سُورَةٌ
أَنزَلْنَـٰهَا
وَفَرَضْنَـٰهَا
وَأَنزَلْنَا
فِيهَآ
ءَايَـٰتٍۭ
بَيِّنَـٰتٍ
لَّعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُونَ
1
suwrahun
aanzalnaāhaā
wafaraḍnaāhaā
waaanzalnaā
fiyhaā
'aāyaātin
bayyinaātin
lla‘allakum
tadzakkaruwna
(Ini
adalah)
satu
surah
yang
Kami
turunkan
dan
Kami
wajibkan
(menjalankan
hukum-hukum
yang
ada
di
dalam)nya
dan
Kami
turunkan
di
dalamnya
ayat-ayat
yang
jelas
agar
kamu
selalu
mengingatinya.
ٱلزَّانِيَةُ
وَٱلزَّانِى
فَٱجْلِدُوا۟
كُلَّ
وَٰحِدٍ
مِّنْهُمَا
مِا۟ئَةَ
جَلْدَةٍ
ۖ
وَلَا
تَأْخُذْكُم
بِهِمَا
رَأْفَةٌ
فِى
دِينِ
ٱللَّهِ
إِن
كُنتُمْ
تُؤْمِنُونَ
بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ
ۖ
وَلْيَشْهَدْ
عَذَابَهُمَا
طَآئِفَةٌ
مِّنَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
2
alzzaāniyahu
waalzzaāniā
faajliduwā
kulla
waāḥidin
mminhumaā
miāi'aha
jaldahin
walaā
taakhudzkum
bihimaā
raafahun
fiā
diyni
alllahi
iin
kuntum
tuu'minuwna
bialllahi
waalyawmi
alaākhiri
walyasyhad
‘adzaābahumaā
ṭaāi'ifahun
mmina
almuu'miniyna
Perempuan
yang
berzina
dan
laki-laki
yang
berzina,
maka
deralah
tiap-tiap
seorang
dari
keduanya
seratus
kali
dera,
dan
janganlah
belas
kasihan
kepada
keduanya
mencegah
kamu
untuk
(menjalankan)
agama
Allah,
jika
kamu
beriman
kepada
Allah
dan
hari
akhirat
dan
hendaklah
(pelaksanaan)
hukuman
mereka
disaksikan
oleh
sekumpulan
orang-orang
yang
beriman.
ٱلزَّانِى
لَا
يَنكِحُ
إِلَّا
زَانِيَةً
أَوْ
مُشْرِكَةً
وَٱلزَّانِيَةُ
لَا
يَنكِحُهَآ
إِلَّا
زَانٍ
أَوْ
مُشْرِكٌ
ۚ
وَحُرِّمَ
ذَٰلِكَ
عَلَى
ٱلْمُؤْمِنِينَ
3
alzzaāniā
laā
yankiḥu
iillaā
zaāniyahan
aaw
musyrikahan
waalzzaāniyahu
laā
yankiḥuhaā
iillaā
zaānin
aaw
musyrikun
waḥurrima
dzaālika
‘alaā
almuu'miniyna
Laki-laki
yang
berzina
tidak
mengawini,
melainkan
perempuan
yang
berzina
atau
perempuan
yang
musyrik
dan
perempuan
yang
berzina
tidak
dikawini,
melainkan
oleh
laki-laki
yang
berzina
atau
laki-laki
musyrik
dan
yang
demikian
itu
diharamkan
atas
orang-orang
yang
mukmin
[1029].
وَٱلَّذِينَ
يَرْمُونَ
ٱلْمُحْصَنَـٰتِ
ثُمَّ
لَمْ
يَأْتُوا۟
بِأَرْبَعَةِ
شُهَدَآءَ
فَٱجْلِدُوهُمْ
ثَمَـٰنِينَ
جَلْدَةً
وَلَا
تَقْبَلُوا۟
لَهُمْ
شَهَـٰدَةً
أَبَدًا
ۚ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْفَـٰسِقُونَ
4
waalladziyna
yarmuwna
almuḥṣanaāti
tsumma
lam
yaatuwā
biaarba‘ahi
syuhadaā'a
faajliduwhum
tsamaāniyna
jaldahan
walaā
taqbaluwā
lahum
syahaādahan
aabadanā
waauwlaāi'ika
humu
alfaāsiquwna
Dan
orang-orang
yang
menuduh
wanita-wanita
yang
baik-baik
[1030]
(berbuat
zina)
dan
mereka
tidak
mendatangkan
empat
orang
saksi,
maka
deralah
mereka
(yang
menuduh
itu)
delapan
puluh
kali
dera
dan
janganlah
kamu
terima
kesaksian
mereka
buat
selama-lamanya.
Dan
mereka
itulah
orang-orang
yang
fasik.
إِلَّا
ٱلَّذِينَ
تَابُوا۟
مِنۢ
بَعْدِ
ذَٰلِكَ
وَأَصْلَحُوا۟
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
5
iillaā
alladziyna
taābuwā
min
ba‘di
dzaālika
waaaṣlaḥuwā
faiinna
alllaha
ghafuwrun
rraḥiymun
kecuali
orang-orang
yang
bertobat
sesudah
itu
dan
memperbaiki
(dirinya),
maka
sesungguhnya
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
وَٱلَّذِينَ
يَرْمُونَ
أَزْوَٰجَهُمْ
وَلَمْ
يَكُن
لَّهُمْ
شُهَدَآءُ
إِلَّآ
أَنفُسُهُمْ
فَشَهَـٰدَةُ
أَحَدِهِمْ
أَرْبَعُ
شَهَـٰدَٰتٍۭ
بِٱللَّهِ
ۙ
إِنَّهُۥ
لَمِنَ
ٱلصَّـٰدِقِينَ
6
waalladziyna
yarmuwna
aazwaājahum
walam
yakun
llahum
syuhadaā'u
iillaā
aanfusuhum
fasyahaādahu
aaḥadihim
aarba‘u
syahaādaātin
bialllahi
iinnahuū
lamina
alṣṣaādiqiyna
Dan
orang-orang
yang
menuduh
istrinya
(berzina),
padahal
mereka
tidak
ada
mempunyai
saksi-saksi
selain
diri
mereka
sendiri,
maka
persaksian
orang
itu
ialah
empat
kali
bersumpah
dengan
nama
Allah;
sesungguhnya
dia
adalah
termasuk
orang-orang
yang
benar.
وَٱلْخَـٰمِسَةُ
أَنَّ
لَعْنَتَ
ٱللَّهِ
عَلَيْهِ
إِن
كَانَ
مِنَ
ٱلْكَـٰذِبِينَ
7
waalkhaāmisahu
aanna
la‘nata
alllahi
‘alayhi
iin
kaāna
mina
alkaādzibiyna
Dan
(sumpah)
yang
kelima
bahwa
laknat
Allah
atasnya,
jika
dia
termasuk
orang-orang
yang
berdusta
[1031].
وَيَدْرَؤُا۟
عَنْهَا
ٱلْعَذَابَ
أَن
تَشْهَدَ
أَرْبَعَ
شَهَـٰدَٰتٍۭ
بِٱللَّهِ
ۙ
إِنَّهُۥ
لَمِنَ
ٱلْكَـٰذِبِينَ
8
wayadrau'uā
‘anhaā
al‘adzaāba
aan
tasyhada
aarba‘a
syahaādaātin
bialllahi
iinnahuū
lamina
alkaādzibiyna
Istrinya
itu
dihindarkan
dari
hukuman
oleh
sumpahnya
empat
kali
atas
nama
Allah;
sesungguhnya
suaminya
itu
benar-benar
termasuk
orang-orang
yang
dusta.
وَٱلْخَـٰمِسَةَ
أَنَّ
غَضَبَ
ٱللَّهِ
عَلَيْهَآ
إِن
كَانَ
مِنَ
ٱلصَّـٰدِقِينَ
9
waalkhaāmisaha
aanna
ghaḍaba
alllahi
‘alayhaā
iin
kaāna
mina
alṣṣaādiqiyna
dan
(sumpah)
yang
kelima
bahwa
laknat
Allah
atasnya,
jika
suaminya
itu
termasuk
orang-orang
yang
benar.
وَلَوْلَا
فَضْلُ
ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَتُهُۥ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
تَوَّابٌ
حَكِيمٌ
10
walawlaā
faḍlu
alllahi
‘alaykum
waraḥmatuhuū
waaanna
alllaha
tawwaābun
ḥakiymun
Dan
andaikata
tidak
ada
karunia
Allah
dan
rahmat-Nya
atas
dirimu
dan
(andaikata)
Allah
bukan
Penerima
Tobat
lagi
Maha
Bijaksana,
(niscaya
kamu
akan
mengalami
kesulitan-kesulitan).
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
جَآءُو
بِٱلْإِفْكِ
عُصْبَةٌ
مِّنكُمْ
ۚ
لَا
تَحْسَبُوهُ
شَرًّا
لَّكُم
ۖ
بَلْ
هُوَ
خَيْرٌ
لَّكُمْ
ۚ
لِكُلِّ
ٱمْرِئٍ
مِّنْهُم
مَّا
ٱكْتَسَبَ
مِنَ
ٱلْإِثْمِ
ۚ
وَٱلَّذِى
تَوَلَّىٰ
كِبْرَهُۥ
مِنْهُمْ
لَهُۥ
عَذَابٌ
عَظِيمٌ
11
iinna
alladziyna
jaā'uw
bialiifki
‘uṣbahun
mminkum
laā
taḥsabuwhu
syarranā
llakum
bal
huwa
khayrun
llakum
likulli
amrii'in
mminhum
mmaā
aktasaba
mina
aliitsmi
waalladziā
tawallaāā
kibrahuū
minhum
lahuū
‘adzaābun
‘aẓiymun
Sesungguhnya
orang-orang
yang
membawa
berita
bohong
itu
adalah
dari
golongan
kamu
juga.
Janganlah
kamu
kira
bahwa
berita
bohong
itu
buruk
bagi
kamu,
bahkan
ia
adalah
baik
bagi
kamu.
