طسٓمٓ
1
Ṭā
Sīn
Mīm
Ṭā
Sīn
Mīm
[1111]
تِلْكَ
ءَايَـٰتُ
ٱلْكِتَـٰبِ
ٱلْمُبِينِ
2
tilka
'aāyaātu
alkitaābi
almubiyni
Ini
adalah
ayat-ayat
Kitab
(Al-Qur`ān)
yang
nyata
(dari
Allah).
نَتْلُوا۟
عَلَيْكَ
مِن
نَّبَإِ
مُوسَىٰ
وَفِرْعَوْنَ
بِٱلْحَقِّ
لِقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
3
natluwā
‘alayka
min
nnabaii
muwsaāā
wafir‘awna
bialḥaqqi
liqawmin
yuu'minuwna
Kami
membacakan
kepadamu
sebagian
dari
kisah
Musa
dan
Firʻawn
dengan
benar
untuk
orang-orang
yang
beriman.
إِنَّ
فِرْعَوْنَ
عَلَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَجَعَلَ
أَهْلَهَا
شِيَعًا
يَسْتَضْعِفُ
طَآئِفَةً
مِّنْهُمْ
يُذَبِّحُ
أَبْنَآءَهُمْ
وَيَسْتَحْىِۦ
نِسَآءَهُمْ
ۚ
إِنَّهُۥ
كَانَ
مِنَ
ٱلْمُفْسِدِينَ
4
iinna
fir‘awna
‘alaā
fiā
alaarḍi
waja‘ala
aahlahaā
syiya‘anā
yastaḍ‘ifu
ṭaāi'ifahan
mminhum
yudzabbiḥu
aabnaā'ahum
wayastaḥāiī
nisaā'ahum
iinnahuū
kaāna
mina
almufsidiyna
Sesungguhnya
Firʻawn
telah
berbuat
sewenang-wenang
di
muka
bumi
dan
menjadikan
penduduknya
berpecah
belah
dengan
menindas
segolongan
dari
mereka,
menyembelih
anak
laki-laki
mereka,
dan
membiarkan
hidup
anak-anak
perempuan
mereka
[1112].
Sesungguhnya
Firʻawn
termasuk
orang-orang
yang
berbuat
kerusakan.
وَنُرِيدُ
أَن
نَّمُنَّ
عَلَى
ٱلَّذِينَ
ٱسْتُضْعِفُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَنَجْعَلَهُمْ
أَئِمَّةً
وَنَجْعَلَهُمُ
ٱلْوَٰرِثِينَ
5
wanuriydu
aan
nnamunna
‘alaā
alladziyna
astuḍ‘ifuwā
fiā
alaarḍi
wanaj‘alahum
aai'immahan
wanaj‘alahumu
alwaāritsiyna
Dan
Kami
hendak
memberi
karunia
kepada
orang-orang
yang
tertindas
di
bumi
(Mesir)
itu
dan
hendak
menjadikan
mereka
pemimpin
dan
menjadikan
mereka
orang-orang
yang
mewarisi
(bumi)
[1113],
وَنُمَكِّنَ
لَهُمْ
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَنُرِىَ
فِرْعَوْنَ
وَهَـٰمَـٰنَ
وَجُنُودَهُمَا
مِنْهُم
مَّا
كَانُوا۟
يَحْذَرُونَ
6
wanumakkina
lahum
fiā
alaarḍi
wanuriāa
fir‘awna
wahaāmaāna
wajunuwdahumaā
minhum
mmaā
kaānuwā
yaḥdzaruwna
dan
akan
Kami
teguhkan
kedudukan
mereka
di
muka
bumi,
dan
akan
Kami
perlihatkan
kepada
Firʻawn
dan
Hāmān
beserta
tentaranya
apa
yang
selalu
mereka
khawatirkan
dari
mereka
itu
[1114].
وَأَوْحَيْنَآ
إِلَىٰٓ
أُمِّ
مُوسَىٰٓ
أَنْ
أَرْضِعِيهِ
ۖ
فَإِذَا
خِفْتِ
عَلَيْهِ
فَأَلْقِيهِ
فِى
ٱلْيَمِّ
وَلَا
تَخَافِى
وَلَا
تَحْزَنِىٓ
ۖ
إِنَّا
رَآدُّوهُ
إِلَيْكِ
وَجَاعِلُوهُ
مِنَ
ٱلْمُرْسَلِينَ
7
waaawḥaynaā
iilaāā
aummi
muwsaāā
aan
aarḍi‘iyhi
faiidzaā
khifti
‘alayhi
faaalqiyhi
fiā
alyammi
walaā
takhaāfiā
walaā
taḥzaniā
iinnaā
raādduwhu
iilayki
wajaā‘iluwhu
mina
almursaliyna
Dan
kami
ilhamkan
kepada
ibu
Musa,
"Susuilah
dia
dan
apabila
kamu
khawatir
terhadapnya,
maka
jatuhkanlah
dia
ke
sungai
(Nil).
Dan
janganlah
kamu
khawatir
dan
janganlah
(pula)
bersedih
hati
karena
sesungguhnya
Kami
akan
mengembalikannya
kepadamu
dan
menjadikannya
(salah
seorang)
dari
para
rasul.
فَٱلْتَقَطَهُۥٓ
ءَالُ
فِرْعَوْنَ
لِيَكُونَ
لَهُمْ
عَدُوًّا
وَحَزَنًا
ۗ
إِنَّ
فِرْعَوْنَ
وَهَـٰمَـٰنَ
وَجُنُودَهُمَا
كَانُوا۟
خَـٰطِـِٔينَ
8
faaltaqaṭahuū
'aālu
fir‘awna
liyakuwna
lahum
‘aduwwanā
waḥazananā
iinna
fir‘awna
wahaāmaāna
wajunuwdahumaā
kaānuwā
khaāṭiiyna
Maka
dipungutlah
ia
oleh
keluarga
Firʻawn
yang
akibatnya
dia
menjadi
musuh
dan
kesedihan
bagi
mereka.
Sesungguhnya
Firʻawn
dan
Hāmān
beserta
tentaranya
adalah
orang-orang
yang
bersalah.
وَقَالَتِ
ٱمْرَأَتُ
فِرْعَوْنَ
قُرَّتُ
عَيْنٍ
لِّى
وَلَكَ
ۖ
لَا
تَقْتُلُوهُ
عَسَىٰٓ
أَن
يَنفَعَنَآ
أَوْ
نَتَّخِذَهُۥ
وَلَدًا
وَهُمْ
لَا
يَشْعُرُونَ
9
waqaālati
amraaatu
fir‘awna
qurratu
‘aynin
lliā
walaka
laā
taqtuluwhu
‘asaāā
aan
yanfa‘anaā
aaw
nattakhidzahuū
waladanā
wahum
laā
yasy‘uruwna
Dan
berkatalah
istri
Firʻawn
,
"(Ia)
adalah
penyejuk
mata
hati
bagiku
dan
bagimu.
Janganlah
kamu
membunuhnya,
mudah-mudahan
ia
bermanfaat
kepada
kita
atau
kita
ambil
ia
menjadi
anak",
sedang
mereka
tiada
menyadari.
وَأَصْبَحَ
فُؤَادُ
أُمِّ
مُوسَىٰ
فَـٰرِغًا
ۖ
إِن
كَادَتْ
لَتُبْدِى
بِهِۦ
لَوْلَآ
أَن
رَّبَطْنَا
عَلَىٰ
قَلْبِهَا
لِتَكُونَ
مِنَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
10
waaaṣbaḥa
fuu'aādu
aummi
muwsaāā
faārighanā
iin
kaādat
latubdiā
bihiī
lawlaā
aan
rrabaṭnaā
‘alaāā
qalbihaā
litakuwna
mina
almuu'miniyna
Dan
menjadi
kosonglah
hati
ibu
Musa
[1115].
Sesungguhnya
hampir
saja
ia
menyatakan
rahasia
tentang
Musa,
seandainya
tidak
Kami
teguhkan
hatinya
supaya
ia
termasuk
orang-orang
yang
percaya
(kepada
janji
Allah).
وَقَالَتْ
لِأُخْتِهِۦ
قُصِّيهِ
ۖ
فَبَصُرَتْ
بِهِۦ
عَن
جُنُبٍ
وَهُمْ
لَا
يَشْعُرُونَ
11
waqaālat
liaukhtihiī
quṣṣiyhi
fabaṣurat
bihiī
‘an
junubin
wahum
laā
yasy‘uruwna
Dan
berkatalah
ibu
Musa
kepada
saudara
Musa
yang
perempuan,
"Ikutilah
dia"
.
Maka
kelihatanlah
olehnya
Musa
dari
jauh,
sedang
mereka
tidak
mengetahuinya,
۞
وَحَرَّمْنَا
عَلَيْهِ
ٱلْمَرَاضِعَ
مِن
قَبْلُ
فَقَالَتْ
هَلْ
أَدُلُّكُمْ
عَلَىٰٓ
أَهْلِ
بَيْتٍ
يَكْفُلُونَهُۥ
لَكُمْ
وَهُمْ
لَهُۥ
نَـٰصِحُونَ
12
waḥarramnaā
‘alayhi
almaraāḍi‘a
min
qablu
faqaālat
hal
aadullukum
‘alaāā
aahli
baytin
yakfuluwnahuū
lakum
wahum
lahuū
naāṣiḥuwna
dan
Kami
cegah
Musa
dari
menyusu
kepada
perempuan-perempuan
yang
mau
menyusui(nya)
sebelum
itu,
maka
berkatalah
saudara
Musa,
"Maukah
kamu
aku
tunjukkan
kepadamu
ahlul
bait
yang
akan
memeliharanya
untukmu
dan
mereka
dapat
berlaku
baik
kepadanya?".
فَرَدَدْنَـٰهُ
إِلَىٰٓ
أُمِّهِۦ
كَىْ
تَقَرَّ
عَيْنُهَا
وَلَا
تَحْزَنَ
وَلِتَعْلَمَ
أَنَّ
وَعْدَ
ٱللَّهِ
حَقٌّ
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَهُمْ
لَا
يَعْلَمُونَ
13
faradadnaāhu
iilaāā
aummihiī
kaā
taqarra
‘aynuhaā
walaā
taḥzana
walita‘lama
aanna
wa‘da
alllahi
ḥaqqun
walaākinna
aaktsarahum
laā
ya‘lamuwna
Maka
kami
kembalikan
Musa
kepada
ibunya
supaya
senang
hatinya
dan
tidak
berduka
cita
dan
supaya
ia
mengetahui
bahwa
janji
Allah
itu
adalah
benar,
tetapi
kebanyakan
manusia
tidak
mengetahuinya.
وَلَمَّا
بَلَغَ
أَشُدَّهُۥ
وَٱسْتَوَىٰٓ
ءَاتَيْنَـٰهُ
حُكْمًا
وَعِلْمًا
ۚ
وَكَذَٰلِكَ
نَجْزِى
ٱلْمُحْسِنِينَ
14
walammaā
balagha
aasyuddahuū
waastawaāā
'aātaynaāhu
ḥukmanā
wa‘ilmanā
wakadzaālika
najziā
almuḥsiniyna
Dan
setelah
Musa
cukup
umur
dan
sempurna
akalnya,
Kami
berikan
kepadanya
hikmah
(kenabian)
dan
pengetahuan.
