← Daftar Surah
3. Ali Imran
آل عمران · Keluarga Imran · 200 ayat · Madinah
الٓمٓ
1
Alif
Lām
Mīm
Alif
Lām
Mīm.
ٱللَّهُ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ٱلْحَىُّ
ٱلْقَيُّومُ
2
alllahu
laā
iilaāha
iillaā
huwa
alḥaāāu
alqayyuwmu
Allah,
tidak
ada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
melainkan
Dia.
Yang
hidup
kekal
lagi
terus
menerus
mengurus
makhluk-Nya[181].
نَزَّلَ
عَلَيْكَ
ٱلْكِتَـٰبَ
بِٱلْحَقِّ
مُصَدِّقًا
لِّمَا
بَيْنَ
يَدَيْهِ
وَأَنزَلَ
ٱلتَّوْرَىٰةَ
وَٱلْإِنجِيلَ
3
nazzala
‘alayka
alkitaāba
bialḥaqqi
muṣaddiqanā
llimaā
bayna
yadayhi
waaanzala
alttawraāāha
waaliinjiyla
Dia
menurunkan
Alkitab
(Al-Qur`ān)
kepadamu
dengan
sebenarnya,
membenarkan
kitab
yang
telah
diturunkan
sebelumnya
dan
menurunkan
Taurat
dan
Injil,
مِن
قَبْلُ
هُدًى
لِّلنَّاسِ
وَأَنزَلَ
ٱلْفُرْقَانَ
ۗ
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
لَهُمْ
عَذَابٌ
شَدِيدٌ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَزِيزٌ
ذُو
ٱنتِقَامٍ
4
min
qablu
hudanā
llilnnaāsi
waaanzala
alfurqaāna
iinna
alladziyna
kafaruwā
biaāyaāti
alllahi
lahum
‘adzaābun
syadiydun
waalllahu
‘aziyzun
dzuw
antiqaāmin
sebelum
(Al-Qur`ān),
menjadi
petunjuk
bagi
manusia,
dan
Dia
menurunkan
Al-Furqān[182].
Sesungguhnya
orang-orang
yang
kafir
terhadap
ayat-ayat
Allah
akan
memperoleh
siksa
yang
berat;
dan
Allah
Maha
Perkasa
lagi
mempunyai
balasan
(siksa).
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يَخْفَىٰ
عَلَيْهِ
شَىْءٌ
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَلَا
فِى
ٱلسَّمَآءِ
5
iinna
alllaha
laā
yakhfaāā
‘alayhi
syaā'un
fiā
alaarḍi
walaā
fiā
alssamaā'i
Sesungguhnya
bagi
Allah
tidak
ada
satu
pun
yang
tersembunyi
di
bumi
dan
tidak
(pula)
di
langit.
هُوَ
ٱلَّذِى
يُصَوِّرُكُمْ
فِى
ٱلْأَرْحَامِ
كَيْفَ
يَشَآءُ
ۚ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
6
huwa
alladziā
yuṣawwirukum
fiā
alaarḥaāmi
kayfa
yasyaā'u
laā
iilaāha
iillaā
huwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Dia-lah
yang
membentuk
kamu
dalam
rahim
sebagaimana
dikehendaki-Nya.
Tak
ada
tuhan
(yang
berhak
disembah)
melainkan
Dia,
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
هُوَ
ٱلَّذِىٓ
أَنزَلَ
عَلَيْكَ
ٱلْكِتَـٰبَ
مِنْهُ
ءَايَـٰتٌ
مُّحْكَمَـٰتٌ
هُنَّ
أُمُّ
ٱلْكِتَـٰبِ
وَأُخَرُ
مُتَشَـٰبِهَـٰتٌ
ۖ
فَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
فِى
قُلُوبِهِمْ
زَيْغٌ
فَيَتَّبِعُونَ
مَا
تَشَـٰبَهَ
مِنْهُ
ٱبْتِغَآءَ
ٱلْفِتْنَةِ
وَٱبْتِغَآءَ
تَأْوِيلِهِۦ
ۗ
وَمَا
يَعْلَمُ
تَأْوِيلَهُۥٓ
إِلَّا
ٱللَّهُ
ۗ
وَٱلرَّٰسِخُونَ
فِى
ٱلْعِلْمِ
يَقُولُونَ
ءَامَنَّا
بِهِۦ
كُلٌّ
مِّنْ
عِندِ
رَبِّنَا
ۗ
وَمَا
يَذَّكَّرُ
إِلَّآ
أُو۟لُوا۟
ٱلْأَلْبَـٰبِ
7
huwa
alladziā
aanzala
‘alayka
alkitaāba
minhu
'aāyaātun
mmuḥkamaātun
hunna
aummu
alkitaābi
waaukharu
mutasyaābihaātun
faaammaā
alladziyna
fiā
quluwbihim
zayghun
fayattabi‘uwna
maā
tasyaābaha
minhu
abtighaā'a
alfitnahi
waabtighaā'a
taawiylihiī
wamaā
ya‘lamu
taawiylahuū
iillaā
alllahu
waalrraāsikhuwna
fiā
al‘ilmi
yaquwluwna
'aāmannaā
bihiī
kullun
mmin
‘indi
rabbinaā
wamaā
yadzdzakkaru
iillaā
auwluwā
alaalbaābi
Dia-lah
yang
menurunkan
Alkitab
(Al-Qur`ān)
kepada
kamu.
Di
antara
(isi)nya
ada
ayat-ayat
yang
muhkamat[183],
itulah
pokok-pokok
isi
Al-Qur`ān
dan
yang
lain
(ayat-ayat)
mutasyabihat[184].
Adapun
orang-orang
yang
dalam
hatinya
condong
kepada
kesesatan,
maka
mereka
mengikuti
sebagian
ayat-ayat
yang
mutasyabihat
untuk
menimbulkan
fitnah
dan
untuk
mencari-cari
takwilnya,
padahal
tidak
ada
yang
mengetahui
takwilnya
melainkan
Allah.
Dan
orang-orang
yang
mendalam
ilmunya
berkata,
"Kami
beriman
kepada
ayat-ayat
yang
mutasyabihat,
semuanya
itu
dari
sisi
Tuhan
kami".
Dan
tidak
dapat
mengambil
pelajaran
(darinya)
melainkan
orang-orang
yang
berakal.
رَبَّنَا
لَا
تُزِغْ
قُلُوبَنَا
بَعْدَ
إِذْ
هَدَيْتَنَا
وَهَبْ
لَنَا
مِن
لَّدُنكَ
رَحْمَةً
ۚ
إِنَّكَ
أَنتَ
ٱلْوَهَّابُ
8
rabbanaā
laā
tuzigh
quluwbanaā
ba‘da
iidz
hadaytanaā
wahab
lanaā
min
lladunka
raḥmahan
iinnaka
aanta
alwahhaābu
(Mereka
berdoa),
"Ya
Tuhan
kami,
janganlah
Engkau
jadikan
hati
kami
condong
kepada
kesesatan
sesudah
Engkau
beri
petunjuk
kepada
kami,
dan
karuniakanlah
kepada
kami
rahmat
dari
sisi
Engkau;
karena
sesungguhnya
Engkau-lah
Maha
Pemberi
(karunia)".
رَبَّنَآ
إِنَّكَ
جَامِعُ
ٱلنَّاسِ
لِيَوْمٍ
لَّا
رَيْبَ
فِيهِ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يُخْلِفُ
ٱلْمِيعَادَ
9
rabbanaā
iinnaka
jaāmi‘u
alnnaāsi
liyawmin
llaā
rayba
fiyhi
iinna
alllaha
laā
yukhlifu
almiy‘aāda
"Ya
Tuhan
kami,
sesungguhnya
Engkau
mengumpulkan
manusia
untuk
(menerima
pembalasan
pada)
hari
yang
tak
ada
keraguan
padanya".
Sesungguhnya
Allah
tidak
menyalahi
janji.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
لَن
تُغْنِىَ
عَنْهُمْ
أَمْوَٰلُهُمْ
وَلَآ
أَوْلَـٰدُهُم
مِّنَ
ٱللَّهِ
شَيْـًٔا
ۖ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمْ
وَقُودُ
ٱلنَّارِ
10
iinna
alladziyna
kafaruwā
lan
tughniāa
‘anhum
aamwaāluhum
walaā
aawlaāduhum
mmina
alllahi
syayanā
waauwlaāi'ika
hum
waquwdu
alnnaāri
Sesungguhnya
orang-orang
yang
kafir,
harta
benda
dan
anak-anak
mereka,
sedikit
pun
tidak
dapat
menolak
(siksa)
Allah
dari
mereka.
Dan
mereka
itu
adalah
bahan
bakar
api
neraka.
كَدَأْبِ
ءَالِ
فِرْعَوْنَ
وَٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
ۚ
كَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
فَأَخَذَهُمُ
ٱللَّهُ
بِذُنُوبِهِمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
شَدِيدُ
ٱلْعِقَابِ
11
kadaabi
'aāli
fir‘awna
waalladziyna
min
qablihim
kadzdzabuwā
biaāyaātinaā
faaakhadzahumu
alllahu
bidzunuwbihim
waalllahu
syadiydu
al‘iqaābi
(keadaan
mereka)
adalah
seperti
keadaan
kaum
Firʻawn
dan
orang-orang
yang
sebelumnya;
mereka
mendustakan
ayat-ayat
Kami,
karena
itu
Allah
menyiksa
mereka
disebabkan
dosa-dosa
mereka.
Dan
Allah
sangat
keras
siksa-Nya.
قُل
لِّلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
سَتُغْلَبُونَ
وَتُحْشَرُونَ
إِلَىٰ
جَهَنَّمَ
ۚ
وَبِئْسَ
ٱلْمِهَادُ
12
qul
llilladziyna
kafaruwā
satughlabuwna
watuḥsyaruwna
iilaāā
jahannama
wabii'sa
almihaādu
Katakanlah
kepada
orang-orang
yang
kafir,
"Kamu
pasti
akan
dikalahkan
(di
dunia
ini)
dan
akan
digiring
ke
dalam
neraka
Jahanam.
Dan
itulah
tempat
yang
seburuk-buruknya".
قَدْ
كَانَ
لَكُمْ
ءَايَةٌ
فِى
فِئَتَيْنِ
ٱلْتَقَتَا
ۖ
فِئَةٌ
تُقَـٰتِلُ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَأُخْرَىٰ
كَافِرَةٌ
يَرَوْنَهُم
مِّثْلَيْهِمْ
رَأْىَ
ٱلْعَيْنِ
ۚ
وَٱللَّهُ
يُؤَيِّدُ
بِنَصْرِهِۦ
مَن
يَشَآءُ
ۗ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَعِبْرَةً
لِّأُو۟لِى
ٱلْأَبْصَـٰرِ
13
qad
kaāna
lakum
'aāyahun
fiā
fii'atayni
altaqataā
fii'ahun
tuqaātilu
fiā
sabiyli
alllahi
waaukhraāā
kaāfirahun
yarawnahum
mmitslayhim
raaāa
al‘ayni
waalllahu
yuu'ayyidu
binaṣrihiī
man
yasyaā'u
iinna
fiā
dzaālika
la‘ibrahan
lliauwliā
alaabṣaāri
Sesungguhnya
telah
ada
tanda
bagi
kamu
pada
dua
golongan
yang
telah
bertemu
(bertempur)[185].
Segolongan
berperang
di
jalan
Allah
dan
(segolongan)
yang
lain
kafir,
yang
dengan
mata
kepala
melihat
(seakan-akan)
orang-orang
muslimin
dua
kali
jumlah
mereka.
Allah
menguatkan
dengan
bantuan-Nya
siapa
yang
dikehendaki-Nya.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
terdapat
pelajaran
bagi
orang-orang
yang
mempunyai
mata
hati.
زُيِّنَ
لِلنَّاسِ
حُبُّ
ٱلشَّهَوَٰتِ
مِنَ
ٱلنِّسَآءِ
وَٱلْبَنِينَ
وَٱلْقَنَـٰطِيرِ
ٱلْمُقَنطَرَةِ
مِنَ
ٱلذَّهَبِ
وَٱلْفِضَّةِ
وَٱلْخَيْلِ
ٱلْمُسَوَّمَةِ
وَٱلْأَنْعَـٰمِ
وَٱلْحَرْثِ
ۗ
ذَٰلِكَ
مَتَـٰعُ
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
ۖ
وَٱللَّهُ
عِندَهُۥ
حُسْنُ
ٱلْمَـَٔابِ
14
zuyyina
lilnnaāsi
ḥubbu
alsysyahawaāti
mina
alnnisaā'i
waalbaniyna
waalqanaāṭiyri
almuqanṭarahi
mina
aldzdzahabi
waalfiḍḍahi
waalkhayli
almusawwamahi
waalaan‘aāmi
waalḥartsi
dzaālika
mataā‘u
alḥayawāhi
alddunyaā
waalllahu
‘indahuū
ḥusnu
almaaābi
Dijadikan
indah
pada
(pandangan)
manusia
kecintaan
kepada
apa-apa
yang
diingini,
yaitu
wanita-wanita,
anak-anak,
harta
yang
banyak
dari
jenis
emas,
perak,
kuda
pilihan,
binatang-binatang
ternak[186],
dan
sawah
ladang.
Itulah
kesenangan
hidup
di
dunia;
dan
di
sisi
Allah-lah
tempat
kembali
yang
baik
(surga).
۞
قُلْ
أَؤُنَبِّئُكُم
بِخَيْرٍ
مِّن
ذَٰلِكُمْ
ۚ
لِلَّذِينَ
ٱتَّقَوْا۟
عِندَ
رَبِّهِمْ
جَنَّـٰتٌ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
وَأَزْوَٰجٌ
مُّطَهَّرَةٌ
وَرِضْوَٰنٌ
مِّنَ
ٱللَّهِ
ۗ
وَٱللَّهُ
بَصِيرٌۢ
بِٱلْعِبَادِ
15
qul
aau'unabbii'ukum
bikhayrin
mmin
dzaālikum
lilladziyna
attaqawā
‘inda
rabbihim
jannaātun
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
khaālidiyna
fiyhaā
waaazwaājun
mmuṭahharahun
wariḍwaānun
mmina
alllahi
waalllahu
baṣiyrun
bial‘ibaādi
Katakanlah,
"Inginkah
aku
kabarkan
kepadamu
apa
yang
lebih
baik
dari
yang
demikian
itu?"
Untuk
orang-orang
yang
bertakwa
(kepada
Allah),
pada
sisi
Tuhan
mereka
ada
surga
yang
mengalir
dibawahnya
sungai-sungai;
mereka
kekal
didalamnya.
Dan
(mereka
dikaruniai)
istri-istri
yang
disucikan
serta
keridaan
Allah.
Dan
Allah
Maha
Melihat
akan
hamba-hamba-Nya.
ٱلَّذِينَ
يَقُولُونَ
رَبَّنَآ
إِنَّنَآ
ءَامَنَّا
فَٱغْفِرْ
لَنَا
ذُنُوبَنَا
وَقِنَا
عَذَابَ
ٱلنَّارِ
16
alladziyna
yaquwluwna
rabbanaā
iinnanaā
'aāmannaā
faaghfir
lanaā
dzunuwbanaā
waqinaā
‘adzaāba
alnnaāri
(Yaitu)
orang-orang
yang
berdoa,
"Ya
Tuhan
kami,
sesungguhnya
kami
telah
beriman,
maka
ampunilah
segala
dosa
kami
dan
peliharalah
kami
dari
siksa
neraka",
ٱلصَّـٰبِرِينَ
وَٱلصَّـٰدِقِينَ
وَٱلْقَـٰنِتِينَ
وَٱلْمُنفِقِينَ
وَٱلْمُسْتَغْفِرِينَ
بِٱلْأَسْحَارِ
17
alṣṣaābiriyna
waalṣṣaādiqiyna
waalqaānitiyna
waalmunfiqiyna
waalmustaghfiriyna
bialaasḥaāri
(yaitu)
orang-orang
yang
sabar,
yang
benar,
yang
tetap
taat,
yang
menafkahkan
hartanya
(di
jalan
Allah),
dan
yang
memohon
ampun
di
waktu
sahur[187].
شَهِدَ
ٱللَّهُ
أَنَّهُۥ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
وَأُو۟لُوا۟
ٱلْعِلْمِ
قَآئِمًۢا
بِٱلْقِسْطِ
ۚ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
18
syahida
alllahu
aannahuū
laā
iilaāha
iillaā
huwa
waalmalaāi'ikahu
waauwluwā
al‘ilmi
qaāi'imanā
bialqisṭi
laā
iilaāha
iillaā
huwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Allah
menyatakan
bahwasanya
tidak
ada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
melainkan
Dia,
Yang
menegakkan
keadilan;
Para
Malaikat
dan
orang-orang
yang
berilmu[188]
(juga
menyatakan
yang
demikian
itu).
Tak
ada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
melainkan
Dia,
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
إِنَّ
ٱلدِّينَ
عِندَ
ٱللَّهِ
ٱلْإِسْلَـٰمُ
ۗ
وَمَا
ٱخْتَلَفَ
ٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْكِتَـٰبَ
إِلَّا
مِنۢ
بَعْدِ
مَا
جَآءَهُمُ
ٱلْعِلْمُ
بَغْيًۢا
بَيْنَهُمْ
ۗ
وَمَن
يَكْفُرْ
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
سَرِيعُ
ٱلْحِسَابِ
19
iinna
alddiyna
‘inda
alllahi
aliislaāmu
wamaā
akhtalafa
alladziyna
auwtuwā
alkitaāba
iillaā
min
ba‘di
maā
jaā'ahumu
al‘ilmu
baghyanā
baynahum
waman
yakfur
biaāyaāti
alllahi
faiinna
alllaha
sariy‘u
alḥisaābi
Sesungguhnya
agama
(yang
diridai)
di
sisi
Allah
hanyalah
Islam.
Tiada
berselisih
orang-orang
yang
telah
diberi
Alkitab[189]
kecuali
sesudah
datang
pengetahuan
kepada
mereka
karena
kedengkian
(yang
ada)
di
antara
mereka.
Barang
siapa
yang
kafir
terhadap
ayat-ayat
Allah
maka
sesungguhnya
Allah
sangat
cepat
hisab-Nya.
فَإِنْ
حَآجُّوكَ
فَقُلْ
أَسْلَمْتُ
وَجْهِىَ
لِلَّهِ
وَمَنِ
ٱتَّبَعَنِ
ۗ
وَقُل
لِّلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْكِتَـٰبَ
وَٱلْأُمِّيِّـۧنَ
ءَأَسْلَمْتُمْ
ۚ
فَإِنْ
أَسْلَمُوا۟
فَقَدِ
ٱهْتَدَوا۟
ۖ
وَّإِن
تَوَلَّوْا۟
فَإِنَّمَا
عَلَيْكَ
ٱلْبَلَـٰغُ
ۗ
وَٱللَّهُ
بَصِيرٌۢ
بِٱلْعِبَادِ
20
faiin
ḥaājjuwka
faqul
aaslamtu
wajhiāa
lillahi
wamani
attaba‘ani
waqul
llilladziyna
auwtuwā
alkitaāba
waalaummiyyina
'aaaslamtum
faiin
aaslamuwā
faqadi
ahtadawā
wwaiin
tawallawā
faiinnamaā
‘alayka
albalaāghu
waalllahu
baṣiyrun
bial‘ibaādi
Kemudian
jika
mereka
mendebat
kamu
(tentang
kebenaran
Islam),
maka
katakanlah,
"Aku
menyerahkan
diriku
kepada
Allah
dan
(demikian
pula)
orang-orang
yang
mengikutiku".
Dan
katakanlah
kepada
orang-orang
yang
telah
diberi
Alkitab
dan
kepada
orang-orang
yang
umi[190],
"Apakah
kamu
(mau)
masuk
Islam".
Jika
mereka
masuk
Islam,
sesungguhnya
mereka
telah
mendapat
petunjuk,
dan
jika
mereka
berpaling,
maka
kewajiban
kamu
hanyalah
menyampaikan
(ayat-ayat
Allah).
Dan
Allah
Maha
Melihat
akan
hamba-hamba-Nya.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يَكْفُرُونَ
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
وَيَقْتُلُونَ
ٱلنَّبِيِّـۧنَ
بِغَيْرِ
حَقٍّ
وَيَقْتُلُونَ
ٱلَّذِينَ
يَأْمُرُونَ
بِٱلْقِسْطِ
مِنَ
ٱلنَّاسِ
فَبَشِّرْهُم
بِعَذَابٍ
أَلِيمٍ
21
iinna
alladziyna
yakfuruwna
biaāyaāti
alllahi
wayaqtuluwna
alnnabiyyina
bighayri
ḥaqqin
wayaqtuluwna
alladziyna
yaamuruwna
bialqisṭi
mina
alnnaāsi
fabasysyirhum
bi‘adzaābin
aaliymin
Sesungguhnya
orang-orang
yang
kafir
kepada
ayat-ayat
Allah
dan
membunuh
para
nabi
yang
memang
tak
dibenarkan
dan
membunuh
orang-orang
yang
menyuruh
manusia
berbuat
adil,
maka
gembirakanlah
mereka
bahwa
mereka
akan
menerima
siksa
yang
pedih.
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ٱلَّذِينَ
حَبِطَتْ
أَعْمَـٰلُهُمْ
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةِ
وَمَا
لَهُم
مِّن
نَّـٰصِرِينَ
22
auwlaāi'ika
alladziyna
ḥabiṭat
aa‘maāluhum
fiā
alddunyaā
waalaākhirahi
wamaā
lahum
mmin
nnaāṣiriyna
Mereka
itu
adalah
orang-orang
yang
lenyap
(pahala)
amal-amalnya
di
dunia
dan
akhirat,
dan
mereka
sekali-kali
tidak
memperoleh
penolong.
أَلَمْ
تَرَ
إِلَى
ٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
نَصِيبًا
مِّنَ
ٱلْكِتَـٰبِ
يُدْعَوْنَ
إِلَىٰ
كِتَـٰبِ
ٱللَّهِ
لِيَحْكُمَ
بَيْنَهُمْ
ثُمَّ
يَتَوَلَّىٰ
فَرِيقٌ
مِّنْهُمْ
وَهُم
مُّعْرِضُونَ
23
aalam
tara
iilaā
alladziyna
auwtuwā
naṣiybanā
mmina
alkitaābi
yud‘awna
iilaāā
kitaābi
alllahi
liyaḥkuma
baynahum
tsumma
yatawallaāā
fariyqun
mminhum
wahum
mmu‘riḍuwna
Tidakkah
kamu
memperhatikan
orang-orang
yang
telah
diberi
bagian,
yaitu
Alkitab
(Taurat),
mereka
diseru
kepada
kitab
Allah
supaya
kitab
itu
menetapkan
hukum
diantara
mereka;
kemudian
sebagian
dari
mereka
berpaling,
dan
mereka
selalu
membelakangi
(kebenaran).
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
قَالُوا۟
لَن
تَمَسَّنَا
ٱلنَّارُ
إِلَّآ
أَيَّامًا
مَّعْدُودَٰتٍ
ۖ
وَغَرَّهُمْ
فِى
دِينِهِم
مَّا
كَانُوا۟
يَفْتَرُونَ
24
dzaālika
biaannahum
qaāluwā
lan
tamassanaā
alnnaāru
iillaā
aayyaāmanā
mma‘duwdaātin
wagharrahum
fiā
diynihim
mmaā
kaānuwā
yaftaruwna
Hal
itu
adalah
karena
mereka
mengaku,
"Kami
tidak
akan
disentuh
oleh
api
neraka
kecuali
beberapa
hari
yang
dapat
dihitung".
Mereka
diperdayakan
dalam
agama
mereka
oleh
apa
yang
selalu
mereka
ada-adakan.
فَكَيْفَ
إِذَا
جَمَعْنَـٰهُمْ
لِيَوْمٍ
لَّا
رَيْبَ
فِيهِ
وَوُفِّيَتْ
كُلُّ
نَفْسٍ
مَّا
كَسَبَتْ
وَهُمْ
لَا
يُظْلَمُونَ
25
fakayfa
iidzaā
jama‘naāhum
liyawmin
llaā
rayba
fiyhi
wawuffiyat
kullu
nafsin
mmaā
kasabat
wahum
laā
yuẓlamuwna
Bagaimanakah
nanti
apabila
mereka
Kami
kumpulkan
di
hari
(kiamat)
yang
tidak
ada
keraguan
tentang
adanya.
Dan
disempurnakan
kepada
tiap-tiap
diri
balasan
apa
yang
diusahakannya
sedang
mereka
tidak
dianiaya
(dirugikan).
قُلِ
ٱللَّهُمَّ
مَـٰلِكَ
ٱلْمُلْكِ
تُؤْتِى
ٱلْمُلْكَ
مَن
تَشَآءُ
وَتَنزِعُ
ٱلْمُلْكَ
مِمَّن
تَشَآءُ
وَتُعِزُّ
مَن
تَشَآءُ
وَتُذِلُّ
مَن
تَشَآءُ
ۖ
بِيَدِكَ
ٱلْخَيْرُ
ۖ
إِنَّكَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
26
quli
alllahumma
maālika
almulki
tuu'tiā
almulka
man
tasyaā'u
watanzi‘u
almulka
mimman
tasyaā'u
watu‘izzu
man
tasyaā'u
watudzillu
man
tasyaā'u
biyadika
alkhayru
iinnaka
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Katakanlah,
"Wahai
Tuhan
Yang
mempunyai
kerajaan,
Engkau
berikan
kerajaan
kepada
orang
yang
Engkau
kehendaki
dan
Engkau
cabut
kerajaan
dari
orang
yang
Engkau
kehendaki.
Engkau
muliakan
orang
yang
Engkau
kehendaki
dan
Engkau
hinakan
orang
yang
Engkau
kehendaki.
Di
tangan
Engkau-lah
segala
kebajikan.