Tiap-tiap
seseorang
dari
mereka
mendapat
balasan
dari
dosa
yang
dikerjakannya.
Dan
siapa
di
antara
mereka
yang
mengambil
bagian
yang
terbesar
dalam
penyiaran
berita
bohong
itu
baginya
azab
yang
besar
[1032].
لَّوْلَآ
إِذْ
سَمِعْتُمُوهُ
ظَنَّ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ
بِأَنفُسِهِمْ
خَيْرًا
وَقَالُوا۟
هَـٰذَآ
إِفْكٌ
مُّبِينٌ
12
llawlaā
iidz
sami‘tumuwhu
ẓanna
almuu'minuwna
waalmuu'minaātu
biaanfusihim
khayranā
waqaāluwā
haādzaā
iifkun
mmubiynun
Mengapa
pada
waktu
kamu
mendengar
berita
bohong
itu
orang-orang
mukminin
dan
mukminat
tidak
bersangka
baik
terhadap
diri
mereka
sendiri
dan
(mengapa
tidak)
berkata,
"Ini
adalah
suatu
berita
bohong
yang
nyata."
لَّوْلَا
جَآءُو
عَلَيْهِ
بِأَرْبَعَةِ
شُهَدَآءَ
ۚ
فَإِذْ
لَمْ
يَأْتُوا۟
بِٱلشُّهَدَآءِ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
عِندَ
ٱللَّهِ
هُمُ
ٱلْكَـٰذِبُونَ
13
llawlaā
jaā'uw
‘alayhi
biaarba‘ahi
syuhadaā'a
faiidz
lam
yaatuwā
bialsysyuhadaā'i
faauwlaāi'ika
‘inda
alllahi
humu
alkaādzibuwna
Mengapa
mereka
(yang
menuduh
itu)
tidak
mendatangkan
empat
orang
saksi
atas
berita
bohong
itu?
Karena
mereka
tidak
mendatangkan
saksi-saksi,
maka
mereka
itulah
pada
sisi
Allah
orang-orang
yang
dusta.
وَلَوْلَا
فَضْلُ
ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَتُهُۥ
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةِ
لَمَسَّكُمْ
فِى
مَآ
أَفَضْتُمْ
فِيهِ
عَذَابٌ
عَظِيمٌ
14
walawlaā
faḍlu
alllahi
‘alaykum
waraḥmatuhuū
fiā
alddunyaā
waalaākhirahi
lamassakum
fiā
maā
aafaḍtum
fiyhi
‘adzaābun
‘aẓiymun
Sekiranya
tidak
ada
karunia
Allah
dan
rahmat-Nya
kepada
kamu
semua
di
dunia
dan
di
akhirat,
niscaya
kamu
ditimpa
azab
yang
besar
karena
pembicaraan
kamu
tentang
berita
bohong
itu.
إِذْ
تَلَقَّوْنَهُۥ
بِأَلْسِنَتِكُمْ
وَتَقُولُونَ
بِأَفْوَاهِكُم
مَّا
لَيْسَ
لَكُم
بِهِۦ
عِلْمٌ
وَتَحْسَبُونَهُۥ
هَيِّنًا
وَهُوَ
عِندَ
ٱللَّهِ
عَظِيمٌ
15
iidz
talaqqawnahuū
biaalsinatikum
wataquwluwna
biaafwaāhikum
mmaā
laysa
lakum
bihiī
‘ilmun
wataḥsabuwnahuū
hayyinanā
wahuwa
‘inda
alllahi
‘aẓiymun
(Ingatlah)
pada
waktu
kamu
menerima
berita
bohong
itu
dari
mulut
ke
mulut
dan
kamu
katakan
dengan
mulutmu
apa
yang
tidak
kamu
ketahui
sedikit
juga
dan
kamu
menganggapnya
suatu
yang
ringan
saja.
Padahal
dia
pada
sisi
Allah
adalah
besar.
وَلَوْلَآ
إِذْ
سَمِعْتُمُوهُ
قُلْتُم
مَّا
يَكُونُ
لَنَآ
أَن
نَّتَكَلَّمَ
بِهَـٰذَا
سُبْحَـٰنَكَ
هَـٰذَا
بُهْتَـٰنٌ
عَظِيمٌ
16
walawlaā
iidz
sami‘tumuwhu
qultum
mmaā
yakuwnu
lanaā
aan
nnatakallama
bihaādzaā
subḥaānaka
haādzaā
buhtaānun
‘aẓiymun
Dan
mengapa
kamu
tidak
berkata
pada
waktu
mendengar
berita
bohong
itu,
"Sekali-kali
tidaklah
pantas
bagi
kita
memperkatakan
ini.
Maha
Suci
Engkau
(Ya
Tuhan
kami),
ini
adalah
dusta
yang
besar."
يَعِظُكُمُ
ٱللَّهُ
أَن
تَعُودُوا۟
لِمِثْلِهِۦٓ
أَبَدًا
إِن
كُنتُم
مُّؤْمِنِينَ
17
ya‘iẓukumu
alllahu
aan
ta‘uwduwā
limitslihiī
aabadanā
iin
kuntum
mmuu'miniyna
Allah
memperingatkan
kamu
agar
(jangan)
kembali
memperbuat
yang
seperti
itu
selama-lamanya,
jika
kamu
orang-orang
yang
beriman,
وَيُبَيِّنُ
ٱللَّهُ
لَكُمُ
ٱلْـَٔايَـٰتِ
ۚ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌ
حَكِيمٌ
18
wayubayyinu
alllahu
lakumu
alaāyaāti
waalllahu
‘aliymun
ḥakiymun
dan
Allah
menerangkan
ayat-ayat-Nya
kepada
kamu.
Dan
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Bijaksana.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يُحِبُّونَ
أَن
تَشِيعَ
ٱلْفَـٰحِشَةُ
فِى
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةِ
ۚ
وَٱللَّهُ
يَعْلَمُ
وَأَنتُمْ
لَا
تَعْلَمُونَ
19
iinna
alladziyna
yuḥibbuwna
aan
tasyiy‘a
alfaāḥisyahu
fiā
alladziyna
'aāmanuwā
lahum
‘adzaābun
aaliymun
fiā
alddunyaā
waalaākhirahi
waalllahu
ya‘lamu
waaantum
laā
ta‘lamuwna
Sesungguhnya
orang-orang
yang
ingin
agar
(berita)
perbuatan
yang
amat
keji
itu
tersiar
di
kalangan
orang-orang
yang
beriman
bagi
mereka
azab
yang
pedih
di
dunia
dan
di
akhirat.
Dan
Allah
mengetahui,
sedangkan
kamu
tidak
mengetahui.
وَلَوْلَا
فَضْلُ
ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَتُهُۥ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
رَءُوفٌ
رَّحِيمٌ
20
walawlaā
faḍlu
alllahi
‘alaykum
waraḥmatuhuū
waaanna
alllaha
ra'uwfun
rraḥiymun
Dan
sekiranya
tidaklah
karena
karunia
Allah
dan
rahmat-Nya
kepada
kamu
semua
dan
Allah
Maha
Penyantun
dan
Maha
Penyayang,
(niscaya
kamu
akan
ditimpa
azab
yang
besar).
۞
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَا
تَتَّبِعُوا۟
خُطُوَٰتِ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
ۚ
وَمَن
يَتَّبِعْ
خُطُوَٰتِ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
فَإِنَّهُۥ
يَأْمُرُ
بِٱلْفَحْشَآءِ
وَٱلْمُنكَرِ
ۚ
وَلَوْلَا
فَضْلُ
ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَتُهُۥ
مَا
زَكَىٰ
مِنكُم
مِّنْ
أَحَدٍ
أَبَدًا
وَلَـٰكِنَّ
ٱللَّهَ
يُزَكِّى
مَن
يَشَآءُ
ۗ
وَٱللَّهُ
سَمِيعٌ
عَلِيمٌ
21
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
laā
tattabi‘uwā
khuṭuwaāti
alsysyayṭaāni
waman
yattabi‘
khuṭuwaāti
alsysyayṭaāni
faiinnahuū
yaamuru
bialfaḥsyaā'i
waalmunkari
walawlaā
faḍlu
alllahi
‘alaykum
waraḥmatuhuū
maā
zakaāā
minkum
mmin
aaḥadin
aabadanā
walaākinna
alllaha
yuzakkiā
man
yasyaā'u
waalllahu
samiy‘un
‘aliymun
Hai
orang-orang
yang
beriman,
janganlah
kamu
mengikuti
langkah-langkah
setan.
Barang
siapa
yang
mengikuti
langkah-langkah
setan,
maka
sesungguhnya
setan
itu
menyuruh
mengerjakan
perbuatan
yang
keji
dan
yang
mungkar.
Sekiranya
tidaklah
karena
karunia
Allah
dan
rahmat-Nya
kepada
kamu
sekalian,
niscaya
tidak
seorang
pun
dari
kamu
bersih
(dari
perbuatan-perbuatan
keji
dan
mungkar
itu)
selama-lamanya,
tetapi
Allah
membersihkan
siapa
yang
dikehendaki-Nya.
Dan
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Mengetahui.
وَلَا
يَأْتَلِ
أُو۟لُوا۟
ٱلْفَضْلِ
مِنكُمْ
وَٱلسَّعَةِ
أَن
يُؤْتُوٓا۟
أُو۟لِى
ٱلْقُرْبَىٰ
وَٱلْمَسَـٰكِينَ
وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
ۖ
وَلْيَعْفُوا۟
وَلْيَصْفَحُوٓا۟
ۗ
أَلَا
تُحِبُّونَ
أَن
يَغْفِرَ
ٱللَّهُ
لَكُمْ
ۗ
وَٱللَّهُ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
22
walaā
yaatali
auwluwā
alfaḍli
minkum
waalssa‘ahi
aan
yuu'tuwā
auwliā
alqurbaāā
waalmasaākiyna
waalmuhaājiriyna
fiā
sabiyli
alllahi
walya‘fuwā
walyaṣfaḥuwā
aalaā
tuḥibbuwna
aan
yaghfira
alllahu
lakum
waalllahu
ghafuwrun
rraḥiymun
Dan
janganlah
orang-orang
yang
mempunyai
kelebihan
dan
kelapangan
di
antara
kamu
bersumpah
bahwa
mereka
(tidak)
akan
memberi
(bantuan)
kepada
kaum
kerabat(nya),
orang-orang
yang
miskin,
dan
orang-orang
yang
berhijrah
pada
jalan
Allah,
dan
hendaklah
mereka
memaafkan
dan
berlapang
dada.