Dan
demikianlah
Kami
memberi
balasan
kepada
orang-orang
yang
berbuat
baik.
وَدَخَلَ
ٱلْمَدِينَةَ
عَلَىٰ
حِينِ
غَفْلَةٍ
مِّنْ
أَهْلِهَا
فَوَجَدَ
فِيهَا
رَجُلَيْنِ
يَقْتَتِلَانِ
هَـٰذَا
مِن
شِيعَتِهِۦ
وَهَـٰذَا
مِنْ
عَدُوِّهِۦ
ۖ
فَٱسْتَغَـٰثَهُ
ٱلَّذِى
مِن
شِيعَتِهِۦ
عَلَى
ٱلَّذِى
مِنْ
عَدُوِّهِۦ
فَوَكَزَهُۥ
مُوسَىٰ
فَقَضَىٰ
عَلَيْهِ
ۖ
قَالَ
هَـٰذَا
مِنْ
عَمَلِ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
ۖ
إِنَّهُۥ
عَدُوٌّ
مُّضِلٌّ
مُّبِينٌ
15
wadakhala
almadiynaha
‘alaāā
ḥiyni
ghaflahin
mmin
aahlihaā
fawajada
fiyhaā
rajulayni
yaqtatilaāni
haādzaā
min
syiy‘atihiī
wahaādzaā
min
‘aduwwihiī
faastaghaātsahu
alladziā
min
syiy‘atihiī
‘alaā
alladziā
min
‘aduwwihiī
fawakazahuū
muwsaāā
faqaḍaāā
‘alayhi
qaāla
haādzaā
min
‘amali
alsysyayṭaāni
iinnahuū
‘aduwwun
mmuḍillun
mmubiynun
Dan
Musa
masuk
ke
kota
(Memphis)
ketika
penduduknya
sedang
lengah
[1116],
maka
didapatinya
di
dalam
kota
itu
dua
orang
laki-laki
yang
berkelahi;
yang
seorang
dari
golongannya
(Bani
Isrā`īl)
dan
seorang
(lagi)
dari
musuhnya
(kaum
Firʻawn
).
Maka
orang
yang
dari
golongannya
meminta
pertolongan
kepadanya
untuk
mengalahkan
orang
yang
dari
musuhnya,
lalu
Musa
meninjunya
dan
matilah
musuhnya
itu.
Musa
berkata,
"Ini
adalah
perbuatan
setan
[1117],
sesungguhnya
setan
itu
adalah
musuh
yang
menyesatkan
lagi
nyata
(permusuhannya).
قَالَ
رَبِّ
إِنِّى
ظَلَمْتُ
نَفْسِى
فَٱغْفِرْ
لِى
فَغَفَرَ
لَهُۥٓ
ۚ
إِنَّهُۥ
هُوَ
ٱلْغَفُورُ
ٱلرَّحِيمُ
16
qaāla
rabbi
iinniā
ẓalamtu
nafsiā
faaghfir
liā
faghafara
lahuū
iinnahuū
huwa
alghafuwru
alrraḥiymu
Musa
berdoa,
"Ya
Tuhan-ku,
sesungguhnya
aku
telah
menganiaya
diriku
sendiri
karena
itu
ampunilah
aku".
Maka
Allah
mengampuninya;
sesungguhnya
Allah
Dia-lah
Yang
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
قَالَ
رَبِّ
بِمَآ
أَنْعَمْتَ
عَلَىَّ
فَلَنْ
أَكُونَ
ظَهِيرًا
لِّلْمُجْرِمِينَ
17
qaāla
rabbi
bimaā
aan‘amta
‘alaāāa
falan
aakuwna
ẓahiyranā
llilmujrimiyna
Musa
berkata,
"Ya
Tuhan-ku,
demi
nikmat
yang
telah
Engkau
anugerahkan
kepadaku,
aku
sekali-kali
tiada
akan
menjadi
penolong
bagi
orang-orang
yang
berdosa".
فَأَصْبَحَ
فِى
ٱلْمَدِينَةِ
خَآئِفًا
يَتَرَقَّبُ
فَإِذَا
ٱلَّذِى
ٱسْتَنصَرَهُۥ
بِٱلْأَمْسِ
يَسْتَصْرِخُهُۥ
ۚ
قَالَ
لَهُۥ
مُوسَىٰٓ
إِنَّكَ
لَغَوِىٌّ
مُّبِينٌ
18
faaaṣbaḥa
fiā
almadiynahi
khaāi'ifanā
yataraqqabu
faiidzaā
alladziā
astanṣarahuū
bialaamsi
yastaṣrikhuhuū
qaāla
lahuū
muwsaāā
iinnaka
laghawiāāun
mmubiynun
Karena
itu,
jadilah
Musa
di
kota
itu
merasa
takut
menunggu-nunggu
dengan
khawatir
(akibat
perbuatannya),
maka
tiba-tiba
orang
yang
meminta
pertolongan
kemarin
berteriak
meminta
pertolongan
kepadanya.
Musa
berkata
kepadanya,
"Sesungguhnya
kamu
benar-benar
orang
sesat
yang
nyata
(kesesatannya)".
فَلَمَّآ
أَنْ
أَرَادَ
أَن
يَبْطِشَ
بِٱلَّذِى
هُوَ
عَدُوٌّ
لَّهُمَا
قَالَ
يَـٰمُوسَىٰٓ
أَتُرِيدُ
أَن
تَقْتُلَنِى
كَمَا
قَتَلْتَ
نَفْسًۢا
بِٱلْأَمْسِ
ۖ
إِن
تُرِيدُ
إِلَّآ
أَن
تَكُونَ
جَبَّارًا
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَمَا
تُرِيدُ
أَن
تَكُونَ
مِنَ
ٱلْمُصْلِحِينَ
19
falammaā
aan
aaraāda
aan
yabṭisya
bialladziā
huwa
‘aduwwun
llahumaā
qaāla
yaāmuwsaāā
aaturiydu
aan
taqtulaniā
kamaā
qatalta
nafsanā
bialaamsi
iin
turiydu
iillaā
aan
takuwna
jabbaāranā
fiā
alaarḍi
wamaā
turiydu
aan
takuwna
mina
almuṣliḥiyna
Maka
tatkala
Musa
hendak
memegang
dengan
keras
orang
yang
menjadi
musuh
keduanya,
musuhnya
berkata,
"Hai
Musa,
apakah
kamu
bermaksud
hendak
membunuhku,
sebagaimana
kamu
kemarin
telah
membunuh
seorang
manusia?
Kamu
tidak
bermaksud,
melainkan
hendak
menjadi
orang
yang
berbuat
sewenang-wenang
di
negeri
(ini)
dan
tiadalah
kamu
hendak
menjadi
salah
seorang
dari
orang-orang
yang
mengadakan
perdamaian".
وَجَآءَ
رَجُلٌ
مِّنْ
أَقْصَا
ٱلْمَدِينَةِ
يَسْعَىٰ
قَالَ
يَـٰمُوسَىٰٓ
إِنَّ
ٱلْمَلَأَ
يَأْتَمِرُونَ
بِكَ
لِيَقْتُلُوكَ
فَٱخْرُجْ
إِنِّى
لَكَ
مِنَ
ٱلنَّـٰصِحِينَ
20
wajaā'a
rajulun
mmin
aaqṣaā
almadiynahi
yas‘aāā
qaāla
yaāmuwsaāā
iinna
almalaaa
yaatamiruwna
bika
liyaqtuluwka
faakhruj
iinniā
laka
mina
alnnaāṣiḥiyna
Dan
datanglah
seorang
laki-laki
dari
ujung
kota
bergegas-gegas
seraya
berkata,
"Hai
Musa,
sesungguhnya
pembesar
negeri
sedang
berunding
tentang
kamu
untuk
membunuhmu
sebab
itu
keluarlah
(dari
kota
ini),
sesungguhnya
aku
termasuk
orang-orang
yang
memberi
nasihat
kepadamu".
فَخَرَجَ
مِنْهَا
خَآئِفًا
يَتَرَقَّبُ
ۖ
قَالَ
رَبِّ
نَجِّنِى
مِنَ
ٱلْقَوْمِ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
21
fakharaja
minhaā
khaāi'ifanā
yataraqqabu
qaāla
rabbi
najjiniā
mina
alqawmi
alẓẓaālimiyna
Maka
keluarlah
Musa
dari
kota
itu
dengan
rasa
takut
menunggu-nunggu
[1118]
dengan
khawatir,
dia
berdoa,
"Ya
Tuhan-ku,
selamatkanlah
aku
dari
orang-orang
yang
zalim
itu".
وَلَمَّا
تَوَجَّهَ
تِلْقَآءَ
مَدْيَنَ
قَالَ
عَسَىٰ
رَبِّىٓ
أَن
يَهْدِيَنِى
سَوَآءَ
ٱلسَّبِيلِ
22
walammaā
tawajjaha
tilqaā'a
madyana
qaāla
‘asaāā
rabbiā
aan
yahdiyaniā
sawaā'a
alssabiyli
Dan
tatkala
ia
menghadap
kejurusan
negeri
Madyan
ia
berdoa
(lagi),
"Mudah-mudahan
Tuhan-ku
memimpinku
ke
jalan
yang
benar".
وَلَمَّا
وَرَدَ
مَآءَ
مَدْيَنَ
وَجَدَ
عَلَيْهِ
أُمَّةً
مِّنَ
ٱلنَّاسِ
يَسْقُونَ
وَوَجَدَ
مِن
دُونِهِمُ
ٱمْرَأَتَيْنِ
تَذُودَانِ
ۖ
قَالَ
مَا
خَطْبُكُمَا
ۖ
قَالَتَا
لَا
نَسْقِى
حَتَّىٰ
يُصْدِرَ
ٱلرِّعَآءُ
ۖ
وَأَبُونَا
شَيْخٌ
كَبِيرٌ
23
walammaā
warada
maā'a
madyana
wajada
‘alayhi
aummahan
mmina
alnnaāsi
yasquwna
wawajada
min
duwnihimu
amraaatayni
tadzuwdaāni
qaāla
maā
khaṭbukumaā
qaālataā
laā
nasqiā
ḥattaāā
yuṣdira
alrri‘aā'u
waaabuwnaā
syaykhun
kabiyrun
Dan
tatkala
ia
sampai
di
sumber
air
negeri
Madyan,
ia
menjumpai
di
sana
sekumpulan
orang
yang
sedang
meminumkan
(ternaknya)
dan
ia
menjumpai
di
belakang
orang
banyak
itu
dua
orang
wanita
yang
sedang
menghambat
(ternaknya).
Musa
berkata,
"Apakah
maksudmu
(dengan
berbuat
begitu)?"
Kedua
wanita
itu
menjawab,
"Kami
tidak
dapat
meminumkan
(ternak
kami),
sebelum
pengembala-pengembala
itu
memulangkan
(ternaknya),
sedang
bapak
kami
adalah
orang
tua
yang
telah
lanjut
umurnya".
