Quran by Tau
← Daftar Surah

23. Al-Mu’minun

المؤمنون · Orang Mukmin · 118 ayat · Makkah

قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ 1
qad aaflaḥa almuu'minuwna
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَـٰشِعُونَ 2
alladziyna hum fiā ṣalaātihim khaāsyi‘uwna
(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,
وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ 3
waalladziyna hum ‘ani alllaghwi mu‘riḍuwna
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَوٰةِ فَـٰعِلُونَ 4
waalladziyna hum lilzzakawāhi faā‘iluwna
dan orang-orang yang menunaikan zakat,
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَـٰفِظُونَ 5
waalladziyna hum lifuruwjihim ḥaāfiẓuwna
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ 6
iillaā ‘alaāā aazwaājihim aaw maā malakat aaymaānuhum faiinnahum ghayru maluwmiyna
kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki [995], maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ 7
famani abtaghaāā waraā'a dzaālika faauwlaāi'ika humu al‘aāduwna
Barang siapa mencari yang di balik itu [996], maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَـٰنَـٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٰعُونَ 8
waalladziyna hum liaamaānaātihim wa‘ahdihim raā‘uwna
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,
وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمْ يُحَافِظُونَ 9
waalladziyna hum ‘alaāā ṣalawaātihim yuḥaāfiẓuwna
dan orang-orang yang memelihara salatnya.
أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْوَٰرِثُونَ 10
auwlaāi'ika humu alwaāritsuwna
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ 11
alladziyna yaritsuwna alfirdawsa hum fiyhaā khaāliduwna
(yakni) yang akan mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِن سُلَـٰلَةٍ مِّن طِينٍ 12
walaqad khalaqnaā aliinsaāna min sulaālahin mmin ṭiynin
Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah.
ثُمَّ جَعَلْنَـٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ 13
tsumma ja‘alnaāhu nuṭfahan fiā qaraārin mmakiynin
Kemudian, Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَـٰمًا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَـٰمَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَـٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَـٰلِقِينَ 14
tsumma khalaqnaā alnnuṭfaha ‘alaqahan fakhalaqnaā al‘alaqaha muḍghahan fakhalaqnaā almuḍghaha ‘iẓaāmanā fakasawnaā al‘iẓaāma laḥmanā tsumma aansyaanaāhu khalqanā 'aākhara fatabaāraka alllahu aaḥsanu alkhaāliqiyna
Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ 15
tsumma iinnakum ba‘da dzaālika lamayyituwna
Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.
ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ تُبْعَثُونَ 16
tsumma iinnakum yawma alqiyaāmahi tub‘atsuwna
Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari kiamat.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَآئِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلْخَلْقِ غَـٰفِلِينَ 17
walaqad khalaqnaā fawqakum sab‘a ṭaraāi'iqa wamaā kunnaā ‘ani alkhalqi ghaāfiliyna
Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit) dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).
وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّـٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍۭ بِهِۦ لَقَـٰدِرُونَ 18
waaanzalnaā mina alssamaā'i maā'an biqadarin faaaskannaāhu fiā alaarḍi waiinnaā ‘alaāā dzahaābin bihiī laqaādiruwna
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
فَأَنشَأْنَا لَكُم بِهِۦ جَنَّـٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَـٰبٍ لَّكُمْ فِيهَا فَوَٰكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ 19
faaansyaanaā lakum bihiī jannaātin mmin nnakhiylin waaa‘naābin llakum fiyhaā fawaākihu katsiyrahun waminhaā taakuluwna
Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu, kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan,
وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِن طُورِ سَيْنَآءَ تَنۢبُتُ بِٱلدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِّلْـَٔاكِلِينَ 20
wasyajarahan takhruju min ṭuwri saynaā'a tanbutu bialdduhni waṣibghin llilaākiliyna
dan pohon kayu keluar dari Ṭūr Saynā`(pohon zaitun) yang menghasilkan minyak dan menjadi kuah bagi orang-orang yang makan.
