Quran by Tau
← Daftar Surah

22. Al-Hajj

الحج · Haji · 78 ayat · Madinah

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ 1
yaāaayyuhaā alnnaāsu attaquwā rabbakum iinna zalzalaha alssaā‘ahi syaā'un ‘aẓiymun
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَـٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَـٰرَىٰ وَلَـٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ 2
yawma tarawnahaā tadzhalu kullu murḍi‘ahin ‘ammaā aarḍa‘at wataḍa‘u kullu dzaāti ḥamlin ḥamlahaā wataraā alnnaāsa sukaāraāā wamaā hum bisukaāraāā walaākinna ‘adzaāba alllahi syadiydun
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya, dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَـٰنٍ مَّرِيدٍ 3
wamina alnnaāsi man yujaādilu fiā alllahi bighayri ‘ilmin wayattabi‘u kulla syayṭaānin mmariydin
Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah [977] tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat,
كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُۥ مَن تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُۥ يُضِلُّهُۥ وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ 4
kutiba ‘alayhi aannahuū man tawallaāhu faaannahuū yuḍilluhuū wayahdiyhi iilaāā ‘adzaābi alssa‘iyri
yang telah ditetapkan terhadap setan itu bahwa barang siapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya dan membawanya ke azab neraka.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّنَ ٱلْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَـٰكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِى ٱلْأَرْحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓا۟ أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔا ۚ وَتَرَى ٱلْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنۢبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍۭ بَهِيجٍ 5
yaāaayyuhaā alnnaāsu iin kuntum fiā raybin mmina alba‘tsi faiinnaā khalaqnaākum mmin turaābin tsumma min nnuṭfahin tsumma min ‘alaqahin tsumma min mmuḍghahin mmukhallaqahin waghayri mukhallaqahin llinubayyina lakum wanuqirru fiā alaarḥaāmi maā nasyaā'u iilaāā aajalin mmusammanā tsumma nukhrijukum ṭiflanā tsumma litablughuwā aasyuddakum waminkum mman yutawaffaāā waminkum mman yuraddu iilaāā aardzali al‘umuri likaylaā ya‘lama min ba‘di ‘ilmin syayanā wataraā alaarḍa haāmidahan faiidzaā aanzalnaā ‘alayhaā almaā'a ahtazzat warabat waaanbatat min kulli zawjin bahiyjin
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan, dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّهُۥ يُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ 6
dzaālika biaanna alllaha huwa alḥaqqu waaannahuū yuḥāi almawtaāā waaannahuū ‘alaāā kulli syaā'in qadiyrun
Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak [978] dan sesungguhnya Dia-lah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,
وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ 7
waaanna alssaā‘aha 'aātiyahun llaā rayba fiyhaā waaanna alllaha yab‘atsu man fiā alqubuwri
dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya, dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَـٰبٍ مُّنِيرٍ 8
wamina alnnaāsi man yujaādilu fiā alllahi bighayri ‘ilmin walaā hudanā walaā kitaābin mmuniyrin
Dan di antara manusia, ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya [979],
ثَانِىَ عِطْفِهِۦ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ لَهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا خِزْىٌ ۖ وَنُذِيقُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ 9
tsaāniāa ‘iṭfihiī liyuḍilla ‘an sabiyli alllahi lahuū fiā alddunyaā khizāun wanudziyquhuū yawma alqiyaāmahi ‘adzaāba alḥariyqi
dengan memalingkan lambungnya [980] untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Ia mendapat kehinaan di dunia dan pada hari kiamat; Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar.
ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّـٰمٍ لِّلْعَبِيدِ 10
dzaālika bimaā qaddamat yadaāka waaanna alllaha laysa biẓallaāmin llil‘abiydi
(Akan dikatakan kepadanya), "Yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya".