فَسَقَىٰ
لَهُمَا
ثُمَّ
تَوَلَّىٰٓ
إِلَى
ٱلظِّلِّ
فَقَالَ
رَبِّ
إِنِّى
لِمَآ
أَنزَلْتَ
إِلَىَّ
مِنْ
خَيْرٍ
فَقِيرٌ
24
fasaqaāā
lahumaā
tsumma
tawallaāā
iilaā
alẓẓilli
faqaāla
rabbi
iinniā
limaā
aanzalta
iilaāāa
min
khayrin
faqiyrun
Maka
Musa
memberi
minum
ternak
itu
untuk
(menolong)
keduanya,
kemudian
dia
kembali
ke
tempat
yang
teduh,
lalu
berdoa,
"Ya
Tuhan-ku
sesungguhnya
aku
sangat
memerlukan
sesuatu
kebaikan
[1119]
yang
Engkau
turunkan
kepadaku".
فَجَآءَتْهُ
إِحْدَىٰهُمَا
تَمْشِى
عَلَى
ٱسْتِحْيَآءٍ
قَالَتْ
إِنَّ
أَبِى
يَدْعُوكَ
لِيَجْزِيَكَ
أَجْرَ
مَا
سَقَيْتَ
لَنَا
ۚ
فَلَمَّا
جَآءَهُۥ
وَقَصَّ
عَلَيْهِ
ٱلْقَصَصَ
قَالَ
لَا
تَخَفْ
ۖ
نَجَوْتَ
مِنَ
ٱلْقَوْمِ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
25
fajaā'athu
iiḥdaāāhumaā
tamsyiā
‘alaā
astiḥyaā'in
qaālat
iinna
aabiā
yad‘uwka
liyajziyaka
aajra
maā
saqayta
lanaā
falammaā
jaā'ahuū
waqaṣṣa
‘alayhi
alqaṣaṣa
qaāla
laā
takhaf
najawta
mina
alqawmi
alẓẓaālimiyna
Kemudian,
datanglah
kepada
Musa
salah
seorang
dari
kedua
wanita
itu
berjalan
kemalu-maluan,
ia
berkata,
"Sesungguhnya
bapakku
memanggil
kamu
agar
ia
memberi
balasan
terhadap
(kebaikan)mu
memberi
minum
(ternak)
kami".
Maka
tatkala
Musa
mendatangi
bapaknya
(Syuʻayb)
dan
menceritakan
kepadanya
cerita
(mengenai
dirinya).
Syuʻayb
berkata,
"Janganlah
kamu
takut.
Kamu
telah
selamat
dari
orang-orang
yang
zalim
itu".
قَالَتْ
إِحْدَىٰهُمَا
يَـٰٓأَبَتِ
ٱسْتَـْٔجِرْهُ
ۖ
إِنَّ
خَيْرَ
مَنِ
ٱسْتَـْٔجَرْتَ
ٱلْقَوِىُّ
ٱلْأَمِينُ
26
qaālat
iiḥdaāāhumaā
yaāaabati
astajirhu
iinna
khayra
mani
astajarta
alqawiāāu
alaamiynu
Salah
seorang
dari
kedua
wanita
itu
berkata,
"Ya
Bapakku
ambillah
ia
sebagai
orang
yang
bekerja
(pada
kita)
karena
sesungguhnya
orang
yang
paling
baik
yang
kamu
ambil
untuk
bekerja
(pada
kita)
ialah
orang
yang
kuat
lagi
dapat
dipercaya".
قَالَ
إِنِّىٓ
أُرِيدُ
أَنْ
أُنكِحَكَ
إِحْدَى
ٱبْنَتَىَّ
هَـٰتَيْنِ
عَلَىٰٓ
أَن
تَأْجُرَنِى
ثَمَـٰنِىَ
حِجَجٍ
ۖ
فَإِنْ
أَتْمَمْتَ
عَشْرًا
فَمِنْ
عِندِكَ
ۖ
وَمَآ
أُرِيدُ
أَنْ
أَشُقَّ
عَلَيْكَ
ۚ
سَتَجِدُنِىٓ
إِن
شَآءَ
ٱللَّهُ
مِنَ
ٱلصَّـٰلِحِينَ
27
qaāla
iinniā
auriydu
aan
aunkiḥaka
iiḥdaā
abnataāāa
haātayni
‘alaāā
aan
taajuraniā
tsamaāniāa
ḥijajin
faiin
aatmamta
‘asyranā
famin
‘indika
wamaā
auriydu
aan
aasyuqqa
‘alayka
satajiduniā
iin
syaā'a
alllahu
mina
alṣṣaāliḥiyna
Berkatalah
dia
(Syuʻayb),
"Sesungguhnya
aku
bermaksud
menikahkan
kamu
dengan
salah
seorang
dari
kedua
anakku
ini
atas
dasar
bahwa
kamu
bekerja
denganku
delapan
tahun
dan
jika
kamu
cukupkan
sepuluh
tahun,
maka
itu
adalah
(suatu
kebaikan)
dari
kamu,
maka
aku
tidak
hendak
memberati
kamu.
Dan
kamu
Insya
Allah
akan
mendapatiku
termasuk
orang-orang
yang
baik".
قَالَ
ذَٰلِكَ
بَيْنِى
وَبَيْنَكَ
ۖ
أَيَّمَا
ٱلْأَجَلَيْنِ
قَضَيْتُ
فَلَا
عُدْوَٰنَ
عَلَىَّ
ۖ
وَٱللَّهُ
عَلَىٰ
مَا
نَقُولُ
وَكِيلٌ
28
qaāla
dzaālika
bayniā
wabaynaka
aayyamaā
alaajalayni
qaḍaytu
falaā
‘udwaāna
‘alaāāa
waalllahu
‘alaāā
maā
naquwlu
wakiylun
Dia
(Musa)
berkata,
"Itulah
(perjanjian)
antara
aku
dan
kamu.
Mana
saja
dari
kedua
waktu
yang
ditentukan
itu
aku
sempurnakan,
maka
tidak
ada
tuntutan
tambahan
atas
diriku
(lagi).
Dan
Allah
adalah
saksi
atas
apa
yang
kita
ucapkan".
۞
فَلَمَّا
قَضَىٰ
مُوسَى
ٱلْأَجَلَ
وَسَارَ
بِأَهْلِهِۦٓ
ءَانَسَ
مِن
جَانِبِ
ٱلطُّورِ
نَارًا
قَالَ
لِأَهْلِهِ
ٱمْكُثُوٓا۟
إِنِّىٓ
ءَانَسْتُ
نَارًا
لَّعَلِّىٓ
ءَاتِيكُم
مِّنْهَا
بِخَبَرٍ
أَوْ
جَذْوَةٍ
مِّنَ
ٱلنَّارِ
لَعَلَّكُمْ
تَصْطَلُونَ
29
falammaā
qaḍaāā
muwsaā
alaajala
wasaāra
biaahlihiī
'aānasa
min
jaānibi
alṭṭuwri
naāranā
qaāla
liaahlihi
amkutsuwā
iinniā
'aānastu
naāranā
lla‘alliā
'aātiykum
mminhaā
bikhabarin
aaw
jadzwahin
mmina
alnnaāri
la‘allakum
taṣṭaluwna
Maka
tatkala
Musa
telah
menyelesaikan
waktu
yang
ditentukan
dan
dia
berangkat
dengan
keluarganya,
dilihatnyalah
api
di
lereng
gunung
[1120]
ia
berkata
kepada
keluarganya,
"Tunggulah
(di
sini),
sesungguhnya
aku
melihat
api,
mudah-mudahan
aku
dapat
membawa
suatu
berita
kepadamu
dari
(tempat)
api
itu
atau
(membawa)
sesuluh
api
agar
kamu
dapat
menghangatkan
badan".
فَلَمَّآ
أَتَىٰهَا
نُودِىَ
مِن
شَـٰطِئِ
ٱلْوَادِ
ٱلْأَيْمَنِ
فِى
ٱلْبُقْعَةِ
ٱلْمُبَـٰرَكَةِ
مِنَ
ٱلشَّجَرَةِ
أَن
يَـٰمُوسَىٰٓ
إِنِّىٓ
أَنَا
ٱللَّهُ
رَبُّ
ٱلْعَـٰلَمِينَ
30
falammaā
aataāāhaā
nuwdiāa
min
syaāṭii'i
alwaādi
alaaymani
fiā
albuq‘ahi
almubaārakahi
mina
alsysyajarahi
aan
yaāmuwsaāā
iinniā
aanaā
alllahu
rabbu
al‘aālamiyna
Maka
tatkala
Musa
sampai
ke
(tempat)
api
itu,
diserulah
dia
dari
(arah)
pinggir
lembah
sebelah
kanan(nya)
pada
tempat
yang
diberkahi,
dari
sebatang
pohon
kayu,
yaitu
"Ya
Musa,
sesungguhnya
aku
adalah
Allah,
Tuhan
semesta
alam.[1121]
وَأَنْ
أَلْقِ
عَصَاكَ
ۖ
فَلَمَّا
رَءَاهَا
تَهْتَزُّ
كَأَنَّهَا
جَآنٌّ
وَلَّىٰ
مُدْبِرًا
وَلَمْ
يُعَقِّبْ
ۚ
يَـٰمُوسَىٰٓ
أَقْبِلْ
وَلَا
تَخَفْ
ۖ
إِنَّكَ
مِنَ
ٱلْـَٔامِنِينَ
31
waaan
aalqi
‘aṣaāka
falammaā
ra'aāhaā
tahtazzu
kaaannahaā
jaānnun
wallaāā
mudbiranā
walam
yu‘aqqib
yaāmuwsaāā
aaqbil
walaā
takhaf
iinnaka
mina
alaāminiyna
dan
lemparkanlah
tongkatmu.
Maka
tatkala
(tongkat
itu
menjadi
ular
dan)
Musa
melihatnya
bergerak-gerak
seolah-olah
dia
seekor
ular
yang
gesit,
larilah
ia
berbalik
ke
belakang
tanpa
menoleh.
(Kemudian,
Musa
diseru),
"Hai
Musa
datanglah
kepada-Ku
dan
janganlah
kamu
takut.
Sesungguhnya
kamu
termasuk
orang-orang
yang
aman.
ٱسْلُكْ
يَدَكَ
فِى
جَيْبِكَ
تَخْرُجْ
بَيْضَآءَ
مِنْ
غَيْرِ
سُوٓءٍ
وَٱضْمُمْ
إِلَيْكَ
جَنَاحَكَ
مِنَ
ٱلرَّهْبِ
ۖ
فَذَٰنِكَ
بُرْهَـٰنَانِ
مِن
رَّبِّكَ
إِلَىٰ
فِرْعَوْنَ
وَمَلَإِي۟هِۦٓ
ۚ
إِنَّهُمْ
كَانُوا۟
قَوْمًا
فَـٰسِقِينَ
32
asluk
yadaka
fiā
jaybika
takhruj
bayḍaā'a
min
ghayri
suw'in
waaḍmum
iilayka
janaāḥaka
mina
alrrahbi
fadzaānika
burhaānaāni
min
rrabbika
iilaāā
fir‘awna
wamalaiiyhiī
iinnahum
kaānuwā
qawmanā
faāsiqiyna
Masukkanlah
tanganmu
ke
leher
bajumu
[1122],
niscaya
ia
keluar
putih
tidak
bercacat
bukan
karena
penyakit
dan
dekapkanlah
kedua
tanganmu
(ke
dada)mu
bila
ketakutan
[1123],
maka
yang
demikian
itu
adalah
dua
mukjizat
dari
Tuhan-mu
(yang
akan
kamu
hadapkan
kepada
Firʻawn
dan
pembesar-pembesarnya).
