← Daftar Surah
23. Al-Mu’minun
المؤمنون · Orang Mukmin · 118 ayat · Makkah
قَدْ
أَفْلَحَ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
1
qad
aaflaḥa
almuu'minuwna
Sesungguhnya
beruntunglah
orang-orang
yang
beriman,
ٱلَّذِينَ
هُمْ
فِى
صَلَاتِهِمْ
خَـٰشِعُونَ
2
alladziyna
hum
fiā
ṣalaātihim
khaāsyi‘uwna
(yaitu)
orang-orang
yang
khusyuk
dalam
salatnya,
وَٱلَّذِينَ
هُمْ
عَنِ
ٱللَّغْوِ
مُعْرِضُونَ
3
waalladziyna
hum
‘ani
alllaghwi
mu‘riḍuwna
dan
orang-orang
yang
menjauhkan
diri
dari
(perbuatan
dan
perkataan)
yang
tiada
berguna,
وَٱلَّذِينَ
هُمْ
لِلزَّكَوٰةِ
فَـٰعِلُونَ
4
waalladziyna
hum
lilzzakawāhi
faā‘iluwna
dan
orang-orang
yang
menunaikan
zakat,
وَٱلَّذِينَ
هُمْ
لِفُرُوجِهِمْ
حَـٰفِظُونَ
5
waalladziyna
hum
lifuruwjihim
ḥaāfiẓuwna
dan
orang-orang
yang
menjaga
kemaluannya,
إِلَّا
عَلَىٰٓ
أَزْوَٰجِهِمْ
أَوْ
مَا
مَلَكَتْ
أَيْمَـٰنُهُمْ
فَإِنَّهُمْ
غَيْرُ
مَلُومِينَ
6
iillaā
‘alaāā
aazwaājihim
aaw
maā
malakat
aaymaānuhum
faiinnahum
ghayru
maluwmiyna
kecuali
terhadap
istri-istri
mereka
atau
budak
yang
mereka
miliki
[995],
maka
sesungguhnya
mereka
dalam
hal
ini
tiada
tercela.
فَمَنِ
ٱبْتَغَىٰ
وَرَآءَ
ذَٰلِكَ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْعَادُونَ
7
famani
abtaghaāā
waraā'a
dzaālika
faauwlaāi'ika
humu
al‘aāduwna
Barang
siapa
mencari
yang
di
balik
itu
[996],
maka
mereka
itulah
orang-orang
yang
melampaui
batas.
وَٱلَّذِينَ
هُمْ
لِأَمَـٰنَـٰتِهِمْ
وَعَهْدِهِمْ
رَٰعُونَ
8
waalladziyna
hum
liaamaānaātihim
wa‘ahdihim
raā‘uwna
Dan
orang-orang
yang
memelihara
amanat-amanat
(yang
dipikulnya)
dan
janjinya,
وَٱلَّذِينَ
هُمْ
عَلَىٰ
صَلَوَٰتِهِمْ
يُحَافِظُونَ
9
waalladziyna
hum
‘alaāā
ṣalawaātihim
yuḥaāfiẓuwna
dan
orang-orang
yang
memelihara
salatnya.
أُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْوَٰرِثُونَ
10
auwlaāi'ika
humu
alwaāritsuwna
Mereka
itulah
orang-orang
yang
akan
mewarisi,
ٱلَّذِينَ
يَرِثُونَ
ٱلْفِرْدَوْسَ
هُمْ
فِيهَا
خَـٰلِدُونَ
11
alladziyna
yaritsuwna
alfirdawsa
hum
fiyhaā
khaāliduwna
(yakni)
yang
akan
mewarisi
Surga
Firdaus.
Mereka
kekal
di
dalamnya.
وَلَقَدْ
خَلَقْنَا
ٱلْإِنسَـٰنَ
مِن
سُلَـٰلَةٍ
مِّن
طِينٍ
12
walaqad
khalaqnaā
aliinsaāna
min
sulaālahin
mmin
ṭiynin
Dan
sesungguhnya,
Kami
telah
menciptakan
manusia
dari
suatu
sari
pati
(berasal)
dari
tanah.
ثُمَّ
جَعَلْنَـٰهُ
نُطْفَةً
فِى
قَرَارٍ
مَّكِينٍ
13
tsumma
ja‘alnaāhu
nuṭfahan
fiā
qaraārin
mmakiynin
Kemudian,
Kami
jadikan
sari
pati
itu
air
mani
(yang
disimpan)
dalam
tempat
yang
kokoh
(rahim).
ثُمَّ
خَلَقْنَا
ٱلنُّطْفَةَ
عَلَقَةً
فَخَلَقْنَا
ٱلْعَلَقَةَ
مُضْغَةً
فَخَلَقْنَا
ٱلْمُضْغَةَ
عِظَـٰمًا
فَكَسَوْنَا
ٱلْعِظَـٰمَ
لَحْمًا
ثُمَّ
أَنشَأْنَـٰهُ
خَلْقًا
ءَاخَرَ
ۚ
فَتَبَارَكَ
ٱللَّهُ
أَحْسَنُ
ٱلْخَـٰلِقِينَ
14
tsumma
khalaqnaā
alnnuṭfaha
‘alaqahan
fakhalaqnaā
al‘alaqaha
muḍghahan
fakhalaqnaā
almuḍghaha
‘iẓaāmanā
fakasawnaā
al‘iẓaāma
laḥmanā
tsumma
aansyaanaāhu
khalqanā
'aākhara
fatabaāraka
alllahu
aaḥsanu
alkhaāliqiyna
Kemudian,
air
mani
itu
Kami
jadikan
segumpal
darah,
lalu
segumpal
darah
itu
Kami
jadikan
segumpal
daging,
dan
segumpal
daging
itu
Kami
jadikan
tulang
belulang,
lalu
tulang
belulang
itu
Kami
bungkus
dengan
daging.
Kemudian,
Kami
jadikan
dia
makhluk
yang
(berbentuk)
lain.
Maka
Maha
sucilah
Allah,
Pencipta
Yang
Paling
Baik.
ثُمَّ
إِنَّكُم
بَعْدَ
ذَٰلِكَ
لَمَيِّتُونَ
15
tsumma
iinnakum
ba‘da
dzaālika
lamayyituwna
Kemudian
sesudah
itu,
sesungguhnya
kamu
sekalian
benar-benar
akan
mati.
ثُمَّ
إِنَّكُمْ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
تُبْعَثُونَ
16
tsumma
iinnakum
yawma
alqiyaāmahi
tub‘atsuwna
Kemudian,
sesungguhnya
kamu
sekalian
akan
dibangkitkan
(dari
kuburmu)
pada
hari
kiamat.
وَلَقَدْ
خَلَقْنَا
فَوْقَكُمْ
سَبْعَ
طَرَآئِقَ
وَمَا
كُنَّا
عَنِ
ٱلْخَلْقِ
غَـٰفِلِينَ
17
walaqad
khalaqnaā
fawqakum
sab‘a
ṭaraāi'iqa
wamaā
kunnaā
‘ani
alkhalqi
ghaāfiliyna
Dan
sesungguhnya,
Kami
telah
menciptakan
di
atas
kamu
tujuh
buah
jalan
(tujuh
buah
langit)
dan
Kami
tidaklah
lengah
terhadap
ciptaan
(Kami).
وَأَنزَلْنَا
مِنَ
ٱلسَّمَآءِ
مَآءًۢ
بِقَدَرٍ
فَأَسْكَنَّـٰهُ
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۖ
وَإِنَّا
عَلَىٰ
ذَهَابٍۭ
بِهِۦ
لَقَـٰدِرُونَ
18
waaanzalnaā
mina
alssamaā'i
maā'an
biqadarin
faaaskannaāhu
fiā
alaarḍi
waiinnaā
‘alaāā
dzahaābin
bihiī
laqaādiruwna
Dan
Kami
turunkan
air
dari
langit
menurut
suatu
ukuran,
lalu
Kami
jadikan
air
itu
menetap
di
bumi
dan
sesungguhnya
Kami
benar-benar
berkuasa
menghilangkannya.
