الٓر
ۚ
كِتَـٰبٌ
أُحْكِمَتْ
ءَايَـٰتُهُۥ
ثُمَّ
فُصِّلَتْ
مِن
لَّدُنْ
حَكِيمٍ
خَبِيرٍ
1
Alif
Lām
Rā
Alif
Lām
Rā,
(inilah)
suatu
kitab
yang
ayat-ayatnya
disusun
dengan
rapi
serta
dijelaskan
secara
terperinci
[707]
yang
diturunkan
dari
sisi
(Allah)
Yang
Maha
Bijaksana
lagi
Maha
Tahu,
أَلَّا
تَعْبُدُوٓا۟
إِلَّا
ٱللَّهَ
ۚ
إِنَّنِى
لَكُم
مِّنْهُ
نَذِيرٌ
وَبَشِيرٌ
2
aallaā
ta‘buduwā
iillaā
alllaha
iinnaniā
lakum
mminhu
nadziyrun
wabasyiyrun
agar
kamu
tidak
menyembah
selain
Allah.
Sesungguhnya
aku
(Muhammad)
adalah
pemberi
peringatan
dan
pembawa
kabar
gembira
kepadamu
dari-Nya,
وَأَنِ
ٱسْتَغْفِرُوا۟
رَبَّكُمْ
ثُمَّ
تُوبُوٓا۟
إِلَيْهِ
يُمَتِّعْكُم
مَّتَـٰعًا
حَسَنًا
إِلَىٰٓ
أَجَلٍ
مُّسَمًّى
وَيُؤْتِ
كُلَّ
ذِى
فَضْلٍ
فَضْلَهُۥ
ۖ
وَإِن
تَوَلَّوْا۟
فَإِنِّىٓ
أَخَافُ
عَلَيْكُمْ
عَذَابَ
يَوْمٍ
كَبِيرٍ
3
waaani
astaghfiruwā
rabbakum
tsumma
tuwbuwā
iilayhi
yumatti‘kum
mmataā‘anā
ḥasananā
iilaāā
aajalin
mmusammanā
wayuu'ti
kulla
dziā
faḍlin
faḍlahuū
waiin
tawallawā
faiinniā
aakhaāfu
‘alaykum
‘adzaāba
yawmin
kabiyrin
dan
hendaklah
kamu
meminta
ampun
kepada
Tuhan-mu
dan
bertobat
kepada-Nya.
(Jika
kamu
mengerjakan
yang
demikian),
niscaya
Dia
akan
memberi
kenikmatan
yang
baik
(terus-menerus)
kepadamu
sampai
kepada
waktu
yang
telah
ditentukan
dan
Dia
akan
memberi
kepada
tiap-tiap
orang
yang
mempunyai
keutamaan
(balasan)
keutamaannya.
Jika
kamu
berpaling,
maka
sesungguhnya
aku
takut
kamu
akan
ditimpa
siksa
hari
kiamat.
إِلَى
ٱللَّهِ
مَرْجِعُكُمْ
ۖ
وَهُوَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
قَدِيرٌ
4
iilaā
alllahi
marji‘ukum
wahuwa
‘alaāā
kulli
syaā'in
qadiyrun
Kepada
Allah-lah
kembalimu
dan
Dia
Maha
Kuasa
atas
segala
sesuatu.
أَلَآ
إِنَّهُمْ
يَثْنُونَ
صُدُورَهُمْ
لِيَسْتَخْفُوا۟
مِنْهُ
ۚ
أَلَا
حِينَ
يَسْتَغْشُونَ
ثِيَابَهُمْ
يَعْلَمُ
مَا
يُسِرُّونَ
وَمَا
يُعْلِنُونَ
ۚ
إِنَّهُۥ
عَلِيمٌۢ
بِذَاتِ
ٱلصُّدُورِ
5
aalaā
iinnahum
yatsnuwna
ṣuduwrahum
liyastakhfuwā
minhu
aalaā
ḥiyna
yastaghsyuwna
tsiyaābahum
ya‘lamu
maā
yusirruwna
wamaā
yu‘linuwna
iinnahuū
‘aliymun
bidzaāti
alṣṣuduwri
Ingatlah,
sesungguhnya
(orang
munafik
itu)
memalingkan
dada
mereka
untuk
menyembunyikan
diri
darinya
(Muhammad)
[708].
Ingatlah,
pada
waktu
mereka
menyelimuti
dirinya
dengan
kain,
Allah
mengetahui
apa
yang
mereka
sembunyikan
dan
apa
yang
mereka
lahirkan;
sesungguhnya
Allah
Maha
Mengetahui
segala
isi
hati.
۞
وَمَا
مِن
دَآبَّةٍ
فِى
ٱلْأَرْضِ
إِلَّا
عَلَى
ٱللَّهِ
رِزْقُهَا
وَيَعْلَمُ
مُسْتَقَرَّهَا
وَمُسْتَوْدَعَهَا
ۚ
كُلٌّ
فِى
كِتَـٰبٍ
مُّبِينٍ
6
wamaā
min
daābbahin
fiā
alaarḍi
iillaā
‘alaā
alllahi
rizquhaā
waya‘lamu
mustaqarrahaā
wamustawda‘ahaā
kullun
fiā
kitaābin
mmubiynin
Dan
tidak
ada
suatu
binatang
melata
[709]
pun
di
bumi
melainkan
Allah-lah
yang
memberi
rezekinya
dan
Dia
mengetahui
tempat
berdiam
binatang
itu
dan
tempat
penyimpanannya
[710].
Semuanya
tertulis
dalam
Kitab
yang
nyata
(Lawḥ
Maḥfūẓ).
وَهُوَ
ٱلَّذِى
خَلَقَ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
فِى
سِتَّةِ
أَيَّامٍ
وَكَانَ
عَرْشُهُۥ
عَلَى
ٱلْمَآءِ
لِيَبْلُوَكُمْ
أَيُّكُمْ
أَحْسَنُ
عَمَلًا
ۗ
وَلَئِن
قُلْتَ
إِنَّكُم
مَّبْعُوثُونَ
مِنۢ
بَعْدِ
ٱلْمَوْتِ
لَيَقُولَنَّ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوٓا۟
إِنْ
هَـٰذَآ
إِلَّا
سِحْرٌ
مُّبِينٌ
7
wahuwa
alladziā
khalaqa
alssamaāwaāti
waalaarḍa
fiā
sittahi
aayyaāmin
wakaāna
‘arsyuhuū
‘alaā
almaā'i
liyabluwakum
aayyukum
aaḥsanu
‘amalanā
walai'in
qulta
iinnakum
mmab‘uwtsuwna
min
ba‘di
almawti
layaquwlanna
alladziyna
kafaruwā
iin
haādzaā
iillaā
siḥrun
mmubiynun
Dan
Dia-lah
yang
menciptakan
langit
dan
bumi
dalam
enam
hari
dan
adalah
arasy-Nya
di
atas
air
agar
Dia
menguji
siapakah
di
antara
kamu
yang
lebih
baik
amalnya
[711]
dan
jika
kamu
berkata
(kepada
penduduk
Mekah),
"Sesungguhnya
kamu
akan
dibangkitkan
sesudah
mati",
niscaya
orang-orang
yang
kafir
itu
akan
berkata,
"Ini
[712]
tidak
lain
hanyalah
sihir
yang
nyata".
وَلَئِنْ
أَخَّرْنَا
عَنْهُمُ
ٱلْعَذَابَ
إِلَىٰٓ
أُمَّةٍ
مَّعْدُودَةٍ
لَّيَقُولُنَّ
مَا
يَحْبِسُهُۥٓ
ۗ
أَلَا
يَوْمَ
يَأْتِيهِمْ
لَيْسَ
مَصْرُوفًا
عَنْهُمْ
وَحَاقَ
بِهِم
مَّا
كَانُوا۟
بِهِۦ
يَسْتَهْزِءُونَ
8
walai'in
aakhkharnaā
‘anhumu
al‘adzaāba
iilaāā
aummahin
mma‘duwdahin
llayaquwlunna
maā
yaḥbisuhuū
aalaā
yawma
yaatiyhim
laysa
maṣruwfanā
‘anhum
waḥaāqa
bihim
mmaā
kaānuwā
bihiī
yastahzi'uwna
Dan
sesungguhnya
jika
Kami
undurkan
azab
dari
mereka
sampai
kepada
suatu
waktu
yang
ditentukan,
niscaya
mereka
akan
berkata,
"Apakah
yang
menghalanginya?"
lngatlah,
pada
waktu
azab
itu
datang
kepada
mereka
tidaklah
dapat
dipalingkan
dari
mereka
dan
mereka
diliputi
oleh
azab
yang
dahulunya
mereka
selalu
memperolok-olokkannya.
وَلَئِنْ
أَذَقْنَا
ٱلْإِنسَـٰنَ
مِنَّا
رَحْمَةً
ثُمَّ
نَزَعْنَـٰهَا
مِنْهُ
إِنَّهُۥ
لَيَـُٔوسٌ
كَفُورٌ
9
walai'in
aadzaqnaā
aliinsaāna
minnaā
raḥmahan
tsumma
naza‘naāhaā
minhu
iinnahuū
layauwsun
kafuwrun
Dan
jika
Kami
rasakan
kepada
manusia
suatu
rahmat
(nikmat)
dari
Kami,
kemudian
rahmat
itu
Kami
cabut
darinya,
pastilah
dia
menjadi
putus
asa
lagi
tidak
berterima
kasih.
وَلَئِنْ
أَذَقْنَـٰهُ
نَعْمَآءَ
بَعْدَ
ضَرَّآءَ
مَسَّتْهُ
لَيَقُولَنَّ
ذَهَبَ
ٱلسَّيِّـَٔاتُ
عَنِّىٓ
ۚ
إِنَّهُۥ
لَفَرِحٌ
فَخُورٌ
10
walai'in
aadzaqnaāhu
na‘maā'a
ba‘da
ḍarraā'a
massathu
layaquwlanna
dzahaba
alssayyiaātu
‘anniā
iinnahuū
lafariḥun
fakhuwrun
Dan
jika
Kami
rasakan
kepadanya
kebahagiaan
sesudah
bencana
yang
menimpanya,
niscaya
dia
akan
berkata,
"Telah
hilang
bencana-bencana
itu
daripadaku";
sesungguhnya
dia
sangat
gembira
lagi
bangga,
إِلَّا
ٱلَّذِينَ
صَبَرُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
لَهُم
مَّغْفِرَةٌ
وَأَجْرٌ
كَبِيرٌ
11
iillaā
alladziyna
ṣabaruwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
auwlaāi'ika
lahum
mmaghfirahun
waaajrun
kabiyrun
kecuali
orang-orang
yang
sabar
(terhadap
bencana),
dan
mengerjakan
amal-amal
saleh;
mereka
itu
beroleh
ampunan
dan
pahala
yang
besar.
فَلَعَلَّكَ
تَارِكٌۢ
بَعْضَ
مَا
يُوحَىٰٓ
إِلَيْكَ
وَضَآئِقٌۢ
بِهِۦ
صَدْرُكَ
أَن
يَقُولُوا۟
لَوْلَآ
أُنزِلَ
عَلَيْهِ
كَنزٌ
أَوْ
جَآءَ
مَعَهُۥ
مَلَكٌ
ۚ
إِنَّمَآ
أَنتَ
نَذِيرٌ
ۚ
وَٱللَّهُ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
وَكِيلٌ
12
fala‘allaka
taārikun
ba‘ḍa
maā
yuwḥaāā
iilayka
waḍaāi'iqun
bihiī
ṣadruka
aan
yaquwluwā
lawlaā
aunzila
‘alayhi
kanzun
aaw
jaā'a
ma‘ahuū
malakun
iinnamaā
aanta
nadziyrun
waalllahu
‘alaāā
kulli
syaā'in
wakiylun
Maka
boleh
jadi
kamu
hendak
meninggalkan
sebagian
dari
apa
yang
diwahyukan
kepadamu
dan
sempit
karenanya
dadamu
karena
khawatir
bahwa
mereka
akan
mengatakan,
"Mengapa
tidak
diturunkan
kepadanya
perbendaharaan
(kekayaan)
atau
datang
bersama-sama
dengan
dia
seorang
malaikat?"
Sesungguhnya
kamu
hanyalah
seorang
pemberi
peringatan
dan
Allah
Pemelihara
segala
sesuatu.
أَمْ
يَقُولُونَ
ٱفْتَرَىٰهُ
ۖ
قُلْ
فَأْتُوا۟
بِعَشْرِ
سُوَرٍ
مِّثْلِهِۦ
مُفْتَرَيَـٰتٍ
وَٱدْعُوا۟
مَنِ
ٱسْتَطَعْتُم
مِّن
دُونِ
ٱللَّهِ
إِن
كُنتُمْ
صَـٰدِقِينَ
13
aam
yaquwluwna
aftaraāāhu
qul
faatuwā
bi‘asyri
suwarin
mmitslihiī
muftarayaātin
waad‘uwā
mani
astaṭa‘tum
mmin
duwni
alllahi
iin
kuntum
ṣaādiqiyna
Bahkan,
mereka
mengatakan,
"
Muhammad
telah
membuat-buat
Al-Qur`ān
itu"
;
Katakanlah,
"(Kalau
demikian),
maka
datangkanlah
sepuluh
surah-surah
yang
dibuat-buat
yang
menyamainya,
dan
panggillah
orang-orang
yang
kamu
sanggup
(memanggilnya)
selain
Allah
jika
kamu
memang
orang-orang
yang
benar".
فَإِلَّمْ
يَسْتَجِيبُوا۟
لَكُمْ
فَٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّمَآ
أُنزِلَ
بِعِلْمِ
ٱللَّهِ
وَأَن
لَّآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ۖ
فَهَلْ
أَنتُم
مُّسْلِمُونَ
14
faiillam
yastajiybuwā
lakum
faa‘lamuwā
aannamaā
aunzila
bi‘ilmi
alllahi
waaan
llaā
iilaāha
iillaā
huwa
fahal
aantum
mmuslimuwna
Jika
mereka
yang
kamu
seru
itu
tidak
menerima
seruanmu
(ajakanmu)
itu
maka
(katakanlah
olehmu),
"Ketahuilah,
sesungguhnya
Al-Qur`ān
itu
diturunkan
dengan
ilmu
[713]
Allah
dan
bahwasanya
tidak
ada
Tuhan
selain
Dia,
maka
maukah
kamu
berserah
diri
(kepada
Allah)?
مَن
كَانَ
يُرِيدُ
ٱلْحَيَوٰةَ
ٱلدُّنْيَا
وَزِينَتَهَا
نُوَفِّ
إِلَيْهِمْ
أَعْمَـٰلَهُمْ
فِيهَا
وَهُمْ
فِيهَا
لَا
يُبْخَسُونَ
15
man
kaāna
yuriydu
alḥayawāha
alddunyaā
waziynatahaā
nuwaffi
iilayhim
aa‘maālahum
fiyhaā
wahum
fiyhaā
laā
yubkhasuwna
Barang
siapa
yang
menghendaki
kehidupan
dunia
dan
perhiasannya,
niscaya
Kami
berikan
kepada
mereka
balasan
pekerjaan
mereka
di
dunia
dengan
sempurna
dan
mereka
di
dunia
itu
tidak
akan
dirugikan.
