يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّاسُ
ٱتَّقُوا۟
رَبَّكُمْ
ۚ
إِنَّ
زَلْزَلَةَ
ٱلسَّاعَةِ
شَىْءٌ
عَظِيمٌ
1
yaāaayyuhaā
alnnaāsu
attaquwā
rabbakum
iinna
zalzalaha
alssaā‘ahi
syaā'un
‘aẓiymun
Hai
manusia,
bertakwalah
kepada
Tuhanmu;
sesungguhnya
kegoncangan
hari
kiamat
itu
adalah
suatu
kejadian
yang
sangat
besar
(dahsyat).
يَوْمَ
تَرَوْنَهَا
تَذْهَلُ
كُلُّ
مُرْضِعَةٍ
عَمَّآ
أَرْضَعَتْ
وَتَضَعُ
كُلُّ
ذَاتِ
حَمْلٍ
حَمْلَهَا
وَتَرَى
ٱلنَّاسَ
سُكَـٰرَىٰ
وَمَا
هُم
بِسُكَـٰرَىٰ
وَلَـٰكِنَّ
عَذَابَ
ٱللَّهِ
شَدِيدٌ
2
yawma
tarawnahaā
tadzhalu
kullu
murḍi‘ahin
‘ammaā
aarḍa‘at
wataḍa‘u
kullu
dzaāti
ḥamlin
ḥamlahaā
wataraā
alnnaāsa
sukaāraāā
wamaā
hum
bisukaāraāā
walaākinna
‘adzaāba
alllahi
syadiydun
(Ingatlah)
pada
hari
(ketika)
kamu
melihat
kegoncangan
itu,
lalailah
semua
wanita
yang
menyusui
anaknya
dari
anak
yang
disusuinya,
dan
gugurlah
kandungan
segala
wanita
yang
hamil,
dan
kamu
lihat
manusia
dalam
keadaan
mabuk,
padahal
sebenarnya
mereka
tidak
mabuk,
akan
tetapi
azab
Allah
itu
sangat
kerasnya.
وَمِنَ
ٱلنَّاسِ
مَن
يُجَـٰدِلُ
فِى
ٱللَّهِ
بِغَيْرِ
عِلْمٍ
وَيَتَّبِعُ
كُلَّ
شَيْطَـٰنٍ
مَّرِيدٍ
3
wamina
alnnaāsi
man
yujaādilu
fiā
alllahi
bighayri
‘ilmin
wayattabi‘u
kulla
syayṭaānin
mmariydin
Di
antara
manusia
ada
orang
yang
membantah
tentang
Allah
[977]
tanpa
ilmu
pengetahuan
dan
mengikuti
setiap
setan
yang
sangat
jahat,
كُتِبَ
عَلَيْهِ
أَنَّهُۥ
مَن
تَوَلَّاهُ
فَأَنَّهُۥ
يُضِلُّهُۥ
وَيَهْدِيهِ
إِلَىٰ
عَذَابِ
ٱلسَّعِيرِ
4
kutiba
‘alayhi
aannahuū
man
tawallaāhu
faaannahuū
yuḍilluhuū
wayahdiyhi
iilaāā
‘adzaābi
alssa‘iyri
yang
telah
ditetapkan
terhadap
setan
itu
bahwa
barang
siapa
yang
berkawan
dengan
dia,
tentu
dia
akan
menyesatkannya
dan
membawanya
ke
azab
neraka.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّاسُ
إِن
كُنتُمْ
فِى
رَيْبٍ
مِّنَ
ٱلْبَعْثِ
فَإِنَّا
خَلَقْنَـٰكُم
مِّن
تُرَابٍ
ثُمَّ
مِن
نُّطْفَةٍ
ثُمَّ
مِنْ
عَلَقَةٍ
ثُمَّ
مِن
مُّضْغَةٍ
مُّخَلَّقَةٍ
وَغَيْرِ
مُخَلَّقَةٍ
لِّنُبَيِّنَ
لَكُمْ
ۚ
وَنُقِرُّ
فِى
ٱلْأَرْحَامِ
مَا
نَشَآءُ
إِلَىٰٓ
أَجَلٍ
مُّسَمًّى
ثُمَّ
نُخْرِجُكُمْ
طِفْلًا
ثُمَّ
لِتَبْلُغُوٓا۟
أَشُدَّكُمْ
ۖ
وَمِنكُم
مَّن
يُتَوَفَّىٰ
وَمِنكُم
مَّن
يُرَدُّ
إِلَىٰٓ
أَرْذَلِ
ٱلْعُمُرِ
لِكَيْلَا
يَعْلَمَ
مِنۢ
بَعْدِ
عِلْمٍ
شَيْـًٔا
ۚ
وَتَرَى
ٱلْأَرْضَ
هَامِدَةً
فَإِذَآ
أَنزَلْنَا
عَلَيْهَا
ٱلْمَآءَ
ٱهْتَزَّتْ
وَرَبَتْ
وَأَنۢبَتَتْ
مِن
كُلِّ
زَوْجٍۭ
بَهِيجٍ
5
yaāaayyuhaā
alnnaāsu
iin
kuntum
fiā
raybin
mmina
alba‘tsi
faiinnaā
khalaqnaākum
mmin
turaābin
tsumma
min
nnuṭfahin
tsumma
min
‘alaqahin
tsumma
min
mmuḍghahin
mmukhallaqahin
waghayri
mukhallaqahin
llinubayyina
lakum
wanuqirru
fiā
alaarḥaāmi
maā
nasyaā'u
iilaāā
aajalin
mmusammanā
tsumma
nukhrijukum
ṭiflanā
tsumma
litablughuwā
aasyuddakum
waminkum
mman
yutawaffaāā
waminkum
mman
yuraddu
iilaāā
aardzali
al‘umuri
likaylaā
ya‘lama
min
ba‘di
‘ilmin
syayanā
wataraā
alaarḍa
haāmidahan
faiidzaā
aanzalnaā
‘alayhaā
almaā'a
ahtazzat
warabat
waaanbatat
min
kulli
zawjin
bahiyjin
Hai
manusia,
jika
kamu
dalam
keraguan
tentang
kebangkitan
(dari
kubur),
maka
(ketahuilah)
sesungguhnya
Kami
telah
menjadikan
kamu
dari
tanah,
kemudian
dari
setetes
mani,
kemudian
dari
segumpal
darah,
kemudian
dari
segumpal
daging
yang
sempurna
kejadiannya
dan
yang
tidak
sempurna
agar
Kami
jelaskan
kepada
kamu
dan
Kami
tetapkan
dalam
rahim,
apa
yang
Kami
kehendaki
sampai
waktu
yang
sudah
ditentukan,
kemudian
Kami
keluarkan
kamu
sebagai
bayi,
kemudian
(dengan
berangsur-angsur)
kamu
sampailah
kepada
kedewasaan,
dan
di
antara
kamu
ada
yang
diwafatkan,
dan
(ada
pula)
di
antara
kamu
yang
dipanjangkan
umurnya
sampai
pikun
supaya
dia
tidak
mengetahui
lagi
sesuatu
pun
yang
dahulunya
telah
diketahuinya.
Dan
kamu
lihat
bumi
ini
kering,
kemudian
apabila
telah
Kami
turunkan
air
di
atasnya,
hiduplah
bumi
itu
dan
suburlah
dan
menumbuhkan
berbagai
macam
tumbuh-tumbuhan
yang
indah.
ذَٰلِكَ
بِأَنَّ
ٱللَّهَ
هُوَ
ٱلْحَقُّ
وَأَنَّهُۥ
يُحْىِ
ٱلْمَوْتَىٰ
وَأَنَّهُۥ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
6
dzaālika
biaanna
alllaha
huwa
alḥaqqu
waaannahuū
yuḥāi
almawtaāā
waaannahuū
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Yang
demikian
itu
karena
sesungguhnya
Allah,
Dia-lah
yang
hak
[978]
dan
sesungguhnya
Dia-lah
yang
menghidupkan
segala
yang
mati
dan
sesungguhnya
Allah
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu,
وَأَنَّ
ٱلسَّاعَةَ
ءَاتِيَةٌ
لَّا
رَيْبَ
فِيهَا
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
يَبْعَثُ
مَن
فِى
ٱلْقُبُورِ
7
waaanna
alssaā‘aha
'aātiyahun
llaā
rayba
fiyhaā
waaanna
alllaha
yab‘atsu
man
fiā
alqubuwri
dan
sesungguhnya
hari
kiamat
itu
pastilah
datang,
tak
ada
keraguan
padanya,
dan
bahwasanya
Allah
membangkitkan
semua
orang
di
dalam
kubur.
وَمِنَ
ٱلنَّاسِ
مَن
يُجَـٰدِلُ
فِى
ٱللَّهِ
بِغَيْرِ
عِلْمٍ
وَلَا
هُدًى
وَلَا
كِتَـٰبٍ
مُّنِيرٍ
8
wamina
alnnaāsi
man
yujaādilu
fiā
alllahi
bighayri
‘ilmin
walaā
hudanā
walaā
kitaābin
mmuniyrin
Dan
di
antara
manusia,
ada
orang-orang
yang
membantah
tentang
Allah
tanpa
ilmu
pengetahuan,
tanpa
petunjuk,
dan
tanpa
kitab
(wahyu)
yang
bercahaya
[979],
ثَانِىَ
عِطْفِهِۦ
لِيُضِلَّ
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
ۖ
لَهُۥ
فِى
ٱلدُّنْيَا
خِزْىٌ
ۖ
وَنُذِيقُهُۥ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
عَذَابَ
ٱلْحَرِيقِ
9
tsaāniāa
‘iṭfihiī
liyuḍilla
‘an
sabiyli
alllahi
lahuū
fiā
alddunyaā
khizāun
wanudziyquhuū
yawma
alqiyaāmahi
‘adzaāba
alḥariyqi
dengan
memalingkan
lambungnya
[980]
untuk
menyesatkan
manusia
dari
jalan
Allah.