فَأَنشَأْنَا
لَكُم
بِهِۦ
جَنَّـٰتٍ
مِّن
نَّخِيلٍ
وَأَعْنَـٰبٍ
لَّكُمْ
فِيهَا
فَوَٰكِهُ
كَثِيرَةٌ
وَمِنْهَا
تَأْكُلُونَ
19
faaansyaanaā
lakum
bihiī
jannaātin
mmin
nnakhiylin
waaa‘naābin
llakum
fiyhaā
fawaākihu
katsiyrahun
waminhaā
taakuluwna
Lalu
dengan
air
itu,
Kami
tumbuhkan
untuk
kamu
kebun-kebun
kurma
dan
anggur;
di
dalam
kebun-kebun
itu,
kamu
peroleh
buah-buahan
yang
banyak
dan
sebagian
dari
buah-buahan
itu
kamu
makan,
وَشَجَرَةً
تَخْرُجُ
مِن
طُورِ
سَيْنَآءَ
تَنۢبُتُ
بِٱلدُّهْنِ
وَصِبْغٍ
لِّلْـَٔاكِلِينَ
20
wasyajarahan
takhruju
min
ṭuwri
saynaā'a
tanbutu
bialdduhni
waṣibghin
llilaākiliyna
dan
pohon
kayu
keluar
dari
Ṭūr
Saynā`(pohon
zaitun)
yang
menghasilkan
minyak
dan
menjadi
kuah
bagi
orang-orang
yang
makan.
وَإِنَّ
لَكُمْ
فِى
ٱلْأَنْعَـٰمِ
لَعِبْرَةً
ۖ
نُّسْقِيكُم
مِّمَّا
فِى
بُطُونِهَا
وَلَكُمْ
فِيهَا
مَنَـٰفِعُ
كَثِيرَةٌ
وَمِنْهَا
تَأْكُلُونَ
21
waiinna
lakum
fiā
alaan‘aāmi
la‘ibrahan
nnusqiykum
mmimmaā
fiā
buṭuwnihaā
walakum
fiyhaā
manaāfi‘u
katsiyrahun
waminhaā
taakuluwna
Dan
sesungguhnya
pada
binatang-binatang
ternak,
benar-benar
terdapat
pelajaran
yang
penting
bagi
kamu;
Kami
memberi
minum
kamu
dari
air
susu
yang
ada
dalam
perutnya
dan
(juga)
pada
binatang-binatang
ternak
itu
terdapat
faedah
yang
banyak
untuk
kamu
dan
sebagian
darinya
kamu
makan,
وَعَلَيْهَا
وَعَلَى
ٱلْفُلْكِ
تُحْمَلُونَ
22
wa‘alayhaā
wa‘alaā
alfulki
tuḥmaluwna
dan
di
atas
punggung
binatang-binatang
ternak
itu
dan
(juga)
di
atas
perahu-perahu
kamu
diangkut.
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
نُوحًا
إِلَىٰ
قَوْمِهِۦ
فَقَالَ
يَـٰقَوْمِ
ٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
مَا
لَكُم
مِّنْ
إِلَـٰهٍ
غَيْرُهُۥٓ
ۖ
أَفَلَا
تَتَّقُونَ
23
walaqad
aarsalnaā
nuwḥanā
iilaāā
qawmihiī
faqaāla
yaāqawmi
a‘buduwā
alllaha
maā
lakum
mmin
iilaāhin
ghayruhuū
aafalaā
tattaquwna
Dan
sesungguhnya,
Kami
telah
mengutus
Nūḥ
kepada
kaumnya,
lalu
ia
berkata,
"Hai
kaumku,
sembahlah
oleh
kamu
Allah
(karena)
sekali-kali
tidak
ada
Tuhan
bagimu
selain
Dia.
Maka
mengapa
kamu
tidak
bertakwa
(kepada-Nya)?"
فَقَالَ
ٱلْمَلَؤُا۟
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
مِن
قَوْمِهِۦ
مَا
هَـٰذَآ
إِلَّا
بَشَرٌ
مِّثْلُكُمْ
يُرِيدُ
أَن
يَتَفَضَّلَ
عَلَيْكُمْ
وَلَوْ
شَآءَ
ٱللَّهُ
لَأَنزَلَ
مَلَـٰٓئِكَةً
مَّا
سَمِعْنَا
بِهَـٰذَا
فِىٓ
ءَابَآئِنَا
ٱلْأَوَّلِينَ
24
faqaāla
almalau'uā
alladziyna
kafaruwā
min
qawmihiī
maā
haādzaā
iillaā
basyarun
mmitslukum
yuriydu
aan
yatafaḍḍala
‘alaykum
walaw
syaā'a
alllahu
laaanzala
malaāi'ikahan
mmaā
sami‘naā
bihaādzaā
fiā
'aābaāi'inaā
alaawwaliyna
Maka
pemuka-pemuka
orang
yang
kafir
di
antara
kaumnya
menjawab,
"Orang
ini
tidak
lain
hanyalah
manusia
seperti
kamu
yang
bermaksud
hendak
menjadi
seorang
yang
lebih
tinggi
dari
kamu.
Dan
kalau
Allah
menghendaki,
tentu
Dia
mengutus
beberapa
orang
malaikat.
Belum
pernah
kami
mendengar
(seruan
yang
seperti)
ini
pada
masa
nenek
moyang
kami
yang
dahulu.
إِنْ
هُوَ
إِلَّا
رَجُلٌۢ
بِهِۦ
جِنَّةٌ
فَتَرَبَّصُوا۟
بِهِۦ
حَتَّىٰ
حِينٍ
25
iin
huwa
iillaā
rajulun
bihiī
jinnahun
fatarabbaṣuwā
bihiī
ḥattaāā
ḥiynin
la
tidak
lain
hanyalah
seorang
laki-laki
yang
berpenyakit
gila,
maka
tunggulah
(sabarlah)
terhadapnya
sampai
suatu
waktu."
قَالَ
رَبِّ
ٱنصُرْنِى
بِمَا
كَذَّبُونِ
26
qaāla
rabbi
anṣurniā
bimaā
kadzdzabuwni
Nūḥ
berdoa,
"Ya
Tuhan-ku,
tolonglah
aku
[997]
karena
mereka
mendustakan
aku."
فَأَوْحَيْنَآ
إِلَيْهِ
أَنِ
ٱصْنَعِ
ٱلْفُلْكَ
بِأَعْيُنِنَا
وَوَحْيِنَا
فَإِذَا
جَآءَ
أَمْرُنَا
وَفَارَ
ٱلتَّنُّورُ
ۙ
فَٱسْلُكْ
فِيهَا
مِن
كُلٍّ
زَوْجَيْنِ
ٱثْنَيْنِ
وَأَهْلَكَ
إِلَّا
مَن
سَبَقَ
عَلَيْهِ
ٱلْقَوْلُ
مِنْهُمْ
ۖ
وَلَا
تُخَـٰطِبْنِى
فِى
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوٓا۟
ۖ
إِنَّهُم
مُّغْرَقُونَ
27
faaawḥaynaā
iilayhi
aani
aṣna‘i
alfulka
biaa‘yuninaā
wawaḥyinaā
faiidzaā
jaā'a
aamrunaā
wafaāra
alttannuwru
faasluk
fiyhaā
min
kullin
zawjayni
atsnayni
waaahlaka
iillaā
man
sabaqa
‘alayhi
alqawlu
minhum
walaā
tukhaāṭibniā
fiā
alladziyna
ẓalamuwā
iinnahum
mmughraquwna
Lalu,
Kami
wahyukan
kepadanya,
"Buatlah
bahtera
di
bawah
penilikan
dan
petunjuk
Kami,
maka
apabila
perintah
Kami
telah
datang
dan
tannūr
[998]
telah
memancarkan
air,
maka
masukkanlah
ke
dalam
bahtera
itu
sepasang
dari
tiap-tiap
(jenis)
dan
(juga)
keluargamu,
kecuali
orang
yang
telah
lebih
dahulu
ditetapkan
(akan
ditimpa
azab)
di
antara
mereka.
Dan
janganlah
kamu
bicarakan
dengan
Aku
tentang
orang-orang
yang
zalim
karena
sesungguhnya
mereka
itu
akan
ditenggelamkan.
فَإِذَا
ٱسْتَوَيْتَ
أَنتَ
وَمَن
مَّعَكَ
عَلَى
ٱلْفُلْكِ
فَقُلِ
ٱلْحَمْدُ
لِلَّهِ
ٱلَّذِى
نَجَّىٰنَا
مِنَ
ٱلْقَوْمِ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
28
faiidzaā
astawayta
aanta
waman
mma‘aka
‘alaā
alfulki
faquli
alḥamdu
lillahi
alladziā
najjaāānaā
mina
alqawmi
alẓẓaālimiyna
Apabila
kamu
dan
orang-orang
yang
bersamamu
telah
berada
di
atas
bahtera
itu,
maka
ucapkanlah,
"Segala
puji
bagi
Allah
yang
telah
menyelamatkan
kami
dari
orang-orang
yang
zalim."
