Quran by Tau
← Daftar Surah

30. Ar-Rum

الروم · Bangsa Romawi · 60 ayat · Makkah

الٓمٓ 1
Alif Lām Mīm
Alif Lām Mīm [1161]
غُلِبَتِ ٱلرُّومُ 2
ghulibati alrruwmu
Telah dikalahkan bangsa Romawi [1162],
فِىٓ أَدْنَى ٱلْأَرْضِ وَهُم مِّنۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ 3
fiā aadnaā alaarḍi wahum mmin ba‘di ghalabihim sayaghlibuwna
di negeri yang terdekat [1163] dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang ,[1164]
فِى بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ ٱلْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِنۢ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ ٱلْمُؤْمِنُونَ 4
fiā biḍ‘i siniyna lillahi alaamru min qablu wamin ba‘du wayawmai'idzin yafraḥu almuu'minuwna
dalam beberapa tahun lagi [1165]. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu, bergembiralah orang-orang yang beriman,
بِنَصْرِ ٱللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 5
binaṣri alllahi yanṣuru man yasyaā'u wahuwa al‘aziyzu alrraḥiymu
Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.
وَعْدَ ٱللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ 6
wa‘da alllahi laā yukhlifu alllahu wa‘dahuū walaākinna aaktsara alnnaāsi laā ya‘lamuwna
(Sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
يَعْلَمُونَ ظَـٰهِرًا مِّنَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ ٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ غَـٰفِلُونَ 7
ya‘lamuwna ẓaāhiranā mmina alḥayawāhi alddunyaā wahum ‘ani alaākhirahi hum ghaāfiluwna
Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.
أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِم ۗ مَّا خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ بِلِقَآئِ رَبِّهِمْ لَكَـٰفِرُونَ 8
aawalam yatafakkaruwā fiā aanfusihim mmaā khalaqa alllahu alssamaāwaāti waalaarḍa wamaā baynahumaā iillaā bialḥaqqi waaajalin mmusammanā waiinna katsiyranā mmina alnnaāsi biliqaāi'i rabbihim lakaāfiruwna
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya, kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhan-nya.
أَوَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوٓا۟ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا۟ ٱلْأَرْضَ وَعَمَرُوهَآ أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ 9
aawalam yasiyruwā fiā alaarḍi fayanẓuruwā kayfa kaāna ‘aāqibahu alladziyna min qablihim kaānuwā aasyadda minhum quwwahan waaatsaāruwā alaarḍa wa‘amaruwhaā aaktsara mimmaā ‘amaruwhaā wajaā'athum rusuluhum bialbayyinaāti famaā kaāna alllahu liyaẓlimahum walaākin kaānuwā aanfusahum yaẓlimuwna
Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka, rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.
ثُمَّ كَانَ عَـٰقِبَةَ ٱلَّذِينَ أَسَـٰٓـُٔوا۟ ٱلسُّوٓأَىٰٓ أَن كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَكَانُوا۟ بِهَا يَسْتَهْزِءُونَ 10
tsumma kaāna ‘aāqibaha alladziyna aasaāuwā alssuwaaāā aan kadzdzabuwā biaāyaāti alllahi wakaānuwā bihaā yastahzi'uwna
Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya.
ٱللَّهُ يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ 11
alllahu yabdau'uā alkhalqa tsumma yu‘iyduhuū tsumma iilayhi turja‘uwna
Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan
وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يُبْلِسُ ٱلْمُجْرِمُونَ 12
wayawma taquwmu alssaā‘ahu yublisu almujrimuwna
Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa.
وَلَمْ يَكُن لَّهُم مِّن شُرَكَآئِهِمْ شُفَعَـٰٓؤُا۟ وَكَانُوا۟ بِشُرَكَآئِهِمْ كَـٰفِرِينَ 13
walam yakun llahum mmin syurakaāi'ihim syufa‘aāu'uā wakaānuwā bisyurakaāi'ihim kaāfiriyna
Dan sekali-kali, tidak ada pemberi syafaat [1166] bagi mereka dari berhala-berhala mereka dan adalah mereka mengingkari berhala mereka itu [1167].
وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ 14
wayawma taquwmu alssaā‘ahu yawmai'idzin yatafarraquwna
Dan pada hari terjadinya kiamat, pada hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan.
فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَهُمْ فِى رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ 15
faaammaā alladziyna 'aāmanuwā wa‘amiluwā alṣṣaāliḥaāti fahum fiā rawḍahin yuḥbaruwna
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَلِقَآئِ ٱلْـَٔاخِرَةِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ٱلْعَذَابِ مُحْضَرُونَ 16
waaammaā alladziyna kafaruwā wakadzdzabuwā biaāyaātinaā waliqaāi'i alaākhirahi faauwlaāi'ika fiā al‘adzaābi muḥḍaruwna
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur`ān) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka).
فَسُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ 17
fasubḥaāna alllahi ḥiyna tumsuwna waḥiyna tuṣbiḥuwna
Maka bertasbihlah kepada Allah pada waktu kamu berada pada petang hari dan waktu kamu berada pada waktu subuh,
وَلَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ 18
walahu alḥamdu fiā alssamaāwaāti waalaarḍi wa‘asyiyyanā waḥiyna tuẓhiruwna
dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan pada waktu kamu berada pada petang hari dan pada waktu kamu berada pada waktu Zuhur [1168].
يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَيُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ 19
yukhriju alḥaāāa mina almayyiti wayukhriju almayyita mina alḥaāāi wayuḥāi alaarḍa ba‘da mawtihaā wakadzaālika tukhrajuwna
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ إِذَآ أَنتُم بَشَرٌ تَنتَشِرُونَ 20
wamin 'aāyaātihiī aan khalaqakum mmin turaābin tsumma iidzaā aantum basyarun tantasyiruwna
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ 21
wamin 'aāyaātihiī aan khalaqa lakum mmin aanfusikum aazwaājanā llitaskunuwā iilayhaā waja‘ala baynakum mmawaddahan waraḥmahan iinna fiā dzaālika laaāyaātin lliqawmin yatafakkaruwna
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦ خَلْقُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَـٰفُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَٰنِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّلْعَـٰلِمِينَ 22
wamin 'aāyaātihiī khalqu alssamaāwaāti waalaarḍi waakhtilaāfu aalsinatikum waaalwaānikum iinna fiā dzaālika laaāyaātin llil‘aālimiyna
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ 23
wamin 'aāyaātihiī manaāmukum biallayli waalnnahaāri waabtighaāu'ukum mmin faḍlihiī iinna fiā dzaālika laaāyaātin lliqawmin yasma‘uwna
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦ يُرِيكُمُ ٱلْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَيُحْىِۦ بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ 24
wamin 'aāyaātihiī yuriykumu albarqa khawfanā waṭama‘anā wayunazzilu mina alssamaā'i maā'an fayuḥāiī bihi alaarḍa ba‘da mawtihaā iinna fiā dzaālika laaāyaātin lliqawmin ya‘qiluwna
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَن تَقُومَ ٱلسَّمَآءُ وَٱلْأَرْضُ بِأَمْرِهِۦ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ إِذَآ أَنتُمْ تَخْرُجُونَ 25
wamin 'aāyaātihiī aan taquwma alssamaā'u waalaarḍu biaamrihiī tsumma iidzaā da‘aākum da‘wahan mmina alaarḍi iidzaā aantum takhrujuwna
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).
وَلَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَّهُۥ قَـٰنِتُونَ 26
walahuū man fiā alssamaāwaāti waalaarḍi kullun llahuū qaānituwna
Dan kepunyaan-Nya-lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.