Sesungguhnya
mereka
adalah
orang-orang
yang
fasik".
قَالَ
رَبِّ
إِنِّى
قَتَلْتُ
مِنْهُمْ
نَفْسًا
فَأَخَافُ
أَن
يَقْتُلُونِ
33
qaāla
rabbi
iinniā
qataltu
minhum
nafsanā
faaakhaāfu
aan
yaqtuluwni
Musa
berkata,
"Ya
Tuhan-ku
sesungguhnya
aku
telah
membunuh
seorang
manusia
dari
golongan
mereka,
maka
aku
takut
mereka
akan
membunuhku.
وَأَخِى
هَـٰرُونُ
هُوَ
أَفْصَحُ
مِنِّى
لِسَانًا
فَأَرْسِلْهُ
مَعِىَ
رِدْءًا
يُصَدِّقُنِىٓ
ۖ
إِنِّىٓ
أَخَافُ
أَن
يُكَذِّبُونِ
34
waaakhiā
haāruwnu
huwa
aafṣaḥu
minniā
lisaānanā
faaarsilhu
ma‘iāa
rid'anā
yuṣaddiquniā
iinniā
aakhaāfu
aan
yukadzdzibuwni
Dan
saudaraku
Hārūn
dia
lebih
fasih
lidahnya
daripadaku
[1124],
maka
utuslah
dia
bersamaku
sebagai
pembantuku
untuk
membenarkan
(perkataan)ku;
sesungguhnya
aku
khawatir
mereka
akan
mendustakanku".
قَالَ
سَنَشُدُّ
عَضُدَكَ
بِأَخِيكَ
وَنَجْعَلُ
لَكُمَا
سُلْطَـٰنًا
فَلَا
يَصِلُونَ
إِلَيْكُمَا
ۚ
بِـَٔايَـٰتِنَآ
أَنتُمَا
وَمَنِ
ٱتَّبَعَكُمَا
ٱلْغَـٰلِبُونَ
35
qaāla
sanasyuddu
‘aḍudaka
biaakhiyka
wanaj‘alu
lakumaā
sulṭaānanā
falaā
yaṣiluwna
iilaykumaā
biaāyaātinaā
aantumaā
wamani
attaba‘akumaā
alghaālibuwna
Allah
berfirman,
"Kami
akan
membantumu
dengan
saudaramu
dan
Kami
berikan
kepadamu
berdua
kekuasaan
yang
besar,
maka
mereka
tidak
dapat
mencapaimu;
(berangkatlah
kamu
berdua)
dengan
membawa
mukjizat
Kami,
kamu
berdua
dan
orang
yang
mengikuti
kamulah
yang
menang.
فَلَمَّا
جَآءَهُم
مُّوسَىٰ
بِـَٔايَـٰتِنَا
بَيِّنَـٰتٍ
قَالُوا۟
مَا
هَـٰذَآ
إِلَّا
سِحْرٌ
مُّفْتَرًى
وَمَا
سَمِعْنَا
بِهَـٰذَا
فِىٓ
ءَابَآئِنَا
ٱلْأَوَّلِينَ
36
falammaā
jaā'ahum
mmuwsaāā
biaāyaātinaā
bayyinaātin
qaāluwā
maā
haādzaā
iillaā
siḥrun
mmuftaranā
wamaā
sami‘naā
bihaādzaā
fiā
'aābaāi'inaā
alaawwaliyna
Maka
tatkala
Musa
datang
kepada
mereka
dengan
(membawa)
mukjizat-mukjizat
Kami
yang
nyata,
mereka
berkata,
"Ini
tidak
lain
hanyalah
sihir
yang
dibuat-buat
dan
kami
belum
pernah
mendengar
(seruan
yang
seperti)
ini
kepada
nenek
moyang
kami
dahulu".
وَقَالَ
مُوسَىٰ
رَبِّىٓ
أَعْلَمُ
بِمَن
جَآءَ
بِٱلْهُدَىٰ
مِنْ
عِندِهِۦ
وَمَن
تَكُونُ
لَهُۥ
عَـٰقِبَةُ
ٱلدَّارِ
ۖ
إِنَّهُۥ
لَا
يُفْلِحُ
ٱلظَّـٰلِمُونَ
37
waqaāla
muwsaāā
rabbiā
aa‘lamu
biman
jaā'a
bialhudaāā
min
‘indihiī
waman
takuwnu
lahuū
‘aāqibahu
alddaāri
iinnahuū
laā
yufliḥu
alẓẓaālimuwna
Musa
menjawab,
"Tuhan-ku
lebih
mengetahui
orang
yang
(patut)
membawa
petunjuk
dari
sisi-Nya
dan
siapa
yang
akan
mendapat
kesudahan
(yang
baik)
di
negeri
akhirat.
Sesungguhnya
tidaklah
akan
mendapat
kemenangan
orang-orang
yang
zalim".
وَقَالَ
فِرْعَوْنُ
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلْمَلَأُ
مَا
عَلِمْتُ
لَكُم
مِّنْ
إِلَـٰهٍ
غَيْرِى
فَأَوْقِدْ
لِى
يَـٰهَـٰمَـٰنُ
عَلَى
ٱلطِّينِ
فَٱجْعَل
لِّى
صَرْحًا
لَّعَلِّىٓ
أَطَّلِعُ
إِلَىٰٓ
إِلَـٰهِ
مُوسَىٰ
وَإِنِّى
لَأَظُنُّهُۥ
مِنَ
ٱلْكَـٰذِبِينَ
38
waqaāla
fir‘awnu
yaāaayyuhaā
almalaau
maā
‘alimtu
lakum
mmin
iilaāhin
ghayriā
faaawqid
liā
yaāhaāmaānu
‘alaā
alṭṭiyni
faaj‘al
lliā
ṣarḥanā
lla‘alliā
aaṭṭali‘u
iilaāā
iilaāhi
muwsaāā
waiinniā
laaaẓunnuhuū
mina
alkaādzibiyna
Dan
berkata
Firʻawn
,
"Hai
pembesar
kaumku,
aku
tidak
mengetahui
tuhan
bagimu
selain
aku.
Maka,
bakarlah
hai
Hāmān
untukku
tanah
liat
[1125],
kemudian
buatkanlah
untukku
bangunan
yang
tinggi
supaya
aku
dapat
naik
melihat
Tuhan
Musa
dan
sesungguhnya
aku
benar-benar
yakin
bahwa
dia
termasuk
orang-orang
pendusta".
وَٱسْتَكْبَرَ
هُوَ
وَجُنُودُهُۥ
فِى
ٱلْأَرْضِ
بِغَيْرِ
ٱلْحَقِّ
وَظَنُّوٓا۟
أَنَّهُمْ
إِلَيْنَا
لَا
يُرْجَعُونَ
39
waastakbara
huwa
wajunuwduhuū
fiā
alaarḍi
bighayri
alḥaqqi
waẓannuwā
aannahum
iilaynaā
laā
yurja‘uwna
dan
berlaku
angkuhlah
Firʻawn
dan
bala
tentaranya
di
bumi
(Mesir)
tanpa
alasan
yang
benar
dan
mereka
menyangka
bahwa
mereka
tidak
akan
dikembalikan
kepada
Kami.
فَأَخَذْنَـٰهُ
وَجُنُودَهُۥ
فَنَبَذْنَـٰهُمْ
فِى
ٱلْيَمِّ
ۖ
فَٱنظُرْ
كَيْفَ
كَانَ
عَـٰقِبَةُ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
40
faaakhadznaāhu
wajunuwdahuū
fanabadznaāhum
fiā
alyammi
faanẓur
kayfa
kaāna
‘aāqibahu
alẓẓaālimiyna
Maka
Kami
hukumlah
Firʻawn
dan
bala
tentaranya,
lalu
Kami
lemparkan
mereka
ke
dalam
laut.
Maka
lihatlah
bagaimana
akibat
orang-orang
yang
zalim.
وَجَعَلْنَـٰهُمْ
أَئِمَّةً
يَدْعُونَ
إِلَى
ٱلنَّارِ
ۖ
وَيَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
لَا
يُنصَرُونَ
41
waja‘alnaāhum
aai'immahan
yad‘uwna
iilaā
alnnaāri
wayawma
alqiyaāmahi
laā
yunṣaruwna
Dan
Kami
jadikan
mereka
pemimpin-pemimpin
yang
menyeru
(manusia)
ke
neraka
dan
pada
hari
kiamat
mereka
tidak
akan
ditolong.
وَأَتْبَعْنَـٰهُمْ
فِى
هَـٰذِهِ
ٱلدُّنْيَا
لَعْنَةً
ۖ
وَيَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
هُم
مِّنَ
ٱلْمَقْبُوحِينَ
42
waaatba‘naāhum
fiā
haādzihi
alddunyaā
la‘nahan
wayawma
alqiyaāmahi
hum
mmina
almaqbuwḥiyna
Dan
Kami
ikutkanlah
laknat
kepada
mereka
di
dunia
ini
dan
pada
hari
kiamat
mereka
termasuk
orang-orang
yang
dijauhkan
(dari
rahmat
Allah).
وَلَقَدْ
ءَاتَيْنَا
مُوسَى
ٱلْكِتَـٰبَ
مِنۢ
بَعْدِ
مَآ
أَهْلَكْنَا
ٱلْقُرُونَ
ٱلْأُولَىٰ
بَصَآئِرَ
لِلنَّاسِ
وَهُدًى
وَرَحْمَةً
لَّعَلَّهُمْ
يَتَذَكَّرُونَ
43
walaqad
'aātaynaā
muwsaā
alkitaāba
min
ba‘di
maā
aahlaknaā
alquruwna
alauwlaāā
baṣaāi'ira
lilnnaāsi
wahudanā
waraḥmahan
lla‘allahum
yatadzakkaruwna
Dan
sesungguhnya
telah
Kami
berikan
kepada
Musa
Alkitab
(Taurat)
sesudah
Kami
binasakan
generasi-generasi
yang
terdahulu
untuk
menjadi
pelita
bagi
manusia
dan
petunjuk
dan
rahmat
agar
mereka
ingat.
وَمَا
كُنتَ
بِجَانِبِ
ٱلْغَرْبِىِّ
إِذْ
قَضَيْنَآ
إِلَىٰ
مُوسَى
ٱلْأَمْرَ
وَمَا
كُنتَ
مِنَ
ٱلشَّـٰهِدِينَ
44
wamaā
kunta
bijaānibi
algharbiāāi
iidz
qaḍaynaā
iilaāā
muwsaā
alaamra
wamaā
kunta
mina
alsysyaāhidiyna
Dan
tidaklah
kamu
(Muhammad)
berada
di
sisi
yang
sebelah
barat
[1126]
ketika
Kami
menyampaikan
perintah
kepada
Musa
dan
tiada
pula
kamu
termasuk
orang-orang
yang
menyaksikan.