Ia
mendapat
kehinaan
di
dunia
dan
pada
hari
kiamat;
Kami
merasakan
kepadanya
azab
neraka
yang
membakar.
ذَٰلِكَ
بِمَا
قَدَّمَتْ
يَدَاكَ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
لَيْسَ
بِظَلَّـٰمٍ
لِّلْعَبِيدِ
10
dzaālika
bimaā
qaddamat
yadaāka
waaanna
alllaha
laysa
biẓallaāmin
llil‘abiydi
(Akan
dikatakan
kepadanya),
"Yang
demikian
itu
adalah
disebabkan
perbuatan
yang
dikerjakan
oleh
kedua
tangan
kamu
dahulu
dan
sesungguhnya
Allah
sekali-kali
bukanlah
penganiaya
hamba-hamba-Nya".
وَمِنَ
ٱلنَّاسِ
مَن
يَعْبُدُ
ٱللَّهَ
عَلَىٰ
حَرْفٍ
ۖ
فَإِنْ
أَصَابَهُۥ
خَيْرٌ
ٱطْمَأَنَّ
بِهِۦ
ۖ
وَإِنْ
أَصَابَتْهُ
فِتْنَةٌ
ٱنقَلَبَ
عَلَىٰ
وَجْهِهِۦ
خَسِرَ
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةَ
ۚ
ذَٰلِكَ
هُوَ
ٱلْخُسْرَانُ
ٱلْمُبِينُ
11
wamina
alnnaāsi
man
ya‘budu
alllaha
‘alaāā
ḥarfin
faiin
aaṣaābahuū
khayrun
aṭmaaanna
bihiī
waiin
aaṣaābathu
fitnahun
anqalaba
‘alaāā
wajhihiī
khasira
alddunyaā
waalaākhiraha
dzaālika
huwa
alkhusraānu
almubiynu
Dan
di
antara
manusia
ada
orang
yang
menyembah
Allah
dengan
berada
di
tepi
[981],
maka
jika
ia
memperoleh
kebajikan,
tetaplah
ia
dalam
keadaan
itu
dan
jika
ia
ditimpa
oleh
suatu
bencana,
berbaliklah
ia
ke
belakang
[982].
Rugilah
ia
di
dunia
dan
di
akhirat.
Yang
demikian
itu
adalah
kerugian
yang
nyata.
يَدْعُوا۟
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
مَا
لَا
يَضُرُّهُۥ
وَمَا
لَا
يَنفَعُهُۥ
ۚ
ذَٰلِكَ
هُوَ
ٱلضَّلَـٰلُ
ٱلْبَعِيدُ
12
yad‘uwā
min
duwni
alllahi
maā
laā
yaḍurruhuū
wamaā
laā
yanfa‘uhuū
dzaālika
huwa
alḍḍalaālu
alba‘iydu
Ia
menyeru
selain
Allah,
sesuatu
yang
tidak
dapat
memberi
mudarat
dan
tidak
(pula)
memberi
manfaat
kepadanya.
Yang
demikian
itu
adalah
kesesatan
yang
jauh.
يَدْعُوا۟
لَمَن
ضَرُّهُۥٓ
أَقْرَبُ
مِن
نَّفْعِهِۦ
ۚ
لَبِئْسَ
ٱلْمَوْلَىٰ
وَلَبِئْسَ
ٱلْعَشِيرُ
13
yad‘uwā
laman
ḍarruhuū
aaqrabu
min
nnaf‘ihiī
labii'sa
almawlaāā
walabii'sa
al‘asyiyru
Ia
menyeru
sesuatu
yang
sebenarnya
mudaratnya
lebih
dekat
dari
manfaatnya.
Sesungguhnya
yang
diserunya
itu
adalah
sejahat-jahat
penolong
dan
sejahat-jahat
kawan.
إِنَّ
ٱللَّهَ
يُدْخِلُ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
جَنَّـٰتٍ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
يَفْعَلُ
مَا
يُرِيدُ
14
iinna
alllaha
yudkhilu
alladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
jannaātin
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
iinna
alllaha
yaf‘alu
maā
yuriydu
Sesungguhnya
Allah
memasukkan
orang-orang
yang
beriman
dan
mengerjakan
amal
yang
saleh
ke
dalam
surga-surga
yang
di
bawahnya
mengalir
sungai-sungai.
Sesungguhnya
Allah
berbuat
apa
yang
Dia
kehendaki.
مَن
كَانَ
يَظُنُّ
أَن
لَّن
يَنصُرَهُ
ٱللَّهُ
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةِ
فَلْيَمْدُدْ
بِسَبَبٍ
إِلَى
ٱلسَّمَآءِ
ثُمَّ
لْيَقْطَعْ
فَلْيَنظُرْ
هَلْ
يُذْهِبَنَّ
كَيْدُهُۥ
مَا
يَغِيظُ
15
man
kaāna
yaẓunnu
aan
llan
yanṣurahu
alllahu
fiā
alddunyaā
waalaākhirahi
falyamdud
bisababin
iilaā
alssamaā'i
tsumma
lyaqṭa‘
falyanẓur
hal
yudzhibanna
kayduhuū
maā
yaghiyẓu
Barang
siapa
yang
menyangka
bahwa
Allah
sekali-kali
tiada
menolongnya
(Muhammad)
di
dunia
dan
akhirat,
maka
hendaklah
ia
merentangkan
tali
ke
langit,
kemudian
hendaklah
ia
melaluinya,
kemudian
hendaklah
ia
pikirkan
apakah
tipu
dayanya
itu
dapat
melenyapkan
apa
yang
menyakitkan
hatinya
[983].
وَكَذَٰلِكَ
أَنزَلْنَـٰهُ
ءَايَـٰتٍۭ
بَيِّنَـٰتٍ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
يَهْدِى
مَن
يُرِيدُ
16
wakadzaālika
aanzalnaāhu
'aāyaātin
bayyinaātin
waaanna
alllaha
yahdiā
man
yuriydu
Dan
demikianlah,
Kami
telah
menurunkan
Al-Qur`ān
yang
merupakan
ayat-ayat
yang
nyata
dan
bahwasanya
Allah
memberikan
petunjuk
kepada
siapa
yang
Dia
kehendaki.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَٱلَّذِينَ
هَادُوا۟
وَٱلصَّـٰبِـِٔينَ
وَٱلنَّصَـٰرَىٰ
وَٱلْمَجُوسَ
وَٱلَّذِينَ
أَشْرَكُوٓا۟
إِنَّ
ٱللَّهَ
يَفْصِلُ
بَيْنَهُمْ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
شَهِيدٌ
17
iinna
alladziyna
'aāmanuwā
waalladziyna
haāduwā
waalṣṣaābiiyna
waalnnaṣaāraāā
waalmajuwsa
waalladziyna
aasyrakuwā
iinna
alllaha
yafṣilu
baynahum
yawma
alqiyaāmahi
iinna
alllaha
‘alaāā
kulli
syaā'in
syahiydun
Sesungguhnya
orang-orang
yang
beriman,
orang-orang
Yahudi,
orang-orang
Ṣhabi’
īn
[984]
,
orang-orang
Nasrani,
orang-orang
Majusi,
dan
orang-orang
musyrik,
Allah
akan
memberi
keputusan
di
antara
mereka
pada
hari
kiamat.
Sesungguhnya,
Allah
menyaksikan
segala
sesuatu.
أَلَمْ
تَرَ
أَنَّ
ٱللَّهَ
يَسْجُدُ
لَهُۥ
مَن
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَن
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَٱلشَّمْسُ
وَٱلْقَمَرُ
وَٱلنُّجُومُ
وَٱلْجِبَالُ
وَٱلشَّجَرُ
وَٱلدَّوَآبُّ
وَكَثِيرٌ
مِّنَ
ٱلنَّاسِ
ۖ
وَكَثِيرٌ
حَقَّ
عَلَيْهِ
ٱلْعَذَابُ
ۗ
وَمَن
يُهِنِ
ٱللَّهُ
فَمَا
لَهُۥ
مِن
مُّكْرِمٍ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
يَفْعَلُ
مَا
يَشَآءُ
۩
18
aalam
tara
aanna
alllaha
yasjudu
lahuū
man
fiā
alssamaāwaāti
waman
fiā
alaarḍi
waalsysyamsu
waalqamaru
waalnnujuwmu
waaljibaālu
waalsysyajaru
waalddawaābbu
wakatsiyrun
mmina
alnnaāsi
wakatsiyrun
ḥaqqa
‘alayhi
al‘adzaābu
waman
yuhini
alllahu
famaā
lahuū
min
mmukrimin
iinna
alllaha
yaf‘alu
maā
yasyaā'u
Apakah
kamu
tiada
mengetahui
bahwa
kepada
Allah
bersujud
apa
yang
ada
di
langit,
di
bumi,
matahari,
bulan,
bintang,
gunung,
pohon-pohonan,
binatang-binatang
yang
melata,
dan
sebagian
besar
dari
manusia?
Dan
banyak
di
antara
manusia
yang
telah
ditetapkan
azab
atasnya.
Dan
barang
siapa
yang
dihinakan
Allah,
maka
tidak
seorang
pun
yang
memuliakannya.
Sesungguhnya,
Allah
berbuat
apa
yang
Dia
kehendaki.