وَقُل
رَّبِّ
أَنزِلْنِى
مُنزَلًا
مُّبَارَكًا
وَأَنتَ
خَيْرُ
ٱلْمُنزِلِينَ
29
waqul
rrabbi
aanzilniā
munzalanā
mmubaārakanā
waaanta
khayru
almunziliyna
Dan
berdoalah,
"Ya
Tuhan-ku,
tempatkanlah
aku
pada
tempat
yang
diberkati
dan
Engkau
adalah
sebaik-baik
Yang
memberi
tempat."
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍ
وَإِن
كُنَّا
لَمُبْتَلِينَ
30
iinna
fiā
dzaālika
laaāyaātin
waiin
kunnaā
lamubtaliyna
Sesungguhnya
pada
(kejadian)
itu
benar-benar
terdapat
beberapa
tanda
(kebesaran
Allah)
dan
sesungguhnya
Kami
menimpakan
azab
(kepada
kaum
Nūḥ
itu).
ثُمَّ
أَنشَأْنَا
مِنۢ
بَعْدِهِمْ
قَرْنًا
ءَاخَرِينَ
31
tsumma
aansyaanaā
min
ba‘dihim
qarnanā
'aākhariyna
Kemudian,
Kami
jadikan
sesudah
mereka
umat
yang
lain
[999].
فَأَرْسَلْنَا
فِيهِمْ
رَسُولًا
مِّنْهُمْ
أَنِ
ٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
مَا
لَكُم
مِّنْ
إِلَـٰهٍ
غَيْرُهُۥٓ
ۖ
أَفَلَا
تَتَّقُونَ
32
faaarsalnaā
fiyhim
rasuwlanā
mminhum
aani
a‘buduwā
alllaha
maā
lakum
mmin
iilaāhin
ghayruhuū
aafalaā
tattaquwna
Lalu
Kami
utus
kepada
mereka,
seorang
rasul
dari
kalangan
mereka
sendiri
(yang
berkata),
"Sembahlah
Allah
oleh
kamu
sekalian,
sekali-kali
tidak
ada
Tuhan
selain
daripada-Nya.
Maka
mengapa
kamu
tidak
bertakwa
(kepada-Nya).
وَقَالَ
ٱلْمَلَأُ
مِن
قَوْمِهِ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
وَكَذَّبُوا۟
بِلِقَآءِ
ٱلْـَٔاخِرَةِ
وَأَتْرَفْنَـٰهُمْ
فِى
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
مَا
هَـٰذَآ
إِلَّا
بَشَرٌ
مِّثْلُكُمْ
يَأْكُلُ
مِمَّا
تَأْكُلُونَ
مِنْهُ
وَيَشْرَبُ
مِمَّا
تَشْرَبُونَ
33
waqaāla
almalaau
min
qawmihi
alladziyna
kafaruwā
wakadzdzabuwā
biliqaā'i
alaākhirahi
waaatrafnaāhum
fiā
alḥayawāhi
alddunyaā
maā
haādzaā
iillaā
basyarun
mmitslukum
yaakulu
mimmaā
taakuluwna
minhu
wayasyrabu
mimmaā
tasyrabuwna
Dan
berkatalah
pemuka-pemuka
yang
kafir
di
antara
kaumnya
dan
yang
mendustakan
akan
menemui
hari
akhirat
(kelak)
dan
yang
telah
Kami
mewahkan
mereka
dalam
kehidupan
di
dunia,
"(Orang)
ini
tidak
lain
hanyalah
manusia
seperti
kamu,
dia
makan
dari
apa
yang
kamu
makan
dan
meminum
dari
apa
yang
kamu
minum.
وَلَئِنْ
أَطَعْتُم
بَشَرًا
مِّثْلَكُمْ
إِنَّكُمْ
إِذًا
لَّخَـٰسِرُونَ
34
walai'in
aaṭa‘tum
basyaranā
mmitslakum
iinnakum
iidzanā
llakhaāsiruwna
Dan
sesungguhnya
jika
kamu
sekalian
menaati
manusia
yang
seperti
kamu,
niscaya
bila
demikian,
kamu
benar-benar
(menjadi)
orang-orang
yang
merugi.
أَيَعِدُكُمْ
أَنَّكُمْ
إِذَا
مِتُّمْ
وَكُنتُمْ
تُرَابًا
وَعِظَـٰمًا
أَنَّكُم
مُّخْرَجُونَ
35
aaya‘idukum
aannakum
iidzaā
mittum
wakuntum
turaābanā
wa‘iẓaāmanā
aannakum
mmukhrajuwna
Apakah
ia
menjanjikan
kepada
kamu
sekalian
bahwa
bila
kamu
telah
mati
dan
telah
menjadi
tanah
dan
tulang
belulang,
kamu
sesungguhnya
akan
dikeluarkan
(dari
kuburmu)
[1000]?
۞
هَيْهَاتَ
هَيْهَاتَ
لِمَا
تُوعَدُونَ
36
hayhaāta
hayhaāta
limaā
tuw‘aduwna
jauh,
jauh
sekali
(dari
kebenaran)
apa
yang
diancamkan
kepada
kamu
itu,
إِنْ
هِىَ
إِلَّا
حَيَاتُنَا
ٱلدُّنْيَا
نَمُوتُ
وَنَحْيَا
وَمَا
نَحْنُ
بِمَبْعُوثِينَ
37
iin
hiāa
iillaā
ḥayaātunaā
alddunyaā
namuwtu
wanaḥyaā
wamaā
naḥnu
bimab‘uwtsiyna
kehidupan
itu
tidak
lain
hanyalah
kehidupan
kita
di
dunia
ini;
kita
mati
dan
kita
hidup
[1001]
dan
sekali-kali
tidak
akan
dibangkitkan
lagi,
إِنْ
هُوَ
إِلَّا
رَجُلٌ
ٱفْتَرَىٰ
عَلَى
ٱللَّهِ
كَذِبًا
وَمَا
نَحْنُ
لَهُۥ
بِمُؤْمِنِينَ
38
iin
huwa
iillaā
rajulun
aftaraāā
‘alaā
alllahi
kadzibanā
wamaā
naḥnu
lahuū
bimuu'miniyna
Ia
tidak
lain
hanyalah
seorang
yang
mengada-adakan
kebohongan
terhadap
Allah,
dan
kami
sekali-kali
tidak
akan
beriman
kepadanya".
قَالَ
رَبِّ
ٱنصُرْنِى
بِمَا
كَذَّبُونِ
39
qaāla
rabbi
anṣurniā
bimaā
kadzdzabuwni
Rasul
itu
berdoa,
"Ya
Tuhan-ku,
tolonglah
aku
karena
mereka
mendustakanku."
قَالَ
عَمَّا
قَلِيلٍ
لَّيُصْبِحُنَّ
نَـٰدِمِينَ
40
qaāla
‘ammaā
qaliylin
llayuṣbiḥunna
naādimiyna
Allah
berfirman,
"Dalam
sedikit
waktu
lagi
pasti
mereka
akan
menjadi
orang-orang
yang
menyesal."
فَأَخَذَتْهُمُ
ٱلصَّيْحَةُ
بِٱلْحَقِّ
فَجَعَلْنَـٰهُمْ
غُثَآءً
ۚ
فَبُعْدًا
لِّلْقَوْمِ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
41
faaakhadzathumu
alṣṣayḥahu
bialḥaqqi
faja‘alnaāhum
ghutsaā'an
fabu‘danā
llilqawmi
alẓẓaālimiyna
Maka
dimusnahkanlah
mereka
oleh
suara
yang
mengguntur
dengan
hak
dan
Kami
jadikan
mereka
(sebagai)
sampah
banjir
[1002],
maka
kebinasaanlah
bagi
orang-orang
yang
zalim
itu.
ثُمَّ
أَنشَأْنَا
مِنۢ
بَعْدِهِمْ
قُرُونًا
ءَاخَرِينَ
42
tsumma
aansyaanaā
min
ba‘dihim
quruwnanā
'aākhariyna
Kemudian,
Kami
ciptakan
sesudah
mereka
umat-umat
yang
lain
[1003].
مَا
تَسْبِقُ
مِنْ
أُمَّةٍ
أَجَلَهَا
وَمَا
يَسْتَـْٔخِرُونَ
43
maā
tasbiqu
min
aummahin
aajalahaā
wamaā
yastakhiruwna
Tidak
(dapat)
sesuatu
umat
pun
mendahului
ajalnya
dan
tidak
(dapat
pula)
mereka
terlambat
(dari
ajalnya
itu).