Apakah
kamu
tidak
ingin
bahwa
Allah
mengampunimu?
Dan
Allah
adalah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang
[1033],
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يَرْمُونَ
ٱلْمُحْصَنَـٰتِ
ٱلْغَـٰفِلَـٰتِ
ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ
لُعِنُوا۟
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةِ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
عَظِيمٌ
23
iinna
alladziyna
yarmuwna
almuḥṣanaāti
alghaāfilaāti
almuu'minaāti
lu‘inuwā
fiā
alddunyaā
waalaākhirahi
walahum
‘adzaābun
‘aẓiymun
Sesungguhnya
orang-orang
yang
menuduh
wanita
yang
baik-baik,
yang
lengah
[1034]
lagi
beriman
(berbuat
zina),
mereka
kena
laknat
di
dunia
dan
akhirat
dan
bagi
mereka
azab
yang
besar,
يَوْمَ
تَشْهَدُ
عَلَيْهِمْ
أَلْسِنَتُهُمْ
وَأَيْدِيهِمْ
وَأَرْجُلُهُم
بِمَا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
24
yawma
tasyhadu
‘alayhim
aalsinatuhum
waaaydiyhim
waaarjuluhum
bimaā
kaānuwā
ya‘maluwna
pada
hari
(ketika),
lidah,
tangan,
dan
kaki
mereka
menjadi
saksi
atas
mereka
terhadap
apa
yang
dahulu
mereka
kerjakan.
يَوْمَئِذٍ
يُوَفِّيهِمُ
ٱللَّهُ
دِينَهُمُ
ٱلْحَقَّ
وَيَعْلَمُونَ
أَنَّ
ٱللَّهَ
هُوَ
ٱلْحَقُّ
ٱلْمُبِينُ
25
yawmai'idzin
yuwaffiyhimu
alllahu
diynahumu
alḥaqqa
waya‘lamuwna
aanna
alllaha
huwa
alḥaqqu
almubiynu
Pada
hari
itu,
Allah
akan
memberi
mereka
balasan
yag
setimpal
menurut
semestinya
dan
tahulah
mereka
bahwa
Allah-lah
yang
benar
lagi
Yang
menjelaskan
(segala
sesuatu
menurut
hakikat
yang
sebenarnya).
ٱلْخَبِيثَـٰتُ
لِلْخَبِيثِينَ
وَٱلْخَبِيثُونَ
لِلْخَبِيثَـٰتِ
ۖ
وَٱلطَّيِّبَـٰتُ
لِلطَّيِّبِينَ
وَٱلطَّيِّبُونَ
لِلطَّيِّبَـٰتِ
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
مُبَرَّءُونَ
مِمَّا
يَقُولُونَ
ۖ
لَهُم
مَّغْفِرَةٌ
وَرِزْقٌ
كَرِيمٌ
26
alkhabiytsaātu
lilkhabiytsiyna
waalkhabiytsuwna
lilkhabiytsaāti
waalṭṭayyibaātu
lilṭṭayyibiyna
waalṭṭayyibuwna
lilṭṭayyibaāti
auwlaāi'ika
mubarra'uwna
mimmaā
yaquwluwna
lahum
mmaghfirahun
warizqun
kariymun
Wanita-wanita
yang
keji
adalah
untuk
laki-laki
yang
keji,
dan
laki-laki
yang
keji
adalah
buat
wanita-wanita
yang
keji
(pula),
dan
wanita-wanita
yang
baik
adalah
untuk
laki-laki
yang
baik,
dan
laki-laki
yang
baik
adalah
untuk
wanita-wanita
yang
baik
(pula).
Mereka
(yang
dituduh)
itu
bersih
dari
apa
yang
dituduhkan
oleh
mereka
(yang
menuduh
itu).
Bagi
mereka
ampunan
dan
rezeki
yang
mulia
(surga)
[1035].
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَا
تَدْخُلُوا۟
بُيُوتًا
غَيْرَ
بُيُوتِكُمْ
حَتَّىٰ
تَسْتَأْنِسُوا۟
وَتُسَلِّمُوا۟
عَلَىٰٓ
أَهْلِهَا
ۚ
ذَٰلِكُمْ
خَيْرٌ
لَّكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُونَ
27
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
laā
tadkhuluwā
buyuwtanā
ghayra
buyuwtikum
ḥattaāā
tastaanisuwā
watusallimuwā
‘alaāā
aahlihaā
dzaālikum
khayrun
llakum
la‘allakum
tadzakkaruwna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
janganlah
kamu
memasuki
rumah
yang
bukan
rumahmu
sebelum
meminta
izin
dan
memberi
salam
kepada
penghuninya.
Yang
demikian
itu
lebih
baik
bagimu
agar
kamu
(selalu)
ingat.
فَإِن
لَّمْ
تَجِدُوا۟
فِيهَآ
أَحَدًا
فَلَا
تَدْخُلُوهَا
حَتَّىٰ
يُؤْذَنَ
لَكُمْ
ۖ
وَإِن
قِيلَ
لَكُمُ
ٱرْجِعُوا۟
فَٱرْجِعُوا۟
ۖ
هُوَ
أَزْكَىٰ
لَكُمْ
ۚ
وَٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
عَلِيمٌ
28
faiin
llam
tajiduwā
fiyhaā
aaḥadanā
falaā
tadkhuluwhaā
ḥattaāā
yuu'dzana
lakum
waiin
qiyla
lakumu
arji‘uwā
faarji‘uwā
huwa
aazkaāā
lakum
waalllahu
bimaā
ta‘maluwna
‘aliymun
Jika
kamu
tidak
menemui
seorang
pun
di
dalamnya,
maka
janganlah
kamu
masuk
sebelum
kamu
mendapat
izin.
Dan
jika
dikatakan
kepadamu,
"Kembali
(saja)lah",
maka
hendaklah
kamu
kembali.
Itu
bersih
bagimu
dan
Allah
Maha
Mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
لَّيْسَ
عَلَيْكُمْ
جُنَاحٌ
أَن
تَدْخُلُوا۟
بُيُوتًا
غَيْرَ
مَسْكُونَةٍ
فِيهَا
مَتَـٰعٌ
لَّكُمْ
ۚ
وَٱللَّهُ
يَعْلَمُ
مَا
تُبْدُونَ
وَمَا
تَكْتُمُونَ
29
llaysa
‘alaykum
junaāḥun
aan
tadkhuluwā
buyuwtanā
ghayra
maskuwnahin
fiyhaā
mataā‘un
llakum
waalllahu
ya‘lamu
maā
tubduwna
wamaā
taktumuwna
Tidak
ada
dosa
atasmu
memasuki
rumah
yang
tidak
disediakan
untuk
didiami
yang
di
dalamnya
ada
keperluanmu;
dan
Allah
mengetahui
apa
yang
kamu
nyatakan
dan
apa
yang
kamu
sembunyikan.
قُل
لِّلْمُؤْمِنِينَ
يَغُضُّوا۟
مِنْ
أَبْصَـٰرِهِمْ
وَيَحْفَظُوا۟
فُرُوجَهُمْ
ۚ
ذَٰلِكَ
أَزْكَىٰ
لَهُمْ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
خَبِيرٌۢ
بِمَا
يَصْنَعُونَ
30
qul
llilmuu'miniyna
yaghuḍḍuwā
min
aabṣaārihim
wayaḥfaẓuwā
furuwjahum
dzaālika
aazkaāā
lahum
iinna
alllaha
khabiyrun
bimaā
yaṣna‘uwna
Katakanlah
kepada
orang
laki-laki
yang
beriman,
"Hendaklah
mereka
menahan
pandanganya
dan
memelihara
kemaluannya;
yang
demikian
itu
adalah
lebih
suci
bagi
mereka;
sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
apa
yang
mereka
perbuat".
وَقُل
لِّلْمُؤْمِنَـٰتِ
يَغْضُضْنَ
مِنْ
أَبْصَـٰرِهِنَّ
وَيَحْفَظْنَ
فُرُوجَهُنَّ
وَلَا
يُبْدِينَ
زِينَتَهُنَّ
إِلَّا
مَا
ظَهَرَ
مِنْهَا
ۖ
وَلْيَضْرِبْنَ
بِخُمُرِهِنَّ
عَلَىٰ
جُيُوبِهِنَّ
ۖ
وَلَا
يُبْدِينَ
زِينَتَهُنَّ
إِلَّا
لِبُعُولَتِهِنَّ
أَوْ
ءَابَآئِهِنَّ
أَوْ
ءَابَآءِ
بُعُولَتِهِنَّ
أَوْ
أَبْنَآئِهِنَّ
أَوْ
أَبْنَآءِ
بُعُولَتِهِنَّ
أَوْ
إِخْوَٰنِهِنَّ
أَوْ
بَنِىٓ
إِخْوَٰنِهِنَّ
أَوْ
بَنِىٓ
أَخَوَٰتِهِنَّ
أَوْ
نِسَآئِهِنَّ
أَوْ
مَا
مَلَكَتْ
أَيْمَـٰنُهُنَّ
أَوِ
ٱلتَّـٰبِعِينَ
غَيْرِ
أُو۟لِى
ٱلْإِرْبَةِ
مِنَ
ٱلرِّجَالِ
أَوِ
ٱلطِّفْلِ
ٱلَّذِينَ
لَمْ
يَظْهَرُوا۟
عَلَىٰ
عَوْرَٰتِ
ٱلنِّسَآءِ
ۖ
وَلَا
يَضْرِبْنَ
بِأَرْجُلِهِنَّ
لِيُعْلَمَ
مَا
يُخْفِينَ
مِن
زِينَتِهِنَّ
ۚ
وَتُوبُوٓا۟
إِلَى
ٱللَّهِ
جَمِيعًا
أَيُّهَ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ
31
waqul
llilmuu'minaāti
yaghḍuḍna
min
aabṣaārihinna
wayaḥfaẓna
furuwjahunna
walaā
yubdiyna
ziynatahunna
iillaā
maā
ẓahara
minhaā
walyaḍribna
bikhumurihinna
‘alaāā
juyuwbihinna
walaā
yubdiyna
ziynatahunna
iillaā
libu‘uwlatihinna
aaw
'aābaāi'ihinna
aaw
'aābaā'i
bu‘uwlatihinna
aaw
aabnaāi'ihinna
aaw
aabnaā'i
bu‘uwlatihinna
aaw
iikhwaānihinna
aaw
baniā
iikhwaānihinna
aaw
baniā
aakhawaātihinna
aaw
nisaāi'ihinna
aaw
maā
malakat
aaymaānuhunna
aawi
alttaābi‘iyna
ghayri
auwliā
aliirbahi
mina
alrrijaāli
aawi
alṭṭifli
alladziyna
lam
yaẓharuwā
‘alaāā
‘awraāti
alnnisaā'i
walaā
yaḍribna
biaarjulihinna
liyu‘lama
maā
yukhfiyna
min
ziynatihinna
watuwbuwā
iilaā
alllahi
jamiy‘anā
aayyuha
almuu'minuwna
la‘allakum
tufliḥuwna
Katakanlah
kepada
wanita
yang
beriman,
"Hendaklah
mereka
menahan
pandangannya,
dan
memelihara
kemaluannya,
dan
janganlah
mereka
menampakkan
perhiasannya,
kecuali
yang
(biasa)
tampak
darinya.