۞
هَـٰذَانِ
خَصْمَانِ
ٱخْتَصَمُوا۟
فِى
رَبِّهِمْ
ۖ
فَٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
قُطِّعَتْ
لَهُمْ
ثِيَابٌ
مِّن
نَّارٍ
يُصَبُّ
مِن
فَوْقِ
رُءُوسِهِمُ
ٱلْحَمِيمُ
19
haādzaāni
khaṣmaāni
akhtaṣamuwā
fiā
rabbihim
faalladziyna
kafaruwā
quṭṭi‘at
lahum
tsiyaābun
mmin
nnaārin
yuṣabbu
min
fawqi
ru'uwsihimu
alḥamiymu
Inilah
dua
golongan
(golongan
mukmin
dan
golongan
kafir)
yang
bertengkar;
mereka
saling
bertengkar
mengenai
Tuhan
mereka.
Maka
orang
kafir
akan
dibuatkan
untuk
mereka
pakaian-pakaian
dari
api
neraka.
Disiramkan
air
yang
sedang
mendidih
ke
atas
kepala
mereka.
يُصْهَرُ
بِهِۦ
مَا
فِى
بُطُونِهِمْ
وَٱلْجُلُودُ
20
yuṣharu
bihiī
maā
fiā
buṭuwnihim
waaljuluwdu
Dengan
air
itu
dihancurluluhkan
segala
apa
yang
ada
dalam
perut
mereka
dan
juga
kulit
(mereka).
وَلَهُم
مَّقَـٰمِعُ
مِنْ
حَدِيدٍ
21
walahum
mmaqaāmi‘u
min
ḥadiydin
Dan
untuk
mereka
cambuk-cambuk
dari
besi.
كُلَّمَآ
أَرَادُوٓا۟
أَن
يَخْرُجُوا۟
مِنْهَا
مِنْ
غَمٍّ
أُعِيدُوا۟
فِيهَا
وَذُوقُوا۟
عَذَابَ
ٱلْحَرِيقِ
22
kullamaā
aaraāduwā
aan
yakhrujuwā
minhaā
min
ghammin
au‘iyduwā
fiyhaā
wadzuwquwā
‘adzaāba
alḥariyqi
Setiap
kali
mereka
hendak
ke
luar
dari
neraka
lantaran
kesengsaraan
mereka,
niscaya
mereka
dikembalikan
ke
dalamnya.
(Kepada
mereka
dikatakan),
"Rasailah
azab
yang
membakar
ini".
إِنَّ
ٱللَّهَ
يُدْخِلُ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
جَنَّـٰتٍ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
يُحَلَّوْنَ
فِيهَا
مِنْ
أَسَاوِرَ
مِن
ذَهَبٍ
وَلُؤْلُؤًا
ۖ
وَلِبَاسُهُمْ
فِيهَا
حَرِيرٌ
23
iinna
alllaha
yudkhilu
alladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
jannaātin
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
yuḥallawna
fiyhaā
min
aasaāwira
min
dzahabin
waluu'luu'anā
walibaāsuhum
fiyhaā
ḥariyrun
Sesungguhnya
Allah
memasukkan
orang-orang
beriman
dan
mengerjakan
amal
yang
saleh
ke
dalam
surga-surga
yang
di
bawahnya
mengalir
sungai-sungai.
Di
surga
itu
mereka
diberi
perhiasan
dengan
gelang-gelang
dari
emas
dan
mutiara
dan
pakaian
mereka
adalah
sutra.
وَهُدُوٓا۟
إِلَى
ٱلطَّيِّبِ
مِنَ
ٱلْقَوْلِ
وَهُدُوٓا۟
إِلَىٰ
صِرَٰطِ
ٱلْحَمِيدِ
24
wahuduwā
iilaā
alṭṭayyibi
mina
alqawli
wahuduwā
iilaāā
ṣiraāṭi
alḥamiydi
Dan
mereka
diberi
petunjuk
kepada
ucapan-ucapan
yang
baik
dan
ditunjuki
(pula)
kepada
jalan
(Allah)
yang
terpuji.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
وَيَصُدُّونَ
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَٱلْمَسْجِدِ
ٱلْحَرَامِ
ٱلَّذِى
جَعَلْنَـٰهُ
لِلنَّاسِ
سَوَآءً
ٱلْعَـٰكِفُ
فِيهِ
وَٱلْبَادِ
ۚ
وَمَن
يُرِدْ
فِيهِ
بِإِلْحَادٍۭ
بِظُلْمٍ
نُّذِقْهُ
مِنْ
عَذَابٍ
أَلِيمٍ
25
iinna
alladziyna
kafaruwā
wayaṣudduwna
‘an
sabiyli
alllahi
waalmasjidi
alḥaraāmi
alladziā
ja‘alnaāhu
lilnnaāsi
sawaā'an
al‘aākifu
fiyhi
waalbaādi
waman
yurid
fiyhi
biiilḥaādin
biẓulmin
nnudziqhu
min
‘adzaābin
aaliymin
Sesungguhnya
orang-orang
yang
kafir
dan
menghalangi
manusia
dari
jalan
Allah
dan
Masjidil
Haram
yang
telah
Kami
jadikan
untuk
semua
manusia,
baik
yang
bermukim
di
situ
maupun
di
padang
pasir
dan
siapa
yang
bermaksud
di
dalamnya
melakukan
kejahatan
secara
zalim,
niscaya
akan
Kami
rasakan
kepadanya
sebagian
siksa
yang
pedih.
وَإِذْ
بَوَّأْنَا
لِإِبْرَٰهِيمَ
مَكَانَ
ٱلْبَيْتِ
أَن
لَّا
تُشْرِكْ
بِى
شَيْـًٔا
وَطَهِّرْ
بَيْتِىَ
لِلطَّآئِفِينَ
وَٱلْقَآئِمِينَ
وَٱلرُّكَّعِ
ٱلسُّجُودِ
26
waiidz
bawwaanaā
liiibraāhiyma
makaāna
albayti
aan
llaā
tusyrik
biā
syayanā
waṭahhir
baytiāa
lilṭṭaāi'ifiyna
waalqaāi'imiyna
waalrrukka‘i
alssujuwdi
Dan
(ingatlah),
ketika
Kami
memberikan
tempat
kepada
Ibrāhīm
di
tempat
Baitullah
(dengan
mengatakan),
"Janganlah
kamu
memperserikatkan
sesuatu
pun
dengan
Aku
dan
sucikanlah
rumah-Ku
ini
bagi
orang-orang
yang
tawaf
dan
orang-orang
yang
beribadat
dan
orang-orang
yang
rukuk
dan
sujud.
وَأَذِّن
فِى
ٱلنَّاسِ
بِٱلْحَجِّ
يَأْتُوكَ
رِجَالًا
وَعَلَىٰ
كُلِّ
ضَامِرٍ
يَأْتِينَ
مِن
كُلِّ
فَجٍّ
عَمِيقٍ
27
waaadzdzin
fiā
alnnaāsi
bialḥajji
yaatuwka
rijaālanā
wa‘alaāā
kulli
ḍaāmirin
yaatiyna
min
kulli
fajjin
‘amiyqin
Dan
berserulah
kepada
manusia
untuk
mengerjakan
haji,
niscaya
mereka
akan
datang
kepadamu
dengan
berjalan
kaki
dan
mengendarai
unta
yang
kurus
[985]
yang
datang
dari
segenap
penjuru
yang
jauh,
لِّيَشْهَدُوا۟
مَنَـٰفِعَ
لَهُمْ
وَيَذْكُرُوا۟
ٱسْمَ
ٱللَّهِ
فِىٓ
أَيَّامٍ
مَّعْلُومَـٰتٍ
عَلَىٰ
مَا
رَزَقَهُم
مِّنۢ
بَهِيمَةِ
ٱلْأَنْعَـٰمِ
ۖ
فَكُلُوا۟
مِنْهَا
وَأَطْعِمُوا۟
ٱلْبَآئِسَ
ٱلْفَقِيرَ
28
lliyasyhaduwā
manaāfi‘a
lahum
wayadzkuruwā
asma
alllahi
fiā
aayyaāmin
mma‘luwmaātin
‘alaāā
maā
razaqahum
mmin
bahiymahi
alaan‘aāmi
fakuluwā
minhaā
waaaṭ‘imuwā
albaāi'isa
alfaqiyra
supaya
mereka
menyaksikan
berbagai
manfaat
bagi
mereka
dan
supaya
mereka
menyebut
nama
Allah
pada
hari
yang
telah
ditentukan
[986]
atas
rezeki
yang
Allah
telah
berikan
kepada
mereka
berupa
binatang
ternak
[987].
Maka
makanlah
sebagian
darinya
dan
(sebagian
lagi)
berikanlah
untuk
dimakan
orang-orang
yang
sengsara
dan
fakir.
ثُمَّ
لْيَقْضُوا۟
تَفَثَهُمْ
وَلْيُوفُوا۟
نُذُورَهُمْ
وَلْيَطَّوَّفُوا۟
بِٱلْبَيْتِ
ٱلْعَتِيقِ
29
tsumma
lyaqḍuwā
tafatsahum
walyuwfuwā
nudzuwrahum
walyaṭṭawwafuwā
bialbayti
al‘atiyqi
Kemudian,
hendaklah
mereka
menghilangkan
kotoran
[988]
yang
ada
pada
badan
mereka
dan
hendaklah
mereka
menyempurnakan
nazar-nazar
mereka
[989]
dan
hendaklah
mereka
melakukan
tawaf
sekeliling
rumah
yang
tua
itu
(Baitullah).