Sesungguhnya
Engkau
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
تُولِجُ
ٱلَّيْلَ
فِى
ٱلنَّهَارِ
وَتُولِجُ
ٱلنَّهَارَ
فِى
ٱلَّيْلِ
ۖ
وَتُخْرِجُ
ٱلْحَىَّ
مِنَ
ٱلْمَيِّتِ
وَتُخْرِجُ
ٱلْمَيِّتَ
مِنَ
ٱلْحَىِّ
ۖ
وَتَرْزُقُ
مَن
تَشَآءُ
بِغَيْرِ
حِسَابٍ
27
tuwliju
allayla
fiā
alnnahaāri
watuwliju
alnnahaāra
fiā
allayli
watukhriju
alḥaāāa
mina
almayyiti
watukhriju
almayyita
mina
alḥaāāi
watarzuqu
man
tasyaā'u
bighayri
ḥisaābin
Engkau
masukkan
malam
ke
dalam
siang
dan
Engkau
masukkan
siang
ke
dalam
malam.
Engkau
keluarkan
yang
hidup
dari
yang
mati,
dan
Engkau
keluarkan
yang
mati
dari
yang
hidup[191].
Dan
Engkau
beri
rezeki
siapa
yang
Engkau
kehendaki
tanpa
hisab
(batas)".
لَّا
يَتَّخِذِ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
أَوْلِيَآءَ
مِن
دُونِ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
ۖ
وَمَن
يَفْعَلْ
ذَٰلِكَ
فَلَيْسَ
مِنَ
ٱللَّهِ
فِى
شَىْءٍ
إِلَّآ
أَن
تَتَّقُوا۟
مِنْهُمْ
تُقَىٰةً
ۗ
وَيُحَذِّرُكُمُ
ٱللَّهُ
نَفْسَهُۥ
ۗ
وَإِلَى
ٱللَّهِ
ٱلْمَصِيرُ
28
llaā
yattakhidzi
almuu'minuwna
alkaāfiriyna
aawliyaā'a
min
duwni
almuu'miniyna
waman
yaf‘al
dzaālika
falaysa
mina
alllahi
fiā
syaā'in
iillaā
aan
tattaquwā
minhum
tuqaāāhan
wayuḥadzdzirukumu
alllahu
nafsahuū
waiilaā
alllahi
almaṣiyru
Janganlah
orang-orang
mukmin
mengambil
orang-orang
kafir
menjadi
wali[192]
dengan
meninggalkan
orang-orang
mukmin.
Barang
siapa
berbuat
demikian,
niscaya
lepaslah
ia
dari
pertolongan
Allah,
kecuali
karena
(siasat)
memelihara
diri
dari
sesuatu
yang
ditakuti
dari
mereka.
Dan
Allah
memperingatkan
kamu
terhadap
diri
(siksa)-Nya.
Dan
hanya
kepada
Allah
kembali(mu).
قُلْ
إِن
تُخْفُوا۟
مَا
فِى
صُدُورِكُمْ
أَوْ
تُبْدُوهُ
يَعْلَمْهُ
ٱللَّهُ
ۗ
وَيَعْلَمُ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
29
qul
iin
tukhfuwā
maā
fiā
ṣuduwrikum
aaw
tubduwhu
ya‘lamhu
alllahu
waya‘lamu
maā
fiā
alssamaāwaāti
wamaā
fiā
alaarḍi
waalllahu
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Katakanlah,
"Jika
kamu
menyembunyikan
apa
yang
ada
dalam
hatimu
atau
kamu
melahirkannya,
pasti
Allah
mengetahui".
Allah
mengetahui
apa-apa
yang
ada
di
langit
dan
apa-apa
yang
ada
di
bumi.
Dan
Allah
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
يَوْمَ
تَجِدُ
كُلُّ
نَفْسٍ
مَّا
عَمِلَتْ
مِنْ
خَيْرٍ
مُّحْضَرًا
وَمَا
عَمِلَتْ
مِن
سُوٓءٍ
تَوَدُّ
لَوْ
أَنَّ
بَيْنَهَا
وَبَيْنَهُۥٓ
أَمَدًۢا
بَعِيدًا
ۗ
وَيُحَذِّرُكُمُ
ٱللَّهُ
نَفْسَهُۥ
ۗ
وَٱللَّهُ
رَءُوفٌۢ
بِٱلْعِبَادِ
30
yawma
tajidu
kullu
nafsin
mmaā
‘amilat
min
khayrin
mmuḥḍaranā
wamaā
‘amilat
min
suw'in
tawaddu
law
aanna
baynahaā
wabaynahuū
aamadanā
ba‘iydanā
wayuḥadzdzirukumu
alllahu
nafsahuū
waalllahu
ra'uwfun
bial‘ibaādi
Pada
hari
ketika
tiap-tiap
diri
mendapati
segala
kebajikan
dihadapkan
(dimukanya),
begitu
(juga)
kejahatan
yang
telah
dikerjakannya;
ia
ingin
kalau
kiranya
antara
ia
dengan
hari
itu
ada
masa
yang
jauh;
dan
Allah
memperingatkan
kamu
terhadap
diri
(siksa)-Nya.
Dan
Allah
sangat
Penyayang
kepada
hamba-hamba-Nya.
قُلْ
إِن
كُنتُمْ
تُحِبُّونَ
ٱللَّهَ
فَٱتَّبِعُونِى
يُحْبِبْكُمُ
ٱللَّهُ
وَيَغْفِرْ
لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
31
qul
iin
kuntum
tuḥibbuwna
alllaha
faattabi‘uwniā
yuḥbibkumu
alllahu
wayaghfir
lakum
dzunuwbakum
waalllahu
ghafuwrun
rraḥiymun
Katakanlah,
"Jika
kamu
(benar-benar)
mencintai
Allah,
ikutilah
aku,
niscaya
Allah
mengasihi
dan
mengampuni
dosa-dosamu".
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
قُلْ
أَطِيعُوا۟
ٱللَّهَ
وَٱلرَّسُولَ
ۖ
فَإِن
تَوَلَّوْا۟
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يُحِبُّ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
32
qul
aaṭiy‘uwā
alllaha
waalrrasuwla
faiin
tawallawā
faiinna
alllaha
laā
yuḥibbu
alkaāfiriyna
Katakanlah,
"Taatilah
Allah
dan
rasul-Nya;
jika
kamu
berpaling,
maka
sesungguhnya
Allah
tidak
menyukai
orang-orang
kafir".
۞
إِنَّ
ٱللَّهَ
ٱصْطَفَىٰٓ
ءَادَمَ
وَنُوحًا
وَءَالَ
إِبْرَٰهِيمَ
وَءَالَ
عِمْرَٰنَ
عَلَى
ٱلْعَـٰلَمِينَ
33
iinna
alllaha
aṣṭafaāā
'aādama
wanuwḥanā
wa'aāla
iibraāhiyma
wa'aāla
‘imraāna
‘alaā
al‘aālamiyna
Sesungguhnya
Allah
telah
memilih
Adam,
Nūḥ,
keluarga
Ibrāhīm
dan
keluarga
ʻImrān
melebihi
segala
umat
(di
masa
mereka
masing-masing),
ذُرِّيَّةًۢ
بَعْضُهَا
مِنۢ
بَعْضٍ
ۗ
وَٱللَّهُ
سَمِيعٌ
عَلِيمٌ
34
dzurriyyahan
ba‘ḍuhaā
min
ba‘ḍin
waalllahu
samiy‘un
‘aliymun
(sebagai)
satu
keturunan
yang
sebagiannya
(keturunan)
dari
yang
lain.
Dan
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Mengetahui.
إِذْ
قَالَتِ
ٱمْرَأَتُ
عِمْرَٰنَ
رَبِّ
إِنِّى
نَذَرْتُ
لَكَ
مَا
فِى
بَطْنِى
مُحَرَّرًا
فَتَقَبَّلْ
مِنِّىٓ
ۖ
إِنَّكَ
أَنتَ
ٱلسَّمِيعُ
ٱلْعَلِيمُ
35
iidz
qaālati
amraaatu
‘imraāna
rabbi
iinniā
nadzartu
laka
maā
fiā
baṭniā
muḥarraranā
fataqabbal
minniā
iinnaka
aanta
alssamiy‘u
al‘aliymu
(Ingatlah),
ketika
istri
ʻImrān
berkata,
"Ya
Tuhan-ku,
sesungguhnya
aku
menazarkan
kepada
Engkau
anak
yang
dalam
kandunganku
menjadi
hamba
yang
saleh
dan
berkhidmat
(di
Baitul
Maqdis).
Karena
itu
terimalah
(nazar)
itu
dari
padaku.
Sesungguhnya
Engkau-lah
Yang
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Mengetahui".
فَلَمَّا
وَضَعَتْهَا
قَالَتْ
رَبِّ
إِنِّى
وَضَعْتُهَآ
أُنثَىٰ
وَٱللَّهُ
أَعْلَمُ
بِمَا
وَضَعَتْ
وَلَيْسَ
ٱلذَّكَرُ
كَٱلْأُنثَىٰ
ۖ
وَإِنِّى
سَمَّيْتُهَا
مَرْيَمَ
وَإِنِّىٓ
أُعِيذُهَا
بِكَ
وَذُرِّيَّتَهَا
مِنَ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
ٱلرَّجِيمِ
36
falammaā
waḍa‘athaā
qaālat
rabbi
iinniā
waḍa‘tuhaā
auntsaāā
waalllahu
aa‘lamu
bimaā
waḍa‘at
walaysa
aldzdzakaru
kaalauntsaāā
waiinniā
sammaytuhaā
maryama
waiinniā
au‘iydzuhaā
bika
wadzurriyyatahaā
mina
alsysyayṭaāni
alrrajiymi
Maka
tatkala
istri
ʻImrān
melahirkan
anaknya,
dia
pun
berkata,
"Ya
Tuhan-ku,
sesunguhnya
aku
melahirkannya
seorang
anak
perempuan;
dan
Allah
lebih
mengetahui
apa
yang
dilahirkannya
itu;
dan
anak
laki-laki
tidaklah
seperti
anak
perempuan.
Sesungguhnya
aku
telah
menamai
dia
Maryam
dan
aku
mohon
perlindungan
untuknya
serta
anak-anak
keturunannya
kepada
(pemeliharaan)
Engkau
dari
setan
yang
terkutuk".
فَتَقَبَّلَهَا
رَبُّهَا
بِقَبُولٍ
حَسَنٍ
وَأَنۢبَتَهَا
نَبَاتًا
حَسَنًا
وَكَفَّلَهَا
زَكَرِيَّا
ۖ
كُلَّمَا
دَخَلَ
عَلَيْهَا
زَكَرِيَّا
ٱلْمِحْرَابَ
وَجَدَ
عِندَهَا
رِزْقًا
ۖ
قَالَ
يَـٰمَرْيَمُ
أَنَّىٰ
لَكِ
هَـٰذَا
ۖ
قَالَتْ
هُوَ
مِنْ
عِندِ
ٱللَّهِ
ۖ
إِنَّ
ٱللَّهَ
يَرْزُقُ
مَن
يَشَآءُ
بِغَيْرِ
حِسَابٍ
37
fataqabbalahaā
rabbuhaā
biqabuwlin
ḥasanin
waaanbatahaā
nabaātanā
ḥasananā
wakaffalahaā
zakariyyaā
kullamaā
dakhala
‘alayhaā
zakariyyaā
almiḥraāba
wajada
‘indahaā
rizqanā
qaāla
yaāmaryamu
aannaāā
laki
haādzaā
qaālat
huwa
min
‘indi
alllahi
iinna
alllaha
yarzuqu
man
yasyaā'u
bighayri
ḥisaābin
Maka
Tuhan-nya
menerimanya
(sebagai
nazar)
dengan
penerimaan
yang
baik,
dan
mendidiknya
dengan
pendidikan
yang
baik
dan
Allah
menjadikan
Zakariyyā
pemeliharanya.
Setiap
Zakariyyā
masuk
untuk
menemui
Maryam
di
mihrab,
ia
dapati
makanan
di
sisinya.
Zakariyyā
berkata,
"Hai
Maryam
dari
mana
kamu
memperoleh
(makanan)
ini?"
Maryam
menjawab,
"Makanan
itu
dari
sisi
Allah".
Sesungguhnya
Allah
memberi
rezeki
kepada
siapa
yang
dikehendaki-Nya
tanpa
hisab.
هُنَالِكَ
دَعَا
زَكَرِيَّا
رَبَّهُۥ
ۖ
قَالَ
رَبِّ
هَبْ
لِى
مِن
لَّدُنكَ
ذُرِّيَّةً
طَيِّبَةً
ۖ
إِنَّكَ
سَمِيعُ
ٱلدُّعَآءِ
38
hunaālika
da‘aā
zakariyyaā
rabbahuū
qaāla
rabbi
hab
liā
min
lladunka
dzurriyyahan
ṭayyibahan
iinnaka
samiy‘u
alddu‘aā'i
Di
sanalah
Zakariyyā
berdoa
kepada
Tuhan-nya
seraya
berkata,
"Ya
Tuhan-ku,
berilah
aku
dari
sisi
Engkau
seorang
anak
yang
baik.
Sesungguhnya
Engkau
Maha
Pendengar
doa".
فَنَادَتْهُ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
وَهُوَ
قَآئِمٌ
يُصَلِّى
فِى
ٱلْمِحْرَابِ
أَنَّ
ٱللَّهَ
يُبَشِّرُكَ
بِيَحْيَىٰ
مُصَدِّقًۢا
بِكَلِمَةٍ
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَسَيِّدًا
وَحَصُورًا
وَنَبِيًّا
مِّنَ
ٱلصَّـٰلِحِينَ
39
fanaādathu
almalaāi'ikahu
wahuwa
qaāi'imun
yuṣalliā
fiā
almiḥraābi
aanna
alllaha
yubasysyiruka
biyaḥyaāā
muṣaddiqanā
bikalimahin
mmina
alllahi
wasayyidanā
waḥaṣuwranā
wanabiyyanā
mmina
alṣṣaāliḥiyna
Kemudian
Malaikat
(Jibril)
memanggil
Zakariyyā,
sedang
ia
tengah
berdiri
melakukan
salat
di
mihrab
(katanya),
"Sesungguhnya
Allah
menggembirakan
kamu
dengan
kelahiran
(seorang
putramu)
Yahyā,
yang
membenarkan
kalimat[193]
(yang
datang)
dari
Allah,
menjadi
ikutan,
menahan
diri
(dari
hawa
nafsu)
dan
seorang
nabi
termasuk
keturunan
orang-orang
saleh".
قَالَ
رَبِّ
أَنَّىٰ
يَكُونُ
لِى
غُلَـٰمٌ
وَقَدْ
بَلَغَنِىَ
ٱلْكِبَرُ
وَٱمْرَأَتِى
عَاقِرٌ
ۖ
قَالَ
كَذَٰلِكَ
ٱللَّهُ
يَفْعَلُ
مَا
يَشَآءُ
40
qaāla
rabbi
aannaāā
yakuwnu
liā
ghulaāmun
waqad
balaghaniāa
alkibaru
waamraaatiā
‘aāqirun
qaāla
kadzaālika
alllahu
yaf‘alu
maā
yasyaā'u
Zakariyyā
berkata,
"Ya
Tuhan-ku,
bagaimana
aku
bisa
mendapat
anak
sedang
aku
telah
sangat
tua
dan
istriku
pun
seorang
yang
mandul?"
Berfirman
Allah,
"Demikianlah,
Allah
berbuat
apa
yang
dikehendaki-Nya".
قَالَ
رَبِّ
ٱجْعَل
لِّىٓ
ءَايَةً
ۖ
قَالَ
ءَايَتُكَ
أَلَّا
تُكَلِّمَ
ٱلنَّاسَ
ثَلَـٰثَةَ
أَيَّامٍ
إِلَّا
رَمْزًا
ۗ
وَٱذْكُر
رَّبَّكَ
كَثِيرًا
وَسَبِّحْ
بِٱلْعَشِىِّ
وَٱلْإِبْكَـٰرِ
41
qaāla
rabbi
aj‘al
lliā
'aāyahan
qaāla
'aāyatuka
aallaā
tukallima
alnnaāsa
tsalaātsaha
aayyaāmin
iillaā
ramzanā
waadzkur
rrabbaka
katsiyranā
wasabbiḥ
bial‘asyiāāi
waaliibkaāri
Berkata
Zakariyyā,
"Berilah
aku
suatu
tanda
(bahwa
istriku
telah
mengandung)".
Allah
berfirman,
"Tandanya
bagimu,
kamu
tidak
dapat
berkata-kata
dengan
manusia
selama
tiga
hari,
kecuali
dengan
isyarat.
Dan
sebutlah
(nama)
Tuhan-mu
sebanyak-banyaknya
serta
bertasbihlah
di
waktu
petang
dan
pagi
hari".
وَإِذْ
قَالَتِ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
يَـٰمَرْيَمُ
إِنَّ
ٱللَّهَ
ٱصْطَفَىٰكِ
وَطَهَّرَكِ
وَٱصْطَفَىٰكِ
عَلَىٰ
نِسَآءِ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
42
waiidz
qaālati
almalaāi'ikahu
yaāmaryamu
iinna
alllaha
aṣṭafaāāki
waṭahharaki
waaṣṭafaāāki
‘alaāā
nisaā'i
al‘aālamiyna
Dan
(ingatlah)
ketika
Malaikat
(Jibril)
berkata,
"Hai
Maryam,
sesungguhnya
Allah
telah
memilih
kamu,
menyucikan
kamu
dan
melebihkan
kamu
atas
segala
wanita
di
dunia
(yang
semasa
dengan
kamu).
يَـٰمَرْيَمُ
ٱقْنُتِى
لِرَبِّكِ
وَٱسْجُدِى
وَٱرْكَعِى
مَعَ
ٱلرَّٰكِعِينَ
43
yaāmaryamu
aqnutiā
lirabbiki
waasjudiā
waarka‘iā
ma‘a
alrraāki‘iyna
Hai
Maryam,
taatlah
kepada
Tuhan-mu,
sujud
dan
rukuklah
bersama
orang-orang
yang
rukuk[194].
ذَٰلِكَ
مِنْ
أَنۢبَآءِ
ٱلْغَيْبِ
نُوحِيهِ
إِلَيْكَ
ۚ
وَمَا
كُنتَ
لَدَيْهِمْ
إِذْ
يُلْقُونَ
أَقْلَـٰمَهُمْ
أَيُّهُمْ
يَكْفُلُ
مَرْيَمَ
وَمَا
كُنتَ
لَدَيْهِمْ
إِذْ
يَخْتَصِمُونَ
44
dzaālika
min
aanbaā'i
alghaybi
nuwḥiyhi
iilayka
wamaā
kunta
ladayhim
iidz
yulquwna
aaqlaāmahum
aayyuhum
yakfulu
maryama
wamaā
kunta
ladayhim
iidz
yakhtaṣimuwna
Yang
demikian
itu
adalah
sebagian
dari
berita-berita
gaib
yang
Kami
wahyukan
kepada
kamu
(ya
Muhammad);
padahal
kamu
tidak
hadir
beserta
mereka,
ketika
mereka
melemparkan
anak-anak
panah
mereka
(untuk
mengundi)
siapa
di
antara
mereka
yang
akan
memelihara
Maryam.
Dan
kamu
tidak
hadir
di
sisi
mereka
ketika
mereka
bersengketa.
إِذْ
قَالَتِ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
يَـٰمَرْيَمُ
إِنَّ
ٱللَّهَ
يُبَشِّرُكِ
بِكَلِمَةٍ
مِّنْهُ
ٱسْمُهُ
ٱلْمَسِيحُ
عِيسَى
ٱبْنُ
مَرْيَمَ
وَجِيهًا
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةِ
وَمِنَ
ٱلْمُقَرَّبِينَ
45
iidz
qaālati
almalaāi'ikahu
yaāmaryamu
iinna
alllaha
yubasysyiruki
bikalimahin
mminhu
asmuhu
almasiyḥu
‘iysaā
abnu
maryama
wajiyhanā
fiā
alddunyaā
waalaākhirahi
wamina
almuqarrabiyna
(Ingatlah),
ketika
Malaikat
berkata,
"Hai
Maryam,
sesungguhnya
Allah
menggembirakan
kamu
(dengan
kelahiran
seorang
putra
yang
diciptakan)
dengan
kalimat[195]
(yang
datang)
dari-Nya,
namanya
Al-Masih
ʻIsa
putra
Maryam,
seorang
terkemuka
di
dunia
dan
di
akhirat
dan
termasuk
orang-orang
yang
didekatkan
(kepada
Allah),
وَيُكَلِّمُ
ٱلنَّاسَ
فِى
ٱلْمَهْدِ
وَكَهْلًا
وَمِنَ
ٱلصَّـٰلِحِينَ
46
wayukallimu
alnnaāsa
fiā
almahdi
wakahlanā
wamina
alṣṣaāliḥiyna
dan
dia
berbicara
dengan
manusia
dalam
buaian
dan
ketika
sudah
dewasa,
dan
dia
adalah
termasuk
orang-orang
yang
saleh".
قَالَتْ
رَبِّ
أَنَّىٰ
يَكُونُ
لِى
وَلَدٌ
وَلَمْ
يَمْسَسْنِى
بَشَرٌ
ۖ
قَالَ
كَذَٰلِكِ
ٱللَّهُ
يَخْلُقُ
مَا
يَشَآءُ
ۚ
إِذَا
قَضَىٰٓ
أَمْرًا
فَإِنَّمَا
يَقُولُ
لَهُۥ
كُن
فَيَكُونُ
47
qaālat
rabbi
aannaāā
yakuwnu
liā
waladun
walam
yamsasniā
basyarun
qaāla
kadzaāliki
alllahu
yakhluqu
maā
yasyaā'u
iidzaā
qaḍaāā
aamranā
faiinnamaā
yaquwlu
lahuū
kun
fayakuwnu
Maryam
berkata,
"Ya
Tuhan-ku,
betapa
mungkin
aku
mempunyai
anak,
padahal
aku
belum
pernah
disentuh
oleh
seorang
laki-laki
pun".
Allah
berfirman
(dengan
perantaraan
Jibril),
"Demikianlah
Allah
menciptakan
apa
yang
dikehendaki-Nya.
Apabila
Allah
berkehendak
menetapkan
sesuatu,
maka
Allah
hanya
cukup
berkata
kepadanya,
"Jadilah",
lalu
jadilah
dia.
وَيُعَلِّمُهُ
ٱلْكِتَـٰبَ
وَٱلْحِكْمَةَ
وَٱلتَّوْرَىٰةَ
وَٱلْإِنجِيلَ
48
wayu‘allimuhu
alkitaāba
waalḥikmaha
waalttawraāāha
waaliinjiyla
Dan
Allah
akan
mengajarkan
kepadanya
Alkitab[196],
Hikmah,
Taurat,
dan
Injil.
وَرَسُولًا
إِلَىٰ
بَنِىٓ
إِسْرَٰٓءِيلَ
أَنِّى
قَدْ
جِئْتُكُم
بِـَٔايَةٍ
مِّن
رَّبِّكُمْ
ۖ
أَنِّىٓ
أَخْلُقُ
لَكُم
مِّنَ
ٱلطِّينِ
كَهَيْـَٔةِ
ٱلطَّيْرِ
فَأَنفُخُ
فِيهِ
فَيَكُونُ
طَيْرًۢا
بِإِذْنِ
ٱللَّهِ
ۖ
وَأُبْرِئُ
ٱلْأَكْمَهَ
وَٱلْأَبْرَصَ
وَأُحْىِ
ٱلْمَوْتَىٰ
بِإِذْنِ
ٱللَّهِ
ۖ
وَأُنَبِّئُكُم
بِمَا
تَأْكُلُونَ
وَمَا
تَدَّخِرُونَ
فِى
بُيُوتِكُمْ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَةً
لَّكُمْ
إِن
كُنتُم
مُّؤْمِنِينَ
49
warasuwlanā
iilaāā
baniā
iisraā'iyla
aanniā
qad
jii'tukum
biaāyahin
mmin
rrabbikum
aanniā
aakhluqu
lakum
mmina
alṭṭiyni
kahayahi
alṭṭayri
faaanfukhu
fiyhi
fayakuwnu
ṭayranā
biiidzni
alllahi
waaubrii'u
alaakmaha
waalaabraṣa
waauḥāi
almawtaāā
biiidzni
alllahi
waaunabbii'ukum
bimaā
taakuluwna
wamaā
taddakhiruwna
fiā
buyuwtikum
iinna
fiā
dzaālika
laaāyahan
llakum
iin
kuntum
mmuu'miniyna
Dan
(sebagai)
rasul
kepada
Bani
Isrā`īl
(yang
berkata
kepada
mereka),
"Sesungguhnya
aku
telah
datang
kepadamu
dengan
membawa
sesuatu
tanda
(mukjizat)
dari
Tuhan-mu,
yaitu
aku
membuat
untuk
kamu
dari
tanah
berbentuk
burung;
kemudian
aku
meniupnya,
maka
ia
menjadi
seekor
burung
dengan
seizin
Allah;
dan
aku
menyembuhkan
orang
yang
buta
sejak
dari
lahirnya
dan
orang
yang
berpenyakit
sopak,
dan
aku
menghidupkan
orang
mati
dengan
seizin
Allah;
dan
aku
kabarkan
kepadamu
apa
yang
kamu
makan
dan
apa
yang
kamu
simpan
di
rumahmu.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
adalah
suatu
tanda
(kebenaran
kerasulanku)
bagimu,
jika
kamu
sungguh-sungguh
beriman".
