الٓمٓ
1
Alif
Lām
Mīm
Alif
Lām
Mīm
[1145]
أَحَسِبَ
ٱلنَّاسُ
أَن
يُتْرَكُوٓا۟
أَن
يَقُولُوٓا۟
ءَامَنَّا
وَهُمْ
لَا
يُفْتَنُونَ
2
aaḥasiba
alnnaāsu
aan
yutrakuwā
aan
yaquwluwā
'aāmannaā
wahum
laā
yuftanuwna
Apakah
manusia
itu
mengira
bahwa
mereka
dibiarkan
(saja)
mengatakan,
"Kami
telah
beriman",
sedang
mereka
tidak
diuji
lagi?
وَلَقَدْ
فَتَنَّا
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
ۖ
فَلَيَعْلَمَنَّ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ
صَدَقُوا۟
وَلَيَعْلَمَنَّ
ٱلْكَـٰذِبِينَ
3
walaqad
fatannaā
alladziyna
min
qablihim
falaya‘lamanna
alllahu
alladziyna
ṣadaquwā
walaya‘lamanna
alkaādzibiyna
Dan
sesungguhnya
kami
telah
menguji
orang-orang
yang
sebelum
mereka,
maka
sesungguhnya
Allah
mengetahui
orang-orang
yang
benar
dan
sesungguhnya
Dia
mengetahui
orang-orang
yang
dusta.
أَمْ
حَسِبَ
ٱلَّذِينَ
يَعْمَلُونَ
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
أَن
يَسْبِقُونَا
ۚ
سَآءَ
مَا
يَحْكُمُونَ
4
aam
ḥasiba
alladziyna
ya‘maluwna
alssayyiaāti
aan
yasbiquwnaā
saā'a
maā
yaḥkumuwna
Ataukah
orang-orang
yang
mengerjakan
kejahatan
itu
mengira
bahwa
mereka
akan
luput
(dari
azab)
Kami?
Amatlah
buruk
apa
yang
mereka
tetapkan
itu.
مَن
كَانَ
يَرْجُوا۟
لِقَآءَ
ٱللَّهِ
فَإِنَّ
أَجَلَ
ٱللَّهِ
لَـَٔاتٍ
ۚ
وَهُوَ
ٱلسَّمِيعُ
ٱلْعَلِيمُ
5
man
kaāna
yarjuwā
liqaā'a
alllahi
faiinna
aajala
alllahi
laaātin
wahuwa
alssamiy‘u
al‘aliymu
Barang
siapa
yang
mengharap
pertemuan
dengan
Allah,
maka
sesungguhnya
waktu
(yang
dijanjikan)
Allah
itu
pasti
datang.
Dan
Dia-lah
Yang
Maha
mendengar
lagi
Maha
Mengetahui.
وَمَن
جَـٰهَدَ
فَإِنَّمَا
يُجَـٰهِدُ
لِنَفْسِهِۦٓ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَغَنِىٌّ
عَنِ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
6
waman
jaāhada
faiinnamaā
yujaāhidu
linafsihiī
iinna
alllaha
laghaniāāun
‘ani
al‘aālamiyna
Dan
barang
siapa
yang
berjihad,
maka
sesungguhnya
jihadnya
itu
adalah
untuk
dirinya
sendiri.
Sesungguhnya
Allah
benar-benar
Maha
Kaya
(tidak
memerlukan
sesuatu)
dari
semesta
alam.
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
لَنُكَفِّرَنَّ
عَنْهُمْ
سَيِّـَٔاتِهِمْ
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ
أَحْسَنَ
ٱلَّذِى
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
7
waalladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
lanukaffiranna
‘anhum
sayyiaātihim
walanajziyannahum
aaḥsana
alladziā
kaānuwā
ya‘maluwna
Dan
orang-orang
yang
beriman
dan
beramal
saleh,
benar-benar
akan
Kami
hapuskan
dari
mereka
dosa-dosa
mereka
dan
benar-benar
akan
Kami
beri
mereka
balasan
yang
lebih
baik
dari
apa
yang
mereka
kerjakan.
وَوَصَّيْنَا
ٱلْإِنسَـٰنَ
بِوَٰلِدَيْهِ
حُسْنًا
ۖ
وَإِن
جَـٰهَدَاكَ
لِتُشْرِكَ
بِى
مَا
لَيْسَ
لَكَ
بِهِۦ
عِلْمٌ
فَلَا
تُطِعْهُمَآ
ۚ
إِلَىَّ
مَرْجِعُكُمْ
فَأُنَبِّئُكُم
بِمَا
كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
8
wawaṣṣaynaā
aliinsaāna
biwaālidayhi
ḥusnanā
waiin
jaāhadaāka
litusyrika
biā
maā
laysa
laka
bihiī
‘ilmun
falaā
tuṭi‘humaā
iilaāāa
marji‘ukum
faaunabbii'ukum
bimaā
kuntum
ta‘maluwna
Dan
Kami
wajibkan
manusia
(berbuat)
kebaikan
kepada
dua
orang
ibu-bapaknya.
Dan
jika
keduanya
memaksamu
untuk
mempersekutukan
Aku
dengan
sesuatu
yang
tidak
ada
pengetahuanmu
tentang
itu,
maka
janganlah
kamu
mengikuti
keduanya.
Hanya
kepada-Ku-lah
kembalimu,
lalu
Aku
kabarkan
kepadamu
apa
yang
telah
kamu
kerjakan.
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
لَنُدْخِلَنَّهُمْ
فِى
ٱلصَّـٰلِحِينَ
9
waalladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
lanudkhilannahum
fiā
alṣṣaāliḥiyna
Dan
orang-orang
yang
beriman
dan
mengerjakan
amal
saleh
benar-benar
akan
Kami
masukkan
mereka
ke
dalam
(golongan)
orang-orang
yang
saleh.
وَمِنَ
ٱلنَّاسِ
مَن
يَقُولُ
ءَامَنَّا
بِٱللَّهِ
فَإِذَآ
أُوذِىَ
فِى
ٱللَّهِ
جَعَلَ
فِتْنَةَ
ٱلنَّاسِ
كَعَذَابِ
ٱللَّهِ
وَلَئِن
جَآءَ
نَصْرٌ
مِّن
رَّبِّكَ
لَيَقُولُنَّ
إِنَّا
كُنَّا
مَعَكُمْ
ۚ
أَوَلَيْسَ
ٱللَّهُ
بِأَعْلَمَ
بِمَا
فِى
صُدُورِ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
10
wamina
alnnaāsi
man
yaquwlu
'aāmannaā
bialllahi
faiidzaā
auwdziāa
fiā
alllahi
ja‘ala
fitnaha
alnnaāsi
ka‘adzaābi
alllahi
walai'in
jaā'a
naṣrun
mmin
rrabbika
layaquwlunna
iinnaā
kunnaā
ma‘akum
aawalaysa
alllahu
biaa‘lama
bimaā
fiā
ṣuduwri
al‘aālamiyna
Dan
di
antara
manusia
ada
orang
yang
berkata,
"Kami
beriman
kepada
Allah",
maka
apabila
ia
disakiti
(karena
ia
beriman)
kepada
Allah,
ia
menganggap
fitnah
manusia
itu
sebagai
azab
Allah
[1146].
Dan
sungguh
jika
datang
pertolongan
dari
Tuhan-mu,
mereka
pasti
akan
berkata,
"Sesungguhnya
kami
adalah
besertamu".
Bukankah
Allah
lebih
mengetahui
apa
yang
ada
dalam
dada
semua
manusia?