وَإِنَّ لَكُمْ فِى ٱلْأَنْعَـٰمِ لَعِبْرَةً ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَـٰفِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ 21
waiinna lakum fiā alaan‘aāmi la‘ibrahan nnusqiykum mmimmaā fiā buṭuwnihaā walakum fiyhaā manaāfi‘u katsiyrahun waminhaā taakuluwna
Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu; Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu dan sebagian darinya kamu makan,
وَعَلَيْهَا وَعَلَى ٱلْفُلْكِ تُحْمَلُونَ 22
wa‘alayhaā wa‘alaā alfulki tuḥmaluwna
dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَقَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ 23
walaqad aarsalnaā nuwḥanā iilaāā qawmihiī faqaāla yaāqawmi a‘buduwā alllaha maā lakum mmin iilaāhin ghayruhuū aafalaā tattaquwna
Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, lalu ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
فَقَالَ ٱلْمَلَؤُا۟ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ مَا هَـٰذَآ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُرِيدُ أَن يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَنزَلَ مَلَـٰٓئِكَةً مَّا سَمِعْنَا بِهَـٰذَا فِىٓ ءَابَآئِنَا ٱلْأَوَّلِينَ 24
faqaāla almalau'uā alladziyna kafaruwā min qawmihiī maā haādzaā iillaā basyarun mmitslukum yuriydu aan yatafaḍḍala ‘alaykum walaw syaā'a alllahu laaanzala malaāi'ikahan mmaā sami‘naā bihaādzaā fiā 'aābaāi'inaā alaawwaliyna
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab, "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.
إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌۢ بِهِۦ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوا۟ بِهِۦ حَتَّىٰ حِينٍ 25
iin huwa iillaā rajulun bihiī jinnahun fatarabbaṣuwā bihiī ḥattaāā ḥiynin
la tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu."
قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ 26
qaāla rabbi anṣurniā bimaā kadzdzabuwni
Nūḥ berdoa, "Ya Tuhan-ku, tolonglah aku [997] karena mereka mendustakan aku."
فَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ أَنِ ٱصْنَعِ ٱلْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ۙ فَٱسْلُكْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخَـٰطِبْنِى فِى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ ۖ إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ 27
faaawḥaynaā iilayhi aani aṣna‘i alfulka biaa‘yuninaā wawaḥyinaā faiidzaā jaā'a aamrunaā wafaāra alttannuwru faasluk fiyhaā min kullin zawjayni atsnayni waaahlaka iillaā man sabaqa ‘alayhi alqawlu minhum walaā tukhaāṭibniā fiā alladziyna ẓalamuwā iinnahum mmughraquwna
Lalu, Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tannūr [998] telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis) dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
فَإِذَا ٱسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى ٱلْفُلْكِ فَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى نَجَّىٰنَا مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ 28
faiidzaā astawayta aanta waman mma‘aka ‘alaā alfulki faquli alḥamdu lillahi alladziā najjaāānaā mina alqawmi alẓẓaālimiyna
Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim."
وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِى مُنزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ 29
waqul rrabbi aanzilniā munzalanā mmubaārakanā waaanta khayru almunziliyna
Dan berdoalah, "Ya Tuhan-ku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat."
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ وَإِن كُنَّا لَمُبْتَلِينَ 30
iinna fiā dzaālika laaāyaātin waiin kunnaā lamubtaliyna
Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah) dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nūḥ itu).
ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ 31
tsumma aansyaanaā min ba‘dihim qarnanā 'aākhariyna
Kemudian, Kami jadikan sesudah mereka umat yang lain [999].
فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ 32
faaarsalnaā fiyhim rasuwlanā mminhum aani a‘buduwā alllaha maā lakum mmin iilaāhin ghayruhuū aafalaā tattaquwna
Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata), "Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya).
وَقَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِلِقَآءِ ٱلْـَٔاخِرَةِ وَأَتْرَفْنَـٰهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مَا هَـٰذَآ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ 33
waqaāla almalaau min qawmihi alladziyna kafaruwā wakadzdzabuwā biliqaā'i alaākhirahi waaatrafnaāhum fiā alḥayawāhi alddunyaā maā haādzaā iillaā basyarun mmitslukum yaakulu mimmaā taakuluwna minhu wayasyrabu mimmaā tasyrabuwna
Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia, "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan dan meminum dari apa yang kamu minum.
وَلَئِنْ أَطَعْتُم بَشَرًا مِّثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًا لَّخَـٰسِرُونَ 34
walai'in aaṭa‘tum basyaranā mmitslakum iinnakum iidzanā llakhaāsiruwna
Dan sesungguhnya jika kamu sekalian menaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.
أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذَا مِتُّمْ وَكُنتُمْ تُرَابًا وَعِظَـٰمًا أَنَّكُم مُّخْرَجُونَ 35
aaya‘idukum aannakum iidzaā mittum wakuntum turaābanā wa‘iẓaāmanā aannakum mmukhrajuwna
Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu) [1000]?
۞ هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ 36
hayhaāta hayhaāta limaā tuw‘aduwna
jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu,
إِنْ هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ 37
iin hiāa iillaā ḥayaātunaā alddunyaā namuwtu wanaḥyaā wamaā naḥnu bimab‘uwtsiyna
kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini; kita mati dan kita hidup [1001] dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi,
إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا وَمَا نَحْنُ لَهُۥ بِمُؤْمِنِينَ 38
iin huwa iillaā rajulun aftaraāā ‘alaā alllahi kadzibanā wamaā naḥnu lahuū bimuu'miniyna
Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya".
قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ 39
qaāla rabbi anṣurniā bimaā kadzdzabuwni
Rasul itu berdoa, "Ya Tuhan-ku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku."
قَالَ عَمَّا قَلِيلٍ لَّيُصْبِحُنَّ نَـٰدِمِينَ 40
qaāla ‘ammaā qaliylin llayuṣbiḥunna naādimiyna
Allah berfirman, "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal."
فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ بِٱلْحَقِّ فَجَعَلْنَـٰهُمْ غُثَآءً ۚ فَبُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ 41
faaakhadzathumu alṣṣayḥahu bialḥaqqi faja‘alnaāhum ghutsaā'an fabu‘danā llilqawmi alẓẓaālimiyna
Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir [1002], maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.
ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قُرُونًا ءَاخَرِينَ 42
tsumma aansyaanaā min ba‘dihim quruwnanā 'aākhariyna
Kemudian, Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain [1003].
مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ 43
maā tasbiqu min aummahin aajalahaā wamaā yastakhiruwna
Tidak (dapat) sesuatu umat pun mendahului ajalnya dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu).
ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَا ۖ كُلَّ مَا جَآءَ أُمَّةً رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُم بَعْضًا وَجَعَلْنَـٰهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًا لِّقَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ 44
tsumma aarsalnaā rusulanaā tatraā kulla maā jaā'a aummahan rrasuwluhaā kadzdzabuwhu faaatba‘naā ba‘ḍahum ba‘ḍanā waja‘alnaāhum aaḥaādiytsa fabu‘danā lliqawmin llaā yuu'minuwna
Kemudian, Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain [1004]. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.
ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ وَأَخَاهُ هَـٰرُونَ بِـَٔايَـٰتِنَا وَسُلْطَـٰنٍ مُّبِينٍ 45
tsumma aarsalnaā muwsaāā waaakhaāhu haāruwna biaāyaātinaā wasulṭaānin mmubiynin
Kemudian, Kami utus Musa dan saudaranya Hārūn dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami dan bukti yang nyata [1005],
إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًا عَالِينَ 46
iilaāā fir‘awna wamalaiiyhiī faastakbaruwā wakaānuwā qawmanā ‘aāliyna
kepada Firʻawn dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong.
فَقَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَـٰبِدُونَ 47
faqaāluwā aanuu'minu libasyarayni mitslinaā waqawmuhumaā lanaā ‘aābiduwna
Dan mereka berkata, "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Isrā`īl) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?"
فَكَذَّبُوهُمَا فَكَانُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْلَكِينَ 48
fakadzdzabuwhumaā fakaānuwā mina almuhlakiyna
Maka (tetaplah) mereka mendustakan keduanya sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan.
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ 49
walaqad 'aātaynaā muwsaā alkitaāba la‘allahum yahtaduwna
Dan sesungguhnya telah Kami berikan Alkitab (Taurat) kepada Musa agar mereka (Bani Isrā`īl) mendapat petunjuk.
