الٓر
ۚ
كِتَـٰبٌ
أَنزَلْنَـٰهُ
إِلَيْكَ
لِتُخْرِجَ
ٱلنَّاسَ
مِنَ
ٱلظُّلُمَـٰتِ
إِلَى
ٱلنُّورِ
بِإِذْنِ
رَبِّهِمْ
إِلَىٰ
صِرَٰطِ
ٱلْعَزِيزِ
ٱلْحَمِيدِ
1
Alif
Lām
Rā
Alif
Lām
Rā.
(Ini
adalah)
Kitab
yang
Kami
turunkan
kepadamu
supaya
kamu
mengeluarkan
manusia
dari
gelap
gulita
kepada
cahaya
terang
benderang
dengan
izin
Tuhan
mereka,
(yaitu)
menuju
jalan
Tuhan
Yang
Maha
Perkasa
lagi
Maha
Terpuji.
ٱللَّهِ
ٱلَّذِى
لَهُۥ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ
ۗ
وَوَيْلٌ
لِّلْكَـٰفِرِينَ
مِنْ
عَذَابٍ
شَدِيدٍ
2
alllahi
alladziā
lahuū
maā
fiā
alssamaāwaāti
wamaā
fiā
alaarḍi
wawaylun
llilkaāfiriyna
min
‘adzaābin
syadiydin
Allah
yang
memiliki
segala
apa
yang
di
langit
dan
di
bumi.
Dan
celakalah
bagi
orang-orang
kafir
karena
siksaan
yang
sangat
pedih.
ٱلَّذِينَ
يَسْتَحِبُّونَ
ٱلْحَيَوٰةَ
ٱلدُّنْيَا
عَلَى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
وَيَصُدُّونَ
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَيَبْغُونَهَا
عِوَجًا
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
فِى
ضَلَـٰلٍۭ
بَعِيدٍ
3
alladziyna
yastaḥibbuwna
alḥayawāha
alddunyaā
‘alaā
alaākhirahi
wayaṣudduwna
‘an
sabiyli
alllahi
wayabghuwnahaā
‘iwajanā
auwlaāi'ika
fiā
ḍalaālin
ba‘iydin
(yaitu)
orang-orang
yang
lebih
menyukai
kehidupan
dunia
daripada
kehidupan
akhirat
dan
menghalang-halangi
(manusia)
dari
jalan
Allah
dan
menginginkan
agar
jalan
Allah
itu
bengkok.
Mereka
itu
berada
dalam
kesesatan
yang
jauh.
وَمَآ
أَرْسَلْنَا
مِن
رَّسُولٍ
إِلَّا
بِلِسَانِ
قَوْمِهِۦ
لِيُبَيِّنَ
لَهُمْ
ۖ
فَيُضِلُّ
ٱللَّهُ
مَن
يَشَآءُ
وَيَهْدِى
مَن
يَشَآءُ
ۚ
وَهُوَ
ٱلْعَزِيزُ
ٱلْحَكِيمُ
4
wamaā
aarsalnaā
min
rrasuwlin
iillaā
bilisaāni
qawmihiī
liyubayyina
lahum
fayuḍillu
alllahu
man
yasyaā'u
wayahdiā
man
yasyaā'u
wahuwa
al‘aziyzu
alḥakiymu
Kami
tidak
mengutus
seorang
rasul
pun,
melainkan
dengan
bahasa
kaumnya
[779]
supaya
ia
dapat
memberi
penjelasan
dengan
terang
kepada
mereka.
Maka
Allah
menyesatkan
[780]
siapa
yang
Dia
kehendaki
dan
memberi
petunjuk
kepada
siapa
yang
Dia
kehendaki.
Dan
Dia-lah
Tuhan
Yang
Maha
Kuasa
lagi
Maha
Bijaksana.
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
مُوسَىٰ
بِـَٔايَـٰتِنَآ
أَنْ
أَخْرِجْ
قَوْمَكَ
مِنَ
ٱلظُّلُمَـٰتِ
إِلَى
ٱلنُّورِ
وَذَكِّرْهُم
بِأَيَّىٰمِ
ٱللَّهِ
ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍ
لِّكُلِّ
صَبَّارٍ
شَكُورٍ
5
walaqad
aarsalnaā
muwsaāā
biaāyaātinaā
aan
aakhrij
qawmaka
mina
alẓẓulumaāti
iilaā
alnnuwri
wadzakkirhum
biaayyaāāmi
alllahi
iinna
fiā
dzaālika
laaāyaātin
llikulli
ṣabbaārin
syakuwrin
Dan
sesungguhnya
Kami
telah
mengutus
Musa
dengan
membawa
ayat-ayat
Kami
(dan
Kami
perintahkan
kepadanya),
"Keluarkanlah
kaummu
dari
gelap
gulita
kepada
cahaya
terang
benderang
dan
ingatkanlah
mereka
kepada
hari-hari
Allah"
[781].
Sesunguhnya
pada
yang
demikian
itu
terdapat
tanda-tanda
(kekuasaan
Allah)
bagi
setiap
orang
penyabar
dan
banyak
bersyukur.
وَإِذْ
قَالَ
مُوسَىٰ
لِقَوْمِهِ
ٱذْكُرُوا۟
نِعْمَةَ
ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ
إِذْ
أَنجَىٰكُم
مِّنْ
ءَالِ
فِرْعَوْنَ
يَسُومُونَكُمْ
سُوٓءَ
ٱلْعَذَابِ
وَيُذَبِّحُونَ
أَبْنَآءَكُمْ
وَيَسْتَحْيُونَ
نِسَآءَكُمْ
ۚ
وَفِى
ذَٰلِكُم
بَلَآءٌ
مِّن
رَّبِّكُمْ
عَظِيمٌ
6
waiidz
qaāla
muwsaāā
liqawmihi
adzkuruwā
ni‘maha
alllahi
‘alaykum
iidz
aanjaāākum
mmin
'aāli
fir‘awna
yasuwmuwnakum
suw'a
al‘adzaābi
wayudzabbiḥuwna
aabnaā'akum
wayastaḥyuwna
nisaā'akum
wafiā
dzaālikum
balaā'un
mmin
rrabbikum
‘aẓiymun
Dan
(ingatlah),
ketika
Musa
berkata
kepada
kaumnya,
"Ingatlah
nikmat
Allah
atasmu
ketika
Dia
menyelamatkan
kamu
dari
(Firʻawn
dan)
pengikut-pengikutnya;
mereka
menyiksa
kamu
dengan
siksa
yang
pedih,
mereka
menyembelih
anak-anak
laki-lakimu,
membiarkan
hidup
anak-anak
perempuanmu,
dan
pada
yang
demikian
itu
ada
cobaan
yang
besar
dari
Tuhan-mu".