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعْبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُۥ خَيْرٌ ٱطْمَأَنَّ بِهِۦ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ 11
wamina alnnaāsi man ya‘budu alllaha ‘alaāā ḥarfin faiin aaṣaābahuū khayrun aṭmaaanna bihiī waiin aaṣaābathu fitnahun anqalaba ‘alaāā wajhihiī khasira alddunyaā waalaākhiraha dzaālika huwa alkhusraānu almubiynu
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi [981], maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang [982]. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
يَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُۥ وَمَا لَا يَنفَعُهُۥ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلضَّلَـٰلُ ٱلْبَعِيدُ 12
yad‘uwā min duwni alllahi maā laā yaḍurruhuū wamaā laā yanfa‘uhuū dzaālika huwa alḍḍalaālu alba‘iydu
Ia menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
يَدْعُوا۟ لَمَن ضَرُّهُۥٓ أَقْرَبُ مِن نَّفْعِهِۦ ۚ لَبِئْسَ ٱلْمَوْلَىٰ وَلَبِئْسَ ٱلْعَشِيرُ 13
yad‘uwā laman ḍarruhuū aaqrabu min nnaf‘ihiī labii'sa almawlaāā walabii'sa al‘asyiyru
Ia menyeru sesuatu yang sebenarnya mudaratnya lebih dekat dari manfaatnya. Sesungguhnya yang diserunya itu adalah sejahat-jahat penolong dan sejahat-jahat kawan.
إِنَّ ٱللَّهَ يُدْخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ 14
iinna alllaha yudkhilu alladziyna 'aāmanuwā wa‘amiluwā alṣṣaāliḥaāti jannaātin tajriā min taḥtihaā alaanhaāru iinna alllaha yaf‘alu maā yuriydu
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
مَن كَانَ يَظُنُّ أَن لَّن يَنصُرَهُ ٱللَّهُ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى ٱلسَّمَآءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُۥ مَا يَغِيظُ 15
man kaāna yaẓunnu aan llan yanṣurahu alllahu fiā alddunyaā waalaākhirahi falyamdud bisababin iilaā alssamaā'i tsumma lyaqṭa‘ falyanẓur hal yudzhibanna kayduhuū maā yaghiyẓu
Barang siapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya [983].
وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَـٰهُ ءَايَـٰتٍۭ بَيِّنَـٰتٍ وَأَنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يُرِيدُ 16
wakadzaālika aanzalnaāhu 'aāyaātin bayyinaātin waaanna alllaha yahdiā man yuriydu
Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur`ān yang merupakan ayat-ayat yang nyata dan bahwasanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلصَّـٰبِـِٔينَ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ وَٱلْمَجُوسَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ 17
iinna alladziyna 'aāmanuwā waalladziyna haāduwā waalṣṣaābiiyna waalnnaṣaāraāā waalmajuwsa waalladziyna aasyrakuwā iinna alllaha yafṣilu baynahum yawma alqiyaāmahi iinna alllaha ‘alaāā kulli syaā'in syahiydun
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Ṣhabi’ īn [984] , orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi, dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya, Allah menyaksikan segala sesuatu.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلْجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَآبُّ وَكَثِيرٌ مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ ٱلْعَذَابُ ۗ وَمَن يُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكْرِمٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ ۩ 18
aalam tara aanna alllaha yasjudu lahuū man fiā alssamaāwaāti waman fiā alaarḍi waalsysyamsu waalqamaru waalnnujuwmu waaljibaālu waalsysyajaru waalddawaābbu wakatsiyrun mmina alnnaāsi wakatsiyrun ḥaqqa ‘alayhi al‘adzaābu waman yuhini alllahu famaā lahuū min mmukrimin iinna alllaha yaf‘alu maā yasyaā'u
Apakah kamu tiada mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata, dan sebagian besar dari manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
۞ هَـٰذَانِ خَصْمَانِ ٱخْتَصَمُوا۟ فِى رَبِّهِمْ ۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ ٱلْحَمِيمُ 19
haādzaāni khaṣmaāni akhtaṣamuwā fiā rabbihim faalladziyna kafaruwā quṭṭi‘at lahum tsiyaābun mmin nnaārin yuṣabbu min fawqi ru'uwsihimu alḥamiymu
Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar; mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.
يُصْهَرُ بِهِۦ مَا فِى بُطُونِهِمْ وَٱلْجُلُودُ 20
yuṣharu bihiī maā fiā buṭuwnihim waaljuluwdu
Dengan air itu dihancurluluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).
وَلَهُم مَّقَـٰمِعُ مِنْ حَدِيدٍ 21
walahum mmaqaāmi‘u min ḥadiydin
Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.