ثُمَّ
أَرْسَلْنَا
رُسُلَنَا
تَتْرَا
ۖ
كُلَّ
مَا
جَآءَ
أُمَّةً
رَّسُولُهَا
كَذَّبُوهُ
ۚ
فَأَتْبَعْنَا
بَعْضَهُم
بَعْضًا
وَجَعَلْنَـٰهُمْ
أَحَادِيثَ
ۚ
فَبُعْدًا
لِّقَوْمٍ
لَّا
يُؤْمِنُونَ
44
tsumma
aarsalnaā
rusulanaā
tatraā
kulla
maā
jaā'a
aummahan
rrasuwluhaā
kadzdzabuwhu
faaatba‘naā
ba‘ḍahum
ba‘ḍanā
waja‘alnaāhum
aaḥaādiytsa
fabu‘danā
lliqawmin
llaā
yuu'minuwna
Kemudian,
Kami
utus
(kepada
umat-umat
itu)
rasul-rasul
Kami
berturut-turut.
Tiap-tiap
seorang
rasul
datang
kepada
umatnya,
umat
itu
mendustakannya,
maka
Kami
perikutkan
sebagian
mereka
dengan
sebagian
yang
lain
[1004].
Dan
Kami
jadikan
mereka
buah
tutur
(manusia),
maka
kebinasaanlah
bagi
orang-orang
yang
tidak
beriman.
ثُمَّ
أَرْسَلْنَا
مُوسَىٰ
وَأَخَاهُ
هَـٰرُونَ
بِـَٔايَـٰتِنَا
وَسُلْطَـٰنٍ
مُّبِينٍ
45
tsumma
aarsalnaā
muwsaāā
waaakhaāhu
haāruwna
biaāyaātinaā
wasulṭaānin
mmubiynin
Kemudian,
Kami
utus
Musa
dan
saudaranya
Hārūn
dengan
membawa
tanda-tanda
(kebesaran)
Kami
dan
bukti
yang
nyata
[1005],
إِلَىٰ
فِرْعَوْنَ
وَمَلَإِي۟هِۦ
فَٱسْتَكْبَرُوا۟
وَكَانُوا۟
قَوْمًا
عَالِينَ
46
iilaāā
fir‘awna
wamalaiiyhiī
faastakbaruwā
wakaānuwā
qawmanā
‘aāliyna
kepada
Firʻawn
dan
pembesar-pembesar
kaumnya,
maka
mereka
ini
takabur
dan
mereka
adalah
orang-orang
yang
sombong.
فَقَالُوٓا۟
أَنُؤْمِنُ
لِبَشَرَيْنِ
مِثْلِنَا
وَقَوْمُهُمَا
لَنَا
عَـٰبِدُونَ
47
faqaāluwā
aanuu'minu
libasyarayni
mitslinaā
waqawmuhumaā
lanaā
‘aābiduwna
Dan
mereka
berkata,
"Apakah
(patut)
kita
percaya
kepada
dua
orang
manusia
seperti
kita
(juga),
padahal
kaum
mereka
(Bani
Isrā`īl)
adalah
orang-orang
yang
menghambakan
diri
kepada
kita?"
فَكَذَّبُوهُمَا
فَكَانُوا۟
مِنَ
ٱلْمُهْلَكِينَ
48
fakadzdzabuwhumaā
fakaānuwā
mina
almuhlakiyna
Maka
(tetaplah)
mereka
mendustakan
keduanya
sebab
itu
mereka
adalah
termasuk
orang-orang
yang
dibinasakan.
وَلَقَدْ
ءَاتَيْنَا
مُوسَى
ٱلْكِتَـٰبَ
لَعَلَّهُمْ
يَهْتَدُونَ
49
walaqad
'aātaynaā
muwsaā
alkitaāba
la‘allahum
yahtaduwna
Dan
sesungguhnya
telah
Kami
berikan
Alkitab
(Taurat)
kepada
Musa
agar
mereka
(Bani
Isrā`īl)
mendapat
petunjuk.
وَجَعَلْنَا
ٱبْنَ
مَرْيَمَ
وَأُمَّهُۥٓ
ءَايَةً
وَءَاوَيْنَـٰهُمَآ
إِلَىٰ
رَبْوَةٍ
ذَاتِ
قَرَارٍ
وَمَعِينٍ
50
waja‘alnaā
abna
maryama
waaummahuū
'aāyahan
wa'aāwaynaāhumaā
iilaāā
rabwahin
dzaāti
qaraārin
wama‘iynin
Dan
telah
Kami
jadikan
(ʻIsa)
putra
Maryam
beserta
ibunya
suatu
bukti
yang
nyata
bagi
(kekuasaan
Kami)
dan
Kami
melindungi
mereka
di
suatu
tanah
tinggi
yang
datar
yang
banyak
terdapat
padang-padang
rumput
dan
sumber-sumber
air
bersih
yang
mengalir
[1006].
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلرُّسُلُ
كُلُوا۟
مِنَ
ٱلطَّيِّبَـٰتِ
وَٱعْمَلُوا۟
صَـٰلِحًا
ۖ
إِنِّى
بِمَا
تَعْمَلُونَ
عَلِيمٌ
51
yaāaayyuhaā
alrrusulu
kuluwā
mina
alṭṭayyibaāti
waa‘maluwā
ṣaāliḥanā
iinniā
bimaā
ta‘maluwna
‘aliymun
Hai
rasul-rasul,
makanlah
dari
makanan
yang
baik-baik
dan
kerjakanlah
amal
yang
saleh.
Sesungguhnya,
Aku
Maha
Mengetahui
apa
yang
kamu
kerjakan.
وَإِنَّ
هَـٰذِهِۦٓ
أُمَّتُكُمْ
أُمَّةً
وَٰحِدَةً
وَأَنَا۠
رَبُّكُمْ
فَٱتَّقُونِ
52
waiinna
haādzihiī
aummatukum
aummahan
waāḥidahan
waaanaā
rabbukum
faattaquwni
Sesungguhnya
(agama
tauhid)
ini
adalah
agama
kamu
semua,
agama
yang
satu
[1007],
dan
Aku
adalah
Tuhan-mu,
maka
bertakwalah
kepada-Ku.
فَتَقَطَّعُوٓا۟
أَمْرَهُم
بَيْنَهُمْ
زُبُرًا
ۖ
كُلُّ
حِزْبٍۭ
بِمَا
لَدَيْهِمْ
فَرِحُونَ
53
fataqaṭṭa‘uwā
aamrahum
baynahum
zuburanā
kullu
ḥizbin
bimaā
ladayhim
fariḥuwna
Kemudian,
mereka
(pengikut-pengikut
rasul
itu)
menjadikan
agama
mereka
terpecah
belah
menjadi
beberapa
pecahan.
Tiap-tiap
golongan
merasa
bangga
dengan
apa
yang
ada
pada
sisi
mereka
(masing-masing).
فَذَرْهُمْ
فِى
غَمْرَتِهِمْ
حَتَّىٰ
حِينٍ
54
fadzarhum
fiā
ghamratihim
ḥattaāā
ḥiynin
Maka
biarkanlah
mereka
dalam
kesesatannya
sampai
suatu
waktu.
أَيَحْسَبُونَ
أَنَّمَا
نُمِدُّهُم
بِهِۦ
مِن
مَّالٍ
وَبَنِينَ
55
aayaḥsabuwna
aannamaā
numidduhum
bihiī
min
mmaālin
wabaniyna
Apakah
mereka
mengira
bahwa
harta
dan
anak-anak
yang
Kami
berikan
kepada
mereka
itu
(berarti
bahwa),
نُسَارِعُ
لَهُمْ
فِى
ٱلْخَيْرَٰتِ
ۚ
بَل
لَّا
يَشْعُرُونَ
56
nusaāri‘u
lahum
fiā
alkhayraāti
bal
llaā
yasy‘uruwna
Kami
bersegera
memberikan
kebaikan-kebaikan
kepada
mereka?
Tidak,
sebenarnya
mereka
tidak
sadar
[1008].
