أَتَىٰٓ
أَمْرُ
ٱللَّهِ
فَلَا
تَسْتَعْجِلُوهُ
ۚ
سُبْحَـٰنَهُۥ
وَتَعَـٰلَىٰ
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
1
aataāā
aamru
alllahi
falaā
tasta‘jiluwhu
subḥaānahuū
wata‘aālaāā
‘ammaā
yusyrikuwna
Telah
pasti
datangnya
ketetapan
Allah
[818]
maka
janganlah
kamu
meminta
agar
disegerakan
(datang)nya.
Maha
Suci
Allah
dan
Maha
Tinggi
dari
apa
yang
mereka
persekutukan.
يُنَزِّلُ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ
بِٱلرُّوحِ
مِنْ
أَمْرِهِۦ
عَلَىٰ
مَن
يَشَآءُ
مِنْ
عِبَادِهِۦٓ
أَنْ
أَنذِرُوٓا۟
أَنَّهُۥ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّآ
أَنَا۠
فَٱتَّقُونِ
2
yunazzilu
almalaāi'ikaha
bialrruwḥi
min
aamrihiī
‘alaāā
man
yasyaā'u
min
‘ibaādihiī
aan
aandziruwā
aannahuū
laā
iilaāha
iillaā
aanaā
faattaquwni
Dia
menurunkan
para
malaikat
dengan
(membawa)
wahyu
dengan
perintah-Nya
kepada
siapa
yang
Dia
kehendaki
di
antara
hamba-hamba-Nya,
yaitu,
"Peringatkanlah
olehmu
sekalian,
bahwasanya
tidak
ada
Tuhan
(yang
hak)
melainkan
Aku,
maka
hendaklah
kamu
bertakwa
kepada-Ku".
خَلَقَ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
بِٱلْحَقِّ
ۚ
تَعَـٰلَىٰ
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
3
khalaqa
alssamaāwaāti
waalaarḍa
bialḥaqqi
ta‘aālaāā
‘ammaā
yusyrikuwna
Dia
menciptakan
langit
dan
bumi
dengan
hak
[819].
Maha
Tinggi
Allah
daripada
apa
yang
mereka
persekutukan.
خَلَقَ
ٱلْإِنسَـٰنَ
مِن
نُّطْفَةٍ
فَإِذَا
هُوَ
خَصِيمٌ
مُّبِينٌ
4
khalaqa
aliinsaāna
min
nnuṭfahin
faiidzaā
huwa
khaṣiymun
mmubiynun
Dia
telah
menciptakan
manusia
dari
mani,
tiba-tiba
ia
menjadi
pembantah
yang
nyata.
وَٱلْأَنْعَـٰمَ
خَلَقَهَا
ۗ
لَكُمْ
فِيهَا
دِفْءٌ
وَمَنَـٰفِعُ
وَمِنْهَا
تَأْكُلُونَ
5
waalaan‘aāma
khalaqahaā
lakum
fiyhaā
dif'un
wamanaāfi‘u
waminhaā
taakuluwna
Dan
Dia
telah
menciptakan
binatang
ternak
untuk
kamu;
padanya
ada
(bulu)
yang
menghangatkan
dan
berbagai-bagai
manfaat
dan
sebagiannya
kamu
makan.
وَلَكُمْ
فِيهَا
جَمَالٌ
حِينَ
تُرِيحُونَ
وَحِينَ
تَسْرَحُونَ
6
walakum
fiyhaā
jamaālun
ḥiyna
turiyḥuwna
waḥiyna
tasraḥuwna
Dan
kamu
memperoleh
pandangan
yang
indah
padanya
ketika
kamu
membawanya
kembali
ke
kandang
dan
ketika
kamu
melepaskannya
ke
tempat
penggembalaan.
وَتَحْمِلُ
أَثْقَالَكُمْ
إِلَىٰ
بَلَدٍ
لَّمْ
تَكُونُوا۟
بَـٰلِغِيهِ
إِلَّا
بِشِقِّ
ٱلْأَنفُسِ
ۚ
إِنَّ
رَبَّكُمْ
لَرَءُوفٌ
رَّحِيمٌ
7
wataḥmilu
aatsqaālakum
iilaāā
baladin
llam
takuwnuwā
baālighiyhi
iillaā
bisyiqqi
alaanfusi
iinna
rabbakum
lara'uwfun
rraḥiymun
Dan
ia
memikul
beban-bebanmu
ke
suatu
negeri
yang
kamu
tidak
sanggup
sampai
kepadanya,
melainkan
dengan
kesukaran-kesukaran
(yang
memayahkan)
diri.
Sesungguhnya
Tuhan-mu
benar-benar
Maha
Pengasih
lagi
Maha
Penyayang,
وَٱلْخَيْلَ
وَٱلْبِغَالَ
وَٱلْحَمِيرَ
لِتَرْكَبُوهَا
وَزِينَةً
ۚ
وَيَخْلُقُ
مَا
لَا
تَعْلَمُونَ
8
waalkhayla
waalbighaāla
waalḥamiyra
litarkabuwhaā
waziynahan
wayakhluqu
maā
laā
ta‘lamuwna
dan
(Dia
telah
menciptakan)
kuda,
bagal
[820]
dan
keledai
agar
kamu
menungganginya
dan
(menjadikannya)
perhiasan.
Dan
Allah
menciptakan
apa
yang
kamu
tidak
mengetahuinya.
وَعَلَى
ٱللَّهِ
قَصْدُ
ٱلسَّبِيلِ
وَمِنْهَا
جَآئِرٌ
ۚ
وَلَوْ
شَآءَ
لَهَدَىٰكُمْ
أَجْمَعِينَ
9
wa‘alaā
alllahi
qaṣdu
alssabiyli
waminhaā
jaāi'irun
walaw
syaā'a
lahadaāākum
aajma‘iyna
Dan
hak
bagi
Allah
(menerangkan)
jalan
yang
lurus
dan
di
antara
jalan-jalan
ada
yang
bengkok.
Dan
jikalau
Dia
menghendaki,
tentulah
Dia
memimpin
kamu
semuanya
(kepada
jalan
yang
benar).
هُوَ
ٱلَّذِىٓ
أَنزَلَ
مِنَ
ٱلسَّمَآءِ
مَآءً
ۖ
لَّكُم
مِّنْهُ
شَرَابٌ
وَمِنْهُ
شَجَرٌ
فِيهِ
تُسِيمُونَ
10
huwa
alladziā
aanzala
mina
alssamaā'i
maā'an
llakum
mminhu
syaraābun
waminhu
syajarun
fiyhi
tusiymuwna
Dia-lah,
Yang
telah
menurunkan
air
hujan
dari
langit
untuk
kamu,
sebagiannya
menjadi
minuman
dan
sebagiannya
(menyuburkan)
tumbuh-tumbuhan
yang
pada
(tempat
tumbuhnya)
kamu
menggembalakan
ternakmu.
يُنۢبِتُ
لَكُم
بِهِ
ٱلزَّرْعَ
وَٱلزَّيْتُونَ
وَٱلنَّخِيلَ
وَٱلْأَعْنَـٰبَ
وَمِن
كُلِّ
ٱلثَّمَرَٰتِ
ۗ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَةً
لِّقَوْمٍ
يَتَفَكَّرُونَ
11
yunbitu
lakum
bihi
alzzar‘a
waalzzaytuwna
waalnnakhiyla
waalaa‘naāba
wamin
kulli
altstsamaraāti
iinna
fiā
dzaālika
laaāyahan
lliqawmin
yatafakkaruwna
Dia
menumbuhkan
bagi
kamu
dengan
air
hujan
itu
tanam-tanaman,
zaitun,
kurma,
anggur,
dan
segala
macam
buah-buahan.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
benar-benar
ada
tanda
(kekuasaan
Allah)
bagi
kaum
yang
memikirkan.
وَسَخَّرَ
لَكُمُ
ٱلَّيْلَ
وَٱلنَّهَارَ
وَٱلشَّمْسَ
وَٱلْقَمَرَ
ۖ
وَٱلنُّجُومُ
مُسَخَّرَٰتٌۢ
بِأَمْرِهِۦٓ
ۗ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّقَوْمٍ
يَعْقِلُونَ
12
wasakhkhara
lakumu
allayla
waalnnahaāra
waalsysyamsa
waalqamara
waalnnujuwmu
musakhkharaātun
biaamrihiī
iinna
fiā
dzaālika
laaāyaātin
lliqawmin
ya‘qiluwna
Dan
Dia
menundukkan
malam
dan
siang,
matahari
dan
bulan
untukmu.
Dan
bintang-bintang
itu
ditundukkan
(untukmu)
dengan
perintah-Nya.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
benar-benar
ada
tanda-tanda
(kekuasaan
Allah)
bagi
kaum
yang
memahami(nya),
وَمَا
ذَرَأَ
لَكُمْ
فِى
ٱلْأَرْضِ
مُخْتَلِفًا
أَلْوَٰنُهُۥٓ
ۗ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَةً
لِّقَوْمٍ
يَذَّكَّرُونَ
13
wamaā
dzaraaa
lakum
fiā
alaarḍi
mukhtalifanā
aalwaānuhuū
iinna
fiā
dzaālika
laaāyahan
lliqawmin
yadzdzakkaruwna
dan
Dia
(menundukkan
pula)
apa
yang
Dia
ciptakan
untuk
kamu
di
bumi
ini
dengan
berlain-lainan
macamnya.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
benar-benar
terdapat
tanda
(kekuasaan
Allah)
bagi
kaum
yang
mengambil
pelajaran.
وَهُوَ
ٱلَّذِى
سَخَّرَ
ٱلْبَحْرَ
لِتَأْكُلُوا۟
مِنْهُ
لَحْمًا
طَرِيًّا
وَتَسْتَخْرِجُوا۟
مِنْهُ
حِلْيَةً
تَلْبَسُونَهَا
وَتَرَى
ٱلْفُلْكَ
مَوَاخِرَ
فِيهِ
وَلِتَبْتَغُوا۟
مِن
فَضْلِهِۦ
وَلَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
14
wahuwa
alladziā
sakhkhara
albaḥra
litaakuluwā
minhu
laḥmanā
ṭariyyanā
watastakhrijuwā
minhu
ḥilyahan
talbasuwnahaā
wataraā
alfulka
mawaākhira
fiyhi
walitabtaghuwā
min
faḍlihiī
wala‘allakum
tasykuruwna
Dan
Dia-lah,
Allah
yang
menundukkan
lautan
(untukmu)
agar
kamu
dapat
memakan
darinya
daging
yang
segar
(ikan),
dan
kamu
mengeluarkan
dari
lautan
itu
perhiasan
yang
kamu
pakai,
dan
kamu
melihat
bahtera
berlayar
padanya,
dan
supaya
kamu
mencari
(keuntungan)
dari
karunia-Nya,
dan
supaya
kamu
bersyukur.
وَأَلْقَىٰ
فِى
ٱلْأَرْضِ
رَوَٰسِىَ
أَن
تَمِيدَ
بِكُمْ
وَأَنْهَـٰرًا
وَسُبُلًا
لَّعَلَّكُمْ
تَهْتَدُونَ
15
waaalqaāā
fiā
alaarḍi
rawaāsiāa
aan
tamiyda
bikum
waaanhaāranā
wasubulanā
lla‘allakum
tahtaduwna
Dan
Dia
menancapkan
gunung-gunung
di
bumi
supaya
bumi
itu
tidak
goncang
bersama
kamu;
(dan
Dia
menciptakan)
sungai-sungai
dan
jalan-jalan
agar
kamu
mendapat
petunjuk,
وَعَلَـٰمَـٰتٍ
ۚ
وَبِٱلنَّجْمِ
هُمْ
يَهْتَدُونَ
16
wa‘alaāmaātin
wabialnnajmi
hum
yahtaduwna
dan
(Dia
ciptakan)
tanda-tanda
(penunjuk
jalan).
Dan
dengan
bintang-bintang
itulah
mereka
mendapat
petunjuk.
أَفَمَن
يَخْلُقُ
كَمَن
لَّا
يَخْلُقُ
ۗ
أَفَلَا
تَذَكَّرُونَ
17
aafaman
yakhluqu
kaman
llaā
yakhluqu
aafalaā
tadzakkaruwna
Maka
apakah
(Allah)
yang
menciptakan
itu
sama
dengan
yang
tidak
dapat
menciptakan
(apa-apa)?
Maka
mengapa
kamu
tidak
mengambil
pelajaran.
وَإِن
تَعُدُّوا۟
نِعْمَةَ
ٱللَّهِ
لَا
تُحْصُوهَآ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَغَفُورٌ
رَّحِيمٌ
18
waiin
ta‘udduwā
ni‘maha
alllahi
laā
tuḥṣuwhaā
iinna
alllaha
laghafuwrun
rraḥiymun
Dan
jika
kamu
menghitung-hitung
nikmat
Allah,
niscaya
kamu
tak
dapat
menentukan
jumlahnya.
Sesungguhnya
Allah
benar-benar
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
وَٱللَّهُ
يَعْلَمُ
مَا
تُسِرُّونَ
وَمَا
تُعْلِنُونَ
19
waalllahu
ya‘lamu
maā
tusirruwna
wamaā
tu‘linuwna
Dan
Allah
mengetahui
apa
yang
kamu
rahasiakan
dan
apa
yang
kamu
lahirkan.
وَٱلَّذِينَ
يَدْعُونَ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
لَا
يَخْلُقُونَ
شَيْـًٔا
وَهُمْ
يُخْلَقُونَ
20
waalladziyna
yad‘uwna
min
duwni
alllahi
laā
yakhluquwna
syayanā
wahum
yukhlaquwna
Dan
berhala-berhala
yang
mereka
seru
selain
Allah,
tidak
dapat
membuat
sesuatu
apa
pun,
sedang
berhala-berhala
itu
(sendiri)
dibuat
orang.