Dan
hendaklah
mereka
menutupkan
kain
kudung
ke
dadanya
dan
janganlah
menampakkan
perhiasannya,
kecuali
kepada
suami
mereka,
atau
ayah
mereka,
atau
ayah
suami
mereka,
atau
putra-putra
mereka,
atau
putra-putra
suami
mereka,
atau
saudara-saudara
laki-laki
mereka,
atau
putra-putra
saudara
lelaki
mereka,
atau
putra-putra
saudara
perempuan
mereka,
atau
wanita-wanita
Islam,
atau
budak-budak
yang
mereka
miliki,
atau
pelayan-pelayan
laki-laki
yang
tidak
mempunyai
keinginan
(terhadap
wanita),
atau
anak-anak
yang
belum
mengerti
tentang
aurat
wanita.
Dan
janganlah
mereka
memukulkan
kakinya
agar
diketahui
perhiasan
yang
mereka
sembunyikan.
Dan
bertobatlah
kamu
sekalian
kepada
Allah,
hai
orang-orang
yang
beriman
supaya
kamu
beruntung.
وَأَنكِحُوا۟
ٱلْأَيَـٰمَىٰ
مِنكُمْ
وَٱلصَّـٰلِحِينَ
مِنْ
عِبَادِكُمْ
وَإِمَآئِكُمْ
ۚ
إِن
يَكُونُوا۟
فُقَرَآءَ
يُغْنِهِمُ
ٱللَّهُ
مِن
فَضْلِهِۦ
ۗ
وَٱللَّهُ
وَٰسِعٌ
عَلِيمٌ
32
waaankiḥuwā
alaayaāmaāā
minkum
waalṣṣaāliḥiyna
min
‘ibaādikum
waiimaāi'ikum
iin
yakuwnuwā
fuqaraā'a
yughnihimu
alllahu
min
faḍlihiī
waalllahu
waāsi‘un
‘aliymun
Dan
kawinkanlah
orang-orang
yang
sedirian
[1036]
di
antara
kamu
dan
orang-orang
yang
layak
(berkawin)
dari
hamba-hamba
sahayamu
yang
lelaki
dan
hamba-hamba
sahayamu
yang
perempuan.
Jika
mereka
miskin,
Allah
akan
memampukan
mereka
dengan
karunia-Nya.
Dan
Allah
Maha
luas
(pemberian-Nya)
lagi
Maha
Mengetahui.
وَلْيَسْتَعْفِفِ
ٱلَّذِينَ
لَا
يَجِدُونَ
نِكَاحًا
حَتَّىٰ
يُغْنِيَهُمُ
ٱللَّهُ
مِن
فَضْلِهِۦ
ۗ
وَٱلَّذِينَ
يَبْتَغُونَ
ٱلْكِتَـٰبَ
مِمَّا
مَلَكَتْ
أَيْمَـٰنُكُمْ
فَكَاتِبُوهُمْ
إِنْ
عَلِمْتُمْ
فِيهِمْ
خَيْرًا
ۖ
وَءَاتُوهُم
مِّن
مَّالِ
ٱللَّهِ
ٱلَّذِىٓ
ءَاتَىٰكُمْ
ۚ
وَلَا
تُكْرِهُوا۟
فَتَيَـٰتِكُمْ
عَلَى
ٱلْبِغَآءِ
إِنْ
أَرَدْنَ
تَحَصُّنًا
لِّتَبْتَغُوا۟
عَرَضَ
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
ۚ
وَمَن
يُكْرِههُّنَّ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
مِنۢ
بَعْدِ
إِكْرَٰهِهِنَّ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
33
walyasta‘fifi
alladziyna
laā
yajiduwna
nikaāḥanā
ḥattaāā
yughniyahumu
alllahu
min
faḍlihiī
waalladziyna
yabtaghuwna
alkitaāba
mimmaā
malakat
aaymaānukum
fakaātibuwhum
iin
‘alimtum
fiyhim
khayranā
wa'aātuwhum
mmin
mmaāli
alllahi
alladziā
'aātaāākum
walaā
tukrihuwā
fatayaātikum
‘alaā
albighaā'i
iin
aaradna
taḥaṣṣunanā
llitabtaghuwā
‘araḍa
alḥayawāhi
alddunyaā
waman
yukrihhhunna
faiinna
alllaha
min
ba‘di
iikraāhihinna
ghafuwrun
rraḥiymun
Dan
orang-orang
yang
tidak
mampu
kawin,
hendaklah
menjaga
kesucian
(diri)nya
sehingga
Allah
memampukan
mereka
dengan
karunia-Nya.
Dan
budak-budak
yang
kamu
miliki
yang
memginginkan
perjanjian,
hendaklah
kamu
buat
perjanjian
dengan
mereka
[1037],
jika
kamu
mengetahui
ada
kebaikan
pada
mereka
dan
berikanlah
kepada
mereka
sebagian
dari
harta
Allah
yang
dikaruniakan-Nya
kepadamu
[1038].
Dan
janganlah
kamu
paksa
budak-budak
wanitamu
untuk
melakukan
pelacuran,
sedang
mereka
sendiri
mengingini
kesucian
karena
kamu
hendak
mencari
keuntungan
duniawi.
Dan
barang
siapa
yang
memaksa
mereka,
maka
sesungguhnya
Allah
adalah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang
(kepada
mereka)
sesudah
mereka
dipaksa
(
itu)
[1039].
وَلَقَدْ
أَنزَلْنَآ
إِلَيْكُمْ
ءَايَـٰتٍ
مُّبَيِّنَـٰتٍ
وَمَثَلًا
مِّنَ
ٱلَّذِينَ
خَلَوْا۟
مِن
قَبْلِكُمْ
وَمَوْعِظَةً
لِّلْمُتَّقِينَ
34
walaqad
aanzalnaā
iilaykum
'aāyaātin
mmubayyinaātin
wamatsalanā
mmina
alladziyna
khalawā
min
qablikum
wamaw‘iẓahan
llilmuttaqiyna
Dan
sesungguhnya
Kami
telah
menurunkan
kepada
kamu
ayat-ayat
yang
memberi
penerangan
dan
contoh-contoh
dari
orang-orang
yang
terdahulu
sebelum
kamu
dan
pelajaran
bagi
orang-orang
yang
bertakwa.
۞
ٱللَّهُ
نُورُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۚ
مَثَلُ
نُورِهِۦ
كَمِشْكَوٰةٍ
فِيهَا
مِصْبَاحٌ
ۖ
ٱلْمِصْبَاحُ
فِى
زُجَاجَةٍ
ۖ
ٱلزُّجَاجَةُ
كَأَنَّهَا
كَوْكَبٌ
دُرِّىٌّ
يُوقَدُ
مِن
شَجَرَةٍ
مُّبَـٰرَكَةٍ
زَيْتُونَةٍ
لَّا
شَرْقِيَّةٍ
وَلَا
غَرْبِيَّةٍ
يَكَادُ
زَيْتُهَا
يُضِىٓءُ
وَلَوْ
لَمْ
تَمْسَسْهُ
نَارٌ
ۚ
نُّورٌ
عَلَىٰ
نُورٍ
ۗ
يَهْدِى
ٱللَّهُ
لِنُورِهِۦ
مَن
يَشَآءُ
ۚ
وَيَضْرِبُ
ٱللَّهُ
ٱلْأَمْثَـٰلَ
لِلنَّاسِ
ۗ
وَٱللَّهُ
بِكُلِّ
شَىْءٍ
عَلِيمٌ
35
alllahu
nuwru
alssamaāwaāti
waalaarḍi
matsalu
nuwrihiī
kamisykawāhin
fiyhaā
miṣbaāḥun
almiṣbaāḥu
fiā
zujaājahin
alzzujaājahu
kaaannahaā
kawkabun
durriāāun
yuwqadu
min
syajarahin
mmubaārakahin
zaytuwnahin
llaā
syarqiyyahin
walaā
gharbiyyahin
yakaādu
zaytuhaā
yuḍiā'u
walaw
lam
tamsashu
naārun
nnuwrun
‘alaāā
nuwrin
yahdiā
alllahu
linuwrihiī
man
yasyaā'u
wayaḍribu
alllahu
alaamtsaāla
lilnnaāsi
waalllahu
bikulli
syaā'in
‘aliymun
Allah
(Pemberi)
cahaya
(kepada)
langit
dan
bumi.
