم
بَعْضَ
ٱلَّذِى
عَمِلُوا۟
لَعَلَّهُمْ
يَرْجِعُونَ
41
ẓahara
alfasaādu
fiā
albarri
waalbaḥri
bimaā
kasabat
aaydiā
alnnaāsi
liyudziyqahum
ba‘ḍa
alladziā
‘amiluwā
la‘allahum
yarji‘uwna
Telah
tampak
kerusakan
di
darat
dan
di
laut
disebabkan
karena
perbuatan
tangan
manusia
supaya
Allah
merasakan
kepada
mereka
sebagian
dari
(akibat)
perbuatan
mereka
agar
mereka
kembali
(ke
jalan
yang
benar).
قُلْ
سِيرُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَٱنظُرُوا۟
كَيْفَ
كَانَ
عَـٰقِبَةُ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلُ
ۚ
كَانَ
أَكْثَرُهُم
مُّشْرِكِينَ
42
qul
siyruwā
fiā
alaarḍi
faanẓuruwā
kayfa
kaāna
‘aāqibahu
alladziyna
min
qablu
kaāna
aaktsaruhum
mmusyrikiyna
Katakanlah,
"Adakan
perjalanan
di
muka
bumi
dan
perhatikanlah
bagaimana
kesudahan
orang-orang
yang
terdahulu.
Kebanyakan
dari
mereka
itu
adalah
orang-orang
yang
mempersekutukan
(Allah)".
فَأَقِمْ
وَجْهَكَ
لِلدِّينِ
ٱلْقَيِّمِ
مِن
قَبْلِ
أَن
يَأْتِىَ
يَوْمٌ
لَّا
مَرَدَّ
لَهُۥ
مِنَ
ٱللَّهِ
ۖ
يَوْمَئِذٍ
يَصَّدَّعُونَ
43
faaaqim
wajhaka
lilddiyni
alqayyimi
min
qabli
aan
yaatiāa
yawmun
llaā
maradda
lahuū
mina
alllahi
yawmai'idzin
yaṣṣadda‘uwna
Oleh
karena
itu,
hadapkanlah
wajahmu
kepada
agama
yang
lurus
(Islam)
sebelum
datang
dari
Allah
suatu
hari
yang
tak
dapat
ditolak
(kedatangannya),
pada
hari
itu
mereka
terpisah-pisah
[1173].
مَن
كَفَرَ
فَعَلَيْهِ
كُفْرُهُۥ
ۖ
وَمَنْ
عَمِلَ
صَـٰلِحًا
فَلِأَنفُسِهِمْ
يَمْهَدُونَ
44
man
kafara
fa‘alayhi
kufruhuū
waman
‘amila
ṣaāliḥanā
faliaanfusihim
yamhaduwna
Barang
siapa
yang
kafir
maka
dia
sendirilah
yang
menanggung
(akibat)
kekafirannya
itu;
dan
barang
siapa
yang
beramal
saleh
maka
untuk
diri
mereka
sendirilah
mereka
menyiapkan
(tempat
yang
menyenangkan),
لِيَجْزِىَ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
مِن
فَضْلِهِۦٓ
ۚ
إِنَّهُۥ
لَا
يُحِبُّ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
45
liyajziāa
alladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
min
faḍlihiī
iinnahuū
laā
yuḥibbu
alkaāfiriyna
agar
Allah
memberi
pahala
kepada
orang-orang
yang
beriman
dan
beramal
saleh
dari
karunia-Nya.
Sesungguhnya
Dia
tidak
menyukai
orang-orang
yang
ingkar.
وَمِنْ
ءَايَـٰتِهِۦٓ
أَن
يُرْسِلَ
ٱلرِّيَاحَ
مُبَشِّرَٰتٍ
وَلِيُذِيقَكُم
مِّن
رَّحْمَتِهِۦ
وَلِتَجْرِىَ
ٱلْفُلْكُ
بِأَمْرِهِۦ
وَلِتَبْتَغُوا۟
مِن
فَضْلِهِۦ
وَلَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
46
wamin
'aāyaātihiī
aan
yursila
alrriyaāḥa
mubasysyiraātin
waliyudziyqakum
mmin
rraḥmatihiī
walitajriāa
alfulku
biaamrihiī
walitabtaghuwā
min
faḍlihiī
wala‘allakum
tasykuruwna
Dan
di
antara
tanda-tanda
kekuasan-Nya
adalah
bahwa
Dia
mengirimkan
angin
sebagai
pembawa
berita
gembira
[1174],
dan
untuk
merasakan
kepadamu
sebagian
dari
rahmat-Nya
dan
supaya
kapal
dapat
berlayar
dengan
perintah-Nya
[1175]
,
dan
(juga)
supaya
kamu
dapat
mencari
karunia-Nya;
mudah-mudahan
kamu
bersyukur.