وَلَـٰكِنَّآ
أَنشَأْنَا
قُرُونًا
فَتَطَاوَلَ
عَلَيْهِمُ
ٱلْعُمُرُ
ۚ
وَمَا
كُنتَ
ثَاوِيًا
فِىٓ
أَهْلِ
مَدْيَنَ
تَتْلُوا۟
عَلَيْهِمْ
ءَايَـٰتِنَا
وَلَـٰكِنَّا
كُنَّا
مُرْسِلِينَ
45
walaākinnaā
aansyaanaā
quruwnanā
fataṭaāwala
‘alayhimu
al‘umuru
wamaā
kunta
tsaāwiyanā
fiā
aahli
madyana
tatluwā
‘alayhim
'aāyaātinaā
walaākinnaā
kunnaā
mursiliyna
Tetapi
Kami
telah
mengadakan
beberapa
generasi
dan
berlalulah
atas
mereka
masa
yang
panjang
dan
tiadalah
kamu
tinggal
bersama-sama
penduduk
Mad-yan
dengan
membacakan
ayat-ayat
Kami
kepada
mereka,
tetapi
Kami
telah
mengutus
rasul-rasul.
وَمَا
كُنتَ
بِجَانِبِ
ٱلطُّورِ
إِذْ
نَادَيْنَا
وَلَـٰكِن
رَّحْمَةً
مِّن
رَّبِّكَ
لِتُنذِرَ
قَوْمًا
مَّآ
أَتَىٰهُم
مِّن
نَّذِيرٍ
مِّن
قَبْلِكَ
لَعَلَّهُمْ
يَتَذَكَّرُونَ
46
wamaā
kunta
bijaānibi
alṭṭuwri
iidz
naādaynaā
walaākin
rraḥmahan
mmin
rrabbika
litundzira
qawmanā
mmaā
aataāāhum
mmin
nnadziyrin
mmin
qablika
la‘allahum
yatadzakkaruwna
Dan
tiadalah
kamu
berada
di
dekat
Gunung
Ṭūr
ketika
Kami
menyeru
(Musa),
tetapi
(Kami
beritahukan
itu
kepadamu)
sebagai
rahmat
dari
Tuhan-mu
supaya
kamu
memberi
peringatan
kepada
kaum
(Quraisy)
yang
sekali-kali
belum
datang
kepada
mereka
pemberi
peringatan
sebelum
kamu
agar
mereka
ingat.
وَلَوْلَآ
أَن
تُصِيبَهُم
مُّصِيبَةٌۢ
بِمَا
قَدَّمَتْ
أَيْدِيهِمْ
فَيَقُولُوا۟
رَبَّنَا
لَوْلَآ
أَرْسَلْتَ
إِلَيْنَا
رَسُولًا
فَنَتَّبِعَ
ءَايَـٰتِكَ
وَنَكُونَ
مِنَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
47
walawlaā
aan
tuṣiybahum
mmuṣiybahun
bimaā
qaddamat
aaydiyhim
fayaquwluwā
rabbanaā
lawlaā
aarsalta
iilaynaā
rasuwlanā
fanattabi‘a
'aāyaātika
wanakuwna
mina
almuu'miniyna
Dan
agar
mereka
tidak
mengatakan
ketika
azab
menimpa
mereka
disebabkan
apa
yang
mereka
kerjakan,
"Ya
Tuhan
kami,
mengapa
Engkau
tidak
mengutus
seorang
rasul
kepada
kami,
lalu
kami
mengikuti
ayat-ayat
Engkau
dan
jadilah
kami
termasuk
orang-orang
mukmin"
فَلَمَّا
جَآءَهُمُ
ٱلْحَقُّ
مِنْ
عِندِنَا
قَالُوا۟
لَوْلَآ
أُوتِىَ
مِثْلَ
مَآ
أُوتِىَ
مُوسَىٰٓ
ۚ
أَوَلَمْ
يَكْفُرُوا۟
بِمَآ
أُوتِىَ
مُوسَىٰ
مِن
قَبْلُ
ۖ
قَالُوا۟
سِحْرَانِ
تَظَـٰهَرَا
وَقَالُوٓا۟
إِنَّا
بِكُلٍّ
كَـٰفِرُونَ
48
falammaā
jaā'ahumu
alḥaqqu
min
‘indinaā
qaāluwā
lawlaā
auwtiāa
mitsla
maā
auwtiāa
muwsaāā
aawalam
yakfuruwā
bimaā
auwtiāa
muwsaāā
min
qablu
qaāluwā
siḥraāni
taẓaāharaā
waqaāluwā
iinnaā
bikullin
kaāfiruwna
Maka
tatkala
datang
kepada
mereka
kebenaran
[1127]
dari
sisi
Kami,
mereka
berkata,
"Mengapakah
tidak
diberikan
kepadanya
(Muhammad)
seperti
yang
telah
diberikan
kepada
Musa
dahulu?"
Dan
bukankah
mereka
itu
telah
ingkar
(juga)
kepada
apa
yang
telah
diberikan
kepada
Musa
dahulu?
Mereka
dahulu
telah
berkata,
"Musa
dan
Hārūn
adalah
dua
ahli
sihir
yang
bantu-membantu".
Dan
mereka
(juga)
berkata,
"Sesungguhnya,
kami
tidak
mempercayai
masing-masing
mereka
itu".
قُلْ
فَأْتُوا۟
بِكِتَـٰبٍ
مِّنْ
عِندِ
ٱللَّهِ
هُوَ
أَهْدَىٰ
مِنْهُمَآ
أَتَّبِعْهُ
إِن
كُنتُمْ
صَـٰدِقِينَ
49
qul
faatuwā
bikitaābin
mmin
‘indi
alllahi
huwa
aahdaāā
minhumaā
aattabi‘hu
iin
kuntum
ṣaādiqiyna
Katakanlah,
"Datangkanlah
olehmu
sebuah
kitab
dari
sisi
Allah
yang
kitab
itu
lebih
(dapat)
memberi
petunjuk
daripada
keduanya
(Taurat
dan
Al-Qur`ān)
niscaya
aku
mengikutinya,
jika
kamu
sungguh
orang-orang
yang
benar".
فَإِن
لَّمْ
يَسْتَجِيبُوا۟
لَكَ
فَٱعْلَمْ
أَنَّمَا
يَتَّبِعُونَ
أَهْوَآءَهُمْ
ۚ
وَمَنْ
أَضَلُّ
مِمَّنِ
ٱتَّبَعَ
هَوَىٰهُ
بِغَيْرِ
هُدًى
مِّنَ
ٱللَّهِ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يَهْدِى
ٱلْقَوْمَ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
50
faiin
llam
yastajiybuwā
laka
faa‘lam
aannamaā
yattabi‘uwna
aahwaā'ahum
waman
aaḍallu
mimmani
attaba‘a
hawaāāhu
bighayri
hudanā
mmina
alllahi
iinna
alllaha
laā
yahdiā
alqawma
alẓẓaālimiyna
Maka
jika
mereka
tidak
menjawab
(tantanganmu),
ketahuilah
bahwa
sesungguhnya
mereka
hanyalah
mengikuti
hawa
nafsu
mereka
(belaka).
Dan
siapakah
yang
lebih
sesat
daripada
orang
yang
mengikuti
hawa
nafsunya
dengan
tidak
mendapat
petunjuk
dari
Allah
sedikit
pun.
Sesungguhnya
Allah
tidak
memberi
petunjuk
kepada
orang-orang
yang
zalim.
۞
وَلَقَدْ
وَصَّلْنَا
لَهُمُ
ٱلْقَوْلَ
لَعَلَّهُمْ
يَتَذَكَّرُونَ
51
walaqad
waṣṣalnaā
lahumu
alqawla
la‘allahum
yatadzakkaruwna
Dan
sesungguhnya
telah
Kami
turunkan
berturut-turut
perkataan
ini
(Al-Qur`ān)
kepada
mereka
agar
mereka
mendapat
pelajaran
[1128].
ٱلَّذِينَ
ءَاتَيْنَـٰهُمُ
ٱلْكِتَـٰبَ
مِن
قَبْلِهِۦ
هُم
بِهِۦ
يُؤْمِنُونَ
52
alladziyna
'aātaynaāhumu
alkitaāba
min
qablihiī
hum
bihiī
yuu'minuwna
Orang-orang
yang
telah
Kami
datangkan
kepada
mereka
Alkitab
sebelum
Al-Qur`ān,
mereka
beriman
(pula)
dengan
Al-Qur`ān
itu.
وَإِذَا
يُتْلَىٰ
عَلَيْهِمْ
قَالُوٓا۟
ءَامَنَّا
بِهِۦٓ
إِنَّهُ
ٱلْحَقُّ
مِن
رَّبِّنَآ
إِنَّا
كُنَّا
مِن
قَبْلِهِۦ
مُسْلِمِينَ
53
waiidzaā
yutlaāā
‘alayhim
qaāluwā
'aāmannaā
bihiī
iinnahu
alḥaqqu
min
rrabbinaā
iinnaā
kunnaā
min
qablihiī
muslimiyna
Dan
apabila
dibacakan
(Al-Qur`ān
itu)
kepada
mereka,
mereka
berkata,
"Kami
beriman
kepadanya;
sesungguhnya
Al-Qur`ān
itu
adalah
suatu
kebenaran
dari
Tuhan
kami,
sesungguhnya
kami
sebelumnya
adalah
orang-orang
yang
membenarkan(nya).
أُو۟لَـٰٓئِكَ
يُؤْتَوْنَ
أَجْرَهُم
مَّرَّتَيْنِ
بِمَا
صَبَرُوا۟
وَيَدْرَءُونَ
بِٱلْحَسَنَةِ
ٱلسَّيِّئَةَ
وَمِمَّا
رَزَقْنَـٰهُمْ
يُنفِقُونَ
54
auwlaāi'ika
yuu'tawna
aajrahum
mmarratayni
bimaā
ṣabaruwā
wayadra'uwna
bialḥasanahi
alssayyii'aha
wamimmaā
razaqnaāhum
yunfiquwna
Mereka
itu
diberi
pahala
dua
kali
[1129]
disebabkan
kesabaran
mereka
dan
mereka
menolak
kejahatan
dengan
kebaikan
dan
sebagian
dari
apa
yang
telah
Kami
rezekikan
kepada
mereka,
mereka
nafkahkan.
وَإِذَا
سَمِعُوا۟
ٱللَّغْوَ
أَعْرَضُوا۟
عَنْهُ
وَقَالُوا۟
لَنَآ
أَعْمَـٰلُنَا
وَلَكُمْ
أَعْمَـٰلُكُمْ
سَلَـٰمٌ
عَلَيْكُمْ
لَا
نَبْتَغِى
ٱلْجَـٰهِلِينَ
55
waiidzaā
sami‘uwā
alllaghwa
aa‘raḍuwā
‘anhu
waqaāluwā
lanaā
aa‘maālunaā
walakum
aa‘maālukum
salaāmun
‘alaykum
laā
nabtaghiā
aljaāhiliyna
Dan
apabila
mereka
mendengar
perkataan
yang
tidak
bermanfaat,
mereka
berpaling
darinya
dan
mereka
berkata,
"Bagi
kami
amal-amal
kami
dan
bagimu
amal-amalmu,
kesejahteraan
atas
dirimu,
kami
tidak
ingin
bergaul
dengan
orang-orang
jahil".