وَلَيَعْلَمَنَّ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَلَيَعْلَمَنَّ
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ
11
walaya‘lamanna
alllahu
alladziyna
'aāmanuwā
walaya‘lamanna
almunaāfiqiyna
Dan
sesungguhnya
Allah
benar-benar
mengetahui
orang-orang
yang
beriman
dan
sesungguhnya
Dia
mengetahui
orang-orang
yang
munafik.
وَقَالَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
لِلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ٱتَّبِعُوا۟
سَبِيلَنَا
وَلْنَحْمِلْ
خَطَـٰيَـٰكُمْ
وَمَا
هُم
بِحَـٰمِلِينَ
مِنْ
خَطَـٰيَـٰهُم
مِّن
شَىْءٍ
ۖ
إِنَّهُمْ
لَكَـٰذِبُونَ
12
waqaāla
alladziyna
kafaruwā
lilladziyna
'aāmanuwā
attabi‘uwā
sabiylanaā
walnaḥmil
khaṭaāyaākum
wamaā
hum
biḥaāmiliyna
min
khaṭaāyaāhum
mmin
syaā'in
iinnahum
lakaādzibuwna
Dan
berkatalah
orang-orang
kafir
kepada
orang-orang
yang
beriman,
"Ikutilah
jalan
kami
dan
nanti
kami
akan
memikul
dosa-dosamu"
dan
mereka
(sendiri)
sedikit
pun
tidak
(sanggup)
memikul
dosa-dosa
mereka.
Sesungguhnya
mereka
adalah
benar-benar
orang
pendusta.
وَلَيَحْمِلُنَّ
أَثْقَالَهُمْ
وَأَثْقَالًا
مَّعَ
أَثْقَالِهِمْ
ۖ
وَلَيُسْـَٔلُنَّ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
عَمَّا
كَانُوا۟
يَفْتَرُونَ
13
walayaḥmilunna
aatsqaālahum
waaatsqaālanā
mma‘a
aatsqaālihim
walayusalunna
yawma
alqiyaāmahi
‘ammaā
kaānuwā
yaftaruwna
Dan
sesungguhnya
mereka
akan
memikul
beban
(dosa)
mereka
dan
beban-beban
(dosa
yang
lain)
di
samping
beban-beban
mereka
sendiri,
dan
sesungguhnya
mereka
akan
ditanya
pada
hari
kiamat
tentang
apa
yang
selalu
mereka
ada-adakan.
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
نُوحًا
إِلَىٰ
قَوْمِهِۦ
فَلَبِثَ
فِيهِمْ
أَلْفَ
سَنَةٍ
إِلَّا
خَمْسِينَ
عَامًا
فَأَخَذَهُمُ
ٱلطُّوفَانُ
وَهُمْ
ظَـٰلِمُونَ
14
walaqad
aarsalnaā
nuwḥanā
iilaāā
qawmihiī
falabitsa
fiyhim
aalfa
sanahin
iillaā
khamsiyna
‘aāmanā
faaakhadzahumu
alṭṭuwfaānu
wahum
ẓaālimuwna
Dan
sesungguhnya
Kami
telah
mengutus
Nūḥ
kepada
kaumnya,
maka
ia
tinggal
di
antara
mereka
seribu
tahun
kurang
lima
puluh
tahun.
Maka
mereka
ditimpa
banjir
besar
dan
mereka
adalah
orang-orang
yang
zalim.
فَأَنجَيْنَـٰهُ
وَأَصْحَـٰبَ
ٱلسَّفِينَةِ
وَجَعَلْنَـٰهَآ
ءَايَةً
لِّلْعَـٰلَمِينَ
15
faaanjaynaāhu
waaaṣḥaāba
alssafiynahi
waja‘alnaāhaā
'aāyahan
llil‘aālamiyna
Maka
Kami
selamatkan
Nūḥ
dan
penumpang-penumpang
bahtera
itu
dan
Kami
jadikan
peristiwa
itu
pelajaran
bagi
semua
umat
manusia.
وَإِبْرَٰهِيمَ
إِذْ
قَالَ
لِقَوْمِهِ
ٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
وَٱتَّقُوهُ
ۖ
ذَٰلِكُمْ
خَيْرٌ
لَّكُمْ
إِن
كُنتُمْ
تَعْلَمُونَ
16
waiibraāhiyma
iidz
qaāla
liqawmihi
a‘buduwā
alllaha
waattaquwhu
dzaālikum
khayrun
llakum
iin
kuntum
ta‘lamuwna
Dan
(ingatlah)
Ibrāhīm
ketika
ia
berkata
kepada
kaumnya,
"Sembahlah
olehmu
Allah
dan
bertakwalah
kepada-Nya.
Yang
demikian
itu
adalah
lebih
baik
bagimu,
jika
kamu
mengetahui.
إِنَّمَا
تَعْبُدُونَ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
أَوْثَـٰنًا
وَتَخْلُقُونَ
إِفْكًا
ۚ
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
تَعْبُدُونَ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
لَا
يَمْلِكُونَ
لَكُمْ
رِزْقًا
فَٱبْتَغُوا۟
عِندَ
ٱللَّهِ
ٱلرِّزْقَ
وَٱعْبُدُوهُ
وَٱشْكُرُوا۟
لَهُۥٓ
ۖ
إِلَيْهِ
تُرْجَعُونَ
17
iinnamaā
ta‘buduwna
min
duwni
alllahi
aawtsaānanā
watakhluquwna
iifkanā
iinna
alladziyna
ta‘buduwna
min
duwni
alllahi
laā
yamlikuwna
lakum
rizqanā
faabtaghuwā
‘inda
alllahi
alrrizqa
waa‘buduwhu
waasykuruwā
lahuū
iilayhi
turja‘uwna
Sesungguhnya
apa
yang
kamu
sembah
selain
Allah
itu
adalah
berhala
dan
kamu
membuat
dusta
[1147].
Sesungguhnya
yang
kamu
sembah
selain
Allah
itu
tidak
mampu
memberikan
rezeki
kepadamu,
maka
mintalah
rezeki
itu
di
sisi
Allah
dan
sembahlah
Dia
dan
bersyukurlah
kepada-Nya.
Hanya
kepada-Nya-lah
kamu
akan
dikembalikan.
وَإِن
تُكَذِّبُوا۟
فَقَدْ
كَذَّبَ
أُمَمٌ
مِّن
قَبْلِكُمْ
ۖ
وَمَا
عَلَى
ٱلرَّسُولِ
إِلَّا
ٱلْبَلَـٰغُ
ٱلْمُبِينُ
18
waiin
tukadzdzibuwā
faqad
kadzdzaba
aumamun
mmin
qablikum
wamaā
‘alaā
alrrasuwli
iillaā
albalaāghu
almubiynu
Dan
jika
kamu
(orang
kafir)
mendustakan,
maka
umat
yang
sebelum
kamu
juga
telah
mendustakan.
Dan
kewajiban
rasul
itu,
tidak
lain
hanyalah
menyampaikan
(agama
Allah)
dengan
seterang-terangnya."
أَوَلَمْ
يَرَوْا۟
كَيْفَ
يُبْدِئُ
ٱللَّهُ
ٱلْخَلْقَ
ثُمَّ
يُعِيدُهُۥٓ
ۚ
إِنَّ
ذَٰلِكَ
عَلَى
ٱللَّهِ
يَسِيرٌ
19
aawalam
yarawā
kayfa
yubdii'u
alllahu
alkhalqa
tsumma
yu‘iyduhuū
iinna
dzaālika
‘alaā
alllahi
yasiyrun
Dan
apakah
mereka
tidak
memperhatikan
bagaimana
Allah
menciptakan
(manusia)
dari
permulaannya,
kemudian
mengulanginya
(kembali).