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
مِن
قَبْلِكَ
رُسُلًا
إِلَىٰ
قَوْمِهِمْ
فَجَآءُوهُم
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
فَٱنتَقَمْنَا
مِنَ
ٱلَّذِينَ
أَجْرَمُوا۟
ۖ
وَكَانَ
حَقًّا
عَلَيْنَا
نَصْرُ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
47
walaqad
aarsalnaā
min
qablika
rusulanā
iilaāā
qawmihim
fajaā'uwhum
bialbayyinaāti
faantaqamnaā
mina
alladziyna
aajramuwā
wakaāna
ḥaqqanā
‘alaynaā
naṣru
almuu'miniyna
Dan
Sesungguhnya
Kami
telah
mengutus
sebelum
kamu
beberapa
orang
rasul
kepada
kaumnya,
mereka
datang
kepadanya
dengan
membawa
keterangan-keterangan
(yang
cukup),
lalu
Kami
melakukan
pembalasan
terhadap
orang-orang
yang
berdosa
[1176].
Dan
Kami
selalu
berkewajiban
menolong
orang-orang
yang
beriman.
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
يُرْسِلُ
ٱلرِّيَـٰحَ
فَتُثِيرُ
سَحَابًا
فَيَبْسُطُهُۥ
فِى
ٱلسَّمَآءِ
كَيْفَ
يَشَآءُ
وَيَجْعَلُهُۥ
كِسَفًا
فَتَرَى
ٱلْوَدْقَ
يَخْرُجُ
مِنْ
خِلَـٰلِهِۦ
ۖ
فَإِذَآ
أَصَابَ
بِهِۦ
مَن
يَشَآءُ
مِنْ
عِبَادِهِۦٓ
إِذَا
هُمْ
يَسْتَبْشِرُونَ
48
alllahu
alladziā
yursilu
alrriyaāḥa
fatutsiyru
saḥaābanā
fayabsuṭuhuū
fiā
alssamaā'i
kayfa
yasyaā'u
wayaj‘aluhuū
kisafanā
fataraā
alwadqa
yakhruju
min
khilaālihiī
faiidzaā
aaṣaāba
bihiī
man
yasyaā'u
min
‘ibaādihiī
iidzaā
hum
yastabsyiruwna
Allah,
Dia-lah
yang
mengirim
angin,
lalu
angin
itu
menggerakkan
awan
dan
Allah
membentangkannya
di
langit
menurut
yang
dikehendaki-Nya
dan
menjadikannya
bergumpal-gumpal;
lalu
kamu
lihat
hujan
keluar
dari
celah-celahnya,
maka
apabila
hujan
itu
turun
mengenai
hamba-hamba-Nya
yang
dikehendaki-Nya,
tiba-tiba
mereka
menjadi
gembira.
وَإِن
كَانُوا۟
مِن
قَبْلِ
أَن
يُنَزَّلَ
عَلَيْهِم
مِّن
قَبْلِهِۦ
لَمُبْلِسِينَ
49
waiin
kaānuwā
min
qabli
aan
yunazzala
‘alayhim
mmin
qablihiī
lamublisiyna
Dan
Sesungguhnya
sebelum
hujan
diturunkan
kepada
mereka,
mereka
benar-benar
telah
berputus
asa.
فَٱنظُرْ
إِلَىٰٓ
ءَاثَـٰرِ
رَحْمَتِ
ٱللَّهِ
كَيْفَ
يُحْىِ
ٱلْأَرْضَ
بَعْدَ
مَوْتِهَآ
ۚ
إِنَّ
ذَٰلِكَ
لَمُحْىِ
ٱلْمَوْتَىٰ
ۖ
وَهُوَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
50
faanẓur
iilaāā
'aātsaāri
raḥmati
alllahi
kayfa
yuḥāi
alaarḍa
ba‘da
mawtihaā
iinna
dzaālika
lamuḥāi
almawtaāā
wahuwa
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Maka
perhatikanlah
bekas-bekas
rahmat
Allah,
bagaimana
Allah
menghidupkan
bumi
yang
sudah
mati.
Sesungguhnya
(Tuhan
yang
berkuasa
seperti)
demikian
benar-benar
(berkuasa)
menghidupkan
orang-orang
yang
telah
mati.