إِنَّكَ
لَا
تَهْدِى
مَنْ
أَحْبَبْتَ
وَلَـٰكِنَّ
ٱللَّهَ
يَهْدِى
مَن
يَشَآءُ
ۚ
وَهُوَ
أَعْلَمُ
بِٱلْمُهْتَدِينَ
56
iinnaka
laā
tahdiā
man
aaḥbabta
walaākinna
alllaha
yahdiā
man
yasyaā'u
wahuwa
aa‘lamu
bialmuhtadiyna
Sesungguhnya
kamu
tidak
akan
dapat
memberi
petunjuk
kepada
orang
yang
kamu
kasihi,
tetapi
Allah
memberi
petunjuk
kepada
orang
yang
dikehendaki-Nya
dan
Allah
lebih
mengetahui
orang-orang
yang
mau
menerima
petunjuk.
وَقَالُوٓا۟
إِن
نَّتَّبِعِ
ٱلْهُدَىٰ
مَعَكَ
نُتَخَطَّفْ
مِنْ
أَرْضِنَآ
ۚ
أَوَلَمْ
نُمَكِّن
لَّهُمْ
حَرَمًا
ءَامِنًا
يُجْبَىٰٓ
إِلَيْهِ
ثَمَرَٰتُ
كُلِّ
شَىْءٍ
رِّزْقًا
مِّن
لَّدُنَّا
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَهُمْ
لَا
يَعْلَمُونَ
57
waqaāluwā
iin
nnattabi‘i
alhudaāā
ma‘aka
nutakhaṭṭaf
min
aarḍinaā
aawalam
numakkin
llahum
ḥaramanā
'aāminanā
yujbaāā
iilayhi
tsamaraātu
kulli
syaā'in
rrizqanā
mmin
lladunnaā
walaākinna
aaktsarahum
laā
ya‘lamuwna
Dan
mereka
berkata,
"Jika
kami
mengikuti
petunjuk
bersama
kamu,
niscaya
kami
akan
diusir
dari
negeri
kami".
Dan
apakah
Kami
tidak
meneguhkan
kedudukan
mereka
dalam
daerah
haram
(tanah
suci)
yang
aman
yang
didatangkan
ke
tempat
itu
buah-buahan
dari
segala
macam
(tumbuh-tumbuhan)
untuk
menjadi
rezeki
(bagimu)
dari
sisi
Kami?
Tetapi,
kebanyakan
mereka
tidak
mengetahui.
وَكَمْ
أَهْلَكْنَا
مِن
قَرْيَةٍۭ
بَطِرَتْ
مَعِيشَتَهَا
ۖ
فَتِلْكَ
مَسَـٰكِنُهُمْ
لَمْ
تُسْكَن
مِّنۢ
بَعْدِهِمْ
إِلَّا
قَلِيلًا
ۖ
وَكُنَّا
نَحْنُ
ٱلْوَٰرِثِينَ
58
wakam
aahlaknaā
min
qaryahin
baṭirat
ma‘iysyatahaā
fatilka
masaākinuhum
lam
tuskan
mmin
ba‘dihim
iillaā
qaliylanā
wakunnaā
naḥnu
alwaāritsiyna
Dan
berapa
banyaknya
(penduduk)
negeri
yang
telah
Kami
binasakan
yang
sudah
bersenang-senang
dalam
kehidupannya;
maka
itulah
tempat
kediaman
mereka
yang
tiada
didiami
(lagi)
sesudah
mereka,
kecuali
sebagian
kecil.
Dan
Kami
adalah
Pewaris(nya)
[1130].
وَمَا
كَانَ
رَبُّكَ
مُهْلِكَ
ٱلْقُرَىٰ
حَتَّىٰ
يَبْعَثَ
فِىٓ
أُمِّهَا
رَسُولًا
يَتْلُوا۟
عَلَيْهِمْ
ءَايَـٰتِنَا
ۚ
وَمَا
كُنَّا
مُهْلِكِى
ٱلْقُرَىٰٓ
إِلَّا
وَأَهْلُهَا
ظَـٰلِمُونَ
59
wamaā
kaāna
rabbuka
muhlika
alquraāā
ḥattaāā
yab‘atsa
fiā
aummihaā
rasuwlanā
yatluwā
‘alayhim
'aāyaātinaā
wamaā
kunnaā
muhlikiā
alquraāā
iillaā
waaahluhaā
ẓaālimuwna
Dan
tidak
adalah
Tuhan-mu
membinasakan
kota-kota,
sebelum
Dia
mengutus
di
ibukota
itu
seorang
rasul
yang
membacakan
ayat-ayat
Kami
kepada
mereka
dan
tidak
pernah
(pula)
Kami
membinasakan
kota-kota,
kecuali
penduduknya
dalam
keadaan
melakukan
kezaliman.
وَمَآ
أُوتِيتُم
مِّن
شَىْءٍ
فَمَتَـٰعُ
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
وَزِينَتُهَا
ۚ
وَمَا
عِندَ
ٱللَّهِ
خَيْرٌ
وَأَبْقَىٰٓ
ۚ
أَفَلَا
تَعْقِلُونَ
60
wamaā
auwtiytum
mmin
syaā'in
famataā‘u
alḥayawāhi
alddunyaā
waziynatuhaā
wamaā
‘inda
alllahi
khayrun
waaabqaāā
aafalaā
ta‘qiluwna
Dan
apa
saja
[1131]
yang
diberikan
kepada
kamu,
maka
itu
adalah
kenikmatan
hidup
duniawi
dan
perhiasannya,
sedang
apa
yang
di
sisi
Allah
adalah
lebih
baik
dan
lebih
kekal.
Maka
apakah
kamu
tidak
memahaminya?
أَفَمَن
وَعَدْنَـٰهُ
وَعْدًا
حَسَنًا
فَهُوَ
لَـٰقِيهِ
كَمَن
مَّتَّعْنَـٰهُ
مَتَـٰعَ
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
ثُمَّ
هُوَ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
مِنَ
ٱلْمُحْضَرِينَ
61
aafaman
wa‘adnaāhu
wa‘danā
ḥasananā
fahuwa
laāqiyhi
kaman
mmatta‘naāhu
mataā‘a
alḥayawāhi
alddunyaā
tsumma
huwa
yawma
alqiyaāmahi
mina
almuḥḍariyna
Maka
apakah
orang
yang
Kami
janjikan
kepadanya
suatu
janji
yang
baik
(surga),
lalu
ia
memperolehnya
sama
dengan
orang
yang
Kami
berikan
kepadanya
kenikmatan
hidup
duniawi
[1132],
kemudian
dia
pada
hari
kiamat
termasuk
orang-orang
yang
diseret
(ke
dalam
neraka)?
وَيَوْمَ
يُنَادِيهِمْ
فَيَقُولُ
أَيْنَ
شُرَكَآءِىَ
ٱلَّذِينَ
كُنتُمْ
تَزْعُمُونَ
62
wayawma
yunaādiyhim
fayaquwlu
aayna
syurakaā'iāa
alladziyna
kuntum
taz‘umuwna
Dan
(ingatlah)
hari
(pada
waktu)
Allah
menyeru
mereka
seraya
berkata,
"Di
manakah
sekutu-sekutu-Ku
yang
dahulu
kamu
katakan?"
قَالَ
ٱلَّذِينَ
حَقَّ
عَلَيْهِمُ
ٱلْقَوْلُ
رَبَّنَا
هَـٰٓؤُلَآءِ
ٱلَّذِينَ
أَغْوَيْنَآ
أَغْوَيْنَـٰهُمْ
كَمَا
غَوَيْنَا
ۖ
تَبَرَّأْنَآ
إِلَيْكَ
ۖ
مَا
كَانُوٓا۟
إِيَّانَا
يَعْبُدُونَ
63
qaāla
alladziyna
ḥaqqa
‘alayhimu
alqawlu
rabbanaā
haāu'ulaā'i
alladziyna
aaghwaynaā
aaghwaynaāhum
kamaā
ghawaynaā
tabarraanaā
iilayka
maā
kaānuwā
iiyyaānaā
ya‘buduwna
Berkatalah
orang-orang
yang
telah
tetap
hukuman
atas
mereka
[1133],
"Ya
Tuhan
kami,
mereka
inilah
orang-orang
yang
kami
sesatkan
itu;
kami
telah
menyesatkan
mereka
sebagaimana
kami
(sendiri)
sesat
[1134],
kami
menyatakan
berlepas
diri
(dari
mereka)
kepada
Engkau,
mereka
sekali-kali
tidak
menyembah
kami".
وَقِيلَ
ٱدْعُوا۟
شُرَكَآءَكُمْ
فَدَعَوْهُمْ
فَلَمْ
يَسْتَجِيبُوا۟
لَهُمْ
وَرَأَوُا۟
ٱلْعَذَابَ
ۚ
لَوْ
أَنَّهُمْ
كَانُوا۟
يَهْتَدُونَ
64
waqiyla
ad‘uwā
syurakaā'akum
fada‘awhum
falam
yastajiybuwā
lahum
waraaawuā
al‘adzaāba
law
aannahum
kaānuwā
yahtaduwna
Dikatakan
(kepada
mereka),
"Serulah
olehmu
sekutu-sekutu
kamu",
lalu
mereka
menyerunya,
maka
sekutu-sekutu
itu
tidak
memperkenankan
(seruan)
mereka
dan
mereka
melihat
azab.
(Mereka
ketika
itu
berkeinginan)
kiranya
mereka
dahulu
menerima
petunjuk.
وَيَوْمَ
يُنَادِيهِمْ
فَيَقُولُ
مَاذَآ
أَجَبْتُمُ
ٱلْمُرْسَلِينَ
65
wayawma
yunaādiyhim
fayaquwlu
maādzaā
aajabtumu
almursaliyna
Dan
(ingatlah)
hari
(pada
waktu)
Allah
menyeru
mereka,
seraya
berkata,
"Apakah
jawabanmu
kepada
para
rasul?"
فَعَمِيَتْ
عَلَيْهِمُ
ٱلْأَنۢبَآءُ
يَوْمَئِذٍ
فَهُمْ
لَا
يَتَسَآءَلُونَ
66
fa‘amiyat
‘alayhimu
alaanbaā'u
yawmai'idzin
fahum
laā
yatasaā'aluwna
Maka
gelaplah
bagi
mereka
segala
macam
alasan
pada
hari
itu
karena
itu
mereka
tidak
saling
tanya-menanya.
فَأَمَّا
مَن
تَابَ
وَءَامَنَ
وَعَمِلَ
صَـٰلِحًا
فَعَسَىٰٓ
أَن
يَكُونَ
مِنَ
ٱلْمُفْلِحِينَ
67
faaammaā
man
taāba
wa'aāmana
wa‘amila
ṣaāliḥanā
fa‘asaāā
aan
yakuwna
mina
almufliḥiyna
Adapun
orang
yang
bertobat
dan
beriman
serta
mengerjakan
amal
yang
saleh,
semoga
dia
termasuk
orang-orang
yang
beruntung.