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
هُم
مِّنْ
خَشْيَةِ
رَبِّهِم
مُّشْفِقُونَ
57
iinna
alladziyna
hum
mmin
khasyyahi
rabbihim
mmusyfiquwna
Sesungguhnya,
orang-orang
yang
berhati-hati
karena
takut
akan
(azab)
Tuhan
mereka,
وَٱلَّذِينَ
هُم
بِـَٔايَـٰتِ
رَبِّهِمْ
يُؤْمِنُونَ
58
waalladziyna
hum
biaāyaāti
rabbihim
yuu'minuwna
Dan
orang-orang
yang
beriman
dengan
ayat-ayat
Tuhan
mereka,
وَٱلَّذِينَ
هُم
بِرَبِّهِمْ
لَا
يُشْرِكُونَ
59
waalladziyna
hum
birabbihim
laā
yusyrikuwna
Dan
orang-orang
yang
tidak
mempersekutukan
dengan
Tuhan
mereka
(sesuatu
apa
pun),
وَٱلَّذِينَ
يُؤْتُونَ
مَآ
ءَاتَوا۟
وَّقُلُوبُهُمْ
وَجِلَةٌ
أَنَّهُمْ
إِلَىٰ
رَبِّهِمْ
رَٰجِعُونَ
60
waalladziyna
yuu'tuwna
maā
'aātawā
wwaquluwbuhum
wajilahun
aannahum
iilaāā
rabbihim
raāji‘uwna
Dan
orang-orang
yang
memberikan
apa
yang
telah
mereka
berikan
dengan
hati
yang
takut
(karena
mereka
tahu
bahwa)
sesungguhnya
mereka
akan
kembali
kepada
Tuhan
mereka
[1009],
أُو۟لَـٰٓئِكَ
يُسَـٰرِعُونَ
فِى
ٱلْخَيْرَٰتِ
وَهُمْ
لَهَا
سَـٰبِقُونَ
61
auwlaāi'ika
yusaāri‘uwna
fiā
alkhayraāti
wahum
lahaā
saābiquwna
mereka
itu
bersegera
untuk
mendapat
kebaikan-kebaikan
dan
merekalah
orang-orang
yang
segera
memperolehnya
[1010].
وَلَا
نُكَلِّفُ
نَفْسًا
إِلَّا
وُسْعَهَا
ۖ
وَلَدَيْنَا
كِتَـٰبٌ
يَنطِقُ
بِٱلْحَقِّ
ۚ
وَهُمْ
لَا
يُظْلَمُونَ
62
walaā
nukallifu
nafsanā
iillaā
wus‘ahaā
waladaynaā
kitaābun
yanṭiqu
bialḥaqqi
wahum
laā
yuẓlamuwna
Kami
tiada
membebani
seseorang,
melainkan
menurut
kesanggupannya
dan
pada
sisi
Kami
ada
suatu
kitab
yang
membicarakan
kebenaran
[1011]
dan
mereka
tidak
dianiaya.
بَلْ
قُلُوبُهُمْ
فِى
غَمْرَةٍ
مِّنْ
هَـٰذَا
وَلَهُمْ
أَعْمَـٰلٌ
مِّن
دُونِ
ذَٰلِكَ
هُمْ
لَهَا
عَـٰمِلُونَ
63
bal
quluwbuhum
fiā
ghamrahin
mmin
haādzaā
walahum
aa‘maālun
mmin
duwni
dzaālika
hum
lahaā
‘aāmiluwna
Akan
tetapi,
hati
orang-orang
kafir
itu
dalam
kesesatan
dari
(memahami
kenyataan)
ini
dan
mereka
banyak
mengerjakan
perbuatan-perbuatan
(buruk);
selain
dari
itu,
mereka
tetap
mengerjakannya.
حَتَّىٰٓ
إِذَآ
أَخَذْنَا
مُتْرَفِيهِم
بِٱلْعَذَابِ
إِذَا
هُمْ
يَجْـَٔرُونَ
64
ḥattaāā
iidzaā
aakhadznaā
mutrafiyhim
bial‘adzaābi
iidzaā
hum
yajaruwna
Hingga
apabila
Kami
timpakan
azab
[1012]
kepada
orang-orang
yang
hidup
mewah
di
antara
mereka
dengan
serta
merta
mereka
memekik
meminta
tolong.
لَا
تَجْـَٔرُوا۟
ٱلْيَوْمَ
ۖ
إِنَّكُم
مِّنَّا
لَا
تُنصَرُونَ
65
laā
tajaruwā
alyawma
iinnakum
mminnaā
laā
tunṣaruwna
Janganlah
kamu
memekik
minta
tolong
pada
hari
ini.
Sesungguhnya
kamu
tiada
akan
mendapat
pertolongan
dari
Kami.
قَدْ
كَانَتْ
ءَايَـٰتِى
تُتْلَىٰ
عَلَيْكُمْ
فَكُنتُمْ
عَلَىٰٓ
أَعْقَـٰبِكُمْ
تَنكِصُونَ
66
qad
kaānat
'aāyaātiā
tutlaāā
‘alaykum
fakuntum
‘alaāā
aa‘qaābikum
tankiṣuwna
Sesungguhnya
ayat-ayat-Ku
(Al-Qur`ān)
selalu
dibacakan
kepada
kamu
sekalian,
maka
kamu
selalu
berpaling
ke
belakang,
مُسْتَكْبِرِينَ
بِهِۦ
سَـٰمِرًا
تَهْجُرُونَ
67
mustakbiriyna
bihiī
saāmiranā
tahjuruwna
dengan
menyombongkan
diri
terhadap
Al-Qur`ān
itu
dan
mengucapkan
perkataan-perkataan
keji
terhadapnya
pada
waktu
kamu
bercakap-cakap
pada
malam
hari.
أَفَلَمْ
يَدَّبَّرُوا۟
ٱلْقَوْلَ
أَمْ
جَآءَهُم
مَّا
لَمْ
يَأْتِ
ءَابَآءَهُمُ
ٱلْأَوَّلِينَ
68
aafalam
yaddabbaruwā
alqawla
aam
jaā'ahum
mmaā
lam
yaati
'aābaā'ahumu
alaawwaliyna
Maka
apakah
mereka
tidak
memperhatikan
perkataan
(Kami)
atau
apakah
telah
datang
kepada
mereka
apa
yang
tidak
pernah
datang
kepada
nenek
moyang
mereka
dahulu?
أَمْ
لَمْ
يَعْرِفُوا۟
رَسُولَهُمْ
فَهُمْ
لَهُۥ
مُنكِرُونَ
69
aam
lam
ya‘rifuwā
rasuwlahum
fahum
lahuū
munkiruwna
Ataukah
mereka
tidak
mengenal
rasul
mereka
karena
itu
mereka
memungkirinya?
أَمْ
يَقُولُونَ
بِهِۦ
جِنَّةٌۢ
ۚ
بَلْ
جَآءَهُم
بِٱلْحَقِّ
وَأَكْثَرُهُمْ
لِلْحَقِّ
كَـٰرِهُونَ
70
aam
yaquwluwna
bihiī
jinnahun
bal
jaā'ahum
bialḥaqqi
waaaktsaruhum
lilḥaqqi
kaārihuwna
Atau
(apakah
patut)
mereka
berkata,
"Padanya
(Muhammad)
ada
penyakit
gila."
Sebenarnya,
dia
telah
membawa
kebenaran
kepada
mereka
dan
kebanyakan
mereka
benci
kepada
kebenaran.
وَلَوِ
ٱتَّبَعَ
ٱلْحَقُّ
أَهْوَآءَهُمْ
لَفَسَدَتِ
ٱلسَّمَـٰوَٰتُ
وَٱلْأَرْضُ
وَمَن
فِيهِنَّ
ۚ
بَلْ
أَتَيْنَـٰهُم
بِذِكْرِهِمْ
فَهُمْ
عَن
ذِكْرِهِم
مُّعْرِضُونَ
71
walawi
attaba‘a
alḥaqqu
aahwaā'ahum
lafasadati
alssamaāwaātu
waalaarḍu
waman
fiyhinna
bal
aataynaāhum
bidzikrihim
fahum
‘an
dzikrihim
mmu‘riḍuwna
Andaikata
kebenaran
itu
menuruti
hawa
nafsu
mereka,
pasti
binasalah
langit
dan
bumi
ini,
dan
semua
yang
ada
di
dalamnya.
Sebenarnya,
Kami
telah
mendatangkan
kepada
mereka
kebanggaan
(Al-Qur`ān)
mereka,
tetapi
mereka
berpaling
dari
kebanggaan
itu.
أَمْ
تَسْـَٔلُهُمْ
خَرْجًا
فَخَرَاجُ
رَبِّكَ
خَيْرٌ
ۖ
وَهُوَ
خَيْرُ
ٱلرَّٰزِقِينَ
72
aam
tasaluhum
kharjanā
fakharaāju
rabbika
khayrun
wahuwa
khayru
alrraāziqiyna
Atau
kamu
meminta
upah
kepada
mereka?",
maka
upah
dari
Tuhan-mu
[1013]
adalah
lebih
baik
dan
Dia
adalah
Pemberi
rezeki
Yang
Paling
Baik.