وَهُوَ ٱلَّذِى يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ ٱلْمَثَلُ ٱلْأَعْلَىٰ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ 27
wahuwa alladziā yabdau'uā alkhalqa tsumma yu‘iyduhuū wahuwa aahwanu ‘alayhi walahu almatsalu alaa‘laāā fiā alssamaāwaāti waalaarḍi wahuwa al‘aziyzu alḥakiymu
Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nya-lah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi, dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
ضَرَبَ لَكُم مَّثَلًا مِّنْ أَنفُسِكُمْ ۖ هَل لَّكُم مِّن مَّا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُم مِّن شُرَكَآءَ فِى مَا رَزَقْنَـٰكُمْ فَأَنتُمْ فِيهِ سَوَآءٌ تَخَافُونَهُمْ كَخِيفَتِكُمْ أَنفُسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ 28
ḍaraba lakum mmatsalanā mmin aanfusikum hal llakum mmin mmaā malakat aaymaānukum mmin syurakaā'a fiā maā razaqnaākum faaantum fiyhi sawaā'un takhaāfuwnahum kakhiyfatikum aanfusakum kadzaālika nufaṣṣilu alaāyaāti liqawmin ya‘qiluwna
Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada di antara hamba sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah, Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.
بَلِ ٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ أَهْوَآءَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ فَمَن يَهْدِى مَنْ أَضَلَّ ٱللَّهُ ۖ وَمَا لَهُم مِّن نَّـٰصِرِينَ 29
bali attaba‘a alladziyna ẓalamuwā aahwaā'ahum bighayri ‘ilmin faman yahdiā man aaḍalla alllahu wamaā lahum mmin nnaāṣiriyna
Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan, maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolong pun.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ 30
faaaqim wajhaka lilddiyni ḥaniyfanā fiṭrata alllahi allatiā faṭara alnnaāsa ‘alayhaā laā tabdiyla likhalqi alllahi dzaālika alddiynu alqayyimu walaākinna aaktsara alnnaāsi laā ya‘lamuwna
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui [1169],
۞ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ 31
muniybiyna iilayhi waattaquwhu waaaqiymuwā alṣṣalawāha walaā takuwnuwā mina almusyrikiyna
dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ 32
mina alladziyna farraquwā diynahum wakaānuwā syiya‘anā kullu ḥizbin bimaā ladayhim fariḥuwna
yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka [1170] dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
وَإِذَا مَسَّ ٱلنَّاسَ ضُرٌّ دَعَوْا۟ رَبَّهُم مُّنِيبِينَ إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَآ أَذَاقَهُم مِّنْهُ رَحْمَةً إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُم بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ 33
waiidzaā massa alnnaāsa ḍurrun da‘awā rabbahum mmuniybiyna iilayhi tsumma iidzaā aadzaāqahum mminhu raḥmahan iidzaā fariyqun mminhum birabbihim yusyrikuwna
Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhan-nya dengan kembali bertobat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat [1171] daripada-Nya, tiba-tiba sebagian daripada mereka mempersekutukan Tuhan-nya,
لِيَكْفُرُوا۟ بِمَآ ءَاتَيْنَـٰهُمْ ۚ فَتَمَتَّعُوا۟ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ 34
liyakfuruwā bimaā 'aātaynaāhum fatamatta‘uwā fasawfa ta‘lamuwna
sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).
أَمْ أَنزَلْنَا عَلَيْهِمْ سُلْطَـٰنًا فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُوا۟ بِهِۦ يُشْرِكُونَ 35
aam aanzalnaā ‘alayhim sulṭaānanā fahuwa yatakallamu bimaā kaānuwā bihiī yusyrikuwna
Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran) apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan?
وَإِذَآ أَذَقْنَا ٱلنَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا۟ بِهَا ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ 36
waiidzaā aadzaqnaā alnnaāsa raḥmahan fariḥuwā bihaā waiin tuṣibhum sayyii'ahun bimaā qaddamat aaydiyhim iidzaā hum yaqnaṭuwna
Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ 37
aawalam yarawā aanna alllaha yabsuṭu alrrizqa liman yasyaā'u wayaqdiru iinna fiā dzaālika laaāyaātin lliqawmin yuu'minuwna
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
فَـَٔاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ ٱللَّهِ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ 38
faaāti dzaā alqurbaāā ḥaqqahuū waalmiskiyna waabna alssabiyli dzaālika khayrun llilladziyna yuriyduwna wajha alllahi waauwlaāi'ika humu almufliḥuwna
Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan [1172]. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah dan mereka itulah orang-orang beruntung.
وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن رِّبًا لِّيَرْبُوَا۟ فِىٓ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ فَلَا يَرْبُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن زَكَوٰةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ ٱللَّهِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُضْعِفُونَ 39
wamaā 'aātaytum mmin rribanā lliyarbuwaā fiā aamwaāli alnnaāsi falaā yarbuwā ‘inda alllahi wamaā 'aātaytum mmin zakawāhin turiyduwna wajha alllahi faauwlaāi'ika humu almuḍ‘ifuwna
Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).
ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَفْعَلُ مِن ذَٰلِكُم مِّن شَىْءٍ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ 40
alllahu alladziā khalaqakum tsumma razaqakum tsumma yumiytukum tsumma yuḥyiykum hal min syurakaāi'ikum mman yaf‘alu min dzaālikum mmin syaā'in subḥaānahuū wata‘aālaāā ‘ammaā yusyrikuwna
Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ 41
ẓahara alfasaādu fiā albarri waalbaḥri bimaā kasabat aaydiā alnnaāsi liyudziyqahum ba‘ḍa alladziā ‘amiluwā la‘allahum yarji‘uwna
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ 42
qul siyruwā fiā alaarḍi faanẓuruwā kayfa kaāna ‘aāqibahu alladziyna min qablu kaāna aaktsaruhum mmusyrikiyna
Katakanlah, "Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)".
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ ٱلْقَيِّمِ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا مَرَدَّ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ ۖ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ 43
faaaqim wajhaka lilddiyni alqayyimi min qabli aan yaatiāa yawmun llaā maradda lahuū mina alllahi yawmai'idzin yaṣṣadda‘uwna
Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak (kedatangannya), pada hari itu mereka terpisah-pisah [1173].
مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُۥ ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ 44
man kafara fa‘alayhi kufruhuū waman ‘amila ṣaāliḥanā faliaanfusihim yamhaduwna
Barang siapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barang siapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan),
لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْكَـٰفِرِينَ 45
liyajziāa alladziyna 'aāmanuwā wa‘amiluwā alṣṣaāliḥaāti min faḍlihiī iinnahuū laā yuḥibbu alkaāfiriyna
agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.
وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَن يُرْسِلَ ٱلرِّيَاحَ مُبَشِّرَٰتٍ وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحْمَتِهِۦ وَلِتَجْرِىَ ٱلْفُلْكُ بِأَمْرِهِۦ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 46
wamin 'aāyaātihiī aan yursila alrriyaāḥa mubasysyiraātin waliyudziyqakum mmin rraḥmatihiī walitajriāa alfulku biaamrihiī walitabtaghuwā min faḍlihiī wala‘allakum tasykuruwna
Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira [1174], dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya [1175] , dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahan kamu bersyukur.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَآءُوهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَٱنتَقَمْنَا مِنَ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُوا۟ ۖ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ 47
walaqad aarsalnaā min qablika rusulanā iilaāā qawmihim fajaā'uwhum bialbayyinaāti faantaqamnaā mina alladziyna aajramuwā wakaāna ḥaqqanā ‘alaynaā naṣru almuu'miniyna
Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa [1176]. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.
ٱللَّهُ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُۥ فِى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهُۥ كِسَفًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَـٰلِهِۦ ۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ 48
alllahu alladziā yursilu alrriyaāḥa fatutsiyru saḥaābanā fayabsuṭuhuū fiā alssamaā'i kayfa yasyaā'u wayaj‘aluhuū kisafanā fataraā alwadqa yakhruju min khilaālihiī faiidzaā aaṣaāba bihiī man yasyaā'u min ‘ibaādihiī iidzaā hum yastabsyiruwna
Allah, Dia-lah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.
وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلِ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْهِم مِّن قَبْلِهِۦ لَمُبْلِسِينَ 49
waiin kaānuwā min qabli aan yunazzala ‘alayhim mmin qablihiī lamublisiyna
Dan Sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa.