وَإِذْ
تَأَذَّنَ
رَبُّكُمْ
لَئِن
شَكَرْتُمْ
لَأَزِيدَنَّكُمْ
ۖ
وَلَئِن
كَفَرْتُمْ
إِنَّ
عَذَابِى
لَشَدِيدٌ
7
waiidz
taaadzdzana
rabbukum
lai'in
syakartum
laaaziydannakum
walai'in
kafartum
iinna
‘adzaābiā
lasyadiydun
Dan
(ingatlah
juga),
tatkala
Tuhan-mu
memaklumkan,
"Sesungguhnya
jika
kamu
bersyukur
pasti
Kami
akan
menambah
(nikmat)
kepadamu
dan
jika
kamu
mengingkari
(nikmat-Ku),
maka
sesungguhnya
azab-Ku
sangat
pedih".
وَقَالَ
مُوسَىٰٓ
إِن
تَكْفُرُوٓا۟
أَنتُمْ
وَمَن
فِى
ٱلْأَرْضِ
جَمِيعًا
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَغَنِىٌّ
حَمِيدٌ
8
waqaāla
muwsaāā
iin
takfuruwā
aantum
waman
fiā
alaarḍi
jamiy‘anā
faiinna
alllaha
laghaniāāun
ḥamiydun
Dan
Musa
berkata,
"Jika
kamu
dan
orang-orang
yang
ada
di
muka
bumi
semuanya
mengingkari
(nikmat
Allah)
maka
sesungguhnya
Allah
Maha
Kaya
[782]
lagi
Maha
Terpuji".
أَلَمْ
يَأْتِكُمْ
نَبَؤُا۟
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِكُمْ
قَوْمِ
نُوحٍ
وَعَادٍ
وَثَمُودَ
ۛ
وَٱلَّذِينَ
مِنۢ
بَعْدِهِمْ
ۛ
لَا
يَعْلَمُهُمْ
إِلَّا
ٱللَّهُ
ۚ
جَآءَتْهُمْ
رُسُلُهُم
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
فَرَدُّوٓا۟
أَيْدِيَهُمْ
فِىٓ
أَفْوَٰهِهِمْ
وَقَالُوٓا۟
إِنَّا
كَفَرْنَا
بِمَآ
أُرْسِلْتُم
بِهِۦ
وَإِنَّا
لَفِى
شَكٍّ
مِّمَّا
تَدْعُونَنَآ
إِلَيْهِ
مُرِيبٍ
9
aalam
yaatikum
nabau'uā
alladziyna
min
qablikum
qawmi
nuwḥin
wa‘aādin
watsamuwda
waalladziyna
min
ba‘dihim
laā
ya‘lamuhum
iillaā
alllahu
jaā'athum
rusuluhum
bialbayyinaāti
faradduwā
aaydiyahum
fiā
aafwaāhihim
waqaāluwā
iinnaā
kafarnaā
bimaā
aursiltum
bihiī
waiinnaā
lafiā
syakkin
mmimmaā
tad‘uwnanaā
iilayhi
muriybin
Belumkah
sampai
kepadamu
berita
orang-orang
sebelum
kamu
(yaitu)
kaum
Nūḥ,
‘Ād,
Ṡamūd
dan
orang-orang
sesudah
mereka.
Tidak
ada
yang
mengetahui
mereka
selain
Allah.
Telah
datang
rasul-rasul
kepada
mereka
(membawa)
bukti-bukti
yang
nyata,
lalu
mereka
menutupkan
tangannya
ke
mulutnya
(karena
kebencian)
dan
berkata,
"Sesungguhnya
kami
mengingkari
apa
yang
kamu
disuruh
menyampaikannya
(kepada
kami)
dan
sesungguhnya
kami
benar-benar
dalam
keragu-raguan
yang
menggelisahkan
terhadap
apa
yang
kamu
ajak
kami
kepadanya".
۞
قَالَتْ
رُسُلُهُمْ
أَفِى
ٱللَّهِ
شَكٌّ
فَاطِرِ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
ۖ
يَدْعُوكُمْ
لِيَغْفِرَ
لَكُم
مِّن
ذُنُوبِكُمْ
وَيُؤَخِّرَكُمْ
إِلَىٰٓ
أَجَلٍ
مُّسَمًّى
ۚ
قَالُوٓا۟
إِنْ
أَنتُمْ
إِلَّا
بَشَرٌ
مِّثْلُنَا
تُرِيدُونَ
أَن
تَصُدُّونَا
عَمَّا
كَانَ
يَعْبُدُ
ءَابَآؤُنَا
فَأْتُونَا
بِسُلْطَـٰنٍ
مُّبِينٍ
10
qaālat
rusuluhum
aafiā
alllahi
syakkun
faāṭiri
alssamaāwaāti
waalaarḍi
yad‘uwkum
liyaghfira
lakum
mmin
dzunuwbikum
wayuu'akhkhirakum
iilaāā
aajalin
mmusammanā
qaāluwā
iin
aantum
iillaā
basyarun
mmitslunaā
turiyduwna
aan
taṣudduwnaā
‘ammaā
kaāna
ya‘budu
'aābaāu'unaā
faatuwnaā
bisulṭaānin
mmubiynin
Berkata
rasul-rasul
mereka,
"Apakah
ada
keragu-raguan
terhadap
Allah,
Pencipta
langit
dan
bumi?
Dia
menyeru
kamu
untuk
memberi
ampunan
kepadamu
dari
dosa-dosamu
dan
menangguhkan
(siksaan)mu
sampai
masa
yang
ditentukan?"
Mereka
berkata,
"Kamu
tidak
lain
hanyalah
manusia
seperti
kami
juga.
Kamu
menghendaki
untuk
menghalang-halangi
(membelokkan)
kami
dari
apa
yang
selalu
disembah
nenek
moyang
kami
karena
itu
datangkanlah
kepada
kami
bukti
yang
nyata".