Sesungguhnya
yang
demikian
itu
adalah
mudah
bagi
Allah.
قُلْ
سِيرُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَٱنظُرُوا۟
كَيْفَ
بَدَأَ
ٱلْخَلْقَ
ۚ
ثُمَّ
ٱللَّهُ
يُنشِئُ
ٱلنَّشْأَةَ
ٱلْـَٔاخِرَةَ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
20
qul
siyruwā
fiā
alaarḍi
faanẓuruwā
kayfa
badaaa
alkhalqa
tsumma
alllahu
yunsyii'u
alnnasyaaha
alaākhiraha
iinna
alllaha
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Katakanlah,
"Berjalanlah
di
(muka)
bumi,
maka
perhatikanlah
bagaimana
Allah
menciptakan
(manusia)
dari
permulaannya,
kemudian
Allah
menjadikannya
sekali
lagi
[1148].
Sesungguhnya
Allah
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
يُعَذِّبُ
مَن
يَشَآءُ
وَيَرْحَمُ
مَن
يَشَآءُ
ۖ
وَإِلَيْهِ
تُقْلَبُونَ
21
yu‘adzdzibu
man
yasyaā'u
wayarḥamu
man
yasyaā'u
waiilayhi
tuqlabuwna
Allah
mengazab
siapa
yang
dikehendaki-Nya
dan
memberi
rahmat
kepada
siapa
yang
dikehendaki-Nya
dan
hanya
kepada-Nya-lah
kamu
akan
dikembalikan.
وَمَآ
أَنتُم
بِمُعْجِزِينَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَلَا
فِى
ٱلسَّمَآءِ
ۖ
وَمَا
لَكُم
مِّن
دُونِ
ٱللَّهِ
مِن
وَلِىٍّ
وَلَا
نَصِيرٍ
22
wamaā
aantum
bimu‘jiziyna
fiā
alaarḍi
walaā
fiā
alssamaā'i
wamaā
lakum
mmin
duwni
alllahi
min
waliāāin
walaā
naṣiyrin
Dan
kamu
sekali-kali
tidak
dapat
melepaskan
diri
(dari
azab
Allah)
di
bumi
dan
tidak
(pula)
di
langit
dan
sekali-kali
tiadalah
bagimu
pelindung
dan
penolong
selain
Allah.
وَٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
وَلِقَآئِهِۦٓ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
يَئِسُوا۟
مِن
رَّحْمَتِى
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
لَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
23
waalladziyna
kafaruwā
biaāyaāti
alllahi
waliqaāi'ihiī
auwlaāi'ika
yai'isuwā
min
rraḥmatiā
waauwlaāi'ika
lahum
‘adzaābun
aaliymun
Dan
orang-orang
yang
kafir
terhadap
ayat-ayat
Allah
dan
pertemuan
dengan
Dia,
mereka
putus
asa
dari
rahmat-Ku,
dan
mereka
itu
mendapat
azab
yang
pedih.
فَمَا
كَانَ
جَوَابَ
قَوْمِهِۦٓ
إِلَّآ
أَن
قَالُوا۟
ٱقْتُلُوهُ
أَوْ
حَرِّقُوهُ
فَأَنجَىٰهُ
ٱللَّهُ
مِنَ
ٱلنَّارِ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
24
famaā
kaāna
jawaāba
qawmihiī
iillaā
aan
qaāluwā
aqtuluwhu
aaw
ḥarriquwhu
faaanjaāāhu
alllahu
mina
alnnaāri
iinna
fiā
dzaālika
laaāyaātin
lliqawmin
yuu'minuwna
Maka
tidak
adalah
jawaban
kaum
Ibrahim,
selain
mengatakan,
"Bunuhlah
atau
bakarlah
dia",
lalu
Allah
menyelamatkannya
dari
api.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
benar-benar
terdapat
tanda-tanda
kebesaran
Allah
bagi
orang-orang
yang
beriman.
وَقَالَ
إِنَّمَا
ٱتَّخَذْتُم
مِّن
دُونِ
ٱللَّهِ
أَوْثَـٰنًا
مَّوَدَّةَ
بَيْنِكُمْ
فِى
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
ۖ
ثُمَّ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
يَكْفُرُ
بَعْضُكُم
بِبَعْضٍ
وَيَلْعَنُ
بَعْضُكُم
بَعْضًا
وَمَأْوَىٰكُمُ
ٱلنَّارُ
وَمَا
لَكُم
مِّن
نَّـٰصِرِينَ
25
waqaāla
iinnamaā
attakhadztum
mmin
duwni
alllahi
aawtsaānanā
mmawaddaha
baynikum
fiā
alḥayawāhi
alddunyaā
tsumma
yawma
alqiyaāmahi
yakfuru
ba‘ḍukum
biba‘ḍin
wayal‘anu
ba‘ḍukum
ba‘ḍanā
wamaawaāākumu
alnnaāru
wamaā
lakum
mmin
nnaāṣiriyna
Dan
berkata
Ibrāhīm
,
"Sesungguhnya
berhala-berhala
yang
kamu
sembah
selain
Allah
adalah
untuk
menciptakan
perasaan
kasih
sayang
di
antara
kamu
dalam
kehidupan
dunia
ini,
kemudian
di
hari
kiamat
sebagian
kamu
mengingkari
sebagian
(yang
lain),
dan
sebagian
kamu
melaknati
sebagian
(yang
lain),
dan
tempat
kembalimu
ialah
neraka,
dan
sekali-kali
tak
ada
bagimu
para
penolong
pun.
۞
فَـَٔامَنَ
لَهُۥ
لُوطٌ
ۘ
وَقَالَ
إِنِّى
مُهَاجِرٌ
إِلَىٰ
رَبِّىٓ
ۖ
إِنَّهُۥ
هُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
26
faaāmana
lahuū
luwṭun
waqaāla
iinniā
muhaājirun
iilaāā
rabbiā
iinnahuū
huwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Maka
Lūṭ
membenarkan
(kenabian)nya.
Dan
berkatalah
Ibrāhīm,
"Sesungguhnya
aku
akan
berpindah
ke
(tempat
yang
diperintahkan)
Tuhan-ku
(kepadaku);
sesungguhnya
Dia-lah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
وَوَهَبْنَا
لَهُۥٓ
إِسْحَـٰقَ
وَيَعْقُوبَ
وَجَعَلْنَا
فِى
ذُرِّيَّتِهِ
ٱلنُّبُوَّةَ
وَٱلْكِتَـٰبَ
وَءَاتَيْنَـٰهُ
أَجْرَهُۥ
فِى
ٱلدُّنْيَا
ۖ
وَإِنَّهُۥ
فِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
لَمِنَ
ٱلصَّـٰلِحِينَ
27
wawahabnaā
lahuū
iisḥaāqa
waya‘quwba
waja‘alnaā
fiā
dzurriyyatihi
alnnubuwwaha
waalkitaāba
wa'aātaynaāhu
aajrahuū
fiā
alddunyaā
waiinnahuū
fiā
alaākhirahi
lamina
alṣṣaāliḥiyna
Dan
Kami
anugerahkan
kepada
Ibrāhīm,
Isḥāq,
dan
Ya`qūb,
dan
Kami
jadikan
kenabian
dan
Alkitab
pada
keturunannya,
dan
Kami
berikan
kepadanya
balasannya
di
dunia
[1149],
dan
sesungguhnya
dia
di
akhirat,
benar-benar
termasuk
orang-orang
yang
saleh.