Dan
Dia
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
وَلَئِنْ
أَرْسَلْنَا
رِيحًا
فَرَأَوْهُ
مُصْفَرًّا
لَّظَلُّوا۟
مِنۢ
بَعْدِهِۦ
يَكْفُرُونَ
51
walai'in
aarsalnaā
riyḥanā
faraaawhu
muṣfarranā
llaẓalluwā
min
ba‘dihiī
yakfuruwna
Dan
sungguh,
jika
Kami
mengirimkan
angin
(kepada
tumbuh-tumbuhan),
lalu
mereka
melihat
(tumbuh-tumbuhan
itu)
menjadi
kuning
(kering),
benar-benar
tetaplah
mereka
sesudah
itu
menjadi
orang
yang
ingkar.
فَإِنَّكَ
لَا
تُسْمِعُ
ٱلْمَوْتَىٰ
وَلَا
تُسْمِعُ
ٱلصُّمَّ
ٱلدُّعَآءَ
إِذَا
وَلَّوْا۟
مُدْبِرِينَ
52
faiinnaka
laā
tusmi‘u
almawtaāā
walaā
tusmi‘u
alṣṣumma
alddu‘aā'a
iidzaā
wallawā
mudbiriyna
Maka
Sesungguhnya,
kamu
tidak
akan
sanggup
menjadikan
orang-orang
yang
mati
itu
dapat
mendengar
dan
menjadikan
orang-orang
yang
tuli
dapat
mendengar
seruan,
apabila
mereka
itu
berpaling
membelakang
[1177].
وَمَآ
أَنتَ
بِهَـٰدِ
ٱلْعُمْىِ
عَن
ضَلَـٰلَتِهِمْ
ۖ
إِن
تُسْمِعُ
إِلَّا
مَن
يُؤْمِنُ
بِـَٔايَـٰتِنَا
فَهُم
مُّسْلِمُونَ
53
wamaā
aanta
bihaādi
al‘umāi
‘an
ḍalaālatihim
iin
tusmi‘u
iillaā
man
yuu'minu
biaāyaātinaā
fahum
mmuslimuwna
Dan
kamu
sekali-kali
tidak
akan
dapat
memberi
petunjuk
kepada
orang-orang
yang
buta
(mata
hatinya)
dari
kesesatannya.
Dan
kamu
tidak
dapat
memperdengarkan
(petunjuk
Tuhan),
melainkan
kepada
orang-orang
yang
beriman
dengan
ayat-ayat
Kami;
mereka
itulah
orang-orang
yang
berserah
diri
(kepada
Kami).
۞
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
خَلَقَكُم
مِّن
ضَعْفٍ
ثُمَّ
جَعَلَ
مِنۢ
بَعْدِ
ضَعْفٍ
قُوَّةً
ثُمَّ
جَعَلَ
مِنۢ
بَعْدِ
قُوَّةٍ
ضَعْفًا
وَشَيْبَةً
ۚ
يَخْلُقُ
مَا
يَشَآءُ
ۖ
وَهُوَ
ٱلْعَلِيمُ
ٱلْقَدِيرُ
54
alllahu
alladziā
khalaqakum
mmin
ḍa‘fin
tsumma
ja‘ala
min
ba‘di
ḍa‘fin
quwwahan
tsumma
ja‘ala
min
ba‘di
quwwahin
ḍa‘fanā
wasyaybahan
yakhluqu
maā
yasyaā'u
wahuwa
al‘aliymu
alqadiyru
Allah,
Dia-lah
yang
menciptakan
kamu
dari
keadaan
lemah,
kemudian
Dia
menjadikan
(kamu)
sesudah
keadaan
lemah
itu
menjadi
kuat,
kemudian
Dia
menjadikan
(kamu)
sesudah
kuat
itu
lemah
(kembali)
dan
beruban.
Dia
menciptakan
apa
yang
dikehendaki-Nya
dan
Dia-lah
Yang
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Kuasa.
وَيَوْمَ
تَقُومُ
ٱلسَّاعَةُ
يُقْسِمُ
ٱلْمُجْرِمُونَ
مَا
لَبِثُوا۟
غَيْرَ
سَاعَةٍ
ۚ
كَذَٰلِكَ
كَانُوا۟
يُؤْفَكُونَ
55
wayawma
taquwmu
alssaā‘ahu
yuqsimu
almujrimuwna
maā
labitsuwā
ghayra
saā‘ahin
kadzaālika
kaānuwā
yuu'fakuwna
Dan
pada
hari
terjadinya
kiamat,
bersumpahlah
orang-orang
yang
berdosa,
"Mereka
tidak
berdiam
(dalam
kubur),
melainkan
sesaat
(saja)".