وَمُصَدِّقًا
لِّمَا
بَيْنَ
يَدَىَّ
مِنَ
ٱلتَّوْرَىٰةِ
وَلِأُحِلَّ
لَكُم
بَعْضَ
ٱلَّذِى
حُرِّمَ
عَلَيْكُمْ
ۚ
وَجِئْتُكُم
بِـَٔايَةٍ
مِّن
رَّبِّكُمْ
فَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
وَأَطِيعُونِ
50
wamuṣaddiqanā
llimaā
bayna
yadaāāa
mina
alttawraāāhi
waliauḥilla
lakum
ba‘ḍa
alladziā
ḥurrima
‘alaykum
wajii'tukum
biaāyahin
mmin
rrabbikum
faattaquwā
alllaha
waaaṭiy‘uwni
Dan
(aku
datang
kepadamu)
membenarkan
Taurat
yang
datang
sebelumku,
dan
untuk
menghalalkan
bagimu
sebagian
yang
telah
diharamkan
untukmu,
dan
aku
datang
kepadamu
dengan
membawa
suatu
tanda
(mukjizat)
dari
Tuhan-mu.
Karena
itu,
bertakwalah
kepada
Allah
dan
taatlah
kepadaku.
إِنَّ
ٱللَّهَ
رَبِّى
وَرَبُّكُمْ
فَٱعْبُدُوهُ
ۗ
هَـٰذَا
صِرَٰطٌ
مُّسْتَقِيمٌ
51
iinna
alllaha
rabbiā
warabbukum
faa‘buduwhu
haādzaā
ṣiraāṭun
mmustaqiymun
Sesungguhnya
Allah,
Tuhan-ku
dan
Tuhan-mu,
karena
itu
sembahlah
Dia.
Inilah
jalan
yang
lurus".
۞
فَلَمَّآ
أَحَسَّ
عِيسَىٰ
مِنْهُمُ
ٱلْكُفْرَ
قَالَ
مَنْ
أَنصَارِىٓ
إِلَى
ٱللَّهِ
ۖ
قَالَ
ٱلْحَوَارِيُّونَ
نَحْنُ
أَنصَارُ
ٱللَّهِ
ءَامَنَّا
بِٱللَّهِ
وَٱشْهَدْ
بِأَنَّا
مُسْلِمُونَ
52
falammaā
aaḥassa
‘iysaāā
minhumu
alkufra
qaāla
man
aanṣaāriā
iilaā
alllahi
qaāla
alḥawaāriyyuwna
naḥnu
aanṣaāru
alllahi
'aāmannaā
bialllahi
waasyhad
biaannaā
muslimuwna
Maka
tatkala
ʻIsa
mengetahui
keingkaran
mereka
(Bani
Isrā`īl)
berkatalah
dia,
"Siapakah
yang
akan
menjadi
penolong-penolongku
untuk
(menegakkan
agama)
Allah?"
Para
ῌawāriyyūn
(sahabat-sahabat
setia)
menjawab,
"Kamilah
penolong-penolong
(agama)
Allah,
kami
beriman
kepada
Allah;
dan
saksikanlah
bahwa
sesungguhnya
kami
adalah
orang-orang
yang
berserah
diri.
رَبَّنَآ
ءَامَنَّا
بِمَآ
أَنزَلْتَ
وَٱتَّبَعْنَا
ٱلرَّسُولَ
فَٱكْتُبْنَا
مَعَ
ٱلشَّـٰهِدِينَ
53
rabbanaā
'aāmannaā
bimaā
aanzalta
waattaba‘naā
alrrasuwla
faaktubnaā
ma‘a
alsysyaāhidiyna
Ya
Tuhan
kami,
kami
telah
beriman
kepada
apa
yang
telah
Engkau
turunkan
dan
telah
kami
ikuti
rasul,
karena
itu
masukkanlah
kami
ke
dalam
golongan
orang-orang
yang
menjadi
saksi
(tentang
keesaan
Allah)".
وَمَكَرُوا۟
وَمَكَرَ
ٱللَّهُ
ۖ
وَٱللَّهُ
خَيْرُ
ٱلْمَـٰكِرِينَ
54
wamakaruwā
wamakara
alllahu
waalllahu
khayru
almaākiriyna
Orang-orang
kafir
itu
membuat
tipu
daya,
dan
Allah
membalas
tipu
daya
mereka
itu.
Dan
Allah
sebaik-baik
pembalas
tipu
daya.
إِذْ
قَالَ
ٱللَّهُ
يَـٰعِيسَىٰٓ
إِنِّى
مُتَوَفِّيكَ
وَرَافِعُكَ
إِلَىَّ
وَمُطَهِّرُكَ
مِنَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
وَجَاعِلُ
ٱلَّذِينَ
ٱتَّبَعُوكَ
فَوْقَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوٓا۟
إِلَىٰ
يَوْمِ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۖ
ثُمَّ
إِلَىَّ
مَرْجِعُكُمْ
فَأَحْكُمُ
بَيْنَكُمْ
فِيمَا
كُنتُمْ
فِيهِ
تَخْتَلِفُونَ
55
iidz
qaāla
alllahu
yaā‘iysaāā
iinniā
mutawaffiyka
waraāfi‘uka
iilaāāa
wamuṭahhiruka
mina
alladziyna
kafaruwā
wajaā‘ilu
alladziyna
attaba‘uwka
fawqa
alladziyna
kafaruwā
iilaāā
yawmi
alqiyaāmahi
tsumma
iilaāāa
marji‘ukum
faaaḥkumu
baynakum
fiymaā
kuntum
fiyhi
takhtalifuwna
(Ingatlah),
ketika
Allah
berfirman,
"Hai
ʻIsa
,
sesungguhnya
Aku
akan
menyampaikan
kamu
kepada
akhir
ajalmu
dan
mengangkat
kamu
kepada-Ku
serta
membersihkan
kamu
dari
orang-orang
yang
kafir,
dan
menjadikan
orang-orang
yang
mengikuti
kamu
di
atas
orang-orang
yang
kafir
hingga
hari
kiamat.
Kemudian
hanya
kepada
Aku-lah
kembalimu,
lalu
Aku
memutuskan
di
antaramu
tentang
hal-hal
yang
selalu
kamu
berselisih
padanya".
فَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
فَأُعَذِّبُهُمْ
عَذَابًا
شَدِيدًا
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةِ
وَمَا
لَهُم
مِّن
نَّـٰصِرِينَ
56
faaammaā
alladziyna
kafaruwā
faau‘adzdzibuhum
‘adzaābanā
syadiydanā
fiā
alddunyaā
waalaākhirahi
wamaā
lahum
mmin
nnaāṣiriyna
Adapun
orang-orang
yang
kafir,
maka
akan
Kusiksa
mereka
dengan
siksa
yang
sangat
keras
di
dunia
dan
di
akhirat,
dan
mereka
tidak
memperoleh
penolong.
وَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
فَيُوَفِّيهِمْ
أُجُورَهُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
لَا
يُحِبُّ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
57
waaammaā
alladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
fayuwaffiyhim
aujuwrahum
waalllahu
laā
yuḥibbu
alẓẓaālimiyna
Adapun
orang-orang
yang
beriman
dan
mengerjakan
amalan-amalan
yang
saleh,
maka
Allah
akan
memberikan
kepada
mereka
dengan
sempurna
pahala
amalan-amalan
mereka;
dan
Allah
tidak
menyukai
orang-orang
yang
zalim.
ذَٰلِكَ
نَتْلُوهُ
عَلَيْكَ
مِنَ
ٱلْـَٔايَـٰتِ
وَٱلذِّكْرِ
ٱلْحَكِيمِ
58
dzaālika
natluwhu
‘alayka
mina
alaāyaāti
waaldzdzikri
alḥakiymi
Demikianlah
(kisah
ʻIsa
),
Kami
membacakannya
kepada
kamu
sebagian
dari
bukti-bukti
(kerasulannya)
dan
(membacakan)
Al-Qur`ān
yang
penuh
hikmah.
إِنَّ
مَثَلَ
عِيسَىٰ
عِندَ
ٱللَّهِ
كَمَثَلِ
ءَادَمَ
ۖ
خَلَقَهُۥ
مِن
تُرَابٍ
ثُمَّ
قَالَ
لَهُۥ
كُن
فَيَكُونُ
59
iinna
matsala
‘iysaāā
‘inda
alllahi
kamatsali
'aādama
khalaqahuū
min
turaābin
tsumma
qaāla
lahuū
kun
fayakuwnu
Sesungguhnya
misal
(penciptaan)
ʻIsa
di
sisi
Allah,
adalah
seperti
(penciptaan)
Adam.
Allah
menciptakan
Adam
dari
tanah,
kemudian
Allah
berfirman
kepadanya,
"Jadilah"
(seorang
manusia),
maka
jadilah
dia.
ٱلْحَقُّ
مِن
رَّبِّكَ
فَلَا
تَكُن
مِّنَ
ٱلْمُمْتَرِينَ
60
alḥaqqu
min
rrabbika
falaā
takun
mmina
almumtariyna
(Apa
yang
telah
Kami
ceritakan
itu),
itulah
yang
benar,
yang
datang
dari
Tuhan-mu,
karena
itu
janganlah
kamu
termasuk
orang-orang
yang
ragu-ragu.
فَمَنْ
حَآجَّكَ
فِيهِ
مِنۢ
بَعْدِ
مَا
جَآءَكَ
مِنَ
ٱلْعِلْمِ
فَقُلْ
تَعَالَوْا۟
نَدْعُ
أَبْنَآءَنَا
وَأَبْنَآءَكُمْ
وَنِسَآءَنَا
وَنِسَآءَكُمْ
وَأَنفُسَنَا
وَأَنفُسَكُمْ
ثُمَّ
نَبْتَهِلْ
فَنَجْعَل
لَّعْنَتَ
ٱللَّهِ
عَلَى
ٱلْكَـٰذِبِينَ
61
faman
ḥaājjaka
fiyhi
min
ba‘di
maā
jaā'aka
mina
al‘ilmi
faqul
ta‘aālawā
nad‘u
aabnaā'anaā
waaabnaā'akum
wanisaā'anaā
wanisaā'akum
waaanfusanaā
waaanfusakum
tsumma
nabtahil
fanaj‘al
lla‘nata
alllahi
‘alaā
alkaādzibiyna
Siapa
yang
membantahmu
tentang
kisah
ʻIsa
sesudah
datang
ilmu
(yang
meyakinkan
kamu),
maka
katakanlah
(kepadanya),
"Marilah
kita
memanggil
anak-anak
kami
dan
anak-anak
kamu,
istri-istri
kami
dan
istri-istri
kamu,
diri
kami
dan
diri
kamu;
kemudian
marilah
kita
bermubahalah[197]
kepada
Allah
dan
kita
minta
supaya
laknat
Allah
ditimpakan
kepada
orang-orang
yang
dusta.
إِنَّ
هَـٰذَا
لَهُوَ
ٱلْقَصَصُ
ٱلْحَقُّ
ۚ
وَمَا
مِنْ
إِلَـٰهٍ
إِلَّا
ٱللَّهُ
ۚ
وَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَهُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
62
iinna
haādzaā
lahuwa
alqaṣaṣu
alḥaqqu
wamaā
min
iilaāhin
iillaā
alllahu
waiinna
alllaha
lahuwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Sesungguhnya
ini
adalah
kisah
yang
benar,
dan
tak
ada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
selain
Allah;
dan
sesungguhnya
Allah,
Dia-lah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
فَإِن
تَوَلَّوْا۟
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
عَلِيمٌۢ
بِٱلْمُفْسِدِينَ
63
faiin
tawallawā
faiinna
alllaha
‘aliymun
bialmufsidiyna
Kemudian
jika
mereka
berpaling
(dari
kebenaran),
maka
sesunguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
orang-orang
yang
berbuat
kerusakan.
قُلْ
يَـٰٓأَهْلَ
ٱلْكِتَـٰبِ
تَعَالَوْا۟
إِلَىٰ
كَلِمَةٍ
سَوَآءٍۭ
بَيْنَنَا
وَبَيْنَكُمْ
أَلَّا
نَعْبُدَ
إِلَّا
ٱللَّهَ
وَلَا
نُشْرِكَ
بِهِۦ
شَيْـًٔا
وَلَا
يَتَّخِذَ
بَعْضُنَا
بَعْضًا
أَرْبَابًا
مِّن
دُونِ
ٱللَّهِ
ۚ
فَإِن
تَوَلَّوْا۟
فَقُولُوا۟
ٱشْهَدُوا۟
بِأَنَّا
مُسْلِمُونَ
64
qul
yaāaahla
alkitaābi
ta‘aālawā
iilaāā
kalimahin
sawaā'in
baynanaā
wabaynakum
aallaā
na‘buda
iillaā
alllaha
walaā
nusyrika
bihiī
syayanā
walaā
yattakhidza
ba‘ḍunaā
ba‘ḍanā
aarbaābanā
mmin
duwni
alllahi
faiin
tawallawā
faquwluwā
asyhaduwā
biaannaā
muslimuwna
Katakanlah,
"Hai
ahli
kitab,
marilah
(berpegang)
kepada
suatu
kalimat
(ketetapan)
yang
tidak
ada
perselisihan
antara
kami
dan
kamu,
bahwa
tidak
kita
sembah
kecuali
Allah
dan
tidak
kita
persekutukan
Dia
dengan
sesuatu
pun
dan
tidak
(pula)
sebagian
kita
menjadikan
sebagian
yang
lain
sebagai
tuhan
selain
Allah".
Jika
mereka
berpaling
maka
katakanlah
kepada
mereka,
"Saksikanlah,
bahwa
kami
adalah
orang-orang
yang
berserah
diri
(kepada
Allah)".
يَـٰٓأَهْلَ
ٱلْكِتَـٰبِ
لِمَ
تُحَآجُّونَ
فِىٓ
إِبْرَٰهِيمَ
وَمَآ
أُنزِلَتِ
ٱلتَّوْرَىٰةُ
وَٱلْإِنجِيلُ
إِلَّا
مِنۢ
بَعْدِهِۦٓ
ۚ
أَفَلَا
تَعْقِلُونَ
65
yaāaahla
alkitaābi
lima
tuḥaājjuwna
fiā
iibraāhiyma
wamaā
aunzilati
alttawraāāhu
waaliinjiylu
iillaā
min
ba‘dihiī
aafalaā
ta‘qiluwna
Hai
ahli
kitab,
mengapa
kamu
bantah-membantah[198]
tentang
hal
Ibrāhīm,
padahal
Taurat
dan
Injil
tidak
diturunkan
melainkan
sesudah
Ibrāhīm.
Apakah
kamu
tidak
berpikir?
هَـٰٓأَنتُمْ
هَـٰٓؤُلَآءِ
حَـٰجَجْتُمْ
فِيمَا
لَكُم
بِهِۦ
عِلْمٌ
فَلِمَ
تُحَآجُّونَ
فِيمَا
لَيْسَ
لَكُم
بِهِۦ
عِلْمٌ
ۚ
وَٱللَّهُ
يَعْلَمُ
وَأَنتُمْ
لَا
تَعْلَمُونَ
66
haāaantum
haāu'ulaā'i
ḥaājajtum
fiymaā
lakum
bihiī
‘ilmun
falima
tuḥaājjuwna
fiymaā
laysa
lakum
bihiī
‘ilmun
waalllahu
ya‘lamu
waaantum
laā
ta‘lamuwna
Beginilah
kamu,
kamu
ini
(sewajarnya)
bantah-membantah
tentang
hal
yang
kamu
ketahui[199],
maka
kenapa
kamu
bantah
membantah
tentang
hal
yang
tidak
kamu
ketahui?[200];
Allah
mengetahui
sedang
kamu
tidak
mengetahui.
مَا
كَانَ
إِبْرَٰهِيمُ
يَهُودِيًّا
وَلَا
نَصْرَانِيًّا
وَلَـٰكِن
كَانَ
حَنِيفًا
مُّسْلِمًا
وَمَا
كَانَ
مِنَ
ٱلْمُشْرِكِينَ
67
maā
kaāna
iibraāhiymu
yahuwdiyyanā
walaā
naṣraāniyyanā
walaākin
kaāna
ḥaniyfanā
mmuslimanā
wamaā
kaāna
mina
almusyrikiyna
Ibrāhīm
bukan
seorang
Yahudi
dan
bukan
(pula)
seorang
Nasrani,
akan
tetapi
dia
adalah
seorang
yang
lurus[201]
lagi
berserah
diri
(kepada
Allah)
dan
sekali-kali
bukanlah
dia
termasuk
golongan
orang-orang
musyrik.
إِنَّ
أَوْلَى
ٱلنَّاسِ
بِإِبْرَٰهِيمَ
لَلَّذِينَ
ٱتَّبَعُوهُ
وَهَـٰذَا
ٱلنَّبِىُّ
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ۗ
وَٱللَّهُ
وَلِىُّ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
68
iinna
aawlaā
alnnaāsi
biiibraāhiyma
lalladziyna
attaba‘uwhu
wahaādzaā
alnnabiāāu
waalladziyna
'aāmanuwā
waalllahu
waliāāu
almuu'miniyna
Sesungguhnya
orang
yang
paling
dekat
kepada
Ibrāhīm
ialah
orang-orang
yang
mengikutinya
dan
nabi
ini
(Muhammad),
serta
orang-orang
yang
beriman
(kepada
Muhammad),
dan
Allah
adalah
pelindung
semua
orang-orang
yang
beriman.
وَدَّت
طَّآئِفَةٌ
مِّنْ
أَهْلِ
ٱلْكِتَـٰبِ
لَوْ
يُضِلُّونَكُمْ
وَمَا
يُضِلُّونَ
إِلَّآ
أَنفُسَهُمْ
وَمَا
يَشْعُرُونَ
69
waddat
ṭṭaāi'ifahun
mmin
aahli
alkitaābi
law
yuḍilluwnakum
wamaā
yuḍilluwna
iillaā
aanfusahum
wamaā
yasy‘uruwna
Segolongan
dariahli
kitab
ingin
menyesatkan
kamu,
padahal
mereka
(sebenarnya)
tidak
menyesatkan
melainkan
dirinya
sendiri,
dan
mereka
tidak
menyadarinya.
يَـٰٓأَهْلَ
ٱلْكِتَـٰبِ
لِمَ
تَكْفُرُونَ
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
وَأَنتُمْ
تَشْهَدُونَ
70
yaāaahla
alkitaābi
lima
takfuruwna
biaāyaāti
alllahi
waaantum
tasyhaduwna
Hai
ahli
kitab,
mengapa
kamu
mengingkari
ayat-ayat
Allah[202],
padahal
kamu
mengetahui
(kebenarannya).
يَـٰٓأَهْلَ
ٱلْكِتَـٰبِ
لِمَ
تَلْبِسُونَ
ٱلْحَقَّ
بِٱلْبَـٰطِلِ
وَتَكْتُمُونَ
ٱلْحَقَّ
وَأَنتُمْ
تَعْلَمُونَ
71
yaāaahla
alkitaābi
lima
talbisuwna
alḥaqqa
bialbaāṭili
wataktumuwna
alḥaqqa
waaantum
ta‘lamuwna
Hai
ahli
kitab,
mengapa
kamu
mencampuradukkan
yang
hak
dengan
yang
batil[203],
dan
menyembunyikan
kebenaran[204],
padahal
kamu
mengetahui?
وَقَالَت
طَّآئِفَةٌ
مِّنْ
أَهْلِ
ٱلْكِتَـٰبِ
ءَامِنُوا۟
بِٱلَّذِىٓ
أُنزِلَ
عَلَى
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَجْهَ
ٱلنَّهَارِ
وَٱكْفُرُوٓا۟
ءَاخِرَهُۥ
لَعَلَّهُمْ
يَرْجِعُونَ
72
waqaālat
ṭṭaāi'ifahun
mmin
aahli
alkitaābi
'aāminuwā
bialladziā
aunzila
‘alaā
alladziyna
'aāmanuwā
wajha
alnnahaāri
waakfuruwā
'aākhirahuū
la‘allahum
yarji‘uwna
Segolongan
(lain)
dari
ahli
kitab
berkata
(kepada
sesamanya),
"Perlihatkanlah
(seolah-olah)
kamu
beriman
kepada
apa
yang
diturunkan
kepada
orang-orang
beriman
(sahabat-sahabat
rasul)
pada
permulaan
siang
dan
ingkarilah
ia
pada
akhirnya,
supaya
mereka
(orang-orang
mukmin)
kembali
(kepada
kekafiran).
وَلَا
تُؤْمِنُوٓا۟
إِلَّا
لِمَن
تَبِعَ
دِينَكُمْ
قُلْ
إِنَّ
ٱلْهُدَىٰ
هُدَى
ٱللَّهِ
أَن
يُؤْتَىٰٓ
أَحَدٌ
مِّثْلَ
مَآ
أُوتِيتُمْ
أَوْ
يُحَآجُّوكُمْ
عِندَ
رَبِّكُمْ
ۗ
قُلْ
إِنَّ
ٱلْفَضْلَ
بِيَدِ
ٱللَّهِ
يُؤْتِيهِ
مَن
يَشَآءُ
ۗ
وَٱللَّهُ
وَٰسِعٌ
عَلِيمٌ
73
walaā
tuu'minuwā
iillaā
liman
tabi‘a
diynakum
qul
iinna
alhudaāā
hudaā
alllahi
aan
yuu'taāā
aaḥadun
mmitsla
maā
auwtiytum
aaw
yuḥaājjuwkum
‘inda
rabbikum
qul
iinna
alfaḍla
biyadi
alllahi
yuu'tiyhi
man
yasyaā'u
waalllahu
waāsi‘un
‘aliymun
Dan
janganlah
kamu
percaya
melainkan
kepada
orang
yang
mengikuti
agamamu[205].
Katakanlah,
"Sesungguhnya
petunjuk
(yang
harus
diikuti)
ialah
petunjuk
Allah,
dan
(janganlah
kamu
percaya)
bahwa
akan
diberikan
kepada
seseorang
seperti
apa
yang
diberikan
kepadamu,
dan
(jangan
pula
kamu
percaya)
bahwa
mereka
akan
mengalahkan
hujahmu
di
sisi
Tuhan-mu".
Katakanlah,
"Sesungguhnya
karunia
itu
di
tangan
Allah,
Allah
memberikan
karunia-Nya
kepada
siapa
yang
dikehendaki-Nya;
dan
Allah
Maha
Luas
(karunia-Nya)
lagi
Maha
Mengetahui."
يَخْتَصُّ
بِرَحْمَتِهِۦ
مَن
يَشَآءُ
ۗ
وَٱللَّهُ
ذُو
ٱلْفَضْلِ
ٱلْعَظِيمِ
74
yakhtaṣṣu
biraḥmatihiī
man
yasyaā'u
waalllahu
dzuw
alfaḍli
al‘aẓiymi
Allah
menentukan
rahmat-Nya
(kenabian)
kepada
siapa
yang
dikehendaki-Nya,
dan
Allah
mempunyai
karunia
yang
besar.
۞
وَمِنْ
أَهْلِ
ٱلْكِتَـٰبِ
مَنْ
إِن
تَأْمَنْهُ
بِقِنطَارٍ
يُؤَدِّهِۦٓ
إِلَيْكَ
وَمِنْهُم
مَّنْ
إِن
تَأْمَنْهُ
بِدِينَارٍ
لَّا
يُؤَدِّهِۦٓ
إِلَيْكَ
إِلَّا
مَا
دُمْتَ
عَلَيْهِ
قَآئِمًا
ۗ
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
قَالُوا۟
لَيْسَ
عَلَيْنَا
فِى
ٱلْأُمِّيِّـۧنَ
سَبِيلٌ
وَيَقُولُونَ
عَلَى
ٱللَّهِ
ٱلْكَذِبَ
وَهُمْ
يَعْلَمُونَ
75
wamin
aahli
alkitaābi
man
iin
taamanhu
biqinṭaārin
yuu'addihiī
iilayka
waminhum
mman
iin
taamanhu
bidiynaārin
llaā
yuu'addihiī
iilayka
iillaā
maā
dumta
‘alayhi
qaāi'imanā
dzaālika
biaannahum
qaāluwā
laysa
‘alaynaā
fiā
alaummiyyina
sabiylun
wayaquwluwna
‘alaā
alllahi
alkadziba
wahum
ya‘lamuwna
Di
antara
ahli
kitab
ada
orang
yang
jika
kamu
mempercayakan
kepadanya
harta
yang
banyak,
dikembalikannya
kepadamu;
dan
di
antara
mereka
ada
orang
yang
jika
kamu
mempercayakan
kepadanya
satu
dinar,
tidak
dikembalikannya
kepadamu,
kecuali
jika
kamu
selalu
menagihnya.
Yang
demikian
itu
lantaran
mereka
mengatakan,
"Tidak
ada
dosa
bagi
kami
terhadap
orang-orang
umi[206]."
Mereka
berkata
dusta
terhadap
Allah,
padahal
mereka
mengetahui.
بَلَىٰ
مَنْ
أَوْفَىٰ
بِعَهْدِهِۦ
وَٱتَّقَىٰ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
يُحِبُّ
ٱلْمُتَّقِينَ
76
balaāā
man
aawfaāā
bi‘ahdihiī
waattaqaāā
faiinna
alllaha
yuḥibbu
almuttaqiyna
(Bukan
demikian),
sebenarnya
siapa
yang
menepati
janji
(yang
dibuat)nya[207]
dan
bertakwa,
maka
sesungguhnya
Allah
menyukai
orang-orang
yang
bertakwa.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يَشْتَرُونَ
بِعَهْدِ
ٱللَّهِ
وَأَيْمَـٰنِهِمْ
ثَمَنًا
قَلِيلًا
أُو۟لَـٰٓئِكَ
لَا
خَلَـٰقَ
لَهُمْ
فِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
وَلَا
يُكَلِّمُهُمُ
ٱللَّهُ
وَلَا
يَنظُرُ
إِلَيْهِمْ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
وَلَا
يُزَكِّيهِمْ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
77
iinna
alladziyna
yasytaruwna
bi‘ahdi
alllahi
waaaymaānihim
tsamananā
qaliylanā
auwlaāi'ika
laā
khalaāqa
lahum
fiā
alaākhirahi
walaā
yukallimuhumu
alllahu
walaā
yanẓuru
iilayhim
yawma
alqiyaāmahi
walaā
yuzakkiyhim
walahum
‘adzaābun
aaliymun
Sesungguhnya
orang-orang
yang
menukar
janji
(nya
dengan)
Allah
dan
sumpah-sumpah
mereka
dengan
harga
yang
sedikit,
mereka
itu
tidak
mendapat
bagian
(pahala)
di
akhirat,
dan
Allah
tidak
akan
berkata-kata
dengan
mereka
dan
tidak
akan
melihat
kepada
mereka
pada
hari
kiamat,
dan
tidak
(pula)
akan
menyucikan
mereka.