وَلُوطًا
إِذْ
قَالَ
لِقَوْمِهِۦٓ
إِنَّكُمْ
لَتَأْتُونَ
ٱلْفَـٰحِشَةَ
مَا
سَبَقَكُم
بِهَا
مِنْ
أَحَدٍ
مِّنَ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
28
waluwṭanā
iidz
qaāla
liqawmihiī
iinnakum
lataatuwna
alfaāḥisyaha
maā
sabaqakum
bihaā
min
aaḥadin
mmina
al‘aālamiyna
Dan
(ingatlah)
ketika
Lūṭ
berkata
pepada
kaumnya,
"Sesungguhnya
kamu
benar-benar
mengerjakan
perbuatan
yang
amat
keji
yang
belum
pernah
dikerjakan
oleh
seorang
pun
dari
umat-umat
sebelum
kamu".
أَئِنَّكُمْ
لَتَأْتُونَ
ٱلرِّجَالَ
وَتَقْطَعُونَ
ٱلسَّبِيلَ
وَتَأْتُونَ
فِى
نَادِيكُمُ
ٱلْمُنكَرَ
ۖ
فَمَا
كَانَ
جَوَابَ
قَوْمِهِۦٓ
إِلَّآ
أَن
قَالُوا۟
ٱئْتِنَا
بِعَذَابِ
ٱللَّهِ
إِن
كُنتَ
مِنَ
ٱلصَّـٰدِقِينَ
29
aai'innakum
lataatuwna
alrrijaāla
wataqṭa‘uwna
alssabiyla
wataatuwna
fiā
naādiykumu
almunkara
famaā
kaāna
jawaāba
qawmihiī
iillaā
aan
qaāluwā
ai'tinaā
bi‘adzaābi
alllahi
iin
kunta
mina
alṣṣaādiqiyna
Apakah
sesungguhnya
kamu
patut
mendatangi
laki-laki,
menyamun
[1150],
dan
mengerjakan
kemungkaran
di
tempat-tempat
pertemuanmu?
Maka
jawaban
kaumnya
tidak
lain
hanya
mengatakan,
"Datangkanlah
kepada
kami
azab
Allah,
jika
kamu
termasuk
orang-orang
yang
benar".
قَالَ
رَبِّ
ٱنصُرْنِى
عَلَى
ٱلْقَوْمِ
ٱلْمُفْسِدِينَ
30
qaāla
rabbi
anṣurniā
‘alaā
alqawmi
almufsidiyna
Lūṭ
berdoa,
"Ya
Tuhan-ku,
tolonglah
aku
(dengan
menimpakan
azab)
atas
kaum
yang
berbuat
kerusakan
itu".
وَلَمَّا
جَآءَتْ
رُسُلُنَآ
إِبْرَٰهِيمَ
بِٱلْبُشْرَىٰ
قَالُوٓا۟
إِنَّا
مُهْلِكُوٓا۟
أَهْلِ
هَـٰذِهِ
ٱلْقَرْيَةِ
ۖ
إِنَّ
أَهْلَهَا
كَانُوا۟
ظَـٰلِمِينَ
31
walammaā
jaā'at
rusulunaā
iibraāhiyma
bialbusyraāā
qaāluwā
iinnaā
muhlikuwā
aahli
haādzihi
alqaryahi
iinna
aahlahaā
kaānuwā
ẓaālimiyna
Dan
tatkala
utusan
Kami
(para
malaikat)
datang
kepada
Ibrāhīm
membawa
kabar
gembira
[1151],
mereka
mengatakan,
"Sesungguhnya
kami
akan
menghancurkan
penduduk
(Sodom)
ini;
sesungguhnya
penduduknya
adalah
orang-orang
yang
zalim".
قَالَ
إِنَّ
فِيهَا
لُوطًا
ۚ
قَالُوا۟
نَحْنُ
أَعْلَمُ
بِمَن
فِيهَا
ۖ
لَنُنَجِّيَنَّهُۥ
وَأَهْلَهُۥٓ
إِلَّا
ٱمْرَأَتَهُۥ
كَانَتْ
مِنَ
ٱلْغَـٰبِرِينَ
32
qaāla
iinna
fiyhaā
luwṭanā
qaāluwā
naḥnu
aa‘lamu
biman
fiyhaā
lanunajjiyannahuū
waaahlahuū
iillaā
amraaatahuū
kaānat
mina
alghaābiriyna
Berkata
Ibrāhīm,
"Sesungguhnya
di
kota
itu
ada
Lūṭ".
Para
malaikat
berkata,
"Kami
lebih
mengetahui
siapa
yang
ada
di
kota
itu.
Kami
sungguh-sungguh
akan
menyelamatkan
dia
dan
pengikut-pengikutnya,
kecuali
istrinya.
Dia
adalah
termasuk
orang-orang
yang
tertinggal
(dibinasakan).
وَلَمَّآ
أَن
جَآءَتْ
رُسُلُنَا
لُوطًا
سِىٓءَ
بِهِمْ
وَضَاقَ
بِهِمْ
ذَرْعًا
وَقَالُوا۟
لَا
تَخَفْ
وَلَا
تَحْزَنْ
ۖ
إِنَّا
مُنَجُّوكَ
وَأَهْلَكَ
إِلَّا
ٱمْرَأَتَكَ
كَانَتْ
مِنَ
ٱلْغَـٰبِرِينَ
33
walammaā
aan
jaā'at
rusulunaā
luwṭanā
siā'a
bihim
waḍaāqa
bihim
dzar‘anā
waqaāluwā
laā
takhaf
walaā
taḥzan
iinnaā
munajjuwka
waaahlaka
iillaā
amraaataka
kaānat
mina
alghaābiriyna
Dan
tatkala
datang
utusan-utusan
Kami
(para
malaikat)
itu
kepada
Lūṭ,
dia
merasa
susah
karena
(kedatangan)
mereka
[1152]
dan
(merasa)
tidak
mempunyai
kekuatan
untuk
melindungi
mereka
dan
mereka
berkata,
"Janganlah
kamu
takut
dan
jangan
(pula)
susah.
Sesungguhnya
kami
akan
menyelamatkan
kamu
dan
pengikut-pengikutmu,
kecuali
istrimu,
dia
adalah
termasuk
orang-orang
yang
tertinggal
(dibinasakan)."
إِنَّا
مُنزِلُونَ
عَلَىٰٓ
أَهْلِ
هَـٰذِهِ
ٱلْقَرْيَةِ
رِجْزًا
مِّنَ
ٱلسَّمَآءِ
بِمَا
كَانُوا۟
يَفْسُقُونَ
34
iinnaā
munziluwna
‘alaāā
aahli
haādzihi
alqaryahi
rijzanā
mmina
alssamaā'i
bimaā
kaānuwā
yafsuquwna
Sesungguhnya
Kami
akan
menurunkan
azab
dari
langit
atas
penduduk
kota
ini
karena
mereka
berbuat
fasik.
وَلَقَد
تَّرَكْنَا
مِنْهَآ
ءَايَةًۢ
بَيِّنَةً
لِّقَوْمٍ
يَعْقِلُونَ
35
walaqad
ttaraknaā
minhaā
'aāyahan
bayyinahan
lliqawmin
ya‘qiluwna
Dan
sesungguhnya
Kami
tinggalkan
darinya
satu
tanda
yang
nyata
[1153]
bagi
orang-orang
yang
berakal.