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ٱلَّذِينَ
لَيْسَ
لَهُمْ
فِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
إِلَّا
ٱلنَّارُ
ۖ
وَحَبِطَ
مَا
صَنَعُوا۟
فِيهَا
وَبَـٰطِلٌ
مَّا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
16
auwlaāi'ika
alladziyna
laysa
lahum
fiā
alaākhirahi
iillaā
alnnaāru
waḥabiṭa
maā
ṣana‘uwā
fiyhaā
wabaāṭilun
mmaā
kaānuwā
ya‘maluwna
Itulah
orang-orang
yang
tidak
memperoleh
di
akhirat,
kecuali
neraka
dan
lenyaplah
di
akhirat
itu
apa
yang
telah
mereka
usahakan
di
dunia
dan
sia-sialah
apa
yang
telah
mereka
kerjakan
[714].
أَفَمَن
كَانَ
عَلَىٰ
بَيِّنَةٍ
مِّن
رَّبِّهِۦ
وَيَتْلُوهُ
شَاهِدٌ
مِّنْهُ
وَمِن
قَبْلِهِۦ
كِتَـٰبُ
مُوسَىٰٓ
إِمَامًا
وَرَحْمَةً
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
يُؤْمِنُونَ
بِهِۦ
ۚ
وَمَن
يَكْفُرْ
بِهِۦ
مِنَ
ٱلْأَحْزَابِ
فَٱلنَّارُ
مَوْعِدُهُۥ
ۚ
فَلَا
تَكُ
فِى
مِرْيَةٍ
مِّنْهُ
ۚ
إِنَّهُ
ٱلْحَقُّ
مِن
رَّبِّكَ
وَلَـٰكِنَّ
أَكْثَرَ
ٱلنَّاسِ
لَا
يُؤْمِنُونَ
17
aafaman
kaāna
‘alaāā
bayyinahin
mmin
rrabbihiī
wayatluwhu
syaāhidun
mminhu
wamin
qablihiī
kitaābu
muwsaāā
iimaāmanā
waraḥmahan
auwlaāi'ika
yuu'minuwna
bihiī
waman
yakfur
bihiī
mina
alaaḥzaābi
faalnnaāru
maw‘iduhuū
falaā
taku
fiā
miryahin
mminhu
iinnahu
alḥaqqu
min
rrabbika
walaākinna
aaktsara
alnnaāsi
laā
yuu'minuwna
Apakah
(orang-orang
kafir
itu
sama
dengan)
orang-orang
yang
ada
mempunyai
bukti
yang
nyata
(Al-Qur`ān)
dari
Tuhan-nya
dan
diikuti
pula
oleh
seorang
saksi
(Muhammad)[715]
dari
Allah
dan
sebelum
Al-Qur`ān
itu
telah
ada
Kitab
Musa
yang
menjadi
pedoman
dan
rahmat?
Mereka
itu
beriman
kepada
Al-Qur`ān.
Dan
barang
siapa
di
antara
mereka
(orang-orang
Quraisy)
dan
sekutu-sekutunya
yang
kafir
kepada
Al-Qur`ān,
maka
nerakalah
tempat
yang
diancamkan
baginya
karena
itu
janganlah
kamu
ragu-ragu
terhadap
Al-Qur`ān
itu.
Sesungguhnya
(Al-Qur`ān)
itu
benar-benar
dari
Tuhan-mu,
tetapi
kebanyakan
manusia
tidak
beriman.
وَمَنْ
أَظْلَمُ
مِمَّنِ
ٱفْتَرَىٰ
عَلَى
ٱللَّهِ
كَذِبًا
ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
يُعْرَضُونَ
عَلَىٰ
رَبِّهِمْ
وَيَقُولُ
ٱلْأَشْهَـٰدُ
هَـٰٓؤُلَآءِ
ٱلَّذِينَ
كَذَبُوا۟
عَلَىٰ
رَبِّهِمْ
ۚ
أَلَا
لَعْنَةُ
ٱللَّهِ
عَلَى
ٱلظَّـٰلِمِينَ
18
waman
aaẓlamu
mimmani
aftaraāā
‘alaā
alllahi
kadzibanā
auwlaāi'ika
yu‘raḍuwna
‘alaāā
rabbihim
wayaquwlu
alaasyhaādu
haāu'ulaā'i
alladziyna
kadzabuwā
‘alaāā
rabbihim
aalaā
la‘nahu
alllahi
‘alaā
alẓẓaālimiyna
Dan
siapakah
yang
lebih
zalim
daripada
orang
yang
membuat-buat
dusta
terhadap
Allah?
Mereka
itu
akan
dihadapkan
kepada
Tuhan
mereka,
dan
para
saksi
[716]
akan
berkata,
"Orang-orang
inilah
yang
telah
berdusta
terhadap
Tuhan
mereka".
Ingatlah,
kutukan
Allah
(ditimpakan)
atas
orang-orang
yang
zalim,
ٱلَّذِينَ
يَصُدُّونَ
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَيَبْغُونَهَا
عِوَجًا
وَهُم
بِٱلْـَٔاخِرَةِ
هُمْ
كَـٰفِرُونَ
19
alladziyna
yaṣudduwna
‘an
sabiyli
alllahi
wayabghuwnahaā
‘iwajanā
wahum
bialaākhirahi
hum
kaāfiruwna
(yaitu)
orang-orang
yang
menghalangi
(manusia)
dari
jalan
Allah
dan
menghendaki
(supaya)
jalan
itu
bengkok.
Dan
mereka
itulah
orang-orang
yang
tidak
percaya
akan
adanya
hari
akhirat.
أُو۟لَـٰٓئِكَ
لَمْ
يَكُونُوا۟
مُعْجِزِينَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَمَا
كَانَ
لَهُم
مِّن
دُونِ
ٱللَّهِ
مِنْ
أَوْلِيَآءَ
ۘ
يُضَـٰعَفُ
لَهُمُ
ٱلْعَذَابُ
ۚ
مَا
كَانُوا۟
يَسْتَطِيعُونَ
ٱلسَّمْعَ
وَمَا
كَانُوا۟
يُبْصِرُونَ
20
auwlaāi'ika
lam
yakuwnuwā
mu‘jiziyna
fiā
alaarḍi
wamaā
kaāna
lahum
mmin
duwni
alllahi
min
aawliyaā'a
yuḍaā‘afu
lahumu
al‘adzaābu
maā
kaānuwā
yastaṭiy‘uwna
alssam‘a
wamaā
kaānuwā
yubṣiruwna
Orang-orang
itu
tidak
mampu
menghalang-halangi
Allah
untuk
(mengazab
mereka)
di
bumi
ini
dan
sekali-kali
tidak
adalah
bagi
mereka
penolong
selain
Allah.
Siksaan
itu
dilipatgandakan
kepada
mereka.
Mereka
selalu
tidak
dapat
mendengar
(kebenaran)
dan
mereka
selalu
tidak
dapat
melihat(nya).
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ٱلَّذِينَ
خَسِرُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
وَضَلَّ
عَنْهُم
مَّا
كَانُوا۟
يَفْتَرُونَ
21
auwlaāi'ika
alladziyna
khasiruwā
aanfusahum
waḍalla
‘anhum
mmaā
kaānuwā
yaftaruwna
Mereka
itulah
orang-orang
yang
merugikan
dirinya
sendiri
dan
lenyaplah
dari
mereka
apa
yang
selalu
mereka
ada-adakan.
لَا
جَرَمَ
أَنَّهُمْ
فِى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
هُمُ
ٱلْأَخْسَرُونَ
22
laā
jarama
aannahum
fiā
alaākhirahi
humu
alaakhsaruwna
Pasti
mereka
itu
di
akhirat
menjadi
orang-orang
yang
paling
merugi.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
وَعَمِلُوا۟
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
وَأَخْبَتُوٓا۟
إِلَىٰ
رَبِّهِمْ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
أَصْحَـٰبُ
ٱلْجَنَّةِ
ۖ
هُمْ
فِيهَا
خَـٰلِدُونَ
23
iinna
alladziyna
'aāmanuwā
wa‘amiluwā
alṣṣaāliḥaāti
waaakhbatuwā
iilaāā
rabbihim
auwlaāi'ika
aaṣḥaābu
aljannahi
hum
fiyhaā
khaāliduwna
Sesungguhnya
orang-orang
yang
beriman
dan
mengerjakan
amal-amal
saleh
dan
merendahkan
diri
kepada
Tuhan
mereka,
mereka
itu
adalah
penghuni-penghuni
surga
mereka
kekal
di
dalamnya.
۞
مَثَلُ
ٱلْفَرِيقَيْنِ
كَٱلْأَعْمَىٰ
وَٱلْأَصَمِّ
وَٱلْبَصِيرِ
وَٱلسَّمِيعِ
ۚ
هَلْ
يَسْتَوِيَانِ
مَثَلًا
ۚ
أَفَلَا
تَذَكَّرُونَ
24
matsalu
alfariyqayni
kaalaa‘maāā
waalaaṣammi
waalbaṣiyri
waalssamiy‘i
hal
yastawiyaāni
matsalanā
aafalaā
tadzakkaruwna
Perbandingan
kedua
golongan
itu
(orang-orang
kafir
dan
orang-orang
mukmin),
seperti
orang
buta
dan
tuli
dengan
orang
yang
dapat
melihat
dan
dapat
mendengar.
Adakah
kedua
golongan
itu
sama
keadaan
dan
sifatnya?
Maka
tidakkah
kamu
mengambil
pelajaran
(daripada
perbandingan
itu)?
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
نُوحًا
إِلَىٰ
قَوْمِهِۦٓ
إِنِّى
لَكُمْ
نَذِيرٌ
مُّبِينٌ
25
walaqad
aarsalnaā
nuwḥanā
iilaāā
qawmihiī
iinniā
lakum
nadziyrun
mmubiynun
Dan
sesungguhnya
Kami
telah
mengutus
Nūḥ
kepada
kaumnya,
(dia
berkata),
"Sesungguhnya
aku
adalah
pemberi
peringatan
yang
nyata
bagi
kamu,
أَن
لَّا
تَعْبُدُوٓا۟
إِلَّا
ٱللَّهَ
ۖ
إِنِّىٓ
أَخَافُ
عَلَيْكُمْ
عَذَابَ
يَوْمٍ
أَلِيمٍ
26
aan
llaā
ta‘buduwā
iillaā
alllaha
iinniā
aakhaāfu
‘alaykum
‘adzaāba
yawmin
aaliymin
agar
kamu
tidak
menyembah
selain
Allah.
Sesungguhnya
aku
khawatir
kamu
akan
ditimpa
azab
(pada)
hari
yang
sangat
menyedihkan".
فَقَالَ
ٱلْمَلَأُ
ٱلَّذِينَ
كَفَرُوا۟
مِن
قَوْمِهِۦ
مَا
نَرَىٰكَ
إِلَّا
بَشَرًا
مِّثْلَنَا
وَمَا
نَرَىٰكَ
ٱتَّبَعَكَ
إِلَّا
ٱلَّذِينَ
هُمْ
أَرَاذِلُنَا
بَادِىَ
ٱلرَّأْىِ
وَمَا
نَرَىٰ
لَكُمْ
عَلَيْنَا
مِن
فَضْلٍۭ
بَلْ
نَظُنُّكُمْ
كَـٰذِبِينَ
27
faqaāla
almalaau
alladziyna
kafaruwā
min
qawmihiī
maā
naraāāka
iillaā
basyaranā
mmitslanaā
wamaā
naraāāka
attaba‘aka
iillaā
alladziyna
hum
aaraādzilunaā
baādiāa
alrraaāi
wamaā
naraāā
lakum
‘alaynaā
min
faḍlin
bal
naẓunnukum
kaādzibiyna
Maka
berkatalah
pemimpin-pemimpin
yang
kafir
dari
kaumnya,
"Kami
tidak
melihat
kamu,
melainkan
(sebagai)
seorang
manusia
(biasa)
seperti
kami
dan
kami
tidak
melihat
orang-orang
yang
mengikuti
kamu,
melainkan
orang-orang
yang
hina
dina
di
antara
kami
yang
lekas
percaya
saja
dan
kami
tidak
melihat
kamu
memiliki
sesuatu
kelebihan
apa
pun
atas
kami,
bahkan
kami
yakin
bahwa
kamu
adalah
orang-orang
yang
dusta".
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
أَرَءَيْتُمْ
إِن
كُنتُ
عَلَىٰ
بَيِّنَةٍ
مِّن
رَّبِّى
وَءَاتَىٰنِى
رَحْمَةً
مِّنْ
عِندِهِۦ
فَعُمِّيَتْ
عَلَيْكُمْ
أَنُلْزِمُكُمُوهَا
وَأَنتُمْ
لَهَا
كَـٰرِهُونَ
28
qaāla
yaāqawmi
aara'aytum
iin
kuntu
‘alaāā
bayyinahin
mmin
rrabbiā
wa'aātaāāniā
raḥmahan
mmin
‘indihiī
fa‘ummiyat
‘alaykum
aanulzimukumuwhaā
waaantum
lahaā
kaārihuwna
Berkata
Nūḥ,
"Hai
kaumku,
bagaimana
pikiranmu,
jika
aku
ada
mempunyai
bukti
yang
nyata
dari
Tuhan-ku
dan
diberinya
aku
rahmat
dari
sisi-Nya,
tetapi
rahmat
itu
disamarkan
bagimu.
Apa
akan
kami
paksakankah
kamu
menerimanya,
padahal
kamu
tiada
menyukainya?"
وَيَـٰقَوْمِ
لَآ
أَسْـَٔلُكُمْ
عَلَيْهِ
مَالًا
ۖ
إِنْ
أَجْرِىَ
إِلَّا
عَلَى
ٱللَّهِ
ۚ
وَمَآ
أَنَا۠
بِطَارِدِ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
ۚ
إِنَّهُم
مُّلَـٰقُوا۟
رَبِّهِمْ
وَلَـٰكِنِّىٓ
أَرَىٰكُمْ
قَوْمًا
تَجْهَلُونَ
29
wayaāqawmi
laā
aasalukum
‘alayhi
maālanā
iin
aajriāa
iillaā
‘alaā
alllahi
wamaā
aanaā
biṭaāridi
alladziyna
'aāmanuwā
iinnahum
mmulaāquwā
rabbihim
walaākinniā
aaraāākum
qawmanā
tajhaluwna
Dan
(dia
berkata),
"Hai
kaumku,
aku
tiada
meminta
harta
benda
kepada
kamu
(sebagai
upah)
bagi
seruanku.
Upahku
hanyalah
dari
Allah
dan
aku
sekali-kali
tidak
akan
mengusir
orang-orang
yang
telah
beriman.