وَإِنَّكَ
لَتَدْعُوهُمْ
إِلَىٰ
صِرَٰطٍ
مُّسْتَقِيمٍ
73
waiinnaka
latad‘uwhum
iilaāā
ṣiraāṭin
mmustaqiymin
Dan
sesungguhnya
kamu
benar-benar
menyeru
mereka
kepada
jalan
yang
lurus.
وَإِنَّ
ٱلَّذِينَ
لَا
يُؤْمِنُونَ
بِٱلْـَٔاخِرَةِ
عَنِ
ٱلصِّرَٰطِ
لَنَـٰكِبُونَ
74
waiinna
alladziyna
laā
yuu'minuwna
bialaākhirahi
‘ani
alṣṣiraāṭi
lanaākibuwna
Dan
sesungguhnya,
orang-orang
yang
tidak
beriman
kepada
negeri
akhirat
benar-benar
menyimpang
dari
jalan
(yang
lurus).
۞
وَلَوْ
رَحِمْنَـٰهُمْ
وَكَشَفْنَا
مَا
بِهِم
مِّن
ضُرٍّ
لَّلَجُّوا۟
فِى
طُغْيَـٰنِهِمْ
يَعْمَهُونَ
75
walaw
raḥimnaāhum
wakasyafnaā
maā
bihim
mmin
ḍurrin
llalajjuwā
fiā
ṭughyaānihim
ya‘mahuwna
Andaikata
mereka
Kami
belas
kasihani
dan
Kami
lenyapkan
kemudaratan
yang
mereka
alami
[1014],
benar-benar
mereka
akan
terus-menerus
terombang-ambing
dalam
keterlaluan
[1015]
mereka.
وَلَقَدْ
أَخَذْنَـٰهُم
بِٱلْعَذَابِ
فَمَا
ٱسْتَكَانُوا۟
لِرَبِّهِمْ
وَمَا
يَتَضَرَّعُونَ
76
walaqad
aakhadznaāhum
bial‘adzaābi
famaā
astakaānuwā
lirabbihim
wamaā
yataḍarra‘uwna
Dan
sesungguhnya,
Kami
telah
pernah
menimpakan
azab
kepada
mereka
[1016],
maka
mereka
tidak
tunduk
kepada
Tuhan
mereka
dan
(juga)
tidak
memohon
(kepada-Nya)
dengan
merendahkan
diri.
حَتَّىٰٓ
إِذَا
فَتَحْنَا
عَلَيْهِم
بَابًا
ذَا
عَذَابٍ
شَدِيدٍ
إِذَا
هُمْ
فِيهِ
مُبْلِسُونَ
77
ḥattaāā
iidzaā
fataḥnaā
‘alayhim
baābanā
dzaā
‘adzaābin
syadiydin
iidzaā
hum
fiyhi
mublisuwna
Hingga
apabila
Kami
bukakan
untuk
mereka
suatu
pintu
yang
ada
azab
yang
amat
sangat
(di
waktu
itulah)
tiba-tiba
mereka
menjadi
putus
asa.
وَهُوَ
ٱلَّذِىٓ
أَنشَأَ
لَكُمُ
ٱلسَّمْعَ
وَٱلْأَبْصَـٰرَ
وَٱلْأَفْـِٔدَةَ
ۚ
قَلِيلًا
مَّا
تَشْكُرُونَ
78
wahuwa
alladziā
aansyaaa
lakumu
alssam‘a
waalaabṣaāra
waalaafidaha
qaliylanā
mmaā
tasykuruwna
Dan
Dia-lah
yang
telah
menciptakan
bagi
kamu
sekalian,
pendengaran,
penglihatan,
dan
hati.
Amat
sedikitlah
kamu
bersyukur
[1017].
وَهُوَ
ٱلَّذِى
ذَرَأَكُمْ
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَإِلَيْهِ
تُحْشَرُونَ
79
wahuwa
alladziā
dzaraaakum
fiā
alaarḍi
waiilayhi
tuḥsyaruwna
Dan
Dia-lah
yang
menciptakan
serta
mengembangbiakkan
kamu
di
bumi
ini
dan
kepada-Nya-lah
kamu
akan
dihimpunkan.
وَهُوَ
ٱلَّذِى
يُحْىِۦ
وَيُمِيتُ
وَلَهُ
ٱخْتِلَـٰفُ
ٱلَّيْلِ
وَٱلنَّهَارِ
ۚ
أَفَلَا
تَعْقِلُونَ
80
wahuwa
alladziā
yuḥāiī
wayumiytu
walahu
akhtilaāfu
allayli
waalnnahaāri
aafalaā
ta‘qiluwna
Dan
Dia-lah
yang
menghidupkan
dan
mematikan
dan
Dia-lah
yang
(mengatur)
pertukaran
malam
dan
siang.
Maka
apakah
kamu
tidak
memahaminya?
بَلْ
قَالُوا۟
مِثْلَ
مَا
قَالَ
ٱلْأَوَّلُونَ
81
bal
qaāluwā
mitsla
maā
qaāla
alaawwaluwna
Sebenarnya
mereka
mengucapkan
perkataan
yang
serupa
dengan
perkataan
yang
diucapkan
oleh
orang-orang
dahulu
kala.
قَالُوٓا۟
أَءِذَا
مِتْنَا
وَكُنَّا
تُرَابًا
وَعِظَـٰمًا
أَءِنَّا
لَمَبْعُوثُونَ
82
qaāluwā
aa'idzaā
mitnaā
wakunnaā
turaābanā
wa‘iẓaāmanā
aa'innaā
lamab‘uwtsuwna
Mereka
berkata,
"Apakah
betul,
apabila
kami
telah
mati
dan
kami
telah
menjadi
tanah
dan
tulang
belulang,
apakah
sesungguhnya
kami
benar-benar
akan
dibangkitkan?
لَقَدْ
وُعِدْنَا
نَحْنُ
وَءَابَآؤُنَا
هَـٰذَا
مِن
قَبْلُ
إِنْ
هَـٰذَآ
إِلَّآ
أَسَـٰطِيرُ
ٱلْأَوَّلِينَ
83
laqad
wu‘idnaā
naḥnu
wa'aābaāu'unaā
haādzaā
min
qablu
iin
haādzaā
iillaā
aasaāṭiyru
alaawwaliyna
Sesungguhnya,
kami
dan
bapak-bapak
kami
telah
diberi
ancaman
(dengan)
ini
[1018]
dahulu;
ini
tidak
lain
hanyalah
dongengan
orang-orang
dahulu
kala!".
قُل
لِّمَنِ
ٱلْأَرْضُ
وَمَن
فِيهَآ
إِن
كُنتُمْ
تَعْلَمُونَ
84
qul
llimani
alaarḍu
waman
fiyhaā
iin
kuntum
ta‘lamuwna
Katakanlah,
"Kepunyaan
siapakah
bumi
ini
dan
semua
yang
ada
padanya,
jika
kamu
mengetahui?"
سَيَقُولُونَ
لِلَّهِ
ۚ
قُلْ
أَفَلَا
تَذَكَّرُونَ
85
sayaquwluwna
lillahi
qul
aafalaā
tadzakkaruwna
Mereka
akan
menjawab,
"Kepunyaan
Allah."
Katakanlah,
"Maka
apakah
kamu
tidak
ingat?"
قُلْ
مَن
رَّبُّ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
ٱلسَّبْعِ
وَرَبُّ
ٱلْعَرْشِ
ٱلْعَظِيمِ
86
qul
man
rrabbu
alssamaāwaāti
alssab‘i
warabbu
al‘arsyi
al‘aẓiymi
Katakanlah,
"Siapakah
Yang
Empunya
langit
yang
tujuh
dan
Yang
Empunya
Arasy
yang
besar?"
سَيَقُولُونَ
لِلَّهِ
ۚ
قُلْ
أَفَلَا
تَتَّقُونَ
87
sayaquwluwna
lillahi
qul
aafalaā
tattaquwna
Mereka
akan
menjawab,
"Kepunyaan
Allah."
Katakanlah,
"Maka
apakah
kamu
tidak
bertakwa?"
قُلْ
مَنۢ
بِيَدِهِۦ
مَلَكُوتُ
كُلِّ
شَىْءٍ
وَهُوَ
يُجِيرُ
وَلَا
يُجَارُ
عَلَيْهِ
إِن
كُنتُمْ
تَعْلَمُونَ
88
qul
man
biyadihiī
malakuwtu
kulli
syaā'in
wahuwa
yujiyru
walaā
yujaāru
‘alayhi
iin
kuntum
ta‘lamuwna
Katakanlah,
"Siapakah
yang
di
tangan-Nya
berada
kekuasaan
atas
segala
sesuatu,
sedang
Dia
melindungi,
tetapi
tidak
ada
yang
dapat
dilindungi
dari
(azab)-Nya,
jika
kamu
mengetahui?"