Bagi
mereka
azab
yang
pedih.
وَإِنَّ
مِنْهُمْ
لَفَرِيقًا
يَلْوُۥنَ
أَلْسِنَتَهُم
بِٱلْكِتَـٰبِ
لِتَحْسَبُوهُ
مِنَ
ٱلْكِتَـٰبِ
وَمَا
هُوَ
مِنَ
ٱلْكِتَـٰبِ
وَيَقُولُونَ
هُوَ
مِنْ
عِندِ
ٱللَّهِ
وَمَا
هُوَ
مِنْ
عِندِ
ٱللَّهِ
وَيَقُولُونَ
عَلَى
ٱللَّهِ
ٱلْكَذِبَ
وَهُمْ
يَعْلَمُونَ
78
waiinna
minhum
lafariyqanā
yalwuūna
aalsinatahum
bialkitaābi
litaḥsabuwhu
mina
alkitaābi
wamaā
huwa
mina
alkitaābi
wayaquwluwna
huwa
min
‘indi
alllahi
wamaā
huwa
min
‘indi
alllahi
wayaquwluwna
‘alaā
alllahi
alkadziba
wahum
ya‘lamuwna
Sesungguhnya
diantara
mereka
ada
segolongan
yang
memutar-mutar
lidahnya
membaca
Alkitab,
supaya
kamu
menyangka
yang
dibacanya
itu
sebagian
dari
Alkitab,
padahal
ia
bukan
dari
Alkitab;
dan
mereka
mengatakan,
"Ia
(yang
dibaca
itu
datang)
dari
sisi
Allah",
padahal
ia
bukan
dari
sisi
Allah.
Mereka
berkata
dusta
terhadap
Allah
sedang
mereka
mengetahui.
مَا
كَانَ
لِبَشَرٍ
أَن
يُؤْتِيَهُ
ٱللَّهُ
ٱلْكِتَـٰبَ
وَٱلْحُكْمَ
وَٱلنُّبُوَّةَ
ثُمَّ
يَقُولَ
لِلنَّاسِ
كُونُوا۟
عِبَادًا
لِّى
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
وَلَـٰكِن
كُونُوا۟
رَبَّـٰنِيِّـۧنَ
بِمَا
كُنتُمْ
تُعَلِّمُونَ
ٱلْكِتَـٰبَ
وَبِمَا
كُنتُمْ
تَدْرُسُونَ
79
maā
kaāna
libasyarin
aan
yuu'tiyahu
alllahu
alkitaāba
waalḥukma
waalnnubuwwaha
tsumma
yaquwla
lilnnaāsi
kuwnuwā
‘ibaādanā
lliā
min
duwni
alllahi
walaākin
kuwnuwā
rabbaāniyyina
bimaā
kuntum
tu‘allimuwna
alkitaāba
wabimaā
kuntum
tadrusuwna
Tidak
wajar
bagi
seseorang
manusia
yang
Allah
berikan
kepadanya
Alkitab,
hikmah,
dan
kenabian,
lalu
dia
berkata
kepada
manusia,
"Hendaklah
kamu
menjadi
penyembah-penyembahku
bukan
penyembah
Allah".
Akan
tetapi
(dia
berkata),
"Hendaklah
kamu
menjadi
orang-orang
rabbānī
[208],
karena
kamu
selalu
mengajarkan
Alkitab
dan
disebabkan
kamu
tetap
mempelajarinya.
وَلَا
يَأْمُرَكُمْ
أَن
تَتَّخِذُوا۟
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ
وَٱلنَّبِيِّـۧنَ
أَرْبَابًا
ۗ
أَيَأْمُرُكُم
بِٱلْكُفْرِ
بَعْدَ
إِذْ
أَنتُم
مُّسْلِمُونَ
80
walaā
yaamurakum
aan
tattakhidzuwā
almalaāi'ikaha
waalnnabiyyina
aarbaābanā
aayaamurukum
bialkufri
ba‘da
iidz
aantum
mmuslimuwna
dan
(tidak
wajar
pula
baginya)
menyuruhmu
menjadikan
malaikat
dan
para
nabi
sebagai
tuhan.
Apakah
(patut)
dia
menyuruhmu
berbuat
kekafiran
di
waktu
kamu
sudah
(menganut
agama)
Islam?".
وَإِذْ
أَخَذَ
ٱللَّهُ
مِيثَـٰقَ
ٱلنَّبِيِّـۧنَ
لَمَآ
ءَاتَيْتُكُم
مِّن
كِتَـٰبٍ
وَحِكْمَةٍ
ثُمَّ
جَآءَكُمْ
رَسُولٌ
مُّصَدِّقٌ
لِّمَا
مَعَكُمْ
لَتُؤْمِنُنَّ
بِهِۦ
وَلَتَنصُرُنَّهُۥ
ۚ
قَالَ
ءَأَقْرَرْتُمْ
وَأَخَذْتُمْ
عَلَىٰ
ذَٰلِكُمْ
إِصْرِى
ۖ
قَالُوٓا۟
أَقْرَرْنَا
ۚ
قَالَ
فَٱشْهَدُوا۟
وَأَنَا۠
مَعَكُم
مِّنَ
ٱلشَّـٰهِدِينَ
81
waiidz
aakhadza
alllahu
miytsaāqa
alnnabiyyina
lamaā
'aātaytukum
mmin
kitaābin
waḥikmahin
tsumma
jaā'akum
rasuwlun
mmuṣaddiqun
llimaā
ma‘akum
latuu'minunna
bihiī
walatanṣurunnahuū
qaāla
'aaaqrartum
waaakhadztum
‘alaāā
dzaālikum
iiṣriā
qaāluwā
aaqrarnaā
qaāla
faasyhaduwā
waaanaā
ma‘akum
mmina
alsysyaāhidiyna
Dan
(ingatlah),
ketika
Allah
mengambil
perjanjian
dari
para
nabi,
"Sungguh,
apa
saja
yang
Aku
berikan
kepadamu
berupa
kitab
dan
hikmah,
kemudian
datang
kepadamu
seorang
rasul
yang
membenarkan
apa
yang
ada
padamu,
niscaya
kamu
akan
sungguh-sungguh
beriman
kepadanya
dan
menolongnya"[209].
Allah
berfirman,
"Apakah
kamu
mengakui
dan
menerima
perjanjian-Ku
terhadap
yang
demikian
itu?"
Mereka
menjawab,
"Kami
mengakui".
Allah
berfirman,
"Kalau
begitu
saksikanlah
(hai
para
nabi)
dan
Aku
menjadi
saksi
(pula)
bersama
kamu".
فَمَن
تَوَلَّىٰ
بَعْدَ
ذَٰلِكَ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْفَـٰسِقُونَ
82
faman
tawallaāā
ba‘da
dzaālika
faauwlaāi'ika
humu
alfaāsiquwna
Barang
siapa
yang
berpaling
sesudah
itu,
maka
mereka
itulah
orang-orang
yang
fasik[210].
أَفَغَيْرَ
دِينِ
ٱللَّهِ
يَبْغُونَ
وَلَهُۥٓ
أَسْلَمَ
مَن
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
طَوْعًا
وَكَرْهًا
وَإِلَيْهِ
يُرْجَعُونَ
83
aafaghayra
diyni
alllahi
yabghuwna
walahuū
aaslama
man
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
ṭaw‘anā
wakarhanā
waiilayhi
yurja‘uwna
Maka
apakah
mereka
mencari
agama
yang
lain
dari
agama
Allah,
padahal
kepada-Nya-lah
menyerahkan
diri
segala
apa
yang
di
langit
dan
di
bumi,
baik
dengan
suka
maupun
terpaksa
dan
hanya
kepada
Allah-lah
mereka
dikembalikan.
قُلْ
ءَامَنَّا
بِٱللَّهِ
وَمَآ
أُنزِلَ
عَلَيْنَا
وَمَآ
أُنزِلَ
عَلَىٰٓ
إِبْرَٰهِيمَ
وَإِسْمَـٰعِيلَ
وَإِسْحَـٰقَ
وَيَعْقُوبَ
وَٱلْأَسْبَاطِ
وَمَآ
أُوتِىَ
مُوسَىٰ
وَعِيسَىٰ
وَٱلنَّبِيُّونَ
مِن
رَّبِّهِمْ
لَا
نُفَرِّقُ
بَيْنَ
أَحَدٍ
مِّنْهُمْ
وَنَحْنُ
لَهُۥ
مُسْلِمُونَ
84
qul
'aāmannaā
bialllahi
wamaā
aunzila
‘alaynaā
wamaā
aunzila
‘alaāā
iibraāhiyma
waiismaā‘iyla
waiisḥaāqa
waya‘quwba
waalaasbaāṭi
wamaā
auwtiāa
muwsaāā
wa‘iysaāā
waalnnabiyyuwna
min
rrabbihim
laā
nufarriqu
bayna
aaḥadin
mminhum
wanaḥnu
lahuū
muslimuwna
Katakanlah,
"Kami
beriman
kepada
Allah
dan
kepada
apa
yang
diturunkan
kepada
kami
dan
yang
diturunkan
kepada
Ibrāhīm,
Ismā`īl,
Ishāq,
Ya`qūb
dan
anak-anaknya,
dan
apa
yang
diberikan
kepada
Musa,
ʻIsa,
dan
para
nabi
dari
Tuhan
mereka.
Kami
tidak
membeda-bedakan
seorang
pun
di
antara
mereka
dan
hanya
kepada-Nya-lah
kami
menyerahkan
diri".
وَمَن
يَبْتَغِ
غَيْرَ
ٱلْإِسْلَـٰمِ
دِينًا
فَلَن
يُقْبَلَ
مِنْهُ
وَهُوَ
فِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
مِنَ
ٱلْخَـٰسِرِينَ
85
waman
yabtaghi
ghayra
aliislaāmi
diynanā
falan
yuqbala
minhu
wahuwa
fiā
alaākhirahi
mina
alkhaāsiriyna
barang
siapa
mencari
agama
selain
agama
Islam,
maka
sekali-kali
tidaklah
akan
diterima
(agama
itu)darinya,
dan
dia
di
akhirat
termasuk
orang-orang
yang
rugi.
كَيْفَ
يَهْدِى
ٱللَّهُ
قَوْمًا
كَفَرُوا۟
بَعْدَ
إِيمَـٰنِهِمْ
وَشَهِدُوٓا۟
أَنَّ
ٱلرَّسُولَ
حَقٌّ
وَجَآءَهُمُ
ٱلْبَيِّنَـٰتُ
ۚ
وَٱللَّهُ
لَا
يَهْدِى
ٱلْقَوْمَ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
86
kayfa
yahdiā
alllahu
qawmanā
kafaruwā
ba‘da
iiymaānihim
wasyahiduwā
aanna
alrrasuwla
ḥaqqun
wajaā'ahumu
albayyinaātu
waalllahu
laā
yahdiā
alqawma
alẓẓaālimiyna
Bagaimana
Allah
akan
menunjuki
suatu
kaum
yang
kafir
sesudah
mereka
beriman,
serta
mereka
telah
mengakui
bahwa
rasul
itu
(Muhammad)
benar-benar
rasul,
dan
keterangan-keterangan
pun
telah
datang
kepada
mereka?
Allah
tidak
menunjuki
orang-orang
yang
zalim.
أُو۟لَـٰٓئِكَ
جَزَآؤُهُمْ
أَنَّ
عَلَيْهِمْ
لَعْنَةَ
ٱللَّهِ
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ
وَٱلنَّاسِ
أَجْمَعِينَ
87
auwlaāi'ika
jazaāu'uhum
aanna
‘alayhim
la‘naha
alllahi
waalmalaāi'ikahi
waalnnaāsi
aajma‘iyna
Mereka
itu,
balasannya
ialah
bahwasanya
laknat
Allah
ditimpakan
kepada
mereka,
(demikian
pula)
laknat
para
malaikat
dan
manusia
seluruhnya,
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
لَا
يُخَفَّفُ
عَنْهُمُ
ٱلْعَذَابُ
وَلَا
هُمْ
يُنظَرُونَ
88
khaālidiyna
fiyhaā
laā
yukhaffafu
‘anhumu
al‘adzaābu
walaā
hum
yunẓaruwna
mereka
kekal
di
dalamnya,
tidak
diringankan
siksa
dari
mereka,
dan
tidak
(pula)
mereka
diberi
tangguh,
إِلَّا
ٱلَّذِينَ
تَابُوا۟
مِنۢ
بَعْدِ
ذَٰلِكَ
وَأَصْلَحُوا۟
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
89
iillaā
alladziyna
taābuwā
min
ba‘di
dzaālika
waaaṣlaḥuwā
faiinna
alllaha
ghafuwrun
rraḥiymun
kecuali
orang-orang
yang
tobat,
sesudah
(kafir)
itu
dan
mengadakan
perbaikan[211].
Karena
sesungguhnya
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
بَعْدَ
إِيمَـٰنِهِمْ
ثُمَّ
ٱزْدَادُوا۟
كُفْرًا
لَّن
تُقْبَلَ
تَوْبَتُهُمْ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلضَّآلُّونَ
90
iinna
alladziyna
kafaruwā
ba‘da
iiymaānihim
tsumma
azdaāduwā
kufranā
llan
tuqbala
tawbatuhum
waauwlaāi'ika
humu
alḍḍaālluwna
Sesungguhnya
orang-orang
kafir
sesudah
beriman,
kemudian
bertambah
kekafirannya,
sekali-kali
tidak
akan
diterima
tobatnya;
dan
mereka
itulah
orang-orang
yang
sesat.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
وَمَاتُوا۟
وَهُمْ
كُفَّارٌ
فَلَن
يُقْبَلَ
مِنْ
أَحَدِهِم
مِّلْءُ
ٱلْأَرْضِ
ذَهَبًا
وَلَوِ
ٱفْتَدَىٰ
بِهِۦٓ
ۗ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
لَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
وَمَا
لَهُم
مِّن
نَّـٰصِرِينَ
91
iinna
alladziyna
kafaruwā
wamaātuwā
wahum
kuffaārun
falan
yuqbala
min
aaḥadihim
mmil'u
alaarḍi
dzahabanā
walawi
aftadaāā
bihiī
auwlaāi'ika
lahum
‘adzaābun
aaliymun
wamaā
lahum
mmin
nnaāṣiriyna
Sesungguhnya
orang-orang
yang
kafir
dan
mati
sedang
mereka
tetap
dalam
kekafirannya,
maka
tidaklah
akan
diterima
dari
seseorang
di
antara
mereka
emas
sepenuh
bumi,
walaupun
dia
menebus
diri
dengan
emas
(yang
sebanyak)
itu.
Bagi
mereka
itulah
siksa
yang
pedih
dan
sekali-kali
mereka
tidak
memperoleh
penolong.
لَن
تَنَالُوا۟
ٱلْبِرَّ
حَتَّىٰ
تُنفِقُوا۟
مِمَّا
تُحِبُّونَ
ۚ
وَمَا
تُنفِقُوا۟
مِن
شَىْءٍ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
بِهِۦ
عَلِيمٌ
92
lan
tanaāluwā
albirra
ḥattaāā
tunfiquwā
mimmaā
tuḥibbuwna
wamaā
tunfiquwā
min
syaā'in
faiinna
alllaha
bihiī
‘aliymun
Kamu
sekali-kali
tidak
sampai
kepada
kebajikan
(yang
sempurna)
sebelum
kamu
menafkahkan
sebagian
harta
yang
kamu
cintai.
Dan
apa
saja
yang
kamu
nafkahkan,
maka
sesungguhnya
Allah
mengetahuinya.
۞
كُلُّ
ٱلطَّعَامِ
كَانَ
حِلًّا
لِّبَنِىٓ
إِسْرَٰٓءِيلَ
إِلَّا
مَا
حَرَّمَ
إِسْرَٰٓءِيلُ
عَلَىٰ
نَفْسِهِۦ
مِن
قَبْلِ
أَن
تُنَزَّلَ
ٱلتَّوْرَىٰةُ
ۗ
قُلْ
فَأْتُوا۟
بِٱلتَّوْرَىٰةِ
فَٱتْلُوهَآ
إِن
كُنتُمْ
صَـٰدِقِينَ
93
kullu
alṭṭa‘aāmi
kaāna
ḥillanā
llibaniā
iisraā'iyla
iillaā
maā
ḥarrama
iisraā'iylu
‘alaāā
nafsihiī
min
qabli
aan
tunazzala
alttawraāāhu
qul
faatuwā
bialttawraāāhi
faatluwhaā
iin
kuntum
ṣaādiqiyna
Semua
makanan
adalah
halal
bagi
Bani
Isrā`īl
melainkan
makanan
yang
diharamkan
oleh
Isrā`īl
(Ya`qūb
)
untuk
dirinya
sendiri
sebelum
Taurat
diturunkan[212].
Katakanlah,
"(Jika
kamu
mengatakan
ada
makanan
yang
diharamkan
sebelum
turun
Taurat),
maka
bawalah
Taurat
itu,
lalu
bacalah
dia
jika
kamu
orang-orang
yang
benar".
فَمَنِ
ٱفْتَرَىٰ
عَلَى
ٱللَّهِ
ٱلْكَذِبَ
مِنۢ
بَعْدِ
ذَٰلِكَ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلظَّـٰلِمُونَ
94
famani
aftaraāā
‘alaā
alllahi
alkadziba
min
ba‘di
dzaālika
faauwlaāi'ika
humu
alẓẓaālimuwna
Maka
barang
siapa
mengada-adakan
dusta
terhadap
Allah[213]
sesudah
itu,
maka
merekalah
orang-orang
yang
zalim.
قُلْ
صَدَقَ
ٱللَّهُ
ۗ
فَٱتَّبِعُوا۟
مِلَّةَ
إِبْرَٰهِيمَ
حَنِيفًا
وَمَا
كَانَ
مِنَ
ٱلْمُشْرِكِينَ
95
qul
ṣadaqa
alllahu
faattabi‘uwā
millaha
iibraāhiyma
ḥaniyfanā
wamaā
kaāna
mina
almusyrikiyna
Katakanlah,
"Benarlah
(apa
yang
difirmankan)
Allah".
Maka
ikutilah
agama
Ibrāhīm
yang
lurus,
dan
bukanlah
dia
termasuk
orang-orang
yang
musyrik.
إِنَّ
أَوَّلَ
بَيْتٍ
وُضِعَ
لِلنَّاسِ
لَلَّذِى
بِبَكَّةَ
مُبَارَكًا
وَهُدًى
لِّلْعَـٰلَمِينَ
96
iinna
aawwala
baytin
wuḍi‘a
lilnnaāsi
lalladziā
bibakkaha
mubaārakanā
wahudanā
llil‘aālamiyna
Sesungguhnya
rumah
yang
mula-mula
dibangun
untuk
(tempat
beribadah)
manusia,
ialah
Baitullah[214]
yang
di
Bakkah
(Mekah),
yang
diberkahi
dan
menjadi
petunjuk
bagi
semua
manusia.
فِيهِ
ءَايَـٰتٌۢ
بَيِّنَـٰتٌ
مَّقَامُ
إِبْرَٰهِيمَ
ۖ
وَمَن
دَخَلَهُۥ
كَانَ
ءَامِنًا
ۗ
وَلِلَّهِ
عَلَى
ٱلنَّاسِ
حِجُّ
ٱلْبَيْتِ
مَنِ
ٱسْتَطَاعَ
إِلَيْهِ
سَبِيلًا
ۚ
وَمَن
كَفَرَ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
غَنِىٌّ
عَنِ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
97
fiyhi
'aāyaātun
bayyinaātun
mmaqaāmu
iibraāhiyma
waman
dakhalahuū
kaāna
'aāminanā
walillahi
‘alaā
alnnaāsi
ḥijju
albayti
mani
astaṭaā‘a
iilayhi
sabiylanā
waman
kafara
faiinna
alllaha
ghaniāāun
‘ani
al‘aālamiyna
Padanya
terdapat
tanda-tanda
yang
nyata,
(di
antaranya)
maqām
Ibrāhīm[215];
barang
siapa
memasukinya
(Baitullah
itu)
menjadi
amanlah
dia;
mengerjakan
haji
adalah
kewajiban
manusia
terhadap
Allah,
yaitu
(bagi)
orang
yang
sanggup
mengadakan
perjalanan[216]
ke
Baitullah;
Barang
siapa
mengingkari
(kewajiban
haji),
maka
sesungguhnya
Allah
Maha
Kaya
(tidak
memerlukan
sesuatu)
dari
semesta
alam.
قُلْ
يَـٰٓأَهْلَ
ٱلْكِتَـٰبِ
لِمَ
تَكْفُرُونَ
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
وَٱللَّهُ
شَهِيدٌ
عَلَىٰ
مَا
تَعْمَلُونَ
98
qul
yaāaahla
alkitaābi
lima
takfuruwna
biaāyaāti
alllahi
waalllahu
syahiydun
‘alaāā
maā
ta‘maluwna
Katakanlah,
"Hai
ahli
kitab,
mengapa
kamu
ingkari
ayat-ayat
Allah?
Padahal
Allah
Maha
menyaksikan
apa
yang
kamu
kerjakan?".
قُلْ
يَـٰٓأَهْلَ
ٱلْكِتَـٰبِ
لِمَ
تَصُدُّونَ
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
مَنْ
ءَامَنَ
تَبْغُونَهَا
عِوَجًا
وَأَنتُمْ
شُهَدَآءُ
ۗ
وَمَا
ٱللَّهُ
بِغَـٰفِلٍ
عَمَّا
تَعْمَلُونَ
99
qul
yaāaahla
alkitaābi
lima
taṣudduwna
‘an
sabiyli
alllahi
man
'aāmana
tabghuwnahaā
‘iwajanā
waaantum
syuhadaā'u
wamaā
alllahu
bighaāfilin
‘ammaā
ta‘maluwna
Katakanlah,
"Hai
ahli
kitab,
mengapa
kamu
menghalang-halangi
dari
jalan
Allah
orang-orang
yang
telah
beriman?
Kamu
menghendakinya
menjadi
bengkok,
padahal
kamu
menyaksikan".
Allah
sekali-kali
tidak
lalai
dari
apa
yang
kamu
kerjakan.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِن
تُطِيعُوا۟
فَرِيقًا
مِّنَ
ٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْكِتَـٰبَ
يَرُدُّوكُم
بَعْدَ
إِيمَـٰنِكُمْ
كَـٰفِرِينَ
100
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
iin
tuṭiy‘uwā
fariyqanā
mmina
alladziyna
auwtuwā
alkitaāba
yarudduwkum
ba‘da
iiymaānikum
kaāfiriyna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
jika
kamu
mengikuti
sebagian
dari
orang-orang
yang
diberi
alkitab,
niscaya
mereka
akan
mengembalikan
kamu
menjadi
orang
kafir
sesudah
kamu
beriman.
وَكَيْفَ
تَكْفُرُونَ
وَأَنتُمْ
تُتْلَىٰ
عَلَيْكُمْ
ءَايَـٰتُ
ٱللَّهِ
وَفِيكُمْ
رَسُولُهُۥ
ۗ
وَمَن
يَعْتَصِم
بِٱللَّهِ
فَقَدْ
هُدِىَ
إِلَىٰ
صِرَٰطٍ
مُّسْتَقِيمٍ
101
wakayfa
takfuruwna
waaantum
tutlaāā
‘alaykum
'aāyaātu
alllahi
wafiykum
rasuwluhuū
waman
ya‘taṣim
bialllahi
faqad
hudiāa
iilaāā
ṣiraāṭin
mmustaqiymin
Bagaimanakah
kamu
(sampai)
menjadi
kafir,
padahal
ayat-ayat
Allah
dibacakan
kepada
kamu,
dan
rasul-Nya
pun
berada
di
tengah-tengah
kamu?
Barang
siapa
yang
berpegang
teguh
kepada
(agama)
Allah,
maka
sesungguhnya
ia
telah
diberi
petunjuk
kepada
jalan
yang
lurus.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
حَقَّ
تُقَاتِهِۦ
وَلَا
تَمُوتُنَّ
إِلَّا
وَأَنتُم
مُّسْلِمُونَ
102
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
attaquwā
alllaha
ḥaqqa
tuqaātihiī
walaā
tamuwtunna
iillaā
waaantum
mmuslimuwna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
bertakwalah
kepada
Allah
sebenar-benar
takwa
kepada-Nya;
dan
janganlah
sekali-kali
kamu
mati
melainkan
dalam
keadaan
beragama
Islam.