كُلَّمَآ أَرَادُوٓا۟ أَن يَخْرُجُوا۟ مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا۟ فِيهَا وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ 22
kullamaā aaraāduwā aan yakhrujuwā minhaā min ghammin au‘iyduwā fiyhaā wadzuwquwā ‘adzaāba alḥariyqi
Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), "Rasailah azab yang membakar ini".
إِنَّ ٱللَّهَ يُدْخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ 23
iinna alllaha yudkhilu alladziyna 'aāmanuwā wa‘amiluwā alṣṣaāliḥaāti jannaātin tajriā min taḥtihaā alaanhaāru yuḥallawna fiyhaā min aasaāwira min dzahabin waluu'luu'anā walibaāsuhum fiyhaā ḥariyrun
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara dan pakaian mereka adalah sutra.
وَهُدُوٓا۟ إِلَى ٱلطَّيِّبِ مِنَ ٱلْقَوْلِ وَهُدُوٓا۟ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْحَمِيدِ 24
wahuduwā iilaā alṭṭayyibi mina alqawli wahuduwā iilaāā ṣiraāṭi alḥamiydi
Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ٱلَّذِى جَعَلْنَـٰهُ لِلنَّاسِ سَوَآءً ٱلْعَـٰكِفُ فِيهِ وَٱلْبَادِ ۚ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍۭ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ 25
iinna alladziyna kafaruwā wayaṣudduwna ‘an sabiyli alllahi waalmasjidi alḥaraāmi alladziā ja‘alnaāhu lilnnaāsi sawaā'an al‘aākifu fiyhi waalbaādi waman yurid fiyhi biiilḥaādin biẓulmin nnudziqhu min ‘adzaābin aaliymin
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.
وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَٰهِيمَ مَكَانَ ٱلْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِى شَيْـًٔا وَطَهِّرْ بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْقَآئِمِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ 26
waiidz bawwaanaā liiibraāhiyma makaāna albayti aan llaā tusyrik biā syayanā waṭahhir baytiāa lilṭṭaāi'ifiyna waalqaāi'imiyna waalrrukka‘i alssujuwdi
Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrāhīm di tempat Baitullah (dengan mengatakan), "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang rukuk dan sujud.
وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ 27
waaadzdzin fiā alnnaāsi bialḥajji yaatuwka rijaālanā wa‘alaāā kulli ḍaāmirin yaatiyna min kulli fajjin ‘amiyqin
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus [985] yang datang dari segenap penjuru yang jauh,
لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَـٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَـٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَـٰمِ ۖ فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ 28
lliyasyhaduwā manaāfi‘a lahum wayadzkuruwā asma alllahi fiā aayyaāmin mma‘luwmaātin ‘alaāā maā razaqahum mmin bahiymahi alaan‘aāmi fakuluwā minhaā waaaṭ‘imuwā albaāi'isa alfaqiyra
supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan [986] atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak [987]. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.
ثُمَّ لْيَقْضُوا۟ تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا۟ نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا۟ بِٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ 29
tsumma lyaqḍuwā tafatsahum walyuwfuwā nudzuwrahum walyaṭṭawwafuwā bialbayti al‘atiyqi
Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran [988] yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka [989] dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ حُرُمَـٰتِ ٱللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ ۗ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ ٱلْأَنْعَـٰمُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ۖ فَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلرِّجْسَ مِنَ ٱلْأَوْثَـٰنِ وَٱجْتَنِبُوا۟ قَوْلَ ٱلزُّورِ 30
dzaālika waman yu‘aẓẓim ḥurumaāti alllahi fahuwa khayrun llahuū ‘inda rabbihiī waauḥillat lakumu alaan‘aāmu iillaā maā yutlaāā ‘alaykum faajtanibuwā alrrijsa mina alaawtsaāni waajtanibuwā qawla alzzuwri
Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah [990] maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhan-nya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta,
حُنَفَآءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِۦ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ ٱلطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ ٱلرِّيحُ فِى مَكَانٍ سَحِيقٍ 31
ḥunafaā'a lillahi ghayra musyrikiyna bihiī waman yusyrik bialllahi fakaaannamaā kharra mina alssamaā'i fatakhṭafuhu alṭṭayru aaw tahwiā bihi alrriyḥu fiā makaānin saḥiyqin
dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَـٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ 32
dzaālika waman yu‘aẓẓim sya‘aāi'ira alllahi faiinnahaā min taqwaā alquluwbi
Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah [991], maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.