قَالَتْ
لَهُمْ
رُسُلُهُمْ
إِن
نَّحْنُ
إِلَّا
بَشَرٌ
مِّثْلُكُمْ
وَلَـٰكِنَّ
ٱللَّهَ
يَمُنُّ
عَلَىٰ
مَن
يَشَآءُ
مِنْ
عِبَادِهِۦ
ۖ
وَمَا
كَانَ
لَنَآ
أَن
نَّأْتِيَكُم
بِسُلْطَـٰنٍ
إِلَّا
بِإِذْنِ
ٱللَّهِ
ۚ
وَعَلَى
ٱللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
11
qaālat
lahum
rusuluhum
iin
nnaḥnu
iillaā
basyarun
mmitslukum
walaākinna
alllaha
yamunnu
‘alaāā
man
yasyaā'u
min
‘ibaādihiī
wamaā
kaāna
lanaā
aan
nnaatiyakum
bisulṭaānin
iillaā
biiidzni
alllahi
wa‘alaā
alllahi
falyatawakkali
almuu'minuwna
Rasul-rasul
mereka
berkata
kepada
mereka,
"Kami
tidak
lain
hanyalah
manusia
seperti
kamu,
akan
tetapi
Allah
memberi
karunia
kepada
siapa
yang
Dia
kehendaki
di
antara
hamba-hamba-Nya.
Dan
tidak
patut
bagi
kami
mendatangkan
suatu
bukti
kepada
kamu,
melainkan
dengan
izin
Allah.
Dan
hanya
kepada
Allah
sajalah
hendaknya
orang-orang
mukmin
bertawakal.
وَمَا
لَنَآ
أَلَّا
نَتَوَكَّلَ
عَلَى
ٱللَّهِ
وَقَدْ
هَدَىٰنَا
سُبُلَنَا
ۚ
وَلَنَصْبِرَنَّ
عَلَىٰ
مَآ
ءَاذَيْتُمُونَا
ۚ
وَعَلَى
ٱللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ
ٱلْمُتَوَكِّلُونَ
12
wamaā
lanaā
aallaā
natawakkala
‘alaā
alllahi
waqad
hadaāānaā
subulanaā
walanaṣbiranna
‘alaāā
maā
'aādzaytumuwnaā
wa‘alaā
alllahi
falyatawakkali
almutawakkiluwna
Mengapa
kami
tidak
akan
bertawakal
kepada
Allah
padahal
Dia
telah
menunjukkan
jalan
kepada
kami
dan
kami
sungguh-sungguh
akan
bersabar
terhadap
gangguan-gangguan
yang
kamu
lakukan
kepada
kami.
Dan
hanya
kepada
Allah
saja
orang-orang
yang
bertawakal
itu
berserah
diri"
وَقَالَ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
لِرُسُلِهِمْ
لَنُخْرِجَنَّكُم
مِّنْ
أَرْضِنَآ
أَوْ
لَتَعُودُنَّ
فِى
مِلَّتِنَا
ۖ
فَأَوْحَىٰٓ
إِلَيْهِمْ
رَبُّهُمْ
لَنُهْلِكَنَّ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
13
waqaāla
alladziyna
kafaruwā
lirusulihim
lanukhrijannakum
mmin
aarḍinaā
aaw
lata‘uwdunna
fiā
millatinaā
faaawḥaāā
iilayhim
rabbuhum
lanuhlikanna
alẓẓaālimiyna
Orang-orang
kafir
berkata
kepada
rasul-rasul
mereka,
"Kami
sungguh-sungguh
akan
mengusir
kamu
dari
negeri
kami
atau
kamu
kembali
kepada
agama
kami".
Maka
Tuhan
mewahyukan
kepada
mereka,
"Kami
pasti
akan
membinasakan
orang-orang
yang
zalim
itu,
وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ
ٱلْأَرْضَ
مِنۢ
بَعْدِهِمْ
ۚ
ذَٰلِكَ
لِمَنْ
خَافَ
مَقَامِى
وَخَافَ
وَعِيدِ
14
walanuskinannakumu
alaarḍa
min
ba‘dihim
dzaālika
liman
khaāfa
maqaāmiā
wakhaāfa
wa‘iydi
dan
Kami
pasti
akan
menempatkan
kamu
di
negeri-negeri
itu
sesudah
mereka.
Yang
demikian
itu
(adalah
untuk)
orang-orang
yang
takut
(akan
menghadap)
ke
hadirat-Ku
dan
yang
takut
kepada
ancaman-Ku"
[783].
وَٱسْتَفْتَحُوا۟
وَخَابَ
كُلُّ
جَبَّارٍ
عَنِيدٍ
15
waastaftaḥuwā
wakhaāba
kullu
jabbaārin
‘aniydin
Dan
mereka
memohon
kemenangan
(atas
musuh-musuh
mereka)
dan
binasalah
semua
orang
yang
berlaku
sewenang-wenang
lagi
keras
kepala,
مِّن
وَرَآئِهِۦ
جَهَنَّمُ
وَيُسْقَىٰ
مِن
مَّآءٍ
صَدِيدٍ
16
mmin
waraāi'ihiī
jahannamu
wayusqaāā
min
mmaā'in
ṣadiydin
di
hadapannya
ada
Jahanam
dan
dia
akan
diberi
minuman
dengan
air
nanah,
يَتَجَرَّعُهُۥ
وَلَا
يَكَادُ
يُسِيغُهُۥ
وَيَأْتِيهِ
ٱلْمَوْتُ
مِن
كُلِّ
مَكَانٍ
وَمَا
هُوَ
بِمَيِّتٍ
ۖ
وَمِن
وَرَآئِهِۦ
عَذَابٌ
غَلِيظٌ
17
yatajarra‘uhuū
walaā
yakaādu
yusiyghuhuū
wayaatiyhi
almawtu
min
kulli
makaānin
wamaā
huwa
bimayyitin
wamin
waraāi'ihiī
‘adzaābun
ghaliyẓun
diminumnnya
air
nanah
itu
dan
hampir
dia
tidak
bisa
menelannya
dan
datanglah
(bahaya)
maut
kepadanya
dari
segenap
penjuru,
tetapi
dia
tidak
juga
mati
dan
di
hadapannya
masih
ada
azab
yang
berat.
مَّثَلُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
بِرَبِّهِمْ
ۖ
أَعْمَـٰلُهُمْ
كَرَمَادٍ
ٱشْتَدَّتْ
بِهِ
ٱلرِّيحُ
فِى
يَوْمٍ
عَاصِفٍ
ۖ
لَّا
يَقْدِرُونَ
مِمَّا
كَسَبُوا۟
عَلَىٰ
شَىْءٍ
ۚ
ذَٰلِكَ
هُوَ
ٱلضَّلَـٰلُ
ٱلْبَعِيدُ
18
mmatsalu
alladziyna
kafaruwā
birabbihim
aa‘maāluhum
karamaādin
asytaddat
bihi
alrriyḥu
fiā
yawmin
‘aāṣifin
llaā
yaqdiruwna
mimmaā
kasabuwā
‘alaāā
syaā'in
dzaālika
huwa
alḍḍalaālu
alba‘iydu
Orang-orang
yang
kafir
kepada
Tuhan-nya,
amalan-amalan
mereka
adalah
seperti
abu
yang
ditiup
angin
dengan
keras
pada
suatu
hari
yang
berangin
kencang.