وَإِلَىٰ
مَدْيَنَ
أَخَاهُمْ
شُعَيْبًا
فَقَالَ
يَـٰقَوْمِ
ٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
وَٱرْجُوا۟
ٱلْيَوْمَ
ٱلْـَٔاخِرَ
وَلَا
تَعْثَوْا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
مُفْسِدِينَ
36
waiilaāā
madyana
aakhaāhum
syu‘aybanā
faqaāla
yaāqawmi
a‘buduwā
alllaha
waarjuwā
alyawma
alaākhira
walaā
ta‘tsawā
fiā
alaarḍi
mufsidiyna
Dan
(Kami
telah
mengutus)
kepada
penduduk
Madyan,
saudara
mereka
Syuʻayb,
maka
ia
berkata,
"Hai
kaumku,
sembahlah
olehmu
Allah,
harapkanlah
(pahala)
hari
akhir
dan
jangan
kamu
berkeliaran
di
muka
bumi
berbuat
kerusakan".
فَكَذَّبُوهُ
فَأَخَذَتْهُمُ
ٱلرَّجْفَةُ
فَأَصْبَحُوا۟
فِى
دَارِهِمْ
جَـٰثِمِينَ
37
fakadzdzabuwhu
faaakhadzathumu
alrrajfahu
faaaṣbaḥuwā
fiā
daārihim
jaātsimiyna
Maka
mereka
mendustakan
Syu`ayb,
lalu
mereka
ditimpa
gempa
yang
dahsyat
dan
jadilah
mereka
mayat-mayat
yang
bergelimpangan
di
tempat-tempat
tinggal
mereka.
وَعَادًا
وَثَمُودَا۟
وَقَد
تَّبَيَّنَ
لَكُم
مِّن
مَّسَـٰكِنِهِمْ
ۖ
وَزَيَّنَ
لَهُمُ
ٱلشَّيْطَـٰنُ
أَعْمَـٰلَهُمْ
فَصَدَّهُمْ
عَنِ
ٱلسَّبِيلِ
وَكَانُوا۟
مُسْتَبْصِرِينَ
38
wa‘aādanā
watsamuwdaā
waqad
ttabayyana
lakum
mmin
mmasaākinihim
wazayyana
lahumu
alsysyayṭaānu
aa‘maālahum
faṣaddahum
‘ani
alssabiyli
wakaānuwā
mustabṣiriyna
Dan
(juga)
kaum
‘Ād
dan
Ṡamūd
dan
sungguh
telah
nyata
bagi
kamu
(kehancuran
mereka)
dari
(puing-puing)
tempat
tinggal
mereka.
Dan
setan
menjadikan
mereka
memandang
baik
perbuatan-perbuatan
mereka,
lalu
ia
menghalangi
mereka
dari
jalan
(Allah),
sedangkan
mereka
adalah
orang-orang
berpandangan
tajam,
وَقَـٰرُونَ
وَفِرْعَوْنَ
وَهَـٰمَـٰنَ
ۖ
وَلَقَدْ
جَآءَهُم
مُّوسَىٰ
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
فَٱسْتَكْبَرُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَمَا
كَانُوا۟
سَـٰبِقِينَ
39
waqaāruwna
wafir‘awna
wahaāmaāna
walaqad
jaā'ahum
mmuwsaāā
bialbayyinaāti
faastakbaruwā
fiā
alaarḍi
wamaā
kaānuwā
saābiqiyna
dan
(juga)
Qārūn,
Firʻawn
,
dan
Hāmān.
Dan
sesungguhnya
telah
datang
kepada
mereka
Musa
dengan
(membawa
bukti-bukti)
keterangan-keterangan
yang
nyata.
Akan
tetapi,
mereka
berlaku
sombong
di
(muka)
bumi
dan
tiadalah
mereka
orang-orang
yang
luput
(dari
kehancuran
itu).
فَكُلًّا
أَخَذْنَا
بِذَنۢبِهِۦ
ۖ
فَمِنْهُم
مَّنْ
أَرْسَلْنَا
عَلَيْهِ
حَاصِبًا
وَمِنْهُم
مَّنْ
أَخَذَتْهُ
ٱلصَّيْحَةُ
وَمِنْهُم
مَّنْ
خَسَفْنَا
بِهِ
ٱلْأَرْضَ
وَمِنْهُم
مَّنْ
أَغْرَقْنَا
ۚ
وَمَا
كَانَ
ٱللَّهُ
لِيَظْلِمَهُمْ
وَلَـٰكِن
كَانُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
يَظْلِمُونَ
40
fakullanā
aakhadznaā
bidzanbihiī
faminhum
mman
aarsalnaā
‘alayhi
ḥaāṣibanā
waminhum
mman
aakhadzathu
alṣṣayḥahu
waminhum
mman
khasafnaā
bihi
alaarḍa
waminhum
mman
aaghraqnaā
wamaā
kaāna
alllahu
liyaẓlimahum
walaākin
kaānuwā
aanfusahum
yaẓlimuwna
Maka
masing-masing
(mereka
itu)
Kami
siksa
disebabkan
dosanya,
maka
di
antara
mereka
ada
yang
Kami
timpakan
kepadanya
hujan
batu
kerikil,
dan
di
antara
mereka
ada
yang
ditimpa
suara
keras
yang
mengguntur,
dan
di
antara
mereka
ada
yang
Kami
benamkan
ke
dalam
bumi,
dan
di
antara
mereka
ada
yang
Kami
tenggelamkan,
dan
Allah
sekali-kali
tidak
hendak
menganiaya
mereka,
akan
tetapi
merekalah
yang
menganiaya
diri
mereka
sendiri.
مَثَلُ
ٱلَّذِينَ
ٱتَّخَذُوا۟
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
أَوْلِيَآءَ
كَمَثَلِ
ٱلْعَنكَبُوتِ
ٱتَّخَذَتْ
بَيْتًا
ۖ
وَإِنَّ
أَوْهَنَ
ٱلْبُيُوتِ
لَبَيْتُ
ٱلْعَنكَبُوتِ
ۖ
لَوْ
كَانُوا۟
يَعْلَمُونَ
41
matsalu
alladziyna
attakhadzuwā
min
duwni
alllahi
aawliyaā'a
kamatsali
al‘ankabuwti
attakhadzat
baytanā
waiinna
aawhana
albuyuwti
labaytu
al‘ankabuwti
law
kaānuwā
ya‘lamuwna
Perumpamaan
orang-orang
yang
mengambil
pelindung-pelindung
selain
Allah
adalah
seperti
laba-laba
yang
membuat
rumah.
Dan
sesungguhnya
rumah
yang
paling
lemah
ialah
rumah
laba-laba
kalau
mereka
mengetahui.
إِنَّ
ٱللَّهَ
يَعْلَمُ
مَا
يَدْعُونَ
مِن
دُونِهِۦ
مِن
شَىْءٍ
ۚ
وَهُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
42
iinna
alllaha
ya‘lamu
maā
yad‘uwna
min
duwnihiī
min
syaā'in
wahuwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Sesungguhnya
Allah
mengetahui
apa
saja
yang
mereka
seru
selain
Allah.
Dan
Dia
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
وَتِلْكَ
ٱلْأَمْثَـٰلُ
نَضْرِبُهَا
لِلنَّاسِ
ۖ
وَمَا
يَعْقِلُهَآ
إِلَّا
ٱلْعَـٰلِمُونَ
43
watilka
alaamtsaālu
naḍribuhaā
lilnnaāsi
wamaā
ya‘qiluhaā
iillaā
al‘aālimuwna
Dan
perumpamaan-perumpamaan
ini
Kami
buat
untuk
manusia
dan
tiada
yang
memahaminya,
kecuali
orang-orang
yang
berilmu.
خَلَقَ
ٱللَّهُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
بِٱلْحَقِّ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَةً
لِّلْمُؤْمِنِينَ
44
khalaqa
alllahu
alssamaāwaāti
waalaarḍa
bialḥaqqi
iinna
fiā
dzaālika
laaāyahan
llilmuu'miniyna
Allah
menciptakan
langit
dan
bumi
dengan
hak
[1154].