وَٱعْتَصِمُوا۟
بِحَبْلِ
ٱللَّهِ
جَمِيعًا
وَلَا
تَفَرَّقُوا۟
ۚ
وَٱذْكُرُوا۟
نِعْمَتَ
ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ
إِذْ
كُنتُمْ
أَعْدَآءً
فَأَلَّفَ
بَيْنَ
قُلُوبِكُمْ
فَأَصْبَحْتُم
بِنِعْمَتِهِۦٓ
إِخْوَٰنًا
وَكُنتُمْ
عَلَىٰ
شَفَا
حُفْرَةٍ
مِّنَ
ٱلنَّارِ
فَأَنقَذَكُم
مِّنْهَا
ۗ
كَذَٰلِكَ
يُبَيِّنُ
ٱللَّهُ
لَكُمْ
ءَايَـٰتِهِۦ
لَعَلَّكُمْ
تَهْتَدُونَ
103
waa‘taṣimuwā
biḥabli
alllahi
jamiy‘anā
walaā
tafarraquwā
waadzkuruwā
ni‘mata
alllahi
‘alaykum
iidz
kuntum
aa‘daā'an
faaallafa
bayna
quluwbikum
faaaṣbaḥtum
bini‘matihiī
iikhwaānanā
wakuntum
‘alaāā
syafaā
ḥufrahin
mmina
alnnaāri
faaanqadzakum
mminhaā
kadzaālika
yubayyinu
alllahu
lakum
'aāyaātihiī
la‘allakum
tahtaduwna
Dan
berpeganglah
kamu
semuanya
kepada
tali
(agama)
Allah,
dan
janganlah
kamu
bercerai
berai,
dan
ingatlah
akan
nikmat
Allah
kepadamu
ketika
kamu
dahulu
(masa
Jahiliah)
bermusuh-musuhan,
maka
Allah
mempersatukan
hatimu,
lalu
menjadilah
kamu
karena
nikmat
Allah,
orang-orang
yang
bersaudara;
dan
kamu
telah
berada
di
tepi
jurang
neraka,
lalu
Allah
menyelamatkan
kamu
dari
nya.
Demikianlah
Allah
menerangkan
ayat-ayat-Nya
kepadamu,
agar
kamu
mendapat
petunjuk.
وَلْتَكُن
مِّنكُمْ
أُمَّةٌ
يَدْعُونَ
إِلَى
ٱلْخَيْرِ
وَيَأْمُرُونَ
بِٱلْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَوْنَ
عَنِ
ٱلْمُنكَرِ
ۚ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْمُفْلِحُونَ
104
waltakun
mminkum
aummahun
yad‘uwna
iilaā
alkhayri
wayaamuruwna
bialma‘ruwfi
wayanhawna
‘ani
almunkari
waauwlaāi'ika
humu
almufliḥuwna
Dan
hendaklah
ada
di
antara
kamu
segolongan
umat
yang
menyeru
kepada
kebajikan,
menyuruh
kepada
yang
makruf
dan
mencegah
dari
yang
mungka[217].
Merekalah
orang-orang
yang
beruntung.
وَلَا
تَكُونُوا۟
كَٱلَّذِينَ
تَفَرَّقُوا۟
وَٱخْتَلَفُوا۟
مِنۢ
بَعْدِ
مَا
جَآءَهُمُ
ٱلْبَيِّنَـٰتُ
ۚ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
لَهُمْ
عَذَابٌ
عَظِيمٌ
105
walaā
takuwnuwā
kaalladziyna
tafarraquwā
waakhtalafuwā
min
ba‘di
maā
jaā'ahumu
albayyinaātu
waauwlaāi'ika
lahum
‘adzaābun
‘aẓiymun
Dan
janganlah
kamu
menyerupai
orang-orang
yang
bercerai-berai
dan
berselisih
sesudah
datang
keterangan
yang
jelas
kepada
mereka.
Mereka
itulah
orang-orang
yang
mendapat
siksa
yang
berat,
يَوْمَ
تَبْيَضُّ
وُجُوهٌ
وَتَسْوَدُّ
وُجُوهٌ
ۚ
فَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
ٱسْوَدَّتْ
وُجُوهُهُمْ
أَكَفَرْتُم
بَعْدَ
إِيمَـٰنِكُمْ
فَذُوقُوا۟
ٱلْعَذَابَ
بِمَا
كُنتُمْ
تَكْفُرُونَ
106
yawma
tabyaḍḍu
wujuwhun
wataswaddu
wujuwhun
faaammaā
alladziyna
aswaddat
wujuwhuhum
aakafartum
ba‘da
iiymaānikum
fadzuwquwā
al‘adzaāba
bimaā
kuntum
takfuruwna
pada
hari
yang
di
waktu
itu
ada
muka
yang
putih
berseri,
dan
ada
pula
muka
yang
hitam
muram.
Adapun
orang-orang
yang
hitam
muram
mukanya
(kepada
mereka
dikatakan),
"Kenapa
kamu
kafir
sesudah
kamu
beriman?
Karena
itu,
rasakanlah
azab
disebabkan
kekafiranmu
itu".
وَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
ٱبْيَضَّتْ
وُجُوهُهُمْ
فَفِى
رَحْمَةِ
ٱللَّهِ
هُمْ
فِيهَا
خَـٰلِدُونَ
107
waaammaā
alladziyna
abyaḍḍat
wujuwhuhum
fafiā
raḥmahi
alllahi
hum
fiyhaā
khaāliduwna
Adapun
orang-orang
yang
putih
berseri
mukanya,
maka
mereka
berada
dalam
rahmat
Allah
(surga);
mereka
kekal
di
dalamnya.
تِلْكَ
ءَايَـٰتُ
ٱللَّهِ
نَتْلُوهَا
عَلَيْكَ
بِٱلْحَقِّ
ۗ
وَمَا
ٱللَّهُ
يُرِيدُ
ظُلْمًا
لِّلْعَـٰلَمِينَ
108
tilka
'aāyaātu
alllahi
natluwhaā
‘alayka
bialḥaqqi
wamaā
alllahu
yuriydu
ẓulmanā
llil‘aālamiyna
Itulah
ayat-ayat
Allah.
Kami
bacakan
ayat-ayat
itu
kepadamu
dengan
benar;
dan
tiadalah
Allah
berkehendak
untuk
menganiaya
hamba-hamba-Nya.
وَلِلَّهِ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۚ
وَإِلَى
ٱللَّهِ
تُرْجَعُ
ٱلْأُمُورُ
109
walillahi
maā
fiā
alssamaāwaāti
wamaā
fiā
alaarḍi
waiilaā
alllahi
turja‘u
alaumuwru
Kepunyaan
Allah-lah
segala
yang
ada
di
langit
dan
di
bumi;
dan
kepada
Allah-lah
dikembalikan
segala
urusan.
كُنتُمْ
خَيْرَ
أُمَّةٍ
أُخْرِجَتْ
لِلنَّاسِ
تَأْمُرُونَ
بِٱلْمَعْرُوفِ
وَتَنْهَوْنَ
عَنِ
ٱلْمُنكَرِ
وَتُؤْمِنُونَ
بِٱللَّهِ
ۗ
وَلَوْ
ءَامَنَ
أَهْلُ
ٱلْكِتَـٰبِ
لَكَانَ
خَيْرًا
لَّهُم
ۚ
مِّنْهُمُ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
وَأَكْثَرُهُمُ
ٱلْفَـٰسِقُونَ
110
kuntum
khayra
aummahin
aukhrijat
lilnnaāsi
taamuruwna
bialma‘ruwfi
watanhawna
‘ani
almunkari
watuu'minuwna
bialllahi
walaw
'aāmana
aahlu
alkitaābi
lakaāna
khayranā
llahum
mminhumu
almuu'minuwna
waaaktsaruhumu
alfaāsiquwna
Kamu
adalah
umat
yang
terbaik
yang
dilahirkan
untuk
manusia,
menyuruh
kepada
yang
makruf,
dan
mencegah
dari
yang
mungkar,
dan
beriman
kepada
Allah.
Sekiranya
ahli
kitab
beriman,
tentulah
itu
lebih
baik
bagi
mereka;
di
antara
mereka
ada
yang
beriman,
dan
kebanyakan
mereka
adalah
orang-orang
yang
fasik.
لَن
يَضُرُّوكُمْ
إِلَّآ
أَذًى
ۖ
وَإِن
يُقَـٰتِلُوكُمْ
يُوَلُّوكُمُ
ٱلْأَدْبَارَ
ثُمَّ
لَا
يُنصَرُونَ
111
lan
yaḍurruwkum
iillaā
aadzanā
waiin
yuqaātiluwkum
yuwalluwkumu
alaadbaāra
tsumma
laā
yunṣaruwna
Mereka
sekali-kali
tidak
akan
dapat
membuat
mudarat
kepada
kamu,
selain
dari
gangguan-gangguan
celaan
saja,
dan
jika
mereka
berperang
dengan
kamu,
pastilah
mereka
berbalik
melarikan
diri
ke
belakang
(kalah).
Kemudian
mereka
tidak
mendapat
pertolongan.
ضُرِبَتْ
عَلَيْهِمُ
ٱلذِّلَّةُ
أَيْنَ
مَا
ثُقِفُوٓا۟
إِلَّا
بِحَبْلٍ
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَحَبْلٍ
مِّنَ
ٱلنَّاسِ
وَبَآءُو
بِغَضَبٍ
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَضُرِبَتْ
عَلَيْهِمُ
ٱلْمَسْكَنَةُ
ۚ
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
كَانُوا۟
يَكْفُرُونَ
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
وَيَقْتُلُونَ
ٱلْأَنۢبِيَآءَ
بِغَيْرِ
حَقٍّ
ۚ
ذَٰلِكَ
بِمَا
عَصَوا۟
وَّكَانُوا۟
يَعْتَدُونَ
112
ḍuribat
‘alayhimu
aldzdzillahu
aayna
maā
tsuqifuwā
iillaā
biḥablin
mmina
alllahi
waḥablin
mmina
alnnaāsi
wabaā'uw
bighaḍabin
mmina
alllahi
waḍuribat
‘alayhimu
almaskanahu
dzaālika
biaannahum
kaānuwā
yakfuruwna
biaāyaāti
alllahi
wayaqtuluwna
alaanbiyaā'a
bighayri
ḥaqqin
dzaālika
bimaā
‘aṣawā
wwakaānuwā
ya‘taduwna
Mereka
diliputi
kehinaan
di
mana
saja
mereka
berada,
kecuali
jika
mereka
berpegang
kepada
tali
(agama)
Allah[218]
dan
tali
(perjanjian)
dengan
manusia[219],
dan
mereka
kembali
mendapat
kemurkaan
dari
Allah
dan
mereka
diliputi
kerendahan.
Yang
demikian
itu[220]
karena
mereka
kafir
kepada
ayat-ayat
Allah
dan
membunuh
para
nabi
tanpa
alasan
yang
benar.
Yang
demikian
itu
disebabkan
mereka
durhaka
dan
melampaui
batas.
۞
لَيْسُوا۟
سَوَآءً
ۗ
مِّنْ
أَهْلِ
ٱلْكِتَـٰبِ
أُمَّةٌ
قَآئِمَةٌ
يَتْلُونَ
ءَايَـٰتِ
ٱللَّهِ
ءَانَآءَ
ٱلَّيْلِ
وَهُمْ
يَسْجُدُونَ
113
laysuwā
sawaā'an
mmin
aahli
alkitaābi
aummahun
qaāi'imahun
yatluwna
'aāyaāti
alllahi
'aānaā'a
allayli
wahum
yasjuduwna
Mereka
itu
tidak
sama;
di
antara
ahli
kitab
itu
ada
golongan
yang
berlaku
lurus[221],
mereka
membaca
ayat-ayat
Allah
pada
beberapa
waktu
di
malam
hari,
sedang
mereka
juga
bersujud
(salat).
يُؤْمِنُونَ
بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ
وَيَأْمُرُونَ
بِٱلْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَوْنَ
عَنِ
ٱلْمُنكَرِ
وَيُسَـٰرِعُونَ
فِى
ٱلْخَيْرَٰتِ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
مِنَ
ٱلصَّـٰلِحِينَ
114
yuu'minuwna
bialllahi
waalyawmi
alaākhiri
wayaamuruwna
bialma‘ruwfi
wayanhawna
‘ani
almunkari
wayusaāri‘uwna
fiā
alkhayraāti
waauwlaāi'ika
mina
alṣṣaāliḥiyna
Mereka
beriman
kepada
Allah
dan
hari
penghabisan,
mereka
menyuruh
kepada
yang
makruf,
dan
mencegah
dari
yang
munkar,
dan
bersegera
kepada
(mengerjakan)
pelbagai
kebajikan;
mereka
itu
termasuk
orang-orang
yang
saleh.
وَمَا
يَفْعَلُوا۟
مِنْ
خَيْرٍ
فَلَن
يُكْفَرُوهُ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌۢ
بِٱلْمُتَّقِينَ
115
wamaā
yaf‘aluwā
min
khayrin
falan
yukfaruwhu
waalllahu
‘aliymun
bialmuttaqiyna
Dan
apa
saja
kebajikan
yang
mereka
kerjakan,
maka
sekali-kali
mereka
tidak
dihalangi
(menenerima
pahala)nya;
dan
Allah
Maha
Mengetahui
orang-orang
yang
bertakwa.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
لَن
تُغْنِىَ
عَنْهُمْ
أَمْوَٰلُهُمْ
وَلَآ
أَوْلَـٰدُهُم
مِّنَ
ٱللَّهِ
شَيْـًٔا
ۖ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
أَصْحَـٰبُ
ٱلنَّارِ
ۚ
هُمْ
فِيهَا
خَـٰلِدُونَ
116
iinna
alladziyna
kafaruwā
lan
tughniāa
‘anhum
aamwaāluhum
walaā
aawlaāduhum
mmina
alllahi
syayanā
waauwlaāi'ika
aaṣḥaābu
alnnaāri
hum
fiyhaā
khaāliduwna
Sesungguhnya
orang-orang
yang
kafir,
baik
harta
mereka
maupun
anak-anak
mereka,
sekali-kali
tidak
dapat
menolak
azab
Allah
dari
mereka
sedikit
pun.
Dan
mereka
adalah
penghuni
neraka;
mereka
kekal
di
dalamnya.
مَثَلُ
مَا
يُنفِقُونَ
فِى
هَـٰذِهِ
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
كَمَثَلِ
رِيحٍ
فِيهَا
صِرٌّ
أَصَابَتْ
حَرْثَ
قَوْمٍ
ظَلَمُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
فَأَهْلَكَتْهُ
ۚ
وَمَا
ظَلَمَهُمُ
ٱللَّهُ
وَلَـٰكِنْ
أَنفُسَهُمْ
يَظْلِمُونَ
117
matsalu
maā
yunfiquwna
fiā
haādzihi
alḥayawāhi
alddunyaā
kamatsali
riyḥin
fiyhaā
ṣirrun
aaṣaābat
ḥartsa
qawmin
ẓalamuwā
aanfusahum
faaahlakathu
wamaā
ẓalamahumu
alllahu
walaākin
aanfusahum
yaẓlimuwna
Perumpamaan
harta
yang
mereka
nafkahkan
di
dalam
kehidupan
dunia
ini
adalah
seperti
perumpamaan
angin
yang
mengandung
hawa
yang
sangat
dingin,
yang
menimpa
tanaman
kaum
yang
menganiaya
diri
sendiri,
lalu
angin
itu
merusaknya.
Allah
tidak
menganiaya
mereka,
akan
tetapi
merekalah
yang
menganiaya
diri
mereka
sendiri.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَا
تَتَّخِذُوا۟
بِطَانَةً
مِّن
دُونِكُمْ
لَا
يَأْلُونَكُمْ
خَبَالًا
وَدُّوا۟
مَا
عَنِتُّمْ
قَدْ
بَدَتِ
ٱلْبَغْضَآءُ
مِنْ
أَفْوَٰهِهِمْ
وَمَا
تُخْفِى
صُدُورُهُمْ
أَكْبَرُ
ۚ
قَدْ
بَيَّنَّا
لَكُمُ
ٱلْـَٔايَـٰتِ
ۖ
إِن
كُنتُمْ
تَعْقِلُونَ
118
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
laā
tattakhidzuwā
biṭaānahan
mmin
duwnikum
laā
yaaluwnakum
khabaālanā
wadduwā
maā
‘anittum
qad
badati
albaghḍaā'u
min
aafwaāhihim
wamaā
tukhfiā
ṣuduwruhum
aakbaru
qad
bayyannaā
lakumu
alaāyaāti
iin
kuntum
ta‘qiluwna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
janganlah
kamu
ambil
menjadi
teman
kepercayaanmu
orang-orang
yang
di
luar
kalanganmu
(karena)
mereka
tidak
henti-hentinya
(menimbulkan)
kemudaratan
bagimu.
Mereka
menyukai
apa
yang
menyusahkan
kamu.
Telah
nyata
kebencian
dari
mulut
mereka,
dan
apa
yang
disembunyikan
oleh
hati
mereka
adalah
lebih
besar
lagi.
Sungguh
telah
Kami
terangkan
kepadamu
ayat-ayat
(Kami),
jika
kamu
memahaminya.
هَـٰٓأَنتُمْ
أُو۟لَآءِ
تُحِبُّونَهُمْ
وَلَا
يُحِبُّونَكُمْ
وَتُؤْمِنُونَ
بِٱلْكِتَـٰبِ
كُلِّهِۦ
وَإِذَا
لَقُوكُمْ
قَالُوٓا۟
ءَامَنَّا
وَإِذَا
خَلَوْا۟
عَضُّوا۟
عَلَيْكُمُ
ٱلْأَنَامِلَ
مِنَ
ٱلْغَيْظِ
ۚ
قُلْ
مُوتُوا۟
بِغَيْظِكُمْ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَلِيمٌۢ
بِذَاتِ
ٱلصُّدُورِ
119
haāaantum
auwlaā'i
tuḥibbuwnahum
walaā
yuḥibbuwnakum
watuu'minuwna
bialkitaābi
kullihiī
waiidzaā
laquwkum
qaāluwā
'aāmannaā
waiidzaā
khalawā
‘aḍḍuwā
‘alaykumu
alaanaāmila
mina
alghayẓi
qul
muwtuwā
bighayẓikum
iinna
alllaha
‘aliymun
bidzaāti
alṣṣuduwri
Beginilah
kamu,
kamu
menyukai
mereka,
padahal
mereka
tidak
menyukai
kamu,
dan
kamu
beriman
kepada
kitab-kitab
semuanya.
Apabila
mereka
menjumpai
kamu,
mereka
berkata,
"Kami
beriman";
dan
apabila
mereka
menyendiri,
mereka
menggigit
ujung
jari
lantaran
marah
bercampur
benci
terhadap
kamu.
Katakanlah
(kepada
mereka),
"Matilah
kamu
karena
kemarahanmu
itu".
Sesungguhnya
Allah
mengetahui
segala
isi
hati.
إِن
تَمْسَسْكُمْ
حَسَنَةٌ
تَسُؤْهُمْ
وَإِن
تُصِبْكُمْ
سَيِّئَةٌ
يَفْرَحُوا۟
بِهَا
ۖ
وَإِن
تَصْبِرُوا۟
وَتَتَّقُوا۟
لَا
يَضُرُّكُمْ
كَيْدُهُمْ
شَيْـًٔا
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
بِمَا
يَعْمَلُونَ
مُحِيطٌ
120
iin
tamsaskum
ḥasanahun
tasuu'hum
waiin
tuṣibkum
sayyii'ahun
yafraḥuwā
bihaā
waiin
taṣbiruwā
watattaquwā
laā
yaḍurrukum
kayduhum
syayanā
iinna
alllaha
bimaā
ya‘maluwna
muḥiyṭun
Jika
kamu
memperoleh
kebaikan,
niscaya
mereka
bersedih
hati,
tetapi
Jika
kamu
mendapat
bencana,
mereka
bergembira
karenanya.
Jika
kamu
bersabar
dan
bertakwa,
niscaya
tipu
daya
mereka
sedikit
pun
tidak
mendatangkan
kemudaratan
kepadamu.
Sesungguhnya
Allah
mengetahui
segala
apa
yang
mereka
kerjakan.
وَإِذْ
غَدَوْتَ
مِنْ
أَهْلِكَ
تُبَوِّئُ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
مَقَـٰعِدَ
لِلْقِتَالِ
ۗ
وَٱللَّهُ
سَمِيعٌ
عَلِيمٌ
121
waiidz
ghadawta
min
aahlika
tubawwii'u
almuu'miniyna
maqaā‘ida
lilqitaāli
waalllahu
samiy‘un
‘aliymun
Dan
(ingatlah),
ketika
kamu
berangkat
pada
pagi
hari
dari
(rumah)
keluargamu
akan
menempatkan
para
mukmin
pada
beberapa
tempat
untuk
berperang[222].
Dan
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Mengetahui,
إِذْ
هَمَّت
طَّآئِفَتَانِ
مِنكُمْ
أَن
تَفْشَلَا
وَٱللَّهُ
وَلِيُّهُمَا
ۗ
وَعَلَى
ٱللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
122
iidz
hammat
ṭṭaāi'ifataāni
minkum
aan
tafsyalaā
waalllahu
waliyyuhumaā
wa‘alaā
alllahi
falyatawakkali
almuu'minuwna
ketika
dua
golongan
darimu[223]
ingin
(mundur)
karena
takut,
padahal
Allah
adalah
penolong
bagi
kedua
golongan
itu.
Karena
itu,
hendaklah
karena
Allah
saja
orang-orang
mukmin
bertawakal.
وَلَقَدْ
نَصَرَكُمُ
ٱللَّهُ
بِبَدْرٍ
وَأَنتُمْ
أَذِلَّةٌ
ۖ
فَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
لَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
123
walaqad
naṣarakumu
alllahu
bibadrin
waaantum
aadzillahun
faattaquwā
alllaha
la‘allakum
tasykuruwna
Sungguh
Allah
telah
menolong
kamu
dalam
peperangan
Badar[224],
padahal
kamu
adalah
(ketika
itu)
orang-orang
yang
lemah[225].
Karena
itu
bertakwalah
kepada
Allah,
supaya
kamu
mensyukuri-Nya.
إِذْ
تَقُولُ
لِلْمُؤْمِنِينَ
أَلَن
يَكْفِيَكُمْ
أَن
يُمِدَّكُمْ
رَبُّكُم
بِثَلَـٰثَةِ
ءَالَـٰفٍ
مِّنَ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ
مُنزَلِينَ
124
iidz
taquwlu
lilmuu'miniyna
aalan
yakfiyakum
aan
yumiddakum
rabbukum
bitsalaātsahi
'aālaāfin
mmina
almalaāi'ikahi
munzaliyna
(Ingatlah),
ketika
kamu
mengatakan
kepada
orang
mukmin,
"Apakah
tidak
cukup
bagi
kamu
Allah
membantu
kamu
dengan
tiga
ribu
malaikat
yang
diturunkan
(dari
langit)?"
بَلَىٰٓ
ۚ
إِن
تَصْبِرُوا۟
وَتَتَّقُوا۟
وَيَأْتُوكُم
مِّن
فَوْرِهِمْ
هَـٰذَا
يُمْدِدْكُمْ
رَبُّكُم
بِخَمْسَةِ
ءَالَـٰفٍ
مِّنَ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ
مُسَوِّمِينَ
125
balaāā
iin
taṣbiruwā
watattaquwā
wayaatuwkum
mmin
fawrihim
haādzaā
yumdidkum
rabbukum
bikhamsahi
'aālaāfin
mmina
almalaāi'ikahi
musawwimiyna
Ya
(cukup),
jika
kamu
bersabar
dan
bertakwa,
dan
mereka
datang
menyerang
kamu
dengan
seketika
itu
juga,
niscaya
Allah
menolong
kamu
dengan
lima
ribu
malaikat
yang
memakai
tanda.
وَمَا
جَعَلَهُ
ٱللَّهُ
إِلَّا
بُشْرَىٰ
لَكُمْ
وَلِتَطْمَئِنَّ
قُلُوبُكُم
بِهِۦ
ۗ
وَمَا
ٱلنَّصْرُ
إِلَّا
مِنْ
عِندِ
ٱللَّهِ
ٱلْعَزِيزِ
ٱلْحَكِيمِ
126
wamaā
ja‘alahu
alllahu
iillaā
busyraāā
lakum
walitaṭmai'inna
quluwbukum
bihiī
wamaā
alnnaṣru
iillaā
min
‘indi
alllahi
al‘aziyzi
alḥakiymi
Dan
Allah
tidak
menjadikan
pemberian
bala-bantuan
itu
melainkan
sebagai
kabar
gembira
bagi
(kemenangan)mu,
dan
agar
tenteram
hatimu
karenanya.
Dan
kemenanganmu
itu
hanyalah
dari
Allah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
لِيَقْطَعَ
طَرَفًا
مِّنَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوٓا۟
أَوْ
يَكْبِتَهُمْ
فَيَنقَلِبُوا۟
خَآئِبِينَ
127
liyaqṭa‘a
ṭarafanā
mmina
alladziyna
kafaruwā
aaw
yakbitahum
fayanqalibuwā
khaāi'ibiyna
(Allah
menolong
kamu
dalam
perang
Badar
dan
memberi
bala
bantuan
itu)
untuk
membinasakan
segolongan
orang-orang
yang
kafir[226],
atau
untuk
menjadikan
mereka
hina,
lalu
mereka
kembali
dengan
tiada
memperoleh
apa-apa.
لَيْسَ
لَكَ
مِنَ
ٱلْأَمْرِ
شَىْءٌ
أَوْ
يَتُوبَ
عَلَيْهِمْ
أَوْ
يُعَذِّبَهُمْ
فَإِنَّهُمْ
ظَـٰلِمُونَ
128
laysa
laka
mina
alaamri
syaā'un
aaw
yatuwba
‘alayhim
aaw
yu‘adzdzibahum
faiinnahum
ẓaālimuwna
Tak
ada
sedikit
pun
campur
tanganmu
dalam
urusan
mereka
itu[227]
atau
Allah
menerima
tobat
mereka,
atau
mengazab
mereka
karena
sesungguhnya
mereka
itu
orang-orang
yang
zalim.
وَلِلَّهِ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۚ
يَغْفِرُ
لِمَن
يَشَآءُ
وَيُعَذِّبُ
مَن
يَشَآءُ
ۚ
وَٱللَّهُ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
129
walillahi
maā
fiā
alssamaāwaāti
wamaā
fiā
alaarḍi
yaghfiru
liman
yasyaā'u
wayu‘adzdzibu
man
yasyaā'u
waalllahu
ghafuwrun
rraḥiymun
Kepunyaan
Allah
apa
yang
ada
di
langit
dan
yang
ada
di
bumi.