Perumpamaan
cahaya
Allah
adalah
seperti
sebuah
lubang
yang
tidak
tembus
[1040]
yang
di
dalamnya
ada
pelita
besar.
Pelita
itu
di
dalam
kaca
(dan)
kaca
itu
seakan-akan
bintang
(yang
bercahaya)
seperti
mutiara
yang
dinyalakan
dengan
minyak
dari
pohon
yang
banyak
berkahnya,
(yaitu)
pohon
zaitun
yang
tumbuh
tidak
di
sebelah
timur
(sesuatu)
dan
tidak
pula
di
sebelah
barat(nya)
[1041]
,
yang
minyaknya
(saja)
hampir-hampir
menerangi,
walaupun
tidak
disentuh
api.
Cahaya
di
atas
cahaya
(berlapis-lapis),
Allah
membimbing
kepada
cahaya-Nya
siapa
yang
dia
kehendaki
dan
Allah
memperbuat
perumpamaan-perumpamaan
bagi
manusia
dan
Allah
Maha
Mengetahui
segala
sesuatu.
فِى
بُيُوتٍ
أَذِنَ
ٱللَّهُ
أَن
تُرْفَعَ
وَيُذْكَرَ
فِيهَا
ٱسْمُهُۥ
يُسَبِّحُ
لَهُۥ
فِيهَا
بِٱلْغُدُوِّ
وَٱلْـَٔاصَالِ
36
fiā
buyuwtin
aadzina
alllahu
aan
turfa‘a
wayudzkara
fiyhaā
asmuhuū
yusabbiḥu
lahuū
fiyhaā
bialghuduwwi
waalaāṣaāli
Bertasbih
[1042]
kepada
Allah
di
masjid-masjid
yang
telah
diperintahkan
untuk
dimuliakan
dan
disebut
nama-Nya
di
dalamnya
pada
waktu
pagi
dan
waktu
petang,
رِجَالٌ
لَّا
تُلْهِيهِمْ
تِجَـٰرَةٌ
وَلَا
بَيْعٌ
عَن
ذِكْرِ
ٱللَّهِ
وَإِقَامِ
ٱلصَّلَوٰةِ
وَإِيتَآءِ
ٱلزَّكَوٰةِ
ۙ
يَخَافُونَ
يَوْمًا
تَتَقَلَّبُ
فِيهِ
ٱلْقُلُوبُ
وَٱلْأَبْصَـٰرُ
37
rijaālun
llaā
tulhiyhim
tijaārahun
walaā
bay‘un
‘an
dzikri
alllahi
waiiqaāmi
alṣṣalawāhi
waiiytaā'i
alzzakawāhi
yakhaāfuwna
yawmanā
tataqallabu
fiyhi
alquluwbu
waalaabṣaāru
laki-laki
yang
tidak
dilalaikan
oleh
perniagaan
dan
tidak
(pula)
oleh
jual
beli
dari
mengingati
Allah,
dan
(dari)
mendirikan
sembahyang,
dan
(dari)
membayarkan
zakat.
Mereka
takut
kepada
suatu
hari
yang
(pada
hari
itu)
hati
dan
penglihatan
menjadi
goncang.
لِيَجْزِيَهُمُ
ٱللَّهُ
أَحْسَنَ
مَا
عَمِلُوا۟
وَيَزِيدَهُم
مِّن
فَضْلِهِۦ
ۗ
وَٱللَّهُ
يَرْزُقُ
مَن
يَشَآءُ
بِغَيْرِ
حِسَابٍ
38
liyajziyahumu
alllahu
aaḥsana
maā
‘amiluwā
wayaziydahum
mmin
faḍlihiī
waalllahu
yarzuqu
man
yasyaā'u
bighayri
ḥisaābin
(Meraka
mengerjakan
yang
demikian
itu)
supaya
Allah
memberikan
balasan
kepada
mereka
(dengan
balasan)
yang
lebih
baik
dari
apa
yang
telah
mereka
kerjakan
dan
supaya
Allah
menambah
karunia-Nya
kepada
mereka.
Dan
Allah
memberi
rezeki
kepada
siapa
yang
dikehendaki-Nya
tanpa
batas.
وَٱلَّذِينَ
كَفَرُوٓا۟
أَعْمَـٰلُهُمْ
كَسَرَابٍۭ
بِقِيعَةٍ
يَحْسَبُهُ
ٱلظَّمْـَٔانُ
مَآءً
حَتَّىٰٓ
إِذَا
جَآءَهُۥ
لَمْ
يَجِدْهُ
شَيْـًٔا
وَوَجَدَ
ٱللَّهَ
عِندَهُۥ
فَوَفَّىٰهُ
حِسَابَهُۥ
ۗ
وَٱللَّهُ
سَرِيعُ
ٱلْحِسَابِ
39
waalladziyna
kafaruwā
aa‘maāluhum
kasaraābin
biqiy‘ahin
yaḥsabuhu
alẓẓamaānu
maā'an
ḥattaāā
iidzaā
jaā'ahuū
lam
yajidhu
syayanā
wawajada
alllaha
‘indahuū
fawaffaāāhu
ḥisaābahuū
waalllahu
sariy‘u
alḥisaābi
Dan
orang-orang
kafir,
amal-amal
mereka
adalah
laksana
fatamorgana
di
tanah
yang
datar
yang
disangka
air
oleh
orang-orang
yang
dahaga,
tetapi
bila
didatanginya
air
itu,
dia
tidak
mendapatinya
sesuatu
apa
pun.
Dan
didapatinya
(ketetapan)
Allah
di
sisinya,
lalu
Allah
memberikan
kepadanya
perhitungan
amal-amal
dengan
cukup
dan
Allah
adalah
sangat
cepat
perhitungan-Nya
[1043].
أَوْ
كَظُلُمَـٰتٍ
فِى
بَحْرٍ
لُّجِّىٍّ
يَغْشَىٰهُ
مَوْجٌ
مِّن
فَوْقِهِۦ
مَوْجٌ
مِّن
فَوْقِهِۦ
سَحَابٌ
ۚ
ظُلُمَـٰتٌۢ
بَعْضُهَا
فَوْقَ
بَعْضٍ
إِذَآ
أَخْرَجَ
يَدَهُۥ
لَمْ
يَكَدْ
يَرَىٰهَا
ۗ
وَمَن
لَّمْ
يَجْعَلِ
ٱللَّهُ
لَهُۥ
نُورًا
فَمَا
لَهُۥ
مِن
نُّورٍ
40
aaw
kaẓulumaātin
fiā
baḥrin
llujjiāāin
yaghsyaāāhu
mawjun
mmin
fawqihiī
mawjun
mmin
fawqihiī
saḥaābun
ẓulumaātun
ba‘ḍuhaā
fawqa
ba‘ḍin
iidzaā
aakhraja
yadahuū
lam
yakad
yaraāāhaā
waman
llam
yaj‘ali
alllahu
lahuū
nuwranā
famaā
lahuū
min
nnuwrin
Atau
seperti
gelap
gulita
di
lautan
yang
dalam,
yang
diliputi
oleh
ombak,
yang
di
atasnya
ombak
(pula),
di
atasnya
(lagi)
awan;
gelap
gulita
yang
tindih-bertindih,
apabila
dia
mengeluarkan
tangannya,
tiadalah
dia
dapat
melihatnya,
(dan)
barang
siapa
yang
tiada
diberi
cahaya
(petunjuk)
oleh
Allah
tiadalah
dia
mempunyai
cahaya
sedikit
pun.
أَلَمْ
تَرَ
أَنَّ
ٱللَّهَ
يُسَبِّحُ
لَهُۥ
مَن
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
وَٱلطَّيْرُ
صَـٰٓفَّـٰتٍ
ۖ
كُلٌّ
قَدْ
عَلِمَ
صَلَاتَهُۥ
وَتَسْبِيحَهُۥ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌۢ
بِمَا
يَفْعَلُونَ
41
aalam
tara
aanna
alllaha
yusabbiḥu
lahuū
man
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
waalṭṭayru
ṣaāffaātin
kullun
qad
‘alima
ṣalaātahuū
watasbiyḥahuū
waalllahu
‘aliymun
bimaā
yaf‘aluwna
Tidaklah
kamu
tahu
bahwasanya
Allah;
kepada-Nya
bertasbih
apa
yang
di
langit
dan
di
bumi
dan
(juga)
burung
dengan
mengembangkan
sayapnya.
Masing-masing
telah
mengetahui
(cara)
salat
dan
tasbihnya
[1044]
dan
Allah
Maha
Mengetahui
apa
yang
mereka
kerjakan.
وَلِلَّهِ
مُلْكُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۖ
وَإِلَى
ٱللَّهِ
ٱلْمَصِيرُ
42
walillahi
mulku
alssamaāwaāti
waalaarḍi
waiilaā
alllahi
almaṣiyru
Dan
kepunyaan
Allah-lah
kerajaan
langit
dan
bumi
dan
kepada
Allah-lah
kembali
(semua
makhluk).