أَمْوَٰتٌ
غَيْرُ
أَحْيَآءٍ
ۖ
وَمَا
يَشْعُرُونَ
أَيَّانَ
يُبْعَثُونَ
21
aamwaātun
ghayru
aaḥyaā'in
wamaā
yasy‘uruwna
aayyaāna
yub‘atsuwna
(Berhala-berhala
itu)
benda
mati
tidak
hidup
dan
berhala-berhala
itu
tidak
mengetahui
bilakah
penyembah-penyembahnya
akan
dibangkitkan.
إِلَـٰهُكُمْ
إِلَـٰهٌ
وَٰحِدٌ
ۚ
فَٱلَّذِينَ
لَا
يُؤْمِنُونَ
بِٱلْـَٔاخِرَةِ
قُلُوبُهُم
مُّنكِرَةٌ
وَهُم
مُّسْتَكْبِرُونَ
22
iilaāhukum
iilaāhun
waāḥidun
faalladziyna
laā
yuu'minuwna
bialaākhirahi
quluwbuhum
mmunkirahun
wahum
mmustakbiruwna
Tuhan
kamu
adalah
Tuhan
Yang
Maha
Esa.
Maka
orang-orang
yang
tidak
beriman
kepada
akhirat,
hati
mereka
mengingkari
(keesaaan
Allah),
sedangkan
mereka
sendiri
adalah
orang-orang
yang
sombong.
لَا
جَرَمَ
أَنَّ
ٱللَّهَ
يَعْلَمُ
مَا
يُسِرُّونَ
وَمَا
يُعْلِنُونَ
ۚ
إِنَّهُۥ
لَا
يُحِبُّ
ٱلْمُسْتَكْبِرِينَ
23
laā
jarama
aanna
alllaha
ya‘lamu
maā
yusirruwna
wamaā
yu‘linuwna
iinnahuū
laā
yuḥibbu
almustakbiriyna
Tidak
diragukan
lagi
bahwa
sesungguhnya
Allah
mengetahui
apa
yang
mereka
rahasiakan
dan
apa
yang
mereka
lahirkan.
Sesungguhnya
Allah
tidak
menyukai
orang-orang
yang
sombong.
وَإِذَا
قِيلَ
لَهُم
مَّاذَآ
أَنزَلَ
رَبُّكُمْ
ۙ
قَالُوٓا۟
أَسَـٰطِيرُ
ٱلْأَوَّلِينَ
24
waiidzaā
qiyla
lahum
mmaādzaā
aanzala
rabbukum
qaāluwā
aasaāṭiyru
alaawwaliyna
Dan
apabila
dikatakan
kepada
mereka
"Apakah
yang
telah
diturunkan
Tuhan-mu?"
Mereka
menjawab,
"Dongeng-dongengan
orang-orang
dahulu".
لِيَحْمِلُوٓا۟
أَوْزَارَهُمْ
كَامِلَةً
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۙ
وَمِنْ
أَوْزَارِ
ٱلَّذِينَ
يُضِلُّونَهُم
بِغَيْرِ
عِلْمٍ
ۗ
أَلَا
سَآءَ
مَا
يَزِرُونَ
25
liyaḥmiluwā
aawzaārahum
kaāmilahan
yawma
alqiyaāmahi
wamin
aawzaāri
alladziyna
yuḍilluwnahum
bighayri
‘ilmin
aalaā
saā'a
maā
yaziruwna
(ucapan
mereka)
menyebabkan
mereka
memikul
dosa-dosanya
dengan
sepenuh-penuhnya
pada
hari
kiamat
dan
sebagian
dosa-dosa
orang
yang
mereka
sesatkan
yang
tidak
mengetahui
sedikit
pun
(bahwa
mereka
disesatkan).
Ingatlah,
amat
buruklah
dosa
yang
mereka
pikul
itu.
قَدْ
مَكَرَ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
فَأَتَى
ٱللَّهُ
بُنْيَـٰنَهُم
مِّنَ
ٱلْقَوَاعِدِ
فَخَرَّ
عَلَيْهِمُ
ٱلسَّقْفُ
مِن
فَوْقِهِمْ
وَأَتَىٰهُمُ
ٱلْعَذَابُ
مِنْ
حَيْثُ
لَا
يَشْعُرُونَ
26
qad
makara
alladziyna
min
qablihim
faaataā
alllahu
bunyaānahum
mmina
alqawaā‘idi
fakharra
‘alayhimu
alssaqfu
min
fawqihim
waaataāāhumu
al‘adzaābu
min
ḥaytsu
laā
yasy‘uruwna
Sesungguhnya
orang-orang
yang
sebelum
mereka
telah
mengadakan
makar,
maka
Allah
menghancurkan
rumah-rumah
mereka
dari
fondasinya,
lalu
atap
(rumah
itu)
jatuh
menimpa
mereka
dari
atas
dan
datanglah
azab
itu
kepada
mereka
dari
tempat
yang
tidak
mereka
sadari.
ثُمَّ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
يُخْزِيهِمْ
وَيَقُولُ
أَيْنَ
شُرَكَآءِىَ
ٱلَّذِينَ
كُنتُمْ
تُشَـٰٓقُّونَ
فِيهِمْ
ۚ
قَالَ
ٱلَّذِينَ
أُوتُوا۟
ٱلْعِلْمَ
إِنَّ
ٱلْخِزْىَ
ٱلْيَوْمَ
وَٱلسُّوٓءَ
عَلَى
ٱلْكَـٰفِرِينَ
27
tsumma
yawma
alqiyaāmahi
yukhziyhim
wayaquwlu
aayna
syurakaā'iāa
alladziyna
kuntum
tusyaāqquwna
fiyhim
qaāla
alladziyna
auwtuwā
al‘ilma
iinna
alkhizāa
alyawma
waalssuw'a
‘alaā
alkaāfiriyna
Kemudian
Allah
menghinakan
mereka
di
hari
kiamat
dan
berfirman,
"Di
manakah
sekutu-sekutu-Ku
itu
(yang
karena
membelanya)
kamu
selalu
memusuhi
mereka
(nabi-nabi
dan
orang-orang
mukmin)?"
Berkatalah
orang-orang
yang
telah
diberi
ilmu
[821],
"Sesungguhnya
kehinaan
dan
azab
hari
ini
ditimpakan
atas
orang-orang
yang
kafir."
ٱلَّذِينَ
تَتَوَفَّىٰهُمُ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
ظَالِمِىٓ
أَنفُسِهِمْ
ۖ
فَأَلْقَوُا۟
ٱلسَّلَمَ
مَا
كُنَّا
نَعْمَلُ
مِن
سُوٓءٍۭ
ۚ
بَلَىٰٓ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَلِيمٌۢ
بِمَا
كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
28
alladziyna
tatawaffaāāhumu
almalaāi'ikahu
ẓaālimiā
aanfusihim
faaalqawuā
alssalama
maā
kunnaā
na‘malu
min
suw'in
balaāā
iinna
alllaha
‘aliymun
bimaā
kuntum
ta‘maluwna
(yaitu)
orang-orang
yang
dimatikan
oleh
para
malaikat
dalam
keadaan
berbuat
zalim
kepada
diri
mereka
sendiri,
lalu
mereka
menyerah
diri
(sambil
berkata),
"Kami
sekali-kali
tidak
ada
mengerjakan
sesuatu
kejahatan
pun".
(Malaikat
menjawab),
"Ada,
sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
apa
yang
telah
kamu
kerjakan".
فَٱدْخُلُوٓا۟
أَبْوَٰبَ
جَهَنَّمَ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
ۖ
فَلَبِئْسَ
مَثْوَى
ٱلْمُتَكَبِّرِينَ
29
faadkhuluwā
aabwaāba
jahannama
khaālidiyna
fiyhaā
falabii'sa
matswaā
almutakabbiriyna
Maka
masukilah
pintu-pintu
neraka
Jahanam,
kamu
kekal
di
dalamnya.
Maka
amat
buruklah
tempat
orang-orang
yang
menyombongkan
diri
itu.
۞
وَقِيلَ
لِلَّذِينَ
ٱتَّقَوْا۟
مَاذَآ
أَنزَلَ
رَبُّكُمْ
ۚ
قَالُوا۟
خَيْرًا
ۗ
لِّلَّذِينَ
أَحْسَنُوا۟
فِى
هَـٰذِهِ
ٱلدُّنْيَا
حَسَنَةٌ
ۚ
وَلَدَارُ
ٱلْـَٔاخِرَةِ
خَيْرٌ
ۚ
وَلَنِعْمَ
دَارُ
ٱلْمُتَّقِينَ
30
waqiyla
lilladziyna
attaqawā
maādzaā
aanzala
rabbukum
qaāluwā
khayranā
llilladziyna
aaḥsanuwā
fiā
haādzihi
alddunyaā
ḥasanahun
waladaāru
alaākhirahi
khayrun
walani‘ma
daāru
almuttaqiyna
Dan
dikatakan
kepada
orang-orang
yang
bertakwa,
"Apakah
yang
telah
diturunkan
oleh
Tuhan-mu?"
Mereka
menjawab,
"(Allah
telah
menurunkan)
kebaikan".
Orang-orang
yang
berbuat
baik
di
dunia
ini
mendapat
(pembalasan)
yang
baik.
Dan
sesungguhnya
kampung
akhirat
adalah
lebih
baik
dan
itulah
sebaik-baik
tempat
bagi
orang
yang
bertakwa,
جَنَّـٰتُ
عَدْنٍ
يَدْخُلُونَهَا
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
ۖ
لَهُمْ
فِيهَا
مَا
يَشَآءُونَ
ۚ
كَذَٰلِكَ
يَجْزِى
ٱللَّهُ
ٱلْمُتَّقِينَ
31
jannaātu
‘adnin
yadkhuluwnahaā
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
lahum
fiyhaā
maā
yasyaā'uwna
kadzaālika
yajziā
alllahu
almuttaqiyna
(yaitu)
surga
ʻAdn
yang
mereka
masuk
ke
dalamnya;
mengalir
di
bawahnya
sungai-sungai;
di
dalam
surga
itu
mereka
mendapat
segala
apa
yang
mereka
kehendaki.
Demikianlah
Allah
memberi
balasan
kepada
orang-orang
yang
bertakwa,
ٱلَّذِينَ
تَتَوَفَّىٰهُمُ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
طَيِّبِينَ
ۙ
يَقُولُونَ
سَلَـٰمٌ
عَلَيْكُمُ
ٱدْخُلُوا۟
ٱلْجَنَّةَ
بِمَا
كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
32
alladziyna
tatawaffaāāhumu
almalaāi'ikahu
ṭayyibiyna
yaquwluwna
salaāmun
‘alaykumu
adkhuluwā
aljannaha
bimaā
kuntum
ta‘maluwna
(yaitu)
orang-orang
yang
diwafatkan
dalam
keadaan
baik
[822]
oleh
para
malaikat
dengan
mengatakan
(kepada
mereka),
"Salāmunʻalaikum
[823],
masuklah
kamu
ke
dalam
surga
itu
disebabkan
apa
yang
telah
kamu
kerjakan".
هَلْ
يَنظُرُونَ
إِلَّآ
أَن
تَأْتِيَهُمُ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
أَوْ
يَأْتِىَ
أَمْرُ
رَبِّكَ
ۚ
كَذَٰلِكَ
فَعَلَ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
ۚ
وَمَا
ظَلَمَهُمُ
ٱللَّهُ
وَلَـٰكِن
كَانُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
يَظْلِمُونَ
33
hal
yanẓuruwna
iillaā
aan
taatiyahumu
almalaāi'ikahu
aaw
yaatiāa
aamru
rabbika
kadzaālika
fa‘ala
alladziyna
min
qablihim
wamaā
ẓalamahumu
alllahu
walaākin
kaānuwā
aanfusahum
yaẓlimuwna
Tidak
ada
yang
ditunggu-tunggu
orang
kafir,
selain
dari
datangnya
para
malaikat
kepada
mereka
[824]
atau
datangnya
perintah
Tuhan-mu
[825].
Demikianlah
yang
telah
diperbuat
oleh
orang-orang
(kafir)
sebelum
mereka.
Dan
Allah
tidak
menganiaya
mereka,
akan
tetapi
merekalah
yang
selalu
menganiaya
diri
mereka
sendiri.
فَأَصَابَهُمْ
سَيِّـَٔاتُ
مَا
عَمِلُوا۟
وَحَاقَ
بِهِم
مَّا
كَانُوا۟
بِهِۦ
يَسْتَهْزِءُونَ
34
faaaṣaābahum
sayyiaātu
maā
‘amiluwā
waḥaāqa
bihim
mmaā
kaānuwā
bihiī
yastahzi'uwna
Maka
mereka
ditimpa
oleh
(akibat)
kejahatan
perbuatan
mereka
dan
mereka
diliputi
oleh
azab
yang
selalu
mereka
perolok-olokan.
وَقَالَ
ٱلَّذِينَ
أَشْرَكُوا۟
لَوْ
شَآءَ
ٱللَّهُ
مَا
عَبَدْنَا
مِن
دُونِهِۦ
مِن
شَىْءٍ
نَّحْنُ
وَلَآ
ءَابَآؤُنَا
وَلَا
حَرَّمْنَا
مِن
دُونِهِۦ
مِن
شَىْءٍ
ۚ
كَذَٰلِكَ
فَعَلَ
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
ۚ
فَهَلْ
عَلَى
ٱلرُّسُلِ
إِلَّا
ٱلْبَلَـٰغُ
ٱلْمُبِينُ
35
waqaāla
alladziyna
aasyrakuwā
law
syaā'a
alllahu
maā
‘abadnaā
min
duwnihiī
min
syaā'in
nnaḥnu
walaā
'aābaāu'unaā
walaā
ḥarramnaā
min
duwnihiī
min
syaā'in
kadzaālika
fa‘ala
alladziyna
min
qablihim
fahal
‘alaā
alrrusuli
iillaā
albalaāghu
almubiynu
Dan
berkatalah
orang-orang
musyrik,
"Jika
Allah
menghendaki,
niscaya
kami
tidak
akan
menyembah
sesuatu
apa
pun
selain
Dia,
baik
kami
maupun
bapak-bapak
kami
dan
tidak
pula
kami
mengharamkan
sesuatu
pun
tanpa
(izin)-Nya".