لَكُمْ فِيهَا مَنَـٰفِعُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ مَحِلُّهَآ إِلَى ٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ 33
lakum fiyhaā manaāfi‘u iilaāā aajalin mmusammanā tsumma maḥilluhaā iilaā albayti al‘atiyqi
Bagi kamu pada binatang-binatang hadyu [992], itu ada beberapa manfaat [993] sampai kepada waktu yang ditentukan, kemudian tempat wajib (serta akhir masa) menyembelihnya ialah setelah sampai ke Al-Baytul ‘Atīq (Baitullah).
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَـٰمِ ۗ فَإِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ 34
walikulli aummahin ja‘alnaā mansakanā lliyadzkuruwā asma alllahi ‘alaāā maā razaqahum mmin bahiymahi alaan‘aāmi faiilaāhukum iilaāhun waāḥidun falahuū aaslimuwā wabasysyiri almukhbitiyna
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhan-mu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),
ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَٱلصَّـٰبِرِينَ عَلَىٰ مَآ أَصَابَهُمْ وَٱلْمُقِيمِى ٱلصَّلَوٰةِ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ 35
alladziyna iidzaā dzukira alllahu wajilat quluwbuhum waalṣṣaābiriyna ‘alaāā maā aaṣaābahum waalmuqiymiā alṣṣalawāhi wamimmaā razaqnaāhum yunfiquwna
(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan salat, dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.
وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَـٰهَا لَكُم مِّن شَعَـٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَـٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 36
waalbudna ja‘alnaāhaā lakum mmin sya‘aāi'iri alllahi lakum fiyhaā khayrun faadzkuruwā asma alllahi ‘alayhaā ṣawaāffa faiidzaā wajabat junuwbuhaā fakuluwā minhaā waaaṭ‘imuwā alqaāni‘a waalmu‘tarra kadzaālika sakhkharnaāhaā lakum la‘allakum tasykuruwna
Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syiar Allah; kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah, Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu; mudah-mudahan kamu bersyukur.
لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ 37
lan yanaāla alllaha luḥuwmuhaā walaā dimaāu'uhaā walaākin yanaāluhu alttaqwaāā minkum kadzaālika sakhkharahaā lakum litukabbiruwā alllaha ‘alaāā maā hadaāākum wabasysyiri almuḥsiniyna
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah, Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
۞ إِنَّ ٱللَّهَ يُدَٰفِعُ عَنِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ 38
iinna alllaha yudaāfi‘u ‘ani alladziyna 'aāmanuwā iinna alllaha laā yuḥibbu kulla khawwaānin kafuwrin
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَـٰتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا۟ ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ 39
audzina lilladziyna yuqaātaluwna biaannahum ẓulimuwā waiinna alllaha ‘alaāā naṣrihim laqadiyrun
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,
ٱلَّذِينَ أُخْرِجُوا۟ مِن دِيَـٰرِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّآ أَن يَقُولُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَٰمِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَٰتٌ وَمَسَـٰجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا ٱسْمُ ٱللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ 40
alladziyna aukhrijuwā min diyaārihim bighayri ḥaqqin iillaā aan yaquwluwā rabbunaā alllahu walawlaā daf‘u alllahi alnnaāsa ba‘ḍahum biba‘ḍin llahuddimat ṣawaāmi‘u wabiya‘un waṣalawaātun wamasaājidu yudzkaru fiyhaā asmu alllahi katsiyranā walayanṣuranna alllahu man yanṣuruhuū iinna alllaha laqawiāāun ‘aziyzun
(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata, "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi, dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,
ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّـٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُوا۟ بِٱلْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا۟ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَـٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ 41
alladziyna iin mmakkannaāhum fiā alaarḍi aaqaāmuwā alṣṣalawāha wa'aātawuā alzzakawāha waaamaruwā bialma‘ruwfi wanahawā ‘ani almunkari walillahi ‘aāqibahu alaumuwri
(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan salat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.
وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَثَمُودُ 42
waiin yukadzdzibuwka faqad kadzdzabat qablahum qawmu nuwḥin wa‘aādun watsamuwdu
Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan kamu, maka sesungguhnya telah mendustakan juga sebelum mereka kaum Nūḥ, ‘Ād, dan Ṡamūd,
وَقَوْمُ إِبْرَٰهِيمَ وَقَوْمُ لُوطٍ 43
waqawmu iibraāhiyma waqawmu luwṭin
dan kaum Ibrāhīm, dan kaum Lūṭ,
وَأَصْحَـٰبُ مَدْيَنَ ۖ وَكُذِّبَ مُوسَىٰ فَأَمْلَيْتُ لِلْكَـٰفِرِينَ ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ 44
waaaṣḥaābu madyana wakudzdziba muwsaāā faaamlaytu lilkaāfiriyna tsumma aakhadztuhum fakayfa kaāna nakiyri
dan penduduk Madyan, dan telah didustakan Musa, lalu Aku tangguhkan (azab-Ku) untuk orang-orang kafir, kemudian Aku azab mereka, maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencian-Ku (kepada mereka itu).
فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ فَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَّشِيدٍ 45
fakaaayyin mmin qaryahin aahlaknaāhaā wahiāa ẓaālimahun fahiāa khaāwiyahun ‘alaāā ‘uruwsyihaā wabii'rin mmu‘aṭṭalahin waqaṣrin mmasyiydin
Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi,
أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى ٱلْأَبْصَـٰرُ وَلَـٰكِن تَعْمَى ٱلْقُلُوبُ ٱلَّتِى فِى ٱلصُّدُورِ 46
aafalam yasiyruwā fiā alaarḍi fatakuwna lahum quluwbun ya‘qiluwna bihaā aaw 'aādzaānun yasma‘uwna bihaā faiinnahaā laā ta‘maā alaabṣaāru walaākin ta‘maā alquluwbu allatiā fiā alṣṣuduwri
maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ 47
wayasta‘jiluwnaka bial‘adzaābi walan yukhlifa alllahu wa‘dahuū waiinna yawmanā ‘inda rabbika kaaalfi sanahin mmimmaā ta‘udduwna
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhan-mu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.
وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ 48
wakaaayyin mmin qaryahin aamlaytu lahaā wahiāa ẓaālimahun tsumma aakhadztuhaā waiilaāāa almaṣiyru
Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu).
قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَآ أَنَا۠ لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ 49
qul yaāaayyuhaā alnnaāsu iinnamaā aanaā lakum nadziyrun mmubiynun
Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu".
فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ 50
faalladziyna 'aāmanuwā wa‘amiluwā alṣṣaāliḥaāti lahum mmaghfirahun warizqun kariymun
Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.
وَٱلَّذِينَ سَعَوْا۟ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا مُعَـٰجِزِينَ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَحِيمِ 51
waalladziyna sa‘awā fiā 'aāyaātinaā mu‘aājiziyna auwlaāi'ika aaṣḥaābu aljaḥiymi
Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan (kemauan untuk beriman); mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka.
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِىٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ أَلْقَى ٱلشَّيْطَـٰنُ فِىٓ أُمْنِيَّتِهِۦ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَـٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ ٱللَّهُ ءَايَـٰتِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ 52
wamaā aarsalnaā min qablika min rrasuwlin walaā nabiāāin iillaā iidzaā tamannaāā aalqaā alsysyayṭaānu fiā aumniyyatihiī fayansakhu alllahu maā yulqiā alsysyayṭaānu tsumma yuḥkimu alllahu 'aāyaātihiī waalllahu ‘aliymun ḥakiymun
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَـٰنُ فِتْنَةً لِّلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَٱلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ لَفِى شِقَاقٍۭ بَعِيدٍ 53
lliyaj‘ala maā yulqiā alsysyayṭaānu fitnahan llilladziyna fiā quluwbihim mmaraḍun waalqaāsiyahi quluwbuhum waiinna alẓẓaālimiyna lafiā syiqaāqin ba‘iydin
agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya, orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat,
وَلِيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوا۟ بِهِۦ فَتُخْبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ 54
waliya‘lama alladziyna auwtuwā al‘ilma aannahu alḥaqqu min rrabbika fayuu'minuwā bihiī fatukhbita lahuū quluwbuhum waiinna alllaha lahaādi alladziyna 'aāmanuwā iilaāā ṣiraāṭin mmustaqiymin
dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur`ān itulah yang hak dari Tuhan-mu, lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
وَلَا يَزَالُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى مِرْيَةٍ مِّنْهُ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةً أَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيمٍ 55
walaā yazaālu alladziyna kafaruwā fiā miryahin mminhu ḥattaāā taatiyahumu alssaā‘ahu baghtahan aaw yaatiyahum ‘adzaābu yawmin ‘aqiymin
Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al-Qur`ān hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba, atau datang kepada mereka azab hari kiamat.
ٱلْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِّلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فِى جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ 56
almulku yawmai'idzin llillahi yaḥkumu baynahum faalladziyna 'aāmanuwā wa‘amiluwā alṣṣaāliḥaāti fiā jannaāti alnna‘iymi
Kekuasaan pada hari itu ada pada Allah; Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan.
وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا فَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ 57
waalladziyna kafaruwā wakadzdzabuwā biaāyaātinaā faauwlaāi'ika lahum ‘adzaābun mmuhiynun
Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, maka bagi mereka azab yang menghinakan.
وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوٓا۟ أَوْ مَاتُوا۟ لَيَرْزُقَنَّهُمُ ٱللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ 58
waalladziyna haājaruwā fiā sabiyli alllahi tsumma qutiluwā aaw maātuwā layarzuqannahumu alllahu rizqanā ḥasananā waiinna alllaha lahuwa khayru alrraāziqiyna
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.
لَيُدْخِلَنَّهُم مُّدْخَلًا يَرْضَوْنَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَلِيمٌ حَلِيمٌ 59
layudkhilannahum mmudkhalanā yarḍawnahuū waiinna alllaha la‘aliymun ḥaliymun
Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (surga) yang mereka menyukainya. Dan sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun.
۞ ذَٰلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِۦ ثُمَّ بُغِىَ عَلَيْهِ لَيَنصُرَنَّهُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ 60
dzaālika waman ‘aāqaba bimitsli maā ‘uwqiba bihiī tsumma bughiāa ‘alayhi layanṣurannahu alllahu iinna alllaha la‘afuwwun ghafuwrun
Demikianlah dan barang siapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita, kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ 61
dzaālika biaanna alllaha yuwliju allayla fiā alnnahaāri wayuwliju alnnahaāra fiā allayli waaanna alllaha samiy‘un baṣiyrun
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan bahwasanya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ هُوَ ٱلْبَـٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ 62
dzaālika biaanna alllaha huwa alḥaqqu waaanna maā yad‘uwna min duwnihiī huwa albaāṭilu waaanna alllaha huwa al‘aliāāu alkabiyru
(Kuasa Allah) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah, Dia-lah (Tuhan) Yang Hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَتُصْبِحُ ٱلْأَرْضُ مُخْضَرَّةً ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ 63
aalam tara aanna alllaha aanzala mina alssamaā'i maā'an fatuṣbiḥu alaarḍu mukhḍarrahan iinna alllaha laṭiyfun khabiyrun
Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ 64
llahuū maā fiā alssamaāwaāti wamaā fiā alaarḍi waiinna alllaha lahuwa alghaniāāu alḥamiydu
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلْفُلْكَ تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِأَمْرِهِۦ وَيُمْسِكُ ٱلسَّمَآءَ أَن تَقَعَ عَلَى ٱلْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ 65
aalam tara aanna alllaha sakhkhara lakum mmaā fiā alaarḍi waalfulka tajriā fiā albaḥri biaamrihiī wayumsiku alssamaā'a aan taqa‘a ‘alaā alaarḍi iillaā biiidznihiī iinna alllaha bialnnaāsi lara'uwfun rraḥiymun
Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia.
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَكَفُورٌ 66
wahuwa alladziā aaḥyaākum tsumma yumiytukum tsumma yuḥyiykum iinna aliinsaāna lakafuwrun
Dan Dia-lah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi); sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat mengingkari nikmat.
لِّكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ ۖ فَلَا يُنَـٰزِعُنَّكَ فِى ٱلْأَمْرِ ۚ وَٱدْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدًى مُّسْتَقِيمٍ 67
llikulli aummahin ja‘alnaā mansakanā hum naāsikuwhu falaā yunaāzi‘unnaka fiā alaamri waad‘u iilaāā rabbika iinnaka la‘alaāā hudanā mmustaqiymin
Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syariat) ini dan serulah kepada (agama) Tuhan-mu. Sesungguhnya, kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus.