Mereka
tidak
dapat
mengambil
manfaat
sedikit
pun
dari
apa
yang
telah
mereka
usahakan
(di
dunia).
Yang
demikian
itu
adalah
kesesatan
yang
jauh.
أَلَمْ
تَرَ
أَنَّ
ٱللَّهَ
خَلَقَ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
بِٱلْحَقِّ
ۚ
إِن
يَشَأْ
يُذْهِبْكُمْ
وَيَأْتِ
بِخَلْقٍ
جَدِيدٍ
19
aalam
tara
aanna
alllaha
khalaqa
alssamaāwaāti
waalaarḍa
bialḥaqqi
iin
yasyaa
yudzhibkum
wayaati
bikhalqin
jadiydin
Tidakkah
kamu
perhatikan,
bahwa
sesungguhnya
Allah
telah
menciptakan
langit
dan
bumi
dengan
hak
[784]?
Jika
Dia
menghendaki,
niscaya
Dia
membinasakan
kamu
dan
mengganti(mu)
dengan
makhluk
yang
baru,
وَمَا
ذَٰلِكَ
عَلَى
ٱللَّهِ
بِعَزِيزٍ
20
wamaā
dzaālika
‘alaā
alllahi
bi‘aziyzin
dan
yang
demikian
itu
sekali-kali
tidak
sukar
bagi
Allah.
وَبَرَزُوا۟
لِلَّهِ
جَمِيعًا
فَقَالَ
ٱلضُّعَفَـٰٓؤُا۟
لِلَّذِينَ
ٱسْتَكْبَرُوٓا۟
إِنَّا
كُنَّا
لَكُمْ
تَبَعًا
فَهَلْ
أَنتُم
مُّغْنُونَ
عَنَّا
مِنْ
عَذَابِ
ٱللَّهِ
مِن
شَىْءٍ
ۚ
قَالُوا۟
لَوْ
هَدَىٰنَا
ٱللَّهُ
لَهَدَيْنَـٰكُمْ
ۖ
سَوَآءٌ
عَلَيْنَآ
أَجَزِعْنَآ
أَمْ
صَبَرْنَا
مَا
لَنَا
مِن
مَّحِيصٍ
21
wabarazuwā
lillahi
jamiy‘anā
faqaāla
alḍḍu‘afaāu'uā
lilladziyna
astakbaruwā
iinnaā
kunnaā
lakum
taba‘anā
fahal
aantum
mmughnuwna
‘annaā
min
‘adzaābi
alllahi
min
syaā'in
qaāluwā
law
hadaāānaā
alllahu
lahadaynaākum
sawaā'un
‘alaynaā
aajazi‘naā
aam
ṣabarnaā
maā
lanaā
min
mmaḥiyṣin
Dan
mereka
semuanya
(di
Padang
Mahsyar)
akan
berkumpul
menghadap
ke
hadirat
Allah,
lalu
berkatalah
orang-orang
yang
lemah
kepada
orang-orang
yang
sombong,
"Sesungguhnya
kami
dahulu
adalah
pengikut-pengikutmu,
maka
dapatkah
kamu
menghindarkan
daripada
kami
azab
Allah
(walaupun)
sedikit
saja?
Mereka
menjawab,
"Seandainya
Allah
memberi
petunjuk
kepada
kami,
niscaya
kami
dapat
memberi
petunjuk
kepadamu.
Sama
saja
bagi
kita,
apakah
kita
mengeluh
ataukah
bersabar.
Sekali-kali
kita
tidak
mempunyai
tempat
untuk
melarikan
diri".
وَقَالَ
ٱلشَّيْطَـٰنُ
لَمَّا
قُضِىَ
ٱلْأَمْرُ
إِنَّ
ٱللَّهَ
وَعَدَكُمْ
وَعْدَ
ٱلْحَقِّ
وَوَعَدتُّكُمْ
فَأَخْلَفْتُكُمْ
ۖ
وَمَا
كَانَ
لِىَ
عَلَيْكُم
مِّن
سُلْطَـٰنٍ
إِلَّآ
أَن
دَعَوْتُكُمْ
فَٱسْتَجَبْتُمْ
لِى
ۖ
فَلَا
تَلُومُونِى
وَلُومُوٓا۟
أَنفُسَكُم
ۖ
مَّآ
أَنَا۠
بِمُصْرِخِكُمْ
وَمَآ
أَنتُم
بِمُصْرِخِىَّ
ۖ
إِنِّى
كَفَرْتُ
بِمَآ
أَشْرَكْتُمُونِ
مِن
قَبْلُ
ۗ
إِنَّ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
لَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
22
waqaāla
alsysyayṭaānu
lammaā
quḍiāa
alaamru
iinna
alllaha
wa‘adakum
wa‘da
alḥaqqi
wawa‘adttukum
faaakhlaftukum
wamaā
kaāna
liāa
‘alaykum
mmin
sulṭaānin
iillaā
aan
da‘awtukum
faastajabtum
liā
falaā
taluwmuwniā
waluwmuwā
aanfusakum
mmaā
aanaā
bimuṣrikhikum
wamaā
aantum
bimuṣrikhiāāa
iinniā
kafartu
bimaā
aasyraktumuwni
min
qablu
iinna
alẓẓaālimiyna
lahum
‘adzaābun
aaliymun
Dan
berkatalah
setan
tatkala
perkara
(hisab)
telah
diselesaikan,
"Sesungguhnya
Allah
telah
menjanjikan
kepadamu
janji
yang
benar
dan
aku
pun
telah
menjanjikan
kepadamu,
tetapi
aku
menyalahinya.
Sekali-kali
tidak
ada
kekuasaan
bagiku
terhadapmu,
melainkan
(sekadar)
aku
menyeru
kamu,
lalu
kamu
mematuhi
seruanku;
oleh
sebab
itu,
janganlah
kamu
mencerca
aku,
akan
tetapi
cercalah
dirimu
sendiri.
Aku
sekali-kali
tidak
dapat
menolongmu
dan
kamu
pun
sekali-kali
tidak
dapat
menolongku.