أَلَمْ
تَرَ
أَنَّ
ٱللَّهَ
يُزْجِى
سَحَابًا
ثُمَّ
يُؤَلِّفُ
بَيْنَهُۥ
ثُمَّ
يَجْعَلُهُۥ
رُكَامًا
فَتَرَى
ٱلْوَدْقَ
يَخْرُجُ
مِنْ
خِلَـٰلِهِۦ
وَيُنَزِّلُ
مِنَ
ٱلسَّمَآءِ
مِن
جِبَالٍ
فِيهَا
مِنۢ
بَرَدٍ
فَيُصِيبُ
بِهِۦ
مَن
يَشَآءُ
وَيَصْرِفُهُۥ
عَن
مَّن
يَشَآءُ
ۖ
يَكَادُ
سَنَا
بَرْقِهِۦ
يَذْهَبُ
بِٱلْأَبْصَـٰرِ
43
aalam
tara
aanna
alllaha
yuzjiā
saḥaābanā
tsumma
yuu'allifu
baynahuū
tsumma
yaj‘aluhuū
rukaāmanā
fataraā
alwadqa
yakhruju
min
khilaālihiī
wayunazzilu
mina
alssamaā'i
min
jibaālin
fiyhaā
min
baradin
fayuṣiybu
bihiī
man
yasyaā'u
wayaṣrifuhuū
‘an
mman
yasyaā'u
yakaādu
sanaā
barqihiī
yadzhabu
bialaabṣaāri
Tidakkah
kamu
melihat
bahwa
Allah
mengarak
awan,
kemudian
mengumpulkan
antara
(bagian-bagian)nya,
kemudian
menjadikannya
bertindih-tindih,
maka
kelihatanlah
olehmu
hujan
keluar
dari
celah-celahnya
dan
Allah
(juga)
menurunkan
(butiran-butiran)
es
dari
langit,
(yaitu)
dari
(gumpalan-gumpalan
awan
seperti)
gunung-gunung,
maka
ditimpakan-Nya
(butiran-butiran)
es
itu
kepada
siapa
yang
dikehendaki-Nya
dan
dipalingkan-Nya
dari
siapa
yang
dikehendaki-Nya.
Kilauan
kilat
awan
itu
hampir-hampir
menghilangkan
penglihatan.
يُقَلِّبُ
ٱللَّهُ
ٱلَّيْلَ
وَٱلنَّهَارَ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَعِبْرَةً
لِّأُو۟لِى
ٱلْأَبْصَـٰرِ
44
yuqallibu
alllahu
allayla
waalnnahaāra
iinna
fiā
dzaālika
la‘ibrahan
lliauwliā
alaabṣaāri
Allah
mempergantikan
malam
dan
siang.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
terdapat
pelajaran
yang
besar
bagi
orang-orang
yang
mempunyai
penglihatan.
وَٱللَّهُ
خَلَقَ
كُلَّ
دَآبَّةٍ
مِّن
مَّآءٍ
ۖ
فَمِنْهُم
مَّن
يَمْشِى
عَلَىٰ
بَطْنِهِۦ
وَمِنْهُم
مَّن
يَمْشِى
عَلَىٰ
رِجْلَيْنِ
وَمِنْهُم
مَّن
يَمْشِى
عَلَىٰٓ
أَرْبَعٍ
ۚ
يَخْلُقُ
ٱللَّهُ
مَا
يَشَآءُ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
45
waalllahu
khalaqa
kulla
daābbahin
mmin
mmaā'in
faminhum
mman
yamsyiā
‘alaāā
baṭnihiī
waminhum
mman
yamsyiā
‘alaāā
rijlayni
waminhum
mman
yamsyiā
‘alaāā
aarba‘in
yakhluqu
alllahu
maā
yasyaā'u
iinna
alllaha
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Dan
Allah
telah
menciptakan
semua
jenis
hewan
dari
air,
maka
sebagian
dari
hewan
itu
ada
yang
berjalan
di
atas
perutnya
dan
sebagian
berjalan
dengan
dua
kaki,
sedang
sebagian
(yang
lain)
berjalan
dengan
empat
kaki.
Allah
menciptakan
apa
yang
dikehendaki-Nya;
sesungguhnya
Allah
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
لَّقَدْ
أَنزَلْنَآ
ءَايَـٰتٍ
مُّبَيِّنَـٰتٍ
ۚ
وَٱللَّهُ
يَهْدِى
مَن
يَشَآءُ
إِلَىٰ
صِرَٰطٍ
مُّسْتَقِيمٍ
46
llaqad
aanzalnaā
'aāyaātin
mmubayyinaātin
waalllahu
yahdiā
man
yasyaā'u
iilaāā
ṣiraāṭin
mmustaqiymin
Sesungguhnya
Kami
telah
menurunkan
ayat-ayat
yang
menjelaskan.
Dan
Allah
memimpin
siapa
yang
dikehendaki-Nya
kepada
jalan
yang
lurus.
وَيَقُولُونَ
ءَامَنَّا
بِٱللَّهِ
وَبِٱلرَّسُولِ
وَأَطَعْنَا
ثُمَّ
يَتَوَلَّىٰ
فَرِيقٌ
مِّنْهُم
مِّنۢ
بَعْدِ
ذَٰلِكَ
ۚ
وَمَآ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
بِٱلْمُؤْمِنِينَ
47
wayaquwluwna
'aāmannaā
bialllahi
wabialrrasuwli
waaaṭa‘naā
tsumma
yatawallaāā
fariyqun
mminhum
mmin
ba‘di
dzaālika
wamaā
auwlaāi'ika
bialmuu'miniyna
Dan
mereka
berkata,
"Kami
telah
beriman
kepada
Allah
dan
rasul
dan
kami
menaati
(keduanya)."
Kemudian,
sebagian
dari
mereka
berpaling
sesudah
itu;
sekali-kali
mereka
itu
bukanlah
orang-orang
yang
beriman.
وَإِذَا
دُعُوٓا۟
إِلَى
ٱللَّهِ
وَرَسُولِهِۦ
لِيَحْكُمَ
بَيْنَهُمْ
إِذَا
فَرِيقٌ
مِّنْهُم
مُّعْرِضُونَ
48
waiidzaā
du‘uwā
iilaā
alllahi
warasuwlihiī
liyaḥkuma
baynahum
iidzaā
fariyqun
mminhum
mmu‘riḍuwna
Dan
apabila
mereka
dipanggil
kepada
Allah
[1045]
dan
rasul-Nya
agar
rasul
menghukum
(mengadili)
di
antara
mereka,
tiba-tiba
sebagian
dari
mereka
menolak
untuk
datang.
وَإِن
يَكُن
لَّهُمُ
ٱلْحَقُّ
يَأْتُوٓا۟
إِلَيْهِ
مُذْعِنِينَ
49
waiin
yakun
llahumu
alḥaqqu
yaatuwā
iilayhi
mudz‘iniyna
Tetapi
jika
keputusan
itu
untuk
(kemaslahatan)
mereka,
mereka
datang
kepada
rasul
dengan
patuh.
أَفِى
قُلُوبِهِم
مَّرَضٌ
أَمِ
ٱرْتَابُوٓا۟
أَمْ
يَخَافُونَ
أَن
يَحِيفَ
ٱللَّهُ
عَلَيْهِمْ
وَرَسُولُهُۥ
ۚ
بَلْ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلظَّـٰلِمُونَ
50
aafiā
quluwbihim
mmaraḍun
aami
artaābuwā
aam
yakhaāfuwna
aan
yaḥiyfa
alllahu
‘alayhim
warasuwluhuū
bal
auwlaāi'ika
humu
alẓẓaālimuwna
Apakah
(ketidakdatangan
mereka
itu
karena)
dalam
hati
mereka
ada
penyakit
atau
(karena)
mereka
ragu-ragu
ataukah
(karena)
takut
kalau-kalau
Allah
dan
rasul-Nya
berlaku
zalim
kepada
mereka?
Sebenarnya,
mereka
itulah
orang-orang
yang
zalim.
إِنَّمَا
كَانَ
قَوْلَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
إِذَا
دُعُوٓا۟
إِلَى
ٱللَّهِ
وَرَسُولِهِۦ
لِيَحْكُمَ
بَيْنَهُمْ
أَن
يَقُولُوا۟
سَمِعْنَا
وَأَطَعْنَا
ۚ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْمُفْلِحُونَ
51
iinnamaā
kaāna
qawla
almuu'miniyna
iidzaā
du‘uwā
iilaā
alllahi
warasuwlihiī
liyaḥkuma
baynahum
aan
yaquwluwā
sami‘naā
waaaṭa‘naā
waauwlaāi'ika
humu
almufliḥuwna
Sesungguhnya
jawaban
oran-orang
mukmin
bila
mereka
dipanggil
kepada
Allah
dan
rasul-Nya
agar
rasul
menghukum
(mengadili)
di
antara
mereka
[1046]
ialah
ucapan,
"Kami
mendengar
dan
kami
patuh."
Dan
mereka
itulah
orang-orang
yang
beruntung.
وَمَن
يُطِعِ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
وَيَخْشَ
ٱللَّهَ
وَيَتَّقْهِ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْفَآئِزُونَ
52
waman
yuṭi‘i
alllaha
warasuwlahuū
wayakhsya
alllaha
wayattaqhi
faauwlaāi'ika
humu
alfaāi'izuwna
Dan
barang
siapa
yang
taat
kepada
Allah
dan
rasul-Nya
dan
takut
kepada
Allah
dan
bertakwa
kepada-Nya,
maka
mereka
adalah
orang-orang
yang
mendapat
kemenangan.[1047]
۞
وَأَقْسَمُوا۟
بِٱللَّهِ
جَهْدَ
أَيْمَـٰنِهِمْ
لَئِنْ
أَمَرْتَهُمْ
لَيَخْرُجُنَّ
ۖ
قُل
لَّا
تُقْسِمُوا۟
ۖ
طَاعَةٌ
مَّعْرُوفَةٌ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
خَبِيرٌۢ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
53
waaaqsamuwā
bialllahi
jahda
aaymaānihim
lai'in
aamartahum
layakhrujunna
qul
llaā
tuqsimuwā
ṭaā‘ahun
mma‘ruwfahun
iinna
alllaha
khabiyrun
bimaā
ta‘maluwna
Dan
mereka
bersumpah
dengan
nama
Allah
sekuat-kuat
sumpah,
jika
kamu
suruh
mereka
berperang,
pastilah
mereka
akan
pergi.