وَجَعَلْنَا ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥٓ ءَايَةً وَءَاوَيْنَـٰهُمَآ إِلَىٰ رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ 50
waja‘alnaā abna maryama waaummahuū 'aāyahan wa'aāwaynaāhumaā iilaāā rabwahin dzaāti qaraārin wama‘iynin
Dan telah Kami jadikan (ʻIsa) putra Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami) dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir [1006].
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُوا۟ مِنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَٱعْمَلُوا۟ صَـٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ 51
yaāaayyuhaā alrrusulu kuluwā mina alṭṭayyibaāti waa‘maluwā ṣaāliḥanā iinniā bimaā ta‘maluwna ‘aliymun
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
وَإِنَّ هَـٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱتَّقُونِ 52
waiinna haādzihiī aummatukum aummahan waāḥidahan waaanaā rabbukum faattaquwni
Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu [1007], dan Aku adalah Tuhan-mu, maka bertakwalah kepada-Ku.
فَتَقَطَّعُوٓا۟ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ 53
fataqaṭṭa‘uwā aamrahum baynahum zuburanā kullu ḥizbin bimaā ladayhim fariḥuwna
Kemudian, mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
فَذَرْهُمْ فِى غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ 54
fadzarhum fiā ghamratihim ḥattaāā ḥiynin
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِۦ مِن مَّالٍ وَبَنِينَ 55
aayaḥsabuwna aannamaā numidduhum bihiī min mmaālin wabaniyna
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),
نُسَارِعُ لَهُمْ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ بَل لَّا يَشْعُرُونَ 56
nusaāri‘u lahum fiā alkhayraāti bal llaā yasy‘uruwna
Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar [1008].
إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ 57
iinna alladziyna hum mmin khasyyahi rabbihim mmusyfiquwna
Sesungguhnya, orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,
وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ 58
waalladziyna hum biaāyaāti rabbihim yuu'minuwna
Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,
وَٱلَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ 59
waalladziyna hum birabbihim laā yusyrikuwna
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun),
وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَوا۟ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَٰجِعُونَ 60
waalladziyna yuu'tuwna maā 'aātawā wwaquluwbuhum wajilahun aannahum iilaāā rabbihim raāji‘uwna
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka [1009],
أُو۟لَـٰٓئِكَ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَهُمْ لَهَا سَـٰبِقُونَ 61
auwlaāi'ika yusaāri‘uwna fiā alkhayraāti wahum lahaā saābiquwna
mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya [1010].
وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَـٰبٌ يَنطِقُ بِٱلْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ 62
walaā nukallifu nafsanā iillaā wus‘ahaā waladaynaā kitaābun yanṭiqu bialḥaqqi wahum laā yuẓlamuwna
Kami tiada membebani seseorang, melainkan menurut kesanggupannya dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran [1011] dan mereka tidak dianiaya.
بَلْ قُلُوبُهُمْ فِى غَمْرَةٍ مِّنْ هَـٰذَا وَلَهُمْ أَعْمَـٰلٌ مِّن دُونِ ذَٰلِكَ هُمْ لَهَا عَـٰمِلُونَ 63
bal quluwbuhum fiā ghamrahin mmin haādzaā walahum aa‘maālun mmin duwni dzaālika hum lahaā ‘aāmiluwna
Akan tetapi, hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini dan mereka banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk); selain dari itu, mereka tetap mengerjakannya.
حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِم بِٱلْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْـَٔرُونَ 64
ḥattaāā iidzaā aakhadznaā mutrafiyhim bial‘adzaābi iidzaā hum yajaruwna
Hingga apabila Kami timpakan azab [1012] kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka dengan serta merta mereka memekik meminta tolong.
لَا تَجْـَٔرُوا۟ ٱلْيَوْمَ ۖ إِنَّكُم مِّنَّا لَا تُنصَرُونَ 65
laā tajaruwā alyawma iinnakum mminnaā laā tunṣaruwna
Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami.
قَدْ كَانَتْ ءَايَـٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَـٰبِكُمْ تَنكِصُونَ 66
qad kaānat 'aāyaātiā tutlaāā ‘alaykum fakuntum ‘alaāā aa‘qaābikum tankiṣuwna
Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al-Qur`ān) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang,
مُسْتَكْبِرِينَ بِهِۦ سَـٰمِرًا تَهْجُرُونَ 67
mustakbiriyna bihiī saāmiranā tahjuruwna
dengan menyombongkan diri terhadap Al-Qur`ān itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.
أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا۟ ٱلْقَوْلَ أَمْ جَآءَهُم مَّا لَمْ يَأْتِ ءَابَآءَهُمُ ٱلْأَوَّلِينَ 68
aafalam yaddabbaruwā alqawla aam jaā'ahum mmaā lam yaati 'aābaā'ahumu alaawwaliyna
Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami) atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?
أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا۟ رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ 69
aam lam ya‘rifuwā rasuwlahum fahum lahuū munkiruwna
Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka karena itu mereka memungkirinya?
أَمْ يَقُولُونَ بِهِۦ جِنَّةٌۢ ۚ بَلْ جَآءَهُم بِٱلْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَـٰرِهُونَ 70
aam yaquwluwna bihiī jinnahun bal jaā'ahum bialḥaqqi waaaktsaruhum lilḥaqqi kaārihuwna
Atau (apakah patut) mereka berkata, "Padanya (Muhammad) ada penyakit gila." Sebenarnya, dia telah membawa kebenaran kepada mereka dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran.
وَلَوِ ٱتَّبَعَ ٱلْحَقُّ أَهْوَآءَهُمْ لَفَسَدَتِ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَـٰهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ 71
walawi attaba‘a alḥaqqu aahwaā'ahum lafasadati alssamaāwaātu waalaarḍu waman fiyhinna bal aataynaāhum bidzikrihim fahum ‘an dzikrihim mmu‘riḍuwna
Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya, Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al-Qur`ān) mereka, tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.
أَمْ تَسْـَٔلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ 72
aam tasaluhum kharjanā fakharaāju rabbika khayrun wahuwa khayru alrraāziqiyna
Atau kamu meminta upah kepada mereka?", maka upah dari Tuhan-mu [1013] adalah lebih baik dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik.
وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ 73
waiinnaka latad‘uwhum iilaāā ṣiraāṭin mmustaqiymin
Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus.
وَإِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ عَنِ ٱلصِّرَٰطِ لَنَـٰكِبُونَ 74
waiinna alladziyna laā yuu'minuwna bialaākhirahi ‘ani alṣṣiraāṭi lanaākibuwna
Dan sesungguhnya, orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus).
۞ وَلَوْ رَحِمْنَـٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِم مِّن ضُرٍّ لَّلَجُّوا۟ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ 75
walaw raḥimnaāhum wakasyafnaā maā bihim mmin ḍurrin llalajjuwā fiā ṭughyaānihim ya‘mahuwna
Andaikata mereka Kami belas kasihani dan Kami lenyapkan kemudaratan yang mereka alami [1014], benar-benar mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam keterlaluan [1015] mereka.
وَلَقَدْ أَخَذْنَـٰهُم بِٱلْعَذَابِ فَمَا ٱسْتَكَانُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ 76
walaqad aakhadznaāhum bial‘adzaābi famaā astakaānuwā lirabbihim wamaā yataḍarra‘uwna
Dan sesungguhnya, Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka [1016], maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.
حَتَّىٰٓ إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ 77
ḥattaāā iidzaā fataḥnaā ‘alayhim baābanā dzaā ‘adzaābin syadiydin iidzaā hum fiyhi mublisuwna
Hingga apabila Kami bukakan untuk mereka suatu pintu yang ada azab yang amat sangat (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus asa.
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ 78
wahuwa alladziā aansyaaa lakumu alssam‘a waalaabṣaāra waalaafidaha qaliylanā mmaā tasykuruwna
Dan Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan, dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur [1017].
وَهُوَ ٱلَّذِى ذَرَأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ 79
wahuwa alladziā dzaraaakum fiā alaarḍi waiilayhi tuḥsyaruwna
Dan Dia-lah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.
وَهُوَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَلَهُ ٱخْتِلَـٰفُ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ 80
wahuwa alladziā yuḥāiī wayumiytu walahu akhtilaāfu allayli waalnnahaāri aafalaā ta‘qiluwna
Dan Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia-lah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
بَلْ قَالُوا۟ مِثْلَ مَا قَالَ ٱلْأَوَّلُونَ 81
bal qaāluwā mitsla maā qaāla alaawwaluwna
Sebenarnya mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan perkataan yang diucapkan oleh orang-orang dahulu kala.