Dia
memberi
ampun
kepada
siapa
yang
Dia
kehendaki;
Dia
menyiksa
siapa
yang
Dia
kehendaki;
dan
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَا
تَأْكُلُوا۟
ٱلرِّبَوٰٓا۟
أَضْعَـٰفًا
مُّضَـٰعَفَةً
ۖ
وَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ
130
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
laā
taakuluwā
alrribawāā
aaḍ‘aāfanā
mmuḍaā‘afahan
waattaquwā
alllaha
la‘allakum
tufliḥuwna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
janganlah
kamu
memakan
riba[228]
dengan
berlipat
ganda
dan
bertakwalah
kamu
kepada
Allah
supaya
kamu
mendapat
keberuntungan.
وَٱتَّقُوا۟
ٱلنَّارَ
ٱلَّتِىٓ
أُعِدَّتْ
لِلْكَـٰفِرِينَ
131
waattaquwā
alnnaāra
allatiā
au‘iddat
lilkaāfiriyna
Dan
peliharalah
dirimu
dari
api
neraka,
yang
disediakan
untuk
orang-orang
yang
kafir.
وَأَطِيعُوا۟
ٱللَّهَ
وَٱلرَّسُولَ
لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُونَ
132
waaaṭiy‘uwā
alllaha
waalrrasuwla
la‘allakum
turḥamuwna
Dan
taatilah
Allah
dan
rasul
supaya
kamu
diberi
rahmat.
۞
وَسَارِعُوٓا۟
إِلَىٰ
مَغْفِرَةٍ
مِّن
رَّبِّكُمْ
وَجَنَّةٍ
عَرْضُهَا
ٱلسَّمَـٰوَٰتُ
وَٱلْأَرْضُ
أُعِدَّتْ
لِلْمُتَّقِينَ
133
wasaāri‘uwā
iilaāā
maghfirahin
mmin
rrabbikum
wajannahin
‘arḍuhaā
alssamaāwaātu
waalaarḍu
au‘iddat
lilmuttaqiyna
Dan
bersegeralah
kamu
kepada
ampunan
dari
Tuhan-mu
dan
kepada
surga
yang
luasnya
seluas
langit
dan
bumi
yang
disediakan
untuk
orang-orang
yang
bertakwa,
ٱلَّذِينَ
يُنفِقُونَ
فِى
ٱلسَّرَّآءِ
وَٱلضَّرَّآءِ
وَٱلْكَـٰظِمِينَ
ٱلْغَيْظَ
وَٱلْعَافِينَ
عَنِ
ٱلنَّاسِ
ۗ
وَٱللَّهُ
يُحِبُّ
ٱلْمُحْسِنِينَ
134
alladziyna
yunfiquwna
fiā
alssarraā'i
waalḍḍarraā'i
waalkaāẓimiyna
alghayẓa
waal‘aāfiyna
‘ani
alnnaāsi
waalllahu
yuḥibbu
almuḥsiniyna
(yaitu)
orang-orang
yang
menafkahkan
(hartanya),
baik
di
waktu
lapang
maupun
sempit,
dan
orang-orang
yang
menahan
amarahnya
dan
memaafkan
(kesalahan)
orang.
Allah
menyukai
orang-orang
yang
berbuat
kebajikan.
وَٱلَّذِينَ
إِذَا
فَعَلُوا۟
فَـٰحِشَةً
أَوْ
ظَلَمُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
ذَكَرُوا۟
ٱللَّهَ
فَٱسْتَغْفَرُوا۟
لِذُنُوبِهِمْ
وَمَن
يَغْفِرُ
ٱلذُّنُوبَ
إِلَّا
ٱللَّهُ
وَلَمْ
يُصِرُّوا۟
عَلَىٰ
مَا
فَعَلُوا۟
وَهُمْ
يَعْلَمُونَ
135
waalladziyna
iidzaā
fa‘aluwā
faāḥisyahan
aaw
ẓalamuwā
aanfusahum
dzakaruwā
alllaha
faastaghfaruwā
lidzunuwbihim
waman
yaghfiru
aldzdzunuwba
iillaā
alllahu
walam
yuṣirruwā
‘alaāā
maā
fa‘aluwā
wahum
ya‘lamuwna
Dan
(juga)
orang-orang
yang
apabila
mengerjakan
perbuatan
keji
atau
menganiaya
diri
sendiri[229],
mereka
ingat
akan
Allah,
lalu
memohon
ampun
terhadap
dosa-dosa
mereka
dan
siapa
lagi
yang
dapat
mengampuni
dosa
selain
Allah?
Dan
mereka
tidak
meneruskan
perbuatan
kejinya
itu,
sedang
mereka
mengetahui.
أُو۟لَـٰٓئِكَ
جَزَآؤُهُم
مَّغْفِرَةٌ
مِّن
رَّبِّهِمْ
وَجَنَّـٰتٌ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
ۚ
وَنِعْمَ
أَجْرُ
ٱلْعَـٰمِلِينَ
136
auwlaāi'ika
jazaāu'uhum
mmaghfirahun
mmin
rrabbihim
wajannaātun
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
khaālidiyna
fiyhaā
wani‘ma
aajru
al‘aāmiliyna
Mereka
itu
balasannya
ialah
ampunan
dari
Tuhan
mereka
dan
surga
yang
di
dalamnya
mengalir
sungai-sungai,
sedang
mereka
kekal
di
dalamnya;
dan
itulah
sebaik-baik
pahala
orang-orang
yang
beramal.
قَدْ
خَلَتْ
مِن
قَبْلِكُمْ
سُنَنٌ
فَسِيرُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَٱنظُرُوا۟
كَيْفَ
كَانَ
عَـٰقِبَةُ
ٱلْمُكَذِّبِينَ
137
qad
khalat
min
qablikum
sunanun
fasiyruwā
fiā
alaarḍi
faanẓuruwā
kayfa
kaāna
‘aāqibahu
almukadzdzibiyna
Sesungguhnya
telah
berlalu
sebelum
kamu
sunah-sunah
Allah[230];
Karena
itu
berjalanlah
kamu
di
muka
bumi
dan
perhatikanlah
bagaimana
akibat
orang-orang
yang
mendustakan
(rasul-rasul).
هَـٰذَا
بَيَانٌ
لِّلنَّاسِ
وَهُدًى
وَمَوْعِظَةٌ
لِّلْمُتَّقِينَ
138
haādzaā
bayaānun
llilnnaāsi
wahudanā
wamaw‘iẓahun
llilmuttaqiyna
(Al-Qur`ān)
ini
adalah
penerangan
bagi
seluruh
manusia,
dan
petunjuk
serta
pelajaran
bagi
orang-orang
yang
bertakwa.
وَلَا
تَهِنُوا۟
وَلَا
تَحْزَنُوا۟
وَأَنتُمُ
ٱلْأَعْلَوْنَ
إِن
كُنتُم
مُّؤْمِنِينَ
139
walaā
tahinuwā
walaā
taḥzanuwā
waaantumu
alaa‘lawna
iin
kuntum
mmuu'miniyna
Janganlah
kamu
bersikap
lemah,
dan
janganlah
(pula)
kamu
bersedih
hati,
padahal
kamulah
orang-orang
yang
paling
tinggi
(derajatnya),
jika
kamu
orang-orang
yang
beriman.
إِن
يَمْسَسْكُمْ
قَرْحٌ
فَقَدْ
مَسَّ
ٱلْقَوْمَ
قَرْحٌ
مِّثْلُهُۥ
ۚ
وَتِلْكَ
ٱلْأَيَّامُ
نُدَاوِلُهَا
بَيْنَ
ٱلنَّاسِ
وَلِيَعْلَمَ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَيَتَّخِذَ
مِنكُمْ
شُهَدَآءَ
ۗ
وَٱللَّهُ
لَا
يُحِبُّ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
140
iin
yamsaskum
qarḥun
faqad
massa
alqawma
qarḥun
mmitsluhuū
watilka
alaayyaāmu
nudaāwiluhaā
bayna
alnnaāsi
waliya‘lama
alllahu
alladziyna
'aāmanuwā
wayattakhidza
minkum
syuhadaā'a
waalllahu
laā
yuḥibbu
alẓẓaālimiyna
Jika
kamu
(pada
perang
Uḥud)
mendapat
luka,
maka
sesungguhnya
kaum
(kafir)
itu
pun
(pada
perang
Badar)
mendapat
luka
yang
serupa.
Dan
masa
(kejayaan
dan
kehancuran)
itu,
Kami
pergilirkan
diantara
manusia
(agar
mereka
mendapat
pelajaran);
dan
supaya
Allah
membedakan
orang-orang
yang
beriman
(dengan
orang-orang
kafir)
dan
supaya
sebagian
kamu
dijadikan-Nya
(gugur
sebagai)
syuhada[231].
Dan
Allah
tidak
menyukai
orang-orang
yang
zalim,
وَلِيُمَحِّصَ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَيَمْحَقَ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
141
waliyumaḥḥiṣa
alllahu
alladziyna
'aāmanuwā
wayamḥaqa
alkaāfiriyna
Dan
agar
Allah
membersihkan
orang-orang
yang
beriman
(dari
dosa
mereka)
dan
membinasakan
orang-orang
yang
kafir.
أَمْ
حَسِبْتُمْ
أَن
تَدْخُلُوا۟
ٱلْجَنَّةَ
وَلَمَّا
يَعْلَمِ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ
جَـٰهَدُوا۟
مِنكُمْ
وَيَعْلَمَ
ٱلصَّـٰبِرِينَ
142
aam
ḥasibtum
aan
tadkhuluwā
aljannaha
walammaā
ya‘lami
alllahu
alladziyna
jaāhaduwā
minkum
waya‘lama
alṣṣaābiriyna
Apakah
kamu
mengira
bahwa
kamu
akan
masuk
surga,
padahal
belum
nyata
bagi
Allah
orang-orang
yang
berjihad[232]
di
antaramu,
dan
belum
nyata
orang-orang
yang
sabar.
وَلَقَدْ
كُنتُمْ
تَمَنَّوْنَ
ٱلْمَوْتَ
مِن
قَبْلِ
أَن
تَلْقَوْهُ
فَقَدْ
رَأَيْتُمُوهُ
وَأَنتُمْ
تَنظُرُونَ
143
walaqad
kuntum
tamannawna
almawta
min
qabli
aan
talqawhu
faqad
raaaytumuwhu
waaantum
tanẓuruwna
Sesungguhnya
kamu
mengharapkan
mati
(syahid)
sebelum
kamu
menghadapinya;
(sekarang)
sungguh
kamu
telah
melihatnya
dan
kamu
menyaksikannya[233].
وَمَا
مُحَمَّدٌ
إِلَّا
رَسُولٌ
قَدْ
خَلَتْ
مِن
قَبْلِهِ
ٱلرُّسُلُ
ۚ
أَفَإِي۟ن
مَّاتَ
أَوْ
قُتِلَ
ٱنقَلَبْتُمْ
عَلَىٰٓ
أَعْقَـٰبِكُمْ
ۚ
وَمَن
يَنقَلِبْ
عَلَىٰ
عَقِبَيْهِ
فَلَن
يَضُرَّ
ٱللَّهَ
شَيْـًٔا
ۗ
وَسَيَجْزِى
ٱللَّهُ
ٱلشَّـٰكِرِينَ
144
wamaā
muḥammadun
iillaā
rasuwlun
qad
khalat
min
qablihi
alrrusulu
aafaiiyn
mmaāta
aaw
qutila
anqalabtum
‘alaāā
aa‘qaābikum
waman
yanqalib
‘alaāā
‘aqibayhi
falan
yaḍurra
alllaha
syayanā
wasayajziā
alllahu
alsysyaākiriyna
Muhammad
itu
tidak
lain
hanyalah
seorang
rasul;
sungguh
telah
berlalu
sebelumnya
beberapa
orang
rasul[234].
Apakah
jika
dia
wafat
atau
dibunuh,
kamu
berbalik
ke
belakang
(murtad)?
Barang
siapa
yang
berbalik
ke
belakang,
maka
ia
tidak
dapat
mendatangkan
mudarat
kepada
Allah
sedikit
pun;
dan
Allah
akan
memberi
balasan
kepada
orang-orang
yang
bersyukur.
وَمَا
كَانَ
لِنَفْسٍ
أَن
تَمُوتَ
إِلَّا
بِإِذْنِ
ٱللَّهِ
كِتَـٰبًا
مُّؤَجَّلًا
ۗ
وَمَن
يُرِدْ
ثَوَابَ
ٱلدُّنْيَا
نُؤْتِهِۦ
مِنْهَا
وَمَن
يُرِدْ
ثَوَابَ
ٱلْـَٔاخِرَةِ
نُؤْتِهِۦ
مِنْهَا
ۚ
وَسَنَجْزِى
ٱلشَّـٰكِرِينَ
145
wamaā
kaāna
linafsin
aan
tamuwta
iillaā
biiidzni
alllahi
kitaābanā
mmuu'ajjalanā
waman
yurid
tsawaāba
alddunyaā
nuu'tihiī
minhaā
waman
yurid
tsawaāba
alaākhirahi
nuu'tihiī
minhaā
wasanajziā
alsysyaākiriyna
Sesuatu
yang
bernyawa
tidak
akan
mati
melainkan
dengan
izin
Allah,
sebagai
ketetapan
yang
telah
ditentukan
waktunya.
Barang
siapa
menghendaki
pahala
dunia,
niscaya
Kami
berikan
kepadanya
pahala
dunia
itu,
dan
barang
siapa
menghendaki
pahala
akhirat,
Kami
berikan
(pula)
kepadanya
pahala
akhirat.
Dan
kami
akan
memberi
balasan
kepada
orang-orang
yang
bersyukur.
وَكَأَيِّن
مِّن
نَّبِىٍّ
قَـٰتَلَ
مَعَهُۥ
رِبِّيُّونَ
كَثِيرٌ
فَمَا
وَهَنُوا۟
لِمَآ
أَصَابَهُمْ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَمَا
ضَعُفُوا۟
وَمَا
ٱسْتَكَانُوا۟
ۗ
وَٱللَّهُ
يُحِبُّ
ٱلصَّـٰبِرِينَ
146
wakaaayyin
mmin
nnabiāāin
qaātala
ma‘ahuū
ribbiyyuwna
katsiyrun
famaā
wahanuwā
limaā
aaṣaābahum
fiā
sabiyli
alllahi
wamaā
ḍa‘ufuwā
wamaā
astakaānuwā
waalllahu
yuḥibbu
alṣṣaābiriyna
Dan
berapa
banyaknya
nabi
yang
berperang
bersama-sama
mereka
sejumlah
besar
dari
pengikut(nya)
yang
bertakwa.
Mereka
tidak
menjadi
lemah
karena
bencana
yang
menimpa
mereka
di
jalan
Allah,
dan
tidak
lesu
dan
tidak
(pula)
menyerah
(kepada
musuh).
Allah
menyukai
orang-orang
yang
sabar.
وَمَا
كَانَ
قَوْلَهُمْ
إِلَّآ
أَن
قَالُوا۟
رَبَّنَا
ٱغْفِرْ
لَنَا
ذُنُوبَنَا
وَإِسْرَافَنَا
فِىٓ
أَمْرِنَا
وَثَبِّتْ
أَقْدَامَنَا
وَٱنصُرْنَا
عَلَى
ٱلْقَوْمِ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
147
wamaā
kaāna
qawlahum
iillaā
aan
qaāluwā
rabbanaā
aghfir
lanaā
dzunuwbanaā
waiisraāfanaā
fiā
aamrinaā
watsabbit
aaqdaāmanaā
waanṣurnaā
‘alaā
alqawmi
alkaāfiriyna
Tidak
ada
doa
mereka
selain
ucapan,
"Ya
Tuhan
kami,
ampunilah
dosa-dosa
kami
dan
tindakan-tindakan
kami
yang
berlebih-lebihan
dalam
urusan
kami[235],
dan
tetapkanlah
pendirian
kami,
dan
tolonglah
kami
terhadap
kaum
yang
kafir".
فَـَٔاتَىٰهُمُ
ٱللَّهُ
ثَوَابَ
ٱلدُّنْيَا
وَحُسْنَ
ثَوَابِ
ٱلْـَٔاخِرَةِ
ۗ
وَٱللَّهُ
يُحِبُّ
ٱلْمُحْسِنِينَ
148
faaātaāāhumu
alllahu
tsawaāba
alddunyaā
waḥusna
tsawaābi
alaākhirahi
waalllahu
yuḥibbu
almuḥsiniyna
Karena
itu
Allah
memberikan
kepada
mereka
pahala
di
dunia[236]
dan
pahala
yang
baik
di
akhirat.
Dan
Allah
menyukai
orang-orang
yang
berbuat
kebaikan.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِن
تُطِيعُوا۟
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
يَرُدُّوكُمْ
عَلَىٰٓ
أَعْقَـٰبِكُمْ
فَتَنقَلِبُوا۟
خَـٰسِرِينَ
149
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
iin
tuṭiy‘uwā
alladziyna
kafaruwā
yarudduwkum
‘alaāā
aa‘qaābikum
fatanqalibuwā
khaāsiriyna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
jika
kamu
mentaati
orang-orang
yang
kafir
itu,
niscaya
mereka
mengembalikan
kamu
ke
belakang
(kepada
kekafiran),
lalu
jadilah
kamu
orang-orang
yang
rugi.
بَلِ
ٱللَّهُ
مَوْلَىٰكُمْ
ۖ
وَهُوَ
خَيْرُ
ٱلنَّـٰصِرِينَ
150
bali
alllahu
mawlaāākum
wahuwa
khayru
alnnaāṣiriyna
Tetapi
(ikutilah
Allah),
Allah-lah
Pelindungmu,
dan
Dia-lah
sebaik-baik
Penolong.
سَنُلْقِى
فِى
قُلُوبِ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
ٱلرُّعْبَ
بِمَآ
أَشْرَكُوا۟
بِٱللَّهِ
مَا
لَمْ
يُنَزِّلْ
بِهِۦ
سُلْطَـٰنًا
ۖ
وَمَأْوَىٰهُمُ
ٱلنَّارُ
ۚ
وَبِئْسَ
مَثْوَى
ٱلظَّـٰلِمِينَ
151
sanulqiā
fiā
quluwbi
alladziyna
kafaruwā
alrru‘ba
bimaā
aasyrakuwā
bialllahi
maā
lam
yunazzil
bihiī
sulṭaānanā
wamaawaāāhumu
alnnaāru
wabii'sa
matswaā
alẓẓaālimiyna
Akan
Kami
masukkan
ke
dalam
hati
orang-orang
kafir
rasa
takut,
disebabkan
mereka
mempersekutukan
Allah
dengan
sesuatu
yang
Allah
sendiri
tidak
menurunkan
keterangan
tentang
itu.
Tempat
kembali
mereka
ialah
neraka;
dan
itulah
seburuk-buruk
tempat
tinggal
orang-orang
yang
zalim.
وَلَقَدْ
صَدَقَكُمُ
ٱللَّهُ
وَعْدَهُۥٓ
إِذْ
تَحُسُّونَهُم
بِإِذْنِهِۦ
ۖ
حَتَّىٰٓ
إِذَا
فَشِلْتُمْ
وَتَنَـٰزَعْتُمْ
فِى
ٱلْأَمْرِ
وَعَصَيْتُم
مِّنۢ
بَعْدِ
مَآ
أَرَىٰكُم
مَّا
تُحِبُّونَ
ۚ
مِنكُم
مَّن
يُرِيدُ
ٱلدُّنْيَا
وَمِنكُم
مَّن
يُرِيدُ
ٱلْـَٔاخِرَةَ
ۚ
ثُمَّ
صَرَفَكُمْ
عَنْهُمْ
لِيَبْتَلِيَكُمْ
ۖ
وَلَقَدْ
عَفَا
عَنكُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
ذُو
فَضْلٍ
عَلَى
ٱلْمُؤْمِنِينَ
152
walaqad
ṣadaqakumu
alllahu
wa‘dahuū
iidz
taḥussuwnahum
biiidznihiī
ḥattaāā
iidzaā
fasyiltum
watanaāza‘tum
fiā
alaamri
wa‘aṣaytum
mmin
ba‘di
maā
aaraāākum
mmaā
tuḥibbuwna
minkum
mman
yuriydu
alddunyaā
waminkum
mman
yuriydu
alaākhiraha
tsumma
ṣarafakum
‘anhum
liyabtaliyakum
walaqad
‘afaā
‘ankum
waalllahu
dzuw
faḍlin
‘alaā
almuu'miniyna
Dan
sesungguhnya
Allah
telah
memenuhi
janji-Nya
kepada
kamu,
ketika
kamu
membunuh
mereka
dengan
izin-Nya
sampai
pada
saat
kamu
lemah
dan
berselisih
dalam
urusan
itu[237]
dan
mendurhakai
perintah
(rasul)
sesudah
Allah
memperlihatkan
kepadamu
apa
yang
kamu
sukai[238].
Di
antaramu
ada
orang
yang
menghendaki
dunia
dan
di
antara
kamu
ada
orang
yang
menghendaki
akhirat.
Kemudian
Allah
memalingkan
kamu
dari
mereka[239]
untuk
menguji
kamu;
dan
sesunguhnya
Allah
telah
memaafkan
kamu.
Dan
Allah
mempunyai
karunia
(yang
dilimpahkan)
atas
orang
orang
yang
beriman.
۞
إِذْ
تُصْعِدُونَ
وَلَا
تَلْوُۥنَ
عَلَىٰٓ
أَحَدٍ
وَٱلرَّسُولُ
يَدْعُوكُمْ
فِىٓ
أُخْرَىٰكُمْ
فَأَثَـٰبَكُمْ
غَمًّۢا
بِغَمٍّ
لِّكَيْلَا
تَحْزَنُوا۟
عَلَىٰ
مَا
فَاتَكُمْ
وَلَا
مَآ
أَصَـٰبَكُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
خَبِيرٌۢ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
153
iidz
tuṣ‘iduwna
walaā
talwuūna
‘alaāā
aaḥadin
waalrrasuwlu
yad‘uwkum
fiā
aukhraāākum
faaatsaābakum
ghammanā
bighammin
llikaylaā
taḥzanuwā
‘alaāā
maā
faātakum
walaā
maā
aaṣaābakum
waalllahu
khabiyrun
bimaā
ta‘maluwna
(Ingatlah)
ketika
kamu
lari
dan
tidak
menoleh
kepada
seseorang
pun,
sedang
rasul
yang
berada
di
antara
kawan-kawanmu
yang
lain
memanggil
kamu,
karena
itu
Allah
menimpakan
atas
kamu
kesedihan
atas
kesedihan[240],
supaya
kamu
jangan
bersedih
hati
terhadap
apa
yang
luput
dari
pada
kamu
dan
terhadap
apa
yang
menimpa
kamu
Allah
Maha
Mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
ثُمَّ
أَنزَلَ
عَلَيْكُم
مِّنۢ
بَعْدِ
ٱلْغَمِّ
أَمَنَةً
نُّعَاسًا
يَغْشَىٰ
طَآئِفَةً
مِّنكُمْ
ۖ
وَطَآئِفَةٌ
قَدْ
أَهَمَّتْهُمْ
أَنفُسُهُمْ
يَظُنُّونَ
بِٱللَّهِ
غَيْرَ
ٱلْحَقِّ
ظَنَّ
ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ
ۖ
يَقُولُونَ
هَل
لَّنَا
مِنَ
ٱلْأَمْرِ
مِن
شَىْءٍ
ۗ
قُلْ
إِنَّ
ٱلْأَمْرَ
كُلَّهُۥ
لِلَّهِ
ۗ
يُخْفُونَ
فِىٓ
أَنفُسِهِم
مَّا
لَا
يُبْدُونَ
لَكَ
ۖ
يَقُولُونَ
لَوْ
كَانَ
لَنَا
مِنَ
ٱلْأَمْرِ
شَىْءٌ
مَّا
قُتِلْنَا
هَـٰهُنَا
ۗ
قُل
لَّوْ
كُنتُمْ
فِى
بُيُوتِكُمْ
لَبَرَزَ
ٱلَّذِينَ
كُتِبَ
عَلَيْهِمُ
ٱلْقَتْلُ
إِلَىٰ
مَضَاجِعِهِمْ
ۖ
وَلِيَبْتَلِىَ
ٱللَّهُ
مَا
فِى
صُدُورِكُمْ
وَلِيُمَحِّصَ
مَا
فِى
قُلُوبِكُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌۢ
بِذَاتِ
ٱلصُّدُورِ
154
tsumma
aanzala
‘alaykum
mmin
ba‘di
alghammi
aamanahan
nnu‘aāsanā
yaghsyaāā
ṭaāi'ifahan
mminkum
waṭaāi'ifahun
qad
aahammathum
aanfusuhum
yaẓunnuwna
bialllahi
ghayra
alḥaqqi
ẓanna
aljaāhiliyyahi
yaquwluwna
hal
llanaā
mina
alaamri
min
syaā'in
qul
iinna
alaamra
kullahuū
lillahi
yukhfuwna
fiā
aanfusihim
mmaā
laā
yubduwna
laka
yaquwluwna
law
kaāna
lanaā
mina
alaamri
syaā'un
mmaā
qutilnaā
haāhunaā
qul
llaw
kuntum
fiā
buyuwtikum
labaraza
alladziyna
kutiba
‘alayhimu
alqatlu
iilaāā
maḍaāji‘ihim
waliyabtaliāa
alllahu
maā
fiā
ṣuduwrikum
waliyumaḥḥiṣa
maā
fiā
quluwbikum
waalllahu
‘aliymun
bidzaāti
alṣṣuduwri
Kemudian
setelah
kamu
berduka
cita,
Allah
menurunkan
kepada
kamu
keamanan
(berupa)
kantuk
yang
meliputi
segolongan
dari
kamu[241],
sedang
segolongan
lagi[242]
telah
dicemaskan
oleh
diri
mereka
sendiri;
mereka
menyangka
yang
tidak
benar
terhadap
Allah
seperti
sangkaan
jahiliah[243].