Sesungguhnya
aku
tidak
membenarkan
perbuatanmu
mempersekutukan
aku
(dengan
Allah)
sejak
dahulu".
Sesungguhnya
orang-orang
yang
zalim
itu
mendapat
siksaan
yang
pedih.
وَأُدْخِلَ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
جَنَّـٰتٍ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
بِإِذْنِ
رَبِّهِمْ
ۖ
تَحِيَّتُهُمْ
فِيهَا
سَلَـٰمٌ
23
waaudkhila
alladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
jannaātin
tajriā
min
taḥtihaā
alaanhaāru
khaālidiyna
fiyhaā
biiidzni
rabbihim
taḥiyyatuhum
fiyhaā
salaāmun
Dan
dimasukkanlah
orang-orang
yang
beriman
dan
beramal
saleh
ke
dalam
surga
yang
mengalir
di
bawahnya
sungai-sungai;
mereka
kekal
di
dalamnya
dengan
seizin
Tuhan
mereka.
Ucapan
penghormatan
mereka
dalam
surga
itu
ialah
"salām
[785]"
أَلَمْ
تَرَ
كَيْفَ
ضَرَبَ
ٱللَّهُ
مَثَلًا
كَلِمَةً
طَيِّبَةً
كَشَجَرَةٍ
طَيِّبَةٍ
أَصْلُهَا
ثَابِتٌ
وَفَرْعُهَا
فِى
ٱلسَّمَآءِ
24
aalam
tara
kayfa
ḍaraba
alllahu
matsalanā
kalimahan
ṭayyibahan
kasyajarahin
ṭayyibahin
aaṣluhaā
tsaābitun
wafar‘uhaā
fiā
alssamaā'i
Tidakkah
kamu
perhatikan
bagaimana
Allah
telah
membuat
perumpamaan
kalimat
yang
baik
[786]
seperti
pohon
yang
baik,
akarnya
teguh,
dan
cabangnya
(menjulang)
ke
langit,
تُؤْتِىٓ
أُكُلَهَا
كُلَّ
حِينٍۭ
بِإِذْنِ
رَبِّهَا
ۗ
وَيَضْرِبُ
ٱللَّهُ
ٱلْأَمْثَالَ
لِلنَّاسِ
لَعَلَّهُمْ
يَتَذَكَّرُونَ
25
tuu'tiā
aukulahaā
kulla
ḥiynin
biiidzni
rabbihaā
wayaḍribu
alllahu
alaamtsaāla
lilnnaāsi
la‘allahum
yatadzakkaruwna
pohon
itu
memberikan
buahnya
pada
setiap
musim
dengan
seizin
Tuhan-nya.
Allah
membuat
perumpamaan-perumpamaan
itu
untuk
manusia
supaya
mereka
selalu
ingat.
وَمَثَلُ
كَلِمَةٍ
خَبِيثَةٍ
كَشَجَرَةٍ
خَبِيثَةٍ
ٱجْتُثَّتْ
مِن
فَوْقِ
ٱلْأَرْضِ
مَا
لَهَا
مِن
قَرَارٍ
26
wamatsalu
kalimahin
khabiytsahin
kasyajarahin
khabiytsahin
ajtutstsat
min
fawqi
alaarḍi
maā
lahaā
min
qaraārin
Dan
perumpamaan
kalimat
yang
buruk
[787]
seperti
pohon
yang
buruk
yang
telah
dicabut
dengan
akar-akarnya
dari
permukaan
bumi;
tidak
dapat
tetap
(tegak)
sedikit
pun.
يُثَبِّتُ
ٱللَّهُ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
بِٱلْقَوْلِ
ٱلثَّابِتِ
فِى
ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا
وَفِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
ۖ
وَيُضِلُّ
ٱللَّهُ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
ۚ
وَيَفْعَلُ
ٱللَّهُ
مَا
يَشَآءُ
27
yutsabbitu
alllahu
alladziyna
'aāmanuwā
bialqawli
altstsaābiti
fiā
alḥayawāhi
alddunyaā
wafiā
alaākhirahi
wayuḍillu
alllahu
alẓẓaālimiyna
wayaf‘alu
alllahu
maā
yasyaā'u
Allah
meneguhkan
(iman)
orang-orang
yang
beriman
dengan
ucapan
yang
teguh
itu
[788]
dalam
kehidupan
di
dunia
dan
di
akhirat
dan
Allah
menyesatkan
orang-orang
yang
zalim
dan
memperbuat
apa
yang
Dia
kehendaki.
۞
أَلَمْ
تَرَ
إِلَى
ٱلَّذِينَ
بَدَّلُوا۟
نِعْمَتَ
ٱللَّهِ
كُفْرًا
وَأَحَلُّوا۟
قَوْمَهُمْ
دَارَ
ٱلْبَوَارِ
28
aalam
tara
iilaā
alladziyna
baddaluwā
ni‘mata
alllahi
kufranā
waaaḥalluwā
qawmahum
daāra
albawaāri
Tidakkah
kamu
perhatikan
orang-orang
yang
telah
menukar
nikmat
Allah
[789]
dengan
kekafiran
dan
menjatuhkan
kaumnya
ke
lembah
kebinasaan?
جَهَنَّمَ
يَصْلَوْنَهَا
ۖ
وَبِئْسَ
ٱلْقَرَارُ
29
jahannama
yaṣlawnahaā
wabii'sa
alqaraāru
yaitu
neraka
jahanam;
mereka
masuk
ke
dalamnya;
dan
itulah
seburuk-buruk
tempat
kediaman.
وَجَعَلُوا۟
لِلَّهِ
أَندَادًا
لِّيُضِلُّوا۟
عَن
سَبِيلِهِۦ
ۗ
قُلْ
تَمَتَّعُوا۟
فَإِنَّ
مَصِيرَكُمْ
إِلَى
ٱلنَّارِ
30
waja‘aluwā
lillahi
aandaādanā
lliyuḍilluwā
‘an
sabiylihiī
qul
tamatta‘uwā
faiinna
maṣiyrakum
iilaā
alnnaāri
Orang-orang
kafir
itu
telah
menjadikan
sekutu-sekutu
bagi
Allah
supaya
mereka
menyesatkan
(manusia)
dari
jalan-Nya.
Katakanlah,
"Bersenang-senanglah
kamu,
karena
sesungguhnya
tempat
kembalimu
ialah
neraka".