Sesungguhnya
mereka
akan
bertemu
dengan
Tuhan-nya,
akan
tetapi
aku
memandangmu
suatu
kaum
yang
tidak
mengetahui".
وَيَـٰقَوْمِ
مَن
يَنصُرُنِى
مِنَ
ٱللَّهِ
إِن
طَرَدتُّهُمْ
ۚ
أَفَلَا
تَذَكَّرُونَ
30
wayaāqawmi
man
yanṣuruniā
mina
alllahi
iin
ṭaradttuhum
aafalaā
tadzakkaruwna
Dan
(dia
berkata),
"Hai
kaumku,
siapakah
yang
akan
menolongku
dari
(azab)
Allah
jika
aku
mengusir
mereka.
Maka
tidakkah
kamu
mengambil
pelajaran
[717]?"
وَلَآ
أَقُولُ
لَكُمْ
عِندِى
خَزَآئِنُ
ٱللَّهِ
وَلَآ
أَعْلَمُ
ٱلْغَيْبَ
وَلَآ
أَقُولُ
إِنِّى
مَلَكٌ
وَلَآ
أَقُولُ
لِلَّذِينَ
تَزْدَرِىٓ
أَعْيُنُكُمْ
لَن
يُؤْتِيَهُمُ
ٱللَّهُ
خَيْرًا
ۖ
ٱللَّهُ
أَعْلَمُ
بِمَا
فِىٓ
أَنفُسِهِمْ
ۖ
إِنِّىٓ
إِذًا
لَّمِنَ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
31
walaā
aaquwlu
lakum
‘indiā
khazaāi'inu
alllahi
walaā
aa‘lamu
alghayba
walaā
aaquwlu
iinniā
malakun
walaā
aaquwlu
lilladziyna
tazdariā
aa‘yunukum
lan
yuu'tiyahumu
alllahu
khayranā
alllahu
aa‘lamu
bimaā
fiā
aanfusihim
iinniā
iidzanā
llamina
alẓẓaālimiyna
Dan
aku
tidak
mengatakan
kepada
kamu
(bahwa),
"Aku
mempunyai
gudang-gudang
rezeki
dan
kekayaan
dari
Allah
dan
aku
tiada
mengetahui
yang
gaib"
dan
tidak
(pula)
aku
mengatakan,
"Bahwa
sesungguhnya
aku
adalah
malaikat"
dan
tidak
juga
aku
mengatakan
kepada
orang-orang
yang
dipandang
hina
oleh
penglihatanmu,
"Sekali-kali
Allah
tidak
akan
mendatangkan
kebaikan
kepada
mereka".
Allah
lebih
mengetahui
apa
yang
ada
pada
diri
mereka;
sesungguhnya
aku,
kalau
begitu
benar-benar
termasuk
orang-orang
yang
zalim.
قَالُوا۟
يَـٰنُوحُ
قَدْ
جَـٰدَلْتَنَا
فَأَكْثَرْتَ
جِدَٰلَنَا
فَأْتِنَا
بِمَا
تَعِدُنَآ
إِن
كُنتَ
مِنَ
ٱلصَّـٰدِقِينَ
32
qaāluwā
yaānuwḥu
qad
jaādaltanaā
faaaktsarta
jidaālanaā
faatinaā
bimaā
ta‘idunaā
iin
kunta
mina
alṣṣaādiqiyna
Mereka
berkata,
"Hai
Nūḥ,
sesungguhnya
kamu
telah
berbantah
dengan
kami
dan
kamu
telah
memperpanjang
bantahanmu
terhadap
kami,
maka
datangkanlah
kepada
kami
azab
yang
kamu
ancamkan
kepada
kami
jika
kamu
termasuk
orang-orang
yang
benar".
قَالَ
إِنَّمَا
يَأْتِيكُم
بِهِ
ٱللَّهُ
إِن
شَآءَ
وَمَآ
أَنتُم
بِمُعْجِزِينَ
33
qaāla
iinnamaā
yaatiykum
bihi
alllahu
iin
syaā'a
wamaā
aantum
bimu‘jiziyna
Nūḥ
menjawab,
"Hanyalah
Allah
yang
akan
mendatangkan
azab
itu
kepadamu
jika
Dia
menghendaki
dan
kamu
sekali-kali
tidak
dapat
melepaskan
diri.
وَلَا
يَنفَعُكُمْ
نُصْحِىٓ
إِنْ
أَرَدتُّ
أَنْ
أَنصَحَ
لَكُمْ
إِن
كَانَ
ٱللَّهُ
يُرِيدُ
أَن
يُغْوِيَكُمْ
ۚ
هُوَ
رَبُّكُمْ
وَإِلَيْهِ
تُرْجَعُونَ
34
walaā
yanfa‘ukum
nuṣḥiā
iin
aaradttu
aan
aanṣaḥa
lakum
iin
kaāna
alllahu
yuriydu
aan
yughwiyakum
huwa
rabbukum
waiilayhi
turja‘uwna
Dan
tidaklah
bermanfaat
kepadamu
nasihatku
jika
aku
hendak
memberi
nasihat
kepada
kamu,
sekiranya
Allah
hendak
menyesatkan
kamu,
Dia
adalah
Tuhan-mu
dan
kepada-Nya-lah
kamu
dikembalikan".
أَمْ
يَقُولُونَ
ٱفْتَرَىٰهُ
ۖ
قُلْ
إِنِ
ٱفْتَرَيْتُهُۥ
فَعَلَىَّ
إِجْرَامِى
وَأَنَا۠
بَرِىٓءٌ
مِّمَّا
تُجْرِمُونَ
35
aam
yaquwluwna
aftaraāāhu
qul
iini
aftaraytuhuū
fa‘alaāāa
iijraāmiā
waaanaā
bariā'un
mmimmaā
tujrimuwna
Malahan
kaum
Nūḥ
itu
berkata,
"Dia
cuma
membuat-buat
nasihatnya
saja".
Katakanlah,
"Jika
aku
membuat-buat
nasihat
itu,
maka
hanya
akulah
yang
memikul
dosaku
dan
aku
berlepas
diri
dari
dosa
yang
kamu
perbuat".
وَأُوحِىَ
إِلَىٰ
نُوحٍ
أَنَّهُۥ
لَن
يُؤْمِنَ
مِن
قَوْمِكَ
إِلَّا
مَن
قَدْ
ءَامَنَ
فَلَا
تَبْتَئِسْ
بِمَا
كَانُوا۟
يَفْعَلُونَ
36
waauwḥiāa
iilaāā
nuwḥin
aannahuū
lan
yuu'mina
min
qawmika
iillaā
man
qad
'aāmana
falaā
tabtai'is
bimaā
kaānuwā
yaf‘aluwna
Dan
diwahyukan
kepada
Nūḥ
bahwasanya
sekali-kali
tidak
akan
beriman
di
antara
kaummu,
kecuali
orang
yang
telah
beriman
(saja)
karena
itu
janganlah
kamu
bersedih
hati
tentang
apa
yang
selalu
mereka
kerjakan.
وَٱصْنَعِ
ٱلْفُلْكَ
بِأَعْيُنِنَا
وَوَحْيِنَا
وَلَا
تُخَـٰطِبْنِى
فِى
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوٓا۟
ۚ
إِنَّهُم
مُّغْرَقُونَ
37
waaṣna‘i
alfulka
biaa‘yuninaā
wawaḥyinaā
walaā
tukhaāṭibniā
fiā
alladziyna
ẓalamuwā
iinnahum
mmughraquwna
Dan
buatlah
bahtera
itu
dengan
pengawasan
dan
petunjuk
wahyu
Kami
dan
janganlah
kamu
bicarakan
dengan
Aku
tentang
orang-orang
yang
zalim
itu;
sesungguhnya
mereka
itu
akan
ditenggelamkan.
وَيَصْنَعُ
ٱلْفُلْكَ
وَكُلَّمَا
مَرَّ
عَلَيْهِ
مَلَأٌ
مِّن
قَوْمِهِۦ
سَخِرُوا۟
مِنْهُ
ۚ
قَالَ
إِن
تَسْخَرُوا۟
مِنَّا
فَإِنَّا
نَسْخَرُ
مِنكُمْ
كَمَا
تَسْخَرُونَ
38
wayaṣna‘u
alfulka
wakullamaā
marra
‘alayhi
malaaun
mmin
qawmihiī
sakhiruwā
minhu
qaāla
iin
taskharuwā
minnaā
faiinnaā
naskharu
minkum
kamaā
taskharuwna
Dan
mulailah
Nūḥ
membuat
bahtera.
Dan
setiap
kali
pemimpin
kaumnya
berjalan
melewati
Nūḥ
,
mereka
mengejeknya.
Berkatalah
Nūḥ
,
"Jika
kamu
mengejek
kami,
maka
sesungguhnya
kami
(pun)
mengejekmu
sebagaimana
kamu
sekalian
mengejek
(kami).
فَسَوْفَ
تَعْلَمُونَ
مَن
يَأْتِيهِ
عَذَابٌ
يُخْزِيهِ
وَيَحِلُّ
عَلَيْهِ
عَذَابٌ
مُّقِيمٌ
39
fasawfa
ta‘lamuwna
man
yaatiyhi
‘adzaābun
yukhziyhi
wayaḥillu
‘alayhi
‘adzaābun
mmuqiymun
Kelak
kamu
akan
mengetahui
siapa
yang
akan
ditimpa
oleh
azab
yang
menghinakannya
dan
yang
akan
ditimpa
azab
yang
kekal".
حَتَّىٰٓ
إِذَا
جَآءَ
أَمْرُنَا
وَفَارَ
ٱلتَّنُّورُ
قُلْنَا
ٱحْمِلْ
فِيهَا
مِن
كُلٍّ
زَوْجَيْنِ
ٱثْنَيْنِ
وَأَهْلَكَ
إِلَّا
مَن
سَبَقَ
عَلَيْهِ
ٱلْقَوْلُ
وَمَنْ
ءَامَنَ
ۚ
وَمَآ
ءَامَنَ
مَعَهُۥٓ
إِلَّا
قَلِيلٌ
40
ḥattaāā
iidzaā
jaā'a
aamrunaā
wafaāra
alttannuwru
qulnaā
aḥmil
fiyhaā
min
kullin
zawjayni
atsnayni
waaahlaka
iillaā
man
sabaqa
‘alayhi
alqawlu
waman
'aāmana
wamaā
'aāmana
ma‘ahuū
iillaā
qaliylun
Hingga
apabila
perintah
Kami
datang
dan
dapur
[718]
telah
memancarkan
air,
Kami
berfirman,
"Muatkanlah
ke
dalam
bahtera
itu
dari
masing-masing
binatang
sepasang
(jantan
dan
betina)
dan
keluargamu,
kecuali
orang
yang
telah
terdahulu
ketetapan
terhadapnya
dan
(muatkan
pula)
orang-orang
yang
beriman".
Dan
tidak
beriman
bersama
dengan
Nūḥ
itu
kecuali
sedikit.
۞
وَقَالَ
ٱرْكَبُوا۟
فِيهَا
بِسْمِ
ٱللَّهِ
مَجْر۪ىٰهَا
وَمُرْسَىٰهَآ
ۚ
إِنَّ
رَبِّى
لَغَفُورٌ
رَّحِيمٌ
41
waqaāla
arkabuwā
fiyhaā
bismi
alllahi
majrāāhaā
wamursaāāhaā
iinna
rabbiā
laghafuwrun
rraḥiymun
Dan
Nūḥ
berkata,
"Naiklah
kamu
sekalian
ke
dalamnya
dengan
menyebut
nama
Allah
pada
waktu
berlayar
dan
berlabuhnya".
Sesungguhnya
Tuhan-ku
benar-benar
Maha
Pengampun
lagi
Maha
Penyayang.
وَهِىَ
تَجْرِى
بِهِمْ
فِى
مَوْجٍ
كَٱلْجِبَالِ
وَنَادَىٰ
نُوحٌ
ٱبْنَهُۥ
وَكَانَ
فِى
مَعْزِلٍ
يَـٰبُنَىَّ
ٱرْكَب
مَّعَنَا
وَلَا
تَكُن
مَّعَ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
42
wahiāa
tajriā
bihim
fiā
mawjin
kaaljibaāli
wanaādaāā
nuwḥun
abnahuū
wakaāna
fiā
ma‘zilin
yaābunaāāa
arkab
mma‘anaā
walaā
takun
mma‘a
alkaāfiriyna
Dan
bahtera
itu
berlayar
membawa
mereka
dalam
gelombang
laksana
gunung.
Dan
Nūḥ
memanggil
anaknya
[719],
sedang
anak
itu
berada
di
tempat
yang
jauh
terpencil,
"Hai
anakku,
naiklah
(ke
kapal)
bersama
kami
dan
janganlah
kamu
berada
bersama
orang-orang
yang
kafir".
قَالَ
سَـَٔاوِىٓ
إِلَىٰ
جَبَلٍ
يَعْصِمُنِى
مِنَ
ٱلْمَآءِ
ۚ
قَالَ
لَا
عَاصِمَ
ٱلْيَوْمَ
مِنْ
أَمْرِ
ٱللَّهِ
إِلَّا
مَن
رَّحِمَ
ۚ
وَحَالَ
بَيْنَهُمَا
ٱلْمَوْجُ
فَكَانَ
مِنَ
ٱلْمُغْرَقِينَ
43
qaāla
saaāwiā
iilaāā
jabalin
ya‘ṣimuniā
mina
almaā'i
qaāla
laā
‘aāṣima
alyawma
min
aamri
alllahi
iillaā
man
rraḥima
waḥaāla
baynahumaā
almawju
fakaāna
mina
almughraqiyna
Anaknya
menjawab,
"Aku
akan
mencari
perlindungan
ke
gunung
yang
dapat
memeliharaku
dari
air
bah!"
Nūḥ
berkata,
"Tidak
ada
yang
melindungi
hari
ini
dari
azab
Allah,
selain
Allah
(saja)
Yang
Maha
Penyayang".
Dan
gelombang
menjadi
penghalang
antara
keduanya;
maka
jadilah
anak
itu
termasuk
orang-orang
yang
ditenggelamkan.
وَقِيلَ
يَـٰٓأَرْضُ
ٱبْلَعِى
مَآءَكِ
وَيَـٰسَمَآءُ
أَقْلِعِى
وَغِيضَ
ٱلْمَآءُ
وَقُضِىَ
ٱلْأَمْرُ
وَٱسْتَوَتْ
عَلَى
ٱلْجُودِىِّ
ۖ
وَقِيلَ
بُعْدًا
لِّلْقَوْمِ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
44
waqiyla
yaāaarḍu
abla‘iā
maā'aki
wayaāsamaā'u
aaqli‘iā
waghiyḍa
almaā'u
waquḍiāa
alaamru
waastawat
‘alaā
aljuwdiāāi
waqiyla
bu‘danā
llilqawmi
alẓẓaālimiyna
Dan
difirmankan,
"Hai
bumi
telanlah
airmu
dan
hai
langit
(hujan)
berhentilah"
dan
air
pun
disurutkan,
perintah
pun
diselesaikan
[720]
dan
bahtera
itu
pun
berlabuh
di
atas
bukit
Jūdī
[721]
dan
dikatakan,
"Binasalah
orang-orang
yang
zalim".