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
terdapat
tanda-tanda
kekuasaan
Allah
bagi
orang-orang
mukmin.
ٱتْلُ
مَآ
أُوحِىَ
إِلَيْكَ
مِنَ
ٱلْكِتَـٰبِ
وَأَقِمِ
ٱلصَّلَوٰةَ
ۖ
إِنَّ
ٱلصَّلَوٰةَ
تَنْهَىٰ
عَنِ
ٱلْفَحْشَآءِ
وَٱلْمُنكَرِ
ۗ
وَلَذِكْرُ
ٱللَّهِ
أَكْبَرُ
ۗ
وَٱللَّهُ
يَعْلَمُ
مَا
تَصْنَعُونَ
45
atlu
maā
auwḥiāa
iilayka
mina
alkitaābi
waaaqimi
alṣṣalawāha
iinna
alṣṣalawāha
tanhaāā
‘ani
alfaḥsyaā'i
waalmunkari
waladzikru
alllahi
aakbaru
waalllahu
ya‘lamu
maā
taṣna‘uwna
Bacalah
apa
yang
telah
diwahyukan
kepadamu,
yaitu
Alkitab
(Al-Qur`ān)
dan
dirikanlah
salat.
Sesungguhnya,
salat
itu
mencegah
dari
(perbuatan-perbuatan)
keji
dan
mungkar.
Dan
sesungguhnya
mengingat
Allah
(salat)
adalah
lebih
besar
(keutamaannya
dari
ibadat-ibadat
yang
lain).
Dan
Allah
mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
۞
وَلَا
تُجَـٰدِلُوٓا۟
أَهْلَ
ٱلْكِتَـٰبِ
إِلَّا
بِٱلَّتِى
هِىَ
أَحْسَنُ
إِلَّا
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟
مِنْهُمْ
ۖ
وَقُولُوٓا۟
ءَامَنَّا
بِٱلَّذِىٓ
أُنزِلَ
إِلَيْنَا
وَأُنزِلَ
إِلَيْكُمْ
وَإِلَـٰهُنَا
وَإِلَـٰهُكُمْ
وَٰحِدٌ
وَنَحْنُ
لَهُۥ
مُسْلِمُونَ
46
walaā
tujaādiluwā
aahla
alkitaābi
iillaā
biallatiā
hiāa
aaḥsanu
iillaā
alladziyna
ẓalamuwā
minhum
waquwluwā
'aāmannaā
bialladziā
aunzila
iilaynaā
waaunzila
iilaykum
waiilaāhunaā
waiilaāhukum
waāḥidun
wanaḥnu
lahuū
muslimuwna
Dan
janganlah
kamu
berdebat
dengan
Ahli
Kitab,
melainkan
dengan
cara
yang
paling
baik,
kecuali
dengan
orang-orang
zalim
di
antara
mereka
[1155]
dan
katakanlah,
"Kami
telah
beriman
kepada
(kitab-kitab)
yang
diturunkan
kepada
kami
dan
yang
diturunkan
kepadamu;
Tuhan
kami
dan
Tuhan-mu
adalah
satu
dan
kami
hanya
kepada-Nya
berserah
diri".
وَكَذَٰلِكَ
أَنزَلْنَآ
إِلَيْكَ
ٱلْكِتَـٰبَ
ۚ
فَٱلَّذِينَ
ءَاتَيْنَـٰهُمُ
ٱلْكِتَـٰبَ
يُؤْمِنُونَ
بِهِۦ
ۖ
وَمِنْ
هَـٰٓؤُلَآءِ
مَن
يُؤْمِنُ
بِهِۦ
ۚ
وَمَا
يَجْحَدُ
بِـَٔايَـٰتِنَآ
إِلَّا
ٱلْكَـٰفِرُونَ
47
wakadzaālika
aanzalnaā
iilayka
alkitaāba
faalladziyna
'aātaynaāhumu
alkitaāba
yuu'minuwna
bihiī
wamin
haāu'ulaā'i
man
yuu'minu
bihiī
wamaā
yajḥadu
biaāyaātinaā
iillaā
alkaāfiruwna
Dan
demikian
(pulalah),
Kami
turunkan
kepadamu
Alkitab
(Al-Qur`ān).
Maka
orang-orang
yang
telah
kami
berikan
kepada
mereka
Alkitab
(Taurat)
mereka
beriman
kepadanya
(Al-Qur`ān)
[1156]
dan
di
antara
mereka
(orang-orang
kafir
Mekah)
ada
yang
beriman
kepadanya.
Dan
tidak
adalah
yang
mengingkari
ayat-ayat
kami,
selain
orang-orang
kafir.
وَمَا
كُنتَ
تَتْلُوا۟
مِن
قَبْلِهِۦ
مِن
كِتَـٰبٍ
وَلَا
تَخُطُّهُۥ
بِيَمِينِكَ
ۖ
إِذًا
لَّٱرْتَابَ
ٱلْمُبْطِلُونَ
48
wamaā
kunta
tatluwā
min
qablihiī
min
kitaābin
walaā
takhuṭṭuhuū
biyamiynika
iidzanā
llaartaāba
almubṭiluwna
Dan
kamu
tidak
pernah
membaca
sebelumnya
(Al-Qur`ān)
sesuatu
Kitab
pun
dan
kamu
tidak
(pernah)
menulis
suatu
Kitab
dengan
tangan
kananmu;
andaikata
(kamu
pernah
membaca
dan
menulis),
benar-benar
ragulah
orang
yang
mengingkari(mu).
بَلْ
هُوَ
ءَايَـٰتٌۢ
بَيِّنَـٰتٌ
فِى
صُدُورِ
ٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْعِلْمَ
ۚ
وَمَا
يَجْحَدُ
بِـَٔايَـٰتِنَآ
إِلَّا
ٱلظَّـٰلِمُونَ
49
bal
huwa
'aāyaātun
bayyinaātun
fiā
ṣuduwri
alladziyna
auwtuwā
al‘ilma
wamaā
yajḥadu
biaāyaātinaā
iillaā
alẓẓaālimuwna
Sebenarnya,
Al-Qur`ān
itu
adalah
ayat-ayat
yang
nyata
di
dalam
dada
orang-orang
yang
diberi
ilmu
[1157].
Dan
tidak
ada
yang
mengingkari
ayat-ayat
Kami,
kecuali
orang-orang
yang
zalim.
وَقَالُوا۟
لَوْلَآ
أُنزِلَ
عَلَيْهِ
ءَايَـٰتٌ
مِّن
رَّبِّهِۦ
ۖ
قُلْ
إِنَّمَا
ٱلْـَٔايَـٰتُ
عِندَ
ٱللَّهِ
وَإِنَّمَآ
أَنَا۠
نَذِيرٌ
مُّبِينٌ
50
waqaāluwā
lawlaā
aunzila
‘alayhi
'aāyaātun
mmin
rrabbihiī
qul
iinnamaā
alaāyaātu
‘inda
alllahi
waiinnamaā
aanaā
nadziyrun
mmubiynun
Dan
orang-orang
kafir
Mekah
berkata,
"Mengapa
tidak
diturunkan
kepadanya
mukjizat-mukjizat
dari
Tuhan-nya?"
Katakanlah,
"Sesungguhnya
mukjizat-mukjizat
itu
terserah
kepada
Allah.
Dan
sesungguhnya
aku
hanya
seorang
pemberi
peringatan
yang
nyata".