قُل
لِّعِبَادِىَ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
يُقِيمُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
وَيُنفِقُوا۟
مِمَّا
رَزَقْنَـٰهُمْ
سِرًّا
وَعَلَانِيَةً
مِّن
قَبْلِ
أَن
يَأْتِىَ
يَوْمٌ
لَّا
بَيْعٌ
فِيهِ
وَلَا
خِلَـٰلٌ
31
qul
lli‘ibaādiāa
alladziyna
'aāmanuwā
yuqiymuwā
alṣṣalawāha
wayunfiquwā
mimmaā
razaqnaāhum
sirranā
wa‘alaāniyahan
mmin
qabli
aan
yaatiāa
yawmun
llaā
bay‘un
fiyhi
walaā
khilaālun
Katakanlah
kepada
hamba-hamba-Ku
yang
telah
beriman,
"Hendaklah
mereka
mendirikan
salat;
menafkahkan
sebagian
rezeki
yang
Kami
berikan
kepada
mereka
secara
sembunyi
ataupun
terang-terangan
sebelum
datang
hari
(kiamat)
yang
pada
hari
itu
tidak
ada
jual
beli
dan
persahabatan
[790].
ٱللَّهُ
ٱلَّذِى
خَلَقَ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
وَأَنزَلَ
مِنَ
ٱلسَّمَآءِ
مَآءً
فَأَخْرَجَ
بِهِۦ
مِنَ
ٱلثَّمَرَٰتِ
رِزْقًا
لَّكُمْ
ۖ
وَسَخَّرَ
لَكُمُ
ٱلْفُلْكَ
لِتَجْرِىَ
فِى
ٱلْبَحْرِ
بِأَمْرِهِۦ
ۖ
وَسَخَّرَ
لَكُمُ
ٱلْأَنْهَـٰرَ
32
alllahu
alladziā
khalaqa
alssamaāwaāti
waalaarḍa
waaanzala
mina
alssamaā'i
maā'an
faaakhraja
bihiī
mina
altstsamaraāti
rizqanā
llakum
wasakhkhara
lakumu
alfulka
litajriāa
fiā
albaḥri
biaamrihiī
wasakhkhara
lakumu
alaanhaāra
Allah-lah
yang
telah
menciptakan
langit
dan
bumi
dan
menurunkan
air
hujan
dari
langit,
kemudian
Dia
mengeluarkan
dengan
air
hujan
itu
berbagai
buah-buahan
menjadi
rezeki
untukmu
dan
Dia
telah
menundukkan
bahtera
bagimu
supaya
bahtera
itu
berlayar
di
lautan
dengan
kehendak-Nya
dan
Dia
telah
menundukkan
(pula)
bagimu
sungai-sungai.
وَسَخَّرَ
لَكُمُ
ٱلشَّمْسَ
وَٱلْقَمَرَ
دَآئِبَيْنِ
ۖ
وَسَخَّرَ
لَكُمُ
ٱلَّيْلَ
وَٱلنَّهَارَ
33
wasakhkhara
lakumu
alsysyamsa
waalqamara
daāi'ibayni
wasakhkhara
lakumu
allayla
waalnnahaāra
Dan
Dia
telah
menundukkan
(pula)
bagimu
matahari
dan
bulan
yang
terus-menerus
beredar
(dalam
orbitnya)
dan
telah
menundukkan
bagimu
malam
dan
siang.
وَءَاتَىٰكُم
مِّن
كُلِّ
مَا
سَأَلْتُمُوهُ
ۚ
وَإِن
تَعُدُّوا۟
نِعْمَتَ
ٱللَّهِ
لَا
تُحْصُوهَآ
ۗ
إِنَّ
ٱلْإِنسَـٰنَ
لَظَلُومٌ
كَفَّارٌ
34
wa'aātaāākum
mmin
kulli
maā
saaaltumuwhu
waiin
ta‘udduwā
ni‘mata
alllahi
laā
tuḥṣuwhaā
iinna
aliinsaāna
laẓaluwmun
kaffaārun
Dan
Dia
telah
memberikan
kepadamu
(keperluanmu)
dari
segala
apa
yang
kamu
mohonkan
kepadanya.
Dan
jika
kamu
menghitung
nikmat
Allah,
tidaklah
dapat
kamu
menghinggakannya.
Sesungguhnya
manusia
itu
sangat
zalim
dan
sangat
mengingkari
(nikmat
Allah).
وَإِذْ
قَالَ
إِبْرَٰهِيمُ
رَبِّ
ٱجْعَلْ
هَـٰذَا
ٱلْبَلَدَ
ءَامِنًا
وَٱجْنُبْنِى
وَبَنِىَّ
أَن
نَّعْبُدَ
ٱلْأَصْنَامَ
35
waiidz
qaāla
iibraāhiymu
rabbi
aj‘al
haādzaā
albalada
'aāminanā
waajnubniā
wabaniāāa
aan
nna‘buda
alaaṣnaāma
Dan
(ingatlah)
ketika
Ibrāhīm
berkata,
"Ya
Tuhan-ku,
jadikanlah
negeri
ini
(Mekah),
negeri
yang
aman,
dan
jauhkanlah
aku
beserta
anak
cucuku
daripada
menyembah
berhala-berhala.
رَبِّ
إِنَّهُنَّ
أَضْلَلْنَ
كَثِيرًا
مِّنَ
ٱلنَّاسِ
ۖ
فَمَن
تَبِعَنِى
فَإِنَّهُۥ
مِنِّى
ۖ
وَمَنْ
عَصَانِى
فَإِنَّكَ
غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
36
rabbi
iinnahunna
aaḍlalna
katsiyranā
mmina
alnnaāsi
faman
tabi‘aniā
faiinnahuū
minniā
waman
‘aṣaāniā
faiinnaka
ghafuwrun
rraḥiymun
Ya
Tuhan-ku,
sesungguhnya
berhala-berhala
itu
telah
menyesatkan
kebanyakan
daripada
manusia,
maka
barang
siapa
yang
mengikutiku,
maka
sesungguhnya
orang
itu
termasuk
golonganku
dan
barang
siapa
yang
mendurhakai
aku,
maka
sesungguhnya
Engkau,
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
رَّبَّنَآ
إِنِّىٓ
أَسْكَنتُ
مِن
ذُرِّيَّتِى
بِوَادٍ
غَيْرِ
ذِى
زَرْعٍ
عِندَ
بَيْتِكَ
ٱلْمُحَرَّمِ
رَبَّنَا
لِيُقِيمُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
فَٱجْعَلْ
أَفْـِٔدَةً
مِّنَ
ٱلنَّاسِ
تَهْوِىٓ
إِلَيْهِمْ
وَٱرْزُقْهُم
مِّنَ
ٱلثَّمَرَٰتِ
لَعَلَّهُمْ
يَشْكُرُونَ
37
rrabbanaā
iinniā
aaskantu
min
dzurriyyatiā
biwaādin
ghayri
dziā
zar‘in
‘inda
baytika
almuḥarrami
rabbanaā
liyuqiymuwā
alṣṣalawāha
faaj‘al
aafidahan
mmina
alnnaāsi
tahwiā
iilayhim
waarzuqhum
mmina
altstsamaraāti
la‘allahum
yasykuruwna
Ya
Tuhan
kami,
sesungguhnya
aku
telah
menempatkan
sebagian
keturunanku
di
lembah
yang
tidak
mempunyai
tanam-tanaman
di
dekat
rumah
Engkau
(Baitullah)
yang
dihormati,
ya
Tuhan
kami
(yang
demikian
itu)
agar
mereka
mendirikan
salat,
maka
jadikanlah
hati
sebagian
manusia
cenderung
kepada
mereka
dan
beri
rezekilah
mereka
dari
buah-buahan,
mudah-mudahan
mereka
bersyukur.