وَإِن جَـٰدَلُوكَ فَقُلِ ٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ 68
waiin jaādaluwka faquli alllahu aa‘lamu bimaā ta‘maluwna
Dan jika mereka membantah kamu, maka katakanlah, "Allah lebih mengetahui tentang apa yang kamu kerjakan".
ٱللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ 69
alllahu yaḥkumu baynakum yawma alqiyaāmahi fiymaā kuntum fiyhi takhtalifuwna
Allah akan mengadili di antara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya.
أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِى كِتَـٰبٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ 70
aalam ta‘lam aanna alllaha ya‘lamu maā fiā alssamaā'i waalaarḍi iinna dzaālika fiā kitaābin iinna dzaālika ‘alaā alllahi yasiyrun
Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lawḥ Maḥfūẓ). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَـٰنًا وَمَا لَيْسَ لَهُم بِهِۦ عِلْمٌ ۗ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ 71
waya‘buduwna min duwni alllahi maā lam yunazzil bihiī sulṭaānanā wamaā laysa lahum bihiī ‘ilmun wamaā lilẓẓaālimiyna min nnaṣiyrin
Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolong pun.
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُنَا بَيِّنَـٰتٍ تَعْرِفُ فِى وُجُوهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلْمُنكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِٱلَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكُمُ ۗ ٱلنَّارُ وَعَدَهَا ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ 72
waiidzaā tutlaāā ‘alayhim 'aāyaātunaā bayyinaātin ta‘rifu fiā wujuwhi alladziyna kafaruwā almunkara yakaāduwna yasṭuwna bialladziyna yatluwna ‘alayhim 'aāyaātinaā qul aafaaunabbii'ukum bisyarrin mmin dzaālikumu alnnaāru wa‘adahaā alllahu alladziyna kafaruwā wabii'sa almaṣiyru
Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah, "Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?" Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخْلُقُوا۟ ذُبَابًا وَلَوِ ٱجْتَمَعُوا۟ لَهُۥ ۖ وَإِن يَسْلُبْهُمُ ٱلذُّبَابُ شَيْـًٔا لَّا يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ وَٱلْمَطْلُوبُ 73
yaāaayyuhaā alnnaāsu ḍuriba matsalun faastami‘uwā lahuū iinna alladziyna tad‘uwna min duwni alllahi lan yakhluquwā dzubaābanā walawi ajtama‘uwā lahuū waiin yaslubhumu aldzdzubaābu syayanā llaā yastanqidzuwhu minhu ḍa‘ufa alṭṭaālibu waalmaṭluwbu
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.
مَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ 74
maā qadaruwā alllaha ḥaqqa qadrihiī iinna alllaha laqawiāāun ‘aziyzun
Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
ٱللَّهُ يَصْطَفِى مِنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ ٱلنَّاسِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ 75
alllahu yaṣṭafiā mina almalaāi'ikahi rusulanā wamina alnnaāsi iinna alllaha samiy‘un baṣiyrun
Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ 76
ya‘lamu maā bayna aaydiyhim wamaā khalfahum waiilaā alllahi turja‘u alaumuwru
Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱرْكَعُوا۟ وَٱسْجُدُوا۟ وَٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمْ وَٱفْعَلُوا۟ ٱلْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩ 77
yaāaayyuhaā alladziyna 'aāmanuwā arka‘uwā waasjuduwā waa‘buduwā rabbakum waaf‘aluwā alkhayra la‘allakum tufliḥuwna
Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhan-mu, dan perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan.
وَجَـٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَـٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ 78
wajaāhiduwā fiā alllahi ḥaqqa jihaādihiī huwa ajtabaāākum wamaā ja‘ala ‘alaykum fiā alddiyni min ḥarajin mmillaha aabiykum iibraāhiyma huwa sammaāākumu almuslimiyna min qablu wafiā haādzaā liyakuwna alrrasuwlu syahiydanā ‘alaykum watakuwnuwā syuhadaā'a ‘alaā alnnaāsi faaaqiymuwā alṣṣalawāha wa'aātuwā alzzakawāha waa‘taṣimuwā bialllahi huwa mawlaāākum fani‘ma almawlaāā wani‘ma alnnaṣiyru
Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrāhīm. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu [994] dan (begitu pula) dalam (Al-Qur`ān) ini supaya rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dia-lah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
← Surah sebelumnya
Surah berikutnya →