فَٱنظُرْ إِلَىٰٓ ءَاثَـٰرِ رَحْمَتِ ٱللَّهِ كَيْفَ يُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ 50
faanẓur iilaāā 'aātsaāri raḥmati alllahi kayfa yuḥāi alaarḍa ba‘da mawtihaā iinna dzaālika lamuḥāi almawtaāā wahuwa ‘alaāā kulli syaā'in qadiyrun
Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّا لَّظَلُّوا۟ مِنۢ بَعْدِهِۦ يَكْفُرُونَ 51
walai'in aarsalnaā riyḥanā faraaawhu muṣfarranā llaẓalluwā min ba‘dihiī yakfuruwna
Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan), lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar.
فَإِنَّكَ لَا تُسْمِعُ ٱلْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوْا۟ مُدْبِرِينَ 52
faiinnaka laā tusmi‘u almawtaāā walaā tusmi‘u alṣṣumma alddu‘aā'a iidzaā wallawā mudbiriyna
Maka Sesungguhnya, kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang [1177].
وَمَآ أَنتَ بِهَـٰدِ ٱلْعُمْىِ عَن ضَلَـٰلَتِهِمْ ۖ إِن تُسْمِعُ إِلَّا مَن يُؤْمِنُ بِـَٔايَـٰتِنَا فَهُم مُّسْلِمُونَ 53
wamaā aanta bihaādi al‘umāi ‘an ḍalaālatihim iin tusmi‘u iillaā man yuu'minu biaāyaātinaā fahum mmuslimuwna
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan), melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami; mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).
۞ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْقَدِيرُ 54
alllahu alladziā khalaqakum mmin ḍa‘fin tsumma ja‘ala min ba‘di ḍa‘fin quwwahan tsumma ja‘ala min ba‘di quwwahin ḍa‘fanā wasyaybahan yakhluqu maā yasyaā'u wahuwa al‘aliymu alqadiyru
Allah, Dia-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يُقْسِمُ ٱلْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا۟ غَيْرَ سَاعَةٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَانُوا۟ يُؤْفَكُونَ 55
wayawma taquwmu alssaā‘ahu yuqsimu almujrimuwna maā labitsuwā ghayra saā‘ahin kadzaālika kaānuwā yuu'fakuwna
Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, "Mereka tidak berdiam (dalam kubur), melainkan sesaat (saja)". Seperti demikianlah, mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran) [1178].
وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ وَٱلْإِيمَـٰنَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْبَعْثِ ۖ فَهَـٰذَا يَوْمُ ٱلْبَعْثِ وَلَـٰكِنَّكُمْ كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ 56
waqaāla alladziyna auwtuwā al‘ilma waaliiymaāna laqad labitstum fiā kitaābi alllahi iilaāā yawmi alba‘tsi fahaādzaā yawmu alba‘tsi walaākinnakum kuntum laā ta‘lamuwna
Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir), "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu, akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)".
فَيَوْمَئِذٍ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ 57
fayawmai'idzin llaā yanfa‘u alladziyna ẓalamuwā ma‘dziratuhum walaā hum yusta‘tabuwna
Maka pada hari itu, tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertobat lagi.
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَلَئِن جِئْتَهُم بِـَٔايَةٍ لَّيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا مُبْطِلُونَ 58
walaqad ḍarabnaā lilnnaāsi fiā haādzaā alqur'aāni min kulli matsalin walai'in jii'tahum biaāyahin llayaquwlanna alladziyna kafaruwā iin aantum iillaā mubṭiluwna
Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al-Qur`ān ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata, "Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka".
كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ 59
kadzaālika yaṭba‘u alllahu ‘alaāā quluwbi alladziyna laā ya‘lamuwna
Demikianlah, Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.
فَٱصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ ۖ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ ٱلَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ 60
faaṣbir iinna wa‘da alllahi ḥaqqun walaā yastakhiffannaka alladziyna laā yuwqinuwna
Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.
← Surah sebelumnya
Surah berikutnya →