وَرَبُّكَ
يَخْلُقُ
مَا
يَشَآءُ
وَيَخْتَارُ
ۗ
مَا
كَانَ
لَهُمُ
ٱلْخِيَرَةُ
ۚ
سُبْحَـٰنَ
ٱللَّهِ
وَتَعَـٰلَىٰ
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
68
warabbuka
yakhluqu
maā
yasyaā'u
wayakhtaāru
maā
kaāna
lahumu
alkhiyarahu
subḥaāna
alllahi
wata‘aālaāā
‘ammaā
yusyrikuwna
Dan
Tuhan-mu
menciptakan
apa
yang
Dia
kehendaki
dan
memilihnya.
Sekali-kali,
tidak
ada
pilihan
bagi
mereka
[1135].
Maha
Suci
Allah
dan
Maha
Tinggi
dari
apa
yang
mereka
persekutukan
(dengan
Dia).
وَرَبُّكَ
يَعْلَمُ
مَا
تُكِنُّ
صُدُورُهُمْ
وَمَا
يُعْلِنُونَ
69
warabbuka
ya‘lamu
maā
tukinnu
ṣuduwruhum
wamaā
yu‘linuwna
Dan
Tuhan-mu
mengetahui
apa
yang
disembunyikan
(dalam)
dada
mereka
dan
apa
yang
mereka
nyatakan.
وَهُوَ
ٱللَّهُ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ۖ
لَهُ
ٱلْحَمْدُ
فِى
ٱلْأُولَىٰ
وَٱلْـَٔاخِرَةِ
ۖ
وَلَهُ
ٱلْحُكْمُ
وَإِلَيْهِ
تُرْجَعُونَ
70
wahuwa
alllahu
laā
iilaāha
iillaā
huwa
lahu
alḥamdu
fiā
alauwlaāā
waalaākhirahi
walahu
alḥukmu
waiilayhi
turja‘uwna
Dan
Dia-lah
Allah,
tidak
ada
Tuhan
(yang
berhak
disembah),
melainkan
Dia,
bagi-Nya-lah
segala
puji
di
dunia
dan
di
akhirat
dan
bagi-Nya-lah
segala
penentuan,
dan
hanya
kepada-Nya-lah
kamu
dikembalikan
[1136].
قُلْ
أَرَءَيْتُمْ
إِن
جَعَلَ
ٱللَّهُ
عَلَيْكُمُ
ٱلَّيْلَ
سَرْمَدًا
إِلَىٰ
يَوْمِ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
مَنْ
إِلَـٰهٌ
غَيْرُ
ٱللَّهِ
يَأْتِيكُم
بِضِيَآءٍ
ۖ
أَفَلَا
تَسْمَعُونَ
71
qul
aara'aytum
iin
ja‘ala
alllahu
‘alaykumu
allayla
sarmadanā
iilaāā
yawmi
alqiyaāmahi
man
iilaāhun
ghayru
alllahi
yaatiykum
biḍiyaā'in
aafalaā
tasma‘uwna
Katakanlah,
"Terangkanlah
kepadaku,
jika
Allah
menjadikan
untukmu
malam
itu
terus-menerus
sampai
hari
kiamat,
siapakah
Tuhan
selain
Allah
yang
akan
mendatangkan
sinar
terang
kepadamu?
Maka
apakah
kamu
tidak
mendengar?"
قُلْ
أَرَءَيْتُمْ
إِن
جَعَلَ
ٱللَّهُ
عَلَيْكُمُ
ٱلنَّهَارَ
سَرْمَدًا
إِلَىٰ
يَوْمِ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
مَنْ
إِلَـٰهٌ
غَيْرُ
ٱللَّهِ
يَأْتِيكُم
بِلَيْلٍ
تَسْكُنُونَ
فِيهِ
ۖ
أَفَلَا
تُبْصِرُونَ
72
qul
aara'aytum
iin
ja‘ala
alllahu
‘alaykumu
alnnahaāra
sarmadanā
iilaāā
yawmi
alqiyaāmahi
man
iilaāhun
ghayru
alllahi
yaatiykum
bilaylin
taskunuwna
fiyhi
aafalaā
tubṣiruwna
Katakanlah,
"Terangkanlah
kepadaku,
jika
Allah
menjadikan
untukmu
siang
itu
terus-menerus
sampai
hari
kiamat,
siapakah
Tuhan
selain
Allah
yang
akan
mendatangkan
malam
kepadamu
yang
kamu
beristirahat
padanya?
Maka
apakah
kamu
tidak
memperhatikan?"
وَمِن
رَّحْمَتِهِۦ
جَعَلَ
لَكُمُ
ٱلَّيْلَ
وَٱلنَّهَارَ
لِتَسْكُنُوا۟
فِيهِ
وَلِتَبْتَغُوا۟
مِن
فَضْلِهِۦ
وَلَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
73
wamin
rraḥmatihiī
ja‘ala
lakumu
allayla
waalnnahaāra
litaskunuwā
fiyhi
walitabtaghuwā
min
faḍlihiī
wala‘allakum
tasykuruwna
Dan
karena
rahmat-Nya,
Dia
jadikan
untukmu
malam
dan
siang
supaya
kamu
beristirahat
pada
malam
itu
dan
supaya
kamu
mencari
sebagian
dari
karunia-Nya
(pada
siang
hari)
dan
agar
kamu
bersyukur
kepada-Nya.
وَيَوْمَ
يُنَادِيهِمْ
فَيَقُولُ
أَيْنَ
شُرَكَآءِىَ
ٱلَّذِينَ
كُنتُمْ
تَزْعُمُونَ
74
wayawma
yunaādiyhim
fayaquwlu
aayna
syurakaā'iāa
alladziyna
kuntum
taz‘umuwna
Dan
(ingatlah)
hari
(pada
waktu)
Allah
menyeru
mereka,
seraya
berkata,
"Di
manakah
sekutu-sekutu-Ku
yang
dahulu
kamu
katakan?"
وَنَزَعْنَا
مِن
كُلِّ
أُمَّةٍ
شَهِيدًا
فَقُلْنَا
هَاتُوا۟
بُرْهَـٰنَكُمْ
فَعَلِمُوٓا۟
أَنَّ
ٱلْحَقَّ
لِلَّهِ
وَضَلَّ
عَنْهُم
مَّا
كَانُوا۟
يَفْتَرُونَ
75
wanaza‘naā
min
kulli
aummahin
syahiydanā
faqulnaā
haātuwā
burhaānakum
fa‘alimuwā
aanna
alḥaqqa
lillahi
waḍalla
‘anhum
mmaā
kaānuwā
yaftaruwna
Dan
Kami
datangkan
dari
tiap-tiap
umat
seorang
saksi
[1137],
lalu
Kami
berkata,
"Tunjukkanlah
bukti
kebenaranmu",
maka
tahulah
mereka
bahwasanya
yang
hak
itu
[1138]
kepunyaan
Allah
dan
lenyaplah
dari
mereka
apa
yang
dahulunya
mereka
ada-adakan.
۞
إِنَّ
قَـٰرُونَ
كَانَ
مِن
قَوْمِ
مُوسَىٰ
فَبَغَىٰ
عَلَيْهِمْ
ۖ
وَءَاتَيْنَـٰهُ
مِنَ
ٱلْكُنُوزِ
مَآ
إِنَّ
مَفَاتِحَهُۥ
لَتَنُوٓأُ
بِٱلْعُصْبَةِ
أُو۟لِى
ٱلْقُوَّةِ
إِذْ
قَالَ
لَهُۥ
قَوْمُهُۥ
لَا
تَفْرَحْ
ۖ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يُحِبُّ
ٱلْفَرِحِينَ
76
iinna
qaāruwna
kaāna
min
qawmi
muwsaāā
fabaghaāā
‘alayhim
wa'aātaynaāhu
mina
alkunuwzi
maā
iinna
mafaātiḥahuū
latanuwau
bial‘uṣbahi
auwliā
alquwwahi
iidz
qaāla
lahuū
qawmuhuū
laā
tafraḥ
iinna
alllaha
laā
yuḥibbu
alfariḥiyna
Sesungguhnya
Qārūn
adalah
termasuk
kaum
Musa
[1139],
maka
ia
berlaku
aniaya
terhadap
mereka
dan
Kami
telah
menganugerahkan
kepadanya
perbendaharaan
harta
yang
kunci-kuncinya
sungguh
berat
dipikul
oleh
sejumlah
orang
yang
kuat-kuat.
(Ingatlah)
ketika
kaumnya
berkata
kepadanya,
"Janganlah
kamu
terlalu
bangga;
sesungguhnya
Allah
tidak
menyukai
orang-orang
yang
terlalu
membanggakan
diri".
وَٱبْتَغِ
فِيمَآ
ءَاتَىٰكَ
ٱللَّهُ
ٱلدَّارَ
ٱلْـَٔاخِرَةَ
ۖ
وَلَا
تَنسَ
نَصِيبَكَ
مِنَ
ٱلدُّنْيَا
ۖ
وَأَحْسِن
كَمَآ
أَحْسَنَ
ٱللَّهُ
إِلَيْكَ
ۖ
وَلَا
تَبْغِ
ٱلْفَسَادَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۖ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يُحِبُّ
ٱلْمُفْسِدِينَ
77
waabtaghi
fiymaā
'aātaāāka
alllahu
alddaāra
alaākhiraha
walaā
tansa
naṣiybaka
mina
alddunyaā
waaaḥsin
kamaā
aaḥsana
alllahu
iilayka
walaā
tabghi
alfasaāda
fiā
alaarḍi
iinna
alllaha
laā
yuḥibbu
almufsidiyna
Dan
carilah
pada
apa
yang
telah
dianugerahkan
Allah
kepadamu
(kebahagiaan)
negeri
akhirat
dan
janganlah
kamu
melupakan
bagianmu
dari
(kenikmatan)
duniawi
dan
berbuat
baiklah
(kepada
orang
lain)
sebagaimana
Allah
telah
berbuat
baik
kepadamu
dan
janganlah
kamu
berbuat
kerusakan
di
(muka)
bumi.
Sesungguhnya
Allah
tidak
menyukai
orang-orang
yang
berbuat
kerusakan.
قَالَ
إِنَّمَآ
أُوتِيتُهُۥ
عَلَىٰ
عِلْمٍ
عِندِىٓ
ۚ
أَوَلَمْ
يَعْلَمْ
أَنَّ
ٱللَّهَ
قَدْ
أَهْلَكَ
مِن
قَبْلِهِۦ
مِنَ
ٱلْقُرُونِ
مَنْ
هُوَ
أَشَدُّ
مِنْهُ
قُوَّةً
وَأَكْثَرُ
جَمْعًا
ۚ
وَلَا
يُسْـَٔلُ
عَن
ذُنُوبِهِمُ
ٱلْمُجْرِمُونَ
78
qaāla
iinnamaā
auwtiytuhuū
‘alaāā
‘ilmin
‘indiā
aawalam
ya‘lam
aanna
alllaha
qad
aahlaka
min
qablihiī
mina
alquruwni
man
huwa
aasyaddu
minhu
quwwahan
waaaktsaru
jam‘anā
walaā
yusalu
‘an
dzunuwbihimu
almujrimuwna
Qārūn
berkata,
"Sesungguhnya
aku
hanya
diberi
harta
itu
karena
ilmu
yang
ada
padaku".