أَوَلَمْ
يَكْفِهِمْ
أَنَّآ
أَنزَلْنَا
عَلَيْكَ
ٱلْكِتَـٰبَ
يُتْلَىٰ
عَلَيْهِمْ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَرَحْمَةً
وَذِكْرَىٰ
لِقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
51
aawalam
yakfihim
aannaā
aanzalnaā
‘alayka
alkitaāba
yutlaāā
‘alayhim
iinna
fiā
dzaālika
laraḥmahan
wadzikraāā
liqawmin
yuu'minuwna
Dan
apakah
tidak
cukup
bagi
mereka
bahwasanya
Kami
telah
menurunkan
kepadamu
Alkitab
(Al-Qur`ān)
sedang
dia
dibacakan
kepada
mereka?
Sesungguhnya
dalam
(Al-Qur`ān)
itu
terdapat
rahmat
yang
besar
dan
pelajaran
bagi
orang-orang
yang
beriman.
قُلْ
كَفَىٰ
بِٱللَّهِ
بَيْنِى
وَبَيْنَكُمْ
شَهِيدًا
ۖ
يَعْلَمُ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۗ
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
بِٱلْبَـٰطِلِ
وَكَفَرُوا۟
بِٱللَّهِ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْخَـٰسِرُونَ
52
qul
kafaāā
bialllahi
bayniā
wabaynakum
syahiydanā
ya‘lamu
maā
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
waalladziyna
'aāmanuwā
bialbaāṭili
wakafaruwā
bialllahi
auwlaāi'ika
humu
alkhaāsiruwna
Katakanlah,
"Cukuplah
Allah
menjadi
saksi
antaraku
dan
antaramu.
Dia
mengetahui
apa
yang
di
langit
dan
di
bumi.
Dan
orang-orang
yang
percaya
kepada
yang
batil
dan
ingkar
kepada
Allah,
mereka
itulah
orang-orang
yang
merugi.
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ
بِٱلْعَذَابِ
ۚ
وَلَوْلَآ
أَجَلٌ
مُّسَمًّى
لَّجَآءَهُمُ
ٱلْعَذَابُ
وَلَيَأْتِيَنَّهُم
بَغْتَةً
وَهُمْ
لَا
يَشْعُرُونَ
53
wayasta‘jiluwnaka
bial‘adzaābi
walawlaā
aajalun
mmusammanā
llajaā'ahumu
al‘adzaābu
walayaatiyannahum
baghtahan
wahum
laā
yasy‘uruwna
Dan
mereka
meminta
kepadamu
supaya
segera
diturunkan
azab.
Kalau
tidaklah
karena
waktu
yang
telah
ditetapkan
[1158],
benar-benar
telah
datang
azab
kepada
mereka
dan
azab
itu
benar-benar
akan
datang
kepada
mereka
dengan
tiba-tiba,
sedang
mereka
tidak
menyadarinya.
يَسْتَعْجِلُونَكَ
بِٱلْعَذَابِ
وَإِنَّ
جَهَنَّمَ
لَمُحِيطَةٌۢ
بِٱلْكَـٰفِرِينَ
54
yasta‘jiluwnaka
bial‘adzaābi
waiinna
jahannama
lamuḥiyṭahun
bialkaāfiriyna
Mereka
meminta
kepadamu
supaya
segera
diturunkan
azab.
Dan
sesungguhnya
Jahanam
benar-benar
meliputi
orang-orang
yang
kafir,
يَوْمَ
يَغْشَىٰهُمُ
ٱلْعَذَابُ
مِن
فَوْقِهِمْ
وَمِن
تَحْتِ
أَرْجُلِهِمْ
وَيَقُولُ
ذُوقُوا۟
مَا
كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
55
yawma
yaghsyaāāhumu
al‘adzaābu
min
fawqihim
wamin
taḥti
aarjulihim
wayaquwlu
dzuwquwā
maā
kuntum
ta‘maluwna
pada
hari
mereka
ditutup
oleh
azab
dari
atas
mereka
dan
dari
bawah
kaki
mereka
dan
Allah
berkata
(kepada
mereka),
"Rasailah
(pembalasan
dari)
apa
yang
telah
kamu
kerjakan".
يَـٰعِبَادِىَ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِنَّ
أَرْضِى
وَٰسِعَةٌ
فَإِيَّـٰىَ
فَٱعْبُدُونِ
56
yaā‘ibaādiāa
alladziyna
'aāmanuwā
iinna
aarḍiā
waāsi‘ahun
faiiyyaāāa
faa‘buduwni
Hai
hamba-hamba-Ku
yang
beriman,
sesungguhnya
bumi-Ku
luas,
maka
sembahlah
Aku
saja.
كُلُّ
نَفْسٍ
ذَآئِقَةُ
ٱلْمَوْتِ
ۖ
ثُمَّ
إِلَيْنَا
تُرْجَعُونَ
57
kullu
nafsin
dzaāi'iqahu
almawti
tsumma
iilaynaā
turja‘uwna
Tiap-tiap
yang
berjiwa
akan
merasakan
mati.
Kemudian,
hanyalah
kepada
Kami
kamu
dikembalikan.
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
لَنُبَوِّئَنَّهُم
مِّنَ
ٱلْجَنَّةِ
غُرَفًا
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
ۚ
نِعْمَ
أَجْرُ
ٱلْعَـٰمِلِينَ
58
waalladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
lanubawwii'annahum
mmina
aljannahi
ghurafanā
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
khaālidiyna
fiyhaā
ni‘ma
aajru
al‘aāmiliyna
Dan
orang-orang
yang
beriman
dan
mengerjakan
amal-amal
yang
saleh,
sesungguhnya
akan
Kami
tempatkan
mereka
pada
tempat-tempat
yang
tinggi
di
dalam
surga,
yang
mengalir
sungai-sungai
di
bawahnya,
mereka
kekal
di
dalamnya.
Itulah
sebaik-baik
pembalasan
bagi
orang-orang
yang
beramal,
ٱلَّذِينَ
صَبَرُوا۟
وَعَلَىٰ
رَبِّهِمْ
يَتَوَكَّلُونَ
59
alladziyna
ṣabaruwā
wa‘alaāā
rabbihim
yatawakkaluwna
(yaitu)
yang
bersabar
dan
bertawakal
kepada
Tuhan-nya.
وَكَأَيِّن
مِّن
دَآبَّةٍ
لَّا
تَحْمِلُ
رِزْقَهَا
ٱللَّهُ
يَرْزُقُهَا
وَإِيَّاكُمْ
ۚ
وَهُوَ
ٱلسَّمِيعُ
ٱلْعَلِيمُ
60
wakaaayyin
mmin
daābbahin
llaā
taḥmilu
rizqahaā
alllahu
yarzuquhaā
waiiyyaākum
wahuwa
alssamiy‘u
al‘aliymu
Dan
berapa
banyak
binatang
yang
tidak
(dapat)
membawa
(mengurus)
rezekinya
sendiri.
Allah-lah
yang
memberi
rezeki
kepadanya
dan
kepadamu
dan
Dia
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Mengetahui.
وَلَئِن
سَأَلْتَهُم
مَّنْ
خَلَقَ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
وَسَخَّرَ
ٱلشَّمْسَ
وَٱلْقَمَرَ
لَيَقُولُنَّ
ٱللَّهُ
ۖ
فَأَنَّىٰ
يُؤْفَكُونَ
61
walai'in
saaaltahum
mman
khalaqa
alssamaāwaāti
waalaarḍa
wasakhkhara
alsysyamsa
waalqamara
layaquwlunna
alllahu
faaannaāā
yuu'fakuwna
Dan
sesungguhnya
jika
kamu
tanyakan
kepada
mereka,
"Siapakah
yang
menjadikan
langit
dan
bumi
dan
menundukkan
matahari
dan
bulan?"