ذَٰلِكَ
وَمَن
يُعَظِّمْ
حُرُمَـٰتِ
ٱللَّهِ
فَهُوَ
خَيْرٌ
لَّهُۥ
عِندَ
رَبِّهِۦ
ۗ
وَأُحِلَّتْ
لَكُمُ
ٱلْأَنْعَـٰمُ
إِلَّا
مَا
يُتْلَىٰ
عَلَيْكُمْ
ۖ
فَٱجْتَنِبُوا۟
ٱلرِّجْسَ
مِنَ
ٱلْأَوْثَـٰنِ
وَٱجْتَنِبُوا۟
قَوْلَ
ٱلزُّورِ
30
dzaālika
waman
yu‘aẓẓim
ḥurumaāti
alllahi
fahuwa
khayrun
llahuū
‘inda
rabbihiī
waauḥillat
lakumu
alaan‘aāmu
iillaā
maā
yutlaāā
‘alaykum
faajtanibuwā
alrrijsa
mina
alaawtsaāni
waajtanibuwā
qawla
alzzuwri
Demikianlah
(perintah
Allah).
Dan
barang
siapa
mengagungkan
apa-apa
yang
terhormat
di
sisi
Allah
[990]
maka
itu
adalah
lebih
baik
baginya
di
sisi
Tuhan-nya.
Dan
telah
dihalalkan
bagi
kamu
semua
binatang
ternak,
terkecuali
yang
diterangkan
kepadamu
keharamannya,
maka
jauhilah
olehmu
berhala-berhala
yang
najis
itu
dan
jauhilah
perkataan-perkataan
dusta,
حُنَفَآءَ
لِلَّهِ
غَيْرَ
مُشْرِكِينَ
بِهِۦ
ۚ
وَمَن
يُشْرِكْ
بِٱللَّهِ
فَكَأَنَّمَا
خَرَّ
مِنَ
ٱلسَّمَآءِ
فَتَخْطَفُهُ
ٱلطَّيْرُ
أَوْ
تَهْوِى
بِهِ
ٱلرِّيحُ
فِى
مَكَانٍ
سَحِيقٍ
31
ḥunafaā'a
lillahi
ghayra
musyrikiyna
bihiī
waman
yusyrik
bialllahi
fakaaannamaā
kharra
mina
alssamaā'i
fatakhṭafuhu
alṭṭayru
aaw
tahwiā
bihi
alrriyḥu
fiā
makaānin
saḥiyqin
dengan
ikhlas
kepada
Allah,
tidak
mempersekutukan
sesuatu
dengan
Dia.
Barang
siapa
mempersekutukan
sesuatu
dengan
Allah,
maka
adalah
ia
seolah-olah
jatuh
dari
langit,
lalu
disambar
oleh
burung
atau
diterbangkan
angin
ke
tempat
yang
jauh.
ذَٰلِكَ
وَمَن
يُعَظِّمْ
شَعَـٰٓئِرَ
ٱللَّهِ
فَإِنَّهَا
مِن
تَقْوَى
ٱلْقُلُوبِ
32
dzaālika
waman
yu‘aẓẓim
sya‘aāi'ira
alllahi
faiinnahaā
min
taqwaā
alquluwbi
Demikianlah
(perintah
Allah).
Dan
barang
siapa
mengagungkan
syiar-syiar
Allah
[991],
maka
sesungguhnya
itu
timbul
dari
ketakwaan
hati.
لَكُمْ
فِيهَا
مَنَـٰفِعُ
إِلَىٰٓ
أَجَلٍ
مُّسَمًّى
ثُمَّ
مَحِلُّهَآ
إِلَى
ٱلْبَيْتِ
ٱلْعَتِيقِ
33
lakum
fiyhaā
manaāfi‘u
iilaāā
aajalin
mmusammanā
tsumma
maḥilluhaā
iilaā
albayti
al‘atiyqi
Bagi
kamu
pada
binatang-binatang
hadyu
[992],
itu
ada
beberapa
manfaat
[993]
sampai
kepada
waktu
yang
ditentukan,
kemudian
tempat
wajib
(serta
akhir
masa)
menyembelihnya
ialah
setelah
sampai
ke
Al-Baytul
‘Atīq
(Baitullah).
وَلِكُلِّ
أُمَّةٍ
جَعَلْنَا
مَنسَكًا
لِّيَذْكُرُوا۟
ٱسْمَ
ٱللَّهِ
عَلَىٰ
مَا
رَزَقَهُم
مِّنۢ
بَهِيمَةِ
ٱلْأَنْعَـٰمِ
ۗ
فَإِلَـٰهُكُمْ
إِلَـٰهٌ
وَٰحِدٌ
فَلَهُۥٓ
أَسْلِمُوا۟
ۗ
وَبَشِّرِ
ٱلْمُخْبِتِينَ
34
walikulli
aummahin
ja‘alnaā
mansakanā
lliyadzkuruwā
asma
alllahi
‘alaāā
maā
razaqahum
mmin
bahiymahi
alaan‘aāmi
faiilaāhukum
iilaāhun
waāḥidun
falahuū
aaslimuwā
wabasysyiri
almukhbitiyna
Dan
bagi
tiap-tiap
umat
telah
Kami
syariatkan
penyembelihan
(kurban)
supaya
mereka
menyebut
nama
Allah
terhadap
binatang
ternak
yang
telah
direzekikan
Allah
kepada
mereka,
maka
Tuhan-mu
ialah
Tuhan
Yang
Maha
Esa,
karena
itu
berserahdirilah
kamu
kepada-Nya.
Dan
berilah
kabar
gembira
kepada
orang-orang
yang
tunduk
patuh
(kepada
Allah),
ٱلَّذِينَ
إِذَا
ذُكِرَ
ٱللَّهُ
وَجِلَتْ
قُلُوبُهُمْ
وَٱلصَّـٰبِرِينَ
عَلَىٰ
مَآ
أَصَابَهُمْ
وَٱلْمُقِيمِى
ٱلصَّلَوٰةِ
وَمِمَّا
رَزَقْنَـٰهُمْ
يُنفِقُونَ
35
alladziyna
iidzaā
dzukira
alllahu
wajilat
quluwbuhum
waalṣṣaābiriyna
‘alaāā
maā
aaṣaābahum
waalmuqiymiā
alṣṣalawāhi
wamimmaā
razaqnaāhum
yunfiquwna
(yaitu)
orang-orang
yang
apabila
disebut
nama
Allah
gemetarlah
hati
mereka,
orang-orang
yang
sabar
terhadap
apa
yang
menimpa
mereka,
orang-orang
yang
mendirikan
salat,
dan
orang-orang
yang
menafkahkan
sebagian
dari
apa
yang
telah
Kami
rezekikan
kepada
mereka.
وَٱلْبُدْنَ
جَعَلْنَـٰهَا
لَكُم
مِّن
شَعَـٰٓئِرِ
ٱللَّهِ
لَكُمْ
فِيهَا
خَيْرٌ
ۖ
فَٱذْكُرُوا۟
ٱسْمَ
ٱللَّهِ
عَلَيْهَا
صَوَآفَّ
ۖ
فَإِذَا
وَجَبَتْ
جُنُوبُهَا
فَكُلُوا۟
مِنْهَا
وَأَطْعِمُوا۟
ٱلْقَانِعَ
وَٱلْمُعْتَرَّ
ۚ
كَذَٰلِكَ
سَخَّرْنَـٰهَا
لَكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
36
waalbudna
ja‘alnaāhaā
lakum
mmin
sya‘aāi'iri
alllahi
lakum
fiyhaā
khayrun
faadzkuruwā
asma
alllahi
‘alayhaā
ṣawaāffa
faiidzaā
wajabat
junuwbuhaā
fakuluwā
minhaā
waaaṭ‘imuwā
alqaāni‘a
waalmu‘tarra
kadzaālika
sakhkharnaāhaā
lakum
la‘allakum
tasykuruwna
Dan
telah
Kami
jadikan
untuk
kamu
unta-unta
itu
sebagian
dari
syiar
Allah;
kamu
memperoleh
kebaikan
yang
banyak
padanya,
maka
sebutlah
olehmu
nama
Allah
ketika
kamu
menyembelihnya
dalam
keadaan
berdiri
(dan
telah
terikat).
Kemudian
apabila
telah
roboh
(mati),
maka
makanlah
sebagiannya
dan
beri
makanlah
orang
yang
rela
dengan
apa
yang
ada
padanya
(yang
tidak
meminta-minta)
dan
orang
yang
meminta.
Demikianlah,
Kami
telah
menundukkan
unta-unta
itu
kepada
kamu;
mudah-mudahan
kamu
bersyukur.
لَن
يَنَالَ
ٱللَّهَ
لُحُومُهَا
وَلَا
دِمَآؤُهَا
وَلَـٰكِن
يَنَالُهُ
ٱلتَّقْوَىٰ
مِنكُمْ
ۚ
كَذَٰلِكَ
سَخَّرَهَا
لَكُمْ
لِتُكَبِّرُوا۟
ٱللَّهَ
عَلَىٰ
مَا
هَدَىٰكُمْ
ۗ
وَبَشِّرِ
ٱلْمُحْسِنِينَ
37
lan
yanaāla
alllaha
luḥuwmuhaā
walaā
dimaāu'uhaā
walaākin
yanaāluhu
alttaqwaāā
minkum
kadzaālika
sakhkharahaā
lakum
litukabbiruwā
alllaha
‘alaāā
maā
hadaāākum
wabasysyiri
almuḥsiniyna
Daging-daging
unta
dan
darahnya
itu
sekali-kali
tidak
dapat
mencapai
(keridaan)
Allah,
tetapi
ketakwaan
dari
kamulah
yang
dapat
mencapainya.