سَيَقُولُونَ
لِلَّهِ
ۚ
قُلْ
فَأَنَّىٰ
تُسْحَرُونَ
89
sayaquwluwna
lillahi
qul
faaannaāā
tusḥaruwna
Mereka
akan
menjawab,
"Kepunyaan
Allah".
Katakanlah,
"(Kalau
demikian),
maka
dari
jalan
manakah
kamu
ditipu?"
بَلْ
أَتَيْنَـٰهُم
بِٱلْحَقِّ
وَإِنَّهُمْ
لَكَـٰذِبُونَ
90
bal
aataynaāhum
bialḥaqqi
waiinnahum
lakaādzibuwna
Sebenarnya,
Kami
telah
membawa
kebenaran
[1019]
kepada
mereka
dan
sesungguhnya
mereka
benar-benar
orang-orang
yang
berdusta.
مَا
ٱتَّخَذَ
ٱللَّهُ
مِن
وَلَدٍ
وَمَا
كَانَ
مَعَهُۥ
مِنْ
إِلَـٰهٍ
ۚ
إِذًا
لَّذَهَبَ
كُلُّ
إِلَـٰهٍۭ
بِمَا
خَلَقَ
وَلَعَلَا
بَعْضُهُمْ
عَلَىٰ
بَعْضٍ
ۚ
سُبْحَـٰنَ
ٱللَّهِ
عَمَّا
يَصِفُونَ
91
maā
attakhadza
alllahu
min
waladin
wamaā
kaāna
ma‘ahuū
min
iilaāhin
iidzanā
lladzahaba
kullu
iilaāhin
bimaā
khalaqa
wala‘alaā
ba‘ḍuhum
‘alaāā
ba‘ḍin
subḥaāna
alllahi
‘ammaā
yaṣifuwna
Allah
sekali-kali
tidak
mempunyai
anak,
dan
sekali-kali
tidak
ada
tuhan
(yang
lain)
beserta-Nya,
kalau
ada
tuhan
beserta-Nya,
masing-masing
tuhan
itu
akan
membawa
makhluk
yang
diciptakannya,
dan
sebagian
dari
tuhan-tuhan
itu
akan
mengalahkan
sebagian
yang
lain.
Maha
Suci
Allah
dari
apa
yang
mereka
sifatkan
itu,
عَـٰلِمِ
ٱلْغَيْبِ
وَٱلشَّهَـٰدَةِ
فَتَعَـٰلَىٰ
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
92
‘aālimi
alghaybi
waalsysyahaādahi
fata‘aālaāā
‘ammaā
yusyrikuwna
Yang
mengetahui
semua
yang
gaib
[1020]
dan
semua
yang
tampak,
maka
Maha
Tinggilah
Dia
dari
apa
yang
mereka
persekutukan.
قُل
رَّبِّ
إِمَّا
تُرِيَنِّى
مَا
يُوعَدُونَ
93
qul
rrabbi
iimmaā
turiyanniā
maā
yuw‘aduwna
Katakanlah,
"Ya
Tuhan,
jika
Engkau
sungguh-sungguh
hendak
memperlihatkan
kepadaku
azab
yang
diancamkan
kepada
mereka,
رَبِّ
فَلَا
تَجْعَلْنِى
فِى
ٱلْقَوْمِ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
94
rabbi
falaā
taj‘alniā
fiā
alqawmi
alẓẓaālimiyna
ya
Tuhanku,
maka
janganlah
Engkau
jadikan
aku
berada
di
antara
orang-orang
yang
zalim."
وَإِنَّا
عَلَىٰٓ
أَن
نُّرِيَكَ
مَا
نَعِدُهُمْ
لَقَـٰدِرُونَ
95
waiinnaā
‘alaāā
aan
nnuriyaka
maā
na‘iduhum
laqaādiruwna
Dan
sesungguhnya,
Kami
benar-benar
kuasa
untuk
memperlihatkan
kepadamu
apa
yang
Kami
ancamkan
kepada
mereka.
ٱدْفَعْ
بِٱلَّتِى
هِىَ
أَحْسَنُ
ٱلسَّيِّئَةَ
ۚ
نَحْنُ
أَعْلَمُ
بِمَا
يَصِفُونَ
96
adfa‘
biallatiā
hiāa
aaḥsanu
alssayyii'aha
naḥnu
aa‘lamu
bimaā
yaṣifuwna
Tolaklah
perbuatan
buruk
mereka
dengan
yang
lebih
baik.
Kami
lebih
mengetahui
apa
yang
mereka
sifatkan
[1021].
وَقُل
رَّبِّ
أَعُوذُ
بِكَ
مِنْ
هَمَزَٰتِ
ٱلشَّيَـٰطِينِ
97
waqul
rrabbi
aa‘uwdzu
bika
min
hamazaāti
alsysyayaāṭiyni
Dan
katakanlah,
"Ya
Tuhan-ku,
aku
berlindung
kepada
Engkau
dari
bisikan-bisikan
setan.
وَأَعُوذُ
بِكَ
رَبِّ
أَن
يَحْضُرُونِ
98
waaa‘uwdzu
bika
rabbi
aan
yaḥḍuruwni
Dan
aku
berlindung
(pula)
kepada
Engkau
ya
Tuhan-ku
dari
kedatangan
mereka
kepadaku."
حَتَّىٰٓ
إِذَا
جَآءَ
أَحَدَهُمُ
ٱلْمَوْتُ
قَالَ
رَبِّ
ٱرْجِعُونِ
99
ḥattaāā
iidzaā
jaā'a
aaḥadahumu
almawtu
qaāla
rabbi
arji‘uwni
(Demikianlah
keadaan
orang-orang
kafir
itu)
hingga
apabila
datang
kematian
kepada
seseorang
dari
mereka,
dia
berkata,
"Ya
Tuhan-ku
kembalikanlah
aku
(ke
dunia)
[1022],
لَعَلِّىٓ
أَعْمَلُ
صَـٰلِحًا
فِيمَا
تَرَكْتُ
ۚ
كَلَّآ
ۚ
إِنَّهَا
كَلِمَةٌ
هُوَ
قَآئِلُهَا
ۖ
وَمِن
وَرَآئِهِم
بَرْزَخٌ
إِلَىٰ
يَوْمِ
يُبْعَثُونَ
100
la‘alliā
aa‘malu
ṣaāliḥanā
fiymaā
taraktu
kallaā
iinnahaā
kalimahun
huwa
qaāi'iluhaā
wamin
waraāi'ihim
barzakhun
iilaāā
yawmi
yub‘atsuwna
agar
aku
berbuat
amal
yang
saleh
terhadap
yang
telah
aku
tinggalkan.
Sekali-kali
tidak.
Sesungguhnya
itu
adalah
perkataan
yang
diucapkannya
saja.
Dan
di
hadapan
mereka
ada
dinding
sampai
hari
mereka
dibangkitkan
[1023].
فَإِذَا
نُفِخَ
فِى
ٱلصُّورِ
فَلَآ
أَنسَابَ
بَيْنَهُمْ
يَوْمَئِذٍ
وَلَا
يَتَسَآءَلُونَ
101
faiidzaā
nufikha
fiā
alṣṣuwri
falaā
aansaāba
baynahum
yawmai'idzin
walaā
yatasaā'aluwna
Apabila
sangkakala
ditiup,
maka
tidaklah
ada
lagi
pertalian
nasab
di
antara
mereka
pada
hari
itu
[1024]
dan
tidak
ada
pula
mereka
saling
bertanya.
فَمَن
ثَقُلَتْ
مَوَٰزِينُهُۥ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْمُفْلِحُونَ
102
faman
tsaqulat
mawaāziynuhuū
faauwlaāi'ika
humu
almufliḥuwna
Barang
siapa
yang
berat
timbangan
(kebaikan)nya
[1025],
maka
mereka
itulah
orang-orang
yang
dapat
keberuntungan.
وَمَنْ
خَفَّتْ
مَوَٰزِينُهُۥ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
ٱلَّذِينَ
خَسِرُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
فِى
جَهَنَّمَ
خَـٰلِدُونَ
103
waman
khaffat
mawaāziynuhuū
faauwlaāi'ika
alladziyna
khasiruwā
aanfusahum
fiā
jahannama
khaāliduwna
Dan
barang
siapa
yang
ringan
timbangannya
[1026],
maka
mereka
itulah
orang-orang
yang
merugikan
dirinya
sendiri;
mereka
kekal
di
dalam
neraka
Jahanam.