رَبَّنَآ
إِنَّكَ
تَعْلَمُ
مَا
نُخْفِى
وَمَا
نُعْلِنُ
ۗ
وَمَا
يَخْفَىٰ
عَلَى
ٱللَّهِ
مِن
شَىْءٍ
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَلَا
فِى
ٱلسَّمَآءِ
38
rabbanaā
iinnaka
ta‘lamu
maā
nukhfiā
wamaā
nu‘linu
wamaā
yakhfaāā
‘alaā
alllahi
min
syaā'in
fiā
alaarḍi
walaā
fiā
alssamaā'i
Ya
Tuhan
kami,
sesungguhnya
Engkau
mengetahui
apa
yang
kami
sembunyikan
dan
apa
yang
kami
lahirkan
dan
tidak
ada
sesuatu
pun
yang
tersembunyi
bagi
Allah,
baik
yang
ada
di
bumi
maupun
yang
ada
di
langit.
ٱلْحَمْدُ
لِلَّهِ
ٱلَّذِى
وَهَبَ
لِى
عَلَى
ٱلْكِبَرِ
إِسْمَـٰعِيلَ
وَإِسْحَـٰقَ
ۚ
إِنَّ
رَبِّى
لَسَمِيعُ
ٱلدُّعَآءِ
39
alḥamdu
lillahi
alladziā
wahaba
liā
‘alaā
alkibari
iismaā‘iyla
waiisḥaāqa
iinna
rabbiā
lasamiy‘u
alddu‘aā'i
Segala
puji
bagi
Allah
yang
telah
menganugerahkan
kepadaku
pada
hari
tua(ku)
Ismā`īl
dan
Isḥāq.
Sesungguhnya
Tuhan-ku,
benar-benar
Maha
Mendengar
(memperkenankan)
doa.
رَبِّ
ٱجْعَلْنِى
مُقِيمَ
ٱلصَّلَوٰةِ
وَمِن
ذُرِّيَّتِى
ۚ
رَبَّنَا
وَتَقَبَّلْ
دُعَآءِ
40
rabbi
aj‘alniā
muqiyma
alṣṣalawāhi
wamin
dzurriyyatiā
rabbanaā
wataqabbal
du‘aā'i
Ya
Tuhan-ku,
jadikanlah
aku
dan
anak
cucuku
orang-orang
yang
tetap
mendirikan
salat,
ya
Tuhan
kami,
perkenankanlah
doaku.
رَبَّنَا
ٱغْفِرْ
لِى
وَلِوَٰلِدَىَّ
وَلِلْمُؤْمِنِينَ
يَوْمَ
يَقُومُ
ٱلْحِسَابُ
41
rabbanaā
aghfir
liā
waliwaālidaāāa
walilmuu'miniyna
yawma
yaquwmu
alḥisaābu
Ya
Tuhan
kami,
beri
ampunlah
aku
dan
kedua
ibu
bapakku
dan
sekalian
orang-orang
mukmin
pada
hari
terjadinya
hisab
(hari
kiamat)".
وَلَا
تَحْسَبَنَّ
ٱللَّهَ
غَـٰفِلًا
عَمَّا
يَعْمَلُ
ٱلظَّـٰلِمُونَ
ۚ
إِنَّمَا
يُؤَخِّرُهُمْ
لِيَوْمٍ
تَشْخَصُ
فِيهِ
ٱلْأَبْصَـٰرُ
42
walaā
taḥsabanna
alllaha
ghaāfilanā
‘ammaā
ya‘malu
alẓẓaālimuwna
iinnamaā
yuu'akhkhiruhum
liyawmin
tasykhaṣu
fiyhi
alaabṣaāru
Dan
janganlah
sekali-kali
kamu
(Muhammad)
mengira
bahwa
Allah
lalai
dari
apa
yang
diperbuat
oleh
orang-orang
yang
zalim.
Sesungguhnya
Allah
memberi
tangguh
kepada
mereka
sampai
hari
yang
pada
waktu
itu
mata
(mereka)
terbelalak,
مُهْطِعِينَ
مُقْنِعِى
رُءُوسِهِمْ
لَا
يَرْتَدُّ
إِلَيْهِمْ
طَرْفُهُمْ
ۖ
وَأَفْـِٔدَتُهُمْ
هَوَآءٌ
43
muhṭi‘iyna
muqni‘iā
ru'uwsihim
laā
yartaddu
iilayhim
ṭarfuhum
waaafidatuhum
hawaā'un
mereka
datang
bergegas-gegas
memenuhi
panggilan
dengan
mangangkat
kepalanya,
sedang
mata
mereka
tidak
berkedip-kedip
dan
hati
mereka
kosong.
وَأَنذِرِ
ٱلنَّاسَ
يَوْمَ
يَأْتِيهِمُ
ٱلْعَذَابُ
فَيَقُولُ
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟
رَبَّنَآ
أَخِّرْنَآ
إِلَىٰٓ
أَجَلٍ
قَرِيبٍ
نُّجِبْ
دَعْوَتَكَ
وَنَتَّبِعِ
ٱلرُّسُلَ
ۗ
أَوَلَمْ
تَكُونُوٓا۟
أَقْسَمْتُم
مِّن
قَبْلُ
مَا
لَكُم
مِّن
زَوَالٍ
44
waaandziri
alnnaāsa
yawma
yaatiyhimu
al‘adzaābu
fayaquwlu
alladziyna
ẓalamuwā
rabbanaā
aakhkhirnaā
iilaāā
aajalin
qariybin
nnujib
da‘wataka
wanattabi‘i
alrrusula
aawalam
takuwnuwā
aaqsamtum
mmin
qablu
maā
lakum
mmin
zawaālin
Dan
berikanlah
peringatan
kepada
manusia
terhadap
hari
(yang
pada
waktu
itu)
datang
azab
kepada
mereka,
maka
berkatalah
orang-orang
yang
zalim,
"Ya
Tuhan
kami,
beri
tangguhlah
kami
(kembalikanlah
kami
ke
dunia),
walaupun
dalam
waktu
yang
sedikit,
niscaya
kami
akan
mematuhi
seruan
Engkau
dan
akan
mengikuti
rasul-rasul".