Dan
apakah
ia
tidak
mengetahui
bahwasanya
Allah
sungguh
telah
membinasakan
umat-umat
sebelumnya
yang
lebih
kuat
darinya
dan
lebih
banyak
mengumpulkan
harta?
Dan
tidaklah
perlu
ditanya
kepada
orang-orang
yang
berdosa
itu
tentang
dosa-dosa
mereka.
فَخَرَجَ
عَلَىٰ
قَوْمِهِۦ
فِى
زِينَتِهِۦ
ۖ
قَالَ
ٱلَّذِينَ
يُرِيدُونَ
ٱلْحَيَوٰةَ
ٱلدُّنْيَا
يَـٰلَيْتَ
لَنَا
مِثْلَ
مَآ
أُوتِىَ
قَـٰرُونُ
إِنَّهُۥ
لَذُو
حَظٍّ
عَظِيمٍ
79
fakharaja
‘alaāā
qawmihiī
fiā
ziynatihiī
qaāla
alladziyna
yuriyduwna
alḥayawāha
alddunyaā
yaālayta
lanaā
mitsla
maā
auwtiāa
qaāruwnu
iinnahuū
ladzuw
ḥaẓẓin
‘aẓiymin
Maka
keluarlah
Qārūn
kepada
kaumnya
dalam
kemegahannya.
Berkatalah
orang-orang
yang
menghendaki
kehidupan
dunia,
"Moga-moga
kiranya
kita
mempunyai
seperti
apa
yang
telah
diberikan
kepada
Qārūn;
sesungguhnya
ia
benar-benar
mempunyai
keberuntungan
yang
besar".[1140]
وَقَالَ
ٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْعِلْمَ
وَيْلَكُمْ
ثَوَابُ
ٱللَّهِ
خَيْرٌ
لِّمَنْ
ءَامَنَ
وَعَمِلَ
صَـٰلِحًا
وَلَا
يُلَقَّىٰهَآ
إِلَّا
ٱلصَّـٰبِرُونَ
80
waqaāla
alladziyna
auwtuwā
al‘ilma
waylakum
tsawaābu
alllahi
khayrun
lliman
'aāmana
wa‘amila
ṣaāliḥanā
walaā
yulaqqaāāhaā
iillaā
alṣṣaābiruwna
Berkatalah
orang-orang
yang
dianugerahi
ilmu,
"Kecelakaan
yang
besarlah
bagimu,
pahala
Allah
adalah
lebih
baik
bagi
orang-orang
yang
beriman
dan
beramal
saleh
dan
tidak
diperoleh
pahala
itu,
kecuali
oleh
orang-orang
yang
sabar".
فَخَسَفْنَا
بِهِۦ
وَبِدَارِهِ
ٱلْأَرْضَ
فَمَا
كَانَ
لَهُۥ
مِن
فِئَةٍ
يَنصُرُونَهُۥ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
وَمَا
كَانَ
مِنَ
ٱلْمُنتَصِرِينَ
81
fakhasafnaā
bihiī
wabidaārihi
alaarḍa
famaā
kaāna
lahuū
min
fii'ahin
yanṣuruwnahuū
min
duwni
alllahi
wamaā
kaāna
mina
almuntaṣiriyna
Maka
Kami
benamkanlah
Qārūn
beserta
rumahnya
ke
dalam
bumi.
Maka
tidak
ada
baginya
suatu
golongan
pun
yang
menolongnya
terhadap
azab
Allah.
Dan
tiadalah
ia
termasuk
orang-orang
(yang
dapat)
membela
(dirinya).
وَأَصْبَحَ
ٱلَّذِينَ
تَمَنَّوْا۟
مَكَانَهُۥ
بِٱلْأَمْسِ
يَقُولُونَ
وَيْكَأَنَّ
ٱللَّهَ
يَبْسُطُ
ٱلرِّزْقَ
لِمَن
يَشَآءُ
مِنْ
عِبَادِهِۦ
وَيَقْدِرُ
ۖ
لَوْلَآ
أَن
مَّنَّ
ٱللَّهُ
عَلَيْنَا
لَخَسَفَ
بِنَا
ۖ
وَيْكَأَنَّهُۥ
لَا
يُفْلِحُ
ٱلْكَـٰفِرُونَ
82
waaaṣbaḥa
alladziyna
tamannawā
makaānahuū
bialaamsi
yaquwluwna
waykaaanna
alllaha
yabsuṭu
alrrizqa
liman
yasyaā'u
min
‘ibaādihiī
wayaqdiru
lawlaā
aan
mmanna
alllahu
‘alaynaā
lakhasafa
binaā
waykaaannahuū
laā
yufliḥu
alkaāfiruwna
Dan
jadilah
orang-orang
yang
kemarin
mencita-citakan
kedudukan
Qārūn
itu,
berkata,
"Aduhai,
benarlah
Allah
melapangkan
rezeki
bagi
siapa
yang
Dia
kehendaki
dari
hamba-hambanya
dan
menyempitkannya;
kalau
Allah
tidak
melimpahkan
karunia-Nya
atas
kita
benar-benar
Dia
telah
membenamkan
kita
(pula).
Aduhai
benarlah,
tidak
beruntung
orang-orang
yang
mengingkari
(nikmat
Allah)".
تِلْكَ
ٱلدَّارُ
ٱلْـَٔاخِرَةُ
نَجْعَلُهَا
لِلَّذِينَ
لَا
يُرِيدُونَ
عُلُوًّا
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَلَا
فَسَادًا
ۚ
وَٱلْعَـٰقِبَةُ
لِلْمُتَّقِينَ
83
tilka
alddaāru
alaākhirahu
naj‘aluhaā
lilladziyna
laā
yuriyduwna
‘uluwwanā
fiā
alaarḍi
walaā
fasaādanā
waal‘aāqibahu
lilmuttaqiyna
Negeri
akhirat
[1141]
itu,
Kami
jadikan
untuk
orang-orang
yang
tidak
ingin
menyombongkan
diri
dan
berbuat
kerusakan
di
(muka)
bumi.
Dan
kesudahan
(yang
baik)
[1142]
itu
adalah
bagi
orang-orang
yang
bertakwa.
مَن
جَآءَ
بِٱلْحَسَنَةِ
فَلَهُۥ
خَيْرٌ
مِّنْهَا
ۖ
وَمَن
جَآءَ
بِٱلسَّيِّئَةِ
فَلَا
يُجْزَى
ٱلَّذِينَ
عَمِلُوا۟
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
إِلَّا
مَا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
84
man
jaā'a
bialḥasanahi
falahuū
khayrun
mminhaā
waman
jaā'a
bialssayyii'ahi
falaā
yujzaā
alladziyna
‘amiluwā
alssayyiaāti
iillaā
maā
kaānuwā
ya‘maluwna
Barang
siapa
yang
datang
dengan
(membawa)
kebaikan,
maka
baginya
(pahala)
yang
lebih
baik
daripada
kebaikannya
itu;
dan
barang
siapa
yang
datang
dengan
(membawa)
kejahatan,
maka
tidaklah
diberi
pembalasan
kepada
orang-orang
yang
telah
mengerjakan
kejahatan
itu,
melainkan
(seimbang)
dengan
apa
yang
dahulu
mereka
kerjakan.
إِنَّ
ٱلَّذِى
فَرَضَ
عَلَيْكَ
ٱلْقُرْءَانَ
لَرَآدُّكَ
إِلَىٰ
مَعَادٍ
ۚ
قُل
رَّبِّىٓ
أَعْلَمُ
مَن
جَآءَ
بِٱلْهُدَىٰ
وَمَنْ
هُوَ
فِى
ضَلَـٰلٍ
مُّبِينٍ
85
iinna
alladziā
faraḍa
‘alayka
alqur'aāna
laraādduka
iilaāā
ma‘aādin
qul
rrabbiā
aa‘lamu
man
jaā'a
bialhudaāā
waman
huwa
fiā
ḍalaālin
mmubiynin
Sesungguhnya
yang
mewajibkan
atasmu
(melaksanakan
hukum-hukum)
Al-Qur`ān
benar-benar
akan
mengembalikan
kamu
ke
tempat
kembali
[1143].
Katakanlah,
"Tuhan-ku
mengetahui
orang
yang
membawa
petunjuk
dan
orang
yang
dalam
kesesatan
yang
nyata".
وَمَا
كُنتَ
تَرْجُوٓا۟
أَن
يُلْقَىٰٓ
إِلَيْكَ
ٱلْكِتَـٰبُ
إِلَّا
رَحْمَةً
مِّن
رَّبِّكَ
ۖ
فَلَا
تَكُونَنَّ
ظَهِيرًا
لِّلْكَـٰفِرِينَ
86
wamaā
kunta
tarjuwā
aan
yulqaāā
iilayka
alkitaābu
iillaā
raḥmahan
mmin
rrabbika
falaā
takuwnanna
ẓahiyranā
llilkaāfiriyna
Dan
kamu
tidak
pernah
mengharap
agar
Al-Qur`ān
diturunkan
kepadamu,
tetapi
ia
(diturunkan)
karena
suatu
rahmat
yang
besar
dari
Tuhan-mu
[1144]
sebab
itu
janganlah
sekali-kali
kamu
menjadi
penolong
bagi
orang-orang
kafir.
وَلَا
يَصُدُّنَّكَ
عَنْ
ءَايَـٰتِ
ٱللَّهِ
بَعْدَ
إِذْ
أُنزِلَتْ
إِلَيْكَ
ۖ
وَٱدْعُ
إِلَىٰ
رَبِّكَ
ۖ
وَلَا
تَكُونَنَّ
مِنَ
ٱلْمُشْرِكِينَ
87
walaā
yaṣuddunnaka
‘an
'aāyaāti
alllahi
ba‘da
iidz
aunzilat
iilayka
waad‘u
iilaāā
rabbika
walaā
takuwnanna
mina
almusyrikiyna
Dan
janganlah
sekali-kali
mereka
dapat
menghalangimu
dari
(menyampaikan)
ayat-ayat
Allah,
sesudah
ayat-ayat
itu
diturunkan
kepadamu,
dan
serulah
mereka
kepada
(jalan)
Tuhan-mu,
dan
janganlah
sekali-sekali
kamu
termasuk
orang-orang
yang
mempersekutukan
Tuhan.
وَلَا
تَدْعُ
مَعَ
ٱللَّهِ
إِلَـٰهًا
ءَاخَرَ
ۘ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ۚ
كُلُّ
شَىْءٍ
هَالِكٌ
إِلَّا
وَجْهَهُۥ
ۚ
لَهُ
ٱلْحُكْمُ
وَإِلَيْهِ
تُرْجَعُونَ
88
walaā
tad‘u
ma‘a
alllahi
iilaāhanā
'aākhara
laā
iilaāha
iillaā
huwa
kullu
syaā'in
haālikun
iillaā
wajhahuū
lahu
alḥukmu
waiilayhi
turja‘uwna
Janganlah
kamu
sembah
di
samping
(menyembah)
Allah,
tuhan
apa
pun
yang
lain.
Tidak
ada
Tuhan
(yang
berhak
disembah),
melainkan
Dia.
Tiap-tiap
sesuatu
pasti
binasa,
kecuali
wajah-Nya
(Allah).
Bagi-Nya-lah
segala
penentuan
dan
hanya
kepada-Nya-lah
kamu
dikembalikan.