Demikianlah,
Allah
telah
menundukkannya
untuk
kamu
supaya
kamu
mengagungkan
Allah
terhadap
hidayah-Nya
kepada
kamu.
Dan
berilah
kabar
gembira
kepada
orang-orang
yang
berbuat
baik.
۞
إِنَّ
ٱللَّهَ
يُدَٰفِعُ
عَنِ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يُحِبُّ
كُلَّ
خَوَّانٍ
كَفُورٍ
38
iinna
alllaha
yudaāfi‘u
‘ani
alladziyna
'aāmanuwā
iinna
alllaha
laā
yuḥibbu
kulla
khawwaānin
kafuwrin
Sesungguhnya
Allah
membela
orang-orang
yang
telah
beriman.
Sesungguhnya
Allah
tidak
menyukai
tiap-tiap
orang
yang
berkhianat
lagi
mengingkari
nikmat.
أُذِنَ
لِلَّذِينَ
يُقَـٰتَلُونَ
بِأَنَّهُمْ
ظُلِمُوا۟
ۚ
وَإِنَّ
ٱللَّهَ
عَلَىٰ
نَصْرِهِمْ
لَقَدِيرٌ
39
audzina
lilladziyna
yuqaātaluwna
biaannahum
ẓulimuwā
waiinna
alllaha
‘alaāā
naṣrihim
laqadiyrun
Telah
diizinkan
(berperang)
bagi
orang-orang
yang
diperangi
karena
sesungguhnya
mereka
telah
dianiaya.
Dan
sesungguhnya
Allah,
benar-benar
Maha
Kuasa
menolong
mereka
itu,
ٱلَّذِينَ
أُخْرِجُوا۟
مِن
دِيَـٰرِهِم
بِغَيْرِ
حَقٍّ
إِلَّآ
أَن
يَقُولُوا۟
رَبُّنَا
ٱللَّهُ
ۗ
وَلَوْلَا
دَفْعُ
ٱللَّهِ
ٱلنَّاسَ
بَعْضَهُم
بِبَعْضٍ
لَّهُدِّمَتْ
صَوَٰمِعُ
وَبِيَعٌ
وَصَلَوَٰتٌ
وَمَسَـٰجِدُ
يُذْكَرُ
فِيهَا
ٱسْمُ
ٱللَّهِ
كَثِيرًا
ۗ
وَلَيَنصُرَنَّ
ٱللَّهُ
مَن
يَنصُرُهُۥٓ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَقَوِىٌّ
عَزِيزٌ
40
alladziyna
aukhrijuwā
min
diyaārihim
bighayri
ḥaqqin
iillaā
aan
yaquwluwā
rabbunaā
alllahu
walawlaā
daf‘u
alllahi
alnnaāsa
ba‘ḍahum
biba‘ḍin
llahuddimat
ṣawaāmi‘u
wabiya‘un
waṣalawaātun
wamasaājidu
yudzkaru
fiyhaā
asmu
alllahi
katsiyranā
walayanṣuranna
alllahu
man
yanṣuruhuū
iinna
alllaha
laqawiāāun
‘aziyzun
(yaitu)
orang-orang
yang
telah
diusir
dari
kampung
halaman
mereka
tanpa
alasan
yang
benar,
kecuali
karena
mereka
berkata,
"Tuhan
kami
hanyalah
Allah".
Dan
sekiranya
Allah
tiada
menolak
(keganasan)
sebagian
manusia
dengan
sebagian
yang
lain,
tentulah
telah
dirobohkan
biara-biara
Nasrani,
gereja-gereja,
rumah-rumah
ibadat
orang
Yahudi,
dan
masjid-masjid
yang
di
dalamnya
banyak
disebut
nama
Allah.
Sesungguhnya
Allah
pasti
menolong
orang
yang
menolong
(agama)-Nya.
Sesungguhnya
Allah
benar-benar
Maha
Kuat
lagi
Maha
Perkasa,
ٱلَّذِينَ
إِن
مَّكَّنَّـٰهُمْ
فِى
ٱلْأَرْضِ
أَقَامُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
وَءَاتَوُا۟
ٱلزَّكَوٰةَ
وَأَمَرُوا۟
بِٱلْمَعْرُوفِ
وَنَهَوْا۟
عَنِ
ٱلْمُنكَرِ
ۗ
وَلِلَّهِ
عَـٰقِبَةُ
ٱلْأُمُورِ
41
alladziyna
iin
mmakkannaāhum
fiā
alaarḍi
aaqaāmuwā
alṣṣalawāha
wa'aātawuā
alzzakawāha
waaamaruwā
bialma‘ruwfi
wanahawā
‘ani
almunkari
walillahi
‘aāqibahu
alaumuwri
(yaitu)
orang-orang
yang
jika
Kami
teguhkan
kedudukan
mereka
di
muka
bumi,
niscaya
mereka
mendirikan
salat,
menunaikan
zakat,
menyuruh
berbuat
yang
makruf,
dan
mencegah
dari
perbuatan
yang
mungkar,
dan
kepada
Allah-lah
kembali
segala
urusan.
وَإِن
يُكَذِّبُوكَ
فَقَدْ
كَذَّبَتْ
قَبْلَهُمْ
قَوْمُ
نُوحٍ
وَعَادٌ
وَثَمُودُ
42
waiin
yukadzdzibuwka
faqad
kadzdzabat
qablahum
qawmu
nuwḥin
wa‘aādun
watsamuwdu
Dan
jika
mereka
(orang-orang
musyrik)
mendustakan
kamu,
maka
sesungguhnya
telah
mendustakan
juga
sebelum
mereka
kaum
Nūḥ,
‘Ād,
dan
Ṡamūd,
وَقَوْمُ
إِبْرَٰهِيمَ
وَقَوْمُ
لُوطٍ
43
waqawmu
iibraāhiyma
waqawmu
luwṭin
dan
kaum
Ibrāhīm,
dan
kaum
Lūṭ,
وَأَصْحَـٰبُ
مَدْيَنَ
ۖ
وَكُذِّبَ
مُوسَىٰ
فَأَمْلَيْتُ
لِلْكَـٰفِرِينَ
ثُمَّ
أَخَذْتُهُمْ
ۖ
فَكَيْفَ
كَانَ
نَكِيرِ
44
waaaṣḥaābu
madyana
wakudzdziba
muwsaāā
faaamlaytu
lilkaāfiriyna
tsumma
aakhadztuhum
fakayfa
kaāna
nakiyri
dan
penduduk
Madyan,
dan
telah
didustakan
Musa,
lalu
Aku
tangguhkan
(azab-Ku)
untuk
orang-orang
kafir,
kemudian
Aku
azab
mereka,
maka
(lihatlah)
bagaimana
besarnya
kebencian-Ku
(kepada
mereka
itu).
فَكَأَيِّن
مِّن
قَرْيَةٍ
أَهْلَكْنَـٰهَا
وَهِىَ
ظَالِمَةٌ
فَهِىَ
خَاوِيَةٌ
عَلَىٰ
عُرُوشِهَا
وَبِئْرٍ
مُّعَطَّلَةٍ
وَقَصْرٍ
مَّشِيدٍ
45
fakaaayyin
mmin
qaryahin
aahlaknaāhaā
wahiāa
ẓaālimahun
fahiāa
khaāwiyahun
‘alaāā
‘uruwsyihaā
wabii'rin
mmu‘aṭṭalahin
waqaṣrin
mmasyiydin
Berapalah
banyaknya
kota
yang
Kami
telah
membinasakannya
yang
penduduknya
dalam
keadaan
zalim,
maka
(tembok-tembok)
kota
itu
roboh
menutupi
atap-atapnya
dan
(berapa
banyak
pula)
sumur
yang
telah
ditinggalkan
dan
istana
yang
tinggi,
أَفَلَمْ
يَسِيرُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَتَكُونَ
لَهُمْ
قُلُوبٌ
يَعْقِلُونَ
بِهَآ
أَوْ
ءَاذَانٌ
يَسْمَعُونَ
بِهَا
ۖ
فَإِنَّهَا
لَا
تَعْمَى
ٱلْأَبْصَـٰرُ
وَلَـٰكِن
تَعْمَى
ٱلْقُلُوبُ
ٱلَّتِى
فِى
ٱلصُّدُورِ
46
aafalam
yasiyruwā
fiā
alaarḍi
fatakuwna
lahum
quluwbun
ya‘qiluwna
bihaā
aaw
'aādzaānun
yasma‘uwna
bihaā
faiinnahaā
laā
ta‘maā
alaabṣaāru
walaākin
ta‘maā
alquluwbu
allatiā
fiā
alṣṣuduwri
maka
apakah
mereka
tidak
berjalan
di
muka
bumi,
lalu
mereka
mempunyai
hati
yang
dengan
itu
mereka
dapat
memahami
atau
mempunyai
telinga
yang
dengan
itu
mereka
dapat
mendengar?
Karena
sesungguhnya
bukanlah
mata
itu
yang
buta,
tetapi
yang
buta
ialah
hati
yang
di
dalam
dada.
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ
بِٱلْعَذَابِ
وَلَن
يُخْلِفَ
ٱللَّهُ
وَعْدَهُۥ
ۚ
وَإِنَّ
يَوْمًا
عِندَ
رَبِّكَ
كَأَلْفِ
سَنَةٍ
مِّمَّا
تَعُدُّونَ
47
wayasta‘jiluwnaka
bial‘adzaābi
walan
yukhlifa
alllahu
wa‘dahuū
waiinna
yawmanā
‘inda
rabbika
kaaalfi
sanahin
mmimmaā
ta‘udduwna
Dan
mereka
meminta
kepadamu
agar
azab
itu
disegerakan,
padahal
Allah
sekali-kali
tidak
akan
menyalahi
janji-Nya.