وَنَادَىٰ
نُوحٌ
رَّبَّهُۥ
فَقَالَ
رَبِّ
إِنَّ
ٱبْنِى
مِنْ
أَهْلِى
وَإِنَّ
وَعْدَكَ
ٱلْحَقُّ
وَأَنتَ
أَحْكَمُ
ٱلْحَـٰكِمِينَ
45
wanaādaāā
nuwḥun
rrabbahuū
faqaāla
rabbi
iinna
abniā
min
aahliā
waiinna
wa‘daka
alḥaqqu
waaanta
aaḥkamu
alḥaākimiyna
Dan
Nūḥ
berseru
kepada
Tuhan-nya
sambil
berkata,
"Ya
Tuhan-ku,
sesungguhnya
anakku
termasuk
keluargaku
dan
sesungguhnya
janji
Engkau
itulah
yang
benar.
Dan
Engkau
adalah
Hakim
yang
seadil-adilnya".
قَالَ
يَـٰنُوحُ
إِنَّهُۥ
لَيْسَ
مِنْ
أَهْلِكَ
ۖ
إِنَّهُۥ
عَمَلٌ
غَيْرُ
صَـٰلِحٍ
ۖ
فَلَا
تَسْـَٔلْنِ
مَا
لَيْسَ
لَكَ
بِهِۦ
عِلْمٌ
ۖ
إِنِّىٓ
أَعِظُكَ
أَن
تَكُونَ
مِنَ
ٱلْجَـٰهِلِينَ
46
qaāla
yaānuwḥu
iinnahuū
laysa
min
aahlika
iinnahuū
‘amalun
ghayru
ṣaāliḥin
falaā
tasalni
maā
laysa
laka
bihiī
‘ilmun
iinniā
aa‘iẓuka
aan
takuwna
mina
aljaāhiliyna
Allah
berfirman,
"Hai
Nūḥ,
sesungguhnya
dia
bukanlah
termasuk
keluargamu
(yang
dijanjikan
akan
diselamatkan),
sesungguhnya
(perbuatannya)[722]
perbuatan
yang
tidak
baik.
Sebab
itu
janganlah
kamu
memohon
kepada-Ku
sesuatu
yang
kamu
tidak
mengetahui
(hakikat)nya.
Sesungguhnya
Aku
memperingatkan
kepadamu
supaya
kamu
jangan
termasuk
orang-orang
yang
tidak
berpengetahuan".
قَالَ
رَبِّ
إِنِّىٓ
أَعُوذُ
بِكَ
أَنْ
أَسْـَٔلَكَ
مَا
لَيْسَ
لِى
بِهِۦ
عِلْمٌ
ۖ
وَإِلَّا
تَغْفِرْ
لِى
وَتَرْحَمْنِىٓ
أَكُن
مِّنَ
ٱلْخَـٰسِرِينَ
47
qaāla
rabbi
iinniā
aa‘uwdzu
bika
aan
aasalaka
maā
laysa
liā
bihiī
‘ilmun
waiillaā
taghfir
liā
watarḥamniā
aakun
mmina
alkhaāsiriyna
Nūḥ
berkata,
Ya
Tuhan-ku,
sesungguhnya
aku
berlindung
kepada
Engkau
dari
memohon
kepada
Engkau
sesuatu
yang
aku
tiada
mengetahui
(hakikat)nya.
Dan
sekiranya
Engkau
tidak
memberi
ampun
kepadaku
dan
(tidak)
menaruh
belas
kasihan
kepadaku,
niscaya
aku
akan
termasuk
orang-orang
yang
merugi".
قِيلَ
يَـٰنُوحُ
ٱهْبِطْ
بِسَلَـٰمٍ
مِّنَّا
وَبَرَكَـٰتٍ
عَلَيْكَ
وَعَلَىٰٓ
أُمَمٍ
مِّمَّن
مَّعَكَ
ۚ
وَأُمَمٌ
سَنُمَتِّعُهُمْ
ثُمَّ
يَمَسُّهُم
مِّنَّا
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
48
qiyla
yaānuwḥu
ahbiṭ
bisalaāmin
mminnaā
wabarakaātin
‘alayka
wa‘alaāā
aumamin
mmimman
mma‘aka
waaumamun
sanumatti‘uhum
tsumma
yamassuhum
mminnaā
‘adzaābun
aaliymun
Difirmankan,
"Hai
Nūḥ,
turunlah
dengan
selamat
sejahtera
dan
penuh
keberkatan
dari
Kami
atasmu
dan
atas
umat-umat
(yang
mukmin)
dari
orang-orang
yang
bersamamu.
Dan
ada
(pula)
umat-umat
yang
Kami
beri
kesenangan
pada
mereka
(dalam
kehidupan
dunia),
kemudian
mereka
akan
ditimpa
azab
yang
pedih
dari
Kami".
تِلْكَ
مِنْ
أَنۢبَآءِ
ٱلْغَيْبِ
نُوحِيهَآ
إِلَيْكَ
ۖ
مَا
كُنتَ
تَعْلَمُهَآ
أَنتَ
وَلَا
قَوْمُكَ
مِن
قَبْلِ
هَـٰذَا
ۖ
فَٱصْبِرْ
ۖ
إِنَّ
ٱلْعَـٰقِبَةَ
لِلْمُتَّقِينَ
49
tilka
min
aanbaā'i
alghaybi
nuwḥiyhaā
iilayka
maā
kunta
ta‘lamuhaā
aanta
walaā
qawmuka
min
qabli
haādzaā
faaṣbir
iinna
al‘aāqibaha
lilmuttaqiyna
Itu
adalah
di
antara
berita-berita
penting
tentang
yang
gaib
yang
Kami
wahyukan
kepadamu
(Muhammad);
tidak
pernah
kamu
mengetahuinya
dan
tidak
(pula)
kaummu
sebelum
ini.
Maka
bersabarlah;
sesungguhnya
kesudahan
yang
baik
adalah
bagi
orang-orang
yang
bertakwa.
وَإِلَىٰ
عَادٍ
أَخَاهُمْ
هُودًا
ۚ
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
ٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
مَا
لَكُم
مِّنْ
إِلَـٰهٍ
غَيْرُهُۥٓ
ۖ
إِنْ
أَنتُمْ
إِلَّا
مُفْتَرُونَ
50
waiilaāā
‘aādin
aakhaāhum
huwdanā
qaāla
yaāqawmi
a‘buduwā
alllaha
maā
lakum
mmin
iilaāhin
ghayruhuū
iin
aantum
iillaā
muftaruwna
Dan
kepada
kaum
‘Ād
(Kami
utus)
saudara
mereka,
Hūd.
Ia
berkata,
"Hai
kaumku,
sembahlah
Allah,
sekali-kali
tidak
ada
bagimu
Tuhan
selain
Dia.
Kamu
hanyalah
mengada-adakan
saja.
يَـٰقَوْمِ
لَآ
أَسْـَٔلُكُمْ
عَلَيْهِ
أَجْرًا
ۖ
إِنْ
أَجْرِىَ
إِلَّا
عَلَى
ٱلَّذِى
فَطَرَنِىٓ
ۚ
أَفَلَا
تَعْقِلُونَ
51
yaāqawmi
laā
aasalukum
‘alayhi
aajranā
iin
aajriāa
iillaā
‘alaā
alladziā
faṭaraniā
aafalaā
ta‘qiluwna
Hai
kaumku,
aku
tidak
meminta
upah
kepadamu
bagi
seruanku
ini.
Upahku
tidak
lain
hanyalah
dari
Allah
yang
telah
menciptakanku.
Maka
tidakkah
kamu
memikirkan(nya)?"
وَيَـٰقَوْمِ
ٱسْتَغْفِرُوا۟
رَبَّكُمْ
ثُمَّ
تُوبُوٓا۟
إِلَيْهِ
يُرْسِلِ
ٱلسَّمَآءَ
عَلَيْكُم
مِّدْرَارًا
وَيَزِدْكُمْ
قُوَّةً
إِلَىٰ
قُوَّتِكُمْ
وَلَا
تَتَوَلَّوْا۟
مُجْرِمِينَ
52
wayaāqawmi
astaghfiruwā
rabbakum
tsumma
tuwbuwā
iilayhi
yursili
alssamaā'a
‘alaykum
mmidraāranā
wayazidkum
quwwahan
iilaāā
quwwatikum
walaā
tatawallawā
mujrimiyna
Dan
(dia
berkata),
"Hai
kaumku,
mohonlah
ampun
kepada
Tuhan-mu,
lalu
bertobatlah
kepada-Nya,
niscaya
Dia
menurunkan
hujan
yang
sangat
deras
atasmu
dan
Dia
akan
menambahkan
kekuatan
kepada
kekuatanmu
dan
janganlah
kamu
berpaling
dengan
berbuat
dosa".
قَالُوا۟
يَـٰهُودُ
مَا
جِئْتَنَا
بِبَيِّنَةٍ
وَمَا
نَحْنُ
بِتَارِكِىٓ
ءَالِهَتِنَا
عَن
قَوْلِكَ
وَمَا
نَحْنُ
لَكَ
بِمُؤْمِنِينَ
53
qaāluwā
yaāhuwdu
maā
jii'tanaā
bibayyinahin
wamaā
naḥnu
bitaārikiā
'aālihatinaā
‘an
qawlika
wamaā
naḥnu
laka
bimuu'miniyna
Kaum
‘Ād
berkata,
"Hai
Hūd,
kamu
tidak
mendatangkan
kepada
kami
suatu
bukti
yang
nyata
dan
kami
sekali-kali
tidak
akan
meninggalkan
sembahan-sembahan
kami
karena
perkataanmu
dan
kami
sekali-kali
tidak
akan
mempercayai
kamu.
إِن
نَّقُولُ
إِلَّا
ٱعْتَرَىٰكَ
بَعْضُ
ءَالِهَتِنَا
بِسُوٓءٍ
ۗ
قَالَ
إِنِّىٓ
أُشْهِدُ
ٱللَّهَ
وَٱشْهَدُوٓا۟
أَنِّى
بَرِىٓءٌ
مِّمَّا
تُشْرِكُونَ
54
iin
nnaquwlu
iillaā
a‘taraāāka
ba‘ḍu
'aālihatinaā
bisuw'in
qaāla
iinniā
ausyhidu
alllaha
waasyhaduwā
aanniā
bariā'un
mmimmaā
tusyrikuwna
Kami
tidak
mengatakan
melainkan
bahwa
sebagian
sembahan
kami
telah
menimpakan
penyakit
gila
atas
dirimu".
Hūd
menjawab,
"Sesungguhnya
aku
jadikan
Allah
sebagai
saksiku
dan
saksikanlah
olehmu
sekalian
bahwa
sesungguhnya
aku
berlepas
diri
dari
apa
yang
kamu
persekutukan,
مِن
دُونِهِۦ
ۖ
فَكِيدُونِى
جَمِيعًا
ثُمَّ
لَا
تُنظِرُونِ
55
min
duwnihiī
fakiyduwniā
jamiy‘anā
tsumma
laā
tunẓiruwni
dari
selain-Nya,
sebab
itu
jalankanlah
tipu
dayamu
semuanya
terhadapku
dan
janganlah
kamu
memberi
tangguh
kepadaku.
إِنِّى
تَوَكَّلْتُ
عَلَى
ٱللَّهِ
رَبِّى
وَرَبِّكُم
ۚ
مَّا
مِن
دَآبَّةٍ
إِلَّا
هُوَ
ءَاخِذٌۢ
بِنَاصِيَتِهَآ
ۚ
إِنَّ
رَبِّى
عَلَىٰ
صِرَٰطٍ
مُّسْتَقِيمٍ
56
iinniā
tawakkaltu
‘alaā
alllahi
rabbiā
warabbikum
mmaā
min
daābbahin
iillaā
huwa
'aākhidzun
binaāṣiyatihaā
iinna
rabbiā
‘alaāā
ṣiraāṭin
mmustaqiymin
Sesungguhnya
aku
bertawakal
kepada
Allah
Tuhan-ku
dan
Tuhan-mu.
Tidak
ada
suatu
binatang
melata
pun
[723]
,
melainkan
Dia-lah
yang
memegang
ubun-ubunnya
[724].
Sesungguhnya
Tuhan-ku
di
atas
jalan
yang
lurus
[725]"
.
فَإِن
تَوَلَّوْا۟
فَقَدْ
أَبْلَغْتُكُم
مَّآ
أُرْسِلْتُ
بِهِۦٓ
إِلَيْكُمْ
ۚ
وَيَسْتَخْلِفُ
رَبِّى
قَوْمًا
غَيْرَكُمْ
وَلَا
تَضُرُّونَهُۥ
شَيْـًٔا
ۚ
إِنَّ
رَبِّى
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍ
حَفِيظٌ
57
faiin
tawallawā
faqad
aablaghtukum
mmaā
aursiltu
bihiī
iilaykum
wayastakhlifu
rabbiā
qawmanā
ghayrakum
walaā
taḍurruwnahuū
syayanā
iinna
rabbiā
‘alaāā
kulli
syaā'in
ḥafiyẓun
Jika
kamu
berpaling,
maka
sesungguhnya
aku
telah
menyampaikan
kepadamu
apa
(amanat)
yang
aku
diutus
(untuk
menyampaikan)nya
kepadamu.
Dan
Tuhan-ku
akan
mengganti
(kamu)
dengan
kaum
yang
lain
(dari)
kamu
dan
kamu
tidak
dapat
membuat
mudarat
kepada-Nya
sedikit
pun.
Sesungguhnya
Tuhan-ku
adalah
Maha
Pemelihara
segala
sesuatu.
وَلَمَّا
جَآءَ
أَمْرُنَا
نَجَّيْنَا
هُودًا
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مَعَهُۥ
بِرَحْمَةٍ
مِّنَّا
وَنَجَّيْنَـٰهُم
مِّنْ
عَذَابٍ
غَلِيظٍ
58
walammaā
jaā'a
aamrunaā
najjaynaā
huwdanā
waalladziyna
'aāmanuwā
ma‘ahuū
biraḥmahin
mminnaā
wanajjaynaāhum
mmin
‘adzaābin
ghaliyẓin
Dan
tatkala
datang
azab
Kami,
Kami
selamatkan
Hūd
dan
orang-orang
yang
beriman
bersama
dia
dengan
rahmat
dari
Kami
dan
Kami
selamatkan
(pula)
mereka
(di
akhirat)
dari
azab
yang
berat.