Demikianlah
yang
diperbuat
orang-orang
sebelum
mereka,
maka
tidak
ada
kewajiban
atas
para
rasul,
selain
dari
menyampaikan
(amanat
Allah)
dengan
terang.
وَلَقَدْ
بَعَثْنَا
فِى
كُلِّ
أُمَّةٍ
رَّسُولًا
أَنِ
ٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
وَٱجْتَنِبُوا۟
ٱلطَّـٰغُوتَ
ۖ
فَمِنْهُم
مَّنْ
هَدَى
ٱللَّهُ
وَمِنْهُم
مَّنْ
حَقَّتْ
عَلَيْهِ
ٱلضَّلَـٰلَةُ
ۚ
فَسِيرُوا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَٱنظُرُوا۟
كَيْفَ
كَانَ
عَـٰقِبَةُ
ٱلْمُكَذِّبِينَ
36
walaqad
ba‘atsnaā
fiā
kulli
aummahin
rrasuwlanā
aani
a‘buduwā
alllaha
waajtanibuwā
alṭṭaāghuwta
faminhum
mman
hadaā
alllahu
waminhum
mman
ḥaqqat
‘alayhi
alḍḍalaālahu
fasiyruwā
fiā
alaarḍi
faanẓuruwā
kayfa
kaāna
‘aāqibahu
almukadzdzibiyna
Dan
sungguhnya
Kami
telah
mengutus
rasul
pada
tiap-tiap
umat
(untuk
menyerukan),
"Sembahlah
Allah
(saja)
dan
jauhilah
ṭāgūt
[826]
itu",
maka
di
antara
umat
itu
ada
orang-orang
yang
diberi
petunjuk
oleh
Allah
dan
ada
pula
di
antaranya
orang-orang
yang
telah
pasti
kesesatan
baginya
[827].
Maka
berjalanlah
kamu
di
muka
bumi
dan
perhatikanlah
bagaimana
kesudahan
orang-orang
yang
mendustakan
(rasul-rasul).
إِن
تَحْرِصْ
عَلَىٰ
هُدَىٰهُمْ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يَهْدِى
مَن
يُضِلُّ
ۖ
وَمَا
لَهُم
مِّن
نَّـٰصِرِينَ
37
iin
taḥriṣ
‘alaāā
hudaāāhum
faiinna
alllaha
laā
yahdiā
man
yuḍillu
wamaā
lahum
mmin
nnaāṣiriyna
Jika
kamu
sangat
mengharapkan
agar
mereka
dapat
petunjuk,
maka
sesungguhnya
Allah
tiada
memberi
petunjuk
kepada
orang
yang
disesatkan-Nya
dan
sekali-kali
mereka
tiada
mempunyai
penolong.
وَأَقْسَمُوا۟
بِٱللَّهِ
جَهْدَ
أَيْمَـٰنِهِمْ
ۙ
لَا
يَبْعَثُ
ٱللَّهُ
مَن
يَمُوتُ
ۚ
بَلَىٰ
وَعْدًا
عَلَيْهِ
حَقًّا
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَ
ٱلنَّاسِ
لَا
يَعْلَمُونَ
38
waaaqsamuwā
bialllahi
jahda
aaymaānihim
laā
yab‘atsu
alllahu
man
yamuwtu
balaāā
wa‘danā
‘alayhi
ḥaqqanā
walaākinna
aaktsara
alnnaāsi
laā
ya‘lamuwna
Mereka
bersumpah
dengan
nama
Allah
dengan
sumpahnya
yang
sungguh-sungguh,
"Allah
tidak
akan
membangkitkan
orang
yang
mati".
(Tidak
demikian),
bahkan
(pasti
Allah
akan
membangkitnya)
sebagai
suatu
janji
yang
benar
dari
Allah,
akan
tetapi
kebanyakan
manusia
tidak
mengetahui,
لِيُبَيِّنَ
لَهُمُ
ٱلَّذِى
يَخْتَلِفُونَ
فِيهِ
وَلِيَعْلَمَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوٓا۟
أَنَّهُمْ
كَانُوا۟
كَـٰذِبِينَ
39
liyubayyina
lahumu
alladziā
yakhtalifuwna
fiyhi
waliya‘lama
alladziyna
kafaruwā
aannahum
kaānuwā
kaādzibiyna
agar
Allah
menjelaskan
kepada
mereka
apa
yang
mereka
perselisihkan
itu
dan
agar
orang-orang
kafir
itu
mengetahui
bahwasanya
mereka
adalah
orang-orang
yang
berdusta.
إِنَّمَا
قَوْلُنَا
لِشَىْءٍ
إِذَآ
أَرَدْنَـٰهُ
أَن
نَّقُولَ
لَهُۥ
كُن
فَيَكُونُ
40
iinnamaā
qawlunaā
lisyaā'in
iidzaā
aaradnaāhu
aan
nnaquwla
lahuū
kun
fayakuwnu
Sesungguhnya
perkataan
Kami
terhadap
sesuatu
apabila
Kami
menghendakinya,
Kami
hanya
mengatakan
kepadanya,
"kun
(jadilah)",
maka
jadilah
ia.
وَٱلَّذِينَ
هَاجَرُوا۟
فِى
ٱللَّهِ
مِنۢ
بَعْدِ
مَا
ظُلِمُوا۟
لَنُبَوِّئَنَّهُمْ
فِى
ٱلدُّنْيَا
حَسَنَةً
ۖ
وَلَأَجْرُ
ٱلْـَٔاخِرَةِ
أَكْبَرُ
ۚ
لَوْ
كَانُوا۟
يَعْلَمُونَ
41
waalladziyna
haājaruwā
fiā
alllahi
min
ba‘di
maā
ẓulimuwā
lanubawwii'annahum
fiā
alddunyaā
ḥasanahan
walaaajru
alaākhirahi
aakbaru
law
kaānuwā
ya‘lamuwna
Dan
orang-orang
yang
berhijrah
karena
Allah
sesudah
mereka
dianiaya,
pasti
Kami
akan
memberikan
tempat
yang
bagus
kepada
mereka
di
dunia.
Dan
sesungguhnya
pahala
di
akhirat
adalah
lebih
besar,
kalau
mereka
mengetahui,
ٱلَّذِينَ
صَبَرُوا۟
وَعَلَىٰ
رَبِّهِمْ
يَتَوَكَّلُونَ
42
alladziyna
ṣabaruwā
wa‘alaāā
rabbihim
yatawakkaluwna
(yaitu)
orang-orang
yang
sabar
dan
hanya
kepada
Tuhan
saja
mereka
bertawakal.
وَمَآ
أَرْسَلْنَا
مِن
قَبْلِكَ
إِلَّا
رِجَالًا
نُّوحِىٓ
إِلَيْهِمْ
ۚ
فَسْـَٔلُوٓا۟
أَهْلَ
ٱلذِّكْرِ
إِن
كُنتُمْ
لَا
تَعْلَمُونَ
43
wamaā
aarsalnaā
min
qablika
iillaā
rijaālanā
nnuwḥiā
iilayhim
fasaluwā
aahla
aldzdzikri
iin
kuntum
laā
ta‘lamuwna
Dan
Kami
tidak
mengutus
sebelum
kamu,
kecuali
orang-orang
lelaki
yang
Kami
beri
wahyu
kepada
mereka;
maka
bertanyalah
kepada
orang
yang
mempunyai
pengetahuan
[828]
jika
kamu
tidak
mengetahui,
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
وَٱلزُّبُرِ
ۗ
وَأَنزَلْنَآ
إِلَيْكَ
ٱلذِّكْرَ
لِتُبَيِّنَ
لِلنَّاسِ
مَا
نُزِّلَ
إِلَيْهِمْ
وَلَعَلَّهُمْ
يَتَفَكَّرُونَ
44
bialbayyinaāti
waalzzuburi
waaanzalnaā
iilayka
aldzdzikra
litubayyina
lilnnaāsi
maā
nuzzila
iilayhim
wala‘allahum
yatafakkaruwna
keterangan-keterangan
(mukjizat)
dan
kitab-kitab.
Dan
Kami
turunkan
kepadamu
Al-Qur`ān
agar
kamu
menerangkan
pada
umat
manusia
apa
yang
telah
diturunkan
kepada
mereka
[829]
dan
supaya
mereka
memikirkan,
أَفَأَمِنَ
ٱلَّذِينَ
مَكَرُوا۟
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
أَن
يَخْسِفَ
ٱللَّهُ
بِهِمُ
ٱلْأَرْضَ
أَوْ
يَأْتِيَهُمُ
ٱلْعَذَابُ
مِنْ
حَيْثُ
لَا
يَشْعُرُونَ
45
aafaaamina
alladziyna
makaruwā
alssayyiaāti
aan
yakhsifa
alllahu
bihimu
alaarḍa
aaw
yaatiyahumu
al‘adzaābu
min
ḥaytsu
laā
yasy‘uruwna
maka
apakah
orang-orang
yang
membuat
makar
yang
jahat
itu,
merasa
aman
(dari
bencana)
ditenggelamkannya
bumi
oleh
Allah
bersama
mereka
atau
datangnya
azab
kepada
mereka
dari
tempat
yang
tidak
mereka
sadari,
أَوْ
يَأْخُذَهُمْ
فِى
تَقَلُّبِهِمْ
فَمَا
هُم
بِمُعْجِزِينَ
46
aaw
yaakhudzahum
fiā
taqallubihim
famaā
hum
bimu‘jiziyna
atau
Allah
mengazab
mereka
di
waktu
mereka
dalam
perjalanan,
maka
sekali-kali
mereka
tidak
dapat
menolak
(azab
itu),
أَوْ
يَأْخُذَهُمْ
عَلَىٰ
تَخَوُّفٍ
فَإِنَّ
رَبَّكُمْ
لَرَءُوفٌ
رَّحِيمٌ
47
aaw
yaakhudzahum
‘alaāā
takhawwufin
faiinna
rabbakum
lara'uwfun
rraḥiymun
atau
Allah
mengazab
mereka
dengan
berangsur-angsur
(sampai
binasa).
Maka
sesungguhnya
Tuhan-mu
adalah
Maha
Pengasih
lagi
Maha
Penyayang.
أَوَلَمْ
يَرَوْا۟
إِلَىٰ
مَا
خَلَقَ
ٱللَّهُ
مِن
شَىْءٍ
يَتَفَيَّؤُا۟
ظِلَـٰلُهُۥ
عَنِ
ٱلْيَمِينِ
وَٱلشَّمَآئِلِ
سُجَّدًا
لِّلَّهِ
وَهُمْ
دَٰخِرُونَ
48
aawalam
yarawā
iilaāā
maā
khalaqa
alllahu
min
syaā'in
yatafayyau'uā
ẓilaāluhuū
‘ani
alyamiyni
waalsysyamaāi'ili
sujjadanā
llillahi
wahum
daākhiruwna
Dan
apakah
mereka
tidak
memperhatikan
segala
sesuatu
yang
telah
diciptakan
Allah
yang
bayangannya
berbolak-balik
ke
kanan
dan
ke
kiri
dalam
keadaan
sujud
kepada
Allah,
sedang
mereka
berendah
diri?
وَلِلَّهِ
يَسْجُدُ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
مِن
دَآبَّةٍ
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
وَهُمْ
لَا
يَسْتَكْبِرُونَ
49
walillahi
yasjudu
maā
fiā
alssamaāwaāti
wamaā
fiā
alaarḍi
min
daābbahin
waalmalaāi'ikahu
wahum
laā
yastakbiruwna
Dan
kepada
Allah
sajalah
bersujud
segala
apa
yang
berada
di
langit
dan
semua
makhluk
yang
melata
di
bumi
dan
(juga)
para
malaikat,
sedang
mereka
(malaikat)
tidak
menyombongkan
diri.
يَخَافُونَ
رَبَّهُم
مِّن
فَوْقِهِمْ
وَيَفْعَلُونَ
مَا
يُؤْمَرُونَ
۩
50
yakhaāfuwna
rabbahum
mmin
fawqihim
wayaf‘aluwna
maā
yuu'maruwna
Mereka
takut
kepada
Tuhan
mereka
yang
di
atas
mereka
dan
melaksanakan
apa
yang
diperintahkan
(kepada
mereka).
۞
وَقَالَ
ٱللَّهُ
لَا
تَتَّخِذُوٓا۟
إِلَـٰهَيْنِ
ٱثْنَيْنِ
ۖ
إِنَّمَا
هُوَ
إِلَـٰهٌ
وَٰحِدٌ
ۖ
فَإِيَّـٰىَ
فَٱرْهَبُونِ
51
waqaāla
alllahu
laā
tattakhidzuwā
iilaāhayni
atsnayni
iinnamaā
huwa
iilaāhun
waāḥidun
faiiyyaāāa
faarhabuwni
Allah
berfirman,
"Janganlah
kamu
menyembah
dua
tuhan;
sesungguhnya
Dia-lah
Tuhan
Yang
Maha
Esa,
maka
hendaklah
kepada-Ku
saja
kamu
takut".
وَلَهُۥ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
وَلَهُ
ٱلدِّينُ
وَاصِبًا
ۚ
أَفَغَيْرَ
ٱللَّهِ
تَتَّقُونَ
52
walahuū
maā
fiā
alssamaāwaāti
waalaarḍi
walahu
alddiynu
waāṣibanā
aafaghayra
alllahi
tattaquwna
Dan
kepunyaan-Nya-lah
segala
apa
yang
ada
di
langit
dan
di
bumi
dan
untuk-Nya-lah
ketaatan
itu
selama-lamanya.
Maka
mengapa
kamu
bertakwa
kepada
selain
Allah?
وَمَا
بِكُم
مِّن
نِّعْمَةٍ
فَمِنَ
ٱللَّهِ
ۖ
ثُمَّ
إِذَا
مَسَّكُمُ
ٱلضُّرُّ
فَإِلَيْهِ
تَجْـَٔرُونَ
53
wamaā
bikum
mmin
nni‘mahin
famina
alllahi
tsumma
iidzaā
massakumu
alḍḍurru
faiilayhi
tajaruwna
Dan
apa
saja
nikmat
yang
ada
pada
kamu,
maka
dari
Allah-lah
(datangnya)
dan
bila
kamu
ditimpa
oleh
kemudaratan,
maka
hanya
kepada-Nya-lah
kamu
meminta
pertolongan.