Sesungguhnya
sehari
di
sisi
Tuhan-mu
adalah
seperti
seribu
tahun
menurut
perhitunganmu.
وَكَأَيِّن
مِّن
قَرْيَةٍ
أَمْلَيْتُ
لَهَا
وَهِىَ
ظَالِمَةٌ
ثُمَّ
أَخَذْتُهَا
وَإِلَىَّ
ٱلْمَصِيرُ
48
wakaaayyin
mmin
qaryahin
aamlaytu
lahaā
wahiāa
ẓaālimahun
tsumma
aakhadztuhaā
waiilaāāa
almaṣiyru
Dan
berapalah
banyaknya
kota
yang
Aku
tangguhkan
(azab-Ku)
kepadanya
yang
penduduknya
berbuat
zalim,
kemudian
Aku
azab
mereka
dan
hanya
kepada-Kulah
kembalinya
(segala
sesuatu).
قُلْ
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّاسُ
إِنَّمَآ
أَنَا۠
لَكُمْ
نَذِيرٌ
مُّبِينٌ
49
qul
yaāaayyuhaā
alnnaāsu
iinnamaā
aanaā
lakum
nadziyrun
mmubiynun
Katakanlah,
"Hai
manusia,
sesungguhnya
aku
adalah
seorang
pemberi
peringatan
yang
nyata
kepada
kamu".
فَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
لَهُم
مَّغْفِرَةٌ
وَرِزْقٌ
كَرِيمٌ
50
faalladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
lahum
mmaghfirahun
warizqun
kariymun
Maka
orang-orang
yang
beriman
dan
mengerjakan
amal-amal
yang
saleh,
bagi
mereka
ampunan
dan
rezeki
yang
mulia.
وَٱلَّذِينَ
سَعَوْا۟
فِىٓ
ءَايَـٰتِنَا
مُعَـٰجِزِينَ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
أَصْحَـٰبُ
ٱلْجَحِيمِ
51
waalladziyna
sa‘awā
fiā
'aāyaātinaā
mu‘aājiziyna
auwlaāi'ika
aaṣḥaābu
aljaḥiymi
Dan
orang-orang
yang
berusaha
dengan
maksud
menentang
ayat-ayat
Kami
dengan
melemahkan
(kemauan
untuk
beriman);
mereka
itu
adalah
penghuni-penghuni
neraka.
وَمَآ
أَرْسَلْنَا
مِن
قَبْلِكَ
مِن
رَّسُولٍ
وَلَا
نَبِىٍّ
إِلَّآ
إِذَا
تَمَنَّىٰٓ
أَلْقَى
ٱلشَّيْطَـٰنُ
فِىٓ
أُمْنِيَّتِهِۦ
فَيَنسَخُ
ٱللَّهُ
مَا
يُلْقِى
ٱلشَّيْطَـٰنُ
ثُمَّ
يُحْكِمُ
ٱللَّهُ
ءَايَـٰتِهِۦ
ۗ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌ
حَكِيمٌ
52
wamaā
aarsalnaā
min
qablika
min
rrasuwlin
walaā
nabiāāin
iillaā
iidzaā
tamannaāā
aalqaā
alsysyayṭaānu
fiā
aumniyyatihiī
fayansakhu
alllahu
maā
yulqiā
alsysyayṭaānu
tsumma
yuḥkimu
alllahu
'aāyaātihiī
waalllahu
‘aliymun
ḥakiymun
Dan
Kami
tidak
mengutus
sebelum
kamu
seorang
rasul
pun
dan
tidak
(pula)
seorang
nabi,
melainkan
apabila
ia
mempunyai
sesuatu
keinginan,
setan
pun
memasukkan
godaan-godaan
terhadap
keinginan
itu,
Allah
menghilangkan
apa
yang
dimasukkan
oleh
setan
itu
dan
Allah
menguatkan
ayat-ayat-Nya.
Dan
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Bijaksana,
لِّيَجْعَلَ
مَا
يُلْقِى
ٱلشَّيْطَـٰنُ
فِتْنَةً
لِّلَّذِينَ
فِى
قُلُوبِهِم
مَّرَضٌ
وَٱلْقَاسِيَةِ
قُلُوبُهُمْ
ۗ
وَإِنَّ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
لَفِى
شِقَاقٍۭ
بَعِيدٍ
53
lliyaj‘ala
maā
yulqiā
alsysyayṭaānu
fitnahan
llilladziyna
fiā
quluwbihim
mmaraḍun
waalqaāsiyahi
quluwbuhum
waiinna
alẓẓaālimiyna
lafiā
syiqaāqin
ba‘iydin
agar
Dia
menjadikan
apa
yang
dimasukkan
oleh
setan
itu
sebagai
cobaan
bagi
orang-orang
yang
di
dalam
hatinya
ada
penyakit
dan
yang
kasar
hatinya.
Dan
sesungguhnya,
orang-orang
yang
zalim
itu
benar-benar
dalam
permusuhan
yang
sangat,
وَلِيَعْلَمَ
ٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْعِلْمَ
أَنَّهُ
ٱلْحَقُّ
مِن
رَّبِّكَ
فَيُؤْمِنُوا۟
بِهِۦ
فَتُخْبِتَ
لَهُۥ
قُلُوبُهُمْ
ۗ
وَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَهَادِ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
إِلَىٰ
صِرَٰطٍ
مُّسْتَقِيمٍ
54
waliya‘lama
alladziyna
auwtuwā
al‘ilma
aannahu
alḥaqqu
min
rrabbika
fayuu'minuwā
bihiī
fatukhbita
lahuū
quluwbuhum
waiinna
alllaha
lahaādi
alladziyna
'aāmanuwā
iilaāā
ṣiraāṭin
mmustaqiymin
dan
agar
orang-orang
yang
telah
diberi
ilmu,
meyakini
bahwasanya
Al-Qur`ān
itulah
yang
hak
dari
Tuhan-mu,
lalu
mereka
beriman
dan
tunduk
hati
mereka
kepadanya
dan
sesungguhnya
Allah
adalah
pemberi
petunjuk
bagi
orang-orang
yang
beriman
kepada
jalan
yang
lurus.
وَلَا
يَزَالُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
فِى
مِرْيَةٍ
مِّنْهُ
حَتَّىٰ
تَأْتِيَهُمُ
ٱلسَّاعَةُ
بَغْتَةً
أَوْ
يَأْتِيَهُمْ
عَذَابُ
يَوْمٍ
عَقِيمٍ
55
walaā
yazaālu
alladziyna
kafaruwā
fiā
miryahin
mminhu
ḥattaāā
taatiyahumu
alssaā‘ahu
baghtahan
aaw
yaatiyahum
‘adzaābu
yawmin
‘aqiymin
Dan
senantiasalah
orang-orang
kafir
itu
berada
dalam
keragu-raguan
terhadap
Al-Qur`ān
hingga
datang
kepada
mereka
saat
(kematiannya)
dengan
tiba-tiba,
atau
datang
kepada
mereka
azab
hari
kiamat.
ٱلْمُلْكُ
يَوْمَئِذٍ
لِّلَّهِ
يَحْكُمُ
بَيْنَهُمْ
ۚ
فَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
فِى
جَنَّـٰتِ
ٱلنَّعِيمِ
56
almulku
yawmai'idzin
llillahi
yaḥkumu
baynahum
faalladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
fiā
jannaāti
alnna‘iymi
Kekuasaan
pada
hari
itu
ada
pada
Allah;
Dia
memberi
keputusan
di
antara
mereka.
Maka
orang-orang
yang
beriman
dan
beramal
saleh
adalah
di
dalam
surga
yang
penuh
kenikmatan.
وَٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
وَكَذَّبُوا۟
بِـَٔايَـٰتِنَا
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
لَهُمْ
عَذَابٌ
مُّهِينٌ
57
waalladziyna
kafaruwā
wakadzdzabuwā
biaāyaātinaā
faauwlaāi'ika
lahum
‘adzaābun
mmuhiynun
Dan
orang-orang
yang
kafir
dan
mendustakan
ayat-ayat
Kami,
maka
bagi
mereka
azab
yang
menghinakan.
وَٱلَّذِينَ
هَاجَرُوا۟
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
ثُمَّ
قُتِلُوٓا۟
أَوْ
مَاتُوا۟
لَيَرْزُقَنَّهُمُ
ٱللَّهُ
رِزْقًا
حَسَنًا
ۚ
وَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَهُوَ
خَيْرُ
ٱلرَّٰزِقِينَ
58
waalladziyna
haājaruwā
fiā
sabiyli
alllahi
tsumma
qutiluwā
aaw
maātuwā
layarzuqannahumu
alllahu
rizqanā
ḥasananā
waiinna
alllaha
lahuwa
khayru
alrraāziqiyna
Dan
orang-orang
yang
berhijrah
di
jalan
Allah,
kemudian
mereka
dibunuh
atau
mati
benar-benar
Allah
akan
memberikan
kepada
mereka
rezeki
yang
baik
(surga).
Dan
sesungguhnya
Allah
adalah
sebaik-baik
pemberi
rezeki.
لَيُدْخِلَنَّهُم
مُّدْخَلًا
يَرْضَوْنَهُۥ
ۗ
وَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَعَلِيمٌ
حَلِيمٌ
59
layudkhilannahum
mmudkhalanā
yarḍawnahuū
waiinna
alllaha
la‘aliymun
ḥaliymun
Sesungguhnya
Allah
akan
memasukkan
mereka
ke
dalam
suatu
tempat
(surga)
yang
mereka
menyukainya.