تَلْفَحُ
وُجُوهَهُمُ
ٱلنَّارُ
وَهُمْ
فِيهَا
كَـٰلِحُونَ
104
talfaḥu
wujuwhahumu
alnnaāru
wahum
fiyhaā
kaāliḥuwna
Muka
mereka
dibakar
api
neraka
dan
mereka
di
dalam
neraka
itu
dalam
keadaan
cacat.
أَلَمْ
تَكُنْ
ءَايَـٰتِى
تُتْلَىٰ
عَلَيْكُمْ
فَكُنتُم
بِهَا
تُكَذِّبُونَ
105
aalam
takun
'aāyaātiā
tutlaāā
‘alaykum
fakuntum
bihaā
tukadzdzibuwna
Bukankah
ayat-ayat-Ku
telah
dibacakan
kepadamu
sekalian,
tetapi
kamu
selalu
mendustakannya?
قَالُوا۟
رَبَّنَا
غَلَبَتْ
عَلَيْنَا
شِقْوَتُنَا
وَكُنَّا
قَوْمًا
ضَآلِّينَ
106
qaāluwā
rabbanaā
ghalabat
‘alaynaā
syiqwatunaā
wakunnaā
qawmanā
ḍaālliyna
Mereka
berkata,
"Ya
Tuhan
kami,
kami
telah
dikuasai
oleh
kejahatan
kami
dan
adalah
kami
orang-orang
yang
sesat.
رَبَّنَآ
أَخْرِجْنَا
مِنْهَا
فَإِنْ
عُدْنَا
فَإِنَّا
ظَـٰلِمُونَ
107
rabbanaā
aakhrijnaā
minhaā
faiin
‘udnaā
faiinnaā
ẓaālimuwna
Ya
Tuhan
kami,
keluarkanlah
kami
darinya
(dan
kembalikanlah
kami
ke
dunia),
maka
jika
kami
kembali
(juga
kepada
kekafiran);
sesungguhnya
kami
adalah
orang-orang
yang
zalim."
قَالَ
ٱخْسَـُٔوا۟
فِيهَا
وَلَا
تُكَلِّمُونِ
108
qaāla
akhsauwā
fiyhaā
walaā
tukallimuwni
Allah
berfirman,
"Tinggallah
dengan
hina
di
dalamnya
dan
janganlah
kamu
berbicara
dengan
Aku.
إِنَّهُۥ
كَانَ
فَرِيقٌ
مِّنْ
عِبَادِى
يَقُولُونَ
رَبَّنَآ
ءَامَنَّا
فَٱغْفِرْ
لَنَا
وَٱرْحَمْنَا
وَأَنتَ
خَيْرُ
ٱلرَّٰحِمِينَ
109
iinnahuū
kaāna
fariyqun
mmin
‘ibaādiā
yaquwluwna
rabbanaā
'aāmannaā
faaghfir
lanaā
waarḥamnaā
waaanta
khayru
alrraāḥimiyna
Sesungguhnya,
ada
segolongan
dari
hamba-hamba-Ku
berdoa
(di
dunia),
"Ya
Tuhan
kami,
kami
telah
beriman,
maka
ampunilah
kami
dan
berilah
kami
rahmat
dan
Engkau
adalah
Pemberi
rahmat
Yang
Paling
Baik.
فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ
سِخْرِيًّا
حَتَّىٰٓ
أَنسَوْكُمْ
ذِكْرِى
وَكُنتُم
مِّنْهُمْ
تَضْحَكُونَ
110
faattakhadztumuwhum
sikhriyyanā
ḥattaāā
aansawkum
dzikriā
wakuntum
mminhum
taḍḥakuwna
Lalu,
kamu
menjadikan
mereka
buah
ejekan
sehingga
(kesibukan)
kamu
mengejek
mereka,
menjadikan
kamu
lupa
mengingat
Aku,
dan
adalah
kamu
selalu
menertawakan
mereka,
إِنِّى
جَزَيْتُهُمُ
ٱلْيَوْمَ
بِمَا
صَبَرُوٓا۟
أَنَّهُمْ
هُمُ
ٱلْفَآئِزُونَ
111
iinniā
jazaytuhumu
alyawma
bimaā
ṣabaruwā
aannahum
humu
alfaāi'izuwna
Sesungguhnya
Aku
memberi
balasan
kepada
mereka
pada
hari
ini
karena
kesabaran
mereka;
sesungguhnya
mereka
itulah
orang-orang
yang
menang
[1027]."
قَـٰلَ
كَمْ
لَبِثْتُمْ
فِى
ٱلْأَرْضِ
عَدَدَ
سِنِينَ
112
qaāla
kam
labitstum
fiā
alaarḍi
‘adada
siniyna
Allah
bertanya,
"Berapa
tahunkah
lamanya
kamu
tinggal
di
bumi?"
قَالُوا۟
لَبِثْنَا
يَوْمًا
أَوْ
بَعْضَ
يَوْمٍ
فَسْـَٔلِ
ٱلْعَآدِّينَ
113
qaāluwā
labitsnaā
yawmanā
aaw
ba‘ḍa
yawmin
fasali
al‘aāddiyna
Mereka
menjawab,
"Kami
tinggal
(di
bumi)
sehari
atau
setengah
hari,
maka
tanyakanlah
kepada
orang-orang
yang
menghitung."
قَـٰلَ
إِن
لَّبِثْتُمْ
إِلَّا
قَلِيلًا
ۖ
لَّوْ
أَنَّكُمْ
كُنتُمْ
تَعْلَمُونَ
114
qaāla
iin
llabitstum
iillaā
qaliylanā
llaw
aannakum
kuntum
ta‘lamuwna
Allah
berfirman,
"Kamu
tidak
tinggal
(di
bumi),
melainkan
sebentar
saja
kalau
kamu
sesungguhnya
mengetahui"
[1028].
أَفَحَسِبْتُمْ
أَنَّمَا
خَلَقْنَـٰكُمْ
عَبَثًا
وَأَنَّكُمْ
إِلَيْنَا
لَا
تُرْجَعُونَ
115
aafaḥasibtum
aannamaā
khalaqnaākum
‘abatsanā
waaannakum
iilaynaā
laā
turja‘uwna
Maka
apakah
kamu
mengira
bahwa
sesungguhnya
Kami
menciptakan
kamu
secara
main-main
(saja)
dan
bahwa
kamu
tidak
akan
dikembalikan
kepada
Kami?
فَتَعَـٰلَى
ٱللَّهُ
ٱلْمَلِكُ
ٱلْحَقُّ
ۖ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
رَبُّ
ٱلْعَرْشِ
ٱلْكَرِيمِ
116
fata‘aālaā
alllahu
almaliku
alḥaqqu
laā
iilaāha
iillaā
huwa
rabbu
al‘arsyi
alkariymi
Maka
Maha
Tinggi
Allah,
Raja
Yang
Sebenarnya;
tidak
ada
Tuhan
(yang
berhak
disembah)
selain
Dia,
Tuhan
(Yang
mempunyai)
arasy
yang
mulia.
وَمَن
يَدْعُ
مَعَ
ٱللَّهِ
إِلَـٰهًا
ءَاخَرَ
لَا
بُرْهَـٰنَ
لَهُۥ
بِهِۦ
فَإِنَّمَا
حِسَابُهُۥ
عِندَ
رَبِّهِۦٓ
ۚ
إِنَّهُۥ
لَا
يُفْلِحُ
ٱلْكَـٰفِرُونَ
117
waman
yad‘u
ma‘a
alllahi
iilaāhanā
'aākhara
laā
burhaāna
lahuū
bihiī
faiinnamaā
ḥisaābuhuū
‘inda
rabbihiī
iinnahuū
laā
yufliḥu
alkaāfiruwna
Dan
barang
siapa
menyembah
tuhan
yang
lain
di
samping
Allah,
padahal
tidak
ada
suatu
dalil
pun
baginya
tentang
itu,
maka
sesungguhnya
perhitungannya
di
sisi
Tuhan-nya.
Sesungguhnya
orang-orang
yang
kafir
itu
tiada
beruntung.
وَقُل
رَّبِّ
ٱغْفِرْ
وَٱرْحَمْ
وَأَنتَ
خَيْرُ
ٱلرَّٰحِمِينَ
118
waqul
rrabbi
aghfir
waarḥam
waaanta
khayru
alrraāḥimiyna
Dan
katakanlah,
"Ya
Tuhan-ku
berilah
ampun
dan
berilah
rahmat
dan
Engkau
adalah
Pemberi
rahmat
Yang
Paling
baik."