Seperti
demikianlah,
mereka
selalu
dipalingkan
(dari
kebenaran)
[1178].
وَقَالَ
ٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْعِلْمَ
وَٱلْإِيمَـٰنَ
لَقَدْ
لَبِثْتُمْ
فِى
كِتَـٰبِ
ٱللَّهِ
إِلَىٰ
يَوْمِ
ٱلْبَعْثِ
ۖ
فَهَـٰذَا
يَوْمُ
ٱلْبَعْثِ
وَلَـٰكِنَّكُمْ
كُنتُمْ
لَا
تَعْلَمُونَ
56
waqaāla
alladziyna
auwtuwā
al‘ilma
waaliiymaāna
laqad
labitstum
fiā
kitaābi
alllahi
iilaāā
yawmi
alba‘tsi
fahaādzaā
yawmu
alba‘tsi
walaākinnakum
kuntum
laā
ta‘lamuwna
Dan
berkata
orang-orang
yang
diberi
ilmu
pengetahuan
dan
keimanan
(kepada
orang-orang
yang
kafir),
"Sesungguhnya
kamu
telah
berdiam
(dalam
kubur)
menurut
ketetapan
Allah
sampai
hari
berbangkit;
maka
inilah
hari
berbangkit
itu,
akan
tetapi
kamu
selalu
tidak
meyakini(nya)".
فَيَوْمَئِذٍ
لَّا
يَنفَعُ
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟
مَعْذِرَتُهُمْ
وَلَا
هُمْ
يُسْتَعْتَبُونَ
57
fayawmai'idzin
llaā
yanfa‘u
alladziyna
ẓalamuwā
ma‘dziratuhum
walaā
hum
yusta‘tabuwna
Maka
pada
hari
itu,
tidak
bermanfaat
(lagi)
bagi
orang-orang
yang
zalim
permintaan
uzur
mereka
dan
tidak
pula
mereka
diberi
kesempatan
bertobat
lagi.
وَلَقَدْ
ضَرَبْنَا
لِلنَّاسِ
فِى
هَـٰذَا
ٱلْقُرْءَانِ
مِن
كُلِّ
مَثَلٍ
ۚ
وَلَئِن
جِئْتَهُم
بِـَٔايَةٍ
لَّيَقُولَنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوٓا۟
إِنْ
أَنتُمْ
إِلَّا
مُبْطِلُونَ
58
walaqad
ḍarabnaā
lilnnaāsi
fiā
haādzaā
alqur'aāni
min
kulli
matsalin
walai'in
jii'tahum
biaāyahin
llayaquwlanna
alladziyna
kafaruwā
iin
aantum
iillaā
mubṭiluwna
Dan
Sesungguhnya
telah
Kami
buat
dalam
Al-Qur`ān
ini
segala
macam
perumpamaan
untuk
manusia.
Dan
Sesungguhnya
jika
kamu
membawa
kepada
mereka
suatu
ayat,
pastilah
orang-orang
yang
kafir
itu
akan
berkata,
"Kamu
tidak
lain
hanyalah
orang-orang
yang
membuat
kepalsuan
belaka".
كَذَٰلِكَ
يَطْبَعُ
ٱللَّهُ
عَلَىٰ
قُلُوبِ
ٱلَّذِينَ
لَا
يَعْلَمُونَ
59
kadzaālika
yaṭba‘u
alllahu
‘alaāā
quluwbi
alladziyna
laā
ya‘lamuwna
Demikianlah,
Allah
mengunci
mati
hati
orang-orang
yang
tidak
(mau)
memahami.
فَٱصْبِرْ
إِنَّ
وَعْدَ
ٱللَّهِ
حَقٌّ
ۖ
وَلَا
يَسْتَخِفَّنَّكَ
ٱلَّذِينَ
لَا
يُوقِنُونَ
60
faaṣbir
iinna
wa‘da
alllahi
ḥaqqun
walaā
yastakhiffannaka
alladziyna
laā
yuwqinuwna
Dan
bersabarlah
kamu,
sesungguhnya
janji
Allah
adalah
benar
dan
sekali-kali
janganlah
orang-orang
yang
tidak
meyakini
(kebenaran
ayat-ayat
Allah)
itu
menggelisahkan
kamu.