Dan
sesungguhnya
Allah
Maha
mengetahui
lagi
Maha
Penyantun.
۞
ذَٰلِكَ
وَمَنْ
عَاقَبَ
بِمِثْلِ
مَا
عُوقِبَ
بِهِۦ
ثُمَّ
بُغِىَ
عَلَيْهِ
لَيَنصُرَنَّهُ
ٱللَّهُ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَعَفُوٌّ
غَفُورٌ
60
dzaālika
waman
‘aāqaba
bimitsli
maā
‘uwqiba
bihiī
tsumma
bughiāa
‘alayhi
layanṣurannahu
alllahu
iinna
alllaha
la‘afuwwun
ghafuwrun
Demikianlah
dan
barang
siapa
membalas
seimbang
dengan
penganiayaan
yang
pernah
ia
derita,
kemudian
ia
dianiaya
(lagi),
pasti
Allah
akan
menolongnya.
Sesungguhnya
Allah
benar-benar
Maha
Pemaaf
lagi
Maha
Pengampun.
ذَٰلِكَ
بِأَنَّ
ٱللَّهَ
يُولِجُ
ٱلَّيْلَ
فِى
ٱلنَّهَارِ
وَيُولِجُ
ٱلنَّهَارَ
فِى
ٱلَّيْلِ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
سَمِيعٌۢ
بَصِيرٌ
61
dzaālika
biaanna
alllaha
yuwliju
allayla
fiā
alnnahaāri
wayuwliju
alnnahaāra
fiā
allayli
waaanna
alllaha
samiy‘un
baṣiyrun
Yang
demikian
itu
adalah
karena
sesungguhnya
Allah
(kuasa)
memasukkan
malam
ke
dalam
siang
dan
memasukkan
siang
ke
dalam
malam
dan
bahwasanya
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Melihat.
ذَٰلِكَ
بِأَنَّ
ٱللَّهَ
هُوَ
ٱلْحَقُّ
وَأَنَّ
مَا
يَدْعُونَ
مِن
دُونِهِۦ
هُوَ
ٱلْبَـٰطِلُ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
هُوَ
ٱلْعَلِىُّ
ٱلْكَبِيرُ
62
dzaālika
biaanna
alllaha
huwa
alḥaqqu
waaanna
maā
yad‘uwna
min
duwnihiī
huwa
albaāṭilu
waaanna
alllaha
huwa
al‘aliāāu
alkabiyru
(Kuasa
Allah)
yang
demikian
itu
adalah
karena
sesungguhnya
Allah,
Dia-lah
(Tuhan)
Yang
Hak
dan
sesungguhnya
apa
saja
yang
mereka
seru
selain
Allah,
itulah
yang
batil
dan
sesungguhnya
Allah,
Dia-lah
Yang
Maha
Tinggi
lagi
Maha
Besar.
أَلَمْ
تَرَ
أَنَّ
ٱللَّهَ
أَنزَلَ
مِنَ
ٱلسَّمَآءِ
مَآءً
فَتُصْبِحُ
ٱلْأَرْضُ
مُخْضَرَّةً
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَطِيفٌ
خَبِيرٌ
63
aalam
tara
aanna
alllaha
aanzala
mina
alssamaā'i
maā'an
fatuṣbiḥu
alaarḍu
mukhḍarrahan
iinna
alllaha
laṭiyfun
khabiyrun
Apakah
kamu
tiada
melihat
bahwasanya
Allah
menurunkan
air
dari
langit,
lalu
jadilah
bumi
itu
hijau?
Sesungguhnya
Allah
Maha
Halus
lagi
Maha
Mengetahui.
لَّهُۥ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۗ
وَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَهُوَ
ٱلْغَنِىُّ
ٱلْحَمِيدُ
64
llahuū
maā
fiā
alssamaāwaāti
wamaā
fiā
alaarḍi
waiinna
alllaha
lahuwa
alghaniāāu
alḥamiydu
Kepunyaan
Allah-lah
segala
yang
ada
di
langit
dan
segala
yang
ada
di
bumi.
Dan
sesungguhnya
Allah
benar-benar
Maha
Kaya
lagi
Maha
Terpuji.
أَلَمْ
تَرَ
أَنَّ
ٱللَّهَ
سَخَّرَ
لَكُم
مَّا
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَٱلْفُلْكَ
تَجْرِى
فِى
ٱلْبَحْرِ
بِأَمْرِهِۦ
وَيُمْسِكُ
ٱلسَّمَآءَ
أَن
تَقَعَ
عَلَى
ٱلْأَرْضِ
إِلَّا
بِإِذْنِهِۦٓ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
بِٱلنَّاسِ
لَرَءُوفٌ
رَّحِيمٌ
65
aalam
tara
aanna
alllaha
sakhkhara
lakum
mmaā
fiā
alaarḍi
waalfulka
tajriā
fiā
albaḥri
biaamrihiī
wayumsiku
alssamaā'a
aan
taqa‘a
‘alaā
alaarḍi
iillaā
biiidznihiī
iinna
alllaha
bialnnaāsi
lara'uwfun
rraḥiymun
Apakah
kamu
tiada
melihat
bahwasanya
Allah
menundukkan
bagimu
apa
yang
ada
di
bumi
dan
bahtera
yang
berlayar
di
lautan
dengan
perintah-Nya.
Dan
Dia
menahan
(benda-benda)
langit
jatuh
ke
bumi,
melainkan
dengan
izin-Nya?
Sesungguhnya
Allah
benar-benar
Maha
Pengasih
lagi
Maha
Penyayang
kepada
Manusia.
وَهُوَ
ٱلَّذِىٓ
أَحْيَاكُمْ
ثُمَّ
يُمِيتُكُمْ
ثُمَّ
يُحْيِيكُمْ
ۗ
إِنَّ
ٱلْإِنسَـٰنَ
لَكَفُورٌ
66
wahuwa
alladziā
aaḥyaākum
tsumma
yumiytukum
tsumma
yuḥyiykum
iinna
aliinsaāna
lakafuwrun
Dan
Dia-lah
Allah
yang
telah
menghidupkan
kamu,
kemudian
mematikan
kamu,
kemudian
menghidupkan
kamu
(lagi);
sesungguhnya
manusia
itu
benar-benar
sangat
mengingkari
nikmat.
لِّكُلِّ
أُمَّةٍ
جَعَلْنَا
مَنسَكًا
هُمْ
نَاسِكُوهُ
ۖ
فَلَا
يُنَـٰزِعُنَّكَ
فِى
ٱلْأَمْرِ
ۚ
وَٱدْعُ
إِلَىٰ
رَبِّكَ
ۖ
إِنَّكَ
لَعَلَىٰ
هُدًى
مُّسْتَقِيمٍ
67
llikulli
aummahin
ja‘alnaā
mansakanā
hum
naāsikuwhu
falaā
yunaāzi‘unnaka
fiā
alaamri
waad‘u
iilaāā
rabbika
iinnaka
la‘alaāā
hudanā
mmustaqiymin
Bagi
tiap-tiap
umat
telah
Kami
tetapkan
syariat
tertentu
yang
mereka
lakukan,
maka
janganlah
sekali-kali
mereka
membantah
kamu
dalam
urusan
(syariat)
ini
dan
serulah
kepada
(agama)
Tuhan-mu.
Sesungguhnya,
kamu
benar-benar
berada
pada
jalan
yang
lurus.
وَإِن
جَـٰدَلُوكَ
فَقُلِ
ٱللَّهُ
أَعْلَمُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
68
waiin
jaādaluwka
faquli
alllahu
aa‘lamu
bimaā
ta‘maluwna
Dan
jika
mereka
membantah
kamu,
maka
katakanlah,
"Allah
lebih
mengetahui
tentang
apa
yang
kamu
kerjakan".
ٱللَّهُ
يَحْكُمُ
بَيْنَكُمْ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
فِيمَا
كُنتُمْ
فِيهِ
تَخْتَلِفُونَ
69
alllahu
yaḥkumu
baynakum
yawma
alqiyaāmahi
fiymaā
kuntum
fiyhi
takhtalifuwna
Allah
akan
mengadili
di
antara
kamu
pada
hari
kiamat
tentang
apa
yang
kamu
dahulu
selalu
berselisih
padanya.
أَلَمْ
تَعْلَمْ
أَنَّ
ٱللَّهَ
يَعْلَمُ
مَا
فِى
ٱلسَّمَآءِ
وَٱلْأَرْضِ
ۗ
إِنَّ
ذَٰلِكَ
فِى
كِتَـٰبٍ
ۚ
إِنَّ
ذَٰلِكَ
عَلَى
ٱللَّهِ
يَسِيرٌ
70
aalam
ta‘lam
aanna
alllaha
ya‘lamu
maā
fiā
alssamaā'i
waalaarḍi
iinna
dzaālika
fiā
kitaābin
iinna
dzaālika
‘alaā
alllahi
yasiyrun
Apakah
kamu
tidak
mengetahui
bahwa
sesungguhnya
Allah
mengetahui
apa
saja
yang
ada
di
langit
dan
di
bumi?;
bahwasanya
yang
demikian
itu
terdapat
dalam
sebuah
kitab
(Lawḥ
Maḥfūẓ).
Sesungguhnya
yang
demikian
itu
amat
mudah
bagi
Allah.