Mereka
berkata,
"Apakah
ada
bagi
kita
barang
sesuatu
(hak
campur
tangan)
dalam
urusan
ini?"
Katakanlah,
"Sesungguhnya
urusan
itu
seluruhnya
di
tangan
Allah".
Mereka
menyembunyikan
dalam
hati
mereka
apa
yang
tidak
mereka
terangkan
kepadamu;
mereka
berkata,
"Sekiranya
ada
bagi
kita
barang
sesuatu
(hak
campur
tangan)
dalam
urusan
ini,
niscaya
kita
tidak
akan
dibunuh
(dikalahkan)
di
sini".
Katakanlah,
"Sekiranya
kamu
berada
di
rumahmu,
niscaya
orang-orang
yang
telah
ditakdirkan
akan
mati
terbunuh
itu
keluar
(juga)
ke
tempat
mereka
terbunuh".
Dan
Allah
(berbuat
demikian)
untuk
menguji
apa
yang
ada
dalam
dadamu
dan
untuk
membersihkan
apa
yang
ada
dalam
hatimu.
Allah
Maha
Mengetahui
isi
hati.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
تَوَلَّوْا۟
مِنكُمْ
يَوْمَ
ٱلْتَقَى
ٱلْجَمْعَانِ
إِنَّمَا
ٱسْتَزَلَّهُمُ
ٱلشَّيْطَـٰنُ
بِبَعْضِ
مَا
كَسَبُوا۟
ۖ
وَلَقَدْ
عَفَا
ٱللَّهُ
عَنْهُمْ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
غَفُورٌ
حَلِيمٌ
155
iinna
alladziyna
tawallawā
minkum
yawma
altaqaā
aljam‘aāni
iinnamaā
astazallahumu
alsysyayṭaānu
biba‘ḍi
maā
kasabuwā
walaqad
‘afaā
alllahu
‘anhum
iinna
alllaha
ghafuwrun
ḥaliymun
Sesungguhnya
orang-orang
yang
berpaling
di
antaramu
pada
hari
bertemu
dua
pasukan
itu[244],
hanya
saja
mereka
digelincirkan
oleh
setan,
disebabkan
sebagian
kesalahan
yang
telah
mereka
perbuat
(di
masa
lampau)
dan
sesungguhnya
Allah
telah
memberi
maaf
kepada
mereka.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyantun.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَا
تَكُونُوا۟
كَٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
وَقَالُوا۟
لِإِخْوَٰنِهِمْ
إِذَا
ضَرَبُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
أَوْ
كَانُوا۟
غُزًّى
لَّوْ
كَانُوا۟
عِندَنَا
مَا
مَاتُوا۟
وَمَا
قُتِلُوا۟
لِيَجْعَلَ
ٱللَّهُ
ذَٰلِكَ
حَسْرَةً
فِى
قُلُوبِهِمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
يُحْىِۦ
وَيُمِيتُ
ۗ
وَٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
156
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
laā
takuwnuwā
kaalladziyna
kafaruwā
waqaāluwā
liiikhwaānihim
iidzaā
ḍarabuwā
fiā
alaarḍi
aaw
kaānuwā
ghuzzanā
llaw
kaānuwā
‘indanaā
maā
maātuwā
wamaā
qutiluwā
liyaj‘ala
alllahu
dzaālika
ḥasrahan
fiā
quluwbihim
waalllahu
yuḥāiī
wayumiytu
waalllahu
bimaā
ta‘maluwna
baṣiyrun
Hai
orang-orang
yang
beriman,
janganlah
kamu
seperti
orang-orang
kafir
(orang-orang
munafik)
itu,
yang
mengatakan
kepada
saudara-saudara
mereka
apabila
mereka
mengadakan
perjalanan
di
muka
bumi
atau
mereka
berperang,
"Kalau
mereka
tetap
bersama-sama
kita
tentulah
mereka
tidak
mati
dan
tidak
dibunuh".
Akibat
(dari
perkataan
dan
keyakinan
mereka)
yang
demikian
itu,
Allah
menimbulkan
rasa
penyesalan
yang
sangat
di
dalam
hati
mereka.
Allah
menghidupkan
dan
mematikan.
Dan
Allah
melihat
apa
yang
kamu
kerjakan.
وَلَئِن
قُتِلْتُمْ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
أَوْ
مُتُّمْ
لَمَغْفِرَةٌ
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَرَحْمَةٌ
خَيْرٌ
مِّمَّا
يَجْمَعُونَ
157
walai'in
qutiltum
fiā
sabiyli
alllahi
aaw
muttum
lamaghfirahun
mmina
alllahi
waraḥmahun
khayrun
mmimmaā
yajma‘uwna
Dan
sungguh
kalau
kamu
gugur
di
jalan
Allah
atau
meninggal[245],
tentulah
ampunan
Allah
dan
rahmat-Nya
lebih
baik
(bagimu)
dari
harta
rampasan
yang
mereka
kumpulkan.
وَلَئِن
مُّتُّمْ
أَوْ
قُتِلْتُمْ
لَإِلَى
ٱللَّهِ
تُحْشَرُونَ
158
walai'in
mmuttum
aaw
qutiltum
laiilaā
alllahi
tuḥsyaruwna
Dan
sungguh
jika
kamu
meninggal
atau
gugur,
tentulah
kepada
Allah
saja
kamu
dikumpulkan.
فَبِمَا
رَحْمَةٍ
مِّنَ
ٱللَّهِ
لِنتَ
لَهُمْ
ۖ
وَلَوْ
كُنتَ
فَظًّا
غَلِيظَ
ٱلْقَلْبِ
لَٱنفَضُّوا۟
مِنْ
حَوْلِكَ
ۖ
فَٱعْفُ
عَنْهُمْ
وَٱسْتَغْفِرْ
لَهُمْ
وَشَاوِرْهُمْ
فِى
ٱلْأَمْرِ
ۖ
فَإِذَا
عَزَمْتَ
فَتَوَكَّلْ
عَلَى
ٱللَّهِ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
يُحِبُّ
ٱلْمُتَوَكِّلِينَ
159
fabimaā
raḥmahin
mmina
alllahi
linta
lahum
walaw
kunta
faẓẓanā
ghaliyẓa
alqalbi
laanfaḍḍuwā
min
ḥawlika
faa‘fu
‘anhum
waastaghfir
lahum
wasyaāwirhum
fiā
alaamri
faiidzaā
‘azamta
fatawakkal
‘alaā
alllahi
iinna
alllaha
yuḥibbu
almutawakkiliyna
Maka
disebabkan
rahmat
dari
Allah-lah
kamu
berlaku
lemah
lembut
terhadap
mereka.
Sekiranya
kamu
bersikap
keras
lagi
berhati
kasar,
tentulah
mereka
menjauhkan
diri
dari
sekelilingmu.
Karena
itu,
maafkanlah
mereka;
mohonkanlah
ampun
bagi
mereka,
dan
bermusyawarahlah
dengan
mereka
dalam
urusan
itu[246].
Kemudian
apabila
kamu
telah
membulatkan
tekad,
maka
bertawakallah
kepada
Allah.
Sesungguhnya
Allah
menyukai
orang-orang
yang
bertawakkal
kepada-Nya.
إِن
يَنصُرْكُمُ
ٱللَّهُ
فَلَا
غَالِبَ
لَكُمْ
ۖ
وَإِن
يَخْذُلْكُمْ
فَمَن
ذَا
ٱلَّذِى
يَنصُرُكُم
مِّنۢ
بَعْدِهِۦ
ۗ
وَعَلَى
ٱللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
160
iin
yanṣurkumu
alllahu
falaā
ghaāliba
lakum
waiin
yakhdzulkum
faman
dzaā
alladziā
yanṣurukum
mmin
ba‘dihiī
wa‘alaā
alllahi
falyatawakkali
almuu'minuwna
Jika
Allah
menolong
kamu,
maka
tak
ada
orang
yang
dapat
mengalahkan
kamu;
jika
Allah
membiarkan
kamu
(tidak
memberi
pertolongan),
maka
siapakah
gerangan
yang
dapat
menolong
kamu
(selain)
dari
Allah
sesudah
itu?
Karena
itu,
hendaklah
kepada
Allah
saja
orang-orang
mukmin
bertawakal.
وَمَا
كَانَ
لِنَبِىٍّ
أَن
يَغُلَّ
ۚ
وَمَن
يَغْلُلْ
يَأْتِ
بِمَا
غَلَّ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۚ
ثُمَّ
تُوَفَّىٰ
كُلُّ
نَفْسٍ
مَّا
كَسَبَتْ
وَهُمْ
لَا
يُظْلَمُونَ
161
wamaā
kaāna
linabiāāin
aan
yaghulla
waman
yaghlul
yaati
bimaā
ghalla
yawma
alqiyaāmahi
tsumma
tuwaffaāā
kullu
nafsin
mmaā
kasabat
wahum
laā
yuẓlamuwna
Tidak
mungkin
seorang
nabi
berkhianat
(dalam
urusan
harta
rampasan
perang).
Barang
siapa
yang
berkhianat
(dalam
urusan
rampasan
perang
itu),
maka
pada
hari
kiamat
ia
akan
datang
membawa
apa
yang
dikhianatkannya
itu;
kemudian
tiap-tiap
diri
akan
diberi
pembalasan
tentang
apa
yang
ia
kerjakan
dengan
(pembalasan)
setimpal,
sedang
mereka
tidak
dianiaya.
أَفَمَنِ
ٱتَّبَعَ
رِضْوَٰنَ
ٱللَّهِ
كَمَنۢ
بَآءَ
بِسَخَطٍ
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَمَأْوَىٰهُ
جَهَنَّمُ
ۚ
وَبِئْسَ
ٱلْمَصِيرُ
162
aafamani
attaba‘a
riḍwaāna
alllahi
kaman
baā'a
bisakhaṭin
mmina
alllahi
wamaawaāāhu
jahannamu
wabii'sa
almaṣiyru
Apakah
orang
yang
mengikuti
keridaan
Allah
sama
dengan
orang
yang
kembali
membawa
kemurkaan
(yang
besar)
dari
Allah
dan
tempatnya
adalah
Jahanam?
Dan
itulah
seburuk-buruk
tempat
kembali.
هُمْ
دَرَجَـٰتٌ
عِندَ
ٱللَّهِ
ۗ
وَٱللَّهُ
بَصِيرٌۢ
بِمَا
يَعْمَلُونَ
163
hum
darajaātun
‘inda
alllahi
waalllahu
baṣiyrun
bimaā
ya‘maluwna
(Kedudukan)
mereka
itu
bertingkat-tingkat
di
sisi
Allah,
dan
Allah
Maha
Melihat
apa
yang
mereka
kerjakan.
لَقَدْ
مَنَّ
ٱللَّهُ
عَلَى
ٱلْمُؤْمِنِينَ
إِذْ
بَعَثَ
فِيهِمْ
رَسُولًا
مِّنْ
أَنفُسِهِمْ
يَتْلُوا۟
عَلَيْهِمْ
ءَايَـٰتِهِۦ
وَيُزَكِّيهِمْ
وَيُعَلِّمُهُمُ
ٱلْكِتَـٰبَ
وَٱلْحِكْمَةَ
وَإِن
كَانُوا۟
مِن
قَبْلُ
لَفِى
ضَلَـٰلٍ
مُّبِينٍ
164
laqad
manna
alllahu
‘alaā
almuu'miniyna
iidz
ba‘atsa
fiyhim
rasuwlanā
mmin
aanfusihim
yatluwā
‘alayhim
'aāyaātihiī
wayuzakkiyhim
wayu‘allimuhumu
alkitaāba
waalḥikmaha
waiin
kaānuwā
min
qablu
lafiā
ḍalaālin
mmubiynin
Sungguh
Allah
telah
memberi
karunia
kepada
orang-orang
yang
beriman
ketika
Allah
mengutus
di
antara
mereka
seorang
rasul
dari
golongan
mereka
sendiri,
yang
membacakan
kepada
mereka
ayat-ayat
Allah,
membersihkan
(jiwa)
mereka,
dan
mengajarkan
kepada
mereka
Alkitab
dan
Al-Hikmah.
Dan
sesungguhnya
sebelum
(kedatangan
nabi)
itu,
mereka
adalah
benar-benar
dalam
kesesatan
yang
nyata.
أَوَلَمَّآ
أَصَـٰبَتْكُم
مُّصِيبَةٌ
قَدْ
أَصَبْتُم
مِّثْلَيْهَا
قُلْتُمْ
أَنَّىٰ
هَـٰذَا
ۖ
قُلْ
هُوَ
مِنْ
عِندِ
أَنفُسِكُمْ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
165
aawalammaā
aaṣaābatkum
mmuṣiybahun
qad
aaṣabtum
mmitslayhaā
qultum
aannaāā
haādzaā
qul
huwa
min
‘indi
aanfusikum
iinna
alllaha
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Dan
mengapa
ketika
kamu
ditimpa
musibah
(pada
peperangan
Uḥud),
padahal
kamu
telah
menimpakan
kekalahan
dua
kali
lipat
kepada
musuh-musuhmu
(pada
peperangan
Badar),
kamu
berkata,
"Dari
mana
datangnya
(kekalahan)
ini?"
Katakanlah,
"Itu
dari
(kesalahan)
dirimu
sendiri".
Sesungguhnya
Allah
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
وَمَآ
أَصَـٰبَكُمْ
يَوْمَ
ٱلْتَقَى
ٱلْجَمْعَانِ
فَبِإِذْنِ
ٱللَّهِ
وَلِيَعْلَمَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
166
wamaā
aaṣaābakum
yawma
altaqaā
aljam‘aāni
fabiiidzni
alllahi
waliya‘lama
almuu'miniyna
Dan
apa
yang
menimpa
kamu
pada
hari
bertemunya
dua
pasukan,
maka
(kekalahan)
itu
adalah
dengan
izin
(takdir)
Allah,
dan
agar
Allah
mengetahui
siapa
orang-orang
yang
beriman.
وَلِيَعْلَمَ
ٱلَّذِينَ
نَافَقُوا۟
ۚ
وَقِيلَ
لَهُمْ
تَعَالَوْا۟
قَـٰتِلُوا۟
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
أَوِ
ٱدْفَعُوا۟
ۖ
قَالُوا۟
لَوْ
نَعْلَمُ
قِتَالًا
لَّٱتَّبَعْنَـٰكُمْ
ۗ
هُمْ
لِلْكُفْرِ
يَوْمَئِذٍ
أَقْرَبُ
مِنْهُمْ
لِلْإِيمَـٰنِ
ۚ
يَقُولُونَ
بِأَفْوَٰهِهِم
مَّا
لَيْسَ
فِى
قُلُوبِهِمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
أَعْلَمُ
بِمَا
يَكْتُمُونَ
167
waliya‘lama
alladziyna
naāfaquwā
waqiyla
lahum
ta‘aālawā
qaātiluwā
fiā
sabiyli
alllahi
aawi
adfa‘uwā
qaāluwā
law
na‘lamu
qitaālanā
llaattaba‘naākum
hum
lilkufri
yawmai'idzin
aaqrabu
minhum
liliiymaāni
yaquwluwna
biaafwaāhihim
mmaā
laysa
fiā
quluwbihim
waalllahu
aa‘lamu
bimaā
yaktumuwna
Dan
supaya
Allah
mengetahui
siapa
orang-orang
yang
munafik.
Kepada
mereka
dikatakan,
"Marilah
berperang
di
jalan
Allah
atau
pertahankanlah
(dirimu)".
Mereka
berkata,
"Sekiranya
kami
mengetahui
akan
terjadi
peperangan,
tentulah
kami
mengikuti
kamu"[247].
Mereka
pada
hari
itu
lebih
dekat
kepada
kekafiran
dari
pada
keimanan.
Mereka
mengatakan
dengan
mulutnya
apa
yang
tidak
terkandung
dalam
hatinya.
Dan
Allah
lebih
mengetahui
apa
yang
mereka
sembunyikan.
ٱلَّذِينَ
قَالُوا۟
لِإِخْوَٰنِهِمْ
وَقَعَدُوا۟
لَوْ
أَطَاعُونَا
مَا
قُتِلُوا۟
ۗ
قُلْ
فَٱدْرَءُوا۟
عَنْ
أَنفُسِكُمُ
ٱلْمَوْتَ
إِن
كُنتُمْ
صَـٰدِقِينَ
168
alladziyna
qaāluwā
liiikhwaānihim
waqa‘aduwā
law
aaṭaā‘uwnaā
maā
qutiluwā
qul
faadra'uwā
‘an
aanfusikumu
almawta
iin
kuntum
ṣaādiqiyna
Orang-orang
yang
mengatakan
kepada
saudara-saudaranya
dan
mereka
tidak
turut
pergi
berperang,
"Sekiranya
mereka
mengikuti
kita,
tentulah
mereka
tidak
terbunuh".
Katakanlah,
"Tolaklah
kematian
itu
dari
dirimu,
jika
kamu
orang-orang
yang
benar".
وَلَا
تَحْسَبَنَّ
ٱلَّذِينَ
قُتِلُوا۟
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
أَمْوَٰتًۢا
ۚ
بَلْ
أَحْيَآءٌ
عِندَ
رَبِّهِمْ
يُرْزَقُونَ
169
walaā
taḥsabanna
alladziyna
qutiluwā
fiā
sabiyli
alllahi
aamwaātanā
bal
aaḥyaā'un
‘inda
rabbihim
yurzaquwna
Janganlah
kamu
mengira
bahwa
orang-orang
yang
gugur
di
jalan
Allah
itu
mati,
bahkan
mereka
itu
hidup[248]
di
sisi
Tuhan-nya
dengan
mendapat
rezeki,
فَرِحِينَ
بِمَآ
ءَاتَىٰهُمُ
ٱللَّهُ
مِن
فَضْلِهِۦ
وَيَسْتَبْشِرُونَ
بِٱلَّذِينَ
لَمْ
يَلْحَقُوا۟
بِهِم
مِّنْ
خَلْفِهِمْ
أَلَّا
خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ
وَلَا
هُمْ
يَحْزَنُونَ
170
fariḥiyna
bimaā
'aātaāāhumu
alllahu
min
faḍlihiī
wayastabsyiruwna
bialladziyna
lam
yalḥaquwā
bihim
mmin
khalfihim
aallaā
khawfun
‘alayhim
walaā
hum
yaḥzanuwna
mereka
dalam
keadaan
gembira
disebabkan
karunia
Allah
yang
diberikan-Nya
kepada
mereka,
dan
mereka
bergirang
hati
terhadap
orang-orang
yang
masih
tinggal
di
belakang
yang
belum
menyusul
mereka[249],
bahwa
tidak
ada
kekhawatiran
terhadap
mereka
dan
tidak
(pula)
mereka
bersedih
hati.
۞
يَسْتَبْشِرُونَ
بِنِعْمَةٍ
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَفَضْلٍ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يُضِيعُ
أَجْرَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
171
yastabsyiruwna
bini‘mahin
mmina
alllahi
wafaḍlin
waaanna
alllaha
laā
yuḍiy‘u
aajra
almuu'miniyna
Mereka
bergirang
hati
dengan
nikmat
dan
karunia
yang
yang
besar
dari
Allah,
dan
bahwa
Allah
tidak
menyia-nyiakan
pahala
orang-orang
yang
beriman.
ٱلَّذِينَ
ٱسْتَجَابُوا۟
لِلَّهِ
وَٱلرَّسُولِ
مِنۢ
بَعْدِ
مَآ
أَصَابَهُمُ
ٱلْقَرْحُ
ۚ
لِلَّذِينَ
أَحْسَنُوا۟
مِنْهُمْ
وَٱتَّقَوْا۟
أَجْرٌ
عَظِيمٌ
172
alladziyna
astajaābuwā
lillahi
waalrrasuwli
min
ba‘di
maā
aaṣaābahumu
alqarḥu
lilladziyna
aaḥsanuwā
minhum
waattaqawā
aajrun
‘aẓiymun
(Yaitu)
orang-orang
yang
mentaati
perintah
Allah
dan
rasul-Nya
sesudah
mereka
mendapat
luka
(dalam
peperangan
Uḥud).
Bagi
orang-orang
yang
berbuat
kebaikan
di
antara
mereka
dan
yang
bertakwa
ada
pahala
yang
besar.
ٱلَّذِينَ
قَالَ
لَهُمُ
ٱلنَّاسُ
إِنَّ
ٱلنَّاسَ
قَدْ
جَمَعُوا۟
لَكُمْ
فَٱخْشَوْهُمْ
فَزَادَهُمْ
إِيمَـٰنًا
وَقَالُوا۟
حَسْبُنَا
ٱللَّهُ
وَنِعْمَ
ٱلْوَكِيلُ
173
alladziyna
qaāla
lahumu
alnnaāsu
iinna
alnnaāsa
qad
jama‘uwā
lakum
faakhsyawhum
fazaādahum
iiymaānanā
waqaāluwā
ḥasbunaā
alllahu
wani‘ma
alwakiylu
(Yaitu)
orang-orang
(yang
mentaati
Allah
dan
rasul)
yang
kepada
mereka
ada
orang-orang
yang
mengatakan,
"Sesungguhnya
manusia[250]
telah
mengumpulkan
pasukan
untuk
menyerang
kamu,
karena
itu
takutlah
kepada
mereka",
maka
perkataan
itu
menambah
keimanan
mereka
dan
mereka
menjawab,
"Cukuplah
Allah
menjadi
Penolong
kami
dan
Allah
adalah
sebaik-baik
Pelindung".
فَٱنقَلَبُوا۟
بِنِعْمَةٍ
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَفَضْلٍ
لَّمْ
يَمْسَسْهُمْ
سُوٓءٌ
وَٱتَّبَعُوا۟
رِضْوَٰنَ
ٱللَّهِ
ۗ
وَٱللَّهُ
ذُو
فَضْلٍ
عَظِيمٍ
174
faanqalabuwā
bini‘mahin
mmina
alllahi
wafaḍlin
llam
yamsashum
suw'un
waattaba‘uwā
riḍwaāna
alllahi
waalllahu
dzuw
faḍlin
‘aẓiymin
Maka
mereka
kembali
dengan
nikmat
dan
karunia
(yang
besar)
dari
Allah,
mereka
tidak
mendapat
bencana
apa-apa,
mereka
mengikuti
keridaan
Allah.
Dan
Allah
mempunyai
karunia
yang
besar[251].
إِنَّمَا
ذَٰلِكُمُ
ٱلشَّيْطَـٰنُ
يُخَوِّفُ
أَوْلِيَآءَهُۥ
فَلَا
تَخَافُوهُمْ
وَخَافُونِ
إِن
كُنتُم
مُّؤْمِنِينَ
175
iinnamaā
dzaālikumu
alsysyayṭaānu
yukhawwifu
aawliyaā'ahuū
falaā
takhaāfuwhum
wakhaāfuwni
iin
kuntum
mmuu'miniyna
Sesungguhnya
mereka
itu
tidak
lain
hanyalah
setan
yang
menakut-nakuti
(kamu)
dengan
kawan-kawannya
(orang-orang
musyrik
Quraisy),
karena
itu
janganlah
kamu
takut
kepada
mereka,
tetapi
takutlah
kepada-Ku,
jika
kamu
benar-benar
orang
yang
beriman.
وَلَا
يَحْزُنكَ
ٱلَّذِينَ
يُسَـٰرِعُونَ
فِى
ٱلْكُفْرِ
ۚ
إِنَّهُمْ
لَن
يَضُرُّوا۟
ٱللَّهَ
شَيْـًٔا
ۗ
يُرِيدُ
ٱللَّهُ
أَلَّا
يَجْعَلَ
لَهُمْ
حَظًّا
فِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
ۖ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
عَظِيمٌ
176
walaā
yaḥzunka
alladziyna
yusaāri‘uwna
fiā
alkufri
iinnahum
lan
yaḍurruwā
alllaha
syayanā
yuriydu
alllahu
aallaā
yaj‘ala
lahum
ḥaẓẓanā
fiā
alaākhirahi
walahum
‘adzaābun
‘aẓiymun
Janganlah
kamu
disedihkan
oleh
orang-orang
yang
segera
menjadi
kafir[252];
sesungguhnya
mereka
tidak
sekali-kali
dapat
memberi
mudarat
kepada
Allah
sedikit
pun.
Allah
berkehendak
tidak
akan
memberi
sesuatu
bagian
(dari
pahala)
kepada
mereka
di
hari
akhirat,
dan
bagi
mereka
azab
yang
besar.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
ٱشْتَرَوُا۟
ٱلْكُفْرَ
بِٱلْإِيمَـٰنِ
لَن
يَضُرُّوا۟
ٱللَّهَ
شَيْـًٔا
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
177
iinna
alladziyna
asytarawuā
alkufra
bialiiymaāni
lan
yaḍurruwā
alllaha
syayanā
walahum
‘adzaābun
aaliymun
Sesungguhnya
orang-orang
yang
menukar
iman
dengan
kekafiran,
sekali-kali
mereka
tidak
dapat
memberi
mudarat
kepada
Allah
sedikit
pun;
dan
bagi
mereka
azab
yang
pedih.