قَالُوٓا۟ أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَـٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ 82
qaāluwā aa'idzaā mitnaā wakunnaā turaābanā wa‘iẓaāmanā aa'innaā lamab‘uwtsuwna
Mereka berkata, "Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan?
لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا هَـٰذَا مِن قَبْلُ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ 83
laqad wu‘idnaā naḥnu wa'aābaāu'unaā haādzaā min qablu iin haādzaā iillaā aasaāṭiyru alaawwaliyna
Sesungguhnya, kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini [1018] dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!".
قُل لِّمَنِ ٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهَآ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ 84
qul llimani alaarḍu waman fiyhaā iin kuntum ta‘lamuwna
Katakanlah, "Kepunyaan siapakah bumi ini dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ 85
sayaquwluwna lillahi qul aafalaā tadzakkaruwna
Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah." Katakanlah, "Maka apakah kamu tidak ingat?"
قُلْ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ ٱلسَّبْعِ وَرَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ 86
qul man rrabbu alssamaāwaāti alssab‘i warabbu al‘arsyi al‘aẓiymi
Katakanlah, "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya Arasy yang besar?"
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ 87
sayaquwluwna lillahi qul aafalaā tattaquwna
Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah." Katakanlah, "Maka apakah kamu tidak bertakwa?"
قُلْ مَنۢ بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ 88
qul man biyadihiī malakuwtu kulli syaā'in wahuwa yujiyru walaā yujaāru ‘alayhi iin kuntum ta‘lamuwna
Katakanlah, "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu, sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?"
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ 89
sayaquwluwna lillahi qul faaannaāā tusḥaruwna
Mereka akan menjawab, "Kepunyaan Allah". Katakanlah, "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?"
بَلْ أَتَيْنَـٰهُم بِٱلْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ 90
bal aataynaāhum bialḥaqqi waiinnahum lakaādzibuwna
Sebenarnya, Kami telah membawa kebenaran [1019] kepada mereka dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
مَا ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ مِن وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُۥ مِنْ إِلَـٰهٍ ۚ إِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَـٰهٍۭ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ 91
maā attakhadza alllahu min waladin wamaā kaāna ma‘ahuū min iilaāhin iidzanā lladzahaba kullu iilaāhin bimaā khalaqa wala‘alaā ba‘ḍuhum ‘alaāā ba‘ḍin subḥaāna alllahi ‘ammaā yaṣifuwna
Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,
عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ 92
‘aālimi alghaybi waalsysyahaādahi fata‘aālaāā ‘ammaā yusyrikuwna
Yang mengetahui semua yang gaib [1020] dan semua yang tampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.
قُل رَّبِّ إِمَّا تُرِيَنِّى مَا يُوعَدُونَ 93
qul rrabbi iimmaā turiyanniā maā yuw‘aduwna
Katakanlah, "Ya Tuhan, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka,
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ 94
rabbi falaā taj‘alniā fiā alqawmi alẓẓaālimiyna
ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim."
وَإِنَّا عَلَىٰٓ أَن نُّرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقَـٰدِرُونَ 95
waiinnaā ‘alaāā aan nnuriyaka maā na‘iduhum laqaādiruwna
Dan sesungguhnya, Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka.
ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ٱلسَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ 96
adfa‘ biallatiā hiāa aaḥsanu alssayyii'aha naḥnu aa‘lamu bimaā yaṣifuwna
Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan [1021].
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَـٰطِينِ 97
waqul rrabbi aa‘uwdzu bika min hamazaāti alsysyayaāṭiyni
Dan katakanlah, "Ya Tuhan-ku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ 98
waaa‘uwdzu bika rabbi aan yaḥḍuruwni
Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhan-ku dari kedatangan mereka kepadaku."
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ 99
ḥattaāā iidzaā jaā'a aaḥadahumu almawtu qaāla rabbi arji‘uwni
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhan-ku kembalikanlah aku (ke dunia) [1022],
لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَـٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ 100
la‘alliā aa‘malu ṣaāliḥanā fiymaā taraktu kallaā iinnahaā kalimahun huwa qaāi'iluhaā wamin waraāi'ihim barzakhun iilaāā yawmi yub‘atsuwna
agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan [1023].
فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَلَآ أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَآءَلُونَ 101
faiidzaā nufikha fiā alṣṣuwri falaā aansaāba baynahum yawmai'idzin walaā yatasaā'aluwna
Apabila sangkakala ditiup, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu [1024] dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ 102
faman tsaqulat mawaāziynuhuū faauwlaāi'ika humu almufliḥuwna
Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya [1025], maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فِى جَهَنَّمَ خَـٰلِدُونَ 103
waman khaffat mawaāziynuhuū faauwlaāi'ika alladziyna khasiruwā aanfusahum fiā jahannama khaāliduwna
Dan barang siapa yang ringan timbangannya [1026], maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri; mereka kekal di dalam neraka Jahanam.
تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَـٰلِحُونَ 104
talfaḥu wujuwhahumu alnnaāru wahum fiyhaā kaāliḥuwna
Muka mereka dibakar api neraka dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.
أَلَمْ تَكُنْ ءَايَـٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ 105
aalam takun 'aāyaātiā tutlaāā ‘alaykum fakuntum bihaā tukadzdzibuwna
Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?
قَالُوا۟ رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَآلِّينَ 106
qaāluwā rabbanaā ghalabat ‘alaynaā syiqwatunaā wakunnaā qawmanā ḍaālliyna
Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami dan adalah kami orang-orang yang sesat.
رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَـٰلِمُونَ 107
rabbanaā aakhrijnaā minhaā faiin ‘udnaā faiinnaā ẓaālimuwna
Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran); sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
قَالَ ٱخْسَـُٔوا۟ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ 108
qaāla akhsauwā fiyhaā walaā tukallimuwni
Allah berfirman, "Tinggallah dengan hina di dalamnya dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.
إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْ عِبَادِى يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 109
iinnahuū kaāna fariyqun mmin ‘ibaādiā yaquwluwna rabbanaā 'aāmannaā faaghfir lanaā waarḥamnaā waaanta khayru alrraāḥimiyna
Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia), "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.
فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوْكُمْ ذِكْرِى وَكُنتُم مِّنْهُمْ تَضْحَكُونَ 110
faattakhadztumuwhum sikhriyyanā ḥattaāā aansawkum dzikriā wakuntum mminhum taḍḥakuwna
Lalu, kamu menjadikan mereka buah ejekan sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka,
إِنِّى جَزَيْتُهُمُ ٱلْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوٓا۟ أَنَّهُمْ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ 111
iinniā jazaytuhumu alyawma bimaā ṣabaruwā aannahum humu alfaāi'izuwna
Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka pada hari ini karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang [1027]."
قَـٰلَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ 112
qaāla kam labitstum fiā alaarḍi ‘adada siniyna
Allah bertanya, "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
قَالُوا۟ لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْـَٔلِ ٱلْعَآدِّينَ 113
qaāluwā labitsnaā yawmanā aaw ba‘ḍa yawmin fasali al‘aāddiyna
Mereka menjawab, "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
قَـٰلَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ 114
qaāla iin llabitstum iillaā qaliylanā llaw aannakum kuntum ta‘lamuwna
Allah berfirman, "Kamu tidak tinggal (di bumi), melainkan sebentar saja kalau kamu sesungguhnya mengetahui" [1028].
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَـٰكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ 115
aafaḥasibtum aannamaā khalaqnaākum ‘abatsanā waaannakum iilaynaā laā turja‘uwna
Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
فَتَعَـٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْكَرِيمِ 116
fata‘aālaā alllahu almaliku alḥaqqu laā iilaāha iillaā huwa rabbu al‘arsyi alkariymi
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) arasy yang mulia.
وَمَن يَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَـٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَـٰفِرُونَ 117
waman yad‘u ma‘a alllahi iilaāhanā 'aākhara laā burhaāna lahuū bihiī faiinnamaā ḥisaābuhuū ‘inda rabbihiī iinnahuū laā yufliḥu alkaāfiruwna
Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.
وَقُل رَّبِّ ٱغْفِرْ وَٱرْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 118
waqul rrabbi aghfir waarḥam waaanta khayru alrraāḥimiyna
Dan katakanlah, "Ya Tuhan-ku berilah ampun dan berilah rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik."
← Surah sebelumnya
Surah berikutnya →