ثُمَّ
إِذَا
كَشَفَ
ٱلضُّرَّ
عَنكُمْ
إِذَا
فَرِيقٌ
مِّنكُم
بِرَبِّهِمْ
يُشْرِكُونَ
54
tsumma
iidzaā
kasyafa
alḍḍurra
‘ankum
iidzaā
fariyqun
mminkum
birabbihim
yusyrikuwna
Kemudian
apabila
Dia
telah
menghilangkan
kemudaratan
itu
dari
pada
kamu,
tiba-tiba
sebagian
daripada
kamu
mempersekutukan
Tuhan-nya
dengan
(yang
lain),
لِيَكْفُرُوا۟
بِمَآ
ءَاتَيْنَـٰهُمْ
ۚ
فَتَمَتَّعُوا۟
ۖ
فَسَوْفَ
تَعْلَمُونَ
55
liyakfuruwā
bimaā
'aātaynaāhum
fatamatta‘uwā
fasawfa
ta‘lamuwna
Biarlah
mereka
mengingkari
nikmat
yang
telah
Kami
berikan
kepada
mereka,
maka
bersenang-senanglah
kamu.
Kelak
kamu
akan
mengetahui
(akibatnya).
وَيَجْعَلُونَ
لِمَا
لَا
يَعْلَمُونَ
نَصِيبًا
مِّمَّا
رَزَقْنَـٰهُمْ
ۗ
تَٱللَّهِ
لَتُسْـَٔلُنَّ
عَمَّا
كُنتُمْ
تَفْتَرُونَ
56
wayaj‘aluwna
limaā
laā
ya‘lamuwna
naṣiybanā
mmimmaā
razaqnaāhum
taalllahi
latusalunna
‘ammaā
kuntum
taftaruwna
Dan
mereka
sediakan
untuk
berhala-berhala
yang
mereka
tiada
mengetahui
(kekuasaannya),
satu
bagian
dari
rezeki
yang
telah
Kami
berikan
kepada
mereka.
Demi
Allah,
sesungguhnya
kamu
akan
ditanyai
tentang
apa
yang
telah
kamu
ada-adakan.
وَيَجْعَلُونَ
لِلَّهِ
ٱلْبَنَـٰتِ
سُبْحَـٰنَهُۥ
ۙ
وَلَهُم
مَّا
يَشْتَهُونَ
57
wayaj‘aluwna
lillahi
albanaāti
subḥaānahuū
walahum
mmaā
yasytahuwna
Dan
mereka
menetapkan
bagi
Allah
anak-anak
perempuan
[831].
Maha
Suci
Allah,
sedang
untuk
mereka
sendiri
(mereka
tetapkan)
apa
yang
mereka
sukai
(yaitu
anak-anak
laki-laki).
وَإِذَا
بُشِّرَ
أَحَدُهُم
بِٱلْأُنثَىٰ
ظَلَّ
وَجْهُهُۥ
مُسْوَدًّا
وَهُوَ
كَظِيمٌ
58
waiidzaā
busysyira
aaḥaduhum
bialauntsaāā
ẓalla
wajhuhuū
muswaddanā
wahuwa
kaẓiymun
Dan
apabila
seseorang
dari
mereka
diberi
kabar
dengan
(kelahiran)
anak
perempuan,
hitamlah
(merah
padamlah)
mukanya
dan
dia
sangat
marah.
يَتَوَٰرَىٰ
مِنَ
ٱلْقَوْمِ
مِن
سُوٓءِ
مَا
بُشِّرَ
بِهِۦٓ
ۚ
أَيُمْسِكُهُۥ
عَلَىٰ
هُونٍ
أَمْ
يَدُسُّهُۥ
فِى
ٱلتُّرَابِ
ۗ
أَلَا
سَآءَ
مَا
يَحْكُمُونَ
59
yatawaāraāā
mina
alqawmi
min
suw'i
maā
busysyira
bihiī
aayumsikuhuū
‘alaāā
huwnin
aam
yadussuhuū
fiā
altturaābi
aalaā
saā'a
maā
yaḥkumuwna
Ia
menyembunyikan
dirinya
dari
orang
banyak
disebabkan
buruknya
berita
yang
disampaikan
kepadanya.
Apakah
dia
akan
memeliharanya
dengan
menanggung
kehinaan
ataukah
akan
menguburkannya
ke
dalam
tanah
(hidup-hidup)?
Ketahuilah,
alangkah
buruknya
apa
yang
mereka
tetapkan
itu.
لِلَّذِينَ
لَا
يُؤْمِنُونَ
بِٱلْـَٔاخِرَةِ
مَثَلُ
ٱلسَّوْءِ
ۖ
وَلِلَّهِ
ٱلْمَثَلُ
ٱلْأَعْلَىٰ
ۚ
وَهُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
60
lilladziyna
laā
yuu'minuwna
bialaākhirahi
matsalu
alssaw'i
walillahi
almatsalu
alaa‘laāā
wahuwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Orang-orang
yang
tidak
beriman
kepada
kehidupan
akhirat
mempunyai
sifat
yang
buruk
dan
Allah
mempunyai
sifat
yang
Maha
Tinggi
dan
Dia-lah
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Bijaksana.
وَلَوْ
يُؤَاخِذُ
ٱللَّهُ
ٱلنَّاسَ
بِظُلْمِهِم
مَّا
تَرَكَ
عَلَيْهَا
مِن
دَآبَّةٍ
وَلَـٰكِن
يُؤَخِّرُهُمْ
إِلَىٰٓ
أَجَلٍ
مُّسَمًّى
ۖ
فَإِذَا
جَآءَ
أَجَلُهُمْ
لَا
يَسْتَـْٔخِرُونَ
سَاعَةً
ۖ
وَلَا
يَسْتَقْدِمُونَ
61
walaw
yuu'aākhidzu
alllahu
alnnaāsa
biẓulmihim
mmaā
taraka
‘alayhaā
min
daābbahin
walaākin
yuu'akhkhiruhum
iilaāā
aajalin
mmusammanā
faiidzaā
jaā'a
aajaluhum
laā
yastakhiruwna
saā‘ahan
walaā
yastaqdimuwna
Jikalau
Allah
menghukum
manusia
karena
kezalimannya,
niscaya
tidak
akan
ditinggalkan-Nya
di
muka
bumi
sesuatu
pun
dari
makhluk
yang
melata,
tetapi
Allah
menangguhkan
mereka
sampai
kepada
waktu
yang
ditentukan.
Maka
apabila
telah
tiba
waktu
(yang
ditentukan)
bagi
mereka,
tidaklah
mereka
dapat
mengundurkannya
barang
sesaat
pun
dan
tidak
(pula)
mendahulukannya.
وَيَجْعَلُونَ
لِلَّهِ
مَا
يَكْرَهُونَ
وَتَصِفُ
أَلْسِنَتُهُمُ
ٱلْكَذِبَ
أَنَّ
لَهُمُ
ٱلْحُسْنَىٰ
ۖ
لَا
جَرَمَ
أَنَّ
لَهُمُ
ٱلنَّارَ
وَأَنَّهُم
مُّفْرَطُونَ
62
wayaj‘aluwna
lillahi
maā
yakrahuwna
wataṣifu
aalsinatuhumu
alkadziba
aanna
lahumu
alḥusnaāā
laā
jarama
aanna
lahumu
alnnaāra
waaannahum
mmufraṭuwna
Dan
mereka
menetapkan
bagi
Allah
apa
yang
mereka
sendiri
membencinya
dan
lidah
mereka
mengucapkan
kedustaan,
yaitu
bahwa
sesungguhnya
merekalah
yang
akan
mendapat
kebaikan.
Tiadalah
diragukan
bahwa
nerakalah
bagi
mereka
dan
sesungguhnya
mereka
segera
dimasukkan
(ke
dalamnya).
تَٱللَّهِ
لَقَدْ
أَرْسَلْنَآ
إِلَىٰٓ
أُمَمٍ
مِّن
قَبْلِكَ
فَزَيَّنَ
لَهُمُ
ٱلشَّيْطَـٰنُ
أَعْمَـٰلَهُمْ
فَهُوَ
وَلِيُّهُمُ
ٱلْيَوْمَ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
63
taalllahi
laqad
aarsalnaā
iilaāā
aumamin
mmin
qablika
fazayyana
lahumu
alsysyayṭaānu
aa‘maālahum
fahuwa
waliyyuhumu
alyawma
walahum
‘adzaābun
aaliymun
Demi
Allah,
sesungguhnya
Kami
telah
mengutus
rasul-rasul
Kami
kepada
umat-umat
sebelum
kamu,
tetapi
setan
menjadikan
umat-umat
itu
memandang
baik
perbuatan
mereka
(yang
buruk),
maka
setan
menjadi
pemimpin
mereka
pada
hari
itu
dan
bagi
mereka
azab
yang
sangat
pedih.
وَمَآ
أَنزَلْنَا
عَلَيْكَ
ٱلْكِتَـٰبَ
إِلَّا
لِتُبَيِّنَ
لَهُمُ
ٱلَّذِى
ٱخْتَلَفُوا۟
فِيهِ
ۙ
وَهُدًى
وَرَحْمَةً
لِّقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
64
wamaā
aanzalnaā
‘alayka
alkitaāba
iillaā
litubayyina
lahumu
alladziā
akhtalafuwā
fiyhi
wahudanā
waraḥmahan
lliqawmin
yuu'minuwna
Dan
Kami
tidak
menurunkan
kepadamu
Alkitab
(Al-Qur`ān)
ini,
melainkan
agar
kamu
dapat
menjelaskan
kepada
mereka
apa
yang
mereka
perselisihkan
itu
dan
menjadi
petunjuk
dan
rahmat
bagi
kaum
yang
beriman.
وَٱللَّهُ
أَنزَلَ
مِنَ
ٱلسَّمَآءِ
مَآءً
فَأَحْيَا
بِهِ
ٱلْأَرْضَ
بَعْدَ
مَوْتِهَآ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَةً
لِّقَوْمٍ
يَسْمَعُونَ
65
waalllahu
aanzala
mina
alssamaā'i
maā'an
faaaḥyaā
bihi
alaarḍa
ba‘da
mawtihaā
iinna
fiā
dzaālika
laaāyahan
lliqawmin
yasma‘uwna
Dan
Allah
menurunkan
dari
langit
air
(hujan)
dan
dengan
air
itu
dihidupkan-Nya
bumi
sesudah
matinya.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
benar-benar
terdapat
tanda-tanda
(kebesaran
Tuhan)
bagi
orang-orang
yang
mendengarkan
(pelajaran).
وَإِنَّ
لَكُمْ
فِى
ٱلْأَنْعَـٰمِ
لَعِبْرَةً
ۖ
نُّسْقِيكُم
مِّمَّا
فِى
بُطُونِهِۦ
مِنۢ
بَيْنِ
فَرْثٍ
وَدَمٍ
لَّبَنًا
خَالِصًا
سَآئِغًا
لِّلشَّـٰرِبِينَ
66
waiinna
lakum
fiā
alaan‘aāmi
la‘ibrahan
nnusqiykum
mmimmaā
fiā
buṭuwnihiī
min
bayni
fartsin
wadamin
llabananā
khaāliṣanā
saāi'ighanā
llilsysyaāribiyna
Dan
sesungguhnya
pada
binatang
ternak
itu
benar-benar
terdapat
pelajaran
bagi
kamu.
Kami
memberimu
minum
daripada
apa
yang
berada
dalam
perutnya
(berupa)
susu
yang
bersih
antara
tahi
dan
darah,
yang
mudah
ditelan
bagi
orang-orang
yang
meminumnya.
وَمِن
ثَمَرَٰتِ
ٱلنَّخِيلِ
وَٱلْأَعْنَـٰبِ
تَتَّخِذُونَ
مِنْهُ
سَكَرًا
وَرِزْقًا
حَسَنًا
ۗ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَةً
لِّقَوْمٍ
يَعْقِلُونَ
67
wamin
tsamaraāti
alnnakhiyli
waalaa‘naābi
tattakhidzuwna
minhu
sakaranā
warizqanā
ḥasananā
iinna
fiā
dzaālika
laaāyahan
lliqawmin
ya‘qiluwna
Dan
dari
buah
kurma
dan
anggur,
kamu
buat
minuman
yang
memabukkan
dan
rezeki
yang
baik.
Sesunggguhnya
pada
yang
demikian
itu
benar-benar
terdapat
tanda
(kebesaran
Allah)
bagi
orang
yang
memikirkan.
وَأَوْحَىٰ
رَبُّكَ
إِلَى
ٱلنَّحْلِ
أَنِ
ٱتَّخِذِى
مِنَ
ٱلْجِبَالِ
بُيُوتًا
وَمِنَ
ٱلشَّجَرِ
وَمِمَّا
يَعْرِشُونَ
68
waaawḥaāā
rabbuka
iilaā
alnnaḥli
aani
attakhidziā
mina
aljibaāli
buyuwtanā
wamina
alsysyajari
wamimmaā
ya‘risyuwna
Dan
Tuhan-mu
mengilhamkan
kepada
lebah,
"Buatlah
sarang-sarang
di
bukit-bukit,
di
pohon-pohon
kayu,
dan
di
tempat-tempat
yang
dibikin
manusia".
ثُمَّ
كُلِى
مِن
كُلِّ
ٱلثَّمَرَٰتِ
فَٱسْلُكِى
سُبُلَ
رَبِّكِ
ذُلُلًا
ۚ
يَخْرُجُ
مِنۢ
بُطُونِهَا
شَرَابٌ
مُّخْتَلِفٌ
أَلْوَٰنُهُۥ
فِيهِ
شِفَآءٌ
لِّلنَّاسِ
ۗ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَةً
لِّقَوْمٍ
يَتَفَكَّرُونَ
69
tsumma
kuliā
min
kulli
altstsamaraāti
faaslukiā
subula
rabbiki
dzululanā
yakhruju
min
buṭuwnihaā
syaraābun
mmukhtalifun
aalwaānuhuū
fiyhi
syifaā'un
llilnnaāsi
iinna
fiā
dzaālika
laaāyahan
lliqawmin
yatafakkaruwna
kemudian
makanlah
dari
tiap-tiap
(macam)
buah-buahan
dan
tempuhlah
jalan
Tuhan-mu
yang
telah
dimudahkan
(bagimu).