وَيَعْبُدُونَ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
مَا
لَمْ
يُنَزِّلْ
بِهِۦ
سُلْطَـٰنًا
وَمَا
لَيْسَ
لَهُم
بِهِۦ
عِلْمٌ
ۗ
وَمَا
لِلظَّـٰلِمِينَ
مِن
نَّصِيرٍ
71
waya‘buduwna
min
duwni
alllahi
maā
lam
yunazzil
bihiī
sulṭaānanā
wamaā
laysa
lahum
bihiī
‘ilmun
wamaā
lilẓẓaālimiyna
min
nnaṣiyrin
Dan
mereka
menyembah
selain
Allah,
apa
yang
Allah
tidak
menurunkan
keterangan
tentang
itu
dan
apa
yang
mereka
sendiri
tiada
mempunyai
pengetahuan
terhadapnya.
Dan
bagi
orang-orang
yang
zalim
sekali-kali
tidak
ada
seorang
penolong
pun.
وَإِذَا
تُتْلَىٰ
عَلَيْهِمْ
ءَايَـٰتُنَا
بَيِّنَـٰتٍ
تَعْرِفُ
فِى
وُجُوهِ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
ٱلْمُنكَرَ
ۖ
يَكَادُونَ
يَسْطُونَ
بِٱلَّذِينَ
يَتْلُونَ
عَلَيْهِمْ
ءَايَـٰتِنَا
ۗ
قُلْ
أَفَأُنَبِّئُكُم
بِشَرٍّ
مِّن
ذَٰلِكُمُ
ۗ
ٱلنَّارُ
وَعَدَهَا
ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
ۖ
وَبِئْسَ
ٱلْمَصِيرُ
72
waiidzaā
tutlaāā
‘alayhim
'aāyaātunaā
bayyinaātin
ta‘rifu
fiā
wujuwhi
alladziyna
kafaruwā
almunkara
yakaāduwna
yasṭuwna
bialladziyna
yatluwna
‘alayhim
'aāyaātinaā
qul
aafaaunabbii'ukum
bisyarrin
mmin
dzaālikumu
alnnaāru
wa‘adahaā
alllahu
alladziyna
kafaruwā
wabii'sa
almaṣiyru
Dan
apabila
dibacakan
di
hadapan
mereka
ayat-ayat
Kami
yang
terang,
niscaya
kamu
melihat
tanda-tanda
keingkaran
pada
muka
orang-orang
yang
kafir
itu.
Hampir-hampir
mereka
menyerang
orang-orang
yang
membacakan
ayat-ayat
Kami
di
hadapan
mereka.
Katakanlah,
"Apakah
akan
aku
kabarkan
kepadamu
yang
lebih
buruk
daripada
itu,
yaitu
neraka?"
Allah
telah
mengancamkannya
kepada
orang-orang
yang
kafir.
Dan
neraka
itu
adalah
seburuk-buruknya
tempat
kembali.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّاسُ
ضُرِبَ
مَثَلٌ
فَٱسْتَمِعُوا۟
لَهُۥٓ
ۚ
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
تَدْعُونَ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
لَن
يَخْلُقُوا۟
ذُبَابًا
وَلَوِ
ٱجْتَمَعُوا۟
لَهُۥ
ۖ
وَإِن
يَسْلُبْهُمُ
ٱلذُّبَابُ
شَيْـًٔا
لَّا
يَسْتَنقِذُوهُ
مِنْهُ
ۚ
ضَعُفَ
ٱلطَّالِبُ
وَٱلْمَطْلُوبُ
73
yaāaayyuhaā
alnnaāsu
ḍuriba
matsalun
faastami‘uwā
lahuū
iinna
alladziyna
tad‘uwna
min
duwni
alllahi
lan
yakhluquwā
dzubaābanā
walawi
ajtama‘uwā
lahuū
waiin
yaslubhumu
aldzdzubaābu
syayanā
llaā
yastanqidzuwhu
minhu
ḍa‘ufa
alṭṭaālibu
waalmaṭluwbu
Hai
manusia,
telah
dibuat
perumpamaan,
maka
dengarkanlah
olehmu
perumpamaan
itu.
Sesungguhnya
segala
yang
kamu
seru
selain
Allah
sekali-kali
tidak
dapat
menciptakan
seekor
lalat
pun,
walaupun
mereka
bersatu
menciptakannya.
Dan
jika
lalat
itu
merampas
sesuatu
dari
mereka,
tiadalah
mereka
dapat
merebutnya
kembali
dari
lalat
itu.
Amat
lemahlah
yang
menyembah
dan
amat
lemah
(pulalah)
yang
disembah.
مَا
قَدَرُوا۟
ٱللَّهَ
حَقَّ
قَدْرِهِۦٓ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَقَوِىٌّ
عَزِيزٌ
74
maā
qadaruwā
alllaha
ḥaqqa
qadrihiī
iinna
alllaha
laqawiāāun
‘aziyzun
Mereka
tidak
mengenal
Allah
dengan
sebenar-benarnya.
Sesungguhnya
Allah
benar-benar
Maha
Kuat
lagi
Maha
Perkasa.
ٱللَّهُ
يَصْطَفِى
مِنَ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ
رُسُلًا
وَمِنَ
ٱلنَّاسِ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
سَمِيعٌۢ
بَصِيرٌ
75
alllahu
yaṣṭafiā
mina
almalaāi'ikahi
rusulanā
wamina
alnnaāsi
iinna
alllaha
samiy‘un
baṣiyrun
Allah
memilih
utusan-utusan-(Nya)
dari
malaikat
dan
dari
manusia;
sesungguhnya
Allah
Maha
Mendengar
lagi
Maha
Melihat.
يَعْلَمُ
مَا
بَيْنَ
أَيْدِيهِمْ
وَمَا
خَلْفَهُمْ
ۗ
وَإِلَى
ٱللَّهِ
تُرْجَعُ
ٱلْأُمُورُ
76
ya‘lamu
maā
bayna
aaydiyhim
wamaā
khalfahum
waiilaā
alllahi
turja‘u
alaumuwru
Allah
mengetahui
apa
yang
di
hadapan
mereka
dan
apa
yang
di
belakang
mereka.
Dan
hanya
kepada
Allah
dikembalikan
semua
urusan.
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
ٱرْكَعُوا۟
وَٱسْجُدُوا۟
وَٱعْبُدُوا۟
رَبَّكُمْ
وَٱفْعَلُوا۟
ٱلْخَيْرَ
لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ
۩
77
yaāaayyuhaā
alladziyna
'aāmanuwā
arka‘uwā
waasjuduwā
waa‘buduwā
rabbakum
waaf‘aluwā
alkhayra
la‘allakum
tufliḥuwna
Hai
orang-orang
yang
beriman,
rukuklah
kamu,
sujudlah
kamu,
sembahlah
Tuhan-mu,
dan
perbuatlah
kebajikan
supaya
kamu
mendapat
kemenangan.
وَجَـٰهِدُوا۟
فِى
ٱللَّهِ
حَقَّ
جِهَادِهِۦ
ۚ
هُوَ
ٱجْتَبَىٰكُمْ
وَمَا
جَعَلَ
عَلَيْكُمْ
فِى
ٱلدِّينِ
مِنْ
حَرَجٍ
ۚ
مِّلَّةَ
أَبِيكُمْ
إِبْرَٰهِيمَ
ۚ
هُوَ
سَمَّىٰكُمُ
ٱلْمُسْلِمِينَ
مِن
قَبْلُ
وَفِى
هَـٰذَا
لِيَكُونَ
ٱلرَّسُولُ
شَهِيدًا
عَلَيْكُمْ
وَتَكُونُوا۟
شُهَدَآءَ
عَلَى
ٱلنَّاسِ
ۚ
فَأَقِيمُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
وَءَاتُوا۟
ٱلزَّكَوٰةَ
وَٱعْتَصِمُوا۟
بِٱللَّهِ
هُوَ
مَوْلَىٰكُمْ
ۖ
فَنِعْمَ
ٱلْمَوْلَىٰ
وَنِعْمَ
ٱلنَّصِيرُ
78
wajaāhiduwā
fiā
alllahi
ḥaqqa
jihaādihiī
huwa
ajtabaāākum
wamaā
ja‘ala
‘alaykum
fiā
alddiyni
min
ḥarajin
mmillaha
aabiykum
iibraāhiyma
huwa
sammaāākumu
almuslimiyna
min
qablu
wafiā
haādzaā
liyakuwna
alrrasuwlu
syahiydanā
‘alaykum
watakuwnuwā
syuhadaā'a
‘alaā
alnnaāsi
faaaqiymuwā
alṣṣalawāha
wa'aātuwā
alzzakawāha
waa‘taṣimuwā
bialllahi
huwa
mawlaāākum
fani‘ma
almawlaāā
wani‘ma
alnnaṣiyru
Dan
berjihadlah
kamu
di
jalan
Allah
dengan
jihad
yang
sebenar-benarnya.
Dia
telah
memilih
kamu
dan
Dia
sekali-kali
tidak
menjadikan
untuk
kamu
dalam
agama
suatu
kesempitan.
(Ikutilah)
agama
orang
tuamu
Ibrāhīm.
Dia
(Allah)
telah
menamai
kamu
sekalian
orang-orang
muslim
dari
dahulu
[994]
dan
(begitu
pula)
dalam
(Al-Qur`ān)
ini
supaya
rasul
itu
menjadi
saksi
atas
dirimu
dan
supaya
kamu
semua
menjadi
saksi
atas
segenap
manusia,
maka
dirikanlah
sembahyang,
tunaikanlah
zakat,
dan
berpeganglah
kamu
pada
tali
Allah.
Dia
adalah
Pelindungmu,
maka
Dia-lah
sebaik-baik
Pelindung
dan
sebaik-baik
Penolong.