وَتِلْكَ
عَادٌ
ۖ
جَحَدُوا۟
بِـَٔايَـٰتِ
رَبِّهِمْ
وَعَصَوْا۟
رُسُلَهُۥ
وَٱتَّبَعُوٓا۟
أَمْرَ
كُلِّ
جَبَّارٍ
عَنِيدٍ
59
watilka
‘aādun
jaḥaduwā
biaāyaāti
rabbihim
wa‘aṣawā
rusulahuū
waattaba‘uwā
aamra
kulli
jabbaārin
‘aniydin
Dan
itulah
(kisah)
kaum
‘Ād
yang
mengingkari
tanda-tanda
kekuasaan
Tuhan
mereka
dan
mendurhakai
rasul-rasul
Allah
dan
mereka
menuruti
perintah
semua
penguasa
yang
sewenang-wenang
lagi
menentang
(kebenaran).
وَأُتْبِعُوا۟
فِى
هَـٰذِهِ
ٱلدُّنْيَا
لَعْنَةً
وَيَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۗ
أَلَآ
إِنَّ
عَادًا
كَفَرُوا۟
رَبَّهُمْ
ۗ
أَلَا
بُعْدًا
لِّعَادٍ
قَوْمِ
هُودٍ
60
waautbi‘uwā
fiā
haādzihi
alddunyaā
la‘nahan
wayawma
alqiyaāmahi
aalaā
iinna
‘aādanā
kafaruwā
rabbahum
aalaā
bu‘danā
lli‘aādin
qawmi
huwdin
Dan
mereka
selalu
diikuti
dengan
kutukan
di
dunia
ini
dan
(begitu
pula)
di
hari
kiamat.
Ingatlah,
sesungguhnya
kaum
‘Ād
itu
kafir
kepada
Tuhan
mereka.
Ingatlah
kebinasaanlah
bagi
kaum
‘Ād,
(yaitu)
kaum
Hūd
itu.
۞
وَإِلَىٰ
ثَمُودَ
أَخَاهُمْ
صَـٰلِحًا
ۚ
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
ٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
مَا
لَكُم
مِّنْ
إِلَـٰهٍ
غَيْرُهُۥ
ۖ
هُوَ
أَنشَأَكُم
مِّنَ
ٱلْأَرْضِ
وَٱسْتَعْمَرَكُمْ
فِيهَا
فَٱسْتَغْفِرُوهُ
ثُمَّ
تُوبُوٓا۟
إِلَيْهِ
ۚ
إِنَّ
رَبِّى
قَرِيبٌ
مُّجِيبٌ
61
waiilaāā
tsamuwda
aakhaāhum
ṣaāliḥanā
qaāla
yaāqawmi
a‘buduwā
alllaha
maā
lakum
mmin
iilaāhin
ghayruhuū
huwa
aansyaaakum
mmina
alaarḍi
waasta‘marakum
fiyhaā
faastaghfiruwhu
tsumma
tuwbuwā
iilayhi
iinna
rabbiā
qariybun
mmujiybun
Dan
kepada
Ṡamūd
(Kami
utus)
saudara
mereka
Ṣālīḥ.
Ṣālīḥ
berkata,
"Hai
kaumku,
sembahlah
Allah,
sekali-kali
tidak
ada
bagimu
Tuhan
selain
Dia.
Dia
telah
menciptakan
kamu
dari
bumi
(tanah)
dan
menjadikan
kamu
pemakmurnya
[726]
karena
itu
mohonlah
ampunan-Nya,
kemudian
bertobatlah
kepada-Nya.
Sesungguhnya
Tuhan-ku
amat
dekat
(rahmat-Nya)
lagi
memperkenankan
(doa
hamba-Nya)".
قَالُوا۟
يَـٰصَـٰلِحُ
قَدْ
كُنتَ
فِينَا
مَرْجُوًّا
قَبْلَ
هَـٰذَآ
ۖ
أَتَنْهَىٰنَآ
أَن
نَّعْبُدَ
مَا
يَعْبُدُ
ءَابَآؤُنَا
وَإِنَّنَا
لَفِى
شَكٍّ
مِّمَّا
تَدْعُونَآ
إِلَيْهِ
مُرِيبٍ
62
qaāluwā
yaāṣaāliḥu
qad
kunta
fiynaā
marjuwwanā
qabla
haādzaā
aatanhaāānaā
aan
nna‘buda
maā
ya‘budu
'aābaāu'unaā
waiinnanaā
lafiā
syakkin
mmimmaā
tad‘uwnaā
iilayhi
muriybin
Kaum
Ṡamūd
berkata,
"Hai
Ṣālīḥ,
sesungguhnya
kamu
sebelum
ini
adalah
seorang
di
antara
kami
yang
kami
harapkan,
apakah
kamu
melarang
kami
untuk
menyembah
apa
yang
disembah
oleh
bapak-bapak
kami?
dan
sesungguhnya
kami
betul-betul
dalam
keraguan
yang
menggelisahkan
terhadap
agama
yang
kamu
serukan
kepada
kami".
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
أَرَءَيْتُمْ
إِن
كُنتُ
عَلَىٰ
بَيِّنَةٍ
مِّن
رَّبِّى
وَءَاتَىٰنِى
مِنْهُ
رَحْمَةً
فَمَن
يَنصُرُنِى
مِنَ
ٱللَّهِ
إِنْ
عَصَيْتُهُۥ
ۖ
فَمَا
تَزِيدُونَنِى
غَيْرَ
تَخْسِيرٍ
63
qaāla
yaāqawmi
aara'aytum
iin
kuntu
‘alaāā
bayyinahin
mmin
rrabbiā
wa'aātaāāniā
minhu
raḥmahan
faman
yanṣuruniā
mina
alllahi
iin
‘aṣaytuhuū
famaā
taziyduwnaniā
ghayra
takhsiyrin
Ṣālīḥ
berkata,
"Hai
kaumku,
bagaimana
pikiranmu
jika
aku
mempunyai
bukti
yang
nyata
dari
Tuhan-ku
dan
diberi-Nya
aku
rahmat
(kenabian)
dari-Nya,
maka
siapakah
yang
akan
menolong
aku
dari
(azab)
Allah
jika
aku
mendurhakai-Nya.
Sebab
itu
kamu
tidak
menambah
apa
pun
kepadaku,
selain
daripada
kerugian.
وَيَـٰقَوْمِ
هَـٰذِهِۦ
نَاقَةُ
ٱللَّهِ
لَكُمْ
ءَايَةً
فَذَرُوهَا
تَأْكُلْ
فِىٓ
أَرْضِ
ٱللَّهِ
وَلَا
تَمَسُّوهَا
بِسُوٓءٍ
فَيَأْخُذَكُمْ
عَذَابٌ
قَرِيبٌ
64
wayaāqawmi
haādzihiī
naāqahu
alllahi
lakum
'aāyahan
fadzaruwhaā
taakul
fiā
aarḍi
alllahi
walaā
tamassuwhaā
bisuw'in
fayaakhudzakum
‘adzaābun
qariybun
Hai
kaumku,
inilah
unta
betina
dari
Allah,
sebagai
mukjizat
(yang
menunjukkan
kebenaran)
untukmu;
sebab
itu
biarkanlah
dia
makan
di
bumi
Allah
dan
janganlah
kamu
mengganggunya
dengan
gangguan
apa
pun
yang
akan
menyebabkan
kamu
ditimpa
azab
yang
dekat".
فَعَقَرُوهَا
فَقَالَ
تَمَتَّعُوا۟
فِى
دَارِكُمْ
ثَلَـٰثَةَ
أَيَّامٍ
ۖ
ذَٰلِكَ
وَعْدٌ
غَيْرُ
مَكْذُوبٍ
65
fa‘aqaruwhaā
faqaāla
tamatta‘uwā
fiā
daārikum
tsalaātsaha
aayyaāmin
dzaālika
wa‘dun
ghayru
makdzuwbin
Mereka
membunuh
unta
itu,
maka
berkata
Ṣālīḥ,
"Bersukarialah
kamu
sekalian
di
rumahmu
selama
tiga
hari
[727],
itu
adalah
janji
yang
tidak
dapat
didustakan".
فَلَمَّا
جَآءَ
أَمْرُنَا
نَجَّيْنَا
صَـٰلِحًا
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مَعَهُۥ
بِرَحْمَةٍ
مِّنَّا
وَمِنْ
خِزْىِ
يَوْمِئِذٍ
ۗ
إِنَّ
رَبَّكَ
هُوَ
ٱلْقَوِىُّ
ٱلْعَزِيزُ
66
falammaā
jaā'a
aamrunaā
najjaynaā
ṣaāliḥanā
waalladziyna
'aāmanuwā
ma‘ahuū
biraḥmahin
mminnaā
wamin
khizāi
yawmii'idzin
iinna
rabbaka
huwa
alqawiāāu
al‘aziyzu
Maka
tatkala
datang
azab
Kami,
Kami
selamatkan
Ṣālīḥ
beserta
orang-orang
yang
beriman
bersama
dia
dengan
rahmat
dari
Kami
dan
(kami
selamatkan)
dari
kehinaan
di
hari
itu.
Sesungguhnya
Tuhan-mu
Dia-lah
yang
Maha
Kuat
lagi
Maha
Perkasa.
وَأَخَذَ
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟
ٱلصَّيْحَةُ
فَأَصْبَحُوا۟
فِى
دِيَـٰرِهِمْ
جَـٰثِمِينَ
67
waaakhadza
alladziyna
ẓalamuwā
alṣṣayḥahu
faaaṣbaḥuwā
fiā
diyaārihim
jaātsimiyna
Dan
satu
suara
keras
yang
mengguntur
menimpa
orang-orang
yang
zalim
itu,
lalu
mereka
mati
bergelimpangan
di
rumahnya,
كَأَن
لَّمْ
يَغْنَوْا۟
فِيهَآ
ۗ
أَلَآ
إِنَّ
ثَمُودَا۟
كَفَرُوا۟
رَبَّهُمْ
ۗ
أَلَا
بُعْدًا
لِّثَمُودَ
68
kaaan
llam
yaghnawā
fiyhaā
aalaā
iinna
tsamuwdaā
kafaruwā
rabbahum
aalaā
bu‘danā
llitsamuwda
seolah-olah
mereka
belum
pernah
berdiam
[728]
di
tempat
itu.
Ingatlah,
sesungguhnya
kaum
Ṡamūd
mengingkari
Tuhan
mereka.
Ingatlah,
kebinasaanlah
bagi
kaum
Ṡamūd.
وَلَقَدْ
جَآءَتْ
رُسُلُنَآ
إِبْرَٰهِيمَ
بِٱلْبُشْرَىٰ
قَالُوا۟
سَلَـٰمًا
ۖ
قَالَ
سَلَـٰمٌ
ۖ
فَمَا
لَبِثَ
أَن
جَآءَ
بِعِجْلٍ
حَنِيذٍ
69
walaqad
jaā'at
rusulunaā
iibraāhiyma
bialbusyraāā
qaāluwā
salaāmanā
qaāla
salaāmun
famaā
labitsa
aan
jaā'a
bi‘ijlin
ḥaniydzin
Dan
sesungguhnya
utusan-utusan
Kami
(malaikat-malaikat)
telah
datang
kepada
Ibrāhīm
dengan
membawa
kabar
gembira,
mereka
mengucapkan
"Salāmān"
(Selamat).
Ibrāhīm
menjawab,
"Salāmun"
(Selamatlah),
maka
tidak
lama
kemudian
Ibrāhīm
menyuguhkan
daging
anak
sapi
yang
dipanggang.
فَلَمَّا
رَءَآ
أَيْدِيَهُمْ
لَا
تَصِلُ
إِلَيْهِ
نَكِرَهُمْ
وَأَوْجَسَ
مِنْهُمْ
خِيفَةً
ۚ
قَالُوا۟
لَا
تَخَفْ
إِنَّآ
أُرْسِلْنَآ
إِلَىٰ
قَوْمِ
لُوطٍ
70
falammaā
ra'aā
aaydiyahum
laā
taṣilu
iilayhi
nakirahum
waaawjasa
minhum
khiyfahan
qaāluwā
laā
takhaf
iinnaā
aursilnaā
iilaāā
qawmi
luwṭin
Maka
tatkala
dilihatnya
tangan
mereka
tidak
menjamahnya,
Ibrāhīm
memandang
aneh
perbuatan
mereka
dan
merasa
takut
kepada
mereka.
Malaikat
itu
berkata,
"Jangan
kamu
takut,
sesungguhnya
kami
adalah
(malaikat-malaikat)
yang
diutus
kepada
kaum
Lūṭ".
وَٱمْرَأَتُهُۥ
قَآئِمَةٌ
فَضَحِكَتْ
فَبَشَّرْنَـٰهَا
بِإِسْحَـٰقَ
وَمِن
وَرَآءِ
إِسْحَـٰقَ
يَعْقُوبَ
71
waamraaatuhuū
qaāi'imahun
faḍaḥikat
fabasysyarnaāhaā
biiisḥaāqa
wamin
waraā'i
iisḥaāqa
ya‘quwba
Dan
istrinya
berdiri
(di
balik
tirai),
lalu
dia
tersenyum,
maka
Kami
sampaikan
kepadanya
berita
gembira
tentang
(kelahiran)
Isḥāq
dan
dari
Isḥāq
(akan
lahir
putranya)
Ya`qūb.
قَالَتْ
يَـٰوَيْلَتَىٰٓ
ءَأَلِدُ
وَأَنَا۠
عَجُوزٌ
وَهَـٰذَا
بَعْلِى
شَيْخًا
ۖ
إِنَّ
هَـٰذَا
لَشَىْءٌ
عَجِيبٌ
72
qaālat
yaāwaylataāā
'aaalidu
waaanaā
‘ajuwzun
wahaādzaā
ba‘liā
syaykhanā
iinna
haādzaā
lasyaā'un
‘ajiybun
Istrinya
berkata,
"Sungguh
mengherankan,
apakah
aku
akan
melahirkan
anak
padahal
aku
adalah
seorang
perempuan
tua
dan
ini
suamiku
pun
dalam
keadaan
yang
sudah
tua
pula?
Sesungguhnya
ini
benar-benar
suatu
yang
sangat
aneh".
قَالُوٓا۟
أَتَعْجَبِينَ
مِنْ
أَمْرِ
ٱللَّهِ
ۖ
رَحْمَتُ
ٱللَّهِ
وَبَرَكَـٰتُهُۥ
عَلَيْكُمْ
أَهْلَ
ٱلْبَيْتِ
ۚ
إِنَّهُۥ
حَمِيدٌ
مَّجِيدٌ
73
qaāluwā
aata‘jabiyna
min
aamri
alllahi
raḥmatu
alllahi
wabarakaātuhuū
‘alaykum
aahla
albayti
iinnahuū
ḥamiydun
mmajiydun
Para
malaikat
itu
berkata,
"Apakah
kamu
merasa
heran
tentang
ketetapan
Allah?
(Itu
adalah)
rahmat
Allah
dan
keberkatan-Nya
dicurahkan
atas
kamu,
hai
ahlulbait!
Sesungguhnya
Allah
Maha
Terpuji
lagi
Maha
Pemurah".