Dari
perut
lebah
itu
ke
luar
minuman
(madu)
yang
bermacam-macam
warnanya,
di
dalamnya
terdapat
obat
yang
menyembuhkan
bagi
manusia.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
benar-benar
terdapat
tanda
(kebesaran
Tuhan)
bagi
orang-orang
yang
memikirkan.
وَٱللَّهُ
خَلَقَكُمْ
ثُمَّ
يَتَوَفَّىٰكُمْ
ۚ
وَمِنكُم
مَّن
يُرَدُّ
إِلَىٰٓ
أَرْذَلِ
ٱلْعُمُرِ
لِكَىْ
لَا
يَعْلَمَ
بَعْدَ
عِلْمٍ
شَيْـًٔا
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَلِيمٌ
قَدِيرٌ
70
waalllahu
khalaqakum
tsumma
yatawaffaāākum
waminkum
mman
yuraddu
iilaāā
aardzali
al‘umuri
likaā
laā
ya‘lama
ba‘da
‘ilmin
syayanā
iinna
alllaha
‘aliymun
qadiyrun
Allah
menciptakan
kamu,
kemudian
mewafatkan
kamu
dan
di
antara
kamu
ada
yang
dikembalikan
kepada
umur
yang
paling
lemah
(pikun)
supaya
dia
tidak
mengetahui
lagi
sesuatu
pun
yang
pernah
diketahuinya.
Sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
lagi
Maha
Kuasa.
وَٱللَّهُ
فَضَّلَ
بَعْضَكُمْ
عَلَىٰ
بَعْضٍ
فِى
ٱلرِّزْقِ
ۚ
فَمَا
ٱلَّذِينَ
فُضِّلُوا۟
بِرَآدِّى
رِزْقِهِمْ
عَلَىٰ
مَا
مَلَكَتْ
أَيْمَـٰنُهُمْ
فَهُمْ
فِيهِ
سَوَآءٌ
ۚ
أَفَبِنِعْمَةِ
ٱللَّهِ
يَجْحَدُونَ
71
waalllahu
faḍḍala
ba‘ḍakum
‘alaāā
ba‘ḍin
fiā
alrrizqi
famaā
alladziyna
fuḍḍiluwā
biraāddiā
rizqihim
‘alaāā
maā
malakat
aaymaānuhum
fahum
fiyhi
sawaā'un
aafabini‘mahi
alllahi
yajḥaduwna
Dan
Allah
melebihkan
sebagian
kamu
dari
sebagian
yang
lain
dalam
hal
rezeki,
tetapi
orang-orang
yang
dilebihkan
(rezekinya
itu)
tidak
mau
memberikan
rezeki
mereka
kepada
budak-budak
yang
mereka
miliki
agar
mereka
sama
(merasakan)
rezeki
itu.
Maka
mengapa
mereka
mengingkari
nikmat
Allah
[832]?
وَٱللَّهُ
جَعَلَ
لَكُم
مِّنْ
أَنفُسِكُمْ
أَزْوَٰجًا
وَجَعَلَ
لَكُم
مِّنْ
أَزْوَٰجِكُم
بَنِينَ
وَحَفَدَةً
وَرَزَقَكُم
مِّنَ
ٱلطَّيِّبَـٰتِ
ۚ
أَفَبِٱلْبَـٰطِلِ
يُؤْمِنُونَ
وَبِنِعْمَتِ
ٱللَّهِ
هُمْ
يَكْفُرُونَ
72
waalllahu
ja‘ala
lakum
mmin
aanfusikum
aazwaājanā
waja‘ala
lakum
mmin
aazwaājikum
baniyna
waḥafadahan
warazaqakum
mmina
alṭṭayyibaāti
aafabialbaāṭili
yuu'minuwna
wabini‘mati
alllahi
hum
yakfuruwna
Allah
menjadikan
bagi
kamu
istri-istri
dari
jenis
kamu
sendiri
dan
menjadikan
bagimu
dari
istri-istri
kamu
itu,
anak-anak
dan
cucu-cucu,
dan
memberimu
rezeki
dari
yang
baik-baik.
Maka
mengapakah
mereka
beriman
kepada
yang
batil
dan
mengingkari
nikmat
Allah?"
وَيَعْبُدُونَ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
مَا
لَا
يَمْلِكُ
لَهُمْ
رِزْقًا
مِّنَ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
شَيْـًٔا
وَلَا
يَسْتَطِيعُونَ
73
waya‘buduwna
min
duwni
alllahi
maā
laā
yamliku
lahum
rizqanā
mmina
alssamaāwaāti
waalaarḍi
syayanā
walaā
yastaṭiy‘uwna
Dan
mereka
menyembah
selain
Allah,
sesuatu
yang
tidak
dapat
memberikan
rezeki
kepada
mereka
sedikit
pun
dari
langit
dan
bumi
dan
tidak
berkuasa
(sedikit
jua
pun).
فَلَا
تَضْرِبُوا۟
لِلَّهِ
ٱلْأَمْثَالَ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
يَعْلَمُ
وَأَنتُمْ
لَا
تَعْلَمُونَ
74
falaā
taḍribuwā
lillahi
alaamtsaāla
iinna
alllaha
ya‘lamu
waaantum
laā
ta‘lamuwna
Maka
janganlah
kamu
mengadakan
sekutu-sekutu
bagi
Allah.
Sesungguhnya
Allah
mengetahui,
sedang
kamu
tidak
mengetahui.
۞
ضَرَبَ
ٱللَّهُ
مَثَلًا
عَبْدًا
مَّمْلُوكًا
لَّا
يَقْدِرُ
عَلَىٰ
شَىْءٍ
وَمَن
رَّزَقْنَـٰهُ
مِنَّا
رِزْقًا
حَسَنًا
فَهُوَ
يُنفِقُ
مِنْهُ
سِرًّا
وَجَهْرًا
ۖ
هَلْ
يَسْتَوُۥنَ
ۚ
ٱلْحَمْدُ
لِلَّهِ
ۚ
بَلْ
أَكْثَرُهُمْ
لَا
يَعْلَمُونَ
75
ḍaraba
alllahu
matsalanā
‘abdanā
mmamluwkanā
llaā
yaqdiru
‘alaāā
syaā'in
waman
rrazaqnaāhu
minnaā
rizqanā
ḥasananā
fahuwa
yunfiqu
minhu
sirranā
wajahranā
hal
yastawuūna
alḥamdu
lillahi
bal
aaktsaruhum
laā
ya‘lamuwna
Allah
membuat
perumpamaan
dengan
seorang
hamba
sahaya
yang
dimiliki
yang
tidak
dapat
bertindak
terhadap
sesuatu
pun
dan
seorang
yang
Kami
beri
rezeki
yang
baik
dari
Kami,
lalu
dia
menafkahkan
sebagian
dari
rezeki
itu
secara
sembunyi
dan
secara
terang-terangan;
adakah
mereka
itu
sama?
Segala
puji
hanya
bagi
Allah,
tetapi
kebanyakan
mereka
tiada
mengetahui
[833].
وَضَرَبَ
ٱللَّهُ
مَثَلًا
رَّجُلَيْنِ
أَحَدُهُمَآ
أَبْكَمُ
لَا
يَقْدِرُ
عَلَىٰ
شَىْءٍ
وَهُوَ
كَلٌّ
عَلَىٰ
مَوْلَىٰهُ
أَيْنَمَا
يُوَجِّههُّ
لَا
يَأْتِ
بِخَيْرٍ
ۖ
هَلْ
يَسْتَوِى
هُوَ
وَمَن
يَأْمُرُ
بِٱلْعَدْلِ
ۙ
وَهُوَ
عَلَىٰ
صِرَٰطٍ
مُّسْتَقِيمٍ
76
waḍaraba
alllahu
matsalanā
rrajulayni
aaḥaduhumaā
aabkamu
laā
yaqdiru
‘alaāā
syaā'in
wahuwa
kallun
‘alaāā
mawlaāāhu
aaynamaā
yuwajjihhhu
laā
yaati
bikhayrin
hal
yastawiā
huwa
waman
yaamuru
bial‘adli
wahuwa
‘alaāā
ṣiraāṭin
mmustaqiymin
Dan
Allah
membuat
(pula)
perumpamaan,
dua
orang
lelaki
yang
seorang
bisu,
tidak
dapat
berbuat
sesuatu
pun
dan
dia
menjadi
beban
atas
penanggungnya;
ke
mana
saja
dia
disuruh
oleh
penanggungnya
itu,
dia
tidak
dapat
mendatangkan
suatu
kebajikan
pun.
Samakah
orang
itu
dengan
orang
yang
menyuruh
berbuat
keadilan
dan
dia
berada
pula
di
atas
jalan
yang
lurus?
وَلِلَّهِ
غَيْبُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۚ
وَمَآ
أَمْرُ
ٱلسَّاعَةِ
إِلَّا
كَلَمْحِ
ٱلْبَصَرِ
أَوْ
هُوَ
أَقْرَبُ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
77
walillahi
ghaybu
alssamaāwaāti
waalaarḍi
wamaā
aamru
alssaā‘ahi
iillaā
kalamḥi
albaṣari
aaw
huwa
aaqrabu
iinna
alllaha
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Dan
kepunyaan
Allah-lah
segala
apa
yang
tersembunyi
di
langit
dan
di
bumi.
Tidak
adalah
kejadian
kiamat
itu,
melainkan
seperti
sekejap
mata
atau
lebih
cepat
(lagi).
Sesungguhnya
Allah
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
وَٱللَّهُ
أَخْرَجَكُم
مِّنۢ
بُطُونِ
أُمَّهَـٰتِكُمْ
لَا
تَعْلَمُونَ
شَيْـًٔا
وَجَعَلَ
لَكُمُ
ٱلسَّمْعَ
وَٱلْأَبْصَـٰرَ
وَٱلْأَفْـِٔدَةَ
ۙ
لَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
78
waalllahu
aakhrajakum
mmin
buṭuwni
aummahaātikum
laā
ta‘lamuwna
syayanā
waja‘ala
lakumu
alssam‘a
waalaabṣaāra
waalaafidaha
la‘allakum
tasykuruwna
Dan
Allah
mengeluarkan
kamu
dari
perut
ibumu
dalam
keadaan
tidak
mengetahui
sesuatu
pun
dan
Dia
memberi
kamu
pendengaran,
penglihatan,
dan
hati
agar
kamu
bersyukur.
أَلَمْ
يَرَوْا۟
إِلَى
ٱلطَّيْرِ
مُسَخَّرَٰتٍ
فِى
جَوِّ
ٱلسَّمَآءِ
مَا
يُمْسِكُهُنَّ
إِلَّا
ٱللَّهُ
ۗ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
79
aalam
yarawā
iilaā
alṭṭayri
musakhkharaātin
fiā
jawwi
alssamaā'i
maā
yumsikuhunna
iillaā
alllahu
iinna
fiā
dzaālika
laaāyaātin
lliqawmin
yuu'minuwna
Tidakkah
mereka
memperhatikan
burung-burung
yang
dimudahkan
terbang
di
angkasa
bebas.
Tidak
ada
yang
menahannya
selain
daripada
Allah.
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
benar-benar
terdapat
tanda-tanda
(kebesaran
Tuhan)
bagi
orang-orang
yang
beriman.
وَٱللَّهُ
جَعَلَ
لَكُم
مِّنۢ
بُيُوتِكُمْ
سَكَنًا
وَجَعَلَ
لَكُم
مِّن
جُلُودِ
ٱلْأَنْعَـٰمِ
بُيُوتًا
تَسْتَخِفُّونَهَا
يَوْمَ
ظَعْنِكُمْ
وَيَوْمَ
إِقَامَتِكُمْ
ۙ
وَمِنْ
أَصْوَافِهَا
وَأَوْبَارِهَا
وَأَشْعَارِهَآ
أَثَـٰثًا
وَمَتَـٰعًا
إِلَىٰ
حِينٍ
80
waalllahu
ja‘ala
lakum
mmin
buyuwtikum
sakananā
waja‘ala
lakum
mmin
juluwdi
alaan‘aāmi
buyuwtanā
tastakhiffuwnahaā
yawma
ẓa‘nikum
wayawma
iiqaāmatikum
wamin
aaṣwaāfihaā
waaawbaārihaā
waaasy‘aārihaā
aatsaātsanā
wamataā‘anā
iilaāā
ḥiynin
Dan
Allah
menjadikan
bagimu
rumah-rumahmu
sebagai
tempat
tinggal
dan
Dia
menjadikan
bagi
kamu
rumah-rumah
(kemah-kemah)
dari
kulit
binatang
ternak
yang
kamu
merasa
ringan
(membawa)nya
pada
waktu
kamu
berjalan
dan
waktu
kamu
bermukim,
dan
(dijadikan-Nya
pula)
dari
bulu
domba,
bulu
unta,
dan
bulu
kambing
alat-alat
rumah
tangga
dan
perhiasan
(yang
kamu
pakai)
sampai
waktu
(tertentu).
وَٱللَّهُ
جَعَلَ
لَكُم
مِّمَّا
خَلَقَ
ظِلَـٰلًا
وَجَعَلَ
لَكُم
مِّنَ
ٱلْجِبَالِ
أَكْنَـٰنًا
وَجَعَلَ
لَكُمْ
سَرَٰبِيلَ
تَقِيكُمُ
ٱلْحَرَّ
وَسَرَٰبِيلَ
تَقِيكُم
بَأْسَكُمْ
ۚ
كَذَٰلِكَ
يُتِمُّ
نِعْمَتَهُۥ
عَلَيْكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تُسْلِمُونَ
81
waalllahu
ja‘ala
lakum
mmimmaā
khalaqa
ẓilaālanā
waja‘ala
lakum
mmina
aljibaāli
aaknaānanā
waja‘ala
lakum
saraābiyla
taqiykumu
alḥarra
wasaraābiyla
taqiykum
baasakum
kadzaālika
yutimmu
ni‘matahuū
‘alaykum
la‘allakum
tuslimuwna
Dan
Allah
menjadikan
bagimu
tempat
bernaung
dari
apa
yang
telah
Dia
ciptakan
dan
Dia
jadikan
bagimu
tempat-tempat
tinggal
di
gunung-gunung
dan
Dia
jadikan
bagimu
pakaian
yang
memeliharamu
dari
panas
dan
pakaian
(baju
besi)
yang
memelihara
kamu
dalam
peperangan.