وَلَا
يَحْسَبَنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوٓا۟
أَنَّمَا
نُمْلِى
لَهُمْ
خَيْرٌ
لِّأَنفُسِهِمْ
ۚ
إِنَّمَا
نُمْلِى
لَهُمْ
لِيَزْدَادُوٓا۟
إِثْمًا
ۚ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
مُّهِينٌ
178
walaā
yaḥsabanna
alladziyna
kafaruwā
aannamaā
numliā
lahum
khayrun
lliaanfusihim
iinnamaā
numliā
lahum
liyazdaāduwā
iitsmanā
walahum
‘adzaābun
mmuhiynun
Dan
janganlah
sekali-kali
orang-orang
kafir
menyangka,
bahwa
pemberian
tangguh
Kami
kepada
mereka[253]
adalah
lebih
baik
bagi
mereka.
Sesungguhnya
Kami
memberi
tangguh
kepada
mereka
hanyalah
supaya
bertambah-tambah
dosa
mereka;
dan
bagi
mereka
azab
yang
menghinakan.
مَّا
كَانَ
ٱللَّهُ
لِيَذَرَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
عَلَىٰ
مَآ
أَنتُمْ
عَلَيْهِ
حَتَّىٰ
يَمِيزَ
ٱلْخَبِيثَ
مِنَ
ٱلطَّيِّبِ
ۗ
وَمَا
كَانَ
ٱللَّهُ
لِيُطْلِعَكُمْ
عَلَى
ٱلْغَيْبِ
وَلَـٰكِنَّ
ٱللَّهَ
يَجْتَبِى
مِن
رُّسُلِهِۦ
مَن
يَشَآءُ
ۖ
فَـَٔامِنُوا۟
بِٱللَّهِ
وَرُسُلِهِۦ
ۚ
وَإِن
تُؤْمِنُوا۟
وَتَتَّقُوا۟
فَلَكُمْ
أَجْرٌ
عَظِيمٌ
179
mmaā
kaāna
alllahu
liyadzara
almuu'miniyna
‘alaāā
maā
aantum
‘alayhi
ḥattaāā
yamiyza
alkhabiytsa
mina
alṭṭayyibi
wamaā
kaāna
alllahu
liyuṭli‘akum
‘alaā
alghaybi
walaākinna
alllaha
yajtabiā
min
rrusulihiī
man
yasyaā'u
faaāminuwā
bialllahi
warusulihiī
waiin
tuu'minuwā
watattaquwā
falakum
aajrun
‘aẓiymun
Allah
sekali-kali
tidak
akan
membiarkan
orang-orang
yang
beriman
dalam
keadaan
kamu
sekarang
ini[254],
sehingga
Dia
menyisihkan
yang
buruk
(munafik)
dari
yang
baik
(mukmin).
Dan
Allah
sekali-kali
tidak
akan
memperlihatkan
kepada
kamu
hal-hal
yang
gaib,
akan
tetapi
Allah
memilih
siapa
yang
dikehendaki-Nya
di
antara
rasul-rasul-Nya.
Karena
itu,
berimanlah
kepada
Allah
dan
rasul-rasul-Nya[255];
dan
jika
kamu
beriman
dan
bertakwa,
maka
bagimu
pahala
yang
besar.
وَلَا
يَحْسَبَنَّ
ٱلَّذِينَ
يَبْخَلُونَ
بِمَآ
ءَاتَىٰهُمُ
ٱللَّهُ
مِن
فَضْلِهِۦ
هُوَ
خَيْرًا
لَّهُم
ۖ
بَلْ
هُوَ
شَرٌّ
لَّهُمْ
ۖ
سَيُطَوَّقُونَ
مَا
بَخِلُوا۟
بِهِۦ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۗ
وَلِلَّهِ
مِيرَٰثُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۗ
وَٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
خَبِيرٌ
180
walaā
yaḥsabanna
alladziyna
yabkhaluwna
bimaā
'aātaāāhumu
alllahu
min
faḍlihiī
huwa
khayranā
llahum
bal
huwa
syarrun
llahum
sayuṭawwaquwna
maā
bakhiluwā
bihiī
yawma
alqiyaāmahi
walillahi
miyraātsu
alssamaāwaāti
waalaarḍi
waalllahu
bimaā
ta‘maluwna
khabiyrun
Sekali-kali
janganlah
orang-orang
yang
bakhil
dengan
harta
yang
Allah
berikan
kepada
mereka
dari
karunia-Nya
menyangka,
bahwa
kebakhilan
itu
baik
bagi
mereka.
Sebenarnya
kebakhilan
itu
adalah
buruk
bagi
mereka.
Harta
yang
mereka
bakhilkan
itu
akan
dikalungkan
kelak
di
lehernya
di
hari
kiamat.
Dan
kepunyaan
Allah-lah
segala
warisan
(yang
ada)
di
langit
dan
di
bumi.
Dan
Allah
mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
لَّقَدْ
سَمِعَ
ٱللَّهُ
قَوْلَ
ٱلَّذِينَ
قَالُوٓا۟
إِنَّ
ٱللَّهَ
فَقِيرٌ
وَنَحْنُ
أَغْنِيَآءُ
ۘ
سَنَكْتُبُ
مَا
قَالُوا۟
وَقَتْلَهُمُ
ٱلْأَنۢبِيَآءَ
بِغَيْرِ
حَقٍّ
وَنَقُولُ
ذُوقُوا۟
عَذَابَ
ٱلْحَرِيقِ
181
llaqad
sami‘a
alllahu
qawla
alladziyna
qaāluwā
iinna
alllaha
faqiyrun
wanaḥnu
aaghniyaā'u
sanaktubu
maā
qaāluwā
waqatlahumu
alaanbiyaā'a
bighayri
ḥaqqin
wanaquwlu
dzuwquwā
‘adzaāba
alḥariyqi
Sesungguhnya
Allah
telah
mendengar
perkatan
orang-orang
yang
mengatakan,
"Sesunguhnya
Allah
miskin
dan
kami
kaya".
Kami
akan
mencatat
perkataan
mereka
itu
dan
perbuatan
mereka
membunuh
nabi-nabi
tanpa
alasan
yang
benar,
dan
Kami
akan
mengatakan
(kepada
mereka),
"Rasakanlah
olehmu
azab
yang
membakar".
ذَٰلِكَ
بِمَا
قَدَّمَتْ
أَيْدِيكُمْ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
لَيْسَ
بِظَلَّامٍ
لِّلْعَبِيدِ
182
dzaālika
bimaā
qaddamat
aaydiykum
waaanna
alllaha
laysa
biẓallaāmin
llil‘abiydi
(Azab)
yang
demikian
itu
adalah
disebabkan
perbuatan
tanganmu
sendiri,
dan
bahwasanya
Allah
sekali-kali
tidak
menganiaya
hamba-hamba-Nya.
ٱلَّذِينَ
قَالُوٓا۟
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَهِدَ
إِلَيْنَآ
أَلَّا
نُؤْمِنَ
لِرَسُولٍ
حَتَّىٰ
يَأْتِيَنَا
بِقُرْبَانٍ
تَأْكُلُهُ
ٱلنَّارُ
ۗ
قُلْ
قَدْ
جَآءَكُمْ
رُسُلٌ
مِّن
قَبْلِى
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
وَبِٱلَّذِى
قُلْتُمْ
فَلِمَ
قَتَلْتُمُوهُمْ
إِن
كُنتُمْ
صَـٰدِقِينَ
183
alladziyna
qaāluwā
iinna
alllaha
‘ahida
iilaynaā
aallaā
nuu'mina
lirasuwlin
ḥattaāā
yaatiyanaā
biqurbaānin
taakuluhu
alnnaāru
qul
qad
jaā'akum
rusulun
mmin
qabliā
bialbayyinaāti
wabialladziā
qultum
falima
qataltumuwhum
iin
kuntum
ṣaādiqiyna
(Yaitu)
orang-orang
(Yahudi)
yang
mengatakan,
"Sesungguhnya
Allah
telah
memerintahkan
kepada
kami,
supaya
kami
jangan
beriman
kepada
seseorang
rasul,
sebelum
dia
mendatangkan
kepada
kami
kurban
yang
dimakan
api".
Katakanlah,
"Sesungguhnya
telah
datang
kepada
kamu
beberapa
orang
rasul
sebelumku,
membawa
keterangan-keterangan
yang
nyata
dan
membawa
apa
yang
kamu
sebutkan,
maka
mengapa
kamu
membunuh
mereka
jika
kamu
orang-orang
yang
benar".
فَإِن
كَذَّبُوكَ
فَقَدْ
كُذِّبَ
رُسُلٌ
مِّن
قَبْلِكَ
جَآءُو
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
وَٱلزُّبُرِ
وَٱلْكِتَـٰبِ
ٱلْمُنِيرِ
184
faiin
kadzdzabuwka
faqad
kudzdziba
rusulun
mmin
qablika
jaā'uw
bialbayyinaāti
waalzzuburi
waalkitaābi
almuniyri
Jika
mereka
mendustakan
kamu,
maka
sesungguhnya
rasul-rasul
sebelum
kamu
pun
telah
didustakan
(pula),
mereka
membawa
mukjizat-mukjizat
yang
nyata,
Zabur[256],
dan
kitab
yang
memberi
penjelasan
yang
sempurna[257].
كُلُّ
نَفْسٍ
ذَآئِقَةُ
ٱلْمَوْتِ
ۗ
وَإِنَّمَا
تُوَفَّوْنَ
أُجُورَكُمْ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۖ
فَمَن
زُحْزِحَ
عَنِ
ٱلنَّارِ
وَأُدْخِلَ
ٱلْجَنَّةَ
فَقَدْ
فَازَ
ۗ
وَمَا
ٱلْحَيَوٰةُ
ٱلدُّنْيَآ
إِلَّا
مَتَـٰعُ
ٱلْغُرُورِ
185
kullu
nafsin
dzaāi'iqahu
almawti
waiinnamaā
tuwaffawna
aujuwrakum
yawma
alqiyaāmahi
faman
zuḥziḥa
‘ani
alnnaāri
waaudkhila
aljannaha
faqad
faāza
wamaā
alḥayawāhu
alddunyaā
iillaā
mataā‘u
alghuruwri
Tiap-tiap
yang
berjiwa
akan
merasakan
mati.
Dan
sesungguhnya
pada
hari
kiamat
sajalah
disempurnakan
pahalamu.
Barang
siapa
dijauhkan
dari
neraka
dan
dimasukkan
ke
dalam
surga,
maka
sungguh
ia
telah
beruntung.
Kehidupan
dunia
itu
tidak
lain
hanyalah
kesenangan
yang
memperdayakan.
۞
لَتُبْلَوُنَّ
فِىٓ
أَمْوَٰلِكُمْ
وَأَنفُسِكُمْ
وَلَتَسْمَعُنَّ
مِنَ
ٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْكِتَـٰبَ
مِن
قَبْلِكُمْ
وَمِنَ
ٱلَّذِينَ
أَشْرَكُوٓا۟
أَذًى
كَثِيرًا
ۚ
وَإِن
تَصْبِرُوا۟
وَتَتَّقُوا۟
فَإِنَّ
ذَٰلِكَ
مِنْ
عَزْمِ
ٱلْأُمُورِ
186
latublawunna
fiā
aamwaālikum
waaanfusikum
walatasma‘unna
mina
alladziyna
auwtuwā
alkitaāba
min
qablikum
wamina
alladziyna
aasyrakuwā
aadzanā
katsiyranā
waiin
taṣbiruwā
watattaquwā
faiinna
dzaālika
min
‘azmi
alaumuwri
Kamu
sungguh-sungguh
akan
diuji
terhadap
hartamu
dan
dirimu.
Dan
(juga)
kamu
sungguh-sungguh
akan
mendengar
dari
orang-orang
yang
diberi
kitab
sebelum
kamu
dan
dari
orang-orang
yang
mempersekutukan
Allah,
gangguan
yang
banyak
yang
menyakitkan
hati.
Jika
kamu
bersabar
dan
bertakwa,
maka
sesungguhnya
yang
demikian
itu
termasuk
urusan
yang
patut
diutamakan.
وَإِذْ
أَخَذَ
ٱللَّهُ
مِيثَـٰقَ
ٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْكِتَـٰبَ
لَتُبَيِّنُنَّهُۥ
لِلنَّاسِ
وَلَا
تَكْتُمُونَهُۥ
فَنَبَذُوهُ
وَرَآءَ
ظُهُورِهِمْ
وَٱشْتَرَوْا۟
بِهِۦ
ثَمَنًا
قَلِيلًا
ۖ
فَبِئْسَ
مَا
يَشْتَرُونَ
187
waiidz
aakhadza
alllahu
miytsaāqa
alladziyna
auwtuwā
alkitaāba
latubayyinunnahuū
lilnnaāsi
walaā
taktumuwnahuū
fanabadzuwhu
waraā'a
ẓuhuwrihim
waasytarawā
bihiī
tsamananā
qaliylanā
fabii'sa
maā
yasytaruwna
Dan
(ingatlah),
ketika
Allah
mengambil
janji
dari
orang-orang
yang
telah
diberi
kitab
(yaitu),
"Hendaklah
kamu
menerangkan
isi
kitab
itu
kepada
manusia,
dan
jangan
kamu
menyembunyikannya"[258],
lalu
mereka
melemparkan
janji
itu
ke
belakang
punggung
mereka
dan
mereka
menukarnya
dengan
harga
yang
sedikit.
Amatlah
buruk
tukaran
yang
mereka
terima.
لَا
تَحْسَبَنَّ
ٱلَّذِينَ
يَفْرَحُونَ
بِمَآ
أَتَوا۟
وَّيُحِبُّونَ
أَن
يُحْمَدُوا۟
بِمَا
لَمْ
يَفْعَلُوا۟
فَلَا
تَحْسَبَنَّهُم
بِمَفَازَةٍ
مِّنَ
ٱلْعَذَابِ
ۖ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
188
laā
taḥsabanna
alladziyna
yafraḥuwna
bimaā
aatawā
wwayuḥibbuwna
aan
yuḥmaduwā
bimaā
lam
yaf‘aluwā
falaā
taḥsabannahum
bimafaāzahin
mmina
al‘adzaābi
walahum
‘adzaābun
aaliymun
Janganlah
sekali-kali
kamu
menyangka
hahwa
orang-orang
yang
gembira
dengan
apa
yang
telah
mereka
kerjakan
dan
mereka
suka
supaya
dipuji
terhadap
perbuatan
yang
belum
mereka
kerjakan,
janganlah
kamu
menyangka
bahwa
mereka
terlepas
dari
siksa,
dan
bagi
mereka
siksa
yang
pedih.
وَلِلَّهِ
مُلْكُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
189
walillahi
mulku
alssamaāwaāti
waalaarḍi
waalllahu
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
kepunyaan
Allah-lah
kerajaan
langit
dan
bumi,
dan
Allah
Maha
Perkasa
atas
segala
sesuatu.
إِنَّ
فِى
خَلْقِ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
وَٱخْتِلَـٰفِ
ٱلَّيْلِ
وَٱلنَّهَارِ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّأُو۟لِى
ٱلْأَلْبَـٰبِ
190
iinna
fiā
khalqi
alssamaāwaāti
waalaarḍi
waakhtilaāfi
allayli
waalnnahaāri
laaāyaātin
lliauwliā
alaalbaābi
Sesungguhnya
dalam
penciptaan
langit
dan
bumi,
dan
silih
bergantinya
malam
dan
siang
terdapat
tanda-tanda
bagi
orang-orang
yang
berakal,
ٱلَّذِينَ
يَذْكُرُونَ
ٱللَّهَ
قِيَـٰمًا
وَقُعُودًا
وَعَلَىٰ
جُنُوبِهِمْ
وَيَتَفَكَّرُونَ
فِى
خَلْقِ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
رَبَّنَا
مَا
خَلَقْتَ
هَـٰذَا
بَـٰطِلًا
سُبْحَـٰنَكَ
فَقِنَا
عَذَابَ
ٱلنَّارِ
191
alladziyna
yadzkuruwna
alllaha
qiyaāmanā
waqu‘uwdanā
wa‘alaāā
junuwbihim
wayatafakkaruwna
fiā
khalqi
alssamaāwaāti
waalaarḍi
rabbanaā
maā
khalaqta
haādzaā
baāṭilanā
subḥaānaka
faqinaā
‘adzaāba
alnnaāri
(yaitu)
orang-orang
yang
mengingat
Allah
sambil
berdiri
atau
duduk
atau
dalam
keadan
berbaring
dan
mereka
memikirkan
tentang
penciptaan
langit
dan
bumi
(seraya
berkata),
"Ya
Tuhan
kami,
tiadalah
Engkau
menciptakan
ini
dengan
sia-sia.
Maha
Suci
Engkau,
maka
peliharalah
kami
dari
siksa
neraka.
رَبَّنَآ
إِنَّكَ
مَن
تُدْخِلِ
ٱلنَّارَ
فَقَدْ
أَخْزَيْتَهُۥ
ۖ
وَمَا
لِلظَّـٰلِمِينَ
مِنْ
أَنصَارٍ
192
rabbanaā
iinnaka
man
tudkhili
alnnaāra
faqad
aakhzaytahuū
wamaā
lilẓẓaālimiyna
min
aanṣaārin
Ya
Tuhan
kami,
sesungguhnya
barang
siapa
yang
Engkau
masukkan
ke
dalam
neraka,
maka
sungguh
telah
Engkau
hinakan
ia,
dan
tidak
ada
bagi
orang-orang
yang
zalim
seorang
penolong
pun.
رَّبَّنَآ
إِنَّنَا
سَمِعْنَا
مُنَادِيًا
يُنَادِى
لِلْإِيمَـٰنِ
أَنْ
ءَامِنُوا۟
بِرَبِّكُمْ
فَـَٔامَنَّا
ۚ
رَبَّنَا
فَٱغْفِرْ
لَنَا
ذُنُوبَنَا
وَكَفِّرْ
عَنَّا
سَيِّـَٔاتِنَا
وَتَوَفَّنَا
مَعَ
ٱلْأَبْرَارِ
193
rrabbanaā
iinnanaā
sami‘naā
munaādiyanā
yunaādiā
liliiymaāni
aan
'aāminuwā
birabbikum
faaāmannaā
rabbanaā
faaghfir
lanaā
dzunuwbanaā
wakaffir
‘annaā
sayyiaātinaā
watawaffanaā
ma‘a
alaabraāri
Ya
Tuhan
kami,
sesungguhnya
kami
mendengar
(seruan)
yang
menyeru
kepada
iman,
(yaitu),
"Berimanlah
kamu
kepada
Tuhan-mu",
maka
kami
pun
beriman.
Ya
Tuhan
kami,
ampunilah
bagi
kami
dosa-dosa
kami
dan
hapuskanlah
dari
kesalahan-kesalahan
kami,
dan
wafatkanlah
kami
beserta
orang-orang
yang
banyak
berbakti.
رَبَّنَا
وَءَاتِنَا
مَا
وَعَدتَّنَا
عَلَىٰ
رُسُلِكَ
وَلَا
تُخْزِنَا
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۗ
إِنَّكَ
لَا
تُخْلِفُ
ٱلْمِيعَادَ
194
rabbanaā
wa'aātinaā
maā
wa‘adttanaā
‘alaāā
rusulika
walaā
tukhzinaā
yawma
alqiyaāmahi
iinnaka
laā
tukhlifu
almiy‘aāda
Ya
Tuhan
kami,
berilah
kami
apa
yang
telah
Engkau
janjikan
kepada
kami
dengan
perantaraan
rasul-rasul
Engkau.
Dan
janganlah
Engkau
hinakan
kami
di
hari
kiamat.
Sesungguhnya
Engkau
tidak
menyalahi
janji.
فَٱسْتَجَابَ
لَهُمْ
رَبُّهُمْ
أَنِّى
لَآ
أُضِيعُ
عَمَلَ
عَـٰمِلٍ
مِّنكُم
مِّن
ذَكَرٍ
أَوْ
أُنثَىٰ
ۖ
بَعْضُكُم
مِّنۢ
بَعْضٍ
ۖ
فَٱلَّذِينَ
هَاجَرُوا۟
وَأُخْرِجُوا۟
مِن
دِيَـٰرِهِمْ
وَأُوذُوا۟
فِى
سَبِيلِى
وَقَـٰتَلُوا۟
وَقُتِلُوا۟
لَأُكَفِّرَنَّ
عَنْهُمْ
سَيِّـَٔاتِهِمْ
وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ
جَنَّـٰتٍ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
ثَوَابًا
مِّنْ
عِندِ
ٱللَّهِ
ۗ
وَٱللَّهُ
عِندَهُۥ
حُسْنُ
ٱلثَّوَابِ
195
faastajaāba
lahum
rabbuhum
aanniā
laā
auḍiy‘u
‘amala
‘aāmilin
mminkum
mmin
dzakarin
aaw
auntsaāā
ba‘ḍukum
mmin
ba‘ḍin
faalladziyna
haājaruwā
waaukhrijuwā
min
diyaārihim
waauwdzuwā
fiā
sabiyliā
waqaātaluwā
waqutiluwā
laaukaffiranna
‘anhum
sayyiaātihim
walaaudkhilannahum
jannaātin
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
tsawaābanā
mmin
‘indi
alllahi
waalllahu
‘indahuū
ḥusnu
altstsawaābi
Maka
Tuhan
mereka
memperkenankan
permohonannya
(dengan
berfirman),
"Sesungguhnya
Aku
tidak
menyia-nyiakan
amal
orang-orang
yang
beramal
di
antara
kamu,
baik
laki-laki
atau
perempuan,
(karena)
sebagian
kamu
adalah
turunan
dari
sebagian
yang
lain[259].
Maka
orang-orang
yang
berhijrah,
yang
diusir
dari
kampung
halamannya,
yang
disakiti
pada
jalan-Ku,
yang
berperang,
dan
yang
dibunuh,
pastilah
akan
Ku-hapuskan
kesalahan-kesalahan
mereka
dan
pastilah
Aku
masukkan
mereka
ke
dalam
surga
yang
mengalir
sungai-sungai
di
bawahnya,
sebagai
pahala
di
sisi
Allah.
Dan
Allah
pada
sisi-Nya
pahala
yang
baik".
لَا
يَغُرَّنَّكَ
تَقَلُّبُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
فِى
ٱلْبِلَـٰدِ
196
laā
yaghurrannaka
taqallubu
alladziyna
kafaruwā
fiā
albilaādi
Janganlah
sekali-kali
kamu
terperdaya
oleh
kebebasan
orang-orang
kafir
bergerak[260]
di
dalam
negeri.
مَتَـٰعٌ
قَلِيلٌ
ثُمَّ
مَأْوَىٰهُمْ
جَهَنَّمُ
ۚ
وَبِئْسَ
ٱلْمِهَادُ
197
mataā‘un
qaliylun
tsumma
maawaāāhum
jahannamu
wabii'sa
almihaādu
Itu
hanyalah
kesenangan
sementara,
kemudian
tempat
tinggal
mereka
ialah
Jahanam;
dan
Jahanam
itu
adalah
tempat
yang
seburuk-buruknya.
لَـٰكِنِ
ٱلَّذِينَ
ٱتَّقَوْا۟
رَبَّهُمْ
لَهُمْ
جَنَّـٰتٌ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
نُزُلًا
مِّنْ
عِندِ
ٱللَّهِ
ۗ
وَمَا
عِندَ
ٱللَّهِ
خَيْرٌ
لِّلْأَبْرَارِ
198
laākini
alladziyna
attaqawā
rabbahum
lahum
jannaātun
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
khaālidiyna
fiyhaā
nuzulanā
mmin
‘indi
alllahi
wamaā
‘inda
alllahi
khayrun
llilaabraāri
Akan
tetapi,
orang-orang
yang
bertakwa
kepada
Tuhan-nya,
bagi
mereka
surga
yang
mengalir
sungai-sungai
di
dalamnya,
sedang
mereka
kekal
di
dalamnya
sebagai
tempat
tinggal
(anugerah)[261]
dari
sisi
Allah.
Dan
apa
yang
di
sisi
Allah
adalah
lebih
baik
bagi
orang-orang
yang
berbakti[262].
وَإِنَّ
مِنْ
أَهْلِ
ٱلْكِتَـٰبِ
لَمَن
يُؤْمِنُ
بِٱللَّهِ
وَمَآ
أُنزِلَ
إِلَيْكُمْ
وَمَآ
أُنزِلَ
إِلَيْهِمْ
خَـٰشِعِينَ
لِلَّهِ
لَا
يَشْتَرُونَ
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
ثَمَنًا
قَلِيلًا
ۗ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
لَهُمْ
أَجْرُهُمْ
عِندَ
رَبِّهِمْ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
سَرِيعُ
ٱلْحِسَابِ
199
waiinna
min
aahli
alkitaābi
laman
yuu'minu
bialllahi
wamaā
aunzila
iilaykum
wamaā
aunzila
iilayhim
khaāsyi‘iyna
lillahi
laā
yasytaruwna
biaāyaāti
alllahi
tsamananā
qaliylanā
auwlaāi'ika
lahum
aajruhum
‘inda
rabbihim
iinna
alllaha
sariy‘u
alḥisaābi
Dan
sesungguhnya
di
antara
ahli
kitab,
ada
orang
yang
beriman
kepada
Allah
dan
kepada
apa
yang
diturunkan
kepada
kamu
dan
yang
diturunkan
kepada
mereka,
sedang
mereka
berendah
hati
kepada
Allah
dan
mereka
tidak
menukarkan
ayat-ayat
Allah
dengan
harga
yang
sedikit.
Mereka
memperoleh
pahala
di
sisi
Tuhan-nya.
Sesungguhnya
Allah
amat
cepat
perhitungan-Nya.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ٱصْبِرُوا۟
وَصَابِرُوا۟
وَرَابِطُوا۟
وَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ
200
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
aṣbiruwā
waṣaābiruwā
waraābiṭuwā
waattaquwā
alllaha
la‘allakum
tufliḥuwna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
bersabarlah
kamu
dan
kuatkanlah
kesabaranmu
dan
tetaplah
bersiap
siaga
(di
perbatasan
negerimu)
dan
bertakwalah
kepada
Allah,
supaya
kamu
beruntung.