فَلَمَّا
ذَهَبَ
عَنْ
إِبْرَٰهِيمَ
ٱلرَّوْعُ
وَجَآءَتْهُ
ٱلْبُشْرَىٰ
يُجَـٰدِلُنَا
فِى
قَوْمِ
لُوطٍ
74
falammaā
dzahaba
‘an
iibraāhiyma
alrraw‘u
wajaā'athu
albusyraāā
yujaādilunaā
fiā
qawmi
luwṭin
Maka
tatkala
rasa
takut
hilang
dari
Ibrāhīm
dan
berita
gembira
telah
datang
kepadanya,
dia
pun
bersoal
jawab
dengan
(malaikat-malaikat)
Kami
tentang
kaum
Lūṭ.
إِنَّ
إِبْرَٰهِيمَ
لَحَلِيمٌ
أَوَّٰهٌ
مُّنِيبٌ
75
iinna
iibraāhiyma
laḥaliymun
aawwaāhun
mmuniybun
Sesungguhnya
Ibrāhīm
itu
benar-benar
seorang
yang
penyantun
lagi
penghiba
dan
suka
kembali
kepada
Allah.
يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ
أَعْرِضْ
عَنْ
هَـٰذَآ
ۖ
إِنَّهُۥ
قَدْ
جَآءَ
أَمْرُ
رَبِّكَ
ۖ
وَإِنَّهُمْ
ءَاتِيهِمْ
عَذَابٌ
غَيْرُ
مَرْدُودٍ
76
yaāiibraāhiymu
aa‘riḍ
‘an
haādzaā
iinnahuū
qad
jaā'a
aamru
rabbika
waiinnahum
'aātiyhim
‘adzaābun
ghayru
marduwdin
Hai
Ibrāhīm,
tinggalkanlah
soal
jawab
ini,
sesungguhnya
telah
datang
ketetapan
Tuhan-mu
dan
sesungguhnya
mereka
itu
akan
didatangi
azab
yang
tidak
dapat
ditolak.
وَلَمَّا
جَآءَتْ
رُسُلُنَا
لُوطًا
سِىٓءَ
بِهِمْ
وَضَاقَ
بِهِمْ
ذَرْعًا
وَقَالَ
هَـٰذَا
يَوْمٌ
عَصِيبٌ
77
walammaā
jaā'at
rusulunaā
luwṭanā
siā'a
bihim
waḍaāqa
bihim
dzar‘anā
waqaāla
haādzaā
yawmun
‘aṣiybun
Dan
tatkala
datang
utusan-utusan
Kami
(para
malaikat)
itu
kepada
Lūṭ,
dia
merasa
susah
dan
merasa
sempit
dadanya
karena
kedatangan
merek,
dan
dia
berkata,
"Ini
adalah
hari
yang
amat
sulit
[729]".
وَجَآءَهُۥ
قَوْمُهُۥ
يُهْرَعُونَ
إِلَيْهِ
وَمِن
قَبْلُ
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
ۚ
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
هَـٰٓؤُلَآءِ
بَنَاتِى
هُنَّ
أَطْهَرُ
لَكُمْ
ۖ
فَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ
وَلَا
تُخْزُونِ
فِى
ضَيْفِىٓ
ۖ
أَلَيْسَ
مِنكُمْ
رَجُلٌ
رَّشِيدٌ
78
wajaā'ahuū
qawmuhuū
yuhra‘uwna
iilayhi
wamin
qablu
kaānuwā
ya‘maluwna
alssayyiaāti
qaāla
yaāqawmi
haāu'ulaā'i
banaātiā
hunna
aaṭharu
lakum
faattaquwā
alllaha
walaā
tukhzuwni
fiā
ḍayfiā
aalaysa
minkum
rajulun
rrasyiydun
Dan
datanglah
kepadanya
kaumnya
dengan
bergegas-gegas.
Dan
sejak
dahulu
mereka
selalu
melakukan
perbuatan-perbuatan
yang
keji
[730].
Lūṭ
berkata,
"Hai
kaumku,
inilah
putri-putri
(negeri)ku,
mereka
lebih
suci
bagimu,
maka
bertakwalah
kepada
Allah
dan
janganlah
kamu
mencemarkan
(nama)ku
terhadap
tamuku
ini.
Tidak
adakah
di
antaramu
seorang
yang
berakal?"
قَالُوا۟
لَقَدْ
عَلِمْتَ
مَا
لَنَا
فِى
بَنَاتِكَ
مِنْ
حَقٍّ
وَإِنَّكَ
لَتَعْلَمُ
مَا
نُرِيدُ
79
qaāluwā
laqad
‘alimta
maā
lanaā
fiā
banaātika
min
ḥaqqin
waiinnaka
lata‘lamu
maā
nuriydu
Mereka
menjawab,
"Sesungguhnya
kamu
telah
tahu
bahwa
kami
tidak
mempunyai
keinginan
[731]
terhadap
putri-putrimu
dan
sesungguhnya
kamu
tentu
mengetahui
apa
yang
sebenarnya
kami
kehendaki".
قَالَ
لَوْ
أَنَّ
لِى
بِكُمْ
قُوَّةً
أَوْ
ءَاوِىٓ
إِلَىٰ
رُكْنٍ
شَدِيدٍ
80
qaāla
law
aanna
liā
bikum
quwwahan
aaw
'aāwiā
iilaāā
ruknin
syadiydin
Lūṭ
berkata,
"Seandainya
aku
ada
mempunyai
kekuatan
(untuk
menolakmu)
atau
kalau
aku
dapat
berlindung
kepada
keluarga
yang
kuat
(tentu
aku
lakukan)".
قَالُوا۟
يَـٰلُوطُ
إِنَّا
رُسُلُ
رَبِّكَ
لَن
يَصِلُوٓا۟
إِلَيْكَ
ۖ
فَأَسْرِ
بِأَهْلِكَ
بِقِطْعٍ
مِّنَ
ٱلَّيْلِ
وَلَا
يَلْتَفِتْ
مِنكُمْ
أَحَدٌ
إِلَّا
ٱمْرَأَتَكَ
ۖ
إِنَّهُۥ
مُصِيبُهَا
مَآ
أَصَابَهُمْ
ۚ
إِنَّ
مَوْعِدَهُمُ
ٱلصُّبْحُ
ۚ
أَلَيْسَ
ٱلصُّبْحُ
بِقَرِيبٍ
81
qaāluwā
yaāluwṭu
iinnaā
rusulu
rabbika
lan
yaṣiluwā
iilayka
faaasri
biaahlika
biqiṭ‘in
mmina
allayli
walaā
yaltafit
minkum
aaḥadun
iillaā
amraaataka
iinnahuū
muṣiybuhaā
maā
aaṣaābahum
iinna
maw‘idahumu
alṣṣubḥu
aalaysa
alṣṣubḥu
biqariybin
Para
utusan
(malaikat)
berkata,
"Hai
Lūṭ,
sesungguhnya
kami
adalah
utusan-utusan
Tuhan-mu,
sekali-kali
mereka
tidak
akan
dapat
mengganggu
kamu
sebab
itu
pergilah
dengan
membawa
keluarga
dan
pengikut-pengikut
kamu
di
akhir
malam
dan
janganlah
ada
seorang
pun
di
antara
kamu
yang
tertinggal
[732],
kecuali
istrimu.
Sesungguhnya
dia
akan
ditimpa
azab
yang
menimpa
mereka
karena
sesungguhnya
saat
jatuhnya
azab
kepada
mereka
ialah
di
waktu
subuh;
bukankah
subuh
itu
sudah
dekat?".
فَلَمَّا
جَآءَ
أَمْرُنَا
جَعَلْنَا
عَـٰلِيَهَا
سَافِلَهَا
وَأَمْطَرْنَا
عَلَيْهَا
حِجَارَةً
مِّن
سِجِّيلٍ
مَّنضُودٍ
82
falammaā
jaā'a
aamrunaā
ja‘alnaā
‘aāliyahaā
saāfilahaā
waaamṭarnaā
‘alayhaā
ḥijaārahan
mmin
sijjiylin
mmanḍuwdin
Maka
tatkala
datang
azab
Kami,
Kami
jadikan
negeri
kaum
Lūṭ
itu
yang
di
atas
ke
bawah
(Kami
balikkan)
dan
Kami
hujani
mereka
dengan
batu
dari
tanah
yang
terbakar
dengan
bertubi-tubi,
مُّسَوَّمَةً
عِندَ
رَبِّكَ
ۖ
وَمَا
هِىَ
مِنَ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
بِبَعِيدٍ
83
mmusawwamahan
‘inda
rabbika
wamaā
hiāa
mina
alẓẓaālimiyna
biba‘iydin
Yang
diberi
tanda
oleh
Tuhan-mu
dan
siksaan
itu
tiadalah
jauh
dari
orang-orang
yang
zalim
[733].
۞
وَإِلَىٰ
مَدْيَنَ
أَخَاهُمْ
شُعَيْبًا
ۚ
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
ٱعْبُدُوا۟
ٱللَّهَ
مَا
لَكُم
مِّنْ
إِلَـٰهٍ
غَيْرُهُۥ
ۖ
وَلَا
تَنقُصُوا۟
ٱلْمِكْيَالَ
وَٱلْمِيزَانَ
ۚ
إِنِّىٓ
أَرَىٰكُم
بِخَيْرٍ
وَإِنِّىٓ
أَخَافُ
عَلَيْكُمْ
عَذَابَ
يَوْمٍ
مُّحِيطٍ
84
waiilaāā
madyana
aakhaāhum
syu‘aybanā
qaāla
yaāqawmi
a‘buduwā
alllaha
maā
lakum
mmin
iilaāhin
ghayruhuū
walaā
tanquṣuwā
almikyaāla
waalmiyzaāna
iinniā
aaraāākum
bikhayrin
waiinniā
aakhaāfu
‘alaykum
‘adzaāba
yawmin
mmuḥiyṭin
Dan
kepada
(penduduk)
Mad-yan
(Kami
utus)
saudara
mereka,
Syuʻayb.
Ia
berkata,
"Hai
kaumku,
sembahlah
Allah,
sekali-kali
tiada
Tuhan
bagimu
selain
Dia.
Dan
janganlah
kamu
kurangi
takaran
dan
timbangan,
sesungguhnya
aku
melihat
kamu
dalam
keadaan
yang
baik
(mampu)
dan
sesungguhnya
aku
khawatir
terhadapmu
akan
azab
hari
yang
membinasakan
(kiamat)".
وَيَـٰقَوْمِ
أَوْفُوا۟
ٱلْمِكْيَالَ
وَٱلْمِيزَانَ
بِٱلْقِسْطِ
ۖ
وَلَا
تَبْخَسُوا۟
ٱلنَّاسَ
أَشْيَآءَهُمْ
وَلَا
تَعْثَوْا۟
فِى
ٱلْأَرْضِ
مُفْسِدِينَ
85
wayaāqawmi
aawfuwā
almikyaāla
waalmiyzaāna
bialqisṭi
walaā
tabkhasuwā
alnnaāsa
aasyyaā'ahum
walaā
ta‘tsawā
fiā
alaarḍi
mufsidiyna
Dan
Syuʻayb
berkata,
"Hai
kaumku,
cukupkanlah
takaran
dan
timbangan
dengan
adil
dan
janganlah
kamu
merugikan
manusia
terhadap
hak-hak
mereka
dan
janganlah
kamu
membuat
kejahatan
di
muka
bumi
dengan
membuat
kerusakan.
بَقِيَّتُ
ٱللَّهِ
خَيْرٌ
لَّكُمْ
إِن
كُنتُم
مُّؤْمِنِينَ
ۚ
وَمَآ
أَنَا۠
عَلَيْكُم
بِحَفِيظٍ
86
baqiyyatu
alllahi
khayrun
llakum
iin
kuntum
mmuu'miniyna
wamaā
aanaā
‘alaykum
biḥafiyẓin
Sisa
(keuntungan)
dari
Allah
[734]
adalah
lebih
baik
bagimu
jika
kamu
orang-orang
yang
beriman.
Dan
aku
bukanlah
seorang
penjaga
atas
dirimu"
قَالُوا۟
يَـٰشُعَيْبُ
أَصَلَوٰتُكَ
تَأْمُرُكَ
أَن
نَّتْرُكَ
مَا
يَعْبُدُ
ءَابَآؤُنَآ
أَوْ
أَن
نَّفْعَلَ
فِىٓ
أَمْوَٰلِنَا
مَا
نَشَـٰٓؤُا۟
ۖ
إِنَّكَ
لَأَنتَ
ٱلْحَلِيمُ
ٱلرَّشِيدُ
87
qaāluwā
yaāsyu‘aybu
aaṣalawātuka
taamuruka
aan
nnatruka
maā
ya‘budu
'aābaāu'unaā
aaw
aan
nnaf‘ala
fiā
aamwaālinaā
maā
nasyaāu'uā
iinnaka
laaanta
alḥaliymu
alrrasyiydu
Mereka
berkata,
"Hai
Syuʻayb,
apakah
sembahyangmu
menyuruh
kamu
agar
kami
meninggalkan
apa
yang
disembah
oleh
bapak-bapak
kami
atau
melarang
kami
memperbuat
apa
yang
kami
kehendaki
tentang
harta
kami.
Sesungguhnya
kamu
adalah
orang
yang
sangat
penyantun
lagi
berakal
[735]".
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
أَرَءَيْتُمْ
إِن
كُنتُ
عَلَىٰ
بَيِّنَةٍ
مِّن
رَّبِّى
وَرَزَقَنِى
مِنْهُ
رِزْقًا
حَسَنًا
ۚ
وَمَآ
أُرِيدُ
أَنْ
أُخَالِفَكُمْ
إِلَىٰ
مَآ
أَنْهَىٰكُمْ
عَنْهُ
ۚ
إِنْ
أُرِيدُ
إِلَّا
ٱلْإِصْلَـٰحَ
مَا
ٱسْتَطَعْتُ
ۚ
وَمَا
تَوْفِيقِىٓ
إِلَّا
بِٱللَّهِ
ۚ
عَلَيْهِ
تَوَكَّلْتُ
وَإِلَيْهِ
أُنِيبُ
88
qaāla
yaāqawmi
aara'aytum
iin
kuntu
‘alaāā
bayyinahin
mmin
rrabbiā
warazaqaniā
minhu
rizqanā
ḥasananā
wamaā
auriydu
aan
aukhaālifakum
iilaāā
maā
aanhaāākum
‘anhu
iin
auriydu
iillaā
aliiṣlaāḥa
maā
astaṭa‘tu
wamaā
tawfiyqiā
iillaā
bialllahi
‘alayhi
tawakkaltu
waiilayhi
auniybu
Syuʻayb
berkata,
"Hai
kaumku,
bagaimana
pikiranmu
jika
aku
mempunyai
bukti
yang
nyata
dari
Tuhan-ku
dan
dianugerahi-Nya
aku
dari
pada-Nya
rezeki
yang
baik
(patutkah
aku
menyalahi
perintah-Nya)?
Dan
aku
tidak
berkehendak
menyalahi
kamu
(dengan
mengerjakan)
apa
yang
aku
larang.