Demikianlah
Allah
menyempurnakan
nikmat-Nya
atasmu
agar
kamu
berserah
diri
(kepada-Nya).
فَإِن
تَوَلَّوْا۟
فَإِنَّمَا
عَلَيْكَ
ٱلْبَلَـٰغُ
ٱلْمُبِينُ
82
faiin
tawallawā
faiinnamaā
‘alayka
albalaāghu
almubiynu
Jika
mereka
tetap
berpaling,
maka
sesungguhnya
kewajiban
yang
dibebankan
atasmu
(Muhammad)
hanyalah
menyampaikan
(amanat
Allah)
dengan
terang
[834].
يَعْرِفُونَ
نِعْمَتَ
ٱللَّهِ
ثُمَّ
يُنكِرُونَهَا
وَأَكْثَرُهُمُ
ٱلْكَـٰفِرُونَ
83
ya‘rifuwna
ni‘mata
alllahi
tsumma
yunkiruwnahaā
waaaktsaruhumu
alkaāfiruwna
Mereka
mengetahui
nikmat
Allah,
kemudian
mereka
mengingkarinya
dan
kebanyakan
mereka
adalah
orang-orang
yang
kafir.
وَيَوْمَ
نَبْعَثُ
مِن
كُلِّ
أُمَّةٍ
شَهِيدًا
ثُمَّ
لَا
يُؤْذَنُ
لِلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
وَلَا
هُمْ
يُسْتَعْتَبُونَ
84
wayawma
nab‘atsu
min
kulli
aummahin
syahiydanā
tsumma
laā
yuu'dzanu
lilladziyna
kafaruwā
walaā
hum
yusta‘tabuwna
Dan
(ingatlah)
akan
hari
(ketika)
Kami
bangkitkan
dari
tiap-tiap
umat
seorang
saksi
(rasul),
kemudian
tidak
diizinkan
kepada
orang-orang
yang
kafir
(untuk
membela
diri)
dan
tidak
(pula)
mereka
dibolehkan
meminta
maaf.
وَإِذَا
رَءَا
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟
ٱلْعَذَابَ
فَلَا
يُخَفَّفُ
عَنْهُمْ
وَلَا
هُمْ
يُنظَرُونَ
85
waiidzaā
ra'aā
alladziyna
ẓalamuwā
al‘adzaāba
falaā
yukhaffafu
‘anhum
walaā
hum
yunẓaruwna
Dan
apabila
orang-orang
zalim
telah
menyaksikan
azab,
maka
tidaklah
diringankan
azab
bagi
mereka
dan
tidak
puIa
mereka
diberi
tangguh.
وَإِذَا
رَءَا
ٱلَّذِينَ
أَشْرَكُوا۟
شُرَكَآءَهُمْ
قَالُوا۟
رَبَّنَا
هَـٰٓؤُلَآءِ
شُرَكَآؤُنَا
ٱلَّذِينَ
كُنَّا
نَدْعُوا۟
مِن
دُونِكَ
ۖ
فَأَلْقَوْا۟
إِلَيْهِمُ
ٱلْقَوْلَ
إِنَّكُمْ
لَكَـٰذِبُونَ
86
waiidzaā
ra'aā
alladziyna
aasyrakuwā
syurakaā'ahum
qaāluwā
rabbanaā
haāu'ulaā'i
syurakaāu'unaā
alladziyna
kunnaā
nad‘uwā
min
duwnika
faaalqawā
iilayhimu
alqawla
iinnakum
lakaādzibuwna
Dan
apabila
orang-orang
yang
mempersekutukan
(Allah)
melihat
sekutu-sekutu
mereka
[835],
mereka
berkata,
"Ya
Tuhan
kami
mereka
inilah
sekutu-sekutu
kami
yang
dahulu
kami
sembah
selain
dari
Engkau".
Lalu,
sekutu-sekutu
mereka
mengatakan
kepada
mereka,
"Sesungguhnya
kamu
benar-benar
orang-orang
yang
dusta".
وَأَلْقَوْا۟
إِلَى
ٱللَّهِ
يَوْمَئِذٍ
ٱلسَّلَمَ
ۖ
وَضَلَّ
عَنْهُم
مَّا
كَانُوا۟
يَفْتَرُونَ
87
waaalqawā
iilaā
alllahi
yawmai'idzin
alssalama
waḍalla
‘anhum
mmaā
kaānuwā
yaftaruwna
Dan
mereka
menyatakan
ketundukannya
kepada
Allah
pada
hari
itu
dan
hilanglah
dari
mereka
apa
yang
selalu
mereka
ada-adakan
[836].
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
وَصَدُّوا۟
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
زِدْنَـٰهُمْ
عَذَابًا
فَوْقَ
ٱلْعَذَابِ
بِمَا
كَانُوا۟
يُفْسِدُونَ
88
alladziyna
kafaruwā
waṣadduwā
‘an
sabiyli
alllahi
zidnaāhum
‘adzaābanā
fawqa
al‘adzaābi
bimaā
kaānuwā
yufsiduwna
Orang-orang
yang
kafir
dan
menghalangi
(manusia)
dari
jalan
Allah,
Kami
tambahkan
kepada
mereka
siksaan
di
atas
siksaan
[837]
disebabkan
mereka
selalu
berbuat
kerusakan.
وَيَوْمَ
نَبْعَثُ
فِى
كُلِّ
أُمَّةٍ
شَهِيدًا
عَلَيْهِم
مِّنْ
أَنفُسِهِمْ
ۖ
وَجِئْنَا
بِكَ
شَهِيدًا
عَلَىٰ
هَـٰٓؤُلَآءِ
ۚ
وَنَزَّلْنَا
عَلَيْكَ
ٱلْكِتَـٰبَ
تِبْيَـٰنًا
لِّكُلِّ
شَىْءٍ
وَهُدًى
وَرَحْمَةً
وَبُشْرَىٰ
لِلْمُسْلِمِينَ
89
wayawma
nab‘atsu
fiā
kulli
aummahin
syahiydanā
‘alayhim
mmin
aanfusihim
wajii'naā
bika
syahiydanā
‘alaāā
haāu'ulaā'i
wanazzalnaā
‘alayka
alkitaāba
tibyaānanā
llikulli
syaā'in
wahudanā
waraḥmahan
wabusyraāā
lilmuslimiyna
(Dan
ingatlah)
akan
hari
(ketika)
Kami
bangkitkan
pada
tiap-tiap
umat
seorang
saksi
atas
mereka
dari
mereka
sendiri
dan
Kami
datangkan
kamu
(Mumammad)
menjadi
saksi
atas
seluruh
umat
manusia.
Dan
Kami
turunkan
kepadamu
Alkitab
(Al-Qur`ān)
untuk
menjelaskan
segala
sesuatu
dan
petunjuk
serta
rahmat
dan
kabar
gembira
bagi
orang-orang
yang
berserah
diri.
۞
إِنَّ
ٱللَّهَ
يَأْمُرُ
بِٱلْعَدْلِ
وَٱلْإِحْسَـٰنِ
وَإِيتَآئِ
ذِى
ٱلْقُرْبَىٰ
وَيَنْهَىٰ
عَنِ
ٱلْفَحْشَآءِ
وَٱلْمُنكَرِ
وَٱلْبَغْىِ
ۚ
يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُونَ
90
iinna
alllaha
yaamuru
bial‘adli
waaliiḥsaāni
waiiytaāi'i
dziā
alqurbaāā
wayanhaāā
‘ani
alfaḥsyaā'i
waalmunkari
waalbaghāi
ya‘iẓukum
la‘allakum
tadzakkaruwna
Sesungguhnya
Allah
menyuruh
(kamu)
berlaku
adil
dan
berbuat
kebajikan,
memberi
kepada
kaum
kerabat,
dan
Allah
melarang
dari
perbuatan
keji,
kemungkaran
dan
permusuhan.
Dia
memberi
pengajaran
kepadamu
agar
kamu
dapat
mengambil
pelajaran.
وَأَوْفُوا۟
بِعَهْدِ
ٱللَّهِ
إِذَا
عَـٰهَدتُّمْ
وَلَا
تَنقُضُوا۟
ٱلْأَيْمَـٰنَ
بَعْدَ
تَوْكِيدِهَا
وَقَدْ
جَعَلْتُمُ
ٱللَّهَ
عَلَيْكُمْ
كَفِيلًا
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
يَعْلَمُ
مَا
تَفْعَلُونَ
91
waaawfuwā
bi‘ahdi
alllahi
iidzaā
‘aāhadttum
walaā
tanquḍuwā
alaaymaāna
ba‘da
tawkiydihaā
waqad
ja‘altumu
alllaha
‘alaykum
kafiylanā
iinna
alllaha
ya‘lamu
maā
taf‘aluwna
Dan
tepatilah
perjanjian
dengan
Allah
apabila
kamu
berjanji
dan
janganlah
kamu
membatalkan
sumpah-sumpah(mu)
itu
sesudah
meneguhkannya,
sedang
kamu
telah
menjadikan
Allah
sebagai
saksimu
(terhadap
sumpah-sumpahmu
itu).
Sesungguhnya
Allah
mengetahui
apa
yang
kamu
perbuat.
وَلَا
تَكُونُوا۟
كَٱلَّتِى
نَقَضَتْ
غَزْلَهَا
مِنۢ
بَعْدِ
قُوَّةٍ
أَنكَـٰثًا
تَتَّخِذُونَ
أَيْمَـٰنَكُمْ
دَخَلًۢا
بَيْنَكُمْ
أَن
تَكُونَ
أُمَّةٌ
هِىَ
أَرْبَىٰ
مِنْ
أُمَّةٍ
ۚ
إِنَّمَا
يَبْلُوكُمُ
ٱللَّهُ
بِهِۦ
ۚ
وَلَيُبَيِّنَنَّ
لَكُمْ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
مَا
كُنتُمْ
فِيهِ
تَخْتَلِفُونَ
92
walaā
takuwnuwā
kaallatiā
naqaḍat
ghazlahaā
min
ba‘di
quwwahin
aankaātsanā
tattakhidzuwna
aaymaānakum
dakhalanā
baynakum
aan
takuwna
aummahun
hiāa
aarbaāā
min
aummahin
iinnamaā
yabluwkumu
alllahu
bihiī
walayubayyinanna
lakum
yawma
alqiyaāmahi
maā
kuntum
fiyhi
takhtalifuwna
Dan
janganlah
kamu
seperti
seorang
perempuan
yang
menguraikan
benangnya
yang
sudah
dipintal
dengan
kuat
menjadi
cerai
berai
kembali;
kamu
menjadikan
sumpah
(perjanjian)mu
sebagai
alat
penipu
di
antaramu
disebabkan
adanya
satu
golongan
yang
lebih
banyak
jumlahnya
dari
golongan
yang
lain
[838].
Sesungguhnya
Allah
hanya
menguji
kamu
dengan
hal
itu.
Dan
sesungguhnya
pada
hari
kiamat
akan
dijelaskan-Nya
kepadamu
apa
yang
dahulu
kamu
perselisihkan
itu.
وَلَوْ
شَآءَ
ٱللَّهُ
لَجَعَلَكُمْ
أُمَّةً
وَٰحِدَةً
وَلَـٰكِن
يُضِلُّ
مَن
يَشَآءُ
وَيَهْدِى
مَن
يَشَآءُ
ۚ
وَلَتُسْـَٔلُنَّ
عَمَّا
كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
93
walaw
syaā'a
alllahu
laja‘alakum
aummahan
waāḥidahan
walaākin
yuḍillu
man
yasyaā'u
wayahdiā
man
yasyaā'u
walatusalunna
‘ammaā
kuntum
ta‘maluwna
Dan
kalau
Allah
menghendaki,
niscaya
Dia
menjadikan
kamu
satu
umat
(saja),
tetapi
Allah
menyesatkan
siapa
yang
dikehendaki-Nya
dan
memberi
petunjuk
kepada
siapa
yang
dikehendaki-Nya.
Dan
sesungguhnya
kamu
akan
ditanya
tentang
apa
yang
telah
kamu
kerjakan.
وَلَا
تَتَّخِذُوٓا۟
أَيْمَـٰنَكُمْ
دَخَلًۢا
بَيْنَكُمْ
فَتَزِلَّ
قَدَمٌۢ
بَعْدَ
ثُبُوتِهَا
وَتَذُوقُوا۟
ٱلسُّوٓءَ
بِمَا
صَدَدتُّمْ
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
ۖ
وَلَكُمْ
عَذَابٌ
عَظِيمٌ
94
walaā
tattakhidzuwā
aaymaānakum
dakhalanā
baynakum
fatazilla
qadamun
ba‘da
tsubuwtihaā
watadzuwquwā
alssuw'a
bimaā
ṣadadttum
‘an
sabiyli
alllahi
walakum
‘adzaābun
‘aẓiymun
Dan
janganlah
kamu
jadikan
sumpah-sumpahmu
sebagai
alat
penipu
di
antaramu
yang
menyebabkan
tergelincir
kaki(mu)
sesudah
kokoh
tegaknya
dan
kamu
rasakan
kemelaratan
(di
dunia)
karena
kamu
menghalangi
(manusia)
dari
jalan
Allah
dan
bagimu
azab
yang
besar.