(Kepada
mereka
dikatakan),
"Bukankah
kamu
telah
bersumpah
dahulu
(di
dunia)
bahwa
sekali-kali
kamu
tidak
akan
binasa?
وَسَكَنتُمْ
فِى
مَسَـٰكِنِ
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
وَتَبَيَّنَ
لَكُمْ
كَيْفَ
فَعَلْنَا
بِهِمْ
وَضَرَبْنَا
لَكُمُ
ٱلْأَمْثَالَ
45
wasakantum
fiā
masaākini
alladziyna
ẓalamuwā
aanfusahum
watabayyana
lakum
kayfa
fa‘alnaā
bihim
waḍarabnaā
lakumu
alaamtsaāla
dan
kamu
telah
berdiam
di
tempat-tempat
kediaman
orang-orang
yang
menganiaya
diri
mereka
sendiri
dan
telah
nyata
bagimu
bagaimana
Kami
telah
berbuat
terhadap
mereka
dan
telah
Kami
berikan
kepadamu
beberapa
perumpamaan".
وَقَدْ
مَكَرُوا۟
مَكْرَهُمْ
وَعِندَ
ٱللَّهِ
مَكْرُهُمْ
وَإِن
كَانَ
مَكْرُهُمْ
لِتَزُولَ
مِنْهُ
ٱلْجِبَالُ
46
waqad
makaruwā
makrahum
wa‘inda
alllahi
makruhum
waiin
kaāna
makruhum
litazuwla
minhu
aljibaālu
Dan
sesungguhnya
mereka
telah
membuat
makar
yang
besar
[791]
padahal
di
sisi
Allah-lah
(balasan)
makar
mereka
itu.
Dan
sesungguhnya
makar
mereka
itu
(amat
besar)
sehingga
gunung-gunung
dapat
lenyap
karenanya.
فَلَا
تَحْسَبَنَّ
ٱللَّهَ
مُخْلِفَ
وَعْدِهِۦ
رُسُلَهُۥٓ
ۗ
إِنَّ
ٱللَّهَ
عَزِيزٌ
ذُو
ٱنتِقَامٍ
47
falaā
taḥsabanna
alllaha
mukhlifa
wa‘dihiī
rusulahuū
iinna
alllaha
‘aziyzun
dzuw
antiqaāmin
Karena
itu
janganlah
sekali-kali
kamu
mengira
Allah
akan
menyalahi
janji-Nya
kepada
rasul-raaul-Nya;
sesungguhnya
Allah
Maha
Perkasa
lagi
mempunyai
pembalasan.
يَوْمَ
تُبَدَّلُ
ٱلْأَرْضُ
غَيْرَ
ٱلْأَرْضِ
وَٱلسَّمَـٰوَٰتُ
ۖ
وَبَرَزُوا۟
لِلَّهِ
ٱلْوَٰحِدِ
ٱلْقَهَّارِ
48
yawma
tubaddalu
alaarḍu
ghayra
alaarḍi
waalssamaāwaātu
wabarazuwā
lillahi
alwaāḥidi
alqahhaāri
(Yaitu)
pada
hari
(ketika)
bumi
diganti
dengan
bumi
yang
lain,
dan
(demikian
pula)
langit,
dan
mereka
semuanya
(di
Padang
Mahsyar)
berkumpul
menghadap
ke
hadirat
Allah
yang
Maha
Esa
lagi
Maha
Perkasa.
وَتَرَى
ٱلْمُجْرِمِينَ
يَوْمَئِذٍ
مُّقَرَّنِينَ
فِى
ٱلْأَصْفَادِ
49
wataraā
almujrimiyna
yawmai'idzin
mmuqarraniyna
fiā
alaaṣfaādi
Dan
kamu
akan
melihat
orang-orang
yang
berdosa
pada
hari
itu
diikat
bersama-sama
dengan
belenggu.
سَرَابِيلُهُم
مِّن
قَطِرَانٍ
وَتَغْشَىٰ
وُجُوهَهُمُ
ٱلنَّارُ
50
saraābiyluhum
mmin
qaṭiraānin
wataghsyaāā
wujuwhahumu
alnnaāru
Pakaian
mereka
adalah
dari
pelangkin
(ter)
dan
muka
mereka
ditutup
oleh
api
neraka,
لِيَجْزِىَ
ٱللَّهُ
كُلَّ
نَفْسٍ
مَّا
كَسَبَتْ
ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
سَرِيعُ
ٱلْحِسَابِ
51
liyajziāa
alllahu
kulla
nafsin
mmaā
kasabat
iinna
alllaha
sariy‘u
alḥisaābi
agar
Allah
memberi
pembalasan
kepada
tiap-tiap
orang
terhadap
apa
yang
ia
usahakan.
Sesungguhnya
Allah
Maha
cepat
hisab-Nya.
هَـٰذَا
بَلَـٰغٌ
لِّلنَّاسِ
وَلِيُنذَرُوا۟
بِهِۦ
وَلِيَعْلَمُوٓا۟
أَنَّمَا
هُوَ
إِلَـٰهٌ
وَٰحِدٌ
وَلِيَذَّكَّرَ
أُو۟لُوا۟
ٱلْأَلْبَـٰبِ
52
haādzaā
balaāghun
llilnnaāsi
waliyundzaruwā
bihiī
waliya‘lamuwā
aannamaā
huwa
iilaāhun
waāḥidun
waliyadzdzakkara
auwluwā
alaalbaābi
(Al-Qur`ān)
ini
adalah
penjelasan
yang
sempurna
bagi
manusia
dan
supaya
mereka
diberi
peringatan
dengan-Nya
dan
supaya
mereka
mengetahui
bahwasanya
Dia
adalah
Tuhan
Yang
Maha
Esa
dan
agar
orang-orang
yang
berakal
mengambil
pelajaran.