Aku
tidak
bermaksud
kecuali
(mendatangkan)
perbaikan
selama
aku
masih
berkesanggupan.
Dan
tidak
ada
taufik
bagiku,
melainkan
dengan
(pertolongan)
Allah.
Hanya
kepada
Allah
aku
bertawakal
dan
hanya
kepada-Nya-lah
aku
kembali.
وَيَـٰقَوْمِ
لَا
يَجْرِمَنَّكُمْ
شِقَاقِىٓ
أَن
يُصِيبَكُم
مِّثْلُ
مَآ
أَصَابَ
قَوْمَ
نُوحٍ
أَوْ
قَوْمَ
هُودٍ
أَوْ
قَوْمَ
صَـٰلِحٍ
ۚ
وَمَا
قَوْمُ
لُوطٍ
مِّنكُم
بِبَعِيدٍ
89
wayaāqawmi
laā
yajrimannakum
syiqaāqiā
aan
yuṣiybakum
mmitslu
maā
aaṣaāba
qawma
nuwḥin
aaw
qawma
huwdin
aaw
qawma
ṣaāliḥin
wamaā
qawmu
luwṭin
mminkum
biba‘iydin
Hai
kaumku,
janganlah
hendaknya
pertentangan
antara
aku
(dengan
kamu)
menyebabkan
kamu
menjadi
jahat
hingga
kamu
ditimpa
azab
seperti
yang
menimpa
kaum
Nūḥ
atau
kaum
Hūd
atau
kaum
Ṣālīḥ,
sedang
kaum
Lūṭ
tidak
(pula)
jauh
(tempatnya)
dari
kamu.
وَٱسْتَغْفِرُوا۟
رَبَّكُمْ
ثُمَّ
تُوبُوٓا۟
إِلَيْهِ
ۚ
إِنَّ
رَبِّى
رَحِيمٌ
وَدُودٌ
90
waastaghfiruwā
rabbakum
tsumma
tuwbuwā
iilayhi
iinna
rabbiā
raḥiymun
waduwdun
Dan
mohonlah
ampun
kepada
Tuhan-mu
kemudian
bertobatlah
kepada-Nya.
Sesungguhnya
Tuhan-ku
Maha
Penyayang
lagi
Maha
Pengasih.
قَالُوا۟
يَـٰشُعَيْبُ
مَا
نَفْقَهُ
كَثِيرًا
مِّمَّا
تَقُولُ
وَإِنَّا
لَنَرَىٰكَ
فِينَا
ضَعِيفًا
ۖ
وَلَوْلَا
رَهْطُكَ
لَرَجَمْنَـٰكَ
ۖ
وَمَآ
أَنتَ
عَلَيْنَا
بِعَزِيزٍ
91
qaāluwā
yaāsyu‘aybu
maā
nafqahu
katsiyranā
mmimmaā
taquwlu
waiinnaā
lanaraāāka
fiynaā
ḍa‘iyfanā
walawlaā
rahṭuka
larajamnaāka
wamaā
aanta
‘alaynaā
bi‘aziyzin
Mereka
berkata,
"Hai
Syuʻayb,
kami
tidak
banyak
mengerti
tentang
apa
yang
kamu
katakan
itu
dan
sesungguhnya
kami
benar-benar
melihat
kamu
seorang
yang
lemah
di
antara
kami;
kalau
tidaklah
karena
keluargamu
tentulah
kami
telah
merajam
kamu,
sedang
kamu
pun
bukanlah
seorang
yang
berwibawa
di
sisi
kami".
قَالَ
يَـٰقَوْمِ
أَرَهْطِىٓ
أَعَزُّ
عَلَيْكُم
مِّنَ
ٱللَّهِ
وَٱتَّخَذْتُمُوهُ
وَرَآءَكُمْ
ظِهْرِيًّا
ۖ
إِنَّ
رَبِّى
بِمَا
تَعْمَلُونَ
مُحِيطٌ
92
qaāla
yaāqawmi
aarahṭiā
aa‘azzu
‘alaykum
mmina
alllahi
waattakhadztumuwhu
waraā'akum
ẓihriyyanā
iinna
rabbiā
bimaā
ta‘maluwna
muḥiyṭun
Syuʻayb
menjawab,
"Hai
kaumku,
apakah
keluargaku
lebih
terhormat
menurut
pandanganmu
daripada
Allah,
sedang
Allah
kamu
jadikan
sesuatu
yang
terbuang
di
belakangmu?
Sesungguhnya
(pengetahuan)
Tuhan-ku
meliputi
apa
yang
kamu
kerjakan".
وَيَـٰقَوْمِ
ٱعْمَلُوا۟
عَلَىٰ
مَكَانَتِكُمْ
إِنِّى
عَـٰمِلٌ
ۖ
سَوْفَ
تَعْلَمُونَ
مَن
يَأْتِيهِ
عَذَابٌ
يُخْزِيهِ
وَمَنْ
هُوَ
كَـٰذِبٌ
ۖ
وَٱرْتَقِبُوٓا۟
إِنِّى
مَعَكُمْ
رَقِيبٌ
93
wayaāqawmi
a‘maluwā
‘alaāā
makaānatikum
iinniā
‘aāmilun
sawfa
ta‘lamuwna
man
yaatiyhi
‘adzaābun
yukhziyhi
waman
huwa
kaādzibun
waartaqibuwā
iinniā
ma‘akum
raqiybun
Dan
(dia
berkata),
"Hai
kaumku,
berbuatlah
menurut
kemampuanmu,
sesungguhnya
aku
pun
berbuat
(pula).
Kelak
kamu
akan
mengetahui
siapa
yang
akan
ditimpa
azab
yang
menghinakannya
dan
siapa
yang
berdusta.
Dan
tunggulah
azab
(Tuhan),
sesungguhnya
aku
pun
menunggu
bersama
kamu".
وَلَمَّا
جَآءَ
أَمْرُنَا
نَجَّيْنَا
شُعَيْبًا
وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
مَعَهُۥ
بِرَحْمَةٍ
مِّنَّا
وَأَخَذَتِ
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟
ٱلصَّيْحَةُ
فَأَصْبَحُوا۟
فِى
دِيَـٰرِهِمْ
جَـٰثِمِينَ
94
walammaā
jaā'a
aamrunaā
najjaynaā
syu‘aybanā
waalladziyna
'aāmanuwā
ma‘ahuū
biraḥmahin
mminnaā
waaakhadzati
alladziyna
ẓalamuwā
alṣṣayḥahu
faaaṣbaḥuwā
fiā
diyaārihim
jaātsimiyna
Dan
tatkala
datang
azab
Kami,
Kami
selamatkan
Syuʻayb
dan
orang-orang
yang
beriman
bersama-sama
dengan
dia
dengan
rahmat
dari
Kami
dan
orang-orang
yang
zalim
dibinasakan
oleh
satu
suara
yang
mengguntur,
lalu
jadilah
mereka
mati
bergelimpangan
di
rumahnya.
كَأَن
لَّمْ
يَغْنَوْا۟
فِيهَآ
ۗ
أَلَا
بُعْدًا
لِّمَدْيَنَ
كَمَا
بَعِدَتْ
ثَمُودُ
95
kaaan
llam
yaghnawā
fiyhaā
aalaā
bu‘danā
llimadyana
kamaā
ba‘idat
tsamuwdu
Seolah-olah
mereka
belum
pernah
berdiam
di
tempat
itu.
Ingatlah,
kebinasaanlah
bagi
penduduk
Madyan
sebagaimana
kaum
Ṡamūd
telah
binasa.
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
مُوسَىٰ
بِـَٔايَـٰتِنَا
وَسُلْطَـٰنٍ
مُّبِينٍ
96
walaqad
aarsalnaā
muwsaāā
biaāyaātinaā
wasulṭaānin
mmubiynin
Dan
sesungguhnya
Kami
telah
mengutus
Musa
dengan
tanda-tanda
(kekuasaan)
Kami
dan
mukjizat
yang
nyata,
إِلَىٰ
فِرْعَوْنَ
وَمَلَإِي۟هِۦ
فَٱتَّبَعُوٓا۟
أَمْرَ
فِرْعَوْنَ
ۖ
وَمَآ
أَمْرُ
فِرْعَوْنَ
بِرَشِيدٍ
97
iilaāā
fir‘awna
wamalaiiyhiī
faattaba‘uwā
aamra
fir‘awna
wamaā
aamru
fir‘awna
birasyiydin
kepada
Firʻawn
dan
pemimpin-pemimpin
kaumnya,
tetapi
mereka
mengikut
perintah
Firʻawn
,
padahal
perintah
Firʻawn
sekali-kali
bukanlah
(perintah)
yang
benar.
يَقْدُمُ
قَوْمَهُۥ
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
فَأَوْرَدَهُمُ
ٱلنَّارَ
ۖ
وَبِئْسَ
ٱلْوِرْدُ
ٱلْمَوْرُودُ
98
yaqdumu
qawmahuū
yawma
alqiyaāmahi
faaawradahumu
alnnaāra
wabii'sa
alwirdu
almawruwdu
Ia
berjalan
di
muka
kaumnya
di
hari
kiamat
lalu
memasukkan
mereka
ke
dalam
neraka.
Neraka
itu
seburuk-buruk
tempat
yang
didatangi.
وَأُتْبِعُوا۟
فِى
هَـٰذِهِۦ
لَعْنَةً
وَيَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ
ۚ
بِئْسَ
ٱلرِّفْدُ
ٱلْمَرْفُودُ
99
waautbi‘uwā
fiā
haādzihiī
la‘nahan
wayawma
alqiyaāmahi
bii'sa
alrrifdu
almarfuwdu
Dan
mereka
selalu
diikuti
dengan
kutukan
di
dunia
ini
dan
(begitu
pula)
di
hari
kiamat.
Laknat
itu
seburuk-buruk
pemberian
yang
diberikan.
ذَٰلِكَ
مِنْ
أَنۢبَآءِ
ٱلْقُرَىٰ
نَقُصُّهُۥ
عَلَيْكَ
ۖ
مِنْهَا
قَآئِمٌ
وَحَصِيدٌ
100
dzaālika
min
aanbaā'i
alquraāā
naquṣṣuhuū
‘alayka
minhaā
qaāi'imun
waḥaṣiydun
Itu
adalah
sebagian
dan
berita-berita
negeri
(yang
telah
dibinasakan)
yang
Kami
ceritakan
kepadamu
(Muhammad);
di
antara
negeri-negeri
itu
ada
yang
masih
kedapatan
bekas-bekasnya
dan
ada
(pula)
yang
telah
musnah.
وَمَا
ظَلَمْنَـٰهُمْ
وَلَـٰكِن
ظَلَمُوٓا۟
أَنفُسَهُمْ
ۖ
فَمَآ
أَغْنَتْ
عَنْهُمْ
ءَالِهَتُهُمُ
ٱلَّتِى
يَدْعُونَ
مِن
دُونِ
ٱللَّهِ
مِن
شَىْءٍ
لَّمَّا
جَآءَ
أَمْرُ
رَبِّكَ
ۖ
وَمَا
زَادُوهُمْ
غَيْرَ
تَتْبِيبٍ
101
wamaā
ẓalamnaāhum
walaākin
ẓalamuwā
aanfusahum
famaā
aaghnat
‘anhum
'aālihatuhumu
allatiā
yad‘uwna
min
duwni
alllahi
min
syaā'in
llammaā
jaā'a
aamru
rabbika
wamaā
zaāduwhum
ghayra
tatbiybin
Dan
Kami
tidaklah
menganiaya
mereka,
tetapi
merekalah
yang
menganiaya
diri
mereka
sendiri
karena
itu
tiadalah
bermanfaat
sedikit
pun
kepada
mereka
sembahan-sembahan
yang
mereka
seru
selain
Allah,
pada
waktu
azab
Tuhan-mu
datang.
Dan
sembahan-sembahan
itu
tidaklah
menambah
kepada
mereka
kecuali
kebinasaan
belaka.
وَكَذَٰلِكَ
أَخْذُ
رَبِّكَ
إِذَآ
أَخَذَ
ٱلْقُرَىٰ
وَهِىَ
ظَـٰلِمَةٌ
ۚ
إِنَّ
أَخْذَهُۥٓ
أَلِيمٌ
شَدِيدٌ
102
wakadzaālika
aakhdzu
rabbika
iidzaā
aakhadza
alquraāā
wahiāa
ẓaālimahun
iinna
aakhdzahuū
aaliymun
syadiydun
Dan
begitulah
azab
Tuhan-mu,
apabila
Dia
mengazab
penduduk
negeri-negeri
yang
berbuat
zalim.
Sesungguhnya
azab-Nya
itu
adalah
sangat
pedih
lagi
keras.
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَةً
لِّمَنْ
خَافَ
عَذَابَ
ٱلْـَٔاخِرَةِ
ۚ
ذَٰلِكَ
يَوْمٌ
مَّجْمُوعٌ
لَّهُ
ٱلنَّاسُ
وَذَٰلِكَ
يَوْمٌ
مَّشْهُودٌ
103
iinna
fiā
dzaālika
laaāyahan
lliman
khaāfa
‘adzaāba
alaākhirahi
dzaālika
yawmun
mmajmuw‘un
llahu
alnnaāsu
wadzaālika
yawmun
mmasyhuwdun
Sesungguhnya
pada
yang
demikian
itu
benar-benar
terdapat
pelajaran
bagi
orang-orang
yang
takut
kepada
azab
akhirat.
Hari
kiamat
itu
adalah
suatu
hari
yang
semua
manusia
dikumpulkan
untuk
(menghadapi)nya
dan
hari
itu
adalah
suatu
hari
yang
disaksikan
(oleh
segala
makhluk).
وَمَا
نُؤَخِّرُهُۥٓ
إِلَّا
لِأَجَلٍ
مَّعْدُودٍ
104
wamaā
nuu'akhkhiruhuū
iillaā
liaajalin
mma‘duwdin
Dan
Kami
tiadalah
mengundurkannya,
melainkan
sampai
waktu
yang
tertentu.
يَوْمَ
يَأْتِ
لَا
تَكَلَّمُ
نَفْسٌ
إِلَّا
بِإِذْنِهِۦ
ۚ
فَمِنْهُمْ
شَقِىٌّ
وَسَعِيدٌ
105
yawma
yaati
laā
takallamu
nafsun
iillaā
biiidznihiī
faminhum
syaqiāāun
wasa‘iydun
Di
kala
datang
hari
itu,
tidak
ada
seorang
pun
yang
berbicara,
melainkan
dengan
izin-Nya;
maka
di
antara
mereka
ada
yang
celaka
dan
ada
yang
berbahagia.
فَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
شَقُوا۟
فَفِى
ٱلنَّارِ
لَهُمْ
فِيهَا
زَفِيرٌ
وَشَهِيقٌ
106
faaammaā
alladziyna
syaquwā
fafiā
alnnaāri
lahum
fiyhaā
zafiyrun
wasyahiyqun
Adapun
orang-orang
yang
celaka,
maka
(tempatnya)
di
dalam
neraka;
di
dalamnya
mereka
mengeluarkan
dan
menarik
napas
(dengan
merintih),
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
مَا
دَامَتِ
ٱلسَّمَـٰوَٰتُ
وَٱلْأَرْضُ
إِلَّا
مَا
شَآءَ
رَبُّكَ
ۚ
إِنَّ
رَبَّكَ
فَعَّالٌ
لِّمَا
يُرِيدُ
107
khaālidiyna
fiyhaā
maā
daāmati
alssamaāwaātu
waalaarḍu
iillaā
maā
syaā'a
rabbuka
iinna
rabbaka
fa‘‘aālun
llimaā
yuriydu
mereka
kekal
di
dalamnya
selama
ada
langit
dan
bumi
[736],
kecuali
jika
Tuhan-mu
menghendaki
(yang
lain).
Sesungguhnya
Tuhan-mu
Maha
Pelaksana
terhadap
apa
yang
Dia
kehendaki.
۞
وَأَمَّا
ٱلَّذِينَ
سُعِدُوا۟
فَفِى
ٱلْجَنَّةِ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا
مَا
دَامَتِ
ٱلسَّمَـٰوَٰتُ
وَٱلْأَرْضُ
إِلَّا
مَا
شَآءَ
رَبُّكَ
ۖ
عَطَآءً
غَيْرَ
مَجْذُوذٍ
108
waaammaā
alladziyna
su‘iduwā
fafiā
aljannahi
khaālidiyna
fiyhaā
maā
daāmati
alssamaāwaātu
waalaarḍu
iillaā
maā
syaā'a
rabbuka
‘aṭaā'an
ghayra
majdzuwdzin
Adapun
orang-orang
yang
berbahagia,
maka
tempatnya
di
dalam
surga,
mereka
kekal
di
dalamnya
selama
ada
langit
dan
bumi,
kecuali
jika
Tuhan-mu
menghendaki
(yang
lain);
sebagai
karunia
yang
tiada
putus-putusnya.
فَلَا
تَكُ
فِى
مِرْيَةٍ
مِّمَّا
يَعْبُدُ
هَـٰٓؤُلَآءِ
ۚ
مَا
يَعْبُدُونَ
إِلَّا
كَمَا
يَعْبُدُ
ءَابَآؤُهُم
مِّن
قَبْلُ
ۚ
وَإِنَّا
لَمُوَفُّوهُمْ
نَصِيبَهُمْ
غَيْرَ
مَنقُوصٍ
109
falaā
taku
fiā
miryahin
mmimmaā
ya‘budu
haāu'ulaā'i
maā
ya‘buduwna
iillaā
kamaā
ya‘budu
'aābaāu'uhum
mmin
qablu
waiinnaā
lamuwaffuwhum
naṣiybahum
ghayra
manquwṣin
Maka
janganlah
kamu
berada
dalam
keragu-raguan
tentang
apa
yang
disembah
oleh
mereka
[737].
Mereka
tidak
menyembah,
melainkan
sebagaimana
nenek
moyang
mereka
menyembah
dahulu.
Dan
sesungguhnya
Kami
pasti
akan
menyempurnakan
dengan
secukup-cukupnya
pembalasan
(terhadap)
mereka
dengan
tidak
dikurangi
sedikit
pun.
وَلَقَدْ
ءَاتَيْنَا
مُوسَى
ٱلْكِتَـٰبَ
فَٱخْتُلِفَ
فِيهِ
ۚ
وَلَوْلَا
كَلِمَةٌ
سَبَقَتْ
مِن
رَّبِّكَ
لَقُضِىَ
بَيْنَهُمْ
ۚ
وَإِنَّهُمْ
لَفِى
شَكٍّ
مِّنْهُ
مُرِيبٍ
110
walaqad
'aātaynaā
muwsaā
alkitaāba
faakhtulifa
fiyhi
walawlaā
kalimahun
sabaqat
min
rrabbika
laquḍiāa
baynahum
waiinnahum
lafiā
syakkin
mminhu
muriybin
Dan
sesungguhnya
Kami
telah
memberikan
Kitab
(Taurat)
kepada
Musa,
lalu
diperselisihkan
tentang
Kitab
itu
[738].
Dan
seandainya
tidak
ada
ketetapan
yang
telah
terdahulu
dari
Tuhan-mu,
niscaya
telah
ditetapkan
hukuman
di
antara
mereka
[739].
Dan
sesungguhnya
mereka
(orang-orang
kafir
Mekah)
dalam
keraguan
yang
menggelisahkan
terhadap
Al-Qur`ān.
وَإِنَّ
كُلًّا
لَّمَّا
لَيُوَفِّيَنَّهُمْ
رَبُّكَ
أَعْمَـٰلَهُمْ
ۚ
إِنَّهُۥ
بِمَا
يَعْمَلُونَ
خَبِيرٌ
111
waiinna
kullanā
llammaā
layuwaffiyannahum
rabbuka
aa‘maālahum
iinnahuū
bimaā
ya‘maluwna
khabiyrun
Dan
sesungguhnya
kepada
masing-masing
(mereka
yang
berselisih
itu)
pasti
Tuhan-mu
akan
menyempurnakan
dengan
cukup
(balasan)
pekerjaan
mereka.
Sesungguhnya
Dia
Maha
Mengetahui
apa
yang
mereka
kerjakan.
فَٱسْتَقِمْ
كَمَآ
أُمِرْتَ
وَمَن
تَابَ
مَعَكَ
وَلَا
تَطْغَوْا۟
ۚ
إِنَّهُۥ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
112
faastaqim
kamaā
aumirta
waman
taāba
ma‘aka
walaā
taṭghawā
iinnahuū
bimaā
ta‘maluwna
baṣiyrun
Maka
tetaplah
kamu
pada
jalan
yang
benar,
sebagaimana
diperintahkan
kepadamu
dan
(juga)
orang
yang
telah
tobat
beserta
kamu
dan
janganlah
kamu
melampaui
batas.
Sesungguhnya
Dia
Maha
Melihat
apa
yang
kamu
kerjakan.
وَلَا
تَرْكَنُوٓا۟
إِلَى
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟
فَتَمَسَّكُمُ
ٱلنَّارُ
وَمَا
لَكُم
مِّن
دُونِ
ٱللَّهِ
مِنْ
أَوْلِيَآءَ
ثُمَّ
لَا
تُنصَرُونَ
113
walaā
tarkanuwā
iilaā
alladziyna
ẓalamuwā
fatamassakumu
alnnaāru
wamaā
lakum
mmin
duwni
alllahi
min
aawliyaā'a
tsumma
laā
tunṣaruwna
Dan
janganlah
kamu
cenderung
kepada
orang-orang
yang
zalim
[740]
yang
menyebabkan
kamu
disentuh
api
neraka
dan
sekali-kali
kamu
tiada
mempunyai
seorang
penolong
pun
selain
daripada
Allah,
kemudian
kamu
tidak
akan
diberi
pertolongan.
وَأَقِمِ
ٱلصَّلَوٰةَ
طَرَفَىِ
ٱلنَّهَارِ
وَزُلَفًا
مِّنَ
ٱلَّيْلِ
ۚ
إِنَّ
ٱلْحَسَنَـٰتِ
يُذْهِبْنَ
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
ۚ
ذَٰلِكَ
ذِكْرَىٰ
لِلذَّٰكِرِينَ
114
waaaqimi
alṣṣalawāha
ṭarafaāi
alnnahaāri
wazulafanā
mmina
allayli
iinna
alḥasanaāti
yudzhibna
alssayyiaāti
dzaālika
dzikraāā
lildzdzaākiriyna
Dan
dirikanlah
sembahyang
itu
pada
kedua
tepi
siang
(pagi
dan
petang)
dan
pada
bagian
permulaan
daripada
malam.
Sesungguhnya
perbuatan-perbuatan
yang
baik
itu
menghapuskan
(dosa)
perbuatan-perbuatan
yang
buruk.
Itulah
peringatan
bagi
orang-orang
yang
ingat.
وَٱصْبِرْ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يُضِيعُ
أَجْرَ
ٱلْمُحْسِنِينَ
115
waaṣbir
faiinna
alllaha
laā
yuḍiy‘u
aajra
almuḥsiniyna
Dan
bersabarlah
karena
sesungguhnya
Allah
tiada
menyia-nyiakan
pahala
orang-orang
yang
berbuat
kebaikan.
فَلَوْلَا
كَانَ
مِنَ
ٱلْقُرُونِ
مِن
قَبْلِكُمْ
أُو۟لُوا۟
بَقِيَّةٍ
يَنْهَوْنَ
عَنِ
ٱلْفَسَادِ
فِى
ٱلْأَرْضِ
إِلَّا
قَلِيلًا
مِّمَّنْ
أَنجَيْنَا
مِنْهُمْ
ۗ
وَٱتَّبَعَ
ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟
مَآ
أُتْرِفُوا۟
فِيهِ
وَكَانُوا۟
مُجْرِمِينَ
116
falawlaā
kaāna
mina
alquruwni
min
qablikum
auwluwā
baqiyyahin
yanhawna
‘ani
alfasaādi
fiā
alaarḍi
iillaā
qaliylanā
mmimman
aanjaynaā
minhum
waattaba‘a
alladziyna
ẓalamuwā
maā
autrifuwā
fiyhi
wakaānuwā
mujrimiyna
Maka
mengapa
tidak
ada
dari
umat-umat
yang
sebelum
kamu
orang-orang
yang
mempunyai
keutamaan
yang
melarang
daripada
(mengerjakan)
kerusakan
di
muka
bumi,
kecuali
sebagian
kecil
di
antara
orang-orang
yang
telah
Kami
selamatkan
di
antara
mereka
dan
orang-orang
yang
zalim
hanya
mementingkan
kenikmatan
yang
mewah
yang
ada
pada
mereka
dan
mereka
adalah
orang-orang
yang
berdosa.
وَمَا
كَانَ
رَبُّكَ
لِيُهْلِكَ
ٱلْقُرَىٰ
بِظُلْمٍ
وَأَهْلُهَا
مُصْلِحُونَ
117
wamaā
kaāna
rabbuka
liyuhlika
alquraāā
biẓulmin
waaahluhaā
muṣliḥuwna
Dan
Tuhan-mu
sekali-kali
tidak
akan
membinasakan
negeri-negeri
secara
zalim,
sedang
penduduknya
orang-orang
yang
berbuat
kebaikan.
وَلَوْ
شَآءَ
رَبُّكَ
لَجَعَلَ
ٱلنَّاسَ
أُمَّةً
وَٰحِدَةً
ۖ
وَلَا
يَزَالُونَ
مُخْتَلِفِينَ
118
walaw
syaā'a
rabbuka
laja‘ala
alnnaāsa
aummahan
waāḥidahan
walaā
yazaāluwna
mukhtalifiyna
Jikalau
Tuhan-mu
menghendaki,
tentu
Dia
menjadikan
manusia
umat
yang
satu,
tetapi
mereka
senantiasa
berselisih
pendapat,
إِلَّا
مَن
رَّحِمَ
رَبُّكَ
ۚ
وَلِذَٰلِكَ
خَلَقَهُمْ
ۗ
وَتَمَّتْ
كَلِمَةُ
رَبِّكَ
لَأَمْلَأَنَّ
جَهَنَّمَ
مِنَ
ٱلْجِنَّةِ
وَٱلنَّاسِ
أَجْمَعِينَ
119
iillaā
man
rraḥima
rabbuka
walidzaālika
khalaqahum
watammat
kalimahu
rabbika
laaamlaaanna
jahannama
mina
aljinnahi
waalnnaāsi
aajma‘iyna
kecuali
orang-orang
yang
diberi
rahmat
oleh
Tuhan-mu.
Dan
untuk
itulah
Allah
menciptakan
mereka.
Kalimat
Tuhan-mu
(keputusan-Nya)
telah
ditetapkan,
sesungguhnya
Aku
akan
memenuhi
neraka
Jahanam
dengan
jin
dan
manusia
(yang
durhaka)
semuanya.
وَكُلًّا
نَّقُصُّ
عَلَيْكَ
مِنْ
أَنۢبَآءِ
ٱلرُّسُلِ
مَا
نُثَبِّتُ
بِهِۦ
فُؤَادَكَ
ۚ
وَجَآءَكَ
فِى
هَـٰذِهِ
ٱلْحَقُّ
وَمَوْعِظَةٌ
وَذِكْرَىٰ
لِلْمُؤْمِنِينَ
120
wakullanā
nnaquṣṣu
‘alayka
min
aanbaā'i
alrrusuli
maā
nutsabbitu
bihiī
fuu'aādaka
wajaā'aka
fiā
haādzihi
alḥaqqu
wamaw‘iẓahun
wadzikraāā
lilmuu'miniyna
Dan
semua
kisah
dari
rasul-rasul
Kami
ceritakan
kepadamu
ialah
kisah-kisah
yang
dengannya
Kami
teguhkan
hatimu
dan
dalam
surah
ini
telah
datang
kepadamu
kebenaran
serta
pengajaran
dan
peringatan
bagi
orang-orang
yang
beriman.
وَقُل
لِّلَّذِينَ
لَا
يُؤْمِنُونَ
ٱعْمَلُوا۟
عَلَىٰ
مَكَانَتِكُمْ
إِنَّا
عَـٰمِلُونَ
121
waqul
llilladziyna
laā
yuu'minuwna
a‘maluwā
‘alaāā
makaānatikum
iinnaā
‘aāmiluwna
Dan
katakanlah
kepada
orang-orang
yang
tidak
beriman,
"Berbuatlah
menurut
kemampuanmu;
sesungguhnya
Kami-pun
berbuat
(pula)".
وَٱنتَظِرُوٓا۟
إِنَّا
مُنتَظِرُونَ
122
waantaẓiruwā
iinnaā
muntaẓiruwna
Dan
tunggulah
(akibat
perbuatanmu);
sesungguhnya
kami
pun
menunggu
(pula)".
وَلِلَّهِ
غَيْبُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
وَإِلَيْهِ
يُرْجَعُ
ٱلْأَمْرُ
كُلُّهُۥ
فَٱعْبُدْهُ
وَتَوَكَّلْ
عَلَيْهِ
ۚ
وَمَا
رَبُّكَ
بِغَـٰفِلٍ
عَمَّا
تَعْمَلُونَ
123
walillahi
ghaybu
alssamaāwaāti
waalaarḍi
waiilayhi
yurja‘u
alaamru
kulluhuū
faa‘budhu
watawakkal
‘alayhi
wamaā
rabbuka
bighaāfilin
‘ammaā
ta‘maluwna
Dan
kepunyaan
Allah-lah
apa
yang
gaib
di
langit
dan
di
bumi
dan
kepada-Nya-lah
dikembalikan
urusan-urusan
semuanya,
maka
sembahlah
Dia
dan
bertawakallah
kepada-Nya.
Dan
sekali-kali
Tuhan-mu
tidak
lalai
dari
apa
yang
kamu
kerjakan.