وَلَا
تَشْتَرُوا۟
بِعَهْدِ
ٱللَّهِ
ثَمَنًا
قَلِيلًا
ۚ
إِنَّمَا
عِندَ
ٱللَّهِ
هُوَ
خَيْرٌ
لَّكُمْ
إِن
كُنتُمْ
تَعْلَمُونَ
95
walaā
tasytaruwā
bi‘ahdi
alllahi
tsamananā
qaliylanā
iinnamaā
‘inda
alllahi
huwa
khayrun
llakum
iin
kuntum
ta‘lamuwna
Dan
janganlah
kamu
tukar
perjanjianmu
dengan
Allah
dengan
harga
yang
sedikit
(murah);
sesungguhnya
apa
yang
ada
di
sisi
Allah,
itulah
yang
lebih
baik
bagimu
jika
kamu
mengetahui.
مَا
عِندَكُمْ
يَنفَدُ
ۖ
وَمَا
عِندَ
ٱللَّهِ
بَاقٍ
ۗ
وَلَنَجْزِيَنَّ
ٱلَّذِينَ
صَبَرُوٓا۟
أَجْرَهُم
بِأَحْسَنِ
مَا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
96
maā
‘indakum
yanfadu
wamaā
‘inda
alllahi
baāqin
walanajziyanna
alladziyna
ṣabaruwā
aajrahum
biaaḥsani
maā
kaānuwā
ya‘maluwna
Apa
yang
di
sisimu
akan
lenyap
dan
apa
yang
ada
di
sisi
Allah
adalah
kekal.
Dan
sesungguhnya
Kami
akan
memberi
balasan
kepada
orang-orang
yang
sabar
dengan
pahala
yang
lebih
baik
dari
apa
yang
telah
mereka
kerjakan.
مَنْ
عَمِلَ
صَـٰلِحًا
مِّن
ذَكَرٍ
أَوْ
أُنثَىٰ
وَهُوَ
مُؤْمِنٌ
فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ
حَيَوٰةً
طَيِّبَةً
ۖ
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ
أَجْرَهُم
بِأَحْسَنِ
مَا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
97
man
‘amila
ṣaāliḥanā
mmin
dzakarin
aaw
auntsaāā
wahuwa
muu'minun
falanuḥyiyannahuū
ḥayawāhan
ṭayyibahan
walanajziyannahum
aajrahum
biaaḥsani
maā
kaānuwā
ya‘maluwna
Barang
siapa
yang
mengerjakan
amal
saleh,
baik
laki-laki
maupun
perempuan
dalam
keadaan
beriman,
maka
sesungguhnya
akan
Kami
berikan
kepadanya
kehidupan
yang
baik
[839]
dan
sesungguhnya
akan
Kami
beri
balasan
kepada
mereka
dengan
pahala
yang
lebih
baik
dari
apa
yang
telah
mereka
kerjakan.
فَإِذَا
قَرَأْتَ
ٱلْقُرْءَانَ
فَٱسْتَعِذْ
بِٱللَّهِ
مِنَ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
ٱلرَّجِيمِ
98
faiidzaā
qaraata
alqur'aāna
faasta‘idz
bialllahi
mina
alsysyayṭaāni
alrrajiymi
Apabila
kamu
membaca
Al-Qur`ān,
hendaklah
kamu
meminta
perlindungan
kepada
Allah
dari
setan
yang
terkutuk.
إِنَّهُۥ
لَيْسَ
لَهُۥ
سُلْطَـٰنٌ
عَلَى
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَلَىٰ
رَبِّهِمْ
يَتَوَكَّلُونَ
99
iinnahuū
laysa
lahuū
sulṭaānun
‘alaā
alladziyna
'aāmanuwā
wa‘alaāā
rabbihim
yatawakkaluwna
Sesungguhnya
setan
itu
tidak
ada
kekuasaannya
atas
orang-orang
yang
beriman
dan
bertawakal
kepada
Tuhan-nya.
إِنَّمَا
سُلْطَـٰنُهُۥ
عَلَى
ٱلَّذِينَ
يَتَوَلَّوْنَهُۥ
وَٱلَّذِينَ
هُم
بِهِۦ
مُشْرِكُونَ
100
iinnamaā
sulṭaānuhuū
‘alaā
alladziyna
yatawallawnahuū
waalladziyna
hum
bihiī
musyrikuwna
Sesungguhnya
kekuasaannya
(setan)
hanyalah
atas
orang-orang
yang
mengambilnya
jadi
pemimpin
dan
atas
orang-orang
yang
mempersekutukannya
dengan
Allah.
وَإِذَا
بَدَّلْنَآ
ءَايَةً
مَّكَانَ
ءَايَةٍ
ۙ
وَٱللَّهُ
أَعْلَمُ
بِمَا
يُنَزِّلُ
قَالُوٓا۟
إِنَّمَآ
أَنتَ
مُفْتَرٍۭ
ۚ
بَلْ
أَكْثَرُهُمْ
لَا
يَعْلَمُونَ
101
waiidzaā
baddalnaā
'aāyahan
mmakaāna
'aāyahin
waalllahu
aa‘lamu
bimaā
yunazzilu
qaāluwā
iinnamaā
aanta
muftarin
bal
aaktsaruhum
laā
ya‘lamuwna
Dan
apabila
Kami
letakkan
suatu
ayat
di
tempat
ayat
yang
lain
sebagai
penggantinya
padahal
Allah
lebih
mengetahui
apa
yang
diturunkan-Nya,
mereka
berkata,
"Sesungguhnya
kamu
adalah
orang
yang
mengada-adakan
saja".
Bahkan,
kebanyakan
mereka
tiada
mengetahui.
قُلْ
نَزَّلَهُۥ
رُوحُ
ٱلْقُدُسِ
مِن
رَّبِّكَ
بِٱلْحَقِّ
لِيُثَبِّتَ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَهُدًى
وَبُشْرَىٰ
لِلْمُسْلِمِينَ
102
qul
nazzalahuū
ruwḥu
alqudusi
min
rrabbika
bialḥaqqi
liyutsabbita
alladziyna
'aāmanuwā
wahudanā
wabusyraāā
lilmuslimiyna
Katakanlah,
"Rūḥul
Qudus
(Jibril)
menurunkan
Al-Qur`ān
itu
dari
Tuhan-mu
dengan
benar
untuk
meneguhkan
(hati)
orang-orang
yang
telah
beriman
dan
menjadi
petunjuk
serta
kabar
gembira
bagi
orang-orang
yang
berserah
diri
(kepada
Allah)".
وَلَقَدْ
نَعْلَمُ
أَنَّهُمْ
يَقُولُونَ
إِنَّمَا
يُعَلِّمُهُۥ
بَشَرٌ
ۗ
لِّسَانُ
ٱلَّذِى
يُلْحِدُونَ
إِلَيْهِ
أَعْجَمِىٌّ
وَهَـٰذَا
لِسَانٌ
عَرَبِىٌّ
مُّبِينٌ
103
walaqad
na‘lamu
aannahum
yaquwluwna
iinnamaā
yu‘allimuhuū
basyarun
llisaānu
alladziā
yulḥiduwna
iilayhi
aa‘jamiāāun
wahaādzaā
lisaānun
‘arabiāāun
mmubiynun
Dan
sesungguhnya
Kami
mengetahui
bahwa
mereka
berkata,
"Sesungguhnya
Al-Qur`ān
itu
diajarkan
oleh
seorang
manusia
kepadanya
(Muhammad)".
Padahal
bahasa
orang
yang
mereka
tuduhkan
(bahwa)
Muhammad
belajar
kepadanya
bahasa
ʻAjam
[840],
sedang
Al-Qur`ān
adalah
dalam
bahasa
Arab
yang
terang.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
لَا
يُؤْمِنُونَ
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
لَا
يَهْدِيهِمُ
ٱللَّهُ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
104
iinna
alladziyna
laā
yuu'minuwna
biaāyaāti
alllahi
laā
yahdiyhimu
alllahu
walahum
‘adzaābun
aaliymun
Sesungguhnya
orang-orang
yang
tidak
beriman
kepada
ayat-ayat
Allah
(Al-Qur`ān),
Allah
tidak
akan
memberi
petunjuk
kepada
mereka
dan
bagi
mereka
azab
yang
pedih.
إِنَّمَا
يَفْتَرِى
ٱلْكَذِبَ
ٱلَّذِينَ
لَا
يُؤْمِنُونَ
بِـَٔايَـٰتِ
ٱللَّهِ
ۖ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْكَـٰذِبُونَ
105
iinnamaā
yaftariā
alkadziba
alladziyna
laā
yuu'minuwna
biaāyaāti
alllahi
waauwlaāi'ika
humu
alkaādzibuwna
Sesungguhnya
yang
mengada-adakan
kebohongan,
hanyalah
orang-orang
yang
tidak
beriman
kepada
ayat-ayat
Allah
dan
mereka
itulah
orang-orang
pendusta.
مَن
كَفَرَ
بِٱللَّهِ
مِنۢ
بَعْدِ
إِيمَـٰنِهِۦٓ
إِلَّا
مَنْ
أُكْرِهَ
وَقَلْبُهُۥ
مُطْمَئِنٌّۢ
بِٱلْإِيمَـٰنِ
وَلَـٰكِن
مَّن
شَرَحَ
بِٱلْكُفْرِ
صَدْرًا
فَعَلَيْهِمْ
غَضَبٌ
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
عَظِيمٌ
106
man
kafara
bialllahi
min
ba‘di
iiymaānihiī
iillaā
man
aukriha
waqalbuhuū
muṭmai'innun
bialiiymaāni
walaākin
mman
syaraḥa
bialkufri
ṣadranā
fa‘alayhim
ghaḍabun
mmina
alllahi
walahum
‘adzaābun
‘aẓiymun
Barang
siapa
yang
kafir
kepada
Allah
sesudah
dia
beriman
(dia
mendapat
kemurkaan
Allah),
kecuali
orang
yang
dipaksa
kafir
padahal
hatinya
tetap
tenang
dalam
beriman
(dia
tidak
berdosa),
akan
tetapi
orang
yang
melapangkan
dadanya
untuk
kekafiran,
maka
kemurkaan
Allah
menimpanya
dan
baginya
azab
yang
besar.
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمُ
ٱسْتَحَبُّوا۟
ٱلْحَيَوٰةَ
ٱلدُّنْيَا
عَلَى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يَهْدِى
ٱلْقَوْمَ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
107
dzaālika
biaannahumu
astaḥabbuwā
alḥayawāha
alddunyaā
‘alaā
alaākhirahi
waaanna
alllaha
laā
yahdiā
alqawma
alkaāfiriyna
Yang
demikian
itu
disebabkan
karena
sesungguhnya
mereka
mencintai
kehidupan
di
dunia
lebih
dari
akhirat
dan
bahwasanya
Allah
tiada
memberi
petunjuk
kepada
kaum
yang
kafir.
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ٱلَّذِينَ
طَبَعَ
ٱللَّهُ
عَلَىٰ
قُلُوبِهِمْ
وَسَمْعِهِمْ
وَأَبْصَـٰرِهِمْ
ۖ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْغَـٰفِلُونَ
108
auwlaāi'ika
alladziyna
ṭaba‘a
alllahu
‘alaāā
quluwbihim
wasam‘ihim
waaabṣaārihim
waauwlaāi'ika
humu
alghaāfiluwna
Mereka
itulah
orang-orang
yang
hati,
pendengaran
dan
penglihatannya
telah
dikunci
mati
oleh
Allah
dan
mereka
itulah
orang-orang
yang
lalai.
لَا
جَرَمَ
أَنَّهُمْ
فِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
هُمُ
ٱلْخَـٰسِرُونَ
109
laā
jarama
aannahum
fiā
alaākhirahi
humu
alkhaāsiruwna
Pastilah
bahwa
mereka
di
akhirat
nanti
adalah
orang-orang
yang
merugi.
ثُمَّ
إِنَّ
رَبَّكَ
لِلَّذِينَ
هَاجَرُوا۟
مِنۢ
بَعْدِ
مَا
فُتِنُوا۟
ثُمَّ
جَـٰهَدُوا۟
وَصَبَرُوٓا۟
إِنَّ
رَبَّكَ
مِنۢ
بَعْدِهَا
لَغَفُورٌ
رَّحِيمٌ
110
tsumma
iinna
rabbaka
lilladziyna
haājaruwā
min
ba‘di
maā
futinuwā
tsumma
jaāhaduwā
waṣabaruwā
iinna
rabbaka
min
ba‘dihaā
laghafuwrun
rraḥiymun
Dan
sesungguhnya
Tuhan-mu
(pelindung)
bagi
orang-orang
yang
berhijrah
sesudah
menderita
cobaan,
kemudian
mereka
berjihad
dan
sabar;
sesungguhnya
Tuhan-mu
sesudah
itu
benar-benar
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
۞
يَوْمَ
تَأْتِى
كُلُّ
نَفْسٍ
تُجَـٰدِلُ
عَن
نَّفْسِهَا
وَتُوَفَّىٰ
كُلُّ
نَفْسٍ
مَّا
عَمِلَتْ
وَهُمْ
لَا
يُظْلَمُونَ
111
yawma
taatiā
kullu
nafsin
tujaādilu
‘an
nnafsihaā
watuwaffaāā
kullu
nafsin
mmaā
‘amilat
wahum
laā
yuẓlamuwna
(Ingatlah)
suatu
hari
(ketika)
tiap-tiap
diri
datang
untuk
membela
dirinya
sendiri
dan
bagi
tiap-tiap
diri
disempurnakan
(balasan)
apa
yang
telah
dikerjakannya,
sedangkan
mereka
tidak
dianiaya
(dirugikan).