Tentu
mereka
akan
menjawab,
"Allah",
maka
betapakah
mereka
(dapat)
dipalingkan
(dari
jalan
yang
benar).
ٱللَّهُ
يَبْسُطُ
ٱلرِّزْقَ
لِمَن
يَشَآءُ
مِنْ
عِبَادِهِۦ
وَيَقْدِرُ
لَهُۥٓ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
بِكُلِّ
شَىْءٍ
عَلِيمٌ
62
alllahu
yabsuṭu
alrrizqa
liman
yasyaā'u
min
‘ibaādihiī
wayaqdiru
lahuū
iinna
alllaha
bikulli
syaā'in
‘aliymun
Allah
melapangkan
rezeki
bagi
siapa
yang
dikehendaki-Nya
di
antara
hamba-hamba-Nya
dan
Dia
(pula)
yang
menyempitkan
baginya.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
segala
sesuatu.
وَلَئِن
سَأَلْتَهُم
مَّن
نَّزَّلَ
مِنَ
ٱلسَّمَآءِ
مَآءً
فَأَحْيَا
بِهِ
ٱلْأَرْضَ
مِنۢ
بَعْدِ
مَوْتِهَا
لَيَقُولُنَّ
ٱللَّهُ
ۚ
قُلِ
ٱلْحَمْدُ
لِلَّهِ
ۚ
بَلْ
أَكْثَرُهُمْ
لَا
يَعْقِلُونَ
63
walai'in
saaaltahum
mman
nnazzala
mina
alssamaā'i
maā'an
faaaḥyaā
bihi
alaarḍa
min
ba‘di
mawtihaā
layaquwlunna
alllahu
quli
alḥamdu
lillahi
bal
aaktsaruhum
laā
ya‘qiluwna
Dan
sesungguhnya
jika
kamu
menanyakan
kepada
mereka,
"Siapakah
yang
menurunkan
air
dari
langit,
lalu
menghidupkan
dengan
air
itu
bumi
sesudah
matinya?"
Tentu
mereka
akan
menjawab,
"Allah",
Katakanlah,
"Segala
puji
bagi
Allah",
tetapi
kebanyakan
mereka
tidak
memahami(nya).
وَمَا
هَـٰذِهِ
ٱلْحَيَوٰةُ
ٱلدُّنْيَآ
إِلَّا
لَهْوٌ
وَلَعِبٌ
ۚ
وَإِنَّ
ٱلدَّارَ
ٱلْـَٔاخِرَةَ
لَهِىَ
ٱلْحَيَوَانُ
ۚ
لَوْ
كَانُوا۟
يَعْلَمُونَ
64
wamaā
haādzihi
alḥayawāhu
alddunyaā
iillaā
lahwun
wala‘ibun
waiinna
alddaāra
alaākhiraha
lahiāa
alḥayawaānu
law
kaānuwā
ya‘lamuwna
Dan
tiadalah
kehidupan
dunia
ini,
melainkan
senda
gurau
dan
main-main.
Dan
sesungguhnya
akhirat
itulah
yang
sebenarnya
kehidupan
kalau
mereka
mengetahui.
فَإِذَا
رَكِبُوا۟
فِى
ٱلْفُلْكِ
دَعَوُا۟
ٱللَّهَ
مُخْلِصِينَ
لَهُ
ٱلدِّينَ
فَلَمَّا
نَجَّىٰهُمْ
إِلَى
ٱلْبَرِّ
إِذَا
هُمْ
يُشْرِكُونَ
65
faiidzaā
rakibuwā
fiā
alfulki
da‘awuā
alllaha
mukhliṣiyna
lahu
alddiyna
falammaā
najjaāāhum
iilaā
albarri
iidzaā
hum
yusyrikuwna
Maka
apabila
mereka
naik
kapal,
mereka
berdoa
kepada
Allah
dengan
memurnikan
ketaatan
kepada-Nya
[1159],
maka
tatkala
Allah
menyelamatkan
mereka
sampai
ke
darat,
tiba-tiba
mereka
(kembali)
mempersekutukan
(Allah),
لِيَكْفُرُوا۟
بِمَآ
ءَاتَيْنَـٰهُمْ
وَلِيَتَمَتَّعُوا۟
ۖ
فَسَوْفَ
يَعْلَمُونَ
66
liyakfuruwā
bimaā
'aātaynaāhum
waliyatamatta‘uwā
fasawfa
ya‘lamuwna
agar
mereka
mengingkari
nikmat
yang
telah
Kami
berikan
kepada
mereka
dan
agar
mereka
(hidup)
bersenang-senang
(dalam
kekafiran).
Kelak
mereka
akan
mengetahui
(akibat
perbuatannya).
أَوَلَمْ
يَرَوْا۟
أَنَّا
جَعَلْنَا
حَرَمًا
ءَامِنًا
وَيُتَخَطَّفُ
ٱلنَّاسُ
مِنْ
حَوْلِهِمْ
ۚ
أَفَبِٱلْبَـٰطِلِ
يُؤْمِنُونَ
وَبِنِعْمَةِ
ٱللَّهِ
يَكْفُرُونَ
67
aawalam
yarawā
aannaā
ja‘alnaā
ḥaramanā
'aāminanā
wayutakhaṭṭafu
alnnaāsu
min
ḥawlihim
aafabialbaāṭili
yuu'minuwna
wabini‘mahi
alllahi
yakfuruwna
Dan
apakah
mereka
tidak
memperhatikan
bahwa
sesungguhnya
Kami
telah
menjadikan
(negeri
mereka)
tanah
suci
yang
aman,
sedang
manusia
sekitarnya
saling
merampok.
Maka
mengapa
(sesudah
nyata
kebenaran)
mereka
masih
percaya
kepada
yang
batil
dan
ingkar
kepada
nikmat
Allah?
وَمَنْ
أَظْلَمُ
مِمَّنِ
ٱفْتَرَىٰ
عَلَى
ٱللَّهِ
كَذِبًا
أَوْ
كَذَّبَ
بِٱلْحَقِّ
لَمَّا
جَآءَهُۥٓ
ۚ
أَلَيْسَ
فِى
جَهَنَّمَ
مَثْوًى
لِّلْكَـٰفِرِينَ
68
waman
aaẓlamu
mimmani
aftaraāā
‘alaā
alllahi
kadzibanā
aaw
kadzdzaba
bialḥaqqi
lammaā
jaā'ahuū
aalaysa
fiā
jahannama
matswanā
llilkaāfiriyna
Dan
siapakah
yang
lebih
zalim
daripada
orang-orang
yang
mengada-adakan
kedustaan
terhadap
Allah
atau
mendustakan
yang
hak
[1160]
tatkala
yang
hak
itu
datang
kepadanya?
Bukankah
dalam
neraka
Jahanam
itu
ada
tempat
bagi
orang-orang
yang
kafir?
وَٱلَّذِينَ
جَـٰهَدُوا۟
فِينَا
لَنَهْدِيَنَّهُمْ
سُبُلَنَا
ۚ
وَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَمَعَ
ٱلْمُحْسِنِينَ
69
waalladziyna
jaāhaduwā
fiynaā
lanahdiyannahum
subulanaā
waiinna
alllaha
lama‘a
almuḥsiniyna
Dan
orang-orang
yang
berjihad
untuk
(mencari
keridaan)
Kami,
benar-benar
akan
Kami
tunjukkan
kepada
mereka
jalan-jalan
Kami.
Dan
sesungguhnya
Allah
benar-benar
beserta
orang-orang
yang
berbuat
baik.