Katakanlah,
"Janganlah
kamu
bersumpah,
(ketaatan
kalian
adalah)
ketaatan
yang
sudah
dikenal.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
قُلْ
أَطِيعُوا۟
ٱللَّهَ
وَأَطِيعُوا۟
ٱلرَّسُولَ
ۖ
فَإِن
تَوَلَّوْا۟
فَإِنَّمَا
عَلَيْهِ
مَا
حُمِّلَ
وَعَلَيْكُم
مَّا
حُمِّلْتُمْ
ۖ
وَإِن
تُطِيعُوهُ
تَهْتَدُوا۟
ۚ
وَمَا
عَلَى
ٱلرَّسُولِ
إِلَّا
ٱلْبَلَـٰغُ
ٱلْمُبِينُ
54
qul
aaṭiy‘uwā
alllaha
waaaṭiy‘uwā
alrrasuwla
faiin
tawallawā
faiinnamaā
‘alayhi
maā
ḥummila
wa‘alaykum
mmaā
ḥummiltum
waiin
tuṭiy‘uwhu
tahtaduwā
wamaā
‘alaā
alrrasuwli
iillaā
albalaāghu
almubiynu
Katakanlah,
Taat
kepada
Allah
dan
taatlah
kepada
rasul
dan
jika
kamu
berpaling
maka
sesungguhnya
kewajiban
rasul
itu
adalah
apa
yang
dibebankan
kepadanya
dan
kewajiban
kamu
sekalian
adalah
semata-mata
apa
yang
dibebankan
kepadamu.
Dan
jika
kamu
taat
kepadanya,
niscaya
kamu
mendapat
petunjuk.
Dan
tidak
lain
kewajiban
rasul
itu,
melainkan
menyampaikan
(amanat
Allah)
dengan
terang."
وَعَدَ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مِنكُمْ
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ
فِى
ٱلْأَرْضِ
كَمَا
ٱسْتَخْلَفَ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
وَلَيُمَكِّنَنَّ
لَهُمْ
دِينَهُمُ
ٱلَّذِى
ٱرْتَضَىٰ
لَهُمْ
وَلَيُبَدِّلَنَّهُم
مِّنۢ
بَعْدِ
خَوْفِهِمْ
أَمْنًا
ۚ
يَعْبُدُونَنِى
لَا
يُشْرِكُونَ
بِى
شَيْـًٔا
ۚ
وَمَن
كَفَرَ
بَعْدَ
ذَٰلِكَ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْفَـٰسِقُونَ
55
wa‘ada
alllahu
alladziyna
'aāmanuwā
minkum
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
layastakhlifannahum
fiā
alaarḍi
kamaā
astakhlafa
alladziyna
min
qablihim
walayumakkinanna
lahum
diynahumu
alladziā
artaḍaāā
lahum
walayubaddilannahum
mmin
ba‘di
khawfihim
aamnanā
ya‘buduwnaniā
laā
yusyrikuwna
biā
syayanā
waman
kafara
ba‘da
dzaālika
faauwlaāi'ika
humu
alfaāsiquwna
Dan
Allah
telah
berjanji
kepada
orang-orang
yang
beriman
di
antara
kamu
dan
mengerjakan
amal-amal
yang
saleh
bahwa
Dia
sungguh-sungguh
akan
menjadikan
mereka
berkuasa
di
muka
bumi,
sebagaimana
Dia
telah
menjadikan
orang-orang
sebelum
mereka
berkuasa;
dan
sungguh
Dia
akan
meneguhkan
bagi
mereka
agama
yang
telah
diridai-Nya
untuk
mereka;
dan
Dia
benar-benar
akan
menukar
(keadaan)
mereka
sesudah
mereka
dalam
ketakutan
menjadi
aman
sentosa.
Mereka
tetap
menyembahku-Ku
dengan
tiada
mempersekutukan
sesuatu
apa
pun
dengan
Aku.
Dan
barang
siapa
yang
(tetap)
kafir
sesudah
(janji)
itu,
maka
mereka
itulah
orang-orang
yang
fasik.
وَأَقِيمُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
وَءَاتُوا۟
ٱلزَّكَوٰةَ
وَأَطِيعُوا۟
ٱلرَّسُولَ
لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُونَ
56
waaaqiymuwā
alṣṣalawāha
wa'aātuwā
alzzakawāha
waaaṭiy‘uwā
alrrasuwla
la‘allakum
turḥamuwna
Dan
dirikanlah
salat,
tunaikanlah
zakat,
dan
taatlah
kepada
rasul
supaya
kamu
diberi
rahmat.
لَا
تَحْسَبَنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
مُعْجِزِينَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۚ
وَمَأْوَىٰهُمُ
ٱلنَّارُ
ۖ
وَلَبِئْسَ
ٱلْمَصِيرُ
57
laā
taḥsabanna
alladziyna
kafaruwā
mu‘jiziyna
fiā
alaarḍi
wamaawaāāhumu
alnnaāru
walabii'sa
almaṣiyru
Janganlah
kamu
kira
bahwa
orang-orang
yang
kafir
itu
dapat
melemahkan
(Allah
dari
mengazab
mereka)
di
bumi
ini,
sedang
tempat
tinggal
mereka
(di
akhirat)
adalah
neraka.
Dan
sungguh
amat
jeleklah
tempat
kembali
itu.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لِيَسْتَـْٔذِنكُمُ
ٱلَّذِينَ
مَلَكَتْ
أَيْمَـٰنُكُمْ
وَٱلَّذِينَ
لَمْ
يَبْلُغُوا۟
ٱلْحُلُمَ
مِنكُمْ
ثَلَـٰثَ
مَرَّٰتٍ
ۚ
مِّن
قَبْلِ
صَلَوٰةِ
ٱلْفَجْرِ
وَحِينَ
تَضَعُونَ
ثِيَابَكُم
مِّنَ
ٱلظَّهِيرَةِ
وَمِنۢ
بَعْدِ
صَلَوٰةِ
ٱلْعِشَآءِ
ۚ
ثَلَـٰثُ
عَوْرَٰتٍ
لَّكُمْ
ۚ
لَيْسَ
عَلَيْكُمْ
وَلَا
عَلَيْهِمْ
جُنَاحٌۢ
بَعْدَهُنَّ
ۚ
طَوَّٰفُونَ
عَلَيْكُم
بَعْضُكُمْ
عَلَىٰ
بَعْضٍ
ۚ
كَذَٰلِكَ
يُبَيِّنُ
ٱللَّهُ
لَكُمُ
ٱلْـَٔايَـٰتِ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌ
حَكِيمٌ
58
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
liyastadzinkumu
alladziyna
malakat
aaymaānukum
waalladziyna
lam
yablughuwā
alḥuluma
minkum
tsalaātsa
marraātin
mmin
qabli
ṣalawāhi
alfajri
waḥiyna
taḍa‘uwna
tsiyaābakum
mmina
alẓẓahiyrahi
wamin
ba‘di
ṣalawāhi
al‘isyaā'i
tsalaātsu
‘awraātin
llakum
laysa
‘alaykum
walaā
‘alayhim
junaāḥun
ba‘dahunna
ṭawwaāfuwna
‘alaykum
ba‘ḍukum
‘alaāā
ba‘ḍin
kadzaālika
yubayyinu
alllahu
lakumu
alaāyaāti
waalllahu
‘aliymun
ḥakiymun
Hai
orang-orang
yang
beriman,
hendaklah
budak-budak
(lelaki
dan
wanita)
yang
kamu
miliki
dan
orang-orang
yang
belum
balig
di
antara
kamu
meminta
izin
kepada
kamu
tiga
kali
(dalam
satu
hari),
yaitu
sebelum
salat
subuh,
ketika
kamu
menanggalkan
pakaian
(luar)mu
pada
tengah
hari,
dan
sesudah
salat
Isya.
(Itulah)
tiga
aurat
bagi
kamu
[1048].
Tidak
ada
dosa
atasmu
dan
tidak
(pula)
atas
mereka,
selain
dari
(tiga
waktu)
itu
[1049].
Mereka
melayani
kamu;
sebagian
kamu
(ada
keperluan)
kepada
sebagian
(yang
lain).
Demikianlah,
Allah
menjelaskan
ayat-ayat
bagi
kamu.
Dan
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Bijaksana.
وَإِذَا
بَلَغَ
ٱلْأَطْفَـٰلُ
مِنكُمُ
ٱلْحُلُمَ
فَلْيَسْتَـْٔذِنُوا۟
كَمَا
ٱسْتَـْٔذَنَ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
ۚ
كَذَٰلِكَ
يُبَيِّنُ
ٱللَّهُ
لَكُمْ
ءَايَـٰتِهِۦ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌ
حَكِيمٌ
59
waiidzaā
balagha
alaaṭfaālu
minkumu
alḥuluma
falyastadzinuwā
kamaā
astadzana
alladziyna
min
qablihim
kadzaālika
yubayyinu
alllahu
lakum
'aāyaātihiī
waalllahu
‘aliymun
ḥakiymun
Dan
apabila
anak-anakmu
telah
sampai
umur
balig,
maka
hendaklah
mereka
meminta
izin,
seperti
orang-orang
yang
sebelum
mereka
meminta
izin
[1050].
Demikianlah,
Allah
menjelaskan
ayat-ayat-Nya.
Dan
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Bijaksana.
وَٱلْقَوَٰعِدُ
مِنَ
ٱلنِّسَآءِ
ٱلَّـٰتِى
لَا
يَرْجُونَ
نِكَاحًا
فَلَيْسَ
عَلَيْهِنَّ
جُنَاحٌ
أَن
يَضَعْنَ
ثِيَابَهُنَّ
غَيْرَ
مُتَبَرِّجَـٰتٍۭ
بِزِينَةٍ
ۖ
وَأَن
يَسْتَعْفِفْنَ
خَيْرٌ
لَّهُنَّ
ۗ
وَٱللَّهُ
سَمِيعٌ
عَلِيمٌ
60
waalqawaā‘idu
mina
alnnisaā'i
allaātiā
laā
yarjuwna
nikaāḥanā
falaysa
‘alayhinna
junaāḥun
aan
yaḍa‘na
tsiyaābahunna
ghayra
mutabarrijaātin
biziynahin
waaan
yasta‘fifna
khayrun
llahunna
waalllahu
samiy‘un
‘aliymun
Dan
perempuan-perempuan
tua
yang
telah
terhenti
(dari
haid
dan
mengandung)
yang
tiada
ingin
kawin
(lagi),
tiadalah
atas
mereka
dosa
menanggalkan
pakaian
[1051]
mereka
dengan
tidak
(bermaksud)
menampakkan
perhiasan
dan
berlaku
sopan
adalah
lebih
baik
bagi
mereka.