وَضَرَبَ
ٱللَّهُ
مَثَلًا
قَرْيَةً
كَانَتْ
ءَامِنَةً
مُّطْمَئِنَّةً
يَأْتِيهَا
رِزْقُهَا
رَغَدًا
مِّن
كُلِّ
مَكَانٍ
فَكَفَرَتْ
بِأَنْعُمِ
ٱللَّهِ
فَأَذَٰقَهَا
ٱللَّهُ
لِبَاسَ
ٱلْجُوعِ
وَٱلْخَوْفِ
بِمَا
كَانُوا۟
يَصْنَعُونَ
112
waḍaraba
alllahu
matsalanā
qaryahan
kaānat
'aāminahan
mmuṭmai'innahan
yaatiyhaā
rizquhaā
raghadanā
mmin
kulli
makaānin
fakafarat
biaan‘umi
alllahi
faaadzaāqahaā
alllahu
libaāsa
aljuw‘i
waalkhawfi
bimaā
kaānuwā
yaṣna‘uwna
Dan
Allah
telah
membuat
suatu
perumpamaan
(dengan)
sebuah
negeri
yang
dahulunya
aman
lagi
tenteram,
rezekinya
datang
kepadanya
melimpah
ruah
dari
segenap
tempat,
tetapi
(penduduk)nya
mengingkari
nikmat-nikmat
Allah;
karena
itu
Allah,
merasakan
kepada
mereka
pakaian
[841]
kelaparan
dan
ketakutan
disebabkan
apa
yang
selalu
mereka
perbuat.
وَلَقَدْ
جَآءَهُمْ
رَسُولٌ
مِّنْهُمْ
فَكَذَّبُوهُ
فَأَخَذَهُمُ
ٱلْعَذَابُ
وَهُمْ
ظَـٰلِمُونَ
113
walaqad
jaā'ahum
rasuwlun
mminhum
fakadzdzabuwhu
faaakhadzahumu
al‘adzaābu
wahum
ẓaālimuwna
Dan
sesungguhnya
telah
datang
kepada
mereka
seorang
rasul
dari
mereka
sendiri,
tetapi
mereka
mendustakannya;
karena
itu,
mereka
dimusnahkan
azab
dan
mereka
adalah
orang-orang
yang
zalim.
فَكُلُوا۟
مِمَّا
رَزَقَكُمُ
ٱللَّهُ
حَلَـٰلًا
طَيِّبًا
وَٱشْكُرُوا۟
نِعْمَتَ
ٱللَّهِ
إِن
كُنتُمْ
إِيَّاهُ
تَعْبُدُونَ
114
fakuluwā
mimmaā
razaqakumu
alllahu
ḥalaālanā
ṭayyibanā
waasykuruwā
ni‘mata
alllahi
iin
kuntum
iiyyaāhu
ta‘buduwna
Maka
makanlah
yang
halal
lagi
baik
dari
rezeki
yang
telah
diberikan
Allah
kepadamu
dan
syukurilah
nikmat
Allah,
jika
kamu
hanya
kepada-Nya
saja
menyembah.
إِنَّمَا
حَرَّمَ
عَلَيْكُمُ
ٱلْمَيْتَةَ
وَٱلدَّمَ
وَلَحْمَ
ٱلْخِنزِيرِ
وَمَآ
أُهِلَّ
لِغَيْرِ
ٱللَّهِ
بِهِۦ
ۖ
فَمَنِ
ٱضْطُرَّ
غَيْرَ
بَاغٍ
وَلَا
عَادٍ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
115
iinnamaā
ḥarrama
‘alaykumu
almaytaha
waalddama
walaḥma
alkhinziyri
wamaā
auhilla
lighayri
alllahi
bihiī
famani
aḍṭurra
ghayra
baāghin
walaā
‘aādin
faiinna
alllaha
ghafuwrun
rraḥiymun
Sesungguhnya
Allah
hanya
mengharamkan
atasmu
(memakan)
bangkai,
darah,
daging
babi,
dan
apa
yang
disembelih
dengan
menyebut
nama
selain
Allah,
tetapi
barang
siapa
yang
terpaksa
memakannya
dengan
tidak
menganiaya
dan
tidak
pula
melampaui
batas,
maka
sesungguhnya
Allah
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
وَلَا
تَقُولُوا۟
لِمَا
تَصِفُ
أَلْسِنَتُكُمُ
ٱلْكَذِبَ
هَـٰذَا
حَلَـٰلٌ
وَهَـٰذَا
حَرَامٌ
لِّتَفْتَرُوا۟
عَلَى
ٱللَّهِ
ٱلْكَذِبَ
ۚ
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يَفْتَرُونَ
عَلَى
ٱللَّهِ
ٱلْكَذِبَ
لَا
يُفْلِحُونَ
116
walaā
taquwluwā
limaā
taṣifu
aalsinatukumu
alkadziba
haādzaā
ḥalaālun
wahaādzaā
ḥaraāmun
llitaftaruwā
‘alaā
alllahi
alkadziba
iinna
alladziyna
yaftaruwna
‘alaā
alllahi
alkadziba
laā
yufliḥuwna
Dan
janganlah
kamu
mengatakan
terhadap
apa
yang
disebut-sebut
oleh
lidahmu
secara
dusta
"ini
halal
dan
ini
haram"
untuk
mengada-adakan
kebohongan
terhadap
Allah.
Sesungguhnya
orang-orang
yang
mengada-adakan
kebohongan
terhadap
Allah
tiadalah
beruntung.
مَتَـٰعٌ
قَلِيلٌ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
117
mataā‘un
qaliylun
walahum
‘adzaābun
aaliymun
(Itu
adalah)
kesenangan
yang
sedikit
dan
bagi
mereka
azab
yang
pedih.
وَعَلَى
ٱلَّذِينَ
هَادُوا۟
حَرَّمْنَا
مَا
قَصَصْنَا
عَلَيْكَ
مِن
قَبْلُ
ۖ
وَمَا
ظَلَمْنَـٰهُمْ
وَلَـٰكِن
كَانُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
يَظْلِمُونَ
118
wa‘alaā
alladziyna
haāduwā
ḥarramnaā
maā
qaṣaṣnaā
‘alayka
min
qablu
wamaā
ẓalamnaāhum
walaākin
kaānuwā
aanfusahum
yaẓlimuwna
Dan
terhadap
orang-orang
Yahudi,
Kami
haramkan
apa
yang
telah
Kami
ceritakan
dahulu
kepadamu
[842]dan
Kami
tiada
menganiaya
mereka,
akan
tetapi
merekalah
yang
menganiaya
diri
mereka
sendiri.
ثُمَّ
إِنَّ
رَبَّكَ
لِلَّذِينَ
عَمِلُوا۟
ٱلسُّوٓءَ
بِجَهَـٰلَةٍ
ثُمَّ
تَابُوا۟
مِنۢ
بَعْدِ
ذَٰلِكَ
وَأَصْلَحُوٓا۟
إِنَّ
رَبَّكَ
مِنۢ
بَعْدِهَا
لَغَفُورٌ
رَّحِيمٌ
119
tsumma
iinna
rabbaka
lilladziyna
‘amiluwā
alssuw'a
bijahaālahin
tsumma
taābuwā
min
ba‘di
dzaālika
waaaṣlaḥuwā
iinna
rabbaka
min
ba‘dihaā
laghafuwrun
rraḥiymun
Kemudian,
sesungguhnya
Tuhan-mu
(mengampuni)
bagi
orang-orang
yang
mengerjakan
kesalahan
karena
kebodohannya,
kemudian
mereka
bertobat
sesudah
itu
dan
memperbaiki
(dirinya);
sesungguhnya
Tuhan-mu
sesudah
itu
benar-benar
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
إِنَّ
إِبْرَٰهِيمَ
كَانَ
أُمَّةً
قَانِتًا
لِّلَّهِ
حَنِيفًا
وَلَمْ
يَكُ
مِنَ
ٱلْمُشْرِكِينَ
120
iinna
iibraāhiyma
kaāna
aummahan
qaānitanā
llillahi
ḥaniyfanā
walam
yaku
mina
almusyrikiyna
Sesungguhnya
Ibrāhīm
adalah
seorang
imam
yang
dapat
dijadikan
teladan
lagi
patuh
kepada
Allah
dan
hanif
[843].
Dan
sekali-kali
bukanlah
dia
termasuk
orang-orang
yang
mempersekutukan
(Tuhan),
شَاكِرًا
لِّأَنْعُمِهِ
ۚ
ٱجْتَبَىٰهُ
وَهَدَىٰهُ
إِلَىٰ
صِرَٰطٍ
مُّسْتَقِيمٍ
121
syaākiranā
lliaan‘umihi
ajtabaāāhu
wahadaāāhu
iilaāā
ṣiraāṭin
mmustaqiymin
(lagi)
yang
mensyukuri
nikmat-nikmat
Allah.
Allah
telah
memilihnya
dan
menunjukinya
kepada
jalan
yang
lurus.
وَءَاتَيْنَـٰهُ
فِى
ٱلدُّنْيَا
حَسَنَةً
ۖ
وَإِنَّهُۥ
فِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
لَمِنَ
ٱلصَّـٰلِحِينَ
122
wa'aātaynaāhu
fiā
alddunyaā
ḥasanahan
waiinnahuū
fiā
alaākhirahi
lamina
alṣṣaāliḥiyna
Dan
Kami
berikan
kepadanya
kebaikan
di
dunia.
Dan
sesungguhnya
dia
di
akhirat
benar-benar
termasuk
orang-orang
yang
saleh.
ثُمَّ
أَوْحَيْنَآ
إِلَيْكَ
أَنِ
ٱتَّبِعْ
مِلَّةَ
إِبْرَٰهِيمَ
حَنِيفًا
ۖ
وَمَا
كَانَ
مِنَ
ٱلْمُشْرِكِينَ
123
tsumma
aawḥaynaā
iilayka
aani
attabi‘
millaha
iibraāhiyma
ḥaniyfanā
wamaā
kaāna
mina
almusyrikiyna
Kemudian
Kami
wahyukan
kepadamu
(Muhammad),
"Ikutilah
agama
Ibrāhīm
seorang
yang
hanif."
dan
bukanlah
dia
termasuk
orang-orang
yang
mempersekutukan
Tuhan.
إِنَّمَا
جُعِلَ
ٱلسَّبْتُ
عَلَى
ٱلَّذِينَ
ٱخْتَلَفُوا۟
فِيهِ
ۚ
وَإِنَّ
رَبَّكَ
لَيَحْكُمُ
بَيْنَهُمْ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
فِيمَا
كَانُوا۟
فِيهِ
يَخْتَلِفُونَ
124
iinnamaā
ju‘ila
alssabtu
‘alaā
alladziyna
akhtalafuwā
fiyhi
waiinna
rabbaka
layaḥkumu
baynahum
yawma
alqiyaāmahi
fiymaā
kaānuwā
fiyhi
yakhtalifuwna
Sesungguhnya
diwajibkan
(menghormati)
[844]
hari
Sabtu
atas
orang-orang
(Yahudi)
yang
berselisih
padanya.
Dan
sesungguhnya
Tuhan-mu
benar-benar
akan
memberi
putusan
di
antara
mereka
di
hari
kiamat
terhadap
apa
yang
telah
mereka
perselisihkan
itu.
ٱدْعُ
إِلَىٰ
سَبِيلِ
رَبِّكَ
بِٱلْحِكْمَةِ
وَٱلْمَوْعِظَةِ
ٱلْحَسَنَةِ
ۖ
وَجَـٰدِلْهُم
بِٱلَّتِى
هِىَ
أَحْسَنُ
ۚ
إِنَّ
رَبَّكَ
هُوَ
أَعْلَمُ
بِمَن
ضَلَّ
عَن
سَبِيلِهِۦ
ۖ
وَهُوَ
أَعْلَمُ
بِٱلْمُهْتَدِينَ
125
ad‘u
iilaāā
sabiyli
rabbika
bialḥikmahi
waalmaw‘iẓahi
alḥasanahi
wajaādilhum
biallatiā
hiāa
aaḥsanu
iinna
rabbaka
huwa
aa‘lamu
biman
ḍalla
‘an
sabiylihiī
wahuwa
aa‘lamu
bialmuhtadiyna
Serulah
(manusia)
kepada
jalan
Tuhan-mu
dengan
hikmah
[845]
dan
pelajaran
yang
baik
dan
bantahlah
mereka
dengan
cara
yang
baik.
Sesungguhnya
Tuhan-mu
Dia-lah
yang
lebih
mengetahui
tentang
siapa
yang
tersesat
dari
jalan-Nya
dan
Dia-lah
yang
lebih
mengetahui
orang-orang
yang
mendapat
petunjuk.
وَإِنْ
عَاقَبْتُمْ
فَعَاقِبُوا۟
بِمِثْلِ
مَا
عُوقِبْتُم
بِهِۦ
ۖ
وَلَئِن
صَبَرْتُمْ
لَهُوَ
خَيْرٌ
لِّلصَّـٰبِرِينَ
126
waiin
‘aāqabtum
fa‘aāqibuwā
bimitsli
maā
‘uwqibtum
bihiī
walai'in
ṣabartum
lahuwa
khayrun
llilṣṣaābiriyna
Dan
jika
kamu
memberikan
balasan,
maka
balaslah
dengan
balasan
yang
sama
dengan
siksaan
yang
ditimpakan
kepadamu
[846].
Akan
tetapi
jika
kamu
bersabar,
sesungguhnya
itulah
yang
lebih
baik
bagi
orang-orang
yang
sabar.
وَٱصْبِرْ
وَمَا
صَبْرُكَ
إِلَّا
بِٱللَّهِ
ۚ
وَلَا
تَحْزَنْ
عَلَيْهِمْ
وَلَا
تَكُ
فِى
ضَيْقٍ
مِّمَّا
يَمْكُرُونَ
127
waaṣbir
wamaā
ṣabruka
iillaā
bialllahi
walaā
taḥzan
‘alayhim
walaā
taku
fiā
ḍayqin
mmimmaā
yamkuruwna
Bersabarlah
(hai
Muhammad)
dan
tiadalah
kesabaranmu
itu,
melainkan
dengan
pertolongan
Allah
dan
janganlah
kamu
bersedih
hati
terhadap
(kekafiran)
mereka
dan
janganlah
kamu
bersempit
dada
terhadap
apa
yang
mereka
tipu
dayakan.
إِنَّ
ٱللَّهَ
مَعَ
ٱلَّذِينَ
ٱتَّقَوا۟
وَّٱلَّذِينَ
هُم
مُّحْسِنُونَ
128
iinna
alllaha
ma‘a
alladziyna
attaqawā
wwaalladziyna
hum
mmuḥsinuwna
Sesungguhnya
Allah
beserta
orang-orang
yang
bertakwa
dan
orang-orang
yang
berbuat
kebaikan.