Dan
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Bijaksana.
لَّيْسَ
عَلَى
ٱلْأَعْمَىٰ
حَرَجٌ
وَلَا
عَلَى
ٱلْأَعْرَجِ
حَرَجٌ
وَلَا
عَلَى
ٱلْمَرِيضِ
حَرَجٌ
وَلَا
عَلَىٰٓ
أَنفُسِكُمْ
أَن
تَأْكُلُوا۟
مِنۢ
بُيُوتِكُمْ
أَوْ
بُيُوتِ
ءَابَآئِكُمْ
أَوْ
بُيُوتِ
أُمَّهَـٰتِكُمْ
أَوْ
بُيُوتِ
إِخْوَٰنِكُمْ
أَوْ
بُيُوتِ
أَخَوَٰتِكُمْ
أَوْ
بُيُوتِ
أَعْمَـٰمِكُمْ
أَوْ
بُيُوتِ
عَمَّـٰتِكُمْ
أَوْ
بُيُوتِ
أَخْوَٰلِكُمْ
أَوْ
بُيُوتِ
خَـٰلَـٰتِكُمْ
أَوْ
مَا
مَلَكْتُم
مَّفَاتِحَهُۥٓ
أَوْ
صَدِيقِكُمْ
ۚ
لَيْسَ
عَلَيْكُمْ
جُنَاحٌ
أَن
تَأْكُلُوا۟
جَمِيعًا
أَوْ
أَشْتَاتًا
ۚ
فَإِذَا
دَخَلْتُم
بُيُوتًا
فَسَلِّمُوا۟
عَلَىٰٓ
أَنفُسِكُمْ
تَحِيَّةً
مِّنْ
عِندِ
ٱللَّهِ
مُبَـٰرَكَةً
طَيِّبَةً
ۚ
كَذَٰلِكَ
يُبَيِّنُ
ٱللَّهُ
لَكُمُ
ٱلْـَٔايَـٰتِ
لَعَلَّكُمْ
تَعْقِلُونَ
61
llaysa
‘alaā
alaa‘maāā
ḥarajun
walaā
‘alaā
alaa‘raji
ḥarajun
walaā
‘alaā
almariyḍi
ḥarajun
walaā
‘alaāā
aanfusikum
aan
taakuluwā
min
buyuwtikum
aaw
buyuwti
'aābaāi'ikum
aaw
buyuwti
aummahaātikum
aaw
buyuwti
iikhwaānikum
aaw
buyuwti
aakhawaātikum
aaw
buyuwti
aa‘maāmikum
aaw
buyuwti
‘ammaātikum
aaw
buyuwti
aakhwaālikum
aaw
buyuwti
khaālaātikum
aaw
maā
malaktum
mmafaātiḥahuū
aaw
ṣadiyqikum
laysa
‘alaykum
junaāḥun
aan
taakuluwā
jamiy‘anā
aaw
aasytaātanā
faiidzaā
dakhaltum
buyuwtanā
fasallimuwā
‘alaāā
aanfusikum
taḥiyyahan
mmin
‘indi
alllahi
mubaārakahan
ṭayyibahan
kadzaālika
yubayyinu
alllahu
lakumu
alaāyaāti
la‘allakum
ta‘qiluwna
Tidak
ada
halangan
bagi
orang
buta,
tidak
(pula)
bagi
orang
pincang,
tidak
(pula)
bagi
orang
sakit,
dan
tidak
(pula)
bagi
dirimu
sendiri
makan
(bersama-sama
mereka)
di
rumah
kamu
sendiri
atau
di
rumah
bapak-bapakmu,
di
rumah
ibu-ibumu,
di
rumah
saudara-saudaramu
yang
laki-laki,
di
rumah
saudaramu
yang
perempuan,
di
rumah
saudara
bapakmu
yang
laki-laki,
di
rumah
saudara
bapakmu
yang
perempuan,
di
rumah
saudara
ibumu
yang
laki-laki,
di
rumah
saudara
ibumu
yang
perempuan,
di
rumah
yang
kamu
miliki
kuncinya
[1052],
atau
di
rumah
kawan-kawanmu.
Tidak
ada
halangan
bagi
kamu
makan
bersama-sama
mereka
atau
sendirian.
Maka
apabila
kamu
memasuki
(suatu
rumah
dari)
rumah-rumah
(ini),
hendaklah
kamu
memberi
salam
kepada
(penghuninya
yang
berarti
memberi
salam)
kepada
dirimu
sendiri;
salam
yang
ditetapkan
dari
sisi
Allah
yang
diberi
berkat
lagi
baik.
Demikianlah,
Allah
menjelaskan
ayat-ayatnya(Nya)
bagimu
agar
kamu
memahaminya.
إِنَّمَا
ٱلْمُؤْمِنُونَ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
بِٱللَّهِ
وَرَسُولِهِۦ
وَإِذَا
كَانُوا۟
مَعَهُۥ
عَلَىٰٓ
أَمْرٍ
جَامِعٍ
لَّمْ
يَذْهَبُوا۟
حَتَّىٰ
يَسْتَـْٔذِنُوهُ
ۚ
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يَسْتَـْٔذِنُونَكَ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ٱلَّذِينَ
يُؤْمِنُونَ
بِٱللَّهِ
وَرَسُولِهِۦ
ۚ
فَإِذَا
ٱسْتَـْٔذَنُوكَ
لِبَعْضِ
شَأْنِهِمْ
فَأْذَن
لِّمَن
شِئْتَ
مِنْهُمْ
وَٱسْتَغْفِرْ
لَهُمُ
ٱللَّهَ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
62
iinnamaā
almuu'minuwna
alladziyna
'aāmanuwā
bialllahi
warasuwlihiī
waiidzaā
kaānuwā
ma‘ahuū
‘alaāā
aamrin
jaāmi‘in
llam
yadzhabuwā
ḥattaāā
yastadzinuwhu
iinna
alladziyna
yastadzinuwnaka
auwlaāi'ika
alladziyna
yuu'minuwna
bialllahi
warasuwlihiī
faiidzaā
astadzanuwka
liba‘ḍi
syaanihim
faadzan
lliman
syii'ta
minhum
waastaghfir
lahumu
alllaha
iinna
alllaha
ghafuwrun
rraḥiymun
Sesungguhnya
yang
sebenar-benar
orang
mukmin
ialah
orang-orang
yang
beriman
kepada
Allah
dan
rasul-Nya
dan
apabila
mereka
berada
bersama-sama
Rasulullah
dalam
sesuatu
urusan
yang
memerlukan
pertemuan,
mereka
tidak
meninggalkan
(Rasulullah)
sebelum
meminta
izin
kepadanya.
Sesungguhnya
orang-orang
yang
meminta
izin
kepadamu
(Muhammad),
mereka
itulah
orang-orang
yang
beriman
kepada
Allah
dan
rasul-Nya,
maka
apabila
mereka
meminta
izin
kepadamu
karena
sesuatu
keperluan
berilah
izin
kepada
siapa
yang
kamu
kehendaki
di
antara
mereka
dan
mohonkanlah
ampunan
untuk
mereka
kepada
Allah.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
لَّا
تَجْعَلُوا۟
دُعَآءَ
ٱلرَّسُولِ
بَيْنَكُمْ
كَدُعَآءِ
بَعْضِكُم
بَعْضًا
ۚ
قَدْ
يَعْلَمُ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ
يَتَسَلَّلُونَ
مِنكُمْ
لِوَاذًا
ۚ
فَلْيَحْذَرِ
ٱلَّذِينَ
يُخَالِفُونَ
عَنْ
أَمْرِهِۦٓ
أَن
تُصِيبَهُمْ
فِتْنَةٌ
أَوْ
يُصِيبَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
63
llaā
taj‘aluwā
du‘aā'a
alrrasuwli
baynakum
kadu‘aā'i
ba‘ḍikum
ba‘ḍanā
qad
ya‘lamu
alllahu
alladziyna
yatasallaluwna
minkum
liwaādzanā
falyaḥdzari
alladziyna
yukhaālifuwna
‘an
aamrihiī
aan
tuṣiybahum
fitnahun
aaw
yuṣiybahum
‘adzaābun
aaliymun
Janganlah
kamu
jadikan
panggilan
rasul
di
antara
kamu
seperti
panggilan
sebagian
kamu
kepada
sebagian
(yang
lain).
Sesungguhnya
Allah
telah
mengetahui
orang-orang
yang
berangsur-angsur
pergi
di
antara
kamu
dengan
berlindung
(kepada
kawannya),
maka
hendaklah
orang-orang
yang
menyalahi
perintah
rasul
takut
akan
ditimpa
cobaan
atau
ditimpa
azab
yang
pedih.
أَلَآ
إِنَّ
لِلَّهِ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۖ
قَدْ
يَعْلَمُ
مَآ
أَنتُمْ
عَلَيْهِ
وَيَوْمَ
يُرْجَعُونَ
إِلَيْهِ
فَيُنَبِّئُهُم
بِمَا
عَمِلُوا۟
ۗ
وَٱللَّهُ
بِكُلِّ
شَىْءٍ
عَلِيمٌۢ
64
aalaā
iinna
lillahi
maā
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
qad
ya‘lamu
maā
aantum
‘alayhi
wayawma
yurja‘uwna
iilayhi
fayunabbii'uhum
bimaā
‘amiluwā
waalllahu
bikulli
syaā'in
‘aliymun
Ketahuilah
sesungguhnya
kepunyaan
Allahlah
apa
yang
di
langit
dan
di
bumi.
Sesungguhnya
Dia
mengetahui
keadaan
yang
kamu
berada
di
dalamnya
(sekarang).
Dan
(mengetahui
pula)
hari
(manusia)
dikembalikan
kepada-Nya,
lalu
diterangkan-Nya
kepada
mereka
apa
yang
telah
mereka
kerjakan.
Dan
Allah
Maha
mengehui
segala
sesuatu.